Anime & Komik
Bagaimana Mr. Satan (Benar-Benar) Menyelamatkan Dunia Dua Kali
Di antara semua karakter yang ada di waralaba Dragon Ball, bisa dibilang karakter Mr. Satan (Hercule) menjadi salah satu yang paling dianggap tidak berguna, bahkan hingga dibenci. Karakternya yang tidak jujur, halu, dan culas menjadi beberapa faktor utamanya.
Bagaimana tidak, setelah kekalahan Cell di tangan Gohan, justru Mr. Satan yang mendapatkan kreditnya. Penduduk bumi, yang sejujurnya sangat tidak kritis (kalau tidak mau dibilang tolol) percaya saja dengan bualan-bualannya.
Ketidakbergunaan Mr. Satan pun tercermin dalam game Dragon Ball Budokai Tenkaichi 3, di mana karakternya menjadi salah satu yang paling tidak enak untuk digunakan. Bahkan, tak jarang pukulannya tidak menghasilkan damage sama sekali.
Namun, terlepas dari hal negatifnya tersebut, Mr. Satan harus diakui telah setidaknya dua kali membantu menyelamatkan dunia secara tidak langsung. Hal ini membuat statusnya yang dianggap sebagai pahlawan memang layak untuk disematkan.
Penyelamatan Dunia Pertama: Membawa Kepala Android 16 ke Gohan

Kemunculan perdana Mr. Satan di waralaba Dragon Ball adalah ketika Cell Saga, tepatnya saat Cell menggelar turnamen Cell Games. Sebenarnya, invitasi yang disebar oleh Cell ditujukan untuk Goku dan kawan-kawan. Namun, Mr. Satan tiba-tiba muncul dari antah berantah.
Sebagai juara ke-24 turnamen bela diri Budokai Tenkaichi, Mr. Satan cukup besar kepala dan merasa mampu mengalahkan Cell dengan mudah. Bahkan, ia menjadi penantang pertama sebelum Goku naik ke atas ring.
Tentu saja pukulan yang diberikan oleh Mr. Satan sama sekali tidak menghasilkan damage ke Cell, yang akhirnya melontarkannya jauh hingga menabrak gunung. Ajaibnya, ia masih berhasil selamat dari serangan tersebut.

Lantas, setelah Goku dan kawan-kawannya mulai bertarung dengan serius melawan Cell, Mr. Satan lebih banyak bersembunyi bersama reporter yang meliput turnamen tersebut dari awal. Mereka hanya menonton dari jauh saja, di mana Mr. Satan lebih bertindak sebagai komentator.
Peran Mr. Satan baru muncul ketika Android 16 gagal meledakkan dirinya bersama Cell. Kepalanya secara kebetulan terlempar ke arah Mr. Satan. Android 16 pun meminta bantuan Mr. Satan untuk membawa kepalanya tersebut ke hadapan Gohan yang terlihat tidak punya motivasi untuk bertarung.
Dengan “gagah berani,” Mr. Satan pun membawa kepala tersebut agar mendekat ke Gohan. Setelah mengucapkan beberapa kalimat ke Gohan, Cell menghancurkan kepala tersebut dan memicu perubahan Gohan menjadi Super Saiyan 2 yang legendaris.

Jika Gohan tidak berubah menjadi Super Saiyan 2, mungkin bumi tidak akan pernah selamat. Karakter lain seperti Vegeta dan Trunks pun terlihat tidak berdaya ketika hanya berhadapan dengan Cell Jr.
Oleh karena itu, secara tidak langsung Mr. Satan pun membantu menyelamatkan dunia berkat keberaniannya membawa kepala Android 16 ke dekat Gohan. Hanya saja, ia mengambil semua kredit dan mengaku sebagai orang yang mengalahkan Cell.
Penyelamatan Dunia Kedua: Menyuruh Penduduk Bumi Memberikan Energi ke Goku

Berkat bualannya sebagai sosok yang mengalahkan Cell, Mr. Satan pun dalam sekejap menjadi pahlawan yang dielu-elukan oleh penduduk bumi. Ia menjadi bak selebriti yang popularitasnya begitu tinggi.
Lantas, muncullah turnamen Budokai Tenkaichi ke-25, di mana Mr. Satan adalah juara bertahannya. Bedanya, kali ini para Fighter Z seperti Vegeta dan Gohan akan ikut serta. Bahkan, Goku yang sudah meninggal saat Cell Saga pun akan berpartisipasi.
Namun, jelang turnamen tersebut, muncul Kaio-shin yang mengabarkan kalau penyihir jahat Babidy sedang berada di Bumi untuk membangkitkan monster jahat bernama Majin Buu. Turnamen tersebut pun menjadi kacau balau, tetapi Mr. Satan berhasil mempertahankan gelarnya berkat Android 18 yang berhasil memerasnya.

