<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sejarah Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/sejarah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/sejarah/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 18 Apr 2026 12:31:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>sejarah Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/sejarah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2026 14:13:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[Donald Trump]]></category>
		<category><![CDATA[geopolitik]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[negara]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8588</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2026 ternyata tahun yang jauh dari kedamaian. Pasalnya, ini baru sampai Maret, tapi Amerika Serikat (AS) sudah melakukan dua aksi militer ke negara lain yang berdaulat, yakni Venezuela dan Iran. Dengan berbagai dalih, Presiden Donald Trump membenarkan aksinya tersebut, yang jika kita lihat merupakan bentuk intervensi terhadap urusan negara orang lain. Ya, kita memang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/">Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tahun 2026 ternyata tahun yang jauh dari kedamaian. Pasalnya, ini baru sampai Maret, tapi <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/">Amerika Serikat (AS)</a> sudah melakukan dua aksi militer ke negara lain yang berdaulat, yakni <strong>Venezuela</strong> dan <strong>Iran</strong>.</p>



<p>Dengan berbagai dalih, Presiden <strong>Donald Trump </strong>membenarkan aksinya tersebut, yang jika kita lihat merupakan bentuk intervensi terhadap urusan negara orang lain. Ya, kita memang tahu kalau di balik itu ada kepentingan mereka sendiri.</p>



<p>Oh, jangan lupa dengan gebrakannya yang ingin mengambil alih <strong>Greenland</strong> dari Denmark, meskipun mereka sama-sama sekutu di bawah bendera NATO. Mungkin wacana tersebut batal, tapi kita bisa melihat &#8220;serakus&#8221; apa AS di bawah Trump.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-banner-300x150.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-banner-300x150.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-banner-768x384.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-banner-1024x512.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/apapun-yang-mereka-lakukan-salah-banner.jpeg 1280w " alt="Apapun yang Mereka Lakukan, Salah" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/apapun-yang-mereka-lakukan-salah/">Apapun yang Mereka Lakukan, Salah</a></div></div></div><p></p>


<p>Terbaru, Trump juga berencana untuk menyerang <strong>Kuba</strong> yang berada tepat di selatan wilayah negaranya. United Nations (UN) pun tak terlihat batang hidungnya belakangan ini. Sekadar mengecam pun tidak.</p>



<p>Mungkin kita terkejut dengan keputusan Trump yang terkesan arogan tersebut. Namun, jika menengok sejarah, sebenarnya apa yang dilakukan oleh Trump tersebut memang sudah menjadi semacam &#8220;kebiasaan&#8221; AS.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kebiasaan AS Mengurusi Urusan Negara Lain</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8604" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pulau Penuh Kotoran Burung (<a href="https://www.atlasobscura.com/articles/when-the-western-world-ran-on-guano">Atlas Obscura</a>)</figcaption></figure>



<p>Jangankan wilayah yang berdaulat, bahkan pulau kecil yang dipenuhi kotoran burung pun sempat menjadi target AS di masa lalu. Ini bukan mengada-ada, karena di tahun 1800-an, mereka berusaha memonopoli pulau-pulau kecil yang merupakan milik Peru.</p>



<p>Penulis mengetahui fakta ini dari video-video dari <strong>Johnny Harris</strong>. Nantinya, banyak contoh yang Penulis sebutkan di sini bersumber dari videonya. Intinya, mereka bahkan sampai mengancam Peru jika menghalangi bisnis kotoran burung untuk pupuk tersebut.</p>



<p>Menariknya, perkara menguasai pulau penuh kotoran burung tersebut adalah langkah awal AS menuju imperialisme. Namun, di artikel ini kita tidak akan membahas hal tersebut. Fokus kita adalah melihat intervensi AS ke negara lain di masa lalu. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Guatemala dan Pisang</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8603" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">United Fruit Company di Guatemala (<a href="https://therealnews.com/guatemala-and-the-united-fruit-coup-under-the-shadow-episode-2">The Real News</a>)</figcaption></figure>



<p>Di <strong>Guatemala</strong> misalnya, di mana mereka intervensi karena satu alasan: <strong>pisang</strong>! Yup, demi mengamankan bisnis pisang mereka di sana (karena buah tersebut sangat populer di AS), mereka terlibat dalam penggulingan kekuasaan pemerintah yang ingin AS tidak memonopoli bisnis pisang di sana.</p>



<p>Mengapa AS sampai melangkah sejauh itu? Karena <strong>United Fruit Company,</strong> salah satu perusahaan buah terbesar, memiliki seperlima lahan pertanian di negara tersebut! Mereka juga punya infrastruktur lengkap seperti negara di dalam negara dan dukungan militer AS.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Pencaplokan Hawaii dan Gula</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8605" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ratu Liliuokalani (<a href="https://www.biography.com/royalty/liliuokalani">Biography</a>)</figcaption></figure>



<p>Tahu <strong>Hawaii</strong>, bukan? Negara bagian AS berupa kepulauan di Samudra Pasifik tersebut dulunya merupakan sebuah kerajaan berdaulat yang tiba-tiba dianeksasi seenak <em>udel </em>oleh AS. Penyebabnya? Bisnis <strong>gula</strong>!</p>



<p>Awalnya, orang-orang kulit putih di sana datang sebagai misionaris untuk menyebarkan agama kristen. Lantas, mereka justru berbisnis dan salah satunya adalah dengan mendirikan industri gula.</p>



<p>Agar lancar, mereka pun membuat gerakan sistematis untuk menggulingkan pemerintahan yang sah (waktu itu dipimpin oleh <strong>Ratu Liliuokalani</strong>) dan digantikan oleh Sanford Dole yang punya bisnis gula.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Terusan Panama dan Kemerdekaan Panama</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8606" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Apa-yang-Dilakukan-oleh-Trump-Memang-Kebiasaan-Amerika-Serikat-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pembuatan Terusan Panama (<a href="https://www.chimuadventures.com/en/blog/construction-panama-canal">Chimu Adventure</a>)</figcaption></figure>



<p>Tahu <strong>Terusan Panama</strong>, bukan? Pada saat pembuatannya di awal 1900-an, Panama masih merupakan wilayah dari Kolombia. Nah, Kolombia menolak pembuatan kanal yang awalnya dikerjakan oleh arsitektur Prancis (walau berakhir gagal). </p>



<p>Sudah ketebak bukan apa yang terjadi selanjutnya? AS memberi dukungan kepada orang-orang Panama (Panamian) untuk merdeka dari Kolombia (termasuk senjata dan tentara), dengan syarat mereka boleh meneruskan pengerjaan Terusan Panama.</p>



<p>Singkat cerita, revolusi tersebut berhasil dan Panama pun menjadi negara merdeka. AS secara sigap menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan mereka. Terusan Panama pun jadi milik mereka hingga akhirnya dikembalikan ke Panama pada tahun 1999.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Contoh-Contoh Lainnya</h3>



<p>Di <strong>Indonesia</strong> sendiri, AS disebut menjadi<em> </em>dalang di balik lengsernya Sukarno yang sudah semakin ke kiri. Di <strong>Korea</strong>, hari ini ada dua negara (Utara dan Selatan) juga karena andil mereka bersama Uni Soviet. </p>



<p>Mungkin kalau yang lebih baru, adalah ketika mereka <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/amerika-serikat-dan-serangan-serangannya-ke-islam/">meluluhlantakkan <strong>Irak</strong> dan <strong>Libya</strong></a>, yang waktu itu dipimpin oleh <strong>Saddam Hussein </strong>dan <strong>Muammar Khadafi. </strong>Mereka dicap persis seperti pemimpin Venezuela dan Iran, yakni tiran yang harus disingkirkan demi &#8220;kebaikan rakyatnya&#8221;.</p>



<p>Percayalah, contoh-contoh di atas baru sebagian kecil saja. Negara yang satu ini memang hobi intervensi urusan negara orang lain, bahkan semakin parah di bawah kepresidenan Trump.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Intervensi AS di Iran disebut bisa memicu Perang Dunia III, yang sudah kerap disebut sejak Rusia melakukan invasi ke Ukraina. Tentu banyak orang berharap hal tersebut tidak pernah terjadi, mayoritas dari kita hanya ingin hidup dengan damai.</p>



<p>Namun, memang ada pihak-pihak yang rasanya membenarkan peperangan dengan alasan &#8220;damai&#8221;. Secara ironis, hal ini membuat kita teringat dengan Pain dari serial <em>Naruto Shippuden</em>, yang tujuannya akhirnya memang perdamaian dengan cara kekerasan.</p>



<p>Logika yang digunakan Trump juga sesat. Dengan menggunakan logikanya, negara lain juga berhak menyerang AS dengan alasan Trump telah membuat rakyatnya menderita. Lihat saja kelakuan agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) yang beberapa kali membunuh warga sipil.</p>



<p>Mau sampai kapan ia memutuskan untuk <a href="https://whathefan.com/filmserial/ironi-superhero-amerika/">menjadi polisi dunia</a> tanpa dilandasi hukum yang jelas? Penulis benar-benar tidak paham lagi jika sampai ada pemimpin dunia yang memutuskan berada di pihaknya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 Maret 2026, terinspirasi setelah teringat bagaimana aksi ikut campur Amerika Serikat sudah dilakukan sejak dahulu kala</p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/W9KFkBvJcR4">How the U.S. Snagged All These Islands</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/WWBCl8huNMA">How the US Stole Central America (With Bananas)</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/XK2MBnw6RlY">How the US Stole Hawaii</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/D_PtYPnKBJs">How The US Stole The Panama Canal, Mapped</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/">Apa yang Dilakukan oleh Trump Memang Kebiasaan Amerika Serikat</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/apa-yang-dilakukan-oleh-trump-memang-kebiasaan-amerika-serikat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Belajar Sejarah, kok (Cuma) dari TikTok?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/belajar-sejarah-kok-cuma-dari-tiktok/</link>
					<comments>https://whathefan.com/sosial-budaya/belajar-sejarah-kok-cuma-dari-tiktok/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 May 2025 16:07:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[tiktok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8266</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa bulan lalu, seorang teman Penulis bertanya seputar sejarah. Bukan karena Penulis ahli sejarah, tapi karena dia tahu Penulis suka baca buku sejarah. Dia ingin mengonfirmasi beberapa fakta sejarah yang ia temukan di kolom komentar sebuah pos di TikTok. Penulis tak perlu menjabarkan daftar sejarah yang ia ingin konfirmasi, yang jelas banyak fakta yang terpapar [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/belajar-sejarah-kok-cuma-dari-tiktok/">Belajar Sejarah, kok (Cuma) dari TikTok?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa bulan lalu, seorang teman Penulis bertanya seputar sejarah. Bukan karena Penulis ahli sejarah, tapi karena dia tahu Penulis suka baca buku sejarah. Dia ingin mengonfirmasi beberapa fakta sejarah yang ia temukan di kolom komentar <a href="https://whathefan.com/rasa/ketika-mencari-pasangan-menggunakan-standar-tiktok/">sebuah pos di TikTok</a>.</p>



<p>Penulis tak perlu menjabarkan daftar sejarah yang ia ingin konfirmasi, yang jelas banyak fakta yang terpapar di sana cukup mengejutkan dan bikin <em>shock</em>. Penulis pun berusaha mengonfirmasi beberapa fakta yang kebetulan Penulis ketahui.</p>



<p>Nah, belum lama ini, ternyata ada beberapa akun sejarah seperti historia.id yang juga membuat &#8220;klarifikasi&#8221; atas fakta-fakta sejarah yang beredar di kolom komentar di TikTok. Mereka memaparkan sumber-sumber yang lebih kredibel untuk merespons hal tersebut.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/3472656-avengers-endgame-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/3472656-avengers-endgame-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/3472656-avengers-endgame-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/3472656-avengers-endgame-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/3472656-avengers-endgame-banner-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/3472656-avengers-endgame-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton Trailer Avengers: End Game" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-trailer-avengers-end-game/">Setelah Menonton Trailer Avengers: End Game</a></div></div></div><p></p>


<p>Fenomena ini pun berhasil menggelitik <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-belajar-sejarah/">Penulis sebagai penggemar sejarah</a> (bukan ahli sejarah!). Alasannya, banyak yang langsung menelan bulat-bulat fakta sejarah tersebut. Rasanya tak banyak yang berusaha mencari konfirmasi seperti yang dilakukan teman Penulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Tidak Boleh Belajar Sejarah (Hanya) dari TikTok?</h2>



<div class="wp-block-cover"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8268" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Belajar-Sejarah-kok-Cuma-dari-TikTok-1-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Belajar-Sejarah-kok-Cuma-dari-TikTok-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Belajar-Sejarah-kok-Cuma-dari-TikTok-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Belajar-Sejarah-kok-Cuma-dari-TikTok-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Belajar-Sejarah-kok-Cuma-dari-TikTok-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Belajar Sejarah Bermodal TikTok (<a href="https://www.pexels.com/@cottonbro/">cottonbro studio</a>)</p>
</div></div>



