<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>film Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/film/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/film/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 22 Oct 2023 16:16:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>film Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/film/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bagaimana Serial Loki Mengerdilkan Peran Thanos di MCU</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Oct 2023 23:58:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Loki]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[multiverse]]></category>
		<category><![CDATA[Thanos]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6907</guid>

					<description><![CDATA[<p>Suka atau tidak suka, harus diakui kalau Marvel Studios berhasil melakukan pekerjaan dengan baik dalam membangun Marvel Cinematic Universe (MCU), khususnya Infinity Saga yang memuncak di film Avengers: Endgame. Salah satu alasan mengapa Infinity Saga begitu sukses (terlepas dari beberapa judul filmnya yang flop) adalah karena adanya sosok big bad villain pada sosok Thanos. Ia [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos/">Bagaimana Serial Loki Mengerdilkan Peran Thanos di MCU</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Suka atau tidak suka, harus diakui kalau Marvel Studios berhasil melakukan pekerjaan dengan baik dalam membangun <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/">Marvel Cinematic Universe (MCU)</a>, khususnya Infinity Saga yang memuncak di film <em>Avengers: Endgame</em>.</p>



<p>Salah satu alasan mengapa Infinity Saga begitu sukses (terlepas dari beberapa judul filmnya yang flop) adalah karena adanya sosok <em>big bad villain </em>pada sosok <strong>Thanos</strong>. Ia mengumpulkan enam Infinity Stones untuk <a href="https://whathefan.com/animekomik/antara-eren-thanos-dan-hitler/">melenyapkan separuh populasi alam semesta</a>. </p>



<p>Meskipun <a href="https://whathefan.com/filmserial/genosida-ala-thanos/">ia melakukan genosida</a>, banyak yang bersimpati (bahkan setuju) dengannya karena tujuannya masuk akal: agar alam semesta yang sumber dayanya terbatas menjadi lebih seimbang. Ia tidak pernah berambisi menguasai semesta seperti kebanyakan <em>supervillain.</em></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<p>Sayangnya, peran dan tindakan Thanos tersebut seolah telah dikerdilkan oleh pihak Marvel itu sendiri melalui <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-1/">serial <em>Loki</em>.</a> Bahkan, hal tersebut lebih ditekankan lagi melalui musim kedua <em>Loki</em>, di mana genosida seolah menjadi hal yang lumrah saja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Genosida di Serial Loki</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6910" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Yang Bercabang yang Dipangkas (ScreenRant)</figcaption></figure>



<p>Pada musim pertama <em>Loki</em>, sebenarnya sudah diperlihatkan bagaimana sepelenya semua kejadian yang terjadi sepanjang Infinity Saga. Tentu kita ingat bagaimana Infinity Stones yang menjadi pusat cerita hanya menjadi pemberat kertas di <strong>Time Variance Authority (TVA)</strong>.</p>



<p>Selain itu, kita bisa melihat bagaimana TVA bekerja dalam memangkas cabang-cabang <em>timeline </em>yang dianggap berpotensi membahayakan <em>sacred timeline</em> menggunakan semacam bom yang akan membuat seluruh isi cabang tersebut masuk ke dalam Void. </p>



<p>Nah, di dalam Void sendiri, ada makhluk bernama Allioth yang akan melenyapkan segala sesuatu yang ada di hadapannya. Makhluk inilah yang membuat He Who Remains berhasil mengalahkan varian Kang lainnya.</p>



<p>Dengan kata lain, seluruh semesta yang di-<em>prune</em> oleh pasukan TVA akan masuk ke dalam Void hanya untuk dimusnahkan oleh Allioth. Skala genosida yang dilakukan oleh Thanos jelas bukan apa-apa dibandingkan dengan yang dilakukan oleh TVA.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6912" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">General Dox (Hocmarketing)</figcaption></figure>



<p>Nah, pada episode 2 musim kedua serial <em>Loki</em>, kita bisa melihat bagaimana pasukan TVA loyalis dari <strong>General Dox</strong> memangkas banyak sekali cabang <em>timeline</em> secara massal demi menjaga <em>sacred timeline</em>, meskipun TVA sedang goyang karena terkuaknya siapa dalang di baliknya. </p>



<p>Dox melakukan hal tersebut juga dengan alasan yang ia anggap mulia: untuk membereskan kekacauan <em>multiverse </em>yang diakibatkan oleh kematian He Who Remains. Ia dengan tegar mengambil keputusan tersebut, menodai tangannya untuk kepentingan yang lebih besar.</p>



<p>Bayangkan, seluruh populasi (bukan setengah) yang hidup di semesta-semesta tersebut dimusnahkan oleh TVA. Artinya, tidak ada makhluk yang selamat dari genosida tersebut, termasuk para <em>superhero </em>dan <em>supervillain</em>, bahkan Thanos sekalipun.</p>



<p>Penulis jadi teringat bagaimana Zeno dari serial <em>Dragon Ball Super</em> dengan mudahnya melenyapkan semesta hanya karena merasa sedikit kesal. Bedanya, Zeno memang &#8220;dewa&#8221; di serial tersebut, berbeda dengan TVA yang <em>playing god</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Meningkatnya Level Ancaman di MCU</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-6911" style="aspect-ratio:1.499267935578331;width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Semua Baru Awalnya Saja (Fandom)</figcaption></figure>



<p>Besarnya skala genosida yang dilakukan pada serial <em>Loki </em>memang dibutuhkan oleh MCU karena mereka membutuhkan sosok <em>villain </em>yang jelas lebih berbahaya dari Thanos. Bahkan, Penulis merasa kalau ini semua baru permulaan saja.</p>



<p>Kita tahu kalau <em>the next big bad villain </em>MCU di Multiverse Saga adalah <strong>Kang the Conqueror</strong>. Meskipun muncul secara agak mengecewakan di film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/">Ant-Man and the Wasp: Quantumania</a></em>, kita bisa melihat kalau masih ada banyak sekali varian Kang yang siap menjadi ancaman.</p>



<p>Kekosongan kepemimpinan yang terjadi di TVA saat ini bisa saja memicu para varian Kang tersebut untuk mulai bergerak secara lebih aktif. Bagaimana tidak, sosok yang mengalahkan mereka telah tewas di tangan Sylvie.</p>



<p>Belum banyak <em>superhero </em>yang <em>notice </em>dengan keberadaan varian-varian Kang ini. Sekadar tahu<em> </em>kalau <em>multiverse </em>itu ada saja belum banyak yang tahu, kecuali Scott Lang (Ant-Man) dan keluarga, <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange</a>, Scarlet Witch, Peter Parker (Spider-Man), dan Loki tentunya. </p>



<p>Apakah ada kemungkinan kalau Spider Society yang muncul di film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-across-the-spider-verse/">Spider-Man: Across the Spider-Verse</a> </em>juga akan menjadi &#8220;benteng&#8221; yang menghalau para Kang? Penulis sedikit meragukan hal ini, mengingat hak penayangan mereka masih ada di tangan Sony.</p>



<p>Hanya saja, dengan adanya rumor kalau film-film Sony&#8217;s Spider-Man Universe (SSU) akan segera <em>canon </em>dengan MCU, bukan tidak mungkin hal itu terjadi di masa depan. Varian-varian Kang dilawan oleh varian-varian Spider-Man jelas terasa masuk akal.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-4-1024x683.webp" alt="" class="wp-image-6913" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-4-1024x683.webp 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-4-300x200.webp 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-4-768x512.webp 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/10/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos-4.webp 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Iron Lad a.k.a. Nathaniel Richard (We Got This Covered)</figcaption></figure>



<p>Penulis juga berharap (dan menebak) kalau nantinya akan ada varian Kang versi baik yang akan muncul untuk membantu para <em>superhero </em>kita dalam <em>multiversal war </em>yang akan datang. <strong>Nathaniel Richard</strong> alias <strong>Iron Lad</strong> adalah favorit Penulis untuk dimunculkan nanti.</p>



<p>Yang jelas, genosida yang dilakukan oleh Dox dan pasukan TVA-nya jelas untuk menunjukkan bahwa level ancaman di Multiverse Saga ini akan jauh lebih berbahaya daripada yang telah dilakukan oleh Thanos, membuat apa yang telah dilakukan olehnya terlihat kerdil. </p>



<p>Konsekuensinya, Marvel harus lebih berhati-hati dalam <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/">menyusun cerita ke depannya</a>. Multiverse Saga sejauh ini sudah mendapatkan banyak kritikan dan ulasan negatif. Semakin luas skala yang ingin diceritakan, semakin besar peluang untuk adanya kesalahan.</p>



<p>Lantas, setelah Multiverse Saga ini berakhir, ancaman lebih besar seperti apa yang akan terjadi? Jelas masih ada banyak nama yang bisa menjadi kandidat, dengan Galactus menjadi kandidat utamanya.</p>



<p>Namun, dengan adanya rencana <em>soft reboot </em>setelah film <em>Avengers: Secret Wars</em>, bisa saja level ancaman yang ada di MCU justru akan ter-<em>reset</em> dan kita akan disuguhkan dengan <em>villain </em>yang lebih ecek-ecek.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika Penulis berada di dalam TVA, mungkin dirinya pun akan bingung bagaimana cara mengatasi kekacauan <em>multiverse </em>yang telah terjadi. Skala kekacauannya jelas sudah di luar nalar dan berpotensi memicu hal yang lebih buruk untuk terjadi.</p>



<p>Bisa jadi, memangkas cabang-cabang <em>timeline </em>dan melakukan genosida memang harus dilakukan. Namun, apakah <em>sacred timeline </em>memang menjadi satu-satunya aliran waktu yang paling benar? Bagaimana kalau ini adalah aliran waktu yang benar versi He Who Remains?</p>



<p>Untuk mengetahuinya, kita harus menonton <em>Loki Season 2 </em>sampai selesai. Sejauh ini dari dua episode yang telah tayang, serial ini memang cukup menjanjikan. Semoga saja serial ini bisa berakhir dengan baik, tidak seperti beberapa <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-secret-invasion/">serial Marvel yang terakhir</a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 17 Oktober 2023, terinspirasi setelah melihat genosida besar-besaran yang dilakukan oleh Dox dan loyalis TVA</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos/">Bagaimana Serial Loki Mengerdilkan Peran Thanos di MCU</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/bagaimana-serial-loki-mengerdilkan-peran-thanos/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton The Flash</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-the-flash/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-the-flash/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jun 2023 16:36:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[DC]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<category><![CDATA[The Flash]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6616</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meskipun menyukai film-film bergenre superhero, Penulis jarang menonton film-film DC Extended Universe (DCEU) karena bisa dibilang cukup &#8220;berantakan&#8221; jika dibandingkan dengan rival abadinya, Marvel Cinematic Universe (MCU). Namun, Penulis akhirnya memutuskan untuk menonton The Flash karena dua alasan. Pertama, ada Batman versi Michael Keaton yang legendaris. Kedua, karena film ini termasuk film terakhir DCEU sebelum [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-the-flash/">[REVIEW] Setelah Menonton The Flash</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Meskipun menyukai film-film bergenre <em>superhero</em>, Penulis jarang menonton film-film DC Extended Universe (DCEU) karena bisa dibilang cukup &#8220;berantakan&#8221; jika dibandingkan dengan rival abadinya, Marvel Cinematic Universe (MCU).</p>



<p>Namun, Penulis akhirnya memutuskan untuk menonton <strong><em>The Flash</em> </strong>karena dua alasan. Pertama, ada Batman versi Michael Keaton yang legendaris. Kedua, karena film ini termasuk film terakhir DCEU sebelum era James Gunn bersama DC Universe-nya.</p>



<p>Apalagi, film ini juga mengusung tema <em>multiverse </em>yang tampaknya memang sedang menjadi tren di film-film <em>superhero</em>. Sebelumnya sudah ada <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-no-way-home/">Spider-Man: No Way Home</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></em>, bahkan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/">Everything Everywhere All at Once</a></em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/03/siapa-yang-akhirnya-menang-banner.jpg 1280w " alt="Siapa yang Akhirnya Menang?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/siapa-yang-akhirnya-menang/">Siapa yang Akhirnya Menang?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita The Flash</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Flash – Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/hebWYacbdvc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>Barry Allen</strong> alias <strong>The Flash (Ezra Miller)</strong> menjalani kehidupannya sebagai seorang <em>superhero</em> seperti biasa, sebelum ia menyadari kalau dirinya bisa melakukan perjalanan lintas waktu dan memasukin suatu <em>realm </em>yang disebut <strong>Chronobowl</strong>. </p>



<p>Ia pun memanfaatkan kekuatan barunya tersebut untuk menyelamatkan ibunya yang tewas di masa lalu. Apa yang Barry lakukan sederhana saja, yaitu memasukkan kaleng tomat yang ibunya lupakan sewaktu belanja, agar ayahnya tetap di rumah. </p>



<p>Setelah selesai melakukan hal tersebut, Barry pulang ke masa kini. Tiba-tiba, ia didorong oleh suatu makhluk yang membuatnya terlempar ke <em>universe </em>lain. Di <em>universe </em>tersebut, ibunya hidup, tetapi Barry di <em>universe </em>tersebut (Barry 2) belum mendapatkan kekuatannya.</p>



<p>Khawatir dirinya tidak bisa kembali ke masa kini, Barry pun membawa Barry satunya ke tempat di mana ia mendapatkan kekuatannya. Naas, ia justru kehilangan kekuatannya, dan Barry 2-lah yang memiliki kekuatan The Flash.</p>



<p>Hal ini diperparah dengan kemunculan <strong>General Zod (Michael Shannon)</strong>, dengan misi yang sama dengan film <em>Man of Steel </em>(2013). Masalahnya, ternyata tidak ada Superman di <em>universe </em>tersebut, bahkan tidak ada <em>metahuman </em>satu pun di sana.</p>



<p>Untungnya, ternyata ada Batman di <em>universe </em>tersebut. Kedua Barry pun datang ke rumah Bruce Wayne yang ternyata berbeda versi, yakni versi <strong>Michael Keaton</strong>. Mereka pun menemukan fakta kalau pesawat yang membawa Superman ada di Rusia.</p>



<p>Sesampainya di sana, mereka ternyata tidak menemukan Superman, melainkan seorang perempuan yang diketahui bernama <strong>Kara Zor-El (Sasha Calle)</strong>, sepupu Superman. Namun, karena pernah disiksa manusia, ia tak berniat menyelamatkan mereka dari Zod.</p>



<p>Barry pun memutuskan untuk mengulang peristiwa di mana ia mendapatkan kekuatan The Flash. Setelah percobaan pertama gagal, Kara kembali karena melihat kesadisan Zod. Barry pun mendapatkan mereka kembali, dan mereka berempat pergi menuju tempat Zod.</p>



<p>Pertarungan pun terjadi, di mana Batman dan Kara tewas. Barry 2 pun memutuskan untuk melakukan perjalanan waktu untuk meng-<em>undo </em>peristiwa tersebut. Sayangnya, berapa kali pun diputar, Batman dan Kara tetap tewas.</p>



