<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hiburan Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/hiburan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/hiburan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Aug 2026 15:27:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>hiburan Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/hiburan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Spider-Man: Brand New Day</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-brand-new-day/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-brand-new-day/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 15:27:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[Spider-Man]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8837</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tepat ada satu bulan yang lalu, Penulis menonton film keempat Spider-Man versi Marvel Cinematic Universe (MCU), Spider-Man: Brand New Day. Berbeda dengan tiga film sebelumnya yang disutradarai oleh Jon Watts, film ini disutradarai oleh Destin Daniel Cretton. Jujur, Spider-Man merupakan salah satu superhero favorit Penulis, sehingga film ini menjadi salah satu yang Penulis nantikan di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-brand-new-day/">[REVIEW] Setelah Menonton Spider-Man: Brand New Day</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Tepat ada satu bulan yang lalu, Penulis menonton film keempat Spider-Man versi Marvel Cinematic Universe (MCU), <em><strong>Spider-Man: Brand New Day</strong>. </em>Berbeda dengan tiga film sebelumnya yang disutradarai oleh Jon Watts, film ini disutradarai oleh Destin Daniel Cretton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jujur, Spider-Man merupakan salah satu <em>superhero </em>favorit Penulis, sehingga film ini menjadi salah satu yang Penulis nantikan di tahun ini. Apalagi, dari trailernya, masih belum benar-benar diketahui siapa yang akan menjadi <em>villain</em> utama di film ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun sudah satu bulan berlalu, catatan Penulis tentang film ini masih tersimpan dengan rapi, sehingga Penulis memutuskan untuk tetap menuliskan pendapatnya terkait film ini. Apakah film ini memenuhi ekspektasi Penulis, atau justru mengecewakan?</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/linkin-park-dan-living-things-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/linkin-park-dan-living-things-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/linkin-park-dan-living-things-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/linkin-park-dan-living-things-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/linkin-park-dan-living-things-banner.jpg 1280w " alt="Linkin Park dan Living Things" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/">Linkin Park dan Living Things</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Film Spider-Man: Brand New Day</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Spider-Man: Brand New Day</em></li>



<li>Sutradara: Destin Daniel Cretton</li>



<li>Cast: Tom Holland, Zendaya, Jacob Batalon, Sadie Sink, Jon Bernthal, Mark Rufallo</li>



<li>Durasi: 145 Menit</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Cerita Spider-Man: Brand New Day?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8842" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Banyak Easter Egg dari Komik (<a href="https://www.gamesradar.com/news/live/spider-man-brand-new-day-trailer-launch-all-the-clips-posted-throughout-the-day-from-spider-man-4/">GamesRadar</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa tahun telah berlalu sejak peristiwa yang terjadi di film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-no-way-home/">Spider-Man: No Way Home</a> </em>(2021), ketika <strong>Peter Parker</strong> (Tom Holland) meminta seluruh orang melupakan tentang dirinya. Ia pun menjalani hidup yang benar-benar baru, termasuk sebagai Spider-Man.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau begitu, ia tak benar-benar <em>move-on</em> dari kehidupan lamanya. Pasalnya, ia kerap memantau mantan pacar dan sahabatnya, <strong>MJ</strong> (Zendaya) dan <strong>Ned</strong> (Jacob Batalon), melalui akun media sosial mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada satu titik, Peter menemukan sebuah fenomena aneh di mana ada seseorang yang mampu pindah dan menguasai tubuh orang lain, bahkan bisa berpindah-pindah dengan cepat (meskipun nanti diketahui perpindahan tersebut membutuhkan jarak).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sosok yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut ternyata adalah <strong>Jean Gray</strong> (Sadie Sink), karakter yang dikenal sebagai salah satu X-Men terkuat. Ia mengincar Department of Damage Control (DODC) demi menyelamatkan kakaknya, Sara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di tengah kekacauan tersebut, Peter juga berusaha untuk mengatasi mutasi yang sedang terjadi pada tubuhnya. Sama seperti Peter Parker versi Tobey Maguire, ia juga mulai bisa mengeluarkan jaring dari tubuhnya secara organik tanpa menggunakan alat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singkat cerita, konflik antara Jean dan DODC semakin memuncak, di mana ia membuat <strong>Bruce Banner </strong>(Mark Rufallo) kembali berubah menjadi Hulk yang tidak terkontrol. Dibantu oleh<strong> Frank Castle alias The Punisher </strong>(John Bernthal), ia berhasil mengalahkan Hulk sekaligus Jean.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di sinilah <em>plot twist </em>terjadi. Peter akhirnya menyadari bahwa tujuan DODC adalah melakukan <em>abusing </em>kepada Jean (juga Sara yang ternyata telah meninggal) untuk mempelajari kekuatan mereka. Ia pun balik berusaha menyelamatkan Jean.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Jean yang mengetahui fakta tentang kematian kakaknya akhirnya emosinya meledak dan mampu membuat sebagian penduduk New York City membeku. Peter pun dengan menggunakan ingatannya tentang Bibi May<em> </em>berhasil menenangkan Jean.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya saja, The Punisher yang sedang mengincar Jean sempat menembakkan peluru <em>sniper</em> dan Peter memasang badan untuk melindunginya. Walau sempat kritis, Peter berhasil selamat berkat bantuan Jean.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Spider-Man: Brand New Day</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Penulis, ini bukanlah film tentang Spider-Man, melainkan tentang Peter Parker. Kita seolah diminta ikut merasakan apa yang sedang Peter rasakan, menanggung beban yang sedang ia pinggul, dan emosi yang berusaha yang ia kendalikan. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, jangan berharap kalau di film ini akan ada banyak adegan <em>action </em>seperti di film <em>No Way Home</em>. Yang bisa dianggap benar-benar keren mungkin pertarungan antara Spider-Man melawan Hulk di markas DODC, itu juga cuma sebentar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa poin yang ingin Penulis sampaikan secara spesifik terkait film ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Film Spider-Man yang Menekankan Sisi Emosinya</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8843" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Beban Emosional Peter Parker (<a href="https://images.dawn.com/news/1195042/the-trailer-for-spider-man-brand-new-day-shows-peter-parker-down-on-his-luck">Dawn Images</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu adegan paling emosional sekaligus &#8220;keterlaluan&#8221; di film ini adalah ketika Jean Gray merasuki MJ dan membuatnya berpura-pura ingat siapa Peter. Penulis awalnya sedikit mengangkat alis karena MJ yang sadar setelah berciuman benar-benar klise dan seperti dongeng. Untunglah ternyata itu hanya Jean yang berpura-pura!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, keputusan untuk membuat MJ tidak langsung jatuh cinta kembali ke Peter setelah membaca surat yang ia buat beberapa tahun lalu Penulis anggap tepat karena lebih masuk akal. MJ tidak punya memori apa pun tentang Peter, sehingga tidak ada alasan untuknya jatuh cinta ke Peter.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis justru berharap kalau pada akhirnya Peter benar-benar <em>move on </em>dari MJ di film-film selanjutnya. Ia harus bisa membuka lembaran baru karena orang yang ia cintai telah menyatakan, &#8220;<em>I don&#8217;t love you</em>&#8221; secara terang-terangan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, yang membuat ambigu adalah bagian akhir film, ketika ia bersalaman dengan Ned. Setelah melakukannya, Ned tiba-tiba menyebut nama Peter, tapi tidak jelas apakah itu karena ia ingat siapa Peter atau sadar bahwa Peter yang ada di hadapannya adalah Spider-Man (karena MJ sempat kelepasan ngomong).</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kehidupan Pribadi Peter Parker yang Tidak Dieksplorasi</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8844" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">UANGNYA DARI MANA??? (<a href="https://www.reddit.com/r/okbuddycinephile/comments/1vdkh14/in_spiderman_brand_new_day_peter_is_able_to/">Reddit</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Anehnya, film ini sama sekali tidak mengeksplorasi kehidupan Peter Parker di luar menjadi Spider-Man. Apakah ia bekerja? Di mana ia bisa mendapatkan uang untuk mendapatkan semua peralatan canggihnya? Apakah ia tidak punya teman baru ketika kuliah?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang kita tahu, Peter membuat AI sendiri yang diberi nama EV. Jujur, hal ini terasa janggal karena di akhir film <em>No Way Home</em>, kita melihat Peter menjahit sendiri kostum Spider-Man-nya yang terlihat keren tanpa ada sentuhan teknologi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis awalnya berharap di film ini akan melihat Spider-Man versi tradisional tanpa alat-alat canggih seperti di film-film sebelumnya. Sayangnya, tampaknya teknologi tersebut menjadi semacam <em>shortcut </em>untuk tidak meninggalkan <em>plot holes </em>di dalam film.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Sadie Sink sebagai Jean Gray dan The Punisher yang Melempem</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8845" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Sadie Sink sebagai Jean Gray (<a href="https://screenrant.com/spider-man-brand-new-day-tramell-tillman-bill-metzger-mcu-future/">ScreenRant</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan prediksi banyak orang, Sadie Sink benar-benar terbukti menjadi Jean Gray. Hal ini membuatnya resmi menjadi jembatan ke era X-Men versi MCU, di mana film perdananya telah diumumkan akan tayang pada tahun 2028 mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di layar lebar, ia adalah orang ketiga yang memerankan karakter ini setelah Famke Jansse dan Sophie Turner. Menurut Penulis, ia cukup baik dalam memerankan karakter <em>telepath </em>yang masih berusaha mengendalikan kekuatannya. Penulis penasaran, apakah ia sedang menuju sekolah Profesor Xavier di bagian akhir film?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun di sisi lain, kehadiran Jean Gray juga lumayan menggeser fokus filmnya. Film ini seolah tidak berfokus pada kehidupan Peter pasca-<em>No Way Home</em>, tapi menjadi jembatan untuk film X-Men yang akan tayang di masa depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bicara soal karakter, The Punisher yang biasanya dikenal sangat <em>badass </em>terlihat melempem, seolah karakternya tertahan oleh rating film yang PG-13. Ia justru terlihat seperti om-om <em>tsundere </em>yang berusaha sok keren di hadapan keponakannya!</p>



<h3 class="wp-block-heading">Alur Cerita yang Klise dan Mudah Ditebak</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8846" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Semua Beres dengan Kekuatan Tekad! (<a href="https://screenrant.com/spiderman-brand-new-day-trailer-peter-parker-change-organic-webbing/">ScreenRant</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu hal yang membuat film ini terasa buruk adalah alur ceritanya yang mudah ditebak. Sejak awal, rasanya semua penonton bisa menduga kalau Jean Gray tidak benar-benar jahat dan DODC adalah <em>villain </em>yang sesungguhnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pola cerita seperti ini bisa dibilang sangat klise dan <em>overuse</em>, bahkan rasanya konyol karena Peter lagi-lagi dikelabui oleh pihak penjahat. Sebelumnya di film <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-spider-man-far-from-home/">Spider-Man: Far from Home</a> </em>(2019), ia juga ditipu mentah-mentah oleh Mysterio.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak hanya itu, Peter yang tiba-tiba mampu menguasai kemampuan mutasi barunya dengan kekuatan &#8220;tekad&#8221; juga terasa klise. Padahal, sepanjang film kita bisa melihat bagaimana ia benar-benar <em>struggling </em>dengan kemampuan barunya tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis juga agak tertawa ketika mengetahui apa makna di balik V-Max. Bagi Penulis, plot V-Max ini terasa agak memaksa. Apakah memang tidak ada ruangan lain untuk menyekap Jean? Mengapa V-Max justru jadi yang terucap terakhir dari Sara?</p>



<h3 class="wp-block-heading">Cameo Yelena yang Terasa Nanggung</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-6-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8847" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-6-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-6-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-6-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-spider-man-brand-new-day-6.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Cameo Yelena Belova (<a href="https://www.facebook.com/nathanistic/posts/brand-new-day-has-yelena-meet-peter-in-a-bathhousethe-fandom-is-abuzz-over-a-hil/1055667963510639/">Facebook</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Yelena Belova, yang diperankan oleh Florence Pugh, menjadi <em>cameo </em>yang paling mengejutkan di film ini. Namun, kehadirannya juga terasa &#8220;asal tempel&#8221; karena perannya di film ini rasanya bisa digantikan siapa saja, selama punya jaringan informasi yang luas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sama sekali tidak disinggung terkait pesawat Fantastic Four yang terlihat di adegan <em>post-credit Thunderbolts* </em>yang hendak menuju bumi. Hal ini menimbulkan pertanyaan, kejadian di film ini terjadi sebelum atau sesudah film<em> Thunderbolts*</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setidaknya, ada satu hal menarik yang terungkap dengan adanya interaksi antara Peter dan Yelena, yakni tentang &#8220;<em>small potato</em>&#8221; versus &#8220;<em>big potato</em>&#8220;. Marvel tampaknya ingin memfokuskan Spider-Man menghadapi <em>street-villain level</em>, sedangkan Avengers versi Yelena akan menangani ancaman yang lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebenarnya ini hal yang cukup menggelikan, karena anggota Avengers mana selain Sentry yang lebih kuat dari Spider-Man?</p>



