<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tokoh &amp; Sejarah Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/category/tokohsejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/category/tokohsejarah/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Apr 2026 12:31:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>Tokoh &amp; Sejarah Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/category/tokohsejarah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 14:13:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8588</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2026 ternyata tahun yang jauh dari kedamaian. Pasalnya, ini baru sampai Maret, tapi Amerika Serikat (AS) sudah melakukan dua aksi militer ke negara lain yang berdaulat, yakni Venezuela dan Iran. Dengan berbagai dalih, Presiden Donald Trump membenarkan aksinya tersebut, yang jika kita lihat merupakan bentuk intervensi terhadap urusan negara orang lain. Ya, kita memang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/">Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tahun 2026 ternyata tahun yang jauh dari kedamaian. Pasalnya, ini baru sampai Maret, tapi <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/">Amerika Serikat (AS)</a> sudah melakukan dua aksi militer ke negara lain yang berdaulat, yakni <strong>Venezuela</strong> dan <strong>Iran</strong>.</p>



<p>Dengan berbagai dalih, Presiden <strong>Donald Trump </strong>membenarkan aksinya tersebut, yang jika kita lihat merupakan bentuk intervensi terhadap urusan negara orang lain. Ya, kita memang tahu kalau di balik itu ada kepentingan mereka sendiri.</p>



<p>Oh, jangan lupa dengan gebrakannya yang ingin mengambil alih <strong>Greenland</strong> dari Denmark, meskipun mereka sama-sama sekutu di bawah bendera NATO. Mungkin wacana tersebut batal, tapi kita bisa melihat &#8220;serakus&#8221; apa AS di bawah Trump.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-banner-300x150.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-banner-300x150.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-banner-768x384.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-banner-1024x512.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-banner.jpeg 1280w " alt="Apapun yang Mereka Lakukan, Salah" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/apapun-yang-mereka-lakukan-salah/">Apapun yang Mereka Lakukan, Salah</a></div></div></div><p></p>


<p>Terbaru, Trump juga berencana untuk menyerang <strong>Kuba</strong> yang berada tepat di selatan wilayah negaranya. United Nations (UN) pun tak terlihat batang hidungnya belakangan ini. Sekadar mengecam pun tidak.</p>



<p>Mungkin kita terkejut dengan keputusan Trump yang terkesan arogan tersebut. Namun, jika menengok sejarah, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Trump tersebut memang sudah menjadi semacam &#8220;kebiasaan&#8221; AS.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kebiasaan AS Mengurusi Urusan Negara Lain</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8604" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pulau Penuh Kotoran Burung (<a href="https://www.atlasobscura.com/articles/when-the-western-world-ran-on-guano">Atlas Obscura</a>)</figcaption></figure>



<p>Jangankan wilayah yang berdaulat, bahkan pulau kecil yang dipenuhi kotoran burung pun sempat menjadi target AS di masa lalu. Ini bukan mengada-ada, karena di tahun 1800-an, mereka berusaha memonopoli pulau-pulau kecil yang merupakan milik Peru.</p>



<p>Penulis mengetahui fakta ini dari video-video dari <strong>Johnny Harris</strong>. Nantinya, banyak contoh yang Penulis sebutkan di sini bersumber dari videonya. Intinya, mereka bahkan sampai mengancam Peru jika menghalangi bisnis kotoran burung untuk pupuk tersebut.</p>



<p>Menariknya, perkara menguasai pulau penuh kotoran burung tersebut adalah langkah awal AS menuju imperialisme. Namun, di artikel ini kita tidak akan membahas hal tersebut. Fokus kita adalah melihat intervensi AS ke negara lain di masa lalu. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Guatemala dan Pisang</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8603" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">United Fruit Company di Guatemala (<a href="https://therealnews.com/guatemala-and-the-united-fruit-coup-under-the-shadow-episode-2">The Real News</a>)</figcaption></figure>



<p>Di <strong>Guatemala</strong> misalnya, di mana mereka intervensi karena satu alasan: <strong>pisang</strong>! Yup, demi mengamankan bisnis pisang mereka di sana (karena buah tersebut sangat populer di AS), mereka terlibat dalam penggulingan kekuasaan pemerintah yang ingin AS tidak memonopoli bisnis pisang di sana.</p>



<p>Mengapa AS sampai melangkah sejauh itu? Karena <strong>United Fruit Company,</strong> salah satu perusahaan buah terbesar, memiliki seperlima lahan pertanian di negara tersebut! Mereka juga punya infrastruktur lengkap seperti negara di dalam negara dan dukungan militer AS.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pencaplokan Hawaii dan Gula</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8605" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ratu Liliuokalani (<a href="https://www.biography.com/royalty/liliuokalani">Biography</a>)</figcaption></figure>



<p>Tahu <strong>Hawaii</strong>, bukan? Negara bagian AS berupa kepulauan di Samudra Pasifik tersebut dulunya merupakan sebuah kerajaan berdaulat yang tiba-tiba dianeksasi seenak <em>udel </em>oleh AS. Penyebabnya? Bisnis <strong>gula</strong>!</p>



<p>Awalnya, orang-orang kulit putih di sana datang sebagai misionaris untuk menyebarkan agama kristen. Lantas, mereka justru berbisnis dan salah satunya adalah dengan mendirikan industri gula.</p>



<p>Agar lancar, mereka pun membuat gerakan sistematis untuk menggulingkan pemerintahan yang sah (waktu itu dipimpin oleh <strong>Ratu Liliuokalani</strong>) dan digantikan oleh Sanford Dole yang punya bisnis gula.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Terusan Panama dan Kemerdekaan Panama</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8606" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pembuatan Terusan Panama (<a href="https://www.chimuadventures.com/en/blog/construction-panama-canal">Chimu Adventure</a>)</figcaption></figure>



<p>Tahu <strong>Terusan Panama</strong>, bukan? Pada saat pembuatannya di awal 1900-an, Panama masih merupakan wilayah dari Kolombia. Nah, Kolombia menolak pembuatan kanal yang awalnya dikerjakan oleh arsitektur Prancis (walau berakhir gagal). </p>



<p>Sudah ketebak bukan apa yang terjadi selanjutnya? AS memberi dukungan kepada orang-orang Panama (Panamian) untuk merdeka dari Kolombia (termasuk senjata dan tentara), dengan syarat mereka boleh meneruskan pengerjaan Terusan Panama.</p>



<p>Singkat cerita, revolusi tersebut berhasil dan Panama pun menjadi negara merdeka. AS secara sigap menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan mereka. Terusan Panama pun jadi milik mereka hingga akhirnya dikembalikan ke Panama pada tahun 1999.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh-Contoh Lainnya</h3>



<p>Di <strong>Indonesia</strong> sendiri, AS disebut menjadi<em> </em>dalang di balik lengsernya Sukarno yang sudah semakin ke kiri. Di <strong>Korea</strong>, hari ini ada dua negara (Utara dan Selatan) juga karena andil mereka bersama Uni Soviet. </p>



<p>Mungkin kalau yang lebih baru, adalah ketika mereka <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/amerika-serikat-dan-serangan-serangannya-ke-islam/">meluluhlantakkan <strong>Irak</strong> dan <strong>Libya</strong></a>, yang waktu itu dipimpin oleh <strong>Saddam Hussein </strong>dan <strong>Muammar Khadafi. </strong>Mereka dicap persis seperti pemimpin Venezuela dan Iran, yakni tiran yang harus disingkirkan demi &#8220;kebaikan rakyatnya&#8221;.</p>



<p>Percayalah, contoh-contoh di atas baru sebagian kecil saja. Negara yang satu ini memang hobi intervensi urusan negara orang lain, bahkan semakin parah di bawah kepresidenan Trump.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Intervensi AS di Iran disebut bisa memicu Perang Dunia III, yang sudah kerap disebut sejak Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Tentu banyak orang berharap hal tersebut tidak pernah terjadi, mayoritas dari kita hanya ingin hidup dengan damai.</p>



<p>Namun, memang ada pihak-pihak yang rasanya membenarkan peperangan dengan alasan &#8220;damai&#8221;. Secara ironis, hal ini membuat kita teringat dengan Pain dari serial <em>Naruto Shippuden</em>, yang tujuannya akhirnya memang perdamaian dengan cara kekerasan.</p>



<p>Logika yang digunakan Trump juga sesat. Dengan menggunakan logikanya, negara lain juga berhak menyerang AS dengan alasan Trump telah membuat rakyatnya menderita. Lihat saja kelakuan agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang beberapa kali membunuh warga sipil.</p>



<p>Mau sampai kapan ia memutuskan untuk <a href="https://whathefan.com/filmserial/ironi-superhero-amerika/">menjadi polisi dunia</a> tanpa dilandasi hukum yang jelas? Penulis benar-benar tidak paham lagi jika sampai ada pemimpin dunia yang memutuskan berada di pihaknya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 Maret 2026, terinspirasi setelah teringat bagaimana aksi ikut campur Amerika Serikat sudah dilakukan sejak dahulu kala</p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/W9KFkBvJcR4">How the U.S. Snagged All These Islands</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/WWBCl8huNMA">How the US Stole Central America (With Bananas)</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/XK2MBnw6RlY">How the US Stole Hawaii</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/D_PtYPnKBJs">How The US Stole The Panama Canal, Mapped</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/">Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Xbox Beradaptasi Melawan PlayStation dan Nintendo</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Sep 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nintendo]]></category>
		<category><![CDATA[PlayStation]]></category>
		<category><![CDATA[Xbox]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7898</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kalau berbicara tentang konsol, Penulis pernah memiliki beberapa. Waktu kecil, Penulis memiliki konsol-konsol &#8220;murah&#8221; yang bisa memainkan banyak game jadul seperti Duck Hunt dan Super Mario Bros. Saat kelas 5 SD, Penulis tiba-tiba dibelikan PlayStation 1 oleh ayah. Lalu saat lulus dari SD, Penulis membeli PlayStation 2 menggunakan uang sunat. Semenjak itu, Penulis tidak pernah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/">Bagaimana Xbox Beradaptasi Melawan PlayStation dan Nintendo</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Kalau berbicara tentang konsol, Penulis pernah memiliki beberapa. Waktu kecil, Penulis memiliki konsol-konsol &#8220;murah&#8221; yang bisa memainkan banyak <em>game </em>jadul seperti <em>Duck Hunt</em> dan <em>Super Mario Bros</em>.</p>



<p>Saat kelas 5 SD, Penulis tiba-tiba dibelikan PlayStation 1 oleh ayah. Lalu saat lulus dari SD, Penulis membeli PlayStation 2 menggunakan uang sunat. Semenjak itu, Penulis tidak pernah lagi membeli konsol hingga saat ini.</p>



<p>Walau begitu, Penulis tetap mengikuti perkembangan konsol karena memang menyukai sejarah teknologi. Kabar terbaru yang cukup hangat dibicarakan adalah bagaimana menyerahnya Xbox dalam perang konsol dan memutuskan untuk fokus di konten.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/3472656-avengers-endgame-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/3472656-avengers-endgame-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/3472656-avengers-endgame-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/3472656-avengers-endgame-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/3472656-avengers-endgame-banner-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/3472656-avengers-endgame-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton Trailer Avengers: End Game" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-trailer-avengers-end-game/">Setelah Menonton Trailer Avengers: End Game</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Xbox yang Tertinggal Jauh dari PlayStation dan Nintendo</h2>



<p>Jika berbicara tentang penguasa pasar konsol di era sekarang, pemain besarnya hanya tinggal tiga perusahaan, yakni <strong>Sony melalui PlayStation</strong>, <strong>Nintendo</strong>, dan <strong>Microsoft melalui Xbox</strong>. Dibandingkan para kompetitornya, umur Xbox memang paling muda.</p>



<p>Karena Nintendo seolah punya &#8220;dunianya&#8221; sendiri, maka di sini Penulis hanya akan membandingkan Xbox dengan PlayStation. Mari kita bahas dari segi penjualan konsolnya dulu, karena ini berpengaruh pada keputusan yang dibuat Xbox sekarang.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7901" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perbandingan Penjualan PlayStation dan Xbox (WSJ)</figcaption></figure>



