Permainan
Koleksi Board Game #5: 7 Wonders (1st Edition)
Sebelum mendalami hobi board game, pada dasarnya Penulis merupakan penggemar TCG alias Trading Card Game. Beberapa yang pernah Penulis mainkan adalah Yu-Gi-Oh!, Duel Master, Pokemon TCG, Magic the Gathering, Hearthstone, dan lain-lainnya.
Oleh karena itu, ketika memulai hobi board game, tentu Penulis mulai mencari board game yang memiliki komponen utama berupa kartu. Setelah melakukan riset, Penulis pun merasa kalau 7 Wonders lumayan menarik untuk dimiliki.
Ketika mencarinya di Tokopedia, ternyata harganya cukup mahal. Untuk versi 2nd Edition yang baru, harganya mencapai Rp800 ribu. Penulis pun jadi merasa ragu-ragu untuk membelinya, mengingat komponen utama board game ini hanyalah kartu-kartu.
Untungnya, ketika sedang nongki di Nexus Cafe Surabaya yang merupakan board game cafe, ternyata tempat tersebut juga menjual beberapa board game second. 7 Wonders 1st Edition ada di dalam daftar board game yang dijual.
Penulis pun langsung membelinya karena board game tersebut hanya dijual setengah dari harga barunya, yakni Rp400 ribu saja. Sebagai “bonus”, kartu-kartu yang ada di dalamnya pun sudah dilengkapi dengan sleeves.
Detail Board Game
- Judul: 7 Wonders
- Desainer: Antoine Bauza
- Publisher: Repos Production
- Tahun Rilis: 2010
- Jumlah Pemain: 2 – 7 pemain
- Waktu Bermain: 30 menit
- Rating BGG: 7.7
- Tingkat Kesulitan: 2.32/5
Cara Bermain 7 Wonders (1st Edition)
Goal dari 7 Wonders sederhana saja, yakni menjadi pemain dengan poin tertinggi di akhir permainan. Caranya adalah dengan membangun “peradaban” dari kota yang kita miliki dengan menggunakan berbagai kartu yang jenisnya dibedakan berdasarkan warna.
- Cokelat: Raw Material, yang terdiri dari kayu, batu, mineral, dan tanah liat, digunakan sebagai material dalam permainan
- Abu-Abu, Manufactured Goods, yang terdiri dari kertas, tekstil, dan kaca, digunakan sebagai material dalam permainan juga
- Biru: Civilian Structures, digunakan untuk menambahkan Victory Points (VP)
- Hijau: Scientific Structures, digunakan untuk menambahkan VP tergantung dengan banyaknya kartu hijau di arena
- Kuning: Commercial Structure, digunakan untuk berbagai keperluan yang terkait dengan perekonomian kita, seperti menambah koin ataupun menurunkan harga trading
- Merah: Military Structures, digunakan untuk memperkuat posisi militer kita atas lawan di kiri-kanan dan mampu menambahkan VP jika militer kita lebih kuat dan mengurangi VP jika lebih lemah
- Ungu: Guilds, digunakan untuk menambah poin dengan beberapa kriteria yang spesifik
Sesuai dengan namanya, terdapat 7 peradaban yang bisa kita bangun yang dilambangkan dengan sebuah papan. Masing-masing papan memiliki dua sisi yang sama-sama bisa dimainkan. Semuanya terinspirasi dari Seven Wonders of the Ancient World.
Masing-masing peradaban memiliki Wonders-nya dan dengan efek yang berbeda-beda, yang membutuhkan material tertentu untuk bisa membangunnya. Ketujuh peradaban tersebut adalah:
- The Collosus of Rhodes
- The Hanging Gardens of Babylon
- The Lighthouse of Alexandria
- The Mausoleum at Halicarnassus
- The Pyramids of Giza
- The Statue of Zeus in Olympia
- The Temple of Artemis
Permainan akan dibagi menjadi tiga ronde, yang dilambangkan dengan angka romawi yang terdapat di belakang masing-masing kartu. Jumlah kartu yang dimainkan akan menyesuaikan dengan jumlah pemain yang ada.
