<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>komik Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/komik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/komik/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 30 Aug 2026 14:38:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>komik Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/komik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Madara Uchiha Lebih Layak Jadi Final Villain di Naruto</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/madara-uchiha-lebih-layak-jadi-final-villain-di-naruto/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/madara-uchiha-lebih-layak-jadi-final-villain-di-naruto/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2026 14:38:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[Madara Uchiha]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<category><![CDATA[villain]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8850</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun sudah lama tamat dan memiliki sekuel, Naruto rupanya tetap populer hingga saat ini. Penulis sempat menuliskan artikel panjangnya di tempat kerja yang membahas alasan-alasan mengapa serial ini tetap relevan hingga kini. Di media sosial seperti YouTube Shorts, Penulis kerap menemukan konten yang membahas mengenai Naruto, entah itu callback cerita-cerita lama, membahas teori-teori liar, hingga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/madara-uchiha-lebih-layak-jadi-final-villain-di-naruto/">Madara Uchiha Lebih Layak Jadi Final Villain di Naruto</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Meskipun sudah lama tamat dan memiliki sekuel,<em> Naruto</em> rupanya tetap populer hingga saat ini. Penulis sempat <a href="https://www.upstation.media/article/kenapa-naruto-tetap-populer-tamat">menuliskan artikel panjangnya di tempat kerja</a> yang membahas alasan-alasan mengapa serial ini tetap relevan hingga kini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di media sosial seperti YouTube Shorts, Penulis kerap menemukan konten yang membahas mengenai <em>Naruto</em>, entah itu <em>callback </em>cerita-cerita lama, membahas teori-teori liar, hingga membedah <em>chapter </em>yang masih menimbulkan tanda tanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Penulis sendiri, hingga saat ini ada satu hal yang mengganjal dari serial ini, yakni <strong>bagaimana Madara Uchiha tidak menjadi <em>final villain-</em>nya</strong>. Masashi Kishimoto justru memunculkan karakter yang selama ini hampir tidak pernah disebut, yakni Kaguya Ōtsutsuki.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1.jpg 2048w " alt="Chapter 5 Kebaikan Demi Kebaikan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/chapter-5-kebaikan-demi-kebaikan/">Chapter 5 Kebaikan Demi Kebaikan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Alasan Mengapa Madara Lebih Cocok Jadi Final Villain</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8852" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Madara Uchiha Ketika Menjadi Jinchuriki Juubi (<a href="https://www.reddit.com/r/Naruto/comments/17qd0gb/do_you_think_madara_in_juubidara_form_can_pee/">Reddit</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Penulis, salah satu yang membuat <em>Naruto </em>bagus adalah para <em>villain-</em>nya. Mulai dari Zabuza, Orochimaru, Gaara, Itachi, Akatsuki, Pain, hingga Obito, semua begitu membekas karena latar belakang maupun motifnya menjadi seorang <em>villain</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Madara Uchiha juga salah satunya. Ia adalah <em>villain </em>yang cukup kompleks. Sebagai rival dari Hashirama Senju, tujuan utamanya sebenarnya adalah <strong>menciptakan perdamaian abadi melalui Mugen Tsuyokomi</strong>, ketika semua manusia berada di alam mimpi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk hal itu, ia berkali-kali selamat dari kematian, terutama dalam pertarungan melawan Hashirama. Ia hidup cukup lama hingga bisa memanipulasi Obito untuk mendirikan Akatsuki demi melancarkan rencana Mugen Tsuyokomi-nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kemunculan Madara juga tidak mendadak begitu saja</strong>. Sebelum dibangkitkan kembali melalui Edo Tensei dari Kabuto, ia telah beberapa kali disebutkan dalam ceritanya (<em>foreshadowing</em>) sebelum kemunculan perdananya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita bisa melihat patungnya bersama Hashirama Senju di Lembah Akhir di <em>chapter </em>217. Kyuubi juga pernah menyebutkannya ketika Naruto menyerang markas Orochimaru demi menyelamatkan Sasuke di <em>chapter </em>309. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Obito sewaktu masih bertopeng juga sempat mendeklarasikan diri sebagai Madara. Hal ini menjadi <em>twist </em>yang menarik setelah Madara yang asli muncul pertama kali, tentu dalam wujud Edo Sensei.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, efek <em>plot twist-</em>nya ketika ia menjadi dalang dari semua peristiwa di <em>Naruto </em>terasa masuk akal. Apalagi, ia telah berkali-kali <em>aura farming </em>sejak kemunculannya, dengan segala kemampuannya yang di luar nalar bahkan sebelum menjadi Jinchuriki Juubi!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, Madara justru menjadi &#8220;korban penipuan&#8221; dari Zetsu Hitam. Ternyata, semua rencananya selama ini telah diatur oleh mereka demi bisa membangkitkan kembali Kaguya Ōtsutsuki.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mari Kita Bandingkan dengan Kaguya Ōtsutsuki</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8853" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/madara-uchiha-final-villain-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tiba-Tiba Muncul, eh Kaget (<a href="https://naruto.fandom.com/wiki/Kaguya_Ōtsutsuki">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang mari kita bandingkan Madara dengan <em>final villain </em>yang sesungguhnya, Kaguya Ōtsutsuki. Dari motivasinya, Kaguya <strong>ingin seluruh <em>chakra </em>manusia di dunia kembali ke dirinya karena merasa bumi ini adalah miliknya</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi motivasi, jelas ini lebih <em>pure chaos </em>dibandingkan motivasi &#8220;perdamaian&#8221; dari Madara. Kaguya sebenarnya adalah &#8220;alien&#8221; yang datang ke bumi, lalu menamam Pohon Dewa (Shinju) demi bisa memakan Buah Chakra secara ilegal. Dibandingkan dengan Madara, motivasi Kaguya ini jelas lebih egois.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, <strong>Kaguya benar-benar baru disebutkan menjelang akhir cerita</strong>. Madara yang menyebutkan pertama kali ketika menjelaskan tentang Shinju di <em>chapter </em>646. Namun, kemunculannya sendiri baru terjadi pada <em>chapter </em>679.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai analogi, bayangkan Thanos yang telah di-<em>tease </em>sejak film pertama <em>Avengers</em>. Namun, di film <em>Avengers: Infinity War</em>, sewaktu Thanos hendak menjentikkan jarinya, tiba-tiba ia ditikam dari belakang oleh Doctor Doom dan mengatakan rencananya selama ini berhasil!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Penulis sering berprasangka buruk kalau<strong> Kaguya dihadirkan hanya agar Naruto bisa dilanjutkan oleh Boruto</strong>. Seperti yang kita tahu, klan Ōtsutsuki menjadi pusat konflik di sekuel tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/">Penulis saat ini sedang mengoleksi ulang komik-komik <em>Naruto</em> versi Bind Up-nya</a>. Saat artikel ini ditulis, Perang Dunia Ninja ke-4 baru saja dimulai. Penulis tak sabar ingin membaca ulang kisah Madara dan Kaguya ini, siapa tahu dulu ada detail yang terlewat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya saja, Penulis merasa kalau Madara tetap lebih layak menjadi <em>final villain</em>. Kalau memang klan Ōtsutsuki mau menjadi musuh utama di <em>Boruto</em>, ya buat <em>build up-</em>nya di sana, jangan di <em>Naruto</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan saja Madara dengan kemampuan dewanya yang berhasil ia dapatkan harus bertarung dengan <a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto dan Sasuke</a>. Bahkan, ia memang terlihat kalah dalam pertarungan tersebut, sebelum akhirnya malah dikhianati oleh Zetsu Hitam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seandainya tidak melawan Kagura, mungkin pertarungan terakhir antara Naruto dan Sasuke juga akan berlangsung lebih lama dan seru, bukan dalam kondisi kehabisan stamina dan <em>chakra </em>seperti yang kita dapatkan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Yah, pada akhirnya kita harus tetap menerima keputusan Masashi Kishimoto. Walau agak <em>ngedumel</em>, Penulis tetap menjadikan <em>Naruto </em>sebagai salah satu komik favoritnya setelah <em>Dragon Ball</em>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 30 Agustus 2026, terinspirasi setelah merenungi kalau Madara Uchiha lebih cocok menjadi<em> final villain </em>daripada Kaguya.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/madara-uchiha-lebih-layak-jadi-final-villain-di-naruto/">Madara Uchiha Lebih Layak Jadi Final Villain di Naruto</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/madara-uchiha-lebih-layak-jadi-final-villain-di-naruto/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Detektif Conan Premium</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-detektif-conan-premium/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-detektif-conan-premium/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2026 15:37:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[Detektif Conan]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8793</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah memutuskan untuk mengoleksi komik Dragon Ball Super dan Naruto Bind Up Edition, ternyata keinginan masa kecil untuk mengoleksi komik secara lengkap kembali bergelora. Yang ingin Penulis kumpulkan bukan hanya komiknya secara fisik, tapi juga memori-memori masa kecil ketika membaca cerita-ceritanya secara lebih utuh. Ada banyak hal yang dulu tidak Penulis pahami, kini bisa jadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-detektif-conan-premium/">Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Detektif Conan Premium</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah memutuskan untuk mengoleksi komik <em><strong><a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">Dragon Ball Super</a></strong></em> dan <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/"><em><strong>Naruto Bind Up Edition</strong></em></a>, ternyata keinginan masa kecil untuk mengoleksi komik secara lengkap kembali bergelora. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang ingin Penulis kumpulkan bukan hanya komiknya secara fisik, tapi juga memori-memori masa kecil ketika membaca cerita-ceritanya secara lebih utuh. Ada banyak hal yang dulu tidak Penulis pahami, kini bisa jadi lebih dimengerti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain <em>Dragon Ball </em>dan <em>Naruto</em>, Penulis juga besar dengan komik <strong><em>Detektif Conan</em></strong>. Bahkan, Penulis cukup banyak memiliki komiknya. Nah, Penulis sekarang memutuskan untuk mengoleksi lagi komiknya, tapi kali ini yang versi Premium.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/setelah-membaca-the-art-of-the-good-life-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/setelah-membaca-the-art-of-the-good-life-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/setelah-membaca-the-art-of-the-good-life-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/setelah-membaca-the-art-of-the-good-life-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/11/setelah-membaca-the-art-of-the-good-life-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Membaca The Art of the Good Life" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-the-art-of-the-good-life/">Setelah Membaca The Art of the Good Life</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Awalnya Cuma Beli Satu untuk Nostalgia, tapi&#8230;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/koleksi-komik-detektif-conan-premium-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-8797" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/koleksi-komik-detektif-conan-premium-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/koleksi-komik-detektif-conan-premium-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/koleksi-komik-detektif-conan-premium-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/koleksi-komik-detektif-conan-premium-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Komik Detektif Conan Premium Vol. 21 (<a href="https://www.gramedia.com/products/detektif-conan-premium-21">Gramedia</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sama seperti <em>Naruto</em>, Penulis juga &#8220;lompat&#8221; dalam membaca cerita-cerita<em> Detektif Conan</em>. Kalau ingatan Penulis tidak keliru, maka volume pertama yang Penulis baca adalah <strong>Volume 41</strong>, di mana <em>case </em>pertama mempertemukan Yukiko (ibu Conan/Shinichi) dan Eri (ibu Ran).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, waktu itu, kebetulan juga komik yang Penulis baca adalah versi bajakannya, karena waktu kecil Penulis belum benar-benar paham mana komik asli dan tidak. Untungnya, Penulis membeli versi asli untuk <strong>Volume 42</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, ketika akhirnya memutuskan untuk membeli komik <em>Detektif Conan Premium</em>, Penulis pun memutuskan untuk membeli<strong> Volume 21</strong> karena mencakup cerita-cerita dari Volume 41 dan 42 di versi aslinya. Nostalgia menjadi alasan utamanya, yang akan Penulis jabarkan di poin berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis ingin mundur sebentar sebelum akhirnya membeli komik tersebut. Sebenarnya, keinginan untuk mengoleksi <em>Detektif Conan Premium </em>telah terbit sejak volume-volume awalnya rilis. Namun, waktu itu Penulis mengurungkan niatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa alasan yang menahan Penulis untuk tidak membeli komik <em>Detektif Conan</em> <em>Premium</em>, seperti telah mengetahui sebagian besar ceritanya, tidak ada lagi tempat untuk menyimpan, hingga dorongan untuk berhemat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai pelipur lara, Penulis sempat memutuskan untuk membeli komik <em>Conan</em> edisi <em>Selection</em>. Kebetulan, waktu itu <strong><a href="https://whathefan.com/animekomik/ai-haibara-adalah-karakter-favorit-saya-di-detective-conan/">Ai Haibara</a></strong> sebagai karakter favorit Penulis di serial ini memiliki edisi ini, bahkan hingga dua Volume. Ada juga beberapa judul <em>Selection </em>lain yang Penulis miliki.</p>



