<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>hiburan Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/hiburan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/hiburan/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Dec 2025 16:32:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>hiburan Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/hiburan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 16:24:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi YouTube Music yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah IVE, Linkin Park, ONE OK ROCK, NOAH, dan TWICE. Sebuah kombinasi yang unik. Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">YouTube Music</a> yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/"><strong>IVE</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/"><strong>Linkin Park</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/"><strong>ONE OK ROCK</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/"><strong>NOAH</strong></a>, dan <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/"><strong>TWICE</strong></a>. Sebuah kombinasi yang unik.</p>



<p>Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, bukan hanya judul-judul utama saja. Penulis belum pernah melakukan ini ke genre<em> </em>K-Pop. Kalau <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">genre <em>rock</em></a>, sering.</p>



<p>Alasannya sederhana, Penulis merasa cocok dengan mayoritas lagu IVE. Tidak terlalu imut-imut, tapi juga tidak terlalu <em>badass</em>. Pas di tengah-tengah. Apalagi, IVE sering mengangkat tema <em>self-confidence</em> dan <em>self-love</em>, sehingga banyak lagunya yang membuat Penulis merasa <em>related</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000-300x169.png" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000.png 1280w " alt="Azab Apa yang Cocok untuk Tukang Spoiler?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler/">Azab Apa yang Cocok untuk Tukang Spoiler?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Tier List IVE</h2>



<p>Berbeda dengan <em>tier list </em>Linkin Park, tidak ada Tier S di sini karena <em>tier </em>tersebut memang khusus untuk satu lagu saja. Penulis hanya menggunakan Tier A yang terbaik hingga Tier E yang terburuk.</p>



<p>Rinciannya, Tier A adalah lagu-lagu yang masuk ke ke <em>playlist </em>dan sering kali Penulis sengaja dengarkan ketika pertama kali membuka YouTube Music. Lagu-lagu yang masuk ke <em>tier </em>ini juga mendominasi rekap tahun 2025 ini karena sering disetel.</p>



<p>Selanjutnya adalah Tier B, yang masih masuk <em>playlist</em>, tapi jarang Penulis setel duluan. Tier C adalah lagu yang tidak masuk ke dalam <em>playlist</em>, tapi tidak Penulis <em>skip </em>jika kebetulan muncul. Tier D masih bisa Penulis dengarkan, walau peluang buat di-<em>skip</em>-nya cukup besar. Tier E adalah lagu yang pasti Penulis <em>skip</em>.</p>



<p>Sama seperti artikel <em>tier list </em>sebelumnya, Penulis akan memberikan skor sesuai tiap album dan EP dengan Tier A bernilai 4 dan Tier E bernilai 0. Untuk <em>single </em>rasanya tidak perlu Penulis beri nilai secara khusus. </p>



<p>Mengingat ada banyak yang ingin Penulis bicarakan untuk lagu-lagu IVE, Penulis jadi ingin membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian. Untuk bagian pertama ini, Penulis ingin membahas terlebih dahulu <em>single-single </em>yang pernah dirilis oleh IVE.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Single</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE, David Guetta - Supernova Love Official Music Video" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fyk6vjwI3wc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Supernova Love (2024)</li>



<li>B: After LIKE (2022), I Want (2023)</li>



<li>C: Eleven (2021), Take It (2021), Love Dive (2022), SUMMER FESTA (2024)</li>



<li>D: Royal (2022), My Satisfaction (2022), All Night (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Sebagaimana grup K-Pop pada umumnya, IVE pun debut lewat <em>single</em>&#8211;<em>single</em> terlebih dulu. Saat pertama kali muncul, mereka merilis <em>single </em><strong>&#8220;Eleven&#8221;</strong>, lantas disusul <strong>&#8220;Love Dive&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;After LIKE&#8221;.</strong> Masing-masing <em>single </em>memiliki dua lagu, tapi Penulis kurang menikmati lagu lainnya. </p>



<p>Menariknya, Penulis justru tahu belakangan ketiga <em>single </em>awal ini karena memang Penulis mengenal IVE melalui &#8220;Kitsch&#8221; dan &#8220;I Am&#8221;, yang rilis di tahun 2022. Ketiga lagu utama ini cukup lama bertahan di <em>playlist </em>Penulis, tapi kini tinggal tersisa lagu &#8220;After LIKE&#8221;.</p>



<p>Salah satu alasan yang membuat Penulis cukup menyukai &#8220;After LIKE&#8221; adalah karena gara-gara video konser mereka di kanal YouTube First Take. IVE, yang dulu sempat dicibir karena kurangnya kualitas vokal mereka, telah berevolusi menjadi penyanyi yang solid (terutama Liz).</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE - After LIKE / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/BiTEQGmPRfQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah merilis tiga <em>single</em>, IVE rajin merilis EP, bahkan bisa hingga dua kali dalam satu tahun seperti di tahun 2025 ini. Maka dari itu, tidak banyak <em>single </em>yang mereka rilis. Paling lagu kolaborasi dengan Pepsi, yakni <strong>&#8220;I Want&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Summer Festa&#8221;</strong> yang terkesan <em>fun </em>banget.</p>



<p>IVE juga dua kali berkolaborasi dengan artis luar negeri. Pertama ada <strong>&#8220;Supernova Love&#8221; </strong>yang merupakan hasil kolaborasi dengan David Guetta. Ini adalah salah satu yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 ini.</p>



<p>Sebagai lagu EDM, lagu ini terasa seru, tapi juga ada sisi melankolisnya. Setelah diselidiki, ternyata lagu ini menggunakan <em>sampling </em>dari lagu &#8220;Merry Christmas, Mr. Lawrence&#8221; karya legenda Jepang, Ryuichi Sakamoto, yang dibuat untuk veteran perang.</p>



<p>Oh iya, IVE memang terkenal karena suka menggunakan <em>sampling </em>dari lagu lain. &#8220;After LIKE&#8221; misalnya, mengambil <em>sample </em>dari &#8220;I Will Survive&#8221; karya Gloria Gaynor. Namun, lagu tersebut memang cukup sering dijadikan <em>sample </em>oleh musisi lain.</p>



<p><em>Single </em>dengan artis internasional kedua adalah<strong> &#8220;All Night&#8221; </strong>bersama Saweetie. Lagu ini mengingatkan Penulis kepada lagu-lagu pop tahun 2010-an. Karena Penulis bukan penggemar lagu pop, maka Penulis tidak terlalu menyukai lagu ini.</p>



<p>Secara lirik, lagu-lagu di atas memiliki tema yang lebih ringan dan seputar percintaan, sehingga tidak ada yang istimewa bagi Penulis dari sisi ini. Beda cerita dengan dua lagu berbahasa Jepang yang akan Penulis bahas di poin berikutnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">EP Jepang (WAVE, Alive, Be Alright)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE 아이브 &#039;Be Alright&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gC7cURZsiH8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Be Alright (2025), DARE ME (2025)</li>



<li>B: Crush (2024)</li>



<li>C: &#8211;</li>



<li>D: WAVE (2022), Classic (2022), Will (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>IVE dikenal karena kerap merilis lagu<em> </em>berbahasa Jepang (mungkin karena ada Rei yang berasal dari Jepang). Bukan hanya menerjemahkan yang sudah ada ke versi Jepang, tapi benar-benar membuat lagu baru dalam format <em>extended play </em>(EP).</p>



<p>Memang ada beberapa lagu hit mereka yang diterjemahkan ke bahasa Jepang, tapi lagu-lagu tersebut menjadi sekadar pelengkap saja untuk lagu orisinalnya. Setiap EP Jepang akan merilis dua lagu baru beserta tiga lagu &#8220;terjemahan&#8221;. </p>



<p>Awalnya, Penulis tidak terlalu memedulikan lagu-lagu Jepang ini karena menurut Penulis memang tidak terlalu enak. Dari dua EP pertama,<em>WAVE</em> (2022) dan <em>Alive</em> (2024), hanya lagu <strong>&#8220;Crush&#8221;</strong> yang masih masuk ke telinga Penulis.</p>



<p>Namun, semua berubah ketika EP <em>Be Alright </em>rilis di tahun ini. Dua <em>single </em>utamanya, <strong>&#8220;Be Alright&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;DARE ME&#8221;</strong>, benar-benar menjadi favorit baru Penulis. Bukan hanya karena musiknya enak, tapi juga maknanya yang dalam dan datang di saat Penulis membutuhkannya!</p>



<p>Penulis tidak ingat bagaimana pertama kali mendengarkan lagu &#8220;Be Alright&#8221;, tapi rasanya lagu itu tiba-tiba muncul begitu saja. Kebetulan, waktu itu ada orang dekat Penulis yang sedang khawatir dengan situasi kehidupannya. Lagu ini pun Penulis kirimkan kepadanya.</p>



<p>Sesuai dengan judulnya, lagu ini menjadi semacam penyemangat kalau semua akan baik-baik saja, seberat apa pun rasanya saat ini. Lagu ini juga membuat Penulis teringat lagu &#8220;Three Little Birds&#8221; dari Bob Marley. Penulis akan taruh liriknya di bawah ini:</p>



<p><strong>It&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Ini akan baik-baik saja</em></p>



<p><strong>Don&#8217;t worry about tomorrow 弾ける<strong>(hajikeru)</strong></strong> <strong>emotion</strong> <br><em>Jangan khawatirkan hari esok, emosi yang meluap</em></p>



<p><strong>心配いらない (shinpai iranai</strong>) <strong>it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Tidak perlu khawatir, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p><strong>超えてゆく想像 さあおいでよ (koete yuku souzou</strong> <strong>saa oide yo )</strong> <strong>follow<br></strong><em>Melampaui imajinasi, ayo ikutlah (padaku)</em></p>



<p><strong>I know it&#8217;s gonna be, it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Aku tahu ini akan jadi, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p>Lagu ini sekarang Penulis jadikan &#8220;alat&#8221; ketika mulai merasa khawatir berlebihan terhadap segala sesuatu. Lagu ini jadi pengingat bahwa semua akan baik-baik saja, yang penting fokus dengan apa yang kita lakukan saat ini.</p>



<p>Sementara itu, Penulis jatuh cinta dengan lagu &#8220;DARE ME&#8221; karena IVE membawakan lagu ini di kanal First Take juga. Jika &#8220;Be Alright&#8221; mengingatkan kita untuk tidak <em>overthinking </em>berlebihan, maka lagu ini jadi pengingat untuk percaya ke diri sendiri. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE - DARE ME / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8k0Myd9F8to?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Coba saja lihat liriknya di bawah ini pada bagian <em>chorus </em>dan<em> post chorus-</em>nya berikut ini:</p>



<p><strong>[CHORUS]</strong></p>



<p><strong>Dare me, dare me!<br></strong><em>Tantang aku, tantang aku!</em></p>



<p><strong>Believe myself<br></strong><em>Percayai diriku sendiri</em></p>



<p><strong>ダメな自分も愛して (Dame na jibun mo aishite)<br></strong><em>Cintai juga dirimu yang tidak sempurna</em></p>



<p><strong>I know that I can shine again<br></strong><em>Aku tahu bahwa aku bisa bersinar lagi</em></p>



<p><strong>さぁ羽を広げて (Saa hane o hirogete)<br></strong><em>Ayo, rentangkan sayapmu</em></p>



<p><strong>Don&#8217;t be afraid to make mistakes<br></strong><em>Jangan takut membuat kesalahan</em></p>



<p><strong>Keep trying, trying daily<br></strong><em>Teruslah mencoba, mencoba setiap hari</em></p>



<p><strong>Just keep moving toward your dream, yeah<br></strong><em>Teruslah bergerak menuju impianmu, yeah</em></p>



<p><strong>[POST-CHORUS]</strong></p>



<p><strong>Believe me, believe me, believe myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, percayai diriku sendiri</em></p>



<p><strong>誰に何を言われたって yeah (Dare ni nani o iwaretatte yeah)<br></strong><em>Tidak peduli orang akan mengatakan apa pun (padaku) yeah</em></p>



<p><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p><strong>Believe me, believe me, just be myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, jadilah diriku sendiri saja</em></p>



<p><strong>ありのままの私でいいの yeah (Ari no mama no watashi de ii no yeah)<br></strong><em>Tidak apa-apa menjadi diriku apa adanya, yeah</em></p>



<p><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p>Karena liriknya yang mendalam dan kebetulan secara musik juga enak, tak heran kalau kedua lagu masuk ke Tier A dan belakangan begitu sering Penulis dengarkan. Apalagi harmonisasi suara Yujin dan Liz di lagu &#8220;DARE ME&#8221;, pantas mendapatkan apresiasi.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Setelah bertahun-tahun mendengarkan lagu K-Pop, baru kali ini Penulis merasa begitu memperhatikan liriknya. Penulis tidak bahasa Korea, tapi ketika mendengarkan lagu IVE, Penulis punya <em>feeling </em>lagunya ingin menyampaikan pesan penting dan ternyata memang terbukti.</p>



<p>Padahal, baru dua lagu dari EP Jepang yang Penulis jadikan contoh. Masih ada banyak lagi lagu lain yang bertema <em>self-love</em>, <em>self-confidence</em>, bahkan <em>self-acceptance </em>di lagu-lagu utama mereka, yang akan Penulis bahas di artikel selanjutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 Desember 2025, terinspirasi setelah IVE menjadi artis yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 melalui aplikasi YouTube Music</p>



