<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>musik Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/musik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/musik/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Dec 2025 16:32:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>musik Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/musik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 16:24:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi YouTube Music yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah IVE, Linkin Park, ONE OK ROCK, NOAH, dan TWICE. Sebuah kombinasi yang unik. Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">YouTube Music</a> yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/"><strong>IVE</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/"><strong>Linkin Park</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/"><strong>ONE OK ROCK</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/"><strong>NOAH</strong></a>, dan <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/"><strong>TWICE</strong></a>. Sebuah kombinasi yang unik.</p>



<p>Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, bukan hanya judul-judul utama saja. Penulis belum pernah melakukan ini ke genre<em> </em>K-Pop. Kalau <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">genre <em>rock</em></a>, sering.</p>



<p>Alasannya sederhana, Penulis merasa cocok dengan mayoritas lagu IVE. Tidak terlalu imut-imut, tapi juga tidak terlalu <em>badass</em>. Pas di tengah-tengah. Apalagi, IVE sering mengangkat tema <em>self-confidence</em> dan <em>self-love</em>, sehingga banyak lagunya yang membuat Penulis merasa <em>related</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000-300x169.png" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000.png 1280w " alt="Azab Apa yang Cocok untuk Tukang Spoiler?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler/">Azab Apa yang Cocok untuk Tukang Spoiler?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Tier List IVE</h2>



<p>Berbeda dengan <em>tier list </em>Linkin Park, tidak ada Tier S di sini karena <em>tier </em>tersebut memang khusus untuk satu lagu saja. Penulis hanya menggunakan Tier A yang terbaik hingga Tier E yang terburuk.</p>



<p>Rinciannya, Tier A adalah lagu-lagu yang masuk ke ke <em>playlist </em>dan sering kali Penulis sengaja dengarkan ketika pertama kali membuka YouTube Music. Lagu-lagu yang masuk ke <em>tier </em>ini juga mendominasi rekap tahun 2025 ini karena sering disetel.</p>



<p>Selanjutnya adalah Tier B, yang masih masuk <em>playlist</em>, tapi jarang Penulis setel duluan. Tier C adalah lagu yang tidak masuk ke dalam <em>playlist</em>, tapi tidak Penulis <em>skip </em>jika kebetulan muncul. Tier D masih bisa Penulis dengarkan, walau peluang buat di-<em>skip</em>-nya cukup besar. Tier E adalah lagu yang pasti Penulis <em>skip</em>.</p>



<p>Sama seperti artikel <em>tier list </em>sebelumnya, Penulis akan memberikan skor sesuai tiap album dan EP dengan Tier A bernilai 4 dan Tier E bernilai 0. Untuk <em>single </em>rasanya tidak perlu Penulis beri nilai secara khusus. </p>



<p>Mengingat ada banyak yang ingin Penulis bicarakan untuk lagu-lagu IVE, Penulis jadi ingin membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian. Untuk bagian pertama ini, Penulis ingin membahas terlebih dahulu <em>single-single </em>yang pernah dirilis oleh IVE.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Single</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE, David Guetta - Supernova Love Official Music Video" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fyk6vjwI3wc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Supernova Love (2024)</li>



<li>B: After LIKE (2022), I Want (2023)</li>



<li>C: Eleven (2021), Take It (2021), Love Dive (2022), SUMMER FESTA (2024)</li>



<li>D: Royal (2022), My Satisfaction (2022), All Night (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Sebagaimana grup K-Pop pada umumnya, IVE pun debut lewat <em>single</em>&#8211;<em>single</em> terlebih dulu. Saat pertama kali muncul, mereka merilis <em>single </em><strong>&#8220;Eleven&#8221;</strong>, lantas disusul <strong>&#8220;Love Dive&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;After LIKE&#8221;.</strong> Masing-masing <em>single </em>memiliki dua lagu, tapi Penulis kurang menikmati lagu lainnya. </p>



<p>Menariknya, Penulis justru tahu belakangan ketiga <em>single </em>awal ini karena memang Penulis mengenal IVE melalui &#8220;Kitsch&#8221; dan &#8220;I Am&#8221;, yang rilis di tahun 2022. Ketiga lagu utama ini cukup lama bertahan di <em>playlist </em>Penulis, tapi kini tinggal tersisa lagu &#8220;After LIKE&#8221;.</p>



<p>Salah satu alasan yang membuat Penulis cukup menyukai &#8220;After LIKE&#8221; adalah karena gara-gara video konser mereka di kanal YouTube First Take. IVE, yang dulu sempat dicibir karena kurangnya kualitas vokal mereka, telah berevolusi menjadi penyanyi yang solid (terutama Liz).</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE - After LIKE / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/BiTEQGmPRfQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah merilis tiga <em>single</em>, IVE rajin merilis EP, bahkan bisa hingga dua kali dalam satu tahun seperti di tahun 2025 ini. Maka dari itu, tidak banyak <em>single </em>yang mereka rilis. Paling lagu kolaborasi dengan Pepsi, yakni <strong>&#8220;I Want&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Summer Festa&#8221;</strong> yang terkesan <em>fun </em>banget.</p>



<p>IVE juga dua kali berkolaborasi dengan artis luar negeri. Pertama ada <strong>&#8220;Supernova Love&#8221; </strong>yang merupakan hasil kolaborasi dengan David Guetta. Ini adalah salah satu yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 ini.</p>



<p>Sebagai lagu EDM, lagu ini terasa seru, tapi juga ada sisi melankolisnya. Setelah diselidiki, ternyata lagu ini menggunakan <em>sampling </em>dari lagu &#8220;Merry Christmas, Mr. Lawrence&#8221; karya legenda Jepang, Ryuichi Sakamoto, yang dibuat untuk veteran perang.</p>



<p>Oh iya, IVE memang terkenal karena suka menggunakan <em>sampling </em>dari lagu lain. &#8220;After LIKE&#8221; misalnya, mengambil <em>sample </em>dari &#8220;I Will Survive&#8221; karya Gloria Gaynor. Namun, lagu tersebut memang cukup sering dijadikan <em>sample </em>oleh musisi lain.</p>



<p><em>Single </em>dengan artis internasional kedua adalah<strong> &#8220;All Night&#8221; </strong>bersama Saweetie. Lagu ini mengingatkan Penulis kepada lagu-lagu pop tahun 2010-an. Karena Penulis bukan penggemar lagu pop, maka Penulis tidak terlalu menyukai lagu ini.</p>



<p>Secara lirik, lagu-lagu di atas memiliki tema yang lebih ringan dan seputar percintaan, sehingga tidak ada yang istimewa bagi Penulis dari sisi ini. Beda cerita dengan dua lagu berbahasa Jepang yang akan Penulis bahas di poin berikutnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">EP Jepang (WAVE, Alive, Be Alright)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE 아이브 &#039;Be Alright&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gC7cURZsiH8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Be Alright (2025), DARE ME (2025)</li>



<li>B: Crush (2024)</li>



<li>C: &#8211;</li>



<li>D: WAVE (2022), Classic (2022), Will (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>IVE dikenal karena kerap merilis lagu<em> </em>berbahasa Jepang (mungkin karena ada Rei yang berasal dari Jepang). Bukan hanya menerjemahkan yang sudah ada ke versi Jepang, tapi benar-benar membuat lagu baru dalam format <em>extended play </em>(EP).</p>



<p>Memang ada beberapa lagu hit mereka yang diterjemahkan ke bahasa Jepang, tapi lagu-lagu tersebut menjadi sekadar pelengkap saja untuk lagu orisinalnya. Setiap EP Jepang akan merilis dua lagu baru beserta tiga lagu &#8220;terjemahan&#8221;. </p>



<p>Awalnya, Penulis tidak terlalu memedulikan lagu-lagu Jepang ini karena menurut Penulis memang tidak terlalu enak. Dari dua EP pertama,<em>WAVE</em> (2022) dan <em>Alive</em> (2024), hanya lagu <strong>&#8220;Crush&#8221;</strong> yang masih masuk ke telinga Penulis.</p>



<p>Namun, semua berubah ketika EP <em>Be Alright </em>rilis di tahun ini. Dua <em>single </em>utamanya, <strong>&#8220;Be Alright&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;DARE ME&#8221;</strong>, benar-benar menjadi favorit baru Penulis. Bukan hanya karena musiknya enak, tapi juga maknanya yang dalam dan datang di saat Penulis membutuhkannya!</p>



<p>Penulis tidak ingat bagaimana pertama kali mendengarkan lagu &#8220;Be Alright&#8221;, tapi rasanya lagu itu tiba-tiba muncul begitu saja. Kebetulan, waktu itu ada orang dekat Penulis yang sedang khawatir dengan situasi kehidupannya. Lagu ini pun Penulis kirimkan kepadanya.</p>



<p>Sesuai dengan judulnya, lagu ini menjadi semacam penyemangat kalau semua akan baik-baik saja, seberat apa pun rasanya saat ini. Lagu ini juga membuat Penulis teringat lagu &#8220;Three Little Birds&#8221; dari Bob Marley. Penulis akan taruh liriknya di bawah ini:</p>



<p><strong>It&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Ini akan baik-baik saja</em></p>



<p><strong>Don&#8217;t worry about tomorrow 弾ける<strong>(hajikeru)</strong></strong> <strong>emotion</strong> <br><em>Jangan khawatirkan hari esok, emosi yang meluap</em></p>



<p><strong>心配いらない (shinpai iranai</strong>) <strong>it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Tidak perlu khawatir, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p><strong>超えてゆく想像 さあおいでよ (koete yuku souzou</strong> <strong>saa oide yo )</strong> <strong>follow<br></strong><em>Melampaui imajinasi, ayo ikutlah (padaku)</em></p>



<p><strong>I know it&#8217;s gonna be, it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Aku tahu ini akan jadi, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p>Lagu ini sekarang Penulis jadikan &#8220;alat&#8221; ketika mulai merasa khawatir berlebihan terhadap segala sesuatu. Lagu ini jadi pengingat bahwa semua akan baik-baik saja, yang penting fokus dengan apa yang kita lakukan saat ini.</p>



<p>Sementara itu, Penulis jatuh cinta dengan lagu &#8220;DARE ME&#8221; karena IVE membawakan lagu ini di kanal First Take juga. Jika &#8220;Be Alright&#8221; mengingatkan kita untuk tidak <em>overthinking </em>berlebihan, maka lagu ini jadi pengingat untuk percaya ke diri sendiri. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE - DARE ME / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8k0Myd9F8to?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Coba saja lihat liriknya di bawah ini pada bagian <em>chorus </em>dan<em> post chorus-</em>nya berikut ini:</p>



<p><strong>[CHORUS]</strong></p>



<p><strong>Dare me, dare me!<br></strong><em>Tantang aku, tantang aku!</em></p>



<p><strong>Believe myself<br></strong><em>Percayai diriku sendiri</em></p>



<p><strong>ダメな自分も愛して (Dame na jibun mo aishite)<br></strong><em>Cintai juga dirimu yang tidak sempurna</em></p>



<p><strong>I know that I can shine again<br></strong><em>Aku tahu bahwa aku bisa bersinar lagi</em></p>



<p><strong>さぁ羽を広げて (Saa hane o hirogete)<br></strong><em>Ayo, rentangkan sayapmu</em></p>



<p><strong>Don&#8217;t be afraid to make mistakes<br></strong><em>Jangan takut membuat kesalahan</em></p>



<p><strong>Keep trying, trying daily<br></strong><em>Teruslah mencoba, mencoba setiap hari</em></p>



<p><strong>Just keep moving toward your dream, yeah<br></strong><em>Teruslah bergerak menuju impianmu, yeah</em></p>



<p><strong>[POST-CHORUS]</strong></p>



<p><strong>Believe me, believe me, believe myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, percayai diriku sendiri</em></p>



<p><strong>誰に何を言われたって yeah (Dare ni nani o iwaretatte yeah)<br></strong><em>Tidak peduli orang akan mengatakan apa pun (padaku) yeah</em></p>



<p><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p><strong>Believe me, believe me, just be myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, jadilah diriku sendiri saja</em></p>



<p><strong>ありのままの私でいいの yeah (Ari no mama no watashi de ii no yeah)<br></strong><em>Tidak apa-apa menjadi diriku apa adanya, yeah</em></p>



<p><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p>Karena liriknya yang mendalam dan kebetulan secara musik juga enak, tak heran kalau kedua lagu masuk ke Tier A dan belakangan begitu sering Penulis dengarkan. Apalagi harmonisasi suara Yujin dan Liz di lagu &#8220;DARE ME&#8221;, pantas mendapatkan apresiasi.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Setelah bertahun-tahun mendengarkan lagu K-Pop, baru kali ini Penulis merasa begitu memperhatikan liriknya. Penulis tidak bahasa Korea, tapi ketika mendengarkan lagu IVE, Penulis punya <em>feeling </em>lagunya ingin menyampaikan pesan penting dan ternyata memang terbukti.</p>



<p>Padahal, baru dua lagu dari EP Jepang yang Penulis jadikan contoh. Masih ada banyak lagi lagu lain yang bertema <em>self-love</em>, <em>self-confidence</em>, bahkan <em>self-acceptance </em>di lagu-lagu utama mereka, yang akan Penulis bahas di artikel selanjutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 Desember 2025, terinspirasi setelah IVE menjadi artis yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 melalui aplikasi YouTube Music</p>



<p>Foto Featured Image: YouTube</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>I AM: IVE</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[girlband]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[self-confidence]]></category>
		<category><![CDATA[self-love]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis pernah memberikan pendapatnya mengenai kualitas vokal yang agak kurang dari Gen 4 girlband K-Pop. Namun, bukan berarti Penulis tidak mendengarkan mereka karena kualitas vokal bukan menjadi satu-satunya parameter dalam sebuah lagu. Suara yang biasa saja, jika musiknya enak, ya tetap bisa didengarkan. Oleh karena itu, Penulis masih bisa menikmati lagu-lagu dari Gen 4. Di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">I AM: IVE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis pernah memberikan pendapatnya mengenai <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">kualitas vokal yang agak kurang dari Gen 4</a> <em>girlband </em>K-Pop. Namun, bukan berarti Penulis tidak mendengarkan mereka karena kualitas vokal bukan menjadi satu-satunya parameter dalam sebuah lagu.</p>



