<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Olahraga Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/category/olahraga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/category/olahraga/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Mar 2026 14:55:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>Olahraga Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/category/olahraga/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menatap Keseruan Musim F1 2026 Setelah GP Australia</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/menatap-keseruan-musim-2026-setelah-gp-australia/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/menatap-keseruan-musim-2026-setelah-gp-australia/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2026 07:35:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8566</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah lama dinanti, akhirnya Formula 1 (F1) musim 2026 resmi dimulai. Seperti biasa, tahun ini pun juga dibuka di GP Australia, tepatnya di sirkuit Albert Park, Melbourne. Salah satu alasan utama mengapa musim ini banyak dinanti adalah karena adanya perubahan regulasi besar-besaran yang membuat peta persaingan menjadi sedikit berubah. Walau sudah sedikit terlihat ketika pra-musim, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-keseruan-musim-2026-setelah-gp-australia/">Menatap Keseruan Musim F1 2026 Setelah GP Australia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah lama dinanti, akhirnya Formula 1 (F1) musim 2026 resmi dimulai. Seperti biasa, tahun ini pun juga dibuka di GP Australia, tepatnya di sirkuit Albert Park, Melbourne. </p>



<p>Salah satu alasan utama mengapa musim ini banyak dinanti adalah karena adanya perubahan regulasi besar-besaran yang membuat peta persaingan menjadi sedikit berubah. Walau sudah sedikit terlihat ketika pra-musim, tentu hasil balapan menjadi hal yang lebih ditunggu.</p>



<p>Lantas, setelah GP Australia resmi berakhir beberapa menit lalu, apakah sudah terlihat tim mana yang akan dominan dan siapa yang akan menjadi juara dunia? Yup, sudah sedikit terlihat walau tentu potensi kejutan masih ada.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Kepada-Tuan-dan-Puan-yang-Terhormat-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Kepada-Tuan-dan-Puan-yang-Terhormat-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Kepada-Tuan-dan-Puan-yang-Terhormat-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Kepada-Tuan-dan-Puan-yang-Terhormat-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Kepada-Tuan-dan-Puan-yang-Terhormat-banner.jpg 1200w " alt="Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat&#8230;" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/kepada-tuan-dan-puan-yang-terhormat/">Kepada Tuan dan Puan yang Terhormat&#8230;</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Dominasi Mercedes, Ferrari Kembali Lawak</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8571" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Russell vs Leclerc (<a href="https://www.bbc.com/sport/formula1/articles/c1l72e7mrn4o">BBC</a>)</figcaption></figure>



<p>Regulasi 2026 menjanjikan akan menyajikan lebih banyak aksi <em>overtake</em> dan hal tersebut memang langsung terlihat, setidaknya di 1/3 awal balapan. Duel antara <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/">George Russell</a> vs <a href="https://whathefan.com/olahraga/akhirnya-charles-lelcrec-berhasil-pecahkan-kutukan-monaco/">Charles Leclerc</a></strong> benar-benar seru.</p>



<p>Leclerc memang berhasil langsung tancap gas merebut posisi satu dengan menyalip tiga pembalap sekaligus (termasuk Kimi Antonelli dan Isack Hadjar), tapi Russell juga tidak mau menyerahkan kemenangannya begitu saja.</p>



<p>Di awal-awal balapan, terlihat mereka berduel sengit dan saling gantian menyalip. Hal semacam ini rasanya sudah lama tidak terlihat di beberapa musim terakhir F1. Sayangnya, hal seru tersebut berhenti setelah Virtual Safety Car (VSC) pertama keluar.</p>



<p>VSC keluar setelah Hadjar yang mengalami <em>trouble </em>pada mesinnya, yang membuatnya harus DNF. Mercedes membuat keputusan untuk pit, sedangkan Ferrari memutuskan untuk <em>stay out </em>untuk kedua pembalapnya.</p>



<p>Keputusan ini memang agak <em>gambling </em>karena tampaknya Ferrari mengincar satu kali pit stop. Apalagi, tak lama berselang, VSC kembali keluar setelah Valterri Bottas dari Cadillac juga mengalami permasalahan pada mobilnya.</p>



<p>Nah, harusnya begitu VSC keluar lagi, Ferrari harusnya pit, bukan? Apalagi beberapa pembalap juga memanfaatkan VSC kedua ini. Hanya saja, ini kan Ferrari, jadi ya kadang suka melawak.</p>



<p>Alih-alih langsung pit, mereka justru tidak langsung masuk ke dalam pit. Saat mau masuk ke pit, pintu masuknya malah ditutup karena digunakan untuk mengevakuasi Bottas. Alhasil, Leclerc dan <a href="https://whathefan.com/olahraga/lewis-hamilton-buktikan-bahwa-dirinya-belum-habis/">Lewis Hamilton</a> pun harus pit saat VSC telah usai.</p>



<p>Hal ini pun berhasil dimanfaatkan oleh Mercedes dengan baik dan mereka mampu mengunci podium 1-2. Sementara itu, Leclerc harus puas berada di podium ketiga. Walau apes, setidaknya Ferrari berhasil mengunci posisi 3-4 dan menunjukkan mereka adalah salah satu kandidat juara.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Verstappen Kembali Unjuk Kebolehan, McLaren agak Was-was</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8572" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Verstappen Tetap Solid (<a href="https://www.planetf1.com/news/max-verstappen-australian-gp-start-no-battery-2026-rules-criticism">PlanetF1</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain duel seru antara Mercedes vs Ferrari, hal menarik lainnya dari balapan kemarin adalah <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">Max Verstappen yang mampu bangkit</a></strong>. <em>Start</em> dari posisi 20 karena insiden saat kualifikasi, ia berhasil merangkak naik hingga finis di peringkat ke-6.</p>



<p>Red Bull memang disebut sebagai mobil tercepat ketiga di musim ini setelah Mercedes dan Ferrari. Bahkan seandainya Hadjar tidak mengalami kerusakan pada mobilnya, bisa jadi ia berhasil meraih podium perdana bersama tim barunya.</p>



<p>Verstappen tampaknya akan kembali menunjukkan anomalinya seperti tahun kemarin. Meskipun tidak berada di mobil tercepat, ia tetap merupakan salah satu kandidat juara musim ini.</p>



<p>Sementara itu, <a href="https://whathefan.com/olahraga/asa-mclaren-merebut-gelar-juara-dari-red-bull/">McLaren tampaknya agak kewalahan di musim ini</a>. Setelah dominasi dua musim terakhir, tampaknya mereka bukan lagi kandidat juara di musim ini. Lando Norris memang hebat karena mampu menahan Verstappen, tapi tak cukup cepat untuk menjadi penantang juara.</p>



<p>Nasib apes juga kembali menghampiri pembalap tuan rumah, <a href="https://whathefan.com/olahraga/kemenangan-perdana-yang-awkward-bagi-oscar-piastri-di-formula-1/">Oscar Piastri</a>. Setelah musim kemarin terpelintir di akhir balapan dan hanya finis di peringkat 9, musim ini ia malah gagal <em>start </em>setelah mobilnya mengalami insiden bahkan sebelum balapan dimulai.</p>



<p>(Sebagai tambahan, Hadjar juga <a href="https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/">lagi-lagi gagal finis di GP Australia</a> seperti tahun kemarin)</p>



<h2 class="wp-block-heading">Regulasi Baru: Makin Oke atau Makin Payah?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8573" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/03/Menatap-Keseruan-Musim-2026-Setelah-Menonton-GP-Australia-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jujur, Berpotensi Seru (<a href="https://www.crash.net/f1/live/1044210/f1-australian-gp-live-russell-starts-pole-first-race-2026">Crash.net</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak pra-musim, sudah banyak pembalap yang komplain tentang regulasi baru. Penulis tidak akan menjabarkan detail teknisnya, tapi intinya mobil yang sekarang bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan s<strong>iapa yang paling cerdik melakukan manajemen</strong>.</p>



<p>Jika di regulasi sebelumnya manajemen ban menjadi kunci, maka musim ini kita diperlihatkan bagaimana pembalap juga harus semakin pandai dan perhitungan dalam melakukan manajemen baterai.</p>



<p>Mengingat misi FIA yang ingin semakin <em>go green</em>, maka mobil F1 pun dibuat semakin ramah lingkungan. Bahkan, tak sedikit yang menyebut kalau F1 sekarang adalah Formula E versi premium.</p>



<p>Kecepatan mobil pun menjadi hal yang paling sorot. Dari hasil lap tercepat kualifikasi misalnya, <em>fastest lap </em>musim ini ternyata lebih lambat sekitar 3 detik dibandingkan dengan musim kemarin. </p>



<p>Di balapan tadi, <em>top speed</em>-nya sendiri menyentuh angka <strong>344 km/jam</strong> yang berhasil diraih oleh Franco Colapinto dari Alpine. Sebagai perbandingan, rekor di tahun kemarin adalah 360 km/jam.</p>



<p>Meskipun lebih lambat, janji FIA tentang <strong>lebih banyak aksi <em>overtake</em> </strong>memang terbukti. Selain duel antara Russell vs Leclerc, di belakang pun ada banyak aksi <em>overtake </em>walau memang 1/3 akhir balapan sudah seperti Sunmori.</p>



<p>Dari sisi suara mesin, jujur saja suaranya memang semakin lama semakin tidak enak didengar. Karena Penulis besar dengan suara mesin V10, suara mobil saat ini seperti (mengutip F1 Speed Indonesia) suara mesin <em>fogging</em>.</p>



<p>Memang terlalu dini untuk menilai apakah F1 musim 2026 akan membosankan dengan regulasi baru. Namun, dari GP Australia hari ini, tampaknya kita memang diberi harapan kalau balapan akan jadi lebih seru.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa yang Berpeluang Juara?</h2>



<p>Lantas, siapa yang berpeluang juara? Seperti hasil di pra-musim, <strong>Mercedes memang menjadi tim yang paling kompetitif </strong>dan itu terbukti dari hasil GP Australia. <strong>Russell juga menjadi kandidat terkuat</strong> karena dirinya juga semakin matang.</p>



<p>Sementara itu, Ferrari juga tidak boleh dicoret dari daftar kandidat juara. Selama mereka tidak sering melawak seperti biasanya, bisa jadi tahun ini benar-benar akan menjadi tahun mereka setelah juara terakhir kali pada tahun 2007 silam (nyaris 20 tahun lalu).</p>



<p>Tentu saja jangan lupakan Verstappen, yang tetap menjadi anomali bersama Red Bull. Rasanya ia (bersama Leclerc) akan tetap jadi penantang paling serius dari Russell. Sayang, <a href="https://whathefan.com/olahraga/lando-norris-memang-layak-untuk-menjadi-juara-dunia-2025/">sang juara bertahan</a> tampaknya tak akan mampu mempertahankan gelar juaranya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 8 Maret 2026, terinspirasi setelah menonton GP Australia</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-keseruan-musim-2026-setelah-gp-australia/">Menatap Keseruan Musim F1 2026 Setelah GP Australia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/menatap-keseruan-musim-2026-setelah-gp-australia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menatap Masa Depan Manchester United Bersama Michael Carrick</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-michael-carrick/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-michael-carrick/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 15:05:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[michael carrick]]></category>
		<category><![CDATA[pelatih]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8550</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penggemar Manchester United (MU) di seluruh dunia tampaknya sedang menjalani pekan-pekan yang selalu berbahagia belakangan ini. Semenjak Michael Carrick menggantikan Ruben Amorim, MU masih tak terkalahkan! Dalam enam pertandingan terakhir bersama Carrick, MU berhasil mencatatkan lima kemenangan dan satu kali imbang. Memang fans yang itu gagal potong rambut, tapi setidaknya trennya sudah semakin positif. Catatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-michael-carrick/">Menatap Masa Depan Manchester United Bersama Michael Carrick</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penggemar Manchester United (MU) di seluruh dunia tampaknya sedang menjalani pekan-pekan yang selalu berbahagia belakangan ini. Semenjak Michael Carrick menggantikan <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/">Ruben Amorim</a>, <strong>MU masih tak terkalahkan!</strong></p>



<p>Dalam enam pertandingan terakhir bersama Carrick, MU berhasil mencatatkan <strong>lima kemenangan dan satu kali imbang</strong>. Memang <em>fans </em>yang itu gagal potong rambut, tapi setidaknya trennya sudah semakin positif.</p>



<p>Catatan ini semakin impresif karena di periode pertama Carrick menjadi pelatih interim, ia juga tak terkalahkan dalam tiga laga (dua kali menang dan satu kali imbang). Artinya, selama melatih MU, ia belum pernah kalah.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-membaca-ngomongin-uang-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-membaca-ngomongin-uang-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-membaca-ngomongin-uang-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-membaca-ngomongin-uang-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-membaca-ngomongin-uang-banner.jpg 1200w " alt="[REVIEW] Setelah Membaca Ngomongin Uang" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/">[REVIEW] Setelah Membaca Ngomongin Uang</a></div></div></div><p></p>


<p>Tentu catatan ini membuat banyak penggemar merasa optimis MU akan kembali ke masa jayanya bersama Carrick, walau ada isu kalau ia tak akan diperpanjang setelah musim ini berakhir. </p>



<p>Terlepas dari ketidakpastian itu, mari kita menatap masa depan Manchester United bersama Michael Carrick.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Formasi 4-2-3-1 yang Fluid dan Transisi Cepat</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8555" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Michael Carrick, Mantap! (<a href="https://www.bola.net/inggris/unbeaten-ini-5-perubahan-michael-carrick-yang-diam-diam-bangkitkan-manchester-united-9f4a4c.html">Bola</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu alasan mengapa banyak <em>fans </em>MU yang jengkel ke Amorim adalah betapa ngotot dan keras kepalanya ia dalam memaksakan filosofinya ke dalam tim. Seperti yang kita tahu, sejak bergabung ia menggunakan formasi 3-4-2-1 seperti di Sporting Lisbon.</p>



<p>Masalahnya, dalam beberapa pertandingan kita bisa melihat kalau formasi ini kurang sesuai dengan komposisi pemain yang dimiliki oleh MU. Dalam beberapa pertandingan yang Penulis lihat, para pemain terlihat kesulitan menerapkan strategi yang diinstruksikan Amorim.</p>