<p>Foto Featured Image: YouTube</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Carmen]]></category>
		<category><![CDATA[Hearts2Hearts]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8303</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis mengenal K-Pop sejak Gen 2 ketika SMA. Waktu itu, rata-rata member dari sebuah girlband atau boyband lebih tua dari Penulis. Sebagai contoh, Girls&#8217; Generation atau SNSD memiliki member yang lahir antara tahun 1989 hingga 1991. Penulis hiatus cukup lama dari dunia K-Pop, kalau tidak salah mulai tahun 2013-2014. Penulis baru menyentuhnya lagi ketika kerja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/">Mari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis mengenal K-Pop sejak Gen 2 ketika SMA. Waktu itu, rata-rata <em>member</em> dari sebuah girlband atau boyband lebih tua dari Penulis. Sebagai contoh, Girls&#8217; Generation atau SNSD memiliki <em>member </em>yang lahir antara tahun 1989 hingga 1991.</p>



<p>Penulis hiatus cukup lama dari dunia K-Pop, kalau tidak salah mulai tahun 2013-2014. Penulis baru menyentuhnya lagi ketika kerja karena teman sekantor Penulis merupakan penggemar berat <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>, yang termasuk ke Gen 3. Namun, baru di tahun 2022-2023 Penulis baru kembali intens mendengarkan K-Pop melalui <a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">Twice</a>.</p>



<p>Nah, Gen 3 ini bisa dibilang seumuran dengan Penulis atau setidaknya usianya tidak beda jauh dari Penulis. Contoh <em>idol </em>yang seumuran dengan Penulis adalah Wendy dan Seulgi dari <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Red Velvet</a>. Kami sama-sama kelahiran 1994.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner.jpg 1200w " alt="Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/mau-sampai-kapan-kita-dibuat-pusing-oleh-negara/">Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?</a></div></div></div><p></p>


<p>Penulis bisa dibilang &#8220;telat&#8221; mengikuti Gen 3 ini, karena mereka sudah mulai mendekati penghujung karier ketika mendengarkan mereka. Bahkan, bisa dibilang sudah mulai peralihan ke Gen 4 seperti <a href="https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/">aespa</a> dan <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">IVE</a>, yang kira-kira seumuran dengan adik bungsu Penulis.</p>



<p>Penulis menyadari bahwa ada kesan <em>cringe </em>jika Penulis melihat sosok &#8220;adik-adik&#8221; yang bernyanyi dan nge-<em>dance</em>. Oleh karena itu, Penulis cenderung menghindari menonton video <em>performance </em>mereka. Penulis hanya menikmati musik mereka, sambil sesekali menonton <em>variety show</em> mereka.</p>



<p>Nah, kalau Gen 4 saja sudah ada perasaan takut dianggap <em>cringe</em>, lantas bagaimana dengan Gen 5 yang usianya lebih mudah lagi? Beda umur mereka dengan Penulis bisa mencapai belasan tahun!</p>



<p>Oleh karena itu, ketika Babymonster dari YG Entertainment debut dan langsung <em>hype</em>, Penulis berusaha untuk tidak terlalu mendengarkan lagu mereka (walau belakangan sedang sering mendengar lagu &#8220;Drip&#8221;).</p>



<p>Namun, hal tersebut runtuh begitu saja ketika Penulis mengetahui ada orang Indonesia yang berhasil tembus SM Entertainment, salah satu dari Big 3 agensi di Korea Selatan. Orang tersebut adalah <strong>Nyoman Ayu Carmenita </strong>atau <strong>Carmen</strong>, yang bergabung dengan Hearts2Hearts.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Carmen Bisa Debut di SM Entertainment</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8307" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">SM Entertainment (<a href="https://www.afloimages.com/imagedetails/127368480_extIntAflo/127368480-AFLO-Images-SM-Entertainment-June-12-2020-The-headquarters-of-.html">Afloimages</a>)</figcaption></figure>



<p>Carmen memang bukan orang Indonesia pertama yang berhasil menembus industri K-Pop. Sebelumnya, pernah ada nama seperti Dita Karang yang debut bersama Secret Number, walau kini grupnya tersebut sudah resmi bubar.</p>



<p>Namun, Carmen adalah orang Indonesia pertama yang berhasil debut di Big 3 agensi di Korea Selatan, yang terdiri dari SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment. Carmen berada di agensi yang sama dengan SNSD, Red Velvet, dan aespa.</p>



<p>Mungkin sudah banyak yang tahu bagaimana Carmen bisa lolos SM. Awalnya ia mengikuti SM Global Audition melalui Zoom pada tahun 2020, saat zaman Covid. Waktu itu, berarti ia berumur sekitar 13-14 tahun.</p>



<p>Dari pendaftaran tersebut, ternyata ia lolos ke tahap selanjutnya dan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti proses seleksi lebih lanjut. Ia diantar oleh kakaknya, karena ia masih merahasiakan hal ini ke orang tuanya.</p>



<p>Siapa sangka ternyata ia berhasil lolos dan resmi menjadi <em>trainee</em> SM Entertainment. Awalnya ia dilarang oleh kedua orang tuanya (bayangkan saja melepas anak gadisnya sendirian ke negara orang yang terkenal rasis), tapi kakaknya berhasil membantu meyakinkan orang tuanya.</p>



<p>Carmen pun resmi menjadi <em>trainee </em>di tahun 2022, ketika ia berumur 15-16 tahun. Setelah dua tahun, ia akhirnya resmi debut bersama Hearts2Hearts pada tanggal 24 Februari 2025. Ia, yang lahir pada tanggal 28 Maret 2006, menjadi anggota tertua di grup tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Coba Kita Bayangkan Menjadi Seorang Carmen</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8308" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Nyoman Ayu Carmenita (<a href="https://voi.id/en/lifestyle/463698">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p>Bayangkan ketika kita berumur 15-16 tahun. Mungkin kita baru lulus SMP dan baru akan merasakan masa-masa indah SMA. Namun, kita mendapatkan sebuah surat yang menyatakan kita diterima sebagai <em>trainee</em> di salah satu agensi terbesar di Korea Selatan.</p>



<p>Ketika berangkat, kita memang punya modal menyanyi dan menari yang cukup oke, karena kebetulan kita punya <em>privilege </em>di keluarga yang cukup <em>nyeni</em>. Akan tetapi, kita dalam posisi tidak bisa sama sekali berbahasa Korea. Apalagi, banyak orang Korea yang tidak bisa berbahas Inggris.</p>



<p>Sebelum berangkat, muncul kekhawatiran di kepala kita. Korea Selatan terkenal sebagai negara yang cukup rasis dan ultranasionalis. Bisakah kita bertahan di sana sendirian? Apakah kita bisa berteman dengan orang asli sana? Apakah kita bisa menyelesaikan masa <em>trainee</em> dan debut sebagai <em>idol</em>?</p>



<p>Terlepas dari semua kekhawatiran itu, kita berusaha menepis semua pikiran negatif tersebut dan yakin dengan diri sendiri. Kita menyemangati diri kita sendiri dan yakin kalau kita bisa melewati semua tantangan yang ada.</p>



<p>Kita pun menjalani masa <em>trainee</em> sembari mengambil kelas bahasa Korea. Masa <em>trainee </em>adalah masa yang terkenal berat, di mana kita menjalani pelatihan yang insentif dari berbagai bidang. Semua harus kita jalani demi bisa debut.</p>



<p>Di awal-awal masa <em>trainee</em>, kita pasti merasa tertekan dan mengalami <em>culture shock</em>. Tidak ada teman untuk bercerita karena ada <em>languange barrier </em>yang cukup lebar. Mungkin kita bisa menelepon orang tua kita, tapi kehadiran fisik seseorang yang bisa menjadi tempat mengeluh masih dibutuhkan.</p>



<p>Beberapa bulan kemudian, kita sudah mulai bisa berbicara dalam bahasa Korea dasar. Kita mulai mencoba mengobrol dengan sesama <em>trainee</em>. Mungkin ada yang rasis, tapi yang baik ke kita juga tidak sedikit. Kita pun mulai menemukan teman yang bisa diandalkan.</p>



<p>Setelah dua tahun, setelah semua jerih payah, rasa sepi, dan tangis, kita akhirnya mendapatkan pemberitahuan akan segera debut bersama teman-teman <em>trainee </em>lainnya. Kita akan menjadi orang pertama dari Indonesia yang debut di bawah bendera SM Entertainment.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Kurang lebih seperti itulah yang ada di benak Penulis ketika membayangkan berada di posisi Carmen. Sebagai seorang INFJ yang terkenal punya empati tinggi, entah mengapa Penulis bisa merasakan perjuangan yang telah ia lewati sejauh ini.</p>



<p>Meskipun ia terkenal selalu ceria dan memiliki <em>positive vibes</em>, Penulis yakin ia telah melewati banyak masa-masa berat selama ini, bahkan mungkin hingga sekarang. Itulah yang membuat Penulis mengagumi sosok Carmen, terlepas dirinya 12 tahun lebih muda dari Penulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sekarang, Mari Kita Bicarakan Hearts2Hearts</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8309" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Atas: Ye-On (Paling Kiri), A-na, Jiwoo, Carmen | Bawah: Juun (Paling Kiri), Ian, Yuha, Stella (<a href="https://www.popline.id/k-pop/751070547/hearts2hearts-siap-rilis-reality-show-perdana-chat-hearts2hearts-catat-jadwalnya">Popline</a>)</figcaption></figure>



<p>Carmen menjalani debut di Hearts2Hearts (H2H) bersama &#8220;adik-adiknya&#8221;, mulai dari Jiwoo (<em>leader</em>), Yuha, Stella, Juun, A-na, Ian, hingga Ye-On. Mereka debut dengan lagu berjudul <strong>&#8220;The Chase&#8221;</strong>, yang sejujurnya kurang cocok dengan selera musik Penulis.</p>



<p>Namun, lagu mereka yang berjudul <strong>&#8220;Butterflies&#8221;</strong> benar-benar Penulis nikmati. Lagu ini bernuansa <em>ballad</em> yang <em>heartwarming</em>, bukan tipe <em>ballad </em>yang cocok jadi teman galau. Bersama &#8220;Drip&#8221; dari Babymonster yang Penulis sebut di awal tulisan, dua lagu ini belakangan sering Penulis dengarkan (walau terkesan bertolak belakang).</p>



<p>Ada beberapa pihak yang <em>nyinyir </em>dan menganggap kalau Carmen hanya dimanfaatkan SM sebagai alat <em>marketing </em>untuk meraup pasar Indonesia, yang terkenal suka <em>overproud</em>. Apapun itu, bagi Penulis Carmen sudah berhasil membawa nama Indonesia ke kancah internasional.</p>



<p>Seperti yang sudah disinggung di atas, Penulis suka menonton <em>variety show </em>para <em>idol </em>Korea ini ketika sedang bersantai. H2H ini belakangan sering Penulis tonton. Ternyata, walau mereka cantik-cantik, kelakukan mereka juga lumayan <em>random</em>, terutama Carmen, A-na, dan Ian.</p>



<p>Nah, dalam beberapa kesempatan, Carmen terlihat mengajari beberapa kata dalam bahasa Indonesia kepada <em>member-</em>nya. Sejauh ini, ada dua <em>member </em>yang cukup hafal dan fasih dalam berbahasa Indonesia: Ian dan Ye-on. </p>



<p>Mungkin Penulis termasuk ke dalam masyarakat Indonesia yang <em>overproud </em>dengan debutnya Carmen bersama H2H. Biarlah, Penulis benar-benar merasa bangga ke Carmen, apalagi setelah membayangkan betapa keras perjuangannya untuk bisa berada di titik sekarang.</p>



<p>H2H memang baru berusia 3 bulan dan memiliki dua lagu. Mereka baru akan <em>comeback </em>pada 18 Juni mendatang dengan lagu (yang katanya) berjudul &#8220;Style&#8221;. Penulis pribadi ingin melihat sejauh apa Carmen akan mengharumkan nama Indonesia melalui H2H.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 10 Juni 2025, terinspirasi setelah melihat banyak video seputar Carmen dan Hearts2Hearts</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.suara.com/bisnis/2025/02/25/101548/debut-idol-kpop-carmen-hearts2hearts-bakal-punya-gaji-di-atas-umr-indonesia">Suara</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/">Mari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Live My Life: aespa</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[aespa]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7982</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah sering sekali membahas Linkin Park yang baru saja comeback, kali ini Penulis ingin menulis tentang K-Pop lagi. Kebetulan, girlband yang akan Penulis bahas kali ini akan merilis mini album ke-5 berjudul Whiplash pada tanggal 21 Oktober 2024 mendatang. Girlband tersebut adalah aespa, yang berada di bawah naungan SM Entertainment dan beranggotakan Karina, Winter, Giselle, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/">Live My Life: aespa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah sering sekali membahas Linkin Park yang baru saja <em>comeback</em>, kali ini Penulis ingin menulis tentang K-Pop lagi. Kebetulan, <em>girlband </em>yang akan Penulis bahas kali ini akan merilis mini album ke-5 berjudul <em>Whiplash </em>pada tanggal 21 Oktober 2024 mendatang.</p>



<p><em>Girlband </em>tersebut adalah <strong>aespa</strong>, yang berada di bawah naungan SM Entertainment dan beranggotakan Karina, Winter, Giselle, dan Ningning. Mereka telah debut sejak 17 November 2020, yang artinya masuk ke dalam <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">Gen 4 seperti IVE</a>.</p>