<p>Suara yang biasa saja, jika musiknya enak, ya tetap bisa didengarkan. Oleh karena itu, Penulis masih bisa menikmati lagu-lagu dari Gen 4. Di antara semua yang sudah pernah Penulis coba dengarkan, musikalitas <strong>IVE</strong> menjadi yang paling cocok dengan telinganya. </p>



<p>Kebetulan, IVE menjadi <em>girlband </em>keempat yang akan Penulis bahas di blog ini, setelah <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>, <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Twice</a>, dan <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Red Velvet</a>, sekaligus Gen 4 pertama yang Penulis bahas. Itu menunjukkan kalau <em>girlband </em>ini memang cukup spesial bagi Penulis.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner.jpg 1200w " alt="Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/mau-sampai-kapan-kita-dibuat-pusing-oleh-negara/">Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Sekilas tentang IVE</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7596" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dari Kiri: Rei, Leeseo, Wonyung, Yujin, Gaeul, Liz (<a href="https://www.billboard.com/music/pop/ive-kpop-star-profile-1235310237/">Billboard</a>)</figcaption></figure>



<p>IVE merupakan sebuah <em>girlband </em>di bawah naungan Starship Entertainment, agensi yang juga pernah menaungi <em>girlband </em>legendaris Sistar. IVE yang melakukan debut pada tanggal 1 Desember 2021 terdiri dari enam anggota, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Yujin </strong>(Ahn Yujin) sebagai Leader, Main Dancer, Vocalist</li>



<li><strong>Gaeul </strong>(Kim Gaeul) sebagai Main Dancer, Lead Rapper, Sub Vocalist</li>



<li><strong>Rei </strong>(Naoi Rei) sebagai Main Rapper, Sub Vocalist</li>



<li><strong>Wonyoung </strong>(Jang Wonyoung) sebagai Vocalist, Dancer, Visual</li>



<li><strong>Liz </strong>(Kim Ji-won) sebagai Main Vocalist</li>



<li><strong>Leeseo </strong>(Lee Hyun-seo) sebagai Lead Dancer, Sub Vocalist, Visual, Maknae</li>
</ul>



<p>Salah satu hal yang paling menonjol dari IVE, terlepas dari sisi musik, adalah anggotanya yang tinggi-tinggi. Wonyoung dan Yujin menjadi yang tertinggi dengan 173 cm, diikuti oleh Liz (171 cm), Rei (170 cm), Leeseo (168 cm), dan Gaeul (164 cm). </p>



<p>Lucunya, Gaeul yang paling mungil adalah <em>member </em>tertua di IVE karena lahir di tahun 2002. Di bawahnya ada sang <em>leader </em>Yujin (2003), disusul angkatan 2004 (Rei, Liz, Wonyoung), dan paling muda adalah Leeseo (2007). Penulis jadi merasa sangat tua. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Perkenalan dengan IVE dan Musikalitasnya</h2>



<p>Dalam tulisan sebelumnya, Penulis pernah bercerita kalau lagu pertama dari IVE yang didengar adalah &#8220;<strong>Kitsch</strong>,&#8221;<strong> </strong>yang lewat secara <em>random </em>ketika Penulis sedang mendengarkan lagu di YouTube Music. Lagu ini langsung berhasil menarik perhatian Penulis karena <em>bass-</em>nya yang nendang banget.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Kitsch&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/pG6iaOMV46I?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Namun, sebenarnya perkenalan Penulis pertama dengan IVE bukan lewat lagu tersebut, melainkan lewat <em>Runningman</em>, sebuah <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/korea-selatan-dan-reality-show-sarana-promosi-negara-ke-dunia/">acara <em>reality show </em>yang sangat populer</a>. Di salah satu episode, IVE menjadi bintang tamu dari acara tersebut.</p>



<p>Penulis hanya menonton potongannya di YouTube, itu pun karena judulnya yang menarik: &#8220;<strong><em>IVE Rei making Yoo Jae-suk wants to give up on MC-ing</em></strong>.&#8221;Ketika Penulis tonton, memang interaksi antara Rei dan Jae-suk sangat lucu, bahkan Penulis akhirnya menonton episode lengkapnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE Rei making Yoo Jae-suk wants to give up on MC-ing" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/csK4qPYd-YI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Berawal dari sana, Penulis jadi tertarik untuk mendengarkan lagu-lagu IVE, yang dimulai dari lagu &#8220;Kitsch&#8221; yang <em>catchy</em>. Sebagai seorang <em>basshead</em>, lagu ini benar-benar memuaskan telinga Penulis, apalagi kalau <em>setting</em> <em>bass </em>Penulis disetel hingga maksimal.</p>



<p>Lagu kedua IVE yang berhasil menarik perhatian Penulis adalah &#8220;<strong>I AM</strong>,&#8221; yang satu album dengan lagu &#8220;Kitsch.&#8221; Meskipun Penulis menganggap IVE sebagai salah satu <em>girlband </em>yang tidak memiliki vokal menonjol, menariknya di lagu ini nada tinggi dari Yujin.</p>



<p>Lagu ini juga memiliki lirik yang keren pada bagian <em>reff</em>-nya, di mana jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi, &#8220;<em>menjadi seorang penulis yang bergenre fantasi</em> (<em>be a writer, 장르로는 판타지</em>). Rasanya puitis saja lirik ini, tidak biasa.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="[BE ORIGINAL] IVE(아이브) &#039;I AM&#039; (4K)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/cU0JrSAyy7o?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah mendengarkan kedua lagu tersebut, barulah Penulis mendengarkan lagu-lagu lama mereka, mulai dari lagu debut mereka &#8220;<strong>Eleven</strong>&#8221; hingga &#8220;<strong>Love Dive</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>After Like</strong>.&#8221; Menariknya, semua <em>title song </em>tersebut masuk ke telinga Penulis.</p>



<p>Ketika sudah terbiasa dengan IVE, mini album <em><strong>I&#8217;VE MINE</strong></em> rilis pada pertengahan 2023. Penulis langsung cocok dengan lagu &#8220;<strong>Baddie</strong>&#8221; yang sekali lagi berhasil memuaskan <em>basshead </em>seperti Penulis. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Off The Record&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/_ApV7Lm87cg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Tidak hanya itu, lagu &#8220;<strong>Either Way</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Off the Record</strong>&#8221; yang lebih <em>ballad </em>juga cocok dengan selera musik Penulis. Untuk lagu &#8220;Off the Record,&#8221; bisa dibilang lagu ini adalah lagu favoritnya dari IVE setelah lagu &#8220;I AM&#8221; karena mampu menghadirkan nuansa sendu ketika mendengarkannya.</p>



<p>Di tahun ini, IVE melakukan <em>comeback </em>dengan merilis album <em><strong>I&#8217;VE SWITCH</strong></em>. Lagu utamanya, &#8220;<strong>HEYA (해야)</strong>,&#8221; lagi-lagi cocok dengan selera Penulis. Sayang, lagu utama kedua &#8220;<strong>Ascendio</strong>&#8221; kurang cocok, meskipun Penulis masih bisa menikmatinya. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;해야 (HEYA)&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/07EzMbVH3QE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dalam menikmati lagu Korea, Penulis tidak terlalu memedulikan liriknya karena memang tidak paham bahasanya. Namun, dari banyak sumber, Penulis mengetahui kalau tema yang sering diusung oleh IVE adalah <em>self-confidence </em>dan <em>self-love</em>.</p>



<p>Tema tersebut, mungkin, direpresentasikan dengan dominannya <em>bass </em>pada musiknya. Entah itu benar atau tidak, hanya perasaan Penulis. Yang jelas, Penulis merasa hampir di setial lagu IVE (kecuali yang <em>ballad</em>) selalu memiliki unsur <em>bass </em>yang cukup menonjol.</p>



<p>Karena hal tersebu, nuansa yang ingin dihadirkan IVE jadi berbeda dengan <em>girlband </em>lain, seperti aespa dengan konsep futuristiknya, NewJeans dengan konsep <em>fresh</em>-nya, atau NMIXX dengan berbagai ekperimental yang dilakukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dari Musik ke Reality Show</h2>



<p>Berbanding terbalik dengan Twice yang menarik Penulis setelah menonton acara <em>reality show</em>-nya, Penulis justru tertarik menonton <em>reality show </em>IVE setelah mendengarkan lagu-lagunya. Apalagi, mereka memiliki <em>reality show</em>-nya sendiri yang berjudul <em><strong>1,2,3 IVE</strong></em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="1,2,3 IVE EP.1" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/qNQvMrGf96w?list=PLPhtNKiHTFypb16Xu0dxP8BHOHQ1bdxTa" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis telah menonton semua keempat <em>season</em>-nya dan sama seperti <em>Time to Twice</em>, ada saja tingkah kocak dan konyol dari para anggotanya. Walaupun tidak seabsurd <em>member </em>Twice, para <em>member </em>IVE juga cukup lawak.</p>



<p>Di antara semua episode <em>1, 2, 3, IVE</em>, Penulis paling menyukai episode-episode jurit malam alias horor. Rei dan Gaeul menjadi <em>member </em>yang paling berani, sedangkan Liz menjadi <em>member </em>paling penakut, yang membuatnya menjadi hiburan utama.</p>



<p>Salah satu hal yang paling <em>memorable </em>di semua episodenya adalah kebaikan yang diperlihatkan oleh Rei. Contohnya adalah ketika dia berusaha menutup staf yang berbuat kesalahan dan berhenti di belakang Liz ketika tidak ada yang mau.</p>



<p>Bicara tentang Rei, ia adalah <em>member </em>favorit Penulis di IVE (alias <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">bias</a>). Bahkan, Penulis sampai membuat ratusan stiker dengan wajahnya di WhatsApp karena menemukan banyak foto lucunya di Pinterest. Penulis juga merupakan <em>subscriber </em>dari kanal YouTube-nya, <em>Follow Rei</em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="아이브 레이&amp;리즈의 첫 덕질💖 에버랜드 푸바오 코스 총정리! | 따라해볼레이 EP.13" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fAizNJMhjYg?list=PLvGP2JpRxVlCGFshQuu-avxGQcth2sMdB" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Adanya <em>reality show </em>seperti <em>1, 2, 3, IVE </em>yang memperlihatkan sisi lain dari seorang <em>idol </em>membuat Penulis semakin menikmati musik-musik IVE. Penulis pernah mencoba menonton <em>reality show </em>dari <em>girlband </em>lain, tapi tidak ada yang benar-benar Penulis suka.</p>



<p>Yang jelas, kombinasi antara musikalitas yang cocok dengan selera, tema grup yang dibawakan, para <em>member </em>yang unik dan konyol, hingga konsep acara <em>reality show </em>yang menarik membuat IVE memiliki tempat spesial bagi Penulis. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 Juli 2024, terinspirasi ketika mendengarkan lagu-lagu IVE </p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://ive.fandom.com/wiki/IVE">Fandom</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">I AM: IVE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu Linkin Park Versi Saya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jun 2024 16:51:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7551</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika membuka rubrik Musik di blog ini, mayoritas artikelnya membahas seputar K-Pop, karena memang genre tersebut yang sedang Penulis sering dengarkan selama satu setengah tahun terakhir. Karena masih baru, makanya Penulis banyak melakukan eksplorasi. Namun, mau sebanyak apapun Penulis &#8220;berkenalan&#8221; dengan girlband Korea atau mendengarkan lagu K-Pop, tetap saja genre favorit Penulis tetap rock, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu Linkin Park Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika membuka rubrik Musik di blog ini, <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">mayoritas artikelnya membahas seputar K-Pop</a>, karena memang genre tersebut yang sedang Penulis sering dengarkan selama satu setengah tahun terakhir. Karena masih baru, makanya Penulis banyak melakukan eksplorasi.</p>



<p>Namun, mau sebanyak apapun Penulis &#8220;berkenalan&#8221; dengan <em>girlband </em>Korea atau <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/">mendengarkan lagu K-Pop</a>, tetap saja <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">genre favorit Penulis tetap <em>rock</em></a>, dan <strong>Linkin Park</strong> tetap menjadi musisi favorit meskipun sudah ditinggalkan oleh <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester Bennington</a>. </p>



<p>Sebelumnya, Penulis sudah pernah menulis artikel <em><a href="https://whathefan.com/musik/20-lagu-terbaik-linkin-park-versi-saya/">20 Lagu Terbaik Linkin Park Versi Saya</a></em>. Namun, Penulis merasa kalau dirinya perlu membuat semacam <em>tier list </em>untuk menilai semua lagu Linkin Park.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan.jpg 1280w " alt="Chapter 47 Di Balik Tawa Seorang Rika" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-2/chapter-47-di-balik-tawa-seorang-rika/">Chapter 47 Di Balik Tawa Seorang Rika</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Tier List Lagu Linkin Park</h2>



<p>Dalam membuat <em>tier list </em>ini, Penulis akan membuatnya per album, dari <em>Hybrid Theory </em>(2000) hingga <em>One More Light </em>(2017). Setelah itu, Penulis akan menghitung skor tiap album untuk menentukan mana urutannya dari yang terabik hingga terburuk.</p>



<p>Dalam membuat <em>tier list</em>, Penulis membuat Tier S hingga Tier E. Hanya ada satu lagu yang ke Tier S, yang menandakan kalau lagu itu menjadi lagu favorit Penulis seumur hidup. Untuk lagu yang selalu masuk ke <em>playlist</em>, akan Penulis masukkan ke dalam Tier A.</p>