Pemain masing-masing akan mendapatkan 7 kartu di awal ronde dan 3 koin sebagai modal awal. Di papan permainan masing-masing pemain, terdapat material bawaan yang bisa digunakan kapan saja beserta 2-4 Wonder yang bisa dibangun.
Dalam setiap ronde, kita akan memilih satu kartu yang ingin dipakai, lantas mengopernya ke pemain lawan di sebelah kita. Untuk putaran 1 dan 3 searah jarum jam, sedangkan putaran 2 sebaliknya. Hal ini dilakukan hingga kartu tangan hanya tersisa 1.
Setiap ronde berakhir, pemain akan mengecek apakah kemampuan militer yang dimiliki lebih tinggi daripada lawan di kanan-kirinya. Jika kalah -1, jika menang akan mendapatkan poin sesuai ronde (1=1, 2=3, 3=5), jika seri tidak mendapatkan apa-apa.
Pemain yang membutuhkan material untuk membangun sesuatu bisa melakukan transaksi kepada lawan di kanan-kirinya, di mana setiap material dihargai dua koin. Harga ini bisa lebih murah jika kita memiliki Commercial Structure tertentu.
Semakin jauh rondenya, semakin mahal kartu-kartu yang bisa dibangun karena membutuhkan material yang begitu banyak. Namun, beberapa kartu bisa dibangun secara gratis apabila kita telah memiliki kartu yang disyaratkan.
Pada akhir permainan, poin pun akan mulai dihitung satu per satu dari masing-masing elemen yang ada. Karena cukup banyak, Pembaca bisa menonton video tutorial yang ada di atas agar lebih jelas. Pemain dengan poin terbanyak akan menjadi pemenangnya.
Setelah Bermain 7 Wonders (1st Edition)

Sebagai penggemar TCG, tentu Penulis menikmati 7 Wonders. Meskipun terkesan sederhana, kemampuan drafting kartu yang tepat akan menentukan berapa banyak poin yang bisa kita dapatkan.
Ada banyak pilihan untuk bisa mendapatkan poin juga menjadi salah satu kekuatan utama board game yang satu ini, sehingga strateginya bisa menjadi bermacam-macam. Penulis sendiri paling sering berfokus mengembangkan Science Stuctures.
Desain board dan kartu-kartunya juga sangat keren (walau 2nd Edition punya desain yang lebih baik), apalagi bagi Penulis yang merupakan penggemar sejarah. Mungkin yang cukup disayangkan adalah kualitas koin dan token militernya yang B aja.
Selain itu, sebagai board game yang terinspirasi dari dunia kuno, 7 Wonders bisa dianggap terlalu “damai” karena pemain tidak bisa saling menyerang. Para pemain hanya berfokus pada peradaban mereka sendiri untuk mengumpulkan poin terbesar.
Terlepas dari kekurangannya, Penulis menyukai board game yang satu ini. Bahkan, Penulis sering memainkannya secara digital melalui Board Game Arena (BGA), di mana Penulis bisa bermain secara online melawan pemain-pemain dari berbagai belahan dunia.
Meskipun statusnya barang second, kualitas 7 Wonders yang Penulis miliki bisa dibilang tidak memiliki cacat. Selain sudah mendapatkan sleeves, box-nya pun juga telah diberi semacam wrapping plastik agar tidak mudah rusak atau kotor.
Penulis pun merasa kalau membeli board game second bukan keputusan yang buruk. Apalagi, sewaktu bermain board game di kafe tempat membeli 7 Wonders, ada satu yang berhasil mencuri perhatian karena konsep battle monster yang dimiliki: King of New York.
Selanjutnya -> King of New York
Lawang, 18 Mei 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game ini
Permainan
Koleksi Board Game #33: King of Tokyo: Duel
Selain membeli Splendor Duel sewaktu jalan-jalan ke Grand Indonesia (GI), Penulis juga membeli satu lagi board game bertema “duel” untuk dimainkan dua orang, yakni King of Tokyo: Duel. Sebenarnya, Penulis tidak berencana membelinya. Namun, karena terlihat menarik, Penulis memutuskan untuk membelinya sekalian.
