<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Jakarta Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/jakarta/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/jakarta/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Jun 2024 15:39:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Jakarta Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/jakarta/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Ali Sadikin</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ali-sadikin/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ali-sadikin/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2024 15:39:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tempo]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7493</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika disuruh menyebutkan satu saja gubernur Jawa Timur yang melegenda, Penulis tidak akan bisa menyebutkan satu nama pun. Namun, kalau pertanyaannya diganti gubernur Jakarta, Penulis akan langsung menjawab Ali Sadikin. Penulis tidak benar-benar ingat dari mana nama Ali Sadikin muncul di kehidupan Penulis. Yang Penulis tahu, beliau adalah sosok gubernur yang sangat terkenal dan banyak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ali-sadikin/">[REVIEW] Setelah Membaca Ali Sadikin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika disuruh menyebutkan satu saja gubernur Jawa Timur yang melegenda, Penulis tidak akan bisa menyebutkan satu nama pun. Namun, kalau pertanyaannya diganti gubernur Jakarta, Penulis akan langsung menjawab <strong>Ali Sadikin</strong>.</p>



<p>Penulis tidak benar-benar ingat dari mana nama Ali Sadikin muncul di kehidupan Penulis. Yang Penulis tahu, beliau adalah sosok gubernur yang sangat terkenal dan banyak prestasinya. Seperti apa kebijakan yang ia buat hingga bisa menjadi sosok populis tidak Penulis ketahui.</p>



<p>Nah, kebetulan Tim TEMPO merilis buku biografi singkatnya, yang menyadi edisti terbaru <a href="https://whathefan.com/buku/pelengkap-keping-sejarah-pada-seri-buku-tempo-soeharto/">Seri Buku Tempo</a> setelah sekian lama. Mengingat Penulis mengoleksi serinya, tentu saja Penulis membaca buku ini, sekalian belajar apa saja terobosan yang pernah dilakukan oleh Ali Sadikin.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Ali Sadikin</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Ali Sadikin: Gubernur Jakarta yang Melampaui Zaman</em></li>



<li>Penulis: Tim TEMPO</li>



<li>Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia</li>



<li>Cetakan: Pertama</li>



<li>Tanggal Terbit: November 2023 </li>



<li>Tebal: 130 halaman</li>



<li>ISBN: 9786231341167</li>



<li>Harga: Rp75.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis Ali Sadikin</h2>



<p><em>Sejarah Jakarta tak bisa dilepaskan dari sosok Ali Sadikin. Ditunjuk langsung sebagai Gubernur DKI Jakarta (menjabat 1966-1977) oleh Presiden Sukarno, Bang Ali-begitu dia biasa disapa-dinilai mampu mengatasi berbagai problem yang melanda ibu kota. Selama 11 tahun menjabat gubernur, Bang Ali tidak hanya meletakkan fondasi perkembangan Jakarta, tetapi juga menunjukkan bagaimana seharusnya kota yang bermartabat sekaligus hijau dibangun.</em></p>



<p><em>Bagi Bang Ali, Jakarta harus menjadi ibu kota yang mencerminkan kebanggaan nasional, sesuai cita-cita Bung Karno. Untuk itu, dia berupaya mewujudkan Jakarta yang manusiawi, berbudaya, nyaman, dan tertib. Dia membangun berbagai fasilitas publik dan memperbaiki kampung kumuh, berupaya mengatasi banjir dengan menyiapkan kawasan hijau yang mengelilingi ibu kota, membangun tempat berkumpul bagi para seniman, dan ikut mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta.</em></p>



<p><em>Namun, kepemimpinan Bang Ali bukan tanpa kontroversi. Dia, misalnya, melegalkan perjudian dan memungut pajaknya untuk mengubah wajah kota yang suram menjadi metropolis. Bang Ali tidak peduli meski dicaci maki dan dijuluki-gubernur maksiat-. Setelah tidak menjabat gubernur, dia bergabung dengan kelompok Petisi 50 dan tak ragu menunjukkan sikap politik yang berseberangan dengan Presiden Soeharto.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ali Sadikin?</h2>



<p>Seperti biasa, Seri Buku Tempo tidak menjabarkan kisah sosok yang diangkat secara kronologis. Hanya beberapa kejadian penting saja yang diulas, atau dalam konteks Ali Sadikin, lebih banyak menyorot kebijakan yang pernah ia buat.</p>



<p>Ada dua bab utama dalam buku ini, yakni &#8220;<strong>Nahkoda Koppig Ibu Kota</strong>&#8221; yang menjabarkan sepak terjang Ali selama menjadi gubernur, dan &#8220;<strong>Oposan Setelah Jabatan</strong>&#8221; yang menceritakan kisah Ali yang <a href="https://whathefan.com/politik-negara/negara-tanpa-oposisi/">menjadi oposisi</a> dari Presiden Soeharto.</p>



<p>Hampir semua daftar kebijakan yang dibuat oleh Ali sebenarnya sudah disebutkan di bagian sinopsis di atas. Isi bukunya mengelaborasi kebijakan-kebijakan tersebut secara lebih detail, baik yang positif maupun yang kontroversial.</p>



<p>Salah satu raihan positif yang pernah Ali selama menjabat sebagai seorang gubernur adalah melakukan revitalisasi kota Jakarta menjadi lebih modern, mirip dengan yang dilakukan oleh <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">Napoleon III ke Paris</a>.</p>



<p>Kebijakan yang paling kontroversial tentu saja bagaimana ia melegalkan perjudian untuk menambah anggaran daerah. Uang pemasukan dari sektor tersebut ia gunakan untuk <a href="https://whathefan.com/politik-negara/banjir-jakarta-salah-siapa/">membangun Jakarta</a> menjadi kota modern.</p>



<p>Untuk bagian kedua, sebenarnya lebih menjelaskan posisi Ali yang memutuskan untuk berseberangan dengan Soeharto. Waktu itu, bahkan ada yang menyebut kalau Ali dan Soeharto seolah menjadi matahari kembar.</p>



<p>Ali juga bergabung dengan kelompok Petisi 50 yang berisi beberapa tokoh, termasuk Hoegeng yang buku biografinya juga baru saja Penulis tamatkan (artikel<em> review-</em>nya akan menyusul minggu depan). </p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku Ali Sadikin</h2>



<p>Penulis selalu suka dengan buku-buku Seri Buku Tempo yang menyorot banyak tokoh nasional secara singkat, tapi penuh dengan fakta menarik yang disusun secara cermat dan berkualitas. Bahasanya pun menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.</p>



<p>Buku <em>Ali Sadikin </em>ini pun juga masih mempertahankan hal tersebut. Namun, Penulis merasa kalau edisi yang kali ini agak repetitif hingga terkesan dipanjang-panjangkan agar memenuhi syarat untuk diterbitkan menjadi sebuah buku. </p>



<p>Info yang disampaikan cuma itu-itu saja, seolah baca sinopsisnya saja sudah cukup. Entah mengapa Penulis merasa elaborasi di setiap bagiannya terasa kurang mendalam. Ini sangat berbeda dengan beberapa Seri Buku Tempo lain yang pernah Penulis baca.</p>



<p>Apakah itu karena kisah hidup Ali Sadikin memang kurang memiliki banyak cerita menarik? Rasanya tidak. Keputusan Tempo untuk mengangkat kisah Ali Sadikin sudah cukup menjadi bukti bagaimana ia memang seorang tokoh nasional yang layak dipelajari kisah hidupnya.</p>



<p>Setidaknya, Penulis jadi mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengapa Ali Sadikin dianggap sebagai seorang mantan gubernur Jakarta yang legendaris. Kiprahnya selama menjabat telah menjadi standar untuk gubernur-gubernur selanjutnya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 7/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 22 Juni 2024, terinspirasi setelah membaca buku <em>Ali Sadikin </em>dari Tim Tempo</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ali-sadikin/">[REVIEW] Setelah Membaca Ali Sadikin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ali-sadikin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 09:31:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[merantau]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7075</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2024 ini menjadi tahun keempat di mana Penulis (alhadulillah) bisa berpuasa di rumah. Sebelumnya pada rentang tahun 2019-2020, Penulis mengalami yang namanya berpuasa di tanah rantau, di mana untuk sahur dan buka puasa harus dilakukan sendirian. Meskipun tergolong sebentar (karena hanya sekitar dua tahun), Penulis merasa kalau berpuasa di tanah rantau memiliki sensasinya sendiri. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/">Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tahun 2024 ini menjadi tahun keempat di mana Penulis (<em>alhadulillah</em>) bisa berpuasa di rumah. Sebelumnya pada rentang tahun 2019-2020, Penulis mengalami yang namanya berpuasa di tanah rantau, di mana untuk sahur dan buka puasa harus dilakukan sendirian.</p>



<p>Meskipun tergolong sebentar (karena hanya sekitar dua tahun), Penulis merasa kalau berpuasa di tanah rantau memiliki sensasinya sendiri. Yang biasanya kita dibangunkan dan makanan telah disiapkan oleh ibu, kini harus tergantung dengan diri sendiri.</p>



<p>Oleh karena itu, pada tulisan kali ini Penulis ingin berbagi sedikit mengenai bagaimana rasanya <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/">berpuasa di tanah rantau</a>. Semoga saja tulisan ini bisa bermanfaat untuk sesama kaum muslimin yang baru merasakan bagaimana puasa di tanah rantau tahun ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner.jpg 1280w " alt="Siapa yang Akhirnya Menang?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/">Siapa yang Akhirnya Menang?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Sahur di Tanah Rantau</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7077" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Warteg Andalan (Google Maps)</figcaption></figure>



<p>Di sekitar kos Penulis di Jakarta, bisa dibilang ada berbagai jenis makanan yang dijual, mulai dari warteg hingga masakan padang. Hal ini memudahkan Penulis untuk mencari makan ketika jam sahur. </p>



<p>Yang menjadi andalan Penulis tentu saja warteg dengan lauk tempe orek ditambah sayur singkong. Menu yang murah meriah ini tentu menjadi berkah untuk anak rantau yang harus serba menghemat.</p>



<p>Namun, yang menjadi permasalahan utama ketika sahur sebenarnya bukan menu makanannya, melainkan rasa malas untuk keluar kos. Bangun dini hari untuk keluar kos terkadang terasa berat, walau tempat membeli makanannya sebenarnya sangat dekat.</p>



<p>Jika sudah mager tingkat maksimal, biasanya mi instan menjadi solusi utama, ditemani dengan secangkir teh panas yang dibuat menggunakan Heater. Solusi lainnya adalah memesan makanan secara <em>online</em>, yang secara biaya jelas lebih mahal.</p>



<p>Penulis bukan tipe orang yang bisa memasak dan kurang minat memelajarinya. Penulis baru mulai memasak kecil-kecilan ketika pandemi, di mana Penulis tidak bisa pulang ke Malang. Berbagai peralatan masak pun dibeli, mulai dari Magic Jar, panci, hingga saringan. </p>



<p>Yang dimasak pun hanya makanan instan yang tinggal digoreng, seperti nugget dan sosis. Kalau makanan organik, paling mentok ya tempe dan telur, yang sama-sama tinggal digoreng. Jangan harap ada sayur karena tidak ada satupun menu yang bisa Penulis masak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Buka Puasa di Tanah Rantau</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7078" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dulu Hampir Buka Puasa Setiap Hari di Sini (Google Maps)</figcaption></figure>



<p>Untuk masalah buka puasa, Penulis merasa bersyukur karena mendapatkan &#8220;jatah&#8221; dari kantor. Ini terjadi di tahun 2019, karena di tahun 2020 <a href="https://whathefan.com/politik-negara/jam-malam-corona/">pandemi COVID-19</a> terjadi sehingga Penulis harus buka puasa di kos.</p>



