<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Musik Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/category/musik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/category/musik/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Dec 2025 16:32:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>Musik Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/category/musik/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Dec 2025 16:24:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[lagu]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8479</guid>

					<description><![CDATA[<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi YouTube Music yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah IVE, Linkin Park, ONE OK ROCK, NOAH, dan TWICE. Sebuah kombinasi yang unik. Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Karena sudah di penghujung tahun, maka seperti biasa aplikasi <a href="https://whathefan.com/musik/bagaimana-algoritma-youtube-music-membuat-saya-menyelami-k-pop/">YouTube Music</a> yang Penulis gunakan merilis rekap untuk tahun 2025. Tahun ini, Top 5 artis favorit Penulis adalah <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/"><strong>IVE</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/"><strong>Linkin Park</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/"><strong>ONE OK ROCK</strong></a>, <a href="https://whathefan.com/musik/puisi-di-dalam-lirik-peterpan-dan-noah/"><strong>NOAH</strong></a>, dan <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/"><strong>TWICE</strong></a>. Sebuah kombinasi yang unik.</p>



<p>Penulis memang merasa tahun ini sangat sering mendengarkan lagu-lagu IVE. Bahkan, Penulis mendengarkan semua lagunya, bukan hanya judul-judul utama saja. Penulis belum pernah melakukan ini ke genre<em> </em>K-Pop. Kalau <a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">genre <em>rock</em></a>, sering.</p>



<p>Alasannya sederhana, Penulis merasa cocok dengan mayoritas lagu IVE. Tidak terlalu imut-imut, tapi juga tidak terlalu <em>badass</em>. Pas di tengah-tengah. Apalagi, IVE sering mengangkat tema <em>self-confidence</em> dan <em>self-love</em>, sehingga banyak lagunya yang membuat Penulis merasa <em>related</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000-300x169.png" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/20221021_193856_0000.png 1280w " alt="Azab Apa yang Cocok untuk Tukang Spoiler?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/azab-apa-yang-cocok-untuk-tukang-spoiler/">Azab Apa yang Cocok untuk Tukang Spoiler?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Tier List IVE</h2>



<p>Berbeda dengan <em>tier list </em>Linkin Park, tidak ada Tier S di sini karena <em>tier </em>tersebut memang khusus untuk satu lagu saja. Penulis hanya menggunakan Tier A yang terbaik hingga Tier E yang terburuk.</p>



<p>Rinciannya, Tier A adalah lagu-lagu yang masuk ke ke <em>playlist </em>dan sering kali Penulis sengaja dengarkan ketika pertama kali membuka YouTube Music. Lagu-lagu yang masuk ke <em>tier </em>ini juga mendominasi rekap tahun 2025 ini karena sering disetel.</p>



<p>Selanjutnya adalah Tier B, yang masih masuk <em>playlist</em>, tapi jarang Penulis setel duluan. Tier C adalah lagu yang tidak masuk ke dalam <em>playlist</em>, tapi tidak Penulis <em>skip </em>jika kebetulan muncul. Tier D masih bisa Penulis dengarkan, walau peluang buat di-<em>skip</em>-nya cukup besar. Tier E adalah lagu yang pasti Penulis <em>skip</em>.</p>



<p>Sama seperti artikel <em>tier list </em>sebelumnya, Penulis akan memberikan skor sesuai tiap album dan EP dengan Tier A bernilai 4 dan Tier E bernilai 0. Untuk <em>single </em>rasanya tidak perlu Penulis beri nilai secara khusus. </p>



<p>Mengingat ada banyak yang ingin Penulis bicarakan untuk lagu-lagu IVE, Penulis jadi ingin membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian. Untuk bagian pertama ini, Penulis ingin membahas terlebih dahulu <em>single-single </em>yang pernah dirilis oleh IVE.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Single</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE, David Guetta - Supernova Love Official Music Video" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fyk6vjwI3wc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Supernova Love (2024)</li>



<li>B: After LIKE (2022), I Want (2023)</li>



<li>C: Eleven (2021), Take It (2021), Love Dive (2022), SUMMER FESTA (2024)</li>



<li>D: Royal (2022), My Satisfaction (2022), All Night (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Sebagaimana grup K-Pop pada umumnya, IVE pun debut lewat <em>single</em>&#8211;<em>single</em> terlebih dulu. Saat pertama kali muncul, mereka merilis <em>single </em><strong>&#8220;Eleven&#8221;</strong>, lantas disusul <strong>&#8220;Love Dive&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;After LIKE&#8221;.</strong> Masing-masing <em>single </em>memiliki dua lagu, tapi Penulis kurang menikmati lagu lainnya. </p>



<p>Menariknya, Penulis justru tahu belakangan ketiga <em>single </em>awal ini karena memang Penulis mengenal IVE melalui &#8220;Kitsch&#8221; dan &#8220;I Am&#8221;, yang rilis di tahun 2022. Ketiga lagu utama ini cukup lama bertahan di <em>playlist </em>Penulis, tapi kini tinggal tersisa lagu &#8220;After LIKE&#8221;.</p>



<p>Salah satu alasan yang membuat Penulis cukup menyukai &#8220;After LIKE&#8221; adalah karena gara-gara video konser mereka di kanal YouTube First Take. IVE, yang dulu sempat dicibir karena kurangnya kualitas vokal mereka, telah berevolusi menjadi penyanyi yang solid (terutama Liz).</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE - After LIKE / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/BiTEQGmPRfQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah merilis tiga <em>single</em>, IVE rajin merilis EP, bahkan bisa hingga dua kali dalam satu tahun seperti di tahun 2025 ini. Maka dari itu, tidak banyak <em>single </em>yang mereka rilis. Paling lagu kolaborasi dengan Pepsi, yakni <strong>&#8220;I Want&#8221;</strong> dan <strong>&#8220;Summer Festa&#8221;</strong> yang terkesan <em>fun </em>banget.</p>



<p>IVE juga dua kali berkolaborasi dengan artis luar negeri. Pertama ada <strong>&#8220;Supernova Love&#8221; </strong>yang merupakan hasil kolaborasi dengan David Guetta. Ini adalah salah satu yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 ini.</p>



<p>Sebagai lagu EDM, lagu ini terasa seru, tapi juga ada sisi melankolisnya. Setelah diselidiki, ternyata lagu ini menggunakan <em>sampling </em>dari lagu &#8220;Merry Christmas, Mr. Lawrence&#8221; karya legenda Jepang, Ryuichi Sakamoto, yang dibuat untuk veteran perang.</p>



<p>Oh iya, IVE memang terkenal karena suka menggunakan <em>sampling </em>dari lagu lain. &#8220;After LIKE&#8221; misalnya, mengambil <em>sample </em>dari &#8220;I Will Survive&#8221; karya Gloria Gaynor. Namun, lagu tersebut memang cukup sering dijadikan <em>sample </em>oleh musisi lain.</p>



<p><em>Single </em>dengan artis internasional kedua adalah<strong> &#8220;All Night&#8221; </strong>bersama Saweetie. Lagu ini mengingatkan Penulis kepada lagu-lagu pop tahun 2010-an. Karena Penulis bukan penggemar lagu pop, maka Penulis tidak terlalu menyukai lagu ini.</p>



<p>Secara lirik, lagu-lagu di atas memiliki tema yang lebih ringan dan seputar percintaan, sehingga tidak ada yang istimewa bagi Penulis dari sisi ini. Beda cerita dengan dua lagu berbahasa Jepang yang akan Penulis bahas di poin berikutnya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">EP Jepang (WAVE, Alive, Be Alright)</h3>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="IVE 아이브 &#039;Be Alright&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/gC7cURZsiH8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<ul class="wp-block-list">
<li>A: Be Alright (2025), DARE ME (2025)</li>



<li>B: Crush (2024)</li>



<li>C: &#8211;</li>



<li>D: WAVE (2022), Classic (2022), Will (2024)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>IVE dikenal karena kerap merilis lagu<em> </em>berbahasa Jepang (mungkin karena ada Rei yang berasal dari Jepang). Bukan hanya menerjemahkan yang sudah ada ke versi Jepang, tapi benar-benar membuat lagu baru dalam format <em>extended play </em>(EP).</p>



<p>Memang ada beberapa lagu hit mereka yang diterjemahkan ke bahasa Jepang, tapi lagu-lagu tersebut menjadi sekadar pelengkap saja untuk lagu orisinalnya. Setiap EP Jepang akan merilis dua lagu baru beserta tiga lagu &#8220;terjemahan&#8221;. </p>



<p>Awalnya, Penulis tidak terlalu memedulikan lagu-lagu Jepang ini karena menurut Penulis memang tidak terlalu enak. Dari dua EP pertama,<em>WAVE</em> (2022) dan <em>Alive</em> (2024), hanya lagu <strong>&#8220;Crush&#8221;</strong> yang masih masuk ke telinga Penulis.</p>



<p>Namun, semua berubah ketika EP <em>Be Alright </em>rilis di tahun ini. Dua <em>single </em>utamanya, <strong>&#8220;Be Alright&#8221; </strong>dan <strong>&#8220;DARE ME&#8221;</strong>, benar-benar menjadi favorit baru Penulis. Bukan hanya karena musiknya enak, tapi juga maknanya yang dalam dan datang di saat Penulis membutuhkannya!</p>



<p>Penulis tidak ingat bagaimana pertama kali mendengarkan lagu &#8220;Be Alright&#8221;, tapi rasanya lagu itu tiba-tiba muncul begitu saja. Kebetulan, waktu itu ada orang dekat Penulis yang sedang khawatir dengan situasi kehidupannya. Lagu ini pun Penulis kirimkan kepadanya.</p>



<p>Sesuai dengan judulnya, lagu ini menjadi semacam penyemangat kalau semua akan baik-baik saja, seberat apa pun rasanya saat ini. Lagu ini juga membuat Penulis teringat lagu &#8220;Three Little Birds&#8221; dari Bob Marley. Penulis akan taruh liriknya di bawah ini:</p>



<p><strong>It&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Ini akan baik-baik saja</em></p>



<p><strong>Don&#8217;t worry about tomorrow 弾ける<strong>(hajikeru)</strong></strong> <strong>emotion</strong> <br><em>Jangan khawatirkan hari esok, emosi yang meluap</em></p>



<p><strong>心配いらない (shinpai iranai</strong>) <strong>it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Tidak perlu khawatir, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p><strong>超えてゆく想像 さあおいでよ (koete yuku souzou</strong> <strong>saa oide yo )</strong> <strong>follow<br></strong><em>Melampaui imajinasi, ayo ikutlah (padaku)</em></p>



<p><strong>I know it&#8217;s gonna be, it&#8217;s gonna be alright<br></strong><em>Aku tahu ini akan jadi, ini akan baik-baik saja</em></p>



<p>Lagu ini sekarang Penulis jadikan &#8220;alat&#8221; ketika mulai merasa khawatir berlebihan terhadap segala sesuatu. Lagu ini jadi pengingat bahwa semua akan baik-baik saja, yang penting fokus dengan apa yang kita lakukan saat ini.</p>



<p>Sementara itu, Penulis jatuh cinta dengan lagu &#8220;DARE ME&#8221; karena IVE membawakan lagu ini di kanal First Take juga. Jika &#8220;Be Alright&#8221; mengingatkan kita untuk tidak <em>overthinking </em>berlebihan, maka lagu ini jadi pengingat untuk percaya ke diri sendiri. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE - DARE ME / THE FIRST TAKE" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/8k0Myd9F8to?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Coba saja lihat liriknya di bawah ini pada bagian <em>chorus </em>dan<em> post chorus-</em>nya berikut ini:</p>



<p><strong>[CHORUS]</strong></p>



<p><strong>Dare me, dare me!<br></strong><em>Tantang aku, tantang aku!</em></p>



<p><strong>Believe myself<br></strong><em>Percayai diriku sendiri</em></p>



<p><strong>ダメな自分も愛して (Dame na jibun mo aishite)<br></strong><em>Cintai juga dirimu yang tidak sempurna</em></p>



<p><strong>I know that I can shine again<br></strong><em>Aku tahu bahwa aku bisa bersinar lagi</em></p>



<p><strong>さぁ羽を広げて (Saa hane o hirogete)<br></strong><em>Ayo, rentangkan sayapmu</em></p>



<p><strong>Don&#8217;t be afraid to make mistakes<br></strong><em>Jangan takut membuat kesalahan</em></p>



<p><strong>Keep trying, trying daily<br></strong><em>Teruslah mencoba, mencoba setiap hari</em></p>



<p><strong>Just keep moving toward your dream, yeah<br></strong><em>Teruslah bergerak menuju impianmu, yeah</em></p>



<p><strong>[POST-CHORUS]</strong></p>



<p><strong>Believe me, believe me, believe myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, percayai diriku sendiri</em></p>



<p><strong>誰に何を言われたって yeah (Dare ni nani o iwaretatte yeah)<br></strong><em>Tidak peduli orang akan mengatakan apa pun (padaku) yeah</em></p>



<p><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p><strong>Believe me, believe me, just be myself<br></strong><em>Percayalah padaku, percayalah padaku, jadilah diriku sendiri saja</em></p>



<p><strong>ありのままの私でいいの yeah (Ari no mama no watashi de ii no yeah)<br></strong><em>Tidak apa-apa menjadi diriku apa adanya, yeah</em></p>



<p><strong>I L-O-V-E M-E, yes<br></strong><em>Aku C-I-N-T-A D-I-R-I-K-U, ya</em></p>