Penulis tidak punya King of Tokyo versi besarnya, tapi punya King of New York yang Penulis beli second. Jadi, mekanisme dasarnya pun Penulis sudah mengerti, meskipun di sini ada sedikit perbedaan yang mudah untuk dipelajari.
Jika dibandingkan dengan Splendor Duel yang lebih “damai” karena hanya rebutan resource, King of Tokyo: Duel jelas lebih rusuh dan memang harus saling senggol antarpemain. Apalagi, cara untuk menangnya ada beberapa cara!
Detail Board Game King of Tokyo: Duel
- Judul: King of Tokyo Duel
- Desainer: Richard Garfield
- Publisher: IELLO
- Tahun Rilis: 2024
- Jumlah Pemain: 2 pemain
- Waktu Bermain: 20 menit
- Rating BGG: 7,1
- Tingkat Kesulitan: 2,08/5
- Harga: Rp350.000
Cara Bermain King of Tokyo: Duel

Mengingat King of Tokyo: Duel memiliki cukup banyak komponen permainan, Penulis akan coba bahas satu per satu secara umum. Tidak terlalu mendetail, tapi cukup untuk mendapatkan gambaran bagaimana permainannya berjalan.
Karakter-Karakter di King of Tokyo: Duel
Permainan dimulai dengan memilih karakter yang akan digunakan. Tidak ada cara tertentu untuk menentukan siapa yang memilih karakter duluan. Total, ada 6 karakter yang bisa dipilih oleh pemain, dengan masing-masing memiliki kemampuan yang unik.
Nah, ini salah satu hal yang membedakan King of Tokyo: Duel dengan versi orisinalnya, di mana karakternya tidak memiliki kemampuan spesial. Nyawa tiap karakter pun berbeda-beda. Keenam karakter yang bisa dipilih oleh pemain adalah:
- Gigazaur (Nyawa 14 | Kesulitan 1): Bisa menarik marker Fame maupun Destruction dengan menggunakan setidaknya dua dadu [!]
- Alienoid (Nyawa 14 | Kesulitan 1): Bisa menggunakan 2-3 dadu [!] untuk menjadi simbol dadu apa pun
- Space Penguin (Nyawa 13 | Kesulitan 2): Bisa menghasilkan token dadu untuk mendapatkan dadu tambahan untuk setiap dadu [!]
- Meka Dragon (Nyawa 12 | Kesulitan 2): Bisa mengalikan dadu Smash sebanyak jumlah dadu [!] yang muncul
- Cyber Kitty (Nyawa 13 | Kesulitan 3): Bisa menggunakan dadu [!] untuk mendapatkan cube untuk membeli kartu Power
- The King (Nyawa 15 | Kesulitan 3): Bisa menggunakan dua dadu [!] untuk meletakkan token Buzz yang akan menghambat pergerakan marker Fame maupun Destruction ke area lawan
Penjelasan Dadu King of Tokyo: Duel
Nah, mungkin Pembaca akan kebingungan membaca deskripsi kemampuan di atas, karena Penulis belum menjelaskan dadu yang digunakan di board game ini. Sama seperti versi orisinalnya, ada enam dadu utama yang digunakan tiap ronde, tapi mata dadunya sedikit berbeda.
Berikut penjelasan untuk setiap mata dadunya:
- Smash (bergambar cakar): Mengurangi nyawa lawan (satu serangan per dadu Smash)
- Heal (bergambar hati): Menambah nyawa kita sendiri (satu heal per dadu Heal)
- Energy (bergambar petir): Memberi kita satu cube Power yang bisa digunakan untuk membeli kartu Power (satu cube per dadu Energy)
- Fame (bergambar bintang): Untuk setiap tiga dadu Fame, gerakkan marker Fame di papan permainan sebanyak satu space ke arah kita
- Destruction (bergambar gedung hancur): Untuk setiap tiga dadu Destruction, gerakkan marker Destruction di papan permainan sebanyak satu space ke arah kita
- Special Power (bergambar tanda seru [!]_: Mengaktifkan kemampuan spesial karakter, seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya
Peraturan mengocok dadu pun sama seperti versi orisinalnya, di mana pemain memiliki kesempatan untuk melakukan reroll hingga dua kali untuk mengganti mata dadu yang tidak diinginkan. Ada dua dadu tambahan, yang bisa digunakan jika mengaktifkan efek kartu atau karakter tertentu.