<h3 class="wp-block-heading">Spider-Man Tidak Muncul di Avengers: Doomsday?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini juga sama sekali tidak menyinggung tentang <a href="https://whathefan.com/filmserial/langkah-frustasi-marvel-dalam-menyelamatkan-semestanya/">Doctor Doom yang akan menjadi musuh utama di film <em>Avengers: Doomsday</em></a>. Padahal, ini adalah film terakhir sebelum film kelima Avengers tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Adegan <em>post-credit </em>di film ini memang menunjukkan sinyal kalau ada Spider-Man di luar bumi yang terdeteksi oleh alat pelacak Spider-Man. Itu jelas pertanda bahwa ada Spider-Man dari <em>mulitverse </em>lain, tapi belum ada konfirmasi kalau itu akan berkaitan dengan film <em>Doomsday.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Jujur, Penulis menjadi merasa waswas dan khawatir akan film <em>Avengers: Doomsday</em>, karena <em>build up</em>-nya benar-benar terasa kurang hingga saat ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis tidak bilang benar-benar menikmati film ini, tapi juga tidak sampai menganggapnya jelek. Penulis memahami kalau film ini memang lebih menonjolkan sisi emosional daripada <em>action</em>-nya, tapi bukan berarti Penulis jadi menyukainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau begitu, Penulis tetap menganggap kalau film ini layak untuk ditonton, apalagi nuansa gelapnya lumayan dapat dan komedinya benar-benar tipis, tidak seperti trilogi sebelumnya yang cukup kental. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini juga seolah memiliki pesan bahwa musuh terbesar kita justru diri kita sendiri, dan kita harus bisa mengalahkan sisi buruk diri kita tersebut. Peter Parker, yang merupakan seorang pahlawan, ternyata juga punya masalah yang <em>related </em>dengan kita!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SKOR: 7/10</mark></strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 29 Agustus 2026, terinspirasi setelah menonton <em>Spider-Man: Brand New Day</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-brand-new-day/">[REVIEW] Setelah Menonton Spider-Man: Brand New Day</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-spider-man-brand-new-day/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton The Odyssey</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-the-odyssey/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-the-odyssey/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 14:49:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Christopher Nolan]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Homer]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[the odyssey]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8779</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis telah menemukan film terbaik yang telah ditonton pada tahun 2026 ini. Bukan Projecy Hail Mary, melainkan The Odyssey karya Christopher Nolan, salah satu sutradara favorit Penulis. Film ini memang sejak awal telah Penulis antisipasi rilisnya. Bahkan, Penulis sengaja mengajak adiknya untuk menonton di Surabaya, karena di Malang tidak ada bioskop yang memiliki layar IMAX. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-the-odyssey/">[REVIEW] Setelah Menonton The Odyssey</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penulis telah menemukan film terbaik yang telah ditonton pada tahun 2026 ini. Bukan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/">Projecy Hail Mary</a></em>, melainkan <em><strong>The Odyssey</strong> </em>karya Christopher Nolan, salah satu sutradara favorit Penulis. Film ini memang sejak awal telah Penulis antisipasi rilisnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, Penulis sengaja mengajak adiknya untuk menonton di Surabaya, karena di Malang tidak ada bioskop yang memiliki layar IMAX. Penulis ingin merasakan sensasi menonton yang maksimal untuk film yang sejak awal telah menuai kontroversi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengapa Penulis merasa ini adalah film terbaik yang telah Penulis tonton di tahun ini? Apakah <em>cast </em>yang bermasalah tidak memengaruhi penilaian Penulis? Semua akan coba Penulis jelaskan melalui artikel ini!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">NB: Tahun 2026, Penulis baru menonton Project Hail Mary, Supergirl, The Odyssey, Spider-Man Brand New Day</mark></em></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1280-1-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1280-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1280-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1280-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1280-1-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1280-1.jpg 1280w " alt="Tentang Leon, Kenji, dan Gisel" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/tentang-leon-kenji-dan-gisel/">Tentang Leon, Kenji, dan Gisel</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Film The Odyssey</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>The Odyssey</em></li>



<li>Sutradara: Christoper Nolan</li>



<li>Cast: Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, Robert Pattinson, Lupita Nyong&#8217;o, Zendaya, and Charlize Theron</li>



<li>Durasi: 172 Menit</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Cerita The Odyssey?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8785" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Odysseus (<a href="https://www.imdb.com/title/tt33764258/mediaviewer/rm1126024706/">IMDb</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>The Odyssey </em>diadaptasi dari sebuah puisi epik klasik karya Homer berjudul sama, yang telah berusia sekitar 3000 tahun. Ceritanya sendiri berpusat pada <strong>Odysseus</strong> (Matt Damon), yang terjebak selama 10 tahun sehingga tidak bisa pulang ke negaranya, Ithaca, setelah kemenangan di Perang Troya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Odysseus adalah orang di balik strategi kuda troya, di mana ia dan beberapa pasukannya sembunyi ke dalam patung kuda yang dihadiahkan kepada bangsa Troya. Ide tersebut, yang sebenarnya melanggar &#8220;Hukum Zeus&#8221;, mengakhiri perang yang telah berlangsung selama 10 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Odysseus, bersama Agamemnon dan Menelaus, memang berhasil memenangkan perang. Namun, ternyata harga yang dibayar tidak murah. Odysseus yang mengambil jalur terpisah dari Agamemnon dan Menelaus harus menghadapi berbagai macam ujian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Odysseus dan pasukannya harus bertemu dengan Cyclops bernama <strong>Polyphemus</strong>, raksasa kanibal <strong>Laestrygonians</strong>, <strong>Siren</strong>, hingga <strong>Scylla</strong>. Mereka juga bertemu dengan <em>nymph </em>bernama <strong>Circe</strong> (Samantha Morton) yang sempat mengubah pasukan Odysseus menjadi seekor babi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, perjalanan Odysseus paling lama ditahan oleh <strong>Calypso</strong> (Charlize Theron), yang mencapai tujuh tahun. Ia tinggal di sana setelah semua pasukannya tewas, setelah melanggar aturan untuk tidak memakan ternak milih dewa Apollo.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di sisi lain, Ithaca telah 20 tahun ditinggal rajanya. <strong>Penelope</strong> (Anne Hathaway), istri dari Odysseus, telah dilamar oleh ratusan laki-laki yang setiap hari datang ke istana dan berhasil menjaga kesetiaannya. Sementara itu, <strong>Telemachus</strong> (Tom Holland) yang beranjak dewasa mulai mencari kejelasan di mana ayahnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, perjalanan pulang Odysseus selama 10 tahun ini lebih dari sekadar &#8220;tersesat&#8221;, melainkan menjadi semacam perjalanan penebusan dosa untuknya. Ketika ia pada akhirnya kembali, ia pun membuktikan mengapa ia menjadi seorang raja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton The Odyssey</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah film ini usai, banyak penonton yang bertepuk tangan. Menurut Penulis, hal tersebut memang layak karena skala film ini benar-benar luar biasa. Apalagi jika menonton di IMAX, pengalaman menontonnya menjadi lebih maksimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa poin yang ingin Penulis bahas mengenai film ini.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Interpretasi Nolan terhadap The Odyssey</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-7-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8788" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-7-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-7-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-7-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-7.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Odysseus dan Pasukannya (<a href="https://www.imdb.com/title/tt33764258/mediaviewer/rm1092470274/">IMDb</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak awal, tampaknya Nolan memang ingin <strong>mengadaptasi cerita Homer dengan interpretasinya sendiri</strong>. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang ia ubah dari cerita aslinya, termasuk pemilihan Lupita Nyong&#8217;o sebagai Helen of Troy.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh hal yang diubah adalah karakter Odysseus sendiri. Di film, <strong>ia terlihat lebih bijaksana dan manusiawi</strong>, walau tetap terasa sekali egonya. Ia lebih tidak &#8220;brengsek&#8221; jika dibandingkan dengan versi aslinya, walau tetap terasa kalau ia diam-diam menjadi antagonis di film ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa perubahan lain yang Penulis ketahui adalah beberapa lokasi atau monster yang dihilangkan dari versi aslinya, jumlah pasukan dan kapal yang ikut dengan Odysseus, hingga hilangnya adegan &#8220;Nobody&#8221; ketika bersama Polyphemus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, yang paling Penulis perhatikan adalah <strong>interpretasi Nolan terhadap sosok dewa-dewa </strong>di film ini. Ada beberapa nama yang disebutkan dalam film ini, mulai Zeus, Poseidon, Apollo, hingga Athena. Hanya saja, tidak ada yang pernah terlihat wujudnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alih-alih menampilkan sosok dewa, kehadiran mereka diwujudkan dalam bentuk &#8220;pertanda alam&#8221;, seperti Zeus diwakili oleh suara petir dan Poseidon diwakili oleh amukan laut. Bahkan, wujud Athena yang kita lihat sepanjang film memiliki alasan mengapa berwujud seperti itu, yang akan Penulis bahas di poin selanjutnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Perjalanan &#8220;Tobat&#8221; Odysseus</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8784" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Odysseus dan Athena (<a href="https://www.imdb.com/title/tt33764258/mediaviewer/rm1327351298/">IMDb</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis sudah menyinggung mengenai bagaimana Odysseus memenangkan perang dengan curang. Rupanya, hal tersebut menimbulkan semacam <strong>trauma</strong> atau <strong>PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder)</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sosok Athena di kepala Odysseus, yang diperankan oleh Zendaya, ternyata adalah sosok perempuan <em>innocence </em>yang ia lihat kepalanya dipenggal oleh pasukannya sewaktu menghabisi kota tersebut. Artinya, sosok tersebut seolah menjadi perwakilan trauma Odysseus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, perjalanan pulangnya yang sampai 10 tahun itu pun <strong>terasa seperti &#8220;hukuman&#8221; atas semua perbuatannya</strong>, baik ketika perang Troya maupun sepulangnya dari sana. Dari menjarah, membutakan Polyphemus, memakan ternak Apollo, dan lain sebagainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika ditahan oleh Calypso, ia kehilangan memorinya. Namun, ternyata keinginannya untuk bertemu kembali dengan Penelope begitu kuat. Ketika ingatannya kembali, ia pun berlayar dan menaiki rakit apa adanya dengan menyerahkan diri ke &#8220;Tuhan&#8221;.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Akting Top Para Aktor Top</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8783" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">John Leguizamo sebagai Eumaeus (<a href="https://www.imdb.com/title/tt33764258/mediaviewer/rm1444791810/?ref_=tt_ph_sm">IMDb</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Kita tahu kalau Nolan punya beberapa nama top yang seolah menjadi langganan untuk muncul di film-filmnya. Oleh karena itu, bukan hal yang mengherankan kalau banyak sekali pemeran di film ini yang aktingnya terasa luar biasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Matt Damon </strong>sebagai karakter utama di film ini tak perlu diragukan lagi, walau sebagian besar kita melihat ekspresi penyesalan dari dirinya di sepanjang film. <strong>Anne Hathaway</strong> juga menunjukkan kelasnya sebagai pemenang Oscar, bahkan Penulis sampai lupa kalau ini film saking realistisnya aktingnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Robert Pattinson </strong>yang berperan sebagai Antinous juga bisa memperlihatkan sebagai sosok antagonis yang licik dan pengecut. Ekspresi ketakutannya ketika menyadari Odysseus telah pulang, lalu berteriak berbagai semacam senjata sembari bersembunyi di balik pilar, benar-benar mantap.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nama lain yang patut diapresiasi adalah <strong>John Leguizamo </strong>sebagai Eumaeus. Berperan sebagai orang buta, ia bisa memainkan karakter yang loyal dan bijaksana dengan baik. <strong>Benny Safdie</strong> yang menjadi Agamemnon juga berhasil <em>aura farming </em>tanpa banyak dialog, dengan kostumnya yang mirip Batman.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Hal Lain yang Patut Diapresiasi</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-6-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8787" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-6-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-6-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-6-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-6.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penelope dan Busur Milik Odysseus (<a href="https://www.imdb.com/title/tt33764258/mediaviewer/rm1260242434/">IMDb</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Alur ceritanya tetap non-liner </strong>khas Nolan, maju mundur maju mundur, sehingga bisa membuat penonton bingung terutama yang tidak mengerti cerita <em>The Odyssey </em>sebelumnya. Namun, Penulis justru menyukai format film seperti ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, sepanjang film Nolan<strong> menebar banyak <em>foreshadow </em></strong>yang akan terjawab di akhir film. Banyak adegan yang diulang-ulang, seolah menunjukkan bahwa adegan ini penting dan nanti pada akhirnya akan ada penjelasan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai informasi, film ini direkam sepenuhnya dengan kamera IMAX. Oleh karena itu, secara <strong>visual film ini benar-benar memuaskan dan memanjakan mata</strong>. Penulis hampir tidak bisa melepaskan fokusnya ketika menonton film ini. Durasi 3 jam sama sekali tidak terasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di film ini, Nolan kembali menggandeng <strong>Ludwig Göransson</strong> yang sebelumnya juga menggarap <em>soundtrack </em>untuk film <em>Oppenheimer</em>. Sepanjang filmnya, banyak sekali musik yang membuat bulu kuduk Penulis merinding.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika berbicara tentang <em>scene </em>favorit, maka Penulis akan memilih adegan ketika<strong> Odysseus kembali ke Ithaca dan berhasil memasang busurnya</strong>. Diiringi dengan musik gubahan Göransson, adegan ini benar-benar terasa sempurna!</p>



