Sisi Lain Donal Bebek

Apa yang terpikirkan pertama kali ketika mendengar nama Donal Bebek? Yang jelas karakter dari Disney tersebut sangat terkenal dengan emosinya yang meledak-ledak, terkadang licik, troublemaker dan suara cemprengnya. Dengan kata lain, hanya sifat buruknya yang melekat pada kita.

Padahal, banyak sisi-sisi humanis yang dimiliki oleh Donal, meskipun ia adalah seekor bebek. Penulis mengetahui sisi lain Donal berkat karya-karya Don Rosa yang selalu menjadi favorit penulis.

Jika Menemukan Harta, Apa Keinginan Donal?

Pada salah satu cerita, ia berpetualang untuk menemukan harta karun bersama dua sahabat karibnya, Joe Carioca dan Panchito Pistoles yang sangat menghormati Donal. Di tengah perjalanan mereka mulai saling bertanya akan digunakan apa bagiannya.

Joe Carioca mengatakan ia ingin membuka sebuah kafe di Brazil. Panchitos Pastoles ingin memiliki peternakan sendiri. Lalu apa keinginan Donal Bebek?

Tanpa diduga, Donal menjawab bahwa harta karun yang mereka temukan dapat membiayai kuliah ketiga keponakannya, Kwak, Kwik dan Kwek. Ia sama sekali tidak memikirkan dirinya sendiri, ia lebih mementingkan keperluan ketiga keponakannya. Jawabannya berhasil membuat malu Joe dan Panchito.

Bagaimana Jika Donal Tidak Pernah Ada?

Pada cerita lain, diceritakan ketika Donal berulangtahun, ia merasa tidak dibutuhkan siapapun. Bahkan ia tidak mendapatkan ucapan selamat dari keponakannya sendiri. Ia pun berangkat kerja ke museum dengan lunglai hingga menabrak sebuah vas, yang ternyata berisi jin ulang tahun.

Tanpa sengaja, ia berharap bahwa ia tidak tidak pernah dilahirkan, dan terkabul. Siapa yang menyangka, kota Bebek tempat ia tinggal menjadi kacau balau.

Pertama, ia menemukan Lang Ling Lung sang ilmuwan menjadi petani biasa. Kecerdasannya hilang karena alatnya sendiri, alat yang mengubah kecerdasan binatang.

Selanjutnya, ia menemukan gudang uang Paman Gober beralih fungsi menjadi percetakan miliki Desi Bebek, kekasihnya. Desi menjadi penulis yang luar biasa terkenal, yang mirisnya, berkat kesepiannya karena tidak ada Donal.

Selain itu, di sana ia menemukan Nenek Bebek yang tidak mampu mengelola pertaniannya karena tidak ada Agus Angsa. Ke mana Agus, yang terkenal akan kerakusan dan kemalasannya tersebut?

Ternyata ia bekerja pada Paman Gober. Ketiadaan Donal membuat Agus menjadi satu-satunya kerabat Paman Gober yang dapat membantunya bekerja. Apesnya lagi, Agus memberikan keping keberuntungan Paman Gober kepada musuh bebuyutannya, penyihir Mimi Hitam.

Semenjak itu Paman Gober kehilangan semangat hidup sehingga mudah dikalahkan (dan ditipu) oleh pebisnis lainnya. Gober Bebek jatuh miskin, dan itu berdampak besar terhadap Kota Bebek karena Gober merupakan pembayar pajak tertinggi di kota tersebut. Tidak adanya pemasukan membuat Kota Bebek bangkrut dan menjadi kota hantu.

Ada yang lebih parah? Ada, ketiga keponakannya diasuh oleh sepupu Donal yang selalu beruntung, Untung Angsa. Berkat keberuntungannya, ketiga keponakannya menjadi malas luar biasa. Badan mereka menjadi gemuk, bahkan mereka terlalu malas untuk memutar lehernya.

Untunglah, pada akhirnya semua ini berakhir ketika Donal kembali ke museum dan (dengan pakasaan jin) meminta semuanya kembali seperti semula, tepat sebelum Gerombolan Siberat yang telah menjadi polisi menangkapnya.

Ketika pulang, Donal menemukan bahwa ternyata semua kerabat dan teman-temannya sedang mempersiapkan pesta kejutan untuknya. Happy ending!

Sisi Lain Donal Bebek

Masih banyak sebenarnya cerita yang menggambarkan sisi lain Donal, seperti cerita ketika ia membawa ketiga keponakannya untuk bergabung dengan pasukan Pramuka Siaga. Ia tidak diijinkan untuk membantu, namun karena khawatir ia membuntuti mereka. Sewaktu ada di pabrik kayu, para keponakannya hampir saja tergilas mesin jika Donal tidak hadir tepat waktu.

Atas tindakannya heroiknya, Donal mendapatkan penghargaan langsung dari ketiga keponaknnya ketika acara peresmian mereka bergabung Pramuka Siaga. Lebih dari itu, Donal lebih merasa bahagia ketika tahu bahwa ia dibutuhkan oleh ketiga keponakannya.

Hanya Don Rosa yang mampu menunjukkan bahwa Donal tidak seburuk yang kita kira. Ia memiliki sifat-sifat yang cukup mengejutkan bagi mereka yang tidak terlalu mengenal Donal. Don Rosa menunjukkan bahwa seburuk apapun manusia (atau bebek?) pasti masih memiliki sisi terang.

Melalu karyanya, Don Rosa mengajak kita untuk tidak memikirkan diri sendiri, mengajak kita membuang jauh-jauh perasaan “tidak dibutuhkan oleh orang lain”. Menyampaikan pesan melalui komik merupakan salah satu keahlian Don Rosa.

 

 

Lawang, 6 Juli 2018, terinspirasi setelah membaca ulang komik Donal Bebek berjudul Jin Ulang Tahun

Sumber Foto: http://www.firstandmonday.com/june-9-1934-happy-birthday-donald-duck/

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.