<ol class="wp-block-list"></ol>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya saja, meskipun sudah membeli seri <em>Selection</em>, dorongan untuk membeli <em>Detektif Conan Premium </em>masih begitu besar. Alhasil, kembali lagi ke atas, Penulis pun memutuskan untuk membeli Volume 21 sebagai awal.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Vermouth vs. Jodie, Arc Favorit Penulis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/koleksi-komik-detektif-conan-premium-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-8796" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/koleksi-komik-detektif-conan-premium-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/koleksi-komik-detektif-conan-premium-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/koleksi-komik-detektif-conan-premium-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/koleksi-komik-detektif-conan-premium-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Vermouth (<a href="https://detectiveconan96.fandom.com/wiki/Vermouth">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu alasan mengapa Volume 41-42 begitu <em>memorable </em>bagi Penulis adalah adanya klimaks antara konflik yang berpusat pada agen FBI, <strong>Jodie Starling</strong>, dan <strong>Vermouth</strong>, salah satu anggota Organisasi Hitam yang memiliki seribu wajah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu masih kecil, Penulis tentu masih belum benar-benar paham apa konflik di antara mereka selain yang diceritakan di dua volume tersebut. Yang Penulis tangkap, Vermouth menyamar sebagai Dokter Araide untuk bisa mengulik tentang Ai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, ternyata Jodie memiliki sejarah panjang dengan Vermouth, karena ia adalah orang yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya. Vermouth yang terlihat muda tersebut ternyata sebenarnya adalah aktris Sharon Vineyard yang memalsukan kematiannya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di klimaks yang terjadi di dermaga, ternyata Ai yang dibawa oleh Jodie merupakan Conan yang menyamar. Sayangnya, rencananya buyar karena Ai yang asli datang menyusul menggunakan kacamata pencari jejak cadangan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ai telah siap menyerahkan diri ke Vermouth demi menyelamatkan teman-temannya. Namun, tiba-tiba dari bagasi mobil Jodie, ada Ran yang langsung berlari dan melindungi Ai. Kejadian tersebut membuat Ai teringat oleh mendiang kakaknya, Akemi Miyano.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jodie terluka akibat ditembak Calvados, Conan pingsan karena jam biusnya sendiri, Ran diancam tembak oleh Vermouth. Di tengah kejadian tegang tersebut, tiba-tiba Shuichi Akai datang dari belakang! Sayang, Vermouth berhasil kabur dengan menyandera Conan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa dilihat, rentetan kejadian yang menegangkan inilah yang membuat <em>arc </em>ini menjadi favorit Penulis hingga kini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Penulis yang pada dasarnya suka cerita detektif, <em>Detektif Conan </em>telah menemani Penulis sejak kecil dan hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan tamat. Memang, ada banyak sekali hal yang bikin geleng-geleng kepala, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Trik pembunuhan yang terasa ribet dan tidak masuk akal</li>



<li>Motif pembunuhan yang &#8220;gitu doang?&#8221;</li>



<li><em>Timeline </em>yang tidak jelas seolah tidak maju-maju</li>



<li>Inkonsistensi teknologi, di awal-awal teknologinya teknologi akhir 90-an atau awal 2000-an, sekarang malah pakai <em>smartphone </em>(dan Conan tetap saja kelas 1 SD!)</li>