<p>Penulis biasa membaca sejarah seutuh mungkin, atau setidaknya menonton video esai di YouTube. Baik di buku maupun YouTube, penjabaran sejarah kerap disajikan secara kronologis, bukan informasi sepotong-potong yang sumbernya tidak jelas atau hanya sekadar desas-desus. </p>



<p>Maka dari itu, ketika mengetahui di TikTok ada banyak potongan sejarah yang sumbernya tak jelas, Penulis pun merasa ini bukan sesuatu yang bisa didiamkan begitu saja. Gawat kalau kita sampai terbiasa <strong>mempercayai sesuatu yang tak jelas dari mana asalnya</strong>.</p>



<p>Penulis paham <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/polemik-larangan-berjualan-di-tiktok-shop/">kehadiran media sosial seperti TikTok</a> memang memudahkan kita untuk mengakses berbagai informasi, termasuk sejarah. Namun, arus informasinya terlalu bebas, sehingga <strong>siapa pun bisa membagikan informasi dan dianggap benar</strong>.</p>



<p>Analoginya begini. Ketika mendengarkan informasi seputar kesehatan, tentu kita harus mengecek siapa yang mengatakan hal tersebut. Misal yang menyampaikan seorang dokter, maka kecil kemungkinan kalau informasi yang disampaikan itu salah atau menyesatkan.</p>



<p>Nah, hal yang sama seharusnya juga berlaku dengan topik sejarah. Kalau orang yang menyampaikan informasi adalah ahli sejarah atau minimal <em>content creator </em>yang terkenal memang selalu melakukan riset mendalam, kita bisa mempercayainya.</p>



<p>Akan tetapi, kalau yang menyampaikan hanya<em> random user </em>yang hanya mengetikkan beberapa baris kalimat di kolom komentar, tentu kita perlu mengecek kebenarannya. Fakta yang ia anggap benar, bisa jadi ternyata tidak pernah terbukti dan hanya menjadi sebuah mitos.</p>



<p>Bayangkan jika kita mempercayai fakta sejarah yang keliru itu, lantas menyebarkannya kepada orang lain. Bukankah itu sama dengan<strong> kita menyebarkan hoaks?</strong> Yang lebih bahaya,<strong> sesuatu yang salah, jika diyakini mayoritas, pada akhirnya akan dianggap benar</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apakah Tidak Boleh Belajar Sejarah dari TikTok?</h2>



<div class="wp-block-cover"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8269" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Belajar-Sejarah-kok-Cuma-dari-TikTok-2-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Belajar-Sejarah-kok-Cuma-dari-TikTok-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Belajar-Sejarah-kok-Cuma-dari-TikTok-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Belajar-Sejarah-kok-Cuma-dari-TikTok-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Belajar-Sejarah-kok-Cuma-dari-TikTok-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Mari Biasakan Recheck Fakta yang Kita Dapatkan (<a href="https://www.pexels.com/@spiritsofmilly/">Melissa Thomas</a>)</p>
</div></div>



<p>Bukannya tidak boleh kita belajar sejarah dari <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">TikTok</a>, toh Penulis yakin banyak <em>content creator </em>yang cukup kredibel dan melakukan riset mendalam sebelum membuat konten. Namun, kita harus lebih kritis dan selektif dalam memilih mana yang bisa dipercaya.</p>



<p>Justru, Penulis berharap konten-konten sejarah di TikTok bisa menimbulkan rasa penasaran bagi penontonnya, lalu mereka jadi mencari informasi lebih lengkapnya di buku maupun video esai. Penulis sangat ingin topik sejarah jadi topik umum di tongkrongan.</p>



<p>Yang Penulis khawatirkan di sini adalah <strong>bagaimana masyarakat belajar sejarah hanya dari beberapa kalimat di kolom komentar</strong>, seperti yang ditunjukkan oleh teman Penulis. Apalagi, ternyata banyak fakta tersebut terbukti keliru atau tidak tepat.</p>



<p>Kita tahu kalau literasi masyarakat kita cukup rendah. Baru baca judul berita saja tanpa membaca isinya sudah langsung tersulut emosi dan menyimpulkan sendiri. Hal yang sama juga bisa terjadi dengan fenomena yang sedang Penulis bahas ini.</p>



<p>Penulis bersyukur karena masih ada pihak-pihak yang berusaha mengoreksi hal ini dengan memaparkan fakta sejarah yang sesungguhnya. Walau tak yakin sanggahan tersebut akan sampai ke semua orang, setidaknya ada usaha untuk memberikan fakta yang benar.</p>



<p>Namun, namanya orang Indonesia, sudah disampaikan fakta dengan sumber yang bisa dipertanggungjawabkan pun <strong>masih <em>ngeyel</em></strong>. Mereka hanya bermodalkan keyakinan bahwa apa yang mereka yakini benar, pendapat selain mereka itu salah.</p>



<p>Padahal yang namanya adu argumen, ya yang siapa sumbernya lebih kuat yang menang. Namun, di sini rasanya siapa yang <em>ngotot </em>itu yang menang. Kalau kata orang Jawa, <em>sing waras ngalah.</em> Ironi memang, karena untuk mempertahankan kebenaran pun kita bisa kalah.</p>



<p>Walau begitu, Penulis tetap berharap ke depannya <strong>kita bisa makin kritis dan tak malas melakukan <em>recheck</em> ketika mendapatkan suatu informasi</strong>, entah itu topik sejarah maupun yang lainnya. </p>



<p>Di era informasi seperti saat ini, kita harus lebih pandai dalam membedakan mana yang benar dan mana yang kurang benar. Masalah fakta sejarah di TikTok ini bisa dibilang hanya sebagian kecil dari permasalahan yang lebih besar.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 21 Mei 2025, terinspirasi setelah banyaknya konten sanggahan atas fakta sejarah yang tersebar di kolom komentar TikTok</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/@suzyhazelwood/">Suzy Hazelwood</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/belajar-sejarah-kok-cuma-dari-tiktok/">Belajar Sejarah, kok (Cuma) dari TikTok?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/sosial-budaya/belajar-sejarah-kok-cuma-dari-tiktok/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manusia adalah Makhluk Paling Berbahaya di Dunia Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/renungan/manusia-adalah-makhluk-paling-berbahaya-di-dunia-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/renungan/manusia-adalah-makhluk-paling-berbahaya-di-dunia-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Sep 2024 15:08:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[amerika]]></category>
		<category><![CDATA[genosida]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[penjajahan]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7908</guid>

					<description><![CDATA[<p>Manusia, atau Homo sapiens, kerap dianggap sebagai makhluk paling sempurna yang ada di dunia ini. Dari sisi agama pun, manusia yang ditunjuk sebagai pemimpin di Bumi, bukan makhluk lain seperti singa, gajah, paus, ataupun kaktus. Dibandingkan spesies lainnya, kita memang memiliki banyak kelebihan. Jika spesies lain menggunakan akalnya untuk sekadar bertahan hidup, maka manusia bisa [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/manusia-adalah-makhluk-paling-berbahaya-di-dunia-ini/">Manusia adalah Makhluk Paling Berbahaya di Dunia Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Manusia, atau <em>Homo sapiens</em>, kerap dianggap sebagai <strong>makhluk paling sempurna yang ada di dunia ini</strong>. Dari sisi agama pun, manusia yang ditunjuk sebagai pemimpin di Bumi, bukan makhluk lain seperti singa, gajah, paus, ataupun kaktus.</p>



<p>Dibandingkan spesies lainnya, kita memang memiliki banyak kelebihan. Jika spesies lain menggunakan akalnya untuk sekadar bertahan hidup, maka manusia bisa menggunakannya untuk mendominasi dunia dan menguras segala isinya tanpa pernah merasa puas. </p>



<p>Hal terebut membuat manusia, bagi Penulis, adalah <strong>makhluk paling berbahaya yang ada di dunia ini</strong>. Tidak hanya berbahaya untuk spesies lainnya hingga menyebabkan kepunahan, manusia juga berbahaya untuk sesamanya dengan melakukan genosida.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan.jpg 1280w " alt="Chapter 51 Misi Penyelamatan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-2/chapter-51-misi-penyelamatan/">Chapter 51 Misi Penyelamatan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Berbahayanya Manusia terhadap Spesies Lainnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7911" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Manusia Kerap Memusnahkan Spesies Lainnya (<a href="https://jurassic-park-institute.fandom.com/wiki/Dodo">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis sedang membaca buku <em>Sapiens Grafis Vol. 1</em> karya Yuval Noah Harari. Pada salah satu babnya, diceritakan bahwa sedang ada pengadilan terhadap nenek moyang <em>Homo sapiens </em>yang hidup di era awal-awal peradaban manusia.</p>



<p>Singkat cerita, intinya ketika manusia pertama kali melakukan migrasi ke Australia, tak lama setelah itu banyak spesies Australia yang mengalami kepunahan. Memang ada faktor lain yang menyebabkan hal tersebut, seperti perubahan iklim yang terjadi.</p>



<p>Ada banyak contoh kepunahan spesies yang disebutkan pada buku tersebut, seperti kanguru setinggi dua meter, singa berkantung, koala raksasa, burung tuna yang lebih besar dari burung unta modern, kadal sepanjang lima meter, hingga diprotodon raksasa.</p>



<p>Ini hanya salah satu contoh yang terjadi puluhan ribu tahun yang lalu. Kalau di era modern, <a href="http://Tokoh &amp; Sejarah6 tahun agoBelajar Waspada Dari Punahnya Burung DodoKita sering mendengar istilah positive thinking yang secara singkat berarti memelihara pikiran yang positif dalam diri kita. Pola pikir seperti ini memang harus dilakukan dalam keseharian...">kepunahan burung dodo di Mauritius</a> menjadi contoh yang paling terkenal. Mereka merupakan jenis burung yang tak bisa terbang, sehingga spesies mereka hanya ada di pulau tersebut.</p>



<p>Karena burung dodo belum pernah melihat manusia sebelumnya, mereka santai-santai saja dan tidak merasa terancam. Hasilnya, hanya dalam waktu singkat mereka punah karena diburu oleh manusia sebagai bahan pangan. Tak tersisa satu ekor pun yang masih hidup saat ini.</p>



<p>Bahkan hingga hari ini, ada banyak sekali spesies yang terancam kepunahannya. Beberapa contohnya adalah badak jawa, eastern lowland gorilla, orangutan tapanuli, dan masih banyak lagi lainnya. </p>



<p>Namun, ternyata manusia tidak hanya berbahaya bagi spesies lain. Manusia juga sangat berbahaya kepada sesama manusia lainnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berbahayanya Manusia terhadap Manusia Lainnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7910" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/manusia-makhuk-paling-berbahaya-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penduduk Asli Benua Amerika (<a href="https://www.history.com/topics/native-american-history/native-american-cultures">History</a>)</figcaption></figure>



<p>Tak hanya memusnahkan spesies hewan, manusia pun dalam sejarahnya kerap memusnahkan sesama manusia lainnya, terutama kepada ras lain. Alasannya pun bervariasi, tapi kebanyakan karena ingin menguasai wilayah lain yang sebenarnya bukan miliknya.</p>



<p>Penulis baru saja menonton sebuah video dokumenter di YouTube dari kanal RealLifeLore yang membahas tentang apa yang tersembunyi di balik hutan Amazon yang misterius. Menurut video tersebut, hutan Amazon adalah salah satu wilayah di permukaan bumi yang masih diliputi banyak misteri.</p>



<p>Salah satu poin dari video tersebut adalah tentang banyaknya suku asli Amerika yang masih hidup di sana. Mereka adalah penduduk asli benua Amerika yang terpinggirkan sejak penjajahan bangsa Eropa ratusan tahun yang lalu. </p>



<p>Melalui video tersebut, diketahui bahwa ketika bangsa Eropa datang pertama kali, diperkirakan ada sekitar 8 juta penduduk asli Amerika yang hidup di sekitar Amazon. Dalam 4 abad saja, jumlah tersebut berkurang drastis hingga tersisa 1 juta penduduk. Pada tahun 1980-an, jumlahnya kembali menyusut hingga tersisa 200 ribu saja.</p>



<p>Data lain menunjukkan bahwa ketika bangsa Eropa datang, diperkirakan ada sekitar 145 juta manusia yang telah menempati benua Eropa. Dua abad kemudian (awal abad 17), jumlah tersebut <strong>habis sekitar 90-95% </strong>karena hanya tersisa 7 hingga 15 juta orang saja atau setara 130 juta orang telah tewas.</p>