<p>Pada akhirnya, saat di Chronobowl dan Barry memutuskan untuk kembali ke masa lalu untuk membatalkan aksinya yang menyelamatkan nyawa ibunya, muncul varian masa depan dari Barry 2 yang terus berusaha mencari <em>timeline </em>di mana Batman dan Kara tidak tewas. </p>



<p>Ternyata akibat perbuatan tersebut, banyak <em>universe </em>yang bertabrakan. Di sini, kita bisa melihat banyak <em>cameo </em>yang sayangnya menggunakan CGI, seperti munculnya Superman versi Nicholas Cage dan Christopher Reeves.</p>



<p>Setelah percekcokan, Barry 2 melindungi Barry, yang membuat varian &#8220;Dark Flash&#8221; tersebut hilang. Barry pun kembali ke masa lalu, berpamitan dengan ibunya, lalu mengubah sedikit posisi kaleng tomat agar ayahnya bisa lepas dari tuduhan pembunuhan ibunya.</p>



<p>Barry pun akhirnya kembali ke masa kini dan ayahnya benar-benar bebas dari tuduhan. Namun, saat akan bertemu dengan Bruce Wayne, yang muncul justru Bruce Wayne versi <strong>George Clooney</strong>!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton The Flash</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="THE FLASH - FINAL TRAILER" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/jprhe-cWKGs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Film <em>The Flash </em>sebenarnya cukup menyenangkan ditonton. Penulis pribadi menyukai sepertiga film yang terkesan rapi dan runut. Motivasi The Flash ingin mengubah masa lalu terasa humanis dan tidak memaksa, sehingga menimbulkan simpati pada penonton.</p>



<p>Selain itu, banyaknya <em>cameo </em>juga memberikan efek kejut yang menyenangkan. Penulis sendiri paling terkejut sampai mengumpat ketika melihat George Cloone <em>comeback </em>setelah film Batman-nya yang gagal total itu. Sayangnya, konsep <em>time travel</em>-nya berantakan.</p>



<p>Jika melihat apa yang dilakukan<em> </em>Barry di awal, kita menyimpulkan bahwa apa yang diubah di masa lalu akan mengubah apa yang terjadi di masa kini. Bisa dilihat kalau sekaleng tomat bisa begitu mengubah banyak sejarah dan kejadian di masa depan, alias <em>butterfly effect</em>.</p>



<p>Konsep ini berbeda dengan yang diterapkan pada film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-endgame-bagian-1-adegan-favorit/">Avengers: Endgame</a></em>, tetapi sama dengan film <em>Deadpool 2 </em>dan <em>X-Men: Days of the Future Past.</em> Namun, tentu ini menimbulkan paradoks yang sangat kompleks, bahkan sejak awal.</p>



<p>Dengan tidak pernah tewasnya ibu Barry, maka kemungkinan ia tidak akan pernah menjadi The Flash. Jika ia tidak pernah menjadi The Flash, maka perjalanan waktu tersebut tidak akan pernah terjadi. Jika perjalanan waktu tersebut tidak terjadi, ibu Barry akan tetap tewas.</p>



<p>Selain itu, terasa ada cukup banyak inkonsistensi di konsep <em>time travel</em>-nya. Kematian Barry 2 karena variannya cukup aneh, karena jika Barry 2 mati saat itu, maka Barry 2 dari masa depan tidak akan pernah ada, dan tidak akan mendorong Barry keluar dari Chronobowl.</p>



<p>Sebenarnya hal ini cukup disayangkan, mengingat film ini terinspirasi dari komik <em>Flashpoint </em>yang terkenal. Konsep <em>multiverse </em>jadi kurang tepat, karena Barry hanya berusaha mengubah <em>timeline </em>waktunya sendiri, bukan pergi ke <em>universe </em>lain.</p>



<p>Mengingat film ini disebut akan mereset DC, Penulis tidak merasakan hal tersebut. Justru muncul banyak sekali pertanyaan yang tak terjawab dan rasanya tidak akan terjawab. Salah satunya adalah, bagaimana nasib The Flash di DCU-nya James Gunn? Tidak tahu.</p>



<p>Hal lain yang cukup mengganggu Penulis adalah CGI-nya yang lumayan buruk, terutama saat The Flash masuk ke Chronobowl. Meskipun sang sutradara sudah memberikan penjelasan, tetap saja Penulis merasa ganjil, terutama ketika ada adegan CGI dari alm. Christopher Reeves.</p>



<p>Sebelum DCU dimulai dengan film <em>Superman: Legacy</em>, DCEU akan ditutup dengan film <em>Aquaman and the Lost Kingdom</em>. Apakah Penulis akan menontonnya? Tampaknya tidak, mengingat alasan utama Penulis menonton <em>The Flash </em>adalah karena ada Batman-nya.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Juni 2023, terinspirasi setelah menonton <em>The Flash</em></p>



<p>Sumber Featured Image: <a href="https://collider.com/the-flash-movie-release-date-cast-plot/">Collider</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-the-flash/">[REVIEW] Setelah Menonton The Flash</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-the-flash/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Spider-Man: Across the Spider-Verse</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-across-the-spider-verse/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-across-the-spider-verse/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jun 2023 11:57:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[animasi]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[Miles Morales]]></category>
		<category><![CDATA[Sony]]></category>
		<category><![CDATA[Spider-Man]]></category>
		<category><![CDATA[Spider-Verse]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6561</guid>

					<description><![CDATA[<p>Salah satu film yang Penulis paling nantikan pada tahun 2023 ini adalah Spider-Man: Across the Spider-Verse, yang merupakan sekual dari Spider-Man: Into the Spider-Verse yang rilis pada tahun 2018 silam. Waktu jeda hingga lima tahun tentu bukan waktu yang sebentar. Untungnya, kesabaran dalam menantikan sekuel film ini bisa terbayarkan, walau belum tuntas mengingat film ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-across-the-spider-verse/">[REVIEW] Setelah Menonton Spider-Man: Across the Spider-Verse</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Salah satu film yang Penulis paling nantikan pada tahun 2023 ini adalah <em><strong>Spider-Man: Across the Spider-Verse</strong></em>, yang merupakan sekual dari <em><a href="Spider-Man: Into the Spider-Verse">Spider-Man: Into the Spider-Verse</a></em> yang rilis pada tahun 2018 silam. </p>



<p>Waktu jeda hingga lima tahun tentu bukan waktu yang sebentar. Untungnya, kesabaran dalam menantikan sekuel film ini bisa terbayarkan, walau belum tuntas mengingat film ini bersambung ke film <em>Spider-Man: Beyond the Spider-Verse </em>yang akan rilis pada tahun 2024.</p>



<p>Lantas, apakah sekuelnya ini mampu menampilkan animasi sekeren film pertamanya? Apakah<em> </em>tema <em>multiverse </em>yang dimiliki mampu terlihat lebih rapi dibandingkan dengan <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/">Marvel Cinematic Universe (MCU)</a> yang sedang tertatih-tatih? <em><strong>SPOILER ALERT!!!</strong></em></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/02/ketika-sedang-suntuk-coba-keluar-sejenak-banner.jpg 1280w " alt="Ketika Suntuk, Coba Keluar dan Berjalan Sejenak" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/ketika-suntuk-coba-keluar-dan-berjalan-sejenak/">Ketika Suntuk, Coba Keluar dan Berjalan Sejenak</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Spider-Man: Across the Spider-Verse</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="SPIDER-MAN: ACROSS THE SPIDER-VERSE - Official Trailer #2 (HD)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/shW9i6k8cB0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Berbeda dengan film pertama di mana kita mendengarkan kisah hidup Peter Parker sebagai Spider-Man, <em>Across the Spider-Verse </em>diawali dari perspektif <strong>Gwen Stacy/Spider-Gwen</strong> (Hailee Steinfeld) di semestanya yang bernuansa pastel. </p>



<p>Kita jadi tahu kalau Gwen menjadi buronan karena dianggap sebagai pembunuh Peter Parker, sehingga kerap merasa kesepian. Gwen pada akhirnya bersinggungan lagi dengan <em>multiverse </em>ketika Vulture dari masa Renaissance datang ke <em>universe</em>-nya. </p>



<p>Ketika berupaya menghentikannya, ia mendapatkan bantuan dari <strong>Miguel O&#8217;hara/Spider-Man 2099</strong> (Oscar Isaac) dan <strong>Jessica Drew/Spider-Woman</strong> (Issa Rae) dari <strong>Spider-Society</strong>. Gwen pun akhirnya bergabung dengan mereka, setelah membongkar identitasnya ke ayahnya.</p>



<p>Setelah itu, kita kembali ke semesta <strong>Miles Morales </strong>(Shameik Moore) yang sedang kesulitan menjalani kedua kehidupan, yakni sebagai seorang Miles dan sebagai seorang Spider-Man. Kali ini, ia berhadapan dengan musuh baru bernama <strong>The Spot</strong> (Jason Schwartzman).</p>



<p>Nah, kemunculan The Spot ini membuat Gwen datang ke semesta Miles, walaupun sebenarnya ia dilarang untuk melakukannya. Akibatnya, The Spot yang diburu Gwen pun berhasil kabur dan mulai menjelajahi <em>multiverse </em>untuk mendapatkan kekuatan yang lebih besar lagi.</p>



<p>Miles yang melihat adanya portal <em>multiverse </em>pun menyusul Gwen dan pergi ke Mumbattan, destinasi The Spot selanjutnya. Namun, tubuh Miles mengalami <em>glitch</em> karena penyusupan tersebut<em>.</em> Di sana ia juga bertemu dengan <strong>Pavitr Prabhakar/Spider-Man India</strong> (Karan Soni).</p>



<p>Mereka bertiga kesulitan menangkap The Spot, hingga <strong>Hobie Brown/Spider-Punk</strong> (Daniel Kaluuya) datang untuk membantu. Namun, semua terlambat karena The Spot mendapatkan yang ia inginkan, apalagi Miles melakukan sesuatu yang mengancam <em>multiverse</em>.</p>



<p>Apa yang Miles lakukan adalah menyelamatkan pacar dari Spider-Man India, yang seharusnya tewas dalam serangan tersebut. Akibatnya, Mumbattan pun menjadi berantakan karena penyelamatan tersebut di luar &#8220;Canon Event&#8221;.</p>



<p>Hal tersebut, ditambah dengan makin berbahayanya The Spot, membuat Miles datang ke markas para Spider-People dan bertemu dengan Spider-Man 2099. Ia juga bertemu dengan mentornya, <strong>Peter B. Parker</strong> (Jake Johnson), yang kini memiliki anak bernama<strong> Mayday</strong>.</p>



<p>Miles yang ingin bergabung ternyata ditolak mentah-mentah, bahkan sempat dikurung karena dianggap berbahaya. Miles pun memberontak, apalagi ia sempat mendapatkan <em>vision </em>kalau The Spot mengincar ayahnya dan ingin membunuhnya. </p>



<p>Adegan seru Miles dikejar ratusan varian Spider-Man pun terjadi, hingga akhirnya terkuak fakta kalau Miles adalah anomali karena laba-laba yang menggigitnya bukan dari semestanya, melainkan dari Earth-42.</p>



<p>Bahkan, Spider-Man 2099 menyalahkan Miles karena berkat dirinya, <em>timeline </em>jadi berantakan. Jika ia tidak digigit oleh laba-laba tersebut, Peter Parker akan masih hidup dan mampu menghentikan Kingpin. Dengan begitu, The Spot tidak akan pernah muncul ke dunia.</p>



<p>Akhirnya Miles kabur dari tempat tersebut. Namun, ternyata ia tidak pulang ke semestanya, melainkan ke Earth-42. Di semesta tersebut, ayahnya telah mati, Paman Aaron masih hidup, dan ia pun bertemu dengan varian jahat dirinya yang menjadi Prowler.</p>



<p>Di sisi lain, Gwen yang juga diusir pun berupaya untuk menolong Miles dengan mengumpulkan beberapa temannya, termasuk mereka yang muncul di film pertama. Film pun bersambung, dengan <em>Spider-Man: Beyond the Spider-Verse </em>akan tayang tahun depan!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Spider-Man: Across the Spider-Verse</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="SPIDER-MAN: ACROSS THE SPIDER-VERSE Clip - Stop Spider-Man" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/GPitD0-mkYA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Durasi film yang mencapai 2 jam 20 menit benar-benar tidak terasa. Meskipun terkesan sebagai prolog untuk film <em>Spider-Man: Beyond the Spider-Verse</em>, intensitas dari film ini benar-benar terasa sehingga tidak menimbulkan rasa bosan.</p>



<p>Alih-alih hanya berfokus pada kehidupan Miles Morales, kita menjadi mendapatkan banyak perspektif baru, terutama dari Gwen yang perannya di film ini cukup kuat. Adegan <em>action </em>yang dimiliki juga berhasil membuat penonton terhanyut akan ceritanya.</p>



<p>Animasi keren ala komik juga berhasil dipertahankan dengan baik, bahkan Penulis menganggapnya naik level. Dengan banyaknya karakter baru di film ini, tema animasi yang dihadirkan pun semakin bervariasi dan menarik.</p>



<p>Para pengisi suaranya pun berhasil melakukan pekerjaan mereka dengan baik sekali. Tidak hanya para pemeran lama, pemeran baru seperti Oscar Isaac pun berhasil membawakan karakternya dengan sangat baik.</p>



<p>Ada beberapa poin menarik yang ingin Penulis ulas dari film ini, termasuk bagaimana semesta di film ini bisa tersambung dengan MCU dan banyaknya <em>easter egg </em>menarik yang membuat penonton merasa senang sekaligus terkejut.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Konsep Multiverse di Spider-Verse</h3>



<p>Sejak awal, film-film Spider-Verse memang mengangkat tema <em>multiverse</em>. Bedanya, jika <em>Into the Spider-Verse </em>menghadirkan karakter dari semesta lain ke semesta Miles, kali ini Miles (dan kawan-kawan) yang bertualang menjelajah semesta lain.</p>



<p>Oleh karena itu, banyak konsep <em>multiverse </em>di film ini yang mirip dengan yang digunakan di MCU. Misalnya, Canon Event yang dijaga oleh Spider-Man 2099 mirip dengan Sacred Timeline yang digunakan oleh <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-1/">TVA pimpinan He Who Remains</a>.</p>



<p>Selain itu, jika ada sesuatu yang berbeda dengan Canon Event, hal tersebut akan memicu peringatan bagi Spider-Society. Di MCU, hal ini disebut sebagai Nexus Event, di mana contohnya adalah <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-2/">Loki yang mengambil Tesseract untuk kabur</a>.</p>



<p>Apa yang terjadi jika ada peristiwa yang melenceng dari Canon Event juga mirip dengan &#8220;Incursion&#8221; yang dijelaskan dalam film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></em> dan <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-what-if-bagian-1/">episode 4 serial <em>What If&#8230;?</em></a><em> </em>yang tayang di Disney+.</p>