<p>Memang pembelian di awal musim ini untuk melengkapi<em> </em>strategi yang ia miliki, tapi tetap saja kurang. Menjelang lengser, memang ia terlihat mulai fleksibel dan tidak memaksakan skemanya lagi, tapi ternyata sudah terlalu terlambat.</p>



<p>Carrick pun datang dan menerapkan formasi tradisional<strong> 4-2-3-1</strong>, yang sebelumnya juga digunakan oleh <a href="https://whathefan.com/olahraga/haruskah-ole-out-iya-ole-harus-out/">Ole Gunnar Solkjaer</a> dan <a href="https://whathefan.com/olahraga/sepertinya-erik-ten-hag-memang-perlu-keluar-dari-manchester-united/">Erik Ten Hag</a>. Nah, Penulis melihat kalau Carrick seolah memadukan strategi dari kedua pelatih tersebut.</p>



<p>Di bawah Ole, <strong>empat pemain depan bermain dengan cukup fluid</strong> dan kerap bertukar posisi. Posisi mereka bisa bergeser-geser sehingga pertahanan lawan pun tampak kesulitan untuk mengantisipasi serangan MU.</p>



<p>Sementara itu di bawah Ten Hag, ia memiliki ambisi untuk menjadikan MU sebagai tim transisi terbaik alias <strong>mampu mengonversi <em>counter attack </em>dengan baik</strong>. Nah, dua hal tersebut kembali dimunculkan oleh Carrick.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Gol ke Gawang Everton, Rangkuman Strategi Carrick</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8556" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Laga Melawan Everton (<a href="https://sport.detik.com/sepakbola/liga-inggris/d-8369599/babak-i-everton-vs-mu-masih-imbang">Detik</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam enam pertandingan ini, Carrick selalu memasang <strong>Bryan Mbuemo</strong> di ujung tombak dan ditopang oleh <strong>Patrick Dorgu/Matheus Cunha</strong>, <strong>Bruno Fernandes</strong>, dan <strong>Amad Diallo</strong>. Keempat pemain ini sangat sering terlihat bertukar posisi di lapangan secara fleksibel.</p>



<p><strong>Benjamin Sesko</strong> memang belum pernah menjadi <em>starting line-up</em>, tapi ia kerap berhasil menjadi <em>super-sub </em>dan mencetak gol penentu. Terakhir, tentu saja ketika laga melawan Everton kemarin yang merupakan hasil dari <em>counter-attack </em>cepat.</p>



<p>Nah, bicara tentang gol melawan Everton kemarin, bisa dibilang gol tersebut merangkum strategi MU di bawah Carrick. Selain lini depan yang fluid dan <em>counter attack </em>yang cepat, kunci MU adalah di <em><strong>long pass</strong></em>.</p>



<p>Gol tersebut bisa tercipta dari umpan panjang Cunha ke Mbuemo, sebelum akhirnya diselesaikan dengan baik oleh Sesko. MU di bawah Carrick memang terlihat cukup sering mengirim umpan panjang ke depan maupun untuk <em>switch play</em>.</p>



<p>Oleh karena itu, <a href="https://whathefan.com/olahraga/badai-cedera-manchester-united-yang-tak-kunjung-berlalu/">kehilangan lagi <strong>Lisandro Martinez</strong></a> merupakan kehilangan besar bagi MU. Pasalnya, bek tersebut memiliki akurasi umpan panjang yang cukup akurat dan tidak ada bek MU lain yang memiliki kemampuan seperti itu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sesko Sebagai Super-Sub</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8554" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Benjamin Sesko (<a href="https://www.goal.com/id/daftar/saya-percaya-pada-diri-saya-sendiri-benjamin-sesko-membicarakan-rekor-golnya-untuk-manchester-united-dan-mengungkapkan-perasaannya-tentang-peran-sebagai-pemain-pengganti-yang-menentukan-setelah-meraih-tiga-poin-di-everton/blt7b37527b0bab4c0d">Goal</a>)</figcaption></figure>



<p>Kembali ke Sesko. Dalam pertandingan di bulan Februari saja, ia sudah berhasil mencetak tiga gol krusial, di mana dua menjadi penentu kemenangan dan menyelamatkan MU dari kekalahan ketika melawan West Ham.</p>



<p>Kekurangan MU di bawah Carrick adalah melawan tim yang menerapkan <em>low block</em>. MU sering terlihat kesulitan menembus pertahanan lawan yang rapat, apalagi Mbuemo sejatinya bukanlah tipe <em>target man</em>.</p>



<p>Nah, Sesko adalah jawaban dari kekurangan tersebut. Penulis tidak tahu apa alasan Carrick tidak memasang Sesko sejak awal ketika berhadapan dengan tim <em>low block</em>, tapi ketika ia masuk, perubahan bisa langsung terlihat.</p>



<p>Sesko sudah mencetak 3 gol sepanjang bulan Februari ini. Sebagai perbandingan, total golnya dari awal musim hingga Januari 2026 hanya 4 gol. Sesko rasanya cocok dengan skema yang dimiliki oleh Carrick.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perubahan Peran Pemain Lainnya</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-4-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8557" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-4-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-4-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-4-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/mu-di-bawah-carrick-4.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kobbie Mainoo (<a href="https://thepeoplesperson.com/2026/02/23/magical-kobbie-mainoo-runs-the-show-again-with-spellbinding-performance-vs-everton-306925/">The People&#8217;s Person</a>)</figcaption></figure>



<p>Berbicara tentang <em>improvement</em>, kita juga harus melihat <strong>Kobbie Mainoo</strong> yang sempat &#8220;disia-siakan&#8221; oleh Amorim karena jarang mendapatkan jam bermain. Di bawah Carrick, ia selalu menjadi langganan <em>lineup</em>.</p>



<p>Karena Carrick menggunakan formasi 4-2-3-1, tentu dibutuhkan <em>double pivot </em>untuk menemani Casemiro. Mengingat Manuel Ugarte kurang sip, tentu Mainoo adalah opsi tersisa dan untungnya ia bisa menjawab tantangan tersebut.</p>



<p><strong>Fernandes</strong> juga akhirnya dikembalikan ke posisi aslinya sebagai pemain nomor 10. Di bawah Amorim, ia kerap bermain lebih mundur atau sedikit ke kiri, sehingga terlihat kurang mampu berperan sebagai <em>playmaker</em>.</p>



<p>Jangan lupakan juga performa luar biasa <strong>Senne Lammens</strong> yang kerap melakukan penyelamatan krusial. Penulis awalnya sempat meragukannya, tapi ia menunjukkan kapabilitasnya sebagai kiper top yang jauh lebih baik dari Andre Onana.</p>



<p>Pemain lain yang berubah posisi adalah <strong>Luke Shaw</strong>, yang sebelumnya sering dijadikan sebagai CB oleh Amorim. Ia kembali ke posisinya semula sebagai LB, sedangkan Dorgu yang juga berposisi sama dimajukan menjadi LM.</p>



<p>Nah, seandainya Dorgu sudah kembali fit, tentu Carrick akan pusing dalam menentukan pemain utamanya karena Cunha juga menunjukkan performa yang oke. Hanya saja, itu juga patut disyukuri karena artinya MU mulai punya kedalaman skuad yang baik.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Jika MU mampu bermain baik terus seperti ini, maka slot Liga Champions seharusnya bisa diamankan setelah musim ini tidak berlaga di turnamen Eropa mana pun. </p>



<p>Tentu masih PR yang harus dikerjakan Carrick apabila ia diperpanjang oleh manajemen MU, terutama mencari pengganti <a href="https://whathefan.com/olahraga/laki-laki-harus-berani-cari-tantangan-seperti-casemiro-shap/">Casemiro</a> yang kontraknya habis. Setidaknya, untuk saat ini, Penulis ingin menikmat masa &#8220;bulan madu&#8221; MU bersama Carrick.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 25 Februari 2026, terinspirasi setelah menonton Manchester United tak terkalahkan selama 10 pertandingan terakhir</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-michael-carrick/">Menatap Masa Depan Manchester United Bersama Michael Carrick</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-michael-carrick/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“Saya Kira Situasi Membaik, Saya Kira Kondisi yang Sekarang Ini Sudah Cukup&#8221;</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/saya-kira-situasi-membaik-saya-kira-kondisi-yang-sekarang-ini-sudah-cukup/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/saya-kira-situasi-membaik-saya-kira-kondisi-yang-sekarang-ini-sudah-cukup/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 18 Dec 2025 16:14:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8504</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bulan Desember ini rasanya tidak ramah bagi pendukung Manchester United (MU). Pasalnya, banyak sekali pertandingan MU yang dimainkan pukul 3 pagi waktu Indonesia Barat. Iya kalau menang, kalau seri atau kalah jadi terasa sia-sia bangun sepagi itu. Salah satu pertandingan yang baru saja usai adalah saat menjamu Bournemouth, yang berlangsung pada hari Selasa (16/12) kemarin. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/saya-kira-situasi-membaik-saya-kira-kondisi-yang-sekarang-ini-sudah-cukup/">“Saya Kira Situasi Membaik, Saya Kira Kondisi yang Sekarang Ini Sudah Cukup&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Bulan Desember ini rasanya tidak ramah bagi pendukung <a href="https://whathefan.com/olahraga/apakah-manchester-united-benar-benar-telah-menjadi-klub-terkutuk/">Manchester United (MU)</a>. Pasalnya, banyak sekali pertandingan MU yang dimainkan pukul 3 pagi waktu Indonesia Barat. Iya kalau menang, kalau seri atau kalah jadi terasa sia-sia bangun sepagi itu.</p>



<p>Salah satu pertandingan yang baru saja usai adalah saat menjamu Bournemouth, yang berlangsung pada hari Selasa (16/12) kemarin. Pertandingan yang berlangsung dramatis tersebut harus berakhir imbang dengan skor fantastis, 4-4.</p>



<p>Mungkin banyak pendukung (termasuk Penulis) MU yang merasa bahwa situasi tim saat ini sudah membaik. Setelah mengalami musim neraka sebelumnya, kondisi yang ada sekarang jelas terasa sudah cukup, setidaknya untuk menghindari <em>bully </em>dari pendukung tim lain.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri-banner.jpg 1280w " alt="Pernah Terpikir untuk Bunuh Diri?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/renungan/pernah-terpikir-untuk-bunuh-diri/">Pernah Terpikir untuk Bunuh Diri?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Evaluasi Singkat Pertandingan Melawan Bournemouth</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Saya-Kira-Situasi-Membaik-Saya-Kira-Kondisi-yang-Sekarang-Ini-Sudah-Cukup-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8508" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Saya-Kira-Situasi-Membaik-Saya-Kira-Kondisi-yang-Sekarang-Ini-Sudah-Cukup-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Saya-Kira-Situasi-Membaik-Saya-Kira-Kondisi-yang-Sekarang-Ini-Sudah-Cukup-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Saya-Kira-Situasi-Membaik-Saya-Kira-Kondisi-yang-Sekarang-Ini-Sudah-Cukup-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Saya-Kira-Situasi-Membaik-Saya-Kira-Kondisi-yang-Sekarang-Ini-Sudah-Cukup-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Pertahanan Masih Banyak PR (via <a href="https://metrodaily.jawapos.com/olahraga/2356964562/mu-vs-bournemouth-berakhir-4-4-drama-delapan-gol-guncang-old-trafford">Metro Daily</a>)</figcaption></figure>



<p>Mengingat <a href="https://whathefan.com/olahraga/sudah-tak-tahu-lagi-apa-yang-harus-diubah-dari-tim-ini/">MU sekarang sering dianggap sebagai klub papan tengah</a>, Bournemouth adalah salah satu lawan yang membuat kami sering merasa <em>deg-degan</em>. Pasalnya, klub tersebut cukup rajin membobol gawang MU, bahkan pernah dua kali menang 3-0 di Old Trafford di musim 23/24 dan 24/25.</p>



<p>Musim ini, Bournemouth berhasil menjebol empat gol di Old Trafford, yang untungnya MU juga bisa mencetak jumlah gol yang sama. Pertandingan tersebut memang bagaikan sebuah <em>roller coaster</em>, dari 1-0, 1-1, 2-1, 2-2, 2-3, 3-3, 4-3, hingga akhirnya 4-4.</p>



<p>Terlepas dari hasilnya, sebenarnya Penulis melihat kalau MU memiliki progres yang terlihat. Dalam pertandingan kemarin contohnya, lini penyerangan MU terlihat lebih berbahaya dan berhasil mencatatkan banyak peluang hingga 25 tembakan (17 di antaranya di babak pertama).</p>



<p>Namun, serangan yang banyak tersebut nyatanya jadi sia-sia karena banyak <em>finisihing </em>yang kurang klinis. Mbuemo yang biasanya moncer terlihat agar kurang kemarin, karena beberapa kali membuang peluang emas di depan gawang. MU sejatinya bisa mencetak lebih dari empat gol.</p>



<p>Setidaknya, pola serangan MU jadi lebih jelas dan enak untuk ditonton, beda dengan musim lalu yang kayak enggak jelas mau bermain seperti apa. <em>Set piece </em>MU juga makin tajam, di mana musim ini telah mencetak 11 gol dari kondisi ini.</p>



<p>Sisi pertahanan pun patut disorot. Kebobolan 10 dalam tiga laga terakhir ketika menjamu Bournemouth di kandang jelas bukan raihan yang impresif. Memang, ada yang mengatakan bahwa tidak apa-apa kebobolan empat, asal bisa mencetak lima. Masalahnya MU hanya bisa mencetak empat.</p>



<p>Dari sisi kiper, Lammens yang menggantikan Onana berhasil melakukan beberapa penyelamatan krusial terutama di menit-menit akhir. Hanya saja, ia juga melakukan kesalahan ketika telat melompat saat Bournemouth mendapatkan tendangan bebas di depan gawang.</p>



<p>Amorim menurunkan dua bek muda pada pertandingan kemarin, yakni Yoro dan Heaven, karena <a href="https://whathefan.com/olahraga/mental-baja-ala-harry-maguire/">Maguire</a> dan De Light masih berhalangan untuk tampil. Mereka berdua tampil cukup solid, bahkan mungkin lebih baik dari Shaw yang kemarin sempat kehilangan bola dan berujung kebobolan.</p>



