<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pengalaman Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/category/pengalaman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/category/pengalaman/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Feb 2026 14:16:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>Pengalaman Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/category/pengalaman/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>whatheFAN Punya Logo Baru di Tahun 2026 Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-punya-logo-baru-di-tahun-2026-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-punya-logo-baru-di-tahun-2026-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 14:16:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8536</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sama seperti tahun 2025 kemarin, tulisan pertama whatheFAN di tahun 2026 juga baru ditulis pada bulan Februari. Karena berbagai macam hal, menulis di blog ini belakangan justru menjadi beban bagi Penulis. Penulis belum menghitung jumlah pasti berapa artikel yang ditulis sepanjang tahun 2025, tapi yang jelas tahun tersebut menjadi tahun terseret sejak blog ini dibuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-punya-logo-baru-di-tahun-2026-ini/">whatheFAN Punya Logo Baru di Tahun 2026 Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/">Sama seperti tahun 2025 kemarin</a>, tulisan pertama whatheFAN di tahun 2026 juga baru ditulis pada bulan Februari. Karena berbagai macam hal, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ketika-hobi-menulis-blog-justru-terasa-menjadi-beban/">menulis di blog ini belakangan justru menjadi beban</a> bagi Penulis.</p>



<p>Penulis belum menghitung jumlah pasti berapa artikel yang ditulis sepanjang tahun 2025, tapi yang jelas tahun tersebut menjadi tahun terseret sejak blog ini dibuat pada tahun 2018.</p>



<p>Menyadari hal tersebut, tentu Penulis berusaha untuk mencari jalan keluar agar dirinya bisa kembali semangat menulis di blog. Jalan pertama yang Penulis ambil di awal tahun ini adalah memutuskan untuk mengganti logo whatheFAN.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-banner2-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-banner2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-banner2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-banner2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-banner2.jpg 1280w " alt="Indonesia Tanpa Ujian Nasional (Bagian 2)" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/indonesia-tanpa-ujian-nasional-bagian-2/">Indonesia Tanpa Ujian Nasional (Bagian 2)</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Perubahan dari Whathefan! menjadi whatheFAN</h2>



<p>Ketika pertama kali membuat blog ini, Penulis menuliskannya sebagai <strong>Whathefan!</strong>, dengan huruf kapital di huruf W dan tanda seru di akhir. Dulu, alasannya adalah karena nama tersebut seperti seruan terkejut dalam konotasi positif.</p>



<p>Kini, penulis memutuskan untuk melakukan sedikit <em>rebranding</em>. dengan mengubahnya menjadi huruf kecil semua di kata &#8220;whathe&#8221; dan kapital semua untuk kata &#8220;FAN&#8221;. Penulis juga menghilangkan tanda seru di akhir nama.</p>



<p>Makna dari perubahan ini adalah Penulis ingin kembali ke akar mengapa Penulis membuat blog ini, yakni <strong>sebagai wadahnya untuk menuangkan semua isi pikirannya</strong> sesuai dengan <em>tagline</em> yang diusung sejak awal.</p>



<p class="has-text-align-center"><em><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Apa yang terpikir, apa yang tertuang</mark></em></p>



<p>Salah satu alasan mengapa kegiatan menulis blog terasa menjadi beban adalah karena ekspektasi Penulis sendiri harus membuat tulisan sebagus dan sesempurna mungkin untuk Pembaca. Orientasinya jadi bergeser ke orang lain, bukan diri sendiri.</p>



<p>Oleh karena itu, penekanan kata &#8220;FAN&#8221; di logo adalah simbol untuk kembali berfokus kepada diri sendiri. Menulis di blog ini harus menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk Penulis, <em>mong</em> namanya juga hobi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Makna Pergantian Logo whathefan</h2>



<p>Penekanan kata &#8220;FAN&#8221; bukan hanya dari perbedaan jenis <em>font</em>, tapi juga pemilihan warna. Untuk kata &#8220;whathe&#8221;, Penulis menggunakan warna abu-abu (#d1d1d1) dan warna putih (#ffffff) untuk kata &#8220;FAN&#8221;.</p>



<p>Waktu membuat logo lama, Penulis hanya memilih satu <em>font</em>, yakni <strong>Stereofidelic</strong> dengan alasan terkesan seru dan asyik. Tak ada proses desain rumit, Penulis hanya menulis kata Whathefan! menggunakan <em>font </em>tersebut.</p>



<p>Nah, di logo baru ini Penulis menggunakan dua <em>font </em>yang berbeda, yakni <strong>Alice</strong> (Serif) untuk &#8220;whathe&#8221; dan <strong>Montserrat Bold</strong> (Sans Serif) untuk &#8220;FAN&#8221;. Dua jenis <em>font </em>ini cukup kontras dan Penulis anggap bisa melambangkan penekanan ke diri sendiri.</p>



<p>Awalnya, Penulis hendak menggunakan <em>full </em>Montserrat Bold dan <em>italic </em>untuk logo baru. Warna identitas hitam (#000000) juga berubah jadi merah (#9e0b0f) dan ada tambahan garis di bawah kata &#8220;FAN&#8221; sebagai penambahan penekanan.</p>



<p>Hanya saja, ketika dilihat-lihat, logo tersebut justru terlihat seperti logo Simpati atau Supreme versi KW. Ketika melakukan jajak pendapat singkat, logo tersebut juga dianggap jelek. Alhasil, Penulis pun mengubah desain logo tersebut menjadi seperti yang terlihat sekarang.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" width="400" height="70" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-baru-whathefan-7-2026.png" alt="" class="wp-image-8528" style="width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-baru-whathefan-7-2026.png 400w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-baru-whathefan-7-2026-300x53.png 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption class="wp-element-caption">Logo Baru yang Batal Digunakan</figcaption></figure>



<p>Sebagai tambahan, bentuk <em>font </em>untuk isi artikel pun Penulis ubah ke Montserrat agar ada konsistensi. Semoga saja bentuk <em>font </em>ini bisa lebih nyaman untuk mata para Pembaca sekalian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Logo Baru, Harapan Baru</h2>



<p>Salah satu <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/resolusi-tahun-baru-setiap-hari/">resolusi tahunan Penulis</a> adalah semakin konsisten dalam menulis blog. Sayangnya resolusi tersebut sering berakhir gagal dan jumlah artikel tiap tahun justru mengalami penurunan yang menyedihkan.</p>



<p>Mengganti nama dan logo yang telah digunakan selama delapan tahun terakhir merupakan upaya Penulis untuk <strong>kembali membangkitkan semangat menulis blog seperti dulu lagi</strong>. </p>



<p>Anggap saja ini proses reset dan memulai lembaran baru, walau sebenarnya ya enggak baru-baru amat karena artikel-artikel lama juga masih ada. Mengingat <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/">Penulis sudah membuat 1.000 lebih artikel</a>, ini adalah titik awal untuk 1.000 artikel selanjutnya.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga ingin kembali membangkitkan akun Instagram blog ini yang sudah lama mati suri. Penulis ingin membuatnya sesederhana mungkin agar tidak menjadi beban baru. Tidak perlu CTA biar mampir ke blog ini, hanya versi yang lebih singkat saja.</p>



<p>Semoga saja harapan baru bersamaan dengan logo baru ini bisa membuat Penulis bisa kembali konsisten menulis di tahun 2026.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 17 Februari 2026, terinspirasi setelah Penulis memutuskan untuk mengganti logo whathefan di tahun 2026 ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-punya-logo-baru-di-tahun-2026-ini/">whatheFAN Punya Logo Baru di Tahun 2026 Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-punya-logo-baru-di-tahun-2026-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Hobi Menulis Blog Justru Terasa Menjadi Beban</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/ketika-hobi-menulis-blog-justru-terasa-menjadi-beban/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/ketika-hobi-menulis-blog-justru-terasa-menjadi-beban/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2025 23:43:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[malas]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8259</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melalui tulisan &#8220;Pada Akhirnya Hidup Kita Harus Tetap Berjalan&#8221;, Penulis telah mengungkapkan beberapa alasan mengapa dirinya makin ke sini makin jarang menulis. Saat itu, Penulis masih bertanya-tanya apa alasan di balik hal tersebut. Karena merasa tidak ada perkembangan sejak tulisan itu diterbitkan, Penulis pun memutuskan untuk melakukan kontemplasi demi menemukan akar permasalahannya. Blog ini berharga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ketika-hobi-menulis-blog-justru-terasa-menjadi-beban/">Ketika Hobi Menulis Blog Justru Terasa Menjadi Beban</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Melalui tulisan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pada-akhirnya-hidup-kita-harus-tetap-berjalan/">&#8220;Pada Akhirnya Hidup Kita Harus Tetap Berjalan&#8221;</a>, Penulis telah mengungkapkan beberapa alasan mengapa dirinya makin ke sini makin jarang menulis. Saat itu, Penulis masih bertanya-tanya apa alasan di balik hal tersebut.</p>



<p>Karena merasa tidak ada perkembangan sejak tulisan itu diterbitkan, Penulis pun memutuskan untuk <a href="https://whathefan.com/renungan/hikayat-kontemplasi/">melakukan kontemplasi</a> demi menemukan akar permasalahannya. Blog ini berharga bagi Penulis, sehingga membiarkannya terbengkalai meninggalkan perasaan bersalah.</p>



<p>Setelah direnungkan, Penulis merasa menemukan beberapa jawaban yang paling masuk akal, sehingga bisa menentukan langkah-langkah apa yang harus diambil agar rutinitas menulis blog bisa kembali menjadi hobi yang menyenangkan.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/neymar-psg_ldxvpsdxc3be1i63e6l7wo9ay-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/neymar-psg_ldxvpsdxc3be1i63e6l7wo9ay-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/neymar-psg_ldxvpsdxc3be1i63e6l7wo9ay-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/neymar-psg_ldxvpsdxc3be1i63e6l7wo9ay-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/neymar-psg_ldxvpsdxc3be1i63e6l7wo9ay-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/neymar-psg_ldxvpsdxc3be1i63e6l7wo9ay.jpg 1920w " alt="Hiperinflasi Pada Sepak Bola" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/hiperinflasi-pada-sepakbola/">Hiperinflasi Pada Sepak Bola</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Alasan Mengapa Menulis Blog Malah Menjadi Beban</h2>



<div class="wp-block-cover"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8260" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-1-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Harusnya Menjadi Aktivitas yang Menyenangkan (<a href="https://www.pexels.com/photo/woman-working-retouching-photo-on-laptop-at-convenient-workplace-7014337/">George Milton</a>)</p>
</div></div>



