<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tokoh &amp; Sejarah Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/category/tokohsejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/category/tokohsejarah/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 06 Aug 2026 16:51:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.3</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>Tokoh &amp; Sejarah Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/category/tokohsejarah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemujaan Berlebihan ala Bambang Ekalaya</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/pemujaan-berlebihan-ala-bambang-ekalaya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/pemujaan-berlebihan-ala-bambang-ekalaya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2026 16:51:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Arjuna]]></category>
		<category><![CDATA[Bambang Ekalaya]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabharata]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8812</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis baru saja menamatkan novel Bharatayudha karya Sujiwo Tejo. Buku tersebut menceritakan cerita Mahabharata, tapi dari sudut pandang Karna yang sejatinya merupakan anak Kunti, tapi pada akhirnya dihanyutkan hingga akhirnya berkubu dengan Kurawa. Namun, ada satu cerita di luar Karna yang menarik perhatian Penulis, yakni tentang seorang karakter bernama Bambang Ekalaya. Penulis memang pernah membaca [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/pemujaan-berlebihan-ala-bambang-ekalaya/">Pemujaan Berlebihan ala Bambang Ekalaya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penulis baru saja menamatkan novel <em>Bharatayudha </em>karya Sujiwo Tejo. Buku tersebut menceritakan cerita Mahabharata, tapi dari sudut pandang Karna yang sejatinya merupakan anak Kunti, tapi pada akhirnya dihanyutkan hingga akhirnya berkubu dengan Kurawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ada satu cerita di luar Karna yang menarik perhatian Penulis, yakni tentang seorang karakter bernama <strong>Bambang Ekalaya</strong>. Penulis memang pernah membaca kisahnya dulu secara sekilas dan tidak sedetail sekarang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Membaca kisahnya membuat Penulis ingin membandingkannya dengan fenomena saat ini, di mana ketika pemujaan berlebihan membuat kita seakan rela melakukan apa saja demi yang dipuja. Sebelum itu, mari kita tengok dulu kisah Bambang Ekalaya yang tragis.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner-300x169.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner-300x169.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner-1024x576.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner-768x432.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu-banner.jpeg 1280w " alt="Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Kisah Bambang Ekalaya dan Pemujaannya ke Dorna</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8816" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bambang Ekalaya dan Patung Dorna (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Ekalawya">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Bambang Ekalaya</strong>, dikenal juga sebagai <strong>Palgunadi</strong>, bukanlah dari kalangan Kesatria. Ia berasal dari Kaum Nisada, kaum pemburu yang kadang belum diakui sebagai manusia alias dianggap sebagai lebih rendah dari kasta Sudra sekali pun. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak muda, Ekalaya berambisi untuk menjadi seorang pemanah terbaik di dunia. Untuk itu, ia membutuhkan seorang guru yang terbaik pula. Siapa lagi kalau bukan <strong>Resi Dorna</strong>, guru para Kurawa dan Pandawa? Maka ia pun menempuh perjalanan untuk menjadi murid Dorna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sayangnya, ketika pada akhirnya berhasil bertemu, Ekalaya ditolak oleh Dorna karena ia telah bersumpah hanya akan mengajar turunan Kuru, yaitu Kurawa dan Pandawa. Apalagi, ia juga telah berjanji akan menjadikan Arjuna menjadi pemanah terbaik di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ekalaya tidak patah semangat. Ia pun <strong>membuat patung yang menyerupai Dorna dan memujanya </strong>seolah yang bersangkutan benar-benar ada di hadapannya. Ajaibnya, Ekalaya benar-benar mendapatkan ilmu memanah yang luar biasa, bahkan mengalahkan Arjuna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suatu hari, Pandawa termasuk Arjuna dan Drona sedang berburu di hutan dan tanpa sengaja bertemu dengan Ekalaya. Mereka pun terkejut, karena ada orang seandal itu dalam memanah di tengah hutan. Ekalaya pun ditanya siapa gurunya, dan ia menjawab Dorna.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arjuna pun <em>rewel </em>dan protes ke gurunya. Ia menganggap gurunya melanggar janjinya karena ada orang yang lebih jago darinya. Dorna dengan siasat liciknya pun meminta semacam upeti kepada Ekalaya karena telah menjadikan dirinya gurunya. <strong>Ia meminta jempol kanan Ekalaya!</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Tanpa ragu sedikit pun, Ekalaya langsung memotong jempol kanannya dan menyerahkannya kepada Dorna. Dengan demikian, kemampuan memanahnya pun menjadi tidak sempurna dan Dorna bisa tetap menjaga janjinya ke Arjuna.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pemujaan yang Berujung ke Kematian</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8817" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Bambang Ekalaya (<a href="https://www.salamyogyakarta.com/bambang-ekalaya/">Salam Yogyakarta</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ekalaya tampaknya memang ditakdirkan kerap berkonflik dengan Arjuna. Beberapa lama setelah kejadian tersebut, ada sebuah kejadian ketika istri Ekalaya, <strong>Dewi Anggraeni</strong>, hendak pergi ke Indraprastha untuk bertemu dengan para Pandawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun di tengah jalan, mereka diserang sekelompok raksasa. Anggraeni kabur hingga sampai ke tempat Arjuna bertapa. Ia melanggar sopan santun dengan mengganggu orang yang bertapa, tapi Arjuna tetap mengalahkan raksasa yang mengejar Anggraeni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arjuna yang telah lama berada di hutan sendirian tiba-tiba merasakan gejolak yang luar biasa ketika melihat kecantikan Anggraeni, bahkan terus memaksanya meskipun tahu Anggraeni telah bersuami. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Anggraeni pun sampai memutuskan terjun dari lebih daripada dilecehkan Arjuna, tapi ia diselamatkan oleh ibunya yang merupakan dewi khayangan. Ekalaya yang marah besar akibat perlakuan Arjuna ke istrinya pun memutuskan untuk berduel dengannya, bahkan sempat ingin perang dengan Pandawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam pertarungan 1 vs 1 tersebut, <strong>Arjuna kalah telak dari Ekalaya hingga tewas</strong>. Sri Khrisna segera mengambil tubuhnya dan pulang ke Indraprastha. Karena Arjuna dibutuhkan dalam perang di Kurusetra, Arjuna pun dihidupkan kembali menggunakan pusaka Wijayakusuma.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Arjuna yang merasa malu pun berkata bahwa dirinya tidak ingin hidup selama Ekalaya masih hidup. Khrisna pun memutuskan untuk menggunakan siasat licik agar Arjuna hidup, dengan merasuk ke patung Dorna milik Ekalaya!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yups, Ekalaya masih menyimpan patung Dorna yang ia puja setiap hari. Oleh karena itu, tentu ia kaget ketika patung tersebut tiba-tiba berbicara. Khrisna dalam suara Dorna pun <strong>meminta Cincin Mustika Ampal </strong>yang ia kenakan, cincin yang membuatnya tidak bisa mati.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekali lagi tanpa ragu, ia menyerahkan cincin tersebut ke patung Dorna. Begitu cincin dilepaskan, keris yang ia bawa<strong> tiba-tiba melayang dan membunuh Ekalaya begitu saja</strong>. Di mata Ekalaya,<strong> ia telah ditipu oleh orang yang ia puja selama ini</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alhasil, Ekalaya pun mengutuk Dorna akan mati karena tipuan juga. Padahal, yang menipunya adalah Khrisna! Nantinya ketika perang Bharatayudha, kematian Dorna memang disebabkan oleh tipuan. Secara tidak langsung, peristiwa ini juga memudahkan Pandawa menang perang atas Kurawa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">&#8220;Pemujaan yang Berlebihan Tidak Sehat&#8221;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8815" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/pemujaan-berlebihan-bambang-ekalaya-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Patrick Sedang Menasehati SpongeBob (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=hDs9Z0S-MB0">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam salah satu episode <em>SpongeBob SquarePants </em>yang berjudul &#8220;I&#8217;m Your Biggest Fanatic&#8221;, Patrick mengatakan ke SpongeBob kalau <strong>&#8220;pemujaan yang berlebihan tidak sehat.&#8221;</strong> <em>Quote</em> tersebut sangat cocok diucapkan kepada Ekalaya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita bisa melihat bahwa pada dasarnya, Ekalaya tidak pernah mendapatkan ilmu secara langsung dari Resi Dorna. Ia hanya menggunakan <em>mindset </em>bahwa patung Dorna yang ia buat dari tanah liat adalah benar-benar representasi dari sang resi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, sejatinya Ekalaya bisa menjadi pemanah ulung dan kesatria hebat adalah <strong>karena kemampuannya sendiri</strong>, hasil latihan dan kerja kerasnya sendiri. Ia tidak memiliki<em> privilege </em>seperti para Pandawa dan Kurawa, tapi tetap berhasil melatih dirinya sendiri dengan baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tampaknya <em>mindset </em>Ekalaya sudah terpaku bahwa ia bisa sekuat itu karena menjadikan Dorna versi patung sebagai gurunya. Ia merasa berhutang budi, sehingga sebagai murid ia rela menyerahkan apa pun, termasuk jempol kanan dan cincin saktinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari dua kisah di atas, kita bisa belajar kalau sejatinya<strong> pemujaan yang berlebihan itu tidak pernah baik</strong>. Di dunia modern sekarang, mungkin bentuk pemujaannya bisa berbeda-beda, mulai dari <a href="https://whathefan.com/politik-negara/akar-fanatisme-membabi-buta/">tokoh politik</a>, pacar, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/safa-fanatisme-idola-dan-hubungan-parasosial/"><em>idol </em>K-Pop</a>, VTuber, gebetan, dan lain sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Coba bayangkan seandainya idola yang kita puja setiap hari tiba-tiba muncul dan meminta kita menyerahkan jempol kanan kita, apakah kita rela melakukannya? Mungkin tidak sampai seekstrem itu, tapi fenomena saat ini menunjukkan bahwa banyak yang rela melakukan banyak hal demi yang dipujanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Obsesi Ekalaya ke Dorna juga tidak sehat, bahkan sampai membuat patungnya dan terus dijaga dan dipuja selama bertahun-tahun. Kalau di dunia modern, mungkin seperti kita membawa <em>photocard </em>idola kita ke mana-mana dan memandangnya dengan penuh cinta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kisah Ekalaya ini bisa kita jadikan pelajaran berharga di masa kini. Kalau mengagumi seseorang, ya yang sewajarnya saja, jangan berlebihan. Nantinya malah kecewa, seperti Ekalaya menjelang ajalnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 6 Agustus 2026, terinspirasi setelah membaca kısah Bambang Ekalaya dari berbagai sumber</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/pemujaan-berlebihan-ala-bambang-ekalaya/">Pemujaan Berlebihan ala Bambang Ekalaya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/pemujaan-berlebihan-ala-bambang-ekalaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Terima Kasih, Keigo Higashino, Selamat Jalan</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/terima-kasih-keigo-higashino-selamat-jalan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/terima-kasih-keigo-higashino-selamat-jalan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 14:56:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Keigo Higashino]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8769</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sewaktu iseng scroll media sosial hari ini setelah jam kerja, Penulis begitu terkejut ketika membaca berita meninggal dunianya Keigo Higashino, novelis Jepang yang belakangan bukunya sering Penulis baca. Menurut berita yang penulis baca, ia meninggal akibat kanker kolorektal pada hari Kamis (23/7/26), tapi berita kematiannya sendiri baru diumumkan hari ini (27/7/26). Ia meninggal pada usia 68 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/terima-kasih-keigo-higashino-selamat-jalan/">Terima Kasih, Keigo Higashino, Selamat Jalan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sewaktu iseng <em>scroll </em>media sosial hari ini setelah jam kerja, Penulis begitu terkejut ketika membaca berita meninggal dunianya <strong>Keigo Higashino</strong>, novelis Jepang yang belakangan bukunya sering Penulis baca.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut berita yang penulis baca, ia meninggal akibat kanker kolorektal pada hari Kamis (23/7/26), tapi berita kematiannya sendiri baru diumumkan hari ini (27/7/26). Ia meninggal pada usia 68 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis memang baru &#8220;berkenalan&#8221; dengan Keigo sekitar tahun 2024 melalui novel <em>Keajaiban Toko Kelontong Namiya</em>. Walau begitu, Penulis langsung menyukai karya-karyanya dan mulai mengoleksinya. Total, Penulis telah memiliki 6 dari total 106 buku yang ditulisnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mu-sedih-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mu-sedih-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mu-sedih-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mu-sedih-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/mu-sedih.jpg 1280w " alt="Kenapa Fans Manchester United Banyak yang Sombong?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-fans-manchester-united-banyak-yang-sombong/">Kenapa Fans Manchester United Banyak yang Sombong?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Daftar Buku Keigo yang Penulis Baca</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-keigo-higashino-1024x683.png" alt="" class="wp-image-8773" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-keigo-higashino-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-keigo-higashino-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-keigo-higashino-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/koleksi-keigo-higashino.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Koleksi Higashino Penulis</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika melihat novel <em><strong><a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-keajaiban-toko-kelontong-namiya/">Keajaiban Toko Kelontong Namiya</a></strong></em> di toko buku, entah mengapa ada dorongan untuk membelinya. Padahal, Penulis tidak menyukai unsur supranatural yang langsung dijelaskan di sinopsis buku ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak salah Penulis mengikuti dorongan tersebut. Pasalnya, buku ini langsung menjadi salah satu favorit Penulis, bahkan mungkin yang terbaik. Penulis merasa &#8220;dipeluk&#8221; oleh buku ini karena ceritanya yang <em>heartwarming </em>dan emosional. Penulis pun memberi buku ini nilai 11/10 (bukan 11/100).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk mencoba buku Keigo lainnya yang bergenre misteri, salah satu genre favorit Penulis. Setelah melakukan riset, Penulis memilih <em><a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-the-devotion-of-suspect-x/"><strong>The Devotion of Suspect X</strong></a></em>. Penulis benar-benar terkejut dengan <em>plot twist </em>yang ada di buku ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Buku selanjutnya yang Penulis pilih adalah <em><strong><a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-a-midsummers-equation/">A Midsummer&#8217;s Equation</a></strong></em>. Namun, Penulis cukup lama meletakkan novel ini karena alurnya terasa sangat lambat dan terlalu berputar-putar. Walau begitu, Penulis tetap memutuskan untuk lanjut membeli novel Keigo.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><strong><a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-malice-catatan-pembunuhan-sang-novelis/">Malice</a></strong></em> menjadi pilihan Penulis selanjutnya. Kali ini, tokoh utamanya bukan Profesor Yukawa seperti di dua novel sebelumnya, melainkan Detektif Kaga. Novel ini juga menjadi salah satu karya Keigo yang mampu memutar-mutar otak kita karena banyaknya <em>reverse psychology</em> di sini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis masih memiliki dua novel Keigo lain yang belum sempat Penulis tuliskan <em>review-</em>nya di blog ini, yakni <em><strong>Salvation of a Saint </strong>(Dosa Malaikat) </em>dan <em><strong>The Newcomer </strong>(Pembunuhan di Nihonbashi).</em> Penulis menyukai judul yang pertama, tapi menganggap judul kedua sebagai yang terburuk dari semua karya Keigo yang pernah Penulis baca.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pandangan Penulis Terhadap Gaya Menulis Keigo</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah membaca beberapa novelnya, Penulis berkesimpulan kalau tidak berfokus pada apa yang dilakukan oleh pelaku, tapi <strong>mengapa pelaku melakukannya</strong>. Motif-motif yang dihadirkan di novelnya selalu memiliki dampak emosional yang cukup besar, bukan karena khilaf semata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Trik yang digunakan tidak akan se-<em>njelimet </em>cerita-cerita di <em>Detective Conan </em>maupun <em>Sherlock Holmes</em>. Terkadang, triknya sederhana saja, tapi <strong>alasan mengapa pelaku sampai melakukan trik tersebut untuk membunuh yang menjadi poin utamanya</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seringnya, yang menjadi <em>plot twist </em>bukan ketika kebenaran akhirnya terungkap, melainkan <strong>mengapa hal tersebut dilakukan</strong>. Apalagi, Keigo kerap menunjukkan siapa pelakunya sejak di awal novel, hanya caranya (dan alasannya) yang masih disembunyikan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Kritik Penulis hampir di semua artikel <em>review </em>novelnya sama, yakni <strong>terkadang proses investigasinya berbelit-belit</strong>. Pihak kepolisian seolah punya daftar panjang siapa saja yang harus diwawancarai. Bagian tersebut adalah bagian yang paling menjenuhkan dari semua karyanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pengecualian jelas terdapat pada <em>Keajaiban Toko Kelontong Namiya</em>, karena memang beda genre. Penulis sebenarnya penasaran, apakah ada karyanya yang lain yang bergenre <em>slice of life </em>seperti novel ini?</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jujur, Penulis merasa sedih ketika mendengar kabar kematian Keigo Higashino hari ini. Walau baru membaca enam bukunya, beberapa di antaranya benar-benar memberi dampak yang luar biasa bagi Penulis. Efek setelah membaca bukunya itu yang membuat Penulis terus membeli karyanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karya terakhir Keigo yang berjudul <em><strong>Eternal Memory</strong></em> akan mulai rilis pada bulan Agustus mendatang. Novel terakhirnya tersebut seolah memberikan pesan walau ia telah meninggalkan kita semua, karyanya akan menjadi kenangan yang abadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selamat jalan Keigo Higashino, terima kasih atas semua karyamu selama ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 27 Juli 2026, terinspirasi setelah mendengar kabar meninggal dunianya Keigo Higashino</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber Artikel: </p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.japantimes.co.jp/culture/2026/07/27/books/keigo-higashino-obituary/">Japanese author Keigo Higashino, known for penning intricate mystery novels, dies at 68 &#8211; The Japan Times</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/terima-kasih-keigo-higashino-selamat-jalan/">Terima Kasih, Keigo Higashino, Selamat Jalan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/terima-kasih-keigo-higashino-selamat-jalan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Sherlock Holmes Diolok-olok Detektif Lain</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 14:24:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[detektif]]></category>
		<category><![CDATA[Hercule Poirot]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Sherlock Holmes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8693</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seri Sherlock Holmes adalah cerita detektif pertama yang Penulis baca. Penulis pernah membahas tentang bagaimana awal mula bertemu Sherlock di tulisan lama, jadi Penulis tidak akan mengulangnya pada tulisan ini. Nah, belakangan ini, Penulis melakukan re-read cerita-cerita Sherlock Holmes dan juga Agatha Christie, yang terpicu dari sebuah diskusi dengan teman. Ketika dibaca ulang, metode Sherlock [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/">Ketika Sherlock Holmes Diolok-olok Detektif Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Seri Sherlock Holmes adalah cerita detektif pertama yang Penulis baca. <a href="https://whathefan.com/buku/berteriak-karena-buku/">Penulis pernah membahas tentang bagaimana awal mula bertemu Sherlock di tulisan lama</a>, jadi Penulis tidak akan mengulangnya pada tulisan ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, belakangan ini, Penulis melakukan <em>re-read </em>cerita-cerita Sherlock Holmes dan juga Agatha Christie, yang terpicu dari sebuah diskusi dengan teman. Ketika dibaca ulang, metode Sherlock yang terlihat keren kok jadi agak mengkhayal dan terlalu dipaksakan, hahaha.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan Hercule Poirot di novel <em>The Big Four</em> (<em>Empat Besar</em>), yang kebetulan juga sedang Penulis baca lagi. Tak hanya itu, tokoh di novel <em>The Tokyo Zodiac Murders </em>juga membongkar kejanggalan dari metode Sherlock!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/yang-salah-dari-privilege-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/yang-salah-dari-privilege-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/yang-salah-dari-privilege-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/yang-salah-dari-privilege-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/12/yang-salah-dari-privilege-banner.jpg 1280w " alt="Yang Salah dari Privilege" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/yang-salah-dari-privilege/">Yang Salah dari Privilege</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Ketika Hercule Poirot Mengolok-olok Sherlock Holmes</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8696" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Hercule Poirot dalam Sebuah Adaptasi The Big Four (<a href="https://greatoldmovies.blogspot.com/2014/07/the-big-four.html">GREAT OLD MOVIES</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di antara 80 novel Agatha Christie yang Penulis miliki, <em><strong>The Big Four </strong></em>adalah salah satu favorit Penulis. Penulis masih ingat pertama kali membaca novel ini di perpustakaan Kota Malang sewaktu kuliah, tapi waktu itu Penulis tidak membacanya sampai tuntas sebelum akhirnya memilikinya sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di novel ini, <strong>Hercule Poirot </strong>adalah bintang utamanya dan seperti biasa kita akan mengikuti petualangannya melalui kacamata sahabatnya, <strong>Arthur Hastings</strong> (seperti John Watson di seri Sherlock Holmes). Ada banyak kasus &#8220;mini&#8221; di novel ini, tapi semua terhubung ke organisasi The Big Four yang disebut menguasai dunia. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, di halaman 9, ada bagian cerita yang menurut Penulis seperti &#8220;menyindir&#8221; metode yang dilakukan oleh Holmes. Waktu itu, Hastings menyebut bahwa Poirot selalu menolak metode yang umumnya dilakukan oleh detektif, seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Manusia berlagak seperti anjing pemburu</li>