<li>Karakter yang terus bertambah, dan setiap ada yang baru, langsung muncul tiga orang untuk membiarkan Pembaca menebak-nebak siapa yang baik siapa yang jahat</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari sederet kekurangannya, Penulis tetap menyukai <em>Detektif Conan</em>, sehingga memutuskan untuk membeli versi premiumnya. Hingga artikel ini ditulis, Penulis telah memiliki Volume 14 hingga 33. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena berangkatnya dari volume 21, Penulis membeli volume lainnya &#8220;maju dan mundur&#8221; secara urut. Jujur ada kekhawatiran Penulis akan kesulitan menemukan volume-volume awal, tapi biarlah, anggap saja sebagai &#8220;perburuan&#8221; harta karun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan demikian, saat ini ada lima seri komik yang sedang Penulis koleksi, yakni <em><strong>Naruto</strong></em>, <em><strong>Detektif Conan</strong></em>, <em><strong>Spy x Family</strong></em>, <em><strong>Dragon Ball Super</strong></em>, dan <em><strong>Dragon Ball Ultimate Edition</strong></em>. Apakah di masa depan daftar ini akan bertambah? Entahlah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 4 Agustus 2026, terinspirasi setelah melihat koleksi komik <em>Detektif Conan</em>-nya</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-detektif-conan-premium/">Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Detektif Conan Premium</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-detektif-conan-premium/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ai Haibara adalah Karakter Favorit Saya di Detective Conan</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/ai-haibara-adalah-karakter-favorit-saya-di-detective-conan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/ai-haibara-adalah-karakter-favorit-saya-di-detective-conan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[Ai Haibara]]></category>
		<category><![CDATA[Detective Conan]]></category>
		<category><![CDATA[Karakter Favorit]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8091</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak kecil, Penulis suka membaca komik, baik itu komik Jepang maupun Barat. Seperti yang sudah sering dibahas pada blog ini, favorit Penulis adalah Dragon Ball dan Naruto. Bahkan, sekarang Penulis kembali mengoleksi komik-komik tersebut. Selain genre shounen, salah satu komik lain yang suka Penulis baca adalah Detective Conan. Sejak kecil, sudah banyak komiknya yang Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/ai-haibara-adalah-karakter-favorit-saya-di-detective-conan/">Ai Haibara adalah Karakter Favorit Saya di Detective Conan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sejak kecil, Penulis suka membaca komik, baik itu komik Jepang maupun Barat. Seperti yang sudah sering dibahas pada blog ini, favorit Penulis adalah <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">Dragon Ball</a></em> dan <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/">Naruto</a></em>. Bahkan, sekarang Penulis kembali mengoleksi komik-komik tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain genre <em>shounen</em>, salah satu komik lain yang suka Penulis baca adalah <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/"><strong>Detective Conan</strong></a></em>. Sejak kecil, sudah banyak komiknya yang Penulis baca walaupun tidak yakin pernah membaca semuanya, mengingat hingga kini serinya masih berjalan hingga lebih dari <em>1.000 </em>chapter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika komik <em>Detective Conan</em> merilis versi premiumnya, Penulis sempat terpikirkan untuk kembali mengoleksinya, mengingat koleksi <em>Detective Conan</em> Penulis banyak yang hilang dan rusak. Namun, wacana tersebut terganjal <em>budget</em> karena harga per komiknya cukup mahal.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/photo-1514339013457-0fcf969367df-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/photo-1514339013457-0fcf969367df-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/photo-1514339013457-0fcf969367df-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/photo-1514339013457-0fcf969367df-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/photo-1514339013457-0fcf969367df-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/photo-1514339013457-0fcf969367df.jpg 1950w " alt="Tersedak Kecewa" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sajak/tersedak-kecewa/">Tersedak Kecewa</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading"><strong>Detective Conan Ai Haibara Selection</strong></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-selection-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8094" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-selection-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-selection-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-selection-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-selection.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Jalan tengah&#8221; muncul ketika Penulis berencana untuk membeli komik <em>Naruto Bind Up Edition Vol. 1</em>. Saat hendak mengambil komik tersebut, mata Penulis menemukan komik spesial<strong> <em>Detective Conan Ai Haibara Selection</em></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat Ai Haibara merupakan salah satu karakter favorit Penulis di serial <em>Detective Conan</em>, Penulis pun memutuskan untuk membelinya. Apalagi, beberapa bulan setelah membeli volume pertamanya, volume keduanya juga rilis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika di volume pertama lebih membahas perjalanan Ai Haibara sejak pertemuan pertama hingga memanasnya konflik dengan Organisasi Hitam, maka di volume kedua ini lebih membahas hubungan dan petualangan Ai dengan Kelompok Detektif Cilik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di kedua komik edisi spesial ini, selalu dilampirkan fakta-fakta seputar Ai secara ringkas, tapi menyeluruh. Hal ini sangat membantu Penulis untuk lebih mengenal karakter yang juga mengecil karena obat APTX 4869 ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk kisahnya sendiri, sesuai judulnya, merupakan pilihan editor. Tentu saja cerita yang dipilih melibatkan Ai Haibara cukup banyak, bahkan terkadang ia seolah menggeser Conan Edogawa sebagai tokoh utamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena sudah banyak membaca komik <em>Detective Conan</em>, mayoritas cerita yang ada di komik ini sudah pernah Penulis baca sebelumnya. Namun, justru hal tersebut menimbulkan efek nostalgia yang menyenangkan, karena memang sudah cukup lama Penulis tidak membacanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, ada beberapa <em>arc</em> yang cukup melibatkan Ai, tapi tidak disajikan secara lengkap. Contohnya adalah <em>arc </em>ketika Conan pertama kali dengan Vermouth, yang sejujurnya tetap menjadi salah satu cerita favorit Penulis di keseluruhan serinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Penulis juga masih menantikan cerita <em>The Jet-Black Mystery Train</em> yang hingga dua volume ini masih belum diperlihatkan. Bahkan di volume dua, cerita ini hanya di-<em>mention</em> singkat tanpa ada kisah utuhnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis berharap jika ada <em>Detective Conan Ai Haibara Selection</em> volume tiga, kisah tersebut akan dimunculkan. Untuk sekarang, Penulis cukup puas dengan dua komik yang merangkum kisah Ai Haibara ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Suka Ai Haibara?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8096" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/ai-haibara-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ai Haibara (<a href="https://detektifconan.fandom.com/id/wiki/Ai_Haibara">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ada banyak hal yang membuat Penulis memfavoritkan karakter Ai Haibara, yang nama aslinya adalah Akemi Miyano. Pertama, mari kita bahas terlebih dahulu dengan <strong>masa lalunya yang cukup kelam dan misterius</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ai awalnya merupakan ilmuwan yang bekerja untuk Organisasi Hitam, menggantikan peran orang tuanya yang juga ilmuwan, Atsuhi dan Elena Miyano, yang tewas karena &#8220;kecelakaan&#8221;.  Selama di organisasi, ia memiliki <em>codename</em> Sherry.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ai juga memiliki seorang kakak perempuan bernama Akemi Miyano, yang tewas di awal-awal cerita di tangan Gin. Conan sempat bertemu dengan Akemi di awal-awal cerita seri, tetapi ketika itu ia belum mengetahui hubungannya dengan Ai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kematian seluruh anggota keluarganya inilah yang memicu Ai untuk kabur dari organisasi, dengan menelan pil APTX 4869 seperti Conan. Sejak itu, ia harus hidup sebagai anak kecil dan menghadapi berbagai petualangan dengan Conan dan kawan-kawan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Latar belakangnya yang seperti itu mungkin membuat Ai menjadi <strong>sosok yang bermulut tajam, cenderung dingin, dan sinis</strong>. Namun, ia juga seseorang yang <strong>dewasa dan mampu berpikiran tenang</strong>. Saat tidak ada Conan, kemampuan analisis Ai bisa cukup diandalkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ai juga memiliki kemampuan yang cukup unik, yakni b<strong>isa merasakan hawa keberadaan anggota Organisasi Hitam</strong>. Kemampuan ini sangat berguna jika ada anggota organisasi yang menyamar, mengingat mereka memiliki Vermouth yang memang ahli di sana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walaupun begitu, Ai juga memiliki <strong>sisi manis yang jarang terungkap</strong>. Ia bisa menjadi <em>fangirl </em>yang sangat bucin ke pemain sepak bola Ryusuke Higo. Terkadang ia juga menunjukkan sisi pedulinya kepada para anggota Detektif Cilik, terutama dalam keadaan genting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Conan juga sering menunjukkan kekhawatiran apabila tiba-tiba Ai menghilang, terutama khawatir jika Ai diculik oleh Organisasi Hitam. Jika Ai dalam keadaan genting, Conan pasti akan mati-matian menyelamatkannya, seperti yang terlihat pada film <em>The Iron Submarine</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kurang lebih itulah yang membuat Penulis memfavoritkan karakter Ai Haibara di serial <em>Detective Conan</em>, melebihi karakter-karakter menarik lainnya. Semoga saja di masa depan, akan lebih banyak hal lagi yang terungkap seputar dirinya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 26 November 2024, terinspirasi setelah membaca dua komik spesial <em>Detective Conan </em>yang khusus membahas Ai Haibara</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://wall.alphacoders.com/big.php?i=866800">Alpha Coders</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/ai-haibara-adalah-karakter-favorit-saya-di-detective-conan/">Ai Haibara adalah Karakter Favorit Saya di Detective Conan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/ai-haibara-adalah-karakter-favorit-saya-di-detective-conan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Naruto Bind Up Edition</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Oct 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[Naruto]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7962</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tak hanya Dragon Ball, Penulis juga tumbuh besar dengan seri Naruto. Bahkan, jumlah komik yang Penulis waktu kecil justru didominasi oleh manga karya Masashi Kishimoto ini, walau sempat berhenti beli karena telah membaca versi digitalnya. Nah, belakangan ini, PT Elex Media Komputindo memutuskan untuk mencetak remake dalam bentuk Bind Up Edition. Singkatnya, ini adalah versi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/">Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Naruto Bind Up Edition</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya <em>Dragon Ball</em>, Penulis juga tumbuh besar dengan seri <em>Naruto</em>.  Bahkan, jumlah komik yang Penulis waktu kecil justru didominasi oleh<em> </em>manga karya Masashi Kishimoto ini, walau sempat berhenti beli karena telah membaca versi digitalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, belakangan ini, PT Elex Media Komputindo memutuskan untuk mencetak <em>remake </em>dalam bentuk <em><strong>Bind Up Edition</strong></em>. Singkatnya, ini adalah versi di mana dua komik dijadikan satu dan ukurannya pun diperbesar. Harganya per komik adalah Rp99 ribu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sempat menimbang-menimbang, akhirnya Penulis pun memutuskan untuk memulai mengoleksinya dari volume 1, terlepas telah memiliki beberapa komik versi aslinya. Penulis akan menjabarkan alasannya di bawah ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Ketika-Kondisi-Pemain-Tidak-Menjadi-Pertimbangan-dalam-Bisnis-Sepak-Bola-banner.jpg 1200w " alt="Ketika Kondisi Pemain Tak Jadi Pertimbangan dalam Bisnis Sepak Bola" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/ketika-kondisi-pemain-tidak-menjadi-pertimbangan-dalam-bisnis-sepak-bola/">Ketika Kondisi Pemain Tak Jadi Pertimbangan dalam Bisnis Sepak Bola</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Perkenalan dengan Naruto</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7965" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Komik Naruto Pertama yang Penulis Miliki</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Awal Penulis mengenal <em>Naruto</em> sebenarnya cukup telat, yakni ketika duduk di bangku SMP. Penulis tahu karena teman-teman Penulis sering membicarakannya sehingga menjadi tertarik karena dunia ninja terdengar seru untuk diikuti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Penulis mencoba untuk mulai membeli komiknya. Di dekat rumah Penulis, kebetulan ada yang jual dengan harga murah. Waktu itu, Penulis belum paham kalau komik itu adalah komik bajakan karena kualitas gambarnya yang menyakitkan mata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak dari volume 1, Penulis langsung<strong> membeli volume 20</strong> karena itu yang tersedia di rak. Tentu Penulis sempat bingung karena tahu-tahu ada <a href="https://whathefan.com/animekomik/dinasti-politik-ala-naruto/">seorang wanita menjadi seorang pemimpin desa</a> dan <a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">karakter bernama Sasuke mengajak <em>gelud</em> Naruto</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau begitu, Penulis merasa kalau komik ini terasa seru dan membaca volume lanjutannya. Penulis masih bisa memahami kalau inti dari konfliknya adalah Sasuke yang ingin keluar desa demi mendapatkan kekuatan dari Orochimaru dan berusaha dicegah oleh Naruto dkk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sembari mengikuti <em>arc </em>tersebut, Penulis beberapa kali dijelaskan tentang awal mula cerita Naruto oleh temannya yang lebih dulu mengikutinya. Namun, tetap saja mengetahui ceritanya secara melompat-lompat membuat Penulis cukup kebingungan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis pun mencoba untuk membeli komik Naruto volume awal-awal. Anehnya, volume yang Penulis miliki terkesan acak, yakni volume 12, 15, 16, dan 17. Penulis tak ingat bagaimana bisa memilikinya, tapi komik-komik tersebut masih ada sampai sekarang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, Penulis juga punya volume 1, 2, dan 4, karena dulu sempat berniat untuk mengoleksi komiknya secara lengkap. Namun, niat tersebut tak pernah kejadian karena waktu itu Penulis merasa lebih seru (dan lebih cepat) untuk mengikuti manga digitalnya saja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Melengkapi Kepingan yang Hilang</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7966" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/komik-naruto-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jadi Tahu Cerita yang Belum Pernah Diketahui (<a href="https://x.com/shonenjump/status/1284268441214558209">X</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin karena memiliki daya ingat yang cukup kuat, Penulis masih mengingat volume berapa saja yang pernah dimiliki. Antara volume 20 hingga 40, Penulis memiliki semua kecuali volume 22. Mulai dari volume 27, Penulis tak pernah lagi membeli komik bajakan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah volume 40, Penulis lebih sering membaca versi digitalnya. Satu-satunya komik <em>Naruto</em> yang Penulis miliki setelah volume tersebut adalah volume 46 dan 71. Karena konflik yang semakin memanas, Penulis pun semakin melupakan &#8220;masa lalu&#8221; Naruto di volume-volume awal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itulah salah satu alasan Penulis memutuskan untuk mengoleksi komik <em>Naruto Bind Up Edition</em>: <strong>karena ada banyak kisah Naruto yang belum pernah Penulis ketahui</strong>. Apalagi, Penulis hampir tidak pernah menonton serial animenya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kehadiran <em>Bind Up Edition </em>ini seolah menjadi momentum yang pas untuk melengkapi kepingan yang hilang seputar <em>Naruto</em>. Walau edisi ini benar-benar hanya menggabungkan dua volume menjadi satu, Penulis merasa tidak rugi untuk membelinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, <strong>cerita-cerita yang dulu Penulis abaikan karena dirasa akan membosankan ternyata seru</strong>. &#8220;Chūnin Exams Arc&#8221; sejak awal ternyata sudah terasa seru. Penulis juga jadi mengetahui secara lengkap bagaimana Orochimaru meninggalkan segel di leher Sasuke.