<p>Karena liriknya yang mendalam dan kebetulan secara musik juga enak, tak heran kalau kedua lagu masuk ke Tier A dan belakangan begitu sering Penulis dengarkan. Apalagi harmonisasi suara Yujin dan Liz di lagu &#8220;DARE ME&#8221;, pantas mendapatkan apresiasi.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Setelah bertahun-tahun mendengarkan lagu K-Pop, baru kali ini Penulis merasa begitu memperhatikan liriknya. Penulis tidak bahasa Korea, tapi ketika mendengarkan lagu IVE, Penulis punya <em>feeling </em>lagunya ingin menyampaikan pesan penting dan ternyata memang terbukti.</p>



<p>Padahal, baru dua lagu dari EP Jepang yang Penulis jadikan contoh. Masih ada banyak lagi lagu lain yang bertema <em>self-love</em>, <em>self-confidence</em>, bahkan <em>self-acceptance </em>di lagu-lagu utama mereka, yang akan Penulis bahas di artikel selanjutnya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 11 Desember 2025, terinspirasi setelah IVE menjadi artis yang paling sering Penulis dengarkan di tahun 2025 melalui aplikasi YouTube Music</p>



<p>Foto Featured Image: YouTube</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/">Tier List Lagu-Lagu IVE Versi Saya (Bagian 1: Single dan EP Jepang)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-ive-bagian-1-single-dan-ep-jepang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Jun 2025 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Carmen]]></category>
		<category><![CDATA[Hearts2Hearts]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8303</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis mengenal K-Pop sejak Gen 2 ketika SMA. Waktu itu, rata-rata member dari sebuah girlband atau boyband lebih tua dari Penulis. Sebagai contoh, Girls&#8217; Generation atau SNSD memiliki member yang lahir antara tahun 1989 hingga 1991. Penulis hiatus cukup lama dari dunia K-Pop, kalau tidak salah mulai tahun 2013-2014. Penulis baru menyentuhnya lagi ketika kerja [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/">Mari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis mengenal K-Pop sejak Gen 2 ketika SMA. Waktu itu, rata-rata <em>member</em> dari sebuah girlband atau boyband lebih tua dari Penulis. Sebagai contoh, Girls&#8217; Generation atau SNSD memiliki <em>member </em>yang lahir antara tahun 1989 hingga 1991.</p>



<p>Penulis hiatus cukup lama dari dunia K-Pop, kalau tidak salah mulai tahun 2013-2014. Penulis baru menyentuhnya lagi ketika kerja karena teman sekantor Penulis merupakan penggemar berat <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>, yang termasuk ke Gen 3. Namun, baru di tahun 2022-2023 Penulis baru kembali intens mendengarkan K-Pop melalui <a href="https://whathefan.com/musik/awal-perkenalan-dengan-twice-park-jihyo-dan-time-to-twice/">Twice</a>.</p>



<p>Nah, Gen 3 ini bisa dibilang seumuran dengan Penulis atau setidaknya usianya tidak beda jauh dari Penulis. Contoh <em>idol </em>yang seumuran dengan Penulis adalah Wendy dan Seulgi dari <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Red Velvet</a>. Kami sama-sama kelahiran 1994.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/03/Mau-Sampai-Kapan-Kita-Dibuat-Pusing-oleh-Negara-banner.jpg 1200w " alt="Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/mau-sampai-kapan-kita-dibuat-pusing-oleh-negara/">Mau Sampai Kapan Kita Dibuat Pusing oleh Negara?</a></div></div></div><p></p>


<p>Penulis bisa dibilang &#8220;telat&#8221; mengikuti Gen 3 ini, karena mereka sudah mulai mendekati penghujung karier ketika mendengarkan mereka. Bahkan, bisa dibilang sudah mulai peralihan ke Gen 4 seperti <a href="https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/">aespa</a> dan <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">IVE</a>, yang kira-kira seumuran dengan adik bungsu Penulis.</p>



<p>Penulis menyadari bahwa ada kesan <em>cringe </em>jika Penulis melihat sosok &#8220;adik-adik&#8221; yang bernyanyi dan nge-<em>dance</em>. Oleh karena itu, Penulis cenderung menghindari menonton video <em>performance </em>mereka. Penulis hanya menikmati musik mereka, sambil sesekali menonton <em>variety show</em> mereka.</p>



<p>Nah, kalau Gen 4 saja sudah ada perasaan takut dianggap <em>cringe</em>, lantas bagaimana dengan Gen 5 yang usianya lebih mudah lagi? Beda umur mereka dengan Penulis bisa mencapai belasan tahun!</p>



<p>Oleh karena itu, ketika Babymonster dari YG Entertainment debut dan langsung <em>hype</em>, Penulis berusaha untuk tidak terlalu mendengarkan lagu mereka (walau belakangan sedang sering mendengar lagu &#8220;Drip&#8221;).</p>



<p>Namun, hal tersebut runtuh begitu saja ketika Penulis mengetahui ada orang Indonesia yang berhasil tembus SM Entertainment, salah satu dari Big 3 agensi di Korea Selatan. Orang tersebut adalah <strong>Nyoman Ayu Carmenita </strong>atau <strong>Carmen</strong>, yang bergabung dengan Hearts2Hearts.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Carmen Bisa Debut di SM Entertainment</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8307" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">SM Entertainment (<a href="https://www.afloimages.com/imagedetails/127368480_extIntAflo/127368480-AFLO-Images-SM-Entertainment-June-12-2020-The-headquarters-of-.html">Afloimages</a>)</figcaption></figure>



<p>Carmen memang bukan orang Indonesia pertama yang berhasil menembus industri K-Pop. Sebelumnya, pernah ada nama seperti Dita Karang yang debut bersama Secret Number, walau kini grupnya tersebut sudah resmi bubar.</p>



<p>Namun, Carmen adalah orang Indonesia pertama yang berhasil debut di Big 3 agensi di Korea Selatan, yang terdiri dari SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment. Carmen berada di agensi yang sama dengan SNSD, Red Velvet, dan aespa.</p>



<p>Mungkin sudah banyak yang tahu bagaimana Carmen bisa lolos SM. Awalnya ia mengikuti SM Global Audition melalui Zoom pada tahun 2020, saat zaman Covid. Waktu itu, berarti ia berumur sekitar 13-14 tahun.</p>



<p>Dari pendaftaran tersebut, ternyata ia lolos ke tahap selanjutnya dan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti proses seleksi lebih lanjut. Ia diantar oleh kakaknya, karena ia masih merahasiakan hal ini ke orang tuanya.</p>



<p>Siapa sangka ternyata ia berhasil lolos dan resmi menjadi <em>trainee</em> SM Entertainment. Awalnya ia dilarang oleh kedua orang tuanya (bayangkan saja melepas anak gadisnya sendirian ke negara orang yang terkenal rasis), tapi kakaknya berhasil membantu meyakinkan orang tuanya.</p>



<p>Carmen pun resmi menjadi <em>trainee </em>di tahun 2022, ketika ia berumur 15-16 tahun. Setelah dua tahun, ia akhirnya resmi debut bersama Hearts2Hearts pada tanggal 24 Februari 2025. Ia, yang lahir pada tanggal 28 Maret 2006, menjadi anggota tertua di grup tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Coba Kita Bayangkan Menjadi Seorang Carmen</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8308" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Nyoman Ayu Carmenita (<a href="https://voi.id/en/lifestyle/463698">VOI</a>)</figcaption></figure>



<p>Bayangkan ketika kita berumur 15-16 tahun. Mungkin kita baru lulus SMP dan baru akan merasakan masa-masa indah SMA. Namun, kita mendapatkan sebuah surat yang menyatakan kita diterima sebagai <em>trainee</em> di salah satu agensi terbesar di Korea Selatan.</p>



<p>Ketika berangkat, kita memang punya modal menyanyi dan menari yang cukup oke, karena kebetulan kita punya <em>privilege </em>di keluarga yang cukup <em>nyeni</em>. Akan tetapi, kita dalam posisi tidak bisa sama sekali berbahasa Korea. Apalagi, banyak orang Korea yang tidak bisa berbahas Inggris.</p>



<p>Sebelum berangkat, muncul kekhawatiran di kepala kita. Korea Selatan terkenal sebagai negara yang cukup rasis dan ultranasionalis. Bisakah kita bertahan di sana sendirian? Apakah kita bisa berteman dengan orang asli sana? Apakah kita bisa menyelesaikan masa <em>trainee</em> dan debut sebagai <em>idol</em>?</p>



<p>Terlepas dari semua kekhawatiran itu, kita berusaha menepis semua pikiran negatif tersebut dan yakin dengan diri sendiri. Kita menyemangati diri kita sendiri dan yakin kalau kita bisa melewati semua tantangan yang ada.</p>



<p>Kita pun menjalani masa <em>trainee</em> sembari mengambil kelas bahasa Korea. Masa <em>trainee </em>adalah masa yang terkenal berat, di mana kita menjalani pelatihan yang insentif dari berbagai bidang. Semua harus kita jalani demi bisa debut.</p>



<p>Di awal-awal masa <em>trainee</em>, kita pasti merasa tertekan dan mengalami <em>culture shock</em>. Tidak ada teman untuk bercerita karena ada <em>languange barrier </em>yang cukup lebar. Mungkin kita bisa menelepon orang tua kita, tapi kehadiran fisik seseorang yang bisa menjadi tempat mengeluh masih dibutuhkan.</p>



<p>Beberapa bulan kemudian, kita sudah mulai bisa berbicara dalam bahasa Korea dasar. Kita mulai mencoba mengobrol dengan sesama <em>trainee</em>. Mungkin ada yang rasis, tapi yang baik ke kita juga tidak sedikit. Kita pun mulai menemukan teman yang bisa diandalkan.</p>



<p>Setelah dua tahun, setelah semua jerih payah, rasa sepi, dan tangis, kita akhirnya mendapatkan pemberitahuan akan segera debut bersama teman-teman <em>trainee </em>lainnya. Kita akan menjadi orang pertama dari Indonesia yang debut di bawah bendera SM Entertainment.</p>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Kurang lebih seperti itulah yang ada di benak Penulis ketika membayangkan berada di posisi Carmen. Sebagai seorang INFJ yang terkenal punya empati tinggi, entah mengapa Penulis bisa merasakan perjuangan yang telah ia lewati sejauh ini.</p>



<p>Meskipun ia terkenal selalu ceria dan memiliki <em>positive vibes</em>, Penulis yakin ia telah melewati banyak masa-masa berat selama ini, bahkan mungkin hingga sekarang. Itulah yang membuat Penulis mengagumi sosok Carmen, terlepas dirinya 12 tahun lebih muda dari Penulis.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Sekarang, Mari Kita Bicarakan Hearts2Hearts</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8309" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/06/Mari-Kita-Bayangkan-Diri-Kita-Menjadi-Carmen-H2H-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Atas: Ye-On (Paling Kiri), A-na, Jiwoo, Carmen | Bawah: Juun (Paling Kiri), Ian, Yuha, Stella (<a href="https://www.popline.id/k-pop/751070547/hearts2hearts-siap-rilis-reality-show-perdana-chat-hearts2hearts-catat-jadwalnya">Popline</a>)</figcaption></figure>



<p>Carmen menjalani debut di Hearts2Hearts (H2H) bersama &#8220;adik-adiknya&#8221;, mulai dari Jiwoo (<em>leader</em>), Yuha, Stella, Juun, A-na, Ian, hingga Ye-On. Mereka debut dengan lagu berjudul <strong>&#8220;The Chase&#8221;</strong>, yang sejujurnya kurang cocok dengan selera musik Penulis.</p>



<p>Namun, lagu mereka yang berjudul <strong>&#8220;Butterflies&#8221;</strong> benar-benar Penulis nikmati. Lagu ini bernuansa <em>ballad</em> yang <em>heartwarming</em>, bukan tipe <em>ballad </em>yang cocok jadi teman galau. Bersama &#8220;Drip&#8221; dari Babymonster yang Penulis sebut di awal tulisan, dua lagu ini belakangan sering Penulis dengarkan (walau terkesan bertolak belakang).</p>



<p>Ada beberapa pihak yang <em>nyinyir </em>dan menganggap kalau Carmen hanya dimanfaatkan SM sebagai alat <em>marketing </em>untuk meraup pasar Indonesia, yang terkenal suka <em>overproud</em>. Apapun itu, bagi Penulis Carmen sudah berhasil membawa nama Indonesia ke kancah internasional.</p>



<p>Seperti yang sudah disinggung di atas, Penulis suka menonton <em>variety show </em>para <em>idol </em>Korea ini ketika sedang bersantai. H2H ini belakangan sering Penulis tonton. Ternyata, walau mereka cantik-cantik, kelakukan mereka juga lumayan <em>random</em>, terutama Carmen, A-na, dan Ian.</p>



<p>Nah, dalam beberapa kesempatan, Carmen terlihat mengajari beberapa kata dalam bahasa Indonesia kepada <em>member-</em>nya. Sejauh ini, ada dua <em>member </em>yang cukup hafal dan fasih dalam berbahasa Indonesia: Ian dan Ye-on. </p>



<p>Mungkin Penulis termasuk ke dalam masyarakat Indonesia yang <em>overproud </em>dengan debutnya Carmen bersama H2H. Biarlah, Penulis benar-benar merasa bangga ke Carmen, apalagi setelah membayangkan betapa keras perjuangannya untuk bisa berada di titik sekarang.</p>



<p>H2H memang baru berusia 3 bulan dan memiliki dua lagu. Mereka baru akan <em>comeback </em>pada 18 Juni mendatang dengan lagu (yang katanya) berjudul &#8220;Style&#8221;. Penulis pribadi ingin melihat sejauh apa Carmen akan mengharumkan nama Indonesia melalui H2H.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 10 Juni 2025, terinspirasi setelah melihat banyak video seputar Carmen dan Hearts2Hearts</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.suara.com/bisnis/2025/02/25/101548/debut-idol-kpop-carmen-hearts2hearts-bakal-punya-gaji-di-atas-umr-indonesia">Suara</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/">Mari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-carmen-dan-hearts2hearts/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tier List Lagu-Lagu di Album &#8220;From Zero&#8221; Versi Saya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Nov 2024 08:36:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[From Zero]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<category><![CDATA[tier list]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8066</guid>