<p>Menariknya, awalnya Penulis merasa tidak terlalu cocok dengan lagu-lagu aespa, sama seperti Itzy. Namun, makin ke sini, musik mereka semakin masuk ke dalam selera Penulis, terutama lagu-lagu baru mereka.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan.jpg 1280w " alt="Chapter 47 Di Balik Tawa Seorang Rika" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-2/chapter-47-di-balik-tawa-seorang-rika/">Chapter 47 Di Balik Tawa Seorang Rika</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Momen Pertama Kali Mengenal aespa</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Kehebohan aespa menebak bahasa Indonesia!ㅣGTBIW w/ aespa" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/I4nn2oXI1bw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Seperti biasa, momen &#8220;pertemuan&#8221; Penulis dengan aespa justru terjadi ketika menonton sebuah <em>reality show</em>. Dari algoritma YouTube, Penulis menemukan video aespa yang mengikuti semacam kuis bahasa Indonesia. Waktu itu, Penulis belum tahu siapa itu aespa.</p>



<p>Video tersebut cukup menghibur dan berhasil mengundang tawa. Apalagi, para anggota aespa jadi sangat sering berbicara dengan bahasa Indonesia dengan nada yang cukup <em>cempreng</em>. Entah mengapa para <em>idol</em> K-Pop selalu terdengar seperti itu ketika berbahasa Indonesia.</p>



<p>Di antara keempat anggota aespa, bisa dibilang Ningning yang paling menonjol karena beberapa kali berhasil menjawab pertanyaan dengan benar, walau terkadang jawabannya dicuri oleh anggota lain karena ia lupa untuk menyebutkan namanya terlebih dahulu.</p>



<p>Jika dibandingkan dengan <em>girlband </em>lain, entah mengapa para anggota aespa terlihat sangat akrab satu sama lain seolah tidak ada jarak. Penulis menilai ini melalui interaksi-interaksi mereka di berbagai acara <em>reality show </em>yang Penulis tonton.</p>



<p>Namun, di sisi lain, ada beberapa momen di mana terlihat SM Entertainment agak menganakemaskan anggotanya yang berasal dari Korea Selatan, yakni Karina dan Winter. Giselle yang dari Jepang dan Ningning yang dari China kadang terasa dianaktirikan.</p>



<p>Setelah itu, kali ini gara-gara algoritma YouTube Music, lagu-lagu aespa mulai sering direkomendasikan. Beberapa judul yang pernah Penulis dengarkan adalah &#8220;<strong>Black Mamba</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Savage</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Next Level</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Girls</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Illussion&#8221;</strong>, hingga &#8220;<strong>Spicy</strong>&#8220;.</p>



<p>Namun, dari semua lagu-lagu aespa yang Penulis dengarkan tersebut, tidak ada yang benar-benar masuk ke seleranya. Masih bisa dinikmati, tapi tidak sampai &#8220;layak&#8221; untuk masuk ke dalam daftar favorit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Makin ke Sini Makin Cocok</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="aespa 에스파 &#039;Live My Life&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/YEA1ROHi0Eg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Lagu aespa pertama yang bisa Penulis nikmati adalah &#8220;<strong>Better Things</strong>&#8220;, yang sebenarnya merupakan <em>single </em>berbahasa Inggris. Lagu ini dirilis pada Agustus 2023 dan Penulis langsung cocok karena musiknya yang <em>easy listening </em>walau liriknya terkesan agak <em>songong</em>.</p>



<p>Tak lama setelah itu di tahun yang sama, aespa merilis <em>single </em>&#8220;<strong>Drama</strong>&#8221; yang anehnya juga langsung cocok di telinga Penulis. <em>Reff-</em>nya <em>catchy </em>karena pengulangan &#8220;ma ma ma ma&#8221; yang terus-menerus, mirip lagu &#8220;Antifragile&#8221; dari LE SSERAFIM.</p>



<p>Pada bulan Mei 2024 kemarin, aespa juga merilis <em>full album </em>pertamanya dengan judul <em><strong>Armageddon</strong>. </em>Ada dua lagu utama dari album ini, yakni &#8220;<strong>Supernova</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Armageddon</strong>&#8220;. Walau awalnya merasa kedua lagu tersebut aneh, lama-lama Penulis jadi menyukainya.</p>



<p>Namun, justru lagu lain di album ini yang langsung menjadi lagu paling favoritnya di aespa, yakni &#8220;<strong>Live My Life</strong>&#8220;. Penulis pun tak sengaja menemukannya, di mana awalnya Penulis familiar dengan bagian <em>reff</em>-nya karena menonton<em> reality show</em> aesparty di YouTube.</p>



<p>Tak seperti lagu K-Pop pada umumnya, &#8220;Live My Life&#8221; bergenre <em>pop-rock</em> ringan dan hampir tidak memiliki unsur elektronik sama sekali. Apalagi jika dibandingkan dengan genre dua lagu utama album <em>Armageddon</em> yang &#8220;rusuh,&#8221; lagu ini terkesan <em>out of nowhere</em>.</p>



<p>Konsep yang dibawa oleh aespa adalah futuristik, <em>cyberpunk</em>, dan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/">metaverse</a>. Ketika dirilis, para anggota aespa memiliki semacam avatar yang, menurut teman Penulis, bisa dianggap kurang berhasil. Namun, konsep futuristik itu berhasil dituangkan dalam lagu-lagu mereka.</p>



<p>Walau terkadang mencoba genre lain yang lebih <em>mainstream</em> seperti yang terjadi pada lagu &#8220;Better Things&#8221; dan &#8220;Live My Life&#8221; (yang justru Penulis sukai), aespa berusaha untuk terus mempertahankan konsep awal mereka secara konsisten.</p>



<p>Hanya lima bulan dari rilisnya album <em>Armageddon</em>, aespa akan segera <em>comeback </em>dengan merilis mini album kelima berjudul <em>Whiplash</em>. Penulis cukup mengantisipasi konsep lagu seperti apa yang akan dibawakan oleh aespa kali ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 8 Oktober 2024, terinspirasi setelah ingin menulis sesuatu tentang aespa</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.asianjunkie.com/2024/05/27/quick-reviews-aespas-armageddon-feels-more-like-getting-hit-with-a-pebble/">Asian Junky</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/">Live My Life: aespa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Sep 2024 22:56:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[From Zero]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rap]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Linkin Park baru saja merilis single terbaru mereka yang berjudul &#8220;Heavy is the Crown.&#8221; Lagu ini akan menjadi anthem untuk ajang League of Legends World Championship 2024, salah satu turnamen esports terbesar di dunia. Ini adalah lagu kedua yang dirilis oleh Linkin Park setelah mengumumkan comeback dengan personel baru, Sebelumnya, mereka telah merilis lagu &#8220;The [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Linkin Park baru saja merilis <em>single </em>terbaru mereka yang berjudul &#8220;<strong>Heavy is the Crown</strong>.&#8221; Lagu ini akan menjadi <em>anthem</em> untuk ajang League of Legends World Championship 2024, salah satu turnamen <em>esports</em> terbesar di dunia.</p>



<p>Ini adalah lagu kedua yang dirilis oleh Linkin Park setelah <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">mengumumkan <em>comeback</em> dengan personel baru</a>, Sebelumnya, mereka telah merilis lagu &#8220;The Emptiness Machine.&#8221; Sejujurnya, Penulis sama sekali tidak berekspetasi kalau mereka akan merilis lagu secepat ini.</p>



<p>Ketika mendengarkan kedua lagu ini secara berulang-ulang, Penulis jadi menyadari satu hal. Ini bisa jadi merupakan cara Linkin Park untuk membiasakan vokal Emily Armstorng kepada para pendengar setianya,</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-300x169.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-300x169.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-1024x576.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-768x432.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287.jpeg 1280w " alt="Gejolak Nafsu Kawula Muda" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/gejolak-nafsu-kawula-muda/">Gejolak Nafsu Kawula Muda</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Memulai Semua dari Nol</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Mike Shinoda Talks Linkin Park&#039;s Return and His On-Stage Microphone Mishap (Extended)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/siyzPSEnUTo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika menjadi bintang tamu di acara <em>The Tonight Show</em> <em>Starring Jimmy Fallon</em>, Mike Shinoda bercerita mengenai alasan penamaan album <em><strong>From Zero</strong></em>, yang akan menjadi album pertama Linkin Park dengan personel baru. </p>



<p>Menurutnya, ada dua alasan dari penamaan tersebut. Pertama, karena <strong>nama <em>band</em>-nya sebelum menjadi Linkin Park adalah Xero</strong>, yang jika diucapkan akan terdengar seperti kata <em>zero</em> dengan huruf x di depannya.</p>



<p>Alasan kedua, adalah karena nama tersebut menggambarkan <strong>posisi Linkin Park saat ini yang ingin memulai semuanya dari nol</strong>, memulai semunya dari kanvas kosong. Ucapannya ini mungkin bisa tidak diterima, mengingat sejatinya Linkin Park tidak benar-benar memulai lagi dari nol karena telah memiliki nama besar di industri musik.</p>



<p>Namun, di sisi lain, melakukan <em>comeback</em> dengan vokalis baru jelas bukan hal yang mudah untuk sebuah <em>band</em>, apalagi jika vokalis lamanya sudah terlalu melekat. Seperti yang kita tahu, masih <a href="http://Musik2 minggu agoVokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa ItuTelah satu minggu berlalu sejak Linkin Park mengumumkan vokalis baru yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima...">banyak penggemar yang belum terima posisi Chester digantikan oleh Emily</a>.</p>



<p>Oleh karena itu, bisa dipahami juga kalau Mike mengatakan hal tersebut dan sah-sah saja. Apalagi, seperti yang sudah pernah Penulis bahas sebelumnya, Chester dan Emily memiliki tipe vokal yang berbeda, sehingga musik-musik Linkin Park ke depannya pun rasanya akan menyesuaikan dengan tipe vokal Emily.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Suara Emily Mulai Terbiasa di Telinga </h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Heavy Is The Crown ft. Linkin Park (Official Music Video) | League of Legends Worlds 2024 Anthem" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5FrhtahQiRc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sejak debut, Linkin Park dikenal dengan konsep uniknya yang menggabungkan unsur hip-hop, <em>rock</em>, dan elektronik. Mike kerap ikut bernyanyi untuk mengisi lirik <em>rap </em>dan Chester akan bernyanyi di bagian <em>reff</em>. Namun, tak jarang lagu-lagu Linkin Park hanya memperdengarkan suara Chester.</p>



<p>Pada <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">dua <em>single </em>pertama mereka</a> dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></em>, &#8220;One Step Closer&#8221; dan &#8220;Crawling,&#8221; <em>part </em>Mike sangat sedikit sekali dan sangat menonjolkan vokal Chester. Baru di lagu &#8220;Papercut&#8221; dan &#8220;In the End&#8221; kita bisa mendengar Mike nge-<em>rap</em> dengan cukup panjang. </p>



<p>Nah, cara tersebut dibalik ketika Linkin Park merilis dua <em>single </em>terbaru mereka dari album <em>From Zero</em>, &#8220;The Emptiness Machine&#8221; dan &#8220;Heavy is the Crown.&#8221; Alih-alih langsung merilis lagu yang dominan suara Emily, mereka memutuskan untuk <strong>merilis lagu yang dominan suara Mike</strong>.</p>



<p>Hal ini, menurut Penulis, merupakan langkah cerdik mereka untuk <strong>membiasakan pendengarnya dengan suara Emily </strong>secara setahap demi setahap. Jika langsung merilis lagu yang menonjolkan suara Emily, bisa-bisa pendengar ogah mendengarkannya.</p>



<p>Di lagu &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; Mike bahkan bernyanyi hampir 3/4 lagu, di mana <em>reff </em>pertama ia nyanyikan sendiri. Di konser perdana setelah mereka <em>comeback</em> kemarin, kita bisa melihat kalau Emily baru muncul di atas panggung ketika lagu telah berjalan setengah.</p>



<p>Nah, di lagu terbaru mereka, &#8220;Heavy is the Crown,&#8221; mereka menggunakan &#8220;formula klasik&#8221; yang mirip dengan awal-awal Linkin Park di awal tahun 2000-an. Mike nge-<em>rap</em>, lalu Emily mengisi bagian <em>reff</em> dan <em>bridging</em> menuju <em>reff</em> terakhir.</p>



<p>Selain itu, lagu tersebut juga menarik karena Emily melakukan <em>screaming</em> cukup panjang, yang tentu saja akan mengingatkan <em>screaming </em>yang dilakukan oleh Chester pada lagu &#8220;Given Up&#8221; dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a></em>.</p>



<p>Dari sisi musikalitas, <strong>Linkin Park tidak melakukan eksperimen yang aneh-aneh</strong> seperti yang mereka lakukan pada album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a></em>. Seandainya mereka mengeluarkan lagu pop seperti album tersebut, bisa-bisa penggemar tak akan tertarik untuk mendengarkan mereka lagi.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis merasa senang ketika Linkin Park kembali ke jati diri mereka sebagai <em>rock band</em>. Walau di atas mengatakan kalau mereka menggunakan formula klasik, menurut Penulis lagu-lagu baru mereka setipe dengan lagu-lagu di album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em>.</p>



<p>Mungkin, keputusan ini juga diambil agar sejalan dengan tema <em>From Zero</em>, yang juga bisa dimaknai kembali ke akar. Linkin Park bersama Emily ingin kembali ke akar mereka sebagai salah satu <em>rock band </em>terbesar di dunia.</p>



<p>Sebagai penutup, Penulis mendapatkan bocoran daftar lagu yang akan ada di album From Zero dari platform Apple Music. Penulis yakin, akan ada lagu yang hanya memperdengarkan vokal Emily saja tanpa ada suara Mike. Berikut daftar lagunya:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>From Zero (Intro)</li>