<h3 class="wp-block-heading">Beberapa Hal yang Kurang</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-5-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8786" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-5-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-5-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-5-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/08/review-the-odyssey-5.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Penelope dan Telemachus (<a href="https://www.imdb.com/title/tt33764258/mediaviewer/rm1293796866/">IMDb</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada film yang sempurna, begitu pula <em>The Odyssey</em> ini. Penulis tidak terlalu memusingkan pemilihan beberapa <em>cast</em>-nya, walau memang terasa kurang <em>perfect.</em> Bagi Penulis, <strong>Tom Holland terlihat terlalu tua untuk menjadi Telemachus</strong>. Aktingnya juga sedikit <em>kebanting </em>dengan pemeran lainnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Akting pemeran lain yang terasa biasa adalah Zendaya</strong>. Entah mengapa Penulis tidak bisa menangkap perannya sebagai Athena, mungkin karena karakternya juga minim ekspresi. Karakter yang diperankan oleh <strong>Travis Scott</strong> juga terasa ganjal ada di film tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, <strong>adegan pertarungan terakhir di istana juga terlihat sedikit kaku dan kurang natural.</strong> Bukan karena Odysseus yang terlihat <em>overpowered </em>karena bisa mengalahkan orang sebanyak itu, melainkan koreografinya saja yang membuat Penulis kurang <em>sreg</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di beberapa adegan, <strong><em>speaker </em>di IMAX terasa terlalu kencang</strong> di telinga Penulis yang cukup sensitif. Penulis tidak bisa membayangkan bagaimana seandainya kemarin menonton film ini di 4DX, apalagi di adegan ketika kapal Odysseus terombang-ambing oleh ganasnya badai!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi Penulis, <em>The Odyssey </em>adalah film kedua terbaik dari semua film Nolan yang pernah Penulis tonton, di bawah <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/film-favorit-saya-the-dark-knight/">The Dark Knight</a></em> dan di atas <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-oppenheimer/">Oppenheimer</a></em>. Penulis merasa cukup percaya diri kalau film ini akan masuk ke dalam nominasi Oscar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bahkan, hingga artikel ini ditulis, masih ada keinginan untuk menonton ulang film ini di bioskop. Apalagi, Penulis sempat ketinggalan beberapa menit filmnya karena adik Penulis sedang ada tes kerja di siang harinya!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#930b0f" class="has-inline-color">SKOR: 9/10</mark></strong></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 3 Agustus 2026, terinspirasi setelah menonton <em>The Odyssey </em>karya Christopher Nolan</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-the-odyssey/">[REVIEW] Setelah Menonton The Odyssey</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-the-odyssey/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Supergirl</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-supergirl/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-supergirl/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Jul 2026 01:29:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[DC]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[supergirl]]></category>
		<category><![CDATA[superhero]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8745</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bulan Juni hingga Juli akan menjadi waktu-waktu di mana Penulis akan sering ke bioskop. Pasalnya, ada tiga film yang masuk ke dalam daftar tonton Penulis tahun ini, mulai dari Supergirl (24 Juni), The Odyssey (15 Juli), dan Spider-Man: Brand New Day (29 Juli). Nah, meskipun agak telat menulis artikel ulasannya, Penulis sebenarnya telah menonton film [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-supergirl/">[REVIEW] Setelah Menonton Supergirl</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Bulan Juni hingga Juli akan menjadi waktu-waktu di mana Penulis akan sering ke bioskop. Pasalnya, ada tiga film yang masuk ke dalam daftar tonton Penulis tahun ini, mulai dari <em>Supergirl</em> (24 Juni), <em>The Odyssey</em> (15 Juli), dan<em> Spider-Man: Brand New Day </em>(29 Juli).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, meskipun agak telat menulis artikel ulasannya, Penulis sebenarnya telah menonton film <em>Supergirl </em>ketika <em>premiere</em>. Karakternya sendiri sudah sempat muncul sebentar di film <em>Superman </em>yang tayang pada tahun kemarin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah <em>Supergirl</em> berhasil menampilkan film minimal sebagus <em>Superman</em>, atau justru ini menjadi film <em>flop </em>pertama <a href="https://whathefan.com/filmserial/ketika-dc-comics-mengejar-marvel/">DC Studios</a> di bawah arahan James Gunn? Menurut Penulis, singkatnya, <em>this movie was not bad, but not good enough.</em></p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SPOILER ALERT!!!</mark></strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/05/kekompakan-antara-pemerintah-dan-rakyat-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/05/kekompakan-antara-pemerintah-dan-rakyat-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/05/kekompakan-antara-pemerintah-dan-rakyat-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/05/kekompakan-antara-pemerintah-dan-rakyat-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/05/kekompakan-antara-pemerintah-dan-rakyat-banner.jpg 1280w " alt="Kekompakan Antara Pemerintah dan Rakyatnya" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/kekompakan-antara-pemerintah-dan-rakyatnya/">Kekompakan Antara Pemerintah dan Rakyatnya</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Film Supergirl</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Supergirl</em></li>



<li>Sutradara: Craig Gillespie</li>



<li>Cast: Milly Alcock, Eve Ridley, Jason Momoa, Matthias Schoenaerts, David Corenswet</li>



<li>Tanggal Rilis: 24 Juni 2026 (Indonesia)</li>



<li>Durasi: 108 Menit</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Cerita Supergirl?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8748" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Supergirl (<a href="https://www.cgmagonline.com/review/movie/supergirl-2026/">CGMagazine</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan judulnya, <em>Supergirl </em>berfokus pada kehidupan <strong>Kara Zor-El</strong> alias <strong>Supergirl</strong> (Milly Alcock) yang berbeda dengan sepupunya, <strong>Kal-El</strong> alias <strong>Superman</strong> (David Corenswet). Jika Superman bisa melihat kebaikan di setiap orang, ia melihat manusia &#8220;apa adanya&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika Superman hidupnya terkesan lurus, maka Supergirl terasa <em>chaos </em>dan berantakan. Bahkan, ia dengan sengaja pergi ke planet yang mataharinya merah agar dirinya bisa mabuk! Sebagai informasi, makhluk Kryptonian seperti mereka tidak bisa mabuk di planet dengan matahari kuning seperti Bumi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nantinya, di pertengahan film akan dijelaskan mengenai perbedaan ini. Berbeda dengan Superman yang dikirim ke Bumi sejak kecil, Supergirl sempat tinggal di Argo City, sebuah kota &#8220;sempalan&#8221; dari planet Krypton yang meledak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, masa hidup kota tersebut tidak bisa bertahan lama karena ternyata mengandung kelemahan mereka semua, yakni Kriptonite. Alhasil, Kara dan anjingnya yang bernama Krypto pun dikirim ke Bumi untuk dititipkan ke Superman.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Latar belakangnya yang seperti itulah yang membuat Supergirl terus mencari di mana &#8220;rumahnya&#8221; yang sebenarnya. Ia merasa Bumi tempat Superman tinggal bukan rumah sejatinya, sehingga ia pun kerap berkelana ke berbagai planet.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, kebetulan ia sedang berada di sebuah planet saat perayaan ulang tahunnya yang ke-23. Di planet tersebut, kebetulan ada seorang penjahat bernama <strong>Krem of the Yellow Hills </strong>(Matthias Schoenaerts) yang membantai keluarga <strong>Ruthye Marye Knoll</strong> (Eve Ridley) karena alasan yang cukup konyol.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ruthye pun punya misi balas dendam dan pergi ke bar untuk mencari orang yang bisa membantunya. Kebetulan (lagi), Supergirl sedang berada di bar tersebut. Walau sempat membantu Ruthye, Supergirl menolak untuk membantunya melakukan balas dendam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, pesawat milik Krem sempat diledakkan oleh keluarga Ruthye. Kebetulan (lagi), mereka menemukan pesawat milik Supergirl. Lebih parahnya lagi, Krem sempat menyuntikkan racun ke Krypto yang akan menewaskannya dalam waktu tiga hari.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Supergirl pun yang awalnya menolak permintaan Ruthye akhirnya mau tidak mau mencari Krem dan dimulailah petualangan mereka berdua. Oh iya, di film ini ada Jason Momoa sebagai Lobo, tapi jujur perannya tidak terlalu signifikan. Hal ini akan Penulis bahas di poin selanjutnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Supergirl</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Semakin dipikirkan, Penulis semakin merasa kalau film ini benar-benar terasa kurang, apalagi jika dibandingkan dengan <em>Superman</em>. Selain terasa <em>fun</em>-nya, film ini begitu generik, penuh klise, <em>villain </em>yang kurang <em>memorable</em>, dan secara <em>overall </em>tidak istimewa. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Sisi Positif Film Supergirl</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8749" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ruthye (<a href="https://thedirect.com/article/james-gunn-hd-look-supergirl-sidekick-ruthye-marye-knoll">The Direct</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mari kita bicarakan dulu dari sisi positifnya. <strong><em>Vibe</em> film ini bagi Penulis mirip</strong> <strong>Borderlands </strong>(salah satu seri <em>game </em>favorit Penulis) yang <em>fun</em>, walau netizen mengatakan film ini perpaduan <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-guardians-of-the-galaxy-vol-3/">Guardians of the Galaxy</a> </em>dan <em>Mad Max</em>. Oleh karena itu, Penulis bisa menikmati latar-latar tempatnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penampilan para <em>cast</em>-nya tidak buruk, tapi juga tidak terlalu spesial. Penampilan Alcock yang &#8220;kuat di luar, tapi rapuh di dalam&#8221; patut diapresiasi. Schoenaerts sebagai <em>villain </em>yang agak sinting juga cukup menarik, walau memang (sekali lagi) kurang <em>memorable</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagian akhir film ini juga Penulis suka. Setelah menghentikan keinginan Ruthye untuk membunuh Krem, <strong>Supergirl mengotori tangannya sendiri untuk membunuhnya</strong>. Ini salah satu hal yang tidak klise di film ini sekaligus membedakan antara Superman dan Supergirl.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Sisi Negatif Film Supergirl</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8750" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/07/review-supergirl-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Lobo (<a href="https://variety.com/2026/film/news/jason-momoa-lobo-first-look-supergirl-woman-of-tomorrow-1236639176/">Variety</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, sekarang masuk ke kekurangannya. Mungkin ada Pembaca yang <em>notice </em>bagaimana Penulis menuliskan banyak kata &#8220;kebetulan&#8221; di bagian sinopsis sebelumnya. Itu yang Penulis rasakan karena <strong>memang terlalu banyak kebetulan </strong>di film ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Film ini mungkin bukan tipe film yang banjir <em>plot hole</em>, tapi memang dari sisi cerita seperti <strong>kurang eksplorasi</strong> dan <strong>banyak logika yang tidak masuk</strong>. Inti dari film ini memang sebenarnya tentang penerimaan diri, tapi konfliknya sesederhana mencari <em>antidote </em>untuk Krypto yang keracunan. Tidak lebih dari itu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak adegan yang kadang membuat Penulis mengangkat alis. Ketika awal film misalnya, ketika keluarga Ruthye dibantai. Penyebabnya sederhana sekali, karena kakak Ruthye tiba-tiba mengagetkannya (ia pakai <em>headset</em> sehingga tak sadar rumahnya kedatangan tamu yang berbahaya), lalu tiba-tiba dibunuh oleh Krem karena itu!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena anaknya dibunuh, tentu orang tua Ruthye murka dan jadi menyerang Krem dan pasukannya. Tentu saja mereka kalah dengan mudah. Anehnya, Ruthye dibiarkan hidup, padahal <strong>kakaknya pun dibunuh karena alasan yang sepele</strong>!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, di film juga diceritakan kalau Krem dan pasukannya (disebut Brigands) mencari para perempuan untuk melanjutkan keturunan mereka yang terancam punah. Lantas,<strong> kenapa Ruthye tidak diculik</strong>? Memang dia baru remaja, tapi kalau melihat perempuan-perempuan yang mereka culik, rasanya beda usianya tidak terpaut jauh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika Supergirl datang ke markas Krem, ternyata planet tersebut mengorbit di dua matahari, yakni matahari hijau dan kuning. Artinya, Krem tahu kalau matahari hijau adalah kelemahan Kryptonian. Lantas, <strong>mengapa ia tidak mencari planet yang HANYA mengorbit matahari hijau saja</strong>? Pasti ada tata surya seperti itu di semesta DC, Penulis sangat yakin.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu hal yang paling mengganggu Penulis bukanlah Ruthye yang terasa sebagai beban sepanjang film, melainkan <strong>keberadaan Lobo</strong>! Lagi-lagi, &#8220;kebetulan&#8221; orang yang ia incar merupakan pasukan dari Krem, sehingga bisa berada di satu tempat yang sama dengan Supergirl dan Ruthye.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, keberadaan Lobo di film ini seolah asal tempel. Seandainya tidak ada Lobo pun rasanya tidak banyak hal yang berubah. Kemunculannya menyelamatkan Supergirl di akhir film juga terasa memaksa, apalagi tiba-tiba ia bawa motornya ke tengah-tengah pasukan Brigands!</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Skor: <mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#930b0f" class="has-inline-color">6/10</mark></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Akhir dari film ini juga memberikan petunjuk tentang film selanjutnya, yakni <em><strong>Superman: Man of Tomorrow </strong></em>yang dijadwalkan rilis tahun depan. Superman mengatakan bahwa ia membutuhkan bantuan Supergirl untuk menghadapi &#8220;musuh yang satu ini&#8221;. Semoga saja film ini bisa lebih baik!</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 6 Juli 2026, terinspirasi setelah menonton <em>Supergirl</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-supergirl/">[REVIEW] Setelah Menonton Supergirl</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-supergirl/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Menonton Project Hail Mary</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Apr 2026 12:30:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[astronot]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[luar angkasa]]></category>
		<category><![CDATA[Project Hail Mary]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8651</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak menonton trailernya tahun lalu, Penulis sudah meniatkan diri untuk menonton Project Hail Mary. Selain karena Penulis lumayan astrophile (pecinta luar angkasa), Penulis punya feeling film ini akan bagus. Penulis pun akhirnya menontonnya pada hari Sabtu minggu kemarin di MOPIC Malang, sekalian mencoba pengalaman menonton di bioskop tersebut. Harusnya film ini rilis secara global ketika [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/">[REVIEW] Setelah Menonton Project Hail Mary</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Sejak menonton trailernya tahun lalu, Penulis sudah meniatkan diri untuk menonton <em><strong>Project Hail Mary</strong></em>. Selain karena Penulis lumayan <em>astrophile</em> (pecinta luar angkasa), Penulis punya <em>feeling </em>film ini akan bagus.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis pun akhirnya menontonnya pada hari Sabtu minggu kemarin di MOPIC Malang, sekalian mencoba pengalaman menonton di bioskop tersebut. Harusnya film ini rilis secara global ketika lebaran, yang sayangnya harus tergeser karena slotnya digunakan untuk menayangkan film horor lokal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, apakah film ini berhasil memenuhi ekspektasi Penulis? Apakah benar kata orang-orang yang memuji film ini setinggi langit? Singkat kata, Penulis menyukainya dengan beberapa catatan yang membuat skornya tidak terlalu tinggi.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph"><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SPOILER ALERT!!!</mark></strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1.jpg 1280w " alt="Bagian 28 Seandainya Saja" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/distopia-bagi-kia/bagian-28-seandainya-saja/">Bagian 28 Seandainya Saja</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Film Project Hail Mary</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: <em>Project Hail Mary</em></li>