					<description><![CDATA[<p>Awalnya, Penulis ingin menggabungkan tier list lagu-lagu di album From Zero di artikel &#8220;Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero&#8221;. Akan tetapi, ternyata banyak yang ingin Penulis dari album tersebut, sehingga rasanya akan menjadi terlalu panjang jika disatukan. Dalam tulisan ini, Penulis akan mengulas setiap lagu yang ada di From Zero yang total [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu di Album &#8220;From Zero&#8221; Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Awalnya, Penulis ingin menggabungkan <em>tier list </em>lagu-lagu di album <em>From Zero </em>di artikel &#8220;Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero&#8221;. Akan tetapi, ternyata banyak yang ingin Penulis dari album tersebut, sehingga rasanya akan menjadi terlalu panjang jika disatukan.</p>



<p>Dalam tulisan ini, Penulis akan mengulas setiap lagu yang ada di <em>From Zero</em> yang total memiliki 11 lagu. Karena sempat mengatakan bahwa lagu-lagu di album ini bisa masuk ke album lama Linkin Park, Penulis juga akan memberi opininya lagu ini layak masuk ke album mana.</p>



<p>Setelah mengulas semua lagunya, Penulis akan membuat <em>tier list </em>dari album ini lalu membandingkannya dengan album lain yang pernah Penulis bahas di artikel &#8220;Tier List Lagu Linkin Park Versi Saya&#8221;.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/12/Cover-Whathefan.jpg 1280w " alt="Chapter 47 Di Balik Tawa Seorang Rika" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-2/chapter-47-di-balik-tawa-seorang-rika/">Chapter 47 Di Balik Tawa Seorang Rika</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Mari Kita Bahas Setiap Lagu di Album From Zero</h2>



<p><strong>1. From Zero (Intro) </strong>&#8211; Ini menjadi pembuka album yang berdurasi singkat, seperti lagu &#8220;Foreword&#8221; di album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Meteora</a></em> dan &#8220;Wake&#8221; di album<em> Minutes to Midnight</em>. Detail kecil ini sangat menarik bagi Penulis karena mengembalikan lagi &#8220;tradisi&#8221;lama yang hilang.</p>



<p>Ada semacam <em>choir </em>yang disambung dialog yang sepertinya terjadi antara Mike dan Emily. Inti dari percakapan tersebut adalah Emily yang menanyakan makna dari judul album ini, yang diakhiri dengan “<em>oh, wait, your fir—</em>”</p>



<p>Pemotongan ini menjadi semacam <em>easter egg </em>yang menarik, karena dipotong begitu saja dan langsung berlanjut ke lagu selanjutnya. Jika bisa menebak, kemungkinan Emily akan berkata&#8221;<em>oh, wait, your first band name is Xero, right?</em>&#8220;</p>



<p>Oleh karena itu, menurut Penulis intro ini sangat cocok untuk masuk ke album <em>Meteora</em>.</p>



<p><strong>2. The Emptiness Machine</strong> &#8211; Ini adalah single pertama yang dirilis Linkin Park untuk memperkenalkan Emily. Ketika pertama kali mendengarkan, Penulis langsung merasa kalau lagu ini &#8220;Linkin Park banget&#8221; sebelum era album <em>One More Light</em>.</p>



<p>Penulis sudah pernah membahas lagu ini cukup panjang pada artikel <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">&#8220;Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong&#8221;</a>, sehingga Penulis tidak akan banyak membahas lagu ini di sini.</p>



<p>Sebelumnya, Penulis pernah mengatakan kalau lagu ini cocok untuk masuk ke album <em>The Hunting Party</em>. Namun, setelah didengarkan berkali-kali, rasanya &#8220;The Emptiness Machine&#8221; lebih cocok untuk masuk ke album <em>Living Things.</em></p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Emptiness Machine (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/SRXH9AbT280?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>3. Cut the Bridge</strong> &#8211; Begitu mendengar lagu ini, entah mengapa bagian intronya membuat Penulis teringat akan lagu &#8220;Arjuna&#8221; dari <a href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Dewa 19</a>. Namun, sebenarnya ada beberapa <em>beat </em>di bagian intro yang membuat lagu ini terdengar seperti &#8220;Bleed It Out&#8221;.</p>



<p>Walaupun begitu, lagu ini bisa dibilang menjadi salah satu yang kurang cocok dengan selera Penulis dan gagal masuk ke dalam &#8220;Liked Music&#8221; di YouTube Music. Jika disuruh memilih, lagu &#8220;Cut the Bridge&#8221; sangat cocok untuk dimasukkan ke dalam album <em>Minutes to Midnight</em>.</p>



<p><strong>4. Heavy is the Crown</strong> &#8211; Setelah mendengarkan keseluruhan album, Penulis tetap menganggap kalau lagu &#8220;Heavy is the Crown&#8221; adalah lagu terbaik dari album <em>From Zero</em>. Apalagi setelah menonton penampilan lagu ini di pembukaan Worlds 2024, <em>beuh</em>, mantap betul.</p>



<p>Lagu ini punya paket komplit dan memiliki nuansa seperti lagu &#8220;Faint&#8221;, mulai dari <em>rap </em>Mike seperti era awal-awal Linkin Park, bagian <em>reff </em>yang <em>catchy</em>, musik <em>rock</em> yang kental, scream belasan detik dari Emily yang membuat Penulis teringat lagu <em>Given Up</em> dari <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a></em>.</p>



<p>Penulis merasa kalau lagu ini agak sulit untuk dimasukkan ke dalam album Linkin Park mana pun karena walaupun memiliki formula klasik Linkin Park, lagu ini punya warnanya sendiri. Jika harus memilih, <em>Meteora</em> adalah album yang paling cocok untuk album ini.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Linkin Park - Heavy Is The Crown | Worlds 2024 Finals Opening Ceremony Presented by Mastercard" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/R8OqqaBwcl8?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>5. Over Each Other</strong> &#8211; Ini adalah lagu pertama dan satu-satunya yang hanya menampilkan vokal Emily. Selain itu, lagu ini juga terasa paling pop dibandingkan dengan lagu lainnya yang ada di album ini.</p>



<p>Awal mendengarkan, Penulis merasa agak aneh dengan lagu ini. Mungkin karena memang belum terbiasa saja dengan vokal Emily. Namun, lama kelamaan Penulis bisa menikmati lagu ini walaupun tak sampai memasukkannya ke dalam &#8220;Liked Music&#8221; untuk saat ini.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis merasa kalau lagu ini sangat cocok dengan tema dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a> </em>yang menjadi album paling pop dari Linkin Park.</p>



<p><strong>6. Casualty</strong> &#8211; Begitu mendengarkan lagu ini, Penulis langsung merasa kalau album ini harus masuk ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em> karena terdengar sangat rusuh. Penulis langsung teringat lagu &#8220;Keys to the Kingdom&#8221; ditambah &#8220;QWERTY&#8221;.</p>



<p>Satu hal yang menarik dari lagu ini adalah vokal Mike, yang biasanya terdengar kalem dan menenangkan, berubah menjadi garang dan keras seolah Mike sedang marah-marah. Namun, hal itu cocok dengan lagunya yang terdengar seperti lagu <em>punk rock old school</em>.</p>



<p>&#8220;Casualty&#8221; menjadi satu lagu yang nempel di telinga Penulis karena &#8220;rusuhnya&#8221; dan membuat ingin Penulis terus melakukan <em>headbang</em>. Lagu-lagu rusuh seperti inilah yang sering Penulis rindukan dari Linkin Park, dan hal tersebut akhirnya bisa Penulis dapatkan sekarang.</p>



<p><strong>7. Overflow</strong> &#8211; Selain &#8220;Cut the Bridge&#8221;, lagu &#8220;Overflow&#8221; adalah salah satu lagu lainnya yang kurang nyantol di telinga Penulis. Dibandingkan lagu-lagu lain, lagu ini terasa paling eksperimental dan punya kesan <em>hip-hop</em> yang cukup kental.</p>



<p>Di bagian awal lagu, ada bagian yang membuat Penulis teringat lagu &#8220;PPR:KUT&#8221; alias &#8220;Papercut&#8221; versi album Reanimation. Dengan berbagai ulasan tersebut, Penulis menganggap kalau lagu ini cocok untuk dimasukkan ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a></em>.</p>



<p><strong>8. Two Faced</strong> &#8211; Lagu ini merupakan <em>single</em> keempat yang dirilis Linkin Park jelang rilis album penuhnya. Saat mendengarkan pertama kali, lagu ini terdengar seperti lagu-lagu <em>pre-demo </em>Linkin Park sebelum debut.</p>



<p>Selain itu, <em>scream </em>yang dilakukan oleh Emily juga terkesan ngawur dan agak urak-urakan. Namun, setelah didengarkan berkali-kali, Penulis akhirnya bisa menikmati lagu ini. Apalagi, banyak yang berpendapat kalau lagu ini merupakan &#8220;One Step Closer 2.0&#8221;.</p>



<p>Apa yang Penulis suka dari lagu ini adalah adanya <em>guitar riff </em>yang berat, seperti yang bisa kita dengarkan dari lagu-lagu seperti &#8220;QWERTY&#8221; dan &#8220;Don&#8217;t Stay&#8221;. Elemen ini adalah salah satu hal yang Penulis sukai dari Linkin Park, dan rasanya sudah lama absen.</p>



<p>Tak hanya itu, salah satu elemen lain yang membuat Penulis menyukai lagu ini adalah kembalinya teknis <em>scratch </em>alias <em>ceket-ceket </em>solo dari Mr. Hahn. Terakhir kali Penulis mendengarkan ini adalah di album <em>A Thousand Suns </em>melalui lagu &#8220;Wretches and Kings&#8221;. </p>



<p>Oleh karena itu, lagu ini bisa disebut terdengar seperti lagu-lagu klasik Linkin Park, genre yang membuat Linkin Park menjadi begitu populer. Lagu &#8220;Two Faced&#8221; sangat cocok untuk masuk ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Two Faced (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kivUsDGWojU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><strong>9. Stained </strong>&#8211; Biasanya, Penulis kurang menyukai lagu Linkin Park yang terlalu <em>slow</em>. Namun, &#8220;Stained&#8221; bisa menjadi pengecualian karena Penulis menyukainya. Penulis merasa kalau lagu ini cocok untuk masuk ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-living-things/">Living Things</a></em> atau <em>One More Light</em>.</p>



<p>Selain itu, Penulis entah mengapa merasa kalau lagu ini terasa seperti lagu-lagu dari Avril Lavigne, terutama dari album <em>Avril Lavigne</em> yang rilis tahun 2013 silam. Karena itu juga lagu ini terdengar seperti lagu lama, bukan lagu yang dirilis di tahun 2024. </p>



<p><strong>10. IGYEIH</strong> &#8211; Sejak daftar lagu <em>From Zero </em>muncul di internet, Penulis sudah penasaran dengan lagu <em>IGYEIH</em>. Penulis sampai harus mencari apa arti dari judul tersebut di Reddit. Ternyata, setelah rilis, judul tersebut merupakan akronim dari <em>I Give You Everything I Have</em>. </p>



<p>Lagu ini juga langsung terdengar asyik ketika pertama kali mendengarkannya. Terkesan rusuh seperti &#8220;Casualty&#8221; dengan lirik yang <em>related </em>dengan Penulis. Ini juga menjadi lagu keras terakhir di album ini setelah &#8220;Heavy is the Crown&#8221;, &#8220;Casualty&#8221;, dan &#8220;Two Faced&#8221;.</p>



<p>Karena kerusuhannya tersebut, Penulis merasa kalau album ini cocok untuk menemani lagu &#8220;Casualty&#8221; di album <em>The Hunting Party</em>.</p>



<p><strong>11. Good Things Go</strong> &#8211; Sebagai lagu penutup album, &#8220;Good Things Go&#8221; terasa pas sebagai penutup. Apalagi, lagu ini juga nyambung dengan lagu pertama di album ini, sehingga efek <em>looping</em>-nya terasa.</p>



<p>Banyak yang menanggap kalau lagu ini menjadi lagu &#8220;terindah&#8221; dari album ini, baik dari komposisi musiknya maupun liriknya.  Penulis merasa kalau lagu ini akan sangat cocok untuk masuk ke album <em>One More Light</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Tier List Album From Zero</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8076" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Berdasarkan ulasan di atas dan pengalaman mendengar Penulis selama ini, inilah<em> tier list </em>kesebelas lagu yang ada di album <em>From Zero </em>versi Penulis:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>S: &#8211;</li>



<li>A: The Emptiness Machine, Heavy is the Crown</li>



<li>B: Casualty, Two-Faced, Stained, IGYHEIH, Good Things Go</li>



<li>C: Cut the Bridge, Over Each Other, Overflow</li>



<li>D: From Zero (Intro)</li>



<li>E: &#8211;</li>
</ul>



<p>Dari <em>tier list </em>tersebut, mari kita hitung berapa skor dari album <em>From Zero</em> dengan hitungan yang sama dengan sebelumnya (Tier S = 5, Tier A = 4, &#8230;, Tier E=0). Dengan susunan di atas, maka kita akan mendapatkan skor <strong>30</strong> dengan rata-rata <strong>2,73</strong>.</p>



