<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>resolusi Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/resolusi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/resolusi/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Jan 2023 15:37:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>resolusi Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/resolusi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>1/365</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/1-365/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/1-365/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 01 Jan 2023 15:23:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[2022]]></category>
		<category><![CDATA[2023]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6263</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2023 telah tiba. Setelah melalui 365 hari, kita berjumpa kembali dengan tanggal 1 Januari. Hari pertama dari tahun yang baru, bagi kebanyakan orang, akan memberikan semangat baru dalam mengarungi kerasnya kehidupan. Yang berbeda dari pergantian tahun ini bagi Penulis adalah, selama bulan Desember 2022 kemarin, Penulis (yang sejujurnya sedang banyak pikiran) kerap beberapa kali [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/1-365/">1/365</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tahun 2023 telah tiba. Setelah melalui 365 hari, kita berjumpa kembali dengan tanggal 1 Januari. Hari pertama dari tahun yang baru, bagi kebanyakan orang, akan memberikan semangat baru dalam mengarungi kerasnya kehidupan.</p>



<p>Yang berbeda dari pergantian tahun ini bagi Penulis adalah, selama bulan Desember 2022 kemarin, Penulis (yang sejujurnya sedang banyak pikiran) kerap beberapa kali melakukan refleksi diri atas apa yang telah terjadi di sepanjang tahun 2022.</p>



<p>Pada tulisan pertama di tahun ini, Penulis ingin sedikit berbagi mengenai apa saja yang telah dipelajari dalam hidupnya selama tahun 2022 kemarin. Selain itu, Penulis juga ingin menyampaikan harapannya di tahun 2023 ini.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Dipelajari di Tahun 2022</h2>



<p>Penulis merasa di tahun 2022, ada banyak sekali pelajaran kehidupan yang didapatkan. Penulis merasa itu semua menjadi &#8220;modal&#8221; bagi dirinya untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik di tahun-tahun berikutnya, diawali di tahun 2023 ini.</p>



<p>Salah satu yang baru berusaha Penulis pahami adalah tentang bagaimana tentang <strong><a href="https://whathefan.com/rasa/sayang-itu-tentang-keikhlasan-katanya/">berbuat baik dengan ikhlas</a></strong> tanpa berharap timbal balik apapun. Ternyata, tanpa disadari, Penulis beberapa kali masih berharap adanya <em>feedback </em>dari orang yang telah dibantunya.</p>



<p>Sebagai contoh, ketika Penulis ada ketika seseorang membutuhkannya, Penulis juga berharap kalau orang tersebut ada <em>ketika Penulis yang membutuhkannya</em>. Walaupun terdengar manusiawi, Penulis ingin ke depannya tidak mengharapkan hal tersebut lagi.</p>



<p>Penulis juga belajar banyak mengenai <strong><a href="https://whathefan.com/renungan/menjadi-dewasa-itu/">menjadi dewasa</a></strong>. Ternyata ada beberapa hal kekanakan di diri Penulis yang belum hilang, seperti kontrol emosi yang (terkadang) masih buruk dan egonya yang (terkadang) masih tinggi. </p>



<p>Apalagi, menjelang usianya yang akan segera mencapai kepala tiga, Penulis masih harus terus belajar mengenai bagaimana menjadi orang yang dewasa yang <em>proper</em>. Tidak perlu muluk-muluk menjadi panutan orang lain, cukup menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya.</p>



<p>Sebagai orang yang kerap <em>overthinking</em>, Penulis mulai belajar mengenai <strong><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/belajar-menerima-keadaan-dari-peter-parker/">berusaha menerima keadaan</a> </strong>dalam hidupnya tanpa perlu memikirkannya secara berlebihan. Menyadari bahwa ada banyak hal yang tidak bisa kontrol benar-benar membantu Penulis.</p>