<p>Tier B akan berisikan lagu-lagu yang sebenarnya juga masuk ke <em>playlist</em>, tapi terkadang ada perasaan bosan mendengarkannya. Tier C berisi lagu yang sebenarnya cukup favorit, tapi tidak sampai masuk ke dalam <em>playlist.</em></p>



<p>Tier D adalah lagu-lagu yang cukup Penulis hindari, tapi masih oke untuk didengarkan. Tier E atau yang paling rendah berisi lagu yang akan Penulis <em>skip</em>. Ya, walaupun ini Linkin Park, tetap saja ada lagu yang masuk ke dalam kategori tersebut.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga akan memberikan skor untuk setiap Tier, di mana Tier S memiliki skor 5 dan Tier E memiliki skor 0. Dengan demikian, nanti akan jadi ketahuan album mana yang memiliki skor tertinggi (berdasarkan skor akhir dibagi jumlah lagu di album tersebut) versi Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Hybrid Theory (2000)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Papercut [Official HD Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/vjVkXlxsO8Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Papercut, Pushing Me Away</li>



<li>B: In the End, A Place for My Head</li>



<li>C: One Step Closer, With You, Crawling, Points of Authority, Runaway, By Myself, Forgotten, Cure for the Itch</li>



<li>D: &#8211; </li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Di album pertama, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></strong></em>, bisa dibilang tidak ada lagu yang tidak bisa didengarkan. Meskipun kebanyakan masuk ke Tier C, album ini mau bagaimanapun menjadi &#8220;perkenalan&#8221; Linkin Park kepada para penggemarnya.</p>



<p>Meskipun hanya dua lagu yang berhasil masuk ke Tier A, Penulis harus menyebutkan kalau lagu &#8220;Papercut&#8221; adalah lagu favoritnya nomor dua dari Linkin Park. Jika ada Tier di antara S dan A, Penulis akan memasukkan lagu ini ke Tier tersebut.</p>



<p><strong>Skor Akhir: 30</strong> <strong>(Rata-Rata: 2,5)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Meteora (2003)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Numb (Official Music Video) [4K UPGRADE] – Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kXYiU_JCYtU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: Numb</li>



<li>A: Don&#8217;t Stay, Somewhere I Belong, Lying from You, Easier to Run, Breaking the Habit, From the Inside</li>



<li>B: Faint, Session</li>



<li>C: Hit the Floor, Figure, Nobody Listening</li>



<li>D: Foreword</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung beberapa kali, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Meteora</a> </strong></em>adalah album favorit Penulis dan menganggapnya sebagai album terbaik sepanjang masa. Album ini juga menjadi satu-satunya yang menyumbangkan lagu dengan Tier S melalui lagu &#8220;Numb.&#8221;</p>



<p>Selain itu, bisa dilihat jika album ini memiliki banyak sekali lagu yang masuk ke dalam Tier A. Sama seperti <em>Hybrid Theory</em>, tidak ada lagu yang tidak enak dari album ini, kecuali &#8220;Foreword&#8221; yang suaranya memang cuma begitu saja.</p>



<p>Hal tersebut membuat skor dari album ini sangat tinggi dibandingkan dengan album-album Linkin Park lainnya.</p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 42</strong> <strong>(Rata-Rata: 3,23)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Minutes to Midnight (2007)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Leave Out All The Rest (Official Music Video) [4K Upgrade] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/yZIummTz9mM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Leave Out All the Rest, Shadow of the Day</li>



<li>B: Given Up, Bleed It Out</li>



<li>C: Wake, What I’ve Done, Hands Held High, No More Sorrow</li>



<li>D: Valentine’s Day, In Between, In Pieces, The Little Things Give You Away</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Sejujurnya, <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a> </em>adalah album yang kurang Penulis sukai. Akan tetapi, ternyata setelah dihitung skornya berdasarkan <em>tier list </em>di atas, skornya masih lumayan tinggi dan di luar ekspektasi.</p>



<p>Pada artikel <em>20 Lagu Terbaik Linkin Park Versi Saya</em>, Penulis hanya meletakkan lagu &#8220;Leave Out All the Rest&#8221; di peringkat 10, di bawah lagu-lagu dari enam album lainnya. Ini menunjukkan kalau sebenarnya album ini memang kurang Penulis sukai, meskipun tidak sampai ada yang masuk ke Tier E.  </p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 26 (Rata-Rata: 2,17)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List A Thousand Suns (2010)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Waiting For The End (Official Music Video) [4K Upgrade] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5qF_qbaWt3Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Waiting for the End</li>



<li>B: The Requiem, Burning in the Skies</li>



<li>C: The Radiance, When They Come for Me, Jornada Del Muerto, Blackout, Iridescent, The Catalyst</li>



<li>D: Empty Space, Robot Boy, Wretches and Kings, Wisdom, Justice, and Love, The Fallout</li>



<li>E: The Messenger</li>
</ul>



<p>Penulis sudah pernah menyebutkan kalau album <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a> </strong></em>menjadi album favoritnya secara konsep, yang nyambung dari depan hingga belakang. Sayangnya, hal tersebut membuat skor album ini cukup jatuh dan menjadi yang terburuk di antara yang lain.</p>



<p>Alasannya, banyak lagu-lagu di album ini yang hanya berfungsi sebagai <em>bridging</em>, bukan sebagai lagu utuh. Memang Penulis suka &#8220;The Requiem,&#8221; tapi yang lain kurang suka. Belum lagi lagu &#8220;The Messenger&#8221; yang benar-benar tidak Penulis sukai.</p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 27 (Rata-Rata: 1,8)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Living Things (2012)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="CASTLE OF GLASS (Official Music Video) [4K Upgrade] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/ScNNfyq3d_w?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: In My Remains, Lies Greed Misery, Castle of Glass, Road Untraveled, Powerless</li>



<li>B: Until It Breaks</li>



<li>C: Lost in the Echo, Tinfoil</li>



<li>D: Burn It Down, I’ll Be Gone</li>



<li>E: Skin to Bone</li>
</ul>



<p><em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/">Living Things</a> </strong></em>menjadi album yang menyumbangkan lagu di Tier A terbanyak setelah <em>Meteora</em> dengan lima lagu. Hal tersebut membuat album ini memiliki skor yang cukup tinggi, hanya kalah dari dua album pertama Linkin Park.</p>



<p>&#8220;Castle of Glass&#8221; yang menjadi lagu urutan keenam di album ini menjadi lagu favorit Penulis nomor 3. Namun, album ini juga memiliki lagu yang sangat Penulis hindari, yakni &#8220;Skin to Bone.&#8221; </p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 29</strong> <strong>(Rata-Rata:2,42)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List The Hunting Party (2014)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Final Masquerade [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/i8q8fFs3kTM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Rebellion, Final Masquerade</li>



<li>B: Keys to the Kingdom, Wasteland</li>



<li>C: All for Nothing, Guilty All the Same, War, Until It’s Gone.</li>



<li>D: The Summoning</li>



<li>E: Mark the Graves, Drawbar, A Line in the Sand</li>
</ul>



<p>Di antara semua album Linkin Park, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></strong> </em>menjadi penyumbang Tier List E terbanyak. Tiga lagu yang Penulis masukkan ke <em>tier </em>ini benar-benar tidak Penulis sukai dan selalu di-<em>skip </em>jika tiba-tiba muncul di pemutar musiknya.</p>



<p>Hal tersebut sebenarnya cukup Penulis sayangkan, mengingat Penulis sangat menyukai lagu &#8220;Rebellion&#8221; dan &#8220;Final Masquerade.&#8221; Namun, bisa dibilang hanya dua lagu tersebut yang benar-benar Penulis suka dari album ini.</p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 23</strong> <strong>(Rata-Rata: 1,92)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List One More Light (2017)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Heavy [Official Music Video] - Linkin Park (feat. Kiiara)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5dmQ3QWpy1Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Heavy</li>



<li>B: One More Light</li>



<li>C: Nobody Can Save Me, Good Goodbye, Talking to Myself, Battle Symphony, Invisible, Sorry for Now, Halfway Right</li>



<li>D: Sharp Edges</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Album terakhir Linkin Park, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a></strong></em>, bisa dibilang sebagai album paling medioker. Sama seperti <em>Hybrid Theory</em>, mayoritas lagu di album ini masuk ke Tier C. Suka enggak, tapi seenggaknya masih oke untuk didengarkan.</p>



<p>Selain itu, sama seperti album <em>A Thousand Suns</em>, hanya ada satu lagu dari album ini yang berhasil masuk ke dalam 20 lagu favorit Linkin Park versi Penulis. Setidaknya, album ini tidak memiliki lagu yang layak untuk masuk ke Tier List E. </p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 22</strong> (Rata-Rata: 2,2)</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Berdasarkan perhitungan skor dari <em>tier list </em>di atas, maka bisa disimpulkan kalau menurut Penulis album terbaik dari Linkin Park adalah <em>Meteora</em>, dan yang paling buruk adalah <em>A Thousand Suns</em>. Pembaca bisa melihat daftar lengkapnya di bawah ini (diurutkan berdasarkan rata-rata skornya):</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Meteora </strong>&#8211; Bobot Akhir: 42 (Rata-Rata: 3,23)</li>



<li><strong>Hybrid Theory</strong> &#8211; Bobot Akhir: 30 (Rata-Rata: 2,5)</li>



<li><strong>Living Things </strong>&#8211; Bobot Akhir: 29 (Rata-Rata:2,42)</li>



<li><strong>One More Light</strong> &#8211; Bobot Akhir: 22 (Rata-Rata: 2,2)</li>



<li><strong>Minutes to Midnight</strong> &#8211; Bobot Akhir: 26 (Rata-Rata: 2,17)</li>



<li><strong>The Hunting Party</strong> &#8211; Bobot Akhir: 23 (Rata-Rata: 1,92)</li>



<li><strong>A Thousand Suns</strong> &#8211; Bobot Akhir: 27 (Rata-Rata: 1,8)</li>
</ol>



<p>Jika ditotal, maka ada Tier S memiliki 1 lagu, Tier A memiliki 19 lagu, Tier B memiliki 12 lagu, Tier C memiliki 34 lagu, Tier D memiliki 14 lagu, dan Tier E memiliki 5 lagu. Pembaca bisa melihat rekap lengkapnya di bawah ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: Numb</li>



<li>A: Papercut, Pushing Me Away, Don&#8217;t Stay, Somewhere I Belong, Lying from You, Easier to Run, Breaking the Habit, From the Inside, Leave Out All the Rest, Shadow of the Day, Waiting for the End, In My Remains, Lies Greed Misery, Castle of Glass, Road Untraveled, Powerless, Rebellion, Final Masquerade, Heavy</li>



<li>B: In the End, A Place for My Head, Faint, Session, Given Up, Bleed It Out,  The Requiem, Burning in the Skies, Until It Breaks, Keys to the Kingdom, Wasteland, One More Light</li>



<li>C: One Step Closer, With You, Crawling, Points of Authority, Runaway, By Myself, Forgotten, Cure for the Itch, Hit the Floor, Figure, Nobody Listening, Wake, What I’ve Done, Hands Held High, No More Sorrow, The Radiance, When They Come for Me, Jornada Del Muerto, Blackout, Iridescent, The Catalyst, Lost in the Echo, Tinfoil, All for Nothing, Guilty All the Same, War, Until It’s Gone, Nobody Can Save Me, Good Goodbye, Talking to Myself, Battle Symphony, Invisible, Sorry for Now, Halfway Right</li>



<li>D: Foreword, Valentine’s Day, In Between, In Pieces, The Little Things Give You Away, Empty Space, Robot Boy, Wretches and Kings, Wisdom, Justice, and Love, The Fallout, Burn It Down, I’ll Be Gone, The Summoning, Sharp Edges</li>



<li>E: The Messenger, Skin to Bone, Mark the Graves, Drawbar, A Line in the Sand</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list"></ul>



<ul class="wp-block-list"></ul>



<p>Kurang lebih seperti itu <em>tier list </em>lagu Linkin Park versi Penulis. Sebenarnya Penulis ingin memasukkan beberapa lagu non-album, tapi ini saja sudah cukup banyak. Mungkin nanti Penulis akan membuat artikel yang khusus membahas lagu-lagu tersebut.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 28 Juni 2024, terinspirasi setelah ingin menulis artikel tentang Linkin Park lagi</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.billboard.com/music/rock/chester-bennington-grey-daze-whats-in-the-eye-8548274/">Billboard</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu Linkin Park Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Feel My Rhythm: Red Velvet</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jun 2024 16:55:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Red Velvet]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7465</guid>

					<description><![CDATA[<p>Blackpink (YG Entertainment) sudah, Twice (JYP Entertainemnt) sudah. Artinya, tinggal satu lagi girlband yang dianggap sebagai Big 3 dari gen 3 yang belum Penulis eksplorasi musiknya, yaitu Red Velvet dari SM Entertainment. Penulis sendiri sebenarnya tidak asing dengan Red Velvet, mengingat dulu ada salah satu teman kantornya yang merupakan penggemar dari girlband beranggotakan Irene, Wendy, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Feel My Rhythm: Red Velvet</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a> (YG Entertainment) sudah, <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Twice</a> (JYP Entertainemnt) sudah. Artinya, tinggal satu lagi <em>girlband </em>yang dianggap sebagai Big 3 dari gen 3 yang belum Penulis eksplorasi musiknya, yaitu <strong>Red Velvet</strong> dari SM Entertainment. </p>



<p>Penulis sendiri sebenarnya tidak asing dengan Red Velvet, mengingat dulu ada salah satu teman kantornya yang merupakan penggemar dari <em>girlband </em>beranggotakan Irene, Wendy, Seulgi, Joy, dan Yeri ini. </p>