<p>Jika disimpulkan, musim ini para pemain MU tampak sudah mulai <em>nyetel </em>dengan formasi 3-4-2-1 yang menjadi andalan Amorim. Tak hanya itu, sang pelatih juga tampaknya mendengarkan masukan dan mulai mengubah sedikit strateginya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perubahan Strategi Amorim</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Saya-Kira-Situasi-Membaik-Saya-Kira-Kondisi-yang-Sekarang-Ini-Sudah-Cukup-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8509" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Saya-Kira-Situasi-Membaik-Saya-Kira-Kondisi-yang-Sekarang-Ini-Sudah-Cukup-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Saya-Kira-Situasi-Membaik-Saya-Kira-Kondisi-yang-Sekarang-Ini-Sudah-Cukup-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Saya-Kira-Situasi-Membaik-Saya-Kira-Kondisi-yang-Sekarang-Ini-Sudah-Cukup-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Saya-Kira-Situasi-Membaik-Saya-Kira-Kondisi-yang-Sekarang-Ini-Sudah-Cukup-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jadi Lebih Menyerang (via <a href="https://www.bola.net/inggris/hasil-man-united-vs-bournemouth-drama-8-gol-di-old-trafford-berakhir-tanpa-pemenang-c3f1a3.html">Bola</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak menangani MU, <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/">Ruben Amorim dan strateginya kerap disorot</a>. Dengan status sebagai manajer terburuk setelah era <a href="https://whathefan.com/olahraga/merindukan-sentuhan-sir-alex/">Sir Alex Ferguson</a>, banyak yang menganggap formasi 3-4-2-1 yang ia usung tak cocok untuk MU.</p>



<p>Amorim tak menyerah begitu saja pada filosofinya, lantas ia mendatangkan tiga pemain baru agar strateginya bisa lebih jalan. Hal tersebut memang terlihat karena MU jelas lebih moncer dibandingkan setengah musim lalu. </p>



<p>Satu hal yang paling terlihat dari pertandingan kemarin adalah perubahan strategi dari Amorim. Melansir dari tulisan analis Alex Keble, Amorim mencoba bereksperimen dengan empat bek “palsu”, dengan Yoro main di sisi kanan.</p>



<p>Dengan demikian, posisi Diallo yang di atas kertas merupakan bek sayap kanan bisa lebih maju untuk membantu lini penyerangan. Ia bersama Mbuemo, Mount, dan Fernandes menjadi pemain yang menyokong Cunha yang kemarin dipasang sebagai <em>false 9</em>.</p>



<p>Sementara itu, Casemiro diplot sebagai penghubung antara lini depan dan lini belakang, alias menjadi penyeimbang. Jadi, walau di atas kertas posisi MU 3-4-2-1, di lapangan bisa berubah seperti 4-1-4-1.</p>



<p>Jika Dalot ikut menyerang, maka formasinya akan bisa berubah menjadi 3-1-1-5, di mana Fernandes yang akan menjadi pengatur serangan dengan memanfaatkan <em>overload </em>pemain di depan. Namun, tentu pola ini sangat rentan terkena serangan balik.</p>



<p>Ketika tertinggal, MU berubah formasi menjadi 4-2-4 di mana Sesko dimasukkan. Strategi ini sempat berhasil karena berhasil membuat MU berbalik unggul. Sayangnya, Amorim tidak segera mengubah formasi menjadi lebih defensif sehingga MU kembali kebobolan.</p>



<p>Perubahan strategi ini memang terlihat berhasil karena MU bisa mencetak gol banyak. Meskipun Sesko masih sering terlihat enggak ngapain-ngapain dan Mount inkonsisten, setidaknya permainan Cunha, Mbuemo, dan Diallo bisa memberikan harapan.</p>



<p>Satu hal lain yang perlu dicatat adalah bagaimana pemain MU tidak terlalu terpatok pada posisinya, sehingga alur serangan terlihat sangat fluid. Dalot tiba-tiba bisa di tengah, Cunha sering turun ke dalam untuk jemput bola, Mount kerap melebar, dan seterusnya.</p>



<p>Di sisi lain, strategi tersebut menimbulkan celah yang cukup lebar di belakang. Selain <a href="https://whathefan.com/olahraga/laki-laki-harus-berani-cari-tantangan-seperti-casemiro-shap/">Casemiro</a> yang harus <em>cover </em>banyak area, jarak antarbek pun cukup lebar dan celah tersebut kerap dimanfaatkan.</p>



<p>Dalam pertandingan kemarin, bisa dilihat ketika situasi bola berhasil direbut ketika sedang <em>build up </em>serangan, pemain MU terlihat kewalahan dalam menjaga pemain lawan sekaligus menutup area agar tidak dieksploitasi. Casemiro bahkan sampai melakukan pelanggaran yang berujung gol.</p>



<p>Memang ada faktor pengalaman, mengingat Yoro dan Heaven bahkan belum berusia 20 tahun. Jika De Ligt dan Maguire telah kembali (dan Martinez telah menemukan kembali performa terbaiknya), strategi ini terlihat sangat menjanjikan.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Jika melihat sekarang, memang situasinya terlihat lebih baik. Bertengger di peringkat enam setelah musim lalu finis di peringkat 15 jelas membuat kami merasa senang. Padahal, dalam tujuh pertandingan terakhir, MU hanya bisa menang dua kali. Sungguh keajaiban.</p>



<p>Namun, bukan berarti kondisi tim sudah membaik secara menyeluruh. Masih ada banyak PR yang harus diselesaikan agar tim setan merah ini bisa segera kembali ke jajaran tim top Eropa dan agar Frank Ilett segera memotong rambutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 18 Desember 2025, terinspirasi setelah menonton pertandingan antara MU vs Bournemouth</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://bola.kompas.com/read/2025/12/16/05065378/hasil-man-united-vs-bournemouth-4-4-drama-delapan-gol-di-old-trafford">Kompas Bola</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=kjcAkPuUFO8">Analisis Banyak Gol &amp; Kebobolan Manchester United | Lubang di Sistem 3 Bek Amorim &#8211; Ruang Taktik</a></li>



<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=PbsCamOunrw">Why Man United Just Had Their Best Performance Under Ruben Amorim &#8211; The Adam Clery Football Channel</a></li>



<li><a href="https://www.premierleague.com/en/news/4509691/manchester-united-4-4-bournemouth-post-match-analysis">Chaos at Old Trafford: Attacks reign in 4-4 draw for the ages &#8211; Premier League</a></li>



<li><a href="https://www.11v11.com/teams/manchester-united/tab/opposingTeams/opposition/AFC%20Bournemouth/">Manchester United football club: record v AFC Bournemouth &#8211; 11vs11</a></li>



<li><a href="https://www.si.com/soccer/man-utd-player-ratings-vs-bournemouth-12-15-25">Man Utd Player Ratings vs. Bournemouth: Breathless Goal-Fest Leaves Both Teams Unhappy &#8211; Sports Ilustrated</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/saya-kira-situasi-membaik-saya-kira-kondisi-yang-sekarang-ini-sudah-cukup/">“Saya Kira Situasi Membaik, Saya Kira Kondisi yang Sekarang Ini Sudah Cukup&#8221;</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/saya-kira-situasi-membaik-saya-kira-kondisi-yang-sekarang-ini-sudah-cukup/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lando Norris Memang Layak untuk Menjadi Juara Dunia 2025</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/lando-norris-memang-layak-untuk-menjadi-juara-dunia-2025/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/lando-norris-memang-layak-untuk-menjadi-juara-dunia-2025/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2025 15:38:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[F1]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Lando Norris]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[McLaren]]></category>
		<category><![CDATA[Oscar Piastri]]></category>
		<category><![CDATA[Redbull]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8462</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika baru dimulai, banyak yang merasa kalau musim Formula 1 (F1) 2025 akan terasa membosankan. Dominasi McLaren dari akhir 2024 berhasil dipertahankan, sehingga siapa yang akan menjadi juara sudah bisa ditebak. Apalagi, musim ini akan menjadi musim terakhir sebelum tahun depan akan berganti regulasi yang benar-benar baru. Belum ada yang bisa menebak siapa yang akan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/lando-norris-memang-layak-untuk-menjadi-juara-dunia-2025/">Lando Norris Memang Layak untuk Menjadi Juara Dunia 2025</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika baru dimulai, banyak yang merasa kalau musim Formula 1 (F1) 2025 akan terasa membosankan. Dominasi McLaren dari akhir 2024 berhasil dipertahankan, sehingga siapa yang akan menjadi juara sudah bisa ditebak.</p>



<p>Apalagi, musim ini akan menjadi musim terakhir sebelum tahun depan akan berganti regulasi yang benar-benar baru. Belum ada yang bisa menebak siapa yang akan dominan di musim depan, apalagi dengan jumlah tim yang bertambah menjadi 11.</p>



<p>Namun, siapa sangka kalau ternyata musim ini masih bisa terasa seru bahkan hingga balapan terakhir di Abu Dhabi. Memang, prediksi banyak orang terbukti dengan <strong>McLaren </strong>dan L<strong>ando Norris</strong> berhasil menjadi juara. Namun, perjalanan menuju juara tak semulus yang terlihat.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlett-bullet-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlett-bullet-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlett-bullet-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlett-bullet-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlett-bullet-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton Detective Conan: The Scarlet Bullet" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/animekomik/setelah-menonton-detective-conan-the-scarlet-bullet/">Setelah Menonton Detective Conan: The Scarlet Bullet</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Dominasi McLaren Sejak Awal Musim</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Siapa-yang-Menyangka-Kalau-F1-Musim-2025-akan-Seseru-Ini-a-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8464" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Siapa-yang-Menyangka-Kalau-F1-Musim-2025-akan-Seseru-Ini-a-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Siapa-yang-Menyangka-Kalau-F1-Musim-2025-akan-Seseru-Ini-a-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Siapa-yang-Menyangka-Kalau-F1-Musim-2025-akan-Seseru-Ini-a-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Siapa-yang-Menyangka-Kalau-F1-Musim-2025-akan-Seseru-Ini-a.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Verstappen vs McLaren (via <a href="https://www.planetf1.com/news/mclaren-warn-full-consequences-awaiting-red-bull-in-f1-2025-season">Planet F1</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak awal musim, kita bisa melihat kalau <strong>McLaren </strong>tampaknya akan berhasil mempertahankan gelar juara konstruktornya. Dari pra-musim di Bahrain saja, <em>pace </em>mereka sudah terlihat sangat kencang hingga banyak yang menyebut mereka menggunakan mesin roket. Tinggal melihat, siapakah di antara <strong>Lando Norris</strong> dan <a href="https://whathefan.com/olahraga/rasanya-oscar-piastri-suatu-saat-akan-jadi-juara-dunia/"><strong>Oscar Piastri</strong></a> yang akan menjadi juara.</p>



<p>Di sisi lain, <strong>Max Verstappen</strong> bersama <strong>Red Bull </strong>terlihat cukup kesulitan mengimbangi performa duo Mclaren. Julukan &#8220;mobil traktor&#8221; pun sampai muncul. Bahkan, Liam Lawson yang menjadi pengganti Sergio Perez hanya bertahan dua balapan sebelum turun ke Racing Bulls dan digantikan oleh Yuki Tsunoda.</p>



<p>Buruknya performa Red Bull juga diperparah dengan masalah internal tim. Seperti yang kita tahu, di pertengahan musim, <strong>Christian Horner </strong>selaku Team Principal Red Bull selama 20 tahun terakhir didepak pada tanggal 9 Juli 2025 dan digantikan oleh <strong>Laurent Mekies</strong>.</p>



<p>Sementara itu, tim-tim lain juga tampak biasa saja. Mercedes harus kehilangan <a href="https://whathefan.com/olahraga/lewis-hamilton-buktikan-bahwa-dirinya-belum-habis/">Lewis Hamilton</a> yang hijrah ke Ferrari dan mendebutkan Kimi Antonelli . <a href="https://whathefan.com/olahraga/akhirnya-charles-lelcrec-berhasil-pecahkan-kutukan-monaco/">Ferrari ya begitu-begitu saja</a>, susah untuk diharapkan, walau sudah kedatangan juara dunia tujuh kali.</p>



<p>Pada balapan pertama di Australia, Norris berhasil mengunci kemenangan. Verstappen secara mengejutkan berhasil mengunci posisi kedua, sedangkan Piastri harus kehilangan banyak posisi akibat kesalahan yang ia lakukan.</p>



<p>Walau begitu, Piastri berhasil bangkit dengan meraih kemenangan di China. Bahkan, setelah kemenangan Verstappen di Jepang, ia berhasil mencetak <strong>tiga kemenangan beruntun</strong> di Bahrain, Arab Saudi, dan Miami. Ia pun berhasil mengudeta Norris di puncak klasemen dan berhasil bertahan selama beberapa bulan.</p>



<p>Setelah itu, praktis Norris dan Piastri bergantian menang hingga Belanda, dengan George Russel berhasil mencuri satu kemenangan di Kanada. Norris berhasil menang di Monaco, Austria, Inggris, dan Hungaria. Sementara itu, Piastri menambah kemenangan di Spanyol, Belgia, dan Belanda.</p>



<p>Bagaimana dengan Verstappen? Bisa dibilang ini adalah fase tersuramnya di musim 2025. Setelah kemenangan di Italia, ia hanya <strong>dua kali naik ke podium</strong>, yakni di Kanada dan Belanda. Keduanya sama-sama juara dua, tidak ada satu pun kemenangan yang ia raih.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Comeback Epik Verstappen dan Menurunnya Performa Piastri</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-a-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8465" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-a-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-a-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-a-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-a.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Verstappen dan Piastri (via <a href="https://www.formula1.com/en/latest/article/thats-what-you-need-to-fight-for-a-championship-verstappen-praises-piastris.MxUBnI2vfkN8IJH8YBncI">F1</a>)</figcaption></figure>



<p>Dipecatnya Horner terbukti ampuh dalam memperbaiki performa tim. Di bawah arah Mekies, perlahan Verstappen dan Red Bull kembali menunjukkan raihan impresif. Sejak di Belanda, ia <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">berhasil selalu raih podium!</a></strong></p>



