<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>karang taruna Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/karang-taruna/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/karang-taruna/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Jul 2024 11:29:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>karang taruna Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/karang-taruna/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pembubaran Panitia Tahun Ini Sedikit Berbeda</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Sep 2023 15:46:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[17-an]]></category>
		<category><![CDATA[Agustusan]]></category>
		<category><![CDATA[camping]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[pembubaran]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6836</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap tahun, di tempat tinggal Penulis selalu ada perayaan hari kemerdekaan Indonesia, yang sering disebut sebagai Agustusan atau 17-an. Berbeda dengan tempat lain, perayaan di tempat Penulis bisa dibilang telah dimulai bahkan sebelum masuk ke bulan Agustus. Jika di tempat lain hanya mengadakan lomba di sekitar tanggal 17, maka di tempat Penulis telah dimulai sejak [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/">Pembubaran Panitia Tahun Ini Sedikit Berbeda</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setiap tahun, di tempat tinggal Penulis selalu ada <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan/">perayaan hari kemerdekaan Indonesia</a>, yang sering disebut sebagai <strong>Agustusan </strong>atau<strong> 17-an</strong>. Berbeda dengan tempat lain, perayaan di tempat Penulis bisa dibilang telah dimulai bahkan sebelum masuk ke bulan Agustus.</p>



<p>Jika di tempat lain hanya mengadakan lomba di sekitar tanggal 17, maka di tempat Penulis telah dimulai sejak bulan Juli dan akan terus berlangsung hingga mendekati tanggal 17. Sebegitu semangatnya memang di tempat Penulis dalam merayakan kemerdekaan.</p>



<p><p>Tidak hanya mengadakan lomba-lomba, ada juga acara lain seperti Jalan Sehat, Bazaar, dan puncaknya adalah Malam Tasyakuran yang selalu diadakan pada tanggal 16 Agustus. Semua rangkaian acara ini diatur dan dikelola oleh <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/karang-taruna-junior/">Karang Taruna</a>.</p></p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color"><strong>BACA JUGA</strong>: <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar-2-0/">SWI Mengajar 2.0</a></mark></p>
</blockquote>



<p>Setelah menjalani kurang lebih satu bulan yang padat dan melelahkan, maka sudah menjadi sebuah tradisi kalau ada <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/pembubaran-panitia-agustusan/">acara pembubaran panitia</a> sebagai bentuk <em>reward </em>atas kerja keras mereka. Selama ini, destinasi pembubaran selalu pantai.</p>



<p>Nah, gebrakan baru dibuat oleh panitia tahun ini, yang memutuskan untuk memilih tempat dan acara yang benar-benar baru. Kali ini bukan ke pantai, melainkan <em>camping </em>di gunung selama dua hari! </p>



<p>Maka dari itu, Penulis ingin membahas sedikit tentang pembubaran panitia tahun ini yang diadakan pada tanggal<strong> 26 &#8211; 27 Agustus 2023</strong> kemarin.</p>



<p><h2>Persiapan yang Jauh Lebih Ribet dan Melelahkan&#8230;</h2></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230826_171544-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6865" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230826_171544-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230826_171544-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230826_171544-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230826_171544.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Ketika pembubaran ke pantai, bisa dibilang tidak ada persiapan yang istimewa. Yang penting adalah menentukan destinasi pantai yang mana, memastikan sewa kendaraan, lalu masing-masing panitia diminta untuk membawa keperluannya masing-masing.</p>



<p>Untuk <em>camping</em> tentu tidak bisa sesantai itu karena persiapannya jauh lebih ribet. Saking ribetnya, sampai harus dibuat panitia pembubaran tersendiri (yang terdiri dari lima anggota) karena memang sebanyak itu yang harus disiapkan.</p>



<p>Pertama, melakukan survei tempat <em>camping</em>-nya, yang setelah melalui berbagai seleksi akhirnya dipilih <strong>Bedengan Camping Ground</strong>. Awalnya ada niatan untur reservasi lokasi, tetapi ternyata tidak bisa dan dipersilakan untuk langsung datang saja.</p>



<p>Kedua, mencari sumber dana acara pembubaran, yang biasanya didapatkan dari donasi. Dana yang dibutuhkan cukup besar untuk masuk ke lokasi, menyewa peralatan <em>camping</em>, makan, dan lain sebagainya.</p>



<p>Ketiga, menyewa berbagai peralatan <em>camping </em>mulai dari tenda, kompor, tikar, kayu bakar, <em>sleeping bag</em>, dan lain sebagainya. Keempat, menentukan <em>rundown </em>karena acara <em>camping </em>ini sampai menginap, sehingga harus diatur apa saja kegiatannya nanti.</p>



<p><h2>&#8230;tapi Worth It!</h2></p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_093153-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6866" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_093153-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_093153-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_093153-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_093153.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Semua upaya dan persiapan yang dilakukan oleh panitia &#8220;mini&#8221; pada dasarnya hanya ingin membuat acara pembubaran yang berhasil dan meriah, juga sebagai bentuk apresiasi kepada panitia 17-an yang telah memberikan tenaga dan waktu mereka untuk menyukseskan rangkaian acara.<span style="font-size: 1.1rem;"> </span></p>



<p>Untunglah selama acara pembubaran di Bedengan, acara bisa berlangsung dengan lancar dan semua terlihat bahagia. Berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan diikuti dengan gembira dan bersemangat. Dinginnya tempat <em>camping </em>seolah kalah dengan kehangatan yang muncul dari acara ini.</p>



<p>Pada hari Sabtu, acara yang dilakukan antara lain adalah membangun tenda, menyalakan api unggun, diskusi sekaligus pemberian motivasi dari ayah Penulis, bermain<em> </em>Werewolf, hingga sesi curhat yang bisa berlangsung hingga pagi hari.</p>



<p>Penulis sendiri memutuskan untuk tidak tidur di dalam tenda karena memprioritaskan panitia terlebih dahulu. Penulis memilih untuk tidur di dekat api unggun hanya dengan bermodalkan <em>sleeping bag</em> di tengah dinginnya gunung. <em>Alhamdulillah </em>tidak sampai kena flu.</p>



<p>Di hari Minggunya, ada acara lomba masak, permainan lagi, hingga jelajah sungai. Pada akhirnya kami &#8220;turun gunung&#8221; menjelang sore, sehingga total waktu yang dihabiskan di Bedengan kurang lebih satu hari penuh. Benar-benar pengalaman yang <em>worth it</em>!</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_120230-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6867" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_120230-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_120230-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_120230-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/09/IMG_20230827_120230.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p class="has-text-align-center">***</p>



<p>Penulis sendiri sebenarnya bukan termasuk panitia karena sudah &#8220;pensiun&#8221;. Namun, Penulis mendapatkan &#8220;undangan khusus&#8221; sebagai senior yang sesekali memberikan masukan, baik dalam acara 17-an maupun pembubaran ini. Penulis juga mengisi acara tersebut dengan menjadi moderator <a href="https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/">permainan Werewolf</a>. </p>



<p>Melihat keceriaan dan semangat para panitia 17-an, baik dalam rangkaian acara maupun pembubaran, membuat Penulis merasa senang karena Karang Taruna di kampung Penulis masih berjalan hingga saat ini, bahkan menjadi lebih baik lagi.</p>