<li>Memakai berbagai samaran hebat untuk mencari jejak penjahat</li>



<li>Berhenti pada setiap jejak untuk mengukurnya</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau Pembaca familier dengan cerita-cerita Sherlock Holmes atau pernah menonton adaptasi filmnya yang dibintangi oleh Robert Downey Jr., pasti memahami kalau poin-poin yang disebutkan di atas memang kerap dilakukannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;<em>Teratur, bermetode, ditambah dengan &#8216;sel-sel kecil kelabu&#8217;. Sambil duduk nyaman di rumah kita sendiri pun, kita bisa melihat hal-hal yang mungkin tak terlihat oleh orang lain, dan kita tidak mengambil kesimpulan terlalu cepat seperti Japp (polisi di cerita ini) yang jempolan itu,</em>&#8221; ungkap Poirot di novel ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ironisnya, <em>The Big Four </em>adalah novel Hercule Poirot yang paling &#8220;Sherlock Holmes&#8221; menurut Penulis. Jika Poirot biasanya hanya mengandalkan sel-sel kelabunya dan &#8220;kurang gerak&#8221;, di novel ini justru kita akan melihat berbagai aksinya ke sana kemari dalam membongkar kejahatan organisasi The Big Four.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ketika Tokoh di Novel The Tokyo Zodiac Murders Mengolok-olok Sherlock Holmes</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8697" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/06/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Novel The Tokyo Zodiac Murders (<a href="https://www.gramedia.com/products/pembunuhan-zodiak-tokyo-the-tokyo-zodiac-murders">Gramedia</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Serangan&#8221; Poirot kepada Holmes di novel <em>The Big Four </em>masih sopan dan tidak menyebut nama. Lain halnya dengan tokoh di novel <em>The Tokyo Zodiac Murders </em>yang baru saja Penulis tamatkan. Selain terang-terangan menyebut Holmes, metode dan ketidaklogisannya dibongkar total!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Novel ini mengambil sudut pandang orang kedua melalui mata <strong>Kazumi Ishioma</strong>, yang berusaha memecahkan misteri Pembunuhan Zodiak Tokyo yang terjadi sekitar 40 tahun lalu. Ia pun berdiskusi dengan temannya, <strong>Kiyoshi Mitarai</strong>, seorang astrolog sekaligus detektif.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, kejadian yang ingin Penulis bahas terjadi di halaman 168. Ceritanya, Kazumi merupakan penggemar Sherlock Holmes. Ketika progres mereka memecahkan misteri tersebut buntu, ia mengatakan kalau Holmes pasti bisa memecahkannya dengan mudah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mendengar hal tersebut, Kiyoshi langsung menyebut kalau detektif asal Inggris tersebut adalah &#8220;pembohong, barbar, dan pecandu kokain yang selalu keliru membedakan antara kenyataan dengan khayalan.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu Kazumi langsung panas mendengar idolanya dihujat seperti itu dan minta menjelaskan. Kiyoshi meminta Kazumi menyebutkan satu kasus favorit yang dipecahkan Holmes, dan dijawab kasus &#8220;Lilitan Bintik-Bintik&#8221; dari buku <em>The Adventure of Sherlock Holmes</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kebetulan, Penulis juga baru membaca ulang cerita tersebut, sehingga langsung paham dengan apa yang akan dibahas oleh Kiyoshi. Menurutnya, jika pelaku dalam kasus tersebut menyimpan ular dalam brankas, harusnya ular tersebut mati kehabisan oksigen! Anehnya lagi, ular tersebut diberi semangkuk susu, padahal ular tidak minum susu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, metode pelaku yang memanggil ular dengan siulan juga janggal, karena ular tidak memiliki telinga! Karena hal tersebut, Kiyoshi menyebutkan bahwa antara Dokter Watson hanya mengarang cerita atau Holmes sedang berada di bawah pengaruh kokain ketika menceritakan hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuan Holmes dalam menebak berbagai macam hal hanya melalui pengamatan juga diolok-olok oleh Kiyoshi karena banyak yang tidak masuk akal jika dipikirkan ulang. Penyamaran Holmes menjadi berbagai macam wujud juga dianggap tidak realistis. </p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah Penulis marah karena detektif favoritnya diolok-olok oleh penulis lain? Tentu tidak, karena seperti yang sudah Penulis singgung di awal tulisan, Penulis juga merasakan hal yang sama ketika membaca ulang cerita-cerita Sherlock Holmes!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau begitu, Penulis tetap menyukai cerita-cerita Sherlock Holmes. Ketika menikmati sebuah cerita, sering kali kita memisahkannya dengan realita. Kalau terus dihubungkan dengan logika, keseruannya malah jadi berkurang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sherlock Holmes telah menjadi bagian dari masa kecil dan remaja Penulis, sehingga sangat <em>memorable</em> dan tak tergantikan. Meskipun belakangan suka membaca <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-malice-catatan-pembunuhan-sang-novelis/">cerita-cerita detektif dari penulis Jepang</a> (termasuk <em>The Tokyo Zodiac Murders</em>), Sherlock akan selalu di hati.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 3 Juni 2026, terinspirasi setelah membaca dua novel detektif yang sama-sama &#8220;mengolok-olok&#8221; metode Sherlock Holmes</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/">Ketika Sherlock Holmes Diolok-olok Detektif Lain</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/ketika-sherlock-holmes-diolok-olok-detektif-lain/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 14:13:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8588</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2026 ternyata tahun yang jauh dari kedamaian. Pasalnya, ini baru sampai Maret, tapi Amerika Serikat (AS) sudah melakukan dua aksi militer ke negara lain yang berdaulat, yakni Venezuela dan Iran. Dengan berbagai dalih, Presiden Donald Trump membenarkan aksinya tersebut, yang jika kita lihat merupakan bentuk intervensi terhadap urusan negara orang lain. Ya, kita memang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/">Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tahun 2026 ternyata tahun yang jauh dari kedamaian. Pasalnya, ini baru sampai Maret, tapi <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/">Amerika Serikat (AS)</a> sudah melakukan dua aksi militer ke negara lain yang berdaulat, yakni <strong>Venezuela</strong> dan <strong>Iran</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan berbagai dalih, Presiden <strong>Donald Trump </strong>membenarkan aksinya tersebut, yang jika kita lihat merupakan bentuk intervensi terhadap urusan negara orang lain. Ya, kita memang tahu kalau di balik itu ada kepentingan mereka sendiri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oh, jangan lupa dengan gebrakannya yang ingin mengambil alih <strong>Greenland</strong> dari Denmark, meskipun mereka sama-sama sekutu di bawah bendera NATO. Mungkin wacana tersebut batal, tapi kita bisa melihat &#8220;serakus&#8221; apa AS di bawah Trump.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/tur-kamar-saya-sisi-timur-banner.jpg 1280w " alt="Tur Kamar Saya (Sisi Timur)" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/tur-kamar-saya-sisi-timur/">Tur Kamar Saya (Sisi Timur)</a></div></div></div><p></p>