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, dengan membaca secara runtun, alasan Sasuke memutuskan untuk meninggalkan desa dan pergi ke tempat Orochimaru menjadi masuk akal. Penulis akan membahas topik ini secara detail di tulisan lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal lain seputar<em> Naruto</em> yang baru Penulis ketahui setelah mulai mengoleksi <em>Bind Up Edition</em> adalah bagaimana pertemuan pertama Naruto dengan Jiraiya, bagaimana <a href="https://whathefan.com/rasa/tidak-ada-darahnya-tapi-sakitnya-luar-biasa/">Gaara</a> hampir mengakhiri karier ninja Rock Lee, dan masih banyak lagi lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Upaya Penebusan Dosa</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga artikel ini ditulis, sudah ada 10 volume yang dirilis. Artinya, seri ini telah sampai di komik <em>Naruto </em>pertama yang Penulis baca. Berhubung dulu membaca versi bajakannya, membaca versi aslinya dengan kualitas gambar yang bagus jelas memuaskan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Penulis juga menganggap koleksi ini sebagai <strong>upaya &#8220;penebusan dosa&#8221; karena dulu membaca versi bajakannya</strong>. Waktu itu, dengan polosnya Penulis menganggap kalau memang ada versi murah dari sebuah komik, makanya kualitasnya jelek.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan mulai mengoleksi dari awal, Penulis akan mendapatkan kesempatan untuk membaca komik Naruto tanpa terganggu gambar buram yang terkadang sangat sulit untuk dilihat. Apalagi, ukurang komik edisi <em>Bind Up </em>ini juga lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis tidak tahu apakah masih ada banyak komik bajakan yang dijual di pasaran. Semoga saja sudah tidak ada lagi pihak yang membajak komik, setidaknya secara fisik. Kalau secara daring, rasanya akan sangat sulit untuk mengendalikannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai tambahan, Penulis pun jadi merasakan <strong>kembali sensasi yang pernah dirasakan waktu kecil ketika menanti komik volume terbaru dirilis</strong>. Namun, mengingat lamanya <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">komik <em>Dragon Ball Super Vol. 20</em> rilis</a>, rasanya Penulis harus benarn-benar ekstra sabar.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 2 Oktober 2024, terinspirasi setelah mengoleksi komik <em>Naruto Bind Up Edition</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/">Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Naruto Bind Up Edition</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-naruto-bind-up-edition/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yu-Gi-Oh!: Komik, Duel Kartu, dan Nostalgianya</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jul 2024 16:15:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[duel]]></category>
		<category><![CDATA[kartu]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[nostalgia]]></category>
		<category><![CDATA[TCG]]></category>
		<category><![CDATA[Yu-Gi-Oh!]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7656</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa hari terakhir, Penulis kerap menonton konten-konten Yu-Gi-Oh! di YouTube. Entah apa alasannya, mungkin karena ingin nostalgia saja karena sewaktu kecil gemar membaca (bahkan mengoleksi) komiknya. Penulis pun jadi membaca ulang komiknya, walau tidak semua. Kebetulan, ada beberapa koleksinya yang masih terselamatkan, walau kebanyakan sudah raib entah ke mana. Untuk volume yang hilang, Penulis membacanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/">Yu-Gi-Oh!: Komik, Duel Kartu, dan Nostalgianya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Beberapa hari terakhir, Penulis kerap menonton konten-konten Yu-Gi-Oh! di YouTube. Entah apa alasannya, mungkin karena ingin nostalgia saja karena sewaktu kecil gemar membaca <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">(bahkan mengoleksi) komiknya</a>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis pun jadi membaca ulang komiknya, walau tidak semua. Kebetulan, ada beberapa koleksinya yang masih terselamatkan, walau kebanyakan sudah raib entah ke mana. Untuk volume yang hilang, Penulis membacanya di internet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gara-gara hal tersebut, Penulis jadi ingin menulis sesuatu tentang Yu-Gi-Oh!. Awalnya Penulis tidak tahu ingin menulis tentang apa, tapi seperti biasa, Penulis lepaskan saja jari-jarinya di <em>keyboard </em>dan membiarkan mereka ingin menulis apa.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner-300x169.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner-300x169.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner-1024x576.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner-768x432.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner.jpeg 1280w " alt="Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Penulis dan Komik Yu-Gi-Oh!</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7665" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-0.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Komik Yu-Gi-Oh! (<a href="https://shopee.co.id/Komik-Yu-Gi-Oh-Bekas-i.14433722.2786489266">Shopee</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Seingat Penulis, <a href="https://whathefan.com/animekomik/impian-adanya-wayang-versi-anime/">komik</a> Yu-Gi-Oh! yang pertama kali Penulis baca adalah komik <strong>volume 15 </strong>milik sepupunya, yang waktu itu menceritakan pertandingan final antara Yugi melawan Pegasus sebagai bos terakhir. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu itu, peraturan duel kartunya masih <em>sakarepe </em>mangakanya (RIP Kazuki Takahashi). Bayangkan saja, kartu sekuat Dark Magician bisa dipanggil tanpa perlu pengorbanan. Hanya saja, waktu masih kecil tentu Penulis tak terlalu memedulikan hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Komik Yu-Gi-Oh! pertama yang Penulis beli sendiri adalah <strong>volume 19</strong>. Di volume tersebut, ceritanya Yugi sedang mengikuti turnamen duel di Kota Domino dan melawan seseorang yang ternyata juga pemilik kartu Dark Magician.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7660" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Yugi vs Arcana di Komik Volume 19 (<a href="http://Yugi vs Arcana di Komik Volume 19 (Fandom)">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dari komik tersebut, Penulis jadi terus melanjutkan membeli komik Yu-Gi-Oh!. Setiap mampir ke toko buku, setiap ada volume baru, pasti akan Penulis beli. Oleh karena itu, koleksi komik Yu-Gi-Oh! Penulis hampir lengkap dari volume 19 hingga 38, yang merupakan volume terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis tidak tertarik membeli volume-volume awal karena belum ada duel-duel kartu. Di <em>arc </em>Pegasus pun peraturannya masih mentah dan kurang menarik. Apalagi di <em>arc </em>turnamen ini, ada banyak pertarungan antar-<em>duelist </em>yang menarik, meskipun jujur saja kadang sangat tak masuk akal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya dari efek kartu yang disesuaikan dengan plot cerita, terkadang ada saja bumbu drama seperti &#8220;<em>shadow game</em>&#8221; yang menumbalkan nyawa. Bayangkan, kita bisa kehilangan nyawa karena bermain kartu!</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7661" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pertempuran Roh di Ingatan Pharaoh (<a href="https://super-lovely-collection.tumblr.com/post/182541304483/yugioh-thief-king-bakura-vs-pharaoh-atem-and-the">Tumblr</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jika disuruh memilih duel favoritnya, di antara sekian banyak, mungkin Penulis akan memilih pertarungan antara <strong>Yugi Mutou melawan Yami Bakura</strong> di dalam ingatan Yugi Pharaoh (di komik volume 37). Duel tersebut membuktikan kalau Yugi yang selama ini seolah menjadi bayangan Yugi Pharaoh juga bisa bertarung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbicara tentang Pharaoh, <em>arc </em>terakhir dari seri ini berfokus pada masa lalu Yugi. Ceritanya cukup menarik dan seru bagi Penulis, di mana Yugi berhadapan dengan musuh-musuh tangguh, mulai dari <strong>Bakura dengan Diabound-nya </strong>hingga <strong>Zorc Necrophades</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Arc </em>ini juga bisa menjadi konklusi yang pas untuk serialnya. Setelah mendapatkan ingatan masa lalunya yang berdarah, Yugi Pharaoh (yang bernama Atem) dan Yugi Mutou berduel untuk menentukan nasib mereka. Atem kalah dan pergi meninggalkan Yugi dan kawan-kawan lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau animenya, Penulis sesekali menonton di televisi pada hari Minggu pagi. Namun, jujur Penulis tidak terlalu ingat karena tidak terlalu <em>memorable</em>. Mungkin yang paling Penulis ingat adalah episode <em>filler </em>di mana Yugi dan Kaiba bersatu melawan The Big 5 yang memiliki kartu Five-Headed Dragon dengan ATK 5000.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penulis dan Permainan Kartu Yu-Gi-Oh!</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="690" height="545" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-3.jpg" alt="" class="wp-image-7662" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-3.jpg 690w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-3-300x237.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 690px) 100vw, 690px" /><figcaption class="wp-element-caption">Peraturannya Makin Ruwet (<a href="https://www.yugioh-card.com/my/howto/master_rule_4.php?lang=en">Yu-Gi-Oh!</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak <em>meme </em>yang bertebaran di internet tentang bagaimana bingungnya pemain Yu-Gi-Oh! yang sudah lama pensiun, lantas melawan pemain yang masih aktif hari ini. Yu-Gi-Oh! hari ini seolah tentang bagaimana menghabisi lawan secepat mungkin, kalau bisa sejak putaran pertama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, dulu waktu masih main, Penulis merasa ada banyak &#8220;seni&#8221; dari peraturan aslinya, di mana untuk memanggil monster berbintang besar harus mengorbankan monster berbintang kecil. Ada cara unik lain, seperti <strong>Fusion </strong>ataupun <strong>Ritual</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita bisa mempelajari banyak peraturan Yu-Gi-Oh! dari manganya, meskipun terkadang efeknya dibuat <em>nyeleneh </em>demi kebutuhan plot cerita. Namun, dari sana dasar bermain Yu-Gi-Oh! Penulis dapatkan dan menjadi ingin mencoba bermain <em>game</em>-nya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4-1024x576.webp" alt="" class="wp-image-7663" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4-1024x576.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4-300x169.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4-768x432.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-4.webp 1366w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gameplay Yu-Gi-Oh! Tag Force (<a href="https://gbatemp.net/threads/ppsspp-settings-how-to-have-the-best-yu-gi-oh-tag-force-performance-while-emulating-it-on-pc.580762/">GBA Temp</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa <em>game </em>Yu-Gi-Oh! yang pernah Penulis mainkan, seperti <em><strong>Yu-Gi-Oh! Forbidden Memories</strong></em> (PlayStation 1) dan <em><strong>Yu-Gi-Oh! The Duelists of the Roses</strong></em> (PlayStation 2). Namun, baru di <em>game </em><strong><em>Yu-Gi-Oh! Tag Force</em> </strong>(PlayStation 2) Penulis benar-benar paham cara bermain Yu-Gi-Oh!.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di seri tersebut, masih belum ada peraturan <em>summon </em>monster yang aneh-aneh, masih mengikuti peraturan dasar yang Penulis pahami. Dalam bermain, Penulis sering mengandalkan <em>archetype</em><strong><em> </em>Cyber Dragon</strong>, yang di <em>game-</em>nya menjadi andalan Zane Trusdale.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain Cyber Dragon, salah satu <em>archetype </em>favorit Penulis adalah <strong>Blue-Eyes White Dragon</strong>, sedangkan adik Penulis sangat menyukai <strong>Elemental Hero</strong>, sampai-sampai tidak mau mencoba <em>archetype </em>yang lain. Bahkan, ia sampai mencetak sendiri kartu-kartu Elemental Hero dan ditempel ke kartu Yu-Gi-Oh! asli.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7664" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/kenapa-suka-yugioh-5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Blue-Eyes White Dragon (<a href="https://www.deviantart.com/nhociory/art/Blue-Eyes-White-Dragon-Rush-Duel-Wallpaper-984310369">Devianart</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Penulis juga pernah mencoba platform Yu-Gi-Oh! yang tersedia secara <em>online</em>, walau seringnya cuma melawan adiknya, karena kemampuan Penulis tidak cukup hebat untuk bertanding dengan orang lain. Melalui platform ini, Penulis jadi belajar tentang metode <em>summon </em>yang baru-baru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama ada <strong>Synchro Summon,</strong> yang intinya membutuhkan monster Tuner untuk memanggilnya. Lalu tak lama ada juga<strong> XYZ Summon</strong>, yang intinya membutuhkan beberapa monster dengan level yang sama untuk digabungkan. Sampai sini masih bisa dipahami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, begitu masuk<strong> Pendulum Summon</strong>, Penulis memutuskan untuk mengangkat bendera putih. Penulis sudah tak mampu mengikutinya lagi. Apalagi sekarang ada <strong>Link Summon</strong> yang makin membuat Penulis malas untuk mengikuti permainan kartu Yu-Gi-Oh!.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Yu-Gi-Oh! jelas telah mewarnai masa kecil dan remaja Penulis, baik lewat komik maupun permainan kartunya. Oleh karena itu, hingga sekarang pun Penulis sesekali masih menonton konten Yu-Gi-Oh! di internet sebagai obat kangen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, gara-gara Yu-Gi-Oh!-lah Penulis jadi menyukai permainan TCG (<em>Trading Card Game</em>). Ada banyak judul lain yang pernah Penulis mainkan, mulai dari Duel Monster, Magic: The Gathering, Hearthstone, Pokemon TCG, hingga Marvel Snap. Tentu, semuanya tidak ada yang benar-benar Penulis kuasai!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Yu-Gi-Oh! selalu punya tempat spesial dalam hidup Penulis, meskipun sudah tidak pernah bermain atau mengikuti permainannya lagi. Mungkin suatu hari Penulis akan mencetak kartu Yu-Gi-Oh! sendiri untuk melawan <em>deck </em>Elemental Hero milik adiknya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 11 Juli 2024, terinspirasi setelah banyak menonton konten Yu-Gi-Oh!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://www.yugioh-card.com/eu/news/">Yu-Gi-Oh!</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/">Yu-Gi-Oh!: Komik, Duel Kartu, dan Nostalgianya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/yu-gi-oh-komik-duel-kartu-dan-nostalgianya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Dragon Ball Super</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Jun 2024 16:44:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[Dragon Ball]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7531</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis merupakan penggemar Dragon Ball, makanya jangan heran jika dua minggu terakhir Penulis selalu menulis tentang seri ini. Namun, Penulis bukan penggemar hardcore yang rela menonton semua episode dari semua seri animenya dan semua film layar lebarnya. Bahkan, seri Dragon Ball yang asli pun rasanya tidak semua episodenya Penulis tonton, karena Penulis lebih ke pembaca [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Dragon Ball Super</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penulis merupakan penggemar <em>Dragon Ball</em>, makanya jangan heran jika dua minggu terakhir Penulis selalu menulis tentang seri ini. Namun, Penulis bukan penggemar <em>hardcore</em> yang rela menonton semua episode dari semua seri animenya dan semua film layar lebarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, seri <em>Dragon Ball </em>yang asli pun rasanya tidak semua episodenya Penulis tonton, karena Penulis lebih ke pembaca komik. Animenya Penulis sering menonton di televisi (dulu di Indosiar atau Animax), kalau komiknya sering pinjam atau baca versi digitalnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Penulis cukup asing dengan seri <em>Dragon Ball GT </em>yang tidak memiliki versi komiknya, walau masih tahu sedikit alur cerita utamanya karena main <em>Dragon Ball Budokai Tenkaichi 3</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/06/tiga-babak-manusia-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/06/tiga-babak-manusia-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/06/tiga-babak-manusia-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/06/tiga-babak-manusia-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/06/tiga-babak-manusia-banner.jpg 1280w " alt="Manusia Dalam Tiga Babak" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/renungan/manusia-dalam-tiga-babak/">Manusia Dalam Tiga Babak</a></div></div></div><p></p>


