Pelengkap Keping Sejarah Pada Seri Buku Tempo: Soeharto

Buku berwarna kuning (mungkin karena afiliasi beliau dengan warna Golkar) ini merupakan buku keempat yang penulis miliki tentang presiden kedua Indonesia yang memimpin republik selama 32 tahun, Soeharto.

Terlebih lagi, buku ini merupakan bagian dari Seri Buku Tempo yang penulis koleksi, dan Soeharto adalah salah satu tokoh yang penulis tunggu-tunggu untuk diulas oleh Tempo. Entah mengapa, sejarah di masa orde baru sangat menarik minat penulis.

Ketika membuka sampul plastik yang menyelimuti buku ini, penulis tidak berharap adanya penulisan sejarah yang disusun secara kronologis. Buku yang seperti itu sudah penulis baca pada buku Menyibak Tabir Orde Baru karya Jusuf Wanandi (penulis sangat sering menyebut buku ini, sehingga rasanya perlu dibuat review sendiri nantinya).

Benar saja, banyak bagian dalam buku ini yang melengkapi keping sejarah yang telah ada di ingatan penulis. Sebut saja bagian yang membahas ibu Tien Soeharto, anak-anak dan beberapa cucu Soeharto.

Selain itu terdapat pula bagian yang membahas tentang dunia lain melalui guru-guru spiritual Soeharto. Penulis kurang menaruh minat pada hal-hal yang berbau mistis, sehingga penulis hanya membaca sekilas ketika mencapai topik ini.

Tentu yang ditonjolkan di sini adalah berbagai peristiwa sejarah yang terjadi ketika orde baru, dan kebanyakan adalah peristiwa berdarah. Selain G30S dan peristiwa Malari, buku ini juga mengulas peristiwa Tanjung Priok dan pembangunan Waduk Kedungombo yang sarat kontroversi.

Selain itu masih banyak lagi berbagai peristiwa mulai dari bagaimana ia berhasil menjadi orang nomer satu hingga berbagai pemberontakan mahasiswa yang menyebabkan lengsernya beliau. Dilengkapi dengan foto-foto ekslusif, kita seolah benar-benar berada di lokasi kejadian.

Penulis hanya membutuhkan beberapa jam untuk menandaskan buku ini, menandakan bahwa buku ini berkualitas dan dikemas dalam bahasa yang tidak terlalu berat. Tim redaksi Tempo memang penulis akui lihai dalam menuliskan sejarah sehingga mudah untuk dipahami oleh pembacanya.

Bagi pembaca yang memiliki rasa penasaran dengan tokoh yang kerap disebut The Smilling General ini, penulis sangat merekomendasikan buku ini.

Nilainya 4.5/5

 

 

Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, 24 Agustus 2018, terinspirasi setelah menamatkan Seri Buku Tempo: Soeharto

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.