<p class="wp-block-paragraph">Terbaru, Trump juga berencana untuk menyerang <strong>Kuba</strong> yang berada tepat di selatan wilayah negaranya. United Nations (UN) pun tak terlihat batang hidungnya belakangan ini. Sekadar mengecam pun tidak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin kita terkejut dengan keputusan Trump yang terkesan arogan tersebut. Namun, jika menengok sejarah, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Trump tersebut memang sudah menjadi semacam &#8220;kebiasaan&#8221; AS.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kebiasaan AS Mengurusi Urusan Negara Lain</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8604" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pulau Penuh Kotoran Burung (<a href="https://www.atlasobscura.com/articles/when-the-western-world-ran-on-guano">Atlas Obscura</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jangankan wilayah yang berdaulat, bahkan pulau kecil yang dipenuhi kotoran burung pun sempat menjadi target AS di masa lalu. Ini bukan mengada-ada, karena di tahun 1800-an, mereka berusaha memonopoli pulau-pulau kecil yang merupakan milik Peru.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis mengetahui fakta ini dari video-video dari <strong>Johnny Harris</strong>. Nantinya, banyak contoh yang Penulis sebutkan di sini bersumber dari videonya. Intinya, mereka bahkan sampai mengancam Peru jika menghalangi bisnis kotoran burung untuk pupuk tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, perkara menguasai pulau penuh kotoran burung tersebut adalah langkah awal AS menuju imperialisme. Namun, di artikel ini kita tidak akan membahas hal tersebut. Fokus kita adalah melihat intervensi AS ke negara lain di masa lalu. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Guatemala dan Pisang</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8603" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">United Fruit Company di Guatemala (<a href="https://therealnews.com/guatemala-and-the-united-fruit-coup-under-the-shadow-episode-2">The Real News</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di <strong>Guatemala</strong> misalnya, di mana mereka intervensi karena satu alasan: <strong>pisang</strong>! Yup, demi mengamankan bisnis pisang mereka di sana (karena buah tersebut sangat populer di AS), mereka terlibat dalam penggulingan kekuasaan pemerintah yang ingin AS tidak memonopoli bisnis pisang di sana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengapa AS sampai melangkah sejauh itu? Karena <strong>United Fruit Company,</strong> salah satu perusahaan buah terbesar, memiliki seperlima lahan pertanian di negara tersebut! Mereka juga punya infrastruktur lengkap seperti negara di dalam negara dan dukungan militer AS.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pencaplokan Hawaii dan Gula</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8605" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ratu Liliuokalani (<a href="https://www.biography.com/royalty/liliuokalani">Biography</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tahu <strong>Hawaii</strong>, bukan? Negara bagian AS berupa kepulauan di Samudra Pasifik tersebut dulunya merupakan sebuah kerajaan berdaulat yang tiba-tiba dianeksasi seenak <em>udel </em>oleh AS. Penyebabnya? Bisnis <strong>gula</strong>!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya, orang-orang kulit putih di sana datang sebagai misionaris untuk menyebarkan agama kristen. Lantas, mereka justru berbisnis dan salah satunya adalah dengan mendirikan industri gula.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Agar lancar, mereka pun membuat gerakan sistematis untuk menggulingkan pemerintahan yang sah (waktu itu dipimpin oleh <strong>Ratu Liliuokalani</strong>) dan digantikan oleh Sanford Dole yang punya bisnis gula.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Terusan Panama dan Kemerdekaan Panama</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8606" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pembuatan Terusan Panama (<a href="https://www.chimuadventures.com/en/blog/construction-panama-canal">Chimu Adventure</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tahu <strong>Terusan Panama</strong>, bukan? Pada saat pembuatannya di awal 1900-an, Panama masih merupakan wilayah dari Kolombia. Nah, Kolombia menolak pembuatan kanal yang awalnya dikerjakan oleh arsitektur Prancis (walau berakhir gagal). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Sudah ketebak bukan apa yang terjadi selanjutnya? AS memberi dukungan kepada orang-orang Panama (Panamian) untuk merdeka dari Kolombia (termasuk senjata dan tentara), dengan syarat mereka boleh meneruskan pengerjaan Terusan Panama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singkat cerita, revolusi tersebut berhasil dan Panama pun menjadi negara merdeka. AS secara sigap menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan mereka. Terusan Panama pun jadi milik mereka hingga akhirnya dikembalikan ke Panama pada tahun 1999.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh-Contoh Lainnya</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Di <strong>Indonesia</strong> sendiri, AS disebut menjadi<em> </em>dalang di balik lengsernya Sukarno yang sudah semakin ke kiri. Di <strong>Korea</strong>, hari ini ada dua negara (Utara dan Selatan) juga karena andil mereka bersama Uni Soviet. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin kalau yang lebih baru, adalah ketika mereka <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/amerika-serikat-dan-serangan-serangannya-ke-islam/">meluluhlantakkan <strong>Irak</strong> dan <strong>Libya</strong></a>, yang waktu itu dipimpin oleh <strong>Saddam Hussein </strong>dan <strong>Muammar Khadafi. </strong>Mereka dicap persis seperti pemimpin Venezuela dan Iran, yakni tiran yang harus disingkirkan demi &#8220;kebaikan rakyatnya&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Percayalah, contoh-contoh di atas baru sebagian kecil saja. Negara yang satu ini memang hobi intervensi urusan negara orang lain, bahkan semakin parah di bawah kepresidenan Trump.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Intervensi AS di Iran disebut bisa memicu Perang Dunia III, yang sudah kerap disebut sejak Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Tentu banyak orang berharap hal tersebut tidak pernah terjadi, mayoritas dari kita hanya ingin hidup dengan damai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, memang ada pihak-pihak yang rasanya membenarkan peperangan dengan alasan &#8220;damai&#8221;. Secara ironis, hal ini membuat kita teringat dengan Pain dari serial <em>Naruto Shippuden</em>, yang tujuannya akhirnya memang perdamaian dengan cara kekerasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Logika yang digunakan Trump juga sesat. Dengan menggunakan logikanya, negara lain juga berhak menyerang AS dengan alasan Trump telah membuat rakyatnya menderita. Lihat saja kelakuan agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang beberapa kali membunuh warga sipil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mau sampai kapan ia memutuskan untuk <a href="https://whathefan.com/filmserial/ironi-superhero-amerika/">menjadi polisi dunia</a> tanpa dilandasi hukum yang jelas? Penulis benar-benar tidak paham lagi jika sampai ada pemimpin dunia yang memutuskan berada di pihaknya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 11 Maret 2026, terinspirasi setelah teringat bagaimana aksi ikut campur Amerika Serikat sudah dilakukan sejak dahulu kala</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/W9KFkBvJcR4">How the U.S. Snagged All These Islands</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/WWBCl8huNMA">How the US Stole Central America (With Bananas)</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/XK2MBnw6RlY">How the US Stole Hawaii</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/D_PtYPnKBJs">How The US Stole The Panama Canal, Mapped</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/">Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Xbox Beradaptasi Melawan PlayStation dan Nintendo</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nintendo]]></category>
		<category><![CDATA[PlayStation]]></category>
		<category><![CDATA[Xbox]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau berbicara tentang konsol, Penulis pernah memiliki beberapa. Waktu kecil, Penulis memiliki konsol-konsol &#8220;murah&#8221; yang bisa memainkan banyak game jadul seperti Duck Hunt dan Super Mario Bros. Saat kelas 5 SD, Penulis tiba-tiba dibelikan PlayStation 1 oleh ayah. Lalu saat lulus dari SD, Penulis membeli PlayStation 2 menggunakan uang sunat. Semenjak itu, Penulis tidak pernah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/">Bagaimana Xbox Beradaptasi Melawan PlayStation dan Nintendo</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Kalau berbicara tentang konsol, Penulis pernah memiliki beberapa. Waktu kecil, Penulis memiliki konsol-konsol &#8220;murah&#8221; yang bisa memainkan banyak <em>game </em>jadul seperti <em>Duck Hunt</em> dan <em>Super Mario Bros</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat kelas 5 SD, Penulis tiba-tiba dibelikan PlayStation 1 oleh ayah. Lalu saat lulus dari SD, Penulis membeli PlayStation 2 menggunakan uang sunat. Semenjak itu, Penulis tidak pernah lagi membeli konsol hingga saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau begitu, Penulis tetap mengikuti perkembangan konsol karena memang menyukai sejarah teknologi. Kabar terbaru yang cukup hangat dibicarakan adalah bagaimana menyerahnya Xbox dalam perang konsol dan memutuskan untuk fokus di konten.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/Logo-Square-300x300.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/Logo-Square-300x300.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/Logo-Square-150x150.jpg 150w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/Logo-Square-768x768.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/Logo-Square-255x255.jpg 255w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/Logo-Square.jpg 1000w " alt="Di Balik Nama Whathefan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/di-balik-nama-whathefan/">Di Balik Nama Whathefan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Xbox yang Tertinggal Jauh dari PlayStation dan Nintendo</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jika berbicara tentang penguasa pasar konsol di era sekarang, pemain besarnya hanya tinggal tiga perusahaan, yakni <strong>Sony melalui PlayStation</strong>, <strong>Nintendo</strong>, dan <strong>Microsoft melalui Xbox</strong>. Dibandingkan para kompetitornya, umur Xbox memang paling muda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena Nintendo seolah punya &#8220;dunianya&#8221; sendiri, maka di sini Penulis hanya akan membandingkan Xbox dengan PlayStation. Mari kita bahas dari segi penjualan konsolnya dulu, karena ini berpengaruh pada keputusan yang dibuat Xbox sekarang.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7901" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perbandingan Penjualan PlayStation dan Xbox (WSJ)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Di pertengahan 90-an, Sony mendobrak pasar yang saat itu diisi oleh Nintendo, Sega, dan beberapa merek lainnya. Melalui <strong>PlayStation</strong>, Sony dianggap merevolusi industri <em>game</em> modern berkat berbagai terobosannya seperti penggunaan CD, bukan <em>cartridge</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, di awal 2000-an, Sony merilis penerusnya, <strong>PlayStation 2</strong>, yang hingga saat ini masih memegang rekor sebagai konsol dengan penjualan tertinggi sepanjang masa. Di saat inilah Microsoft masuk ke industri <em>game</em> dengan merilis <strong>Xbox</strong> perdana.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu, penjualan Xbox tidak ada apa-apanya dibandingkan PlayStation 2. Seumur hidup, Penulis hanya satu kali melihat Xbox punya teman di Tangerang. Beda dengan konsol PlayStation yang bisa ditemukan di banyak tempat rental.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nasib Xbox membaik ketika merilis<strong> Xbox 360</strong>, saat PlayStation meluncurkan <strong>PlayStation 3</strong>. Jumlah penjualannya hanya selisih tipis. Namun, banyak yang menganggap kalau ini terjadi karena harga PS3 yang terlampau mahal, bukan karena Xbox 360 bagus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis juga hanya sekali melihat ada orang punya Xbox 360, yakni punya tetangga Penulis yang sesekali membawa konsolnya ke rumah untuk dimainkan bersama. Kalau secara fisik, konsol ini memang memiliki bentuk yang menarik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di generasi selanjutnya, Sony meluncurkan <strong>PlayStation 4</strong> dan Xbox meluncurkan <strong>Xbox One</strong>. Pola penamaan Xbox memang sedikit membingungkan, berbeda dengan PlayStation yang berurutan. Sekali lagi, Xbox harus menelan pahitnya kekalahan yang cukup telak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seumur-umur, Penulis belum pernah melihat konsol Xbox One. Kalau PS4, teman Penulis ada yang memilikinya, apalagi sudah banyak rental yang menyediakan PS4. Mungkin memang sejarang itu orang memutuskan untuk membeli konsol Xbox, setidaknya di Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk konsol generasi terbaru, <strong>PlayStation 5</strong> dan<strong> Xbox Series X|S</strong>, mungkin bisa dibilang menjadi <em>endgame </em>bagi Xbox di perang konsol. Meskipun menggunakan strategi &#8220;konsol murah untuk teknologi terbaru&#8221; melalui Series S, mereka tetap tak mampu mengalahkan Sony.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis sering main di rental untuk menyewa PS5, teman Penulis ada yang punya Xbox Series S, tapi Penulis belum pernah melihat Xbox Series X secara langsung. Bisa jadi, ini adalah seri Xbox terakhir yang pernah dikeluarkan oleh Microsoft.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Strategi Microsoft Bertahan di Industri Game</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7904" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Xbox Game Pass (<a href="https://www.tomsguide.com/opinion/xbox-game-pass-is-great-but-heres-why-im-canceling-my-subscription-anyway">Tom&#8217;s Guide</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan ulasan di atas, bisa dilihat kalau Xbox benar-benar bukan lawan yang sepadan untuk PlayStation. Bahkan, jika dibandingkan dengan Nintendo pun mereka masih kalah, mengingat penjualan Wii dan Switch begitu laris manis di pasaran.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menyadari kekurangan ini, <strong>Xbox pun memfokuskan diri pada konten <em>game</em></strong>. Hal ini bisa dilihat dari betapa agresifnya Microsoft mengakuisisi berbagai developer <em>game</em>, di mana yang paling besar tentu saja ketika mereka mengakusisi Activision Blizzard.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Strategi ini masuk akal, mengingat Sony dan Nintendo juga kerap menggunakan konten yang disajikan untuk menarik minat pemain. Seperti yang kita tahu, ada banyak judul <em>game</em> yang hanya tersedia di platform tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contohnya di PlayStation, ada beberapa judul seperti seri Final Fantasy, Spider-Man, God of War, Horizon, hingga The Last of Us. Memang biasanya judul-judul dari seri tersebut akan hadir di PC, tapi biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nintendo malah lebih unik lagi dengan dunianya sendiri. Sebagai pemilik waralaba Mario, Zelda, hingga Pokemon, mereka secara eksklusif menghadirkan judul-judul tersebut hanya di konsol buatan mereka. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Xbox sendiri sebenarnya dari dulu juga memiliki beberapa waralaba khas mereka, seperti seri Halo dan Forza Horizon. Namun, rasanya mereka merasa kalau itu belum cukup sehingga secara masif mengakuisisi developer <em>game </em>lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, strategi ini juga dilakukan untuk <strong>memperluas perpustakaan konten Xbox Game Pass</strong>, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya/">layanan<em> subscription</em> yang mereka miliki</a>. Strategi ini juga digunakan oleh PlayStation, tapi tidak dilakukan oleh Nintendo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah Xbox jadi akan mengeksklusifkan <em>game-game</em> yang dibuat oleh anak-anak perusahaannya? Rasanya tidak. Contohnya dari seri Call of Duty, pihak Xbox telah menegaskan kalau mereka akan tetap merilis game-game tersebut di PlayStation.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, yang jelas tampaknya laju Microsoft untuk mengakuisisi banyak developer <em>game</em> belum akan berakhir, bahkan akan lebih masif lagi. Jangan heran apabila PlayStation pun berupaya untuk meniru strategi yang diambil oleh Microsoft untuk bertahan di <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-main-game/">industri <em>game</em></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk ulasan yang lebih mendalam tentang topik ini, Pembaca bisa membaca tulisan Penulis di tautan yang ada di bawah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 20 September 2024, terinspirasi setelah menonton video ulasan yang membahas tentang strategi Xbox ke depannya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://www.wired.com/review/xbox-series-x-review/">WIRED</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/yuZtbsSrdwo">Xbox Lost the Console War. Now It’s Redefining Gaming. | WSJ The Economics Of &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://www.upstation.media/article/perang-konten-akan-jadi-masa-depan-dunia-game-1">Masa Depan Dunia Game: Perang Konten antar Platform &#8211; UP Station</a></li>



<li><a href="https://www.upstation.media/article/xbox-akusisi-perusahaan-game">Kalah Perang Konsol, Xbox Bakal Akuisisi Banyak Perusahaan Game &#8211; UP Station</a></li>