<p>Mereka adalah wujud dari kepedulian generasi muda, yang kerap dicap apatis dan acuh, terhadap lingkungan di mana mereka tinggal. Semoga saja semangat mereka ini akan terus bertahan hingga seterusnya dan regenerasi akan terus berjalan.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Rungkut, 19 September 2023, terinspirasi setelah mengikuti acara pembubaran panitia 17-an tahun 2023 </p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/">Pembubaran Panitia Tahun Ini Sedikit Berbeda</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-tahun-ini-sedikit-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-2/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-2/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2021 10:26:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[peran]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[werewolf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4434</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berbeda dengan Werewolf atau Serial Killer yang memiliki kekuatan untuk mengeliminasi pemain lain, Villager secara default tidak memiliki kemampuan yang sama. Mereka hanya bisa berusaha menebak siapa yang masuk ke dalam tim Jahat dan mengakhiri nyawa mereka dengan menggantungnya. Agar tidak berat sebelah, dibutuhkan peran-peran vital seperti karakter yang bisa menerawang, melindungi, ataupun menyerang balik. Nah, Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-2/">Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berbeda dengan <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/">Werewolf atau Serial Killer</a> yang memiliki kekuatan untuk mengeliminasi pemain lain, Villager secara <em>default </em>tidak memiliki kemampuan yang sama.</p>
<p>Mereka hanya bisa berusaha menebak siapa yang masuk ke dalam tim Jahat dan mengakhiri nyawa mereka dengan menggantungnya.</p>
<p>Agar tidak berat sebelah, dibutuhkan peran-peran vital seperti karakter yang bisa menerawang, melindungi, ataupun menyerang balik.</p>
<p>Nah, Penulis menambahkan beberapa karakter yang akan membuat tim Villager sama kuatnya dengan tim Werewolf ataupun tim Jahat lainnya!</p>
<p>Buat yang belum baca bagian pertamanya, <em>monggo </em>klik link berikut ini:</p>
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="bzauoR6req"><p><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/">Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 1)</a></p></blockquote>
<p><iframe loading="lazy" class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  title="&#8220;Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 1)&#8221; &#8212; Whathefan!" src="https://whathefan.com/karang-taruna/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/embed/#?secret=bzauoR6req" data-secret="bzauoR6req" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe></p>
<h3>Pasukan Penerawang</h3>
<p><div id="attachment_4439" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4439" class="size-large wp-image-4439" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4439" class="wp-caption-text">Pasukan Penerawang</p></div></p>
<p><strong>Seer</strong> merupakan peran yang vital dalam permainan Werewolf karena mampu menerawang peran seseorang sehingga tim Villager memiliki gambaran siapa yang jahat.</p>
<p>Ada beberapa tambahan karakter yang memiliki kemampuan untuk menerawang agar karakter Seer bisa tidak digunakan dalam permainan.</p>
<ul>
<li><strong>Beholder</strong>: Mengetahui siapa Seer yang sesungguhnya</li>
<li><strong>Murid Seer</strong>: Jika Seer mati, ia akan menggantikan perannya sebagai Seer</li>
<li><strong>Mystic Seer</strong>: Bisa menerawang peran satu pemain ketika siang hari sebanyak dua kali kesempatan</li>
<li><strong>Oracle</strong>: Sama seperti Seer, tapi bisa mengetahui peran yang diterawang secara spesifik</li>
<li><strong>Homeless</strong>: Selalu berpindah tempat di malam hari karena tak punya rumah, jika memilih rumah tim jJahat atau korban mereka, Homeless ikut mati</li>
<li><strong>Shaman</strong>: Bisa bertanya satu kali kepada roh gentayangan (memilih satu pemain yang sudah mati) tentang siapa pemain yang memiliki peran jahatT</li>
<li><strong>Tukang Sensus</strong>: Bisa bertanya kepada Moderator sebanyak dua kali untuk mengetahui peran apa saja yang tersisa</li>
</ul>
<h3>Pasukan Pelindung</h3>
<p><div id="attachment_4441" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4441" class="size-large wp-image-4441" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-5-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-5-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-5-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-5-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4441" class="wp-caption-text">Pasukan Pelindung</p></div></p>
<p>Untuk melindungi Villager dari sergapan orang-orang jahat, kita kerap mengandalkan kemampuan <strong>Guardian Angel</strong> yang bisa melindungi kita.</p>
<p>Selain itu, kemampuan <strong>Blacksmith</strong> yang membuat peran jahat tidak bisa mengaktifkan kekuatannya juga sangat berguna di saat-saat krusial.</p>
<p>Walaupun terkesan sepele, <strong>Drunker</strong> juga bisa melindungi Villager karena kemampuannya yang bisa membuat Werewolf puasa selama satu malam.</p>
<p>Untuk kategori ini, Penulis hanya menambahkan dua karakter</p>
<ul>
<li><strong>Bodyguard</strong>: Setiap malam memilih satu orang, jika yang dipilih menjadi target tim Jahat Bodyguard akan mengorbankan diri</li>
<li><strong>Tukang Hipnotis</strong>: Punya satu kesempatan untuk membuat semua pemain tidak bisa mengaktifkan kekuatannya di malam hari</li>
</ul>
<h3>Pasukan Penyerang</h3>
<p><div id="attachment_4440" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4440" class="size-large wp-image-4440" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4440" class="wp-caption-text">Pasukan Penyerang</p></div></p>
<p>Untuk bisa melawan Werewolf ataupun tim Jahat lainnya, kita tidak bisa hanya mengandalkan <em>vote. </em>Harus ada peran yang bisa menyerang balik.</p>
<p>Dengan alasan itulah ada karakter Gunner yang bisa menembakkan dua peluru dan Hunter yang bisa mengajak satu orang untuk ikut mati bersamanya.</p>
<p>Kalau bermain dengan Cultish, ada Cultish Hunter yang siap berburu setiap malam. Agar lebih kuat, Penulis menambahkan karakter-karakter berikut:</p>
<ul>
<li><strong>Murid Gunner</strong>: Jika Gunner mati, Murid Gunner akan mewarisi senjata dengan satu peluru</li>
<li><strong>Snipper</strong>: Berbeda dengan Gunner, Snipper memiliki dua peluru yang bisa ditembakkan ketika malam hari</li>
<li><strong>Archer</strong>: Memiliki dua panah yang bisa ditembakkan secara bersamaan ketika siang hari</li>
<li><strong>Tukang Senjata</strong>: Jika Tukang Senjata mati, ia akan mewariskan senjata berisi satu peluru kepada salah satu pemain</li>
<li><strong>Suicide Squad</strong>: Bisa bunuh diri dengan membawa satu pemain untuk ikut mati</li>
<li><strong>Attack Titan</strong>: Jika dimakan/dibunuh/di-<em>vote</em>, Attack Titan tetap hidup untuk satu kali kesempatan dan bisa membunuh satu pemain</li>
<li><strong>Witch</strong>: Memiliki dua ramuan, <em>revive </em>(untuk menghindupkan pemain yang baru mati) dan <em>poison </em>(untuk membunuh satu pemain)</li>
<li><strong>Vigilante</strong>: Bisa membunuh setiap malam, tapi jika sampai membunuh tim Villager/Netral ia akan bunuh diri</li>
</ul>
<h3>Keluarga Kerajaan</h3>
<p><div id="attachment_4442" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4442" class="size-large wp-image-4442" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-6-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-6-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-6-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-6-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4442" class="wp-caption-text">Keluarga Kerajaan</p></div></p>
<p>Permainan Werewolf jugamemiliki peran <strong>Mayor</strong> dan <strong>Prince</strong> yang kemampuannya tidak terlalu berguna (hanya menambah atau kebal <em>vote </em>atau kebal).</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis memutuskan untuk melakukan <em>upgrade </em>dan menambah beberapa peran yang dikategorikan sebagai keluarga kerajaan.</p>
<ul>
<li><strong>King</strong>: Penguasa desa yang kebal vote, suaranya dihitung dua kali dan memiliki beberapa pasukan khusus</li>
<li><strong>Queen</strong>: Istri dari King yang kebal vote dan bisa membatalkan hasil vote, jika menjadi target tim Jahat King akan mengorbankan dirinya</li>
<li><strong>Prince</strong>: Anak dari King dan Queen yang kebal vote, jika King mati ia akan mewarisi Guard dan Executioner</li>
<li><strong>Executioner</strong>: Atas perintah khusus dari King, bisa mengeksekusi salah satu pemain</li>
<li><strong>Guard</strong>: Jika tim Jahat berusaha untuk membunuh King, Guard akan mengorbankan dirinya secara sukarela</li>
</ul>
<h3>Kenapa Membuat Banyak Karakter Werewolf Baru?</h3>
<p>Ketika bermain Werewolf, baik bersama <a href="https://whathefan.com/category/karang-taruna/">Karang Taruna</a>, teman kantor, maupun teman kuliah, Penulis hampir selalu menjadi Moderator.</p>
<p>Entah mengapa Penulis justru tidak suka ikut bermain di dalamnya. Penulis lebih suka <a href="https://whathefan.com/karakter/terlalu-suka-mengendalikan/">mengendalikan permainan</a> dan memilihkan peran-peran untuk pemain.</p>
<p>Bertambahnya karakter Werewolf secara masif dapat membuat pemain akan merasa bingung di awal, walaupun di kartu ada penjelasan mengenai peran tersebut.</p>
<p>Hanya saja, Penulis memutuskan untuk melakukan penambahan ini karena beberapa alasan seperti agar permainan ini susah ditebak dan tidak membosankan.</p>
<p>Selain itu, Penulis suka berimajinasi ketika membuat karakter-karakter tersebut. Maklum, mulai SD sudah <a href="https://whathefan.com/ruang-sastra/">hobi bikin cerita</a>.</p>
<p>Yang jelas, Penulis berharap dengan adanya karakter-karakter baru ini bisa membuat kita semakin menikmati permainan Werewolf.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 21 Februari 2021, terinspirasi setelah membuat banyak karakter Werewolf baru</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-2/">Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 1)</title>
		<link>https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/</link>
					<comments>https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Feb 2021 10:20:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Permainan]]></category>