<p>Dalam tulisan sebelumnya, Penulis setidaknya menuliskan ada tiga alasan mengapa produksi artikel blog menjadi seret selama lima bulan terakhir: <strong>sedang ada banyak masalah</strong>, <strong>rasa malas</strong>, hingga <strong>merasa jenuh</strong>. Mari kita berangkat dari sana. </p>



<p>Namanya hidup, tentu saja kita akan selalu menjumpai permasalahan. Terkadang bisa diselesaikan dengan cepat, terkadang membutuhkan waktu lebih panjang. Yang paling penting adalah bagaimana respons kita terhadap masalah tersebut.</p>



<p>Dalam kasus ini, Penulis sering merasa kalau rasa malas di dalam diri ini menggunakan permasalahan tersebut sebagai justifikasi untuk tidak menulis blog. Padahal aslinya memang malas saja, tapi mencari berbagai pembenaran agar tidak merasa bersalah.</p>



<p>Oke, rasa malas memang bisa dilawan, tapi bagaimana dengan perasaan jenuh menulis? Sebagai seorang editor, membaca dan menulis telah menjadi rutinitas harian. Ribuan kata harus dicek dan diolah setiap harinya, sehingga wajar jika menimbulkan rasa jenuh.</p>



<p>Namun, apa yang Penulis bahas di blog ini dan apa yang dibahas di tempat kerja memiliki <em>niche </em>yang berbeda. Memang ada beberapa kategori yang bersinggungan, tapi <em>angle</em> yang digunakan jelas berbeda. </p>



<p>Justru, menulis di blog ini menjadi tempat agar gaya menulis Penulis tetap terasah dan tidak terpaku pada gaya penulisan industri. Apalagi, menulis adalah salah satu cara untuk menuangkan apa yang ada di pikirannya untuk mengurangi gejala <em>overthinking</em>.</p>



<p>Setelah menganalisis tiga alasan tersebut, apakah masih ada alasan lain yang membuat menulis blog menjadi memberatkan? Ada beberapa yang berhasil Penulis temukan setelah melakukan kontemplasi.</p>



<p>Alasan pertama, <strong>Penulis jadi terbebani dengan banyaknya ide artikel yang belum ditulis</strong>. <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">Di Notion Penulis</a>, ada puluhan ide artikel yang sampai saat ini belum dieksekusi hingga akhirnya Penulis sudah mulai lupa apa yang ingin dibahas dari ide tersebut.</p>



<p>Idealnya, sesuai <em>tagline </em>blog ini, sebuah ide harus segera dikerjakan begitu terpikirkan. Kenyataannya, karena sering menunda, ide tersebut malah menjadi usang. <em>Mood </em>untuk menulis ide tersebut pun menjadi hilang dan akhirnya malah jadi terbengkalai.</p>



<p>Alasan kedua, <strong>Penulis merasa terbebani dengan artikel-artikel yang membutuhkan riset lebih</strong>. Belakangan ini, Penulis merasa berkewajiban membuat artikel yang mendalam. Padahal, blog ini harusnya menjadi wadah bagi Penulis untuk menuangkan isi kepalanya.</p>



<p>Bisa jadi, Penulis terlalu berfokus bagaimana tulisan di blog ini bisa sampai ke Pembaca. Penulis sampai lupa kalau seharusnya blog ini menjadi alatnya untuk menuangkan apa yang sedang ada di pikirannya.</p>



<p>Alasan ketiga, <strong>pembuatan konten media sosial yang terkadang menimbulkan rasa malas untuk menulis</strong>. Meskipun pembuatannya hanya membutuhkan beberapa menit, entah mengapa membuat konten media sosial untuk artikel di blog ini memicu rasa mager.</p>



<p>Padahal, konten media sosial yang Penulis buat hanyalah sebuah Story dengan beberapa kalimat <em>caption</em>. Penulis tidak membuat video ataupun <em>long carousel</em>. Mungkin memang pada dasarnya malas saja. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Langkah Apa yang Diambil Setelah Memahami Akar Permasalahannya</h2>



<div class="wp-block-cover"><img decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8261" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-2-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Mencoba Lebih Spontan (<a href="https://www.pexels.com/@olly/">Andrea Piacquadio</a>)</p>
</div></div>



<p>Setelah menemukan beberapa akar permasalahan dari seretnya produksi blog ini, saatnya fokus ke solusi. Ada beberapa langkah yang akan Penulis ambil, dengan harapan menulis artikel bisa kembali menjadi hobi yang <em>refreshing </em>dan menyenangkan.</p>



<p>Pertama, <strong>menghilangkan penjadwalan artikel</strong>. Penulis ingin kembali seperti dulu, di mana setiap harinya murni spontan (<em>uhuy!</em>) mengenai artikel apa yang ingin ditulis. Bank ide di Notion tetap ada, untuk jaga-jaga jika hari itu <em>blank </em>tidak tahu ingin menulis apa.</p>



<p>Pencatatan progres yang dilakukan Notion mungkin tetap ada, tapi sifatnya lebih ke dokumentasi saja. Bagi Penulis, melihat berapa banyak artikel yang telah ditulis atau berapa panjang <em>streak </em>yang berhasil dilakukan berhasil menimbulkan dopamin.</p>



<p>Mungkin ada beberapa artikel yang harus tetap dijadwal, seperti artikel-artikel <em>review</em> buku dan <em>board game </em>yang telah menjadi rubrik mingguan. Bedanya, Penulis tidak akan menulis urut sesuai dengan buku mana yang telah selesai dibaca duluan.</p>



<p>Kedua, <strong>segera menulis ide tulisan yang terlintas di pikiran</strong>. Penulis harus membuang konsep &#8220;First In First Out&#8221; di mana ide yang lebih lama harus ditulis terlebih dahulu. Penulis harus mendahulukan apa yang ingin ditulis, bukan apa yang harus ditulis.</p>



<p>Ketiga, <strong>menghindari artikel-artikel berat yang butuh riset lebih panjang</strong>. Ada banyak artikel di daftar ide yang butuh riset lebih mendalam, dan jujur saja itu menimbulkan rasa malas. Blog ini harus kembali ke akarnya, tempat menuangkan isi kepala.</p>



<p>Memang secara kualitas mungkin akan berkurang, tapi salah satu resolusi Penulis di tahun 2025 adalah mendahulukan diri sendiri dulu. Buat apa menulis jika hanya membebani diri sendiri? Lagipula, ini adalah blog milik Penulis.</p>



<p>Keempat, <strong>melakukan reset</strong>. Saat ini, sudah banyak artikel yang Penulis jadwalkan untuk ditulis. Semuanya akan Penulis reset dari awal, kembali ke bank ide. Penulis ingin bertanya &#8220;mau nulis apa hari ini?&#8221; setiap membuka laptopnya.</p>



<p>Kelima, <strong>memperbaiki pola hidup yang sedang berantakan</strong>. Alasan lain yang belum disebutkan di atas adalah pola hidup Penulis yang sedang berantakan. Akibatnya, waktu untuk menulis blog juga menjadi tidak teratur.</p>



<p>Idealnya, Penulis berharap bisa menulis blog di pagi hari sebelum jam kerja. Menulis blog memakan waktu antara 1-2 jam, jadi bisa dimulai pukul 7 pagi setelah melakukan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">rutinitas pagi</a>. Untuk itu, Penulis harus memperbaiki jam tidurnya dan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya/">menghilangkan insomnianya.</a></p>



<p>Menulis di malam hari hanya menjadi opsi apabila dalam kondisi darurat, karena biasanya tubuh dan pikiran ini sudah merasa lelah. Lagipula, malam hari harusnya digunakan untuk bersantai dan menyiapkan diri untuk beraktivitas keesokan harinya.</p>



<p>Keenam, <strong>membuat konten media sosial terlebih dahulu sebelum menulis artikelnya</strong>. Penulis adalah tipe orang yang mengerjakan <em>task </em>tersulit terlebih dahulu. Karena membuat konten media sosial terasa yang paling berat, maka Penulis akan mendahulukannya.</p>



<p>Enam langkah itulah yang akan Penulis terapkan mulai hari ini, dimulai dari artikel ini. Semoga setelah menulis artikel ini, Penulis bisa kembali rutin menulis blog dengan perasaan senang, bukan terbebani. </p>



<p>Jika setelah artikel ini terbit Penulis masih jarang menulis lagi, entah apa lagi yang harus dilakukan&#8230;</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 20 Mei 2025, terinspirasi setelah merasa perlu ada perubahan agar aktivitas menulis blog tidak terasa menjadi beban</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/photo/bored-woman-looking-at-a-laptop-4240504/">Ivan Samkov</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ketika-hobi-menulis-blog-justru-terasa-menjadi-beban/">Ketika Hobi Menulis Blog Justru Terasa Menjadi Beban</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/ketika-hobi-menulis-blog-justru-terasa-menjadi-beban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pada Akhirnya Hidup Kita Harus Tetap Berjalan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/pada-akhirnya-hidup-kita-harus-tetap-berjalan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/pada-akhirnya-hidup-kita-harus-tetap-berjalan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2025 16:21:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[berjalan]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[self-reminder]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8239</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam empat bulan terakhir, atau sejak masuk tahun 2025, Penulis mengakui kalau sedang banyak masalah, yang kebanyakan hanya ada di pikiran. Hal tersebut membuat produktivitas menulis blog ini terasa mandek, dengan jumlah produksi artikel berkurang drastis. Pada bulan Desember, masih lumayan ada tujuh tulisan yang terbit, sebelum di bulan Januari benar-benar tidak ada tulisan yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pada-akhirnya-hidup-kita-harus-tetap-berjalan/">Pada Akhirnya Hidup Kita Harus Tetap Berjalan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam empat bulan terakhir, atau sejak masuk tahun 2025, Penulis mengakui kalau sedang banyak masalah, yang kebanyakan hanya ada di pikiran. Hal tersebut membuat <strong>produktivitas menulis blog ini terasa mandek</strong>, dengan jumlah produksi artikel berkurang drastis.</p>



<p>Pada bulan Desember, masih lumayan ada tujuh tulisan yang terbit, sebelum di bulan Januari benar-benar tidak ada tulisan yang tayang. Februari ada satu tulisan, yang mirisnya merupakan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/">tulisan pertama di tahun 2025</a>. Di Maret setidaknya ada empat tulisan.</p>



<p>Blog ini, yang harusnya menjadi tempat menyalurkan hobi,<strong> justru belakangan terasa menjadi beban</strong>. Ada puluhan ide artikel yang tertumpuk begitu saja tanpa pernah dieksekusi. Ada belasan buku yang menanti untuk diulas, hingga lupa apa yang harus diulas.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-membaca-ngomongin-uang-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-membaca-ngomongin-uang-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-membaca-ngomongin-uang-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-membaca-ngomongin-uang-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/09/setelah-membaca-ngomongin-uang-banner.jpg 1200w " alt="[REVIEW] Setelah Membaca Ngomongin Uang" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/">[REVIEW] Setelah Membaca Ngomongin Uang</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Berhenti Menulis karena Rasa Malas?</h2>