Penjelasan Kartu Power King of Tokyo: Duel
Sekarang Penulis akan membahas tentang kartu Power. Di King of New York yang Penulis miliki, salah satu kesulitan dalam membeli kartu adalah harganya yang mahal. Apalagi kalau mau membuang semua pilihan kartu yang ada, harus membuang dua cube Power.
Mekanik tersebut sedikit diperbaiki di King of Tokyo: Duel. Pertama, jika tidak melakukan pembelian, kita otomatis mendapatkan satu tambahan cube. Kedua, kartu yang terletak di sebelah paling kanan (total 3 kartu yang bisa dibeli pemain) selalu lebih murah 1 cube.
Jenis kartunya pun masih sama, di mana dibagi menjadi Keep (aktif terus selama permainan berlangsung) dan Discard (hanya aktif sekali). Beberapa kartu memiliki simbol tertentu, yang akan mengaktifkan token untuk ditempatkan di papan permainan.
Cara Menang di King of Tokyo: Duel
Di King of New York, cara memenangkan permainan adalah dengan mengurangi semua nyawa pemain lain atau mencetak skor Fame hingga 20. Nah, kalau di King of Tokyo: Duel, ada tiga cara untuk menang, yakni:
- Nyawa lawan mencapai angka 0
- Kedua marker Fame maupun Destruction berada di Spotlight Zone kita (di papan akan ada bagian yang terlihat seperti disorot lampu)
- Salah satu antara marker Fame maupun Destruction berada di space Victory kita (space paling dekat dengan kita)
Jadi, pemain akan memulai permainan dengan memilih karakter, lalu mengocok dadu setiap giliran mereka, dengan kesempatan reroll hingga dua kali. Setelah itu, masing-masing akan mengandalkan strategi (dan tentunya keberuntungan) untuk bisa meraih kemenangan dengan salah satu cara di atas.
Setelah Bermain King of Tokyo: Duel

Bisa dibilang, King of Tokyo: Duel adalah board game yang mengusung mekanisme tug-of-war alias tarik tambang. Kedua pemain akan saling berusaha menarik marker untuk berada di wilayahnya, baik Fame maupun Destruction.
Tentu, ada sentuhan keberuntungan lemparan dadu yang sudah jadi ciri khas waralaba ini. Meskipun ada kesempatan reroll hingga dua kali, tetap saja kita tidak selalu berhasil mendapatkan mata dadu yang kita butuhkan.
Jika dibandingkan dengan King of New York maupun King of Tokyo versi aslinya, jelas King of Tokyo: Duel memiliki durasi bermain yang relatif cepat. Satu kali duel mungkin hanya butuh waktu 15 hingga 20 menit, sehingga pas dimainkan sembari menanti giliran main EA Sports FC 26.
Adanya cube Power gratisan dan pengurangan cost membuat pembelian kartu Power lebih terjangkau. Walau begitu, bisa dibilang kartu-kartu ini tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan. Masalah serupa juga Penulis temukan di King of New York.
Satu hal yang sangat Penulis sukai dari King of Tokyo: Duel adalah karakternya yang masing-masing memiliki kemampuan unik. Apalagi, skill mereka juga cukup overpowered sehingga pemilihan karakter bisa menentukan pemenang permainan.
Untuk harganya yang 300 ribuan, komponen-komponen yang dimiliki oleh board game ini terbilang solid. Baik papan permainan, token, papan karakter, piringan yang mengindikasikan nyawa kita, hingga dadu memiliki kualitas yang sepadan dengan harganya. Mungkin ketebalan kartunya saja yang menurut Penulis terlalu tipis.
Desain kartu, papan permainan, dan karakter-karakter yang bisa kita gunakan juga mempertahankan ciri khas dari waralaba ini. Penulis sendiri menyukai desain rulebook-nya yang mirip desain cover majalah.