<li>Sutradara: Phil Lord, Christopher Miller</li>



<li>Cast: Ryan Gosling, Sandra Hüller, James Ortiz, Lionel Boyce</li>



<li>Durasi: 156 Menit</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Cerita Project Hail Mary?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Project Hail Mary - Official Trailer" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/m08TxIsFTRI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Project Hail Mary</em> diangkat dari sebuah novel karya Andy Weir berjudul sama. Buat yang merasa familier dengan nama tersebut, beliau adalah penulis buku <em>The Martian</em>, yang juga diangkat menjadi film dan dibintangi oleh Matt Damon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Premis <em>Project Hail Mary </em>sebenarnya sederhana, di mana sebuah misi penyelamatan bumi sedang dilakukan oleh seorang guru sains di sebuah SMP bernama <strong>Ryland Grace</strong> (Ryan Gosling).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ceritanya, matahari di tata surya kita sedang sekarat karena alien bernama <strong>Astrophage</strong> (pemakan bintang). Makhluk tersebut berkembang biak di matahari dan membuatnya meredup. Otomatis, suhu di bumi pun langsung <em>drop.</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang sama terjadi di tata surya lain kecuali satu, yakni <strong>Tau Ceti</strong>. Perjalanan antariksa pun dilakukan untuk mengetahui apa yang membuat tata surya tersebut selamat. Misi tersebut, disebut Project Hail Mary, dipimpin oleh <strong>Eva Stratt </strong>(Sandra Hüller).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya, Grace direkrut bersama banyak ilmuwan lainnya untuk meneliti Astrophage yang berhasil ditangkap. Nah, Grace-lah yang berhasil menemukan alasan mengapa alien tersebut sampai membentuk garis antara matahari dan Venus (disebut <strong>Petrova Line</strong>).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, bagaimana seorang guru SMP bisa terjebak dalam pesawat ruang angkasa? Nanti di bagian akhir cerita akan dijelaskan, karena film ini menggunakan POV Grace yang mengalami amnesia. Ketika sadar, ia sudah berada di dalam pesawat tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nantinya sepanjang cerita, kita akan dibawa maju-mundur karena ingatan Grace perlahan kembali. Jadi, akan ada dua lini waktu di film ini, yakni ketika Grace masih di bumi dan direkrut oleh Strat, serta ketika ia telah berada di luar angkasa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam misinya tersebut, ketika pesawat Grace sudah mendekati Tau Ceti, ia melihat pesawat alien. Ternyata di dalamnya ada sesosok alien berbentuk batu dengan lima kaki (atau lengan, tergantung digunakan untuk apa).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, ternyata alien tersebut juga merupakan satu-satunya yang tersisa di pesawat tersebut, sama seperti Grace. Mereka berdua pun jadi menjalin persahabatan karena tujuan mereka sama, yakni meneliti mengapa Tau Ceti bisa selamat. Grace memberi nama alien tersebut <strong>Rocky</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena menurut Penulis filmnya sangat layak untuk ditonton, Penulis tidak akan bercerita lebih jauh dari ini. Intinya, mereka berdua pun bekerja sama untuk menyelamatkan planet mereka masing-masing dari kepunahan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Menonton Project Hail Mary</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah menonton <em>Project Hail Mary</em>, Penulis memahami mengapa film ini begitu dicintai oleh para penontonnya. <strong>Visual dan <em>scoring</em>-nya benar-benar memanjakan mata dan telinga</strong>. Sayang, Penulis tidak menonton film ini di IMAX.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada banyak hal yang ingin Penulis bahas tentang film ini, termasuk kekurangan yang cukup mengganggu Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Protagonis yang Mirip Mark Watney</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8655" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mark Watney (Kiri) dan Ryland Grace (<a href="https://the-martian.fandom.com/wiki/Mark_Watney/Film">Fandom</a>) </figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat sumbernya sama, wajar jika <em>Project Hail Mary </em>memiliki kemiripan dengan <em>The Martian</em>. Tidak hanya tema <em>sci-fi </em>yang diusung, kepribadian dan situasi yang harus dihadapi oleh protagonisnya pun mirip.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertama, Grace dan Mark Watney (protagonis di The Martian) sama-sama <strong>terjebak di luar angkasa sendirian</strong>. Bedanya, Watney masih &#8220;dekat&#8221; karena di Mars, sedangkan Grace sudah beda semesta. &#8220;Mainnya&#8221; Grace lebih jauh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun berada di kondisi yang sulit, mereka berdua sama-sama <strong>tetap optimis dan berusaha ceria</strong>. Selain itu, fokus cerita kedua film juga sama-sama ke protagonisnya yang harus bisa keluar dari krisis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Hangatnya Hubungan Grace dan Rocky</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8656" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rocky (<a href="https://projecthailmary.fandom.com/wiki/Rocky">Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dibandingkan dengan <em>Interstellar</em> yang lebih mikir, <em>Project Hail Mary</em> lebih <strong>menonjolkan sisi dramanya dibandingkan sainsnya</strong>. Memang banyak istilah fisika, kimia, dan biologi di film ini, tapi masih dalam taraf yang mudah dipahami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu unsur drama yang paling menarik sepanjang film adalah <strong>hubungan Grace dan Rocky yang terasa hangat</strong>. Kita tidak bisa tidak menyukai kedua karakter tersebut, terutama Rocky.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan desain yang unik dan sebenarnya tidak menggemaskan (karena <em>literally </em>berbentuk batu), ia berhasil <strong>membuat penonton merasa ingin ikut melindunginya</strong>, apalagi setelah krisis di <em>act three </em>film ini. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu momen paling mengharukan sepanjang film adalah ketika <strong>Rocky bilang bisa memberikan bahan bakar Astrophage agar Grace bisa pulang ke Bumi</strong>. Project Hail Mary awalnya adalah <em>one way ticket</em>, sehingga Grace sudah menerima bahwa ia tak akan pernah pulang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Harapan yang diberikan oleh Rocky, dengan mengorbankan waktu kepulangannya yang lebih lama, <strong>membuat Grace (dan penonton) menangis</strong>. Momen ini berhasil disajikan dengan sangat baik. Kita ikut merasakan apa yang dirasakan oleh karakter di dalam film.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Interaksi antara keduanya juga menyenangkan untuk dilihat. Mengingat keduanya terjebak di kondisi yang mirip, wajar jika akhirnya mereka memiliki hubungan yang dekat, bahkan Grace rela menunda kepulangannya ke Bumi demi menyelamatkan Rocky.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasanya semua yang sudah menonton film ini bisa sepakat, kalau kita sama-sama sayang Rocky.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Plot Armor Grace</h3>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8657" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/04/review-project-hail-mary-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Grace dalam Misi Penyelamatan Bumi (<a href="https://www.slashfilm.com/2096092/project-hail-mary-footage-description-potential-best-2026-sci-fi-movie/">SlashFilm</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun sudah banyak menyebutkan kelebihannya, ada beberapa kekurangan di film ini yang mengganjal Penulis. Pertama adalah latar belakang Grace yang hanya guru dan ilmuwan<strong> tanpa pernah ada latar sebagai <a href="https://whathefan.com/pengalaman/perjalanan-cita-cita-saya/">astronot</a></strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di <em>The Martian</em>, Watney memang seorang astronot, sehingga wajar jika ia tahu bagaimana cara bertahan hidup di luar angkasa karena memang sudah dibekali. Nah, beda cerita dengan Grace yang harus dibius dan dibuat koma dulu (karena ia sebenarnya menolak) sebelum dipaksa menjalankan misi Project Hail Mary.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Grace memang pintar, tapi mau sepintar apa pun ia, rasanya sulit diterima <strong>ia bisa melanjutkan misi tersebut seorang diri</strong>, meskipun memang <a href="https://whathefan.com/renungan/bagaimana-manusia-diperbudak-oleh-ciptaannya-sendiri/">dibantu AI</a> di sana. Belum lagi masalah kondisi fisik astronot yang harus ditempa bertahun-tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apalagi, dua rekannya justru sudah meninggal dunia, meskipun Andy Weir selaku penulis novelnya mengatakan bahwa penyebab kematian mereka memang masih disimpan untuk &#8220;potensi sekuel.&#8221; </p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk orang yang dipaksa menjalankan misi (sendirian pula), <strong>Grace terlalu mulus menyelesaikan Project Hail Mary nyaris tanpa cacat</strong>. Memang ia hampir tak selamat, tapi ujungnya kehadiran Rocky berhasil menyelamatkan nyawanya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Bahasa Rocky yang Terlalu Mudah Dipahami</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Selain masalah <em>plot armor</em> yang dimiliki oleh Grace, salah satu hal yang Penulis sorot adalah <strong>mudahnya ia dalam menerjemahkan bahasa yang dimiliki oleh Rocky</strong>. Sebagai perbandingan, kata atasan Penulis, film <em>Arrival</em> (2016) mampu menggambarkan sulitnya hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang, masalah durasi membuat hal tersebut disederhanakan. Hanya saja, kembali lagi, <strong>Grace yang manusia biasa terasa jadi punya <em>superpower</em></strong> yang bisa melakukan ini itu dengan cepat. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan lupakan bagaimana Grace mampu membuat alat yang bisa menerjemahkan bahasa Rocky secara <em>live</em> dengan alat seadanya. Jika memang semudah itu, harusnya kita juga bisa membuat alat penerjemah bahasa kucing atau paus dengan mudah.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Bagi Penulis, Film Ini Terlalu Happy Ending</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Peringatan <em>spoiler</em>, film ini bagi Penulis <strong>terlalu <em>happy ending</em>. </strong>Akhir film ini terlalu sempurna. Grace dan Rocky sama-sama berhasil menyelamatkan planet mereka, Grace yang tak punya siapa-siapa di bumi juga mendapatkan tempat di Erid, planet asal Rocky.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau mengikuti selera Penulis, harapannya adalah <strong>salah satu antara Grace atau Rocky harus mati karena keadaan</strong>. Misal, Rocky mati setelah menyelamatkan Grace, yang membuat Grace pergi ke Erid untuk menyelamatkan planet tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Toh, Grace sudah membuat alat penerjemah, sehingga ia bisa berkomunikasi dengan penduduk Erid lainnya. Nilai pengorbanan yang dilakukan Rocky akan berdampak besar bagi Grace, tanpa melupakan misi Project Hail Mary.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kesimpulan</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari beberapa kekurangan yang Penulis sebutkan, <em>Project Hail Mary </em>tetap menjadi film yang bagus dan <em>enjoyable</em>. Penulis sangat senang karena film pertama yang ditonton di tahun ini sebagus ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika disuruh merangkum, ada tiga kata Rocky yang bisa menggambarkan perasaan Penulis setelah selesai menonton film ini: <em><strong>amaze, amaze, amaze</strong></em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">SKOR: 8/10</mark></strong></p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 18 April 2026, setelah menonton film <em>Project Hail Mary</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/">[REVIEW] Setelah Menonton Project Hail Mary</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-project-hail-mary/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 16:24:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi YouTube Music yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah IVE, Linkin Park, ONE OK ROCK, NOAH, dan TWICE. Sebuah kombinasi yang unik. Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">YouTube Music</a> yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/"><strong>IVE</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/"><strong>Linkin Park</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/"><strong>ONE OK ROCK</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/"><strong>NOAH</strong></a>, dan <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/"><strong>TWICE</strong></a>. Sebuah kombinasi yang unik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, bukan hanya judul-judul utama saja. Penulis belum pernah melakukan ini ke genre<em> </em>K-Pop. Kalau <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">genre <em>rock</em></a>, sering.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alasannya sederhana, Penulis merasa cocok dengan mayoritas lagu IVE. Tidak terlalu imut-imut, tapi juga tidak terlalu <em>badass</em>. Pas di tengah-tengah. Apalagi, IVE sering mengangkat tema <em>self-confidence</em> dan <em>self-love</em>, sehingga banyak lagunya yang membuat Penulis merasa <em>related</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/vegeta-character-development-banner-1-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/vegeta-character-development-banner-1-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/vegeta-character-development-banner-1-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/vegeta-character-development-banner-1-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/vegeta-character-development-banner-1.jpg 1200w " alt="Vegeta adalah Karakter Dragon Ball dengan Pengembangan Terbaik" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/vegeta-adalah-karakter-dragon-ball-dengan-pengembangan-terbaik/">Vegeta adalah Karakter Dragon Ball dengan Pengembangan Terbaik</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Tier List IVE</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Berbeda dengan <em>tier list </em>Linkin Park, tidak ada Tier S di sini karena <em>tier </em>tersebut memang khusus untuk satu lagu saja. Penulis hanya menggunakan Tier A yang terbaik hingga Tier E yang terburuk.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rinciannya, Tier A adalah lagu-lagu yang masuk ke ke <em>playlist </em>dan sering kali Penulis sengaja dengarkan ketika pertama kali membuka YouTube Music. Lagu-lagu yang masuk ke <em>tier </em>ini juga mendominasi rekap tahun 2025 ini karena sering disetel.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya adalah Tier B, yang masih masuk <em>playlist</em>, tapi jarang Penulis setel duluan. Tier C adalah lagu yang tidak masuk ke dalam <em>playlist</em>, tapi tidak Penulis <em>skip </em>jika kebetulan muncul. Tier D masih bisa Penulis dengarkan, walau peluang buat di-<em>skip</em>-nya cukup besar. Tier E adalah lagu yang pasti Penulis <em>skip</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sama seperti artikel <em>tier list </em>sebelumnya, Penulis akan memberikan skor sesuai tiap album dan EP dengan Tier A bernilai 4 dan Tier E bernilai 0. Untuk <em>single </em>rasanya tidak perlu Penulis beri nilai secara khusus. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat ada banyak yang ingin Penulis bicarakan untuk lagu-lagu IVE, Penulis jadi ingin membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian. Untuk bagian pertama ini, Penulis ingin membahas terlebih dahulu <em>single-single </em>yang pernah dirilis oleh IVE.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Single</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE, David Guetta - Supernova Love Official Music Video" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fyk6vjwI3wc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Supernova Love (2024)</li>