<p>Setiap merasa harus memutus lingkaran ini dan mulai kembali rutin menulis, keinginan tersebut terputus hanya setelah maksimal dua tulisan. Setelah itu kembali menghilang hingga waktu yang tidak ditentukan.</p>



<p>Apakah permasalahan yang Penulis sebutkan di atas hanya merupakan alibi untuk menutupi alasan sebenarnya dari berhentinya Penulis menulis, yaitu <strong>rasa malas</strong>? Bisa jadi. Namun, rasa malas bisa muncul dengan sebab, seperti kepala yang rasanya penuh sekali.</p>



<p>Ketika pikiran suntuk dan dengan &#8220;liarnya&#8221; mengembara ke sana kemari, itu sangat memengaruhi <em>mood</em>. Sekali lagi, menulis yang harusnya jadi aktivitas menyenangkan justru menjadi momok yang menakutkan.</p>



<p>Apakah rasa malas ini muncul karena di tempat kerja Penulis juga menulis? Bisa jadi, karena tentu itu memunculkan rasa jenuh. Mau sebagus apapun idenya, butuh tekad yang kuat untuk bisa mengeksekusinya, dan tekad itu bisa luntur karena rasa jenuh.</p>



<p>Apakah rasa malas ini muncul karena Penulis kesulitan mengatur waktunya? Bisa jadi, karena waktu yang dimiliki dalam 24 jam digunakan untuk aktivitas lainnya. Jujur, kebanyakan bukan aktivitas produktif sebagai pelarian dari masalah yang ada di kepala.</p>



<p>Lantas, apakah rasa malas ini bisa jadi pembenaran untuk berhentinya produksi blog ini? Entahlah, Penulis merasa dirinya terbagi menjadi dua. Satu menjustifikasi rasa malas tersebut karena memang sedang banyak pikiran, yang satu merutuk diri karena kontrol diri yang lemah.</p>



<p>Apakah produksi artikel di blog ini bisa kembali normal jika masalah-masalah yang ada di pikiran itu terselesaikan? Sekali lagi, entahlah. Bisa jadi berhentinya produksi artikel tersebut memang murni karena rasa malas saja, lalu mencari-cari justifikasi yang paling terlihat elegan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menyadari Kita Harus Tetap Berjalan</h2>



<p>Saat menulis artikel ini, justru masalah-masalah di kepala tengah berada di klimaksnya. Tentu aneh, mengapa ketika berada di puncak permasalahannya Penulis justru akhirnya memutuskan untuk menulis lagi setelah sekian lama.</p>



<p>Mungkin, karena sudah berada di klimaksnya, <strong>Penulis menyadari bahwa setelah ini jalannya akan melandai, menurun</strong>. Permasalahan, apapun bentuknya, pasti akan selesai. Semua itu hanya sementara, tidak akan terjadi selamanya.</p>



<p>Mungkin, karena <strong>pada akhirnya Penulis menyadari bahwa hidup harus tetap berjalan</strong>. Yang namanya berjalan, tentu tak pernah selalu mulus. Pasti beberapa kali kita akan menemukan jalan yang rusak, <em>gronjalan</em>, kubangan lumpur, dan masih banyak lagi lainnya.</p>



<p>Namun, pada akhirnya kita tetap melanjutkan perjalanan. Memang kita jadi kotor, mungkin ada luka juga, tapi itu adalah &#8220;harga&#8221; yang harus dibayar untuk mencapai tujuan. Demi tujuan itulah kita terus berjalan.</p>



<p>Lantas, apa tujuan yang sedang Penulis tuju sekarang? Penulis tidak akan menuliskannya di sini, tapi yang jelas, untuk mencapai tujuan tersebut, <strong>bisa mendisiplinkan diri untuk konsisten menulis artikel di blog ini adalah salah satu jalan yang harus Penulis tempuh</strong>.</p>



<p>Untuk itulah, Penulis akhirnya memutuskan untuk menulis artikel ini, yang mungkin secara bobot tidak ada bobotnya, lebih sekadar gerutuan karena insomnia datang menyerang. Setidaknya, ini adalah upaya nyata Penulis untuk kembali ke jalan yang benar.</p>



<p>Entah cara apa yang akan Penulis lakukan agar aktivitas menulis blog ini menjadi kembali menyenangkan dan membuat Penulis bersemangat, bahkan ketika isi pikirannya penuh dengan masalah. Sambil berjalan, Penulis akan berusaha menemukan jawabannya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 8 April 2025, terinspirasi karena insomnia karena berbagai masalah yang ada di pikirannya</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/@pripicart/">Tobi via Pexels</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pada-akhirnya-hidup-kita-harus-tetap-berjalan/">Pada Akhirnya Hidup Kita Harus Tetap Berjalan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/pada-akhirnya-hidup-kita-harus-tetap-berjalan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di 2025</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2025 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8180</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memulai tulisan pertama tahun 2025 di bulan Februari memang sangat terlambat. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir Penulis bisa dibilang cukup rajin dalam menulis di hari pertama pergantian tahun, walau setelah itu juga kurang bisa konsisten. Ada beberapa alasan yang membuat Penulis &#8220;menghilang&#8221; hampir dua bulan di blog ini, tapi pada tulisan kali ini Penulis hanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/">Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di 2025</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Memulai tulisan pertama tahun 2025 di bulan Februari memang sangat terlambat. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir Penulis bisa dibilang cukup rajin dalam menulis di hari pertama pergantian tahun, walau setelah itu juga kurang bisa konsisten.</p>



<p>Ada beberapa alasan yang membuat Penulis &#8220;menghilang&#8221; hampir dua bulan di blog ini, tapi pada tulisan kali ini Penulis hanya akan menyebutkan satu alasan: <strong>kehilangan gairah untuk menulis</strong>, atau singkatnya bisa dibilang <strong>malas</strong>.</p>



<p>Tentu rasa malas itu tidak datang begitu saja, ada banyak alasan yang menyertainya. Namun, rasanya alasan-alasan tersebut tidak perlu diungkapkan. Pada tulisan kali ini, Penulis ingin melakukan beberapa refleksi saja mengenai apa yang sudah terjadi di tahun 2024 ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-alpha monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-membaca-buku-untuk-mengurangi-candu-media-sosial/">Saya Membaca Buku untuk Mengurangi Candu Media Sosial</a></div></div></div><p></p>

<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-alpha monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/mengapa-tidak-pernah-ada-istilah-laki-laki-independen/">Mengapa Tidak Pernah Ada Istilah “Laki-Laki Independen”?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Dompet Menangis karena Membeli Banyak Perangkat</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8186" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Impian yang Tercapai di 2024</figcaption></figure>



<p>Tahun 2024 adalah tahun yang berat untuk dompet Penulis. Ada banyak sekali pengeluaran, entah itu untuk kebutuhan maupun keinginan. Saking banyaknya, arus kas Penulis sepanjang 2024 jadi minus, pertama sejak terakhir kali minus pada tahun 2020.</p>



<p>Kalau tahun 2020 minus wajar, karena Penulis <em>resign </em>pada bulan September 2020, sehingga ada beberapa bulan Penulis tidak mendapatkan gaji rutin. Pemasukan dari pekerjaan sebagai <em>freelancer </em>tentu tidak menutup kebutuhan sehari-hari.</p>



<p>Nah, kalau di 2024 kemarin, minus yang terjadi murni terjadi karena banyaknya pengeluaran. Mungkin ini akan terdengar sebagai<em> flexing</em>, tapi Penulis di tahun yang sama membeli <em>smartphone</em> dan laptop baru, serta <em>build </em>PC dengan alasan awal &#8220;untuk bantu skripsi adik.&#8221;</p>



<p>Penulis memang sudah berencana untuk membeli <em>smartphone </em>baru di awal tahun karena merasa tidak nyaman dengan Xiaomi POCO F4, yang akhirnya Penulis berikan kepada ibu. Awalnya mengincar Samsung S24, tapi karena pakai Exynos, Penulis beralih ke <strong>iPhone 13</strong>.</p>



<p>Lalu ketika bulan puasa, di kala uang THR sudah masuk ke rekening, adik Penulis mengatakan bahwa dirinya butuh PC untuk menunjang skripsinya. Sebagai kakak, tentu Penulis berusaha memenuhi hal tersebut, hitung-hitung mewujudkan cita-cita untuk punya <strong>PC</strong>.</p>



<p>Kampretnya, setelah selesai <em>build </em>PC, PC tersebut justru jarang dipakai adik Penulis untuk skripsian! Pada akhirnya PC tersebut jadi perangkat utama Penulis untuk bekerja dan bermain <em>game</em>. Yah, setidaknya dengan demikian tidak ada penyesalan.</p>



<p>Menjelang akhir tahun, tepatnya di bulan Oktober, Penulis sempat iseng mampir ke Digimap. Sialnya, sedang ada promo pelajar yang memberikan potongan 500 ribu. Ditambah <em>voucher </em>MAP 300 ribu, Penulis akhirnya memutuskan untuk membeli laptop <strong>MacBook Air M1</strong>.</p>



<p>Setelah membeli laptop tersebut, laptop lama Penulis akhirnya dibeli adik Penulis (yang tadi minta di-<em>build</em>-kan PC!) dengan harga miring karena memang butuh laptop dengak spek yang lumayan tinggi untuk menunjang kerjaan dan skripsinya.</p>



<p>Memang <em>nyesek </em>rasanya jika mengingat berapa uang yang dikeluarkan untuk perangkat-perangkat tersebut. Memang Penulis memanfaatkan cicilan 0% dari kartu kredit, tapi tetap saja pembelian-pembelian tersebut membuat dompet Penulis menangis.</p>



<p>Namun, jika melihat dari sisi lain,<strong> memiliki kombo PC + MacBook merupakan cita-cita Penulis sejak zaman kuliah</strong>. Jadi, anggap saja kalau ini memang sudah saatnya untuk menuntaskan impian tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ke Jakarta dan Semarang Dua Kali, ke Solo Satu Kali</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8187" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Liburan Keluarga ke Semarang</figcaption></figure>



<p>Pengeluaran lain yang membuat arus kas Penulis minus adalah seringnya Penulis berpergian. Dalam satu tahun, Penulis <strong>dua kali pergi ke Jakarta dan Semarang</strong>, serta <strong>satu kali pergi ke Solo </strong>karena berbagai urusan.</p>