Pada akhirnya Majin Buu berhasil bangkit dan membuat kerusakan di dunia. Mr. Satan, yang menjadi harapan penduduk bumi, lantas datang ke kediaman Majin Buu untuk berusaha membunuhnya. Apa daya, semua cara yang ia lakukan sama sekali tidak memiliki dampak.
Untungnya, Majin Buu justru terlihat menyukai Mr. Satan dan tidak membunuhnya. Bahkan, ketika Mr. Satan menasehati Majin Buu untuk tidak membunuh lagi, nasehat tersebut dituruti begitu saja. Kedamaian pun seolah benar-benar dibawa oleh Mr. Satan.
Sayangnya, segerombolan penjahat tiba-tiba datang ke tempat Majin Buu dan menembak anjing peliharaannya dan Mr. Satan. Majin Buu yang sangat marah akhirnya melepas energi jahat yang menjadi sisi lain Buu. Majin Buu pun kalah, dan Buu jahat menjadi versi yang lebih sempurna (Super Buu).

Singkat cerita, banyak pihak yang berhadapan dengan Super Buu ini, mulai dari Gotenks (fusion dari Goten dan Trunks) hingga Ultimate Gohan. Namun, semua berhasil diserap oleh Buu dan membuatnya makin kuat.
Pada akhirnya, Goku dan Vegeta (yang dibangkitkan setelah kematiannya dalam upaya membunuh Majin Buu) melakukan fusion dan menjadi Vegito. Dengan mudah, Vegito mampu mengalahkan Super Buu, bahkan menyelamatkan mereka yang telah dihisap.
Tidak hanya itu, Vegeta yang melihat ada sosok Majin Buu di dalam tubuh Super Buu pun mencopotnya dari tubuh Buu. Hal tersebut membuat Super Buu kehilangan dirinya dan bertransformasi menjadi Kid Buu, varian Buu paling kuat.

Kid Buu yang tidak berperasaan tersebut pun langsung ingin menghancurkan bumi. Goku, yang ingin mengambil tubuh Gohan, Goten, Trunks, dan Picollo, melihat Mr. Satan dan Dende yang berada di dekat mereka. Tanpa pikir panjang, Goku pun menyelamatkan mereka berdua, tapi Gohan dan lainnya jadi tertinggal.
Pertarungan pun berpindah ke Dunia Kaio. Ada yang menarik di tengah-tengah pertarungan, di mana Kid Buu yang terlihat akan menyerang Mr. Satan tiba-tiba menghentikan serangannya. Ternyata, itu dikarenakan Majin Buu yang masih ada di dalam dirinya. Setelah itu, Kid Buu pun mengeluarkan Majin Buu dari dalam dirinya.
Pertarungan sengit pun terus terjadi. Vegeta sadar bahwa satu-satunya cara mengalahkan Kid Buu adalah dengan menggunakan Spirit Bomb dengan meminta bantuan energi dari seluruh penduduk bumi. King Kai yang mendengar ide ini pun menghubungkan Vegeta dengan penduduk bumi melalui telepati.