<p>Selain itu, akhirnya kita juga mendapatkan penjelasan kalau laba-laba yang menggigit Miles berasal dari <em>universe </em>lain. Hal ini pun menjelaskan mengapa laba-laba tersebut terlihat mengalami <em>glitch</em> di film pertama.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Deretan Easter Egg Menarik</h3>



<p>Salah satu hal yang membuat <em>Spider-Man: Across the Spider-Verse </em>memiliki <em>hype </em>yang cukup tinggi adalah banyaknya <em>easter egg </em>yang &#8220;dijanjikan&#8221;. Apalagi, ada sekitar 280 varian Spider-Man yang dihadirkan, sehingga menimbulkan rasa penasaran siapa saja yang akan muncul.</p>



<p>Beberapa <em>easter egg </em>menarik yang muncul adalah seperti disebutnya semesta MCU ketika Spider-Man 2099 menyebutkan adanya peristiwa yang diakibatkan oleh film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-no-way-home/">Spider-Man: No Way Home</a>.</em> Artinya, film-film Spider-Verse memang memiliki keterkaitan dengan MCU. </p>



<p>Selain itu, muncul juga beberapa <em>universe </em>yang cukup mencuri perhatian, seperti kemunculan semesta Lego dan semesta film<em> Venom</em> yang diwakili oleh Ms. Chen. Penulis jadi sedikit berharap kalau di film ketiga nanti akan lebih banyak semesta yang dihadirkan.</p>



<p>Karakter-karakter yang muncul pun jelas menjadi perhatian apra penonton. Adanya <strong>Donald Glover sebagai Prowler </strong>mungkin menjadi kejutan paling menyenangkan. Penulis juga menyadari kehadiran Spider-Man dari <em>game </em>PlayStation dan Spider-Man dari kartun klasik.</p>



<p>Ada juga klip dari trilogi Spider-Man Sam Raimi dan Spider-Man versi Andrew Garfield. Suara Jonah J. Jameson versi J.K. Simmons juga terdengar beberapa kali. Untuk selengkapnya, Pembaca bisa menonton video-video yang melakukan <em>breakdown </em>secara rinci di YouTube.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Jika disuruh menyebutkan kekurangan dari film <em>Spider-Man: Across the Spider-Verse</em>, Penulis akan memilih keputusan Sony untuk membagi film ini menjadi dua bagian. Rasanya begitu nanggung, apalagi <em>cliffhanger </em>yang dimiliki juga sangat terasa.</p>



<p>Namun, Penulis bisa memahami keputusan ini, mengingat film ini bisa berdurasi sekitar 5 jam jika tidak dibagi menjadi dua bagian. Pada akhirnya, Penonton harus bersabar satu tahun lagi sebelum bisa mengetahui kelanjutan kisah Miles, Gwen, dan lainnya.</p>



<p>Yang jelas, Penulis akan menonton<em> Spider-Man: Beyond the Spider-Verse</em> di hari perdana penayangannya, yang Penulis perkirakan akan hadir pada tanggal <strong>27 Maret 2024 </strong>di Indonesia.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 Juni 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Spider-Man: Across the Spider-Verse</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://screenrant.com/spiderman-across-spiderverse-mcu-multiverse-failures-worse/">Screen Rant</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-across-the-spider-verse/">[REVIEW] Setelah Menonton Spider-Man: Across the Spider-Verse</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-across-the-spider-verse/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Guardians of the Galaxy Vol. 3</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 May 2023 04:21:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[GOTG]]></category>
		<category><![CDATA[Guardians of the Galaxy]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[James Gunn]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6471</guid>

					<description><![CDATA[<p>Marvel Cinematic Universe (MCU) Phase 5 dibuka dengan kurang memuaskan karena film Ant-Man and the Wasp: Quantumania yang menurut Penulis banyak memiliki kekurangan. Oleh karena itu, Penulis pun menurunkan ekspektasinya untuk film-film Marvel selanjutnya. Nah, film Marvel selanjutnya yang tayang adalah Guardians of the Galaxy Vol. 3. Kembali disutradarai oleh James Gunn sebelum ia pindah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/">[REVIEW] Setelah Menonton Guardians of the Galaxy Vol. 3</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Marvel Cinematic Universe (MCU) Phase 5 dibuka dengan kurang memuaskan karena film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/">Ant-Man and the Wasp: Quantumania</a> </em>yang menurut Penulis banyak memiliki kekurangan. Oleh karena itu, Penulis pun menurunkan ekspektasinya untuk film-film Marvel selanjutnya.</p>



<p>Nah, film Marvel selanjutnya yang tayang adalah<strong> <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3</em></strong>. Kembali disutradarai oleh James Gunn sebelum ia pindah ke DC, film ini akan menjadi penutup trilogi dari para Guardians, setidaknya untuk komposisi tim yang telah kita kenal selama ini.</p>



<p>Ekspektasi Penulis yang semula sudah diturunkan, menjadi sedikit naik lagi berkat rating kritikus di situs <em>Rotten Tomatoes </em>yang berada di angka 81%. Setidaknya, film ini memiliki rating yang jauh lebih baik dari beberapa film terakhir.</p>





<p>Seperti biasa untuk menghindari <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler/">tukang <em>spoiler</em></a>, Penulis pun menonton di hari perdana penayangannya pada Rabu (3/5/23) kemarin. Hasilnya, Penulis merasa film ini adalah yang terbaik di antara semua film Marvel yang telah rilis di Multiverse Saga.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Guardians of the Galaxy Vol. 3</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Guardians of the Galaxy Vol. 3 | New Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/JqcncLPi9zw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pada adegan pembuka film, kita bisa melihat sekilas mengenai masa lalu <strong>Rocket Raccoon </strong>(Bradley Cooper) di kandang bersama sekumpulan rakun lainnya. Penulis akan ceritakan kisah Rocket secara lengkap setelah<em> </em>menceritakan <em>timeline </em>utamanya</p>



<p>Lantas, seperti yang sudah terlihat di <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menoton-the-guardians-of-the-galaxy-holiday-special/">Guardians of the Galaxy Vol. 3 Holiday Special</a></em>, para Guardians masih terlihat sedang membangun peradaban baru di Knowhere. Para Guardians kesayangan kita pun terlihat lengkap. </p>



<p>Kita juga bisa melihat kalau <strong>Peter Quill</strong> (Chris Pratt) masih merasa depresi karena kehilangan <strong>Gamora</strong> (Zoe Saldana) hingga mabuk. Tiba-tiba, Knowhere diserang oleh <strong>Adam Warlock</strong> (Will Pouter) yang punya misi menculik Rocket sekaligus balas dendam.</p>



<p>Ternyata, Adam adalah makhluk yang sempat disebut dalam akhir <em>Guardians of the Galaxy Vol. 2</em>, di mana ia adalah makluk paling sempurna dari bangsa Sovereign. Terkuak juga fakta kalau bangsa tersebut (termasuk Adam) adalah buatan <strong>High Evolutionary </strong>(Chukwudi Iwuji).</p>



<p>High Evolutionary adalah <em>villain </em>utama di film ini, yang memiliki ambisi untuk membangun peradaban sempurna dengan makhluk yang juga sempurna. Rocket adalah salah satu makhluk ciptaannya, dan ia ingin menculik Rocket karena tertarik dengan kecerdasan otaknya.</p>



<p>Untungnya, upaya Adam bisa digagalkan setelah <strong>Nebula </strong>(Karen Gillan) menusuk Adam, tetapi Rocket terluka parah dan terancam mati.. Ketika mencoba untuk menyelamatkannya, diketahui ada sebuah sistem yang membutuhkan <em>passcode </em>agar Rocket bisa selamat.</p>



<p>Sepanjang film, kita akan dibawa maju mundur untuk mengetahui <em>backstory </em>Rocket yang memilukan. Diketahui juga ia memiliki teman-teman sesama kelinci percobaan dari High Evolutionary, yaitu <strong>Lylla</strong>, <strong>Teefs</strong>, dan <strong>Floor</strong>.</p>



<p>Petualangan para Guardians untuk menyelamatkan hidup Rocket pun dimulai. Mereka menuju ke Orgocorp dengan harapan bisa mendapatkan data tentang Rocket. Menariknya, mereka dibantu oleh Gamora versi masa lalu yang muncul dari film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-endgame-bagian-1-adegan-favorit/">Avengers: Endgame</a></em>.</p>



<p>Sayangnya, <em>passcode</em>-nya gagal mereka temukan. Namun, mereka menemukan fakta kalau <em>passcode </em>tersebut terdapat pada salah satu anak buah High Evolutionary. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke Counter-Earth, planet buatan High Evolutionary.</p>



<p>Para Guardians pun terbagi menjadi dua tim, di mana Peter, Nebula, dan <strong>Groot </strong>(Vin Diesel) pergi menemui High Evolutionary, sedangkan <strong>Drax </strong>(Dave Bautista), <strong>Mantis </strong>(Pom Klementieff), dan Gamor berjaga di pesawat untuk menjaga Rocket yang sekarat.</p>



<p>Ternyata, High Evolutionary berencana menghancurkan Counter-Earth karena merasa tidak puas dengan ciptaannya. Di sisi lain, Drax dan Mantis justru menyusul Peter. Untungnya, Rocket yang diincar berhasil dilindungi oleh Gamora.</p>



<p>Peter berhasil mendapatkan <em>passcode </em>yang dibutuhkan dan Rocket hampir saja tidak selamat. Setelah itu, mereka pun memiliki misi baru untuk menyelamatkan anak-anak yang hendak dijadikan kelinci percobaan berikutnya oleh High Evolutionary.</p>



<p>Klimaks pun akhirnya terjadi. Setelah berhasil menyerang kapal induk High Evolutionary dan menyelamatkan anak-anak yang diculik, Rocket menemukan fakta bahwa ternyata dirinya adalah rakun. Setelah itu, ia dan para Guardians pun berhasil mengalahkan High Evolutionary.</p>



<p>Seusai konflik berakhir, ternyata para Guardians berpencar dengan tujuannya masing-masing. Peter ingin kembali ke Bumi dan hidup bersama kakeknya, sedangkan Mantis ingin mencari jadi dirinya sendiri.</p>



<p>Nebula ingin memimpin peradaban baru di Knowhere, di mana ia meminta tolong kepada Drax untuk membantunya karena ia telah melihat sosok ayah yang akan mampu membantunya membimbing anak-anak yang berhasil mereka selamatkan.</p>



<p>Guardians of the Galaxy akan dipimpin oleh Rocket, bersama Alpha-Groot, Kraglin (Sean Gunn), dan Cosmo (Maria Bakalova). Selain itu di adegan <em>post credit</em>, diketahui kalau Adam Warlock dan salah satu anak kecil yang tadi juga bergabung ke dalam tim.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Origins Story dari Rocket Raccoon</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Rocket | Marvel Studios&#039; Legends" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gAbpKX3Ch04?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Rocket ditangkap oleh High Evolutionary untuk dijadikan sebagai kelinci percobaan dalam membuat makhluk yang sempurna. Menariknya, ketika ada adegan tangan di awal film, Rocket menjadi satu-satunya rakun yang tidak terlihat takut, bahkan terkesan penasaran.</p>



<p>Ia dikurung di kandang bersama teman-temannya sesama Batch 89, yaitu berang-berang bernama <strong>Lylla</strong>, walrus bernama <strong>Teefs</strong>, dan kelinci bernama <strong>Floor</strong>. Mereka berempat sama-sama tidak memiliki tubuh normal karena telah dimodifikasi oleh High Evolutionary.</p>



<p>Ternyata, Rocket memang spesial. Bahkan, ia bisa mengerjakan rumus atau formula tingkat tinggi dengan mudah. Tak heran jika High Evolutionary begitu tertarik dengan Rocket, hingga terkesan sedikit menganggapnya spesial.</p>



<p>Apalagi, Rocket berhasil memecahkan masalah dari Batch 90, di mana makhluk-makhluk yang berevolusi menjadi sangat buas. Sayangnya, ketika telah memecahkan masalah ini, High Evolutionary justru berencana menghabisi semua anggota Batch 89.</p>



<p>Rocket yang cerdik pun ternyata diam-diam telah mengumpulkan peralatan untuk bisa kabur dari markas High Evolutionary. Naas, rencana tersebut telah diendus oleh High Evolutionary dan ia menembak mati semua teman-teman Rocket.</p>



<p>Dikuasai oleh amarah, Rocket pun mencabik-cabik muka High Evolutionary, hingga di masa sekarang kita bisa melihat kalau wajahnya hanya topeng. Setelah itu, ia berhasil kabur dengan menggunakan salah satu pesawat yang ada di sana.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Guardians of the Galaxy Vol. 3</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Guardians of the Galaxy Vol. 3 | Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/u3V5KDHRQvk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sudah lama Marvel tidak merilis film yang bagus seperti ini. Film ini dengan mudah akan masuk ke dalam <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/">Tier S versi Penulis</a>. Hampir semua elemen yang diharapkan ada benar-benar muncul di film ini. Penulis akan melakukan <em>breakdown </em>untuk mengulasnya lebih dalam.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Cerita Sederhana, tapi Ngena</h3>



<p>Jika dilihat dari kacamata <em>storytelling</em>, sebenarnya premis yang dimiliki oleh <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em>cukup sederhana. Ceritanya adalah tentang bagaimana menyelamatkan nyawa Rocket Raccoon sekaligus mengakhiri kegilaan dari High Evolutionary.</p>



<p>Hanya saja, James Gunn berhasil meramu film ini dengan baik, sehingga di balik kesederhanaannya, penonton mampu menangkap esensi film ini dari masing-masing karakternya. </p>



<p>Tentu saja Rocket menjadi pusat utama dari film ini dengan <em>origin story</em>-nya yang menurut Nebula lebih buruk dari dirinya. Namun, semua karakter mendapatkan porsi yang pas dan seolah mendapatkan <em>redemption-</em>nya masing-masing.</p>



<p>Mari kita bandingkan dengan kedua film sebelumnya. Film pertama adalah tentang Peter dan ibunya, sedangkan film kedua tentang Peter dan ayahnya. Kedua film sebelumnya terlalu berfokus ke Peter, dan itu sangat berbeda dengan film ketiga ini.</p>



<p>Sebagai sosok sentral para Guardians selama ini, Peter pada akhirnya memutuskan untuk <em>step away </em>dan memilih untuk pulang ke Bumi untuk tinggal bersama kakeknya, keluarganya yang masih hidup. Dari adegan <em>post credit</em>, tampaknya kita masih akan melihatnya di MCU.</p>



<p>Rocket pada akhirnya mengetahui dan menerima siapa dirinya. Bahkan, ia pada akhirnya menjadi kapten dari Guardians of the Galaxy. Groot terasa kurang mendapatkan <em>spotlight </em>di film ini, berbeda dengan ketika ia masih remaja dengan berbagai problematikanya.</p>