<p>Penulis ke Jakarta pertama kali di awal tahun 2024, karena kebetulan kantor Penulis mengadakan <em>staycation</em>. Setelah itu, Penulis tinggal di Jakarta kurang lebih satu bulan karena ada banyak teman yang ingin Penulis temui.</p>



<p>Sepulang dari Jakarta, Penulis berlibur satu keluarga ke Solo dan Semarang. Sebagai anak pertama, tentu Penulis berusaha untuk menjadi &#8220;sponsor&#8221; untuk acara liburan ini, walau tentu tidak semua pengeluaran Penulis yang menanggung.</p>



<p>Lantas di pertengahan tahun, Penulis harus kembali ke Jakarta. Kali ini sekeluarga, karena adik Penulis (bukan yang minta di-<em>build</em>-kan PC) lamaran. Karena satu keluarga, kunjungan ke Jakarta kali ini hanya sebentar.</p>



<p>Sepulang dari Jakarta (kami menggunakan mobil pribadi, pulang-pergi Malang-Jakarta), kami sempat mampir ke Semarang satu malam untuk istirahat sekaligus curi-curi liburan. Bisa dibilang, tahun 2024 kemarin merupakan tahun di mana Penulis keluar kota terbanyak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Produksi Artikel Whathefan yang Meningkat</h2>



<p>Salah satu <em>achievement </em>yang Penulis dapatkan di tahun 2024 adalah naiknya jumlah produksi artikel Whathefan jika dibandingkan dengan tahun 2023. Sejak pertama kali menulis di tahun 2018, jumlah artikel di blog ini memang cenderung menurun terus.</p>



<p>Tahun 2022 adalah penulisan blog paling sedikit sepanjang sejarah dengan 91 artikel, yang lalu meningkat sedikit menjadi 98 artikel di tahun 2023. Nah, di tahun 2024 jumlah tersebut melonjak menjadi <strong>127 artikel</strong>.</p>



<p>Salah satu penyebab peningkatan ini adalah Penulis yang cukup rutin menulis, terutama di <a href="https://whathefan.com/pengalaman/juni-2024-adalah-bulan-pertama-saya-menulis-tiap-hari-tanpa-putus/">bulan Juni ketika Penulis berhasil menulis penuh satu bulan tanpa putus</a>. Walau setelah itu kembali fluktuatif, setidaknya raihan tersebut bisa membuktikan kalau Penulis sebenarnya bisa konsisten menulis.</p>



<p>Biasanya, di awal tahun Penulis punya target untuk memproduksi artikel hingga 200 dalam satu tahun. Namun, mengingat artikel pertama blog ini saja baru ditulis bulan Februari, rasanya target yang realistis adalah jangan sampai produksi tahun ini lebih kecil dari tahun kemarin.</p>



<p>Untuk itu, mungkin akan ada penyesuaian juga agar Penulis tidak malas-malas amat dalam Penulis. Contohnya adalah penyesuaian Notion, yang entah sudah berapa bulan terbengkalai dan berisi <em>schedule </em>yang tak pernah dituntaskan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika dibandingkan dengan tahun 2023, tahun 2024 memang lebih dinamis (dan lebih banyak pengeluaran tentunya!). Setidaknya, satu impian Penulis akhirnya bisa dicapai, walau efeknya ke dompet juga lumayan terasa.</p>



<p>Di awal tahun 2025 ini, tentu Penulis berharap bisa melakukan pengetatan pengeluaran. Namun, dengan adik Penulis yang akan segera menikah pada bulan Februari, rasanya pengetatan pengeluaran ini baru bisa dilakukan ketika bulan puasa nanti.</p>



<p>Selain itu, sekali lagi Penulis berharap untuk bisa menjaga konsistensi dalam menulis artikel untuk blog ini. Semoga tahun ini Penulis lebih bisa mengendalikan emosi dan <em>mood</em>-nya, sehingga bisa sebanyak mungkin memproduksi artikel di blog ini.</p>



<p>Saat menulis artikel ini, Penulis sudah berada di Jakarta, menginap di kos adik yang juga merupakan kos lama Penulis. Rencananya, Penulis akan di Jakarta sekitar tiga minggu hingga acara pernikahan selesai. Semoga saja tabungan Penulis yang sudah menipis ini cukup.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Kebayoran Lama, 10 Februari 2025, terinspirasi setelah ingin mulai lebih rutin menulis di blog ini di tahun 2025</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/">Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di 2025</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Pengalaman Saya Menonton Video Klip “The Catalyst”</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 31 Oct 2024 15:59:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[A Thousand Suns]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[instan]]></category>
		<category><![CDATA[Linkin Park]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8047</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sensasi menantikan sebuah album musik akan rilis sudah lama tidak Penulis rasakan. Terakhir kali itu terjadi adalah tujuh tahun yang lalu, ketika album One More Light mengumumkan akan rilis pada 19 Mei 2017. Setelah itu, meskipun musisi lain akan mengumumkan akan merilis album (katakanlah, One Ok Rock), Penulis tidak akan terlalu antusias menunggunya. Ketika rilis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/">Ini Pengalaman Saya Menonton Video Klip “The Catalyst”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sensasi menantikan sebuah album musik akan rilis sudah lama tidak Penulis rasakan. Terakhir kali itu terjadi adalah tujuh tahun yang lalu, ketika album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-one-more-light/">One More Light</a> </em>mengumumkan akan rilis pada 19 Mei 2017.</p>



<p>Setelah itu, meskipun musisi lain akan mengumumkan akan merilis album (katakanlah, One Ok Rock), Penulis tidak akan terlalu antusias menunggunya. Ketika rilis memang langsung mendengarkan, tapi tak memberikan sensasi yang sama dengan Linkin Park.</p>



<p>Nah, pada tanggal 15 November mendatang, <a href="https://whathefan.com/musik/menatap-era-baru-linkin-park-bersama-emily-armstrong/">Linkin Park dengan formasi baru</a> akan merilis album pertamanya yang berjudul <em><strong>From Zero</strong></em>. Sensasi ini pun datang lagi dan membuat Penulis merasa tidak sabar ingin segera mendengarkan semua lagu dalam albumnya.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1.jpg 1280w " alt="Bagian 5 Kota Tua Jakarta" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/distopia-bagi-kia/bagian-5-kota-tua-jakarta/">Bagian 5 Kota Tua Jakarta</a></div></div></div><p></p>


<p>Jelang rilisnya album tersebut, Linkin Park secara bertahap telah merilis tiga <em>single </em>di waktu yang berbeda: &#8220;The Emptiness Machine&#8221;, <a href="https://whathefan.com/musik/cara-linkin-park-membiasakan-vokal-emily-kepada-penggemarnya/">&#8220;Heavy Is The Crown&#8221;</a>, dan &#8220;Over Each Other&#8221;. Penulis berharap lagu-lagu lainnya di album ini akan mirip dengan dua <em>single</em> pertama.</p>



<p>Berbicara tentang sensasi menunggu tanggal rilis album Linkin Park, Penulis mau tidak mau jadi teringat bagaimana dulu dirinya menantikan <em>single </em>pertama dari album <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-a-thousand-suns/">A Thousand Suns</a></em>, <strong>&#8220;The Catalyst&#8221;</strong>. Itulah yang ingin Penulis bagikan pada tulisan kali ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menonton Video Klip &#8220;The Catalyst&#8221; dari Televisi</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="The Catalyst [Official Music Video] - Linkin Park" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/51iquRYKPbs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p>Ketika Penulis menjadi penggemar Linkin Park saat SMP, <em>band </em>ini telah memiliki tiga album: <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-hybrid-theory/">Hybrid Theory</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-meteora/">Meteora</a></em>, dan <em><a href="https://whathefan.com/musik/linkin-park-dan-minutes-to-midnight/">Minutes to Midnight</a></em>. Oleh karena itu, begitu mengetahui Linkin Park akan merilis album baru pada tanggal 13 September 2010, Penulis begitu bersemangat.</p>



<p>Waktu itu, internet belum semudah sekarang. Minimal, kita harus pergi ke warnet untuk bisa terkoneksi dengan internet, termasuk YouTube. Bahkan, untuk berita terbaru seputar musik, Penulis masih mengandalkan televisi.</p>



<p>Nah, melalui acara <em>Breakout </em>di NET TV yang dipandu oleh Boy William, Penulis jadi mengetahui kalau Linkin Park akan merilis <em>single </em>terbaru mereka berjudul &#8220;The Catalyst&#8221; dan mereka akan menayangkan video klipnya secara perdana.</p>



<p>Penulis masih ingat betul acara tersebut mulai jam tiga sore. Boy bercerita sedikit tentang perjalanan Linkin Park sebagai <em>band </em>sebagai selingan video-video klip lama Linkin Park. Barulah menjelang akhir acara, video klip &#8220;The Catalyst&#8221; ditayangkan.</p>



<p>Kesan pertama ketika menonton video klip, keren, baik dari sisi lagu maupun sinematografinya. Memang lagu ini sekarang tidak lagi masuk <em>tier </em>atas bagi Penulis, tapi pada waktu itu, Penulis sangat menyukainya.</p>



<p>Penulis juga ingat ketika itu langsung mengirim SMS ke sohibnya yang juga menonton acara tersebut, dan ia mengatakan sentuhan dari Mr. Han sebagai sutradaralah yang membuat video klip &#8220;The Catalyst&#8221; menjadi begitu keren.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Bagaimana Pengalaman Tersebut akan Sulit Terulang</h2>



<p>Mungkin bagi sebagian orang, pengalaman menantikan album atau lagu dari musisi favoritnya masih bisa dirasakan sekarang. Namun, pengalaman menonton video klip dari <em>single </em>terbaru di televisi rasanya tidak akan pernah dirasakan lagi.</p>



<p>Dengan adanya platform YouTube dan media sosial, semua bisa menontonnya tanpa kesulitan di detik ketika video klipnya rilis. Tak perlu lagi mendengarkan Boy William menjelaskan perjalanan musisi yang sedang merilis <em>single </em>terbaru.</p>



<p>Bahkan, kita tak perlu takut lagi ketinggalan karena kita bisa mengaktifkan notifikasi apabila video klip tersebut telah rilis. Apalagi, di YouTube biasanya para musisi akan memasang <em>countdown</em> untuk meningkatkan <em>hype</em>.</p>



<p>Sensasi ini rasanya tidak akan pernah terjadi di era instan seperti sekarang. Lantas, apakah hal tersebut buruk? Penulis tidak tahu. Namun, karena pernah mengalami era yang tidak serba instan, Penulis jadi belajar tentang kesabaran dan menikmati proses. </p>