<p>Inilah posisi<em> From Zero j</em>ika dibandingkan dengan album Linkin Park lainnya:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Meteora&nbsp;</strong>– Bobot Akhir: 42 (Rata-Rata: 3,23)</li>



<li><strong>From Zero</strong> &#8211; Bobot Akhir: 30 (Rata-Rata: 2,73)</li>



<li><strong>Hybrid Theory</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 30 (Rata-Rata: 2,5)</li>



<li><strong>Living Things&nbsp;</strong>– Bobot Akhir: 29 (Rata-Rata:2,42)</li>



<li><strong>One More Light</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 22 (Rata-Rata: 2,2)</li>



<li><strong>Minutes to Midnight</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 26 (Rata-Rata: 2,17)</li>



<li><strong>The Hunting Party</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 23 (Rata-Rata: 1,92)</li>



<li><strong>A Thousand Suns</strong>&nbsp;– Bobot Akhir: 27 (Rata-Rata: 1,8)</li>
</ol>



<p>Ya, Penulis sendiri terkejut album ini bisa berada di ata <em>Hybrid Theory </em>dan hanya kalah dari Meteora yang memang menjadi album favorit Penulis sepanjang masa. Namun, memang Penulis bisa menikmati semua lagu yang ada di album ini, sehingga rasanya wajar bisa mendapatkan skor setinggi itu.</p>



<p>Untuk beberapa waktu ke depan, Penulis akan terus mengulang album <em>From Zero</em>, terutama ketika sedang lari pagi dan bekerja. K-Pop, untuk sementara waktu rasanya harus minggir dulu meskipun <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">IVE</a> baru merilis <em>single</em> baru yang sangat <em>catchy</em> hasil kolaborasi dengan David Guetta.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 16 November 2024, terinspirasi setelah mendengarkan semua lagu di album <em>From Zero </em>berkali-kali</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://music.apple.com/id/album/from-zero/1766137049?l=id">Apple Music</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/">Tier List Lagu-Lagu di Album &#8220;From Zero&#8221; Versi Saya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-album-from-zero-versi-saya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Nov 2024 16:09:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Album]]></category>
		<category><![CDATA[From Zero]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8061</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi fans Linkin Park. Bagaimana tidak, setelah tujuh tahun, akhirnya Linkin Park merilis album baru berjudul From Zero. Ini adalah album perdana bersama anggota baru, yakni Emily Armstrong dan Colin Brittain. Sebelum merilis album ini, Linkin Park sudah merilis empat single dalam waktu yang cukup berdekatan, yakni &#8220;The Emptiness [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/">Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi <em>fans </em>Linkin Park. Bagaimana tidak, setelah tujuh tahun, akhirnya Linkin Park merilis album baru berjudul <em><strong>From Zero</strong></em>. Ini adalah <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">album perdana bersama anggota baru</a>, yakni Emily Armstrong dan Colin Brittain.</p>



<p>Sebelum merilis album ini, Linkin Park sudah merilis empat <em>single </em>dalam waktu yang cukup berdekatan, yakni &#8220;The Emptiness Machine&#8221;, &#8220;Heavy is the Crown&#8221;, &#8220;Over Each Other&#8221;, dan &#8220;Two Faced&#8221;.</p>



<p>Secara keseluruhan, Penulis bisa menikmati keempat <em>single </em>tersebut, terutama dua judul pertama. Oleh karena itu, Penulis tak sabar untuk mendengarkan tujuh lagu lainnya yang ada di dalam lagu <em>From Zero</em>.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-300x169.jpeg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-300x169.jpeg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-1024x576.jpeg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287-768x432.jpeg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/08/pexels-photo-1321287.jpeg 1280w " alt="Gejolak Nafsu Kawula Muda" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/gejolak-nafsu-kawula-muda/">Gejolak Nafsu Kawula Muda</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">First Impression Saya Mendengarkan From Zero</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8070" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/review-album-from-zero.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Cover Album From Zero (<a href="https://music.apple.com/id/album/from-zero/1766137049?l=id">Apple Music</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak pagi, Penulis sudah dihubungi oleh temannya yang sesama penggemar Linkin Park untuk mendiskusikan album ini. Namun, Penulis baru mulai mendengarkannya siang setelah Sholat Jumat dan terus mengulangnya hingga menulis artikel ini. Berikut adalah daftar lagu di album <em>From Zero</em>:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>From Zero (Intro)</li>



<li>The Emptiness Machine</li>



<li>Cut the Bridge</li>



<li>Heavy is the Crown</li>



<li>Over Each Other</li>



<li>Casualty</li>



<li>Overflow</li>



<li>Two Faced</li>



<li>Stained</li>



<li>IGYEIH</li>



<li>Good Things Go</li>
</ol>



<p>Saat mendengarkannya pertama kali, Penulis merasa kalau album ini terasa &#8220;kompilasi&#8221; dari ketujuh album Linkin Park sebelumnya bersama Chester. Jika disebar, semua lagu yang ada di album ini bisa dengan mudah masuk ke dalam album-album lama Linkin Park.</p>



<p>Menurut Penulis, album ini merupakan<strong> kombinasi antara &#8220;The Old LP&#8221; dan &#8220;The New LP&#8221;.</strong> Mereka berusaha mempertahankan identitas mereka, tapi tetap menyesuaikan diri dengan zaman. Apalagi, mereka hadir dengan vokalis baru dengan jenis vokal yang berbeda.</p>



<p>Hal kecil lain yang menarik dari album ini adalah <strong>kembalinya efek &#8220;bersambung&#8221; </strong>dari tiap lagunya. Efek ini sempat hilang di album<em> <a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a></em>, sehingga Penulis merasa senang ketika mendengar ada beberapa lagu yang saling bersambung, apalagi tiga lagu terakhirnya.</p>



<p>Sebagai tambahan, menurut teman Penulis album ini terasa &#8220;<em>not depressing</em>&#8220;, berbeda dengan beberapa tema lagu lama Linkin Park. Album ini seolah menjadi katarsis Mike setelah merilis album <em>Post Traumatic</em> beberapa tahun lalu.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Pamer Kemampuan Vokal Emily</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8069" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/11/emily-armstrong-vokal.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Emily Armstrong (<a href="https://www.standard.co.uk/culture/music/emily-armstrong-linkin-park-singer-b1180471.html">Evening Standard</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejak rilisnya lagu &#8220;The Emptiness Machine&#8221;, kita secara bertahap diperkenalkan dengan vokal Emily. Jika lagu tersebut adalah perkenalan, maka &#8220;Heavy is the Crown&#8221; adalah pertunjukkan kalau Emily adalah seorang <em>rockstar</em> yang mampu melakukan <em>scream</em> panjang.</p>



<p>Selanjutnya di &#8220;Over Each Other&#8221;, kita diperdengarkan vokal Emily menyanyi lagu <em>pop-rock </em>yang lebih <em>slow</em> . Di &#8220;Two Faced&#8221;, kita kembali mendengar bagaimana Emily <em>bengak-bengok</em> dengan keras dan <em>aur-auran</em>.</p>



<p>Nah, berbagai perbedaan itu semakin terasa di album <em>From Zero</em>. <strong>Linkin Park seolah ingin <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">pamer kemampuan vokal Emily</a></strong> yang bisa bernyanyi di berbagai genre. Mau nyanyi <em>slow</em>, gas. Mau nyanyi agak pop, boleh. Mau teriak-teriak, hajar.</p>



<p>Kalau mau di-<em>oversimplified</em>, lagu-lagu di album ini bisa dibagi tiga kategori: Soft (S), Neutral (N), dan Hard (H). Seperti inilah pembagiannya versi Penulis (dengan mengecualikan <em>track </em>pertama), yang menariknya ternyata cukup seimbang:</p>



<p>S: Over Each Other, Stained, Good Things Go</p>



<p>N: The Emptiness Machine, Cut the Bridge, Overflow</p>



<p>H: Heavy is the Crown, Casualty, Two Faced, IGYEIH</p>



<p>Penulis sejujurnya sudah semakin terbiasa dengan vokal Emily dan menyukainya. Keputusan Mike dan Linkin Park untuk menunjukkan terbukti merupakan keputusan yang benar sekaligus membuktikan para <em>hater </em>Emily salah.</p>



<p>Apalagi setelah melihat penampilan Emily di pembukaan turnamen Worlds 2024, rasanya ia terus berusaha untuk <em>improve</em> dan membuktikan bahwa ia penerus yang layak dari mendiang Chester.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Versi Baru dari Lagu-Lagu Lama Linkin Park</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Two Faced (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/kivUsDGWojU?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika membaca kolom komentar di kanal YouTube Linkin Park, banyak penggemar yang mengaku menangis ketika mendengarkan album ini. Perasaan sentimental tersebut juga hinggap di diri Penulis, karena bagaimanapun ini adalah penantian yang cukup panjang.</p>



<p>Selain itu, ada banyak penggemar yang merasa kalau <strong>lagu-lagu di album ini menjadi versi 2.0 dari lagu lama Linkin Park</strong>. Yang paling sering disebut adalah lagu &#8220;Two Faced&#8221; yang dianggap versi baru dari &#8220;One Step Closer&#8221; dari album <em>Hybrid Theory</em>.</p>



<p>Ada banyak hal yang mengejutkan dari album ini bagi Penulis. Contohnya, di lagu <em>Casualty</em>, kita bisa <strong>mendengarkan <em>rap </em>dari Mike dengan cara yang berbeda</strong>. Selain itu, di beberapa lagu ia juga bisa melakukan <em>rap </em>yang lebih cepat dari biasanya, padahal ia sudah berusia 47 tahun.</p>



<p>Menurut teman Penulis, album ini membuktikan bahwa Mike adalah seorang <em>rapper </em>yang <em>decent</em>, apalagi jika dibandingkan <em>rapper-rapper </em>baru yang menurutnya &#8220;alay&#8221; dengan hit-hit baru yang mungkin tidak cocok untuk telinga milenial.</p>



<p>Contoh lainnya, siapa yang menyangka bisa <strong>mendengar <em>scratch </em>alias <em>ceket-ceket </em>ala Mr. Hahn di tahun 2024</strong>? Padahal, teknik tersebut sudah dianggap <em>jadul</em> sejak bertahun-tahun lalu. Namun, bagi Penulis yang selalu menyukai permainan Mr. Hahn, hal ini menjadi semacam nostalgia sekaligus obat kangen.</p>



<p>Terakhir, Penulis terkejut karena ternyata <strong>hanya &#8220;Over Each Other&#8221; yang menjadi lagu <em>full</em> Emily di album ini</strong>. Selain itu, selalu ada vokal dari Mike, baik nge-<em>rap</em> maupun tidak. Mungkin Linkin Park belum terlalu percaya diri mengeluarkan <em>single</em> full Emily lebih banyak?</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Secara keseluruhan, Penulis menganggap kalau <strong><em>From Zero </em>merupakan album <em>comeback</em> yang memuaskan</strong>.  Bisa tetap merasakan Linkin Park yang Penulis kenal sembari mendapatkan sesuatu yang <em>fresh</em> merupakan ha menyenangkan.</p>



<p>Namun, album ini seolah membantah pernyataan Mike dalam satu wawancara kalau mereka <em>start from scratch</em>. Tidak, mereka tidak benar-benar memulai dari nol. Mereka memasukkan apa yang mereka kerjakan selama ini dan memberikan sentuhan baru.</p>



<p>Setelah membahas album ini secara keseluruhan, selanjutnya Penulis akan membahas tiap lagu di dalam album ini satu per satu, lalu membuat tier list-nya. Setelah itu, kira-kira akan ada di posisi mana album<em> From Zero</em> jika dibandingkan album Linkin Park yang lain? </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 15 November 2024, terinspirasi setelah mendengarkan album <em>From Zero</em> yang baru rilis hari ini</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://music.apple.com/id/album/from-zero/1766137049?l=id">Apple Music</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/">Mari Kita Bicarakan Album Baru Linkin Park, From Zero</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/mari-kita-bicarakan-album-baru-linkin-park-from-zero/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Oct 2024 14:36:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[BTS]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[Mike Shinoda]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8040</guid>

					<description><![CDATA[<p>Linkin Park baru saja merilis single ketiga mereka minggu kemarin yang berjudul &#8220;Over Each Other&#8221;. Sesuai prediksi Penulis, kali ini lagunya full suara Emily. Sayangnya, Penulis kurang menyukai lagu ini karena cukup &#8220;terbanting&#8221; jika dibandingkan dua lagu sebelumnya. Nah, entah mengapa setelah mendengarkan lagu tersebut, Penulis jadi teringat salah satu behind the scene (BTS) dari [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/">Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Linkin Park baru saja merilis <em>single </em>ketiga mereka minggu kemarin yang berjudul &#8220;Over Each Other&#8221;. Sesuai prediksi Penulis, kali ini <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">lagunya <em>full </em>suara Emily</a>. Sayangnya, Penulis kurang menyukai lagu ini karena cukup &#8220;terbanting&#8221; jika dibandingkan dua lagu sebelumnya.</p>



<p>Nah, entah mengapa setelah mendengarkan lagu tersebut, Penulis jadi teringat salah satu <em>behind the scene </em>(BTS) dari salah satu lagu kolaborasi antara Linkin Park dan Steve Aoki,<strong> &#8220;A Light That Never Comes&#8221;</strong>.</p>