<p>Ada juga data yang mengatakan bahwa dari bangsa Spanyol saja telah membunuh sekitar <strong>8 juta penduduk asli Amerika</strong>. Ada juga yang menyebutkan sekitar ada <strong>56 juta orang yang tewas </strong>hanya dalam waktu 100 tahun. Namun, ada data lain yang menyebutkan &#8220;hanya&#8221; <strong>4,7 juta orang </strong>dari awal penjelajahan bangsa Eropa hingga awal abad 19.</p>



<p>Intinya, ada banyak sekali penduduk asli benua Amerika yang terbunuh oleh bangsa Eropa. Tanpa membenarkan perbuatannya, jumlah tersebut membuat<a href="https://whathefan.com/animekomik/antara-eren-thanos-dan-hitler/"> genosida yang dilakukan oleh Adolf Hitler ke bangsa Yahudi</a> jadi terlihat sangat kecil.</p>



<p>Mayoritas pengurangan tersebut tentu saja terjadi karena penjajahan dan perebutan wilayah yang dilakukan oleh bangsa barat, mulai dari Amerika Serikat, Spanyol, Portugal, dan bangsa-bangsa lainnya. Tak hanya itu, mereka pun membawa virus yang bagi masyarakat asli Amerika begitu mematikan karena mereka belum memiliki imunnya.</p>



<p>Kejadian seperti ini tak hanya terjadi di Amerika, tapi juga terjadi di banyak wilayah lainnya. Contohnya adalah suku Aborigin di Australia dan suku Maori yang kini menjadi minoritas di wilayahnya sendiri. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Mari Kita Renungkan&#8230;</h2>



<p>Kita sebagai manusia ternyata telah menjadi makhluk yang paling berbahaya di muka bumi ini. Tak hanya memusnahkan spesien lain hingga punah, kita juga saling berperang satu sama lain demi memuaskan nafsu yang tak pernah bisa dipuaskan.</p>



<p>Jutaan penduduk asli Amerika yang mati karena penjajahan bangsa barat hanya salah satu contoh bagaimana kita sebagai manusia tak bisa menghargai sebuah nyawa. Peristiwa tersebut menjadi contoh bagaimana kita bisa dengan gampangnya melakukan genosida ke bangsa lain.</p>



<p>Coba kira renungkan kembali posisi kita di bumi ini:<strong> sebagai pemimpin di dunia, pantaskah manusia berbuat kerusakan sedemikian besarnya</strong>? Malaikat telah memprediksi hal ini dan mengutarakannya ke Tuhan, tapi Tuhan tetap percaya kepada kita.</p>



<p>Namun, kepercayaan tersebut telah kita rusak sepanjang sejarah. Keserakahan, ambisi, hingga nafsu telah menguasai manusia hingga rela berbuat apa saja tanpa memperhatikan hal lain. Kita seharusnya harus bisa hidup saling berdampingan dengan damai, entah dengan spesies lain maupun dengan sesama manusia.</p>



<p>Memang benar kalau semua kerusakan dan pembantaian yang telah terjadi pasti memiliki hikmahnya. Namun, itu tak bisa dijadikan sebagai pembenaran untuk melakukan perusakan demi perusakan, seolah tak tahu kapan harus berhenti merusak.</p>



<p>Bahkan hingga hari ini, ketika era kolonolialisme dan imperialisme (katanya) telah berakhir, peperangan masih terjadi di mana-mana. Perusakan alam dan pengerukan sumber daya secara tamak masih dilakukan. Ketidakpedulian terhadap lingkungan masih dilakukan.</p>



<p>Mari kita renungkan kembali bersama-sama apa peran kita sebenarnya sebagai manusia di dunia ini: <strong>apakah kita memang ditakdirkan untuk menjadi makhluk paling berbahaya di dunia dan melawan takdirnya sebagai pemimpin yang harusnya membawa kebaikan untuk dunia</strong>?</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 19 September 2024, terinspirasi setelah menonton video dokumenter tentang hutan Amazon yang menjadi rumah bagi penduduk asli Amerika</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.history.com/topics/native-american-history/american-indian-wars-timeline">History</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=uFR0rpvyg9k">What&#8217;s Hidden Under the Trees of the Amazon Rainforest? &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://www.communitycommons.org/entities/5881b499-5621-4cec-916b-05f9e79bfec7#:~:text=European%20settlers%20killed%2056%20million,London%2C%20or%20UCL%2C%20estimate.">European Colonizers Killed So Many Native Americans that It Changed the Global Climate &#8211; Community Common</a><a href="https://edition.cnn.com/2019/02/01/world/european-colonization-climate-change-trnd">s</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/renungan/manusia-adalah-makhluk-paling-berbahaya-di-dunia-ini/">Manusia adalah Makhluk Paling Berbahaya di Dunia Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/renungan/manusia-adalah-makhluk-paling-berbahaya-di-dunia-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koleksi Board Game #23: Trekking Through History</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Sep 2024 06:30:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[card drafting]]></category>
		<category><![CDATA[hobi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7800</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejarah adalah salah satu topik yang Penulis gemari hingga saat ini. Oleh karena itu, jika ada board game bertemakan sejarah, tentu Penulis tertarik. Itulah mengapa akhirnya Penulis memutuskan untuk membeli Trekking Through History. Penulis membeli board game ini di toko langganannya dengan harga Rp800 ribu. Menariknya, saat artikel ini ditulis, harganya sudah naik menjadi Rp875 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/">Koleksi Board Game #23: Trekking Through History</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-belajar-sejarah/">Sejarah adalah salah satu topik yang Penulis gemari</a> hingga saat ini. Oleh karena itu, jika ada <em>board game</em> bertemakan sejarah, tentu Penulis tertarik. Itulah mengapa akhirnya Penulis memutuskan untuk membeli <strong>Trekking Through History</strong>.</p>



<p>Penulis membeli <em>board game </em>ini di toko langganannya dengan harga Rp800 ribu. Menariknya, saat artikel ini ditulis, harganya sudah naik menjadi Rp875 ribu. Bahkan di toko lain di <em>marketplace</em>, harganya sudah di atas satu juta. <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/terlalu-fokus-investasi-sampai-lupa-mengembangkan-diri-sendiri/">Jadi investasi</a>, ya?</p>



<p>Tidak hanya secara tema yang menarik, Penulis juga akan menjelaskan mengenai <em>gameplay </em>dan hal-hal lain yang membuat Trekking Through History masuk ke dalam salah satu <em>board game </em>favoritnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/Promo-KKP-Website-300x188.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/Promo-KKP-Website-300x188.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/Promo-KKP-Website-768x480.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/Promo-KKP-Website-356x223.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/07/Promo-KKP-Website.jpg 800w " alt="Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 1)" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-kulari-ke-pantai-bagian-1/">Setelah Menonton Kulari ke Pantai (Bagian 1)</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Board Game Trekking Through History</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Trekking Through History</li>



<li>Desainer: Charlie Bink</li>



<li>Publisher: Underdog Games</li>



<li>Tahun Rilis: 2022</li>



<li>Jumlah Pemain: 2-4 pemain</li>



<li>Waktu Bermain: 30-60 menit</li>



<li>Rating BGG: 7,6</li>



<li>Tingkat Kesulitan: 1.73/5</li>



<li>Harga: Rp800.000 (Sekarang Rp875.000)</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Bermain Trekking Through History</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Trekking Through History Review: Time Warp Again?" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/BmZdIk5UgmU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Konsep utama dari Trekking Through History adalah <strong>perjalanan waktu</strong>, di mana kita sebagai pemain akan berperan sebagai penjelajah waktu yang akan mengunjungi momen-momen penting di masa lalu. Ceritanya, kita memiliki tiga hari untuk melakukan perjalanan tersebut.</p>



<p>Untuk objektifnya sendiri, pemain dengan poin tertinggi di akhir permainan akan menjadi pemenangnya. Cara untuk mendapatkan poin ini ada banyak, yang akan Penulis jelaskan lebih detail di bawah ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Setup Trekking Through History</h3>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="768" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history1-1.jpg" alt="" class="wp-image-7804" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history1-1.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history1-1-300x225.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history1-1-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Cara Setup Trekking Through History (<a href="https://www.thefamilygamers.com/trekking-through-history/">The Family Gamers</a>)</figcaption></figure>



<p><em>Setup </em>permainan ini cukup banyak, karena komponen yang dimiliki memang cukup banyak. Pertama, letakkan mat yang panjang di tengah arena. Lalu, letakkan <strong>History Cards </strong>dengan tanda romawi I (Day 1) di atas <em>mat</em>, jangan lupa jejerkan lima kartu teratas di tempat yang telah tersedia. </p>



<p>Kartu History Cards memiliki beberapa detail. Pertama adalah <strong>Hour Cost </strong>untuk mengetahui berapa <em>cost </em>untuk mendapatkan kartu tersebut. Setiap pemain memiliki jatah 12 jam per hari, dan pemain yang kehabisan jatah tidak akan bisa melakukan apapun lagi di hari tersebut.</p>



<p>Lalu, ada juga Benefits yang menandakan <strong>Experiece Token</strong> apa saja yang akan didapatkan pemain jika mengambil kartu tersebut. Yang tak kalah penting adalah <strong>Year </strong>yang menandakan kapan event pada History Card terjadi. Selain itu adalah info-info seputar peristiwa sejarah yang terjadi pada kartu tersebut.</p>



<p>Selain itu, ada juga <strong>Ancestor Cards</strong> yang diletakkan di atas <em>deck </em>kartu Event dengan jumlah yang menyesuaikan jumlah pemain. Ancestor Cards ini bersifat sebagai kartu Joker yang bisa diletakkan di mana saja. Selain itu, letakkan <strong>Point Tracker </strong>di dekat tumpukan Ancestor Cards.</p>



<p>Setelah itu, masing-masing pemain akan mendapatkan empat <strong>Itineraries </strong>yang digunakan untuk meletakkan Experience Token, di man tiap putaran bebas memilih akan mengunakan Iterneraries yang mana. </p>



<p>Ada empat  Experiece Token di sini, yakni <strong>Person </strong>(berlambang kepala), <strong>Event </strong>(berlambang kertas), <strong>Innovation </strong>(berlambang lampu), dan <strong>Progress </strong>(berlambang batang tumbuhan). Ada juga <strong>Wild Experience </strong>(berlambang W) yang bisa diletakkan di mana saja.</p>



<p>Selanjutnya, pemain juga akan mendapatkan <strong>Crystal Tank</strong> untuk menampung <strong>Time Crystal </strong>yang digunakan untuk mengurangi konsumsi waktu ketika mengambil kartu. Penulis akan jelaskan apa itu maksudnya sebentar lagi.</p>



<p>Terakhir, letakkan <strong>Clock </strong>yang sangat besar di dekat <em>mat </em>permainan. Setelah itu. letakkan <strong>Pocket Watch </strong>masing-masing pemain mulai dari angka 12. Kedua komponen ini digunakan untuk <em>tracking</em> seberapa banyak jatah yang telah kita gunakan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Urutan Bermain Trekking Through History</h3>



<p>Setelah <em>setup </em>selesai, pemain secara bergantian akan memilih kartu yang tersedia di <em>mat</em>. Saat memilih kartu, pemain harus membayar <em>cost </em>berupa waktu yang ditandai dengan menggerakkan Pocket Watch di Clock. Konsumsi waktu ini bisa dikurangi dengan menggunakan Time Crystal.</p>



<p>Setelah itu, pemain bisa mengambil Experience Token sesuai dengan yang terdapat di kartu dan lambang Experience Token di <em>mat</em>. Letakkan token-token tersebut di Itineraries dan targetkan untuk memenuhinya agar mendapatkan tambahan poin atau token.</p>



<p>Kartu yang telah diambil bisa kamu susun dalam Trek. Ingat dalam meletakkan kartu di Trek, waktunya harus berurutan dari yang terlama hingga yang terbaru. Jika tidak bisa melakukannya, pemain akan menutup Trek tersebut dan membuat Trek baru. </p>



<p>Jika sudah, maka geser History Card di <em>mat </em>hingga terpenuhi. Proses ini akan terus berulang hingga semua pemain menghabiskan semua jatah waktunya. Setelah itu, pemain akan memasuki Day 2 dan mengulangi proses yang sama. Begitu pula ketika memasuki Day 3.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Menghitung Poin di Trekking Through History</h3>



<p>Menghitung poin dilakukan setiap akhir ronde dengan menggerakkan Point Tracker di <em>mat</em>. Dalam setiap ronde, pemain bisa menghitung jumlah poin yang berhasil didapatkan melalui Itenarries-nya. Jangan lupa untuk mengembalikan token yang didapatkan di ronde tersebut.</p>



<p>Sebagai tambahan, di setiap akhir ronde, pemain yang berhasil berhenti tepat di angka 12 akan mendapatkan tiga tambahan poin. Pemain bisa melebihi angka 12, tapi tidak akan mendapatkan tiga tambahan poin.</p>