<p>Semoga generasi kini bisa mempelajari itu di era yang serba instan seperti sekarang</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 31 Oktober 2024, terinspirasi setelah teringat bagaimana dulu dirinya menonton video klip &#8220;The Catalyst&#8221;</p>



<p>Foto Featured Image: </p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/">Ini Pengalaman Saya Menonton Video Klip “The Catalyst”</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/ini-pengalaman-saya-menonton-video-klip-the-catalyst/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Juni 2024 adalah Bulan Pertama Saya Menulis Tiap Hari Tanpa Putus</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/juni-2024-adalah-bulan-pertama-saya-menulis-tiap-hari-tanpa-putus/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/juni-2024-adalah-bulan-pertama-saya-menulis-tiap-hari-tanpa-putus/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2024 16:31:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[konsistensi]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7579</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam tulisan &#8220;Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000,&#8221; Penulis telah berbagi bagaimana dirinya belakangan ini telah berusaha untuk menjaga konsistensi untuk bisa menulis satu tulisan setiap hari. Pada tulisan yang tayang di tanggal 13 Juni 2024 tersebut, Penulis mengatakan bahwa dirinya telah menulis setiap hari tanpa putus sebanyak 19 hari. Alhamdulillah, rentetan tersebut bisa bertahan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/juni-2024-adalah-bulan-pertama-saya-menulis-tiap-hari-tanpa-putus/">Juni 2024 adalah Bulan Pertama Saya Menulis Tiap Hari Tanpa Putus</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam tulisan &#8220;<a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/">Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000</a>,&#8221; Penulis telah berbagi bagaimana dirinya belakangan ini telah berusaha untuk menjaga konsistensi untuk bisa menulis satu tulisan setiap hari. </p>



<p>Pada tulisan yang tayang di tanggal 13 Juni 2024 tersebut, Penulis mengatakan bahwa dirinya telah menulis setiap hari tanpa putus sebanyak 19 hari. <em>Alhamdulillah</em>, rentetan tersebut bisa bertahan hingga hari dengan total 37 hari tanpa putus.</p>



<p>Lebih menariknya lagi, <strong>bulan Juni 2024 adalah pertama kalinya Penuils menulis setiap hari tanpa putus</strong>. Bulan Januari 2018 saat blog ini dimulai memang memiliki lebih dari 40 tulisan, tapi itu tak terhitung karena waktu itu Penulis memang punya beberapa stok tulisan.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/tidak-memilih-sebelum-hari-h-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/tidak-memilih-sebelum-hari-h-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/tidak-memilih-sebelum-hari-h-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/tidak-memilih-sebelum-hari-h-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/tidak-memilih-sebelum-hari-h-banner.jpg 1280w " alt="Tidak Memilih Sebelum Hari-H" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/tidak-memilih-sebelum-hari-h/">Tidak Memilih Sebelum Hari-H</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Apa Saja yang Ditulis Selama Juni 2024?</h2>



<p></p>



<p>Bulan Juni memiliki 30 hari, sehingga jumlah tulisan yang diproduksi pun 30 tulisan. Dalam sebulan, ada banyak tulisan yang Penulis buat dari berbagai topik. Yang jelas, biasanya di <em>weekend </em>Penulis akan membuat ulasan tentang buku yang telah dibaca dan melanjutkan seri <em>board game</em>-nya.</p>



<p>Selama bulan Juni, Penulis membuat ulasan lima buku, yakni <em><a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-a-happy-life-sebuah-perenungan/">A Happy Life</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-the-devotion-of-suspect-x/">The Devotion of Mr. X</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-contagious/">Contagious</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ali-sadikin/">Ali Sadikin</a></em>, dan <em><a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-hoegeng-polisi-dan-menteri-teladan/">Hoegeng</a></em>. Judul pertama dan ketiga sebenarnya sudah cukup lama Penulis baca, sehingga isinya sudah agak lupa. Kalau dua buku biografi yang ditamatkan tergolong baru.</p>



<p>Namun, yang paling spesial tentu novel <em>The Devotion of Mr. X</em> karya Keigo Hirashino. Dalam tulisan tersebut, Penulis telah membahas bagaimana novel detektif yang satu ini bisa menggiring pembacanya kepada satu kesimpulan, sebelum akhirnya di balik di akhir cerita. Novel ini sangat rekomendasi kalau suka cerita detektif.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga melanjutkan <em>board game-</em>nya dari koleksi ke-16 hingga ke-19, yakni <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-16-bahamas/">Bahamas</a>, <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/">Unstable Unicorns</a>, <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-18-king-of-the-dice/">King of the Dice</a>, dan <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-19-kingdomino/">Kingdomino</a>. Seharusnya hari Minggu (30/6) kemarin giliran Modern Arts, tapi Penulis undur karena adanya <a href="https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/">kemenangan George Russel di GP Austria yang menarik.</a></p>



<p>Berbicara topik olahraga, Penulis hanya menulis <a href="https://whathefan.com/olahraga/kado-manis-untuk-kroos-kado-pahit-untuk-reus/">dua artikel sepak bola</a> dan tidak ada yang membahas Manchester United. Maklum, liga Eropa sedang masa rehat, dan Penulis juga entah mengapa tidak tertarik untuk mengikuti EURO 2024. Hingga hari ini, Penulis belum menonton satu pertandingan pun.</p>



<p>Penulis juga menulis dua artikel untuk rubrik Musik yang membahas dua grup dari genre yang berbeda, yakni <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Red Velvet</a> dan <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Linkin Park</a>. Penulis mencoba membuat format <em>tier list </em>melalui Linkin Park dan ternyata cukup menyenangkan. Mungkin, akan ada <em>band </em>atau musisi lain yang akan Penulis buatkan format <em>tier list</em>-nya.</p>



<p>Topik lain yang sering Penulis bahas adalah tentang <em>Dragon Ball</em>. Ada tiga tulisan di bulan Juni yang membahasnya, pertama tentang <a href="https://whathefan.com/animekomik/karakter-paling-sial-di-dragon-ball-adalah-future-trunks/">Future Trunks</a>, <a href="https://whathefan.com/animekomik/vegeta-adalah-karakter-dragon-ball-dengan-pengembangan-terbaik/">Vegeta</a>, dan alasan mengapa Penulis memutuskan untuk <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">mengoleksi seri komik <em>Dragon Ball Super</em></a>. Sebenarnya, tulisan ketiga adalah alasan mengapa Penulis jadi sering menulis tentang <em>Dragon Ball</em>.</p>



<p>Penulis juga beberapa kali berbagi artikel produktivitas karena bisa menulis artikel setiap hari. Ada tiga artikel yang terkait dengan hal ini, yakni tentang <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">Penulis yang memanfaatkan Notion</a> dan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-membaca-buku-untuk-mengurangi-candu-media-sosial/">dua artikel tentang membaca buku</a>.</p>



<p>Topik-topik yang sedang panas juga Penulis bahas jika memang ada <em>angle </em>yang menarik, mulai dari <a href="https://whathefan.com/politik-negara/dinasti-politik-di-kursi-kekuasaan-boleh-atau-tidak/">isu dinasti politik yang memanas</a>, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/bagi-bagi-kursi-sebagai-balas-budi-wajar-atau-kurang-ajar/">bagi-bagi kursi di pemerintahan</a>, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/">pemain judi <em>online </em>yang diwacanakan mendapatkan bansos</a>, hingga <a href="https://whathefan.com/politik-negara/pusat-data-nasional-kok-bisa-bisanya-dibobol/">bocornya Pusat Data Nasional (PDN)</a>.</p>



<p>Selain yang sudah Penulis sebutkan di atas, Penulis membahas hal-hal yang sifatnya <em>evergreen</em>, yang biasanya Penulis gunakan sebagai pengingat untuk dirinya sendiri ketika di masa depan nanti sedang iseng-iseng membaca tulisannya sendiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Semoga Bukan Bulan Terakhir Bisa Menulis Tanpa Putus</h2>



<p>Penulis tentu berharap kalau bulan Juni bukan bulan pertama dan terakhir di mana Penulis bisa menulis setiap hari di blog ini tanpa putus. Penulis berharap bisa menjaga konsistensi ini di bulan-bulan selanjutnya, karena Penulis juga pernah membahas betapa pentingnya untuk menjaga &#8220;rantai kebiasaan&#8221; jangan sampai putus.</p>



<p>Sejujurnya, Penulis sendiri heran mengapa dirinya yang dulu sangat <em>mager </em>untuk menulis bisa menjadi kembali termotivasi untuk terus menghasilkan tulisan di blog ini. Keberadaan Notion memang membantu, tapi bukan jadi motivasi utama.</p>



<p>Bisa jadi, salah satu yang menjadi motivasi Penulis untuk bisa rajin menulis adalah adanya apresiasi dari banyak pihak. Mungkin jumlahnya bisa dihitung dengan jari, tapi itu sudah cukup bagi Penulis. Penulis benar-benar berterima kasih kepada Pembaca yang sudah mengapresiasi blog ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 1 Juli 2024, terinspirasi setelah menyadari kalau bulan Juni kemarin dirinya berhasil menulis selama 30 hari tanpa putus</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/juni-2024-adalah-bulan-pertama-saya-menulis-tiap-hari-tanpa-putus/">Juni 2024 adalah Bulan Pertama Saya Menulis Tiap Hari Tanpa Putus</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/juni-2024-adalah-bulan-pertama-saya-menulis-tiap-hari-tanpa-putus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2024 14:34:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak Whathefan dibuat pada tanggal 2 Januari 2018, akhirnya sampai juga pada tulisan ke-1000. Butuh waktu kurang lebih 6,5 tahun untuk bisa mencapai milestone ini, atau jika dirinci setara dengan 2.354 hari. Ketika awal membuat blog ini, target Penulis adalah memproduksi setidaknya 5 tulisan setiap minggunya, yang lantas Penulis tingkatkan menjadi 1 tulisan per hari. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/">Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak Whathefan dibuat pada tanggal 2 Januari 2018, akhirnya sampai juga pada<strong> tulisan ke-1000</strong>. Butuh waktu kurang lebih 6,5 tahun untuk bisa mencapai <em>milestone </em>ini, atau jika dirinci setara dengan <strong>2.354 hari</strong>.</p>



<p>Ketika awal membuat blog ini, target Penulis adalah memproduksi setidaknya 5 tulisan setiap minggunya, yang lantas Penulis tingkatkan menjadi 1 tulisan per hari. Namun, pada kenyataannya Penulis banyak bolongnya karena berbagai alasan, tapi yang paling utama tentu saja rasa malas.</p>