<p>Di pertengahan musim, ketika Piastri sedang menjadi pemuncak klasemen, jarak Verstappen mencapai<strong> 104 poin</strong>. Oleh karena itu, sebuah raihan yang luar biasa ia berhasil mengejar ketertinggalan tersebut hingga<strong> hanya dua poin saja</strong> di akhir musim!</p>



<p>Dari 10 balapan terakhir di musim ini, Verstappen juga berhasil meraih enam kemenangan. Bahkan, jumlah kemenangannya di musim ini (8) berhasil mengungguli Norris dan Piastri yang sama-sama mengoleksi 7 kemenangan.</p>



<p>Lantas, apa yang terjadi dengan Piastri? Itu menjadi banyak pertanyaan orang. Sejak juara di Belanda, <strong>Piastri gagal meraih satu pun kemenangan</strong>. Ia hanya berhasil tiga kali podium di Italia, Qatar, dan Abu Dhabi. Selebihnya, ia hanya finis di peringkat 4-5 saja.</p>



<p>Hal ini makin diperparah dengan kegagalan finisnya di Azerbaijan dan diskualifikasi di Las Vegas. Meskipun ia di paruh awal musim konsisten naik podium, menurunnya performa di musim kedua jelas menjadi alasan utama mengapa ia kehilangan gelar juara dunia.</p>



<p>Banyak yang menganggap penurunan performa Piastri disebabkan oleh adanya <strong>kecenderungan tim yang lebih memprioritaskan Norris</strong>. Ada juga yang menganggap Piastri<strong> belum memiliki mental juara</strong>, mengingat ini baru musim ketiganya di F1.</p>



<p>Walau begitu, kita harus bersyukur karena kedua pembalap tersebut telah membuat musim ini menjadi lebih seru. Sudah lama tidak ada penentuan juara hingga balapan terakhir (terakhir musim 2021, Verstappen vs Hamilton), lebih lama lagi tidak ada gelar juara yang direbutkan oleh lebih dari dua pembalap (terakhir 2010, Alonso vs Webber vs Vettel vs Hamilton).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Konsistensi Jadi Kunci Lando Norris Juara Dunia</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-b-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8466" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-b-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-b-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-b-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/12/Lando-Norris-Memang-Layak-untuk-Menjadi-Juara-Dunia-2025-b.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Memang Layak untuk Juara (via <a href="https://www.independent.co.uk/f1/lando-norris-f1-title-standings-2025-max-verstappen-abu-dhabi-gp-b2879700.html">The Independent</a>)</figcaption></figure>



<p>Bisa dilihat kalau Piastri bagus di paruh musim pertama, sedangkan Verstappen &#8220;ngamuk&#8221; di paruh musim kedua. Di saat saingan-saingan terdekatnya inkonsisten, Norris berhasil <strong>menunjukkan performa konsisten</strong> yang membuatnya layak menjadi juara dunia.</p>



<p>Sejatinya, Norris bukan tanpa celah di musim ini. Bahkan, ia gagal finis hingga tiga kali, yakni di Kanada karena kesalahannya, di Belanda karena masalah dengan mobilnya, dan di Las Vegas karena diskualifikasi setelah balapan.</p>



<p>Sebagai perbandingan, Piastri gagal finis dua kali di musim ini, sedangkan Verstappen hanya gagal finis di Austria. Secara matematis, harusnya Norris menjadi pembalap yang paling sering kehilangan poin. Namun, bukan hal itu yang terjadi.</p>



<p>Dari 21 balapan ketika ia berhasil finis, <strong>hanya sekali ia terlempar dari empat besar</strong>, yakni ketika di Azerbaijan ketika ia hanya finis di posisi 7. Selebihnya, ia selalu konsisten masuk minimal 4 besar, dengan rincian sebagai berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Juara 1: 7 kali</li>



<li>Juara 2: 8 kali</li>



<li>Juara 3: 3 kali</li>



<li>Juara 4: 2 kali</li>
</ul>



<p>Bisa dilihat, total ia berhasil <strong>naik ke podium hingga 18 kali </strong>dari 24 balapan yang ada di musim ini. Piastri hanya 16 kali, sedangkan Verstappen berhasil naih podium 15 kali. Jangan lupa, kedua pembalap juga cukup sering terlempar dari 5 besar.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis tidak sepakat dengan argumen penggemar yang mengatakan kalau Norris tidak layak untuk menjadi juara dunia. Dengan data di atas, berhasil dibuktikan kalau <strong>Norris memang menjadi pembalap paling konsisten di tahun 2025</strong> ini.</p>



<p>Sekarang tinggal menantikan, apakah konsistensi ini berhasil ia lanjutkan di musim 2026 mendatang, di mana semua pembalap akan memulai dari nol berkat regulasi baru. Apakah ia berhasil mempertahankan nomor 1 di mobilnya, atau justru direbut oleh pembalap lain?</p>



<p><em>Enaknya jadi penonton F1 tanpa ada tim atau pembalap yang didukung ternyata seperti ini, mau mengomentari apa pun terasa ringan tanpa beban&#8230;</em></p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 8 Desember 2025, terinspirasi setelah menyaksikan momen ketika Lando Norris menjadi juara dunia</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.msn.com/en-ae/sports/other/lando-norris-wins-world-title-after-finishing-third-in-abu-dhabi-gp/ar-AA1RSFXj">MSN</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/lando-norris-memang-layak-untuk-menjadi-juara-dunia-2025/">Lando Norris Memang Layak untuk Menjadi Juara Dunia 2025</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/lando-norris-memang-layak-untuk-menjadi-juara-dunia-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kita Selalu Senang Jika Ada Pembalap yang Raih Podium Perdana</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/kita-selalu-senang-jika-ada-pembalap-baru-yang-raih-podium-perdana/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/kita-selalu-senang-jika-ada-pembalap-baru-yang-raih-podium-perdana/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2025 14:43:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[isack hadjar]]></category>
		<category><![CDATA[kimi antonelli]]></category>
		<category><![CDATA[niko hulkenberg]]></category>
		<category><![CDATA[oliver bearman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8418</guid>

					<description><![CDATA[<p>GP Meksiko yang berlangsung pada hari Minggu (26/10) kemarin berlangsung cukup seru dan penuh drama. Lando Norris memang berhasil menjadi juara sekaligus menyalip Oscar Piastri di klasemen, tapi di belakangnya ada banyak hal yang terjadi. Penulis tidak akan membahas satu-satu, tapi hanya ingin mengutarakan perasaan &#8220;aduh sedikit lagi&#8221; kepada Oliver Bearman, pembalap rookie dari Haas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kita-selalu-senang-jika-ada-pembalap-baru-yang-raih-podium-perdana/">Kita Selalu Senang Jika Ada Pembalap yang Raih Podium Perdana</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>GP Meksiko yang berlangsung pada hari Minggu (26/10) kemarin berlangsung cukup seru dan penuh drama. Lando Norris memang berhasil menjadi juara sekaligus menyalip <a href="https://whathefan.com/olahraga/rasanya-oscar-piastri-suatu-saat-akan-jadi-juara-dunia/">Oscar Piastri</a> di klasemen, tapi di belakangnya ada banyak hal yang terjadi.</p>



<p>Penulis tidak akan membahas satu-satu, tapi hanya ingin mengutarakan perasaan &#8220;aduh sedikit lagi&#8221; kepada <strong>Oliver Bearman</strong>, pembalap <em>rookie </em>dari Haas yang nyaris saja meraih podium perdananya (sekaligus podium perdana Haas sebagai tim).</p>



<p>Sepanjang balapan, ia yang <em>start </em>dari peringkat 10 berhasil berada di posisi empat cukup lama. Banyak yang sudah berharap ia akan podium, karena Lewis Hamilton terkena penalti 10 detik. Sayangnya, ia kalah strategi dari Max Verstappen yang berhasil merebut podium.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/koleksi-board-game-4-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/koleksi-board-game-4-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/koleksi-board-game-4-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/koleksi-board-game-4-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/koleksi-board-game-4-banner.jpg 1280w " alt="Koleksi Board Game #4: Carcassonne" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-4-carcassonne/">Koleksi Board Game #4: Carcassonne</a></div></div></div><p></p>


<p>Seandainya saja Bearman berhasil podium, maka ia akan menjadi pembalap &#8220;baru&#8221; selanjutnya yang akan merasakan bagaimana berdiri di atas podium F1 untuk pertama kalinya. Musim 2025 ini memang seolah menjadi ajang<em> </em>para <em>rookie </em>(dan satu veteran) untuk merasakan nikmatnya podium.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Siapa Saja Pembalap Baru yang Naik Podium?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/10/Kita-Selalu-Senang-Jika-Ada-Pembalap-Baru-yang-Raih-Podium-Perdana-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8425" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/10/Kita-Selalu-Senang-Jika-Ada-Pembalap-Baru-yang-Raih-Podium-Perdana-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/10/Kita-Selalu-Senang-Jika-Ada-Pembalap-Baru-yang-Raih-Podium-Perdana-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/10/Kita-Selalu-Senang-Jika-Ada-Pembalap-Baru-yang-Raih-Podium-Perdana-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/10/Kita-Selalu-Senang-Jika-Ada-Pembalap-Baru-yang-Raih-Podium-Perdana-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kimi Antonelli (<a href="https://www.straitstimes.com/sport/formula-one/kimi-antonellis-formula-one-podium-debut-likely-to-be-first-of-many">Straits Times</a>)</figcaption></figure>



<p>Di awal musim, persaingan seolah mengerucut antara duo McLaren melawan Verstappen saja. Hal itu terbukti dengan persaingan gelar juara pembalap saat ini, di mana mereka bertiga masih saling mengejar. Apalagi, McLaren telah mengunci gelar juara konstruktor.</p>



<p>Selain mereka, hanya ada dua pembalap yang bisa rutin naik ke podium, yakni <a href="https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/">George Russel</a> (Mercedes) dan <a href="https://whathefan.com/olahraga/akhirnya-charles-lelcrec-berhasil-pecahkan-kutukan-monaco/">Charles Leclerc</a> (Ferrari). Mantan juara dunia 7 kali, <a href="https://whathefan.com/olahraga/lewis-hamilton-buktikan-bahwa-dirinya-belum-habis/">Lewis Hamilton</a>, masih berusaha untuk meraih podium perdana bersama tim barunya, Ferrari.</p>



<p>Walaupun peserta podium terkesan monoton, setidaknya ada beberapa nama baru yang berhasil meraih podium perdananya. Ada juga pembalap yang berhasil meraih podium perdana bersama tim barunya (bukan, bukan Hamilton), dan kebetulan podium ketiga semua.</p>



<p>Yang pertama ada <strong>Kimi Antonelli</strong> dari Mercedes, yang juga merupakan pembalap paling muda di <em>grid</em> (kelahiran 2006, seumuran sama <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/">Carmen H2H</a>). Ia berhasil meraih podium perdananya di GP Kanada, ketika rekan setimnya berhasil menjadi juara.</p>



<p>Selanjutnya ada pembalap veteran <strong>Niko Hulkenberg</strong> dari Kick Sauber. Setelah 239 balapan tanpa pernah sekalipun podium, ia berhail meraihnya di GP Inggris secara spektakuler. Bahkan, ada banyak momen lucu karena itu adalah pengalaman pertamanya!</p>



<p><em>Rookie </em>selanjutnya yang berhasil meraih podium adalah <strong>Isack Hadjar</strong> dari Racing Bull. Ia berhasil meraih podium perdananya di GP Belanda setelah menjalani balapan yang spektakuler. Bisa dibilang, <em>rookie </em>tahun ini memang banyak yang menjanjikan.</p>



<p>Nah, nama terakhir yang &#8220;baru&#8221; mencicipi podium bersama tim barunya adalah <strong>Carlos Sainz Jr</strong>. bersama William. Tentu Sainz sudah cukup kenyang meraih podium, bahkan memenangkan balapan, tapi meraihnya bersama tim baru tentu tetap terasa istimewa.</p>



<p>Berhubung juara satunya berputar antara Norris, Piastri, dan Verstappen (juga Russel yang raih dua kemenangan), menantikan apakah akan ada pembalap baru lain yang akan naik podium menjadi keseruan tersendiri bagi penggemar F1, atau setidaknya bagi Penulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Kita Suka Jika Ada Pembalap Baru yang Raih Podium Perdana?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/10/Kita-Selalu-Senang-Jika-Ada-Pembalap-Baru-yang-Raih-Podium-Perdana-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8426" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/10/Kita-Selalu-Senang-Jika-Ada-Pembalap-Baru-yang-Raih-Podium-Perdana-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/10/Kita-Selalu-Senang-Jika-Ada-Pembalap-Baru-yang-Raih-Podium-Perdana-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/10/Kita-Selalu-Senang-Jika-Ada-Pembalap-Baru-yang-Raih-Podium-Perdana-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/10/Kita-Selalu-Senang-Jika-Ada-Pembalap-Baru-yang-Raih-Podium-Perdana-1-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Niko Hulkenberg (<a href="https://www.espn.ph/f1/story/_/id/45683387/hulkenberg-ends-239-race-wait-first-podium">ESPN Phillipines</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika mengamati kolom komentar di konten F1 ketika ada pembalap baru yang raih podium perdana, mayoritas isinya positif dan sangat mengapresiasi. Meskipun pendukung pembalap lain, pujian tak akan sungkan untuk dilemparkan ke mereka.</p>



<p><em>Cinderella story </em>seperti ini sebenarnya memang menjadi favorit banyak orang, termasuk Penulis. Berapa banyak penggemar Liga Inggris yang girang ketika Leicester City menjadi juara secara mengejutkan di musim 2015/2015? Hampir semua!</p>



<p>Hal yang sama juga terjadi di F1. Mungkin kita masih ingat bagaimana <em>Cinderella Story </em>di tahun 2009, ketika tim baru<strong> Brawn GP</strong> secara mengejutkan berhasil mendominasi musim, dengan<strong> Jenson Button </strong>keluar sebagai juara dunia. Brawn GP pun akhirnya menjadi Mercedes.</p>