<p>Di pertengahan 90-an, Sony mendobrak pasar yang saat itu diisi oleh Nintendo, Sega, dan beberapa merek lainnya. Melalui <strong>PlayStation</strong>, Sony dianggap merevolusi industri <em>game</em> modern berkat berbagai terobosannya seperti penggunaan CD, bukan <em>cartridge</em>.</p>



<p>Lantas, di awal 2000-an, Sony merilis penerusnya, <strong>PlayStation 2</strong>, yang hingga saat ini masih memegang rekor sebagai konsol dengan penjualan tertinggi sepanjang masa. Di saat inilah Microsoft masuk ke industri <em>game</em> dengan merilis <strong>Xbox</strong> perdana.</p>



<p>Tentu, penjualan Xbox tidak ada apa-apanya dibandingkan PlayStation 2. Seumur hidup, Penulis hanya satu kali melihat Xbox punya teman di Tangerang. Beda dengan konsol PlayStation yang bisa ditemukan di banyak tempat rental.</p>



<p>Nasib Xbox membaik ketika merilis<strong> Xbox 360</strong>, saat PlayStation meluncurkan <strong>PlayStation 3</strong>. Jumlah penjualannya hanya selisih tipis. Namun, banyak yang menganggap kalau ini terjadi karena harga PS3 yang terlampau mahal, bukan karena Xbox 360 bagus.</p>



<p>Penulis juga hanya sekali melihat ada orang punya Xbox 360, yakni punya tetangga Penulis yang sesekali membawa konsolnya ke rumah untuk dimainkan bersama. Kalau secara fisik, konsol ini memang memiliki bentuk yang menarik.</p>



<p>Di generasi selanjutnya, Sony meluncurkan <strong>PlayStation 4</strong> dan Xbox meluncurkan <strong>Xbox One</strong>. Pola penamaan Xbox memang sedikit membingungkan, berbeda dengan PlayStation yang berurutan. Sekali lagi, Xbox harus menelan pahitnya kekalahan yang cukup telak.</p>



<p>Seumur-umur, Penulis belum pernah melihat konsol Xbox One. Kalau PS4, teman Penulis ada yang memilikinya, apalagi sudah banyak rental yang menyediakan PS4. Mungkin memang sejarang itu orang memutuskan untuk membeli konsol Xbox, setidaknya di Indonesia.</p>



<p>Untuk konsol generasi terbaru, <strong>PlayStation 5</strong> dan<strong> Xbox Series X|S</strong>, mungkin bisa dibilang menjadi <em>endgame </em>bagi Xbox di perang konsol. Meskipun menggunakan strategi &#8220;konsol murah untuk teknologi terbaru&#8221; melalui Series S, mereka tetap tak mampu mengalahkan Sony.</p>



<p>Penulis sering main di rental untuk menyewa PS5, teman Penulis ada yang punya Xbox Series S, tapi Penulis belum pernah melihat Xbox Series X secara langsung. Bisa jadi, ini adalah seri Xbox terakhir yang pernah dikeluarkan oleh Microsoft.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Strategi Microsoft Bertahan di Industri Game</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7904" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/strategi-xbox-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Xbox Game Pass (<a href="https://www.tomsguide.com/opinion/xbox-game-pass-is-great-but-heres-why-im-canceling-my-subscription-anyway">Tom&#8217;s Guide</a>)</figcaption></figure>



<p>Berdasarkan ulasan di atas, bisa dilihat kalau Xbox benar-benar bukan lawan yang sepadan untuk PlayStation. Bahkan, jika dibandingkan dengan Nintendo pun mereka masih kalah, mengingat penjualan Wii dan Switch begitu laris manis di pasaran.</p>



<p>Menyadari kekurangan ini, <strong>Xbox pun memfokuskan diri pada konten <em>game</em></strong>. Hal ini bisa dilihat dari betapa agresifnya Microsoft mengakuisisi berbagai developer <em>game</em>, di mana yang paling besar tentu saja ketika mereka mengakusisi Activision Blizzard.</p>



<p>Strategi ini masuk akal, mengingat Sony dan Nintendo juga kerap menggunakan konten yang disajikan untuk menarik minat pemain. Seperti yang kita tahu, ada banyak judul <em>game</em> yang hanya tersedia di platform tertentu.</p>



<p>Contohnya di PlayStation, ada beberapa judul seperti seri Final Fantasy, Spider-Man, God of War, Horizon, hingga The Last of Us. Memang biasanya judul-judul dari seri tersebut akan hadir di PC, tapi biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama.</p>



<p>Nintendo malah lebih unik lagi dengan dunianya sendiri. Sebagai pemilik waralaba Mario, Zelda, hingga Pokemon, mereka secara eksklusif menghadirkan judul-judul tersebut hanya di konsol buatan mereka. </p>



<p>Xbox sendiri sebenarnya dari dulu juga memiliki beberapa waralaba khas mereka, seperti seri Halo dan Forza Horizon. Namun, rasanya mereka merasa kalau itu belum cukup sehingga secara masif mengakuisisi developer <em>game </em>lain.</p>



<p>Selain itu, strategi ini juga dilakukan untuk <strong>memperluas perpustakaan konten Xbox Game Pass</strong>, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/netflix-dan-fenomena-disrupsi-yang-tengah-dihadapinya/">layanan<em> subscription</em> yang mereka miliki</a>. Strategi ini juga digunakan oleh PlayStation, tapi tidak dilakukan oleh Nintendo.</p>



<p>Lantas, apakah Xbox jadi akan mengeksklusifkan <em>game-game</em> yang dibuat oleh anak-anak perusahaannya? Rasanya tidak. Contohnya dari seri Call of Duty, pihak Xbox telah menegaskan kalau mereka akan tetap merilis game-game tersebut di PlayStation.</p>



<p>Namun, yang jelas tampaknya laju Microsoft untuk mengakuisisi banyak developer <em>game</em> belum akan berakhir, bahkan akan lebih masif lagi. Jangan heran apabila PlayStation pun berupaya untuk meniru strategi yang diambil oleh Microsoft untuk bertahan di <a href="https://whathefan.com/renungan/untuk-apa-main-game/">industri <em>game</em></a>.</p>



<p>Untuk ulasan yang lebih mendalam tentang topik ini, Pembaca bisa membaca tulisan Penulis di tautan yang ada di bawah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 20 September 2024, terinspirasi setelah menonton video ulasan yang membahas tentang strategi Xbox ke depannya</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.wired.com/review/xbox-series-x-review/">WIRED</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/yuZtbsSrdwo">Xbox Lost the Console War. Now It’s Redefining Gaming. | WSJ The Economics Of &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://www.upstation.media/article/perang-konten-akan-jadi-masa-depan-dunia-game-1">Masa Depan Dunia Game: Perang Konten antar Platform &#8211; UP Station</a></li>



<li><a href="https://www.upstation.media/article/xbox-akusisi-perusahaan-game">Kalah Perang Konsol, Xbox Bakal Akuisisi Banyak Perusahaan Game &#8211; UP Station</a></li>



<li><a href="https://in.ign.com/ps5/215428/news/playstation-and-xbox-report-highlights-lifetime-global-hardware-sales-data-for-both-gaming-consoles">PlayStation and Xbox: A Report Highlights the Lifetime Global Hardware Sales Data for Both Gaming Consoles &#8211; IGN</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/">Bagaimana Xbox Beradaptasi Melawan PlayStation dan Nintendo</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-xbox-beradaptasi-melawan-playstation-dan-nintendo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa iPhone Tetap Laris Manis Walau Gitu-Gitu Aja?</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Sep 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[EA Sports FC]]></category>
		<category><![CDATA[inovasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[PES]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7818</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Jadi, pada dasarnya Apple mengeluarkan produk yang sama lagi?&#8221; Kurang lebih seperti itulah komentar mayoritas netizen ketika melihat video pengumuman iPhone seri terbaru, yang biasanya diadakan pada bulan September. Tahun ini pun komentar senada masih keluar ketika seri iPhone 16 rilis. Bisa dibilang, fitur yang benar-benar baru di seri iPhone 16 hanyalah tombol kamera (yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/">Mengapa iPhone Tetap Laris Manis Walau Gitu-Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="has-text-align-center"><em>&#8220;Jadi, pada dasarnya Apple mengeluarkan produk yang sama lagi?&#8221; </em></p>



<p>Kurang lebih seperti itulah komentar mayoritas netizen ketika melihat video pengumuman iPhone seri terbaru, yang biasanya diadakan pada bulan September. Tahun ini pun komentar senada masih keluar ketika seri iPhone 16 rilis.</p>



<p>Bisa dibilang, fitur yang benar-benar baru di seri iPhone 16 hanyalah tombol kamera (yang sudah lama ada di seri Sony Xperia) dan Apple Intelligence (yang cukup terlambat jika dibandingkan dengan kompetitornya). Selain letak kameranya yang berubah, selebihnya mirip dengan seri iPhone 15.</p>



<p>Di satu sisi, contoh di atas bisa disebut sebagai kebuntuan inovasi dan membuktikan bahwa perkembangan<em> </em>teknologi seolah sudah mendekati puncaknya. Di sisi lain, bisa jadi ini merupakan cara &#8220;bertahan hidup&#8221; mereka dengan mempertahankan kualitas yang telah dimiliki.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan.jpg 1280w " alt="Chapter 51 Misi Penyelamatan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-2/chapter-51-misi-penyelamatan/">Chapter 51 Misi Penyelamatan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mending Gitu-Gitu Aja atau Coba Baru tapi Gagal?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7825" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Game Bola Terburuk, PES 2014 (<a href="https://www.youtube.com/watch?app=desktop&amp;v=0mQSlxRSdBE">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Komentar yang ada di atas artikel ini juga kerap ketika EA Sports meluncurkan <em>game</em> bola baru. Bahkan, ketika namanya berubah dari <em>FIFA </em>menjadi <em>EA Sports FC</em>, bisa dibilang yang berubah hanya menunya saja. Tidak banyak terobosan yang diluncurkan.</p>



<p>Membuat terobosan, terutama di dunia teknologi,<strong> butuh keberanian dan insting dalam melihat pasar</strong>. Jangan sampai produk yang diluncurkan justru menjadi bulan-bulanan masyarakat karena kualitasnya yang jauh dari ekspektasi.</p>



<p>Penulis akan memberikan contoh melalui <em>game Pro Evolution Soccer </em>(<em>PES</em>), atau yang belakangan berubah nama menjadi eFootball. Zaman Penulis kuliah, <em>PES 2013 </em>merupakan salah satu versi <em>game</em> bola terbaik, bahkan mungkin bisa dibilang sepanjang masa.</p>



<p>Namun, petaka tiba ketika <em>PES 2014 </em>rilis. Ketika memainkannya, Penulis benar-benar merasa bingung karena <em>game </em>ini benar-benar hancur dari segala sisi. Dari sisi visual, benar-benar sakit di mata. Dari sisi <em>gameplay</em>, benar-benar tidak nyaman memainkannya.</p>



<p>Ketika mencari alasannya di Reddit, salah satu alasannya adalah Konami selaku developer <em>PES </em>mencoba untuk menggunakan <em>engine</em> baru. Banyak yang menganggap<em> game</em> tersebut sebenarnya belum siap untuk dirilis ke pasar, tapi deadline sudah tiba.</p>



<p>Di sini kita bisa lihat kalau Konami sebenarnya berusaha untuk membuat inovasi dalam <em>PES 2014</em>. Namun, hasilnya sangat buruk dan berdampak hingga sekarang, di mana <em>PES</em> sudah bukan lagi saingan dari <em>game-game</em> bola keluaran EA Sports.</p>



<p>Mungkin karena belajar dari kesalahan <em>PES</em>, EA Sports pun tak berani untuk mengeluarkan inovasi yang benar-benar baru untuk <em>game </em>bolanya. Alhasil, mereka pun mengeluarkan <em>game </em>yang hampir sama setiap tahunnya demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.</p>



<p>Apple sendiri sebagai perusahaan teknologi <strong>telah berkali-kali mengalami kegagalan inovasi</strong>. Mungkin karena itulah, mereka menjadi lebih berhati-hati dalam melakukan inovasi, walau akibatnya mereka harus rela dicap tidak inovatif.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Inovasi Apple Mandek karena Belajar dari Kesalahan?</h2>