<p>Sebelumnya, Penulis kerap berusaha mengendalikan banyak hal, termasuk bagaimana sikap dan respons orang lain ke kita, bahkan meminta untuk diprioritaskan. Selain hanya menimbulkan pertengkaran, hal tersebut juga membebani orang lain dengan ekspekstasi kita.</p>



<p>Selain poin-poin di atas, tentu masih ada banyak pelajaran kehidupan lain yang Penulsi dapatkan di tahun 2022. Namun, Penulis merasa bahwa ketiga hal tersebut adalah yang paling esensial dan banyak membantu Penulis untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Diharapkan di Tahun 2023</h2>



<p>Dengan semangat pergantian tahun, tentu ada beberapa hal yang diharapkan akan bisa dilakukan di tahun 2023 ini. Anggap saja ada <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/resolusi-tahun-baru-setiap-hari/">beberapa resolusi yang ingin dicapai tahun ini</a>, terlepas dari adanya beberapa resolusi yang gagal dicapai di tahun lalu.</p>



<p>Penulis merasa agak &#8220;berantakan&#8221; di tahun 2022 kemarin karena rutinitas mencatat jurnal harian dan keuangannya tidak teratur dan banyak bolongnya. Penulis berharap di tahun 2023 ini, Penulis bisa lebih <strong>konsisten melakukan rutinitas</strong> yang telah dilakukan sejak kuliah itu.</p>



<p>Berbicara tentang rutinitas, Penulis juga ingin bisa kembali <strong><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">rutin olahraga pagi</a></strong> yang sudah lama ditinggalkannya. Ini jelas butuh niat dan motivasi yang sangat kuat, apalagi jika tidak ada orang lain yang mendorong kita untuk melakukannya.</p>



<p>Penulis juga ingin lebih <strong>rutin menulis blog</strong>, karena tahun 2022 kemarin menjadi rekor penulisan paling sedikit, yaitu <strong>91 artikel</strong>. Ini adalah pertama kalinya sejak blog ini tayang, jumlah artikel yang diproduksi dalam setahun kurang dari 100 artikel.</p>



<p>Besok, tanggal 2 Januari 2023, adalah ulang tahun yang ke-5 dari blog ini. Penulis harapkan ke depannya bisa lebih rutin dalam menulis di <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adalah-investasi-saya/">blog yang sudah berperan besar dalam kehidupan Penulis</a> ini.</p>



<p>Untuk bisa mencapai hal tersebut, tentu Penulis harus bisa <strong>lebih baik lagi dalam mengatur manajemen waktunya</strong>. Selama 2022 kemarin, Penulis merasa sering membuang-buang waktunya untuk hal yang kurang berfaedah. Semoga saja itu bisa berubah di tahun 2023.</p>



<p>Tentunya di atas itu semua, Penulis berharap bisa menjadi <strong>manusia yang lebih baik lagi</strong>, baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Penulis akan terus berusaha menebar kebaikan dan menjadi manfaat bagi sekitarnya.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Semoga saja di tahun 2023 ini, Penulis bisa benar-benar memperbaiki kekurangannya berdasarkan apa yang dirinya pelajari di 2022, serta bisa melakukan hal-hal apa yang telah ditargetkan, dimulai dari hari pertama dari 365 hari yang akan dilalui di tahun 2023.</p>



<p></p>



<p>NB: Gambar Jihyo di <em>banner </em>hanya sebagai ilustrasi optimisme dalam menyambut tahun 2023</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 1 Januari 2023, terinspirasi setelah belakangan ini kerap melakukan refleksi diri menjelang pergantian tahun</p>