		<category><![CDATA[board game]]></category>
		<category><![CDATA[game]]></category>
		<category><![CDATA[karakter]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[peran]]></category>
		<category><![CDATA[permainan]]></category>
		<category><![CDATA[werewolf]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4432</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mumpung sedang di Malang, Penulis sering menghabiskan waktu malam Sabtu dan Minggunya bersama anak-anak Karang Taruna. Aktivitas yang dilakukan juga bisa bermacam-macam, mulai bermain game, ngobrol santai, main FIFA, makan bersama, dan lain sebagainya. Penulis yang senang bermain board game kerap mengajak mereka untuk bermain Monopoly, UNO, ataupun Exploding Kittens buatan sendiri karena yang asli seharga Rp600 [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/">Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mumpung sedang di Malang, Penulis sering menghabiskan waktu malam Sabtu dan Minggunya bersama anak-anak <a href="https://whathefan.com/category/karang-taruna/">Karang Taruna</a>.</p>
<p>Aktivitas yang dilakukan juga bisa bermacam-macam, mulai bermain game, ngobrol santai, main FIFA, makan bersama, dan lain sebagainya.</p>
<p>Penulis yang senang <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">bermain </a><em><a href="https://whathefan.com/pengalaman/mas-pandu-dan-koleksi-board-gamenya/">board game</a> </em>kerap mengajak mereka untuk bermain Monopoly, UNO, ataupun <em>Exploding Kittens </em>buatan sendiri karena yang asli seharga Rp600 ribu.</p>
<p>Penulis juga pernah membuat <em>board game </em>buatan sendiri yang diberi nama <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/"><em>Stars and Rabbits</em></a> yang merupakan gabungan dari permainan ular tangga, Monopoly, dan Werewolf<em>.</em></p>
<p>Nah, omong-omong soal Werewolf, game ini merupakan salah satu game yang paling sering dimainkan. Game yang membuat kita saling menuduh ini sangat seru dan tak lekang oleh zaman.</p>
<p>Karena karakter aslinya gitu-gitu aja sehingga membosankan, Penulis menambahkan banyak karakter baru agar permainan makin seru dan membingungkan.</p>
<p>Kali ini, Penulis ingin berbagai tentang <strong>karakter-karakter Werewolf ala Penulis</strong> sebagai inspirasi bermain.</p>
<blockquote><p><em><strong>Disclaimer</strong>: </em>Kebanyakan karakter-karakter yang ada di bawah ini Penulis dapatkan dari berbagai sumber dengan beberapa perubahan yang dibutuhkan, walau ada karakter yang murni karangan Penulis sendiri.</p></blockquote>
<h3>Tim Werewolf</h3>
<p><div id="attachment_4437" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4437" class="size-large wp-image-4437" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4437" class="wp-caption-text">Tim Werewolf</p></div></p>
<p>Sesuai dengan namanya, tokoh antagonis utama dalam permainan ini adalah <strong>Werewolf</strong>. Agar lebih menantang, ada beberapa peran jahat baru sebagai pendukung tim Werewolf.</p>
<ul>
<li><strong>Mama Werewolf</strong>: Mama dari Wolfcub, apabila Wolfcub tewas Mama Werewolf bisa makan dua orang sekaligus di malam berikutnya</li>
<li><strong>Wolfcub</strong>: Anak dari Mama Werewolf, jika tewas akan memicu kekuatan Mama Werewolf untuk makan dua orang sekaligus</li>
<li><strong>Alpha Werewolf</strong>: Punya satu kali kesempatan untuk mengubah mangsanya menjadi tim Werewolf</li>
<li><strong>Omega Werewolf</strong>: Jika dibunuh/divote, Omega Werewolf tetap hidup untuk satu kali kesempatan</li>
<li><strong>Snow Werewolf</strong>: Setiap malam bisa membekukan satu pemain (harus beda tiap malam) agar mereka tidak bisa mengaktifkan kemampuannya</li>
<li><strong>Lycan</strong>: Merupakan bagian dari tim Werewolf, namun jika diterang sebagai Seer akan terlihat sebagai Villager biasa</li>
<li><strong>Evil Villager</strong>:  Villager biasa yang tidak memiliki kemampuan apa-apa, tapi berpihak pada tim Werewolf</li>
<li><strong>Sorcerer</strong>: Seer untuk tim Werewolf</li>
<li><strong>Fallen Angel</strong>: Guardian Angel untuk tim Werewolf, mampu mengacaukan penerawangan Seer karena orang yang ia pilih akan terlihat kebalikannya</li>
<li><strong>Black Wizard</strong>: Mengubah satu pemain menjadi Werewolf</li>
<li><strong>Nightmare</strong>: Punya satu kesempatan untuk membuat semua tim Villager tidak bisa menggunakan kekuatannya di malam hari</li>
</ul>
<h3>Tim Jahat</h3>
<p><div id="attachment_4438" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4438" class="size-large wp-image-4438" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4438" class="wp-caption-text">Tim Jahat</p></div></p>
<p>Di luar tim Werewolf, kita mengenal ada <strong>Serial Killer</strong> yang bekerja sendiri dan <strong>Cultish</strong> yang menyebarkan ajaran sesatnya. Penulis menambah beberapa karakter jahat.</p>
<ul>
<li><strong>Two-Face</strong>: Pembunuh berantai seperti Serial Killer, tapi kalau diterawang Seer akan terlihat sebagai villager biasa</li>
<li><strong>Arsonist</strong>: Membakar satu rumah setiap malam, siapapun yang sedang berada di rumah tersebut akan ikut terbakar</li>
</ul>
<h3>Tim Villager</h3>
<p><div id="attachment_4443" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4443" class="size-large wp-image-4443" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-7-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-7-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-7-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-7-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4443" class="wp-caption-text">Tim Villager</p></div></p>
<p>Peran yang paling dihindari ketika bermain Werewolf adalah <strong>Villager</strong> biasa. <strong>Mason</strong> yang hanya tahu siapa saja sesamanya juga dihindari.</p>
<p>Beberapa karakter lain yang umum digunakan adalah <strong>Cupid</strong> yang menjodohkan dua pemain dan <strong>Cursed</strong> yang kalau digigit Werewolf akan berubah menjadi Werewolf.</p>
<p>Penulis menambah cukup banyak peran-peran Villager yang bisa sangat berguna ketika melawan tim Jahat.</p>
<ul>
<li><strong>Titan</strong>: Jika dimakan/dibunuh/divote, Titan akan tetap hidup untuk satu kali kesempatan</li>
<li><strong>Wolfman</strong>: Villager biasa yang jika diterawang Seer akan terlihat sebagai Werewolf</li>
<li><strong>Stabber</strong>: Jika menjadi target tim Jahat, Stabber bisa memilih satu pemain sebagai korban penggantinya</li>
<li><strong>Switcher</strong>: Jika menjadi target vote, Switcher bisa memilih satu pemain sebagai penggantinya</li>
<li><strong>Pacifist</strong>: Punya satu kesempatan untuk meniadakan voting</li>
<li><strong>Troublemaker</strong>: Punya satu kesempatan untuk membuat voting dilakukan dua kali</li>
<li><strong>Tukang Gali Kubur</strong>: Setiap malam harus mengubur mayat sehingga tidak bisa dijadikan target tim Jahat. kecuali jika hari sebelumnya tidak ada yang mati</li>
</ul>
<h3>Tim Netral</h3>
<p><div id="attachment_4444" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4444" class="size-large wp-image-4444" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-8-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-8-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-8-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-8-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/02/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-8.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4444" class="wp-caption-text">Tim Netral</p></div></p>
<p>Permainan Werewolf tidak hanya sekadar hitam melawan putih. Ada beberapa karakter yang sifatnya abu-abu, bisa berubah jahat, bisa berubah baik, atau tidak dua-duanya.</p>
<p>Yang paling menyebalkan adalah <strong>Tanner</strong>, di mana ia akan menang jika ia divote. <strong>Doppleganger</strong> bisa berubah tergantung pemain yang ia pilih.</p>
<p>Yang berbahaya adalah <strong>Traitor</strong> yang berubah jadi Werewolf apabila tidak ada Werewolf atau <strong>Wild Child</strong> yang bisa berubah menjadi Werewolf apabila pemain yang ia pilih mati.</p>
<p>Sebagai tambahan, ada beberapa karakter lain yang di awal permainan termasuk ke dalam tim Netral.</p>
<ul>
<li><strong>Stealer</strong>: Di awal permainan mencuri satu peran pemain dan membuatnya menjadi Villager biasa</li>
<li><strong>Bastard</strong>: Setiap malam bisa berganti pihak, mau di pihak Villager ataupun pihak Werewolf</li>
<li><strong>Headhunter</strong>: Memilih satu orang, jika orang tersebut divote (bukan dibunuh) Headhunter memenangkan permainan</li>
<li><strong>Nobody</strong>: Tidak punya peran apa-apa selama dua malam, lantas bisa memilih peran sesuka hati di malam ketika selama mendapatkan persetujuan dari Moderator</li>
</ul>
<p>Selain karakter-karakter di atas, sebenarnya tim Villager masih memiliki banyak karakter baru yang sangat bermanfaat untuk membantu meraih kemenangan! Apa saja?</p>
<p><strong><em>Bersambung ke Bagian 2&#8230;</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lawang, 21 Februari 2021, terinspirasi setelah membuat banyak karakter Werewolf baru</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/">Karakter-Karakter Werewolf Ala Penulis (Bagian 1)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/permainan/karakter-karakter-werewolf-ala-penulis-bagian-1/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SWI Mengajar 2.0</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2020 12:00:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[SWI Mengajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4148</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam beberapa tulisan, Penulis menyebutkan salah satu passion-nya adalah mengajar. Karena itulah Penulis pernah berburu beasiswa S2 ke luar negeri agar bisa menjadi seorang dosen. Selain itu ketika masih menjadi ketua Karang Taruna, Penulis memiliki program kerja (proker) bernama SWI Mengajar yang namanya memang terinspirasi dari Indonesia Mengajar. Di bawah kepengurusan yang baru, proker ini [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/">SWI Mengajar 2.0</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam beberapa tulisan, Penulis menyebutkan salah satu <em>passion-</em>nya adalah mengajar. Karena itulah Penulis pernah <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mengejar-beasiswa-dan-gagal-empat-kali/">berburu beasiswa</a> S2 ke luar negeri agar bisa menjadi seorang dosen.</p>