<figure class="wp-block-image"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7826" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Touch Bar, Inovasi yang Gagal (<a href="https://www.macrumors.com/2020/11/27/apple-force-touch-future-macbook-pro-touch-bar/">MacRumors</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika ditarik mundur ke belakang di zaman-zaman ketika Steve Jobs ditendang dari perusahaan, <strong>Macintosh </strong>dan <strong>Lisa </strong>yang merupakan komputer revolusioner pada masanya bisa dibilang kurang berhasil karena harganya yang mahal.</p>



<p>Itu bukan akhir dari kegagalan Apple, karena pada tahun-tahun berikutnya mereka kerap mengalami hasil buruk yang membuat mereka terancam bangkrut. Steve Jobs pun datang untuk menyelamatkan perusahaan dan berhasil membalikkan keadaan.</p>



<p>Inovasi gagal di era modern sempat terjadi pada MacBook, ketika mereka merilis fitur <strong>Touch Bar</strong>. Fitur ini hadir sebagai pengganti tombol F1-F12 yang intuitif. Meskipun revolusioner, fitur ini banyak tidak disukai hingga akhirnya Apple menghilangkannya.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/">Kegagalan-kegagalan inovasi yang pernah dialami Apple</a> mungkin menjadi pelajaran yang berharga bagi mereka. Oleh karena itu, rasanya wajar jika <strong>mereka terlihat &#8220;bermain aman&#8221;</strong> dengan mengeluarkan produk yang mirip-mirip terus setiap tahunnya.</p>



<p>Mereka beralih fokus dari mengeluarkan inovasi menjadi mempertahankan kualitas. <strong>Buat apa membuat sesuatu yang baru, apabila yang lama sudah bagus? </strong>Paling yang bisa mereka lakukan adalah terus meningkatkan apa yang sudah ada, bukan menggantikannya secara total.</p>



<p>Mungkin produk yang kerap mengalami perubahan yang cukup signifikan adalah <strong>iPod</strong> setidaknya dari sisi desain. Itu pun tak bertahan lama sebelum akhirnya produk tersebut digantikan oleh iPhone. MacBook dan iPad pun cukup mirip-mirip, tapi harus diakui kalau prosesor buatan mereka luar biasa.</p>



<p>Sekarang mari kita bicarakan iPhone. Harus diakui kalau iPhone, walaupun bukan pioner sejati,<strong> <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">telah mengubah pasar <em>smartphone </em>sejak 17 tahun yang lalu</a></strong>. Semenjak itu, Apple selalu merilis iPhone<em> </em>baru setiap tahunnya dengan berbagai lininya.</p>



<p>Kadang gagal total seperti iPhone 5C dan seri Mini, kadang terlihat sama-sama saja seperti iPhone 14 yang tidak beda jauh dengan iPhone 13, terkadang harus diakui cukup revolusioner seperti iPhone 5. Namun, satu yang pasti, iPhone tetap selalu digandrungi oleh masyarakat.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Laris Manisnya iPhone di Pasaran</h2>



<p>Meskipun banyak yang <em>nyinyir </em>setiap iPhone baru dirilis dan selalu dibanding-bandingkan dengan Android, pada kenyataannya<strong> peminat iPhone setiap tahunnya selalu banyak</strong>. Pembaca bisa melihat data penjualan iPhone dari tahun ke tahun melalui daftar di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="711" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-1024x711.jpg" alt="" class="wp-image-7821" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-1024x711.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-300x208.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411-768x534.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/1000045411.jpg 1340w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Data Penjualan iPhone dari Tahun ke Tahun (<a href="https://www.bankmycell.com/blog/how-many-iphones-have-been-sold/">Bank My Cell</a>)</figcaption></figure>



<p>Bisa dilihat dari grafik di atas, meskipun mengalami fluktuasi, penjualan iPhone bisa dibilang cukup stabil setiap tahunnya. Sejak tahun 2015, hanya sekali penjualan iPhone di bawah 200 juta unit. Sisanya, jelas berhasil membuat petinggi Apple tersenyum.</p>



<p>Angka tersebut jelas luar biasa, mengingat harga iPhone yang tidak pernah murah. Sejak rilis, iPhone selalu dianggap <em>flagship. </em>Mereka pernah meluncurkan versi &#8220;murah&#8221; seperti 5C, tapi hasilnya buruk. Ada juga alternatif seperti versi SE, tapi juga tidak terlalu populer.</p>



<p>Selain itu, jangan lupa kalau iPhone tidak memiliki terlalu banyak lini seperti produsen <em>smartphone </em>Android seperti Samsung. Seperti yang kita tahu, Samsung saja memiliki seri A, M, S, Fold, dan Flip. Belum lagi <em>smartphone</em> China yang juga memiliki banyak seri.</p>



<p>Penulis tidak menemukan datanya, tapi Penulis akan berasumsi kalau secara kuantitas penjualan iPhone bukanlah yang tertinggi. Namun, sekali lagi itu adalah hal yang bisa dimaklumi karena iPhone tidak memiliki banyak varian dan dilabeli dengan harga yang cukup tinggi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa iPhone Tetap Diminati Walau Gitu-Gitu Saja?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7828" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/mengapa-apple-tetap-laris-walau-gitu-gitu-aja-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ya Begini-Begini Saja (<a href="https://www.techradar.com/phones/iphone/will-the-iphone-16-price-rise-or-fall">TechRadar</a>)</figcaption></figure>



<p>Data penjualan di atas membuktikan kalau iPhone memang tetap diminati oleh masyarakat, meskipun dianggap begitu-begitu saja. Ada banyak alasannya, seperti bagaimana iPhone telah dianggap sebagai<strong> penanda status sosial</strong>. </p>



<p>Penulis telah menyinggung hal ini di tulisan &#8220;<a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/ketika-pengakuan-sosial-menjadi-kebutuhan-pokok/">Ketika Pengakuan Sosial Menjadi Kebutuhan Pokok</a>.&#8221; Melalui sekitarnya saja, Penulis telah mendapat gambaran bagaimana iPhone bisa memengaruhi lingkar pertemanan. Dikucilkan karena tidak memiliki iPhone benar-benar terjadi. </p>



<p>Jika tak kuat mental, tentu kita akan berusaha bagaimana caranya untuk bisa memiliki iPhone, bahkan hingga melakukan hal buruk seperti menyewa iPhone untuk berbohong atau yang lebih parah menjual diri agar ada orang berduit yang mau membelikan dirinya iPhone.</p>



<p>Namun, menurut Penulis bukan hanya karena semata-mata itu saja. Selama bertahun-tahun, Apple berhasil <strong>membangun <em>brand</em>-nya dengan baik</strong>. Mungkin di dunia smartphone, iPhone sudah selevel dengan Louis Vuitton atau Channel di dunia <em>fashion</em>.</p>



<p><em>Brand </em>yang baik tentu diiringi dengan <strong>kualitas produk yang baik</strong>, dan itu telah dilakukan oleh Apple selama bertahun-tahun. Mau dinyinyirin seperti apapun, kualitas iPhone baik secara <em>hardware </em>maupun <em>software</em> harus diacungi jempol.</p>



<p>Memang, secara layar versi <em>base </em>dari iPhone masih 60Hz. Memang, secara baterai iPhone termasuk yang terburuk. Namun, ada banyak sisi plus dari iPhone, mulai dari dukungan <em>software </em>yang panjang, kamera yang juara, <em>build quality </em>yang premium, keamanan yang bikin tenang, dan lain sebagainya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jadi, kalau menurut Penulis, sebenarnya iPhone sama-sama saja seperti <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/">merek <em>smartphone </em>lainnya yang memiliki plus-minusnya sendiri</a>. Mungkin, banyak pengguna Android yang sensitif kepada iPhone karena memang pengguna iPhone banyak yang <em>nyebelin </em>dan harganya yang dianggap <em>overprice</em>.</p>



<p>Walaupun terkesan begitu-begitu saja, sebenarnya kalau Penulis bisa memaklumi hal tersebut karena memang sudah tidak banyak inovasi yang bisa dikeluarkan di lini <em>smartphone</em>. Nanti kalau Apple buat ponsel lipat, dinyinyirin meniru Samsung. </p>



<p>Rasanya apapun yang dilakukan oleh Apple, entah mengeluarkan inovasi atau mengeluarkan produk yang mirip, tetap saja selalu salah di mata para netizen yang maha benar.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 10 September 2024, terinspirasi setelah seri iPhone 16 dirilis tanpa banyak hal baru yang dijual</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://gizmodo.com/apple-iphone-16-1851244717">Gizmodo</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/">Mengapa iPhone Tetap Laris Manis Walau Gitu-Gitu Aja?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-iphone-tetap-laris-manis-walau-gitu-gitu-aja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Amerika Serikat Mendapatkan Wilayahnya (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jul 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7602</guid>

					<description><![CDATA[<p>Amerika Serikat/AS (atau United States of America/USA) adalah negara adidaya yang kuasanya di dunia tak perlu dipungkiri lagi. Sejak Perang Dunia II dan runtuhnya Uni Soviet, AS seolah menobatkan dirinya sebagai raja dunia, sang adikuasa. Hal ini terlihat dari bagaimana di era modern, ada banyak sekali intervensi yang dilakukan oleh AS ke negara lain, terutama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/">Bagaimana Amerika Serikat Mendapatkan Wilayahnya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Amerika Serikat/AS (atau United States of America/USA) adalah negara adidaya yang kuasanya di dunia tak perlu dipungkiri lagi. Sejak Perang Dunia II dan runtuhnya Uni Soviet, AS seolah menobatkan dirinya sebagai raja dunia, sang adikuasa.</p>



<p>Hal ini terlihat dari bagaimana di era modern, ada banyak sekali intervensi yang dilakukan oleh AS ke negara lain, terutama ketika ada kepentingan mereka. Entah ada berapa konflik yang telah mereka timbulkan, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.</p>



<p>Merdeka pada tanggal 4 Juli 1776, AS tidak langsung sebesar sekarang. Luas wilayahnya ketika merdeka hanya terdiri dari pantai timur Amerika yang merupakan gabungan 13 koloni Inggris yang memberontak. Lantas, bagaimana mereka bisa jadi seluas (dan sekuat) sekarang?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/Promo-KKP-Website-300x188.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/Promo-KKP-Website-300x188.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/Promo-KKP-Website-768x480.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/Promo-KKP-Website-356x223.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/Promo-KKP-Website.jpg 800w " alt="Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 1)" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-1/">Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 1)</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Cara Pertama Amerika Serikat Mendapatkan Wilayah: Membeli</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7606" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wilayah Awal Amerika Serikat (<a href="https://www.havefunwithhistory.com/13-colonies-in-order/">Have Fun with History</a>)</figcaption></figure>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung di atas, AS memperoleh kemerdekaannya setelah 13 koloni memutuskan untuk berpisah dengan Inggris. Ketigabelas koloni tersebut terletak di sisi pantai timur, yang terdiri dari: </p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Virginia – Didirikan tahun 1607</li>



<li>New York – Didirikan tahun 1626</li>



<li>Massachusetts Bay – Didirikan tahun 1630</li>



<li>Maryland – Didirikan tahun 1633</li>



<li>Rhode Island – Didirikan tahun 1636</li>



<li>Connecticut – Didirikan tahun 1636</li>



<li>New Hampshire – Didirikan tahun 1638</li>



<li>Delaware – Didirikan tahun 1638</li>



<li>North Carolina – Didirikan tahun 1653</li>



<li>South Carolina – Didirikan tahun 1663</li>



<li>New Jersey – Didirikan tahun 1664</li>



<li>Pennsylvania – Didirikan tahun 1682</li>



<li>Georgia – Didirikan tahun 1732</li>
</ol>



<p>Setelah Amerika Serikat merdeka, ada beberapa negara bagian yang bergabung secara sukarela (seperti Yogyakarta yang memutuskan bergabung dengan Republik Indonesia) seperti Vermont pada tahun 1791. Sebelumnya, Vermount merupakan sebuah republik yang merdeka. Namun, kali ini Penulis akan fokus ke negara bagian yang didapatkan dengan <strong>cara membeli</strong>. </p>