<li>B: After LIKE (2022), I Want (2023)</li>



<li>C: Eleven (2021), Take It (2021), Love Dive (2022), SUMMER FESTA (2024)</li>



<li>D: Royal (2022), My Satisfaction (2022), All Night (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagaimana grup K-Pop pada umumnya, IVE pun debut lewat <em>single</em>&#8211;<em>single</em> terlebih dulu. Saat pertama kali muncul, mereka merilis <em>single </em><strong>&#8220;Eleven&#8221;</strong>, lantas disusul <strong>&#8220;Love Dive&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;After LIKE&#8221;.</strong> Masing-masing <em>single </em>memiliki dua lagu, tapi Penulis kurang menikmati lagu lainnya. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, Penulis justru tahu belakangan ketiga <em>single </em>awal ini karena memang Penulis mengenal IVE melalui &#8220;Kitsch&#8221; dan &#8220;I Am&#8221;, yang rilis di tahun 2022. Ketiga lagu utama ini cukup lama bertahan di <em>playlist </em>Penulis, tapi kini tinggal tersisa lagu &#8220;After LIKE&#8221;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Salah satu alasan yang membuat Penulis cukup menyukai &#8220;After LIKE&#8221; adalah karena gara-gara video konser mereka di kanal YouTube First Take. IVE, yang dulu sempat dicibir karena kurangnya kualitas vokal mereka, telah berevolusi menjadi penyanyi yang solid (terutama Liz).</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE - After LIKE / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/BiTEQGmPRfQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah merilis tiga <em>single</em>, IVE rajin merilis EP, bahkan bisa hingga dua kali dalam satu tahun seperti di tahun 2025 ini. Maka dari itu, tidak banyak <em>single </em>yang mereka rilis. Paling lagu kolaborasi dengan Pepsi, yakni <strong>&#8220;I Want&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Summer Festa&#8221;</strong> yang terkesan <em>fun </em>banget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">IVE juga dua kali berkolaborasi dengan artis luar negeri. Pertama ada <strong>&#8220;Supernova Love&#8221; </strong>yang merupakan hasil kolaborasi dengan David Guetta. Ini adalah salah satu yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai lagu EDM, lagu ini terasa seru, tapi juga ada sisi melankolisnya. Setelah diselidiki, ternyata lagu ini menggunakan <em>sampling </em>dari lagu &#8220;Merry Christmas, Mr. Lawrence&#8221; karya legenda Jepang, Ryuichi Sakamoto, yang dibuat untuk veteran perang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oh iya, IVE memang terkenal karena suka menggunakan <em>sampling </em>dari lagu lain. &#8220;After LIKE&#8221; misalnya, mengambil <em>sample </em>dari &#8220;I Will Survive&#8221; karya Gloria Gaynor. Namun, lagu tersebut memang cukup sering dijadikan <em>sample </em>oleh musisi lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Single </em>dengan artis internasional kedua adalah<strong> &#8220;All Night&#8221; </strong>bersama Saweetie. Lagu ini mengingatkan Penulis kepada lagu-lagu pop tahun 2010-an. Karena Penulis bukan penggemar lagu pop, maka Penulis tidak terlalu menyukai lagu ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara lirik, lagu-lagu di atas memiliki tema yang lebih ringan dan seputar percintaan, sehingga tidak ada yang istimewa bagi Penulis dari sisi ini. Beda cerita dengan dua lagu berbahasa Jepang yang akan Penulis bahas di poin berikutnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">EP Jepang (WAVE, Alive, Be Alright)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Be Alright&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gC7cURZsiH8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Be Alright (2025), DARE ME (2025)</li>



<li>B: Crush (2024)</li>



<li>C: &#8211;</li>



<li>D: WAVE (2022), Classic (2022), Will (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">IVE dikenal karena kerap merilis lagu<em> </em>berbahasa Jepang (mungkin karena ada Rei yang berasal dari Jepang). Bukan hanya menerjemahkan yang sudah ada ke versi Jepang, tapi benar-benar membuat lagu baru dalam format <em>extended play </em>(EP).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memang ada beberapa lagu hit mereka yang diterjemahkan ke bahasa Jepang, tapi lagu-lagu tersebut menjadi sekadar pelengkap saja untuk lagu orisinalnya. Setiap EP Jepang akan merilis dua lagu baru beserta tiga lagu &#8220;terjemahan&#8221;. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Awalnya, Penulis tidak terlalu memedulikan lagu-lagu Jepang ini karena menurut Penulis memang tidak terlalu enak. Dari dua EP pertama,<em>WAVE</em> (2022) dan <em>Alive</em> (2024), hanya lagu <strong>&#8220;Crush&#8221;</strong> yang masih masuk ke telinga Penulis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, semua berubah ketika EP <em>Be Alright </em>rilis di tahun ini. Dua <em>single </em>utamanya, <strong>&#8220;Be Alright&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;DARE ME&#8221;</strong>, benar-benar menjadi favorit baru Penulis. Bukan hanya karena musiknya enak, tapi juga maknanya yang dalam dan datang di saat Penulis membutuhkannya!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis tidak ingat bagaimana pertama kali mendengarkan lagu &#8220;Be Alright&#8221;, tapi rasanya lagu itu tiba-tiba muncul begitu saja. Kebetulan, waktu itu ada orang dekat Penulis yang sedang khawatir dengan situasi kehidupannya. Lagu ini pun Penulis kirimkan kepadanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sesuai dengan judulnya, lagu ini menjadi semacam penyemangat kalau semua akan baik-baik saja, seberat apa pun rasanya saat ini. Lagu ini juga membuat Penulis teringat lagu &#8220;Three Little Birds&#8221; dari Bob Marley. Penulis akan taruh liriknya di bawah ini:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>It&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Ini akan baik-baik saja</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Don&#8217;t worry about tomorrow 弾ける<strong>(hajikeru)</strong></strong> <strong>emotion</strong> <br><em>Jangan khawatirkan hari esok, emosi yang meluap</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>心配いらない (shinpai iranai</strong>) <strong>it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Tidak perlu khawatir, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>超えてゆく想像 さあおいでよ (koete yuku souzou</strong> <strong>saa oide yo )</strong> <strong>follow<br></strong><em>Melampaui imajinasi, ayo ikutlah (padaku)</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>I know it&#8217;s gonna be, it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Aku tahu ini akan jadi, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu ini sekarang Penulis jadikan &#8220;alat&#8221; ketika mulai merasa khawatir berlebihan terhadap segala sesuatu. Lagu ini jadi pengingat bahwa semua akan baik-baik saja, yang penting fokus dengan apa yang kita lakukan saat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sementara itu, Penulis jatuh cinta dengan lagu &#8220;DARE ME&#8221; karena IVE membawakan lagu ini di kanal First Take juga. Jika &#8220;Be Alright&#8221; mengingatkan kita untuk tidak <em>overthinking </em>berlebihan, maka lagu ini jadi pengingat untuk percaya ke diri sendiri. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE - DARE ME / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8k0Myd9F8to?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Coba saja lihat liriknya di bawah ini pada bagian <em>chorus </em>dan<em> post chorus-</em>nya berikut ini:</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>[CHORUS]</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Dare me, dare me!<br></strong><em>Tantang aku, tantang aku!</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Believe myself<br></strong><em>Percayai diriku sendiri</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>ダメな自分も愛して (Dame na jibun mo aishite)<br></strong><em>Cintai juga dirimu yang tidak sempurna</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>I know that I can shine again<br></strong><em>Aku tahu bahwa aku bisa bersinar lagi</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>さぁ羽を広げて (Saa hane o hirogete)<br></strong><em>Ayo, rentangkan sayapmu</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Don&#8217;t be afraid to make mistakes<br></strong><em>Jangan takut membuat kesalahan</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Keep trying, trying daily<br></strong><em>Teruslah mencoba, mencoba setiap hari</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Just keep moving toward your dream, yeah<br></strong><em>Teruslah bergerak menuju impianmu, yeah</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>[POST-CHORUS]</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Believe me, believe me, believe myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, percayai diriku sendiri</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>誰に何を言われたって yeah (Dare ni nani o iwaretatte yeah)<br></strong><em>Tidak peduli orang akan mengatakan apa pun (padaku) yeah</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Believe me, believe me, just be myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, jadilah diriku sendiri saja</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>ありのままの私でいいの yeah (Ari no mama no watashi de ii no yeah)<br></strong><em>Tidak apa-apa menjadi diriku apa adanya, yeah</em></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena liriknya yang mendalam dan kebetulan secara musik juga enak, tak heran kalau kedua lagu masuk ke Tier A dan belakangan begitu sering Penulis dengarkan. Apalagi harmonisasi suara Yujin dan Liz di lagu &#8220;DARE ME&#8221;, pantas mendapatkan apresiasi.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah bertahun-tahun mendengarkan lagu K-Pop, baru kali ini Penulis merasa begitu memperhatikan liriknya. Penulis tidak bahasa Korea, tapi ketika mendengarkan lagu IVE, Penulis punya <em>feeling </em>lagunya ingin menyampaikan pesan penting dan ternyata memang terbukti.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, baru dua lagu dari EP Jepang yang Penulis jadikan contoh. Masih ada banyak lagi lagu lain yang bertema <em>self-love</em>, <em>self-confidence</em>, bahkan <em>self-acceptance </em>di lagu-lagu utama mereka, yang akan Penulis bahas di artikel selanjutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 11 Desember 2025, terinspirasi setelah IVE menjadi artis yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 melalui aplikasi YouTube Music</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: YouTube</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Carmen]]></category>
		<category><![CDATA[Hearts2Hearts]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8303</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis mengenal K-Pop sejak Gen 2 ketika SMA. Waktu itu, rata-rata member dari sebuah girlband atau boyband lebih tua dari Penulis. Sebagai contoh, Girls&#8217; Generation atau SNSD memiliki member yang lahir antara tahun 1989 hingga 1991. Penulis hiatus cukup lama dari dunia K-Pop, kalau tidak salah mulai tahun 2013-2014. Penulis baru menyentuhnya lagi ketika kerja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/">Mari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penulis mengenal K-Pop sejak Gen 2 ketika SMA. Waktu itu, rata-rata <em>member</em> dari sebuah girlband atau boyband lebih tua dari Penulis. Sebagai contoh, Girls&#8217; Generation atau SNSD memiliki <em>member </em>yang lahir antara tahun 1989 hingga 1991.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis hiatus cukup lama dari dunia K-Pop, kalau tidak salah mulai tahun 2013-2014. Penulis baru menyentuhnya lagi ketika kerja karena teman sekantor Penulis merupakan penggemar berat <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>, yang termasuk ke Gen 3. Namun, baru di tahun 2022-2023 Penulis baru kembali intens mendengarkan K-Pop melalui <a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">Twice</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, Gen 3 ini bisa dibilang seumuran dengan Penulis atau setidaknya usianya tidak beda jauh dari Penulis. Contoh <em>idol </em>yang seumuran dengan Penulis adalah Wendy dan Seulgi dari <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Red Velvet</a>. Kami sama-sama kelahiran 1994.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1.jpg 1280w " alt="Bagian 11 Bakat Terpendam Milik Kia" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/distopia-bagi-kia/bagian-11-bakat-terpendam-milik-kia/">Bagian 11 Bakat Terpendam Milik Kia</a></div></div></div><p></p>