Sepanjang permainan, Penulis merasakan tekanan dalam menentukan jalur strategi mana yang harus diambil untuk meraih kemenangan. Menarik marker ke wilayah kita tak semudah yang terlihat. Mau menghabisi nyawa lawan juga ada dadu Heal.
Namun, itulah salah satu faktor yang membuat board game ini terasa seru dan intens seperti bermain catur. Langkah demi langkah harus dipikirkan secara matang, sembari memantau strategi yang dipilih oleh lawan.
Sama seperti Splendor Duel, entah mengapa Penulis justru jarang menang ketika bermain King of Tokyo: Duel. Padahal, kan Penulis yang menjelaskan peraturannya kepada teman-teman Penulis.
Skor: 8/10
Setelah ini, rasanya board game yang satu ini akan jadi tulisan terpendek dalam seri Koleksi Board Game. Pasalnya, ini adalah permainan yang paling gampang penjelasannya dan semua orang bisa memainkannya dengan mudah. Kebetulan, Penulis juga membelinya di GI. Board game tersebut adalah Vendespil Memory Game.
Lawang, 2 Juni 2026, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri board game ini
Permainan
Koleksi Board Game #32: Splendor Duel
Dalam memilih board game, biasanya salah satu pertimbangan Penulis adalah seberapa banyak pemain yang bisa bermain dalam satu waktu. Jumlah ideal adalah antara tiga sampai enam pemain, karena biasanya sebanyak itu teman bermain Penulis.
Nah, tapi ada beberapa momen di mana Penulis merasa membutuhkan board game yang spesifik untuk dimainkan dua orang, seperti ketika menunggu giliran bermain EA Sports FC 26 misalnya atau memang lagi ingin main berdua dengan adik.
Oleh karena itu, Penulis jadi ingin mencoba untuk memiliki board game seperti itu, dan Splendor Duel jadi pilihan pertamanya. Kebetulan, waktu jalan-jalan ke Grand Indonesia, board game ini ada!
Detail Board Game Splendor Duel
- Judul: Splendor Duel
- Desainer: Marc Andrรฉ, Bruno Cathala
- Publisher: Space Cowboys
- Tahun Rilis: 2022
- Jumlah Pemain: 2 pemain
- Waktu Bermain: 30 menit
- Rating BGG: 7,9
- Tingkat Kesulitan: 2,01/5
- Harga: Rp390.000
Cara Bermain Splendor Duel
Sama seperti Splendor orisinal, Splendor Duel juga masih berkutat tentang pengumpulan “batu akik” alias Gem untuk meraih poin dalam jumlah tertentu. Batu akik ini akan digunakan untuk membeli kartu Jewel, yang bisa jadi resource tetap sekaligus sumber poin.
Di awal permainan, kita akan membuka tiga kartu level 3, empat kartu level 2, dan lima kartu level 1 (bukan semua lima kartu seperti Splendor orisinal). Setelah itu, letakkan papan permainan yang terdiri dari 25 kota, lalu isi dengan 25 batu akik secara acak mengikuti alur yang tertera di papan.
Sebagai pelengkap, letakkan 3 Privilege Scroll di dekat papan, lalu jejerkan 4 kartu Royal. Privilege Scroll digunakan untuk mengambil salah satu batu akik atau Pearl yang ada di papan. Artinya, kita mendapatkan satu token dalam satu giliran kita.
Bicara tentang Pearl, ini adalah jenis batu akik yang tidak ada di permainan aslinya. Fungsinya sama, karena beberapa kartu membutuhkannya. Hanya saja, jumlahnya terbatas (hanya ada dua), sehingga sering jadi rebutan.
Kita bisa menggunakan Privilege Scroll sebagai Optional Action di awal giliran kita. Selain itu, kita juga bisa mengisi ulang papan selama kantong batu akiknya tidak kosong. Jika pemain melakukan ini, maka lawan akan mendapatkan satu Privilege Scroll.