<p>Mungkin kalau sekarang, keajaiban seperti itu sudah sulit untuk terulang. Yang ada, justru dominasi tim-tim tertentu yang seolah sulit untuk dikejar oleh tim lain. Lihat saja 7 tahun dominasi Mercedes (2014-2021), <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">dominasi Verstappen</a>, dan kini <a href="https://whathefan.com/olahraga/asa-mclaren-merebut-gelar-juara-dari-red-bull/">dominasi McLaren</a>.</p>



<p>Oleh karena itu, wajar jika banyak penggemar F1 menyukai kejutan-kejutan kecil ketika ada pembalap baru yang berhasil meraih podium perdananya. Siapapun yang mendapatkannya, semua akan ikut senang. Kok kita, sesama pembalap aja ikut senang.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/">Penampilan para <em>rookie </em>yang menjanjikan</a> jelas menjadi tontonan yang menyenangkan, karena mereka adalah produk regenerasi pembalap-pembalap senior yang (mungkin) masa depannya cerah. </p>



<p>Raihan podium di Hulkenberg di GP Inggris yang diguyur hujan juga menjadi sorotan yang sangat menarik. Ia mengendarai salah satu mobil terburuk di <em>grid</em>, mungkin hanya lebih baik dari Alpine di musim ini. Hebatnya lagi, ia start dari peringkat 19!</p>



<p>Mungkin karena ada hal-hal tak terduga seperti inilah Penulis menjadi penggemar F1, tentu selain keseruan ketika balapan. Penulis tak akan pernah bosan menanti akan ada nama baru yang berhasil naik ke podium dengan tersenyum penuh.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 29 Oktober 2025, terinspirasi setelah Oliver Bearman nyaris podium di GP Meksiko kemarin</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kita-selalu-senang-jika-ada-pembalap-baru-yang-raih-podium-perdana/">Kita Selalu Senang Jika Ada Pembalap yang Raih Podium Perdana</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/kita-selalu-senang-jika-ada-pembalap-baru-yang-raih-podium-perdana/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah Tak Tahu Lagi Apa yang Harus Diubah dari Tim Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/sudah-tak-tahu-lagi-apa-yang-harus-diubah-dari-tim-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/sudah-tak-tahu-lagi-apa-yang-harus-diubah-dari-tim-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2025 23:58:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester City]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Ruben Amorim]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8391</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari Senin telah menjadi momok yang mengerikan bagi penggemar Manchester United (MU). Pasalnya, mood kami ditentukan oleh hasil yang diperoleh tim yang bermain di hari Minggu. Seperti yang kita tahu, hasilnya lebih sering kalahnya. Terbaru, MU baru saja dihancurleburkan oleh tim sekota Manchester City dengan skor telak 0-3 pada hari Minggu (14/9) kemarin yang berlangsung [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/sudah-tak-tahu-lagi-apa-yang-harus-diubah-dari-tim-ini/">Sudah Tak Tahu Lagi Apa yang Harus Diubah dari Tim Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hari Senin telah menjadi momok yang mengerikan bagi penggemar Manchester United (MU). Pasalnya, <em>mood </em>kami ditentukan oleh hasil yang diperoleh tim yang bermain di hari Minggu. Seperti yang kita tahu, hasilnya lebih sering kalahnya.</p>



<p>Terbaru, MU baru saja dihancurleburkan oleh tim sekota Manchester City dengan skor telak 0-3 pada hari Minggu (14/9) kemarin yang berlangsung di Etihad Stadium. <a href="https://whathefan.com/olahraga/haaland-itu-memang-monster/">Erling Haaland</a> mencetak <em>brace</em>, sedangkan satu gol lagi disumbang Phil Foden.</p>



<p>Dengan hasil tersebut, MU kembali mencetak rekor baru, yakni awal musim terburuk di era Premiere League dengan hanya mencatatkan empat poin dari empat pertandingan awal dan hanya bisa bertengger di peringkat 14. </p>



<p>Pertanyaan pun muncul: <strong>apalagi yang harus diubah dari tim ini?</strong></p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/05/saya-berlibur-ke-jakarta-5-hari-banner.jpg 1280w " alt="Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 1)" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">Saya Berlibur ke Jakarta Selama 5 Hari (Bagian 1)</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Padahal Pelatih dan Pemain Sudah Diganti</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8392" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Benar-Benar Tersungkur (<a href="https://sport.detik.com/sepakbola/liga-inggris/d-8111947/man-city-vs-man-united-brace-haaland-benamkan-setan-merah-3-0">Detik</a>)</figcaption></figure>



<p>Saat <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/"><strong>Ruben Amorim </strong>masuk menggantikan Erik Ten Hag</a>, banyak optimisme yang muncul dari penggemar, apalagi jika mengingat prestasi menterengnya sewaktu melatih Sporting Lisbon. Sebenarnya ini selalu terjadi setiap ada pelatih baru yang masuk.</p>



<p>Formasi yang digunakan pun berubah drastis, dari 4-2-3-1 menjadi <strong>3-4-2-1</strong> (ada juga yang menganggap<strong> 3-4-3</strong>). MU yang bertahun-tahun menggunakan formasi empat bek pun tentu harus melakukan adaptasi.</p>



<p>Oleh karena itu, ketika masuk di tengah musim dan MU meraih hasil yang sangat buruk di bawah Amorim, penggemar masih bisa memberi toleransi. Berada di peringkat 15 di akhir musim jelas memalukan, tapi Amorim masih baru, sehingga butuh waktu dulu.</p>



<p>Di awal musim 2025/26, optimisme masuk dengan serangkaian hasil positif di pra-musim. Banyak pemain baru didatangkan, mulai dari <strong>Matheus Cunha</strong> (Wolverhampton), <strong>Bryan Mbuemo</strong> (Brentford), <strong>Benjamin Sesko </strong>(RB Leipzig), hingga terbaru kiper <strong>Senne Lammens</strong> (Royal Antwerp).</p>



<p>Sebaliknya, pemain-pemain yang dianggap bermasalah pada dilepas atau dipinjamkan, mulai dari<strong> Marcus Rasford </strong>(<em>loan </em>ke Barcelona), <strong>Antony</strong> (dijual ke Real Betis), <strong>Jadon Sancho</strong> (<em>loan </em>ke<em> </em>Aston Villa), <strong>Alejandro Garnacho </strong>(dijual ke Chelsea), <strong>Rasmus Hojlund</strong> (<em>loan </em>ke Napoli), hingga <strong>Andre Onana</strong> (<em>loan</em> ke Trabzonspor).</p>



<p>Hasilnya? <strong>Ternyata tetap saja kacau</strong>. Saat kalah 0-1 atas Arsenal di laga pembuka, masih banyak pendukung MU yang masih optimis, bahkan mengapresiasi permainan MU yang lebih mengalir daripada musim sebelumnya.</p>



<p>Namun, setelah hasil imbang melawan Fulham (1-1) dan menang susah payah atas tim promosi Burnley (3-2) seolah menyadarkan kami akan realita yang ada. Belum lagi kekalahan memalukan dari tim divisi empat Grimsby di ajang Carabao Cup.</p>



<p>Kekalahan 0-3 dari Manchester City seolah menjadi puncak dari rentetan hasil buruk ini. Pertandingan selanjutnya akan mempertemukan MU dan Chelsea yang masih belum terkalahkan. Penulis sudah pasrah kalau tim ini akan kembali menelan kekalahan. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Rekor Buruk Amorim yang Seolah Tak Kunjung Usai</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8396" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/09/Sudah-Tak-Tahu-Lagi-Apa-yang-Harus-Diubah-dari-Tim-Ini-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Terus Memaksakan Filosofinya (<a href="https://www.telegraph.co.uk/football/2025/08/28/ruben-amorim-doubt-man-utd-future-grimsby-penalty-shoot-out/">The Telegraph</a>)</figcaption></figure>



<p>Amorim tentu menjadi pihak yang paling disorot atas performa buruk tim sepanjang 2025. Tak hanya itu, ia seolah tak pernah kehabisan rekor buruk untuk dipecahkan. Bayangkan, ia menjadi pelatih pasca-Alex Ferguson dengan <em>winrate </em>terendah, yakni <strong>36.17%</strong>.</p>



<p>Dari 47 laga yang sudah dijalani Amorim, hanya <strong>17 yang berujung dengan kemenangan</strong>. Itu pun mayoritas saat menghadapi klub-klub yang secara <em>market value </em>berada di bawah MU. Amorim sudah mengalami 18 kekalahan, sedangkan sisanya berakhir seri.</p>



<p>Jika hanya melihat statistik di Premier League, hasilnya lebih mengenaskan. Dari 31 laga, Amorim hanya berhasil mencatatkan <strong>8 kemenangan atau setara 25% <em>winrate</em></strong>. Sekitar 50% pertandingan MU (16 laga) harus berakhir dengan kekalahan.</p>



<p>Lini depan MU yang sudah mendapat suntikan tiga pemain baru pun patut dipertanyakan. <strong>Baru empat gol yang tercipta dalam empat pertandingan awal di Premier League</strong>, itu pun yang dua disumbang dari gol bunuh diri lawan dari satu penalti. </p>



<p>Satu-satunya gol yang tercipta dari <em>open play </em>adalah gol dari Mbuemo saat berjumpa dengan Burnley. Bayangkan, dari empat pertandingan, baru ada satu gol dari <em>open play</em>. Ini sangat menggambarkan betapa buruknya lini depan MU dalam urusan mencetak gol.</p>



<p>Keputusan Amorim yang tetap memaksakan formasi  3-4-2-1 pun dipertanyakan: mengapa tetap memaksakan formasi tersebut ketika hasilnya buruk terus? Mengharapkan hasil yang sama dengan usaha yang berbeda tentu merupakan hal yang konyol.</p>



<p>Bisa jadi, Amorim memang <strong>tidak memiliki strategi lain selain filosofi sepak bola yang dianutnya tersebut</strong>. Ia bukan tipe pelatih yang fleksibel dalam menerapkan strategi, sehingga terus memaksa MU yang tak pernah bermain dengan formasi tiga bek sebelumnya.</p>



<p>Xabi Alonso menggunakan formasi tiga bek waktu di Bayer Leverkusen, tapi mengubah taktiknya menjadi empat bek sewaktu pindah ke Real Madrid. Arne Slot pun menggunakan formasi yang menyesuaikan dengan daftar pemainnya, dan berhasil juara Premier League.</p>



<p>Walau begitu, seandainya Amorim akhirnya mencoba strategi baru, Penulis tetap pesimis hasilnya akan berubah. Pasti tim jadi butuh waktu lagi buat beradaptasi dan alhasil rentetan hasil buruk pun akan tetap datang. </p>



<p>Ujung-ujungnya, Penulis merasa Amorim akan dipecat dan diganti pelatih baru lagi. Setelah itu, MU akan kembali butuh proses adaptasi lagi, lalu meraih hasil buruk lagi, hingga akhirnya ganti pelatih lagi. Ini sudah berlangsung selama satu dekade terakhir.</p>



<p>Jujur saja, Penulis (dan rasanya mayoritas pendukung MU) sudah tak merasakan emosi apa-apa ketika melihat tim ini kalah. Kami seolah hanya sedang menanti keajaiban agar tim ini bisa berubah menjadi lebih baik lagi, entah kapan. </p>



<p>Boro-boro tsunami trofi yang selalu digaungkan di awal musim, yang ada trofi-trofinya tersapu tsunami karena buruknya permainan MU. Kalau sudah seperti ini, tidak degradasi pun sudah <em>alhamdulillah </em>buat Penulis.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 15 September 2025, terinspirasi setelah menonton kekalahan Manchester United semalam atas Manchester City</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.liputan6.com/bola/read/6159187/cocoklogi-angka-4-untuk-mu-peringkat-ke-14-meraih-4-poin-dan-baru-cetak-4-gol-usai-dibungkam-manchester-city">Liputan6</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/sudah-tak-tahu-lagi-apa-yang-harus-diubah-dari-tim-ini/">Sudah Tak Tahu Lagi Apa yang Harus Diubah dari Tim Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/sudah-tak-tahu-lagi-apa-yang-harus-diubah-dari-tim-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tergelincirnya Para Rookie F1 di Balapan Debut Mereka</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2025 14:23:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Formula 1]]></category>
		<category><![CDATA[Lando Norris]]></category>
		<category><![CDATA[Max Verstappen]]></category>
		<category><![CDATA[rookie]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8220</guid>

					<description><![CDATA[<p>Formula 1 (F1) akhirnya mulai kembali, di mana Australia menjadi venue pertama seperti yang sudah sering terjadi. Menariknya, entah ingatan Penulis yang salah atau gimana, balapan di Australia tahun ini terjadi lebih awal, yakni pukul 11:00 WIB. Musim 2025 ini memang sering dianggap &#8220;nanggung&#8221; karena ini adalah musim terakhir sebelum peralihan ke musim 2026 dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/">Tergelincirnya Para Rookie F1 di Balapan Debut Mereka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Formula 1 (F1) akhirnya mulai kembali, di mana Australia menjadi <em>venue </em>pertama seperti yang sudah sering terjadi. Menariknya, entah ingatan Penulis yang salah atau gimana, balapan di Australia tahun ini terjadi lebih awal, yakni pukul 11:00 WIB.</p>



<p>Musim 2025 ini memang sering dianggap &#8220;nanggung&#8221; karena ini adalah musim terakhir sebelum peralihan ke musim 2026 dengan regulasi baru. Namun, dari balapan pertama ini, rasanya musim ini cukup seru untuk dinikmati.</p>



<p>Di tengah guyuran hujan yang labil (bahkan sinar matahari sempat terlihat di tengah-tengah hujan), Lando Norris berhasil meraih kemenangan kelima sepanjang kariernya. Kemenangan ini terasa istimewa, mengingat banyaknya &#8220;drama&#8221; yang terjadi sepanjang balapan.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/dua-drama-euro-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/dua-drama-euro-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/dua-drama-euro-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/dua-drama-euro-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/dua-drama-euro-banner.jpg 1200w " alt="Dua Drama di Dua Pertandingan Euro 2024 yang Membosankan" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/dua-drama-di-dua-pertandingan-euro-2024-yang-membosankan/">Dua Drama di Dua Pertandingan Euro 2024 yang Membosankan</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Beda Nasib Para Rookie di Balapan Debut</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-1-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8229" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-1-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-1-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-1-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-1-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kayaknya Gara-gara Nervous (<a href="https://lethbridgeherald.com/sports/national-sports/2025/03/15/rookie-isaac-hadjar-crashes-on-formation-lap-and-delays-start-of-f1-australian-gp/">The Letbridge Herald</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu hal yang membuat musim 2025 terasa seru adalah banyaknya kehadiran para <em>rookie </em>baru. Meskipun beberapa sudah pernah mencicipi kursi F1, baru di musim inilah mereka hadir dengan status pembalap utama untuk satu musim penuh.</p>