<p>Salah satu komentar dari teman kantor Penulis yang paling nempel adalah video-video klip Red Velvet kerap identik dengan nuansa <em>creepy</em>, berbeda dengan Blackpink yang berkonsep <em>girl crush </em>atau Twice yang terkesan imut. Ternyata, hal tersebut (separuh) benar.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-300x169.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-300x169.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-1024x576.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-768x432.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287.jpeg 1280w " alt="Gejolak Nafsu Kawula Muda" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/gejolak-nafsu-kawula-muda/">Gejolak Nafsu Kawula Muda</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Lagu-Lagu Red Velvet yang Penulis Dengarkan</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Red Velvet 레드벨벳 &#039;Psycho&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/uR8Mrt1IpXg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dulu sekali, satu-satunya lagu Red Velvet yang Penulis ketahui adalah &#8220;<strong>Psycho</strong>.&#8221; Itu pun hanya mendengarkannya sambil lewat, tidak pernah mendengarkannya secara utuh. Baru setelah <a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">berkenalan dengan Twice-lah</a> Penulis jadi mencoba untuk mendengarkannya.</p>



<p>Namun, justru karena lagu &#8220;<strong>Feel My Rhythm</strong>&#8220;-lah yang membuat Penulis memutuskan untuk mendalami Red Velvet. Penulis akan membahas lagu ini secara khusus di bawah karena menurut Penulis ini adalah lagu K-Pop terindah yang pernah didengarkan.</p>



<p>Lagu-lagu Red Velvet selanjutnya yang berhasil menarik perhatian Penulis adalah &#8220;<strong>Bad Boy</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Peek-a-Boo</strong>&#8221; karena memiliki keunikannya sendiri. Keduanya langsung masuk ke dalam daftar Liked Music Penulis di <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">YouTube Music</a>.</p>



<p>Setelah empat lagu tersebut, makin banyak lagu Red Velvet yang masuk ke dalam <em>playlist </em>Penulis, seperti &#8220;<strong>Queendom</strong>,&#8221; &#8220;<strong>Red Flavor</strong>,&#8221; &#8220;<strong>Ice Cream Cake</strong>,&#8221; &#8220;<strong>Happiness</strong>,&#8221; &#8220;<strong>Really Bad Boy</strong>,&#8221; hingga yang terbaru &#8220;<strong>Chill Kill</strong>.&#8221;</p>



<p>Salah satu alasan mengapa Penulis bisa masuk dengan musik Red Velvet adalah kualitas vokal <em>member</em>-nya yang menurut Penulis di atas Blackpink dan Twice, bahkan cukup jauh. Maklum, mereka anak SM yang terkenal dengan kualitas vokalnya.</p>



<p>Penulis pribadi sangat mengagumi kualitas vokal Wendy, terutama setelah melihat<em> </em>proses perekaman lagu &#8220;Feel My Rhythm&#8221; di mana ia banyak memberikan <em>input</em>. Selain itu, Seulgi dan Joy juga memiliki kualitas suara yang <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">tak banyak dimiliki oleh <em>girlband </em>dari gen 4</a>. </p>



<p>Bahkan, Irene dan Yeri yang lebih sering mengisi <em>part rap </em>secara kualitas vokal juga cukup oke, walau tentu tak sebagus tiga nama sebelumnya. Kualitas vokal anak SM memang tak kaleng-kaleng</p>



<h2 class="wp-block-heading">Feel My Rhythm</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Red Velvet 레드벨벳 &#039;Feel My Rhythm&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/R9At2ICm4LQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dari pertama kali muncul dari algoritma YouTube Music, Penulis langsung jatuh hati kepada lagu &#8220;Feel My Rhythm&#8221; dari detik pertama. Bagaimana tidak, dari intro saja mereka langsung menggunakan <em>sample </em>dari lagu klasik &#8220;<strong>Air on the G String</strong>&#8221; gubahan <strong>Johann Sebastian Bach</strong>.</p>



<p>Walaupun bukan pendengar intens, Penulis cukup menikmati musik-musik klasik terutama karya Wolfgang Amadeus Mozart dan Ludwig van Beethoven. Penulis memiliki beberapa CD orisinal mereka dan kerap mendengarkannya saat sedang belajar.</p>



<p>Penulis juga pernah mendengarkan Bach mengingat waktu kecil pernah membaca komik biografinya. Apalagi, &#8220;Air on the G String&#8221; merupakan salah satu lagu klasik yang paling <em>mainstream</em>, sehingga Penulis cukup familiar dengan nadanya. </p>



<p>Oleh karena itu, begitu mendengar ada alunan lagu ini di lagu K-Pop, Penulis cukup tercengang karena itu adalah kali pertama Penulis mengetahui kalau lagu klasik bisa dimasukkan ke lagu K-Pop yang lebih modern. </p>



<p>Tidak hanya digunakan di intro, <em>sample </em>&#8220;Air on the G String&#8221; juga kembali terdengar di bagian <em>reff</em>. Meskipun ada yang berpendapat kalau hal tersebut membuat <em>reff </em>terdengar terlalu ramai, menurut Penulis sang produser mampu menempatkannya dengan harmoni yang pas.</p>



<p>Mungkin lagu ini tidak terlalu memamerkan nada tinggi dari Wendy maupun Seulgi seperti di lagu <em>Happiness </em>atau <em>Red Flavor</em>, tapi tetap terasa mewah dan elegan. Suara mereka terdengar selaras dengan konsep lagunya. Vokal Joy yang kerap menjadi <em>bridging </em>pun juga sangat pas.</p>



<p>Dalam sebuah video <em>reaction </em>yang dilakukan musisi klasik dan <em>jazz</em>, mayoritas dari mereka menganggap kalau lagu ini memang sebuah karya yang luar biasa. Lagu ini seolah berhasil menggabungkan dua musik dari dua era yang jauh berbeda (&#8220;Air on the G String rilis tahun 1871, satu setengah abad sebelum &#8220;Feel My Rhythm&#8221; rilis). </p>



<p>Penempatan &#8220;Air on the G String&#8221; dalam lagu dilakukan dengan cerdik, dengan beberapa perubahan untuk menyesuaikan dengan lagu &#8220;Feel My Rhythm&#8221; itu sendiri. <em>Sample </em>dari lagu tersebut bisa dibilang tersebar dari awal hingga akhir lagu.</p>



<p>Seni dalam lagu &#8220;Feel My Rhythm&#8221; tidak hanya berhenti di &#8220;Air on the G String&#8221; saja. Di video klipnya, ada banyak referensi ke lukisan-lukisan klasik, tapi yang paling menonjol adalah karya-karya <strong>Hieronymus Bosch</strong> yang terkenal karena lukisan-lukisannya yang &#8220;unik.&#8221;</p>



<p>Karena beberapa alasan tersebutlah Penulis menganggap kalau lagu &#8220;Feel My Rhythm&#8221; adalah lagu K-Pop terindah yang pernah Penulis dengarkan. Satu-satunya bagian yang kurang Penulis sukai hanyalah bagian akhirnya yang seolah &#8220;langsung berhenti.&#8221;</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dua Kepribadian Red Velvet</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Red Velvet 레드벨벳 &#039;Chill Kill&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/xlyrt5eAtKI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dari video-video klip yang pernah Penulis tonton, Red Velvet memang seolah digambarkan memiliki dua kepribadian atau bisa disebut juga sebagai <em>mood</em>, yakni <strong>Halloween (<em>creepy</em>) </strong>dan <strong>Summer</strong>. Padahal, dua hal tersebut saling bertolak belakang.</p>



<p>Video klip yang termasuk ke kategori Halloween adalah &#8220;Psycho,&#8221; &#8220;Bad Boy,&#8221; &#8220;Peek-A-Boo,&#8221; &#8220;Really Bad Boy,&#8221; hingga &#8220;Chill Kill&#8221; memiliki kesan yang suram dan gelap. Mau tidak mau, kesan tersebut terbawa ketika mendengarkan lagunya saja.</p>



<p>Sedangkan lagu &#8220;Russian Roulette,&#8221; &#8220;Queendom,&#8221; &#8220;Red Flavor,&#8221; &#8220;Ice Cream Cake,&#8221; &#8220;Rookie,&#8221; &#8220;Dumb Dumb,&#8221; hingga &#8220;Happiness&#8221; memiliki kesan Summer yang lebih ceria dan bersemangat. Kesan <em>creepy</em>, kecuali di &#8220;Russian Roulette,&#8221; hampir tidak terasa sama sekali. </p>



<p>Lantas, bagaimana dengan lagu &#8220;Feel My Rhythm&#8221; yang Penulis sukai? Rasanya lagu tersebut bisa dimasukkan ke kedua kepribadian. Meskipun kesan Summer-nya cukup kuat, ada beberapa bagian yang lebih cocok untuk dimasukkan ke dalam kategori Halloween.</p>



<p>Saat artikel ini ditulis, Red Velvet telah mengumumkan akan merilis album terbarunya berjudul <em>Love is COSMIC</em> yang akan rilis pada tanggal 24 Juni 2024. Dilihat dari video trailernya, tampaknya konsep <em>creepy </em>masih dipertahankan oleh mereka di usia yang ke-10. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 20 Juni 2024, terinspirasi setelah menyadari vokal Red Velvet yang luar biasa</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.sportskeeda.com/pop-culture/red-velvet-s-extravagant-set-feel-my-rhythm-dance-performance-video-leaves-fans-awehttps://www.sportskeeda.com/pop-culture/red-velvet-s-extravagant-set-feel-my-rhythm-dance-performance-video-leaves-fans-awe">Sportskeeda</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=v1w3DS1lE0s&amp;t=214s">Classical &amp; Jazz Musicians React: Red Velvet &#8216;Feel My Rhythm&#8217; &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://tkunt.medium.com/red-velvet-%EB%A0%88%EB%93%9C%EB%B2%A8%EB%B2%B3-feel-my-rhythm-a-comprehensive-list-of-all-references-and-themes-draft-21275cde974">Red Velvet (레드벨벳) “Feel My Rhythm” — A comprehensive list of all references and themes | by Tim | Medium</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Feel My Rhythm: Red Velvet</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 15:16:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[aespa]]></category>
		<category><![CDATA[Girls' Generation]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ITZY]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Le Sserafim]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[NewJeans]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam bagian pertama, Penulis sudah membahas beberapa lagu K-Pop dari Gen 4 yang sudah Penulis dengarkan. Cukup banyak yang Penulis dengarkan dalam rentang waktu satu tahun, mulai dari NewJeans hingga ITZY. Dari banyaknya lagu yang Penulis dengarkan dan nikmati, jujur saja Penulis tidak bisa membedakan suara mereka dan tidak ada yang bisa dikatakan menonjol. Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam bagian pertama, Penulis sudah membahas beberapa lagu K-Pop dari Gen 4 yang sudah Penulis dengarkan. Cukup banyak yang Penulis dengarkan dalam rentang waktu satu tahun, mulai dari NewJeans hingga ITZY.</p>



<p>Dari banyaknya lagu yang Penulis dengarkan dan nikmati, jujur saja Penulis<strong> tidak bisa membedakan suara mereka </strong>dan <strong>tidak ada yang bisa dikatakan menonjol</strong>. Penulis bisa menikmati lagu mereka hanya karena musiknya yang enak di telinga.</p>



<p>Pada tulisan bagian kedua ini, Penulis akan memberikan opininya terkait (seolah) hilangnya <em>main vocal </em>yang menonjol dari <em>girlband </em>yang menjadi bagian dari Gen 4. Apakah ini merupakan bentuk evolusi musik K-Pop?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC.jpg 1240w " alt="Shout It Out Now!: One OK Rock" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/shout-it-out-now-one-ok-rock/">Shout It Out Now!: One OK Rock</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Apakah Girlband Gen 4 (dan Seterusnya) Sudah Tidak Butuh Vokalis?</h2>



<p>Pada dasarnya, sebuah <em>girlband </em>adalah sekumpulan perempuan yang menyanyi dan menari di atas panggung. Oleh karena itu, wajar jika sebuah <em>girlband </em>memiliki beberapa &#8220;tugas&#8221; yang berbeda seperti <em>vocal</em>, <em>rap</em>, visual, hingga <em>dancer</em>.</p>



<p>Karena &#8220;jualan&#8221; utamanya adalah lagu, maka wajar jika setiap <em>girlband </em>harus memiliki <em>main vocal</em>. Tidak harus semua bisa menyanyi, tapi setidaknya ada beberapa anggota yang memiliki kemampuan vokal di atas rata-rata.</p>



<p>Penulis ambil contoh Twice. Meskipun kerap dianggap hanya bertumpu pada Nayeon dan Jihyo dalam masalah vokal, setidaknya mereka memang memiliki anggota yang bisa bernyanyi dan kerap menjadi pengisi di <em>reff</em>. </p>



<p>Jika mau ditarik mundur lagi ke Gen 2, <em>girlband </em>seperti Girls&#8217; Generation sangat menonjolkan vokalnya. Bayangkan, setengah dari anggotanya yang berjumlah sembilan tersebut bisa mengisi posisi <em>main vocal </em>karena memang suaranya tidak kaleng-kaleng.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7154" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Main Vocal Legendaris (<a href="https://www.pinterest.com/pin/671036413206909715/">Pinterest</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika melakukan riset, sebenarnya masing-masing <em>girlband </em>memiliki <em>main vocal</em>-nya masing-masing. Di NewJeans ada <strong>Hanni</strong>, di LE SSERAFIM ada <strong>Yujin </strong>(yang wajahnya mirip sekali dengan Dewi Persik), di IVE ada <strong>Liz</strong>, di aespa ada <strong>Ningning</strong>, dan di IVE ada <strong>Lia</strong>.</p>



<p>Namun, coba bandingkan mereka dengan Taeyeon atau Jessica yang suaranya begitu legendaris. Kalau terlalu jauh, bandingkan dengan vokal yang dimiliki oleh Wendy atau Seulgi dari Red Velvet. Secara objektif, Penulis menilai kualitas vokal mereka kalah telak.</p>



<p>Akibatnya, <strong>distribusi pembagian lirik pun bisa dibilang menjadi cukup berimbang </strong>di antara anggota dan tidak ada jarak yang terlalu jauh. Hal ini beda dengan <em>girlband </em>yang memiliki vokal menonjol, di mana mereka akan cukup dominan dan sering kebagian versi <em>reff</em>.</p>