<p>Jatah menu buka puasa dari kantor bisa dibilang cukup bervariasi, karena setiap harinya akan mendapatkan menu yang berbeda. Biaya makan per karyawan pun bisa dipastikan lebih dari 15 ribu per kepala, karena makanan yang dihidangkan berasal dari walaraba populer.</p>



<p>Barulah ketika akhir pekan Penulis harus mencari menu buka puasa sendiri. Namun, Penulis jarang membeli makan sebelum jam buka. Biasanya, Penulis justru baru mencari makan selepas Isya karena biasanya tempat makan sudah mulai sepi pembeli.</p>



<p>Menu buka puasanya pun berkisar di tempat-tempat makan di sekitar kos. Namun, jika sedang senggang, maka Penulis akan berbuka puasa di mal untuk menikmati menu yang lebih lezat atau memesannya melalui layanan <em>online </em>jika sedang mager.</p>



<p>Ketika memesan makanan <em>online</em>, sesekali Penulis akan memesan dua porsi, di mana satunya diperuntukkan untuk abang yang mengantarkannya. Selain berbagi di bulan puasa, biasanya potongan di aplikasi baru bisa dipakai ketika mencapai nominal tertentu. </p>



<p>Selama merantau, Penulis bisa dibilang jarang mengikuti buka bersama (bukber), lha mong tiap hari memang bukber bareng teman-teman kantor. Ketika akhir pekan, tentu mereka lebih memilih berbuka bersama orang-orang rumah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika dibandingkan dengan puasa di tanah rantau, memang berpuasa di rumah terkesan lebih &#8220;membosankan&#8221; karena cukup monoton. Kalau tidak makan masakan ibu atau beli makanan di sekitar rumah. Kalau mau beda, paling menunggu momen bukber.</p>



<p>Namun, tentu Penulis tetap bersyukur bisa berpuasa di rumah bersama keluarga dan orang-orang yang dicintai. Ini bukan tentang apa yang dimakan, melainkan<a href="https://whathefan.com/renungan/setelah-berpisah-dengan-ramadhan/"> momen berharga yang dihabiskan dengan siapa</a>.</p>



<p>Berpuasa di tanah rantau mengajari Penulis untuk bersyukur karena selama ini mendapatkan <em>privilege </em>sehingga bisa berpuasa dengan &#8220;mudah.&#8221; Semua sudah tersedia, kita tinggal makan saja tanpa perlu keluar rumah. </p>



<p>Suasana sahur dan buka bersama keluarga juga menjadi hal yang membuat kita baru merasa kehilangan ketika merantau sendirian. Meskipun ada teknologi <em>video call</em>, hal tersebut tidak akan bisa menggantikan pertemuan fisik.</p>



<p>Berada di tanah rantau membuat kita menyadari hal tersebut, yang mungkin selama ini terabaikan. Bisa berpuasa di rumah bersama keluarga rasanya jauh lebih menyenangkan, terutama setelah sempat berpuasa sendiri di tanah rantau.</p>



<p>Untuk para Pembaca yang baru berpuasa sendiri di tanah rantau, semangat! Puasa di tanah rantau itu seru kok, walaupun kita harus bisa melawan rasa malas untuk keluar rumah ataupun memasak sendiri. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 12 Maret 2024, terinspirasi karena menyadari dirinya sudah empat tahun mendapatkan kesempatan untuk berpuasa di rumah</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://chatelaine.com/food/ramadan-eating-well-faq/">Chatelaine</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/">Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Artikel Ini Ditulis di Atas Kereta Api Sembrani</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2024 08:24:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika sedang menulis artikel ini, Penulis sedang dalam perjalanan menuju Jakarta menggunakan Kereta Api Sembrani. Ini adalah kali pertama Penulis menaiki kereta eksekutif, bukan Ekonomi seperti biasanya. Hitung-hitung buat tambah pengalaman. Penulis berangkat dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya, dan akan berhenti di Stasiun Jatinegara, Jakarta. Berbeda dengan kelas Ekonomi yang membutuhkan waktu tempuh belasan jam, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/">Artikel Ini Ditulis di Atas Kereta Api Sembrani</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika sedang menulis artikel ini, Penulis sedang dalam perjalanan menuju Jakarta menggunakan Kereta Api Sembrani. Ini adalah kali pertama Penulis menaiki kereta eksekutif, bukan Ekonomi seperti biasanya. Hitung-hitung buat tambah pengalaman.</p>



<p>Penulis berangkat dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya, dan akan berhenti di Stasiun Jatinegara, Jakarta. Berbeda dengan kelas Ekonomi yang membutuhkan waktu tempuh belasan jam, perjalanan kali ini hanya membutuhkan waktu sekitar 8 jam saja.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">Perjalanan ke Jakarta</a> kali ini dalam rangka mengikuti acara <em>staycation </em>dari kantor yang akan berlangsung besok (5/1) sampai Minggu (7/1). Berhubung semua anggota tim bisa mengikuti acara ini, tentu sayang jika Penulis sampai<em> </em>tidak ikut.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner.jpg 1280w " alt="Ketika Suntuk, Coba Keluar dan Berjalan Sejenak" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/ketika-suntuk-coba-keluar-dan-berjalan-sejenak/">Ketika Suntuk, Coba Keluar dan Berjalan Sejenak</a></div></div></div><p></p>


<p>Nah, daripada bengong atau main HP, Penulis memutuskan untuk menulis sebuah artikel. Jujur saja, waktu membuka WordPress ini, Penulis belum terpikirkan akan menulis apa. Biar saja mengalir begitu saja, sehingga Penulis minta maaf jika pembahasannya<em> ngalor-ngidul</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Naik Kereta Api?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7001" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Dalam <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/">perjalanan ke Jakarta pada awal tahun 2023 silam</a>, Penulis memutuskan untuk naik pesawat terbaik, baik perjalanan pergi maupun pulangnya. Alasannya sederhana, karena Penulis hanya sebentar di Jakarta, jadi biar lebih efisien waktunya.</p>



<p>Nah, kalau yang edisi kali ini, bisa dibilang Penulis lebih longgar waktunya karena akan menginap di kos adik (yang dulu merupakan kos Penulis juga sewaktu masih berdomisili di Jakarta). Jadi, waktu menumpangnya bisa dibilang tidak terbatas.</p>



<p>Harga tiket pesawat juga masih sangat mahal karena tembus satu juta rupiah lebih. Hal ini dimaklumi, mengingat sekarang masih momen pergantian tahun. Mau naik bus, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mudik-pertama-dan-mengapa-saya-tidak-akan-naik-bus-lagi/">Penulis malah ada sedikit trauma karena kisah yang dulu pernah Penulis bagikan</a>.</p>



<p>Selain itu, pada dasarnya Penulis memang cenderung memilih kereta jika memiliki waktu yang cukup longgar. Entah mengapa Penulis sangat menikmati perjalanan di atas kereta api meskipun memakan waktu berjam-jam.</p>



<p>Jika dibandingkan dengan bus, &#8220;suguhan&#8221; pemandangan yang diberikan kereta api memang terkesan monoton karena didominasi oleh area persawahan dan sesekali perkampungan. Hanya beberapa kali ada <em>view </em>yang menarik, seperti pantai dan PLTU Batang.</p>



<p>Hal agak minus lainnya dari naik kereta api adalah tidak adanya makan gratis seperti ketika kita naik bus. Jika lapar, kita harus membeli makanan yang dijual oleh pihak kereta. Sejujurnya, makanan kereta api cukup mahal dan kurang enak!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Bisa Dilakukan Ketika Naik Kereta Api?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7002" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Berhubung perjalanan menggunakan kereta api cukup memakan waktu, tentu kita harus pandai mencari aktivitas agar tidak merasa bosan. Penulis ingin berbagi sedikit tentang aktivitas apa saja yang biasanya dilakukan ketika naik kereta.</p>



<p>Pertama,<strong> menikmati pemandangan sembari melamun</strong>. Entah mengapa rasanya melamun di pinggir jendela kereta api itu <em>feel</em>-nya beda. Rasanya lebih khidmat begitu. Bagi Penulis, aktivitas ini bisa memberikan efek tenang yang lumayan.</p>



<p>Sesekali Penulis juga mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan momen menarik yang ditemukan di perjalanan. Hanya saja, karena laju kereta cukup kencang, maka terkadang akan terasa sulit untuk bisa menangkap momen tersebut, apalagi jika kamera ponselnya kentang.</p>



<p>Kedua, <strong>baca buku</strong>. Sudah menjadi kebiasaan Penulis untuk membawa buku ke mana-mana jika sedang menggunakan transportasi umum, termasuk kereta api. Apalagi, di atas kereta api guncangannya relatif kecil sehingga tidak akan membuat pusing kepala.</p>



<p>Pada perjalanan kali ini, Penulis membawa dua buku, yaitu <em>Meditations</em> dari Marcus Aurelius dan <em>Namaku Alam </em>dari <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-laut-bercerita/">Leila S. Chudori</a>. Penulis memutuskan untuk membaca <em>Meditations </em>dulu, tetapi hanya sanggup beberapa halaman karena sedang sulit fokus untuk membaca.</p>



<p>Ketiga,<strong> menulis artikel atau mencatan isi pikiran</strong>. Ini adalah aktivitas yang sedang Penulis lakukan sekarang. Menulis dengan suasana yang benar-benar baru dari rutinitas memicu otak untuk bisa mengeluarkan ide-ide segar untuk dituangkan. </p>



<p>Tidak hanya itu, Penulis juga pernah memanfaatkan waktu perjalanannya di atas kereta api untuk mencatat apapun yang sedang ada di pikirannya. Jika sedang <em>overthinking</em> atau banyak hal yang sedang dipikirkan, Penulis menuliskannya semua untuk meredakannya. </p>



<p>Keempat, dan yang paling tidak direkomendasikan, adalah <strong>main HP</strong>. Aktivitas ini sebenarnya bisa dilakukan di mana saja, sehingga rasanya tidak perlu dilakukan untuk momen-momen yang jarang seperti ketika kita naik transportasi umum.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Yup, ternyata artikel ini jadi semacam artikel <em>behind the story </em>mengapa Penulis suka naik kereta api dan rekomendasi aktivitas yang bisa dilakukan. Itu semua benar-benar tidak direncanakan, mengalir begitu saja ketika jari Penulis menari-nari di atas <em>keyboard </em>tabletnya.</p>



<p>Hal ini juga menjadi bukti bahwa terkadang yang penting mulai aja dulu, tidak perlu menunggu semuanya matang dan sempurna. Terkadang inspirasi dan ide akan datang begitu kita sudah mengambil langkah pertama.</p>



<p>Yang jelas, Penulis merasa senang karena bisa berbagai tentang kereta api, salah satu transportasi umum yang digemari. Semoga saja tulisan ini bisa mendorong Pembaca yang belum pernah naik kereta api untuk mau mencoba menaikinya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Di Atas Kereta Api Sembrani, 4 Januari 2024, terinspirasi karena ingin menulis sesuatu dalam perjalanannya menuju Jakarta</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/">Artikel Ini Ditulis di Atas Kereta Api Sembrani</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Oct 2023 16:24:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6636</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah tiga bulan berlalu sejak Penulis menulis bagian pertama dari tulisan ini, jeda yang sangat panjang. Padahal, Penulis berlibur ke Jakartanya saja sudah mulai Februari. Entah mengapa seolah tidak ada niatan untuk menyelesaikan tulisan ini. Namun, hari ini Penulis membulatkan tekad untuk menyelesaikan artikel ini, untuk mengurangi tanggungan tulisan yang belum selesai. Apalagi, ada kekhawatiran [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/">Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sudah tiga bulan berlalu sejak Penulis menulis <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">bagian pertama dari tulisan ini</a>, jeda yang sangat panjang. Padahal, Penulis berlibur ke Jakartanya saja sudah mulai Februari. Entah mengapa seolah tidak ada niatan untuk menyelesaikan tulisan ini.</p>