<li><a href="https://in.ign.com/ps5/215428/news/playstation-and-xbox-report-highlights-lifetime-global-hardware-sales-data-for-both-gaming-consoles">PlayStation and Xbox: A Report Highlights the Lifetime Global Hardware Sales Data for Both Gaming Consoles &#8211; IGN</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/">Bagaimana Xbox Beradaptasi Melawan PlayStation dan Nintendo</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa iPhone Tetap Laris Manis Walau Gitu-Gitu Aja?</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[EA Sports FC]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[PES]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7818</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Jadi, pada dasarnya Apple mengeluarkan produk yang sama lagi?&#8221; Kurang lebih seperti itulah komentar mayoritas netizen ketika melihat video pengumuman iPhone seri terbaru, yang biasanya diadakan pada bulan September. Tahun ini pun komentar senada masih keluar ketika seri iPhone 16 rilis. Bisa dibilang, fitur yang benar-benar baru di seri iPhone 16 hanyalah tombol kamera (yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/">Mengapa iPhone Tetap Laris Manis Walau Gitu-Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><em>&#8220;Jadi, pada dasarnya Apple mengeluarkan produk yang sama lagi?&#8221; </em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Kurang lebih seperti itulah komentar mayoritas netizen ketika melihat video pengumuman iPhone seri terbaru, yang biasanya diadakan pada bulan September. Tahun ini pun komentar senada masih keluar ketika seri iPhone 16 rilis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa dibilang, fitur yang benar-benar baru di seri iPhone 16 hanyalah tombol kamera (yang sudah lama ada di seri Sony Xperia) dan Apple Intelligence (yang cukup terlambat jika dibandingkan dengan kompetitornya). Selain letak kameranya yang berubah, selebihnya mirip dengan seri iPhone 15.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di satu sisi, contoh di atas bisa disebut sebagai kebuntuan inovasi dan membuktikan bahwa perkembangan<em> </em>teknologi seolah sudah mendekati puncaknya. Di sisi lain, bisa jadi ini merupakan cara &#8220;bertahan hidup&#8221; mereka dengan mempertahankan kualitas yang telah dimiliki.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kobaran-api-akibat-ledakan-bom-di-gki-jalan-diponegoro_20180513_183533-300x168.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kobaran-api-akibat-ledakan-bom-di-gki-jalan-diponegoro_20180513_183533-300x168.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kobaran-api-akibat-ledakan-bom-di-gki-jalan-diponegoro_20180513_183533-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/05/kobaran-api-akibat-ledakan-bom-di-gki-jalan-diponegoro_20180513_183533.jpg 700w " alt="Terorisme Bukan Islam" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/renungan/terorisme-bukan-islam/">Terorisme Bukan Islam</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mending Gitu-Gitu Aja atau Coba Baru tapi Gagal?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7825" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Game Bola Terburuk, PES 2014 (<a href="https://www.youtube.com/watch?app=desktop&amp;v=0mQSlxRSdBE">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Komentar yang ada di atas artikel ini juga kerap ketika EA Sports meluncurkan <em>game</em> bola baru. Bahkan, ketika namanya berubah dari <em>FIFA </em>menjadi <em>EA Sports FC</em>, bisa dibilang yang berubah hanya menunya saja. Tidak banyak terobosan yang diluncurkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Membuat terobosan, terutama di dunia teknologi,<strong> butuh keberanian dan insting dalam melihat pasar</strong>. Jangan sampai produk yang diluncurkan justru menjadi bulan-bulanan masyarakat karena kualitasnya yang jauh dari ekspektasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis akan memberikan contoh melalui <em>game Pro Evolution Soccer </em>(<em>PES</em>), atau yang belakangan berubah nama menjadi eFootball. Zaman Penulis kuliah, <em>PES 2013 </em>merupakan salah satu versi <em>game</em> bola terbaik, bahkan mungkin bisa dibilang sepanjang masa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, petaka tiba ketika <em>PES 2014 </em>rilis. Ketika memainkannya, Penulis benar-benar merasa bingung karena <em>game </em>ini benar-benar hancur dari segala sisi. Dari sisi visual, benar-benar sakit di mata. Dari sisi <em>gameplay</em>, benar-benar tidak nyaman memainkannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika mencari alasannya di Reddit, salah satu alasannya adalah Konami selaku developer <em>PES </em>mencoba untuk menggunakan <em>engine</em> baru. Banyak yang menganggap<em> game</em> tersebut sebenarnya belum siap untuk dirilis ke pasar, tapi deadline sudah tiba.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sini kita bisa lihat kalau Konami sebenarnya berusaha untuk membuat inovasi dalam <em>PES 2014</em>. Namun, hasilnya sangat buruk dan berdampak hingga sekarang, di mana <em>PES</em> sudah bukan lagi saingan dari <em>game-game</em> bola keluaran EA Sports.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin karena belajar dari kesalahan <em>PES</em>, EA Sports pun tak berani untuk mengeluarkan inovasi yang benar-benar baru untuk <em>game </em>bolanya. Alhasil, mereka pun mengeluarkan <em>game </em>yang hampir sama setiap tahunnya demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apple sendiri sebagai perusahaan teknologi <strong>telah berkali-kali mengalami kegagalan inovasi</strong>. Mungkin karena itulah, mereka menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan inovasi, walau akibatnya mereka harus rela dicap tidak inovatif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Inovasi Apple Mandek karena Belajar dari Kesalahan?</h2>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7826" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Touch Bar, Inovasi yang Gagal (<a href="https://www.macrumors.com/2020/11/27/apple-force-touch-future-macbook-pro-touch-bar/">MacRumors</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jika ditarik mundur ke belakang di zaman-zaman ketika Steve Jobs ditendang dari perusahaan, <strong>Macintosh </strong>dan <strong>Lisa </strong>yang merupakan komputer revolusioner pada masanya bisa dibilang kurang berhasil karena harganya yang mahal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Itu bukan akhir dari kegagalan Apple, karena pada tahun-tahun berikutnya mereka kerap mengalami hasil buruk yang membuat mereka terancam bangkrut. Steve Jobs pun datang untuk menyelamatkan perusahaan dan berhasil membalikkan keadaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inovasi gagal di era modern sempat terjadi pada MacBook, ketika mereka merilis fitur <strong>Touch Bar</strong>. Fitur ini hadir sebagai pengganti tombol F1-F12 yang intuitif. Meskipun revolusioner, fitur ini banyak tidak disukai hingga akhirnya Apple menghilangkannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">Kegagalan-kegagalan inovasi yang pernah dialami Apple</a> mungkin menjadi pelajaran yang berharga bagi mereka. Oleh karena itu, rasanya wajar jika <strong>mereka terlihat &#8220;bermain aman&#8221;</strong> dengan mengeluarkan produk yang mirip-mirip terus setiap tahunnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mereka beralih fokus dari mengeluarkan inovasi menjadi mempertahankan kualitas. <strong>Buat apa membuat sesuatu yang baru, apabila yang lama sudah bagus? </strong>Paling yang bisa mereka lakukan adalah terus meningkatkan apa yang sudah ada, bukan menggantikannya secara total.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin produk yang kerap mengalami perubahan yang cukup signifikan adalah <strong>iPod</strong> setidaknya dari sisi desain. Itu pun tak bertahan lama sebelum akhirnya produk tersebut digantikan oleh iPhone. MacBook dan iPad pun cukup mirip-mirip, tapi harus diakui kalau prosesor buatan mereka luar biasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekarang mari kita bicarakan iPhone. Harus diakui kalau iPhone, walaupun bukan pioner sejati,<strong> <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">telah mengubah pasar <em>smartphone </em>sejak 17 tahun yang lalu</a></strong>. Semenjak itu, Apple selalu merilis iPhone<em> </em>baru setiap tahunnya dengan berbagai lininya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kadang gagal total seperti iPhone 5C dan seri Mini, kadang terlihat sama-sama saja seperti iPhone 14 yang tidak beda jauh dengan iPhone 13, terkadang harus diakui cukup revolusioner seperti iPhone 5. Namun, satu yang pasti, iPhone tetap selalu digandrungi oleh masyarakat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Laris Manisnya iPhone di Pasaran</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun banyak yang <em>nyinyir </em>setiap iPhone baru dirilis dan selalu dibanding-bandingkan dengan Android, pada kenyataannya<strong> peminat iPhone setiap tahunnya selalu banyak</strong>. Pembaca bisa melihat data penjualan iPhone dari tahun ke tahun melalui daftar di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="711" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-1024x711.jpg" alt="" class="wp-image-7821" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-1024x711.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-300x208.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-768x534.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411.jpg 1340w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Data Penjualan iPhone dari Tahun ke Tahun (<a href="https://www.bankmycell.com/blog/how-many-iphones-have-been-sold/">Bank My Cell</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa dilihat dari grafik di atas, meskipun mengalami fluktuasi, penjualan iPhone bisa dibilang cukup stabil setiap tahunnya. Sejak tahun 2015, hanya sekali penjualan iPhone di bawah 200 juta unit. Sisanya, jelas berhasil membuat petinggi Apple tersenyum.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Angka tersebut jelas luar biasa, mengingat harga iPhone yang tidak pernah murah. Sejak rilis, iPhone selalu dianggap <em>flagship. </em>Mereka pernah meluncurkan versi &#8220;murah&#8221; seperti 5C, tapi hasilnya buruk. Ada juga alternatif seperti versi SE, tapi juga tidak terlalu populer.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, jangan lupa kalau iPhone tidak memiliki terlalu banyak lini seperti produsen <em>smartphone </em>Android seperti Samsung. Seperti yang kita tahu, Samsung saja memiliki seri A, M, S, Fold, dan Flip. Belum lagi <em>smartphone</em> China yang juga memiliki banyak seri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis tidak menemukan datanya, tapi Penulis akan berasumsi kalau secara kuantitas penjualan iPhone bukanlah yang tertinggi. Namun, sekali lagi itu adalah hal yang bisa dimaklumi karena iPhone tidak memiliki banyak varian dan dilabeli dengan harga yang cukup tinggi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa iPhone Tetap Diminati Walau Gitu-Gitu Saja?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7828" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ya Begini-Begini Saja (<a href="https://www.techradar.com/phones/iphone/will-the-iphone-16-price-rise-or-fall">TechRadar</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Data penjualan di atas membuktikan kalau iPhone memang tetap diminati oleh masyarakat, meskipun dianggap begitu-begitu saja. Ada banyak alasannya, seperti bagaimana iPhone telah dianggap sebagai<strong> penanda status sosial</strong>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis telah menyinggung hal ini di tulisan &#8220;<a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-pengakuan-sosial-menjadi-kebutuhan-pokok/">Ketika Pengakuan Sosial Menjadi Kebutuhan Pokok</a>.&#8221; Melalui sekitarnya saja, Penulis telah mendapat gambaran bagaimana iPhone bisa memengaruhi lingkar pertemanan. Dikucilkan karena tidak memiliki iPhone benar-benar terjadi. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika tak kuat mental, tentu kita akan berusaha bagaimana caranya untuk bisa memiliki iPhone, bahkan hingga melakukan hal buruk seperti menyewa iPhone untuk berbohong atau yang lebih parah menjual diri agar ada orang berduit yang mau membelikan dirinya iPhone.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, menurut Penulis bukan hanya karena semata-mata itu saja. Selama bertahun-tahun, Apple berhasil <strong>membangun <em>brand</em>-nya dengan baik</strong>. Mungkin di dunia smartphone, iPhone sudah selevel dengan Louis Vuitton atau Channel di dunia <em>fashion</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Brand </em>yang baik tentu diiringi dengan <strong>kualitas produk yang baik</strong>, dan itu telah dilakukan oleh Apple selama bertahun-tahun. Mau dinyinyirin seperti apapun, kualitas iPhone baik secara <em>hardware </em>maupun <em>software</em> harus diacungi jempol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang, secara layar versi <em>base </em>dari iPhone masih 60Hz. Memang, secara baterai iPhone termasuk yang terburuk. Namun, ada banyak sisi plus dari iPhone, mulai dari dukungan <em>software </em>yang panjang, kamera yang juara, <em>build quality </em>yang premium, keamanan yang bikin tenang, dan lain sebagainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, kalau menurut Penulis, sebenarnya iPhone sama-sama saja seperti <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/">merek <em>smartphone </em>lainnya yang memiliki plus-minusnya sendiri</a>. Mungkin, banyak pengguna Android yang sensitif kepada iPhone karena memang pengguna iPhone banyak yang <em>nyebelin </em>dan harganya yang dianggap <em>overprice</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walaupun terkesan begitu-begitu saja, sebenarnya kalau Penulis bisa memaklumi hal tersebut karena memang sudah tidak banyak inovasi yang bisa dikeluarkan di lini <em>smartphone</em>. Nanti kalau Apple buat ponsel lipat, dinyinyirin meniru Samsung. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasanya apapun yang dilakukan oleh Apple, entah mengeluarkan inovasi atau mengeluarkan produk yang mirip, tetap saja selalu salah di mata para netizen yang maha benar.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 10 September 2024, terinspirasi setelah seri iPhone 16 dirilis tanpa banyak hal baru yang dijual</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://gizmodo.com/apple-iphone-16-1851244717">Gizmodo</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/">Mengapa iPhone Tetap Laris Manis Walau Gitu-Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Amerika Serikat Mendapatkan Wilayahnya (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jul 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7602</guid>

					<description><![CDATA[<p>Amerika Serikat/AS (atau United States of America/USA) adalah negara adidaya yang kuasanya di dunia tak perlu dipungkiri lagi. Sejak Perang Dunia II dan runtuhnya Uni Soviet, AS seolah menobatkan dirinya sebagai raja dunia, sang adikuasa. Hal ini terlihat dari bagaimana di era modern, ada banyak sekali intervensi yang dilakukan oleh AS ke negara lain, terutama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/">Bagaimana Amerika Serikat Mendapatkan Wilayahnya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Amerika Serikat/AS (atau United States of America/USA) adalah negara adidaya yang kuasanya di dunia tak perlu dipungkiri lagi. Sejak Perang Dunia II dan runtuhnya Uni Soviet, AS seolah menobatkan dirinya sebagai raja dunia, sang adikuasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini terlihat dari bagaimana di era modern, ada banyak sekali intervensi yang dilakukan oleh AS ke negara lain, terutama ketika ada kepentingan mereka. Entah ada berapa konflik yang telah mereka timbulkan, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merdeka pada tanggal 4 Juli 1776, AS tidak langsung sebesar sekarang. Luas wilayahnya ketika merdeka hanya terdiri dari pantai timur Amerika yang merupakan gabungan 13 koloni Inggris yang memberontak. Lantas, bagaimana mereka bisa jadi seluas (dan sekuat) sekarang?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Polemik-Brave-Pink-Hero-Green-Mengapa-Kita-Mudah-Terpolarisasi-banner.jpg 1200w " alt="Polemik Brave Pink Hero Green: Mengapa Kita Mudah Terpolarisasi" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-brave-pink-hero-green-mengapa-kita-mudah-terpolarisasi/">Polemik Brave Pink Hero Green: Mengapa Kita Mudah Terpolarisasi</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Cara Pertama Amerika Serikat Mendapatkan Wilayah: Membeli</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7606" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wilayah Awal Amerika Serikat (<a href="https://www.havefunwithhistory.com/13-colonies-in-order/">Have Fun with History</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah Penulis singgung di atas, AS memperoleh kemerdekaannya setelah 13 koloni memutuskan untuk berpisah dengan Inggris. Ketigabelas koloni tersebut terletak di sisi pantai timur, yang terdiri dari: </p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Virginia – Didirikan tahun 1607</li>



