Negeriku Orangnya Lucu-Lucu

Akhir-akhir ini, banyak pernyataan-pernyataan unik nan lucu yang dikeluarkan oleh pejabat publik kita. Mendengar mereka akan membuat kita merasa gemas dan ingin mengelus dada.

Penulis tidak tahu mengapa beberapa waktu terakhir ini banyak kejadian seperti itu. Di sini, Penulis akan mencoba merangkum beberapa bukti yang menunjukkan kalau negeri kita orangnya lucu-lucu.

Kumpulan Berita Lucu

Di antara semua berita, yang paling fenomenal tentu saja mengenai orang KPAI yang menyatakan bahwa seorang wanita yang berenang di kolam renang bisa hamil.

Sitti Hikmawatty (Jurnal Islam)

Kutipan secara kasarnya, orang KPAI tersebut berkata bahwa di dalam kolam renang bisa saja ada sperma laki-laki sange yang sangat kuat sehingga bisa masuk ke dalam ovarium wanita. Ketika ditelusuri, ternyata beliau mengambil sumber dari berita hoaks.

Hujatan dan cacian banyak sekali ia terima karena pernyataannya tersebut. Ujung-ujungnya, ia membuat klarifikasi dan meminta maaf atas apa yang telah ia ucapkan.

Nasi telah menjadi bubur, berita tersebut telah menyebar dengan cepatnya, bahkan masuk ke dalam situs 9gag. Penulis tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan orang KPAI itu sekarang.

Menjangkau Ranah Privasi (Rumah.com)

Ada yang lebih lucu? Ada, namanya RUU Ketahanan Keluarga. Banyak sekali campur tangan pemerintah dalam masalah ranjang, seperti melarang kakak adik beda kelamin untuk satu kamar hingga pengaturan peran istri.

Sedihnya, masalah kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak dibahas secara mendalam. Apakah masalah ini dianggap sepele oleh pemerintah sehingga tidak mendapatkan perhatian khusus? Bisa jadi.

Bahkan, ada wacana untuk mewajibkan suami dan istri untuk saling mencintai! Penulis tidak tahu apakah di negara lain ada Undang-Undang yang mengatur masalah percintaan masyarakatnya.

Muhadjir Effendy (Muhadjir Effendy)

Oh, ada satu lagi yang lucu. Menteri PMK, Muhadjir Effendy, mengusulkan adanya fatwa yang mewajibkan orang kaya menikahi orang miskin! Jelas hal ini mendapatkan banyak cibiran dan tawa.

Bicara soal menteri, Penulis jadi ingat pernyataan Menteri Kesehatan ketika ditanya mengenai melambungnya harga masker. Jawabannya, adalah salah kita kenapa membelinya!

Entah mengapa rasanya dari periode kemarin, menteri-menteri pilihan presiden kita banyak yang lucu kalau mengeluarkan komentar.

Bagaimana Kita Menyikapi Orang-Orang Lucu

Terlepas dari kontroversi ucapan-ucapan tersebut, Penulis meyakini bahwa mereka semua sebenarnya memiliki dasar ketika mengatakannya. Hanya saja, dasar yang digunakan kurang tepat dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Penulis sendiri memutuskan untuk memosisikan diri “cukup tahu” dan tidak berlebihan dalam merespon. Sudah banyak yang mem-bully¬†mereka, Penulis tidak perlu menambah-nambahinya.

Sama seperti dengan kasus munculnya kerajaan-kerajaan yang bombastis, jangan sampai sesuatu yang sebenarnya sepele mengalihkan perhatian kita terhadap kasus yang lebih besar dan penting.

Sepele gimana? Ini jelas bisa menimbulkan kesesatan berpikir dalam masyarakat!

Kalau seperti itu, sudah tugas kita untuk memberikan pengertian kepada orang-orang terdekat bahwa hal tersebut tidak benar. Hal ini wajib dilakukan, terutama yang memiliki anak atau saudara yang masih di bawah umur.

Kalau terkait RUU yang meresahkan, kita memang perlu untuk memberikan perhatian lebih. Jika ada yang tidak sesuai, kita memberikan kritik sesuai dengan kemampuan dan kapasitas kita.

Negeri kita memang memiliki banyak orang yang lucu-lucu. Apakah itu sebuah anugerah atau cobaan? Penulis serahkan jawabannya kepada pembaca sekalian.

 

 

Kebayoran Lama, 27 Februari 2020, terinspirasi setelah Ayu mengajak diskusi tentang wanita yang bisa hamil karena berenang di kolam renang

Foto: Quartz