<p class="wp-block-paragraph">Nah, beda cerita dengan seri <em>Dragon Ball Super</em>. Animenya diadaptasi dari manga, meskipun ada beberapa perubahan. Bahkan, cerita dari film <em>Dragon Ball Z: Resurrection &#8216;F&#8217;</em> dan <em>Dragon Ball Super: Broly </em>tidak dimasukkan ke dalam komik, hanya disebutkan secara singkat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sempat Tak Tertarik, tapi&#8230;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7533" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Beerus dan Whis (<a href="https://x.com/AngelUisu/status/978369313173266432">X</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya Penulis cukup merasa malas untuk mengikuti cerita <em>Dragon Ball Super</em>, karena bagi Penulis kisah <em>Dragon Ball </em>ya berhenti ketika Goku mengajak Uub pergi dari turnamen Budokai Tenkaichi untuk berlatih bersama. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, <em>Dragon Ball Super </em>memiliki banyak &#8220;keanehan&#8221; yang membuat Penulis mengangkat alisnya. Konsep Dewa Penghancur, Malaikat, <em>multiverse</em>, Patroli Galaksi, hingga kemunculan Zeno benar-benar terasa aneh dan melenceng dari <em>core-</em>nya <em>Dragon Ball</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Plot hole </em>tentang ke mana Beerus ketika semesta terancam masih bisa ditutupi dengan kenyataan Beerus yang sudah lama tertidur. Beda cerita dengan Patroli Galaksi, yang selama ini entah ke mana tak pernah menampakkan batang hidungnya tanpa ada penjelasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, yang namanya penggemar <em>Dragon Ball</em>, ya, ujung-ujungnya Penulis ya mencoba untuk membaca manganya. Penulis mencoba membaca versi digitalnya, tapi berhenti setelah Tournament of Power Saga. Penulis merasa tidak <em>worth it </em>untuk lanjut membaca.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ketika mampir ke Gramedia Royal Plaza, Surabaya, entah mengapa Penulis tiba-tiba terdorong untuk membeli komiknya. Bisa jadi karena di hati kecilnya, Penulis merasa penasaran dengan kelanjutan ceritanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Jadi Tertarik?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7534" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/koleksi-dragon-ball-super-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bardock (<a href="https://dragonballuniverse.fandom.com/wiki/Bardock">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis nyaris bersikap impulsif dengan ingin langsung membeli semuanya, dari volume 1 sampai 19. Namun, setelah beberapa pertimbangan, Penulis memutuskan untuk membeli satu <em>arc </em>dulu, yakni &#8220;Galactic Patrol Prisoner Saga&#8221; di mana Moro jadi <em>villain </em>utamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dua bulan kemudian, tahu-tahu Penulis sudah memiliki semua volumenya. Lengkap, dari volume 1 sampai 19. Penulis biasanya membeli per <em>arc</em>, jadi Penulis tidak melengkapinya sekaligus, tapi dibagi menjadi empat <em>batch</em> atau dua minggu sekali belanjanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata, jika mengabaikan segala keanehan yang tadi sudah disinggung, <strong>sebenarnya seru-seru saja membaca komik <em>Dragon Ball Super</em></strong>. Terlebih &#8220;Galactic Patrol Prisoner Saga&#8221; dan &#8220;Granolah the Survivor Saga&#8221; yang memiliki beberapa bagian yang tidak tertebak</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu upaya <em>Dragon Ball Super </em>agar diminati oleh penggemar lama <em>Dragon Ball </em>adalah dengan menghubungkan serinya dengan cerita utamanya. Seri tersebut berusaha memberikan penjelasan kepada cerita-cerita yang dulu belum sempat dijelaskan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contohnya adalah bagaimana kisah Dai Kaioo, yang di<em> Dragon Ball </em>diceritakan dimakan Buu, ternyata pernah bertarung melawan Moro. Selain itu, ada juga cerita tentang ayah Goku, Bardock (dalam bentuk <em>flashback</em>), yang sebelumnya hanya pernah muncul di film saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun kini sudah banyak komik digital yang bisa dibaca secara legal dan gratis, tetap saja sensasi membaca komik fisik itu berbeda. Apalagi,<strong> <em>Dragon Ball Super </em>juga tidak tersedia di aplikasi MangaPlus</strong>, tidak seperti <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/kejahatan-terbesar-serial-boruto/">Boruto</a> </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/sekolah-superhero-ala-my-hero-academia/">My Hero Academia</a></em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Hingga tulisan ini tayang, volume terbaru dari <em>Dragon Ball Super </em>belum juga rilis. Padahal, konklusi dari &#8220;Granolah the Survivor Saga&#8221; ada di sana, sebelum berlanjut ke &#8220;Super Hero Saga&#8221; yang telah diangkat menjadi film.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebenarnya Penulis bisa saja membaca lanjutannya dengan membaca di internet. Akan tetapi, Penulis ingin merasakan sensasi menanti komik volume terbaru terbit seperti ketika masih kecil dulu. Kebahagiaan setelah penantian seperti itu terasa lebih membekas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mengoleksi Dragon Ball Super, ada kemungkinan Penulis untuk lanjut mengoleksi komik. Ada beberapa yang sudah menjadi incaran, mulai dari <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/mencuri-panggung-ala-anya-forger-di-spy-x-family/">Spy x Family</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/memaknai-kesepian-ala-naruto-dan-sasuke/">Naruto</a> </em>versi <em>bundle</em>, <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/">Detective Conan</a> </em>versi Premium, hingga seri <em>Dragon Ball </em>asli. Kita lihat saja nanti.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 26 Juni 2024, terinspirasi setelah dirinya membeli semua komik Dragon Ball Super</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://www.siliconera.com/dragon-ball-super-manga-goes-on-an-indefinite-hiatus/">Siliconera</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Dragon Ball Super</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mr. Satan (Benar-Benar) Menyelamatkan Dunia Dua Kali</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/bagaimana-mr-satan-benar-benar-menyelamatkan-dunia-dua-kali/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/bagaimana-mr-satan-benar-benar-menyelamatkan-dunia-dua-kali/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Mar 2024 07:16:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Buu]]></category>
		<category><![CDATA[Cell]]></category>
		<category><![CDATA[Dragon Ball]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[Mr. Satan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7121</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di antara semua karakter yang ada di waralaba Dragon Ball, bisa dibilang karakter Mr. Satan (Hercule) menjadi salah satu yang paling dianggap tidak berguna, bahkan hingga dibenci. Karakternya yang tidak jujur, halu, dan culas menjadi beberapa faktor utamanya. Bagaimana tidak, setelah kekalahan Cell di tangan Gohan, justru Mr. Satan yang mendapatkan kreditnya. Penduduk bumi, yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/bagaimana-mr-satan-benar-benar-menyelamatkan-dunia-dua-kali/">Bagaimana Mr. Satan (Benar-Benar) Menyelamatkan Dunia Dua Kali</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Di antara semua karakter yang ada di <a href="https://whathefan.com/animekomik/terima-kasih-akira-toriyama-selamat-jalan/">waralaba Dragon Ball</a>, bisa dibilang karakter <strong>Mr. Satan (Hercule)</strong> menjadi salah satu yang paling dianggap tidak berguna, bahkan hingga dibenci. Karakternya yang tidak jujur, halu, dan culas menjadi beberapa faktor utamanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagaimana tidak, setelah kekalahan Cell di tangan Gohan, justru Mr. Satan yang mendapatkan kreditnya. Penduduk bumi, yang sejujurnya sangat tidak kritis (kalau tidak mau dibilang tolol) percaya saja dengan bualan-bualannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketidakbergunaan Mr. Satan pun tercermin dalam <em>game Dragon Ball Budokai Tenkaichi 3</em>, di mana karakternya menjadi salah satu yang paling tidak enak untuk digunakan. Bahkan, tak jarang pukulannya tidak menghasilkan <em>damage </em>sama sekali.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/setelah-menonton-the-odyssey-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/setelah-menonton-the-odyssey-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/setelah-menonton-the-odyssey-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/setelah-menonton-the-odyssey-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/setelah-menonton-the-odyssey.jpg 1200w " alt="[REVIEW] Setelah Menonton The Odyssey" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-the-odyssey/">[REVIEW] Setelah Menonton The Odyssey</a></div></div></div><p></p>