<p>Di akhir permainan atau setelah tiga ronde, pemain akan menghitung jumlah kartu di setiap Trek yang berhasil dibentuk. Semakin panjang Trek-nya, semakin besar pula poin yang akan didapatkan. Selain itu, Time Crystal yang tidak digunakan juga menambah poin akhir.</p>



<p>Setelah itu, jumlahkan semua poin yang berhasil didapatkan.<strong> Pemain dengan poin tertinggi akan menjadi pemenangnya</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Bermain Trekking Through History</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="642" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2-1024x642.jpg" alt="" class="wp-image-7805" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2-1024x642.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2-300x188.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2-768x482.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/koleksi-board-game-23-trekking-through-history2.jpg 1070w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Gambaran Ketika Sudah Bermain Beberapa Ronde (<a href="https://unfilteredgamer.com/review-trekking-through-history/">Unfiltered Gamer</a>)</figcaption></figure>



<p>Saat membeli <em>board game </em>ini, Penulis sudah menyadari kalau Trekking Through History tidak akan populer di <em>circle </em>Penulis. Selain cukup mikir karena butuh strategi, <strong>tidak ada unsur senggol-senggolan</strong> selain berebut kartu yang ada di <em>mat</em>.</p>



<p>Walau begitu, Penulis tetap memutuskan untuk membelinya karena menyukai tema sejarahnya. Apalagi, <em>board game </em>dengan tipe seperti ini disukai oleh adik Penulis, sehingga setidaknya Penulis masih memiliki teman bermain. Mirisnya, Penulis hampir selalu kalah dan hanya satu kali menang.</p>



<p>Meskipun bisa dimainkan hingga empat orang, <strong><em>board game </em>ini menurut Penulis cocok-cocok saja untuk dimainkan berdua</strong>. Memang, mayoritas <em>drafting board game</em> seru-seru saja walau hanya dimainkan berdua.</p>



<p>Pemilihan History Card-nya, walau terkesan sepele, ternyata <strong>membutuhkan strategi yang jitu agar efektif dan efisien </strong>karena adanya jatah 12 jam per hari. Tidak hanya itu, kita juga diharuskan mengumpulkan token yang tepat untuk memenuhi Ittenaries kita.</p>



<p>Alhasil, dalam setiap putaran, waktu yang dibutuhkan bisa cukup lama karena pemain membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan kartu mana yang paling menguntungkan dengan <em>cost </em>yang serendah mungkin. </p>



<p>Untungnya, sambil menunggu giliran lawan, kita <strong>bisa membaca informasi menarik seputar sejarah</strong> yang ada di belakang kartu. Informasi yang diberikan ringkas dan padat, tapi cukup <em>insightful </em>bagi orang-orang yang suka sejarah seperti Penulis. </p>



<p>Dengan banyaknya History Card yang ada, <em>replaybility</em>-nya terbilang cukup tinggi. Sayangnya, walau setiap <em>game </em>pasti berbeda, ada <strong>perasaan membosankan jika terus memainkannya</strong> karena <em>gameplay</em>-nya memang cukup monoton.</p>



<p>Salah satu poin yang perlu Penulis sorot adalah komponennya. Gila, selain Wingspan, <em>board game </em>ini memiliki <strong>kualitas komponen yang luar biasa</strong>. Mulai dari<em> mat</em>, token, kartu, dan lainnya benar-benar berkualitas ciamik, sehingga wajar jika harganya semakin mahal.</p>



<p>Saat mencari informasi di internet, ternyata salah satu alasan mengapa harganya menjadi lebih mahal karena sekarang yang beredar di pasaran adalah <em>second edition-</em>nya. Tidak banyak perbedaan, hanya di mode yang terbaru memungkinkan pemain untuk bermain sendirian.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 8/10</mark></p>
</blockquote>



<p>Board game selanjutnya yang akan Penulis bahas sebenarnya merupakan versi lain dari board game yang sudah Penulis miliki. Ini adalah pertama kalinya Penulis melakukan hal tersebut, karena Penulis biasanya memprioritaskan<em> board game </em>yang benar-benar baru.</p>



<p>Board game tersebut adalah <strong>Saboteur: The Dark Cave</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 9 September 2024, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri artikel <em>board game </em>ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/">Koleksi Board Game #23: Trekking Through History</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-23-trekking-through-history/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Amerika Serikat Mendapatkan Wilayahnya (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Jul 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[wilayah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7602</guid>

					<description><![CDATA[<p>Amerika Serikat/AS (atau United States of America/USA) adalah negara adidaya yang kuasanya di dunia tak perlu dipungkiri lagi. Sejak Perang Dunia II dan runtuhnya Uni Soviet, AS seolah menobatkan dirinya sebagai raja dunia, sang adikuasa. Hal ini terlihat dari bagaimana di era modern, ada banyak sekali intervensi yang dilakukan oleh AS ke negara lain, terutama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/">Bagaimana Amerika Serikat Mendapatkan Wilayahnya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Amerika Serikat/AS (atau United States of America/USA) adalah negara adidaya yang kuasanya di dunia tak perlu dipungkiri lagi. Sejak Perang Dunia II dan runtuhnya Uni Soviet, AS seolah menobatkan dirinya sebagai raja dunia, sang adikuasa.</p>



<p>Hal ini terlihat dari bagaimana di era modern, ada banyak sekali intervensi yang dilakukan oleh AS ke negara lain, terutama ketika ada kepentingan mereka. Entah ada berapa konflik yang telah mereka timbulkan, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.</p>



<p>Merdeka pada tanggal 4 Juli 1776, AS tidak langsung sebesar sekarang. Luas wilayahnya ketika merdeka hanya terdiri dari pantai timur Amerika yang merupakan gabungan 13 koloni Inggris yang memberontak. Lantas, bagaimana mereka bisa jadi seluas (dan sekuat) sekarang?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/arnaud-jaegers-253360-unsplash-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/arnaud-jaegers-253360-unsplash-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/arnaud-jaegers-253360-unsplash-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/arnaud-jaegers-253360-unsplash-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/arnaud-jaegers-253360-unsplash-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/08/arnaud-jaegers-253360-unsplash.jpg 1215w " alt="Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/memilih-pemimpin-dengan-kedewasaan-berpolitik/">Memilih Pemimpin dengan Kedewasaan Berpolitik</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Cara Pertama Amerika Serikat Mendapatkan Wilayah: Membeli</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7606" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wilayah Awal Amerika Serikat (<a href="https://www.havefunwithhistory.com/13-colonies-in-order/">Have Fun with History</a>)</figcaption></figure>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung di atas, AS memperoleh kemerdekaannya setelah 13 koloni memutuskan untuk berpisah dengan Inggris. Ketigabelas koloni tersebut terletak di sisi pantai timur, yang terdiri dari: </p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Virginia – Didirikan tahun 1607</li>



<li>New York – Didirikan tahun 1626</li>



<li>Massachusetts Bay – Didirikan tahun 1630</li>



<li>Maryland – Didirikan tahun 1633</li>



<li>Rhode Island – Didirikan tahun 1636</li>



<li>Connecticut – Didirikan tahun 1636</li>



<li>New Hampshire – Didirikan tahun 1638</li>



<li>Delaware – Didirikan tahun 1638</li>



<li>North Carolina – Didirikan tahun 1653</li>



<li>South Carolina – Didirikan tahun 1663</li>



<li>New Jersey – Didirikan tahun 1664</li>



<li>Pennsylvania – Didirikan tahun 1682</li>



<li>Georgia – Didirikan tahun 1732</li>
</ol>



<p>Setelah Amerika Serikat merdeka, ada beberapa negara bagian yang bergabung secara sukarela (seperti Yogyakarta yang memutuskan bergabung dengan Republik Indonesia) seperti Vermont pada tahun 1791. Sebelumnya, Vermount merupakan sebuah republik yang merdeka. Namun, kali ini Penulis akan fokus ke negara bagian yang didapatkan dengan <strong>cara membeli</strong>. </p>



<p>Pembelian wilayah pertama yang dilakukan AS adalah wilayah <strong>Louisiana</strong> dari Prancis pada tahun 1803. Pada saat itu, <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">Napoleon Bonaparte</a> sedang membutuhkan tambahan anggaran untuk membiayai penakhlukan Eropanya.</p>



<p>Harga yang dibayarkan oleh AS saat itu adalah <strong>$15 juta</strong>, atau setara dengan $350 juta (Rp5,6 triliun) setelah dihitung dengan inflasi. Tentu itu jumlah yang relatif murah, mengingat wilayah AS menjadi bertambah dua kali lipat waktu itu. Namun, ada yang mengatakan AS juga mengeluarkan biaya lain-lain sehingga <em>total cost</em>-nya menjadi $2,6 miliar (Rp42 triliun).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-1024x576.jpg" alt="" class="wp-image-7608" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1-1536x864.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-2-1.jpg 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">The Louisiana Purchase (<a href="https://www.history.com/topics/19th-century/louisiana-purchase">History</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah mendapatkan wilayah Louisiana, wilayah selanjutnya yang dibeli oleh AS adalah wilayah <strong>Florida</strong>, yang saat itu berada di kekuasaan Spanyol. Pembelian dilakukan dengan Perjanjian Adams-Onís pada tahun 1819, di mana AS membayar seharga<strong> $5 juta </strong>($104 juta/Rp1,6 triliun) kepada Spanyol.</p>



<p>Setelah perang melawan Meksiko (Penulis akan jelaskan di bawah), AS juga membeli wilayah <strong>Gadsden </strong>pada tahun 1854 seharga <strong>$10 juta</strong> ($314 juta/Rp5,1 triliun) dari Meksiko. Pembelian ini semakin memperluas wilayah AS di wilayah pantai barat.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="718" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3-1024x718.webp" alt="" class="wp-image-7609" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3-1024x718.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3-300x210.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3-768x538.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-us-1-3.webp 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">The Gadsden Purchase (<a href="about:blank">Reddit</a>)</figcaption></figure>



<p>Pembelian lain yang tak kalah besar adalah pembelian wilayah <strong><a href="about:blank">Alaska </a></strong>dari Rusia pada tahun 1867, yang saat itu dibeli dengan harga yang sangat murah, yakni $7,2 juta. Rusia merasa wilayah tersebut terlalu jauh dari ibukota dan sangat rentan diserang, sehingga memutuskan untuk menjualnya saja ke AS.</p>



<p>Masalahnya, Rusia tak sadar kalau di Alaska penuh dengan sumber daya alam. Melalui <a href="https://whathefan.com/animekomik/detail-pada-karya-don-rosa/">komik Paman Gober</a>, Penulis mengetahui kalau di daerah ini sempat ada demam emas. Bahkan, Gober sendiri mendapatkan emas pertamanya di daerah Klondike. Alaska juga memiliki minyak mentah yang cukup banyak, empat terbesar di AS.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7610" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Selain pembelian-pembelian besar yang dilakukan AS di atas, masih ada banyak pembelian lain yang skalanya lebih kecil. Contohnya adalah pembelian wilayah Guntanamo pada tahun 1898 untuk penjara dan wilayah di Panama untuk pembuatan Panama Canal pada tahun 1904.</p>



<p>Jangan lupakan juga kalau AS sering membeli wilayah dari penduduk asli benua Amerika, yang sering kita sebut sebagai suku Indian. Namun, perlu diingat kalau proses transaksi mereka tidak berlangsung damai. Penulis akan bahas lebih detail di bagian selanjutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Serang Dulu, Beli Kemudian</h2>



<p>Tidak semua pembelian wilayah yang dilakukan oleh AS berlangsung dengan damai. Ada beberapa yang harus melalui perang terlebih dahulu. Oleh karena itu, harganya pun bisa menjadi jauh lebih murah seolah cuma menjadi formalitas semata.</p>



<p>Wilayah yang didapatkan dengan cara ini adalah<strong> sisi pantai barat Amerika </strong>(termasuk wilayah California), yang sebenarnya dimiliki oleh Meksiko setelah memperoleh kemerdekaan dari Spanyol. Perang pun terjadi antara AS dan Meksiko pada tahun 1848.</p>



<p>Perang tersebut dimenangkan oleh AS, dan mereka pun membeli wilayah tersebut dengan harga yang sangat murah, yakni<strong> $15 juta</strong> ($500 juta/Rp8,1 triliun). Jumlah tersebut hanya selisih sedikit dengan wilayah Gadsden yang jauh lebih kecil.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="678" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-1024x678.png" alt="" class="wp-image-7611" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-1024x678.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-300x199.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-768x508.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-1536x1017.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/wilayah-as-5-2048x1356.png 2048w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Wilayan Meksiko yang &#8220;Dibeli&#8221; Secara Paksa oleh AS (<strong>Wikipedia</strong>)</figcaption></figure>