<p>Video BTS ini telah berulang kali Penulis tonton tanpa pernah merasa bosan. Setelah dipikir-pikir, ternyata memang ada banyak alasan mengapa Penulis begitu menyukai video BTS yang berdurasi sekitar 8 menit ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/OOR-PC.jpg 1240w " alt="Shout It Out Now!: One OK Rock" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/musik/shout-it-out-now-one-ok-rock/">Shout It Out Now!: One OK Rock</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Isi Video BTS &#8221; A Light That Never Comes&#8221;</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Just Getting Started - A LIGHT THAT NEVER COMES (Part 1 of 3) | LPTV #98 | Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/LKlf14qnOxM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis akan menceritakan secara singkat apa isi video BTS &#8220;A Light That Never Come&#8221;. Dalam video tersebut, Mike berkata kepada Chester bahwa ia telah menerima dan menggubah musik yang dikirimkan oleh Steve Aoki. Musik tersebut akan digunakan untuk bagian <em>chorus</em>.</p>



<p>Hari itu, jadwalnya adalah pembuatan lirik dan perekaman vokal yang akan dilakukan oleh mereka berdua. Awalnya, mereka hanya melakukan <em>humming </em>karena belum mengetahui lirik seperti apa yang akan cocok untuk mengisi musiknya.</p>



<p>Setelah itu, pada satu titik Mike menemukan ide bahwa <em>beat </em>musiknya pas untuk lirik <em><strong>waiting for nanana that never comes</strong>.</em> Ia pun berdiskusi dengan Chester untuk menemukan kata apa yang pas untuk dimasukkan ke dalam lirik tersebut.</p>



<p>Mike juga mengingatkan kalau kalimat <em>waiting for the end </em>tidak boleh dipakai, karena itu adalah judul salah satu lagu mereka dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a></em>. Chester sempat berseloroh sebaiknya mereka menggunakan lirik<strong> <em>waiting for the other end</em></strong>.</p>



<p>Meskipun belum menemukan lirik yang pas, mereka mulai mencoba untuk melakukan proses perekaman. Saat itulah, Chester secara spontan menggunakan kata <em><strong>the light </strong></em>yang akhirnya digunakan di dalam lagu.</p>



<p>Setelah melengkapi lirik untuk bagian <em>chorus</em>, Mike pun langsung melakukan <em>editing </em>dan menggabungkan musik dengan <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">vokal Chester yang baru saja direkam</a>. Hasilnya, seperti yang bisa kita dengarkan saat lagunya rilis, fenomenal.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Penulis Sangat Menyukai BTS &#8220;A Light That Never Comes&#8221;</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8041" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/10/bts-a-light-that-never-comes-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Ada banyak hal yang membuat Penulis sangat menyukai BTS lagu &#8220;A Light That Never Comes&#8221;. Pertama, Penulis sangat <strong>menyukai desain interior ruang rekaman Linkin Park</strong>, baik dari posisi meja kerja, berbagai hiasan seni yang terpajang di dinding, dan lainnya.</p>



<p>Obsesi Penulis terhadap meja kerjanya sangat terinspirasi dari video ini, bagaimana meja kerja harus dibuat serapi dan senyaman mungkin untuk memicu kreativitas lahir dari kepala. Jika Penulis musisi, pasti sudah membuat <em>setup </em>seperti meja kerja Mike.</p>



<p>Lalu, tentu saja Penulis menyukai BTS ini karena bisa melihat bagaimana <strong>proses kreatif yang dilakukan oleh Linkin Park dalam membuat lagu</strong>. Pada video ini, kita bisa melihat kejeniusan Mike dalam mengaransemen lagu sekaligus memasukkan lirik yang pas.</p>



<p>Sepanjang proses pembuatan lagu, Mike dan Chester sering bertukar ide dan pikiran dengan akrabnya, mendiskusikan seperti apa lagunya akan dinyanyikan. Kekompakan yang terlihat di video tersebut membuat mereka berdua terlihat seperti saudara.</p>



<p>Terakhir, yang agak menyedihkan, pada BTS ini kita bisa melihat <strong>bagaimana humorisnya seorang Chester</strong>. Ada saja kelakuannya yang mengundang tawa. Siapa sangka, orang seperti itu memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis memang selalu menyukai proses kreatif di balik suatu karya, entah itu musik, film, lukisan, dan lain sebagainya. Bahkan, proses pembuatan gawai atau perakitan Gundam pun juga Penulis sukai. </p>



<p>Namun, setidaknya dari sisi musik, BTS &#8220;A Light That Never Comes&#8221; selalu di hati. Saking sukanya, Penulis pernah mengambil <em>screenshot </em>yang menjadi <em>featured image </em>artikel ini sebagai <em>wallpaper </em>laptopnya.</p>



<p>Linkin Park tetap mempertahankan &#8220;tradisinya&#8221; untuk mengunggah BTS di kanal YouTube mereka, termasuk persiapan pembuatan album <em>From Zero </em>yang akan datang. Mari kita lihat apa perbedaannya jika dibandingkan dengan BTS era Chester.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 30 Oktober 2024, terinspirasi setelah menonton kembali <em>behind the scene </em>lagu &#8220;A Light That Never Come&#8221; untuk yang ke sekian kalinya</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://youtu.be/LKlf14qnOxM">YouTube</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/">Mengapa BTS Lagu “A Light That Never Comes” Begitu Saya Sukai</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/mengapa-bts-lagu-a-light-that-never-comes-begitu-saya-sukai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Live My Life: aespa</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Oct 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[aespa]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7982</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah sering sekali membahas Linkin Park yang baru saja comeback, kali ini Penulis ingin menulis tentang K-Pop lagi. Kebetulan, girlband yang akan Penulis bahas kali ini akan merilis mini album ke-5 berjudul Whiplash pada tanggal 21 Oktober 2024 mendatang. Girlband tersebut adalah aespa, yang berada di bawah naungan SM Entertainment dan beranggotakan Karina, Winter, Giselle, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/">Live My Life: aespa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah sering sekali membahas Linkin Park yang baru saja <em>comeback</em>, kali ini Penulis ingin menulis tentang K-Pop lagi. Kebetulan, <em>girlband </em>yang akan Penulis bahas kali ini akan merilis mini album ke-5 berjudul <em>Whiplash </em>pada tanggal 21 Oktober 2024 mendatang.</p>



<p><em>Girlband </em>tersebut adalah <strong>aespa</strong>, yang berada di bawah naungan SM Entertainment dan beranggotakan Karina, Winter, Giselle, dan Ningning. Mereka telah debut sejak 17 November 2020, yang artinya masuk ke dalam <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">Gen 4 seperti IVE</a>.</p>



<p>Menariknya, awalnya Penulis merasa tidak terlalu cocok dengan lagu-lagu aespa, sama seperti Itzy. Namun, makin ke sini, musik mereka semakin masuk ke dalam selera Penulis, terutama lagu-lagu baru mereka.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-saya-jomblo-banner.jpg 1280w " alt="Kenapa Saya Jomblo?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/kenapa-saya-jomblo/">Kenapa Saya Jomblo?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Momen Pertama Kali Mengenal aespa</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Kehebohan aespa menebak bahasa Indonesia!ㅣGTBIW w/ aespa" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/I4nn2oXI1bw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Seperti biasa, momen &#8220;pertemuan&#8221; Penulis dengan aespa justru terjadi ketika menonton sebuah <em>reality show</em>. Dari algoritma YouTube, Penulis menemukan video aespa yang mengikuti semacam kuis bahasa Indonesia. Waktu itu, Penulis belum tahu siapa itu aespa.</p>



<p>Video tersebut cukup menghibur dan berhasil mengundang tawa. Apalagi, para anggota aespa jadi sangat sering berbicara dengan bahasa Indonesia dengan nada yang cukup <em>cempreng</em>. Entah mengapa para <em>idol</em> K-Pop selalu terdengar seperti itu ketika berbahasa Indonesia.</p>



<p>Di antara keempat anggota aespa, bisa dibilang Ningning yang paling menonjol karena beberapa kali berhasil menjawab pertanyaan dengan benar, walau terkadang jawabannya dicuri oleh anggota lain karena ia lupa untuk menyebutkan namanya terlebih dahulu.</p>



<p>Jika dibandingkan dengan <em>girlband </em>lain, entah mengapa para anggota aespa terlihat sangat akrab satu sama lain seolah tidak ada jarak. Penulis menilai ini melalui interaksi-interaksi mereka di berbagai acara <em>reality show </em>yang Penulis tonton.</p>



<p>Namun, di sisi lain, ada beberapa momen di mana terlihat SM Entertainment agak menganakemaskan anggotanya yang berasal dari Korea Selatan, yakni Karina dan Winter. Giselle yang dari Jepang dan Ningning yang dari China kadang terasa dianaktirikan.</p>



<p>Setelah itu, kali ini gara-gara algoritma YouTube Music, lagu-lagu aespa mulai sering direkomendasikan. Beberapa judul yang pernah Penulis dengarkan adalah &#8220;<strong>Black Mamba</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Savage</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Next Level</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Girls</strong>&#8220;, &#8220;<strong>Illussion&#8221;</strong>, hingga &#8220;<strong>Spicy</strong>&#8220;.</p>



<p>Namun, dari semua lagu-lagu aespa yang Penulis dengarkan tersebut, tidak ada yang benar-benar masuk ke seleranya. Masih bisa dinikmati, tapi tidak sampai &#8220;layak&#8221; untuk masuk ke dalam daftar favorit.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Makin ke Sini Makin Cocok</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="aespa 에스파 &#039;Live My Life&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/YEA1ROHi0Eg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Lagu aespa pertama yang bisa Penulis nikmati adalah &#8220;<strong>Better Things</strong>&#8220;, yang sebenarnya merupakan <em>single </em>berbahasa Inggris. Lagu ini dirilis pada Agustus 2023 dan Penulis langsung cocok karena musiknya yang <em>easy listening </em>walau liriknya terkesan agak <em>songong</em>.</p>



<p>Tak lama setelah itu di tahun yang sama, aespa merilis <em>single </em>&#8220;<strong>Drama</strong>&#8221; yang anehnya juga langsung cocok di telinga Penulis. <em>Reff-</em>nya <em>catchy </em>karena pengulangan &#8220;ma ma ma ma&#8221; yang terus-menerus, mirip lagu &#8220;Antifragile&#8221; dari LE SSERAFIM.</p>



<p>Pada bulan Mei 2024 kemarin, aespa juga merilis <em>full album </em>pertamanya dengan judul <em><strong>Armageddon</strong>. </em>Ada dua lagu utama dari album ini, yakni &#8220;<strong>Supernova</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Armageddon</strong>&#8220;. Walau awalnya merasa kedua lagu tersebut aneh, lama-lama Penulis jadi menyukainya.</p>



<p>Namun, justru lagu lain di album ini yang langsung menjadi lagu paling favoritnya di aespa, yakni &#8220;<strong>Live My Life</strong>&#8220;. Penulis pun tak sengaja menemukannya, di mana awalnya Penulis familiar dengan bagian <em>reff</em>-nya karena menonton<em> reality show</em> aesparty di YouTube.</p>



<p>Tak seperti lagu K-Pop pada umumnya, &#8220;Live My Life&#8221; bergenre <em>pop-rock</em> ringan dan hampir tidak memiliki unsur elektronik sama sekali. Apalagi jika dibandingkan dengan genre dua lagu utama album <em>Armageddon</em> yang &#8220;rusuh,&#8221; lagu ini terkesan <em>out of nowhere</em>.</p>



<p>Konsep yang dibawa oleh aespa adalah futuristik, <em>cyberpunk</em>, dan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/metaverse-adalah-distopia/">metaverse</a>. Ketika dirilis, para anggota aespa memiliki semacam avatar yang, menurut teman Penulis, bisa dianggap kurang berhasil. Namun, konsep futuristik itu berhasil dituangkan dalam lagu-lagu mereka.</p>



<p>Walau terkadang mencoba genre lain yang lebih <em>mainstream</em> seperti yang terjadi pada lagu &#8220;Better Things&#8221; dan &#8220;Live My Life&#8221; (yang justru Penulis sukai), aespa berusaha untuk terus mempertahankan konsep awal mereka secara konsisten.</p>



<p>Hanya lima bulan dari rilisnya album <em>Armageddon</em>, aespa akan segera <em>comeback </em>dengan merilis mini album kelima berjudul <em>Whiplash</em>. Penulis cukup mengantisipasi konsep lagu seperti apa yang akan dibawakan oleh aespa kali ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 8 Oktober 2024, terinspirasi setelah ingin menulis sesuatu tentang aespa</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.asianjunkie.com/2024/05/27/quick-reviews-aespas-armageddon-feels-more-like-getting-hit-with-a-pebble/">Asian Junky</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/">Live My Life: aespa</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/live-my-life-aespa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Sep 2024 22:56:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[From Zero]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rap]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Linkin Park baru saja merilis single terbaru mereka yang berjudul &#8220;Heavy is the Crown.&#8221; Lagu ini akan menjadi anthem untuk ajang League of Legends World Championship 2024, salah satu turnamen esports terbesar di dunia. Ini adalah lagu kedua yang dirilis oleh Linkin Park setelah mengumumkan comeback dengan personel baru, Sebelumnya, mereka telah merilis lagu &#8220;The [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Linkin Park baru saja merilis <em>single </em>terbaru mereka yang berjudul &#8220;<strong>Heavy is the Crown</strong>.&#8221; Lagu ini akan menjadi <em>anthem</em> untuk ajang League of Legends World Championship 2024, salah satu turnamen <em>esports</em> terbesar di dunia.</p>



<p>Ini adalah lagu kedua yang dirilis oleh Linkin Park setelah <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">mengumumkan <em>comeback</em> dengan personel baru</a>, Sebelumnya, mereka telah merilis lagu &#8220;The Emptiness Machine.&#8221; Sejujurnya, Penulis sama sekali tidak berekspetasi kalau mereka akan merilis lagu secepat ini.</p>