<p>Foto: <a href="https://id.pinterest.com/pin/51158145758127469/">Pinterest</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/1-365/">1/365</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/1-365/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya di Tahun 2019 (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/saya-di-tahun-2019-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2020 04:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[2019]]></category>
		<category><![CDATA[2020]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3236</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tulisan ini melanjutnya tulisan sebelumnya tentang apa saja yang Penulis lakukan pada tahun 2019 kemarin. Di bagian penutup, Penulis akan menuliskan kesimpulan dan apa saja yang harus dibenahi pada tahun 2020 ini. Agustus- September Pada awal bulan Agustus, Penulis memutuskan untuk menggunakan cuti untuk pulang ke Malang karena bertepatan dengan Idul Adha dan acara Agustusan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-di-tahun-2019-bagian-2/">Saya di Tahun 2019 (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini melanjutnya tulisan sebelumnya tentang apa saja yang Penulis lakukan pada tahun 2019 kemarin. Di bagian penutup, Penulis akan menuliskan kesimpulan dan apa saja yang harus dibenahi pada tahun 2020 ini.</p>
<h3>Agustus- September</h3>
<p>Pada awal bulan Agustus, Penulis memutuskan untuk menggunakan cuti untuk pulang ke Malang karena bertepatan dengan Idul Adha dan acara Agustusan. Di tempat tinggal Penulis, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">Karang Taruna selalu meriah dalam membuat acara</a>.</p>
<p>Berbeda dengan pulang pada bulan Februari kemarin, kali ini Penulis berhasil membuat kejutan dan mengagetkan para anggota Karang Taruna. Hasilnya, penulis pun <em>digambyor </em>air seember ketika baru datang.</p>
<p>Penulis berkesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana para penerus organisasi pemuda ini membuat acara. Hasilnya ternyata melebihi ekspetasi. Mungkin karena belajar dari pengalaman tahun 2018 kemarin.</p>
<p>Ketika akan pulang, penulis kembali <em>digambyor</em> air, Alhasil, datang basah, pulang juga basah. Bahkan, mereka semua ikut mengantar kepergian Penulis ke bandara. Hal ini tentu membuat Penulis merasa bahagia.</p>
<p>Setelah kembali mengisi energi, rutinitas pun kembali menghampiri Penulis. Bedanya, kali ini Penulis kembali fokus menulis karena kantor telah mendapatkan karyawan media sosial yang baru.</p>
<p>Akhir Agustus, Penulis dan teman-teman kantor <a href="https://whathefan.com/musikfilm/setelah-menonton-gundala/">menonton film superhero lokal, Gundala</a>. Komentar yang muncul beragam. Bagi Penulis pribadi yang bukan merupakan penggemar film, Gundala sudah oke sebagai pembuka film-film superhero selanjutnya.</p>
<p>Di awal bulan September, Karang Taruna berulang tahun yang ketiga. Seperti biasa, akan ada acara bakar-bakar untuk merayakannya. Karena tidak bisa hadir, Penulis pun memutuskan untuk membuat sebuah video tentang mereka.</p>
<p>Oh iya, biasanya ketika acara Agustusan telah selesai, akan ada <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/pembubaran-panitia-agustusan/">acara pembubaran panitia</a>. Biasanya ke pantai, mengingat itu yang paling gampang dan murah.</p>
<p>Agar tidak sedih karena tidak bisa ikut, Penulis memutuskan untuk kabur ke rumah teman di Tangerang. Kalau sendirian di kos, pasti Penulis akan galau seharian.</p>
<p>Apalagi, ada beberapa teman kantor yang <em>resign </em>sehingga semakin banyak kesedihan yang datang menghampiri. Tak apalah, sesekali akhir bulan ditutup dengan nuansa sendu.</p>