<p>Melihat jumlah hari yang telah blog ini lewati, artinya rata-rata Penulis membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari sekali untuk membuat artikel baru, atau jika mau dirinci lagi menjadi setiap 56,5 jam sekali. Apakah itu termasuk cukup produktif untuk seorang penulis, Penulis tidak tahu.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/jam-malam-corona-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/jam-malam-corona-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/jam-malam-corona-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/jam-malam-corona-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/01/jam-malam-corona-banner.jpg 1280w " alt="Jam Malam Corona" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/jam-malam-corona/">Jam Malam Corona</a></div></div></div><p></p>


<p>Apapun itu, Penulis tetap berusaha bangga dengan dirinya sendiri karena bisa memproduksi hingga 1.000 artikel. Tentu Penulis tidak akan berhenti menulis di sini dan semoga saja tulisan ke-2000 tidak membutuhkan waktu 6,5 tahun. </p>



<p>Jika Penulis bisa konsisten menulis seperti belakangan ini (sampai artikel ini, Penulis sudah <em>streak </em>sepanjang 19 hari), maka artikel ke-2000 akan tercapai pada tanggal 10 Maret 2027. Permasalahan utama Penulis untuk hal tersebut adalah <strong>masalah konsistensi</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berusaha untuk Bisa Menulis Konsisten Setiap Hari</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="609" height="351" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-211201.png" alt="" class="wp-image-7419" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-211201.png 609w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-211201-300x173.png 300w" sizes="auto, (max-width: 609px) 100vw, 609px" /></figure>



<p>Dalam tabel distribusi per bulan di atas, bisa dilihat kalau jumlahnya naik turun secara signifikan. Bahkan, total dalam tahun pun trennya menurun terus. Membuat 100 artikel dalam satu tahun pun tak sanggup dalam dua tahun terakhir.</p>



<p>Karena hal tersebut, Penulis bisa dibilang sebagai penulis yang kurang konsisten. Ada saat-saat di mana Penulis seolah <strong>kehilangan semangat dan gairah untuk menulis </strong>terutama beberapa bulan ke belakang ini, yang sejatinya merupakan hobinya.</p>



<p>Bayangkan saja, jumlah artikel yang Penulis produksi dalam 19 hari terakhir lebih banyak dibandingkan periode November 2023 hingga Februari 2024 (empat bulan), di mana di periode tersebut Penulis hanya berhasil membuat 8 tulisan saja.</p>



<p>Pernah ada dalam satu bulan, Penulis hanya bisa menulis 2-3 artikel (seperti di awal tahun ini), bahkan sempat tidak menulis sama sekali (terjadi dua kali pada bulan Oktober 2020 dan Desember 2023). </p>



<p>Ketika direnungkan, tentu ada faktor-faktor lain yang membuat Penulis jadi tidak bersemangat menulis untuk blog ini. Namun, faktor utamanya tetap saja <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/">rasa malas</a> dan kalah dari keinginan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-main-hp-kombo-maut/">bermalas-malasan di atas kasur sambil main ponsel</a>.</p>



<p>Menyadari hal ini, Penulis pun berusaha untuk mencari solusi bagaimana agar dirinya bisa tetap konsisten menulis. Salah satu caranya adalah dengan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">memanfaatkan Notion yang telah Penulis bahas secara terpisah sebelumnya</a>, yang terbukti sangat membantu Penulis.</p>



<p>Jika dikatakan terkadang ada buntu saat menulis, memang benar. Namun, ide terkadang memang harus dikejar, bukan ditunggu. Seringnya sepanjang pengalaman Penulis, selama dirinya berada di depan layar dan mulai mengetik, nanti jari-jari ini akan mengalir dengan sendirinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Saja yang Telah Ditulis di Whathefan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="518" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-1024x518.png" alt="" class="wp-image-7422" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-1024x518.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-300x152.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-768x389.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-1536x778.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516.png 1667w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sesuai dengan <em>tagline</em>-nya, Penulis benar-benar menulis apapun yang sedang terpikirkan dan diinginkan. Apa yang Penulis suka, akan Penulis tulis. Alhasil, jumlah rubrik dari blog ini pun terus bertambah menyesuaikan dengan apa yang ingin Penulis tulis.</p>



<p>Penulis tak punya catatan pasti tentang &#8220;sejarah rubrik&#8221; di blog ini, tapi yang jelas dua rubrik terbaru di blog ini adalah <strong><a href="https://whathefan.com/category/permainan/">Permainan</a></strong> dan <a href="https://whathefan.com/category/olahraga/">Olahraga</a>. Permainan Penulis buat karena sedang menekuni hobi baru di dunia <em>board game</em>, sedangkan olahrga karena Penulis merupakan penggemar sepak bola dan Formula 1.</p>



<p>Beberapa rubrik lain yang bukan rubrik &#8220;orisinal&#8221; adalah <strong><a href="https://whathefan.com/category/musik/">Musik</a></strong>, <strong><a href="https://whathefan.com/category/pengembangan-diri/produktivitas/">Produktivitas</a> </strong>(yang merupakan sempalan dari Pengembangan Diri), dan <strong><a href="https://whathefan.com/category/rasa/">Tentang Rasa</a></strong>. Buku pun dulu tidak Penulis pisah antara <strong>Fiksi</strong> dan <strong>Non-Fiksi</strong>.</p>



<p>Selama 6,5 tahun, tentu ada rubrik atau kategori yang paling sering Penulis isi. Yang paling banyak adalah kategori <strong><a href="https://whathefan.com/category/buku/">Buku</a> </strong>(Fiksi dan Non-Fiksi) dengan 94 tulisan, disusul <strong><a href="https://whathefan.com/category/filmserial/">Film &amp; Serial</a></strong> (86), <strong><a href="https://whathefan.com/category/sosial-budaya/">Sosial Budaya</a></strong> (83), dan <strong><a href="https://whathefan.com/category/pengembangan-diri/">Pengembangan Diri</a></strong> (82).</p>



<p>Selain itu, Penulis juga berencana untuk menghilangkan kategori <a href="https://whathefan.com/category/karang-taruna/">Karang Taruna</a> karena sudah tidak pernah diisi lagi, mengingat Penulis sudah pensiun. Kemungkinan, Penulis akan menggabungkannya dengan rubrik <a href="https://whathefan.com/category/pengalaman/">Pengalaman</a> saja.</p>



<p>Selain itu, selama beberapa tahun terakhir Penulis tidak pernah membuat karya sastra satu pun, baik itu novel, cerpen, maupun sajak. Entah mengapa Penulis menjadi seperti miskin imajinasi. Mungkin faktor usia membuat Penulis menjadi pribadi yang semakin realistis.</p>



<p>Apakah ke depannya Penulis akan menambah kategori baru? Bisa saja, jika ada hal baru yang ingin Penulis tulis. Mungkin Penulis akan banyak menulis tentang <em>game</em>, walau rasanya topik tersebut bisa dimasukkan ke dalam kategori Permainan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Whathefan adalah Blog Gado-Gado yang Belum Profit</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="496" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-1024x496.png" alt="" class="wp-image-7423" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-1024x496.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-300x145.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-768x372.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-1536x744.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541.png 1851w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Banyak yang bilang blog yang baik adalah yang memiliki <em>niche</em> tertentu. Nah, kalau Whathefan kan beda karena gado-gado. Seninnya bisa membahas tentang politik, Selasanya nulis K-Pop, terus Rabunya nulis sepak bola. Benar-benar <em>semau gue</em>.</p>



<p>Sejak awal Penulis memang tidak menjadikan blog ini sebagai sumber pemasukan. Memang Penulis memasang AdSense, tapi tidak pernah dikelola dengan benar sehingga sampai hari ini pun uang AdSense-nya belum bisa dicairkan karena jumlahnya kecil sekali.</p>



<p>Padahal dalam setahun, biaya yang harus Penulis keluarkan untuk blog (biaya <em>domain </em>dan <em>hosting</em>) ini mencapai sekitar Rp900 ribu. Karena blog ini telah berusia 6 tahun, maka kurang lebih Penulis sudah mengeluarkan sekitar Rp5,4 juta.</p>



<p>Namun, Penulis sama sekali tidak pernah merasa rugi karena bagi Penulis hal tersebut <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adalah-investasi-saya/">merupakan sebuah investasi</a>. Tanpa berniat sombong, salah satu faktor Penulis diterima di dua tempat kerja adalah karena kehadiran blog ini yang menjadi semacam portofolio Penulis.</p>



<p>Oleh karena itu, sebisa mungkin Penulis akan mempertahankan blog ini selama mungkin, bahkan kalau bisa sampai Penulis tidak mampu lagi menulis. Meskipun sering terhalang masalah inkonsistensi, Penulis akan terus berusaha untuk bisa menghasilkan tulisan di blog ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 13 Juni 2024, terinspirasi setelah mencapai <em>milestone </em>1.000 artikel di blog ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/">Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Mar 2024 09:31:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[merantau]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7075</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tahun 2024 ini menjadi tahun keempat di mana Penulis (alhadulillah) bisa berpuasa di rumah. Sebelumnya pada rentang tahun 2019-2020, Penulis mengalami yang namanya berpuasa di tanah rantau, di mana untuk sahur dan buka puasa harus dilakukan sendirian. Meskipun tergolong sebentar (karena hanya sekitar dua tahun), Penulis merasa kalau berpuasa di tanah rantau memiliki sensasinya sendiri. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/">Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Tahun 2024 ini menjadi tahun keempat di mana Penulis (<em>alhadulillah</em>) bisa berpuasa di rumah. Sebelumnya pada rentang tahun 2019-2020, Penulis mengalami yang namanya berpuasa di tanah rantau, di mana untuk sahur dan buka puasa harus dilakukan sendirian.</p>



<p>Meskipun tergolong sebentar (karena hanya sekitar dua tahun), Penulis merasa kalau berpuasa di tanah rantau memiliki sensasinya sendiri. Yang biasanya kita dibangunkan dan makanan telah disiapkan oleh ibu, kini harus tergantung dengan diri sendiri.</p>



<p>Oleh karena itu, pada tulisan kali ini Penulis ingin berbagi sedikit mengenai bagaimana rasanya <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/pemanasan-menjelang-ramadhan/">berpuasa di tanah rantau</a>. Semoga saja tulisan ini bisa bermanfaat untuk sesama kaum muslimin yang baru merasakan bagaimana puasa di tanah rantau tahun ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/berbincang-sedikit-tentang-close-friend-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/berbincang-sedikit-tentang-close-friend-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/berbincang-sedikit-tentang-close-friend-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/berbincang-sedikit-tentang-close-friend-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/07/berbincang-sedikit-tentang-close-friend-banner.jpg 1280w " alt="Berbincang Sedikit tentang Close Friend" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/berbincang-sedikit-tentang-close-friend/">Berbincang Sedikit tentang Close Friend</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Sahur di Tanah Rantau</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7077" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161818.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Warteg Andalan (Google Maps)</figcaption></figure>