<p>Wilayah lain yang didapatkan dengan cara serupa adalah <strong>Filipina</strong>, kali ini lawannya dalam perang adalah Spanyol. Perang terjadi pada tahun 1898, di mana Filipina sebenarnya telah lama menjadi jajahan Spanyol. Namun, mereka kalah dalam perang. </p>



<p>Setelah menang, AS menggelontorkan dana sebesar<strong> $20 juta</strong> ($636 juta/Rp10 triliun), meskipun pada akhirnya Filipina bisa memerdekakan diri. AS juga mendapatkan Guam dan Puerto Rico secara gratis dari Spanyol, dan tetap menjadi wilayah mereka hingga saat ini. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Kalau ditotal, uang yang dikeluarkan oleh AS untuk membeli wilayahnya adalah $2,8 miliar (kurs sekarang) atau setara Rp45 triliun. Jelas itu jumlah yang sangat kecil, mengingat wilayah yang mereka dapatkan dengan cara ini setara dengan 54% luas wilayah mereka saat ini.</p>



<p>Sebenarnya pembelian wilayah yang dilakukan oleh AS agak menggelikan, karena mereka seolah hanya membeli hak menjajah dari bangsa lain. Ketika membeli Louisiana misalnya, wilayah tersebut merupakan jajahan Prancis dari penduduk asli Amerika.</p>



<p>Analoginya, ada dua orang maling masuk ke rumah orang kaya. Setelah menyekap pemilik rumah, kedua maling tersebut memilih kamar. Ternyata, kamar salah satu maling terasa sempit, sehingga ia memutuskan untuk membeli kamar milik maling satunya. Lucu.</p>



<p>Sejak merdeka pertama kali dari Inggris pun sebenarnya sudah konyol, karena mereka mendirikan koloni di tanah orang dan mengklaim itu miliknya. Perang kemerdekaan atas Inggris seolah hanya dilakukan agar mereka bisa lebih bebas tanpa terikat &#8220;tuan tanah.&#8221;</p>



<p>Namun, ada cara lain yang AS gunakan untuk memperoleh wilayahnya. Cara ini mereka gunakan ke beberapa wilayah untuk memperluas wilayah mereka sendiri atau mendapatkan sumber daya yang ada di sana. Cara tersebut adalah <strong>aneksasi </strong>dan <strong>pengusiran</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 5 Juni 2024, terinspirasi setelah menonton banyak video tentang bagaimana Amerika Serikat mendapatkan wilayahnya</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.noaa.gov/news-release/noaas-office-of-space-commerce-gets-new-director">NOAA</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Historical_regions_of_the_United_States" target="_blank" rel="noreferrer noopener"></a><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Historical_regions_of_the_United_States">Historical regions of the United States &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://www.loc.gov/collections/meeting-of-frontiers/articles-and-essays/colonization/american-acquisition-and-migration/">American Acquisition and Migration | Colonization | Articles and Essays | Meeting of Frontiers | Digital Collections | Library of Congress (loc.gov)</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/VeuN69KKl0E" target="_blank" rel="noreferrer noopener">How the United States of America Expanded (1776-1900)</a></li>



<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=psrU2waz7iY">How The U.S. Bought Most Of Its Territory (youtube.com)</a><br><a href="https://youtu.be/kTKogX9O7dY" target="_blank" rel="noreferrer noopener"></a><a href="https://www.youtube.com/watch?v=kTKogX9O7dY">How the USA Colonized the USA, Mapped (youtube.com)</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/">Bagaimana Amerika Serikat Mendapatkan Wilayahnya (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-amerika-serikat-mendapatkan-wilayahnya-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-hoegeng-polisi-dan-menteri-teladan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-hoegeng-polisi-dan-menteri-teladan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jun 2024 04:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Hoegeng]]></category>
		<category><![CDATA[polisi]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7560</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mungkin sudah banyak yang mengetahui kalau polisi yang tak bisa disuap di Indonesia, menurut Gus Dur, hanya ada tiga: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng. Karena muncul dari mulut mantan presiden Republik Indonesia, tentu nama Hoegeng berhasil menarik perhatian banyak orang, termasuk Penulis. Oleh karena itu, Penulis pun akhirnya ingin mengetahui lebih dalam tentang sosok [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-hoegeng-polisi-dan-menteri-teladan/">[REVIEW] Setelah Membaca Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Mungkin sudah banyak yang mengetahui kalau polisi yang tak bisa disuap di Indonesia, menurut Gus Dur, hanya ada tiga: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng. Karena muncul dari mulut mantan presiden Republik Indonesia, tentu nama Hoegeng berhasil menarik perhatian banyak orang, termasuk Penulis.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis pun akhirnya ingin mengetahui lebih dalam tentang sosok Hoegeng dan membeli buku <em>Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan </em>yang ditulis oleh Suhartono. Buku ini disusun berdasarkan dari kisah yang diceritakan mantan sekretaris Hoegeng, yaitu Soedharto.</p>



<p>Mengingat bukunya yang cukup tipis, Penulis tidak terlalu berharap kalau isinya akan menceritakan kisah hidup Hoegeng secara rinci dan lengkap. Namun, mengingat buku ini diterbitkan oleh Kompas yang terkenal akan kualitasnya, Penulis pun memutuskan untuk membacanya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1.jpg 2048w " alt="Chapter 15 Tidak, Terima Kasih" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/chapter-15-tidak-terima-kasih/">Chapter 15 Tidak, Terima Kasih</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan</em></li>



<li>Penulis: Suhartono</li>



<li>Penerbit: Penerbit Buku Kompas</li>



<li>Cetakan: Ketujuh (Edisi Revisi)</li>



<li>Tanggal Terbit: September 2022</li>



<li>Tebal: 182 halaman</li>



<li>ISBN: 9789797097691</li>



<li>Harga: Rp75.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis Buku Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><em>“Di Indonesia hanya ada tiga polisi yang tak bisa disuap: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng” — KH Abdurrahman Wahid </em></p>
</blockquote>



<p><em>Generasi muda kini mungkin tak lagi tahu, Hoegeng yang dimaksud Presiden Abdurrahman Wahid dalam kata katanya di atas adalah almarhum Jenderal (Pol.) Hoegeng Iman Santoso, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di zaman transisi Orde Lama menuju Orde Baru. Sebagai polisi, Hoegeng dikenal jujur, sederhana, dan tak kenal kompromi. Karenanya, seperti polisi tidur, ia tak bisa disuap. </em></p>



<p><em>Namun, bagaimana kiprah Hoegeng ketika ia dipercaya Presiden Soekarno menjadi Menteri/Sekretaris Presidium Kabinet dan Menteri Iuran Negara, serta Kepala Jawatan Imigrasi Indonesia pada periode tahun 1961-1966? </em></p>



<p><em>Buku ini tak hanya menuturkan keteladanan Hoegeng sebagai polisi dan birokrat. Juga ada kisah hubungan Hoegeng dan Soedharto Martopoespito yang berakhir tragis. Cengkeraman kekuasaan Orde Baru memutuskan hubungan akrab di antara keduanya. Setelah Hoegeng bergabung dengan kelompok Petisi 50, sebagai PNS di kantor Menko Polkam, Dharto tak pernah berani lagi berhubungan secara pribadi dengan mantan atasannya itu. </em></p>



<p><em>Ditulis oleh Suhartono, wartawan harian Kompas berdasarkan kisah Soedharto Martopoespito, mantan sekretaris Hoegeng.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Isi Buku Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan</h2>



<p>Berbeda dengan kebanyakan buku biografi pada umumnya yang menjelaskan kisah biografi secara kronologis, buku ini tidak menceritakan kisah hidup Hoegeng seperti itu. Bisa dibilang, format yang digunakan mirip dengan Seri Tokoh Tempo.</p>



<p>Edisi revisi ini menambahkan tiga bab yang diletakkan di depan lima bab sebelumnya. Ketiga bab tersebut berfungsi sebagai pelengkap, karena lima bab asli buku ini benar-benar murni dari hasil wawancara dengan mantan sekretaris Hoegeng.</p>



<p>Tiga bab tambahan tersebut berjudul 1) Antara Hoegeng dan Bung Karno 2) Legenda versus Realitas 3) Diusulkan Pahlawan Nasional. Sedangkan lima bab aslinya sendiri berjudul 4) Mengenal Hoegeng 5) Kesederhanaan Tanpa Pamrih 6) Kenangan Tugas Masa Lalu 7) Pegangan Hidup 8) Hari-Hari Bersama Keluarga 9) Silahturami yang Terputus.</p>



<p>Bisa dilihat dari judul bab-bab tersebut jika format buku ini bukan kronologis seperti kebanyakan buku biografi. Sebagian besar buku ini menyorot sepak terjang Hoegeng ketika memiliki sekretaris Soedarto. Di luar itu, tidak banyak hal yang dibahas.</p>



<p>Tentu ada bagian-bagian yang menjelaskan bagaimana Hoegeng sebagai polisi, menteri, bahkan anggota Petisi 50 bersama Ali Sadikin dan lainnya. Namun, sekali lagi, buku ini lebih banyak menyorot hubungan personal antara Hoegeng dan Soedharto.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan</h2>



<p>Setelah membaca buku ini, jujur saja Penulis merasa kecewa karena isinya yang kurang mendalam dan justru terlalu fokus dengan hubungan Hoegeng dan mantan sekretarisnya. Memang hal tersebut disebutkan dalam sinopsis, tapi Penulis tidak menyangka itu justru mendominasi isi buku ini.</p>



<p>Kalau boleh jujur, buku ini lebih cocok berjudul <em>Hoegeng di Mata Mantan Anak Buahnya. </em>Judul tersebut terasa lebih menggambarkan isi buku ini, seperti buku <em>Bung Hatta di Mata Tiga Putrinya</em>. Pembaca jadi mendapatkan gambaran kalau isi bukunya ya memang menurut perspektif orang lain.</p>



<p>Kalau buku ini, dari judulnya tentu pembaca akan berekspektasi kalau isinya akan banyak mengulas kiprah Hoegeng sebagai polisi dan menteri. Memang dibahas, tapi sangat <em>basic </em>seperti informasi yang bisa ditemukan di Wikipedia. </p>



<p>Fakta-fakta menarik yang menunjukkan kesederhanaan Hoegeng pun rasanya sudah banyak dibahas entah di situs web maupun media sosial. Tidak ada yang spesial dengan isi buku ini, kecuali jika pembacanya mungkin belum pernah mendengar nama Hoegeng sama sekali.</p>



<p>Di sisi lain, mungkin hal tersebut membuat buku ini mudah dipahami karena isinya ya memang sederhana. Kalau untuk sekadar sebagai penambah <em>insight </em>tentang sosok Hoegeng yang luar biasa, buku ini bisa melakukannya.</p>



<p>Setidaknya, setelah membaca buku <em>Hoegeng </em>ini, kita bisa mendapatkan gambaran bagaimana sosok polisi jujur yang satu ini seharusnya bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Hoegeng sudah seharusnya menjadi standar bagi para pejabat publik di Indonesia. </p>



<p>Untuk kisah hidup Hoegeng, Penulis jelas akan memberikan skor 10/10 untuk beliau. Akan tetapi, untuk kualitas bukunya sendiri, Penulis akan memberikan skor yang cukup rendah untuk ukuran buku terbitan Kompas.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 4/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 29 Juni 2024, terinspirasi setelah membaca buku <em>Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan </em>karya Suhartono</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-hoegeng-polisi-dan-menteri-teladan/">[REVIEW] Setelah Membaca Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-hoegeng-polisi-dan-menteri-teladan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Ali Sadikin</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ali-sadikin/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ali-sadikin/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Jun 2024 15:39:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Ali Sadikin]]></category>
		<category><![CDATA[biografi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tempo]]></category>
		<category><![CDATA[tokoh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7493</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika disuruh menyebutkan satu saja gubernur Jawa Timur yang melegenda, Penulis tidak akan bisa menyebutkan satu nama pun. Namun, kalau pertanyaannya diganti gubernur Jakarta, Penulis akan langsung menjawab Ali Sadikin. Penulis tidak benar-benar ingat dari mana nama Ali Sadikin muncul di kehidupan Penulis. Yang Penulis tahu, beliau adalah sosok gubernur yang sangat terkenal dan banyak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ali-sadikin/">[REVIEW] Setelah Membaca Ali Sadikin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika disuruh menyebutkan satu saja gubernur Jawa Timur yang melegenda, Penulis tidak akan bisa menyebutkan satu nama pun. Namun, kalau pertanyaannya diganti gubernur Jakarta, Penulis akan langsung menjawab <strong>Ali Sadikin</strong>.</p>



<p>Penulis tidak benar-benar ingat dari mana nama Ali Sadikin muncul di kehidupan Penulis. Yang Penulis tahu, beliau adalah sosok gubernur yang sangat terkenal dan banyak prestasinya. Seperti apa kebijakan yang ia buat hingga bisa menjadi sosok populis tidak Penulis ketahui.</p>