<p class="wp-block-paragraph">Namun, terlepas dari hal negatifnya tersebut, Mr. Satan harus diakui telah setidaknya<strong> dua kali membantu menyelamatkan dunia secara tidak langsung</strong>. Hal ini membuat statusnya yang dianggap sebagai pahlawan memang layak untuk disematkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penyelamatan Dunia Pertama: Membawa Kepala Android 16 ke Gohan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7134" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mr. Satan Membawa Kepala Android 16 (<a href="https://gamerant.com/dragon-ball-anime-mr-satan-best-worst-moments/">GameRant</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kemunculan perdana Mr. Satan di waralaba Dragon Ball adalah ketika Cell Saga, tepatnya saat Cell menggelar turnamen Cell Games. Sebenarnya, invitasi yang disebar oleh Cell ditujukan untuk Goku dan kawan-kawan. Namun, Mr. Satan tiba-tiba muncul dari antah berantah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai juara ke-24 turnamen bela diri Budokai Tenkaichi, Mr. Satan cukup besar kepala dan merasa mampu mengalahkan Cell dengan mudah. Bahkan, ia menjadi penantang pertama sebelum Goku naik ke atas ring.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu saja pukulan yang diberikan oleh Mr. Satan sama sekali tidak menghasilkan <em>damage</em> ke Cell, yang akhirnya melontarkannya jauh hingga menabrak gunung. Ajaibnya, ia masih berhasil selamat dari serangan tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7137" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Cell Melempar Mr. Satan (<a href="https://dragonball.fandom.com/wiki/Losers_Fight_First">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, setelah Goku dan kawan-kawannya mulai bertarung dengan serius melawan Cell, Mr. Satan lebih banyak bersembunyi bersama reporter yang meliput turnamen tersebut dari awal. Mereka hanya menonton dari jauh saja, di mana Mr. Satan lebih bertindak sebagai komentator.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peran Mr. Satan baru muncul ketika Android 16 gagal meledakkan dirinya bersama Cell. Kepalanya secara kebetulan terlempar ke arah Mr. Satan. Android 16 pun meminta bantuan Mr. Satan untuk membawa kepalanya tersebut ke hadapan Gohan yang terlihat tidak punya motivasi untuk bertarung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan &#8220;gagah berani,&#8221; Mr. Satan pun membawa kepala tersebut agar mendekat ke Gohan. Setelah mengucapkan beberapa kalimat ke Gohan, Cell menghancurkan kepala tersebut dan memicu perubahan Gohan menjadi Super Saiyan 2 yang legendaris.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-3-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7138" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-3-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-3-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-3-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-1-3.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gohan Tidak akan Berubah Menjadi Super Saiyan 2 Tanpa Mr. Satan (<a href="https://www.cbr.com/dragon-ball-super-saiyan-2-form-facts/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jika Gohan tidak berubah menjadi Super Saiyan 2, mungkin bumi tidak akan pernah selamat. Karakter lain seperti Vegeta dan Trunks pun terlihat tidak berdaya ketika hanya berhadapan dengan Cell Jr.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, secara tidak langsung Mr. Satan pun membantu menyelamatkan dunia berkat keberaniannya membawa kepala Android 16 ke dekat Gohan. Hanya saja, ia mengambil semua kredit dan mengaku sebagai orang yang mengalahkan Cell.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penyelamatan Dunia Kedua: Menyuruh Penduduk Bumi Memberikan Energi ke Goku</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7135" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mr. Satan Geram dengan Kelakuan Penduduk Bumi (<a href="https://duhragonball.tumblr.com/post/187871793582/dragon-ball-z-285">Tumblr</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Berkat bualannya sebagai sosok yang mengalahkan Cell, Mr. Satan pun dalam sekejap menjadi pahlawan yang dielu-elukan oleh penduduk bumi. Ia menjadi bak selebriti yang popularitasnya begitu tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, muncullah turnamen Budokai Tenkaichi ke-25, di mana Mr. Satan adalah juara bertahannya. Bedanya, kali ini para Fighter Z seperti Vegeta dan Gohan akan ikut serta. Bahkan, Goku yang sudah meninggal saat Cell Saga pun akan berpartisipasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, jelang turnamen tersebut, muncul Kaio-shin yang mengabarkan kalau penyihir jahat Babidy sedang berada di Bumi untuk membangkitkan monster jahat bernama Majin Buu. Turnamen tersebut pun menjadi kacau balau, tetapi Mr. Satan berhasil mempertahankan gelarnya berkat Android 18 yang berhasil memerasnya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7139" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-2.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mr. Satan yang Bersahabat dengan Majin Buu (<a href="https://www.cbr.com/dragon-ball-z-human-shot-hercule-satan-changed-buu-saga/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya Majin Buu berhasil bangkit dan membuat kerusakan di dunia. Mr. Satan, yang menjadi harapan penduduk bumi, lantas datang ke kediaman Majin Buu untuk berusaha membunuhnya. Apa daya, semua cara yang ia lakukan sama sekali tidak memiliki dampak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untungnya, Majin Buu justru terlihat menyukai Mr. Satan dan tidak membunuhnya. Bahkan, ketika Mr. Satan menasehati Majin Buu untuk tidak membunuh lagi, nasehat tersebut dituruti begitu saja. Kedamaian pun seolah benar-benar dibawa oleh Mr. Satan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, segerombolan penjahat tiba-tiba datang ke tempat Majin Buu dan menembak anjing peliharaannya dan Mr. Satan. Majin Buu yang sangat marah akhirnya melepas energi jahat yang menjadi sisi lain Buu. Majin Buu pun kalah, dan Buu jahat menjadi versi yang lebih sempurna (Super Buu).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="654" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-3-1024x654.png" alt="" class="wp-image-7140" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-3-1024x654.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-3-300x192.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-3-768x491.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-3.png 1122w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Majin Buu vs Evil Buu (<a href="https://www.cbr.com/dbz-evil-majin-buu-most-powerful-anime-character/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Singkat cerita, banyak pihak yang berhadapan dengan Super Buu ini, mulai dari Gotenks (<em>fusion </em>dari Goten dan Trunks) hingga Ultimate Gohan. Namun, semua berhasil diserap oleh Buu dan membuatnya makin kuat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, Goku dan Vegeta (yang dibangkitkan setelah kematiannya dalam upaya membunuh Majin Buu) melakukan <em>fusion </em>dan menjadi Vegito. Dengan mudah, Vegito mampu mengalahkan Super Buu, bahkan menyelamatkan mereka yang telah dihisap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya itu, Vegeta yang melihat ada sosok Majin Buu di dalam tubuh Super Buu pun mencopotnya dari tubuh Buu. Hal tersebut membuat Super Buu kehilangan dirinya dan bertransformasi menjadi Kid Buu, varian Buu paling kuat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-4-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7141" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-4-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-4-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-4-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-2-4.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kid Buu (<a href="https://www.cbr.com/dragon-ball-z-kid-buu-not-strongest-majin-buu/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kid Buu yang tidak berperasaan tersebut pun langsung ingin menghancurkan bumi. Goku, yang ingin mengambil tubuh Gohan, Goten, Trunks, dan Picollo, melihat Mr. Satan dan Dende yang berada di dekat mereka. Tanpa pikir panjang, Goku pun menyelamatkan mereka berdua, tapi Gohan dan lainnya jadi tertinggal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertarungan pun berpindah ke Dunia Kaio. Ada yang menarik di tengah-tengah pertarungan, di mana Kid Buu yang terlihat akan menyerang Mr. Satan tiba-tiba menghentikan serangannya. Ternyata, itu dikarenakan Majin Buu yang masih ada di dalam dirinya. Setelah itu, Kid Buu pun mengeluarkan Majin Buu dari dalam dirinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertarungan sengit pun terus terjadi. Vegeta sadar bahwa satu-satunya cara mengalahkan Kid Buu adalah dengan menggunakan Spirit Bomb dengan meminta bantuan energi dari seluruh penduduk bumi. King Kai yang mendengar ide ini pun menghubungkan Vegeta dengan penduduk bumi melalui telepati.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-3-3-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7143" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-3-3-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-3-3-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-3-3-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mr-satan-menyelamatkan-dunia-3-3-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Super Spirit Bomb Berkat Bantuan Mr. Satan (<a href="https://www.youtube.com/watch?app=desktop&amp;v=PYwCp7H8W-Y">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya saja, karena dasarnya Vegeta payah dalam hal <em>public relation</em>, hanya sedikit penduduk bumi yang memberikan energinya. Ketika Goku yang memohon pun masih sedikit yang berkenan memberikan energinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Geram dengan hal tersebut, Mr. Satan yang juga berada di Dunia Kaio pun berteriak dan memerintahkan semua penduduk bumi untuk memberikan energinya. Sontak saja, semua memercayai Mr. Satan dan memberikan energinya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Goku pun berhasil memusnahkan Kid Buu berkat bantuan Mr. Satan. Sebagai tambahan, Mr. Satan juga dengan berani menggendong Vegeta agar tidak terkena serangan Spirit Bomb dari Goku. Bahkan, Goku pun mengakui kalau Mr. Satan benar-benar penyelamat dunia.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari &#8220;jasanya&#8221; dalam menyelamatkan bumi dan sisi negatifnya yang membohongi hampir seluruh penduduk bumi, pada dasarnya Mr. Satan memang lebih kuat di atas rata-rata manusia biasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain memegang titel sebagai juara dunia Budokai Tenkaichi ke-24 (juara dunia ke-23 adalah <a href="https://whathefan.com/animekomik/tulisan-kurang-penting-tentang-karakter-anime-favorit/">Son Goku</a>), Mr. Satan juga terbukti berhasil bertahan dari pukulan Cell dan Kid Buu tanpa mati. Ini menunjukkan daya tahannya yang luar biasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin jika dibandingkan dengan Krilin, Tien Shinhan, bahkan Yamcha sekalipun, kekuatan Mr. Satan tetap jauh di bawah mereka. Namun, harus diakui kalau peran Mr. Satan bisa jadi lebih besar dibandingkan karakter lain, terutama di &#8220;Cell Saga&#8221; dan &#8220;Buu Saga.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yang jelas, di balik sikapnya yang pandai membual, suka halu, dan tebal muka, Mr. Satan tetap harus diberi kredit sebagai sosok yang mampu diandalkan di saat-saat genting. Tanpa kehadirannya, cerita <em>Dragon Ball </em>mungkin tidak akan seperti yang kita ketahui sekarang.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 24 Maret 2024, terinspirasi setelah menyadari betapa pentingnya peran Mr. Satan dalam anime Dragon Ball</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://gamerant.com/dragon-ball-how-strong-is-mr-satan/">GameRant</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/bagaimana-mr-satan-benar-benar-menyelamatkan-dunia-dua-kali/">Bagaimana Mr. Satan (Benar-Benar) Menyelamatkan Dunia Dua Kali</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/bagaimana-mr-satan-benar-benar-menyelamatkan-dunia-dua-kali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih, Akira Toriyama, Selamat Jalan</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/terima-kasih-akira-toriyama-selamat-jalan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/terima-kasih-akira-toriyama-selamat-jalan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Mar 2024 14:39:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[Akira Toriyama]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Dragon Ball]]></category>
		<category><![CDATA[Goku]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[Vegeta]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7064</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jumat (8/3) kemarin, mangaka yang menciptakan Dragon Ball, Akira Toriyama, menghembuskan napas terakhirnya di usia 68 tahun. Ia meninggal dunia akibat acute subdural hematoma, sejenis pendarahan di otak. Hal ini tentu mengejutkan banyak pihak, apalagi Toriyama kerap disebut sebagai inspirasi dari banyak mangaka shounen modern seperti Masashi Kishimoto (Naruto) dan Eiichiro Oda (One Piece). Tentu [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/terima-kasih-akira-toriyama-selamat-jalan/">Terima Kasih, Akira Toriyama, Selamat Jalan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Jumat (8/3) kemarin, mangaka yang menciptakan <em>Dragon Ball</em>, <strong>Akira Toriyama</strong>, menghembuskan napas terakhirnya di usia 68 tahun. Ia meninggal dunia akibat <em>acute subdural hematoma</em>, sejenis pendarahan di otak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini tentu mengejutkan banyak pihak, apalagi Toriyama kerap disebut sebagai inspirasi dari banyak mangaka <em>shounen</em> modern seperti Masashi Kishimoto (<em>Naruto</em>) dan Eiichiro Oda (<em>One Piece</em>). Tentu saja, penggemar <em>Dragon Ball </em>seperti Penulis pun juga turut terkejut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, dalam rangka mengenang Akira Toriyama yang karyanya Penulis begitu nikmati, Penulis ingin berbagi sedikit mengenai <em>Dragon Ball</em>, mulai dari awal pertemuannya hingga mengapa Penulis begitu menyukainya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">NB: Penulis akan lebih banyak membahas hingga Dragon Ball Z saja.<em> Dragon Ball GT</em>, <em>Dragon Ball Super</em>, <em>Dragon Ball Heroes</em>, hingga<em> Dragon Ball Daima</em> yang akan datang tidak akan banyak Penulis bahas</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/mengenal-depresi-pada-loving-the-wounded-soul-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/mengenal-depresi-pada-loving-the-wounded-soul-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/mengenal-depresi-pada-loving-the-wounded-soul-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/mengenal-depresi-pada-loving-the-wounded-soul-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/mengenal-depresi-pada-loving-the-wounded-soul-banner.jpg 1280w " alt="Mengenal Depresi Pada Loving the Wounded Soul" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/mengenal-depresi-pada-loving-the-wounded-soul/">Mengenal Depresi Pada Loving the Wounded Soul</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Dari Mana Penulis Mengenal Dragon Ball?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023478-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7069" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023478-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023478-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023478-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023478.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Adegan Awal di Dragon Ball (Rolling Stones)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sejujurnya, Penulis sendiri tidak terlalu ingat dari mana dirinya bisa berkenalan dengan <em>Dragon Ball.</em> Bisa jadi awal mulanya dari tayangnya anime ini di Indosiar dan Animax, tapi bisa juga Penulis mengetahuinya dari komik, khususnya volume 17 yang dimiliki.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis juga sempat bermain <em>game Dragon Ball </em>bergenre RPG yang sampai sekarang tidak pernah menemukannya lagi. <em>Game </em>tersebut hanya menceritakan &#8220;Saiyan Saga&#8221;, yang menjadi saga favorit Penulis, dan menyelipkan beberapa potongan animenya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis sempat mengikuti serinya secara rutin ketika tayang di Animax, itu pun hanya seri <em>Dragon Ball </em>saja. Baru ketika ada <em>Dragon Ball Z Kai </em>di Animax, Penulis mengikuti ceritanya, itu pun hanya sampai &#8220;Cell Saga&#8221; dan tidak nonton yang benar-benar lengkap. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk skala yang lebih besar, Penulis mengetahui kisah-kisah <em>Dragon Ball </em>justru dari seri <em>game <strong>Dragon Ball Z: Budokai Tenkaichi</strong></em>. Kebetulan, Penulis memainkan seri kedua dan ketiganya, bahkan terkadang masih main hingga sekarang melalui emulator. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Gara-gara <em>game </em>tersebut, Penulis juga jadi mengetahui kisah-kisah <em>non-canon </em>yang hanya muncul di filmnya, karena Penulis tidak pernah menonton film-filmnya. Kisah di <em>Dragon Ball GT </em>pun juga Penulis ketahui dari <em>game </em>ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya dari seri <em>Budokai Tenkaichi</em>, Penulis juga bermain <em>Dragon Ball Sagas </em>yang juga kerap menyelipkan potongan-potongan dari animenya. Apalagi, <em>game </em>ini juga lebih runtun dan jelas dalam menceritakan kisah <em>Dragon Ball </em>dibandingkan <em>Budokai Tenkaichi</em>.   </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dari semua penjabaran di atas, Penulis benar-benar tidak tahu media mana yang pertama dikonsumsi hingga membuatnya menjadi begitu suka Dragon Ball. Tahu-tahu sudah suka hingga sekarang, bahkan hingga mengoleksi <em>action figure</em>-nya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Suka Dragon Ball?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023481-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7070" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023481-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023481-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023481-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023481.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penuh Adegan Fighting yang Seru (Pinterest)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai &#8220;sepuhnya&#8221; anime dan manga <em>shounen</em>, plot cerita yang dimiliki oleh<em> Dragon Ball</em> bisa dibilang<strong> lurus-lurus saja tanpa banyak<em> plot twist</em></strong>, tidak seperti <em>Naruto </em>atau <em>One Piece</em> yang terkadang bisa membuat penggemarnya tercengang karena <em>twist </em>ceritanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada awalnya, <em>Dragon Ball </em>hanya berpusat pada pencarian ketujuh Dragon Ball yang bisa mengabulkan permintaan apapun. Dalam perjalanannya, musuh yang dihadapi pun bermacam-macam, mulai Emperor Pilaf hingga King Piccolo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu ketika berpindah ke <em>Dragon Ball Z</em>,<em> </em>cerita sudah tidak berkutat pada petualangan mencari Dragon Ball. Kali ini, Goku dan kawan-kawan harus menghadapi ancaman yang mengintai bumi, dan nantinya, alam semesta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu mereka selalu bertemu dengan lawan yang kuat, hingga para karakter utamanya akhirnya berhasil membuka kekuatan baru dan melampaui musuhnya tersebut sehingga dunia kembali aman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lawan yang muncul pun, secara kebetulan, tingkat kekuatannya secara bertahap. Diawali dari Raditz dan Vegeta, lalu bertemu dengan Frieza dan pasukannya, para Android dan Cell, hingga kebangkitan Buu di akhir cerita <em>Dragon Ball Z</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis sering membayangkan, bagaimana jadinya jika Buu bangkit ketika Goku baru saja menikah dan memiliki anak Gohan. Tentu Goku dan alam semesta tidak akan selamat, bahkan Frieza pun akan dengan mudah dikalahkan. Yah, namanya juga kebutuhan cerita.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, jika ceritanya monoton dan repetitif, mengapa Penulis begitu menyukainya? Ada beberapa alasannya, seperti memang telah mengikuti serialnya dari kecil, kerap memainkan <em>game</em>-nya, adegan <em>fighting </em>yang seru, karakter (dan transformasi) yang keren, dan lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, rasanya yang paling berkesan dari Dragon Ball adalah bagaimana serial tersebut mampu <strong>menjadi pionir sebagai anime <em>shounen</em></strong> dan bagaimana ia <strong>bisa bertahan selama puluhan tahun</strong>. Hingga saat ini, masih banyak penggemarnya di seluruh dunia, termasuk Penulis.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Dragon Ball </em>kerap menjadi inspirasi banyak kreator lain. Selain yang sudah Penulis sebutkan di atas, coba saja tonton serial <em>Gintama</em>. Ada banyak adegan komedi yang terinspirasi dari <em>Dragon Ball</em>. Ingat, ini hanya contoh kecil dari seberapa besar pengaruh serial ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa yang Menjadi Karakter Favorit?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023483-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7071" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023483-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023483-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023483-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/1000023483.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Super Vegeta (<a href="https://www.deviantart.com/peculiardoc/art/I-am-SUPER-VEGETA-759353996">Devianart</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam <a href="https://whathefan.com/animekomik/tulisan-kurang-penting-tentang-karakter-anime-favorit/">tulisan lama di blog ini</a>, Penulis telah menyebutkan kalau karakter favoritnya di <em>Dragon Ball </em>adalah <strong>Vegeta</strong>. Pangeran Saiyan ini adalah tipikal <em>tsundere </em>yang harga dirinya selangit. Ambisinya hanya berkutat pada ingin menjadi yang paling kuat di alam semesta. Hal tersebut bisa terlihat dari Saga utama <em>Dragon Ball</em>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Di &#8220;Saiyan Saga&#8221; dan &#8220;Frieza Saga&#8221;, ia berambisi untuk menjadi abadi agar bisa terus bertarung. Di &#8220;Cell Saga&#8221;, ia membiarkan Cell untuk masuk ke mode Perfect-nya. Di &#8220;Buu Saga&#8221;, ia sengaja berubah menjadi Majin agar bisa mendapatkan kekuatan besar untuk mengalahkan Goku.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Character development</em>-nya bisa dibilang salah satu yang terbaik di sepanjang serial. Berawal dari musuh yang menyerang bumi, Vegeta berubah sepanjang seri, dari sekutu hingga akhirnya menjadi <em>family man </em>di serial <em>Dragon Ball Super</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama jurusnya pun bisa dibilang salah satu yang paling keren di antara karakter lainnya, mulai dari Big Bang Attack, Final Flash, hingga Final Shine Attack. Semua adalah tipikal serangan jarak jauh yang melontarkan energi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis bisa mengetahui banyak jurus Vegeta juga dari <em>Budokai Tenkaichi 3. </em>Kebetulan, Vegeta adalah salah satu karakter favoritnya untuk digunakan, terutama Super Vegeta dan Super Saiyan 4 Vegeta. Penulis sampai memiliki <em>action figure</em> keduanya dengan pose Final Flash.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karakter lain yang kerap Penulis pilih dalam <em>game </em>tersebut adalah Burter yang lincah, Super Trunks yang <em>bulky</em>, Super Saiyan 4 Gogeta yang <em>overpowered</em>, dan Kid Buu yang juga sangat enak untuk digunakan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau ditanya tentang <em>scene </em>favoritnya, mungkin <strong>pertarungan perdana antara Goku dan Vegeta </strong>menjadi jawabannya. Selain melekat karena <em>game Dragon Ball RPG </em>yang sudah Penulis sebutkan di atas (karena menjadi klimaksnya), pertarungan tersebut juga bisa dibilang sangat ikonik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk adegan pertarungan lain, tentu saja <strong>Goku vs Frieza</strong> harus disebutkan karena itu adalah kali pertama Goku berubah menjadi Super Saiyan. Pertarungan final melawan Cell dan Buu juga seru, tapi tidak akan bisa mengalahkan pertarungan tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, ada beberapa adegan minor yang juga Penulis suka, mulai dari Picollo yang mengorbankan diri untuk melindungi Gohan di &#8220;Saiyan Saga&#8221;, Tien Shinhan yang menahan Cell agar tidak bisa menangkap Android 18, hingga Vegeta yang akhirnya mengakui kalau Goku lebih kuat dari dirinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Akira Toriyama memang sudah meninggalkan kita. Namun, legasinya Penulis yakin masih akan bertahan hingga nanti. Penulis pun kemungkinan besar akan mengenalkan serial ini ke anaknya nanti, memperlihatkan sebuah serial legendaris yang menginspirasi banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Dragon Ball</em> bukan hanya sekadar serial anime, bukan juga hanya sekadar tumpukan komik. <em>Dragon Ball </em>telah menjadi sebuah fenomena yang tidak bisa disamai oleh serial sejenis. Waralaba ini akan selalu punya tempat spesial di hati para penggemarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selamat jalan Akira Toriyama, terima kasih atas karyamu yang sudah menghibur dan menginspirasi Penulis.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 10 Maret 2024, terinspirasi setelah mendengar berita kematian Akira Toriyama</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber Artikel: <a href="https://www.bbc.com/news/world-asia-68444060">BBC</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/terima-kasih-akira-toriyama-selamat-jalan/">Terima Kasih, Akira Toriyama, Selamat Jalan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/terima-kasih-akira-toriyama-selamat-jalan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Aug 2023 15:53:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Sophie]]></category>
		<category><![CDATA[fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[Jostein Gaarder]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6818</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu novel yang Penulis baca di awal-awal mengoleksi buku adalah Dunia Sophie karya Jostein Gaarder. Novel ini, menurut Rocky Gerung, dianggap sebagai bacaan wajib anak SMA yang ingin masuk ke dunia filsafat karena Gaarder berhasil merangkumnya dalam satu buku. Karena sudah cukup lama membacanya, Penulis pun tidak seberapa ingat apa saja isi bukunya. Untungnya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat/">[REVIEW] Setelah Membaca Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Salah satu novel yang Penulis baca di awal-awal mengoleksi buku adalah <em><strong>Dunia Sophie</strong> </em>karya Jostein Gaarder. Novel ini, menurut <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/rocky-gerung-profesor-tanpa-gelar/">Rocky Gerung</a>, dianggap sebagai bacaan wajib anak SMA yang ingin masuk ke dunia filsafat karena Gaarder berhasil merangkumnya dalam satu buku.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena sudah cukup lama membacanya, Penulis pun tidak seberapa ingat apa saja isi bukunya. Untungnya, melalui akun Instagram Penerbit Mizan, Penulis jadi mengetahui kalau novel tersebut akan dibukukan dalam bentuk novel grafis alias komik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, Penulis pun menantikan buku tersebut rilis dan pada akhirnya Penulis langsung membelinya setelah mengetahui sudah ada di rak buku. Lantas, apakah buku ini berhasil mengingatkan Penulis apa isi buku <em>Dunia Sophie</em>?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul:&nbsp;<em>Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat</em></li>