<p>Selain itu ketika masih menjadi ketua Karang Taruna, Penulis memiliki program kerja (proker) bernama <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/"><strong>SWI Mengajar</strong></a> yang namanya memang terinspirasi dari Indonesia Mengajar.</p>



<p>Di bawah kepengurusan yang baru, proker ini sempat terhenti karena beberapa alasan. Nah, mumpung sedang berada di Malang untuk jangka waktu yang belum ditentukan, Penulis mengusulkan <strong>SWI Mengajar 2.0</strong>. Apa itu?</p>



<h3>Konsep SWI Mengajar 2.0</h3>
<div id="attachment_4155" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4155" class="size-large wp-image-4155" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-1.jpg 1280w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4155" class="wp-caption-text">SWI Mengajar 1.0</p></div>



<p>Pada SWI Mengajar edisi lama, anggota akan berkumpul di satu tempat untuk <strong>mengerjakan tugasnya masing-masing</strong>. Nanti akan ada anggota yang saling membantu.</p>



<p>Untuk yang tidak memiliki tugas, biasanya Penulis akan <strong>mengajar</strong> <strong>Bahasa Inggris</strong>. Walaupun tidak punya sertifikasi, setidaknya Penulis pernah belajar di Kampung Inggris.</p>



<p>Nah, di SWI Mengajar 2.0 ini konsepnya sedikit berbeda. Anggota tidak lagi membawa tugas sekolahnya, melainkan <strong>mempelajari sesuatu yang tidak diajarkan di sekolah</strong>.</p>



<p>Di sini, anggota divisi internal Karang Taruna akan mengusulkan ide-ide materi. Nanti usulan-usulan ini akan diberikan kepada Penulis (dan satu rekannya) sebagai &#8220;tutor&#8221; agar dipilih untuk menjadi topik minggu ini.</p>



<p>Pelaksanaannya sendiri setiap hari Rabu, dua minggu sekali. Kenapa tidak setiap minggu? Takutnya anggota akan menjadi cepat bosan dan ujung-ujungnya pesertanya menjadi sedikit.</p>