<p>Daftar para pembalap <em>rookie </em>musim ini adalah:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Andrea Kimi Antonelli </strong>&#8211; Mercedes</li>



<li><strong>Jack Doohan </strong>– Alpine</li>



<li><strong>Isack Hadjar </strong>– Racing Bulls</li>



<li><strong>Liam Lawson</strong> – Red Bull</li>



<li><strong>Gabriel Bortoleto</strong> – Sauber</li>



<li><strong>Oliver Bearman</strong> – Haas</li>
</ul>



<p>Dari nama-nama di atas, ada beberapa nama yang tidak asing seperti Lawson yang menggantikan Daniel Ricciardo di tengah musim 2024 dan Bearman yang sempat menggantikan Carlos Sainz di Ferrari ketika ia harus menjalani operasi usus buntu.</p>



<p>Lantas, bagaimana debut para pembalap <em>rookie </em>di atas? Sayangnya berjalan kurang baik karena mayoritas dari mereka gagal finis! Sirkuit yang basah tampaknya memang menjadi momok yang menakutkan bagi mereka.</p>



<p>Dimulai dari Hadjar yang harus selip ketika Formation Lap. Iya, bahkan ketika balapan belum mulai, ia sudah harus tersingkir dari balapan! Hal tersebut tampaknya sangat melukainya, karena beberapa kali ia tertangkap kamera sedang menangis setelah insiden tersebut.</p>



<p>Ketika balapan akhirnya diulangi, di lap pertama Doohan juga menyusul! Menariknya, ketika Safety Car keluar, Sainz yang kini membela William juga terpelintir. Ini menunjukkan bahwa pembalap senior pun kesulitan untuk balapan di Albert Park siang tadi.</p>



<p>Menjelang balapan, ada dua nama yang menyusul, yakni Bortoleto dan Lawson, yang sama-sama tergelincir. Artinya, hanya ada dua nama <em>rookie </em>yang berhasil finis, yakni Bearman dan Antonelli. Bearman pun hanya bisa finis di peringkat terakhir (14).</p>



<p>Untuk kasus Antonelli bisa dibilang sedikit unik. Ia menjalani kualifikasi yang tidak begitu baik, sehingga harus tercecer di peringkat 16. Walaupun ia berhasil naik perlahan, tapi ia terlihat kesulitan untuk bisa sekadar menembus 10 besar.</p>



<p>Nah, entah bagaimana, ketika terjadi <em>chaos </em>yang mengakibatkan keluarnya Safety Car untuk ketiga kalinya, si Antonelli ini tiba-tiba bisa merangkak naik ke peringkat empat! Sempat terkena penalti lima detik, pada akhirnya penalti tersebut dicabut oleh FIA.</p>



<p>Tentu mendapatkan 12 poin di debut merupakan prestasi yang bisa dibanggakan oleh Antonelli, apalagi jika melihat para rekan sejawatnya yang banyak tergelincir. Namun, ini masih balapan pertama, jadi rasanya kita belum bisa nge-<em>judge </em>mereka.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Performa Super dari Lando Norris</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-2-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8234" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-2-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-2-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-2-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-2-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Layak Jadi Juara (<a href="https://www.theage.com.au/sport/motorsport/lando-norris-wins-australian-grand-prix-20250316-p5ljxl.html">The Age</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain membicarakan para <em>rookie</em>, yang tak kalah seru adalah balapan itu sendiri. Apresiasi harus diberikan kepada Lando Norris yang, walau mengaku sering melakukan kesalahan, berhasil mempertahankan posisinya hingga akhir balapan.</p>



<p>Selama ini, Norris kerap dicap kurang tenang dan tak bisa menghadapi tekanan. Apalagi di cuaca hujan seperti tadi siang, tentu kita ingat bagaimana &#8220;tragisnya&#8221; ia ketika menolak untuk masuk pit dan akibatnya mobilnya tergelincir keluar arena.</p>



<p>Namun, ia berhasil membuktikan bahwa ia telah berkembang dan menjadi lebih dewasa. Performanya patut diacungi jempol, apalagi jika melihat <a href="https://whathefan.com/olahraga/rasanya-oscar-piastri-suatu-saat-akan-jadi-juara-dunia/">rekan setimnya Oscar Piastri</a> yang juga sempat terpeleset walaupun berhasil kembali dan finis di peringkat ke-9.</p>



<p>Sejujurnya, Penulis menjagokan Piastri untuk menang di balapan kali ini. Apalagi, ini adalah balapan kandangnya, sehingga kemenangan di sana pasti akan menjadi kado manis untuk para penggemar F1 di sana. Tak apa, masih ada musim depan, mengingat kontraknya di McLaren juga baru diperpanjang.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Hilangnya Dominasi Red Bull</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-3-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8231" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-3-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-3-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-3-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-3-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Kayaknya Bakal Jadi Penggendong Handal (<a href="https://www.total-motorsport.com/f1-max-verstappen-red-bull-admission-securing-p3-2025-australian-gp-qualifying/">Total Motorsport</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, di belakang Norris ada Max Verstappen sang juara bertahan. Sejak pra-musim, kita sudah mendapatkan <em>feeling </em>kalau <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-bisa-hentikan-verstappen-dan-red-bull/">ia dan Red Bull tak akan segahar musim-musim sebelumnya</a>. Namun, yang namanya Verstappen, meskipun mobilnya bobrok sekalipun masih bisa minimal podium.</p>



<p>Kebobrokan mobil Red Bull bisa dilihat dari performa Lawson, yang di babak kualifikasi hanya bisa berhasil mendapatkan posisi ke-18. Bahkan, banyak <em>jokes </em>yang beredar kalau Lawson hanya <em>second account </em>dari Sergio Perez! Namun, ini kan baru balapan pertama.  </p>



<p>Banyak yang menuding kalau ini terjadi karena sejak dulu, Red Bull terlalu Verstappen-sentris. Jadi, kecuali Red Bull menemukan pembalap yang memiliki gaya balap seperti Verstappen, maka hasilnya akan selalu <em>njomplang </em>seperti ini.</p>



<p>Memang, Verstappen adalah salah satu talenta terbaik yang pernah ada di F1. Tak ada yang meragukan kemampuannya, sehingga keputusan Red Bull untuk menganakemaskannya bisa dimaklumi. Namun, jika Red Bull ingin juara konstruktor, mereka butuh dua pembalap yang mampu konsisten menyumbang poin.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ferrari yang Masih Lawak </h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-4-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-8232" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-4-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-4-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-4-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-4-1.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Masih Jadi Korban Lawak (<a href="https://scuderiafans.com/charles-leclercs-surreal-team-radio-goes-viral-2025-f1-australian-gp/">Scuderia Fans</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain banyaknya <em>rookie</em>, salah satu yang membuat musim 2025 menjadi menarik adalah kehadiran <a href="https://whathefan.com/olahraga/lewis-hamilton-buktikan-bahwa-dirinya-belum-habis/">Sir Lewis Hamilton</a> yang berpindah tim ke Ferrari. Tentu banyak <em>fans </em>Ferrari dan Hamilton yang ingin melihat mereka menjadi juara musim ini.</p>



<p>Namun, kenyataannya ternyata tak seindah harapan. Di balapan pertamanya saja, mereka kembali melawak. Yang paling lucu tentu saja interaksi antara <a href="https://whathefan.com/olahraga/akhirnya-charles-lelcrec-berhasil-pecahkan-kutukan-monaco/">Charles Leclerc</a> dan timnya di radio, ketika ia mengeluhkan adanya genangan air di dalam <em>cockpit</em>-nya.</p>



<p>Untuk memahami konteksnya, bisa dilihat di bawah ini:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Charles Leclerc: &#8220;Ini ada bocor nggak, ya?&#8221;</li>



<li>Engineer: &#8220;Bocor apaan?&#8221;</li>



<li>Charles: &#8220;Lah, kokpit gue penuh air, bro!&#8221;</li>



<li>Engineer: &#8220;Hmm… mungkin aja air.&#8221;</li>



<li>Charles: &#8220;Mantap. Tambahin deh yang ini ke daftar kata-kata bijak.&#8221; </li>
</ul>



<p>Kita bisa merasakan bagaimana sarkasme dilontarkan oleh Leclerc kepada timnya. Mengingat ia sudah cukup lama bersama Ferrari, tampaknya kesabarannya sudah benar-benar terlatih untk menghadapi hal lucu yang dilakukan oleh timnya.</p>



<p>Hamilton pun menjalani debutnya bersama Ferrari dengan kurang baik. Ia <em>stuck </em>di barisan tengah dan beberapa kali menyampaikan keluhan terhadap mobilnya. Bahkan di akhir balapan, ia disalip oleh Piastri dan harus puas finis di peringkat ke-10.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mari Kita Komentari Juga yang Lain</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-5-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8233" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-5-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-5-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-5-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/rookie-f1-5-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Berpotensi Jadi Kuda Hitam (<a href="Explained: Why Kimi Antonelli's Australian GP penalty was thrown out">PlanetF1</a>)</figcaption></figure>



<p>Selain yang telah disebutkan di atas, masih ada beberapa hal yang menarik untuk dibahas. Pertama, Mercedes yang berpotensi untuk menjadi kuda hitam di musim ini. Selain debut Antonelli yang cemerlang, performa <a href="https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/">George Russel</a> sepanjang balapan juga konsisten sehingga bisa meraih podium.</p>



<p>Sainz harus menjalani debut yang buruk bersama tim barunya setelah ia harus mengakhiri balapan lebih cepat. Untungnya, Alexander Albon berhasil meraih poin krusial dengan finis di peringkat ke-5.</p>



<p>Nasib sial harus diterima oleh Yuki Tsunoda dari Racing Bulls. Setelah berhasil menjaga posisinya di peringkat 5-6, ia harus mengakhiri balapan tanpa poin setelah <em>chaos</em> yang terjadi menjelang akhir balapan.</p>



<p>Selain itu, Nico Hulkenberg dari Kick Sauber juga perlu diapresiasi karena dengan menggunakan mobil yang katanya paling buruk di sirkuit, ia berhasil meraih 6 poin setelah finis di posisi ke-7.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Dengan hasil ini, untuk sementara McLaren berada di peringkat pertama dengan 27 poin. Mercedes berada di bawahnya dengan poin yang sama, disusul oleh Red Bull, William, Aston Martin, Kick Sauber, Ferrari, Alpine, Racing Bulls, dan Haas.</p>



<p>Minggu depan, balapan akan berlangsung di China jam 2 siang. Tentu menarik untuk melihat persaingan para <em>rookie </em>dan pembalap lainnya. Musim 2025 masih panjang, dan tampaknya <a href="https://whathefan.com/olahraga/siapa-yang-menyangkan-kalau-f1-musim-2024-akan-seseru-ini/">tidak akan menjadi musim yang membosankan</a>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 16 Maret 2025, terinspirasi setelah menonton GP Australia tadi siang</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.planetf1.com/news/f1-results-2025-australian-grand-prix">PlanetF1</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/">Tergelincirnya Para Rookie F1 di Balapan Debut Mereka</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/tergelincirnya-para-rookie-f1-di-balapan-debut-mereka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya Memutuskan Puasa Nonton MU di Bulan Puasa</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/saya-memutuskan-puasa-nonton-mu-di-bulan-puasa/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/saya-memutuskan-puasa-nonton-mu-di-bulan-puasa/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2025 23:36:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Joshua Zirkzee]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[Premier League]]></category>
		<category><![CDATA[Rasmus Hojlund]]></category>
		<category><![CDATA[Ruben Amorim]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8203</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tak lagi menjadi korban bully, kini penggemar Manchester United (MU) sudah ditahap dikasihani oleh penggemar tim lain. Tanpa dihujat pun, tim ini memang terlihat sedang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Terbaru, MU tersingkir dari kompetisi FA Cup setelah kalah adu penalti melawan Fulham. Tentu ini menambah derita tim yang sedang terseok-seok di liga, di mana [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/saya-memutuskan-puasa-nonton-mu-di-bulan-puasa/">Saya Memutuskan Puasa Nonton MU di Bulan Puasa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tak lagi menjadi korban <em>bully</em>, kini <a href="https://whathefan.com/olahraga/kunci-bahagia-jangan-jadi-fans-manchester-united/">penggemar Manchester United (MU)</a> sudah ditahap dikasihani oleh penggemar tim lain. Tanpa dihujat pun, tim ini memang terlihat sedang dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.</p>



<p>Terbaru, MU tersingkir dari kompetisi FA Cup setelah kalah adu penalti melawan Fulham. Tentu ini menambah derita tim yang sedang terseok-seok di liga, di mana mereka sedang berjuang keras untuk menghindari zona degradasi.</p>



<p>Iya, Pembaca tidak salah baca: <strong><a href="https://whathefan.com/olahraga/musim-baru-pemain-baru-mu-nya-masih-sama/">MU sedang berjuang agar tidak terdegradasi</a></strong>. Saat tulisan ini dibuat, MU masih tertahan di peringkat 14 dengan 33 poin. Memang saat ini masih berjarak 16 poin dari Ipswich Town di peringkat 18, tapi kekhawatiran itu benar-benar ada.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1-356x237.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-1.jpg 2048w " alt="Chapter 34 Di Mana Kenji Berada" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/chapter-34-di-mana-kenji-berada/">Chapter 34 Di Mana Kenji Berada</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Performa Hancur Lebur, Degradasi Mengintai</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8205" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Faktor Utama Kacau Balaunya MU (<a href="https://www.aljazeera.com/sports/2025/1/19/man-utd-suffer-3-1-loss-to-brighton-as-onana-error-compounds-misery">Al-Jazeera</a>)</figcaption></figure>



<p>Di akhir tahun, MU terlihat menjanjikan saat berhasil menang atas rival sekota, Manchester City, dengan skor 2-1. Dari sana muncul optimisme, yang dengan segera dihancurkan oleh para pemain MU sendiri.</p>