<li>The Emptiness Machine</li>



<li>Cut the Bridge</li>



<li>Over Each Other</li>



<li>Casualty</li>



<li>Overflow</li>



<li>Two Faced</li>



<li>Stained</li>



<li>IGYEIH</li>



<li>Good Things Go</li>
</ol>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 26 September 2024, terinspirasi setelah mendengarkan single terbaru dari Linkin Park, &#8220;Heavy is the Crown&#8221;</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://loudwire.com/linkin-park-new-singer-emily-armstrong-facts/">Loudwire</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2024 16:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[vokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7847</guid>

					<description><![CDATA[<p>Telah satu minggu berlalu sejak Linkin Park mengumumkan vokalis baru yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima dan yang menolak. Pihak yang menerima menganggap kalau Chester memang tak akan pernah tak tergantikan. Emily Armstrong adalah penerusnya dengan kekuatan dan ciri khas vokalnya sendiri untuk era baru [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Telah satu minggu berlalu sejak <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Linkin Park mengumumkan vokalis baru</a> yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima dan yang menolak.</p>



<p>Pihak yang menerima menganggap kalau Chester memang tak akan pernah tak tergantikan. Emily Armstrong adalah penerusnya dengan kekuatan dan ciri khas vokalnya sendiri untuk era baru Linkin Park. Penulis secara pribadi masuk ke dalam kubu ini.</p>



<p>Pihak yang menolak menganggap kalau Emily tidak layak untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Chester. Kalau mau menggandeng vokalis baru, mending ganti nama jangan pakai nama Linkin Park. Apalagi, Rob Bourdon juga telah keluar.</p>



<p>Belum lagi banyaknya skandal yang membayangi Emily di masa lalu, terutama terkait dengan Scientology dan dukungannya terhadap pemerkosa bernama Danny Masterson. Masalah ini terus-menerus dibahas oleh mereka yang kontra dengan keberadaan Emily di Linkin Park.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC.jpg 1240w " alt="Shout It Out Now!: One OK Rock" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/shout-it-out-now-one-ok-rock/">Shout It Out Now!: One OK Rock</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Kualitas Vokal Emily Armstrong di Linkin Park?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7849" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Emily Armstrong (<a href="https://www.dbklik.co.id/blogv2/emily-armstrong-vokalis-linkin-park-baru-comeback-linkin-park">DB Klik</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam tulisan sebelumnya, Penulis telah mengeluarkan pendapatnya tentang kualitas vokal yang dimiliki oleh Emily. Untuk lagu baru, &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; suaranya masuk banget dan Penulis benar-benar menikmatinya.</p>



<p>Suara Emily adalah suara <em>rocker </em>yang serak-serak basah. Ia juga memiliki kemampuan untuk <em>screaming</em> yang lumayan. Namun, memang ketika menyanyikan lagu-lagu Linkin Park yang lama, suaranya tampak kurang dan nadanya tak bisa sampai.</p>



<p>Penulis menemukan sebuah twit yang menjelaskan hal ini. Lagu &#8220;Numb&#8221; yang dibawakan bersama Emily dinaikkan tiga nada, dan itu pun Emily masih kewalahan. Tahu naik berapa nada ketika Chester yang nyanyi? Enam.</p>



<p>Menurut Penulis, yang paling parah adalah waktu ia menyanyikan lagu &#8220;The Catalyst.&#8221; Bukan hanya nadanya tidak sampai, ia sampai harus kehilangan suaranya berkali-kali dan melemparkan <em>mic</em>-nya ke penonton untuk menutupi hal tersebut.</p>



<p>Ini bukan berarti Emily penyanyi yang jelek, tapi memang <strong>standarnya Chester saja yang ketinggian</strong>. Vokal Chester memang diakui secara luas istimewa, dan tak banyak yang mampu bernyanyi lagu-lagu Linkin Park seperti dirinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penyanyi Lain pun Kewalahan Menyanyikan Lagu Linkin Park</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7850" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Taka dari One Ok Rock (<a href="https://x.com/rocksound/status/924111199796711424">X</a>)</figcaption></figure>



<p>Sulitnya meniru kemampuan vokal Chester juga terlihat dari konser Linkin Park &amp; Friends Celebrate Life in Honor of Chester Bennington yang tayang sekitar tujuh tahun lalu. Konser tersebut merupakan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">peringatan akan kematian Chester</a>, dan banyak penyanyi yang menyumbangkan suaranya.</p>



<p>Lantas, adakah yang bisa bernyanyi sebaik Chester? Menurut Penulis, <strong>tidak</strong>. Meskipun ada banyak nama-nama besar pada konser tersebut, benar-benar tidak ada yang bisa mengisi peran Chester sesempurna itu. </p>



<p><strong>Taka </strong>dari <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/">One Ok Rock</a> menyumbang suara untuk lagu &#8220;Somewhere I Belong,&#8221; di mana ia sempat lupa lirik di bagian <em>bridging</em>. Tak hanya itu, di beberapa lirik juga terlihat suaranya yang terkenal tinggi pun tak mampu menjangkaunya.</p>



<p>Vokalis Bring Me the Horizon,<strong> Oliver Sykes</strong>, kebagian lagu Crawling yang dikenal sebagai salah satu lagu tersulit Linkin Park yang bahkan Chester mengatakan kalau lagu tersebut termasuk sulit. Hasilnya? Vokal Oliver sering tak kuat ketika menyanyikan bagian <em>reff</em>-nya.</p>



<p>Selanjutnya, ada <strong>Deryck Whibley</strong> yang merupakan vokalis dari Sum 41. Ia kebagian lagu &#8220;The Catalyst&#8221; yang di mana Emily kesulitan untuk menyanyikannya. Namun, Deryck cukup mampu membawakannya, meskipun di beberapa kesempatannya terdengarnya napasnya habis. </p>



<p><strong>M. Shadow </strong>sebagai vokalis Avenged Sevenfold juga menyumbang suaranya untuk dua lagu, &#8220;Burn It Down&#8221; dan &#8220;Faint.&#8221; Bisa dibilang di antara semua, ia masih yang termasuk lumayan walau <em>style</em>-nya jadi berubah Avenged banget.</p>



<p>Masih ada banyak penyanyi dan vokalis lain yang berkontribusi pada konser tersebut. Namun, rasanya empat contoh di atas sudah cukup untuk membuktikan bahwa vokal yang dimiliki oleh Chester memang benar-benar istimewa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Vokal Chester Bennington Seistimewa Itu?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7851" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Chester Bennington (<a href="https://www.nbcnews.com/pop-culture/music/linkin-park-reuniting-rcna169897">NBC News</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis tidak bermaksud menganggap bahwa Chester adalah vokalis terbaik sepanjang masa. Namun, pada lagu-lagu Linkin Park, memang terbukti beberapa kali <strong>lagunya cukup sulit untuk dinyanyikan</strong>. Sulit untuk meniru kemampuan vokal Chester.</p>



<p>Tadi sudah disinggung tentang lagu &#8220;Crawling&#8221; yang menjadi salah satu lagu tersulit. Ada juga lagu &#8220;The Catalyst&#8221; yang membuat siapa pun yang mencoba menyanyikannya kehabisan napas. Menariknya, masih ada banyak lagu Linkin Park yang juga cukup sulit untuk dinyanyikan.</p>



<p>Contohnya adalah &#8220;Given Up&#8221; karena ada bagian <em>screaming </em>sepanjang 17 detik non-stop. Lalu, ada lagu &#8220;Breaking the Habit&#8221; yang walaupun terkesan <em>ngepop</em>, ternyata susah sekali untuk menggapai nada setinggi yang dikeluarkan oleh Chester. Masih banyak lagi, tapi contoh-contoh tersebut sudah cukup.</p>



<p>Apa yang membuat vokal Chester menjadi istimewa adalah <strong>kemampuannya bernyanyi baik pada nada rendah maupun nada tinggi</strong>. Dari yang Penulis baca di Twitter, Chester memiliki <em>range </em>vokal Alto-Soprano, sehingga wajar nadanya kerap tinggi.</p>



<p>Dalam salah satu video <em>footage </em>di belakang panggung, ada sebuah rekaman di mana Chester sedang melakukan pemanasan suara. Pada satu titik, ia bisa melengkingkan suaranya tinggi sekali seperti Freddy Mercury dari Queen.</p>



<p>Tidak hanya dari sisi nada, dari <strong>sisi lembut-kerasnya pun Chester cukup fleksibel</strong>. Ia bisa bernyanyi selembut &#8220;<a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light,</a>&#8221; tapi bisa teriak-teriak seperti di lagu &#8220;Lying From You.&#8221; Suaranya juga selalu stabil di atas panggung, bahkan setelah melakukan <em>screaming </em>sekali pun.</p>



<p>Satu hal lagi yang membuat vokal Chester istimewa adalah <strong>bagaimana ia terlihat <em>effortless </em>dalam membawakan lagu-lagu Linkin Park</strong>, sehingga kita sebagai penggemar percaya bahwa kita bisa menyanyikannya juga. Saat mencobanya di karaoke, baru kita sadar betapa mustahilnya hal tersebut.</p>



<p>Setelah kehilangan Chester dan melihat banyaknya penyanyi dan vokalis yang mencoba menyanyikan bagiannya, Penulis baru sadar betapa istimewa vokal yang dimilikinya. Memang, terkadang kita baru menyadari sesuatu setelah kehilangannya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 13 September 2024, teinspirasi setelah menyadari banyak lagu Linkin Park yang terlalu sulit untuk dinyanyikan</p>



<p>Sumber Featured Image: <a href="https://www.nbcnews.com/pop-culture/pop-culture-news/chester-benningtons-son-slams-linkin-park-replacing-late-father-emily-rcna170423">NBC News</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gara-Gara Black Myth: Wukong, Saya Jadi Rewatch Kera Sakti</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Sep 2024 16:19:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>
		<category><![CDATA[Black Myth: Wukong]]></category>
		<category><![CDATA[Buddha]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Kera Sakti]]></category>
		<category><![CDATA[serial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7840</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa minggu terakhir, bisa dibilang Black Myth: Wukong adalah salah satu judul game yang sedang banyak dibicarakan. Banyak pujian yang disematkan kepada game tersebut, baik karena gameplay, jalan cerita, maupun visualnya. Penulis sendiri tidak ikut membelinya, meskipun sebenarnya cukup tertarik. Namun, Penulis bukan tipe gamer yang suka genre hack &#8216;n slash seperti itu. Apalagi, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/">Gara-Gara Black Myth: Wukong, Saya Jadi Rewatch Kera Sakti</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa minggu terakhir, bisa dibilang <em>Black Myth: Wukong</em> adalah salah satu judul <em>game </em>yang sedang banyak dibicarakan. Banyak pujian yang disematkan kepada <em>game </em>tersebut, baik karena <em>gameplay</em>, jalan cerita, maupun visualnya.</p>



<p>Penulis sendiri tidak ikut membelinya, meskipun sebenarnya cukup tertarik. Namun, Penulis bukan tipe <em>gamer </em>yang suka genre <em>hack &#8216;n slash </em>seperti itu. Apalagi, Penulis sedang menyiapkan dana untuk membeli <em>game Dragon Ball: Sparking! ZERO </em>yang rilis bulan depan.</p>



<p>Walaupun begitu, <em>Black Myth: Wukong</em> berhasil menimbulkan perasaan nostalgia karena mengingatkan dirinya akan satu serial legendaris yang juga mengangkat tema pergi ke barat untuk mengambil kitab suci: <em>Kera Sakti</em>. Penulis pun memutuskan untuk <em>rewatch</em>. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner.jpg 1280w " alt="Kenapa Saya Jomblo?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-saya-jomblo/">Kenapa Saya Jomblo?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Kera Sakti Sangat Membekas Bagi Penulis</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1-1024x683.jpeg" alt="" class="wp-image-7842" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1-1024x683.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1-300x200.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1-768x512.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/kera-sakti-1.jpeg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Rombongan Biksu Tong (<a href="https://www.tabloidbintang.com/film-tv-musik/198090-mnctv-tayangkan-kembali-serial-kera-sakti-siap-saingi-mega-film-asia-indosiar">Tabloid Bintang</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis tidak ingat pasti mengapa dulu dirinya menonton<em> Kera Sakti</em>, mungkin karena jam tayangnya saja yang pas dengan waktu nonton televisi. Apalagi, serial ini menghadirkan <strong>pertarungan yang seru</strong> untuk anak kecil.</p>



<p>Untuk yang asing dengan serial ini, <em>Kera Sakti</em> bercerita tentang perjalanan sekelompok orang ke barat untuk mengambil kitab suci Buddha. Kelompok ini terdiri dari biksu <strong>Tong Sam Cong</strong>, <strong>Sun Go Kong</strong>, <strong>Cut Pat Kai</strong>, dan <strong>Wu Cing</strong>. Maaf kalo penulisannya salah, karena Penulis menulisnya berdasarkan ingatannya.</p>



<p>Rombongan ini jelas unik karena Wu Kong berwujud kera, Pat Kai berwujud babi, dan Wu Cing, yah masih terlihat seperti manusia biasa. Kalau tidak salah, dalam perjalanan tersebut mereka harus melewati 33 rintangan dan 99 kesulitan.</p>



<p>Dalam perjalanannya, mereka bertemu dengan banyak sekali jenis siluman yang memberi kesulitan dan halangan. Memang Go Kong yang paling sering menjadi ujung tombak ketika menghadapi mereka, tapi peran karakter lain tak kalah penting.</p>