Nah, untuk Mandatory Action-nya, pemain harus melakukan satu dari ketiga aksi ini, yang sebenarnya masih sama seperti versi aslinya:
- Ambil 3 token Gem (batu akik)
- Ambil 1 token Gold dan 1 kartu Jewel untuk di-reserve
- Beli 1 kartu Jewel
Bedanya, kita tidak bisa sembarangan mengambil tokennya. Karena batu-batunya terpampang di papan berukuran 5×5, maka kita harus mengambil sesuai dengan posisinya.
Pemain hanya bisa mengambil tiga token yang terletak bersisian, entah itu horizontal, vertikal, bahkan diagonal. Pemain tidak boleh mengambil token Gold jika mengambil aksi ini. Selain itu, kalau yang bisa diambil hanya dua (atau bahkan satu), ya sudah, hanya itu yang bisa diambil.
Jumlah token maksimal yang bisa dimiliki pemain juga sama, yakni 10 token. Jika setelah mengambil token jumlah yang kita miliki lebih dari 10, maka kita harus mengembalikan kelebihannya ke kantong.
Peraturan tambahan adalah apabila ada pemain yang mengambil tiga token dengan warna yang sama atau mengambil dua Pearl sekaligus, maka lawan akan mendapatkan satu Privilege Scroll.
Untuk aturan pengambilan Gold dan kartu Jewel masih sama, di mana pemain maksimal memiliki tiga kartu Jewel yang bisa di-reserve. Token Gold bisa digunakan untuk menggantikan token lain dalam warna apa pun, termasuk Pearl.
Untuk pembelian kartu Jewel juga sama. Bedanya, ada beberapa kartu yang memiliki efek tambahan, yakni:
- Ambil satu putaran lagi
- Kartu Wild Card yang bisa jadi kartu Jewel mana pun (selama sudah punya satu kartu Jewel dari Gem tersebut)
- Mengambil 1 token Gem sesuai dengan yang dihasilkan kartu tersebut
- Ambil 1 Privilege atau curi punya lawan jika tidak ada yang tersisa
- Curi 1 Gem atan Pearl milik lawan, tidak boleh digunakan untuk mencuri Gold
Hal baru lain yang ada di Splendor Duel adalan Crowns. Beberapa kartu Jewel memiliki lambang Crown, di mana pemain yang bisa mendapatkan 3 dan 6 Crown akan mendapatkan satu Royal Card.
Untuk penentuan menangnya sendiri, ada tiga cara untuk bisa memenangkan Splendor Duel, yakni:
- Punya 20 poin atau lebih
- Punya 10 Crown atau lebih
- Punya 10 poin di kartu Gem dengan warna yang sama
Adanya variasi untuk menang ini membuat permainan lebih seru dan tidak tertebak, karena masing-masing pemain punya strategi sendiri untuk mengejar kemenangan.
Setelah Bermain Splendor Duel

Penulis pernah bermain Splendor, bahkan membeli versi digitalnya di Steam. Meskipun bisa dibilang minim unsur senggol-senggolan, Penulis menyukai beberapa unsur yang dimiliki oleh board game ini.
Pertama, manajemen sumber daya yang membuat kita harus berhitung bagaimana cara menggunakannya seefisien mungkin. Karena semakin tinggi nilai kartu semakin mahal, kita harus farming kartu murah dulu untuk mendapatkan infinity resource.
Kedua, meskipun Penulis bilang unsur senggol-senggolannya tipis, tetap saja rasanya kesal ketika kartu yang kita incar (dan sudah mengumpulkan resource-nya) ternyata malah diambil oleh orang lain.
Nah, kedua hal terebut berhasil dipertahankan oleh Splendor Duel. Meskipun mekanisme farming resource-nya berbeda, secara konsep masih sama. Apalagi, opsi pengambilan resource-nya lebih terbatas dan tidak sebebas Splendor orisinal.
Konsep untuk farming kartu murah juga masih sama, bahkan beberapa kartu memiliki efek tambahan yang membuat permainan menjadi lebih seru. Apalagi, ada beberapa cara untuk menang, tidak seperti Splendor orisinal yang hanya melalui 15 poin pertama.