<h3>Oktober-Desember</h3>
<p>Awal bulan Oktober diawali dengan <a href="https://whathefan.com/musikfilm/setelah-menonton-joker/">menonton film Joker</a>. Kala itu, Penulis memutuskan untuk menonton sendirian karena sudah tidak sabar. Hasilnya, film tersebut berhasil membuat Penulis sedikit depresi.</p>
<p>Apalagi, Penulis masih dirundung kesedihan karena berbagai hal yang terjadi di bulan sebelumnya, sehingga berbagai pikiran negatif datang menghampiri Penulis. Untunglah, masa-masa tersebut telah lewat.</p>
<p>Di bulan ini Penulis juga bertemu dengan novel-novel karya Leila S. Chudori seperti <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-nadira/"><em>Nadira</em></a>, <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-pulang/"><em>Pulang</em></a>, dan <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-laut-bercerita/"><em>Laut Bercerita</em></a>. Penulis jatuh cinta kepada semua novelnya.</p>
<p>Salah seorang teman kantor yang sudah <em>resign </em>membuka usaha bakso di Bogor, dekat dengan rumahnya. Sebagai bentuk dukungan, Penulis dan teman-teman kantor lainnya memutuskan untuk datang berkunjung ke sana pada awal bulan November.</p>
<p>Setelah itu, rutinitas kantor pun terulang kembali di bulan-bulan berikutnya. Pada awal Desember, eyang Penulis jatuh sakit hingga masuk ke rumah sakit. Karena kebetulan sedang libur, Penulis pun datang menjenguknya.</p>
<p>Penulis berencana untuk kembali pulang setelah Natal, sehingga bulan Desember disibukkan dengan menyicil artikel hingga blog sempat terbengkalai.</p>
<p>Menjelang kepulangan, ada kabar duka dari sahabat yang sudah Penulis anggap sebagai saudara sendiri. Ayahnya meninggal dunia karena sakit yang cukup mendadak.</p>
<p>Kepulangan ini pun menjadi terasa pas. Apalagi, rumah Penulis yang sedang direnovasi sudah akan selesai sehingga barang-barangnya harus mulai dikembalikan dari rumah kontrak.</p>
<p>Sebelum kembali ke Jakarta, Penulis sempat menyelenggarakan acara bakar-bakar dalam rangka syukuran rumah. Momen-momen seperti ini selalu bisa mengisi ulang semangat Penulis ketika merantau.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Tahun 2020 dibuka dengan tanggung jawab baru penulis di tempat kerja. Tantangan baru telah menanti. Bagi penulis, ini adalah kesempatan untuk mempelajari hal baru dan mengembangkan diri.</p>
<p>Untuk pribadi Penulis sendiri, ada banyak catatan-catatan yang harus dibenahi pada tahun 2020 ini berdasarkan refleksi yang telah dilakukan.</p>
<p>Dua hal utama yang menjadi poin utama adalah disiplin dalam rekapitulasi data (ini merupakan sebuah istilah untuk kegiatan mencatat agenda dan keuangan harian) dan menulis blog tanpa bolong. Dua hal ini sering Penulis lalaikan di tahun 2019 kemarin.</p>
<p>Selain itu, Penulis juga harus bisa mengatasi <a href="https://whathefan.com/pengalaman/rasa-takut-akan-sendirian-emotional-dependency-disorder/">perasaan takut sendirian</a> dan mulai <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/mencintai-diri-sendiri/">mencintai diri sendiri</a> dengan lebih layak. Penulis harus bisa hidup lebih bahagia dan menikmati hari ini sebagaimana mestinya.</p>
<p>Penulis juga harus bisa menjaga kesehatan lebih baik lagi. Jangan sampai Penulis sering jatuh sakit seperti tahun kemarin. Apalagi, Penulis sudah tidak merangkap jabatan lagi.</p>