<p>Contoh, di Twice, bisa dipastikan kalau anggota yang mendapatkan porsi terbanyak adalah Nayeon dan Jihyo. Sementara itu, Momo dan Dahyun kerap menjadi anggota yang kebagian lirik paling sedikit, apalagi jika tidak ada bagian <em>rap </em>di lagu tersebut.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7155" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jihyo Kerap Mendapatkan Porsi Besar dalam Sebuah Lagu (<a href="https://www.allure.com/story/jihyo-twice-red-hair-allure-interview">Allure</a>)</figcaption></figure>



<p>Untuk menutupi kekurangan di bagian vokal ini, salah satu strateginya adalah dengan <strong>memasukkan posisi <em>rapper</em></strong>. Contohnya adalah IVE yang memiliki dua <em>rapper </em>pada sosok Rei dan Gaeul, serta Ryujin di ITZY yang menjadi <em>main rapper.</em></p>



<p>Strategi lainnya adalah tentu dengan membuat<strong> lagu yang tidak terlalu sulit untuk dinyanyikan</strong> dan <strong>tidak membutuhkan teknik vokal kelas tinggi</strong>. Oleh karena itu, tak salah jika lagu-lagu yang Penulis sebutkan bisa dikatakan <em>easy listening</em>, tak perlu usaha ekstra untuk bisa menikmatinya.</p>



<p>Hal ini pun menimbulkan pertanyaan, apakah memang kemampuan vokal di atas rata-rata sudah tidak dibutuhkan lagi oleh <em>girlband </em>saat ini? Seolah yang penting cukup punya suara yang tidak memalukan, visual yang menarik, <em>personality </em>yang memikat penggemar, dan mampu melakukan koreografi secara kompak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tidak Ada Main Vocal: Evolusi atau Kemunduran?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7157" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sakura dari LE SSERAFIM Dianggap Memiliki Kemampuan Vokal yang Buruk (<a href="https://www.teenvogue.com/story/le-sserafim-flawless-foundation-trick">Teen Vogue</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun tidak memiliki <em>main vocalist </em>yang menonjol seperti era Girls&#8217; Generation, setidaknya Penulis menikmati musik mereka. Apresiasi harus diberikan kepada produser musik dari masing-masing <em>girlband </em>yang mampu menciptakan lagu <em>catchy </em>yang menarik.</p>



<p>Sisi buruknya, banyak hujatan yang diarahkan kepada mereka. Contoh yang paling sering Penulis temukan adalah LE SSERAFIM, terutama kepada <strong>Sakura</strong>. Meskipun telah memiliki pengalaman 12 tahun di industri hiburan, kemampuan bernyanyinya benar-benar buruk.</p>



<p>Oleh karena itu, meskipun Penulis sempat menyinggung mengenai distribusi lirik yang lebih merata, ada beberapa kasus di mana ketimpangan terjadi. Contohnya ya Sakura ini, yang benar-benar &#8220;irit lirik&#8221; sehingga kerap dianggap &#8220;hanya modal tampang&#8221; untuk menjadi idola. </p>



<p>Mungkin, ini juga bagian dari evolusi musik K-Pop yang terkesan<strong> lebih mementingkan visual daripada audio</strong>. Jika visual menarik dengan suara biasa sudah bisa mendatangkan penggemar (dan otomatis, keuntungan), mengapa harus <em>extra effort </em>untuk mencari vokalis yang <em>extraordinary</em>?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7158" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/gen-4-tidak-bisa-nyanyi-5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perpaduan Visual dan Vokal Seperti IU Sangat Jarang (<a href="https://www.koreaboo.com/stories/iu-mother-approved-dreams-singer/">Koreaboo</a>)</figcaption></figure>



<p>Ironinya, ini akan terasa tidak adil untuk orang-orang yang memiliki kualitas vokal bagus, tetapi tidak didukung dengan visual yang menarik. Apalagi, standar kecantikan di Korea Selatan cukup tinggi, hingga mungkin operasi plastik pun tak akan bisa mendongkrak kariernya.</p>



<p>Walaupun vokal sudah bukan menjadi elemen utama, Penulis menilai bahwa para agensi memiliki strateginya tersendiri untuk menggaet penggemar. Selain dari visual, mereka pun berusaha untuk <strong>mendekatkan jarak antara idola dan penggemar</strong>.</p>



<p>Contohnya, hampir semua <em>girlband </em>saat ini memiliki kanal dan acara sendiri di YouTube, seperti<a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/"> Time to Twice yang sudah pernah Penulis bahas</a>. Jenis kontennya pun beragam, mulai dari <em>behind the scene</em>, <em>vlog</em>, <em>game</em>, dan lain sebagainya.</p>



<p>Alhasil, penggemar yang menonton konten-konten tersebut pun merasa dekat dengan idolanya. Maka dari itu, para idola pun dituntut untuk memiliki kepribadian yang menyenangkan agar penonton menjadi betah menonton mereka.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="1,2,3 IVE 4 BEHIND2" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dLiNZjmuoyU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pada akhirnya, ini adalah tentang strategi yang dilakukan oleh masing-masing agensi untuk mendulang penggemar sebanyak mungkin. Bisa jadi, Gen 4 adalah hasil dari banyak percobaan untuk menemukan formula yang paling pas untuk mendulang keuntungan terbesar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Tentu tidak semua <em>girlband </em>di Gen 4 tidak memiliki <em>main vocal </em>yang menonjol. Penilaian ini murni bersifat subjektif atas apa yang telah Penulis dengarkan. Apalagi, meskipun mengkritik bagian vokal, Penulis tetap menyukai dan menikmati musik mereka.</p>



<p>Berdasarkan wawancara terhadap teman Penulis yang merupakan pengamat K-Pop kelas tinggi, ia menyebutkan bahwa (G)-Idle dan NMIXX masih memiliki <em>main vocal </em>yang patut diacungi jempol. Mungkin Penulis akan mencoba mendengarkan mereka lain waktu.</p>



<p>Jadi, jawaban dari pertanyaan yang tertera di judul &#8220;<em><strong>Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi?</strong></em>&#8221; adalah <strong>iya</strong>, walau jawaban ini tidak berlaku untuk semuanya. Banyak <em>girlband </em>yang walaupun kemampuan vokalnya biasa saja, mereka bisa <em>survive </em>karena memiliki kelebihan di sektor lain.</p>



<p>Yang jelas, untuk saat ini Penulis akan tetap menikmati musik-musik K-Pop dari Gen 4, walau secara vokal menurut Penulis terbilang biasa saja. Lha <em>mong </em>saya suka, kok!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Maret 2024, terinspirasi setelah berdiskusi masalah bagaimana <em>idol </em>K-Pop di Gen 4 kurang memiliki vokal yang mumpuni</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Mar 2024 15:02:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[aespa]]></category>
		<category><![CDATA[Girls' Generation]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ITZY]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[Le Sserafim]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[NewJeans]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7146</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara algoritma YouTube Music yang sudah Penulis singgung sebelumnya, Penulis jadi menyelami dunia K-Pop sekali lagi. Karena baru &#8220;nyemplung&#8221; di tahun 2023, maka kebanyakan lagu yang direkomendasikan pun dari girlband Generasi 4 (Gen 4). Dari beberapa yang direkomendasikan oleh YouTube, ada yang jadi rutin Penulis dengarkan, mulai dari NewJeans, LE SSERAFIM, IVE, aespa, hingga ITZY. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Gara-gara <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">algoritma YouTube Music yang sudah Penulis singgung sebelumnya</a>, Penulis jadi menyelami dunia K-Pop sekali lagi. Karena baru &#8220;nyemplung&#8221; di tahun 2023, maka kebanyakan lagu yang direkomendasikan pun dari <em>girlband </em>Generasi 4 (Gen 4).</p>



<p>Dari beberapa yang direkomendasikan oleh YouTube, ada yang jadi rutin Penulis dengarkan, mulai dari <strong>NewJeans</strong>, <strong>LE SSERAFIM</strong>, <strong>IVE</strong>, <strong>aespa</strong>, hingga <strong>ITZY</strong>. Di antara yang Penulis sebutkan tersebut, secara musikalitas Penulis paling cocok dengan LE SSERAFIM dan IVE.</p>



<p>Namun, ketika mendengarkan mereka semua, Penulis jadi menyadari bahwa <em>girlband </em>saat ini tidak memiliki <em>main vocalist </em>yang suaranya menonjol. Didengarkan berkali-kali pun, Penulis kesulitan untuk membedakan suara masing-masing anggotanya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner.jpg 1280w " alt="Kenapa Saya Jomblo?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-saya-jomblo/">Kenapa Saya Jomblo?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Musik K-Pop Apa Saja yang Penulis Dengarkan</h2>



<p>Sebelum &#8220;menilai&#8221; apakah <em>girlband </em>Gen 4 memang tidak memiliki <em>main vocalist </em>yang menonjol, Penulis ingin berbagi mengenai apa dan siapa saja yang Penulis dengarkan. Penilaian di bawah ini berdasarkan musik K-Pop yang sudah Penulis dengarkan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">NewJeans</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="GODS ft. NewJeans (뉴진스) (Official Music Video) | Worlds 2023 Anthem - League of Legends" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/C3GouGa0noM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Twice</a>, <em>girlband </em>selanjutnya yang Penulis dengarkan adalah <strong>NewJeans</strong>, yang terdiri dari Hanni, Haerin, Minji, Danielle, dan Hyein. Hal ini dikarenakan teman Penulis yang merekomendasikannya, dan Penulis terkejut betapa mudanya para anggotanya.</p>



<p>Karena saat itu NewJeans cukup <em>hype </em>sebagai pendatang baru, Penulis langsung memasukkan beberapa lagu seperti <strong>&#8220;OMG&#8221;, &#8220;Hype Boy&#8221;,</strong>  hingga <strong>&#8220;Ditto.&#8221;</strong> Penulis juga menyukai lagu baru mereka seperti <strong>&#8220;Super Shy&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;GODS&#8221; </strong>yang menjadi favorit nomor satunya.</p>



<p>Namun, jangankan untuk membedakan vokalnya, membedakan anggotanya saja sampai sekarang Penulis belum bisa. Hanya Danielle, yang wajahnya cukup bule, yang langsung Penulis kenali. Jika empat <em>member </em>lainnya dijejerkan, Penulis akan kesulitan untuk menyebutkan namanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">LE SSERAFIM</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="LE SSERAFIM (르세라핌) ‘이브, 프시케 그리고 푸른 수염의 아내’ OFFICIAL M/V" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/dZs_cLHfnNA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pertama kali Penulis mengetahui <strong>LE SSERAFIM </strong>(yang merupakan anagram dari <em>I&#8217;m fearless</em>) adalah ketika melihat ada lagu berjudul<strong> &#8220;ANTIFRAGILE&#8221; </strong>di YouTube. Entah mengapa ada dorongan untuk mendengarkannya, dan ternyata memang sangat nempel di telinga karena <em>reff</em>-nya yang <em>catchy </em>dan gampang diingat.</p>



<p>LE SSERAFIM terdiri dari lima anggota, yakni Kim Chaewon, Sakura (keduanya mantan anggota IZONE yang telah bubar), Yunjin, Kazuha, dan Eunchae. Aslinya ada enam, tapi yang satu telah dikeluarkan karena skandal. </p>



<p>Ternyata, setelah mendengarkan lagu mereka yang lain, banyak yang cocok dengan telinga Penulis. Beberapa lagu yang menyusul masuk ke dalam <em>playlist </em>adalah <strong>&#8220;UNFORGIVEN,&#8221; &#8220;FEARLESS,&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;Sour Grapes&#8221; </strong>yang menjadi salah satu favorit Penulis.</p>



<p>Tak hanya berhenti di situ, Penulis juga suka<strong> &#8220;Eve, Psyche &amp; The Bluebeard&#8217;s Wife,&#8221; &#8220;Good Parts,&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Perfect Night&#8221;</strong> yang, sama seperti &#8220;GODS&#8221; dari NewJeans, menjadi <em>soundtrack </em>lagu <em>official </em>dari turnamen <em>esports.</em> Sayangnya, lagu baru mereka seperti &#8220;Easy&#8221; dan &#8220;Smarter&#8221; kurang cocok di telinga Penulis.</p>



<p>Jika dibandingkan dengan NewJeans yang musiknya terkesan <em>flat</em>, secara sederhana Penulis menganggap lagu-lagu LE SSERAFIM memiliki musik &#8220;kuat&#8221; yang bisa memuaskan <em>basshead </em>seperti Penulis, tapi juga bisa menghadirkan musik <em>ballad </em>seperti di lagu &#8220;Sour Grapes.&#8221;</p>



<h3 class="wp-block-heading">IVE</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Baddie&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Da4P2uT4mVc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jika Penulis merasa cocok dengan LE SSERAFIM karena mampu menghadirkan beberapa lagu yang <em>bass</em>-nya terasa kuat, maka <strong>IVE </strong>bisa memberikan lebih banyak lagi. Bahkan, lagu &#8220;perkenalan&#8221; ke Penulis,<strong> &#8220;Kitsch,&#8221;</strong> mampu memuaskan Penulis.</p>



<p>Namun, Penulis justru mulai serius mendengarkan IVE lewat lagu selanjutnya, yakni<strong> &#8220;I AM.&#8221;</strong> Sejak itu, Penulis jadi makin mendengarkan lagu-lagu lama mereka seperti <strong>&#8220;Eleven,&#8221; &#8220;Love Dive,&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;After Like.&#8221;</strong> Di lagu baru mereka yang berjudul <strong>&#8220;Baddie,&#8221;</strong> barulah IVE kembali menghadirkan lagu yang <em>bass</em>-nya nendang.</p>