<li>Penulis: Jostein Gaarder; Vincent Zabus</li>



<li>Art: Nicoby</li>



<li>Penerbit: Penerbit Mizan</li>



<li>Cetakan: Pertama</li>



<li>Tanggal Terbit: Februari 2023</li>



<li>Tebal: 264 halaman</li>



<li>ISBN: 978-602-441-310-1</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ini?</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan judulnya, buku ini adalah versi komik dari novel <em>Dunia Sophie </em>yang menceritakan petualangan &#8220;aneh&#8221; seorang remaja bernama <strong>Sophie Amundsend</strong> untuk mempelajari filsafat dari awal. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk buku pertamanya ini, kita akan diajak membahas filsafat mulai dari zaman Socrates hingga Galileo Galilei. Untuk buku keduanya (sekaligus terakhir) nanti, yang akan dibahas adalah filsafat dari zaman Rene Descartes hingga Sigmund Freud.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada 11 bab yang dimiliki oleh buku ini, mulai dari bab pertama yang bertajuk &#8220;Siapa Aku?&#8221; hingga bab sebelas yang bertajuk &#8220;Zaman Barok&#8221;. Sophie mempelajari satu per satu ilmu filsafat tersebut dengan bimbingan seseorang, yang lantas akan diketahui bernama Albedo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada bab yang berisi tentang filsafat dari beberapa tokoh sekaligus, tapi ada juga bab yang memang fokus hanya membahas satu tokoh. Ada tiga tokoh yang menjadi bab tersendiri, yakni Socrates, Plato, dan Aristoteles. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam petualangannya, Sophie seolah-olah bisa bertemu langsung dengan tokoh-tokoh filsafat yang sedang diterangkan oleh Albedo. Sebagai seorang gadis remaja, pelajaran filsafat tersebut berhasil membuatnya merenungkan banyak hal yang sebelumnya tak terpikirkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa penyesuaian yang seingat Penulis tidak dibahas di novelnya, seperti <em>concern </em>Sophie terhadap isu lingkungan hingga kesalnya Sophie terhadap Aristoteles yang migonistik alias merendahkan kaum perempuan. Mohon koreksinya jika itu ternyata ada di novelnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menjelang akhir buku, Sophie menyadari kalau dirinya hanyalah tokoh komik, atau bahasa filmnya adalah <em>breaking the 4th wall</em>. Bahkan Albedo yang menjadi &#8220;gurunya&#8221; pun tidak menyadari hal tersebut. Ini sangat akurat dengan versi novel.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan tujuan awalnya membeli buku ini, Penulis berhasil teringat apa isi novel <em>Dunia Sophie </em>meskipun baru setengah awalnya saja. Mengingat novel <em>Dunia Sophie </em>cukup tebal, tentu isi buku grafis ini adalah versi pendeknya saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana <a href="https://whathefan.com/buku/dongeng-jostein-gaarder/">novel-novel yang ditulis oleh Jostein Gaarder</a>, kesan dongeng dan fantasi pun cukup kental di novel <em>Dunia Sophie</em>. Nah, adanya versi komik seperti ini semakin membuat unsur dongen dan fantasinya semakin terasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan ilustrasi yang enak untuk dipandang, Penulis begitu menikmati membaca buku ini hingga bisa tandas dalam waktu yang cepat. Mungkin itu juga karena Penulis terbiasa membaca komik Barat seperti <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-tintin/">Tintin</a> </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-lucky-luke/">Lucky Luke</a></em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adanya ilustrasi membuat Penulis bisa memahami dengan lebih mudah filsafat-filsafat yang sedang dijelaskan. Penulis juga jadi bisa membayangkan bagaimana rupa para filsuf lintas zaman, meksipun di novel aslinya juga ada ilustrasi filsuf yang sedang dibahas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena sedang mendalami stoik, ada satu <em>quote </em>yang sangat Penulis sukai dari buku ini (Penulis lupa apakah <em>quote </em>tersebut ada di novel aslinya), yakni:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Berilah aku keberanian untuk mengubah yang bisa diubah, ketenangan untuk menerima yang tak bisa diubah, dan kebijaksanaan untuk membedakan keduanya.&#8221;</p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai komik, tentu ada unsur <em>joke </em>yang disisipkan sebagai bumbu cerita agar tidak monoton dan kaku. Yang jelas, komik filsafat ini lebih mudah dipahami dibandingkan set novel filsafat yang pernah Penulis dulu dan hingga sekarang tidak pernah ditamatkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika ada remaja yang tertarik untuk masuk ke dunia filsafat, rasanya <em>Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat </em>bisa menjadi pengantar yang lebih baik dibandingkan novel aslinya yang sangat tebal. Penjelasannya mudah dipahami dan diilustrasikan dengan menarik.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 29 Agustus 2023, terinspirasi setelah membaca buku <em>Dunia</em> <em>Sophie: Novel Grafis Filsafat </em>karya Jostein Gaarder</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat/">[REVIEW] Setelah Membaca Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Suka Lucky Luke?</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-lucky-luke/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-lucky-luke/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Jul 2023 15:25:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[komik]]></category>
		<category><![CDATA[Lucky Luke]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[wild west]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3944</guid>