Hanya saja, karena dasarnya Vegeta payah dalam hal public relation, hanya sedikit penduduk bumi yang memberikan energinya. Ketika Goku yang memohon pun masih sedikit yang berkenan memberikan energinya.
Geram dengan hal tersebut, Mr. Satan yang juga berada di Dunia Kaio pun berteriak dan memerintahkan semua penduduk bumi untuk memberikan energinya. Sontak saja, semua memercayai Mr. Satan dan memberikan energinya.
Goku pun berhasil memusnahkan Kid Buu berkat bantuan Mr. Satan. Sebagai tambahan, Mr. Satan juga dengan berani menggendong Vegeta agar tidak terkena serangan Spirit Bomb dari Goku. Bahkan, Goku pun mengakui kalau Mr. Satan benar-benar penyelamat dunia.
Penutup
Terlepas dari “jasanya” dalam menyelamatkan bumi dan sisi negatifnya yang membohongi hampir seluruh penduduk bumi, pada dasarnya Mr. Satan memang lebih kuat di atas rata-rata manusia biasa.
Selain memegang titel sebagai juara dunia Budokai Tenkaichi ke-24 (juara dunia ke-23 adalah Son Goku), Mr. Satan juga terbukti berhasil bertahan dari pukulan Cell dan Kid Buu tanpa mati. Ini menunjukkan daya tahannya yang luar biasa.
Mungkin jika dibandingkan dengan Krilin, Tien Shinhan, bahkan Yamcha sekalipun, kekuatan Mr. Satan tetap jauh di bawah mereka. Namun, harus diakui kalau peran Mr. Satan bisa jadi lebih besar dibandingkan karakter lain, terutama di “Cell Saga” dan “Buu Saga.”
Yang jelas, di balik sikapnya yang pandai membual, suka halu, dan tebal muka, Mr. Satan tetap harus diberi kredit sebagai sosok yang mampu diandalkan di saat-saat genting. Tanpa kehadirannya, cerita Dragon Ball mungkin tidak akan seperti yang kita ketahui sekarang.
Lawang, 24 Maret 2024, terinspirasi setelah menyadari betapa pentingnya peran Mr. Satan dalam anime Dragon Ball
Foto Featured Image: GameRant
Anime & Komik
Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Detektif Conan Premium
Setelah memutuskan untuk mengoleksi komik Dragon Ball Super dan Naruto Bind Up Edition, ternyata keinginan masa kecil untuk mengoleksi komik secara lengkap kembali bergelora.
Yang ingin Penulis kumpulkan bukan hanya komiknya secara fisik, tapi juga memori-memori masa kecil ketika membaca cerita-ceritanya secara lebih utuh. Ada banyak hal yang dulu tidak Penulis pahami, kini bisa jadi lebih dimengerti.
Selain Dragon Ball dan Naruto, Penulis juga besar dengan komik Detektif Conan. Bahkan, Penulis cukup banyak memiliki komiknya. Nah, Penulis sekarang memutuskan untuk mengoleksi lagi komiknya, tapi kali ini yang versi Premium.
Awalnya Cuma Beli Satu untuk Nostalgia, tapi…

Sama seperti Naruto, Penulis juga “lompat” dalam membaca cerita-cerita Detektif Conan. Kalau ingatan Penulis tidak keliru, maka volume pertama yang Penulis baca adalah Volume 41, di mana case pertama mempertemukan Yukiko (ibu Conan/Shinichi) dan Eri (ibu Ran).
Nah, waktu itu, kebetulan juga komik yang Penulis baca adalah versi bajakannya, karena waktu kecil Penulis belum benar-benar paham mana komik asli dan tidak. Untungnya, Penulis membeli versi asli untuk Volume 42.
Oleh karena itu, ketika akhirnya memutuskan untuk membeli komik Detektif Conan Premium, Penulis pun memutuskan untuk membeli Volume 21 karena mencakup cerita-cerita dari Volume 41 dan 42 di versi aslinya. Nostalgia menjadi alasan utamanya, yang akan Penulis jabarkan di poin berikutnya.
Penulis ingin mundur sebentar sebelum akhirnya membeli komik tersebut. Sebenarnya, keinginan untuk mengoleksi Detektif Conan Premium telah terbit sejak volume-volume awalnya rilis. Namun, waktu itu Penulis mengurungkan niatnya.
Ada beberapa alasan yang menahan Penulis untuk tidak membeli komik Detektif Conan Premium, seperti telah mengetahui sebagian besar ceritanya, tidak ada lagi tempat untuk menyimpan, hingga dorongan untuk berhemat.
Sebagai pelipur lara, Penulis sempat memutuskan untuk membeli komik Conan edisi Selection. Kebetulan, waktu itu Ai Haibara sebagai karakter favorit Penulis di serial ini memiliki edisi ini, bahkan hingga dua Volume. Ada juga beberapa judul Selection lain yang Penulis miliki.
Hanya saja, meskipun sudah membeli seri Selection, dorongan untuk membeli Detektif Conan Premium masih begitu besar. Alhasil, kembali lagi ke atas, Penulis pun memutuskan untuk membeli Volume 21 sebagai awal.
Vermouth vs. Jodie, Arc Favorit Penulis