<p>Tahun kemarin, Penulis berhasil menamatkan puluhan buku. Raihan tersebut ingin Penulis ulang di tahun ini. Penulis juga berhasil menamatkan novel <a href="https://whathefan.com/category/distopia-bagi-kia/">Distopia Bagi Kia</a>. Semoga tahun ini novel <a href="https://whathefan.com/category/leon-dan-kenji-buku-2/">Leon dan Kenji Buku 2</a> bisa segera menyusul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 11 Januari 2020, terinsprasi dari momen pergantian tahun</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-di-tahun-2019-bagian-2/">Saya di Tahun 2019 (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya di Tahun 2019 (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/saya-di-tahun-2019-bagian-1/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2020 04:06:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[2019]]></category>
		<category><![CDATA[2020]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi]]></category>
		<category><![CDATA[tahun]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3231</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2019 kemarin terasa istimewa karena untuk pertama kalinya selama satu tahun Penulis tidak berada di rumah untuk jangka waktu yang panjang. Biasanya di awal tahun, Penulis akan membuat resolusi tahunan yang harus dicapai. Tapi jika dipikir-pikir lagi, sepertinya lebih baik jika Penulis menengok ke tahun kemarin untuk melihat apa saja yang telah dilakukan. Oleh [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-di-tahun-2019-bagian-1/">Saya di Tahun 2019 (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2019 kemarin terasa istimewa karena untuk pertama kalinya selama satu tahun Penulis tidak berada di rumah untuk jangka waktu yang panjang.</p>
<p>Biasanya di awal tahun, Penulis akan membuat resolusi tahunan yang harus dicapai. Tapi jika dipikir-pikir lagi, sepertinya lebih baik jika Penulis menengok ke tahun kemarin untuk melihat apa saja yang telah dilakukan.</p>
<p>Oleh karena itu, tulisan ini akan menjadi refleksi Penulis sepanjang tahun 2019 kemarin yang baru saja ditinggalkan.</p>
<h3>Januari-Februari 2019</h3>
<p>Awal tahun 2019 kemarin dibuka dengan kunjungan keluarga Penulis ke Jakarta. Momen kumpul seperti itu sudah termasuk langka, mengingat Penulis harus bekerja di Jakarta dan adik masih menyelesaikan studinya di Bogor.</p>
<p>Lantas, ada beberapa teman kantor yang memutuskan untuk <em>resign. </em>Seperti biasa, kami menyelenggarakan acara perpisahan kecil-kecilan untuk melepas mereka.</p>
<p>Penulis juga berkesempatan untuk merasakan sensasi menonton IMAX 3D ketika <em>screening </em>film <a href="https://whathefan.com/musikfilm/setelah-menonton-how-to-train-your-dragon-the-hidden-world/"><em>How to Train Your Dragon: The Hidden World</em></a>. Film animasi ini menjadi salah satu favorit penulis sepanjang masa.</p>
<p>Setelah itu, bulan Januari dan Februari berjalan dengan rutinitas yang seperti biasa. Di kantor, ada seorang konsultan yang membantu kami untuk meningkatkan kualitas situs. Seorang wanita yang sangat <em>badass</em>, Penulis benar-benar <em>respect </em>kepadanya.</p>
<p>Pada akhir bulan Februari, Penulis menghabiskan jatah cuti untuk pulang ke rumah. Tidak lama, hanya sekitar lima hari saja. Walaupun begitu, itu sudah cukup untuk mengisi kembali semangat menjalani rutinitas harian dan bertemu dengan bulan baru.</p>
<p>Ketika pulang, penulis berencana untuk membuat kejutan untuk anak-anak Karang Taruna. Sayang, karena <em>story </em>adik rencana tersebut bocor duluan.</p>
<h3>Maret-April</h3>
<p>Awal bulan Maret diawali dengan acara <em>outing </em>kantor ke Bandung, tepatnya ke Trizara Resorts. Bandung selalu punya tempat di hati penulis walau hanya baru <a href="https://whathefan.com/pengalaman/satu-minggu-di-bandung-bagian-1/">beberapa kali mampir ke sana</a>. Mungkin, karena suasana Bandung mirip dengan Malang.</p>