<p>Pembelian wilayah pertama yang dilakukan AS adalah wilayah <strong>Louisiana</strong> dari Prancis pada tahun 1803. Pada saat itu, <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">Napoleon Bonaparte</a> sedang membutuhkan tambahan anggaran untuk membiayai penakhlukan Eropanya.</p>



<p>Harga yang dibayarkan oleh AS saat itu adalah <strong>$15 juta</strong>, atau setara dengan $350 juta (Rp5,6 triliun) setelah dihitung dengan inflasi. Tentu itu jumlah yang relatif murah, mengingat wilayah AS menjadi bertambah dua kali lipat waktu itu. Namun, ada yang mengatakan AS juga mengeluarkan biaya lain-lain sehingga <em>total cost</em>-nya menjadi $2,6 miliar (Rp42 triliun).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-7608" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-1536x864.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">The Louisiana Purchase (<a href="https://www.history.com/topics/19th-century/louisiana-purchase">History</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah mendapatkan wilayah Louisiana, wilayah selanjutnya yang dibeli oleh AS adalah wilayah <strong>Florida</strong>, yang saat itu berada di kekuasaan Spanyol. Pembelian dilakukan dengan Perjanjian Adams-Onís pada tahun 1819, di mana AS membayar seharga<strong> $5 juta </strong>($104 juta/Rp1,6 triliun) kepada Spanyol.</p>



<p>Setelah perang melawan Meksiko (Penulis akan jelaskan di bawah), AS juga membeli wilayah <strong>Gadsden </strong>pada tahun 1854 seharga <strong>$10 juta</strong> ($314 juta/Rp5,1 triliun) dari Meksiko. Pembelian ini semakin memperluas wilayah AS di wilayah pantai barat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="718" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3-1024x718.webp" alt="" class="wp-image-7609" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3-1024x718.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3-300x210.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3-768x538.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3.webp 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">The Gadsden Purchase (<a href="about:blank">Reddit</a>)</figcaption></figure>



<p>Pembelian lain yang tak kalah besar adalah pembelian wilayah <strong><a href="about:blank">Alaska </a></strong>dari Rusia pada tahun 1867, yang saat itu dibeli dengan harga yang sangat murah, yakni $7,2 juta. Rusia merasa wilayah tersebut terlalu jauh dari ibukota dan sangat rentan diserang, sehingga memutuskan untuk menjualnya saja ke AS.</p>



<p>Masalahnya, Rusia tak sadar kalau di Alaska penuh dengan sumber daya alam. Melalui <a href="https://whathefan.com/animekomik/detail-pada-karya-don-rosa/">komik Paman Gober</a>, Penulis mengetahui kalau di daerah ini sempat ada demam emas. Bahkan, Gober sendiri mendapatkan emas pertamanya di daerah Klondike. Alaska juga memiliki minyak mentah yang cukup banyak, empat terbesar di AS.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7610" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Selain pembelian-pembelian besar yang dilakukan AS di atas, masih ada banyak pembelian lain yang skalanya lebih kecil. Contohnya adalah pembelian wilayah Guntanamo pada tahun 1898 untuk penjara dan wilayah di Panama untuk pembuatan Panama Canal pada tahun 1904.</p>



<p>Jangan lupakan juga kalau AS sering membeli wilayah dari penduduk asli benua Amerika, yang sering kita sebut sebagai suku Indian. Namun, perlu diingat kalau proses transaksi mereka tidak berlangsung damai. Penulis akan bahas lebih detail di bagian selanjutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Serang Dulu, Beli Kemudian</h2>



<p>Tidak semua pembelian wilayah yang dilakukan oleh AS berlangsung dengan damai. Ada beberapa yang harus melalui perang terlebih dahulu. Oleh karena itu, harganya pun bisa menjadi jauh lebih murah seolah cuma menjadi formalitas semata.</p>



<p>Wilayah yang didapatkan dengan cara ini adalah<strong> sisi pantai barat Amerika </strong>(termasuk wilayah California), yang sebenarnya dimiliki oleh Meksiko setelah memperoleh kemerdekaan dari Spanyol. Perang pun terjadi antara AS dan Meksiko pada tahun 1848.</p>



<p>Perang tersebut dimenangkan oleh AS, dan mereka pun membeli wilayah tersebut dengan harga yang sangat murah, yakni<strong> $15 juta</strong> ($500 juta/Rp8,1 triliun). Jumlah tersebut hanya selisih sedikit dengan wilayah Gadsden yang jauh lebih kecil.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-1024x678.png" alt="" class="wp-image-7611" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-1024x678.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-300x199.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-768x508.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-1536x1017.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-2048x1356.png 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wilayan Meksiko yang &#8220;Dibeli&#8221; Secara Paksa oleh AS (<strong>Wikipedia</strong>)</figcaption></figure>



<p>Wilayah lain yang didapatkan dengan cara serupa adalah <strong>Filipina</strong>, kali ini lawannya dalam perang adalah Spanyol. Perang terjadi pada tahun 1898, di mana Filipina sebenarnya telah lama menjadi jajahan Spanyol. Namun, mereka kalah dalam perang. </p>



<p>Setelah menang, AS menggelontorkan dana sebesar<strong> $20 juta</strong> ($636 juta/Rp10 triliun), meskipun pada akhirnya Filipina bisa memerdekakan diri. AS juga mendapatkan Guam dan Puerto Rico secara gratis dari Spanyol, dan tetap menjadi wilayah mereka hingga saat ini. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Kalau ditotal, uang yang dikeluarkan oleh AS untuk membeli wilayahnya adalah $2,8 miliar (kurs sekarang) atau setara Rp45 triliun. Jelas itu jumlah yang sangat kecil, mengingat wilayah yang mereka dapatkan dengan cara ini setara dengan 54% luas wilayah mereka saat ini.</p>



<p>Sebenarnya pembelian wilayah yang dilakukan oleh AS agak menggelikan, karena mereka seolah hanya membeli hak menjajah dari bangsa lain. Ketika membeli Louisiana misalnya, wilayah tersebut merupakan jajahan Prancis dari penduduk asli Amerika.</p>



<p>Analoginya, ada dua orang maling masuk ke rumah orang kaya. Setelah menyekap pemilik rumah, kedua maling tersebut memilih kamar. Ternyata, kamar salah satu maling terasa sempit, sehingga ia memutuskan untuk membeli kamar milik maling satunya. Lucu.</p>



<p>Sejak merdeka pertama kali dari Inggris pun sebenarnya sudah konyol, karena mereka mendirikan koloni di tanah orang dan mengklaim itu miliknya. Perang kemerdekaan atas Inggris seolah hanya dilakukan agar mereka bisa lebih bebas tanpa terikat &#8220;tuan tanah.&#8221;</p>



<p>Namun, ada cara lain yang AS gunakan untuk memperoleh wilayahnya. Cara ini mereka gunakan ke beberapa wilayah untuk memperluas wilayah mereka sendiri atau mendapatkan sumber daya yang ada di sana. Cara tersebut adalah <strong>aneksasi </strong>dan <strong>pengusiran</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 5 Juni 2024, terinspirasi setelah menonton banyak video tentang bagaimana Amerika Serikat mendapatkan wilayahnya</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.noaa.gov/news-release/noaas-office-of-space-commerce-gets-new-director">NOAA</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Historical_regions_of_the_United_States" target="_blank" rel="noreferrer noopener"></a><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Historical_regions_of_the_United_States">Historical regions of the United States &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://www.loc.gov/collections/meeting-of-frontiers/articles-and-essays/colonization/american-acquisition-and-migration/">American Acquisition and Migration | Colonization | Articles and Essays | Meeting of Frontiers | Digital Collections | Library of Congress (loc.gov)</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/VeuN69KKl0E" target="_blank" rel="noreferrer noopener">How the United States of America Expanded (1776-1900)</a></li>



<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=psrU2waz7iY">How The U.S. Bought Most Of Its Territory (youtube.com)</a><br><a href="https://youtu.be/kTKogX9O7dY" target="_blank" rel="noreferrer noopener"></a><a href="https://www.youtube.com/watch?v=kTKogX9O7dY">How the USA Colonized the USA, Mapped (youtube.com)</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/">Bagaimana Amerika Serikat Mendapatkan Wilayahnya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 15:03:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon III]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7339</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara menulis tentang nepotisme yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte (selanjutnya akan Penulis sebut Napoleon I) secara kebablasan, Penulis jadi penasaran dengan sosok Louis-Napoleon Bonaparte, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Napoleon III. Meskipun bukan keturunan langsung dari Napoleon I (karena Napoleon II meninggal di usia muda), Napoleon III merupakan keponakan langsungnya. Ia merupakan anak dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Gara-gara menulis tentang <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">nepotisme yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte</a> (selanjutnya akan Penulis sebut Napoleon I) secara kebablasan, Penulis jadi penasaran dengan sosok <strong>Louis-Napoleon Bonaparte</strong>, atau yang lebih dikenal dengan sebutan <strong>Napoleon III</strong>.</p>



<p>Meskipun bukan keturunan langsung dari Napoleon I (karena Napoleon II meninggal di usia muda), Napoleon III merupakan keponakan langsungnya. Ia merupakan anak dari Louis Bonaparte, adik Napoleon I yang pernah menjadi raja Belanda.</p>



<p>Napoleon III pertama kali menjadi presiden pada periode 1848-1852. Saat itu, Prancis baru saja melakukan reformasi (lagi) dengan menggulingkan raja terakhir Prancis, Louis Philippe I. Naas, Napoleon III justru membangkitkan lagi kekaisaran Prancis seperti zaman pamannya dulu.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/arnaud-jaegers-253360-unsplash-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/arnaud-jaegers-253360-unsplash-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/arnaud-jaegers-253360-unsplash-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/arnaud-jaegers-253360-unsplash-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/arnaud-jaegers-253360-unsplash-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/arnaud-jaegers-253360-unsplash.jpg 1215w " alt="Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/">Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebelum Menjadi Presiden Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7371" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Revolusi Prancis Kedua pada Tahun 1948 (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Revolutions_of_1848">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada tahun 1808, Charles-Louis Napoléon Bonaparte lahir dari pasangan <strong>Louis Bonaparte </strong>dan <strong>Hortense de Beauharnis</strong>, yang merupakan merupakan anak tgiri Napoleon I alias anak dari Josephine dari pernikahan sebelumnya. </p>



<p><em>(Fun fact: Tanggal lahir Napoleon III sama dengan Penulis, yakni 20 April)</em></p>



<p>Ketika semua keluarga Bonaparte diasingkan setelah lengsernya Napoleon I, ia pun harus berpindah-pindah tempat tinggal hingga akhirnya lebih banyak menetap di Swiss. Semasa remaja hingga beranjak dewasa, Napoleon III menyadari kalau simpatisan Bonaparte di Prancis ternyata masih cukup besar. </p>



<p>Hal tersebut memotivasi Napoleon III untuk melakukan kudeta pada tahun 1836 terhadap raja yang saat itu sedang berkuasa, <strong>Louis-Philippe</strong>. Sayangnya, kudeta tersebut gagal total dan ia pun melarikan diri kembali ke Swiss.</p>



<p>Kegagalan kudeta tidak mematahkan semangatnya untuk menjadi pemimpin Prancis. Pada tahun 1840, ketika ia hidup di London, Napoleon III merencanakan untuk melakukan kudeta kedua. Sekali lagi, kudeta tersebut gagal total dan membuatnya dipenjara seumur hidup.</p>



<p>Pada tahun 1848, Prancis kembali mengalami revolusi yang membuat Raja Louis Phillippe turun tahta. Napoleon III, yang sebelumnya berhasil kabur dari penjara dan kembali ke Inggris, mengambil kesempatan tersebut untuk kembali ke Prancis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebagai Presiden Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7372" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon III (<a href="https://art.thewalters.org/detail/597/portrait-of-napoleon-iii/">The Walters</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah revolusi tersebut, diadakanlah pemilu untuk memilih presiden, di mana Napoleon III mencalonkan diri dan berhasil menang dengan jumlah suara yang mencapai 74,2%. Setelah puluhan tahun berlalu, seorang Bonaparte kembali menjadi pemimpin Prancis. </p>