<p>Ketika mendengarkan kedua lagu ini secara berulang-ulang, Penulis jadi menyadari satu hal. Ini bisa jadi merupakan cara Linkin Park untuk membiasakan vokal Emily Armstorng kepada para pendengar setianya,</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/setelah-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang-banner.jpg 1280w " alt="Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-jalan-yang-jauh-jangan-lupa-pulang/">Setelah Menonton Jalan yang Jauh Jangan Lupa Pulang</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Memulai Semua dari Nol</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Mike Shinoda Talks Linkin Park&#039;s Return and His On-Stage Microphone Mishap (Extended)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/siyzPSEnUTo?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika menjadi bintang tamu di acara <em>The Tonight Show</em> <em>Starring Jimmy Fallon</em>, Mike Shinoda bercerita mengenai alasan penamaan album <em><strong>From Zero</strong></em>, yang akan menjadi album pertama Linkin Park dengan personel baru. </p>



<p>Menurutnya, ada dua alasan dari penamaan tersebut. Pertama, karena <strong>nama <em>band</em>-nya sebelum menjadi Linkin Park adalah Xero</strong>, yang jika diucapkan akan terdengar seperti kata <em>zero</em> dengan huruf x di depannya.</p>



<p>Alasan kedua, adalah karena nama tersebut menggambarkan <strong>posisi Linkin Park saat ini yang ingin memulai semuanya dari nol</strong>, memulai semunya dari kanvas kosong. Ucapannya ini mungkin bisa tidak diterima, mengingat sejatinya Linkin Park tidak benar-benar memulai lagi dari nol karena telah memiliki nama besar di industri musik.</p>



<p>Namun, di sisi lain, melakukan <em>comeback</em> dengan vokalis baru jelas bukan hal yang mudah untuk sebuah <em>band</em>, apalagi jika vokalis lamanya sudah terlalu melekat. Seperti yang kita tahu, masih <a href="http://Musik2 minggu agoVokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa ItuTelah satu minggu berlalu sejak Linkin Park mengumumkan vokalis baru yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima...">banyak penggemar yang belum terima posisi Chester digantikan oleh Emily</a>.</p>



<p>Oleh karena itu, bisa dipahami juga kalau Mike mengatakan hal tersebut dan sah-sah saja. Apalagi, seperti yang sudah pernah Penulis bahas sebelumnya, Chester dan Emily memiliki tipe vokal yang berbeda, sehingga musik-musik Linkin Park ke depannya pun rasanya akan menyesuaikan dengan tipe vokal Emily.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Suara Emily Mulai Terbiasa di Telinga </h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="Heavy Is The Crown ft. Linkin Park (Official Music Video) | League of Legends Worlds 2024 Anthem" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/5FrhtahQiRc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Sejak debut, Linkin Park dikenal dengan konsep uniknya yang menggabungkan unsur hip-hop, <em>rock</em>, dan elektronik. Mike kerap ikut bernyanyi untuk mengisi lirik <em>rap </em>dan Chester akan bernyanyi di bagian <em>reff</em>. Namun, tak jarang lagu-lagu Linkin Park hanya memperdengarkan suara Chester.</p>



<p>Pada <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">dua <em>single </em>pertama mereka</a> dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></em>, &#8220;One Step Closer&#8221; dan &#8220;Crawling,&#8221; <em>part </em>Mike sangat sedikit sekali dan sangat menonjolkan vokal Chester. Baru di lagu &#8220;Papercut&#8221; dan &#8220;In the End&#8221; kita bisa mendengar Mike nge-<em>rap</em> dengan cukup panjang. </p>



<p>Nah, cara tersebut dibalik ketika Linkin Park merilis dua <em>single </em>terbaru mereka dari album <em>From Zero</em>, &#8220;The Emptiness Machine&#8221; dan &#8220;Heavy is the Crown.&#8221; Alih-alih langsung merilis lagu yang dominan suara Emily, mereka memutuskan untuk <strong>merilis lagu yang dominan suara Mike</strong>.</p>



<p>Hal ini, menurut Penulis, merupakan langkah cerdik mereka untuk <strong>membiasakan pendengarnya dengan suara Emily </strong>secara setahap demi setahap. Jika langsung merilis lagu yang menonjolkan suara Emily, bisa-bisa pendengar ogah mendengarkannya.</p>



<p>Di lagu &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; Mike bahkan bernyanyi hampir 3/4 lagu, di mana <em>reff </em>pertama ia nyanyikan sendiri. Di konser perdana setelah mereka <em>comeback</em> kemarin, kita bisa melihat kalau Emily baru muncul di atas panggung ketika lagu telah berjalan setengah.</p>



<p>Nah, di lagu terbaru mereka, &#8220;Heavy is the Crown,&#8221; mereka menggunakan &#8220;formula klasik&#8221; yang mirip dengan awal-awal Linkin Park di awal tahun 2000-an. Mike nge-<em>rap</em>, lalu Emily mengisi bagian <em>reff</em> dan <em>bridging</em> menuju <em>reff</em> terakhir.</p>



<p>Selain itu, lagu tersebut juga menarik karena Emily melakukan <em>screaming</em> cukup panjang, yang tentu saja akan mengingatkan <em>screaming </em>yang dilakukan oleh Chester pada lagu &#8220;Given Up&#8221; dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a></em>.</p>



<p>Dari sisi musikalitas, <strong>Linkin Park tidak melakukan eksperimen yang aneh-aneh</strong> seperti yang mereka lakukan pada album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a></em>. Seandainya mereka mengeluarkan lagu pop seperti album tersebut, bisa-bisa penggemar tak akan tertarik untuk mendengarkan mereka lagi.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis merasa senang ketika Linkin Park kembali ke jati diri mereka sebagai <em>rock band</em>. Walau di atas mengatakan kalau mereka menggunakan formula klasik, menurut Penulis lagu-lagu baru mereka setipe dengan lagu-lagu di album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em>.</p>



<p>Mungkin, keputusan ini juga diambil agar sejalan dengan tema <em>From Zero</em>, yang juga bisa dimaknai kembali ke akar. Linkin Park bersama Emily ingin kembali ke akar mereka sebagai salah satu <em>rock band </em>terbesar di dunia.</p>



<p>Sebagai penutup, Penulis mendapatkan bocoran daftar lagu yang akan ada di album From Zero dari platform Apple Music. Penulis yakin, akan ada lagu yang hanya memperdengarkan vokal Emily saja tanpa ada suara Mike. Berikut daftar lagunya:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>From Zero (Intro)</li>



<li>The Emptiness Machine</li>



<li>Cut the Bridge</li>



<li>Over Each Other</li>



<li>Casualty</li>



<li>Overflow</li>



<li>Two Faced</li>



<li>Stained</li>



<li>IGYEIH</li>



<li>Good Things Go</li>
</ol>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 26 September 2024, terinspirasi setelah mendengarkan single terbaru dari Linkin Park, &#8220;Heavy is the Crown&#8221;</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://loudwire.com/linkin-park-new-singer-emily-armstrong-facts/">Loudwire</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">Cara Linkin Park Membiasakan Vokal Emily kepada Penggemarnya</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Sep 2024 16:38:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[vokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7847</guid>

					<description><![CDATA[<p>Telah satu minggu berlalu sejak Linkin Park mengumumkan vokalis baru yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima dan yang menolak. Pihak yang menerima menganggap kalau Chester memang tak akan pernah tak tergantikan. Emily Armstrong adalah penerusnya dengan kekuatan dan ciri khas vokalnya sendiri untuk era baru [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Telah satu minggu berlalu sejak <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Linkin Park mengumumkan vokalis baru</a> yang menjadi penerus dari Chester Bennington. Sejak itu, penggemar terbagi menjadi dua kubu, antara yang menerima dan yang menolak.</p>



<p>Pihak yang menerima menganggap kalau Chester memang tak akan pernah tak tergantikan. Emily Armstrong adalah penerusnya dengan kekuatan dan ciri khas vokalnya sendiri untuk era baru Linkin Park. Penulis secara pribadi masuk ke dalam kubu ini.</p>



<p>Pihak yang menolak menganggap kalau Emily tidak layak untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Chester. Kalau mau menggandeng vokalis baru, mending ganti nama jangan pakai nama Linkin Park. Apalagi, Rob Bourdon juga telah keluar.</p>



<p>Belum lagi banyaknya skandal yang membayangi Emily di masa lalu, terutama terkait dengan Scientology dan dukungannya terhadap pemerkosa bernama Danny Masterson. Masalah ini terus-menerus dibahas oleh mereka yang kontra dengan keberadaan Emily di Linkin Park.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-banner2-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-banner2-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-banner2-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-banner2-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/06/monopoli-kebenaran-banner2.jpg 1280w " alt="Monopoli Kebenaran" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/monopoli-kebenaran/">Monopoli Kebenaran</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Kualitas Vokal Emily Armstrong di Linkin Park?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7849" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Emily Armstrong (<a href="https://www.dbklik.co.id/blogv2/emily-armstrong-vokalis-linkin-park-baru-comeback-linkin-park">DB Klik</a>)</figcaption></figure>



<p>Dalam tulisan sebelumnya, Penulis telah mengeluarkan pendapatnya tentang kualitas vokal yang dimiliki oleh Emily. Untuk lagu baru, &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; suaranya masuk banget dan Penulis benar-benar menikmatinya.</p>



<p>Suara Emily adalah suara <em>rocker </em>yang serak-serak basah. Ia juga memiliki kemampuan untuk <em>screaming</em> yang lumayan. Namun, memang ketika menyanyikan lagu-lagu Linkin Park yang lama, suaranya tampak kurang dan nadanya tak bisa sampai.</p>



<p>Penulis menemukan sebuah twit yang menjelaskan hal ini. Lagu &#8220;Numb&#8221; yang dibawakan bersama Emily dinaikkan tiga nada, dan itu pun Emily masih kewalahan. Tahu naik berapa nada ketika Chester yang nyanyi? Enam.</p>



<p>Menurut Penulis, yang paling parah adalah waktu ia menyanyikan lagu &#8220;The Catalyst.&#8221; Bukan hanya nadanya tidak sampai, ia sampai harus kehilangan suaranya berkali-kali dan melemparkan <em>mic</em>-nya ke penonton untuk menutupi hal tersebut.</p>



<p>Ini bukan berarti Emily penyanyi yang jelek, tapi memang <strong>standarnya Chester saja yang ketinggian</strong>. Vokal Chester memang diakui secara luas istimewa, dan tak banyak yang mampu bernyanyi lagu-lagu Linkin Park seperti dirinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penyanyi Lain pun Kewalahan Menyanyikan Lagu Linkin Park</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7850" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Taka dari One Ok Rock (<a href="https://x.com/rocksound/status/924111199796711424">X</a>)</figcaption></figure>



<p>Sulitnya meniru kemampuan vokal Chester juga terlihat dari konser Linkin Park &amp; Friends Celebrate Life in Honor of Chester Bennington yang tayang sekitar tujuh tahun lalu. Konser tersebut merupakan <a href="https://whathefan.com/tokohsejarah/chester-2-tahun-yang-lalu/">peringatan akan kematian Chester</a>, dan banyak penyanyi yang menyumbangkan suaranya.</p>



<p>Lantas, adakah yang bisa bernyanyi sebaik Chester? Menurut Penulis, <strong>tidak</strong>. Meskipun ada banyak nama-nama besar pada konser tersebut, benar-benar tidak ada yang bisa mengisi peran Chester sesempurna itu. </p>



<p><strong>Taka </strong>dari <a href="https://whathefan.com/musik/deeper-deeper-one-ok-rock/">One Ok Rock</a> menyumbang suara untuk lagu &#8220;Somewhere I Belong,&#8221; di mana ia sempat lupa lirik di bagian <em>bridging</em>. Tak hanya itu, di beberapa lirik juga terlihat suaranya yang terkenal tinggi pun tak mampu menjangkaunya.</p>



<p>Vokalis Bring Me the Horizon,<strong> Oliver Sykes</strong>, kebagian lagu Crawling yang dikenal sebagai salah satu lagu tersulit Linkin Park yang bahkan Chester mengatakan kalau lagu tersebut termasuk sulit. Hasilnya? Vokal Oliver sering tak kuat ketika menyanyikan bagian <em>reff</em>-nya.</p>



<p>Selanjutnya, ada <strong>Deryck Whibley</strong> yang merupakan vokalis dari Sum 41. Ia kebagian lagu &#8220;The Catalyst&#8221; yang di mana Emily kesulitan untuk menyanyikannya. Namun, Deryck cukup mampu membawakannya, meskipun di beberapa kesempatannya terdengarnya napasnya habis. </p>



<p><strong>M. Shadow </strong>sebagai vokalis Avenged Sevenfold juga menyumbang suaranya untuk dua lagu, &#8220;Burn It Down&#8221; dan &#8220;Faint.&#8221; Bisa dibilang di antara semua, ia masih yang termasuk lumayan walau <em>style</em>-nya jadi berubah Avenged banget.</p>



<p>Masih ada banyak penyanyi dan vokalis lain yang berkontribusi pada konser tersebut. Namun, rasanya empat contoh di atas sudah cukup untuk membuktikan bahwa vokal yang dimiliki oleh Chester memang benar-benar istimewa.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Vokal Chester Bennington Seistimewa Itu?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7851" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/suara-chester-bennington-3.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Chester Bennington (<a href="https://www.nbcnews.com/pop-culture/music/linkin-park-reuniting-rcna169897">NBC News</a>)</figcaption></figure>



<p>Penulis tidak bermaksud menganggap bahwa Chester adalah vokalis terbaik sepanjang masa. Namun, pada lagu-lagu Linkin Park, memang terbukti beberapa kali <strong>lagunya cukup sulit untuk dinyanyikan</strong>. Sulit untuk meniru kemampuan vokal Chester.</p>