<p class="wp-block-paragraph">Penulis bisa dibilang &#8220;telat&#8221; mengikuti Gen 3 ini, karena mereka sudah mulai mendekati penghujung karier ketika mendengarkan mereka. Bahkan, bisa dibilang sudah mulai peralihan ke Gen 4 seperti <a href="https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/">aespa</a> dan <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">IVE</a>, yang kira-kira seumuran dengan adik bungsu Penulis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis menyadari bahwa ada kesan <em>cringe </em>jika Penulis melihat sosok &#8220;adik-adik&#8221; yang bernyanyi dan nge-<em>dance</em>. Oleh karena itu, Penulis cenderung menghindari menonton video <em>performance </em>mereka. Penulis hanya menikmati musik mereka, sambil sesekali menonton <em>variety show</em> mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, kalau Gen 4 saja sudah ada perasaan takut dianggap <em>cringe</em>, lantas bagaimana dengan Gen 5 yang usianya lebih mudah lagi? Beda umur mereka dengan Penulis bisa mencapai belasan tahun!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, ketika Babymonster dari YG Entertainment debut dan langsung <em>hype</em>, Penulis berusaha untuk tidak terlalu mendengarkan lagu mereka (walau belakangan sedang sering mendengar lagu &#8220;Drip&#8221;).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, hal tersebut runtuh begitu saja ketika Penulis mengetahui ada orang Indonesia yang berhasil tembus SM Entertainment, salah satu dari Big 3 agensi di Korea Selatan. Orang tersebut adalah <strong>Nyoman Ayu Carmenita </strong>atau <strong>Carmen</strong>, yang bergabung dengan Hearts2Hearts.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Carmen Bisa Debut di SM Entertainment</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8307" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">SM Entertainment (<a href="https://www.afloimages.com/imagedetails/127368480_extIntAflo/127368480-AFLO-Images-SM-Entertainment-June-12-2020-The-headquarters-of-.html">Afloimages</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Carmen memang bukan orang Indonesia pertama yang berhasil menembus industri K-Pop. Sebelumnya, pernah ada nama seperti Dita Karang yang debut bersama Secret Number, walau kini grupnya tersebut sudah resmi bubar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, Carmen adalah orang Indonesia pertama yang berhasil debut di Big 3 agensi di Korea Selatan, yang terdiri dari SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment. Carmen berada di agensi yang sama dengan SNSD, Red Velvet, dan aespa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin sudah banyak yang tahu bagaimana Carmen bisa lolos SM. Awalnya ia mengikuti SM Global Audition melalui Zoom pada tahun 2020, saat zaman Covid. Waktu itu, berarti ia berumur sekitar 13-14 tahun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari pendaftaran tersebut, ternyata ia lolos ke tahap selanjutnya dan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti proses seleksi lebih lanjut. Ia diantar oleh kakaknya, karena ia masih merahasiakan hal ini ke orang tuanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Siapa sangka ternyata ia berhasil lolos dan resmi menjadi <em>trainee</em> SM Entertainment. Awalnya ia dilarang oleh kedua orang tuanya (bayangkan saja melepas anak gadisnya sendirian ke negara orang yang terkenal rasis), tapi kakaknya berhasil membantu meyakinkan orang tuanya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Carmen pun resmi menjadi <em>trainee </em>di tahun 2022, ketika ia berumur 15-16 tahun. Setelah dua tahun, ia akhirnya resmi debut bersama Hearts2Hearts pada tanggal 24 Februari 2025. Ia, yang lahir pada tanggal 28 Maret 2006, menjadi anggota tertua di grup tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Coba Kita Bayangkan Menjadi Seorang Carmen</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8308" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Nyoman Ayu Carmenita (<a href="https://voi.id/en/lifestyle/463698">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Bayangkan ketika kita berumur 15-16 tahun. Mungkin kita baru lulus SMP dan baru akan merasakan masa-masa indah SMA. Namun, kita mendapatkan sebuah surat yang menyatakan kita diterima sebagai <em>trainee</em> di salah satu agensi terbesar di Korea Selatan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika berangkat, kita memang punya modal menyanyi dan menari yang cukup oke, karena kebetulan kita punya <em>privilege </em>di keluarga yang cukup <em>nyeni</em>. Akan tetapi, kita dalam posisi tidak bisa sama sekali berbahasa Korea. Apalagi, banyak orang Korea yang tidak bisa berbahas Inggris.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebelum berangkat, muncul kekhawatiran di kepala kita. Korea Selatan terkenal sebagai negara yang cukup rasis dan ultranasionalis. Bisakah kita bertahan di sana sendirian? Apakah kita bisa berteman dengan orang asli sana? Apakah kita bisa menyelesaikan masa <em>trainee</em> dan debut sebagai <em>idol</em>?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Terlepas dari semua kekhawatiran itu, kita berusaha menepis semua pikiran negatif tersebut dan yakin dengan diri sendiri. Kita menyemangati diri kita sendiri dan yakin kalau kita bisa melewati semua tantangan yang ada.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kita pun menjalani masa <em>trainee</em> sembari mengambil kelas bahasa Korea. Masa <em>trainee </em>adalah masa yang terkenal berat, di mana kita menjalani pelatihan yang insentif dari berbagai bidang. Semua harus kita jalani demi bisa debut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di awal-awal masa <em>trainee</em>, kita pasti merasa tertekan dan mengalami <em>culture shock</em>. Tidak ada teman untuk bercerita karena ada <em>languange barrier </em>yang cukup lebar. Mungkin kita bisa menelepon orang tua kita, tapi kehadiran fisik seseorang yang bisa menjadi tempat mengeluh masih dibutuhkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa bulan kemudian, kita sudah mulai bisa berbicara dalam bahasa Korea dasar. Kita mulai mencoba mengobrol dengan sesama <em>trainee</em>. Mungkin ada yang rasis, tapi yang baik ke kita juga tidak sedikit. Kita pun mulai menemukan teman yang bisa diandalkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah dua tahun, setelah semua jerih payah, rasa sepi, dan tangis, kita akhirnya mendapatkan pemberitahuan akan segera debut bersama teman-teman <em>trainee </em>lainnya. Kita akan menjadi orang pertama dari Indonesia yang debut di bawah bendera SM Entertainment.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kurang lebih seperti itulah yang ada di benak Penulis ketika membayangkan berada di posisi Carmen. Sebagai seorang INFJ yang terkenal punya empati tinggi, entah mengapa Penulis bisa merasakan perjuangan yang telah ia lewati sejauh ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Meskipun ia terkenal selalu ceria dan memiliki <em>positive vibes</em>, Penulis yakin ia telah melewati banyak masa-masa berat selama ini, bahkan mungkin hingga sekarang. Itulah yang membuat Penulis mengagumi sosok Carmen, terlepas dirinya 12 tahun lebih muda dari Penulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sekarang, Mari Kita Bicarakan Hearts2Hearts</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8309" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Atas: Ye-On (Paling Kiri), A-na, Jiwoo, Carmen | Bawah: Juun (Paling Kiri), Ian, Yuha, Stella (<a href="https://www.popline.id/k-pop/751070547/hearts2hearts-siap-rilis-reality-show-perdana-chat-hearts2hearts-catat-jadwalnya">Popline</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Carmen menjalani debut di Hearts2Hearts (H2H) bersama &#8220;adik-adiknya&#8221;, mulai dari Jiwoo (<em>leader</em>), Yuha, Stella, Juun, A-na, Ian, hingga Ye-On. Mereka debut dengan lagu berjudul <strong>&#8220;The Chase&#8221;</strong>, yang sejujurnya kurang cocok dengan selera musik Penulis.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, lagu mereka yang berjudul <strong>&#8220;Butterflies&#8221;</strong> benar-benar Penulis nikmati. Lagu ini bernuansa <em>ballad</em> yang <em>heartwarming</em>, bukan tipe <em>ballad </em>yang cocok jadi teman galau. Bersama &#8220;Drip&#8221; dari Babymonster yang Penulis sebut di awal tulisan, dua lagu ini belakangan sering Penulis dengarkan (walau terkesan bertolak belakang).</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada beberapa pihak yang <em>nyinyir </em>dan menganggap kalau Carmen hanya dimanfaatkan SM sebagai alat <em>marketing </em>untuk meraup pasar Indonesia, yang terkenal suka <em>overproud</em>. Apapun itu, bagi Penulis Carmen sudah berhasil membawa nama Indonesia ke kancah internasional.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang sudah disinggung di atas, Penulis suka menonton <em>variety show </em>para <em>idol </em>Korea ini ketika sedang bersantai. H2H ini belakangan sering Penulis tonton. Ternyata, walau mereka cantik-cantik, kelakukan mereka juga lumayan <em>random</em>, terutama Carmen, A-na, dan Ian.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, dalam beberapa kesempatan, Carmen terlihat mengajari beberapa kata dalam bahasa Indonesia kepada <em>member-</em>nya. Sejauh ini, ada dua <em>member </em>yang cukup hafal dan fasih dalam berbahasa Indonesia: Ian dan Ye-on. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin Penulis termasuk ke dalam masyarakat Indonesia yang <em>overproud </em>dengan debutnya Carmen bersama H2H. Biarlah, Penulis benar-benar merasa bangga ke Carmen, apalagi setelah membayangkan betapa keras perjuangannya untuk bisa berada di titik sekarang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">H2H memang baru berusia 3 bulan dan memiliki dua lagu. Mereka baru akan <em>comeback </em>pada 18 Juni mendatang dengan lagu (yang katanya) berjudul &#8220;Style&#8221;. Penulis pribadi ingin melihat sejauh apa Carmen akan mengharumkan nama Indonesia melalui H2H.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 10 Juni 2025, terinspirasi setelah melihat banyak video seputar Carmen dan Hearts2Hearts</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://www.suara.com/bisnis/2025/02/25/101548/debut-idol-kpop-carmen-hearts2hearts-bakal-punya-gaji-di-atas-umr-indonesia">Suara</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/">Mari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Live My Life: aespa</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[aespa]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7982</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah sering sekali membahas Linkin Park yang baru saja comeback, kali ini Penulis ingin menulis tentang K-Pop lagi. Kebetulan, girlband yang akan Penulis bahas kali ini akan merilis mini album ke-5 berjudul Whiplash pada tanggal 21 Oktober 2024 mendatang. Girlband tersebut adalah aespa, yang berada di bawah naungan SM Entertainment dan beranggotakan Karina, Winter, Giselle, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/">Live My Life: aespa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Setelah sering sekali membahas Linkin Park yang baru saja <em>comeback</em>, kali ini Penulis ingin menulis tentang K-Pop lagi. Kebetulan, <em>girlband </em>yang akan Penulis bahas kali ini akan merilis mini album ke-5 berjudul <em>Whiplash </em>pada tanggal 21 Oktober 2024 mendatang.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Girlband </em>tersebut adalah <strong>aespa</strong>, yang berada di bawah naungan SM Entertainment dan beranggotakan Karina, Winter, Giselle, dan Ningning. Mereka telah debut sejak 17 November 2020, yang artinya masuk ke dalam <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">Gen 4 seperti IVE</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menariknya, awalnya Penulis merasa tidak terlalu cocok dengan lagu-lagu aespa, sama seperti Itzy. Namun, makin ke sini, musik mereka semakin masuk ke dalam selera Penulis, terutama lagu-lagu baru mereka.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/07/setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat-banner.jpg 1280w " alt="[REVIEW] Setelah Membaca Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-dunia-sophie-novel-grafis-filsafat/">[REVIEW] Setelah Membaca Dunia Sophie: Novel Grafis Filsafat</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Momen Pertama Kali Mengenal aespa</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Kehebohan aespa menebak bahasa Indonesia!