<p>Ada banyak alasan mengapa serial ini begitu membekas untuk Penulis. Selain pertarungannya yang seru, ada banyak <strong>petuah-petuah kehidupan </strong>yang sering diucapkan oleh Tong Sam Cong seperti &#8220;Kosong adalah Isi, Isi adalah Kosong.&#8221;</p>



<p>Bicara soal petuah, tentu jangan lupakan <em>quote </em>legendaris dari Patkai: &#8220;Begitulah <a href="https://whathefan.com/rasa/apa-itu-cinta/">cinta</a>, deritanya tiada akhir.&#8221; Hingga saat ini, <em>quote </em>tersebut rasanya masih relevan bagi banyak orang.</p>



<p>Waktu kecil, Penulis menganggap animasi atau efek-efek pertarungan serial ini juga cukup oke. Namun, waktu <em>rewatch</em>, ternyata tidak bagus-bagus amat. Bahkan, beberapa animasinya terlihat kartun banget, beda dengan ingatan Penulis waktu kecil.</p>



<p>Selain itu, gara-gara <em>rewatch</em>, Penulis jadi bisa merangkai alur cerita serial ini dengan lebih baik, karena yang tersisa di ingatan hanya potongan-potongan. Bagi Penulis, alur cerita serial ini memang bagus, walau memang ada beberapa yang sejujurnya sudah tidak sesuai dengan standar saat ini.  </p>



<p>Serial ini juga terkenal karena lagu <em>opening</em>-nya yang legendaris. Hampir semua orang pasti merasa familiar dengan lagu tersebut. Selain itu, musik-musik di <em>background</em>-nya juga sangat membekas bagi Penulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Arc Favorit di Kera Sakti</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7843" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/Screenshot-2024-09-12-231134.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kera Lok Yi dalam Wujud Raksasa (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=u4lYzmQRNRk">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Dari sekian banyak pertarungan atau <em>arc </em>yang ada, ada dua yang menjadi favorit Penulis hingga saat ini dan rasanya menjadi favorit banyak penontonnya juga: &#8220;<strong>Arc Kera Lok Yi</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Arc Kera Tum Pei</strong>.&#8221;</p>



<p>Pada &#8220;Arc Kera Lok Yi,&#8221; Penulis menyukai bagian akhirnya di mana Sun Go Kong harus berhadapan dengan Kera Lok Yi yang berubah menjadi raksasa gara-gara ulah trio Siluman Elang, Singa, dan Gajah.</p>



<p>Kera Lok Yi dalam wujud raksasanya sebenarnya memiliki wujud yang cukup menyeramkan, bahkan sekarang pun tetap terlihat menyeramkan. Namun, pertarungannya dengan Go Kong seru karena kekuatan mereka setara.</p>



<p>Pertarungan sendiri berakhir ketika Wu Cing (dengan bantuan Pat Kai) berhasil memotong ekor Kera Lok Yi dan membuatnya kembali ke wujud semula. Bisa jadi, ini adalah inspirasi adegan Yajirobe memotong ekor <a href="https://whathefan.com/animekomik/vegeta-adalah-karakter-dragon-ball-dengan-pengembangan-terbaik/">Vegeta dalam wujud Great Ape di <em>Dragon Ball</em></a>.</p>



<p>Lalu pada &#8220;Arc Kera Tum Pei,&#8221; lagi-lagi menghadirkan pertempuran yang seru karena Go Kong menghadapi lawan yang setara. Apalagi, Go Kong sempat kehilangan semua kemampuannya demi melindungi gurunya.</p>



<p>Kera Tum Pei juga memiliki kemampuan untuk menyerap makhluk hidup dan mendapatkan kekuatannya seperti Buu. Ia menyerap Siluman Kerbau, Putri Kipas, Siluman Gagak, hingga Gajah Ting Ting. Yang terakhir bahkan ia simpan terus hingga pertarungan terakhirnya.</p>



<p>Selain itu, tentu masih banyak <em>arc </em>lain yang tak kalah menarik. Ketika melawan <strong>Siluman Lupan</strong>, ada <strong>Sze Sze </strong>yang merupakan Siluman Laba-Laba. Menurut Penulis, ia menjadi salah satu karakter paling cantik di sepanjang seri <em>Kera Sakti</em>.</p>



<p>Lalu di awal serial, pertikaian Go Kong dengan <strong>Ang Hai Ji </strong>yang merupakan anak dari Siluman Kerbau dan Putri Kipas juga menarik. Ia yang sangat nakal bekerja sama dengan Siluman Mimpi, tetapi akhirnya bertobat dan diangkat menjadi murid Dewi Kwan Im.</p>



<p>Saat rombongan biksu Tong membantu <strong>Dewa Erlang</strong> untuk menyelamatkan ibunya juga membekas. Dewa Erlang, yang dari awal cerita terlihat menjadi musuh utama Go Kong, nantinya justru akan menjadi sekutu yang berharga di <em>arc </em>terakhir.</p>



<p><em>Arc </em>terakhir pun menegangkan, di mana <strong>Siluman Ular b</strong>erhasil membuat Go Kong dimusuhi oleh banyak pihak. Namun, pada akhirnya <em>Kera Sakti </em>memiliki happy ending karena berhasil mendapatkan kitab suci dan menjadi buddha.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Saat menulis artikel ini, Penulis baru saja menyelesaikan &#8220;Arc Kera Lok Yi&#8221; dan akan berlanjut ke &#8220;Arc Siluman Gingseng.&#8221; Sejujurnya, Penulis sudah tidak sabar ingin segera masuk ke &#8220;Arc Kera Tum Pei,&#8221; tapi Penulis bertekad untuk menonton semua episodenya sampai tamat.</p>



<p><em>Kera Sakti </em>jelas telah mewarnai masa kecil Penulis dan membekas hingga Penulis berkepala tiga. Mungkin ini bukan terakhir kalinya Penulis <em>rewatch</em>, bisa jadi di masa depan Penulis akan kembali melakukannya jika kangen dengan serial ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 12 September 2024, teinspirasi setelah menonton ulang <em>Kera Sakti</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/">Gara-Gara Black Myth: Wukong, Saya Jadi Rewatch Kera Sakti</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/gara-gara-black-myth-wukong-saya-jadi-rewatch-kera-sakti/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2024 14:56:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7790</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, Linkin Park dan beberapa anggota band mengunggah sebuah pos misterius. Penggemar, termasuk Penulis, tentu bertanya-tanya proyek apa yang akan diumumkan kali ini. Penulis sendiri berusaha untuk tidak berharap apa-apa, takutnya kecewa kalau ternyata pengumumannya nggeletek. Oleh karena itu, Penulis benar-benar terkejut ketika mengetahui kalau ternyata pengumumannya adalah Linkin Park akan segera comeback! [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu lalu, <strong><a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Linkin Park</a></strong> dan beberapa anggota <em>band </em>mengunggah sebuah pos misterius. Penggemar, termasuk Penulis, tentu bertanya-tanya proyek apa yang akan diumumkan kali ini. </p>



<p>Penulis sendiri berusaha untuk tidak berharap apa-apa, takutnya kecewa kalau ternyata pengumumannya <em>nggeletek</em>. Oleh karena itu, Penulis benar-benar terkejut ketika mengetahui kalau ternyata pengumumannya adalah Linkin Park akan segera <em>comeback</em>!</p>



<p>Linkin Park juga akan memiliki vokalis baru<strong> Emily Armstrong </strong>dan <em>drummer </em>baru <strong>Colin Brittain</strong>. Mereka juga merilis <em>single </em>baru berjudul &#8220;<strong>The Emptiness Machine</strong>&#8221; dan akan merilis album baru berjudul <em><strong>From Zero</strong> </em>pada tanggal 15 November 2024. BOOM!!!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/">Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Linkin Park&#8217;s Surprising Comeback</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7793" style="width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Linkin Park dengan Formasi Baru (<a href="https://www.billboard.com/music/rock/linkin-park-singer-tour-album-cover-story-interview-1235766805/">Billboard</a>)</figcaption></figure>



<p><a href="https://whathefan.com/musik/saya-dan-linkin-park-tentang-kematian-chester-dan-perjumpaan-pertama/">Sudah lebih dari tujuh tahun sejak kepergian Chester Bennington</a>. Penulis sejatinya sudah berusaha berhenti berharap kalau Linkin Park akan kembali dengan personel baru. Apalagi, Mike Shinoda juga sibuk dengan proyek solonya.</p>



<p>Oleh karena itu, kembalinya <a href="https://whathefan.com/musik/20-lagu-terbaik-linkin-park-versi-saya/">Linkin Park</a> dengan personel baru merupakan hal yang benar-benar mengejutkan bagi Penulis. Tentu ini menjadi kejutan yang menyenangkan sekaligus menyentuh, karena mau tidak mau Penulis jadi teringat akan sosok Chester.</p>



<p>Dalam <em>livestreaming </em>yang dilakukan tadi pagi, Linkin Park langsung membawakan lagu barunya yang berjudul &#8220;The Emptiness Machine.&#8221; Lagu ini rupanya menjadi lagu pertama Linkin Park dengan vokalis baru, <strong>Emily Armstrong</strong>.</p>



<p>Penulis sendiri baru mendengar namanya kali ini. Namun, berdasarkan berbagai sumber, ia adalah vokalis dari sebuah <em>band </em>bernama Dead Sara. Suaranya memang nge-<em>rock</em>, mungkin analoginya sedikit mirip dengan tipe vokal Tantri dari Kotak.</p>



<p>Di lagu baru Linkin Park, bisa dibilang kualitas suara Emily cukup gokil dengan <em>scream-scream </em>yang ia lakukan. Sayangnya, ketika menyanyikan lagu-lagu lama Linkin Park, ia tampak kewalahan dan beberapa kali kehilangan suara. Vokal Chester memang seistimewa itu.</p>



<p>Selain Emily, ada produser One Ok Rock, <strong>Colin Brittain</strong>, yang akan menggantikan Rob Bourdon sebagai <em>drummer</em>. Penulis benar-benar terkejut ketika mengetahui Rob memutuskan untuk keluar dari <em>band</em>.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Rob pernah berkata kepada kami pada suatu saat, saya kira beberapa tahun yang lalu, bahwa dia ingin memberi jarak antara dirinya dan band. Dan kami memahami hal itu &#8211; hal itu sudah terlihat jelas. Dia mulai jarang muncul, jarang berhubungan, dan saya tahu para penggemar juga menyadarinya,&#8221; ungkap Mike dalam satu wawancara.</p>
</blockquote>



<p>Banyak spekulasi yang beredar di antara penggemar mengenai alasan sebenarnya mengapa Rob memutuskan untuk meninggalkan <em>band </em>sebesar Linkin Park. Alasan paling populer adalah ia tak ingin bermain sebagai Linkin Park tanpa sosok Chester.</p>



<p>Terlepas dari bergabungnya dua anggota baru, anggota lama lainnya tetap sama. Mike Shinoda sebagai gitaris/vokalis/pianis, Brad Delson sebagai gitaris, Dave &#8220;Phoenix&#8221; Farrel sebagai <em>bassist</em>, dan Joe Hahn sebagai <em>turntablist</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Emptiness Machine (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/SRXH9AbT280?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Mungkin ini bias karena Penulis merupakan penggemar berat Linkin Park. Namun, bagi Penulis Linkin Park adalah salah satu band <em>rock </em>terbesar di dunia. Kembali mengorbitnya <em>band </em>ini di dunia musik tentu menjadi hal yang telah lama diidam-idamkan oleh penggemarnya.</p>



<p>Namun, Penulis dan para penggemar tentu harus menyadari bahwa kehadiran <strong>Emily bukan sebagai pengganti Chester</strong>, <strong>melainkan sebagai penerusnya</strong>. Posisi Chester jelas tak tergantikan, sehingga yang bisa Linkin Park lakukan adalah meneruskan legasinya.</p>



<p>Kalau mau dianalogikan, mungkin mirip dengan kasus <a href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Dewa</a> yang sempat berganti vokalis dari Ari Lasso ke Once. Secara vokal, keduanya memiliki nuansa yang berbeda, di mana suara Once lebih nge-<em>rock </em>dibandingkan Ari Lasso. Namun, Dewa tetap bisa sukses siapapun vokalisnya, dan rasanya Linkin Park juga bisa seperti itu.</p>



<p>Jujur, Penulis tidak terlalu terkejut apabila Emily tak mampu bernyanyi seperti Chester. Akan tetapi, Penulis tak mengira kalau ia sampai kehilangan suaranya di beberapa lagu karena suaranya tidak sampai. Entah berapa kali ia arahkan <em>mic</em>-nya ke penonton karena hal ini.</p>



<p>Sebenarnya ini sudah sempat terlihat di konser peringatan kematian Chester beberapa tahun lalu. Konser tersebut mengundang banyak vokalis <em>band rock</em> untuk mengisi posisi Chester, mulai dari M. Shadow (Avenged Sevenfold), Taka (<a href="https://whathefan.com/musik/shout-it-out-now-one-ok-rock/">One Ok Rock</a>), hingga Deryck Whibley (Sum 41). </p>



<p>Namun, mau sehebat apa pun kualitas orang lain, benar-benar tidak ada yang bisa bernyanyi untuk Linkin Park sehebat Chester. Bisa jadi, keputusan Linkin Park menggandeng vokalis perempuan adalah karena ingin menghindari perbandingan-perbandingan seperti ini. </p>