<h3>Materi-Materi yang Sudah Diajarkan</h3>



<p>Sampai saat ini, sudah ada 3 pertemuan SWI Mengajar 2.0, yakni <strong>Public Speaking</strong>, <strong>Microsoft Word dan Penggunaan Font</strong>, serta<strong> Microsoft Excel</strong>.</p>



<p>Jumlah anggota yang ikut pun lumayan banyak, termasuk anggota <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/karang-taruna-junior/">Karang Taruna Junior</a> yang sedang dipersiapkan menjadi anggota penerus kakak-kakaknya.</p>



<p>Selain itu, ada hari spesial di mana Penulis membuat semacam kuis edukasi. Untuk edisi pertama, Penulis mengangkat tema geografi.</p>
<h3>Game Edukasi</h3>
<div id="attachment_4157" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4157" class="size-large wp-image-4157" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-1024x538.png" alt="" width="800" height="420" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-1024x538.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-300x158.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-768x403.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2-390x205.png 390w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-2.png 1200w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4157" class="wp-caption-text">Jimmy Kimmel Live! (via <a href="https://www.boredpanda.com/americans-answer-can-you-name-country-jimmy-kimmel/">Bored Panda</a>)</p></div>



<p>Pemilihan topik ini terinspirasi dari acara talkshownya Jimmy Kimmel, di mana warga Amerika Serikat dipilih secara acak untuk ditunjukkan sebuah peta buta dunia. Mereka harus bisa menunjuk suatu negara secara bebas.</p>



<p>Hasilnya? Banyak di antara mereka yang <strong>gagal menunjukkan satu negara pun!</strong> Tidak ingin ini terjadi kepada adik-adiknya, Penulis pun ingin memberikan edukasi umum terhadap topik ini.</p>



<p>Game dimainkan secara tim dan dibagi menjadi <strong>dua babak</strong>. Tim yang mengumpulkan poin tertinggi akan keluar menjadi pemenang.</p>



<p>Babak pertama adalah <strong>pertanyaan-pertanyaan seputar Geografi</strong> yang dibagi menjadi 3 level, yakni <em>easy</em>, <em>medium</em>, dan <em>hard</em>. Semakin susah, semakin besar nilai yang akan didapatkan.</p>
<div id="attachment_4156" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4156" class="size-large wp-image-4156" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3-1024x577.jpg" alt="" width="800" height="451" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3-1024x577.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3-768x433.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-3.jpg 1429w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-4156" class="wp-caption-text">Tampilan Game Babak Kedua</p></div>



<p>Babak kedua, di layar proyektor akan muncul <strong>25 kotak yang dibagi menjadi 5 kolom</strong>. Setiap kolom mewakili benua yang ada di dunia. Masing-masing kolom juga menunjukkan angka 10, 20, 30, 40, 50.</p>



<p>Di balik kotak tersebut terdapat negara dalam bentuk peta buta beserta pilihan jawabannya. Angka yang ada di kotak menunjukkan tingkat kesulitan. Semakin tinggi, semakin susah.</p>



<p>Tim dengan poin tertinggi di babak pertama berhak memilih duluan secara bebas. Jika bisa menebak dengan benar, tim akan mendapatkan angka yang tertera di kotak. Jika salah, poin tim akan dikurangi 10.</p>
<div id="attachment_4158" style="width: 910px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-4158" class="size-full wp-image-4158" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-4.png" alt="" width="900" height="700" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-4.png 900w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-4-300x233.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/11/swi-mengajar-2.0-4-768x597.png 768w" sizes="(max-width: 900px) 100vw, 900px" /><p id="caption-attachment-4158" class="wp-caption-text">Contoh Bentuk Negara yang Harus Ditebak</p></div>



<p>Karena tim berjumlah 3, maka pertanyaan terakhir (ke-25) menjadi rebutan. Siapapun boleh mempertaruhkan poin yang sudah dikumpulkan. Tim yang mempertaruhkan nilai paling tinggilah yang akan mendapatkan kesempatan untuk menjawab.</p>



<p>Jika benar, poin yang dipertaruhkan akan ditambahkan, sedangkan jika salah poin akan dikurangi. Karena sistem ini, tim yang awalnya berada di peringkat terakhir berhasil memenangkan kuis ini karena keberaniannya mempertaruhkan semua poinnya.</p>
<p>Setelah game, ada semacam selebrasi kecil-kecilan dan masing-masing tim mendapatkan hadiah yang nilainya tidak seberapa. </p>



<h3>Penutup</h3>



<p>Salah satu amal jariyah dalam Islam adalah <strong>ilmu yang bermanfaat</strong>. Karena itulah Penulis sangat senang jika bisa berbagi ilmunya kepada siapapun.</p>



<p>SWI Mengajar 2.0 ini adalah wadah untuk Penulis berbagi ilmunya. Pengemasannya harus menarik agar tidak membosankan. Topik yang dihadirkan pun harus bervariasi.</p>
<p>Selama Penulis di Malang, semoga proker ini bisa terus terlaksana secara rutin dan bisa bermanfaat untuk adik-adik Karang Tarunanya.</p>