ㅣGTBIW w/ aespa" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/I4nn2oXI1bw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti biasa, momen &#8220;pertemuan&#8221; Penulis dengan aespa justru terjadi ketika menonton sebuah <em>reality show</em>. Dari algoritma YouTube, Penulis menemukan video aespa yang mengikuti semacam kuis bahasa Indonesia. Waktu itu, Penulis belum tahu siapa itu aespa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Video tersebut cukup menghibur dan berhasil mengundang tawa. Apalagi, para anggota aespa jadi sangat sering berbicara dengan bahasa Indonesia dengan nada yang cukup <em>cempreng</em>. Entah mengapa para <em>idol</em> K-Pop selalu terdengar seperti itu ketika berbahasa Indonesia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di antara keempat anggota aespa, bisa dibilang Ningning yang paling menonjol karena beberapa kali berhasil menjawab pertanyaan dengan benar, walau terkadang jawabannya dicuri oleh anggota lain karena ia lupa untuk menyebutkan namanya terlebih dahulu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jika dibandingkan dengan <em>girlband </em>lain, entah mengapa para anggota aespa terlihat sangat akrab satu sama lain seolah tidak ada jarak. Penulis menilai ini melalui interaksi-interaksi mereka di berbagai acara <em>reality show </em>yang Penulis tonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di sisi lain, ada beberapa momen di mana terlihat SM Entertainment agak menganakemaskan anggotanya yang berasal dari Korea Selatan, yakni Karina dan Winter. Giselle yang dari Jepang dan Ningning yang dari China kadang terasa dianaktirikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu, kali ini gara-gara algoritma YouTube Music, lagu-lagu aespa mulai sering direkomendasikan. Beberapa judul yang pernah Penulis dengarkan adalah &#8220;<strong>Black Mamba</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Savage</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Next Level</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Girls</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Illussion&#8221;</strong>, hingga &#8220;<strong>Spicy</strong>&#8220;.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, dari semua lagu-lagu aespa yang Penulis dengarkan tersebut, tidak ada yang benar-benar masuk ke seleranya. Masih bisa dinikmati, tapi tidak sampai &#8220;layak&#8221; untuk masuk ke dalam daftar favorit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Makin ke Sini Makin Cocok</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="aespa 에스파 &#039;Live My Life&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/YEA1ROHi0Eg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Lagu aespa pertama yang bisa Penulis nikmati adalah &#8220;<strong>Better Things</strong>&#8220;, yang sebenarnya merupakan <em>single </em>berbahasa Inggris. Lagu ini dirilis pada Agustus 2023 dan Penulis langsung cocok karena musiknya yang <em>easy listening </em>walau liriknya terkesan agak <em>songong</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak lama setelah itu di tahun yang sama, aespa merilis <em>single </em>&#8220;<strong>Drama</strong>&#8221; yang anehnya juga langsung cocok di telinga Penulis. <em>Reff-</em>nya <em>catchy </em>karena pengulangan &#8220;ma ma ma ma&#8221; yang terus-menerus, mirip lagu &#8220;Antifragile&#8221; dari LE SSERAFIM.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada bulan Mei 2024 kemarin, aespa juga merilis <em>full album </em>pertamanya dengan judul <em><strong>Armageddon</strong>. </em>Ada dua lagu utama dari album ini, yakni &#8220;<strong>Supernova</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Armageddon</strong>&#8220;. Walau awalnya merasa kedua lagu tersebut aneh, lama-lama Penulis jadi menyukainya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, justru lagu lain di album ini yang langsung menjadi lagu paling favoritnya di aespa, yakni &#8220;<strong>Live My Life</strong>&#8220;. Penulis pun tak sengaja menemukannya, di mana awalnya Penulis familiar dengan bagian <em>reff</em>-nya karena menonton<em> reality show</em> aesparty di YouTube.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tak seperti lagu K-Pop pada umumnya, &#8220;Live My Life&#8221; bergenre <em>pop-rock</em> ringan dan hampir tidak memiliki unsur elektronik sama sekali. Apalagi jika dibandingkan dengan genre dua lagu utama album <em>Armageddon</em> yang &#8220;rusuh,&#8221; lagu ini terkesan <em>out of nowhere</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Konsep yang dibawa oleh aespa adalah futuristik, <em>cyberpunk</em>, dan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/">metaverse</a>. Ketika dirilis, para anggota aespa memiliki semacam avatar yang, menurut teman Penulis, bisa dianggap kurang berhasil. Namun, konsep futuristik itu berhasil dituangkan dalam lagu-lagu mereka.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walau terkadang mencoba genre lain yang lebih <em>mainstream</em> seperti yang terjadi pada lagu &#8220;Better Things&#8221; dan &#8220;Live My Life&#8221; (yang justru Penulis sukai), aespa berusaha untuk terus mempertahankan konsep awal mereka secara konsisten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hanya lima bulan dari rilisnya album <em>Armageddon</em>, aespa akan segera <em>comeback </em>dengan merilis mini album kelima berjudul <em>Whiplash</em>. Penulis cukup mengantisipasi konsep lagu seperti apa yang akan dibawakan oleh aespa kali ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 8 Oktober 2024, terinspirasi setelah ingin menulis sesuatu tentang aespa</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://www.asianjunkie.com/2024/05/27/quick-reviews-aespas-armageddon-feels-more-like-getting-hit-with-a-pebble/">Asian Junky</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/">Live My Life: aespa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Sep 2024 22:56:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[From Zero]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rap]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Linkin Park baru saja merilis single terbaru mereka yang berjudul &#8220;Heavy is the Crown.&#8221; Lagu ini akan menjadi anthem untuk ajang League of Legends World Championship 2024, salah satu turnamen esports terbesar di dunia. Ini adalah lagu kedua yang dirilis oleh Linkin Park setelah mengumumkan comeback dengan personel baru, Sebelumnya, mereka telah merilis lagu &#8220;The [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Linkin Park baru saja merilis <em>single </em>terbaru mereka yang berjudul &#8220;<strong>Heavy is the Crown</strong>.&#8221; Lagu ini akan menjadi <em>anthem</em> untuk ajang League of Legends World Championship 2024, salah satu turnamen <em>esports</em> terbesar di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini adalah lagu kedua yang dirilis oleh Linkin Park setelah <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">mengumumkan <em>comeback</em> dengan personel baru</a>, Sebelumnya, mereka telah merilis lagu &#8220;The Emptiness Machine.&#8221; Sejujurnya, Penulis sama sekali tidak berekspetasi kalau mereka akan merilis lagu secepat ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika mendengarkan kedua lagu ini secara berulang-ulang, Penulis jadi menyadari satu hal. Ini bisa jadi merupakan cara Linkin Park untuk membiasakan vokal Emily Armstorng kepada para pendengar setianya,</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jangan-jadi-bucin-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jangan-jadi-bucin-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jangan-jadi-bucin-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jangan-jadi-bucin-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/jangan-jadi-bucin-banner.jpg 1280w " alt="Jangan Jadi Bucin" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/rasa/jangan-jadi-bucin/">Jangan Jadi Bucin</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Memulai Semua dari Nol</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Mike Shinoda Talks Linkin Park&#039;s Return and His On-Stage Microphone Mishap (Extended)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/siyzPSEnUTo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika menjadi bintang tamu di acara <em>The Tonight Show</em> <em>Starring Jimmy Fallon</em>, Mike Shinoda bercerita mengenai alasan penamaan album <em><strong>From Zero</strong></em>, yang akan menjadi album pertama Linkin Park dengan personel baru. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurutnya, ada dua alasan dari penamaan tersebut. Pertama, karena <strong>nama <em>band</em>-nya sebelum menjadi Linkin Park adalah Xero</strong>, yang jika diucapkan akan terdengar seperti kata <em>zero</em> dengan huruf x di depannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alasan kedua, adalah karena nama tersebut menggambarkan <strong>posisi Linkin Park saat ini yang ingin memulai semuanya dari nol</strong>, memulai semunya dari kanvas kosong. Ucapannya ini mungkin bisa tidak diterima, mengingat sejatinya Linkin Park tidak benar-benar memulai lagi dari nol karena telah memiliki nama besar di industri musik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Namun, di sisi lain, melakukan <em>comeback</em> dengan vokalis baru jelas bukan hal yang mudah untuk sebuah <em>band</em>, apalagi jika vokalis lamanya sudah terlalu melekat. Seperti yang kita tahu, masih <a href="http://Musik2 minggu agoVokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa ItuTelah satu minggu berlalu sejak Linkin Park mengumumkan vokalis baru yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima...">banyak penggemar yang belum terima posisi Chester digantikan oleh Emily</a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, bisa dipahami juga kalau Mike mengatakan hal tersebut dan sah-sah saja. Apalagi, seperti yang sudah pernah Penulis bahas sebelumnya, Chester dan Emily memiliki tipe vokal yang berbeda, sehingga musik-musik Linkin Park ke depannya pun rasanya akan menyesuaikan dengan tipe vokal Emily.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Suara Emily Mulai Terbiasa di Telinga </h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Heavy Is The Crown ft. Linkin Park (Official Music Video) | League of Legends Worlds 2024 Anthem" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5FrhtahQiRc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sejak debut, Linkin Park dikenal dengan konsep uniknya yang menggabungkan unsur hip-hop, <em>rock</em>, dan elektronik. Mike kerap ikut bernyanyi untuk mengisi lirik <em>rap </em>dan Chester akan bernyanyi di bagian <em>reff</em>. Namun, tak jarang lagu-lagu Linkin Park hanya memperdengarkan suara Chester.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">dua <em>single </em>pertama mereka</a> dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></em>, &#8220;One Step Closer&#8221; dan &#8220;Crawling,&#8221; <em>part </em>Mike sangat sedikit sekali dan sangat menonjolkan vokal Chester. Baru di lagu &#8220;Papercut&#8221; dan &#8220;In the End&#8221; kita bisa mendengar Mike nge-<em>rap</em> dengan cukup panjang. </p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, cara tersebut dibalik ketika Linkin Park merilis dua <em>single </em>terbaru mereka dari album <em>From Zero</em>, &#8220;The Emptiness Machine&#8221; dan &#8220;Heavy is the Crown.&#8221; Alih-alih langsung merilis lagu yang dominan suara Emily, mereka memutuskan untuk <strong>merilis lagu yang dominan suara Mike</strong>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini, menurut Penulis, merupakan langkah cerdik mereka untuk <strong>membiasakan pendengarnya dengan suara Emily </strong>secara setahap demi setahap. Jika langsung merilis lagu yang menonjolkan suara Emily, bisa-bisa pendengar ogah mendengarkannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Di lagu &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; Mike bahkan bernyanyi hampir 3/4 lagu, di mana <em>reff </em>pertama ia nyanyikan sendiri. Di konser perdana setelah mereka <em>comeback</em> kemarin, kita bisa melihat kalau Emily baru muncul di atas panggung ketika lagu telah berjalan setengah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah, di lagu terbaru mereka, &#8220;Heavy is the Crown,&#8221; mereka menggunakan &#8220;formula klasik&#8221; yang mirip dengan awal-awal Linkin Park di awal tahun 2000-an. Mike nge-<em>rap</em>, lalu Emily mengisi bagian <em>reff</em> dan <em>bridging</em> menuju <em>reff</em> terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, lagu tersebut juga menarik karena Emily melakukan <em>screaming</em> cukup panjang, yang tentu saja akan mengingatkan <em>screaming </em>yang dilakukan oleh Chester pada lagu &#8220;Given Up&#8221; dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a></em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sisi musikalitas, <strong>Linkin Park tidak melakukan eksperimen yang aneh-aneh</strong> seperti yang mereka lakukan pada album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a></em>. Seandainya mereka mengeluarkan lagu pop seperti album tersebut, bisa-bisa penggemar tak akan tertarik untuk mendengarkan mereka lagi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh karena itu, Penulis merasa senang ketika Linkin Park kembali ke jati diri mereka sebagai <em>rock band</em>. Walau di atas mengatakan kalau mereka menggunakan formula klasik, menurut Penulis lagu-lagu baru mereka setipe dengan lagu-lagu di album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin, keputusan ini juga diambil agar sejalan dengan tema <em>From Zero</em>, yang juga bisa dimaknai kembali ke akar. Linkin Park bersama Emily ingin kembali ke akar mereka sebagai salah satu <em>rock band </em>terbesar di dunia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebagai penutup, Penulis mendapatkan bocoran daftar lagu yang akan ada di album From Zero dari platform Apple Music. Penulis yakin, akan ada lagu yang hanya memperdengarkan vokal Emily saja tanpa ada suara Mike. Berikut daftar lagunya:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>From Zero (Intro)</li>