<p>Di sekitar kos Penulis di Jakarta, bisa dibilang ada berbagai jenis makanan yang dijual, mulai dari warteg hingga masakan padang. Hal ini memudahkan Penulis untuk mencari makan ketika jam sahur. </p>



<p>Yang menjadi andalan Penulis tentu saja warteg dengan lauk tempe orek ditambah sayur singkong. Menu yang murah meriah ini tentu menjadi berkah untuk anak rantau yang harus serba menghemat.</p>



<p>Namun, yang menjadi permasalahan utama ketika sahur sebenarnya bukan menu makanannya, melainkan rasa malas untuk keluar kos. Bangun dini hari untuk keluar kos terkadang terasa berat, walau tempat membeli makanannya sebenarnya sangat dekat.</p>



<p>Jika sudah mager tingkat maksimal, biasanya mi instan menjadi solusi utama, ditemani dengan secangkir teh panas yang dibuat menggunakan Heater. Solusi lainnya adalah memesan makanan secara <em>online</em>, yang secara biaya jelas lebih mahal.</p>



<p>Penulis bukan tipe orang yang bisa memasak dan kurang minat memelajarinya. Penulis baru mulai memasak kecil-kecilan ketika pandemi, di mana Penulis tidak bisa pulang ke Malang. Berbagai peralatan masak pun dibeli, mulai dari Magic Jar, panci, hingga saringan. </p>



<p>Yang dimasak pun hanya makanan instan yang tinggal digoreng, seperti nugget dan sosis. Kalau makanan organik, paling mentok ya tempe dan telur, yang sama-sama tinggal digoreng. Jangan harap ada sayur karena tidak ada satupun menu yang bisa Penulis masak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Buka Puasa di Tanah Rantau</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-1024x683.png" alt="" class="wp-image-7078" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/03/Screenshot-2024-03-12-161904.png 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Dulu Hampir Buka Puasa Setiap Hari di Sini (Google Maps)</figcaption></figure>



<p>Untuk masalah buka puasa, Penulis merasa bersyukur karena mendapatkan &#8220;jatah&#8221; dari kantor. Ini terjadi di tahun 2019, karena di tahun 2020 <a href="https://whathefan.com/politik-negara/jam-malam-corona/">pandemi COVID-19</a> terjadi sehingga Penulis harus buka puasa di kos.</p>



<p>Jatah menu buka puasa dari kantor bisa dibilang cukup bervariasi, karena setiap harinya akan mendapatkan menu yang berbeda. Biaya makan per karyawan pun bisa dipastikan lebih dari 15 ribu per kepala, karena makanan yang dihidangkan berasal dari walaraba populer.</p>



<p>Barulah ketika akhir pekan Penulis harus mencari menu buka puasa sendiri. Namun, Penulis jarang membeli makan sebelum jam buka. Biasanya, Penulis justru baru mencari makan selepas Isya karena biasanya tempat makan sudah mulai sepi pembeli.</p>



<p>Menu buka puasanya pun berkisar di tempat-tempat makan di sekitar kos. Namun, jika sedang senggang, maka Penulis akan berbuka puasa di mal untuk menikmati menu yang lebih lezat atau memesannya melalui layanan <em>online </em>jika sedang mager.</p>



<p>Ketika memesan makanan <em>online</em>, sesekali Penulis akan memesan dua porsi, di mana satunya diperuntukkan untuk abang yang mengantarkannya. Selain berbagi di bulan puasa, biasanya potongan di aplikasi baru bisa dipakai ketika mencapai nominal tertentu. </p>



<p>Selama merantau, Penulis bisa dibilang jarang mengikuti buka bersama (bukber), lha mong tiap hari memang bukber bareng teman-teman kantor. Ketika akhir pekan, tentu mereka lebih memilih berbuka bersama orang-orang rumah.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika dibandingkan dengan puasa di tanah rantau, memang berpuasa di rumah terkesan lebih &#8220;membosankan&#8221; karena cukup monoton. Kalau tidak makan masakan ibu atau beli makanan di sekitar rumah. Kalau mau beda, paling menunggu momen bukber.</p>



<p>Namun, tentu Penulis tetap bersyukur bisa berpuasa di rumah bersama keluarga dan orang-orang yang dicintai. Ini bukan tentang apa yang dimakan, melainkan<a href="https://whathefan.com/renungan/setelah-berpisah-dengan-ramadhan/"> momen berharga yang dihabiskan dengan siapa</a>.</p>



<p>Berpuasa di tanah rantau mengajari Penulis untuk bersyukur karena selama ini mendapatkan <em>privilege </em>sehingga bisa berpuasa dengan &#8220;mudah.&#8221; Semua sudah tersedia, kita tinggal makan saja tanpa perlu keluar rumah. </p>



<p>Suasana sahur dan buka bersama keluarga juga menjadi hal yang membuat kita baru merasa kehilangan ketika merantau sendirian. Meskipun ada teknologi <em>video call</em>, hal tersebut tidak akan bisa menggantikan pertemuan fisik.</p>



<p>Berada di tanah rantau membuat kita menyadari hal tersebut, yang mungkin selama ini terabaikan. Bisa berpuasa di rumah bersama keluarga rasanya jauh lebih menyenangkan, terutama setelah sempat berpuasa sendiri di tanah rantau.</p>



<p>Untuk para Pembaca yang baru berpuasa sendiri di tanah rantau, semangat! Puasa di tanah rantau itu seru kok, walaupun kita harus bisa melawan rasa malas untuk keluar rumah ataupun memasak sendiri. </p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 12 Maret 2024, terinspirasi karena menyadari dirinya sudah empat tahun mendapatkan kesempatan untuk berpuasa di rumah</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://chatelaine.com/food/ramadan-eating-well-faq/">Chatelaine</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/">Bagaimana Rasanya Berpuasa di Tanah Rantau?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/bagaimana-rasanya-puasa-di-tanah-rantau/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Artikel Ini Ditulis di Atas Kereta Api Sembrani</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jan 2024 08:24:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[perjalanan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6997</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika sedang menulis artikel ini, Penulis sedang dalam perjalanan menuju Jakarta menggunakan Kereta Api Sembrani. Ini adalah kali pertama Penulis menaiki kereta eksekutif, bukan Ekonomi seperti biasanya. Hitung-hitung buat tambah pengalaman. Penulis berangkat dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya, dan akan berhenti di Stasiun Jatinegara, Jakarta. Berbeda dengan kelas Ekonomi yang membutuhkan waktu tempuh belasan jam, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/">Artikel Ini Ditulis di Atas Kereta Api Sembrani</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika sedang menulis artikel ini, Penulis sedang dalam perjalanan menuju Jakarta menggunakan Kereta Api Sembrani. Ini adalah kali pertama Penulis menaiki kereta eksekutif, bukan Ekonomi seperti biasanya. Hitung-hitung buat tambah pengalaman.</p>



<p>Penulis berangkat dari Stasiun Pasar Turi, Surabaya, dan akan berhenti di Stasiun Jatinegara, Jakarta. Berbeda dengan kelas Ekonomi yang membutuhkan waktu tempuh belasan jam, perjalanan kali ini hanya membutuhkan waktu sekitar 8 jam saja.</p>



<p><a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">Perjalanan ke Jakarta</a> kali ini dalam rangka mengikuti acara <em>staycation </em>dari kantor yang akan berlangsung besok (5/1) sampai Minggu (7/1). Berhubung semua anggota tim bisa mengikuti acara ini, tentu sayang jika Penulis sampai<em> </em>tidak ikut.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/masjid-cut-meutia-768x432-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/masjid-cut-meutia-768x432-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/masjid-cut-meutia-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/03/masjid-cut-meutia-768x432-356x200.jpg 356w " alt="Pengalaman Sholat Jum&#8217;at di Masjid Cut Meutia" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-sholat-jumat-di-masjid-cut-meutia/">Pengalaman Sholat Jum&#8217;at di Masjid Cut Meutia</a></div></div></div><p></p>


<p>Nah, daripada bengong atau main HP, Penulis memutuskan untuk menulis sebuah artikel. Jujur saja, waktu membuka WordPress ini, Penulis belum terpikirkan akan menulis apa. Biar saja mengalir begitu saja, sehingga Penulis minta maaf jika pembahasannya<em> ngalor-ngidul</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Naik Kereta Api?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7001" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Dalam <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-2/">perjalanan ke Jakarta pada awal tahun 2023 silam</a>, Penulis memutuskan untuk naik pesawat terbaik, baik perjalanan pergi maupun pulangnya. Alasannya sederhana, karena Penulis hanya sebentar di Jakarta, jadi biar lebih efisien waktunya.</p>



<p>Nah, kalau yang edisi kali ini, bisa dibilang Penulis lebih longgar waktunya karena akan menginap di kos adik (yang dulu merupakan kos Penulis juga sewaktu masih berdomisili di Jakarta). Jadi, waktu menumpangnya bisa dibilang tidak terbatas.</p>



<p>Harga tiket pesawat juga masih sangat mahal karena tembus satu juta rupiah lebih. Hal ini dimaklumi, mengingat sekarang masih momen pergantian tahun. Mau naik bus, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mudik-pertama-dan-mengapa-saya-tidak-akan-naik-bus-lagi/">Penulis malah ada sedikit trauma karena kisah yang dulu pernah Penulis bagikan</a>.</p>



<p>Selain itu, pada dasarnya Penulis memang cenderung memilih kereta jika memiliki waktu yang cukup longgar. Entah mengapa Penulis sangat menikmati perjalanan di atas kereta api meskipun memakan waktu berjam-jam.</p>



<p>Jika dibandingkan dengan bus, &#8220;suguhan&#8221; pemandangan yang diberikan kereta api memang terkesan monoton karena didominasi oleh area persawahan dan sesekali perkampungan. Hanya beberapa kali ada <em>view </em>yang menarik, seperti pantai dan PLTU Batang.</p>



<p>Hal agak minus lainnya dari naik kereta api adalah tidak adanya makan gratis seperti ketika kita naik bus. Jika lapar, kita harus membeli makanan yang dijual oleh pihak kereta. Sejujurnya, makanan kereta api cukup mahal dan kurang enak!</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Bisa Dilakukan Ketika Naik Kereta Api?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7002" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/artikel-di-atas-kereta-api-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Berhubung perjalanan menggunakan kereta api cukup memakan waktu, tentu kita harus pandai mencari aktivitas agar tidak merasa bosan. Penulis ingin berbagi sedikit tentang aktivitas apa saja yang biasanya dilakukan ketika naik kereta.</p>