<p>Nebula sah menjadi salah satu <em>character development </em>terbaik di MCU. Dari awalnya seorang karakter keras yang hanya berambisi mengalahkan Gamora, ia berubah menjadi orang yang lebih peduli ke orang lain, hingga akhirnya memutuskan untuk memimpin Knowhere.</p>



<p>Drax berhasil membuktikan bahwa dirinya bukan hanya karakter yang bodoh dan sekadar <em>joke</em>. Seperti kata Nebula, ia bukanlah seorang <em>destroyer</em>, melainkan seorang <em>dad</em> atau ayah. Masa lalunya yang kehilangan anaknya mungkin berperan besar dalam hal ini. </p>



<p>Mantis memilih untuk mencari dirinya sendiri, setelah selama ini ia selalu hidup menuruti Ego dan Guardians. Ia ingin memiliki <em>free will </em>yang selama ini belum ia miliki. Kraglin pun akhirnya berhasil berhenti menjadi Yondu dan menjadi dirinya sendiri.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Rollercoster Emosi</h3>



<p>Dari semua film dan serial MCU yang telah Penulis tonton, jujur saja <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em>menjadi film yang paling mampu menaikturunkan emosi Penulis. Tidak hanya itu, film ini juga menjadi yang paling menyentuh dan hampir membuat Penulis menangis.</p>



<p>Sebagaimana dua film <em>Guardians of the Galaxy </em>sebelumnya, film ini memiliki komedi yang khas. Hampir semua leluconnya terasa natural dan tidak maksa. Penulis yang selera humornya agak rendah berhasil dibuat tertawa beberapa kali.</p>



<p>Adegan yang membuat hati pilu pun tak kalah banyak, terutama jika terkait dengan masa lalu Rocket. Ketika Rocket berteriak pilu saat Lylla mati benar-benar mengiris hati. Saat Rocket memasuki Limbo dan Peter merasa gagal menyelamatnya, itu juga menyayat hati.</p>



<p>Namun, ada satu adegan yang sebentar saja, tapi mampu membuat Penulis merinding. Adegan tersebut adalah ketika Kraglin tiba-tiba melihat sosok Yondu yang pada akhirnya membuatnya berhasil mengendalikan panah peninggalannya.</p>



<p>Bagi Penulis, kematian Yondu adalah yang paling menyedihkan dari seluruh film dan serial MCU, bahkan melebihi kematian Tony Stark dan Natasha Romanoff. Sosoknya yang cukup <em>plot twist </em>berhasil membuat Penulis merasa kehilangan atas kematiannya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Adam Warlock Kurang Memuaskan, tapi Termaafkan</h3>



<p>Tentu tidak ada film yang sempurna. Bagi Penulis, ada beberapa kekurangan dari film ini, seperti bagaimana Adam Warlock yang Penulis harapkan akan jadi karakter OP, justru terlihat hanya menjadi &#8220;tempelan&#8221; saja di film ini.</p>



<p>Memang di film ini, Adam baru saja lahir sehingga masih banyak hal yang belum ia pahami. Hanya saja, awalnya Penulis membayangkan ia akan berperan penting dalam mengalahkan High Evolutionary. Ternyata, tidak, ia hanya menjadi penyelamat Peter di akhir film.</p>



<p>Namun, jika dipikir-pikir lagi, film ini memang hanya menjadi ajang perkenalan karakter ini di MCU. Jika porsinya diperbanyak, justru akan membuat alur cerita film ini terasa tumpang tindih. Oleh karena itu, kekurangan tersebut menjadi termaafkan.</p>



<p>Selain itu, High Evolutionary di film ini juga terasa sedikit kurang di bagian akhirnya. Sama seperti Gorr di film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-thor-love-and-thunder/">Thor: Love and Thunder</a></em>, <em>villain </em>yang satu ini terasa kurang dieksplorasi lebih dalam sehingga terasa sia-sia.</p>



<p>Padahal, akting dari Chukwudi Iwuji terlihat meyakinkan dan membuat kita benar-benar membenci High Evolutionary yang begitu kejam. Satu lagi yang disayangkan, karakter ini ternyata cukup lemah dan bisa dikalahkan dengan mudah.</p>



<p>Selain itu, rasanya tidak ada hal yang Penulis keluhkan dari film ini. <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em>menjadi kado perpisahan yang manis dari James Gunn, karena setelah ini ia akan memimpin DC Universe memasuki era baru.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 6 Mei 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3</em></p>



<p>Featured Image: <a href="https://www.ign.com/articles/guardians-of-the-galaxy-vol-3-big-game-trailer-shows-more-baby-rocket-and-teases-one-last-ride-super-bowl">IGN</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/">[REVIEW] Setelah Menonton Guardians of the Galaxy Vol. 3</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>The Future of Marvel Cinematic Universe</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Apr 2023 02:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<category><![CDATA[Phase 5]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6348</guid>

					<description><![CDATA[<p>Phase 4 dari Marvel Cinematic Universe (MCU) resmi berakhir dengan dirilisnya Black Panther: Wakanda Forever, digantikan dengan Phase 5 yang telah diawali dengan film Ant-Man and the Wasp: Quantumania. Pada tulisan The Fall of Marvel Cinematic Universe, Penulis sudah mencurahkan isi hati dan kekecewaannya terhadap Phase 4 dari MCU. Jika dibandingkan dengan Infinity Saga yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/">The Future of Marvel Cinematic Universe</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Phase 4 </em>dari Marvel Cinematic Universe (MCU) resmi berakhir dengan dirilisnya <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-black-panther-wakanda-forever/">Black Panther: Wakanda Forever</a></em>, digantikan dengan <em>Phase 5 </em>yang telah diawali dengan film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/">Ant-Man and the Wasp: Quantumania.</a></em></p>



<p>Pada tulisan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/">The Fall of Marvel Cinematic Universe</a></em>, Penulis sudah mencurahkan isi hati dan kekecewaannya terhadap <em>Phase 4 </em>dari MCU. Jika dibandingkan dengan <em>Infinity Saga </em>yang bisa dianggap solid, <em>Multiverse Saga </em>diawali dengan kurang baik dan cukup berantakan.</p>



<p>Beberapa film yang Penulis beri ekspektasi tinggi, berakhir dengan mengecewakan. Yang paling parah tentu saja <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></em>. Sebenarnya salah Penulis sendiri juga yang berharap terlalu tinggi.</p>





<p>Penulis tidak sendirian, karena banyak penggemar Marvel pun yang menyuarakan keresahan yang sama. Marvel pun tampaknya mendengarkan keluhan ini, sehingga memutuskan untuk lebih memprioritaskan kualitas di proyek-proyek selanjutnya.</p>



<p>Lantas, apakah <em>Phase 5 </em>yang sedang berlangsung sudah menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Sayangnya, belum. Film Ant-Man ketiga yang rilis di awal 2023 juga cukup mengecewakan, walau berhasil meningkatkan <em>awareness </em>terhadap <em>main villain </em>di saga ini.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis akan membahas sedikit mengenai masa depan MCU. Dengan segudang proyek yang terlihat menjanjikan, mampukah Marvel memperbaiki kekurangan yang terjadi di <em>Phase 4 </em>dan mampu memberikan akhir yang manis di <em>Phase 6 </em>nanti?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menengok Film dan Serial Marvel yang akan Keluar di 2023</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ The Marvels | Teaser Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/iuk77TjvfmE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Di tahun 2023 ini, tahun pertama <em>Phase 5</em>, Marvel akan merilis tiga film dan dua serial. Satu film telah rilis, tinggal dua lagi, yaitu <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em>dan <em>The Marvels</em>. Untuk serialnya sendiri, akan ada <em>Secret Invasion </em>dan <em>Loki Season 2</em>.</p>



<p>Apakah Penulis masih bersemangat menonton film dan serial Marvel tersebut? Tergantung judulnya. <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-1/">Loki Season 2 </a></em>adalah yang paling Penulis nantikan, mengingat ia telah muncul di adegan <em>post credit </em>film <em>Ant-Man and the Wasp: Quantumania</em>.</p>



<p><em>GotG Vol. 3 </em>jelas menarik karena selama ini sang sutradara James Gunn belum pernah membuat film yang buruk. Apalagi, ini adalah kado perpisahannya karena ia bergabung dengan DC.</p>



<p>Sisanya, <em>The Marvels </em>dan <em>Secret Invasion </em>yang baru-baru ini merilis trailer terbarunya, bisa dianggap biasa saja. Penulis tidak terlalu berekspektasi tinggi kepada kedua proyek tersebut, cukup di dua judul sebelumnya.</p>



<p>Lantas, bagaimana dengan proyek-proyek Marvel lainnya yang akan tayang di tahun-tahun berikutnya? Untuk saat ini Penulis belum berharap apa-apa, mengingat informasi yang diberikan pun belum banyak. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Daftar Proyek Film dan Serial Marvel di Phase 5 dan 6</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6450" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Film Marvel di Phase 6 yang Paling Diantisipasi (<a href="https://people.com/movies/avengers-the-kang-dynasty-everything-to-know/">People</a>)</figcaption></figure>



<p>Sampai artikel ini ditulis, sudah ada cukup banyak judul yang telah diagendakan oleh Marvel. Masing-masing sudah memiliki perkiraan waktu rilis, meskipun ini masih sangat mungkin untuk berubah. </p>



<p>Berikut adalah daftar proyek film dan serial Marvel yang akan datang, termasuk yang sudah disebutkan di atas:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Phase 5 (2023 &#8211; 2024) </strong>
<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Film </strong>
<ul class="wp-block-list">
<li><em><strong>Ant-Man and the Wasp: Quantumania</strong></em> &#8211; 17 Februari 2023</li>



<li><strong><em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em></strong>&#8211; 5 Mei 2023</li>



<li><strong><em>The Marvels</em></strong> &#8211; 10 November 2023</li>



<li><strong><em>Captain America: New World Order</em></strong> &#8211; 3 Mei 2024</li>



<li><strong><em>Thunderbolts </em></strong>&#8211; 26 Juli 2024</li>



<li><strong><em>Blade </em></strong>&#8211; 6 September 2024</li>
</ul>
</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Serial</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>Secret Invasion</em></strong> &#8211; 21 Juni 2023</li>



<li><strong><em>Loki Season 2</em></strong> &#8211; Pertengahan 2023</li>



<li><strong><em>What If&#8230;? Season 2 </em></strong>&#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Ironheart</em></strong> &#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Echo </em></strong>&#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Agatha: Coven of Chaos</em></strong> &#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Daredevil: Born Again </em></strong>&#8211; TBA</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>



<li><strong>Phase 6 (2024 &#8211; 2026)</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Film</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li><strong><em>Deadpool 3 </em></strong>&#8211; 8 November 2024</li>



<li><strong><em>Fantastic 4 </em></strong>&#8211; 14 Februari 2025</li>



<li><strong><em>Avengers: The Kang Dynasty</em></strong> &#8211; 2 Mei 2025</li>



<li><strong><em>Avengers: Secret Wars</em></strong> &#8211; 1 Mei 2026</li>
</ul>
</li>



<li><strong>Serial</strong>
<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Serial Wakanda</strong> (belum ada judul) &#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Spider-Man: Freshman Year </em></strong>&#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Spider-Man: Sophomore Year </em></strong>&#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Marvel Zombies </em></strong>&#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Wonder Man</em></strong> &#8211; TBA</li>



<li><strong>Serial Nova</strong> (belum ada judul) &#8211; TBA</li>



<li><em><strong>What If&#8230;? Season 3 </strong></em>&#8211; TBA</li>



<li><strong><em>Vision Quest</em></strong> &#8211; TBA</li>
</ul>
</li>
</ul>
</li>
</ul>



<p>Percayalah, daftar judul-judul di atas masih belum semua. Setahu Penulis, setidaknya masih ada <em><strong>X-Men &#8217;97</strong> </em>dan <em><strong>Armor Wars</strong></em>. Selain itu, Penulis yakin masih ada banyak judul yang belum terungkap, seperti <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-far-from-home/">lanjutan petulangan Spider-Man versi Tom Holland</a>.</p>



<p>Dari banyaknya judul di atas, mana yang paling Penulis antisipasi? Tentu saja dua film Avengers. Penulis tidak berharap akan sebagai <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-infinity-wars/">Avengers: Infinity Wars</a> </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-endgame-bagian-1-adegan-favorit/">Avengers: Endgame</a></em> tapi setidaknya bisa mendekati level tersebut.</p>



<p>Nah, sebelum menuju ke kedua film tersebut, tentu Marvel harus melakukan <em>setup </em>terlebih dahulu di film dan serial sebelumnya. Apakah Marvel mampu membangun fondasi yang kuat untuk menunjang kedua film Avengers tersebut? Penulis tidak berharap banyak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kang the Conqueror</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="546" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-2-1024x546.jpg" alt="" class="wp-image-6451" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-2-1024x546.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-2-300x160.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-2-768x410.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/the-future-of-marvel-cinematic-universe-2.jpg 1170w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dari Kiri: Scarlet Centurion, Immortus, Rama Tut (<a href="https://twitter.com/CanWeGetToast/status/1629256793263071240">Twitter</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak awal <em>Multiverse Saga</em>, nama Kang the Conqueror yang diperankan oleh Jonathan Majors telah digaungkan. Diawali dari variannya di <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-2/">serial <em>Loki</em></a> yang bernama He Who Remains, kita melihat sosoknya di <em>Ant-Man 3 </em>yang sayangnya cukup mengecewakan.</p>



<p>Memang, di akhir film kita bisa melihat banyak sekali varian Kang yang tampaknya jauh lebih berbahaya, terutama <em>the big three</em>: <strong>Immortus</strong>, <strong>Rama Tut</strong>, dan <strong>Scarlet Centurion</strong>. Thanos yang seorang diri saja sudah se-<em>badass </em>itu, ini malah keroyokan.</p>



<p>Di komik, karakter Kang memang menjadi salah satu <em>villain </em>klasik yang sering muncul dan berhadapan dengan para Avengers. Pemilihannya sebagai <em>main villain </em>di saga ini bagi Penulis sudah cukup tepat, karena ia memang pengelana <em>multiverse</em>.</p>



<p>Menariknya, tidak semua varian jahat. Ada satu nama yang menarik perhatian Penulis, yakni <strong>Iron Lad</strong>. <em>Feeling </em>Penulis, ia akan membantu para Avengers mengalahkan para Kang jahat yang berambisi menakhlukkan <em>multiverse.</em></p>



<p>Jadi, meskipun awal kemunculannya cukup mengecewakan, Penulis masih menyimpan asa kalau varian-variannya akan mampu menebar teror seperti yang Thanos lakukan di <em>Infinity Saga</em>. Apalagi, akting Majors sudah terlihat menjanjikan.</p>