Salah satu alasan mengapa Volume 41-42 begitu memorable bagi Penulis adalah adanya klimaks antara konflik yang berpusat pada agen FBI, Jodie Starling, dan Vermouth, salah satu anggota Organisasi Hitam yang memiliki seribu wajah.
Waktu masih kecil, Penulis tentu masih belum benar-benar paham apa konflik di antara mereka selain yang diceritakan di dua volume tersebut. Yang Penulis tangkap, Vermouth menyamar sebagai Dokter Araide untuk bisa mengulik tentang Ai.
Selain itu, ternyata Jodie memiliki sejarah panjang dengan Vermouth, karena ia adalah orang yang bertanggung jawab atas kematian ayahnya. Vermouth yang terlihat muda tersebut ternyata sebenarnya adalah aktris Sharon Vineyard yang memalsukan kematiannya sendiri.
Di klimaks yang terjadi di dermaga, ternyata Ai yang dibawa oleh Jodie merupakan Conan yang menyamar. Sayangnya, rencananya buyar karena Ai yang asli datang menyusul menggunakan kacamata pencari jejak cadangan.
Ai telah siap menyerahkan diri ke Vermouth demi menyelamatkan teman-temannya. Namun, tiba-tiba dari bagasi mobil Jodie, ada Ran yang langsung berlari dan melindungi Ai. Kejadian tersebut membuat Ai teringat oleh mendiang kakaknya, Akemi Miyano.
Jodie terluka akibat ditembak Calvados, Conan pingsan karena jam biusnya sendiri, Ran diancam tembak oleh Vermouth. Di tengah kejadian tegang tersebut, tiba-tiba Shuichi Akai datang dari belakang! Sayang, Vermouth berhasil kabur dengan menyandera Conan.
Bisa dilihat, rentetan kejadian yang menegangkan inilah yang membuat arc ini menjadi favorit Penulis hingga kini.
Penutup
Bagi Penulis yang pada dasarnya suka cerita detektif, Detektif Conan telah menemani Penulis sejak kecil dan hingga kini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan tamat. Memang, ada banyak sekali hal yang bikin geleng-geleng kepala, seperti:
- Trik pembunuhan yang terasa ribet dan tidak masuk akal
- Motif pembunuhan yang “gitu doang?”
- Timeline yang tidak jelas seolah tidak maju-maju
- Inkonsistensi teknologi, di awal-awal teknologinya teknologi akhir 90-an atau awal 2000-an, sekarang malah pakai smartphone (dan Conan tetap saja kelas 1 SD!)
- Karakter yang terus bertambah, dan setiap ada yang baru, langsung muncul tiga orang untuk membiarkan Pembaca menebak-nebak siapa yang baik siapa yang jahat
Terlepas dari sederet kekurangannya, Penulis tetap menyukai Detektif Conan, sehingga memutuskan untuk membeli versi premiumnya. Hingga artikel ini ditulis, Penulis telah memiliki Volume 14 hingga 33.
Karena berangkatnya dari volume 21, Penulis membeli volume lainnya “maju dan mundur” secara urut. Jujur ada kekhawatiran Penulis akan kesulitan menemukan volume-volume awal, tapi biarlah, anggap saja sebagai “perburuan” harta karun.
Dengan demikian, saat ini ada lima seri komik yang sedang Penulis koleksi, yakni Naruto, Detektif Conan, Spy x Family, Dragon Ball Super, dan Dragon Ball Ultimate Edition. Apakah di masa depan daftar ini akan bertambah? Entahlah.
Lawang, 4 Agustus 2026, terinspirasi setelah melihat koleksi komik Detektif Conan-nya
Anime & Komik
Ai Haibara adalah Karakter Favorit Saya di Detective Conan
Sejak kecil, Penulis suka membaca komik, baik itu komik Jepang maupun Barat. Seperti yang sudah sering dibahas pada blog ini, favorit Penulis adalah Dragon Ball dan Naruto. Bahkan, sekarang Penulis kembali mengoleksi komik-komik tersebut.
Selain genre shounen, salah satu komik lain yang suka Penulis baca adalah Detective Conan. Sejak kecil, sudah banyak komiknya yang Penulis baca walaupun tidak yakin pernah membaca semuanya, mengingat hingga kini serinya masih berjalan hingga lebih dari 1.000 chapter.
Ketika komik Detective Conan merilis versi premiumnya, Penulis sempat terpikirkan untuk kembali mengoleksinya, mengingat koleksi Detective Conan Penulis banyak yang hilang dan rusak. Namun, wacana tersebut terganjal budget karena harga per komiknya cukup mahal.