					<description><![CDATA[<p>Selain Tintin dan Donal Bebek (terutama karya Don Rosa), Penulis juga suka membaca komik Lucky Luke. Petualangan samg koboi bersama kudanya Jolly Jumper di era western ini sangat menarik dan menghibur untuk diikuti. Namun, Penulis baru mulai mengoleksi komiknya ketika sudah berkepala dua, itu pun karena biasanya ada pameran yang mengobral murah komik ini, hanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-lucky-luke/">Kenapa Suka Lucky Luke?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Selain <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-tintin/">Tintin</a> dan Donal Bebek (terutama <a href="https://whathefan.com/animekomik/detail-pada-karya-don-rosa/">karya Don Rosa</a>), Penulis juga suka membaca komik <strong>Lucky Luke</strong><em>.</em> Petualangan samg koboi bersama kudanya <strong>Jolly Jumper</strong> di era <em>western </em>ini sangat menarik dan menghibur untuk diikuti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Penulis baru mulai mengoleksi komiknya ketika sudah berkepala dua, itu pun karena biasanya ada pameran yang mengobral murah komik ini, hanya 10 ribuan per judul. Selain itu, Penulis juga kadang membelinya secara <em>online</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berhubung sebelumnya Penulis telah membahas tentang Tintin dan <a href="https://whathefan.com/animekomik/sisi-lain-donal-bebek/">Donal Bebek</a>, tentu rasanya tidak adil jika Penulis tidak membuat tulisan serupa tentang Lucky Luke dan berbagai kisahnya sebagai pengelana yang membasmi kejahatan. </p>





<h2 class="wp-block-heading">Awal Bertemu dengan Lucky Luke</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/kenapa-suka-lucky-luke-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6665" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/kenapa-suka-lucky-luke-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/kenapa-suka-lucky-luke-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/kenapa-suka-lucky-luke-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/kenapa-suka-lucky-luke-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Game Lucky Luke PS1 (<a href="https://thegamesdb.net/game.php?id=20991">TheGamesDB</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah Penulis singgung di atas, pertemuan pertama Penulis dengan Lucky Luke jauh terjadi sebelum Penulis membaca komiknya. Kemungkinan besar, karena alasan-alasan inilah Lucky Luke begitu menempel di alam bawah sadar Penulis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini memang sedikit aneh, tapi Penulis mengenal karakter ini melalui sebuah <strong>permainan tebak ingatan</strong>, di mana kita harus menyocokkan kartu bergambar sama yang berada di dalam kondisi tertutup. Nah, Lucky Luke menjadi salah satu gambar yang ada di permainan tersebut. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, ketika bermain PlayStation 1, salah satu <em>game </em>yang sering Penulis mainkan adalah <strong>Lucky Luke</strong>. <em>Game</em> ini cukup sulit bagi Penulis karena seumur hidupnya Penulis tidak pernah menamatkannya. Bahkan <em>game </em>seperti <em>Tomba </em>berhasil Penulis tamatkan berkali-kali.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejauh ingatan Penulis, itulah interaksi Penulis dengan Lucky Luke. Setelah melalui masa kecil, rasanya lama sekali hingga akhirnya Penulis bertemu dengan komik-komik Lucky Luke dan membaca kisahnya yang menarik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika artikel ini ditulis, total komik Lucky Luke yang Penulis miliki berjumlah 26. Penulis akan sedikit bercerita mengapa kisah-kisah Lucky Luke begitu menarik, sehingga Penulis membeli komiknya sebanyak itu. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Selipan Sejarah di Komik Lucky Luke</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="770" height="484" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/230620190935454468718.jpg" alt="" class="wp-image-6666" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/230620190935454468718.jpg 770w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/230620190935454468718-300x189.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/230620190935454468718-768x483.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 770px) 100vw, 770px" /><figcaption class="wp-element-caption">Lucky Luke Bersama Hadji Ali (<a href="https://www.haber61.net/biyografi/red-kite-de-konu-olmustu-haci-alinin-sira-disi-hikayesi-haci-ali-kimdir-h359698.html">Haber61</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sama seperti Tintin, Lucky Luke juga merupakan karya seseorang dari Belgia. Namanya adalah <strong>Morris</strong>, dan ia menciptakan Lucky Luke pada tahun<strong> 1946</strong>. Salah satu slogan terkenal dari Lucky Luke adalah &#8220;<strong>penembak yang lebih cepat dari bayangannya sendiri</strong>&#8220;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis melihat ada keunikan di sini, di mana seseorang dari Belgia justru membuat komik ala <em>wild west </em>di Amerika sana, yang jaraknya sangat jauh. Mungkin ia memiliki semacam obsesi dengan Amerika, mengingat ia juga kerap<strong> menyisipkan sejarah sungguhan</strong> di komiknya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kisah sejarah yang paling Penulis ingat adalah di komik<strong> <em>Pony Express</em></strong>, di mana ada suatu perusahaan yang ingin mempercepat proses pengiriman pesan atau barang dari kota ke kota. Ingat, ini zaman <em>wild west </em>di era 1800-an.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu, para pengusaha yang merasa usahanya terganggu dengan kehadiran Pony Express ini berusaha menyabotase mereka. Di sinilah peran Lucky Luke muncul, untuk menjaga agar sabotase tersebut gagal dan Pony Express bisa beroperasi dengan tenang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kesan <em>wild west </em>di komik-komik Lucky Luke juga benar-benar disesuaikan dengan zamannya. Oleh karena itu, Penulis tidak heran jika cerita-ceritanya kerap tentang penemuan tambang emas, konflik dengan suku Indian, berkelahi di bar, dan sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa tokoh sejarah pun pernah dimasukkan Morris ke dalam komiknya, seperti <strong>Mark Twain</strong>,<strong> Ulysses S. Grant</strong>, hingga <strong>Abraham Lincoln</strong>. Beberapa <em>villain </em>dari Lucky Luke juga diambil dari kisah nyata, termasuk <strong>Billy the Kid</strong>,<strong> Jesse James</strong>, dan<strong> Dalton Bersaudara</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, satu kisah tokoh sejarah yang paling <em>memorable</em> adalah mengenai <strong>Hadji Ali</strong> yang muncul sebagai komik pendek di judul <em><strong>Tali Gantungan</strong></em>. Ia merupakan seorang imigran muslim yang berusaha memperkenalkan unta ke masyarakat Amerika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu saja banyak kisah pertemuan Lucky Luke dengan para suku Indian, di mana mereka kerap digambarkan sebagai suatu kaum yang primitif. Tak jaran Lucky Luke ditangkap oleh mereka, walau pada akhirnya selalu bisa lolos bahkan bersahabat dengan mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menggabungkan sejarah asli dengan kisah fiksi seorang koboi tentu tidak mudah. Namun, percayalah kalau Morris berhasil melakukan pekerjaan tersebut dengan sangat baik. Setiap kisah sejarah yang ia selipkan selalu terasa natural dan tidak dipaksakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Lucky Luke Begitu Istimewa?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/kenapa-suka-lucky-luke-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6668" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/kenapa-suka-lucky-luke-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/kenapa-suka-lucky-luke-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/kenapa-suka-lucky-luke-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/kenapa-suka-lucky-luke-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Lucky Luke dan Dalton Bersaudara (<a href="https://www.passion-estampes.com/deco2/affiche-achde-dalton-100x50-eng.html">Passion Estampes</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai protagonis, Lucky Luke selalu berada di jalan kebenaran. Tak heran jika banyak musuh yang membencinya karena selain sangat handal dalam menggunakan senjatanya, Lucky Luke juga termasuk cerdas dan pandai bersiasat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai seorang pengelana, Lucky Luke hanya ditemani oleh kudanya yang bernama Jolly Jumper, yang juga tak kalah cerdiknya. Mereka berdua selalu bersama-sama dalam perjalanan menyusuri daratan Amerika, yang saat itu masih memiliki banyak wilayah misterius.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di antara banyaknya musuh yang pernah dihadapi oleh Lucky Luke, favorit Penulis tentu saja <strong>Dalton Bersaudara</strong> yang terdiri dari empat orang, yakni<strong> Joe</strong>, <strong>William</strong>, <strong>Jack</strong>, dan <strong>Averell</strong>. Joe yang paling pendek dan cerdik, sedangkan Averell paling tinggi dan tolol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mau sebusuk apapun rencana jahat mereka (maupun para penjahat lain), Lucky Luke selalu punya akal untuk menangkap mereka. Mau duel pun percuma, kemampuan menembak Lucky Luke jelas di atas mereka. Akurasi dan kecepatannya tiada duanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap berhasil menyelesaikan suatu permasalahan di suatu kota, Lucky Luke akan kembali melanjutkan perjalanan mengembaranya, sembari mendengungkan lirik lagunya yang sangat khas, yakni:</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p class="wp-block-paragraph"><em>I&#8217;m a poor lonesome cowboy, and a long long way from home&#8230;</em></p>
</blockquote>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai sebuah komik, Lucky Luke berhasil memadukan petualangan yang seru dengan komedi yang pas. Banyak adegan yang terkesan sepele berhasil menimbulkan gelak tawa, atau minimal senyum tipis di bibir. Bagi Penulis, komedi yang dihadirkan terasa segar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dibandingkan dengan Tintin, Lucky Luke terasa lebih ringan. Hal ini wajar, mengingat komik-komik Tintin banyal menyelipkan unsur misteri yang membuat pembacanya merasa penasaran. Di Lucky Luke, murni petualangan <em>wild west </em>yang &#8220;liar&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itulah, Penulis menganggap Lucky Luke begitu istimewa. Setelah menulis artikel ini, rasanya Penulis akan kembali &#8220;berburu&#8221; komik-komik Lucky Luke di<em> marketplace</em> dan menambah jumlah koleksinya. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 7 Juli 2023, terinspirasi setelah menyadari artikel ini telah ada di <em>draft </em>untuk waktu yang cukup lama</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://comics.ha.com/itm/animation-art/production-cel/lucky-luke-luke-and-jolly-jumper-production-cel-hanna-barbera-1983-/a/121724-12190.s">Comics.ha</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-lucky-luke/">Kenapa Suka Lucky Luke?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-lucky-luke/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