<p>Di tiga pertandingan selanjutnya, MU takhluk dari semua lawannya, mulai dari Bournemouth (0-3), Wolverhampton (0-2), hingga Newcastle (0-2). Bisa dilihat, bagaimana MU seolah lupa cara mencetak gol ke gawang lawan.</p>



<p>Sempat berhasil menahan imbang calon juara Premier League musim ini dan menang 3-1 atas Southampton, MU kembali kalah saat berjumpa dengan Brighton &amp; Hove Albion (1-3). Setelah itu MU kembali kalah saat berjumpa dengan Crystal Palace (1-2) dan Tottenham (0-1).</p>



<p>Di sela-sela rentetan kekalahan tersebut, MU hanya berhasil menang saat berjumpa dengan Fulham, bahkan nyaris kalah saat menang melawan Ipswich Town (3-2) dan imbang melawan Everton (2-2). </p>



<p>Statistik menunjukkan bahwa MU tidak pernah bisa meraih kemenangan secara beruntun! Selain itu, paling lama MU <em>unbeaten </em>hanya empat laga. Sebagai perbandingan, Liverpool telah <em>unbeaten </em>tanpa putus hingga 24 laga yang masih berlanjut hingga sekarang!</p>



<p>Dengan telah tersingkirnya MU di FA Cup, maka harapan gelar MU yang tersisa musim ini hanyalah Europe League. Namun, dengan performa yang ditunjukkan belakangan ini, Penulis merasa pesimis tim ini bisa meraih gelar. Tidak degradasi di liga pun sudah syukur.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Salah Amorim yang Memaksakan Filosofinya?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8206" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Jadi Pelatih MU Memang Stressful (<a href="https://www.skysports.com/football/news/11667/13281998/manchester-united-ruben-amorim-admits-man-utd-are-in-relegation-fight">Sky Sports</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam 27 laga yang telah dilakoni oleh MU musim ini di liga, mereka baru bisa meraih 9 kemenangan dan harus menelan 12 kekalahan. Iya, jumlah kekalahan MU lebih banyak dari kemenangannya di musim ini, yang menjadi salah satu alasan rendahnya peringkat mereka di klasemen.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/">Kedatangan Ruben Amorim</a> yang menggantikan Erik Ten Hag sempat membawa harapan baru, tapi dengan cepat harapan tersebut pudar. Ia bahkan menjadi pelatih dengan raihan poin terendah setelah era Sir Alex Ferguson, di mana 13 pertandingan pertamanya ia hanya berhasil mendapatkan 14 poin.</p>



<p>Sebagai perbandingan, Ole Gunnar Solkjaer di 13 pertandingan pertamanya berhasil meraih 32 poin. Jose Mourinho, yang sebelumnya menjadi yang terburuk, masih bisa meraih 20 poin. Bahkan <a href="https://whathefan.com/olahraga/sepertinya-erik-ten-hag-memang-perlu-keluar-dari-manchester-united/">Erik Ten Hag</a> berhasil mendapatkan 23 poin.</p>



<p>Banyak yang berpendapat kalau Amorim terlalu memaksakan filosofinya ke skuad MU, yang mungkin tidak cocok dengan pemain yang ada sekarang. Ini beda dengan Arne Slot di Liverpool, yang berusaha meramu strategi sesuai kondisi tim pasca-ditinggal Jurgen Klopp.</p>



<p>Amorim memang membawa filosofi 3-4-2-1 yang ia gunakan sejak melatih Sporting Lisbon. Di atas kertas, strategi tersebut memang membawa pendekatan yang menarik. Akan tetapi, mungkin para pemain MU terlalu lama bermain dengan formasi empat bek, sehingga penyesuaiannya pun sangat lama.</p>



<p>Namun, menurut Penulis, kesalahan tidak semata-mata di tangan pelatih. Para pemain MU juga kerap terlihat kurang bersemangat dan kurang motivasi ketika bermain. Apalagi, lini penyerangan <a href="https://whathefan.com/olahraga/apakah-manchester-united-benar-benar-telah-menjadi-klub-terkutuk/">MU benar-benar buruk</a>, terutama jika melihat statistik dari dua strikernya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lini Penyerangan yang Mandul</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8207" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/puasa-nonton-mu-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Duo Striker Mandul (<a href="https://www.manchestereveningnews.co.uk/sport/football/football-news/ruben-amorim-plan-rasmus-hojlund-30332045">Manchester Evening News</a>)</figcaption></figure>



<p>Lebih parahnya lagi, MU mengalami defisit gol karena baru mencetak 33 gol dan telah kebobolan 39 kali. Tak hanya pertahanan yang kerap melakukan blunder tak perlu (di mana Andre Onana sering disorot), lini penyerangan pun mandul tak karuan.</p>



<p>MU punya dua striker utama, Rasmus Hojlund dan Joshua Zirkzee. Tahu berapa jumlah gol yang telah mereka cetak musim ini di liga? Zirkzee baru mencetak tiga gol, sedangkan Hojlund bahkan baru dua gol.</p>



<p><em>Top scorer</em> MU justru diraih oleh Bruno Fernandes, yang notabene berposisi sebagai gelandang, dengan enam gol. Amad Diallo sejatinya juga menjadi andalan karena sama-sama mencetak enam gol, tapi sayangnya ia sedang cedera.</p>



<p>Dua pemain tersebut memang jadi motor utama serangan MU, karena juga mencatatkan jumlah <em>assist </em>yang tinggi. Fernandes menyumbang tujuh <em>assist</em>, sedangkan Diallo mencatatkan enam <em>assist</em>. Tidak ada pemain lain yang mendekati statistik mereka berdua.</p>



<p>Tentu ini data yang bisa dibilang cukup memalukan. Ambil contoh Mohamed Salah dari Liverpool. Bayangkan, ia sudah mencetak 25 gol dan 17 <em>assist</em> di musim ini! Tak heran kalau banyak yang menjagokan ia menang Ballon d&#8217;Or musim ini, apalagi jika sampai berhasil membawa Liverpool juara Premier League dan Champions League.</p>



<p>Bahkan Erling Haaland, di mana <a href="https://whathefan.com/olahraga/kok-bisa-ya-ada-klub-enggak-pernah-menang-sampai-7-kali/">klubnya sempat mengalami puasa kemenangan yang cukup panjang</a>, masih berhasil mencetak 20 gol musim ini ditambah 3 <em>assist</em>. Bahkan bek City, Josko Gvardiol, telah mencetak lebih banyak gol dari Hojlund dan Zirkzee dengan lima gol!</p>



<p>Entah mengapa berapa lama kedua striker ini puasa gol. Yang jelas, Penulis juga memutuskan untuk puasa menonton MU selama bulan puasa. Takutnya, Penulis jadi sering marah-marah gara-gara nonton MU yang mainnya enggak karuan seperti sekarang.</p>



<p>Apalagi, setelah ini MU akan berhadapan dengan Arsenal, sehingga Penulis harus bersiap-siap dikirimi <em>chat </em>berisikan &#8220;WKWKWKWKWKWKWK&#8221; dari teman Penulis yang merupakan <em>fans </em>Arsenal.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 Maret 2025, terinspirasi setelah memutuskan berhenti berlangganan Vidio untuk sementara waktu</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.goal.com/id/daftar/tragedi-penalti-di-old-trafford-fulham-singkirkan-manchester-united-dari-piala-fa/blt7f3191748ef2ce39">Goal.com</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.tntsports.co.uk/football/premier-league/2024-2025/ruben-amorim-nightmare-start-manchester-united-premier-league-big-six-arsenal-chelsea-liverpool-man-city-tottenham_sto20077696/story.shtml?welcome=eurosport">Unlucky 13: How Ruben Amorim&#8217;s nightmare start at Manchester United compares to &#8216;Big Six&#8217; managers past and present &#8211; TNT Sports</a></li>



<li>&#8216;<a href="https://www.manutd.com/en/matches/first-team/2024-25/premier-league">Manchester United &#8211; Matches</a></li>



<li><a href="https://www.espn.com/soccer/team/stats/_/id/360/manchester-united">Manchester United Scoring Stats &#8211; ESPN</a></li>



<li><a href="https://www.espn.com/soccer/team/stats/_/id/364/liverpool">Liverpool Scoring Stats &#8211; ESPN</a></li>



<li><a href="https://www.espn.com/soccer/team/stats/_/id/382/manchester-city">Manchester City &#8211; ESPN</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/saya-memutuskan-puasa-nonton-mu-di-bulan-puasa/">Saya Memutuskan Puasa Nonton MU di Bulan Puasa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/saya-memutuskan-puasa-nonton-mu-di-bulan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apakah Manchester United Benar-Benar Telah Menjadi Klub Terkutuk?</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/apakah-manchester-united-benar-benar-telah-menjadi-klub-terkutuk/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/apakah-manchester-united-benar-benar-telah-menjadi-klub-terkutuk/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Dec 2024 15:38:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester United]]></category>
		<category><![CDATA[MU]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8171</guid>

					<description><![CDATA[<p>Minggu kemarin benar-benar minggu yang melelahkan bagi penggemar Manchester United (MU). Setelah berhasil mengalahkan Manchester City dengan skor 2-1, MU justru kembali melawak di dua pertandingan selanjutnya. Selain kalah dengan skor 3-4 dari Tottenham Hotspurs (sekaligus mengakhir laju MU di EFL Cup), MU juga baru saja dihabisi 0-3 oleh Bournemouth. Yang lebih menyakitkan, kekalahan telak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/apakah-manchester-united-benar-benar-telah-menjadi-klub-terkutuk/">Apakah Manchester United Benar-Benar Telah Menjadi Klub Terkutuk?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Minggu kemarin benar-benar minggu yang melelahkan bagi penggemar Manchester United (MU). Setelah <a href="https://whathefan.com/olahraga/kok-bisa-ya-ada-klub-enggak-pernah-menang-sampai-7-kali/">berhasil mengalahkan Manchester City dengan skor 2-1</a>, MU justru kembali melawak di dua pertandingan selanjutnya.</p>



<p>Selain kalah dengan skor 3-4 dari Tottenham Hotspurs (sekaligus mengakhir laju MU di EFL Cup), MU juga baru saja dihabisi 0-3 oleh Bournemouth. Yang lebih menyakitkan, kekalahan telak ini terjadi di kandang MU, Old Trafford.</p>



<p>Sejak pergantian pelatih dari <a href="https://whathefan.com/olahraga/sepertinya-erik-ten-hag-memang-perlu-keluar-dari-manchester-united/">Erik Ten Hag</a> ke <a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/">Ruben Amorim</a>, banyak optimisme yang muncul di penggemar. Ungkapan &#8220;tsunami trofi&#8221; pun mulai berdatangan lagi. Sayangnya, terbukti kalau MU tetaplah MU yang dulu, mau siapa pun pelatihnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1.jpg 1280w " alt="Bagian 11 Bakat Terpendam Milik Kia" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/distopia-bagi-kia/bagian-11-bakat-terpendam-milik-kia/">Bagian 11 Bakat Terpendam Milik Kia</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Ada Perubahan Pola Permainan, tapi ya Begitulah</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/amad-mu-terkutuk-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8176" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/amad-mu-terkutuk-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/amad-mu-terkutuk-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/amad-mu-terkutuk-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/amad-mu-terkutuk.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Salah Satu Pemain yang Bersinar di Bawah Amorim (<a href="https://www.eurosport.com/football/europa-league/2024-2025/manchester-united-2-0-paok-amad-diallo-incredible-work-training-paid-off-interim-boss-ruud-van-nistelrooy_sto20052221/story.shtml">Eurosport</a>)</figcaption></figure>



<p>Jika melihat permainan MU di bawah Amorim, sebenarnya asa itu memang ada. Setelah lama melihat permainan MU yang tak berpola, akhirnya Amorim perlahan bisa menerapkan filosofi 3-4-2-1 yang ia terapkan di klub sebelumnya. </p>



<p>Meskipun hasilnya tak selalu positif, setidaknya ada progres dalam permainan MU. Para pemain lebih sering melakukan <em>pressing</em>, berusaha menjaga area dengan baik, melakukan ancaman-ancaman ke gawang lawan, dan lain sebagainya. Permainan MU (akhirnya) bisa dinikmati.</p>



<p>Selain itu, Amorim tak ragu untuk melakukan rotasi pemain, sesuatu yang jarang dilakukan di era Ten Hag. Walau hasilnya kadang mengecewakan (seperti performa Altay Bayindir ketika melawan Tottenham), setidaknya ini menunjukkan keberanian Amorim.</p>



<p>Amorim juga tak segan-segan untuk mencoret pemainnya jika dianggap tidak mampu <em>perform</em>. Marcus Rashford, yang pada era Ten Hag seolah menjadi anak emas, sudah tiga pertandingan beruntun tidak dimasukkan ke dalam <em>line up</em>.</p>



<p>Dari banyak poin plus tersebut, sayangnya hasil yang diperoleh MU sejak ditangani oleh Amorim tidak terlalu baik. Dalam sembilan laga yang telah dijalani di seluruh kompetisi, MU hanya berhasil meraih hasil 4 menang, 1 seri, dan 4 kekalahan.</p>



<p>Di kala lini penyerangan sudah mulai membaik (terutama berkat performa Amad Diallo), lini pertahanan perlu disorot karena sudah kebobolan 17 kali. Entah formasi Amorim yang memang rentan diserang, atau pemain MU saja yang tak bisa melakukan intruksi pelatih.</p>



<p>Tentu hal ini sangat disayangkan, apalagi ketika Manchester City tengah terpuruk dengan hanya meraih satu kemenangan dalam 12 laga terakhirnya (di mana 9 di antaranya berakhir dengan kekalahan). Alhasil, istilah &#8220;Manchester is clown&#8221; pun mulai bermunculan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Salah dengan Manchester United?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/amorim-mu-terkutuk-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8175" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/amorim-mu-terkutuk-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/amorim-mu-terkutuk-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/amorim-mu-terkutuk-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/amorim-mu-terkutuk.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Entah Apa yang Harus Dilakukan Amorim (<a href="https://www.espn.com/soccer/story/_/id/42485806/manchester-united-ruben-amorim-predictions-team-formation-transfers-projections">ESPN</a>)</figcaption></figure>