<p>Dengan menggandeng vokalis perempuan, yang sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh Penulis, Linkin Park seolah ingin menegaskan kalau mereka akan memasuki era baru. Sekali lagi, <strong>Emily bukanlah pengganti Chester, melainkan penerusnya</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mau Dibawa ke Mana Linkin Park?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7792" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Album From Zero dari Linkin Park (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/From_Zero_%28album%29">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Mendengarkan lagu &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; tampaknya Linkin Park akan mengambil jalur <em>rock </em>seperti di album-album sebelum <em><a href="http://Mendengarkan lagu &quot;The Emptiness Machine,&quot; tampaknya Linkin Park akan mengambil jalur rock seperti di album-album sebelum https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/. Bagi Penulis, lagu tersebut akan cocok jika dimasukan ke dalam album The Hunting Party.">One More Light</a></em>. Bagi Penulis, lagu tersebut akan cocok jika dimasukan ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em>. </p>



<p>Ini tentu kabar gembira untuk Penulis, yang memang menyukai Linkin Park karena lagu-lagu <em>rock </em>yang dipenuhi dengan <em>scream</em>. Emily rasanya mampu menghadirkan hal tersebut dengan kemampuan <em>scream</em>-nya yang cukup oke.</p>



<p>Penulis tidak akan protes apabila musikalitas Linkin Park sedikit bergeser untuk menyesuaikan vokal Emily. Seperti kata Mike pada acara React di YouTube, musik Linkin Park selalu berevolusi dan mereka tak takut untuk melakukan eksperimen.</p>



<p>Meskipun &#8220;The Emptiness Machine&#8221; tak terdengar sebagai sebuah eksperimen baru, bagi Penulis hal itu wajar mengingat mereka sudah lama vakum. Sebagai langkah pertama, mungkin mereka ingin mencoba formula-formula lama, tapi dengan vokal yang benar-benar baru.</p>



<p>Selain itu, dari <em>single </em>tersebut, Penulis bisa sedikit merasa tenang karena Linkin Park masih berada di &#8220;jalurnya&#8221; sebagai <em><a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">band rock</a></em>. Penulis sempat khawatir mereka akan beralih genre seperti yang terjadi pada 30 Seconds to Mars atau bahkan berubah menjadi seperti <a href="https://whathefan.com/musik/fort-minor-the-rising-tied-dan-kenji/">Fort Minor</a>.</p>



<p>Tentu kita tidak bisa menilai arah era baru Linkin Park hanya dari satu lagu yang baru dirilis. Oleh karena itu, Penulis tak sabar untuk mendengarkan album <em>From Zero </em>yang akan rilis pada tanggal 15 November 2024 mendatang, yang menjadi penanda bahwa <strong>era baru Linkin Park telah dimulai</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 6 September 2024, teinspirasi setelah mengetahui Linkin Park telah memilih penerus Chester Bennington</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.latimes.com/entertainment-arts/music/story/2024-09-05/linkin-park-reunited-new-singer-emily-armstrong-new-album-from-zero">Los Angeles Times</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.latimes.com/entertainment-arts/music/story/2024-09-05/linkin-park-reunited-new-singer-emily-armstrong-new-album-from-zero">Linkin Park has a new singer and a new album on the way &#8211; Los Angeles Times (latimes.com)</a></li>



<li><a href="https://www.theprp.com/2024/09/05/news/mike-shinoda-explains-why-drummer-rob-bourdon-is-no-longer-in-linkin-park/">Mike Shinoda Explains Why Drummer Rob Bourdon Is No Longer In Linkin Park &#8211; Theprp.com</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Langkah Frustasi Marvel dalam Menyelamatkan Semestanya</title>
		<link>https://whathefan.com/filmserial/langkah-frustasi-marvel-dalam-menyelamatkan-semestanya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/filmserial/langkah-frustasi-marvel-dalam-menyelamatkan-semestanya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Aug 2024 16:47:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Film & Serial]]></category>
		<category><![CDATA[Avengers]]></category>
		<category><![CDATA[Doctor Doom]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Marvel]]></category>
		<category><![CDATA[MCU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7704</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada ajang San Diego Comic Con (SDCC) 2024 yang berlangsung pada akhir bulan Juli kemarin, Marvel berhasil membuat geger para penggemarnya di seluruh dunia gara-gara pengumuman yang mengejutkan. Bagaimana tidak, Robert Downey Jr. atau RDJ, yang terkenal karena telah memerankan karakter Tony Stark alias Iron Man selama 11 tahun (dari film Iron Man hingga Avengers: [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/langkah-frustasi-marvel-dalam-menyelamatkan-semestanya/">Langkah Frustasi Marvel dalam Menyelamatkan Semestanya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada ajang San Diego Comic Con (SDCC) 2024 yang berlangsung pada akhir bulan Juli kemarin, Marvel berhasil membuat geger para penggemarnya di seluruh dunia gara-gara pengumuman yang mengejutkan.</p>



<p>Bagaimana tidak, <strong>Robert Downey Jr.</strong> atau<strong> RDJ</strong>, yang terkenal karena telah memerankan karakter Tony Stark alias Iron Man selama 11 tahun (dari film<em> Iron Man</em> hingga <em><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-endgame-bagian-1-adegan-favorit/">Avengers: Endgame</a></em>), ia melakukan <em>comeback </em>dengan menjadi karakter fenomenal lainnya, <strong>Doctor Doom</strong>!</p>



<p>Pengumuman tersebut tentu membuat banyak penggemar Marvel merasa senang karena bisa melihat aktor favorit mereka kembali ke Marvel Cinematic Universe (MCU). Namun, tak sedikit yang justru menyesalkan keputusan tersebut, termasuk Penulis.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-banner2-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-banner2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-banner2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-banner2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-banner2.jpg 1280w " alt="Monopoli Kebenaran" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/monopoli-kebenaran/">Monopoli Kebenaran</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Semua Berawal dari Jonathan Majors</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039927-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7708" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039927-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039927-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039927-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039927.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para Kang yang Menjadi Sia-sia (<a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fm.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3Ds1lTnHDr9zY&amp;psig=AOvVaw0qWQ5_JK9wSFopMGIR5ASq&amp;ust=1723134855957000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CAMQjB1qFwoTCKiosNmn44cDFQAAAAAdAAAAABAm">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Setelah Infinity Saga yang diakhiri dengan<em> epic </em>melalui film <em>Avengers: Endgame</em>, MCU membuka lembaran baru dengan Multiverse Saga. Tema ini digembar-gemborkan akan membuka &#8220;kemungkinan tak terbatas&#8221; di semesta Marvel</p>



<p>Awalnya,<strong> Kang the Conqueror</strong> dipilih menjadi <em>next big bad villain </em>selanjutnya menggantikan Thanos. Sayangnya, sang aktor Jonathan Majors terjerat kasus yang membuatnya dipecat. Ada opsi untuk melakukan <em>recast</em>, tapi Marvel memilih untuk mengganti <em>villain </em>utamanya.</p>



<p>Setelah berbagai spekulasi dan rumor, akhirnya melalui ajang SDCC 2024 Marvel resmi mengumumkan kalau Doctor Doom akan menjadi penggantinya. Hal ini terlihat dari perubahan judul film <em>Avengers: Kang Dynasty</em> menjadi <em><strong>Avengers: Doomsday</strong></em>.</p>



<p>Film ini akan disutradarai kembali oleh sutradara <strong>Russo Brothers</strong>, yang sebelumnya telah menyutradarai empat film Marvel, termasuk dua film Avengers. Sebagai tambahan, mereka juga akan menjadi sutradara film <em><strong>Avengers: Secret Wars</strong>.</em></p>



<p>Kembali ke Doctor Doom. Sebenarnya, Doctor Doom yang terkenal sebagai nemesis dari Fantastic 4 telah lama santer disebut akan menggantikan Kang. Apalagi, di komik ia juga memiliki sejarah panjang dan kerap bersentuhan dengan <em>multiverse</em>.</p>



<p>Nah, yang membuat terkejut adalah pemilihan RDJ yang menimbulkan polemik di antara penggemar. Sebelumnya, nama yang dianggap cocok untuk memerankan Victor von Doom adalah Cillian Murphy. RDJ, setidaknya bagi Penulis, tak pernah terpikirkan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Marvel Sudah Frustasi?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039930-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7710" style="width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039930-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039930-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039930-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039930-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Para Tokoh Lama yang Dibawa Kembali (<a href="https://www.indiewire.com/news/breaking-news/marvel-comic-con-2024-announcements-1235030176/">IndieWire</a>)</figcaption></figure>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;You could not live with your own failure. Where did that bring you? Back to me.&#8221;</p>
</blockquote>



<p><em>Quote </em>terkenal dari Thanos tersebut tampaknya cocok untuk diucapkan oleh Russo Brothers dan RDJ ke direksi Marvel. Seperti yang kita tahu, MCU <em>pasca-Endgame</em> tampak berantakan dan kerap mendapatkan kritikan tajam.</p>



<p>Dari banyaknya film dan serial yang dirilis dalam rentang waktu 2020-2024, hanya sedikit yang bisa dibilang oke, sedangkan sisanya seolah mengundah hujatan. Banyak menganggap Marvel benar-benar mengalami penurunan kualitas dan berharap MCU cukup berakhir di <em>Endgame</em>. </p>



<p>Marvel pun bukannya tutup telinga atas kritikan-kritikan tersebut. Buktinya, mereka merombak <em>roadmap </em>yang telah disusun untuk meningkatkan kualitas film dan serial mereka. Tahun ini mereka hanya merilis satu film, <em><strong><a href="https://whathefan.com/filmserial/review-setelah-menonton-deadpool-wolverine/">Deadpool &amp; Wolverine</a></strong></em>, walau film tersebut juga tidak bisa dibilang bagus.</p>



<p>Nah, untuk bisa membuat MCU tetap menarik minat penonton, mereka akhirnya memutuskan untuk menggunakan formula lama. RDJ jelas menjadi salah satu aktor terfavorit penggemar, sedangkan Russo Brothers terbukti selama ini selalu menghasilkan film yang berkualitas.</p>



<p>Masalahnya, RDJ sudah terlalu melekat sebagai Iron Man. Apalagi, ia sudah mati dengan heroik di <em>Endgame</em>. Mengembalikannya ke MCU sebagai <em>villain</em>, bagi sebagian penggemar, menjadi hal yang sulit untuk diterima.</p>



<p>Untuk Russo Brothers sendiri, Penulis memiliki kekhawatiran kalau menggunakan mereka kembali justru akan membuat penonton berekspetasi terlalu tinggi ke film Avengers ke-5 dan ke-6. Padahal, sudah banyak kasus di Marvel sutradara yang sama tidak selalu bisa menghasilkan film yang sama bagusnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa Doctor Doom Versi MCU?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039932-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7711" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039932-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039932-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039932-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/08/1000039932.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Mari Kita Lihat Saja Bagaimana RDJ Memerankan Doctor Doom (<a href="https://www.hollywoodreporter.com/movies/movie-features/robert-downey-jr-doctor-doom-1235960445/">The Hollywood Reporter</a>)</figcaption></figure>



<p>Secara teori, ada kemungkinan kalau Doctor Doom versi MCU merupakan varian jahat dari Tony Stark. Karena berpotensi menjadi jahat itulah Doctor Strange &#8220;mengarahkan&#8221; Stark ke kematiannya, mengingat ia telah melihat banyak masa depan alternatif.</p>



<p>Hingga saat ini, sama sekali belum ada petunjuk mengenai Doctor Doom di semua film dan serial MCU di Phase 4 dan 5. Hal ini wajar mengingat pergantian <em>villain </em>utama juga baru dilakukan akhir-akhir ini. Kalau Kang, ia sudah di-<em>tease </em>sejak serial<em> Loki</em>.</p>



<p>Ini juga akan menjadi kelemahan Multiverse Saga. Seperti yang kita tahu, Thanos sudah di-<em>tease</em> sejak film The Avengers tahun 2012 atau enam tahun sebelum penampilannya di film <em><strong><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-avengers-infinity-wars/">Avengers: Infinity Wars</a></strong></em>. Doctor Doom hanya punya waktu dua tahun sebelum tampil sebagai musuh utama.</p>



<p>Kemungkinan besar, Doctor Doom baru diperkenalkan pada film <strong><em>Fantastic Four</em>: <em>First Step</em></strong> yang akan tayang pada tahun 2025 mendatang. Film ini akan berlatar di <em>universe</em> lain, bukan Earth-616 tempat di mana para <em>superhero </em>yang kita kenal selama ini tinggal.</p>



<p>Di film tersebut, harusnya yang menjadi musuh utama adalah Galactus. Doctor Doom mungkin akan muncul, tapi tidak menjadi musuh utama. Dari sana, Penulis memperkirakan kalau entah bagaimana pada akhirnya Doctor Doom akan memicu kejadian yang akan terjadi di film <em>Avengers: Secret Wars</em>.</p>