<p>Pertanyaan menarik lainnya adalah siapa yang akan memimpin Avengers baru melawan Kang? Ada banyak kandidat, seperti <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-captain-marvel/">Captain Marvel</a>, Captain America versi Sam Wilson, bahkan <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-no-way-home/">Spider-Man</a>. </p>



<p>Bahkan, bukan tidak mngkin karakter baru seperti Mr. Fantastic a.k.a. Reed Richards dari film <em>Fantastic 4 </em>(yang akan tayang terlebih dahulu sebelum film Avengers) akan menjadi pemimpinnya. Selain itu, Penulis belum ada bayangan lagi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Menurut rumor yang beredar, setelah <em>Multiverse Saga </em>akan datang <em>Mutant Saga</em>. Dari namanya, jelas kita akan langsung menyambungkannya dengan X-Men, yang sampai saat ini belum terlihat sama sekali.</p>



<p>Memang, <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ms-marvel/">Ms. Marvel</a> sudah memberi indikasi kalau dirinya adalah mutan, dan Hugh Jackman selaku pemeran Wolverine telah memastikan akan <em>comeback </em>di film <em>Deadpool 3</em>. Namun, tampaknya masih butuh bertahun-tahun lagi kita bisa melihat X-Men di MCU.</p>



<p>Bagi Penulis, <em>Phase 4 </em>adalah fase di mana Marvel melakukan berbagai macam eksperimen untuk menentukan arah mereka di masa depan. Maka dari itu, banyak proyek mereka di fase tersebut yang terlihat keluar dari pakem dan mencoba banyak hal baru.</p>



<p>Tentu itu adalah hal yang positif agar kita bisa menyaksikan tayangan berkualitas di fase-fase selanjutnya. Semoga saja Marvel belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah dibuat di <em>Phase 4</em>, agar kita bisa menikmati <em>Phase 5</em>, <em>Phase 6 </em>dan saga selanjutnya dengan lebih baik lagi.</p>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p>Lawang, 29 Januari 2023, terinspirasi setelah MCU mengakhir <em>Phase 4</em> dan akan segera masuk ke <em>Phase 5</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/">The Future of Marvel Cinematic Universe</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/the-future-of-marvel-cinematic-universe/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Apr 2023 14:31:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[#banggafilmindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang]]></category>
		<category><![CDATA[NKCTHi]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6423</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam artikel ulasan mengenai film Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini, Penulis sudah mengungkapkan bagaimana dirinya menyukai film tersebut. Oleh karena itu, tak heran jika Penulis ingin menonton sekuelnya, Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang. Penulis menonton film ini bersamaan dengan ketika menonton film Suzume no Tojimari. Ini adalah kali kedua Penulis menonton dua film [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/">Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam artikel ulasan mengenai film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-nkcthi-bagian-1/">Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini</a></em>, Penulis sudah mengungkapkan bagaimana dirinya menyukai film tersebut. Oleh karena itu, tak heran jika Penulis ingin menonton sekuelnya, <em><strong>Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</strong></em>.</p>



<p>Penulis menonton film ini bersamaan dengan ketika menonton film <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-suzume-no-tojimari/">Suzume no Tojimari</a></em>. Ini adalah kali kedua Penulis menonton dua film di hari yang sama, setelah dulu sekali pernah menonton film <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-sekala-niskala-dan-hongkong-kasarung/"><em>Sekala Niskala </em>dan <em>Hongkong Kasarung</em></a><em>.</em></p>



<p>Lantas, apakah <em>Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang </em>berhasil meninggalkan kesan yang positif seperti pendahulunya? Atau justru film ini terasa B aja? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini, <em>SPOILER ALERT!</em></p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="OFFICIAL TRAILER JALAN YANG JAUH JANGAN LUPA PULANG | TAYANG DI BIOSKOP 2 FEBRUARI 2023" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/RX_F6AoQphc?start=7&#038;feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Melanjutkan kisah dari <em>Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini</em>, <strong>Aurora </strong>(Sheila Dara) sedang menyelesaikan studinya di Inggris. Namun, fokusnya terpecah karena ia harus membantu pameran pacarnya, <strong>Jem </strong>(Ganindra Bimo). </p>



<p>Karena merasa gagal, Jem dan Aurora bertengkar hebat yang membuat hubungan mereka putus, dan Aurora pun keluar dan pindah ke hunian teman-temannya, <strong>Honey</strong> (Lutesha) dan <strong>Kit </strong>(Jerome Kurnia).</p>



<p>Semenjak kejadian itu, dua bulan Aurora hilang dan tidak bisa dihubungi oleh pihak keluarganya yang di Indonesia. Untuk itu, <strong>Angkasa </strong>(Rio Dewanto) dan <strong>Awan </strong>(Rachel Amanda) pun pergi ke Inggris untuk mencari saudara mereka tersebut.</p>



<p>Setelah mereka bertiga bertemu, akhirnya diketahui kalau kehidupan Aurora sedang berantakan pascaputus dari Jem. Kuliahnya molor, sehingga ia harus bekerja ekstra agar bisa bertahan hidup di Inggris karena ia menolak menggunakan uang kiriman ayahnya.</p>



<p>Angkasa, yang mengetahui akar permasalahan adiknya adalah Jem, memutuskan untuk mencari Jem dengan bantuan Kit. Tanpa banyak babibu, ia pun langsung menghajar Jem yang mengakibatkan ia dilaporkan ke kepolisian.</p>



<p>Aurora tentu tidak ingin kakaknya masuk penjara karena itu juga akan membuat hidupnya makin runyam. Alhasil, ia pun berusaha bernegosiasi dengan Jem, di mana ia mau mencabut tuntutan tersebut dengan syarat Aurora harus balik dengannya.</p>



<p>Lantas, terjadilah pembicaraan antara mereka bertiga, yang intinya Aurora sebenarnya ingin berusaha membereskan urusannya sendiri. Selain itu, ia merasa kalau rumahnya yang sebenarnya adalah di sini, bukan di Indonesia.</p>



<p>Pada akhirnya, Angkasa dan Awan dapat memahami perasaan Aurora dan kembali ke Indonesia. Aurora sendiri melanjutkan kehidupannya di Inggris, sembari berusaha untuk segera menata ulang kehidupannya yang sempat berantakan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="OFFICIAL FINAL TRAILER JALAN YANG JAUH JANGAN LUPA PULANG | TAYANG DI BIOSKOP 2 FEBRUARI 2023" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/e4bgx2LM1ik?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Jika dibandingkan dengan film sebelumnya yang terasa dekat, <em>Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang </em>memang terasa &#8220;jauh&#8221; bagi Penulis. Mayoritas konflik yang ada di dalamnya benar-benar kurang <em>related </em>dengan kehidupan Penulis.</p>



<p>Penulis jelas tidak akan pernah menghilang selama dua bulan dari keluarganya, apapun alasannya. Rasanya begitu egois membuat orang tua kita khawatir setiap hari, hanya karena &#8220;ingin hidup tenang&#8221; dan tidak menginginkan perhatian dan kepedulian mereka.</p>



<p>Bagi Penulis, apapun alasannya, Aurora benar-benar menjadi sosok yang egois di film ini. Apalagi, konflik awal dari hilangnya Aurora berawal dari pacarnya, sosok yang tentunya ia kenal lebih sebentar daripada keluarganya.</p>



<p>Ia merasa keberadaannya selama ini sering terabaikan. Kepindahannya ke Inggris membuatnya mendapatkan perhatian berlebih yang selama ini tidak pernah ia dapatkan, dan ternyata ia memang tidak menyukai hal tersebut.</p>



<p>Penulis juga sedikit merasa kesal karena pada akhirnya Aurora kembali dengan Jem, sosok yang terlihat <em>toxic </em>dan manipulatif. Meskipun memberikan kesan akan &#8220;berubah menjadi lebih baik&#8221; di akhir film, Penulis tetap tidak suka jika ada laki-laki sekasar itu ke perempuan.</p>



<p>Mungkin ada Pembaca yang tidak setuju dengan pendapat Penulis, tapi memang sesulit itu bagi Penulis bisa bersimpati dengan Aurora. Padahal, karakternya adalah salah satu favorit Penulis di <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-nkcthi-bagian-2/">Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini</a>.</em></p>



<p>Terlepas dari konflik utama yang berpusat pada Aurora, sebenarnya Penulis masih bisa menikmati film ini. Sinematografinya keren, bahkan terasa membumi karena hanya menyorot sisi-sisi kota London yang biasa tanpa pernah memperlihatkan sisi glamor kota tersebut.</p>



<p>Alurnya dibuat maju mundur seperti film sebelumnya, hanya saja tidak ada pemeran pengganti untuk menggambarkan versi lebih muda para karakternya karena mundurnya juga hanya beberapa bulan/tahun. </p>



<p>Adegan <em>flashback </em>yang dimiliki juga kebanyakan hanya menjelaskan bagaimana pertemuan Aurora dengan Jem, Honey, hingga Kit. Jika tidak fokus, kita bisa kebingungan mana adegan yang menggambarkan saat ini, apalagi Honey kerap berganti rambut.</p>



<p>Untuk akting para pemerannya sendiri juga sudah cukup oke. Kredit khusus Penulis berikan kepada pemeran Honey dan Kit, karena mereka bisa menggambarkan sebagai sosok yang hadir sebagai &#8220;keluarga&#8221; bagi Aurora di Inggris.</p>



<p><em>Overall</em>, Penulis masih bisa menikmati <em>Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang </em>meskipun tidak sampai meninggalkan kesan seperti <em>Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini.</em> Film ini dikabarkan akan memiliki film ketiganya, dan Penulis akan menantikannya.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator has-css-opacity"/>



<p>Lawang, 9 April 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</em></p>



<p>Foto: <a href="https://www.liputan6.com/showbiz/read/5193740/film-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-beri-penawaran-khusus-jelang-penayangan-2-februari-mendatang">Liputan6</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/">Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Ant-Man and the Wasp: Quantumania</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2023 16:00:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Ant-Man]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Kang the Conqueror]]></category>
		<category><![CDATA[Loki]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6362</guid>

					<description><![CDATA[<p>Marvel Cinematic Universe (MCU) Phase 5 resmi dimulai dengan tayangnya film Ant-Man and the Wasp: Quantumania. Di Indonesia, seperti biasa film ini tayang dua hari lebih cepat dibandingkan waktu perilisan global, yakni pada hari 15 Februari 2023. Yang spesial pada kali ini adalah Penulis menontonnya di Central Park, Jakarta. Kebetulan, Penulis mendarat di Jakarta pada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/">Setelah Menonton Ant-Man and the Wasp: Quantumania</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Marvel Cinematic Universe (MCU) Phase 5 resmi dimulai dengan tayangnya film <em><strong>Ant-Man and the Wasp: Quantumania</strong></em>. Di Indonesia, seperti biasa film ini tayang dua hari lebih cepat dibandingkan waktu perilisan global, yakni pada hari 15 Februari 2023.</p>



<p>Yang spesial pada kali ini adalah Penulis menontonnya di Central Park, Jakarta. Kebetulan, Penulis mendarat di Jakarta pada paginya dan memang ada janji dengan teman-teman kantornya yang baru kali ini bertemu (kebetulan ini adalah pertemuan kali pertama).</p>



<p>Sebelum menonton film ini, Penulis sudah menurunkan ekspektasinya karena di situs <em>Rotten Tomatoes</em> film ini hanya mendapatkan skor 55% (terakhir bahkan sudah menyentuh angka 47%, menyamai &#8220;rekor&#8221; <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-eternals-bagian-1/">Eternals</a></em>). </p>





<p>Banyak yang menganggap kalau film ketiga Ant-Man ini akan menjadi film Ant-Man tergelap jika dibandingkan dengan dua film sebelumnya. Penulis pun sudah mengharapkan ada kematian tokoh penting, atau setidaknya terjebak di <em>quantum realm</em>. </p>



<p>Lantas, apakah film ini kembali mengecewakan seperti beberapa film Marvel sebelumnya? Atau setidaknya berada di level medioker yang masih oke untuk ditonton? Atau justru masuk ke level mantap seperti <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-shang-chi-and-the-legend-of-the-ten-rings/">Shang-Chi</a> </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-no-way-home/">No Way Home</a></em>?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Ant-Man and the Wasp: Quantumania</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Ant-Man and The Wasp: Quantumania | Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/ZlNFpri-Y40?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis datang terlambat ketika menonton film ini, sehingga langsung menonton adegan ketika <strong>Scott Lang</strong> (Paul Rudd) mempromosikan buku buatannya. Lantas, ia mendapatkan kabar kalau anaknya <strong>Cassie</strong> (Kathryn Newton) tertangkap oleh polisi karena suatu masalah.</p>



<p>Singkat cerita, Cassie bersama ayahnya, <strong>Hope</strong> (Evangeline Lily), <strong>Hank Pym</strong> (Michael Douglas), dan <strong>Janet van Dyne</strong> (Michelle Pfeiffer) sedang mencoba suatu alat yang memetakan dunia kuantum. Namun, alat tersebut justru menyedot mereka semua.</p>



<p>Scott dan Cassie tertangkap oleh penduduk asli dunia kuantum yang sedang mengumpulkan pasukan untuk memberontak ke <strong>Kang the Conqueror </strong>(Jonathan Majors). Di sisi lain, Hope, Hank, dan Janet berusaha untuk mengumpulkan informasi ke kota.</p>



<p>Janet menghubungi <strong>Skylar</strong> (Bill Murray), mantan sekutunya ketika ia masih terjebak di dunia kuantum. Sayangnya, ternyata Skylar sudah menjadi anak buah Kang dan hendak menyerahkan Janet dkk ke Kang. Untungnya, mereka berhasil kabur.</p>



<p>Kembali lagi ke Scott dan Cassie. Pemimpin pasukan pemberontak, <strong>Jentorrah</strong> (Katy M. O&#8217;Brian), menjelaskan bagaimana Janet secara tidak langsung membantu Kang menguasai dunia kuantum dengan memperbaiki mesin multiversalnya.</p>



<p>Setelah berhasil memperbaiki mesin tersebut, Janet mampu melihat pikiran Kang di mana ternyata ia adalah seorang penakhluk yang telah melakukan genosida demi menghapus <em>timeline </em>tertentu. </p>



<p>Untuk itu, Janet pun memperbesar <em>core </em>dari mesin tersebut agar Kang tidak bisa kabur dari dunia kuantum. Oleh karena itu, Kang ingin bertemu dengan Scott agar ia bisa membantu dirinya mengecilkan <em>core </em>mesinnya.</p>



<p>Tiba-tiba, <strong>M.O.D.O.K.</strong>, yang ternyata merupakan Darren Cross (Corey Stoll), menyerang mereka dan berhasil menangkap Scott dan Cassie. Kang pun menemui mereka dan memaksa Scott untuk melakukan apa yang ia minta, atau anaknya akan mati.</p>