<p>Napoleon III mulai menjabat sebagai presiden Prancis pada tahun <strong>1848</strong>. Pada saat itu, masa jabatan presiden hanya e<strong>mpat tahun dan tidak boleh mencalonkan lagi untuk kedua kalinya</strong>. </p>



<p>Ketika mengajukan amandemen ke Majelis Nasional agar ia bisa mencalonkan diri lagi, ternyata suara yang dibutuhkan kurang, sehingga upayanya gagal. Itulah alasan mengapa Napoleon III merebut kekuasaan secara paksa dengan melakukan kudeta ke Majelis Nasional. </p>



<p>Napoleon III juga melakukan pemungutan suara untuk mengetahui pendapat publik tentang kudeta yang ia lakukan kepada Majelis Nasional, di mana ada banyak manipulasi dan ancaman agar publik banyak yang menyetujuinya.</p>



<p>Berbekal hal tersebut, Napoleon III pun mengubah konstitusi untuk memuluskan langkahnya tetap menjadi penguasa Prancis. Tidak main-main, ia membuat peraturan di mana presiden dapat menjabat selama 10 tahun tanpa batas waktu. Untuk memuluskan langkah-langkahnya, ia juga kerap menangkap para oposisinya.</p>



<p>Ternyata, menjadi presiden dengan jangka waktu panjang tidak memuaskan Napoleon III. Pada tahun 1952, ia menobatkan dirinya sendiri menjadi kaisar Prancis. Referendum diadakan, di mana 97% suara mendukung kekaisaran Napoleon III.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebagai Kaisar Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7373" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perang Prancis vs Prussia pada Tahun 1870 (<a href="https://www.cheminsdememoire.gouv.fr/en/franco-prussian-war-1870-71">Chemins de Memoire</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun menghabiskan oposisinya, ada banyak hal positif yang berhasil Napoleon III raih selama ia menjadi kaisar. Salah satu yang paling terasa hingga saat ini adalah ia memutuskan untuk melakukan rekonstruksi besar-besaran terhadap Paris yang saat itu sangat kumuh. </p>



<p>Selain itu, Napoleon III juga berhasil melakukan modernisasi perekonomian Prancis, memperluas jaringan kereta, dan memperluas wilayah kolonial Prancis di luar benua Eropa. Ia juga menjalin kerja sama dengan negara-negara Eropa lainnya untuk memperkuat perekonomian negaranya.</p>



<p>Napoleon III juga banyak membuat kebijakan yang terkesan pro rakyat, seperti memberikan para pekerja untuk mogok dan berorganisasi. Yang lebih menarik adalah bagaimana ia memberikan hak agar kaum perempuan bisa kuliah di universitas-universitas Prancis.</p>



<p>Dari sisi militer, walaupun <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">tak sedahsyat pamannya</a>, Napoleon III juga mencatatkan beberapa upaya untuk membuat pengaruh Prancis menjadi kuat lagi, seperti ketika Prancis bersekutu dengan Inggris dalam melawan Rusi di Perang Krimea (1853-1856).</p>



<p>Masa kekaisaran Napoleon III harus berakhir ketika perang antara Prancis dan Prussia berlangsung. Prussia, yang dipimpin oleh Otto von Bismarck, berhasil menang dengan cepat dan telak. Setelah tak lagi menjadi kaisar, Napoleon III diasingkan sama seperti Napoleon I, dan meninggal dunia tiga tahun kemudian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Mungkin karena menyandang nama besar Napoleon, Napoleon III merasa bahwa dirinya bisa sehebat pamannya tersebut. <em>Mindset </em>tersebut yang membuatnya memutuskan untuk membuat Kekaisaran Prancis Jilid II. Menariknya, ia menjadi kaisar lebih lama dari Napoleon I.</p>



<p>Jika ditotal dengan masa jabatannya ketika menjadi presiden, Napoleon III memimpin Prancis selama 22 tahun lamanya. Sebagai perbandingan, masa jabatan Napoleon I menjadi kaisar hanya setengahnya saja (walau begitu, Napoleon berhasil menguasai setengah Eropa).</p>



<p>Namun, tak ada yang abadi, apalagi cuma sekadar kekuasaan yang direbut paksa dengan berbagai pembenaran. Kekalahan atas Prussia di bawah komando Otto von Bismarck menghabiskan kekaisarannya dan juga <a href="https://whathefan.com/politik-negara/dinasti-politik-di-kursi-kekuasaan-boleh-atau-tidak/">dinasti Bonaparte di kursi kekuasaan Prancis</a>.</p>



<p>Prancis sendiri akhirnya kembali menjadi negara demokrasi yang dipimpin oleh seorang presiden hingga saat ini. Walaupun begitu, pengaruh dua kekaisaran Napoleon yang berlangsung ratusan tahun lalu masih terasa hingga saat ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 Juni 2024, terinspirasi setelah banyak menonton video seputar Napoleon III</p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/cn7Bxsqhcps">Napoleon III: The Forgotten Bonaparte &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/xmym8lyWzmQ">The Other Napoleon | The Life &amp; Times of Napoleon III &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/G9fHdYEu-WQ">In The Shadow of Napoleon &#8211; The 2nd French Empire Before 1870 I GLORY &amp; DEFEAT &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_III">Napoleon III &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_heads_of_state_of_France">List of heads of state of France &#8211; Wikipedia</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nepotisme Kebablasan ala Napoleon Bonaparte</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 May 2024 04:59:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon Bonaparte]]></category>
		<category><![CDATA[nepotisme]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7172</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, Penulis memutuskan untuk menonton film Napoleon yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix. Sayangnya, Penulis kurang menyukai film tersebut karena terlalu menonjolkan sisi drama percintaannya dengan Josephine. Salah satu alasan Penulis lumayan mengagumi sosok Napoleon adalah karena kejeniusannya dalam berperang. Hal tersebut justru kurang ditonjolkan di film ini, sehingga Penulis berpendapat kalau film ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">Nepotisme Kebablasan ala Napoleon Bonaparte</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu lalu, Penulis memutuskan untuk menonton film <em>Napoleon </em>yang dibintangi oleh Joaquin Phoenix. Sayangnya, Penulis kurang menyukai film tersebut karena terlalu menonjolkan sisi drama percintaannya dengan Josephine.</p>



<p>Salah satu alasan Penulis lumayan mengagumi sosok Napoleon adalah karena kejeniusannya dalam berperang. Hal tersebut justru kurang ditonjolkan di film ini, sehingga Penulis berpendapat kalau film ini lebih cocok untuk diberi judul <em>Napoleon &amp; Josephine</em>.</p>



<p>Selain itu, perjalanannya dari seorang <em>nobody </em>menjadi penguasa benua Eropa juga sangat menarik. Namun, dalam perjalanannya menjadi <em>somebody </em>tersebut, ia justru melakukan sesuatu yang kurang terpuji: <strong>nepotisme</strong>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1.jpg 2048w " alt="Chapter 15 Tidak, Terima Kasih" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/chapter-15-tidak-terima-kasih/">Chapter 15 Tidak, Terima Kasih</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Perjalanan Singkat Napoleon Menjadi Kaisar Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7300" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-0.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jenderal Perang yang Jenius (<a href="https://historiamundum.com/napoleonic-era">Historia Mundum</a>)</figcaption></figure>



<p><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-discovery-napoleon/">Napoleon Bonaparte</a> berawal dari pulau kecil bernama Corsica, yang dijual Republik Genoa ke Prancis pada tahun 1768 atau satu tahun sebelum Napoleon lahir. Penjualan tersebut menyebabkan munculkan gerakan kemerdekaan Corsica, walau tak pernah berhasil.</p>



<p>Napoleon pun mulai menapaki karier di militer Prancis. Karena kemampuannya di bidang militer memang mumpuni, ia cepat naik pangkat. Ketika Prancis dalam keadaan kacau setelah <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/revolusi-karena-pajak/">revolusi Prancis</a> pada tahun 1789, bisa dibilang Napoleon berhasil &#8220;berperan&#8221; dengan baik.</p>



<p>Puncaknya tentu saja ketika Napoleon mengangkat dirinya sendiri menjadi kaisar pada tahun 1804, di mana ia meletakkan mahkotanya dengan tangannya sendiri, bukan dimahkotai oleh tokoh gereja seperti kebanyakan kerajaan atau kekaisaran lain.</p>



<p>Setelah itu, ia mengangkat Josephine, istrinya saat itu, untuk menjadi <em>empress </em>atau permaisuri. Tidak cukup menjadi kaisar Prancis, Napoelon juga mengangkat dirinya sebagai raja Italia pada tahun 1805. </p>



<p>Mungkin kisah yang paling kita ketahui tentang Napoleon setelah berhasil menjadi kaisar adalah tentang bagaimana ia bisa menguasai benua Eropa dengan cepatnya. Dalam perjalanannya, ia menjadikan saudara-saudaranya untuk menjadi raja di negara lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Napoleon Bernepotisme</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7301" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Louis Napoleon, Raja Belanda (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Louis_Bonaparte">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Dengan status kaisar yang berhasil menakhlukkan banyak negara lain, Napoleon jelas punya kesempatan untuk menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingannya sendiri. Hal tersebut jelas ia manfaatkan dengan baik: ia jadikan saudara-saudaranya menjadi raja juga.</p>



<p><strong>Louis </strong>ia jadikan raja di Belanda (1806–1810), <strong>Joseph </strong>menjadi raja di Naples atau Napoli (1806–1808), <strong>Jérôme </strong>menjadi raja Westphalia (1807–1813, sekarang wilayah Jerman), hingga <strong>Joseph </strong>menjadi raja Spanyol (1808–1813).</p>



<p>Namun, bisa dilihat kalau waktu kekuasaan saudara-saudara Napoleon tersebut tidak berlangsung lama. Salah satu penyebabnya tentu saja karena penduduk asli negara tersebut tidak berkenan untuk dipimpin oleh orang asing.</p>



<p>Contoh yang paling terkenal adalah pemberontakan yang dilakukan oleh rakyat Spanyol. Secara memalukan, pasukan Napoleon berhasil dikalahkan oleh pasukan gerilya. Kabar ini tersebar ke seluruh Eropa, memantik semangat negara lain untuk memukul balik Prancis.</p>



<p>Selain itu, demi melanggengkan kekuasaannya, tentu ia harus memiliki keturunan, sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh Josephine. Oleh karena itu, Napoleon memutuskan untuk bercerai dengannya dan menikahi Marie Louise, putri kerajaan Austria.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7302" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/nepotisme-napoleon-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon II (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Louis_Bonaparte">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Melalui pernikahan tersebut, Napoleon dikarunia seorang anak yang dikenal dengan nama <strong>Napoleon II</strong>. Saat Napoleon lengser dari kursi kekaisarannya pada tahun 1814 dan dibuang ke pulau Elba, Napoleon II yang baru berusia tiga tahun ditampuk menjadi pengganti.</p>



<p>Namun, Napoleon II hanya beberapa minggu berkuasa, sebelum akhirnya digantikan oleh Louis XVIII. Selain itu, Napoleon II juga berumur pendek. Ia meninggal ketika berusia 21 tahun karena penyakit <em>tuberculosis</em>.</p>



<p>Kembali ke Napoleon, ia sempat kembali menjadi kaisar pada tahun 1815 untuk jangka waktu yang pendek. Namun, <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">setelah ia mengalami kekalahan terakhirnya</a>, ia dibuang jauh-jauh ke pulau St. Helena.</p>



<p>Lantas, apakah nepotisme Napoleon berhenti ketika ia turun takhta sebagai kaisar? Jika melihat tahun berakhirnya kekuasaan saudara-saudaranya, bisa dikatakan begitu. Tidak ada Napoleon, maka tidak ada yang menjadi &#8220;pelindung&#8221; bagi saudara-saudaranya.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7299" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/05/nepotisme-napoleon-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon III (<a href="https://www.britannica.com/biography/Napoleon-III-emperor-of-France">Britannica</a>)</figcaption></figure>



<p>Bertahun-tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1842, <strong>Louis Napoleon Bonaparte </strong>atau <strong>Napoleon III </strong>yang merupakan keponakan Napoleon dan anak dari Louis berhasil menjadi presiden Republik Prancis pertama. </p>