<p>Tadi sudah disinggung tentang lagu &#8220;Crawling&#8221; yang menjadi salah satu lagu tersulit. Ada juga lagu &#8220;The Catalyst&#8221; yang membuat siapa pun yang mencoba menyanyikannya kehabisan napas. Menariknya, masih ada banyak lagu Linkin Park yang juga cukup sulit untuk dinyanyikan.</p>



<p>Contohnya adalah &#8220;Given Up&#8221; karena ada bagian <em>screaming </em>sepanjang 17 detik non-stop. Lalu, ada lagu &#8220;Breaking the Habit&#8221; yang walaupun terkesan <em>ngepop</em>, ternyata susah sekali untuk menggapai nada setinggi yang dikeluarkan oleh Chester. Masih banyak lagi, tapi contoh-contoh tersebut sudah cukup.</p>



<p>Apa yang membuat vokal Chester menjadi istimewa adalah <strong>kemampuannya bernyanyi baik pada nada rendah maupun nada tinggi</strong>. Dari yang Penulis baca di Twitter, Chester memiliki <em>range </em>vokal Alto-Soprano, sehingga wajar nadanya kerap tinggi.</p>



<p>Dalam salah satu video <em>footage </em>di belakang panggung, ada sebuah rekaman di mana Chester sedang melakukan pemanasan suara. Pada satu titik, ia bisa melengkingkan suaranya tinggi sekali seperti Freddy Mercury dari Queen.</p>



<p>Tidak hanya dari sisi nada, dari <strong>sisi lembut-kerasnya pun Chester cukup fleksibel</strong>. Ia bisa bernyanyi selembut &#8220;<a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light,</a>&#8221; tapi bisa teriak-teriak seperti di lagu &#8220;Lying From You.&#8221; Suaranya juga selalu stabil di atas panggung, bahkan setelah melakukan <em>screaming </em>sekali pun.</p>



<p>Satu hal lagi yang membuat vokal Chester istimewa adalah <strong>bagaimana ia terlihat <em>effortless </em>dalam membawakan lagu-lagu Linkin Park</strong>, sehingga kita sebagai penggemar percaya bahwa kita bisa menyanyikannya juga. Saat mencobanya di karaoke, baru kita sadar betapa mustahilnya hal tersebut.</p>



<p>Setelah kehilangan Chester dan melihat banyaknya penyanyi dan vokalis yang mencoba menyanyikan bagiannya, Penulis baru sadar betapa istimewa vokal yang dimilikinya. Memang, terkadang kita baru menyadari sesuatu setelah kehilangannya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 13 September 2024, teinspirasi setelah menyadari banyak lagu Linkin Park yang terlalu sulit untuk dinyanyikan</p>



<p>Sumber Featured Image: <a href="https://www.nbcnews.com/pop-culture/pop-culture-news/chester-benningtons-son-slams-linkin-park-replacing-late-father-emily-rcna170423">NBC News</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/">Vokal Chester Bennington Ternyata Memang Seistimewa Itu</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/vokal-chester-bennington-ternyata-memang-seistimewa-itu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Sep 2024 14:56:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Bennington]]></category>
		<category><![CDATA[Emily Armstrong]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[rock]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7790</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu, Linkin Park dan beberapa anggota band mengunggah sebuah pos misterius. Penggemar, termasuk Penulis, tentu bertanya-tanya proyek apa yang akan diumumkan kali ini. Penulis sendiri berusaha untuk tidak berharap apa-apa, takutnya kecewa kalau ternyata pengumumannya nggeletek. Oleh karena itu, Penulis benar-benar terkejut ketika mengetahui kalau ternyata pengumumannya adalah Linkin Park akan segera comeback! [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Beberapa waktu lalu, <strong><a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Linkin Park</a></strong> dan beberapa anggota <em>band </em>mengunggah sebuah pos misterius. Penggemar, termasuk Penulis, tentu bertanya-tanya proyek apa yang akan diumumkan kali ini. </p>



<p>Penulis sendiri berusaha untuk tidak berharap apa-apa, takutnya kecewa kalau ternyata pengumumannya <em>nggeletek</em>. Oleh karena itu, Penulis benar-benar terkejut ketika mengetahui kalau ternyata pengumumannya adalah Linkin Park akan segera <em>comeback</em>!</p>



<p>Linkin Park juga akan memiliki vokalis baru<strong> Emily Armstrong </strong>dan <em>drummer </em>baru <strong>Colin Brittain</strong>. Mereka juga merilis <em>single </em>baru berjudul &#8220;<strong>The Emptiness Machine</strong>&#8221; dan akan merilis album baru berjudul <em><strong>From Zero</strong> </em>pada tanggal 15 November 2024. BOOM!!!</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/mengenang-eyang-habibie-banner-2.jpg 1280w " alt="Mengenang Eyang Habibie" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/tokohsejarah/mengenang-eyang-habibie/">Mengenang Eyang Habibie</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Linkin Park&#8217;s Surprising Comeback</h2>



<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7793" style="width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-0.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Linkin Park dengan Formasi Baru (<a href="https://www.billboard.com/music/rock/linkin-park-singer-tour-album-cover-story-interview-1235766805/">Billboard</a>)</figcaption></figure>



<p><a href="https://whathefan.com/musik/saya-dan-linkin-park-tentang-kematian-chester-dan-perjumpaan-pertama/">Sudah lebih dari tujuh tahun sejak kepergian Chester Bennington</a>. Penulis sejatinya sudah berusaha berhenti berharap kalau Linkin Park akan kembali dengan personel baru. Apalagi, Mike Shinoda juga sibuk dengan proyek solonya.</p>



<p>Oleh karena itu, kembalinya <a href="https://whathefan.com/musik/20-lagu-terbaik-linkin-park-versi-saya/">Linkin Park</a> dengan personel baru merupakan hal yang benar-benar mengejutkan bagi Penulis. Tentu ini menjadi kejutan yang menyenangkan sekaligus menyentuh, karena mau tidak mau Penulis jadi teringat akan sosok Chester.</p>



<p>Dalam <em>livestreaming </em>yang dilakukan tadi pagi, Linkin Park langsung membawakan lagu barunya yang berjudul &#8220;The Emptiness Machine.&#8221; Lagu ini rupanya menjadi lagu pertama Linkin Park dengan vokalis baru, <strong>Emily Armstrong</strong>.</p>



<p>Penulis sendiri baru mendengar namanya kali ini. Namun, berdasarkan berbagai sumber, ia adalah vokalis dari sebuah <em>band </em>bernama Dead Sara. Suaranya memang nge-<em>rock</em>, mungkin analoginya sedikit mirip dengan tipe vokal Tantri dari Kotak.</p>



<p>Di lagu baru Linkin Park, bisa dibilang kualitas suara Emily cukup gokil dengan <em>scream-scream </em>yang ia lakukan. Sayangnya, ketika menyanyikan lagu-lagu lama Linkin Park, ia tampak kewalahan dan beberapa kali kehilangan suara. Vokal Chester memang seistimewa itu.</p>



<p>Selain Emily, ada produser One Ok Rock, <strong>Colin Brittain</strong>, yang akan menggantikan Rob Bourdon sebagai <em>drummer</em>. Penulis benar-benar terkejut ketika mengetahui Rob memutuskan untuk keluar dari <em>band</em>.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>&#8220;Rob pernah berkata kepada kami pada suatu saat, saya kira beberapa tahun yang lalu, bahwa dia ingin memberi jarak antara dirinya dan band. Dan kami memahami hal itu &#8211; hal itu sudah terlihat jelas. Dia mulai jarang muncul, jarang berhubungan, dan saya tahu para penggemar juga menyadarinya,&#8221; ungkap Mike dalam satu wawancara.</p>
</blockquote>



<p>Banyak spekulasi yang beredar di antara penggemar mengenai alasan sebenarnya mengapa Rob memutuskan untuk meninggalkan <em>band </em>sebesar Linkin Park. Alasan paling populer adalah ia tak ingin bermain sebagai Linkin Park tanpa sosok Chester.</p>



<p>Terlepas dari bergabungnya dua anggota baru, anggota lama lainnya tetap sama. Mike Shinoda sebagai gitaris/vokalis/pianis, Brad Delson sebagai gitaris, Dave &#8220;Phoenix&#8221; Farrel sebagai <em>bassist</em>, dan Joe Hahn sebagai <em>turntablist</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Emptiness Machine (Official Music Video) - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/SRXH9AbT280?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Mungkin ini bias karena Penulis merupakan penggemar berat Linkin Park. Namun, bagi Penulis Linkin Park adalah salah satu band <em>rock </em>terbesar di dunia. Kembali mengorbitnya <em>band </em>ini di dunia musik tentu menjadi hal yang telah lama diidam-idamkan oleh penggemarnya.</p>



<p>Namun, Penulis dan para penggemar tentu harus menyadari bahwa kehadiran <strong>Emily bukan sebagai pengganti Chester</strong>, <strong>melainkan sebagai penerusnya</strong>. Posisi Chester jelas tak tergantikan, sehingga yang bisa Linkin Park lakukan adalah meneruskan legasinya.</p>



<p>Kalau mau dianalogikan, mungkin mirip dengan kasus <a href="https://whathefan.com/musik/maskulinitas-pada-musik-dewa/">Dewa</a> yang sempat berganti vokalis dari Ari Lasso ke Once. Secara vokal, keduanya memiliki nuansa yang berbeda, di mana suara Once lebih nge-<em>rock </em>dibandingkan Ari Lasso. Namun, Dewa tetap bisa sukses siapapun vokalisnya, dan rasanya Linkin Park juga bisa seperti itu.</p>



<p>Jujur, Penulis tidak terlalu terkejut apabila Emily tak mampu bernyanyi seperti Chester. Akan tetapi, Penulis tak mengira kalau ia sampai kehilangan suaranya di beberapa lagu karena suaranya tidak sampai. Entah berapa kali ia arahkan <em>mic</em>-nya ke penonton karena hal ini.</p>



<p>Sebenarnya ini sudah sempat terlihat di konser peringatan kematian Chester beberapa tahun lalu. Konser tersebut mengundang banyak vokalis <em>band rock</em> untuk mengisi posisi Chester, mulai dari M. Shadow (Avenged Sevenfold), Taka (<a href="https://whathefan.com/musik/shout-it-out-now-one-ok-rock/">One Ok Rock</a>), hingga Deryck Whibley (Sum 41). </p>



<p>Namun, mau sehebat apa pun kualitas orang lain, benar-benar tidak ada yang bisa bernyanyi untuk Linkin Park sehebat Chester. Bisa jadi, keputusan Linkin Park menggandeng vokalis perempuan adalah karena ingin menghindari perbandingan-perbandingan seperti ini. </p>



<p>Dengan menggandeng vokalis perempuan, yang sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh Penulis, Linkin Park seolah ingin menegaskan kalau mereka akan memasuki era baru. Sekali lagi, <strong>Emily bukanlah pengganti Chester, melainkan penerusnya</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mau Dibawa ke Mana Linkin Park?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7792" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/era-baru-linkin-park.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Album From Zero dari Linkin Park (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/From_Zero_%28album%29">Wikipedia</a>)</figcaption></figure>



<p>Mendengarkan lagu &#8220;The Emptiness Machine,&#8221; tampaknya Linkin Park akan mengambil jalur <em>rock </em>seperti di album-album sebelum <em><a href="http://Mendengarkan lagu &quot;The Emptiness Machine,&quot; tampaknya Linkin Park akan mengambil jalur rock seperti di album-album sebelum https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/. Bagi Penulis, lagu tersebut akan cocok jika dimasukan ke dalam album The Hunting Party.">One More Light</a></em>. Bagi Penulis, lagu tersebut akan cocok jika dimasukan ke dalam album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-the-hunting-party/">The Hunting Party</a></em>. </p>



<p>Ini tentu kabar gembira untuk Penulis, yang memang menyukai Linkin Park karena lagu-lagu <em>rock </em>yang dipenuhi dengan <em>scream</em>. Emily rasanya mampu menghadirkan hal tersebut dengan kemampuan <em>scream</em>-nya yang cukup oke.</p>



<p>Penulis tidak akan protes apabila musikalitas Linkin Park sedikit bergeser untuk menyesuaikan vokal Emily. Seperti kata Mike pada acara React di YouTube, musik Linkin Park selalu berevolusi dan mereka tak takut untuk melakukan eksperimen.</p>



<p>Meskipun &#8220;The Emptiness Machine&#8221; tak terdengar sebagai sebuah eksperimen baru, bagi Penulis hal itu wajar mengingat mereka sudah lama vakum. Sebagai langkah pertama, mungkin mereka ingin mencoba formula-formula lama, tapi dengan vokal yang benar-benar baru.</p>



<p>Selain itu, dari <em>single </em>tersebut, Penulis bisa sedikit merasa tenang karena Linkin Park masih berada di &#8220;jalurnya&#8221; sebagai <em><a href="https://whathefan.com/musik/apakah-musik-rock-benar-benar-telah-mati/">band rock</a></em>. Penulis sempat khawatir mereka akan beralih genre seperti yang terjadi pada 30 Seconds to Mars atau bahkan berubah menjadi seperti <a href="https://whathefan.com/musik/fort-minor-the-rising-tied-dan-kenji/">Fort Minor</a>.</p>



<p>Tentu kita tidak bisa menilai arah era baru Linkin Park hanya dari satu lagu yang baru dirilis. Oleh karena itu, Penulis tak sabar untuk mendengarkan album <em>From Zero </em>yang akan rilis pada tanggal 15 November 2024 mendatang, yang menjadi penanda bahwa <strong>era baru Linkin Park telah dimulai</strong>.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 6 September 2024, teinspirasi setelah mengetahui Linkin Park telah memilih penerus Chester Bennington</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.latimes.com/entertainment-arts/music/story/2024-09-05/linkin-park-reunited-new-singer-emily-armstrong-new-album-from-zero">Los Angeles Times</a></p>