<p>Scott pun berhasil melakukan misi tersebut (dibantu oleh Hope), dan Kang pun mulai menyiapkan pasukannya. Cassie dan Jentorrah berhasil mengumpulkan pasukan pemberontak untuk menyerbu markas Kang</p>



<p>Pada akhirnya, para pahlawan kita berhasil menahan pasukan Kang (dibantu dengan M.O.D.O.K. yang terkena <em>bacot no jutsu </em>dari Cassie), hingga membuat Kang babak belur berkat semut-semut super yang dipimpin oleh Hank.</p>



<p>Saat semua akan pulang ke dunia, Kang menyerang Scott dan terjadi pertarungan 1 vs 1. Di saat genting, Hope datang dan membantu Scott mengalahkan Kang. Dengan canggihnya, Cassie mampu membuka portal ke dunia kuantum dan menyelamatkan mereka.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="COUNCIL OF KANGS Explained! - Every Kang In Ant Man Quantumania" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/nJD8n-uf6WE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Pada adegan <em>post-credit</em>, kita bisa melihat ada ribuan varian Kang yang berkumpul dan berencana untuk mulai bergerak. Ada tiga varian Kang yang patut diperhatikan, yaitu <strong>Immortus</strong>, <strong>Rama-Tut</strong>, dan <strong>Scarlet Centurion</strong>. </p>



<p>Kemungkinan besar, mereka bertiga lah yang akan menjadi <em>villain </em>utama di film-film Marvel selanjutnya, terutama <em>Avengers: The Kang Dynasty</em>. Kang the Conqueror yang kita lihat di film <em>Quantumania </em>hanyalah bagian kecil dari dinasti tersebut.</p>



<p>Lantas di <em>post-credit </em>yang kedua, kita bisa melihat Loki (Tom Hiddleston) dan Mobius (Owen Wilson) sedang menghadiri acara yang dipimpin oleh varian Kang lainnya, Victor Timely, di tahun 1900-an. Ini akan menjadi awal dari <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-1/">Loki Season 2</a> </em>yang akan tayang tahun ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Ant-Man and the Wasp: Quantumania</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Ant-Man and The Wasp: Quantumania | New Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5WfTEZJnv_8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sebagai <em>set-up </em>untuk film-film Marvel selanjutnya, <em>post-credit </em>yang dimiliki oleh film ini sangat oke. Kemunculan Loki yang sudah Penulis harapkan benar-benar menaikkan semangat Penulis untuk menonton <em>Loki Season 2</em> .</p>



<p>Namun, sebagai film, <em>Ant-Man and the Wasp: Quantumania </em>sangat terasa kurang. Ada banyak kekesalan dan kekecewaan yang muncul ketika selesai menonton film ini. Penulis akan coba jabarkan satu per satu, dari yang paling ringan hingga yang paling berat.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Empat Kekurangan Minor</h3>



<p>Pertama, <strong><em>chemistry </em>ayah-anak antara Paul Rudd dan Kathryn Newton terasa kurang kuat</strong>. Entah mengapa unsur keluarga yang sangat ditekankan di film ini justru tidak berhasil ditampilkan oleh kedua aktor tersebut.</p>



<p>Kedua, <strong>alur cerita filmnya terasa kurang rapi dan sedikit kacau</strong>. Dengan dua perspektif yang saling berganti antara Scott-Cassie dan Hope-Hank-Janet, rasanya agak saling tindih walau pada akhirnya semua bertaut pada satu simpul yang sama.</p>



<p>Ketiga, <strong>The Wasp hampir tidak ada fungsinya</strong>. Meskipun namanya ada di judul, peran The Wasp di sini sangat kecil. Mungkin yang paling besar adalah ketika ia kembali ke Dunia Kuantum untuk membantu Ant-man mengalahkan Kang.</p>



<p>Keempat, <strong>trailer cukup <em>misleading</em></strong><em>. </em>Di trailer, menurut penafsiran Penulis, Scott Lang seolah-olah rela melakukan apapun demi mendapatkan waktu dengan Cassie yang hilang selama lima tahun, termasuk bekerja sama dengan Kang. Faktanya, ini hanya film <em>superhero </em>seperti biasa.</p>



<h3 class="wp-block-heading">MODOK yang Disia-siakan</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Quantumania RUINED MODOK???" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Hl6ND0gVzi0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Kelima,<strong> MODOK yang terasa disia-siakan</strong>. Penulis sama sekali tidak mempermasalahkan <em>backstory</em>-nya yang berubah di komik. Justru, langkah yang jenius dengan menjadikan Darren Cross sebagai sosok yang diubah menjadi MODOK oleh Kang.</p>



<p>Namun, Penulis merasa peran MODOK di film ini terlalu konyol dan memang dihadirkan hanya untuk menambah unsur komedi. Padahal, MODOK adalah salah satu <em>villain </em>legendaris yang dimiliki oleh Marvel.</p>



<p>Penulis sempat berharap kalau MODOK akan punya kisah yang cukup panjang di MCU. Mungkin setelah kekalahan Kang, ia berusaha membalas dendam. Nyatanya, ia mati dengan heroik hingga merasa dirinya merupakan bagian dari Avengers. Sungguh konyol.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Portal Dunia Kuantum yang Seperti Mainan</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Ant-Man and The Wasp: Quantumania | Introducing Cassie" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/bkP3TTWtQEI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Keenam, <strong>Cassie bisa dengan mudah membuka portal ke dunia kuantum</strong>. Di film <em>Ant-man and the Wasp </em>(2018), kita bisa tahu bagaimana perjuangan Hank Pym dan Hope agar bisa membuka portal ke dunia kuantum demi menyelamatkan Janet.</p>



<p>Selain itu, di film ini kita bisa melihat bagaimana susahnya Kang keluar dari sana, hingga ia membutuhkan bantuan Janet. Namun, Cassie yang &#8220;anak kemarin&#8221; bisa membuka portal tersebut hanya dengan <em>tat tut tat tut </em>dalam hitungan detik.</p>



<p>Bagi Penulis, ini benar-benar mengecewakan. Awalnya Penulis merasa agak puas karena melihat Scott dan Hope terjebak di Dunia Kuantum. Nyatanya, mereka bisa diselamatkan dengan terlalu mudah, portal ke Dunia Kuatum terasa seperti mainan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Katanya Mengalahkan Banyak Avengers?</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Ant-Man and The Wasp: Quantumania | Kang The Conqueror" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/yvTiZykN63U?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Terakhir dan yang paling parah tentu saja adalah bagaimana <strong>Kang the Conqueror</strong>, yang digembar-gemborkan sebagai salah satu <em>villain </em>terkuat, <strong>matinya hanya begitu saja</strong>. <em>Sorry to say</em>, Ant-Man dan The Wasp adalah salah satu hero terlemah di Avengers.</p>



<p>Akting Jonathan Majors memang memukau, sama seperti ketika ia memerankan He Who Remains. Yang jadi masalah adalah bagaimana penulis cerita membuat kematiannya terasa mudah dan sama sekali tidak berkesan.</p>



<p>Memang ada teori kalau Kang yang ini belum mati, hanya terjebak saja. Namun, tetap saja jalan menuju ke sana terasa kurang mantap. Setelah kalah dikeroyok oleh semut super, ia juga mudah ditumbangkan oleh Ant-Man dan The Wasp.</p>



<p>Walaupun nanti akan ada ribuan varian Kang yang bisa jadi lebih kuat, tetap saja kematian Kang di film ini benar-benar mengesalkan. Apalagi, ia sempat <em>flexing </em>dengan menyebutkan telah mengalahkan banyak Avengers. Nyatanya, ia hanya kalah begitu saja.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Sebagai pembuka Phase 5, tentu Penulis jadi merasa khawatir kalau film-film selanjutnya akan selevel dengan film ini. Harapan Penulis agar film ini terasa <em>dark </em>dan tidak terlalu menonjolkan sisi humornya memang pupus, tapi Penulis tidak terlalu mempermasalahkannya.</p>



<p>Yang jadi masalah adalah banyaknya kekurangan yang Penulis temukan di film ini. Jika dipikir-pikir lagi, film ini mungkin selevel dengan <em>Eternals </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></em> dalam konteks menimbulkan kekecewaannya.</p>



<p>Di tahun 2023 ini, masih akan ada dua film MCU lagi yang akan tayang, yakni <em>Guardians of the Galaxy Vol. 3 </em>dan <em>The Marvels</em>. Penulis akan berusaha untuk menurunkan ekspektasinya agar tidak merasa kecewa lagi.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 27 Februari 2023, terinspirasi setelah menonton <em>Ant-Man and the Wasp: Quantumania</em></p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://thedirect.com/article/ant-man-3-quantumania-characters-main-cast-sequel">The Direct</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/">Setelah Menonton Ant-Man and the Wasp: Quantumania</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ant-man-and-the-wasp-quantumania/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Black Panther: Wakanda Forever</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-black-panther-wakanda-forever/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-black-panther-wakanda-forever/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2022 16:26:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Black Panther]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[T'Challa]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Wakanda Forever]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6191</guid>

					<description><![CDATA[<p>Phase 4 dari Marvel Cinematic Universe (MCU) resmi berakhir dengan rilisnya film Black Panther: Wakanda Forever pada tanggal 9 November kemarin. Demi menghindari spoiler, Penulis pun seperti biasa menonton di hari premier-nya. Sejak awal, Marvel telah mempromosikan film ini sebagai tribute kepada mendiang Chadwick Boseman. Seperti yang kita tahu, Marvel memutuskan untuk tidak melakukan recast [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-black-panther-wakanda-forever/">Setelah Menonton Black Panther: Wakanda Forever</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><em>Phase 4 </em>dari Marvel Cinematic Universe (MCU) resmi berakhir dengan rilisnya film <em><strong>Black Panther: Wakanda Forever </strong></em>pada tanggal 9 November kemarin. Demi menghindari <em>spoiler</em>, Penulis pun seperti biasa menonton di hari <em>premier</em>-nya.</p>



<p>Sejak awal, Marvel telah mempromosikan film ini sebagai <em>tribute </em>kepada mendiang <strong>Chadwick Boseman</strong>. Seperti yang kita tahu, Marvel memutuskan untuk tidak melakukan <em>recast </em>dan mematikan karakter T&#8217;Challa di dalam film.</p>



<p>Penulis pun sudah menyiapkan hatinya karena merasa film ini akan terasa cukup emosional bagi penontonnya. Lantas, apakah film ini lebih baik dari film-film (medioker) Marvel lainnya seperti <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></em> dan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-thor-love-and-thunder/">Thor: Love and Thunder</a></em>?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Black Panther: Wakanda Forever</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Black Panther: Wakanda Forever | Official Teaser" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/RlOB3UALvrQ?list=PLK5HARgNfgj9YSE_fWUOrZAXulnP5Wwu4" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>T&#8217;Challa </strong>(Chadwick Boseman),  raja Wakanda, meninggal dunia karena sakit. Adiknya, Shuri (Letitia Wright), berusaha membuat tiruan <em>heart-shaped herb </em>yang memberikan kemampuan Black Panther dengan harapan bisa menyembuhkan kakaknya. Sayangnya, ia kalah cepat dengan waktu.</p>



<p>Kematian T&#8217;Challa membuat posisi Wakanda menjadi rentan dan banyak negara yang mulai berusaha mencuri vibranium. Selain itu, CIA dan SEAL juga menemukan vibranium di Samudera Atlantik menggunakan detektor. Namun, tiba-tiba mereka diserang oleh sekelompok manusia yang tinggal di bawah air.</p>



<p>Ternyata, mereka adalah bangsa Talokan yang dipimpin oleh <strong>Namor </strong>(Tenoch Huerta). Ia pun mengonfrotasi Ratu Ramonda (Angela Bassett) dan Shuri karena menganggap orang-orang mulai mencari vibranium karena ulah Wakanda yang membuka diri ke dunia. Namor pun menyuruh Wakanda untuk mencari siapa pembuat detektor tersebut yang ia anggap mengancam rakyatnya.</p>



<p>Shuri dan Okoye (Danai Gurira) pun mencari informasi ke agen <strong>Everett Ross</strong> (Martin Freeman) dan menemukan fakta bahwa penemu detektor vibranium tersebut adalah seorang mahasiswi bernama <strong>Riri Williams </strong>(Dominique Thorne). Ketika hendak balik ke Wakanda, mereka dicegat oleh CIA dan orang Talokan.</p>



<p>Singkat cerita, Shuri dan Riri dibawa ke Talokan. Namor mengajak Shuri untuk berkeliling Talokan dan bercerita tentang masa lalunya dan bagaimana bangsa Talokan dimulai. Ia pun berkata bahwa dirinya harus membunuh Riri dan berperang dengan orang-orang di daratan demi melindungi rakyatnya. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Black Panther: Wakanda Forever | Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/_Z3QKkl1WyM?list=PLK5HARgNfgj9YSE_fWUOrZAXulnP5Wwu4" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Di sisi lain, Ratu Ramonda yang kecewa memecat Okoye sebagai jenderal Dora Milaje. Lalu, Ratu Ramonda juga mencari <strong>Nakia </strong>(Lupita Nyong&#8217;o) untuk menyelamatkan Shuri dan Riri. Misi tersebut berhasil, tetapi membuat Namor memutuskan untuk menyerang Wakanda. Dalam peperangan tersebut, Ratu Ramonda tewas ketika berusaha menyelamatkan Riri.</p>



<p>Namor memberikan waktu satu minggu untuk Wakanda sebelum melakukan penyerangan dengan <em>full army</em>. Rakyat Wakanda pun mengungsi ke gunung Jabari, sedangkan Shuri, Riri, dan pasukan Wakanda bersiap untuk perang. </p>



<p>Shuri berhasil membuat tiruan <em>heart-shaped herb </em>berkat gelang yang diberi oleh Namor. Ketika berada di &#8220;alam barzah&#8221;-nya Wakanda, ia justru bertemu dengan <strong>N&#8217;Jadaka</strong> alias <strong>Killmonger </strong>(Michael B. Jordan). Shuri pun berhasil mendapatkan kekuatan super dan memantapkan hatinya untuk balas dendam ke Namor.</p>



<p>Peperangan antara Wakanda vs Talokan pun terjadi, di mana Shuri berhasil menjebak Namor di dalam pesawatnya dan membuatnya kekeringan. Pada pertarungan 1 vs 1, Shuri berhasil membuat Namor menyerah dan peperangan pun berakhir.</p>



<p>Pada adegan <em>mid-credits scene</em>, kita dikejutkan dengan munculnya anak T&#8217;Challa dan Nakia bernama Toussaint, yang nama Wakanda-nya adalah T&#8217;Challa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Black Panther: Wakanda Forever</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios&#039; Black Panther: Wakanda Forever | Remember" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/w_-2mYtc1iY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis merasa sia-sia karena telah menyiapkan hatinya untuk melihat sesuatu yang emosional. Satu-satunya yang berhasil menggugah Penulis adalah <em>opening </em>Marvel yang memperlihatkan berbagai adegan Chadwick di film-film Marvel.</p>