Dari sisi batunya, adanya Pearl membuat permainan menjadi lebih sulit karena jumlahnya yang terbatas. Sepanjang Penulis bermain, keberadaan Pearl ini ternyata sangat krusial dan bisa menghambat permainan kita jika tidak memilikinya.
Hanya saja, Splendor Duel memiliki ukuran kartu yang lebih mungil dibandingkan versi orisinalnya. Hal ini menimbulkan perasaan kurang nyaman, walaupun memang jadi lebih hemat tempat.
Walau begitu, secara overall Penulis menikmati Splendor Duel sebagai board game yang santai, tapi tetap menguras otak. Board game ini juga sangat cocok untuk dimainkan dengan pasangan karena tidak terlalu rumit, meskipun bisa menimbulkan cekcok karena persaingan yang ketat.
Hanya saja dalam beberapa kali main, Penulis jarang menang dari lawan-lawannya entah apa alasannya.
Skor: 8/10
Sewaktu menemukan board game ini di Grand Indonesia, Penulis juga menemukan board game lain yang bertema “duel”. Setelah mempertimbangkan berkali-kali, Penulis memutuskan untuk sekalian membeli King of Tokyo Duel!
Lawang, 10 Maret 2026, terinpirasi setelah ingin melanjutkan seri board game ini
Permainan
Koleksi Board Game #31: Scrabble/Scrabble Together
Ketika mengoleksi sesuatu, kita tidak hanya mengincar barang-barang baru yang menarik perhatian. Terkadang, kita berburu barang-barang lama yang melekat pada memori kita, entah untuk nostalgia ataupun memenuhi inner child yang belum terpenuhi.
Begitu pun dalam mengoleksi board game. Penulis memulai koleksi ini dari membeli Monopoly, yang sejak kecil Penulis mainkan. Setelah itu, Penulis lebih sering membeli board game–board game baru yang lebih modern.
Nah, salah satu board game jadul yang telah lama Penulis incar adalah Scrabble, karena ketika kecil Penulis beberapa kali memainkannya. Untungnya ketika mampir ke Toys Kingdom, board game ini sedang diskon!
Detail Board Game Scrabble/Scrabble Together
- Judul: Scrabble/Scrabble Together
- Desainer: Alfred Mosher Butts
- Publisher: Mattel, Inc.
- Tahun Rilis: 2024
- Jumlah Pemain: 2-4 pemain
- Waktu Bermain: –
- Rating BGG: 7,1
- Tingkat Kesulitan: 2,00/5
- Harga: Rp339.900
Cara Bermain Scrabble/Scrabble Together
Rasanya Penulis tidak perlu terlalu banyak menjelaskan bagaimana cara bermain Scrabble, karena sepertinya sudah banyak yang tahu. Intinya adalah kita mendapatkan beberapa balok huruf (masing-masing pemain tujuh huruf) untuk dijadikan kata di papan permainan.
Permainan akan dimulai dengan meletakkan kata pertama di tengah papan permainan. Setelah itu, pemain harus merangkai kata dengan menggunakan huruf-huruf yang sudah ada di papan dan ditambah dengan huruf yang kita miliki.
Huruf-huruf hanya bisa diletakkan secara vertikal atau horizontal, tidak boleh secara diagonal. Di papan, ada beberapa multiplier apabila ada pemain yang bisa meletakkan huruf di atasnya. Ada tambahan 50 poin apabila berhasil menggunakan semua tujuh huruf yang dimiliki.
Permainan akan berakhir apabila sudah tidak ada pemain yang bisa meletakkan huruf di papan permainan. Proses scoring pun dilakukan dengan menjumlahkan semua poin kata berdasarkan angka yang ada di hurufnya beserta multiplier di bawahnya jika ada.
Varian Scrabble Together
Untuk versi Scrabble Together, perbedaannya ada di Goal Card, di mana ada quest yang harus diselesaikan oleh pemain. Karena ada kata “Together”, maka di versi ini semua pemain harus bekerja sama untuk menyelesaikan semua quest yang ada (total tiap permainan ada 20 Goal).