<p>&nbsp;</p>



<p>&nbsp;</p>



<p>Lawang, 26 November 2020, terinspirasi dari proker SWI Mengajar 2.0 yang tengah dijalankan</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/">SWI Mengajar 2.0</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/swi-mengajar-2-0/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Milenial Peduli Sekitar (MILITAR)</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/milenial-peduli-sekitar-militar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2020 22:21:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[donasi]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[Militar]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[sumbangan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3788</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dampak dari Pandemi Corona ternyata sangat hebat. Selain jumlah korban yang selalu bertambah, ekonomi dunia pun terguncang dengan hebatnya. Indonesia menjadi salah satunya. Kita, yang awalnya terkesan meremehkan, ternyata jadi kelimpungan setengah mati. Semua kalangan terkena dampaknya, mulai dari pekerja harian hingga pengusaha. Lantas, apa yang bisa kita lakukan? Kita bisa melakukan apapun sesuai dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/milenial-peduli-sekitar-militar/">Milenial Peduli Sekitar (MILITAR)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dampak dari Pandemi Corona ternyata sangat hebat. Selain jumlah korban yang selalu bertambah, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/corona-dan-dampak-sosial-ekonominya/">ekonomi dunia pun terguncang</a> dengan hebatnya. Indonesia menjadi salah satunya.</p>
<p>Kita, yang awalnya terkesan meremehkan, ternyata jadi kelimpungan setengah mati. Semua kalangan terkena dampaknya, mulai dari pekerja harian hingga pengusaha.</p>
<p>Lantas, apa yang bisa kita lakukan? <strong>Kita bisa melakukan apapun sesuai dengan kapasitas kita</strong>. Yang punya rezeki berlebih bisa menyumbang, yang bekerja di bidang medis menjadi garda terdepan, yang bisanya cuma rebahan ya enggak apa-apa walau agak keterlaluan.</p>
<p>Contohnya adalah <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">Karang Taruna di tempat Penulis</a>. Mereka memiliki inisiatif untuk membentuk gerakan pengumpulan donasi yang nantinya disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan.</p>
<h3>Awal Mula Gerakan</h3>
<p>Ide ini datang dari salah satu anggota senior Karang Taruna. Usul ini disanggupi dan mereka sangat antusias untuk merealisasikannya. Maka, dibentuklah kepanitiaan kecil dengan seksi-seksinya yang dibutuhkan.</p>
<p>Penulis sendiri sekarang berposisi sebagai penasihat, sehingga hanya bisa memberikan masukan-masukan dari jauh. Yang jelas, Penulis merasa kalau niat baik ini harus didukung.</p>
<p>Omong-omong soal niat, gerakan ini tidak hanya sekadar mengumpulkan donasi dan menyalurkannya kepada yang membutuhkan.</p>
<p>Gerakan ini juga memiliki tujuan <strong>menggerakkan milenial lain untuk melakukan sesuatu </strong>di tengah pandemi ini, bukan sekadar mengeluh bosan di rumah karena tidak bisa ke mana-mana.</p>
<p>Bukan berarti kami sok merasa paling hebat dan merendahkan milenial lain. Tidak seperti itu. Penulis yakin masih banyak milenial lain yang memiliki gerakan serupa, bahkan lebih hebat lagi.</p>
<p>Kami hanya berusaha melakukan apa yang bisa dilakukan untuk membantu sesama di tengah pandemi ini.</p>
<h3>Eksekusi</h3>
<p><div id="attachment_3792" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3792" class="wp-image-3792 size-large" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/milenial-peduli-sekitar-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/milenial-peduli-sekitar-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/milenial-peduli-sekitar-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/milenial-peduli-sekitar-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/04/milenial-peduli-sekitar-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3792" class="wp-caption-text">Survei Langsung (<a href="https://www.instagram.com/phill_tc/">Phillip TC</a>)</p></div></p>
<p>Setelah kepanitiaan terbentuk, mulailah mereka membuat susunan acara agar bisa segera dilaksanakan. Rapat dilakukan secara virtual (menggunakan Google Meet karena isu negatif yang didapat Zoom) untuk mengurangi kontak fisik.</p>
<p>Nama gerakan atau kegiatannya sendiri adalah <strong>Milenial Peduli Sekitar </strong>atau disingkat <strong>MILITAR</strong>. Nama ini Penulis sarankan dan diterima oleh peserta rapat.</p>
<p>Pengumpulan donasi sendiri dimulai pada tanggal <strong>25 April hingga 2 Mei</strong>. Rencananya, donasi (berupa uang) akan dibelikan beras dan minyak dan diberikan pada tanggal <strong>3 Mei</strong>.</p>
<p>Untuk menyebarkan informasi seputar acara ini, mereka memanfaatkan media sosial dengan membuat poster. Selain itu, warga di perumahan juga diberi edaran.</p>
<p>Kepada siapa bantuan akan diberikan? Kepada <strong>golongan-golongan kurang mampu di sekitar lingkungan</strong> yang selama ini menggantungkan diri ke penghasilan harian.</p>
<p>Mereka juga mulai melakukan survei untuk mengetahui siapa-siapa saja yang berhak mendapatkan bantuan. Penulis merasa tersentuh dengan usaha yang sudah mereka lakukan.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Ketika menjadi ketua Karang Taruna, Penulis sempat mencanangkan <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/">program kerja Bakti Sosial</a>. Sampai masa jabatannya berakhir, program kerja tersebut tidak pernah terlaksana dengan berbagai alasan.</p>
<p>Oleh karena itu, Penulis merasa sangat senang pada akhirnya program kerja ini bisa terlaksana. Momen Corona dimanfaatkan untuk mengetuk rasa kemanusiaan generasi milenial yang kerap dianggap apatis.</p>
<p>Semoga ke depannya makin banyak generasi milenial yang peduli dengan lingkungan sekitarnya, bukan hanya kepada dirinya sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>NB</strong>: Bagi pembaca yang ingin mengirimkan donasi, bisa melalui rekening BCA dengan nomor <strong>3160077793</strong> an <strong>Hersandi Hamdan</strong> atau menghubungi <em>contact person </em>di <strong>0819 1680 8916</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 April 2020, terinspirasi dari gerakan kemanusiaan yang sedang dilakukan oleh Karang Taruna</p>
<p>Foto: <a href="https://www.instagram.com/phill_tc/">Phillip TC</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/milenial-peduli-sekitar-militar/">Milenial Peduli Sekitar (MILITAR)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pentingkah Keperawanan?</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/pentingkah-keperawanan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2020 03:48:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[debat]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[open-minded]]></category>
		<category><![CDATA[pendapat]]></category>
		<category><![CDATA[perawan]]></category>
		<category><![CDATA[sudut pandang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3531</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertanyaan yang digunakan pada judul memang bisa dianggap kontroversial dan cukup sensitif. Pentingnya keperawanan adalah urusan masing-masing pribadi, tidak bisa digeneralisir. Di sini, Penulis sebenarnya hanya ingin sharing tentang kegiatan diskusi terbuka yang sering dilaksanakan oleh Karang Taruna. Kebetulan, tema terakhir yang dibahas itu. Catatan: Keperawanan di sini merujuk kepada kedua jenis gender (laki-laki dan perempuan) [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pentingkah-keperawanan/">Pentingkah Keperawanan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan yang digunakan pada judul memang bisa dianggap kontroversial dan cukup sensitif. Pentingnya keperawanan adalah urusan masing-masing pribadi, tidak bisa digeneralisir.</p>
<p>Di sini, Penulis sebenarnya hanya ingin <em>sharing </em>tentang kegiatan diskusi terbuka yang sering dilaksanakan oleh Karang Taruna. Kebetulan, tema terakhir yang dibahas itu.</p>
<p><em><strong>Catatan</strong>: Keperawanan di sini merujuk kepada kedua jenis gender (laki-laki dan perempuan)</em></p>
<h3>Pentingkah Keperawanan?</h3>
<p>Ketika pulang ke Malang pada akhir tahun 2019 kemarin, Penulis menggelar diskusi santai dengan ditemani kopi susu hangat. Tema yang diangkat adalah <strong>Pentingkah Keperawanan</strong>.</p>
<p>Mengapa tema itu yang diambil? Alasannya sederhana. Ketika sedang <em>chat </em>di grup seperti biasa, ide atau topik tersebut terlontar begitu saja.</p>
<p>Setelah itu, Penulis dengan beberapa anggota aktif yang sudah berusia 17 tahun ke atas berjanji untuk mendiskusikannya lebih lanjut ketika Penulis pulang. Ternyata, anggota yang berusia lebih muda pun tertarik untuk ikut terlibat dalam diskusi.</p>
<p><div id="attachment_3533" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3533" class="size-large wp-image-3533" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/pentingkah-keperawanan-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/pentingkah-keperawanan-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/pentingkah-keperawanan-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/pentingkah-keperawanan-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/pentingkah-keperawanan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3533" class="wp-caption-text">Suasana Diskusi</p></div></p>
<p>Lantas, bagaimana pendapat para pengurus Karang Taruna aktif yang rata-rata masih berusia belasan tahun? Jawabannya kurang lebih seragam,<strong> keperawanan itu penting dan sudah seharusnya dijaga dengan baik</strong> hingga pernikahan.</p>
<p>Masalahnya, sebagaimana dulu Penulis ketika masih seusia mereka, beberapa anggota menyampaikan pendapat <strong>betapa buruknya orang-orang yang gagal menjaga keperawanannya</strong>.</p>
<p>Jawaban tersebut sesuai dengan perkiraan Penulis. Teman Penulis yang seumuran menangkap maksud Penulis mengangkat topik ini, sehingga ia mulai memberikan sudut pandang baru kepada mereka semua.</p>
<p>Intinya, walaupun kita menganggap keperawanan itu penting, jangan sampai kita memandang rendah orang lain yang sudah tidak memilikinya.</p>
<p>Kita tidak pernah tahu apa alasan dibalik hilangnya keperawanan tersebut, sehingga <a href="https://whathefan.com/karakter/kenapa-sih-harus-judgemental/">kita tidak boleh </a><em><a href="https://whathefan.com/karakter/kenapa-sih-harus-judgemental/">judgemental</a> </em>seenaknya sendiri. <a href="https://whathefan.com/renungan/dosa-terbesar-seorang-penjahat/">Merasa suci dengan melihat kesalahan orang lain</a> adalah hal yang kurang bijak.</p>
<p>Jadi, kalau kita menganggapnya penting ya dijaga dengan baik tanpa perlu menghakimi orang lain yang menganggapnya tidak terlalu penting.</p>
<h3>Diskusi Karang Taruna</h3>
<p>Di Karang Taruna tempat tinggal Penulis, ada sedikit jarak yang cukup lebar antara angkatan Penulis dengan angkatan di bawahnya. Selisihnya antara lima hingga sepuluh tahun.</p>
<p>Lebarnya jarak tersebut tidak membuat kami berkumpul dengan yang seumurannya saja. Semua bisa berbaur tanpa melupakan etika untuk menghormati yang lebih tua.</p>
<p>Nah, yang seangkatan dengan Penulis merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan edukasi. Tidak hanya akademik, tapi hal-hal yang bersentuhan dengan permasalahan sosial. Diskusi terbuka menjadi salah satu caranya.</p>
<p>Beberapa manfaat yang didapatkan dengan diskusi seperti ini antara lain mengasah <strong>daya kritis dan pemikiran logis</strong>, <strong>mengetahui permasalahan sosial yang sering terabaikan</strong>, <strong>meningkatkan keberanian untuk bersuara</strong>, dan lain sebagainya.</p>
<p>Alasan lain yang tak kalah penting, seperti contoh yang sudah Penulis sebutkan di atas, mereka <strong>mendapatkan sudut pandang baru</strong> dari sebuah permasalahan yang mungkin sebelumnya belum terpikirkan.</p>
<p>Kita mendapatkan banyak sudut pandang dengan bertemu banyak orang dari beragam latar belakang. Penulis mendapatkannya ketika ke Kampung Inggris, jadi <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-menjadi-volunteer-asian-games-awal-dari-segalanya/"><em>volunteer </em>Asian Games</a>, hingga <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-mainspring-technology/">bekerja di Jakarta</a>.</p>
<p>Ketika berada di lingkungan keluarga, sekolah, bahkan kampus, pergaulan Penulis kurang luas sehingga temannya ya itu-itu aja. Hal tersebut membuat sudut pandang Penulis kurang luas.</p>
<p>Agar para generasi muda di Karang Taruna tidak mengalami hal yang sama, kami pun berusaha memberikan beragam sudut pandang baru kepada mereka sedini mungkin. Harapannya, mereka akan menjadi generasi yang <em>open-minded </em>dan mampu menerima perbedaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 23 Februari 2020, terinspirasi dari diskusi Karang Taruna terakhir yang mengangkat tema Pentingkah Keperawanan</p>
<p>Foto: <a href="https://medium.com/@Shesreallyfat/dont-ask-me-when-i-lost-my-virginity-659d85f107cd">Medium</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/pentingkah-keperawanan/">Pentingkah Keperawanan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Nov 2019 16:09:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[gen x swi]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[ketua]]></category>
		<category><![CDATA[laporan]]></category>
		<category><![CDATA[LPJ]]></category>
		<category><![CDATA[program kerja]]></category>
		<category><![CDATA[proker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3140</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika meletakkan jabatan sebagai Ketua Karang Taruna, penulis tidak lupa untuk membuat laporan pertanggunjawaban mengenai program kerja apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana. Penulis menjabat sebagai ketua selama 1 tahun 9 bulan 28 hari, terhitung sejak 3 September 2016 hingga 30 Juni 2018. Seperti yang pernah penulis sampaikan sebelumnya, fokus penulis adalah membentuk fondasi [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/">Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika meletakkan jabatan sebagai Ketua Karang Taruna, penulis tidak lupa untuk membuat laporan pertanggunjawaban mengenai program kerja apa saja yang terlaksana dan tidak terlaksana.</p>
<p>Penulis menjabat sebagai ketua selama <strong>1 tahun 9 bulan 28 hari</strong>, terhitung sejak 3 September 2016 hingga 30 Juni 2018. Seperti yang pernah penulis sampaikan sebelumnya, fokus penulis adalah membentuk <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/membangun-fondasi-organisasi/">fondasi organisasi</a> yang kuat.</p>
<p>Salah satu caranya adalah dengan membuat program kerja yang cukup banyak dan bervariasi dan membuat beberapa divisi yang berbeda. Kali ini, penulis ingin berbagi semua tentang itu.</p>
<h3>Divisi-Divisi Karang Taruna</h3>
<p>Pertama kali terbentuk, Karang Taruna memiliki enam divisi yang berbeda:</p>
<ul>
<li>Agama dan Kerohanian</li>
<li>Olahraga</li>
<li>Pendidikan dan Kesenian</li>