<li>New York – Didirikan tahun 1626</li>



<li>Massachusetts Bay – Didirikan tahun 1630</li>



<li>Maryland – Didirikan tahun 1633</li>



<li>Rhode Island – Didirikan tahun 1636</li>



<li>Connecticut – Didirikan tahun 1636</li>



<li>New Hampshire – Didirikan tahun 1638</li>



<li>Delaware – Didirikan tahun 1638</li>



<li>North Carolina – Didirikan tahun 1653</li>



<li>South Carolina – Didirikan tahun 1663</li>



<li>New Jersey – Didirikan tahun 1664</li>



<li>Pennsylvania – Didirikan tahun 1682</li>



<li>Georgia – Didirikan tahun 1732</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah Amerika Serikat merdeka, ada beberapa negara bagian yang bergabung secara sukarela (seperti Yogyakarta yang memutuskan bergabung dengan Republik Indonesia) seperti Vermont pada tahun 1791. Sebelumnya, Vermount merupakan sebuah republik yang merdeka. Namun, kali ini Penulis akan fokus ke negara bagian yang didapatkan dengan <strong>cara membeli</strong>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembelian wilayah pertama yang dilakukan AS adalah wilayah <strong>Louisiana</strong> dari Prancis pada tahun 1803. Pada saat itu, <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">Napoleon Bonaparte</a> sedang membutuhkan tambahan anggaran untuk membiayai penakhlukan Eropanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Harga yang dibayarkan oleh AS saat itu adalah <strong>$15 juta</strong>, atau setara dengan $350 juta (Rp5,6 triliun) setelah dihitung dengan inflasi. Tentu itu jumlah yang relatif murah, mengingat wilayah AS menjadi bertambah dua kali lipat waktu itu. Namun, ada yang mengatakan AS juga mengeluarkan biaya lain-lain sehingga <em>total cost</em>-nya menjadi $2,6 miliar (Rp42 triliun).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-7608" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-1536x864.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">The Louisiana Purchase (<a href="https://www.history.com/topics/19th-century/louisiana-purchase">History</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah mendapatkan wilayah Louisiana, wilayah selanjutnya yang dibeli oleh AS adalah wilayah <strong>Florida</strong>, yang saat itu berada di kekuasaan Spanyol. Pembelian dilakukan dengan Perjanjian Adams-Onís pada tahun 1819, di mana AS membayar seharga<strong> $5 juta </strong>($104 juta/Rp1,6 triliun) kepada Spanyol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah perang melawan Meksiko (Penulis akan jelaskan di bawah), AS juga membeli wilayah <strong>Gadsden </strong>pada tahun 1854 seharga <strong>$10 juta</strong> ($314 juta/Rp5,1 triliun) dari Meksiko. Pembelian ini semakin memperluas wilayah AS di wilayah pantai barat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="718" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3-1024x718.webp" alt="" class="wp-image-7609" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3-1024x718.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3-300x210.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3-768x538.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3.webp 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">The Gadsden Purchase (<a href="about:blank">Reddit</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pembelian lain yang tak kalah besar adalah pembelian wilayah <strong><a href="about:blank">Alaska </a></strong>dari Rusia pada tahun 1867, yang saat itu dibeli dengan harga yang sangat murah, yakni $7,2 juta. Rusia merasa wilayah tersebut terlalu jauh dari ibukota dan sangat rentan diserang, sehingga memutuskan untuk menjualnya saja ke AS.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masalahnya, Rusia tak sadar kalau di Alaska penuh dengan sumber daya alam. Melalui <a href="https://whathefan.com/animekomik/detail-pada-karya-don-rosa/">komik Paman Gober</a>, Penulis mengetahui kalau di daerah ini sempat ada demam emas. Bahkan, Gober sendiri mendapatkan emas pertamanya di daerah Klondike. Alaska juga memiliki minyak mentah yang cukup banyak, empat terbesar di AS.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7610" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Selain pembelian-pembelian besar yang dilakukan AS di atas, masih ada banyak pembelian lain yang skalanya lebih kecil. Contohnya adalah pembelian wilayah Guntanamo pada tahun 1898 untuk penjara dan wilayah di Panama untuk pembuatan Panama Canal pada tahun 1904.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan lupakan juga kalau AS sering membeli wilayah dari penduduk asli benua Amerika, yang sering kita sebut sebagai suku Indian. Namun, perlu diingat kalau proses transaksi mereka tidak berlangsung damai. Penulis akan bahas lebih detail di bagian selanjutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Serang Dulu, Beli Kemudian</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak semua pembelian wilayah yang dilakukan oleh AS berlangsung dengan damai. Ada beberapa yang harus melalui perang terlebih dahulu. Oleh karena itu, harganya pun bisa menjadi jauh lebih murah seolah cuma menjadi formalitas semata.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Wilayah yang didapatkan dengan cara ini adalah<strong> sisi pantai barat Amerika </strong>(termasuk wilayah California), yang sebenarnya dimiliki oleh Meksiko setelah memperoleh kemerdekaan dari Spanyol. Perang pun terjadi antara AS dan Meksiko pada tahun 1848.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perang tersebut dimenangkan oleh AS, dan mereka pun membeli wilayah tersebut dengan harga yang sangat murah, yakni<strong> $15 juta</strong> ($500 juta/Rp8,1 triliun). Jumlah tersebut hanya selisih sedikit dengan wilayah Gadsden yang jauh lebih kecil.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-1024x678.png" alt="" class="wp-image-7611" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-1024x678.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-300x199.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-768x508.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-1536x1017.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-2048x1356.png 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wilayan Meksiko yang &#8220;Dibeli&#8221; Secara Paksa oleh AS (<strong>Wikipedia</strong>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Wilayah lain yang didapatkan dengan cara serupa adalah <strong>Filipina</strong>, kali ini lawannya dalam perang adalah Spanyol. Perang terjadi pada tahun 1898, di mana Filipina sebenarnya telah lama menjadi jajahan Spanyol. Namun, mereka kalah dalam perang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah menang, AS menggelontorkan dana sebesar<strong> $20 juta</strong> ($636 juta/Rp10 triliun), meskipun pada akhirnya Filipina bisa memerdekakan diri. AS juga mendapatkan Guam dan Puerto Rico secara gratis dari Spanyol, dan tetap menjadi wilayah mereka hingga saat ini. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau ditotal, uang yang dikeluarkan oleh AS untuk membeli wilayahnya adalah $2,8 miliar (kurs sekarang) atau setara Rp45 triliun. Jelas itu jumlah yang sangat kecil, mengingat wilayah yang mereka dapatkan dengan cara ini setara dengan 54% luas wilayah mereka saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebenarnya pembelian wilayah yang dilakukan oleh AS agak menggelikan, karena mereka seolah hanya membeli hak menjajah dari bangsa lain. Ketika membeli Louisiana misalnya, wilayah tersebut merupakan jajahan Prancis dari penduduk asli Amerika.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Analoginya, ada dua orang maling masuk ke rumah orang kaya. Setelah menyekap pemilik rumah, kedua maling tersebut memilih kamar. Ternyata, kamar salah satu maling terasa sempit, sehingga ia memutuskan untuk membeli kamar milik maling satunya. Lucu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak merdeka pertama kali dari Inggris pun sebenarnya sudah konyol, karena mereka mendirikan koloni di tanah orang dan mengklaim itu miliknya. Perang kemerdekaan atas Inggris seolah hanya dilakukan agar mereka bisa lebih bebas tanpa terikat &#8220;tuan tanah.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, ada cara lain yang AS gunakan untuk memperoleh wilayahnya. Cara ini mereka gunakan ke beberapa wilayah untuk memperluas wilayah mereka sendiri atau mendapatkan sumber daya yang ada di sana. Cara tersebut adalah <strong>aneksasi </strong>dan <strong>pengusiran</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 5 Juni 2024, terinspirasi setelah menonton banyak video tentang bagaimana Amerika Serikat mendapatkan wilayahnya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://www.noaa.gov/news-release/noaas-office-of-space-commerce-gets-new-director">NOAA</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Historical_regions_of_the_United_States" target="_blank" rel="noreferrer noopener"></a><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Historical_regions_of_the_United_States">Historical regions of the United States &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://www.loc.gov/collections/meeting-of-frontiers/articles-and-essays/colonization/american-acquisition-and-migration/">American Acquisition and Migration | Colonization | Articles and Essays | Meeting of Frontiers | Digital Collections | Library of Congress (loc.gov)</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/VeuN69KKl0E" target="_blank" rel="noreferrer noopener">How the United States of America Expanded (1776-1900)</a></li>