<p>Menariknya, IVE juga bisa menghadirkan lagu-lagu bernuansa <em>ballad </em>seperti <strong>&#8220;Off the Record,&#8221; &#8220;Either Way,&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;I Want.&#8221; </strong>Penulis jarang suka lagu-lagu <em>ballad</em>, tapi entah mengapa lagu-lagu dari IVE berhasil Penulis nikmati.</p>



<p>IVE terdiri dari enam anggota, yakni Gaeul, Yujin, Rei (Penulis<em> </em>merupakan <em>s</em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=yUcWTZkNbvI&amp;list=PLvGP2JpRxVlCGFshQuu-avxGQcth2sMdB"><em>ubscriber </em>dari kanal YouTube pribadinya</a>), Wonyoung, Liz, dan Leeseo. Yujin dan Wonyoung, sama seperti Chaweon dan Sakura, merupakan mantan anggota IZONE.</p>



<p>Di antara <em>girlband </em>yang Penulis sebutkan di tulisan ini, IVE adalah penyumbang lagu terbanyak yang berhasil masuk ke dalam <em>playlist</em>. Memang jumlahnya kalah dari Twice dan Red Velvet (yang akan Penulis bahas secara terpisah), tapi itu menunjukkan kalau musik IVE cocok dengan selera Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">aespa</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="aespa 에스파 &#039;Better Things&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gfk3QLU1x0E?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebelum mendengar nama NewJeans, LE SSERAFIM, atau IVE, Penulis sudah pernah mendengarkan nama <strong>aespa</strong>, sebuah <em>girlband </em>dari SM Entertainment yang terdiri dari Karina, Winter, Giselle, dan Ningning. </p>



<p>Namun, Penulis baru memberi perhatian ke mereka sejak menonton video mereka mengikuti kuis bahasa Indonesia. Penulis merekomendasikan untuk <a href="https://www.youtube.com/watch?v=I4nn2oXI1bw&amp;t=108s&amp;pp=ygUWYWVzcGEgYmFoYXNhIGluZG9uZXNpYQ%3D%3D">menontonnya di YouTube</a>, karena video tersebut sangat lucu sekaligus menggemaskan.</p>



<p>Sejujurnya, musik aespa kurang masuk ke telinga Penulis. Bahkan, Penulis sampai pernah minta rekomendasi lagu apa yang enak dari aespa ke teman kantor, dan ia pun merekomendasikan beberapa lagu.</p>



<p>Beberapa lagu aespa yang masuk ke dalam <em>playlist </em>adalah<strong> &#8220;Black Mamba,&#8221; &#8220;Girls,&#8221; &#8220;Next Level,&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;Spicy.&#8221; </strong>Namun, jujur, lagu-lagu tersebut terkesan B saja bagi Penulis dan sangat mungkin terdepak dari <em>playlist</em>. Untungnya, beberapa lagu baru mereka seperti <strong>&#8220;Better Things&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Drama&#8221; </strong>cukup cocok untuk telinga Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading"><strong>ITZY</strong></h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="ITZY &quot;BORN TO BE&quot; M/V @ITZY" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/4R7vRFGJr3k?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jika Penulis tertarik mendengarkan aespa karena video mereka (berusaha) berbahasa Indonesia, maka Penulis tertarik mendengarkan <strong>ITZY </strong>karena kelancaran para anggotanya dalam berbahasa Inggris.</p>



<p>Biasanya, anggota yang bisa berbahasa Inggris<em> </em>adalah mereka yang memang besar di luar Korea Selatan. Di ITZY, yang tinggal lama di luar negeri adalah Lia, sehingga wajar bahasa Inggris-nya sangat lancar. Namun, anggota yang lain terutama Ryujin juga cukup fasih berbahasa Inggris. </p>



<p>Tiga anggota lainnya, Yeji, Chaeryeong, dan Yuna, bisa dikatakan masih oke jika dibandingkan dengan anggota<em> girlband </em>lain. Tengok saja Twice, kesembilan anggotanya bisa dibilang tidak ada yang benar-benar <em>fluent </em>dalam bahasa Inggris!</p>



<p>Sayangnya, sama seperti aespa, ketertarikan tersebut tidak berhasil dikonversi jadi menggemari musik mereka karena ketidakcocokan genre. Setelah mendengarkan beberapa lagunya (seperti &#8220;Cake&#8221; dan &#8220;Sneakers&#8221;), hanya lagu terbaru mereka <strong>&#8220;Born to Be&#8221;</strong> yang bisa Penulis benar-benar nikmati.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Itulah beberapa <em>girlband </em>dan musik mereka yang sering Penulis dengarkan. Alasan Penulis menjabarkan secara cukup rinci seperti di atas adalah sebagai &#8220;bukti&#8221; kalau Penulis benar-benar mengamati musik mereka.</p>



<p>Selain yang disebutkan di atas, sebenarnya masih ada beberapa <em>girlband </em>lain yang Penulis dengarkan. Hanya saja, jumlah lagu yang didengarkan tidak begitu banyak, sehingga kurang kuat untuk menjadi dasar penilaian. </p>



<p>Pada bagian kedua, Penulis akan menjelaskan mengenai hilangnya <em>main vocal </em>yang menonjol di Gen 4, tidak seperti era-era sebelumnya. Apakah ini bagian dari evolusi musik K-Pop untuk bisa terus bertahan melawan genre lain?</p>



<p><em><a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/"><strong>Baca bagian kedua di sini&#8230;</strong></a></em></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Maret 2024, terinspirasi setelah berdiskusi masalah bagaimana <em>idol </em>K-Pop di Gen 4 kurang memiliki vokal yang mumpuni</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">Benarkah Girlband K-Pop Gen 4 Tidak Perlu Bisa Menyanyi? (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Algoritma YouTube Music Membuat Saya Menyelami K-Pop</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Mar 2024 16:31:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[algoritma]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<category><![CDATA[YouTube Music]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7087</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis merupakan pengguna YouTube Premium selama beberapa tahun terakhir. Penulis memilih paket untuk keluarga yang bisa digunakan untuk berlima dengan biaya langganan Rp109.980 per bulan. Kebetulan, Penulis sekeluarga berisi lima orang sehingga pas. Ada beberapa alasan mengapa Penulis memilih untuk menggunakan layanan tersebut, seperti terbebas dari iklan dan sudah include YouTube Music. Nah, layanan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">Bagaimana Algoritma YouTube Music Membuat Saya Menyelami K-Pop</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis merupakan pengguna<strong> YouTube Premium</strong> selama beberapa tahun terakhir. Penulis memilih paket untuk keluarga yang bisa digunakan untuk berlima dengan biaya langganan Rp109.980 per bulan. Kebetulan, Penulis sekeluarga berisi lima orang sehingga pas.</p>



<p>Ada beberapa alasan mengapa Penulis memilih untuk menggunakan layanan tersebut, seperti terbebas dari iklan dan sudah <em>include </em>YouTube Music. Nah, layanan yang terakhir Penulis rasa bisa menjadi pengganti Spotify, sehingga Penulis tidak perlu banyak berlangganan.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis ingin berbagi bagaimana algoritma yang dimiliki oleh aplikasi musik <em>online</em>, dalam kasus Penulis YouTube Music, bisa membuat Penulis (kembali) menyelami K-Pop, bahkan lebih dalam dibandingkan periode pertamanya dulu.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/">Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Algoritma YouTube Music Bekerja</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7090" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/algoritma-youtube-music-kpop-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">YouTube Music (<a href="https://youtu.be/mrm50KbvGnk">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika kuliah dulu, biasanya Penulis mengunduh album atau lagu yang diinginkan, sehingga lagu yang didengarkan pun cukup sebatas yang ingin didengarkan. Enaknya, karena Penulis menggunakan iTunes, pengorganisirannya pun sangat rapi.</p>



<p>Hal ini berbeda dengan YouTube Music, yang bahkan jika dibandingkan dengan Spotify sangat tidak rapi. Bahkan, untuk mengurutkan lagu yang telah dimasukkan ke dalam Playlist pun tidak bisa. Secara antarmuka pun sejujurnya kurang menarik.</p>



<p>Namun, di sisi lain, YouTube Music membuat kita bisa mengetahui banyak lagu yang sebelumnya belum pernah kita tahu. Tinggal memilih satu lagu, maka algoritma dari YouTube Music melalui <strong>Autoplay </strong>pun akan memainkan lagu berikutnya yang segenre atau sejenis.</p>



<p>Ketika Penulis mendengarkan lagu-lagu <em>rock </em>barat, maka mayoritas lagu-lagu yang akan dimainkan selanjutnya pun kemungkinan sudah Penulis ketahui. Jika mendengarkan <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Linkin Park</a> misalnya, maka lagu-lagu selanjutnya pun berpusat sekitar 30 Seconds to Mars, Avenged Sevenfold, <a href="https://whathefan.com/musik/asleep-or-dead-my-chemical-romance/">My Chemical Romance</a>, dan lainnya.</p>



<p>Contoh lain, jika mendengarkan lagu <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/">NOAH</a>, maka lagu-lagu yang dimainkan selanjutnya pun akan berpusat pada lagu-lagu pop Indonesia seperti <a href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Dewa</a> dan Sheila on 7, yang sebenarnya juga cukup familiar di telinga Penulis yang jarang mendengarkan lagu Indonesia.</p>



<p>Nah, beda cerita dengan K-Pop. Penulis sudah bertahun-tahun berhenti mendengarkan K-Pop, sehingga cukup buta dengan perkembangannya dan ada grup apa saja yang sedang populer sekarang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Algoritma YouTube Music Membuat Penulis Mendalami K-Pop</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="637" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-13-231514-1024x637.png" alt="" class="wp-image-7091" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-13-231514-1024x637.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-13-231514-300x187.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-13-231514-768x478.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-13-231514.png 1480w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Contoh Algoritma YouTube Music</figcaption></figure>



<p>Pertama kali Penulis bersentuhan dengan dunia K-Pop adalah ketika SMA, di mana waktu itu yang menjadi &#8220;gerbangnya&#8221; adalah <strong>SNSD </strong>atau <strong>Girls&#8217; Generation</strong> dan<strong> Super Junior</strong>. Penulis cukup banyak mendengarkan lagu-lagu mereka.</p>



<p>Dari sana, Penulis jadi tahu banyak <em>girlband </em>atau<em> boyband </em>lain seperti Sistar, Big Bang, Afterschool, 2PM, 2NE1, Shinee, Kara, Miss A, dan lain sebagainya. Namun, Penulis hanya sedikit sekali mengetahui lagu-lagu mereka, hanya satu-sua saja.</p>



<p>Ketika kuliah, Penulis berhenti mendengarkan K-Pop, dan baru diperkenalkan lagi melalui <strong><a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blankpink</a> </strong>di tahun 2018 gara-gara teman kerja. Itu pun tidak bertahan lama, karena Penulis merasa tidak begitu cocok dengan genre dari <em>girlband </em>yang terdiri dari Jisoo, Jennie, Lisa, dan Rose tersebut.</p>



<p>Lantas, memasuki akhir 2022 hingga awal 2023, <a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">Penulis berkenalan dengan <strong>Twice</strong></a>, yang tulisannya ada tiga artikel sendiri. Saat itu, Penulis sudah berlangganan YouTube Music dan mendengarkan lagu-lagu Twice di sana.</p>



<p>Nah, Penulis terkadang hanya memilih lagu-lagu Twice yang disukai seperti <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">&#8220;Alcohol Free&#8221; dan &#8220;Can&#8217;t Stop Me&#8221;</a>, lalu membiarkan algoritma YouTube Music memilihkan lagu berikutnya. Tentu saja, yang direkomendasikan adalah lagu-lagu dari <em>girlband </em>lain.</p>



<p>Dari algoritma inilah, Penulis jadi mengetahui banyak sekali lagu-lagu K-Pop yang ternyata pas dengan telinganya. Dari yang tidak tahu apa-apa, hanya tahu Twice, hingga kini mengetahui beberapa <em>girlband </em>Korea dari generasi 3 dan 4.</p>



<p>Mungkin karena berangkatnya dari Twice, Penulis hampir tidak pernah mendapatkan rekomendasi lagu dari <em>boyband</em>. Kebetulan, Penulis juga tidak terlalu berminat untuk mendengarkannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Girlband Apa Saja yang Diketahui?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Red Velvet 레드벨벳 &#039;Feel My Rhythm&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/R9At2ICm4LQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Karena sistem Playlist berdasarkan Like di YouTube musik diurutkan berdasarkan kapan di-<em>like</em>, Penulis jadi bisa mengetahui bagaimana kronologi lagu-lagu K-Pop bisa masuk ke dalam Playlist-nya.</p>



<p>Tentu saja semua berawal dari lagu-lagu <strong>Twice</strong>, yang hingga kini jumlahnya masih belasan. Setelah itu, yang masuk adalah lagu-lagu dari <strong>NewJeans</strong> yang disarankan oleh teman Penulis yang kebetulan meracuni Penulis dengan Twice.</p>



<p>Setelah itu, ada dua lagu yang sangat nyantol di telinga dari dua <em>girlband </em>Gen 4, yakni &#8220;Antifragile&#8221; dari <strong>LE SSERAFIM</strong> dan &#8220;Kitsch&#8221; dari<strong> IVE</strong>. Genre dari kedua <em>girlband </em>ini ternyata ke depannya cocok dengan selera Penulis, sehingga cukup banyak lagunya yang masuk ke Playlist.</p>



<p>Setelah itu, barulah masuk <strong>Red Velvet</strong> yang sebenarnya satu generasi dengan Twice dan Blackpink. Penulis ingat teman kantornya pernah berkata kalau konsep <em>girlband </em>ini sering <em>creepy</em>, dan ternyata memang benar. Namun, lagunya seperti &#8220;Psycho&#8221; dan &#8220;Feel My Rhythm&#8221; juga cocok dengan Penulis.</p>