<p>Nah, kebetulan Tim TEMPO merilis buku biografi singkatnya, yang menyadi edisti terbaru <a href="https://whathefan.com/buku/pelengkap-keping-sejarah-pada-seri-buku-tempo-soeharto/">Seri Buku Tempo</a> setelah sekian lama. Mengingat Penulis mengoleksi serinya, tentu saja Penulis membaca buku ini, sekalian belajar apa saja terobosan yang pernah dilakukan oleh Ali Sadikin.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/dragon-force-guitar-hero-banner.jpg 1280w " alt="DragonForce, Guitar Hero, dan Legasi yang Ditinggalkan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/dragonforce-guitar-hero-dan-legasi-yang-ditinggalkan/">DragonForce, Guitar Hero, dan Legasi yang Ditinggalkan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku Ali Sadikin</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Ali Sadikin: Gubernur Jakarta yang Melampaui Zaman</em></li>



<li>Penulis: Tim TEMPO</li>



<li>Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia</li>



<li>Cetakan: Pertama</li>



<li>Tanggal Terbit: November 2023 </li>



<li>Tebal: 130 halaman</li>



<li>ISBN: 9786231341167</li>



<li>Harga: Rp75.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis Ali Sadikin</h2>



<p><em>Sejarah Jakarta tak bisa dilepaskan dari sosok Ali Sadikin. Ditunjuk langsung sebagai Gubernur DKI Jakarta (menjabat 1966-1977) oleh Presiden Sukarno, Bang Ali-begitu dia biasa disapa-dinilai mampu mengatasi berbagai problem yang melanda ibu kota. Selama 11 tahun menjabat gubernur, Bang Ali tidak hanya meletakkan fondasi perkembangan Jakarta, tetapi juga menunjukkan bagaimana seharusnya kota yang bermartabat sekaligus hijau dibangun.</em></p>



<p><em>Bagi Bang Ali, Jakarta harus menjadi ibu kota yang mencerminkan kebanggaan nasional, sesuai cita-cita Bung Karno. Untuk itu, dia berupaya mewujudkan Jakarta yang manusiawi, berbudaya, nyaman, dan tertib. Dia membangun berbagai fasilitas publik dan memperbaiki kampung kumuh, berupaya mengatasi banjir dengan menyiapkan kawasan hijau yang mengelilingi ibu kota, membangun tempat berkumpul bagi para seniman, dan ikut mendirikan Lembaga Bantuan Hukum Jakarta.</em></p>



<p><em>Namun, kepemimpinan Bang Ali bukan tanpa kontroversi. Dia, misalnya, melegalkan perjudian dan memungut pajaknya untuk mengubah wajah kota yang suram menjadi metropolis. Bang Ali tidak peduli meski dicaci maki dan dijuluki-gubernur maksiat-. Setelah tidak menjabat gubernur, dia bergabung dengan kelompok Petisi 50 dan tak ragu menunjukkan sikap politik yang berseberangan dengan Presiden Soeharto.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Isi Buku Ali Sadikin?</h2>



<p>Seperti biasa, Seri Buku Tempo tidak menjabarkan kisah sosok yang diangkat secara kronologis. Hanya beberapa kejadian penting saja yang diulas, atau dalam konteks Ali Sadikin, lebih banyak menyorot kebijakan yang pernah ia buat.</p>



<p>Ada dua bab utama dalam buku ini, yakni &#8220;<strong>Nahkoda Koppig Ibu Kota</strong>&#8221; yang menjabarkan sepak terjang Ali selama menjadi gubernur, dan &#8220;<strong>Oposan Setelah Jabatan</strong>&#8221; yang menceritakan kisah Ali yang <a href="https://whathefan.com/politik-negara/negara-tanpa-oposisi/">menjadi oposisi</a> dari Presiden Soeharto.</p>



<p>Hampir semua daftar kebijakan yang dibuat oleh Ali sebenarnya sudah disebutkan di bagian sinopsis di atas. Isi bukunya mengelaborasi kebijakan-kebijakan tersebut secara lebih detail, baik yang positif maupun yang kontroversial.</p>



<p>Salah satu raihan positif yang pernah Ali selama menjabat sebagai seorang gubernur adalah melakukan revitalisasi kota Jakarta menjadi lebih modern, mirip dengan yang dilakukan oleh <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">Napoleon III ke Paris</a>.</p>



<p>Kebijakan yang paling kontroversial tentu saja bagaimana ia melegalkan perjudian untuk menambah anggaran daerah. Uang pemasukan dari sektor tersebut ia gunakan untuk <a href="https://whathefan.com/politik-negara/banjir-jakarta-salah-siapa/">membangun Jakarta</a> menjadi kota modern.</p>



<p>Untuk bagian kedua, sebenarnya lebih menjelaskan posisi Ali yang memutuskan untuk berseberangan dengan Soeharto. Waktu itu, bahkan ada yang menyebut kalau Ali dan Soeharto seolah menjadi matahari kembar.</p>



<p>Ali juga bergabung dengan kelompok Petisi 50 yang berisi beberapa tokoh, termasuk Hoegeng yang buku biografinya juga baru saja Penulis tamatkan (artikel<em> review-</em>nya akan menyusul minggu depan). </p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku Ali Sadikin</h2>



<p>Penulis selalu suka dengan buku-buku Seri Buku Tempo yang menyorot banyak tokoh nasional secara singkat, tapi penuh dengan fakta menarik yang disusun secara cermat dan berkualitas. Bahasanya pun menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.</p>



<p>Buku <em>Ali Sadikin </em>ini pun juga masih mempertahankan hal tersebut. Namun, Penulis merasa kalau edisi yang kali ini agak repetitif hingga terkesan dipanjang-panjangkan agar memenuhi syarat untuk diterbitkan menjadi sebuah buku. </p>



<p>Info yang disampaikan cuma itu-itu saja, seolah baca sinopsisnya saja sudah cukup. Entah mengapa Penulis merasa elaborasi di setiap bagiannya terasa kurang mendalam. Ini sangat berbeda dengan beberapa Seri Buku Tempo lain yang pernah Penulis baca.</p>



<p>Apakah itu karena kisah hidup Ali Sadikin memang kurang memiliki banyak cerita menarik? Rasanya tidak. Keputusan Tempo untuk mengangkat kisah Ali Sadikin sudah cukup menjadi bukti bagaimana ia memang seorang tokoh nasional yang layak dipelajari kisah hidupnya.</p>



<p>Setidaknya, Penulis jadi mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengapa Ali Sadikin dianggap sebagai seorang mantan gubernur Jakarta yang legendaris. Kiprahnya selama menjabat telah menjadi standar untuk gubernur-gubernur selanjutnya.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Skor: 7/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 22 Juni 2024, terinspirasi setelah membaca buku <em>Ali Sadikin </em>dari Tim Tempo</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ali-sadikin/">[REVIEW] Setelah Membaca Ali Sadikin</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ali-sadikin/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Jun 2024 15:03:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kaisar]]></category>
		<category><![CDATA[kekuasaan]]></category>
		<category><![CDATA[Napoleon III]]></category>
		<category><![CDATA[Prancis]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7339</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gara-gara menulis tentang nepotisme yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte (selanjutnya akan Penulis sebut Napoleon I) secara kebablasan, Penulis jadi penasaran dengan sosok Louis-Napoleon Bonaparte, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Napoleon III. Meskipun bukan keturunan langsung dari Napoleon I (karena Napoleon II meninggal di usia muda), Napoleon III merupakan keponakan langsungnya. Ia merupakan anak dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Gara-gara menulis tentang <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/nepotisme-kebablasan-ala-napoleon-bonaparte/">nepotisme yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte</a> (selanjutnya akan Penulis sebut Napoleon I) secara kebablasan, Penulis jadi penasaran dengan sosok <strong>Louis-Napoleon Bonaparte</strong>, atau yang lebih dikenal dengan sebutan <strong>Napoleon III</strong>.</p>



<p>Meskipun bukan keturunan langsung dari Napoleon I (karena Napoleon II meninggal di usia muda), Napoleon III merupakan keponakan langsungnya. Ia merupakan anak dari Louis Bonaparte, adik Napoleon I yang pernah menjadi raja Belanda.</p>



<p>Napoleon III pertama kali menjadi presiden pada periode 1848-1852. Saat itu, Prancis baru saja melakukan reformasi (lagi) dengan menggulingkan raja terakhir Prancis, Louis Philippe I. Naas, Napoleon III justru membangkitkan lagi kekaisaran Prancis seperti zaman pamannya dulu.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/dua-drama-euro-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/dua-drama-euro-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/dua-drama-euro-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/dua-drama-euro-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/dua-drama-euro-banner.jpg 1200w " alt="Dua Drama di Dua Pertandingan Euro 2024 yang Membosankan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/dua-drama-di-dua-pertandingan-euro-2024-yang-membosankan/">Dua Drama di Dua Pertandingan Euro 2024 yang Membosankan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebelum Menjadi Presiden Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7371" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-1-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Revolusi Prancis Kedua pada Tahun 1948 (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Revolutions_of_1848">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Pada tahun 1808, Charles-Louis Napoléon Bonaparte lahir dari pasangan <strong>Louis Bonaparte </strong>dan <strong>Hortense de Beauharnis</strong>, yang merupakan merupakan anak tgiri Napoleon I alias anak dari Josephine dari pernikahan sebelumnya. </p>



<p><em>(Fun fact: Tanggal lahir Napoleon III sama dengan Penulis, yakni 20 April)</em></p>



<p>Ketika semua keluarga Bonaparte diasingkan setelah lengsernya Napoleon I, ia pun harus berpindah-pindah tempat tinggal hingga akhirnya lebih banyak menetap di Swiss. Semasa remaja hingga beranjak dewasa, Napoleon III menyadari kalau simpatisan Bonaparte di Prancis ternyata masih cukup besar. </p>



<p>Hal tersebut memotivasi Napoleon III untuk melakukan kudeta pada tahun 1836 terhadap raja yang saat itu sedang berkuasa, <strong>Louis-Philippe</strong>. Sayangnya, kudeta tersebut gagal total dan ia pun melarikan diri kembali ke Swiss.</p>



<p>Kegagalan kudeta tidak mematahkan semangatnya untuk menjadi pemimpin Prancis. Pada tahun 1840, ketika ia hidup di London, Napoleon III merencanakan untuk melakukan kudeta kedua. Sekali lagi, kudeta tersebut gagal total dan membuatnya dipenjara seumur hidup.</p>



<p>Pada tahun 1848, Prancis kembali mengalami revolusi yang membuat Raja Louis Phillippe turun tahta. Napoleon III, yang sebelumnya berhasil kabur dari penjara dan kembali ke Inggris, mengambil kesempatan tersebut untuk kembali ke Prancis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebagai Presiden Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7372" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-III-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Napoleon III (<a href="https://art.thewalters.org/detail/597/portrait-of-napoleon-iii/">The Walters</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah revolusi tersebut, diadakanlah pemilu untuk memilih presiden, di mana Napoleon III mencalonkan diri dan berhasil menang dengan jumlah suara yang mencapai 74,2%. Setelah puluhan tahun berlalu, seorang Bonaparte kembali menjadi pemimpin Prancis. </p>



<p>Napoleon III mulai menjabat sebagai presiden Prancis pada tahun <strong>1848</strong>. Pada saat itu, masa jabatan presiden hanya e<strong>mpat tahun dan tidak boleh mencalonkan lagi untuk kedua kalinya</strong>. </p>



<p>Ketika mengajukan amandemen ke Majelis Nasional agar ia bisa mencalonkan diri lagi, ternyata suara yang dibutuhkan kurang, sehingga upayanya gagal. Itulah alasan mengapa Napoleon III merebut kekuasaan secara paksa dengan melakukan kudeta ke Majelis Nasional. </p>



<p>Napoleon III juga melakukan pemungutan suara untuk mengetahui pendapat publik tentang kudeta yang ia lakukan kepada Majelis Nasional, di mana ada banyak manipulasi dan ancaman agar publik banyak yang menyetujuinya.</p>



<p>Berbekal hal tersebut, Napoleon III pun mengubah konstitusi untuk memuluskan langkahnya tetap menjadi penguasa Prancis. Tidak main-main, ia membuat peraturan di mana presiden dapat menjabat selama 10 tahun tanpa batas waktu. Untuk memuluskan langkah-langkahnya, ia juga kerap menangkap para oposisinya.</p>