<p>Memang dari awal sampai akhir, suasana duka sangat terasa, terutama dari Shuri yang benar-benar kehilangan sosok kakaknya. Ia terlihat susah untuk memaafkan dirinya sendiri karena gagal menyelamatkan nyawa T&#8217;Challa. </p>



<p>Selain itu, kematian Ratu Ramonda juga menambah duka film ini. Bayangkan saja, Shuri yang masih muda harus kehilangan semua anggota keluarganya. Hanya saja, Penulis merasa kesedihan tersebut tidak sampai membuat Penulis terhanyut. </p>



<p>Setelah itu, Penulis merasa film ini biasa saja<em>. Pace </em>terasa lambat (durasinya 201 menit) dan jalan cerita kurang kuat. Shuri sebagai pengganti Black Panther juga kurang memiliki kharisma, mungkin karena ia selama ini hanya berperan sebagai <em>side-character.</em></p>



<p>Selain itu Riri Williams yang digambarkan sebagai seorang jenius juga tidak terasa kejeniusannya, seolah dia hanya &#8220;ditempel&#8221; di film ini. Ini berbeda dengan Tony Stark yang dari cara bicara dan gesturnya menunjukan hal tersebut.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Black Panther: Wakanda Forever | Namor" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/o77h301-VIE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Bagi Penulis, film ini terselamatkan oleh satu karakter: <strong>Namor</strong>. Film <em>Black Panther </em>pertama menghadirkan antagonis yang bagus di sisi Killmonger, dan di sekuelnya pun <em>Black Panther </em>berhasil kembali menghadirkan antagonis yang tampil luar biasa.</p>



<p>Perkenalannya, oke. Akting dari Tenoch Huerta, kece. Motivasi dari <em>villain</em>, sangat <em>reasonable </em>karena apa yang ia lakukan hanya demi melindungi rakyatnya. Bahkan, penampilan Huerta bisa dibilang sampai &#8220;membanting&#8221; aktor lain di film ini.</p>



<p>Mungkin yang masih bisa mengimbangi akting dari Huerta adalah Angela Bassett sebagai Ratu Ramonda. Ia yang mengambil alih pimpinan Wakanda terlihat harus berdiri kokoh membela rakyatnya di tengah duka yang ia derita. </p>



<p>Untuk adegan <em>action</em>-nya sendiri lumayan, di mana Namor memang menjadi salah satu karakter yang cukup <em>powerful</em>. Namun, kekurangannya berhasil dieksploitasi oleh Shuri sehingga ia bisa kalah duel melawan <em>bocil </em>tersebut.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios&#039; Black Panther: Wakanda Forever | Time" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/UH0KeoB72zs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>Overall</em>, film ini masih oke untuk ditonton jika dibandingkan dengan dua film sebelumnya. Sayangnya sebagai <em>tribute </em>untuk mendiang Chadwick, film ini kurang terasa sisi emosionalnya, setidaknya bagi Penulis.</p>



<p>Penulis tentu berharap kalau Namor masih akan muncul lagi di film-film Marvel selanjutnya. Bagi Penulis, ia layak dianggap sebagai <em>antihero </em>terbaik setelah Loki. Bahkan, di antara sederet <em>villain </em>yang pernah muncul, Namor menjadi salah satu yang terbaik.</p>



<p>Melihat diperkenalkannya T&#8217;Challa kecil, aman untuk berasumsi kalau di film Black Panther selanjutnya akan berfokus kepada dirinya. Shuri mungkin akan kembali ke peran &#8220;aslinya&#8221; sebagai <em>side character</em>.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<p>NB: Saat menonton film ini, sempat ada gangguan teknis di mana filmnya tiba-tiba berhenti. Ini adalah pertama kali Penulis mengalami hal tersebut.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 20 November 2022, terinspirasi setelah menonton <em>Black Panther: Wakanda Forever</em></p>



<p>Foto: <a href="https://marvelcinematicuniverse.fandom.com/wiki/Black_Panther:_Wakanda_Forever">Fandom</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-black-panther-wakanda-forever/">Setelah Menonton Black Panther: Wakanda Forever</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-black-panther-wakanda-forever/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>The Fall of Marvel Cinematic Universe</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Oct 2022 09:23:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6061</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis termasuk orang yang &#8220;telat&#8221; mengikuti film-film Marvel atau yang disebut sebagai Marvel Cinematic Universe (MCU). Bagaimana tidak, Penulis baru maraton film-filmnya beberapa minggu sebelum menonton film Avengers: Infinity Wars di tahun 2018. Tentu ada beberapa film Marvel yang sudah pernah Penulis tonton sebelumnya seperti Iron Man. Namun, Penulis banyak melewatkan film superhero lainnya, terutama [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/">The Fall of Marvel Cinematic Universe</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis termasuk orang yang &#8220;telat&#8221; mengikuti film-film Marvel atau yang disebut sebagai <strong>Marvel Cinematic Universe (MCU)</strong>. Bagaimana tidak, Penulis baru maraton film-filmnya beberapa minggu sebelum menonton film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-infinity-wars/">Avengers: Infinity Wars</a></em> di tahun 2018.</p>



<p>Tentu ada beberapa film Marvel yang sudah pernah Penulis tonton sebelumnya seperti <em>Iron Man</em>. Namun, Penulis banyak melewatkan film <em>superhero </em>lainnya, terutama yang namanya tidak pernah terdengar sebelumnya.</p>



<p>Apa yang Penulis suka dari konsep yang ditawarkan oleh Marvel adalah kesinambungan antara film-filmnya, hingga memiliki konklusi di dua film Avengers. Banyak yang mencoba meniru konsep ini (termasuk DC), tetapi rasanya tidak ada yang seberhasil Marvel.</p>





<p>Setelah <em>Infinity Saga</em> (film-film dari <em>Phase 1 </em>sampai <em>Phase 3</em>) berakhir, Marvel <em>move on </em>ke saga selanjutnya, yaitu <em><strong>Multiverse Saga</strong> </em>yang dimulai dari <em>Phase 4 </em>hingga <em>Phase 6 </em>mendatang. Sayangnya, Penulis merasa Marvel mengalami penurunan kualitas yang cukup drastis.</p>



<p>Pada tulisan kali ini, Penulis akan coba memberikan opininya terkait jatuhnya Marvel Cinematic Universe dari sudut pandang Penulis sebagai penggemar, terutama mencari tahu apa faktor yang bisa membuat Marvel berada di titik yang sekarang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tier List Film dan Serial MCU Phase 4</h2>



<p>Selama <em>Phase 1 </em>sampai <em>Phase 3</em>, MCU telah memiliki total 23 film. Di <em>Phase 4</em>, MCU telah memiliki 6 judul film, 8 serial, serta 1 <em>special presentation</em>. Fase ini masih memiliki film <em>Black Panther: Wakanda Forever </em>dan <em>The Guardians of the Galaxy Holiday Special</em>.</p>



<p>Penulis mencoba untuk membuat semacam <em>tier list </em>untuk film dan serial yang telah tayang di <em>Phase 4</em>, di mana <em>tier</em> <em>S </em>artinya <em>great</em>, <em>tier A</em> artinya bagus, <em>tier B</em> artinya oke atau B aja, <em>tier C</em> artinya buruk, dan <em>tier D</em> artinya sangat buruk. Berikut daftarnya:</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="969" height="412" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/2022-10-22_132805.jpg" alt="" class="wp-image-6063" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/2022-10-22_132805.jpg 969w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/2022-10-22_132805-300x128.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/2022-10-22_132805-768x327.jpg 768w" sizes="(max-width: 969px) 100vw, 969px" /></figure>



<p>Bagi Penulis, hanya film <em><strong><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-shang-chi-and-the-legend-of-the-ten-rings/">Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings</a></strong> </em>yang patut mendapatkan apresiasi tinggi. Film <em><strong><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-no-way-home/">Spider-Man: No Way Home</a> </strong></em>bagus, tetapi itu karena ada unsur nostalgianya yang sangat kental hingga menutupi berbagai <em>plot hole </em>di dalamnya.</p>



<p>Serial-serial awal Marvel seperti <em><strong><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-wandavision-episode-1-2/">WandaVision</a></strong> </em>dan <em><strong>Loki </strong></em>sangat menjanjikan, yang sayangnya tidak berhasil ditiru oleh serial-serial Marvel selanjutnya. Apalagi, masing-masing serial juga memiliki kekurangan yang sama. Penulis akan menjelaskan hal ini lebih rinci di bawah.</p>



<p>Sebagai perbandingan, Penulis juga membuat <em>tier list </em>untuk film-film yang telah tayang di <em>Infinity Saga </em>alias <em>Phase 1</em>,<em> Phase 2</em>, dan <em>Phase 3.</em> Berikut adalah daftarnya:</p>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="967" height="429" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/2022-10-22_133732.jpg" alt="" class="wp-image-6064" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/2022-10-22_133732.jpg 967w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/2022-10-22_133732-300x133.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/2022-10-22_133732-768x341.jpg 768w" sizes="(max-width: 967px) 100vw, 967px" /><figcaption>NB: The Incredible Hulk (2008) tidak Penulis masukkan karena belum menontonnya</figcaption></figure>



<p>Bisa dilihat untuk dua <em>tier </em>teratas, Penulis memasukkan 11 film di <em>Infinity Saga </em>atau setara dengan 50% dari total film Marvel. Sebaliknya, hanya ada 2 film dan 3 serial Marvel di <em>Multiverse Saga </em>yang masuk ke dalam dua <em>tier </em>teratas atau sekitar 33%.</p>



<p>Namun, jika melihat daftar di dua <em>tier </em>terbawah, <em>Infinity Saga </em>hanya memiliki 3 judul (13%) saja, sedangkan <em>Multiverse Saga </em>memiliki 7 judul (46%) baik film maupun serial. Bahkan untuk sekadar &#8220;oke&#8221;, Marvel tampak kesulitan di <em>Phase 4 </em>ini.</p>



<p>Penulis bisa bilang, film terburuknya Marvel di <em>Infinity Saga </em>masih lebih bagus daripada beberapa film dan serial yang ada di <em>Multiverse Saga</em>. Penulis jelas memilih untuk menonton <em>Iron Man 2 </em>daripada harus menonton ulang <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-eternals-bagian-1/">Eternals</a></em>.</p>



<p>Memang banyak film Marvel di <em>Infinity Saga </em>yang kualitasnya sekadar &#8220;oke&#8221; alias di <em>tier B</em>. Namun, film-film tersebut masih jauh lebih baik daripada beberapa judul terakhir yang dirilis oleh Marvel. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Terlalu Mengandalkan Cameo dan Nostalgia</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Doctor Strange Meets The ILLUMINATI | HD CLIP" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/v5Z7s_0ICG4?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis merasa kalau Marvel terlalu mengandalkan <em><strong>cameo </strong></em>dan <strong>nostalgia </strong>untuk bisa membuat <em>Phase 4 </em>terlihat menarik. Ini seolah mengesankan kalau Marvel tidak terlalu percaya diri dengan kualitas film dan serial yang mereka buat sendiri.</p>



<p>Selain <em>No Way Home </em>yang sudah Penulis sebutkan, ada film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a></em> yang memunculkan banyak <em>cameo</em>. Masalahnya, Marvel tampak menyia-nyiakan para <em>cameo </em>tersebut hingga membuat banyak penggemar kesal.</p>



<p>Serial <em>She-Hulk </em>mungkin akan sepi dari awal jika Daredevil tidak diiklankan dari awal akan muncul. <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-ms-marvel/">Ms. Marvel</a> </em>&#8220;mendatangkan&#8221; <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-captain-marvel/">Captain Marvel</a> di bagian akhir serial, sedangkan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-hawkeye/">Hawkeye</a> </em>memunculkan Yelena Belova dari film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-black-widow/">Black Widow</a></em>.</p>



<p>Serial <em>WandaVision </em>bahkan memunculkan pemeran Quicksilver alias Pietro Maximoff dari semesta X-Men yang diperankan oleh Evan Peters. Ini memunculkan perdebatan tentang <em>multiverse</em>, walau teori itu dipatahkan di akhir serial.</p>



<p><em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-thor-love-and-thunder/">Love and Thunder</a> </em>sempat memunculkan pasukan Guardians of the Galaxy walau sebentar. Bahkan, film yang bagus seperti <em>Shang-Chi </em>juga menampilkan <em>cameo </em>dari Wong dan Abomination untuk adegan yang sebenarnya tidak terlalu penting juga.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios’ Moon Knight | Official Trailer | Disney+" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/x7Krla_UxRg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Padahal, film atau serial yang tidak memunculkan <em>cameo </em>juga bisa terlihat bagus, seperti yang kita saksikan di serial <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-moon-knight/">Moon Knight</a></em>. Serial <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-loki-bagian-1/">Loki</a> </em>juga memiliki fokus yang bagus ke protagonis utamanya.</p>



<p>Ke depannya, tampaknya Marvel masih akan mengandalkan dua hal ini. Terbaru, Ryan Reynolds baru mengumumkan kalau film <em>Deadpool 3 </em>akan dibintangi oleh karakter kesayangan sejuta umat, Wolverine yang diperankan oleh <em>the one and only</em> Hugh Jackman.</p>



<p>Memang, semesta yang dibuat oleh Marvel membuat semua film dan serialnya saling terkait. Hanya saja, kalau cuma mengandalkan <em>cameo </em>dan nostalgia saja sebagai <em>fans service</em> tanpa diiringi kualitas yang baik, ya buat apa?</p>



<p>Apalagi, Marvel memiliki kelebihan dalam memilih <em>cast</em>-nya. Oscar Isaac (Moon Knight) sangat disukai oleh penggemar. Florence Pugh (Yelena Belova), Iman Vellani (Kamala Khan), Hailee Steinfeld (Kate Bishop), semua langsung jadi favorit banyak orang, sehingga sayang jika kualitas mereka kurang dimaksimalkan dengan baik. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Quantity Over Quality?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="“Big Game” Spot | Marvel Studios | Disney+" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/62EB4JniuTc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Marvel sempat membuat jargon <em>expanding the universe </em>yang menandakan kalau semesta Marvel akan semakin luas. Masalahnya, bagi Penulis semesta Marvel sudah terlalu luas hingga mereka terlihat kesulitan untuk mengendalikannya.</p>



<p>Dulu di <em>Infinity Saga</em>, Marvel merilis sekitar 2-3 film setiap tahunnya. Sekarang pun Marvel masih konsisten merilis sekitar tiga film setiap tahunnya. Bedanya, sekarang Marvel juga merilis serial yang tayang secara eksklusif di Disney+.</p>



<p>Di tahun 2021 ada 5 serial yang dirilis oleh Marvel, sedangkan di tahun 2022 ada 3 serial yang dirilis. Jangan lupa kalau di tahun ini juga akan ada dua <em>special presentation</em>, yakni <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-werewolf-by-night/">Werewolf by Night</a> </em>dan <em>The Guardians of the Galaxy Holiday Special</em>.</p>