<li>Media dan Kerja Sama</li>
<li>Keterampilan dan Kewirausahaan</li>
<li>Sosial dan Lingkungan Hidup</li>
</ul>
<p>Setelah berjalan beberapa bulan, komposisi ini dirasa terlalu gemuk dan kurang efektif. Akhirnya, divisi-divisi ini pun dipadatkan menjadi empat divisi saja:</p>
<ul>
<li>Agama dan Lingkungan</li>
<li>Olahraga dan Pendidikan</li>
<li>Media dan Kerja Sama</li>
<li>Keterampilan dan Kewirausahaan</li>
</ul>
<p>Formasi empat divisi ini pun masih dirasa kurang efektif, sehingga pada akhirnya tinggal tersisa tiga divisi yang masih bertahan hingga sekarang di bawah kepengurusan yang baru:</p>
<ul>
<li>Agama dan Lingkungan</li>
<li>Pengembangan Sumber Daya Manusia</li>
<li>Media dan Humas</li>
</ul>
<p>Keberadaan divisi-divisi ini menjadi penting dalam terlaksananya progran kerja yang telah disusun. Selama penulis menjabat, terdapat <strong>29 program kerja</strong>, di mana 19 proker terlaksana, 2 terlaksana namun terhenti, dan 8 proker tidak terlaksana.</p>
<h4>Proker Terlaksana</h4>
<ol>
<li>Tadarusan Ketika Bulan Puasa</li>
<li>Memeringati Hari Raya Agama</li>
<li>Kerja Bakti</li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a></li>
<li>Bakar-Bakar</li>
<li>Mengelola Akun Media Sosial</li>
<li>Mading</li>
<li>Pengadaan Kalender</li>
<li>Sore Sehat</li>
<li>Bermain Bersama</li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/">SWI Mengajar</a></li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-english-day/">SWI English Day</a></li>
<li>Rapat Rutin</li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">Peringatan 17-an</a></li>
<li>Jualan di Acara <em>Car Free Day</em></li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/next-gen-development-project/"><em>Next Gen Development Project</em></a></li>
<li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/gen-x-swi-awards/"><em>Gen X SWI Awards</em></a></li>
<li>Pondok Ramadhan</li>
<li>Pemilihan Ketua Karang Taruna Periode 2018-2021</li>
</ol>
<h4>Proker Terlaksana Namun Terhenti</h4>
<ol>
<li>SWI Bermain Musik</li>
<li>SWI Berbahasa Indonesia</li>
</ol>
<h4>Proker Tidak Terlaksana</h4>
<ol>
<li>Ikut Pengajian dan Rutin Pergi ke Masjid</li>
<li>Studi Banding ke Karang Taruna Lain</li>
<li>Bakti Sosial</li>
<li>Mengikuti dan Mengadakan Lomba Antar RW</li>
<li>Desain Stiker Mobil untuk Warga</li>
<li>Karya Ilmiah dan Prakarya Remaja</li>
<li>Menjadi Tempat Pembayaran Listrik dan Air</li>
<li>Senam Sehat</li>
</ol>
<h3>Kendala Selama Menjabat</h3>
<p>Tentu saja ada banyak kendala yang penulis alami selama menjabat sebagai ketua di Karang Taruna. Apalagi, organisasi sosial ini benar-benar baru sehingga kami harus membuat patokan sendiri.</p>
<p>Masalah terbesar dan selalu berulang adalah masalah inisiatif anggota. Ada yang begitu semangat mencurahkan waktu dan tenaganya, tapi ada juga yang setengah-setengah. Ada anggota yang aktif, ada anggota yang jarang muncul.</p>
<p>Memang sebenarnya kami juga tidak bisa memaksa mereka untuk keluar. Akan tetapi, ajakan kami yang sedikit memaksa sebenarnya untuk kebaikan bersama. Sudah banyak anggota yang dulunya lebih sering di rumah, sekarang aktif bukan main.</p>
<p>Masalah konsistensi juga menjadi poin utama yang perlu diperhatikan. Sering sebuah proker sempat terhenti karena berbagai masalah dan alasan.</p>
<p>Rasa jenuh bisa menjadi salah satu alasannya. Oleh karena itu, kami menggagas banyak acara yang sifatnya santai dan bertujuan untuk meningkatkan <em>chemistry </em>antar anggota.</p>
<p>Selain acara bakar-bakar yang telah menjadi rutinitas, kamu juga membuat acara-acara menarik seperti <em>Next Gen Development Project </em>dan <em>Gen X SWI Awards</em>. Acara ini mampu membuat kami semua berkumpul dan saling kenangan yang berarti.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Bagi penulis, Karang Taruna adalah bentuk pengabdian penulis kepada lingkungan tempatnya tinggal. Karena itulah penulis <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kenapa-menghabiskan-waktu-untuk-karang-taruna/">mengalokasikan waktu dan tenaga</a> yang cukup besar untuk organisasi ini.</p>
<p>Apalagi, penulis menanggung beban sebagai ketua pertama setelah organisasi remaja ini vakum belasan tahun. Kalau fondasi yang penulis bangun tidak kuat, organisasi ini bisa rubuh kapanpun.</p>
<p>Tapi penulis merasa optimis bahwa organisasi ini akan bertahan di masa depan dengan beberapa catatan. Semoga saja, makin banyak proker yang bisa dilaksanakan oleh Karang Taruna.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 24 November 2019, lagi malas nulis yang berat-berat, jadinya nulis ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/">Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pembubaran Panitia Agustusan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-agustusan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Sep 2019 16:28:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[17-an]]></category>
		<category><![CDATA[Agustusan]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[panitia]]></category>
		<category><![CDATA[pantai]]></category>
		<category><![CDATA[pembubaran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada hari Minggu kemarin, Karang Taruna selaku panitia Agustusan di kampung penulis baru saja melakukan acara pembubaran ke Pantai Banyu Meneng dan Pantai Selok yang berlokasi di Malang bagian selatan. Terinspirasi dari hal tersebut, penulis jadi ingin menulis sejak kapan dan mengapa acara pembubaran ini harus diadakan. Pembubaran Pertama, 28 Agustus 2016 Seperti yang sudah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-agustusan/">Pembubaran Panitia Agustusan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pada hari Minggu kemarin, Karang Taruna selaku panitia Agustusan di kampung penulis baru saja melakukan acara pembubaran ke Pantai Banyu Meneng dan Pantai Selok yang berlokasi di Malang bagian selatan.</p>
<p>Terinspirasi dari hal tersebut, penulis jadi ingin menulis sejak kapan dan mengapa acara pembubaran ini harus diadakan.</p>
<h3>Pembubaran Pertama, 28 Agustus 2016</h3>
<p><div id="attachment_2779" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2779" class="size-large wp-image-2779" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2779" class="wp-caption-text">Pembubaran Pertama</p></div></p>
<p>Seperti yang sudah sering penulis jelaskan di tulisan-tulisan sebelumnya, sejak usia sekolah penulis sudah sering aktif menjadi panitia 17-an. Akan tetapi, pembubaran panitia baru ada pada tahun 2016 dan terlaksana beberapa hari sebelum Karang Taruna terbentuk.</p>
<p>Bahkan ketika penulis menjadi ketua panitia 2014, tidak ada yang namanya pembubaran ke pantai. Sekadar bakar-bakar pun tidak ada. Mungkin, alasannya adalah sedikitnya panitia di kala itu.</p>
<p>Ketika kegiatan Agutusan tahun 2016, ternyata panitianya ada banyak sekali karena anak-anak yang masih SMP pun menjadi panitia. Oleh karena itu, penulis dan beberapa teman menggagas ide pembubaran dengan pergi ke pantai.</p>
<p>Berbekal uang sisa 17-an dan donasi warga, kami semua berangkat menuju <strong>Pantai Batu Bengkung</strong> dan <strong>Pantai Balekambang </strong>dengan menggunakan 3 mobil. Penulis sendiri satu mobil bersama tiga <del>sahabat</del> saudara sejak SMP, beserta para gadis remaja.</p>
<p><div id="attachment_2783" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2783" class="size-large wp-image-2783" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-2-Copy-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-2-Copy-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-2-Copy-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-2-Copy-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-2-Copy.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2783" class="wp-caption-text">Saudara Sejak SMP</p></div></p>
<p>Yang namanya ke pantai, aktivitasnya ya seperti itu. Mainan air, main bola, mainan pasir, foto di sana-sini, dan lain sebagainya. Struktur pantai yang memiliki bentangan karang membuat ada semacam celah untuk berendam dengan kedalaman sekitar 1 hingga 1.5 meter.</p>
<p>Pulangnya, ada kejadian yang sedikit unik. Salah satu perempuan yang satu mobil bersama penulis, <strong>Nabilla</strong>, sempat pingsan. Oleh karena itu, salah satu ibu-ibu yang ikut memutuskan untuk ikut mobil penulis dan <strong>Ayu</strong> harus pindah ke mobil lain.</p>
<p>Selain itu, relatif tidak ada kejadian yang tidak mengenakan. Pembubaran bisa berjalan lancar dan semua pun merasa senang!</p>
<h3>Pembubaran Kedua, 20 Agustus 2017</h3>
<p><div id="attachment_2778" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2778" class="size-large wp-image-2778" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2778" class="wp-caption-text">Pembubaran Kedua</p></div></p>
<p>Penulis ingin acara pembubaran panitia ini menjadi agenda tahunan. Oleh karena itu, tahun depannya pembubaran dilakukan lagi ke pantai yang berbeda. Kalau tidak salah, nama tempatnya <strong>Pantai Goa Cina</strong>.</p>
<p>Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini kami menggunakan dua elf karena kalau tidak salah jumlah peserta cukup banyak, meskipun Ayu harus absen karena sakit.</p>
<p>Ini merupakan pembubaran panitia pertama di bawah Karang Taruna, karena yang tahun sebelumnya Karang Taruna belum terbentuk. Selain itu, tanggal pembubaran yang dekat dengan acara puncak dipilih karena penulis harus segera ke Pare untuk persiapan IELTS.</p>
<p>Aktivitas yang dilakukan kurang lebih sama dengan pembubaran sebelumnya. Mungkin, yang berbeda hanyalah game-game yang dimainkan di sana seperti Gobak Sodor.</p>
<p><div id="attachment_2781" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2781" class="size-large wp-image-2781" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-4-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-4-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-4-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-4-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2781" class="wp-caption-text">Pantai Goa Cina</p></div></p>
<p>Penulis sempat bersitegang dengan salah satu teman karena kesalahapahaman ketika bermain game <em>Mencari Harta Karun</em>. Akan tetapi, hal tersebut tidak berlangsung lama dan kami segera berbaikan.</p>
<p>Yang berbeda dari pantai ini adalah kita bisa menyeberang ke pulau seberang yang jaraknya cukup pendek. Karena penulis takut air, maka penulis meminta tolong salah satu saudara untuk menggendong penulis hingga bisa mencapai seberang.</p>
<p>Ini merupakan pembubaran panitia terakhir yang penulis ikuti, karena selanjutnya penulis mulai sering pergi demi masa depan penulis sendiri.</p>
<h3>Pembubaran Panitia Ketiga, 28 Oktober 2019</h3>
<p><div id="attachment_2786" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2786" class="wp-image-2786 size-large" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-5-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-5-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-5-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-5-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/09/pembubaran-panitia-agustusan-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2786" class="wp-caption-text">Pembubaran Ketiga</p></div></p>
<p>Mungkin karena masih masa transisi dari pengurus lama ke pengurus baru, tahun kemarin panitia 17-an tidak mengadakan acara pembubaran seperti biasa. Oleh karena itu, penulis meyakinkan mereka kalau tahun ini harus ada acara pembubaran.</p>
<p>Setelah melalui berbagai drama yang sebelumnya tidak pernah terjadi, akhirnya diputuskan pembubaran akan dilakukan di <strong>Pantai Banyu Meneng</strong> dan <strong>Pantai Selok</strong>.</p>
<p>Yang istimewa dari pembubaran kali ini adalah banyaknya anggota Karang Taruna yang bisa ikut. Penulis hitung, setidaknya ada empat anggota yang pertama kali ikut pembubaran.</p>
<p>Sayang, penulis tidak bisa bercerita banyak karena tidak bisa ikut. Penulis harus mengais rezeki di ibu kota. Walaupun begitu, penulis senang bisa mendengar cerita-cerita mereka, mulai yang sedih hingga konyol.</p>
<p>Mungkin terdengar klise, tapi <em><strong>kebahagiaan mereka adalah kebahagiaan penulis juga</strong>.</em></p>
<h3>Kenapa Harus ke Pantai?</h3>
<p>Mungkin pembaca ada yang heran, mengapa dari tiga pembubaran semua pergi ke pantai. Jawabannya sederhana: murah. Kami sering memiliki ide tentang menginap di vila atau <em>outbond</em>. Ujung-ujungnya juga pergi ke pantai.</p>
<p>Dana yang didapatkan biasanya dengan menggunakan sisa uang Agustusan, dengan seizin warga yang sudah memberikan donasi lebih. Kadang ada saja yang memberikan tambahan dana yang sangat membantu.</p>
<p>Selain itu, Malang terkenal karena memiliki banyak pantai yang menarik. Tentu sayang jika keindahan pantai tersebut tidak dieksplorasi. Apalagi jaraknya relatif dekat, bisa ditempuh dalam waktu 4-5 jam.</p>
<h3>Kenapa Harus Ada Pembubaran Panitia?</h3>
<p>Ada beberapa alasan yang menurut penulis kegiatan pembubaran panitia ini wajib dilakukan setiap tahun. Pertama, jelas sebagai bentuk penghargaan atas kerja keras panitia selama beberapa minggu.</p>
<p>Memang acaranya terkesan sepele, hanya panitia 17-an tingkat RW. Meskipun begitu, para panitia telah pontang-panting demi keberhasilan acara dengan semaksimal mungkin, dengan usaha sekeras mungkin.</p>
<p>Kedua, sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan <em>bonding </em>antar anggota. Pergi bersama ke suatu tempat jelas menjadi aktivitas yang akan membuat ikatan antar anggota semakin kuat.</p>
<p>Jika ikatan tersebut makin kuat, secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap konstribusi mereka di Karang Taruna. Mereka juga akan makin mengenal satu sama lain sehingga harmonisasi organisasi pun makin terjaga.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis berharap tahun depan dan tahun-tahun selanjutnya acara pembubaran panitia ini akan selalu ada. Mereka layak mendapatkannya setelah kerja keras yang mereka lakukan, dengan ataupun tanpa penulis.</p>
<p>Memang sedih penulis tidak bisa ikut serta, tetapi selalu ada harga yang dibayar demi mencapai sesuatu. Bagi penulis, harga tersebut terasa sangat mahal karena harus kehilangan momen indah bersama mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Note: Penulis baru saja diberitahu kalau tahun 2015 juga ada pembubaran panitia, hanya saja pesertanya banyak yang berbeda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 30 September 2019, terinsprasi dari suksesnya acara pembubaran panita Agustusan tahun 2019</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pembubaran-panitia-agustusan/">Pembubaran Panitia Agustusan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kok Mainnya Sama Anak Kecil?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/kok-mainnya-sama-anak-kecil/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Aug 2019 14:15:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[penngalaman]]></category>
		<category><![CDATA[remaja]]></category>
		<category><![CDATA[teman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2627</guid>