Detective Conan Ai Haibara Selection

“Jalan tengah” muncul ketika Penulis berencana untuk membeli komik Naruto Bind Up Edition Vol. 1. Saat hendak mengambil komik tersebut, mata Penulis menemukan komik spesial Detective Conan Ai Haibara Selection.
Mengingat Ai Haibara merupakan salah satu karakter favorit Penulis di serial Detective Conan, Penulis pun memutuskan untuk membelinya. Apalagi, beberapa bulan setelah membeli volume pertamanya, volume keduanya juga rilis.
Jika di volume pertama lebih membahas perjalanan Ai Haibara sejak pertemuan pertama hingga memanasnya konflik dengan Organisasi Hitam, maka di volume kedua ini lebih membahas hubungan dan petualangan Ai dengan Kelompok Detektif Cilik.
Di kedua komik edisi spesial ini, selalu dilampirkan fakta-fakta seputar Ai secara ringkas, tapi menyeluruh. Hal ini sangat membantu Penulis untuk lebih mengenal karakter yang juga mengecil karena obat APTX 4869 ini.
Untuk kisahnya sendiri, sesuai judulnya, merupakan pilihan editor. Tentu saja cerita yang dipilih melibatkan Ai Haibara cukup banyak, bahkan terkadang ia seolah menggeser Conan Edogawa sebagai tokoh utamanya.
Karena sudah banyak membaca komik Detective Conan, mayoritas cerita yang ada di komik ini sudah pernah Penulis baca sebelumnya. Namun, justru hal tersebut menimbulkan efek nostalgia yang menyenangkan, karena memang sudah cukup lama Penulis tidak membacanya.
Sayangnya, ada beberapa arc yang cukup melibatkan Ai, tapi tidak disajikan secara lengkap. Contohnya adalah arc ketika Conan pertama kali dengan Vermouth, yang sejujurnya tetap menjadi salah satu cerita favorit Penulis di keseluruhan serinya.
Selain itu, Penulis juga masih menantikan cerita The Jet-Black Mystery Train yang hingga dua volume ini masih belum diperlihatkan. Bahkan di volume dua, cerita ini hanya di-mention singkat tanpa ada kisah utuhnya.
Penulis berharap jika ada Detective Conan Ai Haibara Selection volume tiga, kisah tersebut akan dimunculkan. Untuk sekarang, Penulis cukup puas dengan dua komik yang merangkum kisah Ai Haibara ini.
Mengapa Suka Ai Haibara?

