Setelah Menonton Avengers: Endgame (Bagian 1: Adegan Favorit)

Karena larangan untuk spoiler sudah dicabut, akhirnya penulis bisa menulis tentang salah satu film paling fenomenal tahun ini, Avengers: Endgame.

Khusus untuk film ini, penulis tidak akan menceritakan jalan ceritanya karena penulis rasa hampir semua orang sudah tahu. Penulis akan berfokus pada pendapat penulis tentang film ini, termasuk membahas berbagai plot hole yang ada.

Kesan Setelah Menonton Film Ini

Avengers: Infinity Wars (WallpaperCave)

Pada tulisan sebelumnya, penulis sempat membuat beberapa prediksi yang ternyata keliru. Contohnya, bagaimana Ant-Man bisa keluar dari Quantum Realm yang ternyata berkat seekor tikus.

Bisa dibilang baru kali ini penulis menantikan rilisnya sebuah film dengan begitu antusias. Apalagi, penulis baru menjadi fans Marvel semenjak menonton film Avengers: Infinity Wars.

Lantas, apakah penulis puas dengan film ini? Jawabannya, puas. Apakah film ini bagus? Bagus, tapi enggak yang super duper bagus sekali. Bahkan, penulis masih menganggap film The Dark Knight masih lebih baik.

Sebagai penutup dari rangkaian film-film di Marvel Cinematic Universe, film ini jelas mampu menunaikan tugasnya dengan baik. Penulis tidak bisa menemukan alternatif akhir yang lebih baik lagi.

Jika dibandingkan dengan Infinity Wars, tempo film ini jauh lebih lambat. Jelas Marvel lebih menjual cerita dibandingkan aksi-aksi pertarungan yang dominan pada film sebelumnya.

Walaupun begitu, penulis merasa banyak sekali scene-scene yang dipersingkat demi memenuhi durasi tiga jam. Contohnya, pertemuan antara Black Widow dan Hawkeye.

Awalnya penulis mengira bahwa akan ada sedikit pertempuran di antara mereka demi menyadarkan Hawkeye. Nyatanya, Black Widow hanya menggunakan jurus andalan Naruto, yakni bacot no jutsu.

Penulis tidak paham dengan yang namanya sinematografi, tapi menurut penulis film ini mampu menampilkannya dengan baik. Suara latar pun terdengar sangat sesuai dengan adegan-adengannya, terutama ketika portal-portal terbuka.

Durasi film yang tiga jam sama sekali tak terasa meskipun di awal penulis menulis bahwa film ini bertempo lambat. Penulis menonton film ini pukul 5 pagi, dan selama tiga jam tidak sekalipun penulis menguap.

Adegan Favorit

Strange dan Stark (Comic Book)

 

Penulis memasukkan film ini ke dalam salah satu film favorit penulis. Tentu ada adegan-adegan favorit dari film ini. Setidaknya ada tiga adegan favorit.

Yang pertama adalah adegan ketika Doctor Strange memberikan isyarat melalui jarinya kepada Tony untuk memberi tahu bahwa mereka hanya punya satu kesempatan untuk menang.

Melihat adegan itu, penulis langsung berpikir “wah mati nih Tony, pasti mati”. Benar saja, setelah merebut Infinity Stones dari Thanos dan menjentikkan jarinya, Tony harus merenggang nyawa.

Adegan favorit kedua adalah ketika Tony bertemu dengan Peter Parker untuk pertama kalinya. Ketika Tony memeluk Peter yang terus berbicara tanpa henti, air mata penulis hampir tumpah. Ingat, hampir.

Yang terakhir adalah ketika Tony menjentikkan jarinya dan berkata “I am Iron Man”. Menurut penulis, adegan tersebut sangat dramatis.

Pengorbanan ini mematahkan argumen Captain America yang mengatakan Tony bukanlah tipe orang yang akan mengorbankan dirinya sendiri demi melindungi orang lain.

Ada sudut pandang yang menarik. Strange menyelamatkan Tony ketika di Titan karena ia tahu Tony perlu mati di masa depan. Artinya, Strange membiarkan Tony hidup untuk mati di saat yang tepat. Sedih, tapi itulah kenyataannya.

Penulis takjub dengan adegan Captain America bisa mengangkat palu Mjolnir, sebagaimana yang sudah dikode pada film Avengers: Age of Ultron. Akan tetapi, penulis lebih menyukai tiga adegan sebelumnya.

Bagaimana dengan Thor? Kehadiran Thor membawa suasana segar pada film ini. Jika tidak ada dia, film ini akan terasa sangat suram dan serius.

Yang sedikit membuat kesal adalah Captain Marvel. Ia terlihat begitu kuat di filmnya sendiri, tapi tak berdaya menghadapi Thanos. Walaupun begitu, perannya cukup vital sebagai penolong Tony dan menghancurkan kapal Thanos.

Lantas, bagaimana dengan adegan ketika semua Avengers datang melalui portal? Penulis tidak memasukkannya ke dalam adegan favorit karena menganggap ada plot hole di sana. Apa itu?

Nantikan jawabannya di tulisan selanjutnya, Setelah Menonton Avengers: Endgame (Bagian 2: Plot Holes)!

 

 

Kebayoran Lama, 12 Mei 2019, terinspirasi setelah menonton film Avengers: Endgame

Foto: DeviantArt