<p>Namun, hari ini Penulis membulatkan tekad untuk menyelesaikan artikel ini, untuk mengurangi tanggungan tulisan yang belum selesai. Apalagi, ada kekhawatiran Penulis keburu lupa jika tidak segera menuliskannya.</p>



<p>Oleh karena itu, berikut adalah lanjutan dari cerita Penulis ketika berlibur ke Jakarta pada hari ketiga, keempat, dan kelima. Jika dibandingkan dengan hari pertama dan kedua, jadwal yang Penulis miliki tidaklah terlalu padat.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0)" class="has-inline-color"><strong>BACA JUGA</strong>: <a href="https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/">Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Merantau ke Jakarta</a></mark></p>
</blockquote>



<h2 class="wp-block-heading">Hari Ketiga, Jumat, 17 Februari 2023</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6900" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Suasana Bekerja di Kantor</figcaption></figure>



<p>Pada hari ketiga, untuk pertama kalinya dalam dua tahun bekerja, akhirnya Penulis berkesempatan untuk <em>ngantor</em>. Penulis berangkat dari rumah Dika setelah Jumatan menggunakan GoJek, dan itu perjalanan yang lumayan panjang.</p>



<p>Tentu menyenangkan karena akhirnya Penulis bisa menjejakkan kakinya di kantor setelah dua tahun <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/"><em>full </em>WFH</a>. Selain itu, Penulis juga bertemu dengan rekan-rekan kerja yang belum sempat bertemu di Central Park.</p>



<p>Selepas jam kantor, sebenarnya Penulis diajak untuk makan malam. Hanya saja, Penulis sudah janjian dengan mantan teman kantornya yang sudah lama tidak berjumpa, Daniel. Kebetulan, kantornya dekat dengan kantor Penulis. </p>



<p>Awalnya kami hanya janjian makan malam bersama, tapi pada akhirnya Penulis mengajaknya untuk ikut ke rumah Dika. Cukup lama kami ngobrol dan bermain PS bersama, sebelum akhirnya Daniel undur diri karena sudah terlalu malam.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hari Keempat, Sabtu, 18 Februari 2023</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6901" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/berlibur-ke-jakarta-bagian-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Beberapa Barang yang Penulis Beli Selama di Jakarta</figcaption></figure>



<p>Pada hari Sabtu, sebenarnya Penulis tidak berniat untuk ke mana-mana dan ingin main PS sepuasnya bersama Dika. Namun, pada akhirnya Penulis justru pergi ke <strong>Kuningan City</strong> bersama <a href="https://whathefan.com/permainan/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">Pandu</a>.</p>



<p>Alasan utama mengapa kami berdua pergi ke sana adalah karena ada sebuah tempat yang menarik untuk <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">penggemar <em>board game</em>,</a> yakni <strong>Arkanum</strong>. Sebelumnya Penulis pernah ke sana karena pernah tes kerja untuk salah satu statiun TV, tapi waktu itu tidak membeli apa-apa.</p>



<p>Beda cerita dengan edisi kali ini. Niat hati hanya membeli <em>board game </em>King of the Dice, Penulis khilaf dan membeli cukup banyak mainan seperti <em>action figure</em> dan <em>die-cast</em>. Butuh waktu berjam-jam untuk menyeleksi mana yang akhirnya dibeli.</p>



<p>Sebelum balik ke tempat Dika, Penulis mampir ke kos adik yang terletak dekat dengan kos Penulis dulu. Setelah itu, Penulis juga mengunjungi apartemen Pandu untuk melihat-lihat. Barulah setelah itu kami pulang ke rumah Dika, di mana Pandu ikut menginap.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hari Kelima, Minggu, 19 Februari 2023</h2>



<p>Niat untuk main PS sepuasnya akhirnya dilakukan pada hari terakhir Penulis di Jakarta. Penulis juga berhasil membantai Dika di <em>game FIFA 23 </em>sebelum abang rentalnya mengambil PS tersebut. Setelah itu, Penulis pun bersiap untuk <em>packing</em>. </p>



<p>Kebetulan, jam keberangkatan Penulis berdekatan dengan jam kedatangan istri Dika dari Bali, sehingga Penulis mendapatkan tumpangan gratis. Dengan begitu, berakhirlah liburan Penulis ke Jakarta selama lima hari.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jakarta selalu memiliki tempat istimewa di hati Penulis, karena di kota inilah Penulis pertama kali merantau cukup jauh dari rumah, sekaligus menjadi tempat bekerja pertama. Maka dari itu, setiap ada kesempatan, Penulis pasti akan mampir ke Jakarta.</p>



<p>Mungkin akan ada peluang kalau pada akhirnya tempat kerja Penulis memutuskan untuk <em>Work from Office </em>(WFO), sehingga Penulis harus kembali ke Jakarta. Namun, sampai hal tersebut benar-benar terjadi, Penulis akan menikmati waktunya di rumah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 3 Oktober 2023, terinsirasi karena terdorong ingin segera menyelesaikan artikel liburan ini</p>



<p>Foto Featured Image: X</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/">Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Merantau ke Jakarta</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2023 16:24:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[merantau]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6780</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin jika dibandingkan dengan orang lain, pengalaman merantau Penulis tidak terlalu banyak. Setelah 4 bulan merantau di Kampung Inggris, Kediri, Penulis sempat merantau ke Jakarta selama kurang lebih 2 tahun. Jakarta memang telah lama menjadi destinasi Penulis yang sejak kecil bercita-cita untuk bekerja di kota besar. Oleh karena itu, Penulis &#8220;nekad&#8221; untuk merantau ke sana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/">Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Merantau ke Jakarta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Mungkin jika dibandingkan dengan orang lain, pengalaman merantau Penulis tidak terlalu banyak. Setelah 4 bulan merantau di Kampung Inggris, Kediri, Penulis sempat merantau ke Jakarta selama kurang lebih 2 tahun.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/sajak/jakarta/">Jakarta</a> memang telah lama menjadi destinasi Penulis yang sejak kecil bercita-cita untuk bekerja di kota besar. Oleh karena itu, Penulis &#8220;nekad&#8221; untuk merantau ke sana ketika sedang mencari pekerjaan dan <em>alhamdulillah </em>datang.</p>



<p>Walaupun hanya sebentar, tentu ada pengalaman pribadi Penulis yang bisa dibagikan untuk para Pembaca yang mungkin baru akan merantau ke Jakarta. Pada tulisan kali ini, Penulis ingin sedikit berbagai mengenai apa yang perlu dipersiapkan sebelum merantau ke Jakarta. </p>





<h2 class="wp-block-heading">Mempersiapkan Barang yang akan Dibawa ke Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6786" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pilih Barang Bawaan dengan Bijak (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/tas-kulit-coklat-pakaian-dan-macbook-57750/">OVAN</a>)</figcaption></figure>



<p>Berdasarkan pengalaman Penulis, pastikan hanya <strong>membawa barang yang penting-penting saja</strong> ketika merantau. Hal ini untuk memudahkan mobilitas kita di Jakarta, terutama jika kita akan berpindah tempat tinggal.</p>



<p>Kalau Penulis sendiri, dulu membawa satu tas ransel untuk laptop dan barang-barang penting lainnya, serta satu koper untuk pakaian-pakaian. Barang yang sekiranya bisa dibeli di Jakarta, sebaiknya ditinggal di rumah.</p>



<p>Barang yang menurut Penulis wajib dibawa adalah pakaian, alat mandi, alat sholat, obat-obatan, ponsel beserta aksesorisnya, dan laptop jika ada. Tentu saja dompet beserta kartu-kartunya juga wajib dibawa. </p>



<p>Sewaktu di Jakarta, Penulis membeli cukup banyak barang seperti rak, hanger, toples, setrika, <em>magic jar</em>, dan lain-lain. Alhasil, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/">sewaktu meninggalkan Jakarta,</a> Penulis harus dijemput menggunakan mobil karena barangnya menjadi sangat banyak. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Menentukan di Mana Kita akan Tinggal di Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6787" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mau Pilih Tinggal di Mana? (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/pemandangan-udara-kota-2116719/">Tom Fisk</a>) </figcaption></figure>



<p>Awal dari Penulis merantau ke Jakarta adalah karena menjadi <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-volunteer-asian-games-awal-dari-segalanya/"><em>volunteer </em>Asian Games 2018</a>. Karena ditempatkan di Bekasi, Penulis pun ngekos di sana selama satu bulan. Setelah itu, Penulis tinggal sementara di rumah tante di daerah Grogol, sebelum akhirnya kos sendiri.</p>



<p>Nah, <strong>penentuan tempat tinggal</strong> ini menjadi salah satu hal yang perlu disiapkan sebelum merantau. Pilih tempat yang dekat dengan tujuan kita merantau untuk menghemat biaya akomodasi selama merantau.</p>



<p>Selain itu, kita juga harus memastikan kalau tempat tersebut dekat dengan berbagai tempat seperti tempat makan, <em>laundry</em>, apotek, sarana transportasi umum, tempat ibadah, dan lain sebagainya. </p>



<p>Sewaktu kos di daerah Kebayoran Lama, Penulis sangat bersyukur karena mendapatkan tempat yang dekat dengan segala macam, bahkan termasuk mal. Jika butuh apa-apa, Penulis tinggal berjalan kaki dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk transportasi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Memahami Alur Transportasi di Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="817" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016-1024x817.jpg" alt="" class="wp-image-6788" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016-1024x817.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016-300x240.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016-768x613.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/Transjakarta_Route_per_2016.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Awalnya Memang Terlihat Mengerikan (<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_koridor_Transjakarta">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai anak rantau,<strong> transportasi umum jelas menjadi senjata utama ketika akan berpergian</strong> mengelilingi Jakarta. Apalagi, Jakarta juga memiliki banyak pilihan transportasi umum yang relatif terjangkau dan bisa menjangkau hampir semua lokasi strategis.</p>



<p>Masalahnya, alur transportasi Jakarta bisa terlihat &#8220;mengerikan&#8221; bagi pendatang, baik itu TransJakarta (TJ) maupun Kereta Rel Listrik (KRL). Untuk memahami peta rutenya, kita perlu <strong>memahami nama-nama daerah di Jakarta yang ada di peta rutenya</strong>.</p>



<p>Sederhananya, satu rute pasti memiliki warna yang sama. Jika tempat tujuan kita tidak dilewati oleh warna tersebut, artinya kita perlu transit dan berpindah rute. Tempat transit biasanya memiliki lambang khusus atau dilewati oleh beberapa warna.</p>



<p>Jangan segan bertanya ke petugas untuk memastikan halte/lajur yang kita ambil benar, mereka pasti dengan senang hati akan membantu kita. Selain itu, pastikan untuk<strong> memiliki <em>e-money</em></strong><em> </em>karena semua transportasi Jakarta menggunakan kartu ini.   </p>



<p>Kalau mau cara yang praktis, memang bisa naik ojek atau taksi <em>online</em>. Namun, biaya yang dikeluarkan akan membengkak dan kita pun jadi harus merasakan bagaimana macet dan panasnya Jakarta.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengetahui Bagaimana Mengelola Keuangan di Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6789" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Harus Pandai Berhemat (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/pemandangan-udara-kota-2116719/">Ahsanjaya</a>)</figcaption></figure>