<p>Pulang dari Bandung, penulis nekat untuk <a href="https://whathefan.com/buku/bacaan-untuk-anakku-kelak/">datang ke acara </a><em><a href="https://whathefan.com/buku/bacaan-untuk-anakku-kelak/">Big Bad Wolf</a> </em>di Tangerang bersama adik. Hasrat untuk belanja buku memang paling susah untuk dihindari.</p>
<p>Mungkin karena terlalu banyak aktivitas, untuk pertama kalinya selama di Jakarta Penulis memeriksakan diri untuk pergi ke dokter karena sakit. Sewaktu diperiksa, ternyata ada gejala tipes.</p>
<p>Yang membuat Penulis terkejut adalah tagihannya yang mencapai angka Rp950 ribu! Untunglah pihak kantor bisa memberikan ganti hingga 50%, sehingga tidak terlalu menguras kantong.</p>
<p>Bulan April berjalan seperti biasa hingga pada tanggal 24 April 2019, Penulis <a href="https://whathefan.com/musikfilm/setelah-menonton-avengers-endgame-bagian-1-adegan-favorit/">menonton film <em>Avengers: Endgame</em></a> bersama teman kantor jam lima pagi di hari kerja! Hal ini wajar, mengingat penulis telah lama menanti film ini.</p>
<p>Pada akhir bulan April, penulis juga merayakan ulang tahun yang ke-25 bersama teman-teman kantor lain yang juga berulang tahun di bulan April. Bahkan, tanggalnya saling berdekatan.</p>
<p>Sayangnya, kegembiraan tersebut harus diiringi sebuah kabar buruk ketika salah satu teman terdekat Penulis di kantor sedang sakit yang cukup parah, dan berdampak besar bagi kehidupan penulis dan kantor.</p>
<h3>Mei-Juli</h3>
<p>Teman kantor penulis yang sakit merupakan manajer bagian media sosial. Penulis sering berdiskusi masalah pekerjaan dengannya sehingga mengetahui bagaimana <em>flow </em>kerjanya.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis yang mulai bulan November 2018 mengelola Instagram diserahi tanggung jawab untuk mengelola kanal media sosial lainnya seperti Facebook dan Twitter. Rangkap pekerjaan ini berlangsung hingga bulan Agustus.</p>
<p>Pada bulan Mei, penulis menjalani ibadah puasa pertamanya di kota orang. Ternyata, sahur dan buka puasa sendirian itu tidak enak. Penulis sering sekali melewatkan waktu sahur sehingga berat badan pun lumayan turun.</p>
<p>Momen puasa ini juga penulis manfaatkan untuk bertemu dengan teman-teman lama seperti para alumnus Pare yang sudah lama tak berjumpa. Lumayan, untuk nostalgia dan mendapatkan berbagai inspirasi.</p>
<p>Tahun ini juga merupakan tahun pertama bagi Penulis untuk merasakan yang namanya mudik. Karena kehabisan tiket kereta api dan tiket pesawat cukup mahal, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mudik-pertama-dan-mengapa-saya-tidak-akan-naik-bus-lagi/">Penulis pun menggunakan bus</a>. Keputusan tersebut Penulis sesali dan tidak akan mengulanginya lagi.</p>
<p>Penulis juga bertemu dengan teman-teman kuliah yang sudah lama tak berjumpa. Menjaga silahturami itu penting, terutama jika sudah dipisahkan oleh jarak. Setelah itu, rutinitas pun kembali terulang hingga bulan-bulan selanjutnya.</p>
<p><em><strong>Bersambung ke Bagian 2&#8230;</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 11 Januari 2020, terinspirasi dari momen pergantian tahun</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-di-tahun-2019-bagian-1/">Saya di Tahun 2019 (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resolusi Tahun Baru Setiap Hari</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/resolusi-tahun-baru-setiap-hari/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/resolusi-tahun-baru-setiap-hari/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Jan 2019 16:11:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[harapan]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[target]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://whathefan.com/?p=1942</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2019 yang telah