Saya di Tahun 2019 (Bagian 2)

Tulisan ini melanjutnya tulisan sebelumnya tentang apa saja yang Penulis lakukan pada tahun 2019 kemarin. Di bagian penutup, Penulis akan menuliskan kesimpulan dan apa saja yang harus dibenahi pada tahun 2020 ini.

Agustus- September

Pada awal bulan Agustus, Penulis memutuskan untuk menggunakan cuti untuk pulang ke Malang karena bertepatan dengan Idul Adha dan acara Agustusan. Di tempat tinggal Penulis, Karang Taruna selalu meriah dalam membuat acara.

Berbeda dengan pulang pada bulan Februari kemarin, kali ini Penulis berhasil membuat kejutan dan mengagetkan para anggota Karang Taruna. Hasilnya, penulis pun digambyor air seember ketika baru datang.

Penulis berkesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana para penerus organisasi pemuda ini membuat acara. Hasilnya ternyata melebihi ekspetasi. Mungkin karena belajar dari pengalaman tahun 2018 kemarin.

Ketika akan pulang, penulis kembali digambyor air, Alhasil, datang basah, pulang juga basah. Bahkan, mereka semua ikut mengantar kepergian Penulis ke bandara. Hal ini tentu membuat Penulis merasa bahagia.

Setelah kembali mengisi energi, rutinitas pun kembali menghampiri Penulis. Bedanya, kali ini Penulis kembali fokus menulis karena kantor telah mendapatkan karyawan media sosial yang baru.

Akhir Agustus, Penulis dan teman-teman kantor menonton film superhero lokal, Gundala. Komentar yang muncul beragam. Bagi Penulis pribadi yang bukan merupakan penggemar film, Gundala sudah oke sebagai pembuka film-film superhero selanjutnya.

Di awal bulan September, Karang Taruna berulang tahun yang ketiga. Seperti biasa, akan ada acara bakar-bakar untuk merayakannya. Karena tidak bisa hadir, Penulis pun memutuskan untuk membuat sebuah video tentang mereka.

Oh iya, biasanya ketika acara Agustusan telah selesai, akan ada acara pembubaran panitia. Biasanya ke pantai, mengingat itu yang paling gampang dan murah.

Agar tidak sedih karena tidak bisa ikut, Penulis memutuskan untuk kabur ke rumah teman di Tangerang. Kalau sendirian di kos, pasti Penulis akan galau seharian.

Apalagi, ada beberapa teman kantor yang resign sehingga semakin banyak kesedihan yang datang menghampiri. Tak apalah, sesekali akhir bulan ditutup dengan nuansa sendu.

Oktober-Desember

Awal bulan Oktober diawali dengan menonton film Joker. Kala itu, Penulis memutuskan untuk menonton sendirian karena sudah tidak sabar. Hasilnya, film tersebut berhasil membuat Penulis sedikit depresi.

Apalagi, Penulis masih dirundung kesedihan karena berbagai hal yang terjadi di bulan sebelumnya, sehingga berbagai pikiran negatif datang menghampiri Penulis. Untunglah, masa-masa tersebut telah lewat.

Di bulan ini Penulis juga bertemu dengan novel-novel karya Leila S. Chudori seperti Nadira, Pulang, dan Laut Bercerita. Penulis jatuh cinta kepada semua novelnya.

Salah seorang teman kantor yang sudah resign membuka usaha bakso di Bogor, dekat dengan rumahnya. Sebagai bentuk dukungan, Penulis dan teman-teman kantor lainnya memutuskan untuk datang berkunjung ke sana pada awal bulan November.

Setelah itu, rutinitas kantor pun terulang kembali di bulan-bulan berikutnya. Pada awal Desember, eyang Penulis jatuh sakit hingga masuk ke rumah sakit. Karena kebetulan sedang libur, Penulis pun datang menjenguknya.

Penulis berencana untuk kembali pulang setelah Natal, sehingga bulan Desember disibukkan dengan menyicil artikel hingga blog sempat terbengkalai.

Menjelang kepulangan, ada kabar duka dari sahabat yang sudah Penulis anggap sebagai saudara sendiri. Ayahnya meninggal dunia karena sakit yang cukup mendadak.

Kepulangan ini pun menjadi terasa pas. Apalagi, rumah Penulis yang sedang direnovasi sudah akan selesai sehingga barang-barangnya harus mulai dikembalikan dari rumah kontrak.

Sebelum kembali ke Jakarta, Penulis sempat menyelenggarakan acara bakar-bakar dalam rangka syukuran rumah. Momen-momen seperti ini selalu bisa mengisi ulang semangat Penulis ketika merantau.

Penutup

Tahun 2020 dibuka dengan tanggung jawab baru penulis di tempat kerja. Tantangan baru telah menanti. Bagi penulis, ini adalah kesempatan untuk mempelajari hal baru dan mengembangkan diri.

Untuk pribadi Penulis sendiri, ada banyak catatan-catatan yang harus dibenahi pada tahun 2020 ini berdasarkan refleksi yang telah dilakukan.

Dua hal utama yang menjadi poin utama adalah disiplin dalam rekapitulasi data (ini merupakan sebuah istilah untuk kegiatan mencatat agenda dan keuangan harian) dan menulis blog tanpa bolong. Dua hal ini sering Penulis lalaikan di tahun 2019 kemarin.

Selain itu, Penulis juga harus bisa mengatasi perasaan takut sendirian dan mulai mencintai diri sendiri dengan lebih layak. Penulis harus bisa hidup lebih bahagia dan menikmati hari ini sebagaimana mestinya.

Penulis juga harus bisa menjaga kesehatan lebih baik lagi. Jangan sampai Penulis sering jatuh sakit seperti tahun kemarin. Apalagi, Penulis sudah tidak merangkap jabatan lagi.

Tahun kemarin, Penulis berhasil menamatkan puluhan buku. Raihan tersebut ingin Penulis ulang di tahun ini. Penulis juga berhasil menamatkan novel Distopia Bagi Kia. Semoga tahun ini novel Leon dan Kenji Buku 2 bisa segera menyusul.

 

 

Kebayoran Lama, 11 Januari 2020, terinsprasi dari momen pergantian tahun