<p>Biaya hidup di Jakarta jelas lebih tinggi dibandingkan di daerah. Oleh karena itu, kita harus benar-benar<strong> bijak dalam mengelola keuangan</strong> kita. Gaji pertama Penulis di Jakarta hanyalah 4 juta, dan itu cukup untuk sebulan, bahkan masih bisa disisihkan.</p>



<p>Salah satu &#8220;sumber&#8221; utama yang menguras uang adalah makanan. <strong>Jangan terlalu sering membeli makanan yang mahal</strong>, termasuk ngopi di kafe elit. Penulis merasa tertolong dengan adanya warteg di mana-mana, karena dengan 7 ribu saja sudah bisa kenyang.</p>



<p>Jika punya waktu (dan tidak malas), lebih baik<strong> mencuci baju sendiri</strong> dibandingkan <em>laundry </em>yang biayanya sekitar 8 ribu per kg. Penulis sendiri selama di Jakarta benar-benar tergantung <em>laundry </em>karena pada dasarnya malas mencuci.</p>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung di atas, <strong>murah dan lengkapnya transportasi umum</strong> di Jakarta juga sangat memudahkan Penulis untuk menghemat uang. Sebisa mungkin, hindari naik ojek/taksi karena biayanya lebih mahal.</p>



<p>Untuk barang-barang komplementer, sebisa mungkin jangan beli jika tidak kepepet. Jakarta memiliki banyak mal, sehingga godaan untuk belanja jelas sangat tinggi. Untuk itu, kita harus <strong>pandai menahan godaan belanja </strong>tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Merencanakan Eksplorasi Jakarta Sejauh Mungkin</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6790" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Destinasi Wajib Dikunjungi (<a href="https://www.jawapos.com/image/detail/189/wisata-di-kota-tua">JawaPos</a>)</figcaption></figure>



<p>Ketika sudah berhemat dan masih ada sisa uang, Penulis sarankan digunakan untuk <strong>eksplorasi Jakarta!</strong> Ada banyak tempat menarik yang wajib dikunjungi di Jakarta, seperti kawasan Kota Tua, berbagai museum, mal untuk cuci mata, dan lain sebagainya.</p>



<p>Penulis bahkan pernah dengan sengaja naik TJ untuk <em>literally </em>keliling Jakarta. Selama perjalanan, Penulis mengamati apa saja yang terlintas. Melakukan eksplorasi seperti ini juga membantu kita bisa <em>nyambung </em>ketika ngobrol dengan teman-teman Jakarta. </p>



<p>Bahkan setelah 2 tahun di sana, masih ada banyak tempat menarik yang belum sempat Penulis kunjungi. Salah satu cita-citanya yang belum tercapai adalah mengunjungi Sea World untuk melihat ikan-ikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mencari Kawan Baru, Tetap Terkoneksi dengan Kawan Lama</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6791" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Cari Teman Baru Sebanyak Mungkin (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/teman-teman-muda-yang-beragam-yang-bersemangat-merayakan-ulang-tahun-wanita-ceria-di-teras-5935249/">Kampus Production</a>)</figcaption></figure>



<p>Agar kerasan di Jakarta, tentu kita <strong>membutuhkan kawan-kawan baru</strong>. Penulis sangat merasa bersyukur karena selama di Jakarta, Penulis menemukan banyak teman yang satu frekuensi di kantor dan masih tetap terhubung hingga sekarang.</p>



<p>Selama masih positif, kita juga perlu untuk ikut segala kegiatan bersama kawan-kawan baru tersebut. Ini juga bisa menjadi kesempatan untuk bisa eksplor Jakarta lebih luas dan jauh lagi. Kita juga jadi bisa belajar <em>culture </em>Jakarta lebih baik lagi. </p>



<p>Selain itu, kita juga harus tetap<strong> terkoneksi dengan kawan-kawan lama dan keluarga</strong> melalui berbagai aplikasi yang ada di ponsel. Jujur, ini menjadi hal yang sangat membantu Penulis ketika merasa<em> </em>kangen rumah dan kesepian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">EKSTRA: Menjaga Prinsip Selama Hidup di Jakarta</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6792" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/08/apa-yang-diperlukan-sebelum-merantau-ke-jakarta-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penulis Cuma Ikut Lihat, Tidak Ikut Minum (Foto oleh <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/teman-yang-beragam-dan-gembira-bersulang-dengan-botol-bir-di-atap-5935189/">Kampus Production</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai orang yang baru merantau, jelas ada banyak <em>culture shock </em>ketika Penulis di Jakarta. Botol anggur merah (amer) dan vodka di meja kerja seolah menjadi hal yang biasa. Jam makan siang digunakan untuk <em>wik-wik </em>di kos pacar juga dianggap lumrah.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-sih-harus-judgemental/">Tanpa bermaksud <em>judgemental</em></a>, hal-hal semacam itu bertentangan dengan prinsip hidup Penulis. Untuk itu, <strong>menjaga prinsip hidup</strong> selama di Jakarta juga menjadi hal yang sangat penting agar kita bisa bertahan hidup di Jakarta.</p>



<p>Jika tidak bisa menjaga prinsipnya, mungkin Penulis akan dengan mudahnya &#8220;terjerumus&#8221;. Mong, tempat pijat++ tinggal menyeberang dari tempat kos Penulis. Mong, tempat jualan berbagai minuman keras Penulis lewati setiap pulang kantor.</p>



<p>Penulis juga merasa bersyukur karena tidak dijerumuskan oleh teman-temannya, malah dirinya merasa &#8220;dilindungi&#8221; karena mereka mampu menghargai prinsip hidup Penulis. Kami saling menghargai keputusan satu sama lain.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Kurang lebih seperti itulah yang butuh dipersiapkan sebelum merantau ke Jakarta. Penulis sendiri masih menyimpan harap kalau suatu saat bisa kembali merantau ke ibu kota, walaupun tidak dalam waktu dekat.</p>



<p>Semoga tulisan ini bisa membantu para Pembaca sekalian yang memang berencana atau sudah merantau ke Jakarta. Jika ada yang ingin didiskusikan lebih lanjut, <em>feel free </em>untuk menghubungi Penulis.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 22 Agustus 2023, terinspirasi untukmu</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/dua-orang-membawa-ransel-dan-ransel-1986996/">Dids</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/">Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Merantau ke Jakarta</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/apa-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum-merantau-ke-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Jul 2023 14:00:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[liburan]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6559</guid>

					<description><![CDATA[<p>Semenjak meninggalkan Jakarta pada bulan Oktober 2021, Penulis belum pernah ke Jakarta lagi karena memang tidak ada urgensi yang mewajibkan kembali. Apalagi, pekerjaan Penulis yang sekarang masih Work from Home (WFH). Banyak teman Penulis di Jakarta yang kerap menanyakan &#8220;Kapan ke Jakarta, Fan?&#8221;, sehingga muncul keinginan untuk ke Jakarta demi bisa bertemu dengan mereka. Namun, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Semenjak<a href="https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/"> meninggalkan Jakarta pada bulan Oktober 2021</a>, Penulis belum pernah ke Jakarta lagi karena memang tidak ada urgensi yang mewajibkan kembali. Apalagi, pekerjaan Penulis yang sekarang masih <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/agar-wfh-tetap-produktif/"><em>Work from Home</em> (WFH)</a>.</p>



<p>Banyak teman Penulis di Jakarta yang kerap menanyakan &#8220;Kapan ke Jakarta, Fan?&#8221;, sehingga muncul keinginan untuk ke Jakarta demi bisa bertemu dengan mereka. Namun, besarnya biaya yang harus dikeluarkan membuat Penulis belum bisa merealisasikannya.</p>



<p>Nah, pada bulan Februari 2023 kemarin, ketika sedang ngobrol di <em>chat </em>dengan salah satu teman bernama <strong>Dika</strong>, Penulis mendapatkan tawaran untuk tidur di rumahnya karena istrinya sedang ada acara di Bali selama 5 hari.</p>





<p>Karena ada kesempatan tersebut, Penulis pun langsung mengambilnya dan memutuskan untuk liburan ke Jakarta. Tidak hanya bertemu dengan teman-teman lama, akhirnya Penulis juga bertemu dengan teman-teman kantor barunya untuk pertama kalinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hari Pertama, Rabu, 15 Februari 2023</h2>



<p>Dengan alasan efisiensi, Penulis memutuskan untuk berangkat (dan pulang ) menggunakan pesawat terbang. Untuk alasan yang sama, Penulis juga menggunakan GoCar dari bandara Soekarno-Hatta ke rumah Dika dibandingkan naik kendaraan umum.</p>



<p>Rumah Dika yang berlantai dua ada di daerah Bintaro, di sebuah kluster mini yang konsepnya baru bagi Penulis. Ketika sampai di rumahnya, Penulis mendapatkan <em>house tour </em>dan waktu untuk istirahat sejenak.</p>



<p>Sorenya, Penulis pergi ke rumah tante yang ada di daerah Grogol, Jakarta Barat. Tidak lama, hanya sekitar dua jam karena malamnya Penulis udah punya janji untuk nonton <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/">Ant-Man and the Wasp: Quantumania</a></em> bersama teman-teman kantornya di Central Park.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Banyak Cerita di Central Park</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6639" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Central Park (<a href="https://www.pullmanjakartacentralpark.com/the-hotel/central-park-malls/">Pullman Jakarta Central Park</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, pertemuan ini adalah pertemuan perdana Penulis dengan teman-teman kantornya setelah dua tahun. Rasanya sedikit aneh karena selama ini Penulis hanya bersua secara digital, tapi tentu menyenangkan akhirnya bisa bertemu dengan mereka secara langsung.</p>



<p>Seusai nonton, Penulis terpaksa harus <em>skip </em>dari makan malam bersama teman-teman kantor karena teman Penulis bernama <strong>Kevin </strong>telah menanti di Starbucks Central Park. Setelah membicarakan beberapa hal, Penulis membeli makan di Indomaret sebelum memesan GoJek.</p>



<p>Nah, ada yang menarik dari abang GoJek-nya. Jadi, sebenarnya ia akan menyusul istrinya yang bekerja di Sushi Tei, tapi karena ada <em>order</em>-an masuk, akhirnya tetap ia ambil. Sepanjang perjalanan, ia bercerita tentang pelanggan-pelanggan nakal yang pernah ditemui istrinya.</p>



<p>Beberapa yang Penulis ingat adalah adanya serombongan pelanggan yang tidak membayar dengan modus keluar satu per satu. Selain itu, ada pelanggan yang dengan sengaja menaruh sesuatu di makanannya agar tidak membayar. Penulis hanya bisa geleng-geleng kepala.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hari Kedua, Kamis, 16 Februari 2023</h2>



<p>Awalnya, Penulis hanya ingin mengambil cuti satu hari di Rabu. Namun, setelah dipikir-pikir, rasanya sayang jika menggunakan harinya di Jakarta hanya untuk bekerja. Untuk itu, Penulis pun memilih menambah cutinya keesokan harinya.</p>



<p>Cuti tersebut Penulis manfaatkan sebaik-baiknya untuk berjalan-jalan, yang sayangnya hanya ke <em>mall-mall </em>yang dulu sering Penulis kunjungi: <strong>Pondok Indah Mall (PIM)</strong>, <strong>Gandaria City (Gancit)</strong>, dan <strong>Grand Indonesia (GI)</strong>.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pondok Indah Mall</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6640" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pondok Indah Mall (<a href="https://davysukamta.com/portfolio/pondok-indah-mall-3-and-office-tower/">Davy Sukamta Partners</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis nebeng Dika ketika ia akan berangkat ke kantornya. Karena yang searah adalah PIM, maka Penulis menuju ke sana terlebih dahulu. Apalagi, sekarang ada PIM baru yang dulu belum ada sewaktu Penulis masih berdomisili di Jakarta.</p>