<li>The Emptiness Machine</li>



<li>Cut the Bridge</li>



<li>Over Each Other</li>



<li>Casualty</li>



<li>Overflow</li>



<li>Two Faced</li>



<li>Stained</li>



<li>IGYEIH</li>



<li>Good Things Go</li>
</ol>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 26 September 2024, terinspirasi setelah mendengarkan single terbaru dari Linkin Park, &#8220;Heavy is the Crown&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Foto Featured Image: <a href="https://loudwire.com/linkin-park-new-singer-emily-armstrong-facts/">Loudwire</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2024 16:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[vokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7847</guid>

					<description><![CDATA[<p>Telah satu minggu berlalu sejak Linkin Park mengumumkan vokalis baru yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima dan yang menolak. Pihak yang menerima menganggap kalau Chester memang tak akan pernah tak tergantikan. Emily Armstrong adalah penerusnya dengan kekuatan dan ciri khas vokalnya sendiri untuk era baru [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Telah satu minggu berlalu sejak <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Linkin Park mengumumkan vokalis baru</a> yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima dan yang menolak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pihak yang menerima menganggap kalau Chester memang tak akan pernah tak tergantikan. Emily Armstrong adalah penerusnya dengan kekuatan dan ciri khas vokalnya sendiri untuk era baru Linkin Park. Penulis secara pribadi masuk ke dalam kubu ini.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pihak yang menolak menganggap kalau Emily tidak layak untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Chester. Kalau mau menggandeng vokalis baru, mending ganti nama jangan pakai nama Linkin Park. Apalagi, Rob Bourdon juga telah keluar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belum lagi banyaknya skandal yang membayangi Emily di masa lalu, terutama terkait dengan Scientology dan dukungannya terhadap pemerkosa bernama Danny Masterson. Masalah ini terus-menerus dibahas oleh mereka yang kontra dengan keberadaan Emily di Linkin Park.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini-banner.jpg 1280w " alt="Kalau Srimulat Masih Tayang Hari Ini" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/kalau-srimulat-masih-tayang-hari-ini/">Kalau Srimulat Masih Tayang Hari Ini</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Kualitas Vokal Emily Armstrong di Linkin Park?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7849" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Emily Armstrong (<a href="https://www.dbklik.co.id/blogv2/emily-armstrong-vokalis-linkin-park-baru-comeback-linkin-park">DB Klik</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam tulisan sebelumnya, Penulis telah mengeluarkan pendapatnya tentang kualitas vokal yang dimiliki oleh Emily. Untuk lagu baru, &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; suaranya masuk banget dan Penulis benar-benar menikmatinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Suara Emily adalah suara <em>rocker </em>yang serak-serak basah. Ia juga memiliki kemampuan untuk <em>screaming</em> yang lumayan. Namun, memang ketika menyanyikan lagu-lagu Linkin Park yang lama, suaranya tampak kurang dan nadanya tak bisa sampai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis menemukan sebuah twit yang menjelaskan hal ini. Lagu &#8220;Numb&#8221; yang dibawakan bersama Emily dinaikkan tiga nada, dan itu pun Emily masih kewalahan. Tahu naik berapa nada ketika Chester yang nyanyi? Enam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menurut Penulis, yang paling parah adalah waktu ia menyanyikan lagu &#8220;The Catalyst.&#8221; Bukan hanya nadanya tidak sampai, ia sampai harus kehilangan suaranya berkali-kali dan melemparkan <em>mic</em>-nya ke penonton untuk menutupi hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini bukan berarti Emily penyanyi yang jelek, tapi memang <strong>standarnya Chester saja yang ketinggian</strong>. Vokal Chester memang diakui secara luas istimewa, dan tak banyak yang mampu bernyanyi lagu-lagu Linkin Park seperti dirinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penyanyi Lain pun Kewalahan Menyanyikan Lagu Linkin Park</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7850" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Taka dari One Ok Rock (<a href="https://x.com/rocksound/status/924111199796711424">X</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Sulitnya meniru kemampuan vokal Chester juga terlihat dari konser Linkin Park &amp; Friends Celebrate Life in Honor of Chester Bennington yang tayang sekitar tujuh tahun lalu. Konser tersebut merupakan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">peringatan akan kematian Chester</a>, dan banyak penyanyi yang menyumbangkan suaranya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lantas, adakah yang bisa bernyanyi sebaik Chester? Menurut Penulis, <strong>tidak</strong>. Meskipun ada banyak nama-nama besar pada konser tersebut, benar-benar tidak ada yang bisa mengisi peran Chester sesempurna itu. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Taka </strong>dari <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/">One Ok Rock</a> menyumbang suara untuk lagu &#8220;Somewhere I Belong,&#8221; di mana ia sempat lupa lirik di bagian <em>bridging</em>. Tak hanya itu, di beberapa lirik juga terlihat suaranya yang terkenal tinggi pun tak mampu menjangkaunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Vokalis Bring Me the Horizon,<strong> Oliver Sykes</strong>, kebagian lagu Crawling yang dikenal sebagai salah satu lagu tersulit Linkin Park yang bahkan Chester mengatakan kalau lagu tersebut termasuk sulit. Hasilnya? Vokal Oliver sering tak kuat ketika menyanyikan bagian <em>reff</em>-nya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selanjutnya, ada <strong>Deryck Whibley</strong> yang merupakan vokalis dari Sum 41. Ia kebagian lagu &#8220;The Catalyst&#8221; yang di mana Emily kesulitan untuk menyanyikannya. Namun, Deryck cukup mampu membawakannya, meskipun di beberapa kesempatannya terdengarnya napasnya habis. </p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>M. Shadow </strong>sebagai vokalis Avenged Sevenfold juga menyumbang suaranya untuk dua lagu, &#8220;Burn It Down&#8221; dan &#8220;Faint.&#8221; Bisa dibilang di antara semua, ia masih yang termasuk lumayan walau <em>style</em>-nya jadi berubah Avenged banget.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Masih ada banyak penyanyi dan vokalis lain yang berkontribusi pada konser tersebut. Namun, rasanya empat contoh di atas sudah cukup untuk membuktikan bahwa vokal yang dimiliki oleh Chester memang benar-benar istimewa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Vokal Chester Bennington Seistimewa Itu?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7851" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Chester Bennington (<a href="https://www.nbcnews.com/pop-culture/music/linkin-park-reuniting-rcna169897">NBC News</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis tidak bermaksud menganggap bahwa Chester adalah vokalis terbaik sepanjang masa. Namun, pada lagu-lagu Linkin Park, memang terbukti beberapa kali <strong>lagunya cukup sulit untuk dinyanyikan</strong>. Sulit untuk meniru kemampuan vokal Chester.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tadi sudah disinggung tentang lagu &#8220;Crawling&#8221; yang menjadi salah satu lagu tersulit. Ada juga lagu &#8220;The Catalyst&#8221; yang membuat siapa pun yang mencoba menyanyikannya kehabisan napas. Menariknya, masih ada banyak lagu Linkin Park yang juga cukup sulit untuk dinyanyikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contohnya adalah &#8220;Given Up&#8221; karena ada bagian <em>screaming </em>sepanjang 17 detik non-stop. Lalu, ada lagu &#8220;Breaking the Habit&#8221; yang walaupun terkesan <em>ngepop</em>, ternyata susah sekali untuk menggapai nada setinggi yang dikeluarkan oleh Chester. Masih banyak lagi, tapi contoh-contoh tersebut sudah cukup.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apa yang membuat vokal Chester menjadi istimewa adalah <strong>kemampuannya bernyanyi baik pada nada rendah maupun nada tinggi</strong>. Dari yang Penulis baca di Twitter, Chester memiliki <em>range </em>vokal Alto-Soprano, sehingga wajar nadanya kerap tinggi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam salah satu video <em>footage </em>di belakang panggung, ada sebuah rekaman di mana Chester sedang melakukan pemanasan suara. Pada satu titik, ia bisa melengkingkan suaranya tinggi sekali seperti Freddy Mercury dari Queen.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak hanya dari sisi nada, dari <strong>sisi lembut-kerasnya pun Chester cukup fleksibel</strong>. Ia bisa bernyanyi selembut &#8220;<a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light,</a>&#8221; tapi bisa teriak-teriak seperti di lagu &#8220;Lying From You.&#8221; Suaranya juga selalu stabil di atas panggung, bahkan setelah melakukan <em>screaming </em>sekali pun.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Satu hal lagi yang membuat vokal Chester istimewa adalah <strong>bagaimana ia terlihat <em>effortless </em>dalam membawakan lagu-lagu Linkin Park</strong>, sehingga kita sebagai penggemar percaya bahwa kita bisa menyanyikannya juga. Saat mencobanya di karaoke, baru kita sadar betapa mustahilnya hal tersebut.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah kehilangan Chester dan melihat banyaknya penyanyi dan vokalis yang mencoba menyanyikan bagiannya, Penulis baru sadar betapa istimewa vokal yang dimilikinya. Memang, terkadang kita baru menyadari sesuatu setelah kehilangannya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 13 September 2024, teinspirasi setelah menyadari banyak lagu Linkin Park yang terlalu sulit untuk dinyanyikan</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sumber Featured Image: <a href="https://www.nbcnews.com/pop-culture/pop-culture-news/chester-benningtons-son-slams-linkin-park-replacing-late-father-emily-rcna170423">NBC News</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gara-Gara Black Myth: Wukong, Saya Jadi Rewatch Kera Sakti</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 16:19:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Black Myth: Wukong]]></category>
		<category><![CDATA[Buddha]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Kera Sakti]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7840</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa minggu terakhir, bisa dibilang Black Myth: Wukong adalah salah satu judul game yang sedang banyak dibicarakan. Banyak pujian yang disematkan kepada game tersebut, baik karena gameplay, jalan cerita, maupun visualnya. Penulis sendiri tidak ikut membelinya, meskipun sebenarnya cukup tertarik. Namun, Penulis bukan tipe gamer yang suka genre hack &#8216;n slash seperti itu. Apalagi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/">Gara-Gara Black Myth: Wukong, Saya Jadi Rewatch Kera Sakti</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Dalam beberapa minggu terakhir, bisa dibilang <em>Black Myth: Wukong</em> adalah salah satu judul <em>game </em>yang sedang banyak dibicarakan. Banyak pujian yang disematkan kepada <em>game </em>tersebut, baik karena <em>gameplay</em>, jalan cerita, maupun visualnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis sendiri tidak ikut membelinya, meskipun sebenarnya cukup tertarik. Namun, Penulis bukan tipe <em>gamer </em>yang suka genre <em>hack &#8216;n slash </em>seperti itu. Apalagi, Penulis sedang menyiapkan dana untuk membeli <em>game Dragon Ball: Sparking! ZERO </em>yang rilis bulan depan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Walaupun begitu, <em>Black Myth: Wukong</em> berhasil menimbulkan perasaan nostalgia karena mengingatkan dirinya akan satu serial legendaris yang juga mengangkat tema pergi ke barat untuk mengambil kitab suci: <em>Kera Sakti</em>. Penulis pun memutuskan untuk <em>rewatch</em>. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/08/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik-banner.jpg 1280w " alt="Sayang ya, Akhir Kisah Kita Kurang Baik&#8230;" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/rasa/sayang-ya-akhir-kisah-kita-kurang-baik/">Sayang ya, Akhir Kisah Kita Kurang Baik&#8230;</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Kera Sakti Sangat Membekas Bagi Penulis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-7842" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1.jpeg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rombongan Biksu Tong (<a href="https://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/198090-mnctv-tayangkan-kembali-serial-kera-sakti-siap-saingi-mega-film-asia-indosiar">Tabloid Bintang</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Penulis tidak ingat pasti mengapa dulu dirinya menonton<em> Kera Sakti</em>, mungkin karena jam tayangnya saja yang pas dengan waktu nonton televisi. Apalagi, serial ini menghadirkan <strong>pertarungan yang seru</strong> untuk anak kecil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk yang asing dengan serial ini, <em>Kera Sakti</em> bercerita tentang perjalanan sekelompok orang ke barat untuk mengambil kitab suci Buddha. Kelompok ini terdiri dari biksu <strong>Tong Sam Cong</strong>, <strong>Sun Go Kong</strong>, <strong>Cut Pat Kai</strong>, dan <strong>Wu Cing</strong>. Maaf kalo penulisannya salah, karena Penulis menulisnya berdasarkan ingatannya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rombongan ini jelas unik karena Wu Kong berwujud kera, Pat Kai berwujud babi, dan Wu Cing, yah masih terlihat seperti manusia biasa. Kalau tidak salah, dalam perjalanan tersebut mereka harus melewati 33 rintangan dan 99 kesulitan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam perjalanannya, mereka bertemu dengan banyak sekali jenis siluman yang memberi kesulitan dan halangan. Memang Go Kong yang paling sering menjadi ujung tombak ketika menghadapi mereka, tapi peran karakter lain tak kalah penting.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ada banyak alasan mengapa serial ini begitu membekas untuk Penulis. Selain pertarungannya yang seru, ada banyak <strong>petuah-petuah kehidupan </strong>yang sering diucapkan oleh Tong Sam Cong seperti &#8220;Kosong adalah Isi, Isi adalah Kosong.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bicara soal petuah, tentu jangan lupakan <em>quote </em>legendaris dari Patkai: &#8220;Begitulah <a href="https://whathefan.com/rasa/apa-itu-cinta/">cinta</a>, deritanya tiada akhir.&#8221; Hingga saat ini, <em>quote </em>tersebut rasanya masih relevan bagi banyak orang.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Waktu kecil, Penulis menganggap animasi atau efek-efek pertarungan serial ini juga cukup oke. Namun, waktu <em>rewatch</em>, ternyata tidak bagus-bagus amat. Bahkan, beberapa animasinya terlihat kartun banget, beda dengan ingatan Penulis waktu kecil.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, gara-gara <em>rewatch</em>, Penulis jadi bisa merangkai alur cerita serial ini dengan lebih baik, karena yang tersisa di ingatan hanya potongan-potongan. Bagi Penulis, alur cerita serial ini memang bagus, walau memang ada beberapa yang sejujurnya sudah tidak sesuai dengan standar saat ini.  </p>



<p class="wp-block-paragraph">Serial ini juga terkenal karena lagu <em>opening</em>-nya yang legendaris. Hampir semua orang pasti merasa familiar dengan lagu tersebut. Selain itu, musik-musik di <em>background</em>-nya juga sangat membekas bagi Penulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Arc Favorit di Kera Sakti</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7843" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kera Lok Yi dalam Wujud Raksasa (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=u4lYzmQRNRk">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Dari sekian banyak pertarungan atau <em>arc </em>yang ada, ada dua yang menjadi favorit Penulis hingga saat ini dan rasanya menjadi favorit banyak penontonnya juga: &#8220;<strong>Arc Kera Lok Yi</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Arc Kera Tum Pei</strong>.&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada &#8220;Arc Kera Lok Yi,&#8221; Penulis menyukai bagian akhirnya di mana Sun Go Kong harus berhadapan dengan Kera Lok Yi yang berubah menjadi raksasa gara-gara ulah trio Siluman Elang, Singa, dan Gajah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kera Lok Yi dalam wujud raksasanya sebenarnya memiliki wujud yang cukup menyeramkan, bahkan sekarang pun tetap terlihat menyeramkan. Namun, pertarungannya dengan Go Kong seru karena kekuatan mereka setara.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pertarungan sendiri berakhir ketika Wu Cing (dengan bantuan Pat Kai) berhasil memotong ekor Kera Lok Yi dan membuatnya kembali ke wujud semula. Bisa jadi, ini adalah inspirasi adegan Yajirobe memotong ekor <a href="https://whathefan.com/animekomik/vegeta-adalah-karakter-dragon-ball-dengan-pengembangan-terbaik/">Vegeta dalam wujud Great Ape di <em>Dragon Ball</em></a>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu pada &#8220;Arc Kera Tum Pei,&#8221; lagi-lagi menghadirkan pertempuran yang seru karena Go Kong menghadapi lawan yang setara. Apalagi, Go Kong sempat kehilangan semua kemampuannya demi melindungi gurunya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kera Tum Pei juga memiliki kemampuan untuk menyerap makhluk hidup dan mendapatkan kekuatannya seperti Buu. Ia menyerap Siluman Kerbau, Putri Kipas, Siluman Gagak, hingga Gajah Ting Ting. Yang terakhir bahkan ia simpan terus hingga pertarungan terakhirnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, tentu masih banyak <em>arc </em>lain yang tak kalah menarik. Ketika melawan <strong>Siluman Lupan</strong>, ada <strong>Sze Sze </strong>yang merupakan Siluman Laba-Laba. Menurut Penulis, ia menjadi salah satu karakter paling cantik di sepanjang seri <em>Kera Sakti</em>.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu di awal serial, pertikaian Go Kong dengan <strong>Ang Hai Ji </strong>yang merupakan anak dari Siluman Kerbau dan Putri Kipas juga menarik. Ia yang sangat nakal bekerja sama dengan Siluman Mimpi, tetapi akhirnya bertobat dan diangkat menjadi murid Dewi Kwan Im.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat rombongan biksu Tong membantu <strong>Dewa Erlang</strong> untuk menyelamatkan ibunya juga membekas. Dewa Erlang, yang dari awal cerita terlihat menjadi musuh utama Go Kong, nantinya justru akan menjadi sekutu yang berharga di <em>arc </em>terakhir.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Arc </em>terakhir pun menegangkan, di mana <strong>Siluman Ular b</strong>erhasil membuat Go Kong dimusuhi oleh banyak pihak. Namun, pada akhirnya <em>Kera Sakti </em>memiliki happy ending karena berhasil mendapatkan kitab suci dan menjadi buddha.</p>



<p class="has-text-align-center wp-block-paragraph">***</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat menulis artikel ini, Penulis baru saja menyelesaikan &#8220;Arc Kera Lok Yi&#8221; dan akan berlanjut ke &#8220;Arc Siluman Gingseng.&#8221; Sejujurnya, Penulis sudah tidak sabar ingin segera masuk ke &#8220;Arc Kera Tum Pei,&#8221; tapi Penulis bertekad untuk menonton semua episodenya sampai tamat.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><em>Kera Sakti </em>jelas telah mewarnai masa kecil Penulis dan membekas hingga Penulis berkepala tiga. Mungkin ini bukan terakhir kalinya Penulis <em>rewatch</em>, bisa jadi di masa depan Penulis akan kembali melakukannya jika kangen dengan serial ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p class="wp-block-paragraph">Lawang, 12 September 2024, teinspirasi setelah menonton ulang <em>Kera Sakti</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/">Gara-Gara Black Myth: Wukong, Saya Jadi Rewatch Kera Sakti</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