<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=psrU2waz7iY">How The U.S. Bought Most Of Its Territory (youtube.com)</a><br><a href="https://youtu.be/kTKogX9O7dY" target="_blank" rel="noreferrer noopener"></a><a href="https://www.youtube.com/watch?v=kTKogX9O7dY">How the USA Colonized the USA, Mapped (youtube.com)</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/">Bagaimana Amerika Serikat Mendapatkan Wilayahnya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 15:03:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon III]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7339</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara menulis tentang nepotisme yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte (selanjutnya akan Penulis sebut Napoleon I) secara kebablasan, Penulis jadi penasaran dengan sosok Louis-Napoleon Bonaparte, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Napoleon III. Meskipun bukan keturunan langsung dari Napoleon I (karena Napoleon II meninggal di usia muda), Napoleon III merupakan keponakan langsungnya. Ia merupakan anak dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Gara-gara menulis tentang <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">nepotisme yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte</a> (selanjutnya akan Penulis sebut Napoleon I) secara kebablasan, Penulis jadi penasaran dengan sosok <strong>Louis-Napoleon Bonaparte</strong>, atau yang lebih dikenal dengan sebutan <strong>Napoleon III</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun bukan keturunan langsung dari Napoleon I (karena Napoleon II meninggal di usia muda), Napoleon III merupakan keponakan langsungnya. Ia merupakan anak dari Louis Bonaparte, adik Napoleon I yang pernah menjadi raja Belanda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Napoleon III pertama kali menjadi presiden pada periode 1848-1852. Saat itu, Prancis baru saja melakukan reformasi (lagi) dengan menggulingkan raja terakhir Prancis, Louis Philippe I. Naas, Napoleon III justru membangkitkan lagi kekaisaran Prancis seperti zaman pamannya dulu.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/2023-05-05_165920.bak_-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/2023-05-05_165920.bak_-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/2023-05-05_165920.bak_-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/2023-05-05_165920.bak_-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/2023-05-05_165920.bak_.jpg 1280w " alt="Pada Akhirnya, Kebaikan yang Kita Lakukan akan Kembali ke Diri Sendiri" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/pada-akhirnya-kebaikan-yang-kita-lakukan-akan-kembali-ke-diri-sendiri/">Pada Akhirnya, Kebaikan yang Kita Lakukan akan Kembali ke Diri Sendiri</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebelum Menjadi Presiden Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7371" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Revolusi Prancis Kedua pada Tahun 1948 (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Revolutions_of_1848">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 1808, Charles-Louis Napoléon Bonaparte lahir dari pasangan <strong>Louis Bonaparte </strong>dan <strong>Hortense de Beauharnis</strong>, yang merupakan merupakan anak tgiri Napoleon I alias anak dari Josephine dari pernikahan sebelumnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>(Fun fact: Tanggal lahir Napoleon III sama dengan Penulis, yakni 20 April)</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika semua keluarga Bonaparte diasingkan setelah lengsernya Napoleon I, ia pun harus berpindah-pindah tempat tinggal hingga akhirnya lebih banyak menetap di Swiss. Semasa remaja hingga beranjak dewasa, Napoleon III menyadari kalau simpatisan Bonaparte di Prancis ternyata masih cukup besar. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut memotivasi Napoleon III untuk melakukan kudeta pada tahun 1836 terhadap raja yang saat itu sedang berkuasa, <strong>Louis-Philippe</strong>. Sayangnya, kudeta tersebut gagal total dan ia pun melarikan diri kembali ke Swiss.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegagalan kudeta tidak mematahkan semangatnya untuk menjadi pemimpin Prancis. Pada tahun 1840, ketika ia hidup di London, Napoleon III merencanakan untuk melakukan kudeta kedua. Sekali lagi, kudeta tersebut gagal total dan membuatnya dipenjara seumur hidup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada tahun 1848, Prancis kembali mengalami revolusi yang membuat Raja Louis Phillippe turun tahta. Napoleon III, yang sebelumnya berhasil kabur dari penjara dan kembali ke Inggris, mengambil kesempatan tersebut untuk kembali ke Prancis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebagai Presiden Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7372" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon III (<a href="https://art.thewalters.org/detail/597/portrait-of-napoleon-iii/">The Walters</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah revolusi tersebut, diadakanlah pemilu untuk memilih presiden, di mana Napoleon III mencalonkan diri dan berhasil menang dengan jumlah suara yang mencapai 74,2%. Setelah puluhan tahun berlalu, seorang Bonaparte kembali menjadi pemimpin Prancis. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Napoleon III mulai menjabat sebagai presiden Prancis pada tahun <strong>1848</strong>. Pada saat itu, masa jabatan presiden hanya e<strong>mpat tahun dan tidak boleh mencalonkan lagi untuk kedua kalinya</strong>. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika mengajukan amandemen ke Majelis Nasional agar ia bisa mencalonkan diri lagi, ternyata suara yang dibutuhkan kurang, sehingga upayanya gagal. Itulah alasan mengapa Napoleon III merebut kekuasaan secara paksa dengan melakukan kudeta ke Majelis Nasional. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Napoleon III juga melakukan pemungutan suara untuk mengetahui pendapat publik tentang kudeta yang ia lakukan kepada Majelis Nasional, di mana ada banyak manipulasi dan ancaman agar publik banyak yang menyetujuinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berbekal hal tersebut, Napoleon III pun mengubah konstitusi untuk memuluskan langkahnya tetap menjadi penguasa Prancis. Tidak main-main, ia membuat peraturan di mana presiden dapat menjabat selama 10 tahun tanpa batas waktu. Untuk memuluskan langkah-langkahnya, ia juga kerap menangkap para oposisinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ternyata, menjadi presiden dengan jangka waktu panjang tidak memuaskan Napoleon III. Pada tahun 1952, ia menobatkan dirinya sendiri menjadi kaisar Prancis. Referendum diadakan, di mana 97% suara mendukung kekaisaran Napoleon III.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebagai Kaisar Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7373" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perang Prancis vs Prussia pada Tahun 1870 (<a href="https://www.cheminsdememoire.gouv.fr/en/franco-prussian-war-1870-71">Chemins de Memoire</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun menghabiskan oposisinya, ada banyak hal positif yang berhasil Napoleon III raih selama ia menjadi kaisar. Salah satu yang paling terasa hingga saat ini adalah ia memutuskan untuk melakukan rekonstruksi besar-besaran terhadap Paris yang saat itu sangat kumuh. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, Napoleon III juga berhasil melakukan modernisasi perekonomian Prancis, memperluas jaringan kereta, dan memperluas wilayah kolonial Prancis di luar benua Eropa. Ia juga menjalin kerja sama dengan negara-negara Eropa lainnya untuk memperkuat perekonomian negaranya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Napoleon III juga banyak membuat kebijakan yang terkesan pro rakyat, seperti memberikan para pekerja untuk mogok dan berorganisasi. Yang lebih menarik adalah bagaimana ia memberikan hak agar kaum perempuan bisa kuliah di universitas-universitas Prancis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi militer, walaupun <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">tak sedahsyat pamannya</a>, Napoleon III juga mencatatkan beberapa upaya untuk membuat pengaruh Prancis menjadi kuat lagi, seperti ketika Prancis bersekutu dengan Inggris dalam melawan Rusi di Perang Krimea (1853-1856).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masa kekaisaran Napoleon III harus berakhir ketika perang antara Prancis dan Prussia berlangsung. Prussia, yang dipimpin oleh Otto von Bismarck, berhasil menang dengan cepat dan telak. Setelah tak lagi menjadi kaisar, Napoleon III diasingkan sama seperti Napoleon I, dan meninggal dunia tiga tahun kemudian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin karena menyandang nama besar Napoleon, Napoleon III merasa bahwa dirinya bisa sehebat pamannya tersebut. <em>Mindset </em>tersebut yang membuatnya memutuskan untuk membuat Kekaisaran Prancis Jilid II. Menariknya, ia menjadi kaisar lebih lama dari Napoleon I.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika ditotal dengan masa jabatannya ketika menjadi presiden, Napoleon III memimpin Prancis selama 22 tahun lamanya. Sebagai perbandingan, masa jabatan Napoleon I menjadi kaisar hanya setengahnya saja (walau begitu, Napoleon berhasil menguasai setengah Eropa).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, tak ada yang abadi, apalagi cuma sekadar kekuasaan yang direbut paksa dengan berbagai pembenaran. Kekalahan atas Prussia di bawah komando Otto von Bismarck menghabiskan kekaisarannya dan juga <a href="https://whathefan.com/politik-negara/dinasti-politik-di-kursi-kekuasaan-boleh-atau-tidak/">dinasti Bonaparte di kursi kekuasaan Prancis</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prancis sendiri akhirnya kembali menjadi negara demokrasi yang dipimpin oleh seorang presiden hingga saat ini. Walaupun begitu, pengaruh dua kekaisaran Napoleon yang berlangsung ratusan tahun lalu masih terasa hingga saat ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 7 Juni 2024, terinspirasi setelah banyak menonton video seputar Napoleon III</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/cn7Bxsqhcps">Napoleon III: The Forgotten Bonaparte &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/xmym8lyWzmQ">The Other Napoleon | The Life &amp; Times of Napoleon III &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/G9fHdYEu-WQ">In The Shadow of Napoleon &#8211; The 2nd French Empire Before 1870 I GLORY &amp; DEFEAT &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_III">Napoleon III &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_heads_of_state_of_France">List of heads of state of France &#8211; Wikipedia</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nepotisme Kebablasan ala Napoleon Bonaparte</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 May 2024 04:59:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[nepotisme]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7172</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, Penulis memutuskan untuk menonton film Napoleon yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix. Sayangnya, Penulis kurang menyukai film tersebut karena terlalu menonjolkan sisi drama percintaannya dengan Josephine. Salah satu alasan Penulis lumayan mengagumi sosok Napoleon adalah karena kejeniusannya dalam berperang. Hal tersebut justru kurang ditonjolkan di film ini, sehingga Penulis berpendapat kalau film ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">Nepotisme Kebablasan ala Napoleon Bonaparte</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Beberapa waktu lalu, Penulis memutuskan untuk menonton film <em>Napoleon </em>yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix. Sayangnya, Penulis kurang menyukai film tersebut karena terlalu menonjolkan sisi drama percintaannya dengan Josephine.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu alasan Penulis lumayan mengagumi sosok Napoleon adalah karena kejeniusannya dalam berperang. Hal tersebut justru kurang ditonjolkan di film ini, sehingga Penulis berpendapat kalau film ini lebih cocok untuk diberi judul <em>Napoleon &amp; Josephine</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, perjalanannya dari seorang <em>nobody </em>menjadi penguasa benua Eropa juga sangat menarik. Namun, dalam perjalanannya menjadi <em>somebody </em>tersebut, ia justru melakukan sesuatu yang kurang terpuji: <strong>nepotisme</strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-300x169.