Saya di Tahun 2019 (Bagian 1)

Tahun 2019 kemarin terasa istimewa karena untuk pertama kalinya selama satu tahun Penulis tidak berada di rumah untuk jangka waktu yang panjang.

Biasanya di awal tahun, Penulis akan membuat resolusi tahunan yang harus dicapai. Tapi jika dipikir-pikir lagi, sepertinya lebih baik jika Penulis menengok ke tahun kemarin untuk melihat apa saja yang telah dilakukan.

Oleh karena itu, tulisan ini akan menjadi refleksi Penulis sepanjang tahun 2019 kemarin yang baru saja ditinggalkan.

Januari-Februari 2019

Awal tahun 2019 kemarin dibuka dengan kunjungan keluarga Penulis ke Jakarta. Momen kumpul seperti itu sudah termasuk langka, mengingat Penulis harus bekerja di Jakarta dan adik masih menyelesaikan studinya di Bogor.

Lantas, ada beberapa teman kantor yang memutuskan untuk resign. Seperti biasa, kami menyelenggarakan acara perpisahan kecil-kecilan untuk melepas mereka.

Penulis juga berkesempatan untuk merasakan sensasi menonton IMAX 3D ketika screening film How to Train Your Dragon: The Hidden World. Film animasi ini menjadi salah satu favorit penulis sepanjang masa.

Setelah itu, bulan Januari dan Februari berjalan dengan rutinitas yang seperti biasa. Di kantor, ada seorang konsultan yang membantu kami untuk meningkatkan kualitas situs. Seorang wanita yang sangat badass, Penulis benar-benar respect kepadanya.

Pada akhir bulan Februari, Penulis menghabiskan jatah cuti untuk pulang ke rumah. Tidak lama, hanya sekitar lima hari saja. Walaupun begitu, itu sudah cukup untuk mengisi kembali semangat menjalani rutinitas harian dan bertemu dengan bulan baru.

Ketika pulang, penulis berencana untuk membuat kejutan untuk anak-anak Karang Taruna. Sayang, karena story adik rencana tersebut bocor duluan.

Maret-April

Awal bulan Maret diawali dengan acara outing kantor ke Bandung, tepatnya ke Trizara Resorts. Bandung selalu punya tempat di hati penulis walau hanya baru beberapa kali mampir ke sana. Mungkin, karena suasana Bandung mirip dengan Malang.

Pulang dari Bandung, penulis nekat untuk datang ke acara Big Bad Wolf di Tangerang bersama adik. Hasrat untuk belanja buku memang paling susah untuk dihindari.

Mungkin karena terlalu banyak aktivitas, untuk pertama kalinya selama di Jakarta Penulis memeriksakan diri untuk pergi ke dokter karena sakit. Sewaktu diperiksa, ternyata ada gejala tipes.

Yang membuat Penulis terkejut adalah tagihannya yang mencapai angka Rp950 ribu! Untunglah pihak kantor bisa memberikan ganti hingga 50%, sehingga tidak terlalu menguras kantong.

Bulan April berjalan seperti biasa hingga pada tanggal 24 April 2019, Penulis menonton film Avengers: Endgame bersama teman kantor jam lima pagi di hari kerja! Hal ini wajar, mengingat penulis telah lama menanti film ini.

Pada akhir bulan April, penulis juga merayakan ulang tahun yang ke-25 bersama teman-teman kantor lain yang juga berulang tahun di bulan April. Bahkan, tanggalnya saling berdekatan.

Sayangnya, kegembiraan tersebut harus diiringi sebuah kabar buruk ketika salah satu teman terdekat Penulis di kantor sedang sakit yang cukup parah, dan berdampak besar bagi kehidupan penulis dan kantor.

Mei-Juli

Teman kantor penulis yang sakit merupakan manajer bagian media sosial. Penulis sering berdiskusi masalah pekerjaan dengannya sehingga mengetahui bagaimana flow kerjanya.

Oleh karena itu, penulis yang mulai bulan November 2018 mengelola Instagram diserahi tanggung jawab untuk mengelola kanal media sosial lainnya seperti Facebook dan Twitter. Rangkap pekerjaan ini berlangsung hingga bulan Agustus.

Pada bulan Mei, penulis menjalani ibadah puasa pertamanya di kota orang. Ternyata, sahur dan buka puasa sendirian itu tidak enak. Penulis sering sekali melewatkan waktu sahur sehingga berat badan pun lumayan turun.

Momen puasa ini juga penulis manfaatkan untuk bertemu dengan teman-teman lama seperti para alumnus Pare yang sudah lama tak berjumpa. Lumayan, untuk nostalgia dan mendapatkan berbagai inspirasi.

Tahun ini juga merupakan tahun pertama bagi Penulis untuk merasakan yang namanya mudik. Karena kehabisan tiket kereta api dan tiket pesawat cukup mahal, Penulis pun menggunakan bus. Keputusan tersebut Penulis sesali dan tidak akan mengulanginya lagi.

Penulis juga bertemu dengan teman-teman kuliah yang sudah lama tak berjumpa. Menjaga silahturami itu penting, terutama jika sudah dipisahkan oleh jarak. Setelah itu, rutinitas pun kembali terulang hingga bulan-bulan selanjutnya.

Bersambung ke Bagian 2…

 

 

Kebayoran Lama, 11 Januari 2020, terinspirasi dari momen pergantian tahun