<p>Sampai di titik ini, Penulis (dan rasanya mayoritas pendukung lainnya) sudah berada di titik bingung apa yang salah dengan klub ini. Apakah karena julukannya setan merah, sehingga membuat klub ini menjadi terkutuk?</p>



<p>Sejak perginya Sir Alex Ferguson, sudah banyak sekali pelatih yang mencoba menangani MU. Polanya selalu sama, di mana ada fase bulan madu dan fase kehancuran. Entah bagaimana dengan Amorim nanti, tapi sejauh ini tanda-tandanya kurang baik.</p>



<p>Memang, formasi dan gaya permainan MU yang diterapkan oleh Amorim benar-benar berbeda dari pelatih-pelatih sebelumnya, sehingga membutuhkan adaptasi. Namun, rasanya para penggemar sudah terlalu lama &#8220;menderita&#8221; hingga lebih dari satu dekade.</p>



<p>Apalagi, kita bisa melihat kalau Arne Slot bersama Liverpool dan Enzo Maresca bersama Chelsea bisa langsung <em>nyetel</em>. Bahkan di klasemen Liga Inggris saat ini, kedua tim berada di posisi kedua berkat penampilan konsisten mereka.</p>



<p>Penulis memberikan apresiasi kepada Liverpool yang harus diakui berhasil tampil luar biasa. Meskipun tak mendapatkan tambahan banyak pemain, Slot mampu meracik skuadnya menjadi skuad pemenang. Korban terakhir mereka adalah Tottenham, yang dibantai 6-3.</p>



<p>Mengapa mereka bisa langsung <em>nyetel </em>dengan klub barunya? Penulis juga tidak tahu. Secara kualitas skuad, harusnya tidak berbeda jauh. Namun, secara hasil dan peringkat di liga hasilnya benar-benar jauh.</p>



<p>Entah apa yang akan terjadi di masa depan. Tentu Penulis berharap Amorim berhasil menemukan solusi dari permasalahan yang sudah terlalu mengakar di klub ini. Akan tetapi, di sisi lain, rasanya Penulis sudah pesimis dan menganggap kalau klub ini memang sudah terkutuk.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://hellorayo.co.uk/greatest-hits/dorset/news/bournemouth-manchester-united-christmas/">Rayo</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/apakah-manchester-united-benar-benar-telah-menjadi-klub-terkutuk/">Apakah Manchester United Benar-Benar Telah Menjadi Klub Terkutuk?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/apakah-manchester-united-benar-benar-telah-menjadi-klub-terkutuk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kok Bisa, ya, Ada Klub Enggak Pernah Menang Sampai 7 Kali</title>
		<link>https://whathefan.com/olahraga/kok-bisa-ya-ada-klub-enggak-pernah-menang-sampai-7-kali/</link>
					<comments>https://whathefan.com/olahraga/kok-bisa-ya-ada-klub-enggak-pernah-menang-sampai-7-kali/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Dec 2024 16:45:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Olahraga]]></category>
		<category><![CDATA[Manchester City]]></category>
		<category><![CDATA[sepak bola]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8128</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis mengawali minggu ini dengan indah. Selain Manchester United (MU) berhasil menang secara meyakinkan dengan skor 4-0 atas Everton, klub tetangga harus mengalami kekalahan 0-2 atas Liverpool. Ini menjadi kekalahan empat kali beruntun bagi Manchester City di Premier League, setelah sebelumnya kalah atas Bournemouth (1-2), Brightin and Hove Albion (1-2), dan Tottenham Hotspurs (0-4). Catatan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kok-bisa-ya-ada-klub-enggak-pernah-menang-sampai-7-kali/">Kok Bisa, ya, Ada Klub Enggak Pernah Menang Sampai 7 Kali</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis mengawali minggu ini dengan indah. Selain Manchester United (MU) berhasil menang secara meyakinkan dengan skor 4-0 atas Everton, klub tetangga harus mengalami kekalahan 0-2 atas Liverpool.</p>



<p>Ini menjadi kekalahan empat kali beruntun bagi Manchester City di Premier League, setelah sebelumnya kalah atas Bournemouth (1-2), Brightin and Hove Albion (1-2), dan Tottenham Hotspurs (0-4).</p>



<p>Catatan ini makin diperparah dari hasil pertandingan di kompetisi lain, seperti kekalahan 1-2 atas Spurs di EFL Cup dan 1-4 atas Sporting CP di Liga Champion. Selain itu, mereka juga hanya bisa imbang 3-3 saat berhadapan dengan Feyenoord, walau sempat unggul 3-0. </p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner2-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati-banner2.jpg 1280w " alt="Kadang Waktu pun Tak Bisa Mengobati Sakit Hati" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/rasa/kadang-waktu-pun-tak-bisa-mengobati-sakit-hati/">Kadang Waktu pun Tak Bisa Mengobati Sakit Hati</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">&#8220;Rekor&#8221; Impresif Pep dan Manchester City</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8134" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-1-1-2-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-1-1-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-1-1-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-1-1-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-1-1-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Kalah Maning Kalah Maning (<a href="https://www.caughtoffside.com/2024/12/02/steve-nicol-scary-liverpool/">Caught Offside</a>)</p>
</div></div>



<p>Rentetan hasil buruk tersebut membuat City mencatatkan rekor yang impresif, yakni<strong> 6 kali kalah dan 1 kali seri dalam tujuh pertandingan terakhir</strong>. Kemenangan terakhir yang mereka dapatkan adalah ketika berhadapan dengan Southampton dengan skor tipis 1-0.</p>



<p>Menariknya, pertandingan tersebut berlangsung pada tanggal 26 Oktober 2024. Artinya, selama bulan November kemarin City gagal meraih satu kemenangan pun. Tak hanya itu, mereka juga <strong>kebobolan 15 gol </strong>dalam bulan yang sama dan hanya mencetak tujuh gol.</p>



<p>Melansir dari <em>90Min</em>, <strong>pencapaian lima <em>lose streak </em>ini adalah yang pertama bagi Pep Guardiola </strong>sepanjang kariernya. Selama menangani City, <em>lose streak </em>paling panjang yang pernah dialami oleh Pep adalah tiga kali beruntun, yakni pada tahun 2018 dan 2021. </p>



<p>Pep juga pernah menderita tiga kekalahan beruntun ketika masih menangani Bayern Munich pada tahun 2015. Selama menangani Barcelona, rekornya lebih fenomenal lagi, di mana ia tidak pernah kalah beruntun lebih dari dua kali.</p>



<p>Selain itu, melansir dari <em>Goal</em>, <strong>City menjadi klub pemenang Liga Inggris pertama yang menderita lima kekalahan beruntun sejak tahun 1956</strong>. Sebelum City, Chelsea juga pernah mengalami hal yang sama pada bulan Maret 1956.</p>



<p>Rekor menarik lainnya? Ini adalah pertama kalinya<strong> City menderita kekalahan lima kali secara beruntun dalam 18 tahun terakhir</strong>. Erling Haaland juga ikut mencetak rekor, di mana akhirnya <strong>ia mengalami kekalahan ketika berhasil mencetak gol di Premier League</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mari Kita Bandingkan dengan MU</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8133" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-2-1-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-2-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-2-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-2-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-2-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Lagi Unbeaten nih, Bos (<a href="https://www.seattletimes.com/sports/ruben-amorims-manchester-united-serenaded-by-fans-after-4-0-win-against-everton/?utm_source=RSS&amp;utm_medium=Referral&amp;utm_campaign=RSS_all">The Seattle Times</a>)</p>
</div></div>



<p>Sebagai perbandingan, <strong>MU justru tak terkalahkan <a href="https://whathefan.com/olahraga/kunci-bahagia-jangan-jadi-fans-manchester-united/">sejak Erik Ten Hag dipecat</a></strong>. Dalam empat pertandingan di bawah asuhan Ruud van Nisterlooy, MU mencatatkan tiga kemenangan dan satu kali seri (5-2 vs Leicester City, 1-2 vs Chelsea, 2-0 vs Paok, 3-0 vs Leicester City. </p>



<p><a href="https://whathefan.com/olahraga/menatap-masa-depan-manchester-united-bersama-ruben-amorim/">Di bawah pelatih baru Ruben Amorim</a> pun MU masih belum terkalahkan dengan dua kemenangan dan satu kali hasil imbang (1-1 vs Ipswich Town, 3-2 vs Bodo/Glimt, 4-0 vs Everton). </p>



<p>Kekalahan terakhir MU terjadi saat bertamu ke West Ham akhir Oktober. Artinya, di saat City harus terus menderita kekalahan, MU justru tak terkalahkan. Sebagai penggemar MU, kebahagiannya jadi <em>double</em>.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/olahraga/kenapa-fans-manchester-united-banyak-yang-sombong/">Walau <em>fans </em>MU memang terkenal karena kesombongannya ketika berada di atas angin</a>, menurut Penulis ujian sebenarnya MU akan terlihat ketika berhadapan dengan Arsenal beberapa hari lagi. Jika berhasil menang, artinya MU berada di jalur yang benar.</p>



<p>Menariknya, meskipun menderita hasil buruk secara bertubi-tubi, kok r<strong>asanya media sosial sepi-sepi saja seolah tidak ada yang peduli</strong>. Coba bayangkan hal yang sama terjadi pada MU, pasti sudah menjadi gorengan media dan <em>content creator </em>selama berbulan-bulan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Terjadi dengan Manchester City?</h2>



<div class="wp-block-cover"><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8135" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-3-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/manchester-city-lose-streak-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Jadi Penyebab Utama? (<a href="https://www.reuters.com/sports/soccer/man-citys-rodri-suffers-knee-ligament-injury-2024-09-25/">Reuters</a>)</p>
</div></div>



<p>Sebagai klub yang mendominasi Premier League beberapa tahun terakhir, tentu kejatuhan City menimbulkan banyak pertanyaan bagi penggemar sepak bola. Apa yang menyebabkan City seolah lupa dengan caranya menang?</p>



<p>Banyak yang mengatakan kalau <strong>cederanya Rodri menjadi biang keroknya</strong>. Pep tidak memiliki pengganti sepadan yang bisa mengisi posisi tersebut, sehingga strategi yang ia terapkan tak bisa berjalan dengan optimal.</p>



<p>Namun, alasan cedera rasanya terlalu klise. <a href="https://whathefan.com/olahraga/badai-cedera-manchester-united-yang-tak-kunjung-berlalu/">MU pernah mengalami badai cedera yang lebih parah musim kemarin</a>, dengan total kasus cedera lebih dari 60. Namun, MU tak sampai mengalami apa yang dialami City sekarang.</p>



<p>Alasan lain yang lebih masuk akal adalah <strong>kedalaman skuad City yang seolah hilang begitu saja</strong>. Cederanya Rodri menjadi bukti nyata bagaimana tidak ada pemain pelapis yang setidaknya memiliki kualitas mendekatinya.</p>



<p>Lucunya, jika membuka situs resmi City bagian daftar pemain, bagian Forwards hanya memiliki Erling Haaland seorang. Amit-amit seandainya Haaland cedera, siapa yang akan mengisi posisinya? </p>



<p>Tak hanya itu, <strong>pemain-pemain inti City banyak yang sudah berusia di atas kepala tiga</strong>, seperti Ilkay Gundogan (34), Kyle Walker (34), Kevin De Bruyne (33), Ederson (31), Mateo Kovacic (30), John Stones (30), hingga Bernardo Silva (30).</p>



<p>Sebagai perbandingan (lagi), pemain inti MU yang berkepala tiga hanya Bruno Fernandes (30) dan Casemiro (32). MU bahkan tak segan untuk mengorbitkan pemain muda, seperti Alejandro Garnacho (20), Amad Diallo (22), hingga Kobbie Mainoo (19).</p>



<p>Ini seolah menunjukkan bahwa <strong>Pep tidak melakukan regenerasi kepada skuad City</strong>. Masa jaya City sudah mulai habis dan Pep tidak melakukan tindakan antisipasi. Memang sesekali ia memainkan pemain akademi, tapi tak ada yang benar-benar bersinar.</p>



<p>Tentu menarik untuk melihat apakah akhirnya Pep dan City berhasil bangkit dan memutus rentetan hasil buruk yang diderita. Penulis sebagai penggemar MU tentu berharap kalau hasil buruk ini akan terus berlanjut selama mungkin.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 2 Desember 2024, terinspirasi setelah menonton kekalahan Manchester City atas Liverpool</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://bitterandblue.sbnation.com/2022/7/31/23285231/manchester-citys-loss-to-liverpool-could-be-a-blessing-in-disguise">Bitter and Blue</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.mancity.com/results">Man City Match Results 2024/25 &#8211; Manchester City F.C.</a></li>
</ul>



<p><a href="https://www.manutd.com/en/matches/fixtures-results">Fixtures &amp; Results | Man Utd Men&#8217;s First Team | Manchester United</a></p>



<p><a href="https://www.goal.com/en/lists/man-city-worst-form-18-years-pep-guardiola-suffers-yet-another-defeat-4-0-thrashing-against-tottenham/blt2d6b87ac30cf8e04#:~:text=Guardiola%20made%20unwanted%20history%20on,after%20suffering%20five%20straight%20defeats.">Man City plummet to worst form in 18 years as Pep Guardiola suffers unprecedented fifth straight defeat in 4-0 thrashing against Tottenham | Goal.com</a></p>



<p><a href="https://www.90min.com/pep-guardiola-worst-losing-streaks">Pep Guardiola&#8217;s worst losing streaks</a></p>



<p><a href="https://www.transfermarkt.com/manchester-city/kader/verein/281/saison_id/2024">Manchester City &#8211; Detailed squad 24/25 | Transfermarkt</a></p>



<p><a href="https://www.transfermarkt.com/manchester-united/kader/verein/985">Manchester United &#8211; Detailed squad 24/25 | Transfermarkt</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/olahraga/kok-bisa-ya-ada-klub-enggak-pernah-menang-sampai-7-kali/">Kok Bisa, ya, Ada Klub Enggak Pernah Menang Sampai 7 Kali</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/olahraga/kok-bisa-ya-ada-klub-enggak-pernah-menang-sampai-7-kali/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