Ada banyak hal yang membuat Penulis memfavoritkan karakter Ai Haibara, yang nama aslinya adalah Akemi Miyano. Pertama, mari kita bahas terlebih dahulu dengan masa lalunya yang cukup kelam dan misterius.
Ai awalnya merupakan ilmuwan yang bekerja untuk Organisasi Hitam, menggantikan peran orang tuanya yang juga ilmuwan, Atsuhi dan Elena Miyano, yang tewas karena “kecelakaan”. Selama di organisasi, ia memiliki codename Sherry.
Ai juga memiliki seorang kakak perempuan bernama Akemi Miyano, yang tewas di awal-awal cerita di tangan Gin. Conan sempat bertemu dengan Akemi di awal-awal cerita seri, tetapi ketika itu ia belum mengetahui hubungannya dengan Ai.
Kematian seluruh anggota keluarganya inilah yang memicu Ai untuk kabur dari organisasi, dengan menelan pil APTX 4869 seperti Conan. Sejak itu, ia harus hidup sebagai anak kecil dan menghadapi berbagai petualangan dengan Conan dan kawan-kawan.
Latar belakangnya yang seperti itu mungkin membuat Ai menjadi sosok yang bermulut tajam, cenderung dingin, dan sinis. Namun, ia juga seseorang yang dewasa dan mampu berpikiran tenang. Saat tidak ada Conan, kemampuan analisis Ai bisa cukup diandalkan.
Ai juga memiliki kemampuan yang cukup unik, yakni bisa merasakan hawa keberadaan anggota Organisasi Hitam. Kemampuan ini sangat berguna jika ada anggota organisasi yang menyamar, mengingat mereka memiliki Vermouth yang memang ahli di sana.
Walaupun begitu, Ai juga memiliki sisi manis yang jarang terungkap. Ia bisa menjadi fangirl yang sangat bucin ke pemain sepak bola Ryusuke Higo. Terkadang ia juga menunjukkan sisi pedulinya kepada para anggota Detektif Cilik, terutama dalam keadaan genting.
Di sisi lain, Conan juga sering menunjukkan kekhawatiran apabila tiba-tiba Ai menghilang, terutama khawatir jika Ai diculik oleh Organisasi Hitam. Jika Ai dalam keadaan genting, Conan pasti akan mati-matian menyelamatkannya, seperti yang terlihat pada film The Iron Submarine.
Kurang lebih itulah yang membuat Penulis memfavoritkan karakter Ai Haibara di serial Detective Conan, melebihi karakter-karakter menarik lainnya. Semoga saja di masa depan, akan lebih banyak hal lagi yang terungkap seputar dirinya.
Lawang, 26 November 2024, terinspirasi setelah membaca dua komik spesial Detective Conan yang khusus membahas Ai Haibara
Foto Featured Image: Alpha Coders
Anime & Komik
Saya Memutuskan untuk Mengoleksi Komik Naruto Bind Up Edition
Tak hanya Dragon Ball, Penulis juga tumbuh besar dengan seri Naruto. Bahkan, jumlah komik yang Penulis waktu kecil justru didominasi oleh manga karya Masashi Kishimoto ini, walau sempat berhenti beli karena telah membaca versi digitalnya.
Nah, belakangan ini, PT Elex Media Komputindo memutuskan untuk mencetak remake dalam bentuk Bind Up Edition. Singkatnya, ini adalah versi di mana dua komik dijadikan satu dan ukurannya pun diperbesar. Harganya per komik adalah Rp99 ribu.
Sempat menimbang-menimbang, akhirnya Penulis pun memutuskan untuk memulai mengoleksinya dari volume 1, terlepas telah memiliki beberapa komik versi aslinya. Penulis akan menjabarkan alasannya di bawah ini.

Perkenalan dengan Naruto

Awal Penulis mengenal Naruto sebenarnya cukup telat, yakni ketika duduk di bangku SMP. Penulis tahu karena teman-teman Penulis sering membicarakannya sehingga menjadi tertarik karena dunia ninja terdengar seru untuk diikuti.
Oleh karena itu, Penulis mencoba untuk mulai membeli komiknya. Di dekat rumah Penulis, kebetulan ada yang jual dengan harga murah. Waktu itu, Penulis belum paham kalau komik itu adalah komik bajakan karena kualitas gambarnya yang menyakitkan mata.
Tidak dari volume 1, Penulis langsung membeli volume 20 karena itu yang tersedia di rak. Tentu Penulis sempat bingung karena tahu-tahu ada seorang wanita menjadi seorang pemimpin desa dan karakter bernama Sasuke mengajak gelud Naruto.
Walau begitu, Penulis merasa kalau komik ini terasa seru dan membaca volume lanjutannya. Penulis masih bisa memahami kalau inti dari konfliknya adalah Sasuke yang ingin keluar desa demi mendapatkan kekuatan dari Orochimaru dan berusaha dicegah oleh Naruto dkk.
Sembari mengikuti arc tersebut, Penulis beberapa kali dijelaskan tentang awal mula cerita Naruto oleh temannya yang lebih dulu mengikutinya. Namun, tetap saja mengetahui ceritanya secara melompat-lompat membuat Penulis cukup kebingungan.
Penulis pun mencoba untuk membeli komik Naruto volume awal-awal. Anehnya, volume yang Penulis miliki terkesan acak, yakni volume 12, 15, 16, dan 17. Penulis tak ingat bagaimana bisa memilikinya, tapi komik-komik tersebut masih ada sampai sekarang.
Tak hanya itu, Penulis juga punya volume 1, 2, dan 4, karena dulu sempat berniat untuk mengoleksi komiknya secara lengkap. Namun, niat tersebut tak pernah kejadian karena waktu itu Penulis merasa lebih seru (dan lebih cepat) untuk mengikuti manga digitalnya saja.
Melengkapi Kepingan yang Hilang