<p>Pertama,<strong> menikmati pemandangan sembari melamun</strong>. Entah mengapa rasanya melamun di pinggir jendela kereta api itu <em>feel</em>-nya beda. Rasanya lebih khidmat begitu. Bagi Penulis, aktivitas ini bisa memberikan efek tenang yang lumayan.</p>



<p>Sesekali Penulis juga mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan momen menarik yang ditemukan di perjalanan. Hanya saja, karena laju kereta cukup kencang, maka terkadang akan terasa sulit untuk bisa menangkap momen tersebut, apalagi jika kamera ponselnya kentang.</p>



<p>Kedua, <strong>baca buku</strong>. Sudah menjadi kebiasaan Penulis untuk membawa buku ke mana-mana jika sedang menggunakan transportasi umum, termasuk kereta api. Apalagi, di atas kereta api guncangannya relatif kecil sehingga tidak akan membuat pusing kepala.</p>



<p>Pada perjalanan kali ini, Penulis membawa dua buku, yaitu <em>Meditations</em> dari Marcus Aurelius dan <em>Namaku Alam </em>dari <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-laut-bercerita/">Leila S. Chudori</a>. Penulis memutuskan untuk membaca <em>Meditations </em>dulu, tetapi hanya sanggup beberapa halaman karena sedang sulit fokus untuk membaca.</p>



<p>Ketiga,<strong> menulis artikel atau mencatan isi pikiran</strong>. Ini adalah aktivitas yang sedang Penulis lakukan sekarang. Menulis dengan suasana yang benar-benar baru dari rutinitas memicu otak untuk bisa mengeluarkan ide-ide segar untuk dituangkan. </p>



<p>Tidak hanya itu, Penulis juga pernah memanfaatkan waktu perjalanannya di atas kereta api untuk mencatat apapun yang sedang ada di pikirannya. Jika sedang <em>overthinking</em> atau banyak hal yang sedang dipikirkan, Penulis menuliskannya semua untuk meredakannya. </p>



<p>Keempat, dan yang paling tidak direkomendasikan, adalah <strong>main HP</strong>. Aktivitas ini sebenarnya bisa dilakukan di mana saja, sehingga rasanya tidak perlu dilakukan untuk momen-momen yang jarang seperti ketika kita naik transportasi umum.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Yup, ternyata artikel ini jadi semacam artikel <em>behind the story </em>mengapa Penulis suka naik kereta api dan rekomendasi aktivitas yang bisa dilakukan. Itu semua benar-benar tidak direncanakan, mengalir begitu saja ketika jari Penulis menari-nari di atas <em>keyboard </em>tabletnya.</p>



<p>Hal ini juga menjadi bukti bahwa terkadang yang penting mulai aja dulu, tidak perlu menunggu semuanya matang dan sempurna. Terkadang inspirasi dan ide akan datang begitu kita sudah mengambil langkah pertama.</p>



<p>Yang jelas, Penulis merasa senang karena bisa berbagai tentang kereta api, salah satu transportasi umum yang digemari. Semoga saja tulisan ini bisa mendorong Pembaca yang belum pernah naik kereta api untuk mau mencoba menaikinya.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Di Atas Kereta Api Sembrani, 4 Januari 2024, terinspirasi karena ingin menulis sesuatu dalam perjalanannya menuju Jakarta</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/">Artikel Ini Ditulis di Atas Kereta Api Sembrani</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/artikel-ini-ditulis-di-atas-kereta-api-sembrani/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di Tahun 2024</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jan 2024 15:22:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[2023]]></category>
		<category><![CDATA[2024]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6988</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setelah &#8220;menghilang&#8221; selama satu bulan, akhirnya Penulis bisa menyempatkan (dan membulatkan tekad) untuk kembali menulis di blog ini. Mumpung momennya pergantian tahun, biar menjadi awal yang baru juga. Selama beberapa waktu terakhir, Penulis cukup disibukkan dengan pekerjaan dan bootcamp Digital Marketing yang diikuti selama dua bulan. Berhubung bootcamp tersebut sudah selesai pada tanggal 30 Desember [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/">Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di Tahun 2024</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setelah &#8220;menghilang&#8221; selama satu bulan, akhirnya Penulis bisa menyempatkan (dan membulatkan tekad) untuk kembali menulis di blog ini. Mumpung momennya pergantian tahun, biar menjadi awal yang baru juga.</p>



<p>Selama beberapa waktu terakhir, Penulis cukup disibukkan dengan pekerjaan dan <em>bootcamp </em>Digital Marketing yang diikuti selama dua bulan. Berhubung <em>bootcamp </em>tersebut sudah selesai pada tanggal 30 Desember kemarin, waktu Penulis pun menjadi lebih kosong sekarang.</p>



<p>Selain itu, tulisan ini akan menjadi tulisan pertama di tahun 2024, dan semoga bisa menjadi awal yang baik untuk bisa menulis secara lebih konsisten lagi. Melalui tulisan ini, Penulis akan sedikit melakukan refleksi apa saja yang sudah terjadi pada tahun 2023 kemarin.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/tuhan-tidak-punya-media-sosial-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/tuhan-tidak-punya-media-sosial-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/tuhan-tidak-punya-media-sosial-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/tuhan-tidak-punya-media-sosial-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/tuhan-tidak-punya-media-sosial-banner.jpg 1280w " alt="Tuhan Tidak Punya Media Sosial" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/renungan/tuhan-tidak-punya-media-sosial/">Tuhan Tidak Punya Media Sosial</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Sudah Terjadi di Tahun 2023?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6991" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tahun 2023 Telah Berlalu (<a href="https://hardrockfm.com/rekomendasi-pemilihan-tanggal-cuti-di-tahun-2023/">Hard Rock FM</a>)</figcaption></figure>



<p>Sejujurnya tidak banyak hal menarik dalam hidup Penulis yang terjadi selama 2023 kemarin. Penulis hanya menjalani rutinitas harian seperti biasanya yang berkutat pada pekerjaan dan melakukan aktivitas-aktivitas yang disukainya.</p>



<p>Penulis juga tidak banyak berpergian, kecuali pada bulan Februari di mana <a href="https://whathefan.com/pengalaman/saya-berlibur-ke-jakarta-selama-5-hari-bagian-1/">Penulis ke Jakarta</a> untuk bertemu dengan teman-teman lama setelah lebih dari dua tahun tidak bersua. Penulis juga mengunjungi beberapa tempat yang dulu sering dikunjungi.</p>



<p>Saat lebaran, Penulis juga pergi ke Yogyakarta untuk pertemuan keluarga tahunan. Namun karena sempitnya waktu, tidak banyak tempat yang Penulis eksplor. Padahal, masih banyak tempat di Yogyakarta yang belum sempat Penulis kunjungi.</p>



<p>Ketika bulan Agustus, seperti biasa Karang Taruna di tempat Penulis <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan/">menggelar acara peringatan hari kemerdekaan</a> Indonesia. Pada edisi kali ini, rangkaian acara berlangsung begitu meriah dan warga yang datang di acara puncak begitu banyak.</p>



<p>Yang spesial tidak hanya itu, karena pembubarannya pun begitu spesial. Jika biasanya &#8220;hanya&#8221; berlibur ke pantai, maka kali ini <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/">pembubarannya adalah <em>camping</em></a>! Bisa jadi, ini akan menjadi agenda rutin untuk Karang Taruna ke depannya.</p>



<p>Mungkin, apa yang sedikit berbeda di 2023 adalah Penulis mengikuti <em>bootcamp </em>Digital Marketing yang diselenggarakan oleh BelajarLagi. Untuk detailnya, mungkin akan Penulis ceritakan di tulisan terpisah.</p>



<p>Berlangsung selama dua bulan dengan beragam kelas, Penulis merasa sedikit kewalahan dalam mengatur jadwal. Bukan karena kelasnya yang banyak, melainkan karena tugas-tugasnya yang cukup bikin kewalahan! </p>



<p>Bagi Penulis yang tidak pernah belajar <em>marketing </em>secara khusus, tugas-tugas yang diberikan cukup banyak dan cukup menguras otak dan tenaga. Walaupun sambil mengeluh, Penulis berhasil mengejarkan semua tugas yang diberikan, termasuk Final Project.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Diharapkan di Tahun 2024?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6992" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/01/tulisan-pertama-2024-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tahun 2024 Telah Tiba (<a href="https://www.thecable.ng/what-you-might-expect-in-2024">The Cable</a>)</figcaption></figure>



<p>Salah satu yang cukup Penulis merasa bersalah di tahun 2023 kemarin adalah sulitnya untuk menjaga konsistensi dari rutinitas-rutinitas yang ingin dibangun. Bahkan, rutinitas yang dulu jarang bolong seperti menulis agenda harian dan mencatat keuangan sering luput.</p>



<p>Menulis artikel blog pun jumlahnya berbeda jauh dibandingkan dengan tahun 2022. Jika di tahun 2022 Penulis menulis 91 artikel, maka di tahun 2023 kemarin Penulis menulis 98 artikel. Jauh dari target yang ingin mencapai setidaknya 200 artikel dalam satu tahun.</p>



<p>Nah, dua hal inilah yang menjadi target utama Penulis agar bisa diperbaiki di tahun 2024 ini. Meskipun rasanya hampir setiap tahun gagal , Penulis tidak akan berhenti berusaha untuk menjadi selalu lebih baik lagi. </p>



<p>Penulis juga ingin memiliki <em>time management </em>yang lebih baik di tahun ini, sehingga target di atas juga bisa lebih mudah untuk dicapai. Berhubung Penulis masih <em>work from home </em>sampai sekarang, tentu Penulis harus bisa bekerja seefisien mungkin secara bertanggung jawab. </p>



<p>Sejujurnya ada sedikit perasaan takut dalam menyongsong tahun 2024 ini karena Penulis akan menginjak kepala tiga. Ada perasaan inferior karena dirinya belum bisa mencapai <em>achivement </em>dalam hidupnya yang bisa membanggakan diri.</p>



<p>Namun, hanya menuruti perasaan takut pun tidak akan membawa apa-apa. Justru, dengan kesadaran bahwa dirinya akan menginjak kepala tiga, Penulis harus bisa terdorong untuk menjadi jauh lebih baik lagi dari hari kemarin.</p>



<p>Jadi, jika diminta untuk membuat resolusi tahun ini, Penulis tidak ingin hal yang muluk-muluk. Penulis hanya ingin bisa menjadi lebih baik lagi dari segala sisi. Perjalanan hidup selama tiga dekade seharusnya bisa menjadi modal yang baik untuk itu.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 1 Januari 2024, terinspirasi setelah (akhirnya) bisa menulis blog lagi setelah vakum selama satu bulan</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/">Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di Tahun 2024</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