<p>Ketika menjelajahi PIM baru, Penulis berhenti cukup lama di Kidz Station karena ada banyak mainan menarik. Salah satunya adalah <em>model kit </em>dari Batmobile film <em>The Dark Knight</em>. Namun, Penulis mengurungkan niatnya dan hanya membelikan mainan Pokemon utuk adik Penulis.</p>



<p>Penulis juga mampir ke Toys Station dan membeli <em>die-cast </em>Lamborghini. Penulis hampir membeli <em>board game </em>di sini, tapi masih bisa menahan diri. Penulis juga berputar-putar sebentar di Gramedia dan Periplus, di mana Penulis hampir membeli <em>puzzle </em>Sherlock Holmes.</p>



<p>Tujuan utama Penulis ke PIM adalah mengunjungi Multitoys, toko mainan favorit Penulis waktu di Jakarta. Sayangnya, ternyata tokonya sudah pindah. Merasa sedikit kecewa, Penulis pun melanjutkan perjalanan ke Gancit.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Gandaria City</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6641" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gandaria City (<a href="https://www.pakuwon.com/properties/detail/Gandaria+City+Mall">Properties &#8211; Pakuwon</a>)</figcaption></figure>



<p>Apa yang Penulis lakukan di Gancit adalah murni ingin bernostalgia, karena dulu Penulis hampir setiap hari ke sana berhubung kantornya memang nempel dengan <em>mall</em>-nya. Penulis juga makan di tempat ramen favoritnya, RamenYa!.</p>



<p>Penulis menyempatkan diri mampir ke Group Play, toko <em>board game </em>di Gancit di mana dulu Penuls sering menemani temannya ke sini. Penulis dilayani dengan baik oleh dua mbak-mbak yang menjaga tempatnya, bahkan hampir membeli <em>board game </em><strong>Unstable Unicorn</strong>.</p>



<p>Namun, tiba-tiba seseorang yang tampaknya bos dari Group Play datang dan mengajak rapat pegawainya. Dari yang Penulis dengar, tampaknya mereka akan pindah dari Gancir. Rapat itu cukup lama dan Penulis merasa &#8220;dikacangi&#8221;, sehingga akhirnya memutuskan untuk pergi.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Grand Indonesia dan Chillax Sudirman</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6642" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Chillax Sudirman (<a href="https://jakarta.bisnis.com/read/20221202/77/1604127/viral-tempat-hangout-baru-di-jakarta-chillax-sudirman-resmi-diperkenalkan">Jakarta &#8211; Bisnis.com</a>)</figcaption></figure>



<p>Dari Gancit, Penulis naik GoJek menuju ke Stasiun MRT Blok M karena destinasi selanjutnya adalah GI. Alasan utama mengapa Penulis pergi ke sana adalah karena sudah janjian dengan Sofri, teman kuliahnya dulu yang kini menjadi seorang tentara dan ditempatkan di Jakarta.</p>



<p>Penulis akhirnya membeli <em>board game </em>Unstable Unicorn di GI (kebetulan ada) dengan harga Rp430 ribu. Setelah itu, Penulis menunggu Sofri di Koi, lantas ditraktir makan di <em>food court</em>. Sayangnya pertemuan tersebut hanya sebentar, karena Penulis sudah memiliki janji lainnya.</p>



<p>Setelah dari GI, Penulis menuju Chillax Sudirman untuk bertemu dengan teman-teman lamanya, yang terdiri dari <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-tour-guide-di-malang/"><strong>Naufal</strong>, <strong>Ka Dini</strong>, <strong>Ka Tania</strong></a>, <strong>Agung</strong>, dan <strong>Eky</strong>. Dika pun bergabung karena kantornya juga berada di daerah yang sama. Kami pun mengobrol santai cukup lama.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Dua hari pertama Penulis di Jakarta terasa sangat padat karena Penulis memang ingin memaksimalkan waktunya dengan sebaik mungkin. Ada banyak tempat yang ingin dikunjungi, ada banyak teman yang ingin ditemui.</p>



<p>Di tiga hari yang tersisa di Jakarta, Penulis memutuskan untuk agak <em>selow </em>karena merasa harus menjaga fisiknya dengan baik. Namun, bukan berarti tidak ada kejadian menarik. Penulis akan membahasnya di tulisan berikutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 1 Juli 2023, terinspirasi karena ingin menyelesaikan artikel mengenai liburannya ke Jakarta yang telah tertunda berbulan-bulan</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://usindo.org/home-slider/five-key-facts-about-indonesia/attachment/jakarta-night-city-skyscrapers-roundabout-at-night-239823/">USINDO</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Formula E di Pusaran Politik Indonesia</title>
		<link>https://whathefan.com/politik-negara/formula-e-di-pusaran-politik-indonesia/</link>
					<comments>https://whathefan.com/politik-negara/formula-e-di-pusaran-politik-indonesia/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2022 10:10:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik & Negara]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[balapan]]></category>
		<category><![CDATA[Formula E]]></category>
		<category><![CDATA[Giring Ganesha]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Solidaritas Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[PSI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5740</guid>

					<description><![CDATA[<p>Di awal bulan Juni ini, Jakarta untuk pertama kalinya menjadi salah satu tuan rumah ajang balapan mobil listrik Formula E yang berada di bawah naungan FIA (Fédération Internationale de l&#8217;Automobile), badan yang juga menaungi Formula 1 alias F1. Sebagai penggemar F1, Penulis pun merasa tertarik untuk menonton balapan ini karena diadakan di Indonesia. Meskipun tidak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/formula-e-di-pusaran-politik-indonesia/">Formula E di Pusaran Politik Indonesia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Di awal bulan Juni ini, Jakarta untuk pertama kalinya menjadi salah satu tuan rumah ajang balapan mobil listrik <strong>Formula E</strong> yang berada di bawah naungan FIA (Fédération Internationale de l&#8217;Automobile), badan yang juga menaungi <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kimi-raikkonen-the-iceman-yang-akan-dirindukan/">Formula 1 alias F1</a>.</p>



<p>Sebagai penggemar F1, Penulis pun merasa tertarik untuk menonton balapan ini karena diadakan di Indonesia. Meskipun tidak pernah mengikuti Formula E, justru ini menjadi kesempatan untuk bisa mengenal cabang balapan yang satu ini.</p>



<p>Ada banyak hal baru yang Penulis ketahui tentang Formula E dan apa saja perbedaannya dengan F1. Contoh, tidak adanya jumlah lap, adanya zona <em>Attack Mode </em>dan <em>voting </em>penggemar yang bisa menambah kecepatan, dan masih banyak lagi lainnya.</p>



<p>Setelah melalui balapan yang terselenggara sekitar 45 menit tersebut, Mitch Evans berhasil menjadi juara. Penulis sendiri merasa menikmati balapan tersebut, terutama di 15 menit terakhir yang banyak menyajikan aksi salip menyalip.</p>



<p>Sayangnya, Penulis merasa kalau ajang sekelas Formula E ini harus berada di pusaran politik dengan begitu kencangnya, bahkan mulai dari jauh-jauh hari ketika banyak pihak yang meragukan kalau Jakarta sanggup menjadi tuan rumah.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Dipermasalahkan Sejak Awal</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5743" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-0.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Mobil Formula E (<a href="https://voi.id/en/news/172106/a-replica-of-a-formula-e-car-will-be-exhibited-during-cfd-at-the-hi-roundabout">VOI.id</a>)</figcaption></figure>



<p>Bagi yang mengikuti &#8220;kisah&#8221; Formula E ini dari awal, pasti tahu kalau penyelenggaraannya sudah penuh dengan drama sejak inisiasinya. Gubernur DKI Jakarta, <strong>Anies Baswedan</strong>, jelas menjadi salah satu yang paling sering disorot sekaligus diserang oleh lawan politiknya.</p>



<p>Masalah yang paling sering disinggung adalah <em>Commitment Fee </em>yang berjumlah 560 miliar (dari yang awalnya mencapai 2,3 triliun rupiah, mengalami penurunan karena adanya pandemi COVID-19). </p>



<p>Meskipun uang tersebut digunakan untuk kontrak selama tiga musim Formula E, jumlah tersebut dianggap terlalu besar, apalagi menggunakan APBD. Pihak yang paling vokal menolak pengadaan Formula E ini tentu saja Partai Solidaritas Indonesia (PSI).</p>



<p>Mereka kerap menyebutkan kalau Jakarta masih memiliki segudang permasalahan seperti banjir dan macet, sehingga dana tersebut tentu sangat sayang jika digelontorkan untuk &#8220;hanya&#8221; menggelar Formula E.</p>



<p>Selain itu, lokasi balapan yang awalnya ingin di sekitar Monas mendapatkan penolakan dari banyak pihak dengan berbagai alasan seperti ingin melindungi cagar budaya. Akhirnya, lokasi balapan pun dipindah ke area Ancol, dekat Jakarta International Stadium (JIS).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kambing dan Terperosoknya Giring</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5744" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Giring dan Sidaknya (<a href="https://galamedia.pikiran-rakyat.com/news/pr-353439510/giring-obok-obok-lokasi-formula-e-di-ancol-anak-buah-anies-baswedan-beri-jawaban-menohok">Galamedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah sempat mengalami penundaan karena adanya pandemi, akhirnya Formula E di Jakarta akan diadakan pada pertengahan tahun 2022. Nah, pada awal tahun, ada sebuah kejadian yang menjadi viral akibat video yang direkam oleh Ketua Umum PSI, <strong>Giring Ganesha</strong>.</p>



<p>Ia melakukan semacam sidak ke lokasi yang akan menjadi sirkuit Formula E. Pada saat itu, kondisinya memang terlihat sama sekali belum layak untuk menjadi sebuah sirkuit. Masih banyak kambing, dan kaki Giring sempat terperosok ke dalam lumpur.</p>



<p>Hasil sidak ini pun memunculkan pesimisme publik terhadap Formula E: <strong>Apakah bisa hanya dalam beberapa bulan sirkuit dengan standar internasional akan bisa selesai dibangun? </strong></p>



<p>Ternyata, pengerjaan sirkuit sangat cepat. Hanya dalam waktu tiga bulan (bahkan kurang), sirkuit Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) selesai dibangun. Pihak Jakpro dan Formula E seolah mampu menjawab keraguan publik tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Beda Perlakuan MotoGP dan Formula E</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5745" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>MotoGP di Sirkuit Mandalika (<a href="https://sport.detik.com/moto-gp/d-5918194/motogp-mandalika-siasat-mgpa-atasi-akomodasi-lombok-yang-penuh">Detik</a>)</figcaption></figure>



<p>Hal lain yang disorot dari penyelenggaraan Formula E ini tentu saja dukungan dari pemerintah. Berbeda dengan penyelenggaraan MotoGP di Mandalika, tidak ada satupun sponsor dari BUMN.</p>



<p>Ketua Pelaksana Formula E Jakarta <strong>Ahmad Sahroni</strong> sempat mengungkapkan kekecewaannya atas absennya BUMN sebagai sponsor. Bahkan untuk masalah listrik, Sahroni mengungkapkan bahwa pihaknya membayar penuh, meskipun sempat ditawari pemotongan harga.</p>



<p>Alasannya pun bermacam-macam. Menteri BUMN <strong>Erick Thohir </strong>mengungkapkan sudah banyak <em>event </em>yang harus disponsori seperti G20. Dirut PT Pertamina <strong>Nicke Widyawati </strong>menyebutkan bahwa model bisnis Formula E (yang merupakan mobil listrik) tidak sesuai dengan Pertamina.</p>