<p>Ternyata, menjadi presiden dengan jangka waktu panjang tidak memuaskan Napoleon III. Pada tahun 1952, ia menobatkan dirinya sendiri menjadi kaisar Prancis. Referendum diadakan, di mana 97% suara mendukung kekaisaran Napoleon III.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Napoleon III Sebagai Kaisar Prancis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7373" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/napoleon-iii-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Perang Prancis vs Prussia pada Tahun 1870 (<a href="https://www.cheminsdememoire.gouv.fr/en/franco-prussian-war-1870-71">Chemins de Memoire</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun menghabiskan oposisinya, ada banyak hal positif yang berhasil Napoleon III raih selama ia menjadi kaisar. Salah satu yang paling terasa hingga saat ini adalah ia memutuskan untuk melakukan rekonstruksi besar-besaran terhadap Paris yang saat itu sangat kumuh. </p>



<p>Selain itu, Napoleon III juga berhasil melakukan modernisasi perekonomian Prancis, memperluas jaringan kereta, dan memperluas wilayah kolonial Prancis di luar benua Eropa. Ia juga menjalin kerja sama dengan negara-negara Eropa lainnya untuk memperkuat perekonomian negaranya.</p>



<p>Napoleon III juga banyak membuat kebijakan yang terkesan pro rakyat, seperti memberikan para pekerja untuk mogok dan berorganisasi. Yang lebih menarik adalah bagaimana ia memberikan hak agar kaum perempuan bisa kuliah di universitas-universitas Prancis.</p>



<p>Dari sisi militer, walaupun <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kekalahan-terburuk-napoleon-bonaparte/">tak sedahsyat pamannya</a>, Napoleon III juga mencatatkan beberapa upaya untuk membuat pengaruh Prancis menjadi kuat lagi, seperti ketika Prancis bersekutu dengan Inggris dalam melawan Rusi di Perang Krimea (1853-1856).</p>



<p>Masa kekaisaran Napoleon III harus berakhir ketika perang antara Prancis dan Prussia berlangsung. Prussia, yang dipimpin oleh Otto von Bismarck, berhasil menang dengan cepat dan telak. Setelah tak lagi menjadi kaisar, Napoleon III diasingkan sama seperti Napoleon I, dan meninggal dunia tiga tahun kemudian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Mungkin karena menyandang nama besar Napoleon, Napoleon III merasa bahwa dirinya bisa sehebat pamannya tersebut. <em>Mindset </em>tersebut yang membuatnya memutuskan untuk membuat Kekaisaran Prancis Jilid II. Menariknya, ia menjadi kaisar lebih lama dari Napoleon I.</p>



<p>Jika ditotal dengan masa jabatannya ketika menjadi presiden, Napoleon III memimpin Prancis selama 22 tahun lamanya. Sebagai perbandingan, masa jabatan Napoleon I menjadi kaisar hanya setengahnya saja (walau begitu, Napoleon berhasil menguasai setengah Eropa).</p>



<p>Namun, tak ada yang abadi, apalagi cuma sekadar kekuasaan yang direbut paksa dengan berbagai pembenaran. Kekalahan atas Prussia di bawah komando Otto von Bismarck menghabiskan kekaisarannya dan juga <a href="https://whathefan.com/politik-negara/dinasti-politik-di-kursi-kekuasaan-boleh-atau-tidak/">dinasti Bonaparte di kursi kekuasaan Prancis</a>.</p>



<p>Prancis sendiri akhirnya kembali menjadi negara demokrasi yang dipimpin oleh seorang presiden hingga saat ini. Walaupun begitu, pengaruh dua kekaisaran Napoleon yang berlangsung ratusan tahun lalu masih terasa hingga saat ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 Juni 2024, terinspirasi setelah banyak menonton video seputar Napoleon III</p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://youtu.be/cn7Bxsqhcps">Napoleon III: The Forgotten Bonaparte &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/xmym8lyWzmQ">The Other Napoleon | The Life &amp; Times of Napoleon III &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://youtu.be/G9fHdYEu-WQ">In The Shadow of Napoleon &#8211; The 2nd French Empire Before 1870 I GLORY &amp; DEFEAT &#8211; YouTube</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Napoleon_III">Napoleon III &#8211; Wikipedia</a></li>



<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_heads_of_state_of_France">List of heads of state of France &#8211; Wikipedia</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/">Napoleon III: “Gak Bisa Jadi Presiden Lagi? Ya, Tinggal Ubah Aturannya!”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/napoleon-iii-gak-bisa-jadi-presiden-lagi-ya-tinggal-ubah-aturannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Oppenheimer (Secara Tidak Langsung) Membantu Indonesia Merdeka</title>
		<link>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 16:33:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tokoh & Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[bom atom]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[Oppenheimer]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6716</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oppenheimer benar-benar membekas bagi Penulis. Melalui film yang digarap oleh Christopher Nolan tersebut, Penulis jadi bisa mengetahui sosok J. Robert Oppenheimer secara lebih mendalam lagi. Selama ini, Penulis hanya tahu secara sekilas saja. Kisah hidupnya memang menarik dan penuh gejolak, sehingga sah-sah saja jika ia menjadi biopik pertama yang dibuat oleh Nolan. Oppenheimer bukan manusia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/">Bagaimana Oppenheimer (Secara Tidak Langsung) Membantu Indonesia Merdeka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em><strong>Oppenheimer</strong> </em>benar-benar membekas bagi Penulis. Melalui film yang digarap oleh Christopher Nolan tersebut, Penulis jadi bisa mengetahui sosok J. Robert Oppenheimer secara lebih mendalam lagi. Selama ini, Penulis hanya tahu secara sekilas saja.</p>



<p>Kisah hidupnya memang menarik dan penuh gejolak, sehingga sah-sah saja jika ia menjadi biopik pertama yang dibuat oleh Nolan. Oppenheimer bukan manusia sempurna yang layak jadi teladan, tapi harus diakui kalau drama kehidupannya layak untuk disimak.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/tak-berkategori/review-setelah-menonton-oppenheimer/">Setelah menonton <em>Oppenheimer</em></a>, ada banyak hal yang Penulis renungkan, mulai dari bagaimana <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">Linkin Park telah menggunakan pidatonya di tahun 2010</a> hingga bagaimana bahaya perang nuklir selalu mengintai kita.</p>





<p>Namun, ada satu hal yang cukup menggelitik Penulis hingga membuat Penulis ingin membuat artikel khusus tentangnya, yaitu tentang bagaimana Oppenheimer, secara tidak langsung, membantu Indonesia berhasil meraih kemerdekaannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hegemoni Jepang di Kawasan Asia Pasifik</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6719" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kekuasaan Jepang di Era Perang Dunia 2 (<a href="https://www.ww2classroom.org/node/148">Classroom</a>)</figcaption></figure>



<p>Indonesia mulai dijajah oleh Jepang sejak tahun 1942. Dalam waktu yang relatif singkat, banyak yang menyebutkan kalau penderitaan yang diakibatkan oleh mereka jauh lebih parah dibandingkan dengan waktu penjajahan Belanda.</p>



<p>Para pahlawan tentu berusaha mengusir Jepang dengan berbagai cara, baik dengan cara diplomasi maupun kekerasan melalui perang. Namun, Jepang ketika Perang Dunia 2 menjadi yang tertangguh di kawasan Asia Pasifik.</p>



<p>Bukan hanya Indonesia, wilayah jajahan Jepang sangat luas karena mencakup Korea, China (wilayah Manchuria), pulau-pulau kecil di Samudera Pasifik, Vietnam, dan tentu saja Indonesia. Mereka butuh sumber daya sebanyak-banyaknya untuk memperkuat supremasinya.</p>



<p>Berhubung Eropa sedang fokus menghadapi Jerman (dan Italia) yang membabi buta, waktu itu seolah tidak ada yang bisa menghentikan Jepang. Negara yang paling dekat saat itu adalah Amerika Serikat, yang di masa awal Perang Dunia 2 mengambil sikap netral.</p>



<p>Namun, semuanya berubah ketika pasukan Jepang menyerang Pearl Harbour pada 7 Desember 1941. Amerika Serikat pun memutuskan masuk ke medan perang di kawasan Pasifik, berupaya dengan pasukan yang tersisa untuk memukul mundur pasukan Jepang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Oppenheimer dan Proyek Manhattan yang Dipimpinnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6720" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Trinity Test (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=_7fKlk441dQ">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Di tengah masa perang, tersiar kabar kalau Jerman yang dipimpin oleh Adolf Hitler dan NAZI sedang mengembangkan sebuah bom nuklir yang memiliki daya hancur luar biasa. Tentu ini menimbulkan ketakutan yang luar biasa bagi dunia.</p>



<p>Hal ini akhirnya mendorong Oppenheimer, yang terkenal apatis dengan politik dan ekonomi, mau menerima tawaran untuk menjadi pemimpin <strong>Manhattan Project</strong>. Secara sederhana, ini adalah sebuah proyek pembuatan bom atom untuk menyaingi bom milik Jerman</p>



<p>Oppenheimer pun memilih lokasi di tengah gurun, tepatnya di Los Alamos, New Mexico. Dengan bantuan dari berbagai ilmuwan di Amerika Serikat, proyek tersebut akhirnya rampung dalam waktu kurang lebih tiga tahun.</p>



<p>Namun, sebelum bom atom itu selesai, Jerman sudah lebih dulu menyerah setelah Hitler bunuh diri pada bulan April 1945. Walaupun begitu, proyek tersebut tetap berjalan, hingga akhirnya tes pertama yang dinamai <strong>Trinity</strong> <strong>Test</strong> dilaksanakan pada bulan Juli 1945.</p>



<p>Pada akhirnya, bom atom yang diberi nama Fat Man dan Little Boy tersebut dijatuhkan masing-masing di kota Hiroshima (6 Agustus) dan Nagasaki (8 Agustus). Beberapa hari kemudian, pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang resmi menyerah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jepang Menyerah, Indonesia Gercep</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6721" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/Bagaimana-Oppenheimer-Secara-Tidak-Langsung-Membantu-Indonesia-Merdeka-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Merdeka karena Gercep (<a href="https://voi.id/memori/76538/peristiwa-di-balik-pembacaan-naskah-proklamasi-kemerdekaan-indonesia-dalam-sejarah-hari-ini-17-agustus-1945">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p>Kerusakan yang diakibatkan oleh bom atom ke Hiroshima dan Nagasaki sangat masif. Menurut pembelaan pihak Amerika Serikat, tindakan tersebut harus diambil untuk menghindari lebih banyak nyawa yang harus hilang jika perang terus berlangsung tanpa berkesudahan.</p>



<p>Memang, banyak yang menganggap itu adalah keputusan yang tepat dan terbukti karena Jepang akhirnya menyerah. Kehilangan ratusan ribu penduduk dalam sekejap jelas sebuah pengingat yang sangat keras, dan Jepang tidak ingin bom atom dijatuhkan lagi ke wilayahnya.</p>



<p>Siapa yang mendapatkan &#8220;berkah&#8221; dari peristiwa ini? Salah satunya adalah Indonesia, yang langsung <em>gercep </em>memproklamirkan kemerdekaannya. Mengapa <em>gercep</em>, karena negara-negara lain baru beberapa tahun kemudian bisa merdeka. Korea saja baru merdeka tahun 1947.</p>



<p>Awalnya, para pemuda Indonesia mendesak para tokoh senior untuk melakukannya pada tanggal 16 Agustus, sehari setelah tersiar kabar Jepang telah menyerah. Namun, para tokoh senior sempat menolaknya karena ingin berunding dulu dengan Jepang.</p>



<p>Hal ini sebenarnya dapat dimaklumi, mengingat Jepang sudah berulang kali berjanji akan menghadiahkan kemerdekaan untuk Indonesia. Namun, tampaknya para pemuda tidak ingin kemerdekaan Indonesia menjadi pemberian bangsa lain, harus dari upaya sendiri.</p>



<p>Pada akhirnya, disepakati kalau pembacaan naskah proklamasi akan dilakukan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Ir. Sukarno. Selanjutnya, seperti yang sudah banyak di buku teks sejarah, Indonesia terus berjuang untuk mempertahankan kemerdekaannya secara heroik.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Peran Oppenheimer dalam Membantu Indonesia Merdeka</h2>



<p>Meskipun Jerman telah kalah, Jepang belum menunjukkan tanda-tanda akan mundur dan mengibarkan bendera putih. Apa yang membuat Jepang akhirnya menyerah di Perang Dunia 2 adalah dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. </p>



<p>Dengan begitu, harus diakui kalau Oppenheimer (dan AS) memiliki andil dalam kemerdekaan Indonesia. Jika Manhattan Project yang dipimpin oleh Oppenheimer tidak berhasil, mungkin Jepang tidak akan menyerah dan Indonesia tidak akan merdeka pada tahun 1945. </p>