<p>Sumber Artikel:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.latimes.com/entertainment-arts/music/story/2024-09-05/linkin-park-reunited-new-singer-emily-armstrong-new-album-from-zero">Linkin Park has a new singer and a new album on the way &#8211; Los Angeles Times (latimes.com)</a></li>



<li><a href="https://www.theprp.com/2024/09/05/news/mike-shinoda-explains-why-drummer-rob-bourdon-is-no-longer-in-linkin-park/">Mike Shinoda Explains Why Drummer Rob Bourdon Is No Longer In Linkin Park &#8211; Theprp.com</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Menatap Era Baru Linkin Park Bersama Emily Armstrong</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>I AM: IVE</title>
		<link>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/</link>
					<comments>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jul 2024 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Musik]]></category>
		<category><![CDATA[girlband]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IVE]]></category>
		<category><![CDATA[K-Pop]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>
		<category><![CDATA[self-confidence]]></category>
		<category><![CDATA[self-love]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7593</guid>

					<description><![CDATA[<p>Penulis pernah memberikan pendapatnya mengenai kualitas vokal yang agak kurang dari Gen 4 girlband K-Pop. Namun, bukan berarti Penulis tidak mendengarkan mereka karena kualitas vokal bukan menjadi satu-satunya parameter dalam sebuah lagu. Suara yang biasa saja, jika musiknya enak, ya tetap bisa didengarkan. Oleh karena itu, Penulis masih bisa menikmati lagu-lagu dari Gen 4. Di [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">I AM: IVE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Penulis pernah memberikan pendapatnya mengenai <a href="https://whathefan.com/musik/benarkah-girlband-k-pop-gen-4-tidak-perlu-bisa-menyanyi-bagian-1/">kualitas vokal yang agak kurang dari Gen 4</a> <em>girlband </em>K-Pop. Namun, bukan berarti Penulis tidak mendengarkan mereka karena kualitas vokal bukan menjadi satu-satunya parameter dalam sebuah lagu.</p>



<p>Suara yang biasa saja, jika musiknya enak, ya tetap bisa didengarkan. Oleh karena itu, Penulis masih bisa menikmati lagu-lagu dari Gen 4. Di antara semua yang sudah pernah Penulis coba dengarkan, musikalitas <strong>IVE</strong> menjadi yang paling cocok dengan telinganya. </p>



<p>Kebetulan, IVE menjadi <em>girlband </em>keempat yang akan Penulis bahas di blog ini, setelah <a href="https://whathefan.com/musik/forever-young-blackpink/">Blackpink</a>, <a href="https://whathefan.com/musik/feel-special-twice/">Twice</a>, dan <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Red Velvet</a>, sekaligus Gen 4 pertama yang Penulis bahas. Itu menunjukkan kalau <em>girlband </em>ini memang cukup spesial bagi Penulis.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/LOGO-FIX-300x300.png" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/LOGO-FIX-300x300.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/LOGO-FIX-150x150.png 150w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/LOGO-FIX-256x255.png 256w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/01/LOGO-FIX.png 586w " alt="Kelahiran GEN X SWI" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/kelahiran-gen-x-swi/">Kelahiran GEN X SWI</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Sekilas tentang IVE</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7596" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/07/iam-ive-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dari Kiri: Rei, Leeseo, Wonyung, Yujin, Gaeul, Liz (<a href="https://www.billboard.com/music/pop/ive-kpop-star-profile-1235310237/">Billboard</a>)</figcaption></figure>



<p>IVE merupakan sebuah <em>girlband </em>di bawah naungan Starship Entertainment, agensi yang juga pernah menaungi <em>girlband </em>legendaris Sistar. IVE yang melakukan debut pada tanggal 1 Desember 2021 terdiri dari enam anggota, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Yujin </strong>(Ahn Yujin) sebagai Leader, Main Dancer, Vocalist</li>



<li><strong>Gaeul </strong>(Kim Gaeul) sebagai Main Dancer, Lead Rapper, Sub Vocalist</li>



<li><strong>Rei </strong>(Naoi Rei) sebagai Main Rapper, Sub Vocalist</li>



<li><strong>Wonyoung </strong>(Jang Wonyoung) sebagai Vocalist, Dancer, Visual</li>



<li><strong>Liz </strong>(Kim Ji-won) sebagai Main Vocalist</li>



<li><strong>Leeseo </strong>(Lee Hyun-seo) sebagai Lead Dancer, Sub Vocalist, Visual, Maknae</li>
</ul>



<p>Salah satu hal yang paling menonjol dari IVE, terlepas dari sisi musik, adalah anggotanya yang tinggi-tinggi. Wonyoung dan Yujin menjadi yang tertinggi dengan 173 cm, diikuti oleh Liz (171 cm), Rei (170 cm), Leeseo (168 cm), dan Gaeul (164 cm). </p>



<p>Lucunya, Gaeul yang paling mungil adalah <em>member </em>tertua di IVE karena lahir di tahun 2002. Di bawahnya ada sang <em>leader </em>Yujin (2003), disusul angkatan 2004 (Rei, Liz, Wonyoung), dan paling muda adalah Leeseo (2007). Penulis jadi merasa sangat tua. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Perkenalan dengan IVE dan Musikalitasnya</h2>



<p>Dalam tulisan sebelumnya, Penulis pernah bercerita kalau lagu pertama dari IVE yang didengar adalah &#8220;<strong>Kitsch</strong>,&#8221;<strong> </strong>yang lewat secara <em>random </em>ketika Penulis sedang mendengarkan lagu di YouTube Music. Lagu ini langsung berhasil menarik perhatian Penulis karena <em>bass-</em>nya yang nendang banget.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Kitsch&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/pG6iaOMV46I?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Namun, sebenarnya perkenalan Penulis pertama dengan IVE bukan lewat lagu tersebut, melainkan lewat <em>Runningman</em>, sebuah <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/korea-selatan-dan-reality-show-sarana-promosi-negara-ke-dunia/">acara <em>reality show </em>yang sangat populer</a>. Di salah satu episode, IVE menjadi bintang tamu dari acara tersebut.</p>



<p>Penulis hanya menonton potongannya di YouTube, itu pun karena judulnya yang menarik: &#8220;<strong><em>IVE Rei making Yoo Jae-suk wants to give up on MC-ing</em></strong>.&#8221;Ketika Penulis tonton, memang interaksi antara Rei dan Jae-suk sangat lucu, bahkan Penulis akhirnya menonton episode lengkapnya.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE Rei making Yoo Jae-suk wants to give up on MC-ing" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/csK4qPYd-YI?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Berawal dari sana, Penulis jadi tertarik untuk mendengarkan lagu-lagu IVE, yang dimulai dari lagu &#8220;Kitsch&#8221; yang <em>catchy</em>. Sebagai seorang <em>basshead</em>, lagu ini benar-benar memuaskan telinga Penulis, apalagi kalau <em>setting</em> <em>bass </em>Penulis disetel hingga maksimal.</p>



<p>Lagu kedua IVE yang berhasil menarik perhatian Penulis adalah &#8220;<strong>I AM</strong>,&#8221; yang satu album dengan lagu &#8220;Kitsch.&#8221; Meskipun Penulis menganggap IVE sebagai salah satu <em>girlband </em>yang tidak memiliki vokal menonjol, menariknya di lagu ini nada tinggi dari Yujin.</p>



<p>Lagu ini juga memiliki lirik yang keren pada bagian <em>reff</em>-nya, di mana jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi, &#8220;<em>menjadi seorang penulis yang bergenre fantasi</em> (<em>be a writer, 장르로는 판타지</em>). Rasanya puitis saja lirik ini, tidak biasa.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="[BE ORIGINAL] IVE(아이브) &#039;I AM&#039; (4K)" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/cU0JrSAyy7o?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Setelah mendengarkan kedua lagu tersebut, barulah Penulis mendengarkan lagu-lagu lama mereka, mulai dari lagu debut mereka &#8220;<strong>Eleven</strong>&#8221; hingga &#8220;<strong>Love Dive</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>After Like</strong>.&#8221; Menariknya, semua <em>title song </em>tersebut masuk ke telinga Penulis.</p>



<p>Ketika sudah terbiasa dengan IVE, mini album <em><strong>I&#8217;VE MINE</strong></em> rilis pada pertengahan 2023. Penulis langsung cocok dengan lagu &#8220;<strong>Baddie</strong>&#8221; yang sekali lagi berhasil memuaskan <em>basshead </em>seperti Penulis. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;Off The Record&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/_ApV7Lm87cg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Tidak hanya itu, lagu &#8220;<strong>Either Way</strong>&#8221; dan &#8220;<strong>Off the Record</strong>&#8221; yang lebih <em>ballad </em>juga cocok dengan selera musik Penulis. Untuk lagu &#8220;Off the Record,&#8221; bisa dibilang lagu ini adalah lagu favoritnya dari IVE setelah lagu &#8220;I AM&#8221; karena mampu menghadirkan nuansa sendu ketika mendengarkannya.</p>



<p>Di tahun ini, IVE melakukan <em>comeback </em>dengan merilis album <em><strong>I&#8217;VE SWITCH</strong></em>. Lagu utamanya, &#8220;<strong>HEYA (해야)</strong>,&#8221; lagi-lagi cocok dengan selera Penulis. Sayang, lagu utama kedua &#8220;<strong>Ascendio</strong>&#8221; kurang cocok, meskipun Penulis masih bisa menikmatinya. </p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="IVE 아이브 &#039;해야 (HEYA)&#039; MV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/07EzMbVH3QE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Dalam menikmati lagu Korea, Penulis tidak terlalu memedulikan liriknya karena memang tidak paham bahasanya. Namun, dari banyak sumber, Penulis mengetahui kalau tema yang sering diusung oleh IVE adalah <em>self-confidence </em>dan <em>self-love</em>.</p>



<p>Tema tersebut, mungkin, direpresentasikan dengan dominannya <em>bass </em>pada musiknya. Entah itu benar atau tidak, hanya perasaan Penulis. Yang jelas, Penulis merasa hampir di setial lagu IVE (kecuali yang <em>ballad</em>) selalu memiliki unsur <em>bass </em>yang cukup menonjol.</p>



<p>Karena hal tersebu, nuansa yang ingin dihadirkan IVE jadi berbeda dengan <em>girlband </em>lain, seperti aespa dengan konsep futuristiknya, NewJeans dengan konsep <em>fresh</em>-nya, atau NMIXX dengan berbagai ekperimental yang dilakukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Dari Musik ke Reality Show</h2>



<p>Berbanding terbalik dengan Twice yang menarik Penulis setelah menonton acara <em>reality show</em>-nya, Penulis justru tertarik menonton <em>reality show </em>IVE setelah mendengarkan lagu-lagunya. Apalagi, mereka memiliki <em>reality show</em>-nya sendiri yang berjudul <em><strong>1,2,3 IVE</strong></em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="1,2,3 IVE EP.1" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/qNQvMrGf96w?list=PLPhtNKiHTFypb16Xu0dxP8BHOHQ1bdxTa" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Penulis telah menonton semua keempat <em>season</em>-nya dan sama seperti <em>Time to Twice</em>, ada saja tingkah kocak dan konyol dari para anggotanya. Walaupun tidak seabsurd <em>member </em>Twice, para <em>member </em>IVE juga cukup lawak.</p>



<p>Di antara semua episode <em>1, 2, 3, IVE</em>, Penulis paling menyukai episode-episode jurit malam alias horor. Rei dan Gaeul menjadi <em>member </em>yang paling berani, sedangkan Liz menjadi <em>member </em>paling penakut, yang membuatnya menjadi hiburan utama.</p>



<p>Salah satu hal yang paling <em>memorable </em>di semua episodenya adalah kebaikan yang diperlihatkan oleh Rei. Contohnya adalah ketika dia berusaha menutup staf yang berbuat kesalahan dan berhenti di belakang Liz ketika tidak ada yang mau.</p>



<p>Bicara tentang Rei, ia adalah <em>member </em>favorit Penulis di IVE (alias <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">bias</a>). Bahkan, Penulis sampai membuat ratusan stiker dengan wajahnya di WhatsApp karena menemukan banyak foto lucunya di Pinterest. Penulis juga merupakan <em>subscriber </em>dari kanal YouTube-nya, <em>Follow Rei</em>.</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="아이브 레이&amp;리즈의 첫 덕질💖 에버랜드 푸바오 코스 총정리! | 따라해볼레이 EP.13" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/fAizNJMhjYg?list=PLvGP2JpRxVlCGFshQuu-avxGQcth2sMdB" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Adanya <em>reality show </em>seperti <em>1, 2, 3, IVE </em>yang memperlihatkan sisi lain dari seorang <em>idol </em>membuat Penulis semakin menikmati musik-musik IVE. Penulis pernah mencoba menonton <em>reality show </em>dari <em>girlband </em>lain, tapi tidak ada yang benar-benar Penulis suka.</p>



<p>Yang jelas, kombinasi antara musikalitas yang cocok dengan selera, tema grup yang dibawakan, para <em>member </em>yang unik dan konyol, hingga konsep acara <em>reality show </em>yang menarik membuat IVE memiliki tempat spesial bagi Penulis. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 Juli 2024, terinspirasi ketika mendengarkan lagu-lagu IVE </p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://ive.fandom.com/wiki/IVE">Fandom</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/musik/i-am-ive/">I AM: IVE</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/musik/i-am-ive/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