<p>Namun, mungkin karena terinspirasi dari pamannya, Napoleon III mengubah statusnya dari presiden menjadi kaisar pada tahun 1852. Artinya, ia mengubah status republik negaranya kembali menjadi kekaisaran. </p>



<p>Napoleon III berkuasa lebih lama dari pamannya, di mana ia menjadi kaisar hingga tahun 1870 atau sekitar 18 tahun (total 22 tahun jika dihitung sejak ia menjadi presiden) setelah mengalami kekalahan atas Prusia. Ia meninggal pada tahun 1873, </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Nepotisme bisa dilakukan dengan mudah oleh <a href="https://whathefan.com/buku/biografi-singkat-napoleon-pada-misteri-napoleon/">Napoleon Bonaparte</a> karena statusnya sebagai kaisar di sebuah negara monarki. Mungkin karena takut kekuasaannya bisa hilang, ia pun berusaha melanggengkan kekuasaannya dengan menempatkan saudara-saudaranya sendiri di posisi-posisi penting. </p>



<p>Namun, kita bisa melihat kalau nepotisme yang Napoleon lakukan tidak berakhir dengan baik. Kekaisarannya berakhir dalam waktu kurang dari 10 tahun, kekuasaan saudara-saudaranya bahkan lebih pendek, bahkan berakhir sebelum Napoleon turun takhta.</p>



<p>Kalau di negara demokrasi seperti Indonesia, nepotisme seperti itu seharusnya tidak mungkin dilakukan, bukan? Atau justru sedang terjadi, dengan cara yang lebih halus sehingga orang menjadi tidak sadar kalau nepotisme sedang berlangsung?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 31 Mei 2024, terinspirasi setelah menonton film <em>Napoleon </em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://editions.covecollective.org/content/coronation-napoleon-bonaparte">COVE</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/House_of_Bonaparte">House of Bonaparte &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_II">Napoleon II &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_III">Napoleon III &#8211; Wikipedia</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">Nepotisme Kebablasan ala Napoleon Bonaparte</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Oct 2023 00:06:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[judi]]></category>
		<category><![CDATA[Mahabharata]]></category>
		<category><![CDATA[Pandawa]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<category><![CDATA[Yudhistira]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6895</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melihat semakin maraknya kasus judi online di masyarakat yang sangat memprihatinkan hingga melibatkan banyak streamer game, Penulis jadi teringat oleh salah satu kisah pewayangan yang terkenal. Yudhistira yang merupakan sulung para Pandawa pun pernah terlilit masalah karena masalah judi. Padahal, ia dikenal sebagai sosok raja yang bijaksana. Namun, ternyata seorang yang bijaksana pun harus terkena [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Melihat semakin maraknya kasus judi <em>online </em>di masyarakat yang sangat memprihatinkan hingga <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/streamer-game-terseret-pusaran-judi-online/">melibatkan banyak <em>streamer game</em></a>, Penulis jadi teringat oleh salah satu kisah pewayangan yang terkenal. </p>



<p><strong>Yudhistira</strong> yang merupakan sulung para Pandawa pun pernah <strong>terlilit masalah karena masalah judi</strong>. Padahal, ia dikenal sebagai sosok raja yang bijaksana. Namun, ternyata seorang yang bijaksana pun harus terkena getah karena bermain judi.</p>



<p>Lantas, mengapa Yudhistira bermain judi dalam bentuk dadu? Apa konsekuensi yang harus diterima olehnya (dan keluarganya) karena kalah dalam perjudian tersebut? Semuanya akan berusaha Penulis ringkas melalui tulisan ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-banner.jpg 1280w " alt="DragonForce, Guitar Hero, dan Legasi yang Ditinggalkan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/dragonforce-guitar-hero-dan-legasi-yang-ditinggalkan/">DragonForce, Guitar Hero, dan Legasi yang Ditinggalkan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Latar Belakang Yudhistira</h2>



<p><strong>Yudhistira</strong>, atau kerap disebut Puntadewa dalam pewayangan Jawa, merupakan anak sulung dari pasangan <strong>Pandu</strong> dan <strong>Kunti</strong> dari Dinasti Kuru. Menariknya, ia lahir berkat bantuan <strong>Dewa Yama (Dharma)</strong> karena Pandu terkena kutukan akan meninggal jika berhubungan badan.</p>



<p>Dalam Dinasti Kuru, Pandu diangkat menjadi raja karena kakaknya, <strong>Dretarastra</strong>, mengalami kebutaan sejak lahir. Namun, setelah Pandu terkena kutukan, ia memilih untuk menepi dan membuat kakaknya memimpin kerajaan <strong>Hastinapura</strong> untuk sementara.</p>



<p>Lantas, setelah Pandu meninggal karena melanggar kutukan Resi, Yudhistira bersama keempat saudaranya (<strong>Bima</strong>, <strong>Arjuna</strong>, <strong>Nakula</strong>, <strong>Sadewa</strong>) dan Kunti pun kembali ke kerajaan dan mendapatkan bimbingan dari beberapa tokoh seperti Bisma dan Resi Drona.</p>



<p>Sebagai anak dari Pandu, para Pandawa kerap berselisih dengan sepupu mereka yang merupakan anak-anak Drestarastra, yakni para keseratus Kurawa yang disulungi oleh <strong>Duryodhana</strong>. Bumbu-bumbu perebutan takhta pun telah tercium.</p>



<p>Saat Yudhistira beranjak dewasa, artinya status Drestarastra sebagai raja sementara pun akan segera dikembalikan ke keturunan Pandu. Hal ini tidak diinginkan Duryodhana. Maka berbagai rencana jahat pun mulai dilakukan.</p>



<p>Salah satu kisah yang paling terkenal adalah insiden pembakaran Laksagraha, sebuah istana yang terbuat dari lilin. Yudhistira bersama saudara dan ibunya selamat dari kejadian tersebut, lalu memutuskan untuk pergi dari Hastinapura.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Terbaginya Hastinapura Menjadi Dua</h2>



<p>Setelah pergi dari Hastinapura dan mengasingkan diri, Arjuna berhasil memenangkan sayembara untuk menikahi <strong>Drupadi</strong>. Namun, karena kesalapahaman Kunti, pada akhirnya Drupadi menjadi istri dari kelima Pandawa.</p>



<p>(Catatan: Di versi pewayangan Jawa, Drupadi hanya menikah dengan Yudhistira)</p>



<p>Para Pandawa pun kembali ke Hastinapura setelah menikahi Drupadi, menuntut hak mereka atas kerajaan. Karena pihak Kurawa enggan mengembalikan kerajaan tersebut dan demi menghindari perselisihan, akhirnya Hastinapura pun dibagi menjadi dua.</p>



<p>Yudhistira pun menjadi raja di kerajaan yang diberi nama <strong>Indraprastha</strong> (atau lebih terkenal dengan nama Amarta dalam pewayangan Jawa). Dibangun dari hutan &#8220;angker&#8221; yang ditinggalkan, kerajaan Indraprastha memiliki sebuah istana yang begitu megah.</p>



<p>Ketika mengadakan upacara Rajasuya, Yudhistira mengundang raja-raja dari kerajaan lain, termasuk Duryodhana. Saat memasuki istana Indraprastha, Duryodhana merasa kagum dengan kemegahan istana tersebut.</p>



<p>Ada satu kejadian memalukan di mana Duryodhana mengira lantai sebagai air, dan mengira air sebagai lantai. Hal ini membuat Bima tertawa terbahak-bahak, sekaligus menimbulkan perasaan dendam yang teramat besar pada diri Duryodhana.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Undangan Bermain Dadu</h2>



<p>Kemegahan istana Indraprastha membuat Duryodhana ingin menguasainya. Ia pun berkonsultasi dengan paman sekaligus penasehatnya, <strong>Sengkuni</strong>. Akhirnya mereka pun mengundang Yudhistira untuk bermain dadu (baca: judi) melalui Drestarastra.</p>



<p>Meskipun terkenal sebagai raja yang bijaksana, ada versi yang menyebutkan kalau <strong>Yudhistira sebenarnya menyukai permainan dadu</strong>. Namun, ada versi lain yang menyebutkan bahwa sebenarnya Yudhistira sangat menentang judi karena tidak membawa kebaikan.</p>



<p>Di sisi lain, karena yang mengundang pamannya sendiri, ia merasa <strong>perlu menghargai undangan </strong>tersebut dengan cara menghadirinya. Apalagi, Yudhistira pada dasarnya adalah orang yang selalu berprasangka baik kepada orang lain, bahkan kepada Duryodana. </p>



<p>Oleh karena itu, undangan tersebut ia anggap sebagai ajakan bermain dari keluarga tanpa ada prasangka negatif. Apalagi, pasti ada konsekuensi jika ia sampai menolak undangan bermain dadu dari kerajaan lain, seperti dianggap pengecut atau bahkan hingga memicu perang.</p>



<p>Permainan dadu pun diadakan di Hastinapura. Sama seperti kasus judi <em>online </em>kebanyakan, awalnya Yudhistira diberi kemenangan oleh pihak Duryodana dan Sengkuni. Taruhan yang semula kecil-kecilan, pada akhirnya semakin menjadi tidak masuk akal.</p>



<p>Yudhistira pada satu titik akhirnya<strong> mempertaruhkan seluruh kerajaan Indraprastha</strong>, yang menjadi target sebenarnya permainan judi tersebut diadakan. Tentu saja hal tersebut berakhir dengan kekalahan karena permainan tersebut memang sudah di-<em>setting </em>oleh Sengkuni.</p>



<p>Meskipun telah kehilangan kerajaannya, Yudhistira seolah menjadi gelap mata seperti para pemain judi <em>online </em>yang terus berharap kemenangan di ronde berikutnya. Bayangkan, <strong>ia mempertaruhkan para saudaranya, dirinya sendiri, bahkan istrinya Drupadi</strong>.</p>



<p>Drestarastra yang merasa tidak tega melihat keponakannya begitu terhina akhirnya memerintahkan Duryodana untk mengembalikan semuanya, yang berat hati ia lakukan. Akhirnya judi dilakukan ulang, dengan taruhan yang kalah harus mengasingkan diri.</p>



<p>Seolah tidak belajar dari kesalahan, Yudhistira pun kembali bermain dan tentu saja kalah lagi. Alhasil, ia bersama saudara, istri, dan ibunya pun harus mengasingkan diri selama 12 tahun ditambah 1 tahun menyamar tanpa boleh ketahuan pihak Kurawa.</p>



<p>Kelak, setelah mengasingkan diri dan menyamar tanpa ketahuan, Yudhistira datang ke Duryodana untuk meminta kembali Indraprastha. Namun, Duryodana menolak untuk menyerahkannya. Yudhistira melunak dengan meminta lima desa saja, tapi tetap ditolak.</p>



<p>Hal inilah yang akhirnya memicu Perang Mahabharata yang amat dahsyat di kemudian hari, sebuah perang dengan jumlah korban yang tidak main-main. Sebuah pertempuran antara satu dinasti yang memperebutkan takhta, yang bisa terjadi karena diawali oleh judi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Bayangkan, dari sebuah karya kuno yang ditulis ribuan tahun lalu, sebenarnya kita bisa belajar mengenai betapa destruktifnya permainan dadu bagi para pemainnya. Yudhistira yang bijak pun harus merasakan pahitnya kekalahan bermain judi.</p>



<p>Sengkuni pun masih hadir di dunia perjudian saat ini dalam bentuk bandar-bandar judi yang sudah mengatur permainan agar bisa mengeruk keuntungan sebanyak-banyak dari para pemain yang telah gelap mata dan terus berharap di <em>game </em>selanjutnya akan menang.</p>



<p>Meskipun tidak bisa dijustifikasi, alasan Yudhistira menerima ajakan bemain dadu adalah demi menghormati pamannya, yang ia anggap sebagai ayahnya sendiri. Ia terlalu berprasangka baik, dengan bepikir tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi.</p>