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-300x169.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-1024x576.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-768x432.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287.jpeg 1280w " alt="Gejolak Nafsu Kawula Muda" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/gejolak-nafsu-kawula-muda/">Gejolak Nafsu Kawula Muda</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Perjalanan Singkat Napoleon Menjadi Kaisar Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7300" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jenderal Perang yang Jenius (<a href="https://historiamundum.com/napoleonic-era">Historia Mundum</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/">Napoleon Bonaparte</a> berawal dari pulau kecil bernama Corsica, yang dijual Republik Genoa ke Prancis pada tahun 1768 atau satu tahun sebelum Napoleon lahir. Penjualan tersebut menyebabkan munculkan gerakan kemerdekaan Corsica, walau tak pernah berhasil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Napoleon pun mulai menapaki karier di militer Prancis. Karena kemampuannya di bidang militer memang mumpuni, ia cepat naik pangkat. Ketika Prancis dalam keadaan kacau setelah <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/">revolusi Prancis</a> pada tahun 1789, bisa dibilang Napoleon berhasil &#8220;berperan&#8221; dengan baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Puncaknya tentu saja ketika Napoleon mengangkat dirinya sendiri menjadi kaisar pada tahun 1804, di mana ia meletakkan mahkotanya dengan tangannya sendiri, bukan dimahkotai oleh tokoh gereja seperti kebanyakan kerajaan atau kekaisaran lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, ia mengangkat Josephine, istrinya saat itu, untuk menjadi <em>empress </em>atau permaisuri. Tidak cukup menjadi kaisar Prancis, Napoelon juga mengangkat dirinya sebagai raja Italia pada tahun 1805. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin kisah yang paling kita ketahui tentang Napoleon setelah berhasil menjadi kaisar adalah tentang bagaimana ia bisa menguasai benua Eropa dengan cepatnya. Dalam perjalanannya, ia menjadikan saudara-saudaranya untuk menjadi raja di negara lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Napoleon Bernepotisme</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7301" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Louis Napoleon, Raja Belanda (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Louis_Bonaparte">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan status kaisar yang berhasil menakhlukkan banyak negara lain, Napoleon jelas punya kesempatan untuk menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingannya sendiri. Hal tersebut jelas ia manfaatkan dengan baik: ia jadikan saudara-saudaranya menjadi raja juga.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Louis </strong>ia jadikan raja di Belanda (1806–1810), <strong>Joseph </strong>menjadi raja di Naples atau Napoli (1806–1808), <strong>Jérôme </strong>menjadi raja Westphalia (1807–1813, sekarang wilayah Jerman), hingga <strong>Joseph </strong>menjadi raja Spanyol (1808–1813).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, bisa dilihat kalau waktu kekuasaan saudara-saudara Napoleon tersebut tidak berlangsung lama. Salah satu penyebabnya tentu saja karena penduduk asli negara tersebut tidak berkenan untuk dipimpin oleh orang asing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh yang paling terkenal adalah pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat Spanyol. Secara memalukan, pasukan Napoleon berhasil dikalahkan oleh pasukan gerilya. Kabar ini tersebar ke seluruh Eropa, memantik semangat negara lain untuk memukul balik Prancis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, demi melanggengkan kekuasaannya, tentu ia harus memiliki keturunan, sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh Josephine. Oleh karena itu, Napoleon memutuskan untuk bercerai dengannya dan menikahi Marie Louise, putri kerajaan Austria.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7302" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon II (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Louis_Bonaparte">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui pernikahan tersebut, Napoleon dikarunia seorang anak yang dikenal dengan nama <strong>Napoleon II</strong>. Saat Napoleon lengser dari kursi kekaisarannya pada tahun 1814 dan dibuang ke pulau Elba, Napoleon II yang baru berusia tiga tahun ditampuk menjadi pengganti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Napoleon II hanya beberapa minggu berkuasa, sebelum akhirnya digantikan oleh Louis XVIII. Selain itu, Napoleon II juga berumur pendek. Ia meninggal ketika berusia 21 tahun karena penyakit <em>tuberculosis</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kembali ke Napoleon, ia sempat kembali menjadi kaisar pada tahun 1815 untuk jangka waktu yang pendek. Namun, <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">setelah ia mengalami kekalahan terakhirnya</a>, ia dibuang jauh-jauh ke pulau St. Helena.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah nepotisme Napoleon berhenti ketika ia turun takhta sebagai kaisar? Jika melihat tahun berakhirnya kekuasaan saudara-saudaranya, bisa dikatakan begitu. Tidak ada Napoleon, maka tidak ada yang menjadi &#8220;pelindung&#8221; bagi saudara-saudaranya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7299" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon III (<a href="https://www.britannica.com/biography/Napoleon-III-emperor-of-France">Britannica</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bertahun-tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1842, <strong>Louis Napoleon Bonaparte </strong>atau <strong>Napoleon III </strong>yang merupakan keponakan Napoleon dan anak dari Louis berhasil menjadi presiden Republik Prancis pertama. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, mungkin karena terinspirasi dari pamannya, Napoleon III mengubah statusnya dari presiden menjadi kaisar pada tahun 1852. Artinya, ia mengubah status republik negaranya kembali menjadi kekaisaran. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Napoleon III berkuasa lebih lama dari pamannya, di mana ia menjadi kaisar hingga tahun 1870 atau sekitar 18 tahun (total 22 tahun jika dihitung sejak ia menjadi presiden) setelah mengalami kekalahan atas Prusia. Ia meninggal pada tahun 1873, </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Nepotisme bisa dilakukan dengan mudah oleh <a href="https://whathefan.com/buku/biografi-singkat-napoleon-pada-misteri-napoleon/">Napoleon Bonaparte</a> karena statusnya sebagai kaisar di sebuah negara monarki. Mungkin karena takut kekuasaannya bisa hilang, ia pun berusaha melanggengkan kekuasaannya dengan menempatkan saudara-saudaranya sendiri di posisi-posisi penting. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, kita bisa melihat kalau nepotisme yang Napoleon lakukan tidak berakhir dengan baik. Kekaisarannya berakhir dalam waktu kurang dari 10 tahun, kekuasaan saudara-saudaranya bahkan lebih pendek, bahkan berakhir sebelum Napoleon turun takhta.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau di negara demokrasi seperti Indonesia, nepotisme seperti itu seharusnya tidak mungkin dilakukan, bukan? Atau justru sedang terjadi, dengan cara yang lebih halus sehingga orang menjadi tidak sadar kalau nepotisme sedang berlangsung?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 31 Mei 2024, terinspirasi setelah menonton film <em>Napoleon </em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://editions.covecollective.org/content/coronation-napoleon-bonaparte">COVE</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/House_of_Bonaparte">House of Bonaparte &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_II">Napoleon II &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_III">Napoleon III &#8211; Wikipedia</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">Nepotisme Kebablasan ala Napoleon Bonaparte</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 00:06:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[judi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabharata]]></category>
		<category><![CDATA[Pandawa]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Yudhistira]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6895</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melihat semakin maraknya kasus judi online di masyarakat yang sangat memprihatinkan hingga melibatkan banyak streamer game, Penulis jadi teringat oleh salah satu kisah pewayangan yang terkenal. Yudhistira yang merupakan sulung para Pandawa pun pernah terlilit masalah karena masalah judi. Padahal, ia dikenal sebagai sosok raja yang bijaksana. Namun, ternyata seorang yang bijaksana pun harus terkena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Melihat semakin maraknya kasus judi <em>online </em>di masyarakat yang sangat memprihatinkan hingga <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/streamer-game-terseret-pusaran-judi-online/">melibatkan banyak <em>streamer game</em></a>, Penulis jadi teringat oleh salah satu kisah pewayangan yang terkenal. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Yudhistira</strong> yang merupakan sulung para Pandawa pun pernah <strong>terlilit masalah karena masalah judi</strong>. Padahal, ia dikenal sebagai sosok raja yang bijaksana. Namun, ternyata seorang yang bijaksana pun harus terkena getah karena bermain judi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, mengapa Yudhistira bermain judi dalam bentuk dadu? Apa konsekuensi yang harus diterima olehnya (dan keluarganya) karena kalah dalam perjudian tersebut? Semuanya akan berusaha Penulis ringkas melalui tulisan ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-banner.jpg 1200w " alt="Tergelincirnya Para Rookie F1 di Balapan Debut Mereka" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/">Tergelincirnya Para Rookie F1 di Balapan Debut Mereka</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Latar Belakang Yudhistira</h2>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Yudhistira</strong>, atau kerap disebut Puntadewa dalam pewayangan Jawa, merupakan anak sulung dari pasangan <strong>Pandu</strong> dan <strong>Kunti</strong> dari Dinasti Kuru. Menariknya, ia lahir berkat bantuan <strong>Dewa Yama (Dharma)</strong> karena Pandu terkena kutukan akan meninggal jika berhubungan badan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam Dinasti Kuru, Pandu diangkat menjadi raja karena kakaknya, <strong>Dretarastra</strong>, mengalami kebutaan sejak lahir. Namun, setelah Pandu terkena kutukan, ia memilih untuk menepi dan membuat kakaknya memimpin kerajaan <strong>Hastinapura</strong> untuk sementara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, setelah Pandu meninggal karena melanggar kutukan Resi, Yudhistira bersama keempat saudaranya (<strong>Bima</strong>, <strong>Arjuna</strong>, <strong>Nakula</strong>, <strong>Sadewa</strong>) dan Kunti pun kembali ke kerajaan dan mendapatkan bimbingan dari beberapa tokoh seperti Bisma dan Resi Drona.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai anak dari Pandu, para Pandawa kerap berselisih dengan sepupu mereka yang merupakan anak-anak Drestarastra, yakni para keseratus Kurawa yang disulungi oleh <strong>Duryodhana</strong>. Bumbu-bumbu perebutan takhta pun telah tercium.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat Yudhistira beranjak dewasa, artinya status Drestarastra sebagai raja sementara pun akan segera dikembalikan ke keturunan Pandu. Hal ini tidak diinginkan Duryodhana. Maka berbagai rencana jahat pun mulai dilakukan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu kisah yang paling terkenal adalah insiden pembakaran Laksagraha, sebuah istana yang terbuat dari lilin. Yudhistira bersama saudara dan ibunya selamat dari kejadian tersebut, lalu memutuskan untuk pergi dari Hastinapura.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Terbaginya Hastinapura Menjadi Dua</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah pergi dari Hastinapura dan mengasingkan diri, Arjuna berhasil memenangkan sayembara untuk menikahi <strong>Drupadi</strong>. Namun, karena kesalapahaman Kunti, pada akhirnya Drupadi menjadi istri dari kelima Pandawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">(Catatan: Di versi pewayangan Jawa, Drupadi hanya menikah dengan Yudhistira)</p>