<p>Tentu ini menimbulkan pertanyaan, <strong>apakah Marvel memang sekarang lebih fokus ke kuantitas daripada kualitas?</strong> Mereka membuat begitu banyak serial yang tentunya diproyeksikan akan muncul di proyek-proyek Marvel selanjutnya.</p>



<p>Selain membuat serial untuk karakter yang sudah ada, Marvel juga memanfaatkannya untuk memperkenalkan beberapa karakter baru. Jika dibuat daftar, pasti akan ada banyak sekali nama-nama baru.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Official Trailer | She-Hulk: Attorney at Law | Disney+" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/u7JsKhI2An0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Masalahnya,<strong> kuantitas ini juga sangat berpengaruh ke kualitas yang dimiliki</strong>. Lihat saja betapa buruknya CGI di serial <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-she-hulk-attorney-at-law/">She-Hulk: Attorney at Law</a> </em>yang seolah menyiratkan kalau <em>budget </em>Marvel sedang tipis. Tidak hanya itu, kualitas penceritaannya pun buruk.</p>



<p>Hampir semua serial Marvel memiliki kelemahan dengan mengulur-ulur cerita sebelum ke klimaks utama. Akhir yang anti-klimaks, kesan terburu-buru, alur agak berantakan, dan banyak hal buruk lainnya menjadi &#8220;ciri khas&#8221; dari serial Marvel.</p>



<p>Kemungkinan, ini dikarenakan durasi serial yang hanya berkisar di angka 30 menit. Sebagai perbandingan, serial dari platform lain seperti <em>Game of Thrones </em>dan <em>The Boys </em>memiliki durasi sekitar 1 jam, sehingga setiap episodenya memiliki <em>core </em>cerita yang mantap.</p>



<p>Penulis memahami kalau Marvel Studios baru masuk ke ranah serial, sehingga mereka masih meraba-raba. Mereka bisa belajar dari serial-serial di platform sebelah untuk bisa mendapatkan formula untuk membuat serial yang baik dan mampu memuaskan penonton.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow"><p><strong>“Sejujurnya, yang paling dekat yang bisa saya pikirkan tentang mereka (Marvel), dan dibuat seperti apa adanya, dengan aktor melakukan yang terbaik yang mereka bisa dalam situasinya, adalah </strong><em>taman hiburan</em>. <strong>Ini bukan sinema manusia yang mencoba menyampaikan pengalaman emosional dan psikologis kepada manusia lain</strong>.”</p><p><span style="color:#9e0b0f" class="has-inline-color">-Martin Scorsese-</span></p></blockquote>



<p>Sewaktu Martin Scorsese melontarkan pernyataan di atas, banyak penggemar yang langsung memberikan <em>hate comment </em>kepada sang sutradara. Tak sedikit yang menganggap kalai Scorsese hanya iri dengan kesuksesan yang diraih oleh Marvel.</p>



<p>Namun, ketika Penulis baca lagi, mungkin apa yang diucapkan Scorsese ada benarnya. Marvel hanya membuat film yang &#8220;menghibur&#8221; seperti layaknya taman bermain, bukan film dengan penuh makna yang emosional, <em>Oscar-worthy</em>, <em>mind-blowing</em>, dan lain sebagainya.</p>



<p>Bandingkan dengan film-film seperti <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-everything-everywhere-all-at-once/">Everything, Everywhere, All at Once</a> </em>yang bagi Penulis berhasil membuat penontonnya merasa emosional dan terhanyut ketika menontonnya. Film-film Marvel jarang ada yang seperti itu.</p>



<p>Apakah yang dilakukan oleh Marvel salah? Tentu tidak. Secara komersial, strategi tersebut terbukti berhasil karena mampu menjangkau pasar yang sangat luas. Mau tua maupun muda, mereka bisa menikmati film-film Marvel tanpa perlu terlalu banyak berpikir.</p>



<p>Hanya saja, jangan sampai Marvel merasa jumawa karena memilki <em>fanbase </em>yang besar, sehingga membuat film dan serial ala kadarnya. Seolah ada <em>mindset</em>, mau bikin ampas sekalipun, pasti masih banyak yang mau nonton karena <em>this is Marvel</em>.</p>



<p>Pada tulisan berikutnya, Penulis akan membahas mengenai <strong>masa depan MCU</strong> beserta proyek-proyek akan mereka miliki untuk <em>Phase 5 </em>dan <em>Phase 6. </em>Beberapa terlihat menjanjikan, tetapi bisa saja hal tersebut salah seperti yang banyak terjadi di <em>Phase 4</em>.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 22 Oktober 2022, terinspirasi setelah merasa kualitas film dan serial Marvel mengalami penurunan kualitas</p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list"><li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=qQoQmVd-oDE">Why The MCU is Falling Apart | Video Essay &#8211; YouTube</a></li></ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/">The Fall of Marvel Cinematic Universe</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/the-fall-of-marvel-cinematic-universe/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Menonton Thor: Love and Thunder</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-thor-love-and-thunder/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-thor-love-and-thunder/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jul 2022 15:53:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<category><![CDATA[Thor]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5810</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tak lama berselang setelah film Doctor Strange in the Multiverse of Madness (yang mengecewakan ) rilis, Marvel telah menghadirkan film terbarunya, yakni Thor: Love and Thunder. Film ini akan membuat Thor (diperankan oleh Chris Hemsworth) menjadi superhero Marvel pertama yang memiliki empat film. Sama seperti Thor: Ragnarok, film ini akan kembali disutradarai oleh Taika Waititi. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-thor-love-and-thunder/">Setelah Menonton Thor: Love and Thunder</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tak lama berselang setelah film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-doctor-strange-in-the-multiverse-of-madness/">Doctor Strange in the Multiverse of Madness</a> </em>(yang mengecewakan ) rilis, Marvel telah menghadirkan film terbarunya, yakni <em><strong>Thor: Love and Thunder</strong>.</em></p>



<p>Film ini akan membuat <strong>Thor</strong> (diperankan oleh Chris Hemsworth) menjadi <em>superhero </em>Marvel pertama yang memiliki empat film. Sama seperti <em>Thor: Ragnarok</em>, film ini akan kembali disutradarai oleh Taika Waititi.</p>



<p>Melihat betapa &#8220;kacaunya&#8221; karya Waititi di film sebelumnya (dalam artian positif), Penulis pun menaruh ekspektasi yang agak tinggi. Apalagi, Christian Bale bergabung menjadi <em>villain </em>di film ini. Lantas, apakah Marvel kembali mengecewakan Penulis kali ini? </p>





<h2 class="wp-block-heading">Jalan Cerita Thor: Love and Thunder</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios&#039; Thor: Love and Thunder | Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Go8nTmfrQd8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Seperti dugaan Penulis, film akan dimulai dengan latar belakang <strong>Gorr </strong>(Christian Bale) menjadi seorang <em>villain</em>: Dewa yang ia sembah hanya mementingkan dirinya sendiri dan membuat anak perempuan Gorr meninggal.</p>



<p>Gorr pun mendapatkan Necrosword dan berhasil membunuh dewa tersebut. Atas peristiwa tersebut, ia pun bersumpah akan membunuh semua dewa di alam semesta, sehingga ia pun disebut sebagai God Butcher.</p>



<p>Cerita berlanjut ke tokoh utama kita, <strong>Thor Odinson</strong>. Setelah berpisah dengan para Guardians of the Galaxy, ia mendapatkan kabar tentang Gorr dari Sif (Jaimie Alexander). Ia pun ke Bumi karena New Asgard akan menjadi sasaran berikutnya.</p>



<p>Sesampainya di Bumi, ia secara mengejutkan bertemu dengan <strong>Jane Foster</strong> (Natalie Portman) yang telah berubah menjadi Mighty Thor dan mampu menggunakan Mjolnir yang sempat dihancurkan oleh Hela. </p>



<p>Berkat kekuatan dari Mjolnir, Jane yang sedang menderita kanker stadium 4 bisa terlihat bugar. Hanya saja, nanti akan diketahui kalau penggunaan Mjolnir akan memperpendek usia Jane.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios&#039; Thor: Love and Thunder | Team" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/JVuq8BHIlbQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah pertarungan singkat, Gorr ternyata menculik anak-anak dan membawa mereka ke Shadow Realm. Thor pun membuat tim untuk menyelamatkan mereka, tentu bersama Jane, <strong>Valkyrie</strong> (Tessa Thompson), dan <strong>Korg</strong> (Taika Waititi).</p>



<p>Sebagai tambahan, Thor juga mengunjungi <strong>Omnipotence City</strong> untuk mengajak dewa-dewa lainnya mengalahkan Gorr. Sayang, pertemuan yang dipimpin oleh <strong>Zeus</strong> (Russell Crowe) tersebut menolak untuk membantu Thor.</p>



<p>Thor pun memutuskan untuk mencuri senjata milik Zeus dan kabur dari tempat tersebut, bahkan ia sempat melukai Zeus secara parah. Setelah itu, mereka pun segera menuju ke Shadow Realm.</p>



<p>Ternyata, anak-anak yang diculik Gorr hanyalah umpan agar Gorr bisa mendapatkan Stormbreaker milik Thor. Ia memerlukannya untuk bertemu dengan entitas alam semesta bernama <strong>Eternity</strong> yang akan mengabulkan satu permintaannya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios&#039; Thor: Love and Thunder | Adventure" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/M30iVU51U6c?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah mundur sesaat ke Bumi, Thor kembali menghampiri Gorr. Dengan bantuan Jane yang menyusulnya dan anak-anak yang diculik, Thor berhasil menghancurkan Necrosword yang telah mengorupsi Gorr.</p>



<p>Thor, Jane, dan Gorr sama-sama masuk ke alam di mana Eternity berada. Thor memberikan saran kepada Gorr untuk meminta anaknya kembali dihidupkan. Gorr, yang melihat cinta antara Thor dan Jane, akhirnya memilih hal tersebut dan mati.</p>



<p>Jane yang sudah sekarat pun akhirnya juga mati. Love, anak dari Gorr, akhirnya menjadi anak angkat Thor dan memulai petualangan baru. Sementara itu, anak-anak Asgard juga mulai dilatih secara khusus oleh Valkyrie dan Sif.</p>



<p>Di bagian <em>post-credit </em>yang pertama, kita bisa melihat kalau Zeus mengutus anaknya, <strong>Hercules</strong> (Brett Goldstein), untuk membalaskan dendamnya ke Thor. Di <em>post-credit </em>kedua, kita bisa melihat kalau Jane ternyata berhasil masuk ke Valhalla, alam barzah bangsa Asgard.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Thor: Love and Thunder</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios&#039; Thor: Love and Thunder | Official Teaser" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/tgB1wUcmbbw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dari semua film Marvel yang pernah Penulis tonton, bisa dibilang <em>Thor: Love and Thunder </em>adalah film yang paling lucu. Filmnya menghibur dengan unsur-unsur komedi yang <em>vibe</em>-nya mirip dengan <em>Ragnarok.</em></p>



<p>Penulis paling menyukai bagaimana Stormbreaker yang berkali-kali terlihat cemburu dengan Mjolnir. Meskipun senjata, siapa yang menyangka kalau Stormbreaker pun bisa <em>ngambek </em>selayaknya manusia. Lelucon ini cukup cerdas menurut Penulis</p>



<p>Bagian keren lain dari film ini adalah banyak lagu dari Gun &#8216;n Roses yang cukup Penulis gandrungi. Ada empat lagu yang muncul di film ini, yakni <em>Welcome to the Jungle</em>, <em>Paradise City</em>, <em>Sweet Child O&#8217;mine</em>, dan <em>November Rain</em>.</p>



<p>Sayangnya, hanya itu saja aspek positif dari film ini. Selebihnya, Penulis merasa banyak sekali kekurangan. Plot ceritanya terasa datar tanpa <em>twist </em>sama sekali. Alhasil, ceritanya pun sangat mudah ditebak.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Marvel Studios&#039; Thor: Love and Thunder | Epic Adventure" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/b4dSBpjObWA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Mungkin ada yang terkejut dengan kematian Jane atau kemunculan Hercules. Sayangnya, Penulis yang bekerja di bidang media telah mengetahui hal tersebut jauh-jauh hari, sehingga tidak mendapatkan efek kejut yang diharapkan.</p>



<p>Penulis juga amat menyayangkan sedikitnya <em>screentime </em>yang dimiliki oleh Gorr. Diperankan dengan brilian oleh Bale, Gorr terasa mubazir karena kurang dieksplor lagi. Hal ini sangat berbeda dengan karakter Wenwu di film <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-shang-chi-and-the-legend-of-the-ten-rings/"><em>Shang-Chi</em> <em>and the Legend of the Ten Rings</em></a>.</p>



<p>Selain itu, perlu dicatat kalau Marvel semakin sering memanfaatkan adegan <em>post-credit </em>untuk memperkenalkan karakter baru untuk film selanjutnya. Sampai film ini, sudah ada Eros (<em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-eternals-bagian-1/">Eternals</a></em>), Clea (<em>Doctor Strange</em>), dan Hercules. </p>



<p>Penulis bisa memahami kalau Marvel ingin semakin memperluas <em>universe</em>-nya, sehingga karakter-karakter baru pun terus bermunculan. Hanya saja, Marvel mulai terlihat kewalahan dalam mengelola besarnya <em>universe </em>yang mereka ciptakan sendiri.</p>



<p>Terlepas dari segala kekurangannya, Penulis akan mengatakan kalau <em>Thor: Love and Thunder </em>sedikit lebih baik daripada <em>Doctor Strange in the Multiverse of Madness</em>. Mungkin karena Penulis juga telah menurunkan ekspektasinya.</p>



<p>Dari film ini, kita bisa belajar tabah dan menerima kenyataan dari Thor. Setelah kehilangan ibu, ayah, tempat tinggalnya, sahabatnya, setengah rakyatnya, kini ia harus kehilangan kekasih tercintanya.</p>



<p>Bahkan, ia dengan lapang dada mau mengadopsi anak dari <em>villain </em>yang bisa dibilang menjadi salah satu penyebab tewasnya Jane. Sejujurnya, Penulis berharap Thor mau pergi ke psikolog untuk memeriksakan kesehatan mentalnya.</p>



<figure class="wp-block-jetpack-rating-star" style="text-align:center"><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span><span>★</span></figure>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 25 Juli 2022, terinspirasi setelah menonton <em>Thor: Love and Thunder</em></p>



<p>Foto: <a href="https://wall.alphacoders.com/by_sub_category.php?id=317487&amp;name=Thor%3A+Love+and+Thunder+Wallpapers">Wallpaper Abyss</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-thor-love-and-thunder/">Setelah Menonton Thor: Love and Thunder</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-thor-love-and-thunder/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