<p>Sebenarnya alasan-alasan tersebut masih masuk akal. Pemerintah memang terlihat seperti sedang mengalami masalah keuangan, sehingga harus pandai berhemat. Di sisi lain, Pertamina memang belum memiliki produk yang bisa digunakan untuk mobil listrik.</p>



<p>Hanya saja, memang cukup disayangkan jika BUMN yang bisa mewakili negara malah absen di ajang sebesar Formula E yang diliput oleh ratusan media dari luar negeri. Sebagai gantinya, ada 31 sponsor swasta seperti MS Glow yang masuk.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jadi Komoditas Politik Banyak Pihak</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5746" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/formula-e-di-pusaran-politk-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Anies Baswedan (Kiri) dan Ahmad Sahroni (<a href="https://news.detik.com/berita/d-6105630/anies-penonton-formula-e-akan-capai-22-ribu-orang">Detik</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah melalui berbagai hal, akhirnya Formula E di Jakarta pun berhasil digelar pada hari <strong>Sabtu, 4 Juni 2022.</strong> Banyak yang menganggap panitia telah sukses menggelar ajang tersebut dan ternyata antusiasme publik pun cukup besar.</p>



<p>Menariknya, ada banyak sekali orang partai yang ikut hadir dalam acara tersebut. Kalau mau berprasangka buruk, mereka seolah ingin &#8220;memanfaatkan&#8221; kesuksesan Formula E untuk mendapatkan semacam <em>exposure</em> dan lebih dikenal oleh masyarakat.</p>



<p>Jelas, ini menjadi portofolio yang bagus bagi Anies Baswedan jika benar-benar ingin maju menjadi calon presiden (capres) di 2024. Selain itu, Ahmad Sahroni yang juga merupakan kader Partai Nasdem juga tampaknya menjadi semakin populer.</p>



<p>Lantas, bagaimana tanggapan dari pihak PSI yang selama ini paling kencang menolak Formula E? Giring mengatakan bahwa mungkin Formula E tidak akan terlaksana jika kakinya tidak masuk ke dalam lumpur. Menurutnya, itu menjadi motivasi bagi panitia.</p>



<p>Tidak hanya itu, ia juga menolak untuk menyebut Formula E di Jakarta sukses jika tidak ada parameter yang pasti dari sisi ekonomi. MotoGP memang berhasil menyumbang triliunan rupiah menurut klaim <strong>Sandiaga Uno</strong>, sehingga wajar Formula E diharapkan mampu meraih keuntungan seperti itu.</p>



<p>Kader PSI yang lain, <strong>Muhammad Guntur Romli</strong>, melalui akun Twitter-nya mengatakan bahwa Formula E (dan pembangunan JIS) adalah upaya Anies untuk menutupi kegagalannya dalam mengurus Jakarta.</p>



<p>Bahkan, setelah acaranya selesai, keriuhan politisnya masih lebih ramai daripada keriuhan acaranya sendiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Komedian sekaligus sutradara<strong> Ernest Prakasa</strong> menyebutkan kalau wajar jika <em>brand</em> tidak mau mensponsori Formula E karena ajang tersebut kalah tenar dibandingkan MotoGP. Bahkan, ia menyebutkan siapa yang mengikuti Formula E selain pihak panitia.</p>



<p>Meskipun terkesan nyinyir, sebenarnya pernyataan Ernest memang ada benarnya. Ajang Formula E baru dimulai tahun 2014, berbeda dengan MotoGP yang sudah dihelat sejak tahun 1949 atau Formula 1 yang digelar sejak tahun 1950.</p>



<p>Hanya saja, menurut Penulis justru ketidakpopuleran tersebut jadi motivasi untuk menyelenggarakannya agar bisa menjadi populer. Dengan diadakannya Formula E tahun ini, masyarakat pun jadi tahu banyak tentang ajang ini.</p>



<p>Apalagi, Formula E memiliki kampanye untuk meningkatkan penggunaan kendaraan listrik (terlepas dari sisi bisnis juga tentunya) yang akan menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil di masa depan.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis yang memang dasarnya <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/idola-bernama-michael-schumacher/">penggemar F1</a> pun mendukung pengadaan Formula E, sama seperti ketika mendukung ajang MotoGP di Sirkuit Mandalika. <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/indonesia-tidak-besar-karena-besarnya/">Negara kita negara besar</a>, harus mampu menyelenggarakan <em>event </em>internasional seperti itu.</p>



<p>Memang Penulis sedikit merasa risih dengan kencangnya nuansa politis di penyelenggaraan Formula E. Penulis ingin menikmati ajang ini sebagai penggemar olahraga balap tanpa embel-embel apapun.</p>



<p>Namun, Penulis menganggap kalau kita tak akan pernah bisa terlepas dari hal tersebut. Setiap ada kesempatan untuk menaikkan elektabilitas, pasti akan diambil oleh para politikus. Jadi, Penulis pun harus terbiasa dengan hal tersebut.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 13 Juni 2022, terinspirasi setelah mengikuti pelaksanaan Formula E dari awal hingga akhir, lengkap dengan segala keriuhannya.</p>



<p><strong>Foto:</strong> <a href="https://www.fiaformulae.com/en/news/2022/june/jakarta-new-circuit-reaction">Formula E</a></p>