<p>Walaupun begitu, tentu bukan berarti kemerdekaan kita hanya sekadar &#8220;pemberian&#8221; dari bangsa lain. Ingat, sudah banyak perjuangan yang dilakukan oleh para pahlawan, baik ketika merebut kemerdekaan hingga mempertahankannya mati-matian.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 24 Juli 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Oppenheimer</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.vanityfair.com/hollywood/2023/07/oppenheimer-poison-apple-true-story">Vanity Fair</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/">Bagaimana Oppenheimer (Secara Tidak Langsung) Membantu Indonesia Merdeka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/tokohsejarah/bagaimana-oppenheimer-secara-tidak-langsung-membantu-indonesia-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Oppenheimer</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-oppenheimer/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-oppenheimer/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Jul 2023 14:03:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[biopik]]></category>
		<category><![CDATA[bom atom]]></category>
		<category><![CDATA[Christopher Nolan]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Oppenheimer]]></category>
		<category><![CDATA[Perang Dunia 2]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6708</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;We knew the world would not be the same. A few people laughed, a few people cried, most people were silent. I remembered the line from the Hindu scripture, the Bhagavad-Gita. Vishnu is trying to persuade the Prince that he should do his duty and to impress him takes on his multi-armed form and says, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-oppenheimer/">[REVIEW] Setelah Menonton Oppenheimer</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;We knew the world would not be the same. A few people laughed, a few people cried, most people were silent. I remembered the line from the Hindu scripture, the Bhagavad-Gita. Vishnu is trying to persuade the Prince that he should do his duty and to impress him takes on his multi-armed form and says, &#8216;Now, I am become Death, the destroyer of worlds.&#8217; I suppose we all thought that one way or another.&#8221;</p>
</blockquote>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">&#8211; J. Robert Oppenheimer &#8211; </mark></p>
</blockquote>



<p>Film yang paling Penulis nantikan di tahun 2023 ini adalah <em><strong>Oppenheimer</strong></em>, sebuah biopik karya sutradara Christopher Nolan mengenai bapak bom atom Amerika Serika, <strong>J. Robert Oppenheimer</strong>. </p>



<p>Penulis telah &#8220;mengenal&#8221; beliau karena pidatonya yang terkenal digunakan oleh Linkin Park untuk lagu &#8220;The Radiance&#8221; dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a> </em>yang rilis pada tahun 2010 silam. Menjelang filmnya rilis, Penulis juga banyak mengulik tentang Oppenheimer.</p>



<p>Sempat merasa kecewa karena tidak banyak layar bioskop di Malang yang menayangkannya, akhirnya Penulis bisa membeli tiketnya di CGV pada hari Sabtu (22/7/23) kemarin di jam yang cukup pagi, yakni 10:40. Lantas, apakah film ini mampu memenuhi ekspektasi Penulis?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Kalau-Cuma-Butuh-5-Menit-Lakukan-Sekarang-Juga-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Kalau-Cuma-Butuh-5-Menit-Lakukan-Sekarang-Juga-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Kalau-Cuma-Butuh-5-Menit-Lakukan-Sekarang-Juga-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Kalau-Cuma-Butuh-5-Menit-Lakukan-Sekarang-Juga-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Kalau-Cuma-Butuh-5-Menit-Lakukan-Sekarang-Juga-banner.jpg 1200w " alt="Productivity Hack #4: Kalau Cuma Butuh 5 Menit, Lakukan Sekarang" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/productivity-hack-4-kalau-cuma-butuh-5-menit-lakukan-sekarang/">Productivity Hack #4: Kalau Cuma Butuh 5 Menit, Lakukan Sekarang</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Oppenheimer</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Oppenheimer | New Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/uYPbbksJxIg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebagai sebuah biopik, kita akan melihat perjalanan Oppenheimer hingga bisa menciptakan sebuah bom atom yang meluluhlantakkan kota Hiroshima dan Nagasaki dalam sekejap. Pada tulisan kali ini, Penulis hanya akan menuliskan poin-poin pentingnya saja.</p>



<p><strong>J. Robert Oppenheimer</strong> (Cillian Murphy) merupakan seorang fisikawan jenius yang sempat mengambil studi di Eropa. Ia sempat hendak membunuh profesornya, <strong>Patrick Blacket</strong> (<strong>James D&#8217;Arcy</strong>), sebelum akhirnya mengurungkan niatnya.</p>



<p>Setelah studinya selesai, ia pun kembali ke negara asalnya, Amerika Serikat, dan mengajar di University of California. Sembari berusaha menyebarkan pengetahuan mengenai fisika kuantum, ia bertemu dengan ilmuwan lainnya seperti <strong>Ernest Lawrence</strong> (Josh Hartnett).</p>



<p>Oppenheimer juga berkenalan dengan<strong> Jean Tatlock</strong> (Florence Pugh), seorang simpatisan komunis asal Rusia yang akhirnya memilih bunuh diri. Ia sendiri nantinya akan menikah dengan ahli biologi, <strong>Katherine &#8220;Kitty&#8221; Oppenheimer</strong> (Emily Blunt).</p>



<p>Saat Perang Dunia 2, Jerman di bawah kepemimpinan Hitler memporakporandakan Eropa dengan pasukannya. Tidak hanya itu, mereka juga sedang menciptakan bom yang sangat dahsyat.</p>



<p><strong>Jenderal Leslie Groves</strong> (Matt Damon) lalu mendekati Oppenheimer dan memintanya memimpin<strong> Proyek Manhattan</strong>, sebuah proyek untuk menciptakan bom atom. Oppenheimer pun mengumpulkan ilmuwan ternama dan memilih <strong>Los Alamos </strong>sebagai lokasi penelitian.</p>



<p>Proses pembuatan bom atom bisa dikatakan lancar, bahkan Jerman keburu menyerah pada bulan Maret 1945. Target pun diubah ke Jepang, yang kala itu masih berperang melawan Amerika Serikat. </p>



<p>Pada bulan Juli 1945, tes pertama bom atom pun dilakukan, yang diberi nama <strong>Trinity Test</strong>. Uji coba tersebut berhasil, dan tak lama kemudian pemerintah Amerika Serikat mengirimkan bom tersebut ke Hiroshima dan Nagasaki pada tanggal 6 dan 8 Agustus 1945.</p>



<p>Setelah Jepang menyerah, Oppenheimer melihat kalau penelitian bom atom sudah tidak diperlukan lagi. Namun, pemerintah Amerika Serikat tidak sependapat dan mulai meneliti bom hidrogen yang lebih berbahaya lagi.</p>



<p>Di sisi lain,<strong> Lewis Strauss</strong> (Robert Downey Jr.) yang merupakan anggota senior Komisi Energi Atom AS ternyata memiliki dendam pribadi karena pernah dipermalukan oleh Oppenheimer. Ia pun berusaha menjatuhkannya dengan berbagai cara.</p>



<p>Salah satunya adalah dengan membuat semacam persidangan untuk memberikan penolakan perpanjangan izin keamanan Oppenheimer. Alasannya kuat, karena ia memiliki afiliasi yang kuat dengan komunis, musuh Amerika Serikat di era perang dingin.</p>



<p>Oppenheimer pun seolah diasingkan oleh negaranya sendiri, terlepas dari jasanya yang membantu Amerika Serikat memenangkan perang. Meskipun begitu, ia menerima Penghargaan Enrico Fermi pada tahun 1963.</p>



<p>Di akhir film, kita bisa melihat apa yang diperbincangkan antara Oppenheimer dan <strong>Albert Einstein</strong> (Tom Conti), yang sempat diperlihatkan di bagian awal film. Ia bertanya, apakah ciptaannya telah membuat &#8220;reaksi berantai&#8221; untuk kehancuran dunia.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Oppenheimer</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Oppenheimer | Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/bK6ldnjE3Y0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Prometheus mencuri api dari para Dewa dan memberikannya kepada manusia. Lalu dia dihukum rantai di batu untuk selamanya.&#8221;</p>
</blockquote>



<p>Dengan durasi tiga jam, film ini benar-benar terasa padat sekaligus berat. <em>Pace-</em>nya tergolong cepat dan mampu merangkum hampir seluruh aspek kehidupan dari Oppenheimer. Secara visual juga memanjakan mata, termasuk adegan ledakan bom yang tanpa CGI.</p>



<p>Menurut Penulis, film ini mampu memadukan ilmu pengetahuan, sejarah, dan drama dengan apik. Dialog-dialognya terdengar canggih karena banyak unsur-unsur fisika yang dimasukkan. Namun, anehnya Penulis justru menyukainya meskipun tidak benar-benar memahaminya.</p>



<p>Keputusan Nolan untuk tidak memasukkan adegan pengemboman Hiroshima dan Nagasaki juga Penulis rasa tepat, karena tanggung jawab Oppenheimer hanya sampai Trinity Test. Pengeboman ke Jepang adalah sepenuhnya tanggung jawab pemerintah Amerika Serikat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Alur Maju Mundur ala Nolan</h3>



<p>Sebagaimana film buatan Nolan seperti biasanya, alur film <em>Oppenheimer </em>dibuat maju mundur tidak karuan dan kompleks. Bahkan film ini memiliki dua persepsi, di mana adegan berwarna berarti fokus ke Oppenheimer, dan adegan hitam putih lebih fokus ke dendam Lewis Strauss.</p>



<p>Yang Penulis tangkap, alur cerita film ini terpaku pada persidangan yang harus dialami oleh Oppenheimer. Dari sana, kita akan dibawa <em>flashback </em>secara berurutan hingga akhirnya bom atom berhasil diciptakan, sembari diselingi kisah dari sudut pandang Strauss.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Akting Top Para Top-Tier Aktor</h3>



<p>Akting para aktornya juga tidak perlu diragukan lagi, mengingat daftarnya memang dipenuhi oleh para aktor <em>top-tier</em>. Masing-masing mampu memerankan karakternya dengan sangat baik, hingga film ini lebih terasa sebagai dokumenter. </p>



<p>Cillian Murphy yang sudah sering bekerja dengan Nolan berhasil bersinar di film ini. Apalagi, raut wajahnya juga mirip dengan Oppenheimer asli. RDJ pun patut diapresiasi yang berhasil memerankan karakter &#8220;musuh di balik selimut&#8221; yang paranoid.</p>



<p>Mungkin yang sedikit Penulis sayangkan adalah sedikitnya kemunculan dari salah satu aktor favorit Penulis, Gary Oldman, yang berperan sebagai Presiden Truman. Ia hanya muncul ketika mengundang Oppenheimer hanya untuk mendengar keberatannya atas bom hidrogen.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Scoring yang Juara</h3>



<p><em>Scoring </em>film yang dipimpin Ludwig Göransson juga sangat juara. Awalnya Penulis agak skeptis karena bukan Hans Zimmer yang mengisi <em>scoring</em>-nya, tapi ternyata Göransson juga berhasil melakukannya dengan baik. </p>



<p>Entah itu adegan dialog, isi kepala Oppenheimer, hingga adegan ledakan bom, semuanya terdengar sangat mewah. Penulis pribadi takjub dengan efek sunyi ketika Trinity Test dilakukan. Rasanya ikut hanyut melihat bom tersebut meledak.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Oppenheimer Menjadi Promotheus</h3>



<p>Adegan favorit Penulis selain adegan Trinity Test adalah percakapan antara Oppenheimer dan Einstein di akhir film. Ketakutan Oppenheimer benar-benar terjadi, karena ternyata perang tidak berakhir dengan bom ciptaannya.</p>



<p>Hal tersebut membuatnya menjadi Promotheus, sosok mitologi yang mencuri api dari para dewa untuk manusia. Ternyata, api tersebut juga digunakan untuk keburukan. Kurang lebih, itu juga yang terjadi dari bom atom ciptaan Oppenheimer.</p>



<p>Meskipun selama ini belum ada pernyataan maaf resmi dari Oppenheimer atas apa yang terjadi di Hiroshima dan Nagasaki, ia terkesan menyesal dengan ciptaannya tersebut. Banyak yang mengintepretasikan pidatonya yang mengutip Bhagavad Gita sebagai bentuk penyesalan.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Sebagai <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/untuk-apa-belajar-sejarah/">orang yang suka sejarah</a>, Penulis sangat menikmati <em>Oppenheimer</em>, meskipun dirinya baru paham bagaimana alurnya setelah film berakhir. Nolan berhasil memberikan pengalaman menonton yang baru untuk Penulis dengan gaya bercerita yang unik dan tidak membosankan.</p>



<p>Namun, rasanya tidak semua orang bisa menikmati film ini karena ceritanya yang penuh dialog dan alur yang meloncat-loncat. Walaupun begitu, rasanya film ini akan dengan mudah masuk ke dalam nominasi Oscar, bahkan memenangkannya.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 23 Juli 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Oppenheimer</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.gamesradar.com/oppenheimer-new-poster-christopher-nolan/">Games Radar</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-oppenheimer/">[REVIEW] Setelah Menonton Oppenheimer</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-oppenheimer/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