<p>Setelah lagu-lagu dari <em>girlband </em>yang telah disebutkan di atas cukup banyak masuk ke dalam Playlist, giliran <strong>aespa</strong> lalu <strong>ITZY</strong> yang masuk ke dalam Playlist. Namun, sejujurnya genre keduanya kurang masuk dengan selera Penulis.</p>



<p>Baru-baru ini, <strong>NMIXX</strong> juga menyusul masuk ke dalam Playlist melalui lagunya &#8220;Young, Dumb, Stupid&#8221; yang bagian <em>reff</em>-nya mengambil sampel lagu anak-anak &#8220;Fruit Salad&#8221;, yang dulu sering Penulis nyanyikan ketika masa-masa OSIS.</p>



<p>Penulis juga membuat Playlist khusus K-Pop, yang hingga kini telah berisi lebih dari 100 lagu. Daftar <em>girlband </em>yang belum disebukan antara lain ada <strong>STAYC</strong>, <strong>Weekly</strong>, dan<strong> OH MY GIRL</strong>. Teman Penulis juga menyarankan (G)I-DLE dan Got the Beat, tapi belum menemukan lagu yang enak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Bagi Penulis, lagu-lagu K-Pop yang <em>easy listening </em>bisa menjadi selingan untuk lagu-lagu <em>rock </em>yang berat. Sebagai teman kerja lagu K-Pop pun cukup asyik, walau terkadang jadi membayangkan yang nyanyi.</p>



<p>Penulis bisa mengetahui cukup banyak <em>girlband </em>dan lagu-lagunya pun karena adanya YouTube Music, yang memungkinan dirinya untuk mengeksplorasi apa yang selama ini tidak diketahui. Ini berbeda dengan musik <em>rock </em>yang dari dulu memang sudah didalami ataupun pop Indonesia yang terdengar di mana-mana.</p>



<p>Untuk tulisan selanjutnya, Penulis akan membedah <em>girlband-girlband </em>yang telah disebutkan di atas. Mungkin akan jadi satu tulisan, tapi jika ternyata isinya panjang bisa saja Penulis akan menulisnya menjadi beberapa bagian. Maklum, cukup banyak lagu K-Pop yang Penulis dengarkan sekarang.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 13 Maret 2024, terinspirasi setelah menyadari bagaimana YouTube Music membuat dirinya mendengarkan banyak lagu K-Pop</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">Bagaimana Algoritma YouTube Music Membuat Saya Menyelami K-Pop</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Feel Special: Twice</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Apr 2023 14:19:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[girlband]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[korea]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6411</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika makin sering bersentuhan dengan Twice, Penulis masih berusaha keras untuk tidak terlalu mendengarkan lagu-lagu mereka. Apalagi alasannya cukup kuat, karena lagu-lagu Twice cukup terasa girly dan ceria, sehingga tidak masuk ke dalam selera Penulis. Namun, Penulis lupa jika Twice telah debut sejak tahun 2015. Artinya, mereka memiliki jumlah lagu yang cukup banyak. Berawal dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Feel Special: Twice</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika makin sering bersentuhan dengan Twice, Penulis masih berusaha keras untuk tidak terlalu mendengarkan lagu-lagu mereka. Apalagi alasannya cukup kuat, karena lagu-lagu Twice cukup terasa <em>girly </em>dan ceria, sehingga tidak masuk ke dalam selera Penulis.</p>



<p>Namun, Penulis lupa jika Twice telah debut sejak tahun 2015. Artinya, mereka memiliki jumlah lagu yang cukup banyak. Berawal dari satu lagu, Penulis pun makin banyak mendengarkan lagu-lagu mereka.</p>



<p>Padahal, awalnya Penulis merasa cukup untuk mengenal Twice lewat acara <em>reality show </em>mereka saja, <em><a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">Time to Twice</a></em>. Personalitas masing-masing personil cukup menyenangkan untuk ditonton. Ternyata, itu saja tidak cukup, apalagi <em>Time to Twice </em>kerap memutar lagu Twice.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Berawal dari Empat Lagu</h2>



<p>Ketika mulai mendengarkan lagu-lagu Twice, ada beberapa yang sudah terngiang-ngiang di kepala karena sudah sering mendengarkannya, baik di Reels maupun <em>Time to Twice</em>. Keempat lagu tersebut adalah <em><strong>Talk That Talk</strong></em>, <em><strong>The Feels</strong></em>, <strong><em>What Is Love</em>?,</strong> dan <em><strong>Alcohol Free</strong></em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="TWICE &quot;Alcohol-Free&quot; M/V" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/XA2YEHn-A8Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bagi Penulis, keempat lagu tersebut terasa benar-benar Twice. Ceria, energik, <em>fun </em>untuk didengarkan, diselingi <em>rap </em>yang <em>catchy</em>. Dua lagu yang disebut pertama juga Penulis sukai karena vokal Jihyo yang kuat benar-benar menonjol.</p>



<p>Di antara empat lagu tersebut, jika disuruh memilih satu, maka Penulis akan memilih <em>Alcohol Free </em>yang terasa ringan, tapi memberikan &#8220;candu&#8221; tertentu. Apalagi, video klipnya juga berhasil memberikan sensasi musim panas yang menyegarkan.</p>



<p>Dari keempat lagu ini, Penulis juga jadi belajar bagaimana pembagian vokal dari masing-masing <em>member</em>. Awalnya Penulis cukup merasa kesulitan membedakan suara mereka, walaupun sekarang sudah lumayan bisa.</p>



<p><strong>Nayeon</strong> dan <strong>Jihyo</strong> jelas menjadi <em>main vocal</em>, sedangkan <strong>Chaeyoung</strong> dan <strong>Dahyun</strong> menjadi <em>rapper</em>. <strong>Mina</strong> dan <strong>Tzuyu</strong> kerap mengisi <em>bridging</em>, sedangkan <strong>Sana</strong> sering menyanyikan bagian-bagian yang ikonik seperti <em>Shy Shy Shy </em>di lagu <em>Cheer Up</em>.</p>



<p>Personel lainnya, <strong>Jeongyeon</strong> dan <strong>Momo</strong>, biasanya mendapatkan porsi yang cukup kecil di dalam lagu. Jeongyeon terkadang juga memegang peran sebagai <em>main vocal </em>ketiga, sedangkan Momo akan menjadi <em>rapper </em>ketiga.</p>



<p>Setelah berkali-kali mendengarkan keempat lagu tersebut, Penulis pun akhirnya memutuskan untuk mencoba mendengarkan lagu-lagu Twice lainnya. Akhirnya, Penulis pun menemukan banyak sekali lagu Twice yang ternyata enak untuk didengarkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Evolusi Twice ke Arah yang Lebih Dewasa</h2>



<p><em><strong>I Can&#8217;t Stop Me</strong></em>, <em><strong>Cheer Up</strong></em>, <em><strong>More &amp; More</strong></em>, <em><strong>Yes or Yes</strong></em>, <em><strong>Likey</strong></em>, <em><strong>Dance the Night Away</strong></em>, <em><strong>Signal</strong></em>, hingga <em><strong>Knock Knock</strong></em> adalah lagu-lagu selanjutnya yang Penulis sukai. Lagu yang disebut pertama bahkan menjadi favorit, walau kesan lagu ini berbeda dari lagu lainnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="TWICE &quot;I CAN&#039;T STOP ME&quot; M/V" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/CM4CkVFmTds?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>I Can&#8217;t Stop Me </em>bisa dibilang menjadi penanda bahwa Twice mulai meninggalkan kesan <em>unyu-unyu </em>dan memasuki periode <em>mature </em>di mana lagunya lebih terdengar serius dan menghilangkan keceriaan pada lagunya.</p>



<p>Meskipun baru mendengarkan Twice, Penulis bisa menyimpulkan bahwa Twice memang sedang menuju ke arah sana. Dua lagu terakhirnya, <em>Moonlight Sunrise </em>dan <em>Set Me Free</em> juga terkesan serius, bahkan cenderung gelap.</p>



<p>Jihyo sendiri dalam salah satu <em>interview</em> mengatakan bahwa dirinya dan personel lain merasa sudah cukup berumur, dan akan malu jika harus membawakan lagu-lagu lama mereka yang terasa imut seperti <em>TT </em>dan <em>Cheer Up</em>.</p>



<p>Entah apakah di masa depan Twice akan benar-benar berhenti membawakan lagu-lagu lama mereka dan berfokus membawakan lagu yang terkesan dewasa. Penulis jarang menonton video konser mereka, sehingga rasanya keputusan tersebut tidak terlalu berpengaruh bagi dirinya.</p>



<p>Sebagai tambahan, Penulis justru tidak terlalu menyukai lagu-lagu populer Twice seperti <em><strong>Fancy</strong> </em>dan <em><strong>Feel Special</strong></em>. Penulis mendengarkan lagu-lagu tersebut, hanya saja tidak pernah menjadi favoritnya.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga mendengarkan lagu <em>Twice </em>lainnya seperti <em><strong>Like Ooh-Ahh</strong></em>, <em><strong>TT</strong></em>, <em><strong>Cry for Me</strong></em>, <em><strong>Touchdown</strong></em>, <em><strong>Celebrate</strong></em>, <em><strong>Heart Shaker</strong></em>, <em><strong>Scientist</strong></em>, <em><strong>Lalala</strong></em>, <em><strong>Queen of Heart</strong></em>, hingga <em><strong>Depends on You</strong></em>. Namun, tidak ada yang benar-benar jadi favorit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Ketika mulai mendengarkan <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">lagu Blackpink</a>, hanya ada beberapa lagu mereka yang berhasil masuk ke dalam daftar favorit. Bahkan, rasa bosannya pun sangat cepat datang hingga akhirnya Penulis berhenti mendengarkan lagu-lagu mereka.</p>



<p>Beda cerita dengan Twice. Berawal dari empat lagu, Penulis mendengarkan puluhan lagu mereka. Bahkan, ada belasan yang Penulis masukkan ke dalam daftar favoritnya karena memang menyukai lagu-lagunya.</p>



<p>Mungkin ada unsur bias karena Penulis telah menonton <em>Time to Twice </em>terlebih dahulu sebelum mendengarkan lagunya, sehingga ada perasaan &#8220;dekat&#8221; karena mengetahui sifat-sifat mereka. Namun, menurut Penulis lagu-lagunya memang <em>easy listening </em>dan <em>catchy.</em></p>



<p>Penulis benar-benar tidak menyangka akan terjun sedalam ini lagi ke dunia K-Pop hanya dalam waktu beberapa bulan. Twice memang benar-benar <em>feel special</em>.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 7 April 2023, terinspirasi setelah merasa dirinya semakin mendalami Twice</p>



<p>Foto: <a href="https://www.allkpop.com/article/2022/08/twice-drops-the-comeback-schedule-for-their-11th-mini-album-between-12">KEPOPER</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Feel Special: Twice</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>K-On! ala Bocchi the Rock!</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/k-on-ala-bocchi-the-rock/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/k-on-ala-bocchi-the-rock/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Apr 2023 15:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Band]]></category>
		<category><![CDATA[Bocchi the Rock!]]></category>
		<category><![CDATA[K-On]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6339</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika baru mulai menonton anime, salah satu anime awal yang Penulis tonton adalah K-On! karena genre komedi yang diusungnya. Ternyata benar saja, anime tersebut lumayan mengocok perut Penulis berkat aksi-aksi &#8220;ajaib&#8221; para punggawanya. K-On! memiliki konsep tentang band SMA yang diisi oleh lima gadis. Keseharian mereka dalam bermusik ternyata bisa menjadi cukup menarik untuk diikuti. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/k-on-ala-bocchi-the-rock/">K-On! ala Bocchi the Rock!</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika baru mulai menonton anime, salah satu anime awal yang Penulis tonton adalah <em>K-On!</em> karena genre komedi yang diusungnya. Ternyata benar saja, anime tersebut lumayan mengocok perut Penulis berkat aksi-aksi &#8220;ajaib&#8221; para punggawanya.</p>



<p><em>K-On! </em>memiliki konsep tentang <em>band </em>SMA yang diisi oleh lima gadis. Keseharian mereka dalam bermusik ternyata bisa menjadi cukup menarik untuk diikuti. Untuk itu, ketika mengetahui ada anime yang memiliki konsep serupa, Penulis menjadi tertarik.</p>



<p>Anime tersebut adalah <em><strong>Bocchi the Rock! </strong></em>yang mendapatkan respons cukup positif dari para penontonnya. Bahkan di situs MyAnimeList, anime ini mampu mendapatkan rating yang sangat tinggi, 8,89. Apakah memang sebagus itu?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Ketika &#8220;Komi-san&#8221; Gabung Band</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Salah Satu Efek <em>Nyeleneh </em>dari<em> </em>Bocchi (<a href="https://dafunda.com/otaku/alasan-bocchi-the-rock-jadi-anime-komedi-terbaik/">Dafunda</a>)</figcaption></figure>



<p>Anime ini berpusat pada karakter <strong>Hitori Gotō</strong>, sosok <em>introvert </em>yang memiliki masalah kecemasan sosial. Ketidakmampuannya dalam bersosialisasi membuatnya bertekad untuk belajar main gitar, karena ia percaya hal tersebut mampu membantunya memiliki teman.</p>



<p>Hitori, atau disapa Bocchi di anime ini, memang berhasil menjadi pemain gitar yang handal, bahkan ia terkenal di internet dengan alias<strong> guitarhero</strong> dan memiliki banyak penggemar. Hanya saja, tujuan utamanya untuk bisa memiliki teman tetap gagal total.</p>



<p>Semua itu berubah ketika tanpa sengaja ia bertemu dengan <strong>Nijika Ijichi</strong>, sosok periang yang juga pemimpin sebuah <em>band </em>bernama <strong>Kessoku Band</strong>. Ia sedang membutuhkan seorang gitaris karena gitaris sebelumnya kabur ketika akan tampil.</p>