tiba menyambut kita dengan segudang optimisme baru. Banyak di antara kita memanfaatkan momen awal tahun untuk membuat resolusi tentang apa yang hendak dicapai sepanjang tahun. Di dalam KBBI sendiri, resolusi memiliki makna: putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/resolusi-tahun-baru-setiap-hari/">Resolusi Tahun Baru Setiap Hari</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 2019 yang telah tiba menyambut kita dengan segudang optimisme baru. Banyak di antara kita memanfaatkan momen awal tahun untuk membuat resolusi tentang apa yang hendak dicapai sepanjang tahun.</p>
<p>Di dalam <strong>KBBI</strong> sendiri, resolusi memiliki makna:</p>
<blockquote><p>putusan atau kebulatan pendapat berupa permintaan atau tuntutan yang ditetapkan oleh rapat (musyawarah, sidang); pernyataan tertulis, biasanya berisi tuntutan tentang suatu hal</p></blockquote>
<p>Sedikit berbeda dengan pengertian yang selama ini kita ketahui bukan? Hal ini bisa terjadi karena kata <strong>resolusi</strong> telah mengalami perluasan makna menjadi semacam <strong>harapan yang benar-benar ingin dicapai oleh seseorang</strong>.</p>
<p>Penulis sendiri sebenarnya bukan tipe orang yang suka membuat resolusi setiap tahun. Akan tetapi, penulis akan mencoba untuk membuat resolusi kali ini karena merasa tahun ini (dan tahun kemarin) akan (dan telah) menjadi tahun yang spesial untuk penulis.</p>
<p>Setidaknya, penulis ingin melakukan beberapa hal:</p>
<ul>
<li>Tidak pernah meninggalkan sholat 5 waktu</li>
<li>Tidak berutang tulisan Whathefan lagi</li>
<li>Setiap malam tidak boleh menunda mencatat agenda harian dan transaksi keuangan</li>
<li>Bisa membaca buku minimal setengah jam satu hari</li>
<li>Mengurangi aktivitas kurang bermanfaat seperti <em>scrolling </em>media sosial terlalu lama</li>
<li>Dan lain sebagainya</li>
</ul>
<p>Nah, sewaktu mencoba untuk membuat resolusi tahunan ini, penulis jadi berpikir: <strong>mengapa tidak setiap hari saja membuat resolusi?</strong></p>
<p>Jadi setiap hari, penulis akan berusaha untuk memperbaiki diri dengan resolusi harian tersebut. Selain itu, resolusi setiap hari sesuai dengan sabda Nabi yang menyuruh kita untuk terus menjadi lebih baik dari hari kemarin.</p>
<p>Di dalam bayangan penulis, resolusi harian seperti ini memiliki beberapa kelebihan. Pertama, kita bisa langsung mengganti target apabila dirasa sudah tercapai dan kita membutuhkan target baru untuk dikejar.</p>
<p>Selanjutnya adalah mengukur kemampuan diri sendiri setiap hari. Kita akan tahu resolusi mana yang paling berat untuk dijalankan, sehingga kita bisa mencoba untuk melakukan eksplorasi agar resolusi tersebut bisa kita capai. Selain itu, resolusi setiap hari akan membuat kita sering melakukan interopeksi diri.</p>
<p>Apakah akan berhasil? Entahlah, penulis juga tidak tahu akan bertahan lama penulis bisa mempertahankan semangat ini. Yang jelas, penulis akan berusaha agar resolusi tahun baru ini bisa membuat penulis bersemangat dalam menyongsong hari sepanjang 2019 ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 1 Januari 2019, terinspirasi setelah mencoba untuk menulis resolusi tahun baru</p>
<p>Photo by <a href="https://unsplash.com/photos/PAykYb-8Er8?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Ian Schneider</a> on <a href="https://unsplash.com/search/photos/new-year?utm_source=unsplash&amp;utm_medium=referral&amp;utm_content=creditCopyText">Unsplash</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/resolusi-tahun-baru-setiap-hari/">Resolusi Tahun Baru Setiap Hari</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/resolusi-tahun-baru-setiap-hari/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
