Connect with us

Anime & Komik

Makna Keluarga Ala Clannad After Story (Bagian 1)

Published

on

Clannad After Story (CAS) merupakan sekuel dari anime Clannad yang telah penulis bahas sebelumnya. Dibandingkan dengan seri pertamanya, anime ini memiliki jalan cerita yang lebih berbobot dan menguras emosi penontonnya.

CAS masih berpusat pada tokoh Tomoya dan Nagisa. Episode-episode awal dari CAS membahas tentang tiga tokoh yang pada seri pertamanya tidak terlalu banyak dibahas, yakni Mei SunoharaMisae Sagara dan Yukine Miyazawa.

Kisah Sanae telah penulis bahas pada tulisan sebelumnya, sehingga pada bagian ini penulis hanya akan menjelaskan tentang Mei dan Yukine. Inti dari kisah mereka sama-sama berhubungan dengan seorang kakak.

Kisah Mei dan Yukine

Pada bagian Mei, CAS menceritakan tentang keinginannya untuk bisa dekat dengan kakaknya, Youhei Sunohara, seperti dulu lagi. Mei bercerita bahwa kakaknya akan kembali seperti dulu apabila kakaknya kembali bermain sepakbola.

Untuk itu, Mei dibantu Tomoya dan Nagisa memohon kepada tim sepakbola sekolah untuk menerima kakaknya kembali. Mereka menolak karena dulu Youhei membuat keonaran di tim, hanya karena berusaha membela harga dirinya yang di-bully oleh kakak tingkatnya di tim sepakbola.

Mei Sunohara (youtube.com)

Setelah memohon beberapa kali, pada akhirnya tim sepakbola memberi kesempatan untuk Mei, dengan syarat mereka harus mau menjadi ball boy ketika mereka latihan. Setelah menyelesaikan tugasnya, mereka justru melanggar janji mereka dan mempermainkan Mei.

Di situlah Youhei tiba-tiba muncul dan berusaha melindungi Mei dengan menghajar semua anggota tim sepakbola (dibantu Tomoya). Setelah perkelahian tersebut, Youhei dan Tomoya saling berkelahi untuk mengungkapkan apa yang masing-masing dirasakan oleh satu sama lain.

Pada akhirnya, Youhei pun menyadari apa yang diinginkan oleh adik perempuannya.

Youhei dan Mei (imgur.com)

Selanjutnya, jalan cerita beralih ke Yukine Miyazawa. Siapa yang menyangka, Yukine yang begitu lembut dan baik kepada semua orang ternyata memiliki hubungan dengan geng-geng berandalan karena sang kakak, Kazuto Miyazawa, adalah seorang ketua geng.

Suatu hari, terjadi konfrontasi yang cukup serius sehingga kedua belah pihak memutuskan untuk mengakhirinya dengan perkelahian antar ketua. Karena Kazuto tidak bisa hadir, Youhei Sunohara menyamar menjadi dirinya.

Yukine Miyazawa (reddit.com)

Sayang, Youhei dan anggota geng lainnya harus pingsan ketika hari H karena makan roti buatan Sanae, sehingga Tomoya memutuskan untuk menggantikan posisinya untuk berkelahi. Meskipun terhitung anak bandel, tentu saja Tomoya kalah melawan ketua geng.

Di tengah-tengah pertarungan, muncullah Kazuto. Begitu lari menuju lawannya, ia langsung mendapatkan hantaman telak. Ternyata, yang dipukul oleh lawan adalah Yukine yang menggunakan pakaian kakaknya.

Dari peristiwa itulah terkuak bahwa Kazuto ternyata sudah meninggal. Rahasia ini ditutup rapat-rapat demi melindungi anggota geng lainnya. Pada akhirnya, kedua kubu memutuskan untuk berdamai dan mengunjungi makam Kazuto bersamaan.

Yukine di Pemakaman (theschoolstrees.blogspot.com)

Pernikahan Tomoya dan Nagisa

Nah, sekarang masuklah ke bagian inti dari CAS. Di saat waktu kelulusan hampir tiba, Nagisa kembali sakit. Hal tersebut membuatnya tidak bisa lulus karena jumlah absennya yang banyak. Sempat berniat ikut tinggal kelas, akhirnya Tomoya berhasil lulus dari sekolah.

Tomoya sempat bekerja sebentar di toko roti keluarga Nagisa, lalu mendapatkan pekerjaan sebagai teknisi listrik. Setelah mendapatkan pekerjaan, ia pindah ke sebuah apartemen murah agar bisa hidup lebih mandiri.

Di sisi lain, Nagisa harus menjalani tahun kelimanya di sekolah dengan teman yang lebih sedikit karena ia tidak satu kelas dengan Tomoyo ataupun Yukine. Selain itu, klub drama juga harus ditutup karena kekurangan anggota.

Tomoya dan Nagisa (loveinterest.wikia.com)

Tomoya bekerja begitu baik hingga ia ditawari untuk bekerja di tempat yang lebih baik. Sayang, tiba-tiba ayahnya masuk penjara, sehingga tawaran tersebut dibatalkan.

Hal ini membuat Tomoya begitu kesal hingga menyakiti diri sendiri dengan memukuli tembok. Nagisa berusaha menghentikan tindakan Tomoya tersebut dengan sekuat tenaga hingga Tomoya berhenti.

Di saat itulah, Tomoya melamar Nagisa untuk menikah dengannya.