<p>Bocchi yang susah berkomunikasi (walau tak separah <a href="https://whathefan.com/animekomik/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate/">Komi-san dari anime <em>Komi Can&#8217;t Communicate</em></a>) pun akhirnya &#8220;terseret&#8221; dan ikut pergi ke tempat konser bernama STARRY. Di sana, ia bertemu dengan personel <em>band </em>lainnya bernama <strong>Ryō Yamada</strong>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6402" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dari Kiri: Nijika, Bocchi, Ikuyo, Ryo (<a href="https://www.nme.com/en_asia/news/music/bocchi-the-rock-anime-outsell-stray-kids-nct-dream-japan-charts-3379406">NME</a>)</figcaption></figure>



<p>Kessoku Band pun tampil bertiga, di mana Nijika menjadi <em>drumer</em>, Ryō menjadi <em>bassis</em>, dan Bocchi menjadi gitaris. Meskipun debut mereka bisa dibilang tidak cukup baik, mereka masih mendapatkan kesempatan untuk terus bermain di STARRY.</p>



<p>Nah, omong-omong soal gitaris yang kabur, ternyata sosok tersebut adalah teman sekolah Bocchi bernama <strong>Ikuyo Kita</strong>. Ia ternyata mau bergabung dengan <em>band </em>tersebut karena menyukai Ryō (ya, anime ini ada unsur <em>yuri</em>), padahal tidak bisa bermain gitar.</p>



<p>Namun, setelah ada Bocchi, Ikuyo pun berusaha untuk bisa bermain gitar sekaligus menjadi vokalis utama. Semenjak itulah Kessoku Band menghabiskan waktu bersama sebagai sebuah <em>band</em>, lengkap dengan segala kelucuan yang ada.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Komedi dan Slice of Life-nya Masih Kalah dari K-On!</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6403" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Overated Menurut Penulis (<a href="https://gamerant.com/bocchi-the-rock-every-main-characters-age-height-birthday/">Game Rant</a>)</figcaption></figure>



<p>Seperti yang sudah disebutkan di awal, motivasi utama Penulis menonton <em>Bocchi the Rock! </em>adalah karena berharap anime ini mampu menghadirkan genre komedi dan <em>slice of life </em>yang sebagus <em>K-On!</em>. Apalagi, rating anime ini jauh di atas <em><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/menghargai-perbedaan-dari-yang-terkecil/">K-On!</a></em>.</p>



<p>Sayangnya, ekspektasi Penulis harus terjun bebas karena bagi Penulis <em>K-On! </em>masih jauh lebih bagus. Komedi yang dimiliki kurang menggelitik, <em>slice of life </em>yang cukup membosankan, dan drama yang diselipkan pun kurang menghanyutkan.</p>



<p>Selain Bocchi, penokohannya pun terasa kurang kuat. Nijika digambarkan sebagai sosok pemimpin yang selalu positif, Ryō yang <em>cool </em>dan selalu punya masalah keuangan, dan Ikuyo yang <em>extrovert </em>dan selalu riang. Hanya saja, semua itu terasa dangkal saja.</p>



<p>Hal ini berbeda dengan <em>K-On! </em>yang penokohan para personelnya cukup kuat dan membekas di ingatan Penulis. Masing-masing memiliki kepribadian yang unik, tetapi saling melengkapi sebagai anggota <em>band</em>. Penulis kurang mendapatkan itu di <em>Bocchi the Rock!</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6401" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/k-on-ala-bocchi-the-rock-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>K-On! </em>Masih Jauh Lebih Baik (<a href="https://www.wallpaperflare.com/search?wallpaper=anime+k+on+hirasawa+yui">Wallpaper Flare</a>)</figcaption></figure>



<p>Apalagi, ada unsur <em>yuri </em>di dalamnya juga membuat Penulis sedikit merasa <em>ilfeel</em>, walaupun sebenarnya hal tersebut tidak terlalu banyak. <em>K-On! </em>yang berlatar belakang di sekolah khusus putri pun tidak pernah secara eksplisit menunjukkan hal ini.</p>



<p>Bocchi yang menjadi sosok sentral memang berhasil menimbulkan simpati bagi penonton, bagaimana bagi kaum <em>introvert </em>harus berlelah-lelah ketika harus bersosialisasi dengan manusia lainnya. Ini menjadi nilai plus dari anime ini.</p>



<p>Namun, selain itu bagi Penulis tidak ada yang terlalu istimewa dari anime ini. Sama sekali tidak ada kesan yang tertinggal setelah selesai menonton semua episodenya. Bagi Penulis, <em>K-On! </em>ada jauh di atas anime ini.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 25 Januari 2023, terinspirasi setelah menonton anime <em>Bocchi the Rock!</em></p>



<p>Foto: <a href="https://sucodemanga.com.br/bocchi-the-rock-primeiro-gole/" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Suco de Mangá</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/k-on-ala-bocchi-the-rock/">K-On! ala Bocchi the Rock!</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/k-on-ala-bocchi-the-rock/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Awal Perkenalan dengan Twice, Park Jihyo, dan Time to Twice</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Mar 2023 04:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[girlband]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Jihyo]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[Twice]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6342</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah &#8220;berkenalan&#8221; dengan Blackpink karena teman beberapa tahun yang lalu, Penulis tidak menyangka dirinya akan kembali &#8220;terjun&#8221; ke dunia per-K-Pop-an lagi. Apalagi, perjalanannya cukup menarik hingga Penulis merasa ingin menuliskannya. Girlband yang akan Penulis bahas sebenarnya sudah debut sejak tahun 2015, dan Penulis juga sudah lama tahu karena ada mantan teman kantor yang juga menjadi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">Awal Perkenalan dengan Twice, Park Jihyo, dan Time to Twice</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah &#8220;berkenalan&#8221; dengan <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a> karena teman beberapa tahun yang lalu, Penulis tidak menyangka dirinya akan kembali &#8220;terjun&#8221; ke dunia per-K-Pop-an lagi. Apalagi, perjalanannya cukup menarik hingga Penulis merasa ingin menuliskannya.</p>



<p><em>Girlband </em>yang akan Penulis bahas sebenarnya sudah debut sejak tahun 2015, dan Penulis juga sudah lama tahu karena ada mantan teman kantor yang juga menjadi penggemarnya. <em>Girlband </em>tersebut adalah, <em>one in a million</em>, <strong>Twice</strong>.</p>



<p>Kali ini, Penulis akan membahas bagaimana Penulis &#8220;diracun&#8221; untuk menyukai Twice dan bagaimana &#8220;perkenalannya&#8221; dengan Twice yang tidak disengaja. Berawal dari coba-coba, Penulis jadi menyukai mereka bersembilan.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Perkenalan Pertama dengan Twice</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6376" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Chou Tzuyu (<a href="https://rare-gallery.com/1005711-women-model-portrait-long-hair-asian-photography-singer-fashion-korean-twice-tzuyu-tzuyu-k-pop-beaut.html">Rare Pictures</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak zaman berkenalan dengan Blackpink sekitar tahun 2018-2019, Penulis sudah pernah mendengar nama Twice. Apalagi, jumlah anggotanya ada sembilan, sama dengan Girls Generation atau SNSD yang sangat terkenal pada zamannya.</p>



<p>Namun, saat itu rasanya yang lebih <em>booming </em>memang Blackpink dan lagu-lagu mereka memang lebih <em>catchy</em>. Penulis, pada saat itu, belum pernah mendengarkan satu pun lagu dari Twice dan memang tidak berminat untuk mendengarkannya.</p>



<p>Ketika menulis sebuah artikel tentang foto wanita cantik, ada satu anggota Twice yang masuk ke dalam daftar: <strong>Chou Tzuyu</strong>. Penulis mengakui kecantikannya yang terlihat kalem, tetapi itu masih belum bisa mendorong Penulis untuk mendengarkan lagu-lagu Twice.</p>



<p>Selama bertahun-tahun, Penulis benar-benar tidak bersentuhan dengan Twice. Justru ketika melihat konten-konten <strong>Uncle Roger</strong>, Penulis jadi beberapa kali mendengarkan lagu Twice yang sering ia selipkan di videonya, seperti <em>Feel Special</em>, <em>Fancy</em>, hingga <em>What Is Love?.</em></p>



<p>Lagu-lagu tersebut hanya dimainkan sekian detik yang hanya memperdengarkan lirik sesuai judulnya. Namun, hanya dari sana saja Penulis paham kalau lagu-lagu dari Twice memang <em>catchy</em>, walau tidak sampai membuat Penulis tertarik untuk mendengarkan versi lengkapnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Semua Berawal dari Jihyo</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6377" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Park Jihyo (<a href="https://wallpaperaccess.com/jihyo-desktop">Wallpaper Access</a>)</figcaption></figure>



<p>Menjelang berakhirnya tahun 2022, Penulis sedang mengobrol dengan temannya yang cukup mengikuti dunia K-Pop. Pada satu titik kami sedang membicarakan tentang sesuatu yang berujung pada &#8220;perkenalan&#8221; Penulis dengan <em>leader </em>dari Twice, <strong>Park Jihyo</strong>.</p>



<p>Saat pertama melihatnya, Penulis langsung merasa terpana dan mengagumi kecantikan serta kharismanya. Bagi Penulis, sekilas Jihyo sedikit mirip dengan Hesti Purwadinata, yang masih tetap cantik meskipun umurnya sebentar lagi akan memasuki kepala empat.</p>



<p>Nah, seperti yang kita tahu, media sosial selalu punya telinga untuk mendengarkan apa yang kita bicarakan. Setelah obrolan malam itu, Reels Penulis penuh dengan video-video yang memperlihatkan Jihyo, entah sedang <em>perform </em>ataupun sedang di <em>reality show</em>.</p>



<p>Di video-video pendek tersebut, tentu ada <em>backsound </em>dari lagu-lagu Twice yang Penulis tentu tidak tahu itu lagu apa. Karena terus-menerus terdengar, Penulis pun jadi hafal beberapa meskipun belum tergerak hatinya untuk mencari apa judul dari lagu tersebut.</p>



<p>Saat itu, Penulis seolah masih menolak untuk sekali lagi masuk ke dunia per-K-Pop-an. Jihyo memang cantik (banget), suaranya enak, tapi Penulis benar-benar belum ingin mengenal Twice secara utuh karena takut &#8220;jatuh terlalu dalam&#8221;.</p>



<p>Namun, akhirnya Penulis luluh setelah &#8220;diracuni&#8221; oleh teman untuk menonton satu <em>reality show </em>dari Twice. Kebetulan, Penulis juga sering menonton cuplikannya di Reels, sehingga ada rasa penasaran untuk menonton lengkapnya. <em>Reality </em>show tersebut berjudul <em><strong>Time to Twice</strong></em>. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Lalu Berlanjut dengan Nonton Time to Twice</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6378" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/03/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Time to Twice (<a href="https://youtu.be/P1LFWVEGpSk">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Saat berkunjung ke rumah teman kuliah, kebetulan ia sedang menonton salah satu episode dari <em>Time to Twice </em>yang, kebetulan juga, sering Penulis liat cuplikannya di Reels. Penulis mengetahui hal ini dari <em>outfit </em>dari para anggota Twice dan juga latarnya yang serba putih.</p>



<p>Teman Penulis pun menyarankan untuk menontonnya dan memberikan beberapa judul rekomendasi. Saat itu, Penulis hanya mengiyakan dan belum berniat untuk menontonnya secara utuh.</p>



<p>Lalu suatu hari, mungkin karena saat itu sedang tidak ada kerjaan, Penulis memutuskan untuk <em>give a shot</em> ke <em>Time to Twice</em>. Awalnya Penulis merasa <em>reality show </em>tersebut agak membosankan, tetapi pada akhirnya Penulis justru telah menonton semua episodenya!</p>



<p>Tidak semua benar-benar menarik, tapi Penulis merasa banyak sekali yang menghibur. Penulis pribadi menyukai episode yang para anggota Twice saling bersaing, seperti yang terjadi di episode-episode <em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=ngWV3R5xHZo&amp;pp=ygUNdGltZSB0byB0d2ljZQ%3D%3D">TWICE New Year</a></em>, <em><a href="https://www.youtube.com/watch?v=Smr_1LfNu0E&amp;pp=ygUZdGltZSB0byB0d2ljZSB0ZG9vbmcgdG91cg%3D%3D">TDOONG Tour</a></em>, dan<em> <a href="https://www.youtube.com/watch?v=5lTnuK17xE4&amp;pp=ygUNdGltZSB0byB0d2ljZQ%3D%3D">TDOONG Battle</a></em>.</p>



<p>Karena menonton banyak episode <em>Time to Twice</em>, algoritma YouTube pun memberikan banyak rekomendasi video-video Twice lainnya, termasuk <em>interview</em>, kompilasi, acara <em>reality show </em>lain seperti <em>Weekly Idol</em>, dan lain sebagainya.</p>



<p>Gara-gara menonton hampir semua episode <em>Time to Twice</em>, Penulis pun jadi semakin banyak mendengarkan lagu Twice yang kerap muncul di tiap episodenya, dan akhirnya terdorong untuk mulai mendengarkan lagu-lagu mereka. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis pun pada akhirnya benar-benar mendalami Twice, bahkan jauh lebih dalam daripada Blackpink. Penulis hafal semua anggota Twice dan mendengarkan banyak lagunya, yang awalnya Penulis anggap terlalu <em>girly </em>dan ceria.</p>



<p>Pada tulisan selanjutnya, Penulis akan membahas masing-masing anggotanya dan juga beberapa lagu yang sering Penulis dengarkan. Setidaknya, akan ada tiga tulisan tentang Twice di blog ini. <em>Stay tuned!</em> </p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 27 Januari 2023, terinspirasi setelah merasa dirinya telah berhasil diracuni untuk menyukai Twice</p>



<p>Foto: <a href="https://www.twiceportal.net/2022/10/twice-y2k-tdoong-show.html" target="_blank" rel="noreferrer noopener">Twice Portal</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">Awal Perkenalan dengan Twice, Park Jihyo, dan Time to Twice</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