<p><strong>Sumber Artikel:</strong></p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://megapolitan.kompas.com/read/2021/11/09/20052971/jakpro-commitment-fee-formula-e-turun-dari-rp-23-triliun-jadi-rp-560">Jakpro: Commitment Fee Formula E Turun dari Rp 2,3 Triliun Jadi Rp 560 Miliar karena Kondisi Pandemi Covid-19 (kompas.com)</a></li><li><a href="https://money.kompas.com/read/2022/06/03/093709626/tak-ada-bumn-di-daftar-sponsor-formula-e-ahmad-sahroni-sindir-pln?page=all">Tak Ada BUMN di Daftar Sponsor Formula E, Ahmad Sahroni Sindir PLN? Halaman all &#8211; Kompas.com</a></li><li><a href="https://kabar24.bisnis.com/read/20220610/15/1542200/pertamina-absen-di-balapan-formula-e-kok-castrol-bisa">Pertamina Absen di Balapan Formula E, Kok Castrol Bisa? &#8211; Kabar24 Bisnis.com</a></li><li><a href="https://www.suara.com/entertainment/2022/06/06/183840/kronologi-ernest-prakasa-komentari-formula-e-hingga-dibully-permintaan-maaf-bikin-tambah-panas">Kronologi Ernest Prakasa Komentari Formula E hingga Dibully, Permintaan Maaf Bikin Tambah Panas (suara.com)</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/politik-negara/formula-e-di-pusaran-politik-indonesia/">Formula E di Pusaran Politik Indonesia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/politik-negara/formula-e-di-pusaran-politik-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meninggalkan Jakarta (untuk Sementara)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Nov 2020 01:19:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[impian]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[keputusan]]></category>
		<category><![CDATA[kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4126</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bulan September tahun 2020 menjadi bulan yang amat berat untuk Penulis. Setelah dua tahun bekerja di jalantikus.com, Penulis memutuskan untuk mengundurkan diri alias resign. Mungkin, ada beberapa yang akan menganggap Penulis nekat karena keluar dalam kondisi belum mendapatkan pekerjaan baru. Padahal, kondisi dunia sedang tidak stabil karena pandemi. Sebenarnya, Penulis sungguh menikmati lingkungan kerja di sana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/">Meninggalkan Jakarta (untuk Sementara)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan September tahun 2020 menjadi bulan yang amat berat untuk Penulis. Setelah dua tahun bekerja di<a href="https://jalantikus.com/"><em> jalantikus.com</em></a>, Penulis memutuskan untuk<strong> mengundurkan diri alias <em>resign</em></strong>.</p>
<p>Mungkin, ada beberapa yang akan menganggap Penulis nekat karena keluar dalam kondisi belum mendapatkan pekerjaan baru. Padahal, kondisi dunia sedang tidak stabil karena pandemi.</p>
<p>Sebenarnya, Penulis sungguh <strong>menikmati lingkungan kerja di sana dan menikmati <em>jobdesk</em>-nya</strong>. Lantas mengapa <em>resign?</em></p>
<p>Karena satu dua hal, Penulis tidak bisa menyebutkan alasan spesifiknya di sini. Secara klise, mungkin alasannya adalah &#8220;terdapat perbedaan visi antara saya dan perusahaan&#8221;.</p>
<p>Yang jelas, Penulis sama sekali tidak menyesali keputusan ini dan yakin akan mendapatkan pengganti yang lebih baik lagi. Semua yang terjadi pasti memiliki alasan untuk terjadi.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Rencana awal, Penulis akan tetap bertahan di Jakarta sambil mencari pekerjaan baru. Sayang, keputusan Pemda Jakarta untuk memberlakukan kembali PSBB membuat Penulis memutuskan untuk pulang ke Malang hingga waktu yang belum ditentukan.</p>
<p>Mohon dimaklumi, ketika PSBB pertama kali diberlakukan, tiga bulan Penulis tidak keluar dari kamar kosnya. Daripada tidak bisa keluar lagi untuk jangka waktu yang belum ditentukan, lebih baik Penulis pulang.</p>
<p>Setelah di Malang, Penulis justru memutuskan untuk tidak kembali dulu untuk sementara waktu. Toh, Penulis sudah mendapatkan tawaran pekerjaan yang bisa dikerjakan dari rumah.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Penulis &#8220;resmi&#8221; meninggalkan Jakarta ketika pada akhir bulan Oktober memutuskan untuk keluar dari kamar kosnya. Penulis telah mengambil semua barang di sana karena merasa sayang uang yang keluar untuk membayar biaya sewa bulannanya.</p>
<p>Meninggalkan kota tersebut terasa jauh lebih berat daripada keputusan untuk <em>resign </em>dari tempat kerja. Mengapa?</p>
<p>Karena sejak kecil Penulis memiliki impian untuk kerja (dan tinggal) di kota besar. Kalau bisa, kerja di gedung tinggi. Itu semua sudah tercapai selama dua tahun terakhir.</p>
<p><strong>Dan tiba-tiba Penulis harus kembali ke Malang, meninggalkan impiannya yang sedang berjalan.</strong></p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Penulis bukannya takut tidak akan mendapatkan pekerjaan pengganti. Bahkan sekarang, alhamdulillah Penulis sudah mendapatkan gantinya walaupun hanya berstatus sebagai <em>freelance</em>.</p>
<p>Penulis hanya merasa sentimentil karena kota itu sudah memberikan banyak hal ke Penulis. Kembali ke kota asal seolah membuat Penulis melakukan <em>restart </em>pada kehidupannya.</p>
<p>Selain itu, Penulis merasa bisa banyak belajar di sana. Saat pertama kali ke sana, sangat terasa sekali <em>culture shock</em>-nya. Kemampuan adaptasi Penulis benar-benar diuji.</p>
<p>Namun pada akhirnya, Penulis sangat menikmati momen tiap momen yang Penulis lewati di sana, walau sesekali (atau sering?) <a href="https://whathefan.com/pengalaman/rasa-takut-akan-sendirian-emotional-dependency-disorder/">merasa kesepian</a> karena harus jauh dari keluarga dan teman-teman dekat.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Sebagai pelipur lara, Penulis banyak melakukan aktivitas seperti dekorasi kamar atau sering berkumpul dengan teman-teman di sini. Lumayan untuk melupakan kesedihan.</p>
<p>Lantas, sampai kapan Penulis akan tetap tinggal di Malang? Target pribadi, setidaknya sampai <strong>awal atau pertengahan tahun 2022</strong>. Semoga saja pandemi telah berakhir saat itu.</p>
<p>Sampai waktunya merantau lagi tiba, entah ke Jakarta lagi atau kota lainnya, Penulis akan <strong>membenahi dirinya</strong> dulu yang sempat berantakan selama beberapa bulan terakhir.</p>
<p>Istilah kerennya, <strong><em>recovery </em></strong>dan <strong><em>rediscovery </em></strong>diri. Menyembuhkan diri dan menemukan kembali dirinya. Mungkin Penulis akan mengulas ini lebih dalam di tulisan yang lain.</p>
<p>Penulis berusaha membuat <em>morning routine </em>untuk membuatnya lebih sehat dan produktif, belajar banyak hal baru, menambah <em>skill</em>, melakukan sesuatu yang menyenangkan bersama orang-orang tersayang, dan lain sebagainya.</p>
<p>Tentu sambil mengerjakan tanggung jawabnya sebagai <em>freelance </em>sembari menanti ada kesempatan yang lebih baik lagi.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p>Melalui tulisan ini, Penulis ingin mengucapkan <strong>terima kasih</strong> kepada tempat kerja beserta orang-orangnya karena telah memberikan banyak sekali pelajaran kepada Penulis, baik <em>skill </em>kerja maupun pengalaman kehidupan.</p>
<p>Dua tahun ini telah mengubah banyak sekali pandangan hidup Penulis. Jika diurai satu persatu, entah ada menjadi berapa <em>part </em>tulisan. Yang jelas, sangat banyak sehingga Penulis tidak akan pernah menyesali keputusannya untuk merantau.</p>
<p>Untuk sekarang, biarlah Penulis meninggalkan Jakarta untuk sementara. Jika rezekinya memang di sana, Penulis akan kembali suatu saat nanti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 16 November 2020, terinspirasi dari keputusannya untuk meninggalkan Jakarta, kota yang sangat berarti untuk Penulis</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/">Meninggalkan Jakarta (untuk Sementara)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/meninggalkan-jakarta-untuk-sementara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gue, Lu, dan Jakarta Sentris</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/gue-lu-dan-jakarta-sentris/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2020 00:12:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[gue]]></category>
		<category><![CDATA[inferior]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Sentris]]></category>
		<category><![CDATA[lu]]></category>
		<category><![CDATA[superior]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3764</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak zaman masih bocah, Penulis sudah mengetahui kalau kosa kata gue lo itu identik dengan Jakarta. Maka di dalam mindset Penulis, kata tersebut hanya digunakan oleh orang-orang Jakarta. Kenyataannya tidak seperti itu lagi. Banyak orang daerah yang notabene bukan orang Jakarta atau tidak tinggal/sedang di Jakarta menggunakan kata tersebut. Fenomena ini menggelitik Penulis untuk mencari tahu apa penyebab dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/gue-lu-dan-jakarta-sentris/">Gue, Lu, dan Jakarta Sentris</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak zaman masih bocah, Penulis sudah mengetahui kalau kosa kata <em>gue lo </em>itu identik dengan Jakarta. Maka di dalam <em>mindset </em>Penulis, kata tersebut hanya digunakan oleh orang-orang Jakarta.</p>
<p>Kenyataannya tidak seperti itu lagi. <strong>Banyak orang daerah yang notabene bukan orang Jakarta atau tidak tinggal/sedang di Jakarta menggunakan kata tersebut.</strong></p>
<p>Fenomena ini menggelitik Penulis untuk mencari tahu apa penyebab dan latar belakangnya. Apalagi, banyak orang-orang terdekat di sekitar Penulis yang menunjukkan hal tersebut.</p>
<h3>Jakarta Sentris dalam Bahasa</h3>
<p>Mengapa anak yang berada di Sulawesi bisa mengetahui seperti apa orang Jakarta berbicara? Kalau zaman dulu jawabannya mudah, melalui saluran televisi ataupun radio.</p>
<p>Sejak dulu, tayangan-tayangan yang ada di televisi terlihat sangat <strong>Jakarta Sentris</strong>. Istilah ini pertama kali Penulis ketahui dari Pakde Penulis melalui sebuah diskusi.</p>
<p><div id="attachment_3766" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3766" class="size-large wp-image-3766" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3766" class="wp-caption-text">Terpengaruh dari Tayangan TV (<a class="ZsbmCf" tabindex="0" role="button" href="https://www.idntimes.com/hype/throwback/danti/7-momen-paling-dikenang-dari-sinetron-90-an-si-doel-anak-sekolahan" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-ved="0CAMQjB1qFwoTCKjI2M2X8-gCFQAAAAAdAAAAABAD" aria-label="Visit IDN Times"><span class="pM4Snf">IDN Times</span></a>)</p></div></p>
<p>Mau sinetron, kuis, bahkan tayangan berita pun berpusat di Jakarta. Lihat saja kantor pusat stasiun televisi, semuanya berlokasi di Jakarta. Mereka hanya punya kantor cabang di daerah.</p>
<p>Akhirnya, logat-logat Jakarta yang mendominasi di televisi pun menjadi konsumsi seluruh orang di Indonesia. Tidak sedikit yang merasa ingin menirunya, entah apa motivasinya.</p>
<p>Bagaimana dengan sekarang? Lebih parah dengan kehadiran media sosial. Mau orang Jakarta ataupun Malang, kebanyakan akan mengirim <em>tweet </em>atau status dengan menggunakan kata <em>gue </em>atau<em> w</em>, bukan aku atau saya.</p>
<p>Ada banyak alasannya, mulai dari ingin terlihat gaul, tidak ingin merasa ketinggalan, meningkatkan kepercayaan diri, meniru idola, hingga agar tidak dinilai kampungan oleh netizen lainnya.</p>
<p>Proses ini terjadi secara alamiah. Kalau tidak salah slangnya adalah <em>Monkey See Monkey Do</em>. Manusia meniru tindakan manusia lain tanpa benar-benar memahami esensinya.</p>
<p>Apakah ini salah? Tentu tidak. Orang bebas mengekspresikan dirinya dengan bahasa yang ia nyaman gunakan. Hanya saja, ada sisi negatif yang membuat Penulis cukup merasa prihatin.</p>
<h3>Superioritas Bahasa</h3>
<p>Orang yang menggunakan logat Jakarta biasanya akan <strong>merasa lebih keren dan prestise</strong>. Akibatnya, bahasa daerah bahkan Bahasa Indonesia yang baku akan terlihat inferior.</p>
<p>Mayoritas manusia tidak ingin terlihat inferior, sehingga mereka memutuskan untuk ikut menggunakan bahasa yang dianggap superior agar tidak merasa kecil dan lebih percaya diri.</p>
<p><div id="attachment_3768" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3768" class="size-large wp-image-3768" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3768" class="wp-caption-text">Mengancam Bahasa Indonesia? (<a class="ZsbmCf" tabindex="0" role="button" href="https://www.dream.co.id/news/kbbi-lakukan-pemutakhiran-kata-ada-julid-pansos-hingga-ukhti-191206v.html" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-ved="0CAMQjB1qFwoTCNCz9tuX8-gCFQAAAAAdAAAAABAJ" aria-label="Visit Dream"><span class="pM4Snf">Dream</span></a>)</p></div></p>
<p>Apalagi, orang yang menggunakan bahasa daerah kerap mendapatkan label buruk seperti kampungan dan norak. Akibatnya jelas, orang akan merasa malu untuk menggunakannya.</p>
<p>Tidak heran kalau hegemoni logat-logat Jakarta (tidak hanya <em>gue lu</em>) tumbuh subur di tengah-tengah kita, terutama generasi milenial yang sangat dekat dengan media sosial.</p>
<p>Bahkan ada yang menganggap kalau bahasa gaul Jakarta ini <strong>berpotensi merusak Bahasa Indonesia</strong> sekaligus menggerus bahasa-bahasa daerah yang makin ditinggalkan.</p>
<p>Apa artinya orang daerah tidak boleh menggunakan logat Jakarta? Tentu saja boleh, apalagi yang sedang merantau atau sedang di Jakarta sebagai proses adaptasi. Kata teman Penulis, menyesuaikan diri dengan di mana kita berada.</p>
<p>Penulis terkadang merasa inferior ketika mengobrol dengan teman-temannya yang memang orang Jakarta. Demi adaptasi, Penulis mencoba meniru gaya mereka berbicara. Tapi, hasilnya lucu.</p>
<h3><em>Gue </em>dan<em> Lu </em>untuk Lidah Penulis</h3>