Mungkin karena memiliki daya ingat yang cukup kuat, Penulis masih mengingat volume berapa saja yang pernah dimiliki. Antara volume 20 hingga 40, Penulis memiliki semua kecuali volume 22. Mulai dari volume 27, Penulis tak pernah lagi membeli komik bajakan.
Setelah volume 40, Penulis lebih sering membaca versi digitalnya. Satu-satunya komik Naruto yang Penulis miliki setelah volume tersebut adalah volume 46 dan 71. Karena konflik yang semakin memanas, Penulis pun semakin melupakan “masa lalu” Naruto di volume-volume awal.
Itulah salah satu alasan Penulis memutuskan untuk mengoleksi komik Naruto Bind Up Edition: karena ada banyak kisah Naruto yang belum pernah Penulis ketahui. Apalagi, Penulis hampir tidak pernah menonton serial animenya.
Kehadiran Bind Up Edition ini seolah menjadi momentum yang pas untuk melengkapi kepingan yang hilang seputar Naruto. Walau edisi ini benar-benar hanya menggabungkan dua volume menjadi satu, Penulis merasa tidak rugi untuk membelinya.
Apalagi, cerita-cerita yang dulu Penulis abaikan karena dirasa akan membosankan ternyata seru. “Chūnin Exams Arc” sejak awal ternyata sudah terasa seru. Penulis juga jadi mengetahui secara lengkap bagaimana Orochimaru meninggalkan segel di leher Sasuke.
Selain itu, dengan membaca secara runtun, alasan Sasuke memutuskan untuk meninggalkan desa dan pergi ke tempat Orochimaru menjadi masuk akal. Penulis akan membahas topik ini secara detail di tulisan lain.
Hal lain seputar Naruto yang baru Penulis ketahui setelah mulai mengoleksi Bind Up Edition adalah bagaimana pertemuan pertama Naruto dengan Jiraiya, bagaimana Gaara hampir mengakhiri karier ninja Rock Lee, dan masih banyak lagi lainnya.
Upaya Penebusan Dosa
Hingga artikel ini ditulis, sudah ada 10 volume yang dirilis. Artinya, seri ini telah sampai di komik Naruto pertama yang Penulis baca. Berhubung dulu membaca versi bajakannya, membaca versi aslinya dengan kualitas gambar yang bagus jelas memuaskan.
Selain itu, Penulis juga menganggap koleksi ini sebagai upaya “penebusan dosa” karena dulu membaca versi bajakannya. Waktu itu, dengan polosnya Penulis menganggap kalau memang ada versi murah dari sebuah komik, makanya kualitasnya jelek.
Dengan mulai mengoleksi dari awal, Penulis akan mendapatkan kesempatan untuk membaca komik Naruto tanpa terganggu gambar buram yang terkadang sangat sulit untuk dilihat. Apalagi, ukurang komik edisi Bind Up ini juga lebih besar.
Penulis tidak tahu apakah masih ada banyak komik bajakan yang dijual di pasaran. Semoga saja sudah tidak ada lagi pihak yang membajak komik, setidaknya secara fisik. Kalau secara daring, rasanya akan sangat sulit untuk mengendalikannya.
Sebagai tambahan, Penulis pun jadi merasakan kembali sensasi yang pernah dirasakan waktu kecil ketika menanti komik volume terbaru dirilis. Namun, mengingat lamanya komik Dragon Ball Super Vol. 20 rilis, rasanya Penulis harus benarn-benar ekstra sabar.
Lawang, 2 Oktober 2024, terinspirasi setelah mengoleksi komik Naruto Bind Up Edition
-
Permainan11 bulan agoKoleksi Board Game #30: Deception: Murder in Hong Kong
-
Fiksi11 bulan ago[REVIEW] Setelah Membaca A Midsummer’s Equation
-
Politik & Negara11 bulan agoKepada Tuan dan Puan yang Terhormat…
-
Olahraga11 bulan agoSudah Tak Tahu Lagi Apa yang Harus Diubah dari Tim Ini
-
Pengembangan Diri11 bulan agoMemahami Sumber Ketidakbahagiaan untuk Menemukan Kebahagiaan
-
Pengembangan Diri11 bulan agoJangan Menunggu Sempurna, Mulai Aja Dulu
-
Non-Fiksi11 bulan ago[REVIEW] Setelah Membaca Talking to My Daughter about the Economy
-
Olahraga9 bulan agoKita Selalu Senang Jika Ada Pembalap yang Raih Podium Perdana



You must be logged in to post a comment Login