Dalam satu waktu, akan ada tiga Goal Card yang terpampang di sebelah papan permainan. Ketika ada satu atau lebih Goal Card yang telah selesai, maka akan di-refill dengan kartu selanjutnya. Untuk pemula, ada 20 kartu yang “ramah pemula” dengan quest yang lebih manusiawi mudah.
Selain itu, sistem scoring dari varian klasik dihilangkan dari versi ini. Fokus semua pemain adalah menyelesaikan semua quest yang terdapat pada Goal Card. Karena terlihat sulit, ada enam kartu bantuan yang bisa digunakan satu kali oleh siapapun.
Keenam kartu bantuan tersebut adalah Menyelesaikan Sebuah Kartu Bantuan, Menukar Huruf, Huruf Bantuan, Menggunakan Huruf Kosong, Mengulang Kartu Target, dan Menukar Huruf. Permainan berakhir apabila Goal Card berhasil diselesaikan semua atau sudah tidak ada kata lagi yang bisa diletakkan di permainan.
Setelah Bermain Scrabble/Scrabble Together

Yah, apa yang bisa dikomentar dari sebuah board game klasik yang hampir diketahui oleh banyak orang? Scrabble/Scrabble Together bisa dianggap sebagai cara Penulis untuk bernostalgia karena pernah memainkannya sewaktu masih kecil.
Tentu saja sebagai board game bahasa Inggris, pengetahuan vocabulary kita sangat penting, terutama ketika dihadapkan dengan huruf-huruf yang terbatas di hadapan kita. Selalu ada ambisi untuk membuat kata sepanjang mungkin dan menghindari kata pendek yang mainstream.
Tidak ada unsur senggol-senggolan, yang ada hanya adu vocabulary dan strategi penempatan huruf di papan agar bisa mendapatkan multiplier yang menggandakan skor kita. Jangan kaget kalau otak kita sampai ngebul karena dipakai berpikir terlalu keras.
Sayangnya, Penulis belum pernah mencoba bermain versi Scrabble Together-nya. Penulis hanya pernah bermain versi klasiknya bersama teman-teman, sehingga tidak bisa berkomentar banyak. Mungkin nanti tulisan ini akan Penulis update jika sudah mencobanya.
Dari sisi komponen, bisa dibilang biasa saja. Papannya termasuk tipis jika dibandingkan dengan Monopoly ataupun Chinatown. Tempat untuk menaruh balok hurufnya juga lumayan tipis. Kualitas kartu-kartu untuk Scrabble Together pun tergolong tipis.
Untuk replaybility-nya sendiri ya oke-oke saja jika sedang ingin bermain board game bahasa Inggris. Namun, tentu jangan berharap board game ini akan mampu memecahkan suasana, karena ini bukan tipe party game (kecuali party-nya di perpustakaan).
Skor: 6/10
Setelah membeli board game ini, ada jeda yang cukup panjang hingga Penulis membeli board game selanjutnya. Itu pun karena Penulis sedang berjalan-jalan di Grand Indonesia dan menemukan dua board game untuk dua pemain. Salah satunya adalah Splendor Duel!
Lawang, 4 Desember 2025, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri board game ini
-
Musik12 bulan agoMari Kita Bicarakan Carmen dan Hearts2Hearts
-
Politik & Negara12 bulan agoPemerintah Selalu Benar, yang Salah Selalu Rakyat
-
Sosial Budaya12 bulan agoBeda Artis Korea Selatan dan Indonesia Ketika Pemilu
-
Permainan9 bulan agoKoleksi Board Game #30: Deception: Murder in Hong Kong
-
Fiksi9 bulan ago[REVIEW] Setelah Membaca A Midsummer’s Equation
-
Politik & Negara9 bulan agoKepada Tuan dan Puan yang Terhormat…
-
Olahraga9 bulan agoSudah Tak Tahu Lagi Apa yang Harus Diubah dari Tim Ini
-
Pengembangan Diri9 bulan agoMemahami Sumber Ketidakbahagiaan untuk Menemukan Kebahagiaan




You must be logged in to post a comment Login