<p>Pada penerbangan Surabaya-Jakarta pada awal tahun 2020, Penulis tanpa sengaja bertemu dengan teman SMA yang sudah tidak bertemu semenjak kelulusan. Ia kuliah di Bandung dan merintis karir di Jakarta.</p>
<p>Iseng Penulis bercerita, kalau Penulis masih kesulitan untuk menggunakan kata <em>gue lo. </em>Ternyata, teman Penulis yang sudah 3 tahun di Jakarta ini juga masih menggunakan aku kamu.</p>
<p><div id="attachment_3769" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3769" class="size-large wp-image-3769" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-2-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-2-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-2-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-2-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/gue-lu-dan-jakarta-sentris-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3769" class="wp-caption-text">Saling Menghargai Saja (<a class="ZsbmCf" tabindex="0" role="button" href="https://www.vecteezy.com/vector-art/223236-people-talking-illustration" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-ved="0CAMQjB1qFwoTCKDJ1uWX8-gCFQAAAAAdAAAAABAD" aria-label="Visit Vecteezy"><span class="pM4Snf">Vecteezy</span></a>)</p></div></p>
<p>Penulis sudah hampir 2 tahun di Jakarta. Selama itu pula, Penulis terus mengalami kesusahan untuk mengucapkan kata <em>gue</em>. Selain karena tidak terbiasa, lidah Jawa Penulis membuatnya terdengar aneh. <em>G-</em>terlalu tebal dan <em>ue</em>-nya terlalu mantul.</p>
<p>Daripada ditertawakan karena terlalu memaksa, Penulis pun lebih sering menggunakan kata aku kamu. Kalau menggunakan <em>lu</em>, Penulis masih bisa karena tingkat kemudahannya.</p>
<p>Tapi jadinya lucu, karena Penulis sering mengombinasikan aku dan <em>lu</em>. Agak enggak nyambung, sehingga seringkali Penulis mengganti <em>lu </em>dengan kata dirimu yang lebih netral. Untungnya, teman-teman di sini yang asli Jakarta mau memahami ini.</p>
<p>Tidak hanya itu, Penulis juga mengalami kesulitan menghafal istilah uang seperti <em>ceban, goceng, gocap</em>, dan lain sebagainya. Sangat sering Penulis tertukar-tukar, sehingga sering bertanya terlebih dahulu sebelum mengatakannya.</p>
<p>Karena merasa lidahnya tidak cocok dengan logat Jakarta, Penulis mencoba untuk lebih percaya diri menggunakan bahasa yang dikuasai. Bahkan, tak jarang Penulis menggunakan Bahasa Jawa ketika mengobrol dengan teman yang juga bisa berbahasa Jawa.</p>
<p>Mungkin tidak semua seperti Penulis. Pasti ada banyak orang daerah yang bisa langsung lancar berlogat Jakarta dan terdengar natural. Rasanya Penulis butuh latihan yang insentif agar lidahnya bisa lebih <em>luwes</em>.</p>
<p>Dengan demikian, Penulis bisa mengucapkan <em>gue lu </em>tanpa terdengar ganjil.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Menggunakan bahasa apapun pada dasarnya adalah hak manusia. Hanya saja jika alasannya karena merasa inferior, rasanya kurang baik, seolah kita memaksa diri untuk menjadi orang lain.</p>
<p>Kita mungkin bisa mencontoh bagaimana orang Osaka bangga akan aksennya dan tidak malu jika sedang berbicara dengan orang Tokyo yang notabene ibukota Jepang.</p>
<p>Hal ini Penulis ketahui dari komik <a href="https://whathefan.com/animekomik/conan-dan-kutukan-yang-menimpanya/"><em>Detective Conan</em></a>, sehingga mohon maaf jika kenyataannya seperti itu. Tapi mengingat orang Jepang bangga dengan bahasa mereka, Penulis yakin memang seperti itu.</p>
<p>Bisakah kita lebih percaya diri dengan bahasa kita sendiri dan tidak terpengaruh fenomena Jakarta Sentris dalam bahasa? Penulis serahkan jawabannya ke pembaca sekalian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Artikel: <a href="https://kumparan.com/kumparannews/lu-gue-dan-fenomena-jakarta-sentris-dalam-berbahasa-indonesia-1qpTVPOEIvR">Kumparan</a>, <a href="https://tirto.id/media-nasional-tapi-rasa-jakarta-cEBS">Tirto</a>, <a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Jakartasentrisme">Wikipedia</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 19 April 2020, terinspirasi dari orang-orang di sekitar Penulis yang menggunakan <em>gue/lu </em>yang padahal bukan orang Jakarta dan tidak pernah tidak tinggal di Jakarta</p>
<p>Foto: <a href="https://www.youtube.com/watch?v=p7-ETxxcSEM">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/gue-lu-dan-jakarta-sentris/">Gue, Lu, dan Jakarta Sentris</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya dan Big Bad Wolf (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2020 13:41:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[Big Bad Wolf]]></category>
		<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[ICE BSD]]></category>
		<category><![CDATA[impor]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[koleksi]]></category>
		<category><![CDATA[pameran]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3618</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika sebelumnya Penulis bercerita mengenai pengalamannya di Big Bad Wolf edisi Surabaya, pada tulisan kali ini Penulis akan berbagi pengalamannya di Big Bad Wold edisi Jakarta Tangerang. Apakah ada yang berbeda? Ataukah sebenarnya sama saja? Kuy, langsung saja disimak tulisan di bawah ini! Pengalaman Ketiga (Tangerang, 2019) Setelah absen di tahun 2018, Penulis berkesempatan untuk datang pertama kali ke ajang Big Bad [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2/">Saya dan Big Bad Wolf (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jika sebelumnya Penulis bercerita mengenai pengalamannya di <em>Big Bad Wolf </em>edisi Surabaya, pada tulisan kali ini Penulis akan berbagi pengalamannya di <em>Big Bad Wold </em>edisi <del>Jakarta</del> Tangerang.</p>
<p>Apakah ada yang berbeda? Ataukah sebenarnya sama saja? <em>Kuy, </em>langsung saja disimak tulisan di bawah ini!</p>
<h3><strong>Pengalaman Ketiga (Tangerang, 2019)</strong></h3>
<p>Setelah absen di tahun 2018, Penulis berkesempatan untuk datang pertama kali ke ajang <em>Big Bad Wolf </em>di Tangerang, tepatnya di <em>Indonesia Convention Exhibition</em> (ICE) pada tahun 2019.</p>
<p><div id="attachment_3649" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3649" class="size-large wp-image-3649" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-0-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-0-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-0-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-0-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-0.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3649" class="wp-caption-text">ICE BSD (<a href="https://travelingyuk.com/objek-wisata/indonesia-convention-exhibition-ice-bsd/396">Travelingyuk</a>)</p></div></p>
<p>Penulis menaruh ekspetasi tinggi dengan berharap koleksi bukunya lebih banyak dari edisi Surabaya. Kenyataannya, ternyata tidak begitu berbeda. Buku yang dijual pun kurang lebih sama.</p>
<p>Penulis datang bersama adik dan berangkat menggunakan KRL dari stasiun Kebayoran Lama dan turun di stasiun Cisauk. Setelah itu, Penulis jalan ke arah Pasar Modern dan naik GrabCar.</p>
<p><div id="attachment_3650" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3650" class="size-large wp-image-3650" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3650" class="wp-caption-text">Hasil (Sebagian) Buruan Ketiga</p></div></p>
<p>Di sana, Penulis lumayan banyak memborong buku, baik yang impor maupun yang lokal. Buku yang Penulis beli adalah:</p>
<ol>
<li><em>The Children&#8217;s Interactive Story of Art</em></li>
<li><em>Encyclopedia of Animals</em></li>
<li><em>Drift</em></li>
<li><em>Listopia Space</em></li>
<li><em>Master of Cinema: Charlie Chaplin</em></li>
<li><em>Remah-Remah Bahasa</em></li>
<li><em>The 9 Golden Habits for Brighter Muslim</em></li>
<li><em>Sesobek Buku Harian Indonesia</em></li>
<li><em>Warcross</em></li>
<li><em>Juru Bicara</em></li>
</ol>
<p>Buku 1 Penulis beli karena ingin mengetahui pengetahuan dasar seputar dunia seni. Buku 2 dibeli dengan tujuan agar anaknya kelak mengetahui referensi lengkap tentang dunia binatang.</p>
<p>Buku 3 membahas mengenai perubahan lempeng Bumi dari masa ke masa. <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-listopia-space/">Buku 4</a> merupakan buku astronomi yang pada edisi BBW sebelumnya belum dibeli.</p>
<p>Buku 5 dibeli karena Penulis kerap menonton film-film Charlie Chaplin. Buku 6 hingga 10 merupakan buku lokal dan dibeli karena murah.</p>
<p>Buku yang sudah habis dibaca adalah nomor 1 dan 4. Buku nomor 6, 9, dan 10 malah pada akhirnya diberikan kepada teman karena merasa tidak akan dibaca.</p>
<h3><strong>Pengalaman Keempat (Tangerang, 2020)</strong></h3>
<p>Pada edisi tahun ini, Penulis sempat ragu untuk datang ke ajang <em>Big Bad Wolf </em>karena adanya wabah Corona. Teman kantor bahkan sampai menasehati agar tidak perlu ke sana.</p>
<p>Ujung-ujungnya, Penulis memutuskan untuk tetap ke sana karena tidak bisa tahan. Sama seperti tahun kemarin, Penulis naik KRL. Bedanya, dari Pasar Modern Penulis menggunakan BSD Link yang bisa diakses secara gratis dan akan mengantar kita ke ICE.</p>
<p>Berbekal pengalaman tahun kemarin, Penulis memutuskan untuk tidak membeli buku lokal pada edisi tahun 2020. Tahun ini, Penulis benar-benar hanya membeli buku impor yang totalnya ada 7 buah.</p>
<p><div id="attachment_3651" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3651" class="size-large wp-image-3651" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3651" class="wp-caption-text">Hasil (Sebagian) Buruan Keempat</p></div></p>
<p>Buku-buku yang dibeli adalah:</p>
<ol>
<li><em>Cosmos</em></li>
<li><em>Knowledge Encyclopedia Dinosaur</em></li>
<li><em>The Story of Maps</em></li>
<li><em>Thomas Edison: His Electrifying Life</em></li>
<li><em>Looney Toones Greates Hits</em></li>
<li><em>The One Device</em></li>
<li><em>Napoleon: &#8220;My Ambition was Great&#8221;</em></li>
</ol>
<p>Sebagai informasi, buku nomor 1 sangat berat dan besar hingga rasanya bisa digunakan untuk membunuh orang. Penulis membelinya karena kecintaannya terhadap dunia astronomi.</p>
<p>Buku 2 Penulis beli karena sejak kecil suka membaca buku tentang dinosaurus. Buku 3 juga dibeli karena Penulis hobi melihat atlas sejak kecil.</p>
<p>Kalau buku 4, ketika kecil Penulis sangat sering membaca komik biografinya. <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekepoan-yang-hakiki-ala-thomas-alva-edison/">Thomas Alva Edison</a> menjadi salah satu tokoh yang Penulis kagumi dan ingin mengenalnya lebih dalam lagi.</p>
<p>Penulis juga suka dengan kartun <em>Looney Toones, </em>sehingga membeli komiknya untuk membangkitkan nostalgia. Buku 6 Penulis beli karena membahas sejarah iPhone secara detail.</p>
<p>Buku 7 merupakan semacam biografi Napoleon Bonaparte yang dilengkapi dengan berbagai ilustrasi menarik. Penulis jadi bisa membayangkan penakhlukan yang dilakukan olehnya secara lebih jelas.</p>
<p>Ketika sudah di rumah, Penulis merasa menyesal karena tidak membeli buku <em>Atlas</em>. Karena itu, Penulis memutuskan untuk titip ke teman kantor yang pergi ke sana.</p>
<p>Pada akhirnya, Penulis memutuskan untuk membeli dua sekaligus, versi <em>A-Z</em> dan <em>Essential</em>. Versi pertama membahas secara detail tiap negara, sedangkan yang kedua terlihat seperti atlas pada umumnya.</p>
<h3>Sayang Anak, Sayang Anak</h3>
<p>Jika diperhatikan, Penulis banyak membeli buku-buku ensiklopedia anak pada ajang BBW, Seperti yang pernah Penulis singgung, buku-buku tersebut <a href="https://whathefan.com/buku/bacaan-untuk-anakku-kelak/">memang disiapkan untuk anak-anak Penulis kelak</a> agar memiliki bacaan yang layak.</p>
<p>Penulis bisa tumbuh menjadi orang yang gemar membaca karena pengaruh orangtua yang kerap membelikan ensiklopedia anak yang tipis-tipis. Penulis berharap anak-anaknya kelak juga bisa menikmati hal yang sama.</p>
<p>Selain itu, ensiklopedia anak juga disusun dengan bahasa yang mudah dan sederhana sehingga Penulis bisa memahaminya dengan mudah. Ensiklopedia juga dilengkapi dengan ilustrasi yang memanjakan mata.</p>
<p>Meskipun calon istri saja belum dapat, tidak ada salahnya kan mempersiapkan sesuatu untuk anak?</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Sebagai kutu buku, ajang seperti <em>Big Bad Wolf </em>memang pantang untuk dilewatkan. Akan selalu ada saja buku yang menarik perhatian, entah memang benar-benar ingin dibaca atau sekadar dijadikan koleksi.</p>
<p>Buku-buku impor biasanya memiliki kualitas yang bagus dan <em>full color. </em>Contohnya adalah buku <em>Cosmos </em>yang baru Penulis beli. Harganya kemarin memang masih mahal, Rp220.000.</p>
<p><div id="attachment_3652" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3652" class="size-large wp-image-3652" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/03/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3652" class="wp-caption-text">Contoh Isi Buku Cosmos</p></div></p>
<p>Ketika Penulis iseng mengecek harganya di Amazon, berapa harganya? Yang paling murah <strong>$190</strong> atau setara <strong>Rp2.7 juta</strong>! Buku ini memang layak seharga itu karena bobotnya saja mencapai 3.6 kg dengan dimensi 36x44cm. Isinya jangan ditanya lagi, memanjakan mata!</p>
<p>Oleh karena itu, rasanya setiap tahun Penulis akan tetap datang ke ajang ini untuk menambah koleksi dan membeli buku yang belum terbeli di tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 8 Maret 2020, terinspirasi dari banyaknya pengalaman ke ajang <em>Big Bad Wolf</em></p>
<p>Foto: <a href="https://bigbadwolfbooks.com/news/big-bad-wolf-2019-visitors-hunt-for-affordable-books/">Big Bad Wolf</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-dan-big-bad-wolf-bagian-2/">Saya dan Big Bad Wolf (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