<p>Kita lihat saja nanti apakah langkah frustasi yang diambil oleh Marvel ini berhasil menyelamatkan semestanya atau justru memperburuk keadaan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 7 Agustus 2024, terinspirasi setelah diumumkannya Robert Downey Jr. sebagai Doctor Doom</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.gq.com/story/robert-downey-jrs-doctor-doom">GQ</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/filmserial/langkah-frustasi-marvel-dalam-menyelamatkan-semestanya/">Langkah Frustasi Marvel dalam Menyelamatkan Semestanya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/filmserial/langkah-frustasi-marvel-dalam-menyelamatkan-semestanya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>I AM: IVE</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[girlband]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[self-confidence]]></category>
		<category><![CDATA[self-love]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis pernah memberikan pendapatnya mengenai kualitas vokal yang agak kurang dari Gen 4 girlband K-Pop. Namun, bukan berarti Penulis tidak mendengarkan mereka karena kualitas vokal bukan menjadi satu-satunya parameter dalam sebuah lagu. Suara yang biasa saja, jika musiknya enak, ya tetap bisa didengarkan. Oleh karena itu, Penulis masih bisa menikmati lagu-lagu dari Gen 4. Di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">I AM: IVE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis pernah memberikan pendapatnya mengenai <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">kualitas vokal yang agak kurang dari Gen 4</a> <em>girlband </em>K-Pop. Namun, bukan berarti Penulis tidak mendengarkan mereka karena kualitas vokal bukan menjadi satu-satunya parameter dalam sebuah lagu.</p>



<p>Suara yang biasa saja, jika musiknya enak, ya tetap bisa didengarkan. Oleh karena itu, Penulis masih bisa menikmati lagu-lagu dari Gen 4. Di antara semua yang sudah pernah Penulis coba dengarkan, musikalitas <strong>IVE</strong> menjadi yang paling cocok dengan telinganya. </p>



<p>Kebetulan, IVE menjadi <em>girlband </em>keempat yang akan Penulis bahas di blog ini, setelah <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>, <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Twice</a>, dan <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Red Velvet</a>, sekaligus Gen 4 pertama yang Penulis bahas. Itu menunjukkan kalau <em>girlband </em>ini memang cukup spesial bagi Penulis.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2.jpg 1280w " alt="Mengenang Eyang Habibie" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengenang-eyang-habibie/">Mengenang Eyang Habibie</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Sekilas tentang IVE</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7596" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dari Kiri: Rei, Leeseo, Wonyung, Yujin, Gaeul, Liz (<a href="https://www.billboard.com/music/pop/ive-kpop-star-profile-1235310237/">Billboard</a>)</figcaption></figure>



<p>IVE merupakan sebuah <em>girlband </em>di bawah naungan Starship Entertainment, agensi yang juga pernah menaungi <em>girlband </em>legendaris Sistar. IVE yang melakukan debut pada tanggal 1 Desember 2021 terdiri dari enam anggota, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Yujin </strong>(Ahn Yujin) sebagai Leader, Main Dancer, Vocalist</li>



<li><strong>Gaeul </strong>(Kim Gaeul) sebagai Main Dancer, Lead Rapper, Sub Vocalist</li>



<li><strong>Rei </strong>(Naoi Rei) sebagai Main Rapper, Sub Vocalist</li>



<li><strong>Wonyoung </strong>(Jang Wonyoung) sebagai Vocalist, Dancer, Visual</li>



<li><strong>Liz </strong>(Kim Ji-won) sebagai Main Vocalist</li>



<li><strong>Leeseo </strong>(Lee Hyun-seo) sebagai Lead Dancer, Sub Vocalist, Visual, Maknae</li>
</ul>



<p>Salah satu hal yang paling menonjol dari IVE, terlepas dari sisi musik, adalah anggotanya yang tinggi-tinggi. Wonyoung dan Yujin menjadi yang tertinggi dengan 173 cm, diikuti oleh Liz (171 cm), Rei (170 cm), Leeseo (168 cm), dan Gaeul (164 cm). </p>



<p>Lucunya, Gaeul yang paling mungil adalah <em>member </em>tertua di IVE karena lahir di tahun 2002. Di bawahnya ada sang <em>leader </em>Yujin (2003), disusul angkatan 2004 (Rei, Liz, Wonyoung), dan paling muda adalah Leeseo (2007). Penulis jadi merasa sangat tua. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Perkenalan dengan IVE dan Musikalitasnya</h2>



<p>Dalam tulisan sebelumnya, Penulis pernah bercerita kalau lagu pertama dari IVE yang didengar adalah &#8220;<strong>Kitsch</strong>,&#8221;<strong> </strong>yang lewat secara <em>random </em>ketika Penulis sedang mendengarkan lagu di YouTube Music. Lagu ini langsung berhasil menarik perhatian Penulis karena <em>bass-</em>nya yang nendang banget.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Kitsch&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/pG6iaOMV46I?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Namun, sebenarnya perkenalan Penulis pertama dengan IVE bukan lewat lagu tersebut, melainkan lewat <em>Runningman</em>, sebuah <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/korea-selatan-dan-reality-show-sarana-promosi-negara-ke-dunia/">acara <em>reality show </em>yang sangat populer</a>. Di salah satu episode, IVE menjadi bintang tamu dari acara tersebut.</p>



<p>Penulis hanya menonton potongannya di YouTube, itu pun karena judulnya yang menarik: &#8220;<strong><em>IVE Rei making Yoo Jae-suk wants to give up on MC-ing</em></strong>.&#8221;Ketika Penulis tonton, memang interaksi antara Rei dan Jae-suk sangat lucu, bahkan Penulis akhirnya menonton episode lengkapnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE Rei making Yoo Jae-suk wants to give up on MC-ing" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/csK4qPYd-YI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Berawal dari sana, Penulis jadi tertarik untuk mendengarkan lagu-lagu IVE, yang dimulai dari lagu &#8220;Kitsch&#8221; yang <em>catchy</em>. Sebagai seorang <em>basshead</em>, lagu ini benar-benar memuaskan telinga Penulis, apalagi kalau <em>setting</em> <em>bass </em>Penulis disetel hingga maksimal.</p>



<p>Lagu kedua IVE yang berhasil menarik perhatian Penulis adalah &#8220;<strong>I AM</strong>,&#8221; yang satu album dengan lagu &#8220;Kitsch.&#8221; Meskipun Penulis menganggap IVE sebagai salah satu <em>girlband </em>yang tidak memiliki vokal menonjol, menariknya di lagu ini nada tinggi dari Yujin.</p>



<p>Lagu ini juga memiliki lirik yang keren pada bagian <em>reff</em>-nya, di mana jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi, &#8220;<em>menjadi seorang penulis yang bergenre fantasi</em> (<em>be a writer, 장르로는 판타지</em>). Rasanya puitis saja lirik ini, tidak biasa.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="[BE ORIGINAL] IVE(아이브) &#039;I AM&#039; (4K)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/cU0JrSAyy7o?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah mendengarkan kedua lagu tersebut, barulah Penulis mendengarkan lagu-lagu lama mereka, mulai dari lagu debut mereka &#8220;<strong>Eleven</strong>&#8221; hingga &#8220;<strong>Love Dive</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>After Like</strong>.&#8221; Menariknya, semua <em>title song </em>tersebut masuk ke telinga Penulis.</p>



<p>Ketika sudah terbiasa dengan IVE, mini album <em><strong>I&#8217;VE MINE</strong></em> rilis pada pertengahan 2023. Penulis langsung cocok dengan lagu &#8220;<strong>Baddie</strong>&#8221; yang sekali lagi berhasil memuaskan <em>basshead </em>seperti Penulis. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Off The Record&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/_ApV7Lm87cg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Tidak hanya itu, lagu &#8220;<strong>Either Way</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Off the Record</strong>&#8221; yang lebih <em>ballad </em>juga cocok dengan selera musik Penulis. Untuk lagu &#8220;Off the Record,&#8221; bisa dibilang lagu ini adalah lagu favoritnya dari IVE setelah lagu &#8220;I AM&#8221; karena mampu menghadirkan nuansa sendu ketika mendengarkannya.</p>



<p>Di tahun ini, IVE melakukan <em>comeback </em>dengan merilis album <em><strong>I&#8217;VE SWITCH</strong></em>. Lagu utamanya, &#8220;<strong>HEYA (해야)</strong>,&#8221; lagi-lagi cocok dengan selera Penulis. Sayang, lagu utama kedua &#8220;<strong>Ascendio</strong>&#8221; kurang cocok, meskipun Penulis masih bisa menikmatinya. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;해야 (HEYA)&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/07EzMbVH3QE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dalam menikmati lagu Korea, Penulis tidak terlalu memedulikan liriknya karena memang tidak paham bahasanya. Namun, dari banyak sumber, Penulis mengetahui kalau tema yang sering diusung oleh IVE adalah <em>self-confidence </em>dan <em>self-love</em>.</p>



<p>Tema tersebut, mungkin, direpresentasikan dengan dominannya <em>bass </em>pada musiknya. Entah itu benar atau tidak, hanya perasaan Penulis. Yang jelas, Penulis merasa hampir di setial lagu IVE (kecuali yang <em>ballad</em>) selalu memiliki unsur <em>bass </em>yang cukup menonjol.</p>



<p>Karena hal tersebu, nuansa yang ingin dihadirkan IVE jadi berbeda dengan <em>girlband </em>lain, seperti aespa dengan konsep futuristiknya, NewJeans dengan konsep <em>fresh</em>-nya, atau NMIXX dengan berbagai ekperimental yang dilakukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dari Musik ke Reality Show</h2>



<p>Berbanding terbalik dengan Twice yang menarik Penulis setelah menonton acara <em>reality show</em>-nya, Penulis justru tertarik menonton <em>reality show </em>IVE setelah mendengarkan lagu-lagunya. Apalagi, mereka memiliki <em>reality show</em>-nya sendiri yang berjudul <em><strong>1,2,3 IVE</strong></em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="1,2,3 IVE EP.1" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/qNQvMrGf96w?list=PLPhtNKiHTFypb16Xu0dxP8BHOHQ1bdxTa" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis telah menonton semua keempat <em>season</em>-nya dan sama seperti <em>Time to Twice</em>, ada saja tingkah kocak dan konyol dari para anggotanya. Walaupun tidak seabsurd <em>member </em>Twice, para <em>member </em>IVE juga cukup lawak.</p>



<p>Di antara semua episode <em>1, 2, 3, IVE</em>, Penulis paling menyukai episode-episode jurit malam alias horor. Rei dan Gaeul menjadi <em>member </em>yang paling berani, sedangkan Liz menjadi <em>member </em>paling penakut, yang membuatnya menjadi hiburan utama.</p>



<p>Salah satu hal yang paling <em>memorable </em>di semua episodenya adalah kebaikan yang diperlihatkan oleh Rei. Contohnya adalah ketika dia berusaha menutup staf yang berbuat kesalahan dan berhenti di belakang Liz ketika tidak ada yang mau.</p>



<p>Bicara tentang Rei, ia adalah <em>member </em>favorit Penulis di IVE (alias <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">bias</a>). Bahkan, Penulis sampai membuat ratusan stiker dengan wajahnya di WhatsApp karena menemukan banyak foto lucunya di Pinterest. Penulis juga merupakan <em>subscriber </em>dari kanal YouTube-nya, <em>Follow Rei</em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="아이브 레이&amp;리즈의 첫 덕질💖 에버랜드 푸바오 코스 총정리! | 따라해볼레이 EP.13" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fAizNJMhjYg?list=PLvGP2JpRxVlCGFshQuu-avxGQcth2sMdB" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Adanya <em>reality show </em>seperti <em>1, 2, 3, IVE </em>yang memperlihatkan sisi lain dari seorang <em>idol </em>membuat Penulis semakin menikmati musik-musik IVE. Penulis pernah mencoba menonton <em>reality show </em>dari <em>girlband </em>lain, tapi tidak ada yang benar-benar Penulis suka.</p>



<p>Yang jelas, kombinasi antara musikalitas yang cocok dengan selera, tema grup yang dibawakan, para <em>member </em>yang unik dan konyol, hingga konsep acara <em>reality show </em>yang menarik membuat IVE memiliki tempat spesial bagi Penulis. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 Juli 2024, terinspirasi ketika mendengarkan lagu-lagu IVE </p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://ive.fandom.com/wiki/IVE">Fandom</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">I AM: IVE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu Linkin Park Versi Saya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Jun 2024 16:51:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7551</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika membuka rubrik Musik di blog ini, mayoritas artikelnya membahas seputar K-Pop, karena memang genre tersebut yang sedang Penulis sering dengarkan selama satu setengah tahun terakhir. Karena masih baru, makanya Penulis banyak melakukan eksplorasi. Namun, mau sebanyak apapun Penulis &#8220;berkenalan&#8221; dengan girlband Korea atau mendengarkan lagu K-Pop, tetap saja genre favorit Penulis tetap rock, dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu Linkin Park Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika membuka rubrik Musik di blog ini, <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">mayoritas artikelnya membahas seputar K-Pop</a>, karena memang genre tersebut yang sedang Penulis sering dengarkan selama satu setengah tahun terakhir. Karena masih baru, makanya Penulis banyak melakukan eksplorasi.</p>



<p>Namun, mau sebanyak apapun Penulis &#8220;berkenalan&#8221; dengan <em>girlband </em>Korea atau <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-2/">mendengarkan lagu K-Pop</a>, tetap saja <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">genre favorit Penulis tetap <em>rock</em></a>, dan <strong>Linkin Park</strong> tetap menjadi musisi favorit meskipun sudah ditinggalkan oleh <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">Chester Bennington</a>. </p>



<p>Sebelumnya, Penulis sudah pernah menulis artikel <em><a href="https://whathefan.com/musik/20-lagu-terbaik-linkin-park-versi-saya/">20 Lagu Terbaik Linkin Park Versi Saya</a></em>. Namun, Penulis merasa kalau dirinya perlu membuat semacam <em>tier list </em>untuk menilai semua lagu Linkin Park.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/LOGO-FIX-300x300.png" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/LOGO-FIX-300x300.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/LOGO-FIX-150x150.png 150w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/LOGO-FIX-256x255.png 256w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/LOGO-FIX.png 586w " alt="Kelahiran GEN X SWI" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/kelahiran-gen-x-swi/">Kelahiran GEN X SWI</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Tier List Lagu Linkin Park</h2>