<p class="wp-block-paragraph">Para Pandawa pun kembali ke Hastinapura setelah menikahi Drupadi, menuntut hak mereka atas kerajaan. Karena pihak Kurawa enggan mengembalikan kerajaan tersebut dan demi menghindari perselisihan, akhirnya Hastinapura pun dibagi menjadi dua.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yudhistira pun menjadi raja di kerajaan yang diberi nama <strong>Indraprastha</strong> (atau lebih terkenal dengan nama Amarta dalam pewayangan Jawa). Dibangun dari hutan &#8220;angker&#8221; yang ditinggalkan, kerajaan Indraprastha memiliki sebuah istana yang begitu megah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika mengadakan upacara Rajasuya, Yudhistira mengundang raja-raja dari kerajaan lain, termasuk Duryodhana. Saat memasuki istana Indraprastha, Duryodhana merasa kagum dengan kemegahan istana tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada satu kejadian memalukan di mana Duryodhana mengira lantai sebagai air, dan mengira air sebagai lantai. Hal ini membuat Bima tertawa terbahak-bahak, sekaligus menimbulkan perasaan dendam yang teramat besar pada diri Duryodhana.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Undangan Bermain Dadu</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Kemegahan istana Indraprastha membuat Duryodhana ingin menguasainya. Ia pun berkonsultasi dengan paman sekaligus penasehatnya, <strong>Sengkuni</strong>. Akhirnya mereka pun mengundang Yudhistira untuk bermain dadu (baca: judi) melalui Drestarastra.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun terkenal sebagai raja yang bijaksana, ada versi yang menyebutkan kalau <strong>Yudhistira sebenarnya menyukai permainan dadu</strong>. Namun, ada versi lain yang menyebutkan bahwa sebenarnya Yudhistira sangat menentang judi karena tidak membawa kebaikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, karena yang mengundang pamannya sendiri, ia merasa <strong>perlu menghargai undangan </strong>tersebut dengan cara menghadirinya. Apalagi, Yudhistira pada dasarnya adalah orang yang selalu berprasangka baik kepada orang lain, bahkan kepada Duryodana. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, undangan tersebut ia anggap sebagai ajakan bermain dari keluarga tanpa ada prasangka negatif. Apalagi, pasti ada konsekuensi jika ia sampai menolak undangan bermain dadu dari kerajaan lain, seperti dianggap pengecut atau bahkan hingga memicu perang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Permainan dadu pun diadakan di Hastinapura. Sama seperti kasus judi <em>online </em>kebanyakan, awalnya Yudhistira diberi kemenangan oleh pihak Duryodana dan Sengkuni. Taruhan yang semula kecil-kecilan, pada akhirnya semakin menjadi tidak masuk akal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yudhistira pada satu titik akhirnya<strong> mempertaruhkan seluruh kerajaan Indraprastha</strong>, yang menjadi target sebenarnya permainan judi tersebut diadakan. Tentu saja hal tersebut berakhir dengan kekalahan karena permainan tersebut memang sudah di-<em>setting </em>oleh Sengkuni.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun telah kehilangan kerajaannya, Yudhistira seolah menjadi gelap mata seperti para pemain judi <em>online </em>yang terus berharap kemenangan di ronde berikutnya. Bayangkan, <strong>ia mempertaruhkan para saudaranya, dirinya sendiri, bahkan istrinya Drupadi</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Drestarastra yang merasa tidak tega melihat keponakannya begitu terhina akhirnya memerintahkan Duryodana untk mengembalikan semuanya, yang berat hati ia lakukan. Akhirnya judi dilakukan ulang, dengan taruhan yang kalah harus mengasingkan diri.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seolah tidak belajar dari kesalahan, Yudhistira pun kembali bermain dan tentu saja kalah lagi. Alhasil, ia bersama saudara, istri, dan ibunya pun harus mengasingkan diri selama 12 tahun ditambah 1 tahun menyamar tanpa boleh ketahuan pihak Kurawa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelak, setelah mengasingkan diri dan menyamar tanpa ketahuan, Yudhistira datang ke Duryodana untuk meminta kembali Indraprastha. Namun, Duryodana menolak untuk menyerahkannya. Yudhistira melunak dengan meminta lima desa saja, tapi tetap ditolak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal inilah yang akhirnya memicu Perang Mahabharata yang amat dahsyat di kemudian hari, sebuah perang dengan jumlah korban yang tidak main-main. Sebuah pertempuran antara satu dinasti yang memperebutkan takhta, yang bisa terjadi karena diawali oleh judi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan, dari sebuah karya kuno yang ditulis ribuan tahun lalu, sebenarnya kita bisa belajar mengenai betapa destruktifnya permainan dadu bagi para pemainnya. Yudhistira yang bijak pun harus merasakan pahitnya kekalahan bermain judi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sengkuni pun masih hadir di dunia perjudian saat ini dalam bentuk bandar-bandar judi yang sudah mengatur permainan agar bisa mengeruk keuntungan sebanyak-banyak dari para pemain yang telah gelap mata dan terus berharap di <em>game </em>selanjutnya akan menang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun tidak bisa dijustifikasi, alasan Yudhistira menerima ajakan bemain dadu adalah demi menghormati pamannya, yang ia anggap sebagai ayahnya sendiri. Ia terlalu berprasangka baik, dengan bepikir tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, kalau &#8220;Yudhistira-Yudhistira&#8221; di era modern, apa alasan mereka untuk bermain judi? Kemungkinan besar adalah karena menyimpan harapan bisa meraup uang banyak dengan cara mudah, tanpa menyadari ada &#8220;Sengkuni&#8221; di balik permainan tersebut. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 16 Oktober 2023, terinspirasi dari adanya kasus judi <em>online </em>yang semakin meresahkan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://www.apartmenttherapy.com/dice-games-37187802">Apartment Therapy</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/6qYf0E425qw?si=8qgoVzh8NiKTilqH">MEMPERTANYAKAN SOSOK YUDHISTIRA &#8211; Tangan Belang</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Yudhishthira">Yudhishthira &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://www.quora.com/What-is-the-character-of-Yudhistira-in-the-perspective-of-a-dice-game">What is the character of Yudhistira in the perspective of a dice game? &#8211; Quora</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