<p>Nah, kalau &#8220;Yudhistira-Yudhistira&#8221; di era modern, apa alasan mereka untuk bermain judi? Kemungkinan besar adalah karena menyimpan harapan bisa meraup uang banyak dengan cara mudah, tanpa menyadari ada &#8220;Sengkuni&#8221; di balik permainan tersebut. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 16 Oktober 2023, terinspirasi dari adanya kasus judi <em>online </em>yang semakin meresahkan</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.apartmenttherapy.com/dice-games-37187802">Apartment Therapy</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/6qYf0E425qw?si=8qgoVzh8NiKTilqH">MEMPERTANYAKAN SOSOK YUDHISTIRA &#8211; Tangan Belang</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Yudhishthira">Yudhishthira &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://www.quora.com/What-is-the-character-of-Yudhistira-in-the-perspective-of-a-dice-game">What is the character of Yudhistira in the perspective of a dice game? &#8211; Quora</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/">Mengapa Yudhistira yang Bijak Bermain Dadu?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/mengapa-yudhistira-yang-bijak-bermain-dadu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Oppenheimer (Secara Tidak Langsung) Membantu Indonesia Merdeka</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 16:33:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[bom atom]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Oppenheimer]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6716</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oppenheimer benar-benar membekas bagi Penulis. Melalui film yang digarap oleh Christopher Nolan tersebut, Penulis jadi bisa mengetahui sosok J. Robert Oppenheimer secara lebih mendalam lagi. Selama ini, Penulis hanya tahu secara sekilas saja. Kisah hidupnya memang menarik dan penuh gejolak, sehingga sah-sah saja jika ia menjadi biopik pertama yang dibuat oleh Nolan. Oppenheimer bukan manusia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/">Bagaimana Oppenheimer (Secara Tidak Langsung) Membantu Indonesia Merdeka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em><strong>Oppenheimer</strong> </em>benar-benar membekas bagi Penulis. Melalui film yang digarap oleh Christopher Nolan tersebut, Penulis jadi bisa mengetahui sosok J. Robert Oppenheimer secara lebih mendalam lagi. Selama ini, Penulis hanya tahu secara sekilas saja.</p>



<p>Kisah hidupnya memang menarik dan penuh gejolak, sehingga sah-sah saja jika ia menjadi biopik pertama yang dibuat oleh Nolan. Oppenheimer bukan manusia sempurna yang layak jadi teladan, tapi harus diakui kalau drama kehidupannya layak untuk disimak.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/tak-berkategori/review-setelah-menonton-oppenheimer/">Setelah menonton <em>Oppenheimer</em></a>, ada banyak hal yang Penulis renungkan, mulai dari bagaimana <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">Linkin Park telah menggunakan pidatonya di tahun 2010</a> hingga bagaimana bahaya perang nuklir selalu mengintai kita.</p>





<p>Namun, ada satu hal yang cukup menggelitik Penulis hingga membuat Penulis ingin membuat artikel khusus tentangnya, yaitu tentang bagaimana Oppenheimer, secara tidak langsung, membantu Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hegemoni Jepang di Kawasan Asia Pasifik</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6719" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kekuasaan Jepang di Era Perang Dunia 2 (<a href="https://www.ww2classroom.org/node/148">Classroom</a>)</figcaption></figure>



<p>Indonesia mulai dijajah oleh Jepang sejak tahun 1942. Dalam waktu yang relatif singkat, banyak yang menyebutkan kalau penderitaan yang diakibatkan oleh mereka jauh lebih parah dibandingkan dengan waktu penjajahan Belanda.</p>



<p>Para pahlawan tentu berusaha mengusir Jepang dengan berbagai cara, baik dengan cara diplomasi maupun kekerasan melalui perang. Namun, Jepang ketika Perang Dunia 2 menjadi yang tertangguh di kawasan Asia Pasifik.</p>



<p>Bukan hanya Indonesia, wilayah jajahan Jepang sangat luas karena mencakup Korea, China (wilayah Manchuria), pulau-pulau kecil di Samudera Pasifik, Vietnam, dan tentu saja Indonesia. Mereka butuh sumber daya sebanyak-banyaknya untuk memperkuat supremasinya.</p>



<p>Berhubung Eropa sedang fokus menghadapi Jerman (dan Italia) yang membabi buta, waktu itu seolah tidak ada yang bisa menghentikan Jepang. Negara yang paling dekat saat itu adalah Amerika Serikat, yang di masa awal Perang Dunia 2 mengambil sikap netral.</p>



<p>Namun, semuanya berubah ketika pasukan Jepang menyerang Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Amerika Serikat pun memutuskan masuk ke medan perang di kawasan Pasifik, berupaya dengan pasukan yang tersisa untuk memukul mundur pasukan Jepang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Oppenheimer dan Proyek Manhattan yang Dipimpinnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6720" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Trinity Test (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=_7fKlk441dQ">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Di tengah masa perang, tersiar kabar kalau Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler dan NAZI sedang mengembangkan sebuah bom nuklir yang memiliki daya hancur luar biasa. Tentu ini menimbulkan ketakutan yang luar biasa bagi dunia.</p>



<p>Hal ini akhirnya mendorong Oppenheimer, yang terkenal apatis dengan politik dan ekonomi, mau menerima tawaran untuk menjadi pemimpin <strong>Manhattan Project</strong>. Secara sederhana, ini adalah sebuah proyek pembuatan bom atom untuk menyaingi bom milik Jerman</p>



<p>Oppenheimer pun memilih lokasi di tengah gurun, tepatnya di Los Alamos, New Mexico. Dengan bantuan dari berbagai ilmuwan di Amerika Serikat, proyek tersebut akhirnya rampung dalam waktu kurang lebih tiga tahun.</p>



<p>Namun, sebelum bom atom itu selesai, Jerman sudah lebih dulu menyerah setelah Hitler bunuh diri pada bulan April 1945. Walaupun begitu, proyek tersebut tetap berjalan, hingga akhirnya tes pertama yang dinamai <strong>Trinity</strong> <strong>Test</strong> dilaksanakan pada bulan Juli 1945.</p>



<p>Pada akhirnya, bom atom yang diberi nama Fat Man dan Little Boy tersebut dijatuhkan masing-masing di kota Hiroshima (6 Agustus) dan Nagasaki (8 Agustus). Beberapa hari kemudian, pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang resmi menyerah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jepang Menyerah, Indonesia Gercep</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6721" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Merdeka karena Gercep (<a href="https://voi.id/memori/76538/peristiwa-di-balik-pembacaan-naskah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-dalam-sejarah-hari-ini-17-agustus-1945">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p>Kerusakan yang diakibatkan oleh bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki sangat masif. Menurut pembelaan pihak Amerika Serikat, tindakan tersebut harus diambil untuk menghindari lebih banyak nyawa yang harus hilang jika perang terus berlangsung tanpa berkesudahan.</p>



<p>Memang, banyak yang menganggap itu adalah keputusan yang tepat dan terbukti karena Jepang akhirnya menyerah. Kehilangan ratusan ribu penduduk dalam sekejap jelas sebuah pengingat yang sangat keras, dan Jepang tidak ingin bom atom dijatuhkan lagi ke wilayahnya.</p>



<p>Siapa yang mendapatkan &#8220;berkah&#8221; dari peristiwa ini? Salah satunya adalah Indonesia, yang langsung <em>gercep </em>memproklamirkan kemerdekaannya. Mengapa <em>gercep</em>, karena negara-negara lain baru beberapa tahun kemudian bisa merdeka. Korea saja baru merdeka tahun 1947.</p>



<p>Awalnya, para pemuda Indonesia mendesak para tokoh senior untuk melakukannya pada tanggal 16 Agustus, sehari setelah tersiar kabar Jepang telah menyerah. Namun, para tokoh senior sempat menolaknya karena ingin berunding dulu dengan Jepang.</p>



<p>Hal ini sebenarnya dapat dimaklumi, mengingat Jepang sudah berulang kali berjanji akan menghadiahkan kemerdekaan untuk Indonesia. Namun, tampaknya para pemuda tidak ingin kemerdekaan Indonesia menjadi pemberian bangsa lain, harus dari upaya sendiri.</p>



<p>Pada akhirnya, disepakati kalau pembacaan naskah proklamasi akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir. Sukarno. Selanjutnya, seperti yang sudah banyak di buku teks sejarah, Indonesia terus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaannya secara heroik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Peran Oppenheimer dalam Membantu Indonesia Merdeka</h2>



<p>Meskipun Jerman telah kalah, Jepang belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur dan mengibarkan bendera putih. Apa yang membuat Jepang akhirnya menyerah di Perang Dunia 2 adalah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. </p>



<p>Dengan begitu, harus diakui kalau Oppenheimer (dan AS) memiliki andil dalam kemerdekaan Indonesia. Jika Manhattan Project yang dipimpin oleh Oppenheimer tidak berhasil, mungkin Jepang tidak akan menyerah dan Indonesia tidak akan merdeka pada tahun 1945. </p>



<p>Walaupun begitu, tentu bukan berarti kemerdekaan kita hanya sekadar &#8220;pemberian&#8221; dari bangsa lain. Ingat, sudah banyak perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan, baik ketika merebut kemerdekaan hingga mempertahankannya mati-matian.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 24 Juli 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Oppenheimer</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.vanityfair.com/hollywood/2023/07/oppenheimer-poison-apple-true-story">Vanity Fair</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/">Bagaimana Oppenheimer (Secara Tidak Langsung) Membantu Indonesia Merdeka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ke Huy Quan dan Kisah Luar Biasa yang Dimilikinya</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/ke-huy-quan-dan-kisah-luar-biasa-yang-dimilikinya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/ke-huy-quan-dan-kisah-luar-biasa-yang-dimilikinya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Mar 2023 14:29:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Everything Everywhere All At Once]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Ke Huy Quan]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>
		<category><![CDATA[Oscar 2023]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6396</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada pertengahan Maret lalu, Oscar 2023 mengumumkan para pemenangnya. Film Everything Everywhere All At Once berhasil mendapatkan tujuh penghargaan dalam ajang tersebut, termasuk Best Picture dan Best Actrees yang diraih oleh Michelle Yeoh. Namun, menurut Penulis yang berhasil mencuri perhatian adalah peraih penghargaan Best Actor in a Supporting Role yang diraih oleh Ke Huy Quan. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ke-huy-quan-dan-kisah-luar-biasa-yang-dimilikinya/">Ke Huy Quan dan Kisah Luar Biasa yang Dimilikinya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada pertengahan Maret lalu, Oscar 2023 mengumumkan para pemenangnya. Film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/">Everything Everywhere All At Once</a> </em>berhasil mendapatkan tujuh penghargaan dalam ajang tersebut, termasuk Best Picture dan Best Actrees yang diraih oleh Michelle Yeoh.</p>



<p>Namun, menurut Penulis yang berhasil mencuri perhatian adalah peraih penghargaan Best Actor in a Supporting Role yang diraih oleh <strong>Ke Huy Quan</strong>. Setelah namanya disebut oleh Ariana DeBose, <em>standing ovation </em>untuknya terjadi cukup lama.</p>



<p>Kemenangannya ini benar-benar terasa spesial karena film <em>Everything Everywhere All At Once</em> adalah film pertamanya setelah 20 tahun hiatus dari industri perfilman. Bukan karena pilihan, melainkan karena terbatasnya kesempatan yang ada.</p>





<p>Penulis benar-benar merasa tersentuh dengan kisahnya, sehingga memutuskan untuk menuliskan secara singkat tentangnya. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Aktor Cilik yang Telah Lama Menghilang</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Temple of Doom: Night Camping (1984) [HD]" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/xCWokUwUSk4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dari namanya saja, kita tahu kalau Ke Huy Quan bukan asli Amerika Serikat. Ia merupakan imigran yang berasal dari Vietnam, lantas sempat berada di <em>camp </em>pengungsian di Hong Kong selama satu tahun, sebelum akhirnya bisa berlabuh di Amerika Serikat.</p>



<p>Keluarga Quan tinggal di sebuah &#8220;kampung Cina&#8221; di Los Angeles, di mana tempat tersebut ternyata membawa berkah. Pasalnya, ternyata film <em>Indiana Jones: Temple of the Doom </em>sedang mencari seorang bocah Asia di tempat tersebut untuk bermain di film.</p>



<p>Seperti kisah pada umumnya, awalnya Quan tidak berniat untuk mendaftar. Ia hanya mengantar saudaranya <em>casting</em>. Namun, karena ia terlihat terus mengarahkan saudaranya, tim <em>casting </em>pun mengajaknya dan akhirnya ia mendapatkan peran tersebut.</p>