<p>Dalam membuat <em>tier list </em>ini, Penulis akan membuatnya per album, dari <em>Hybrid Theory </em>(2000) hingga <em>One More Light </em>(2017). Setelah itu, Penulis akan menghitung skor tiap album untuk menentukan mana urutannya dari yang terabik hingga terburuk.</p>



<p>Dalam membuat <em>tier list</em>, Penulis membuat Tier S hingga Tier E. Hanya ada satu lagu yang ke Tier S, yang menandakan kalau lagu itu menjadi lagu favorit Penulis seumur hidup. Untuk lagu yang selalu masuk ke <em>playlist</em>, akan Penulis masukkan ke dalam Tier A.</p>



<p>Tier B akan berisikan lagu-lagu yang sebenarnya juga masuk ke <em>playlist</em>, tapi terkadang ada perasaan bosan mendengarkannya. Tier C berisi lagu yang sebenarnya cukup favorit, tapi tidak sampai masuk ke dalam <em>playlist.</em></p>



<p>Tier D adalah lagu-lagu yang cukup Penulis hindari, tapi masih oke untuk didengarkan. Tier E atau yang paling rendah berisi lagu yang akan Penulis <em>skip</em>. Ya, walaupun ini Linkin Park, tetap saja ada lagu yang masuk ke dalam kategori tersebut.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga akan memberikan skor untuk setiap Tier, di mana Tier S memiliki skor 5 dan Tier E memiliki skor 0. Dengan demikian, nanti akan jadi ketahuan album mana yang memiliki skor tertinggi (berdasarkan skor akhir dibagi jumlah lagu di album tersebut) versi Penulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Hybrid Theory (2000)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Papercut [Official HD Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/vjVkXlxsO8Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Papercut, Pushing Me Away</li>



<li>B: In the End, A Place for My Head</li>



<li>C: One Step Closer, With You, Crawling, Points of Authority, Runaway, By Myself, Forgotten, Cure for the Itch</li>



<li>D: &#8211; </li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Di album pertama, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></strong></em>, bisa dibilang tidak ada lagu yang tidak bisa didengarkan. Meskipun kebanyakan masuk ke Tier C, album ini mau bagaimanapun menjadi &#8220;perkenalan&#8221; Linkin Park kepada para penggemarnya.</p>



<p>Meskipun hanya dua lagu yang berhasil masuk ke Tier A, Penulis harus menyebutkan kalau lagu &#8220;Papercut&#8221; adalah lagu favoritnya nomor dua dari Linkin Park. Jika ada Tier di antara S dan A, Penulis akan memasukkan lagu ini ke Tier tersebut.</p>



<p><strong>Skor Akhir: 30</strong> <strong>(Rata-Rata: 2,5)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Meteora (2003)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Numb (Official Music Video) [4K UPGRADE] – Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kXYiU_JCYtU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: Numb</li>



<li>A: Don&#8217;t Stay, Somewhere I Belong, Lying from You, Easier to Run, Breaking the Habit, From the Inside</li>



<li>B: Faint, Session</li>



<li>C: Hit the Floor, Figure, Nobody Listening</li>



<li>D: Foreword</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Seperti yang sudah Penulis singgung beberapa kali, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Meteora</a> </strong></em>adalah album favorit Penulis dan menganggapnya sebagai album terbaik sepanjang masa. Album ini juga menjadi satu-satunya yang menyumbangkan lagu dengan Tier S melalui lagu &#8220;Numb.&#8221;</p>



<p>Selain itu, bisa dilihat jika album ini memiliki banyak sekali lagu yang masuk ke dalam Tier A. Sama seperti <em>Hybrid Theory</em>, tidak ada lagu yang tidak enak dari album ini, kecuali &#8220;Foreword&#8221; yang suaranya memang cuma begitu saja.</p>



<p>Hal tersebut membuat skor dari album ini sangat tinggi dibandingkan dengan album-album Linkin Park lainnya.</p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 42</strong> <strong>(Rata-Rata: 3,23)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Minutes to Midnight (2007)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Leave Out All The Rest (Official Music Video) [4K Upgrade] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/yZIummTz9mM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Leave Out All the Rest, Shadow of the Day</li>



<li>B: Given Up, Bleed It Out</li>



<li>C: Wake, What I’ve Done, Hands Held High, No More Sorrow</li>



<li>D: Valentine’s Day, In Between, In Pieces, The Little Things Give You Away</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Sejujurnya, <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a> </em>adalah album yang kurang Penulis sukai. Akan tetapi, ternyata setelah dihitung skornya berdasarkan <em>tier list </em>di atas, skornya masih lumayan tinggi dan di luar ekspektasi.</p>



<p>Pada artikel <em>20 Lagu Terbaik Linkin Park Versi Saya</em>, Penulis hanya meletakkan lagu &#8220;Leave Out All the Rest&#8221; di peringkat 10, di bawah lagu-lagu dari enam album lainnya. Ini menunjukkan kalau sebenarnya album ini memang kurang Penulis sukai, meskipun tidak sampai ada yang masuk ke Tier E.  </p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 26 (Rata-Rata: 2,17)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List A Thousand Suns (2010)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Waiting For The End (Official Music Video) [4K Upgrade] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5qF_qbaWt3Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Waiting for the End</li>



<li>B: The Requiem, Burning in the Skies</li>



<li>C: The Radiance, When They Come for Me, Jornada Del Muerto, Blackout, Iridescent, The Catalyst</li>



<li>D: Empty Space, Robot Boy, Wretches and Kings, Wisdom, Justice, and Love, The Fallout</li>



<li>E: The Messenger</li>
</ul>



<p>Penulis sudah pernah menyebutkan kalau album <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a> </strong></em>menjadi album favoritnya secara konsep, yang nyambung dari depan hingga belakang. Sayangnya, hal tersebut membuat skor album ini cukup jatuh dan menjadi yang terburuk di antara yang lain.</p>



<p>Alasannya, banyak lagu-lagu di album ini yang hanya berfungsi sebagai <em>bridging</em>, bukan sebagai lagu utuh. Memang Penulis suka &#8220;The Requiem,&#8221; tapi yang lain kurang suka. Belum lagi lagu &#8220;The Messenger&#8221; yang benar-benar tidak Penulis sukai.</p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 27 (Rata-Rata: 1,8)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List Living Things (2012)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="CASTLE OF GLASS (Official Music Video) [4K Upgrade] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/ScNNfyq3d_w?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: In My Remains, Lies Greed Misery, Castle of Glass, Road Untraveled, Powerless</li>



<li>B: Until It Breaks</li>



<li>C: Lost in the Echo, Tinfoil</li>



<li>D: Burn It Down, I’ll Be Gone</li>



<li>E: Skin to Bone</li>
</ul>



<p><em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/">Living Things</a> </strong></em>menjadi album yang menyumbangkan lagu di Tier A terbanyak setelah <em>Meteora</em> dengan lima lagu. Hal tersebut membuat album ini memiliki skor yang cukup tinggi, hanya kalah dari dua album pertama Linkin Park.</p>



<p>&#8220;Castle of Glass&#8221; yang menjadi lagu urutan keenam di album ini menjadi lagu favorit Penulis nomor 3. Namun, album ini juga memiliki lagu yang sangat Penulis hindari, yakni &#8220;Skin to Bone.&#8221; </p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 29</strong> <strong>(Rata-Rata:2,42)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List The Hunting Party (2014)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Final Masquerade [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/i8q8fFs3kTM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Rebellion, Final Masquerade</li>



<li>B: Keys to the Kingdom, Wasteland</li>



<li>C: All for Nothing, Guilty All the Same, War, Until It’s Gone.</li>



<li>D: The Summoning</li>



<li>E: Mark the Graves, Drawbar, A Line in the Sand</li>
</ul>



<p>Di antara semua album Linkin Park, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></strong> </em>menjadi penyumbang Tier List E terbanyak. Tiga lagu yang Penulis masukkan ke <em>tier </em>ini benar-benar tidak Penulis sukai dan selalu di-<em>skip </em>jika tiba-tiba muncul di pemutar musiknya.</p>



<p>Hal tersebut sebenarnya cukup Penulis sayangkan, mengingat Penulis sangat menyukai lagu &#8220;Rebellion&#8221; dan &#8220;Final Masquerade.&#8221; Namun, bisa dibilang hanya dua lagu tersebut yang benar-benar Penulis suka dari album ini.</p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 23</strong> <strong>(Rata-Rata: 1,92)</strong></p>



<h3 class="wp-block-heading">Tier List One More Light (2017)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Heavy [Official Music Video] - Linkin Park (feat. Kiiara)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5dmQ3QWpy1Q?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: Heavy</li>



<li>B: One More Light</li>



<li>C: Nobody Can Save Me, Good Goodbye, Talking to Myself, Battle Symphony, Invisible, Sorry for Now, Halfway Right</li>



<li>D: Sharp Edges</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Album terakhir Linkin Park, <em><strong><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a></strong></em>, bisa dibilang sebagai album paling medioker. Sama seperti <em>Hybrid Theory</em>, mayoritas lagu di album ini masuk ke Tier C. Suka enggak, tapi seenggaknya masih oke untuk didengarkan.</p>



<p>Selain itu, sama seperti album <em>A Thousand Suns</em>, hanya ada satu lagu dari album ini yang berhasil masuk ke dalam 20 lagu favorit Linkin Park versi Penulis. Setidaknya, album ini tidak memiliki lagu yang layak untuk masuk ke Tier List E. </p>



<p><strong><strong>Skor </strong>Akhir: 22</strong> (Rata-Rata: 2,2)</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Berdasarkan perhitungan skor dari <em>tier list </em>di atas, maka bisa disimpulkan kalau menurut Penulis album terbaik dari Linkin Park adalah <em>Meteora</em>, dan yang paling buruk adalah <em>A Thousand Suns</em>. Pembaca bisa melihat daftar lengkapnya di bawah ini (diurutkan berdasarkan rata-rata skornya):</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Meteora </strong>&#8211; Bobot Akhir: 42 (Rata-Rata: 3,23)</li>



<li><strong>Hybrid Theory</strong> &#8211; Bobot Akhir: 30 (Rata-Rata: 2,5)</li>



<li><strong>Living Things </strong>&#8211; Bobot Akhir: 29 (Rata-Rata:2,42)</li>



<li><strong>One More Light</strong> &#8211; Bobot Akhir: 22 (Rata-Rata: 2,2)</li>



<li><strong>Minutes to Midnight</strong> &#8211; Bobot Akhir: 26 (Rata-Rata: 2,17)</li>



<li><strong>The Hunting Party</strong> &#8211; Bobot Akhir: 23 (Rata-Rata: 1,92)</li>



<li><strong>A Thousand Suns</strong> &#8211; Bobot Akhir: 27 (Rata-Rata: 1,8)</li>
</ol>



<p>Jika ditotal, maka ada Tier S memiliki 1 lagu, Tier A memiliki 19 lagu, Tier B memiliki 12 lagu, Tier C memiliki 34 lagu, Tier D memiliki 14 lagu, dan Tier E memiliki 5 lagu. Pembaca bisa melihat rekap lengkapnya di bawah ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: Numb</li>



<li>A: Papercut, Pushing Me Away, Don&#8217;t Stay, Somewhere I Belong, Lying from You, Easier to Run, Breaking the Habit, From the Inside, Leave Out All the Rest, Shadow of the Day, Waiting for the End, In My Remains, Lies Greed Misery, Castle of Glass, Road Untraveled, Powerless, Rebellion, Final Masquerade, Heavy</li>



<li>B: In the End, A Place for My Head, Faint, Session, Given Up, Bleed It Out,  The Requiem, Burning in the Skies, Until It Breaks, Keys to the Kingdom, Wasteland, One More Light</li>



<li>C: One Step Closer, With You, Crawling, Points of Authority, Runaway, By Myself, Forgotten, Cure for the Itch, Hit the Floor, Figure, Nobody Listening, Wake, What I’ve Done, Hands Held High, No More Sorrow, The Radiance, When They Come for Me, Jornada Del Muerto, Blackout, Iridescent, The Catalyst, Lost in the Echo, Tinfoil, All for Nothing, Guilty All the Same, War, Until It’s Gone, Nobody Can Save Me, Good Goodbye, Talking to Myself, Battle Symphony, Invisible, Sorry for Now, Halfway Right</li>



<li>D: Foreword, Valentine’s Day, In Between, In Pieces, The Little Things Give You Away, Empty Space, Robot Boy, Wretches and Kings, Wisdom, Justice, and Love, The Fallout, Burn It Down, I’ll Be Gone, The Summoning, Sharp Edges</li>



<li>E: The Messenger, Skin to Bone, Mark the Graves, Drawbar, A Line in the Sand</li>
</ul>



<ul class="wp-block-list"></ul>



<ul class="wp-block-list"></ul>



<p>Kurang lebih seperti itu <em>tier list </em>lagu Linkin Park versi Penulis. Sebenarnya Penulis ingin memasukkan beberapa lagu non-album, tapi ini saja sudah cukup banyak. Mungkin nanti Penulis akan membuat artikel yang khusus membahas lagu-lagu tersebut.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 28 Juni 2024, terinspirasi setelah ingin menulis artikel tentang Linkin Park lagi</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.billboard.com/music/rock/chester-bennington-grey-daze-whats-in-the-eye-8548274/">Billboard</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu Linkin Park Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