					<description><![CDATA[<p>FANANDI MAINNYA SAMA ANAK KECIL! Tidak jarang penulis mendengarkan kalimat seperti itu. Tentu, anak kecil yang dimaksudkan adalah kawan-kawan di Karang Taruna yang memang rentang usianya cukup jauh di bawah penulis, sekitar 5 hingga 10 tahun. Mau dianggap seperti itu sebenarnya juga tidak masalah. Toh, penulis juga tidak mungkin menjelaskan mengapa penulis bisa dekat dengan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kok-mainnya-sama-anak-kecil/">Kok Mainnya Sama Anak Kecil?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>FANANDI MAINNYA SAMA ANAK KECIL!</strong></p>
<p>Tidak jarang penulis mendengarkan kalimat seperti itu. Tentu, anak kecil yang dimaksudkan adalah kawan-kawan di Karang Taruna yang memang rentang usianya cukup jauh di bawah penulis, sekitar 5 hingga 10 tahun.</p>
<p>Mau dianggap seperti itu sebenarnya juga tidak masalah. Toh, penulis juga tidak mungkin menjelaskan mengapa penulis bisa dekat dengan mereka semua semenjak <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/kelahiran-gen-x-swi/">Karang Taruna berdiri</a> di lingkungan RW.</p>
<h3><strong><em>Jadi, kenapa penulis sering bermain bersama mereka?</em></strong></h3>
<p>Ya, karena sering kumpul sama mereka aja. Semenjak <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">rangkaian acara kemerdekaan Indonesia</a> pada tahun 2016, kami semua sering bekerja sama dalam menyukseskan acara.</p>
<p>Mulanya pada rapat pendahuluan, penulis dan teman yang seumuran sempat gusar karena oleh salah satu pihak dari pengurus RW. Alasannya, semua konsep yang sudah kami siapkan ditolak mentah-mentah.</p>
<p>Beliau justru mengajukan <strong>Ekky</strong>, teman baik adik penulis yang waktu itu masih kelas 2 SMK. Yang membuat terkejut, banyak sekali anak-anak remaja (SMP dan SMA) yang sebelumnya tidak terlalu penulis kenal ketika rapat perdana tersebut.</p>
<p>Singkat cerita, penulis pun berusaha membantu mereka dari belakang dan membuat kami sering berinteraksi. Eh, berawal dari kegusaran, kami jadi dekat satu sama lain hingga sekarang.</p>
<p>Selang beberapa hari setelah pembubaran panitia, Karang Taruna pun resmi dibentuk pada tanggal <strong>3 September 2016</strong>. Kami pun jadi semakin dekat satu sama lain, lengkap dengan sekelumit permasalahannya.</p>
<p>Waktu itu, penulis yang terpilih sebagai ketua pertama paham apa tugas terberatnya: <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/membangun-fondasi-organisasi/">membangun fondasi organisasi</a>. Salah satu caranya adalah dengan membuat banyak program kerja seperti <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-mengajar/">SWI Mengajar</a>, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/swi-barang-bekas/">SWI Barang Bekas</a>, dan lain sebagainya.</p>
<p>Kalau hanya mengerjakan program kerja tentu akan menjenuhkan. Maka dari itu, biasanya setiap malam minggu kami berkumpul untuk meningkatkan <em>chemistry </em>antar anggota (bahkan ada yang menumbuhkan perasaan suka antar anggota).</p>
<p>Bahkan, dengan alasan agar ketika kumpul tidak sibuk dengan HP-nya sendiri-sendiri, penulis berinisiatif untuk membuat berbagai permainan, mulai dari <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/werewolf-ala-sumber-wuni-indah/">Werewolf dengan penambahan karakter</a>, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/permainan-perekat-kebersamaan-tebak-satu-kata-dan-hexagon-war/">tebak satu kata</a>, hingga merancang <em>board game <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/">Stars &amp; Rabbits</a>.</em></p>
<h3><strong><em>Dengan demikian, sudah jelas bukan kenapa penulis begitu dekat dan sayang ke mereka? </em></strong></h3>
<p>Penulis berusaha memosisikan diri sebagai kakak sekaligus teman bagi mereka semua. Jika ada yang membutuhkan saran atau sekadar ingin bercerita, penulis berusaha untuk menjadi <a href="https://whathefan.com/tips-motivasi/bukan-pendengar-yang-baik/">pendengar yang baik</a>.</p>
<p>Penulis mengakui mungkin sedikit lebih dekat dengan anggota-anggota perempuan yang ada di Karang Taruna. Obsesi ingin memiliki adik perempuan bisa menjadi salah satu alasannya. Belum punya pacar menjadi alasan lainnya.</p>
<p>Kedekatan dengan orang lain seperti ini baru penulis rasakan ketika sudah berkepala dua. Seperti yang sudah penulis curhatkan panjang lebar di tulisan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/rasa-takut-akan-sendirian-emotional-dependency-disorder/"><em>Rasa Takut Akan Sendirian</em></a>, penulis tidak punya banyak teman sewaktu sekolah.</p>
<p>Kehadiran mereka di kehidupan penulis membuat penulis merasa menemukan kepingan <em>puzzle </em>yang hilang. Berkumpul dengan mereka mungkin membuat penulis menjadi <em>childish</em>, tapi semoga penulis bisa mengubahnya dengan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/keluar-dari-zona-nyaman/">keluar dari zona nyaman</a>.</p>
<p>Yang jelas, penulis menyayangi mereka semua. Maka dari itu, penulis rela menghabiskan jatah cutinya demi pulang dan berkumpul dengan mereka pada acara peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke-74.</p>
<p><em>Dan itu sangat menyenangkan, walaupun ketika kembali ke Jakarta harus menambah beban rindu yang berat.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 25 Agustus 2019, terinspirasi setelah pulang ke Lawang selama 9 hari</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/kok-mainnya-sama-anak-kecil/">Kok Mainnya Sama Anak Kecil?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Yang Harus Dipersiapkan Menjelang Agustusan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Jun 2019 15:13:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[17-an]]></category>
		<category><![CDATA[acara]]></category>
		<category><![CDATA[Agustusan]]></category>
		<category><![CDATA[karang taruna]]></category>
		<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[peringatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2459</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bulan Agustus memang masih satu bulan setengah lagi. Akan tetapi, Karang Taruna di rumah penulis sudah memulai persiapan peringatan kemerdekaan Indonesia alias 17-an. Ini termasuk cepat, mengingat biasanya persiapan dimulai bulan Juli. Beberapa hari lalu, ketua Karang Taruna yang baru menghubungi penulis via WhatsApp. Ia meminta saran tentang apa saja yang perlu dibahas ketika rapat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan/">Yang Harus Dipersiapkan Menjelang Agustusan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan Agustus memang masih satu bulan setengah lagi. Akan tetapi, Karang Taruna di rumah penulis sudah memulai persiapan <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/menghayati-kemerdekaan-melalui-karang-taruna/">peringatan kemerdekaan Indonesia</a> alias <strong>17-an</strong>. Ini termasuk cepat, mengingat biasanya persiapan dimulai bulan Juli.</p>
<p>Beberapa hari lalu, <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/tim-transisi-gen-x-swi/">ketua Karang Taruna yang baru</a> menghubungi penulis via WhatsApp. Ia meminta saran tentang apa saja yang perlu dibahas ketika rapat nanti. Maka, penulis pun memberikan beberapa poin kunci yang dibutuhkan.</p>
<p>Ketika dipikir-pikir lagi, kenapa poin-poin tersebut tidak dituangkan dalam bentuk tulisan saja? Siapa tahu bisa menjadi inspirasi Karang Taruna lain.</p>
<h3>Kepanitiaan</h3>
<p>Hal pertama yang harus dilakukan adalah tentu saja adalah <strong>pembentukan kepanitiaan </strong>yang akan bertanggung jawab sepanjang rangkaian acara berlangsung.</p>
<p>Kepanitiaan dibentuk setelah ketua terpilih, yang cara pemilihannya bisa bermacam-macam seperti musyawarah, pemungutan suara, bahkan penunjukkan langsung dari ketua Karang Taruna.</p>
<p>Setelah ketua panitia terpilih, maka ia sudah berhak untuk menentukan divisi-divisi apa saja yang dibutuhkan dan siapa yang akan mengisi pos tersebut. Lantas, pembagian tugas pun sudah bisa dilakukan, baik pra acara, ketika acara, hingga pasca acara.</p>
<h3>Dana</h3>
<p>Kepanitiaan terbentuk, maka hal selanjutnya yang perlu dibahas adalah masalah pendanaan. Acara sebagus apapun kalau tidak ada dananya akan menjadi percuma.</p>
<p>Kalau di tempat penulis, dana diperoleh dari dua sumber, yakni <strong>iuran warga </strong>dan <strong>sumbangan warga</strong>. Panitia biasanya keliling ke warga yang mampu secara finansial untuk memberikan dana lebih karena mengandalkan iuran warga saja tidak cukup.</p>
<p>Di sini, kemampuan anggota akan diasah agar bisa bicara kepada masyarakat dan mempresentasikan rencana kegiatan mereka. Jika mampu tampil secara meyakinkan, bukan tidak mungkin jumlah dana sumbangan bisa berjumlah besar.</p>
<p>Tentu masih ada cara-cara lain seperti minta sponsor ke perusahaan tertentu. Akan tetapi, untuk acara setingkat RW nampaknya hal tersebut susah terealisasikan.</p>
<h3>Susuanan Acara</h3>
<p>Pada bagian inilah yang paling membutuhkan rapat: menentukan acara apa saja yang akan dilakukan. Pengalaman penulis selama bertahun-tahun menjadi panitia, setidaknya ada tiga acara utama yang biasanya ada dalam rangkaian acara Agustusan.</p>
<p><div id="attachment_2463" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2463" class="size-large wp-image-2463" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2463" class="wp-caption-text">Lomba Agustusan</p></div></p>
<p>Yang pertama adalah <strong>lomba-lomba</strong>. Kalau penulis, cenderung mencoba untuk memilih lomba-lomba yang <em>anti mainstream</em>. Penulis akan mencari referensi dari mana-mana, termasuk dari <em>reality show </em>asal Korea Selatan, <em>Runningman</em>.</p>
<p>Lomba dibagi ke dalam beberapa kaetogori seperti anak-anak, remaja, dan bapak-ibu. Waktu pelaksanaan lomba biasanya sore hari tiap akhir pekan dan dimulai pada awal Agustus.</p>
<p>Tentu persiapan yang dilakukan tidak sedikit, mulai dari membeli peralatan, mengumpulkan peserta, hingga mengawasi pelaksanaan lomba hingga ditemukan pemenang lombanya.</p>
<p><div id="attachment_2461" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2461" class="size-large wp-image-2461" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2461" class="wp-caption-text">Jalan Sehat</p></div></p>
<p>Setelah lomba, biasanya hari Minggu terakhir sebelum tanggal 17, ada kegiatan <strong>jalan sehat </strong>yang biasanya diiringi dengan <strong>pembagian <em>doorprize</em> </strong>dan <strong>bazaar</strong>.</p>
<p>Panitia harus membuat rute (yang biasanya tiap tahun ya itu-itu saja) jalan sehat, menyiapkan hadiah <em>doorprize</em>, dan menyiapkan stan untuk bazaar. Biasanya, lomba untuk bapak ibu juga dilaksanakan pada hari ini.</p>
<p><div id="attachment_2462" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2462" class="size-large wp-image-2462" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/06/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2462" class="wp-caption-text">Malam Tasyakuran</p></div></p>
<p>Rangkaian acara Agustusan ditutup dengan <strong>malam tasyakuran </strong>yang diadakan pada malam 16 Agustus. Inilah acara puncak di mana semua warga berkumpul untuk mengkhidmati makna kemerdekaan bersama-sama.</p>
<p>Secara garis besar, acara ini berisi pementasan yang dipersembahkan oleh remaja Karang Taruna, anak-anak, hingga bapak ibu yang kerap menyumbangkan suara emas mereka. Jangan lupa, pembagian hadiah juga dilakukan pada acara ini.</p>
<p>Panitia akan bekerja keras sebelum hari-H, mulai dari menyiapkan panggung, <em>sound system</em>, mengontak pengiring musik, hingga masalah konsumsi. Setiap tahun, tema yang diusung panitia biasanya berbeda-beda.</p>
<p>Dengan ditutupnya rangkaian acara pada malam tasyakuran ini, maka tersisa satu tugas terakhir untuk panitia.</p>
<h3>Laporan Pertanggungjawaban dan Pembubaran Panitia</h3>
<p>Setelah semua acara telah selesai dilaksanakan, panitia harus menyusun laporan pertanggungjawaban. Hal yang paling penting adalah <strong>laporan keuangan </strong>yang akan diedarkan ke warga satu per satu.</p>
<p>Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras panitia, biasanya akan ada acara semacam pembubaran panitia. Seringnya, pergi ke pantai yang ada di Malang Selatan. Yang penting bukan destinasinya, melainkan kebersamaannya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Jika diingat-ingat ke belakang, penulis sudah aktif menjadi panitia Agustusan sejak SMA. Setelah itu, penulis sempat menjadi ketua panitia juga pada tahun 2014 dan menjadi penasihat pada tahun 2016.</p>
<p>Tahun 2017, penulis menjabat sebagai ketua Karang Taruna yang tugasnya mengawasi kinerja panitia dan tentu memberikan masukan-masukan.</p>
<p>Sejak tahun 2018 kemarin, penulis sudah tidak bisa berkonstribusi secara langsung karena harus merantau ke ibukota demi menempa diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Kata lainnya, mencari uang.</p>
<p>Walaupun terpisah jarak ratusan kilometer, penulis tetap berusaha ikut serta dengan pengalaman-pengalaman yang dimiliki. Penulis berusaha menyalurkan semua yang bisa penulis lakukan dari jarak jauh. Seperti tulisan ini contohnya.</p>
<p>Penulis yakin, dengan atau tanpa kehadiran penulis di sana, rangkaian kegiatan peringatan ulang tahun Republik Indonesia pada bulan Agustus nanti akan berlangsung dengan sukses dan meriah. <strong>MERDEKA!</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 16 Juni 2019, terinspirasi dari diskusi dengan ketua Karang Taruna yang baru</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/yang-harus-dipersiapkan-menjelang-agustusan/">Yang Harus Dipersiapkan Menjelang Agustusan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