<p>Bayangkan, awal karir aktingnya, ia langsung bermain bersama aktor sekaliber Harrison Ford dan disutradrai oleh Steven Spielberg (dan jangan lupakan George Lucas!). Tentu hal tersebut bagi Quan.</p>



<p>Tidak cukup di situ, ia kembali diajak oleh Spielberg bermain di film <em>The Goonies </em>yang cukup populer. Setelah itu, ia bermain di beberapa film seperti <em>The Encino Man</em>, sebelum akhirnya menghilang selama kurang lebih 20 tahun.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Epic Comeback Melalui Everything Everywhere All At Once</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Everything Everywhere All At Once (2022) - In Another Life [2/2] | HD" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/bV-YkkeGqyI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Quan menjelaskan bahwa hilangnya dirinya dari dunia akting bukan karena keinginannya, melainkan karena minimnya kesempatan yang ada. Ia tak pernah mendapatkan panggilan, ponselnya berhenti berdering.</p>



<p>Ia pun sempat banting setir, termasuk menjadi <em>stuntman coordinator </em>di sejumlah film termasuk <em>X-Men</em> (2000). Namun, secara keseluruhan namanya terlupakan saja oleh Hollywood, hingga kemunculannya di film <em>Everything Everywhere All At Once</em>.</p>



<p>Di film tersebut, ia berperan sebagai suami dari Evelyn yang diperankan oleh Michelle Yeoh bernama Waymond. Ia digambarkan sebagai laki-laki yang &#8220;lembek&#8221;, tetapi baik hati. Tentu, ia memerankan beberapa varian Waymond juga, termasuk versi kaya dan versi Alpha.</p>



<p>Berperan sebagai &#8220;Beta Male&#8221;, karakter Waymond mampu membantu Evelyn memenangkan pertempuran melawan Jobu Tupaki, dengan mengingatkan kalau kita harus &#8220;menjadi baik, terutama ketika kita tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi&#8221;.</p>



<p>Siapa yang menyangka jika <em>comeback</em>-nya di film tersebut langsung membawanya berhasil mendapatkan piala Oscar. Bayangkan, 20 tahun lebih tidak berakting, sekalinya <em>comeback </em>langsung menang penghargaan paling bergengsi di Hollywood.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ke Huy Quan dan Jangan Menyerah pada Impian</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Ke Huy Quan Wins Best Supporting Actor &#039;Everything Everywhere All At Once&#039; at 2023 Academy Awards" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/KniAtNC53VQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Suara Ariana DeBose terdengar menahan tangis ketika ia menyebutkan nama pemenang dari kategori Best Actor in Supporting Role, Ke Huy Quan. Seperti yang sudah disebutkan di atas, Quan pun mendapat <em>standing ovation </em>yang cukup lama.</p>



<p>Quan tak bisa menyembunyikan rasa harunya di atas panggung. Sambil menahan tangis, ia mengucapkan terima kasih kepada semua orang yang selama ini telah mendukungnya terus. Ia juga bercerita sedikit tentang masa lalunya yang telah Penulis rangkum di atas.</p>



<p>Tidak lupa ia juga memberikan motivasi tentang mengejar mimpi. Quan mengakui kalau dirinya sempat berpikir untuk menyerah mengejar mimpinya di dunia akting. Piala Oscar yang ia raih menjadi bukti kalau mimpi adalah sesuatu yang layak untuk dikejar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Biasanya, ketika para pemenang Oscar diumumkan, akan selalu ada nada sumbang yang tidak menyetujui hasilnya. Tahun ini pun ada, tetapi rasanya tertutupi dengan kemenangan yang berhasil diraih oleh Ke Huy Quan dan <em>Everything Everywhere All At Once</em>.</p>



<p>Hampir mayoritas netizen merasa kalau ia memang layak untuk mendapatkan Oscar. Penampilannya di film bertema <em>multiverse </em>tersebut memang cukup luar biasa, ditambah latar belakangnya yang menimbulkan simpati bagi orang lain.</p>



<p>Netizen juga menyanjung bagaimana Ke Huy Quan begitu <em>humble </em>dan <em>lovable</em>. Dalam setiap kesempatan maupun wawancara, ia selalu rendah hati dan tidak membanggakan diri. Benar-benar sosok yang patut untuk diteladani.</p>



<p>Setelah kemenangan ini, tentu Penulis (dan netizen) berharap kalau karir Ke Huy Quan akan berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini saja. Jarang ada tokoh di Hollywood yang memiliki kisah dan kepribadian yang luar biasa seperti dirinya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 23 Maret 2023, terinspirasi setelah melihat kemenangan yang berhasil diraih oleh Ke Huy Quan</p>



<p>Foto: <a href="https://youtu.be/M33WRVhh2Fw">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/ke-huy-quan-dan-kisah-luar-biasa-yang-dimilikinya/">Ke Huy Quan dan Kisah Luar Biasa yang Dimilikinya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/ke-huy-quan-dan-kisah-luar-biasa-yang-dimilikinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kelihaian Apple dalam Menutupi Kekurangannya</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Sep 2022 14:34:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Apple]]></category>
		<category><![CDATA[Dynamic Island]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone]]></category>
		<category><![CDATA[iPhone 14]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[smartphone]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5918</guid>

					<description><![CDATA[<p>Minggu kemarin, Apple baru saja merilis lini smartphone terbarunya, iPhone 14. Seperti biasa, tidak banyak perubahan yang dimiliki oleh iPhone terbaru ini, hanya beberapa peningkatan minor yang mungkin tidak terlalu dipedulikan orang. Bahkan, Apple tampaknya merasa tidak perlu repot-repot mengganti posisi kamera belakangnya, seperti yang mereka lakukan untuk membedakan iPhone 12 dan iPhone 13. Posisinya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/">Kelihaian Apple dalam Menutupi Kekurangannya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Minggu kemarin, Apple baru saja merilis lini <em>smartphone </em>terbarunya, <strong>iPhone 14</strong>. Seperti biasa, tidak banyak perubahan yang dimiliki oleh iPhone terbaru ini, hanya beberapa peningkatan minor yang mungkin tidak terlalu dipedulikan orang.</p>



<p>Bahkan, Apple tampaknya merasa tidak perlu repot-repot mengganti posisi kamera belakangnya, seperti yang mereka lakukan untuk membedakan iPhone 12 dan iPhone 13. Posisinya sama, diagonal. </p>



<p>Namun, untuk seri Pro ada sedikit perubahan yang mungkin akan membuat Apple <em>fanboy</em>/<em>fangirl </em>akan bersorak gembira. Alasannya, sudah tidak ada lagi <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/benarkah-apple-telah-berhenti-berinovasi/"><em>notch </em>yang ketinggalan zaman</a>, digantikan fitur <strong>Dynamic Island</strong> yang tampak <em>fluid </em>dan interaktif.</p>



<p>Menurut Penulis, fitur baru yang dihadirkan ini adalah bukti kalau Apple memang &#8220;lihai&#8221; dalam menutupi kekurangannya, sekaligus ingin mempertegas kalau mereka tidak hanya sekadar menyalin fitur dari kompetitor.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Fitur Dynamic Island pada iPhone</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Introducing Dynamic Island on iPhone 14 Pro | Apple" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/WuEH265pUy4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Inti dari fitur Dynamic Island pada iPhone adalah sebuah <em>notch </em>&#8220;melayang&#8221; yang mirip dengan konsep <em>punch hole </em>di HP-HP Android. Bedanya, ada berbagai gestur menarik yang akan menampilkan berbagai macam hal.</p>



<p>Beberapa di antaranya adalah notifikasi, pemutar musik, indikasi <em>pairing </em>terhadap perangkat-perangkat Apple, direksi aplikasi peta, dan lain-lainnya. Semua terlihat begitu <em>fluid </em>sehingga kita akan lupa ada sebuah &#8220;lubang&#8221; besar di layar iPhone kita.</p>



<p>Yah, kurang lebih seperti itu. Penulis kesulitan untuk menulis hal lain yang bisa diungkapkan terkait fitur tersebut, karena memang terkesan &#8220;begitu saja&#8221;. Intinya adalah bagaimana mengoptimalkan <em>punch hole </em>yang ada di layar supaya tidak terkesan menganggu.</p>



<p>Bagi Penulis, ini adalah <strong>langkah lihai yang berhasil dilakukan Apple untuk menutupi kekurangannya</strong>: Fakta bahwa 5 tahun sejak merilis iPhone X, barulah Apple berhasil menyingkirkan <em>notch </em>yang sudah menjadi ciri khasnya. </p>



<p>Orang akan jadi fokus terhadap apa saja yang bisa dilakukan oleh Dynamic Island tersebut, dan melupakan fakta bahwa sejak bertahun-tahun lalu penempatan kamera depan seperti itu sudah dilakukan oleh HP-HP Android.</p>



<p>Namun, harus diakui Apple sangat baik dalam mengaplikasikan fitur ini. Selain <em>interface</em>-nya yang sangat menarik, kita juga benar-benar bisa memanfaatkannya dengan baik. Penulis yakin akan ada banyak orang yang senang dengan fitur ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Makin ke Sini, Makin Sekadar Gimmick</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="iPhone 14/Pro Impressions: Welcome to Dynamic Island!" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/pTCgWVjB6UE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Meskipun banyak yang mencibir, Penulis yakin kalau fitur terbaru dari Apple ini akan segera diadaptasi oleh HP-HP Android. Buktinya, Xiaomi pun terlihat sudah meniru fitur ini untuk <em>smartphone </em>keluaran terbaru mereka.</p>



<p>Penulis merasa kalau inovasi di bidang<em> smartphone </em>sudah mencapai <em>peak</em>-nya. Bisa dibilang, hampir tidak ada lagi aspek yang bisa menjadi semacam pendobrak seperti yang dilakukan oleh Apple 15 tahun lalu, saat <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/sejarah-kelam-di-balik-revolusi-iphone-bagian-1/">mereka merilis iPhone pertama mereka</a>.</p>



<p>Bagaimana dengan <em>smartphone </em>lipat yang tengah populer? Menurut Penulis, itu pun hanya sekadar fungsi <em>gimmick </em>tanpa fungsi yang benar-benar dibutuhkan. Untungnya, banyak orang yang senang dengan fitur tersebut sehingga banyak yang berlomba membuatnya.</p>



<p>Penulis tidak akan kaget jika di waktu yang akan datang Apple akan merilis <em>smartphone </em>lipat perdananya. Penulis juga tidak akan terkejut jika Apple mengklaim hal tersebut sebagai sesuatu yang &#8220;revolusioner&#8221;.</p>



<p>Dalam beberapa tahun ke depan, rasanya perkembangan <em>smartphone </em>yang dirilis ke pasar akan cukup <em>stuck </em>dan begitu-begitu saja. Apple, yang dulu terkenal akan inovasinya, tampaknya juga akan cukup kesulitan untuk mengejutkan kita.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Fitur lain yang baru ada di iPhone 14 adalah Always on Display, yang di mana fitur ini juga sudah lama ada di HP-HP Android. Memang milik Apple terlihat lebih canggih dan estetik, tapi tetap saja konsep dasarnya sama dengan yang sudah-sudah.</p>



<p>Selain itu, hampir tidak ada yang baru dari iPhone 14. Ada beberapa fitur keren seperti <em>crash detection</em> dan beberapa fitur kamera, tapi tetap saja Penulis merasa kalau Apple tetap mengeluarkan <em>smartphone </em>yang begitu-begitu saja,</p>



<p>Penulis akan tetap merasa penasaran dengan satu hal, yakni bagaimana Apple akan kembali menutupi kekurangannya. Apakah mereka akan bisa kembali bermain lihai?</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 14 September 2022, terinspirasi dari fitur Dynamic Island yang terdapat pada iPhone 14 Pro</p>



<p>Foto: <a href="https://www.gizchina.com/2022/09/09/apples-iphone-14-pro-dynamic-island-is-not-something-new-at-all/">Gizchina</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/">Kelihaian Apple dalam Menutupi Kekurangannya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/kelihaian-apple-dalam-menutupi-kekurangannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