Menikah Muda (fanpop.com)

Tentu, menunggu Nagisa lulus terlebih dahulu. Selain itu, ayah Nagisa juga tidak semudah itu melepaskan anaknya, sehingga Tomoya harus berhasil mengalahkan ayah Nagisa melalui pertandingan baseball. Setelah gagal beberapa kali, akhirnya Tomoya berhasil memukul bola lemparan ayah Nagisa.

Ketika Kebahagiaan Direnggut…

Setelah menikah, Nagisa pun pindah ke apartemen Tomoya. Untuk membantu kebutuhan rumah tangga, Nagisa bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe. Tak lama kemudian ketika berkunjung ke rumah orangtua Nagisa, Nagisa positif hamil.

Adegan ini cukup membuat penulis tertawa karena Nagisa dengan polosnya bercerita bahwa ia dan Tomoya sudah berhubungan seks karena mereka sudah menikah. Hal ini ia ungkapkan karena ayah Nagisa keheranan bagaimana Nagisa bisa hamil.

Nagisa Furukawa (youtube.com)

Nagisa ingin melahirkan di rumah, sehingga ibu Nagisa pun memperkenalkan seorang bidan yang juga temannya. Sebenarnya, mereka khawatir dengan kondisi fisik Nagisa yang begitu lemah untuk melahirkan, sehingga ada rencana untuk melakukan aborsi. Tentu Nagisa menolak hal tersebut, dan mau berkompromi untuk melahirkan di rumah sakit.

Ternyata Nagisa melahirkan lebih cepat dari waktu yang sudah diperkirakan. Ketika akan melahirkan, cuaca sedang begitu buruk dan salju membuat ambulan tidak bisa berjalan. Akhirnya Nagisa pun melahirkan anak perempuannya di rumah, sesuai keinginannya.

Akan tetapi, Nagisa harus mengorbankan nyawanya untuk itu…

Kematian Nagisa (rdissabertation.wordpress.com)

Penulis ingat, sewaktu melihat adegan ini, penulis menendang meja yang penulis pakai untuk menonton anime ini. Umpatan juga keluar dari mulut penulis berkali-kali, hingga akhirnya penulis berbaring di kasur untuk menenangkan diri.

Penulis bisa merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Tomoya, walaupun ia hanyalah sebuah karakter fiktif. Di saat kebahagiaan mulai ia rasakan setelah masa lalunya yang kelam, kebahagiaan tersebut diambil secara paksa dan mendadak.

Hal tersebut membuat ia depresi, dan menyerahkan anaknya yang bernama Ushio kepada Akio dan Sanae, orangtua Nagisa.

Hubungan Antara Ayah dan Anak

Adegan tersebut berhasil menguras emosi penulis, namun tidak sampai mengeluarkan air mata. Dua episode setelah itulah yang benar-benar berhasil membuat penulis menangis, pertama kali sepanjang penulis menonton anime.

Lima tahun setelah kematian Nagisa, Tomoya menjalani hidup dengan hampa. Ia melarikan diri ke rokok dan minum-minuman keras.

Untunglah, Sanae selaku mertuanya peduli dengannya. Ia menyusun rencana yang membuat Tomoya dan anaknya, Ushio, bisa berduaan dan menjadi dekat satu sama lain. Mereka berdua akhirnya pergi berdua ke suatu daerah di bagian utara Jepang.

Ushio Okazaki (zerochan.net)

Di sana, Tomoya bertemu dengan neneknya, ibu dari ayah yang ia benci setengah mati. Percakapan tersebut menyadarkan Tomoya bahwa ayahnya selama ini tidak seburuk seperti yang ia kira.

Ia memutuskan untuk mengajak Ushio tinggal bersamanya dan berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang telah ia buat (adegan pertama yang membuat penulis menangis).

Lantas di kereta ketika perjalanan pulang, Tomoya bercerita tentang istrinya ke anaknya, yang membuat ia harus mengenang Nagisa dan ia pun menangis dibuatnya (termasuk penulis).

Tomoya dan Ushio (youtube.com)

Kehidupan mereka berdua pun terlihat bahagia. Ushio bertemu dengan Fuko yang telah keluar dari rumah sakit (baca tulisan sebelumnya), Tomoya bertemu dengan Kyou yang menjadi guru TK di sekolah Ushio, dan lain sebagainya.

Kebahagiaan tersebut mulai tergerus ketika Ushio jatuh sakit, penyakit yang sama dengan ibunya. Sebulan lebih Ushio sakit tanpa ada tanda-tanda akan sembuh. Akan tetapi, Ushio memaksa Tomoya untuk mengajaknya piknik seperti saat pertama kali mereka keluar berdua.

Tomoya pun menuruti keinginan anaknya. Di tengah-tengah turunnya salju, Ushio jatuh dan menghembuskan nafas terakhir.

INI ANIME APA SIH KOK TOKOH UTAMANYA MENGALAMI HAL YANG PEDIH TERUS!!!

Kematian Ushio (youtube.com)

Kira-kira seperti itulah yang penulis pikirkan sewaktu melihat kematian Ushio. Penulis merasa sedih, jengkel, marah, pokoknya campur aduk. Jelas konflik yang dihadapi oleh Tomoya terlalu berat, dan penulis seolah bisa merasakan beban tersebut.

Akan tetapi, namanya juga anime, ada saja keajaiban-keajaiban yang terjadi.

 

Bersambung…

 

 

Kebayoran Lama, 8 Desember 2018, terinspirasi setelah menonton anime Clannad After Story

Foto: degrassi-wiki-ships.wikia.com

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Anime & Komik

Setelah Attack on Titan Tamat

Published

on

By

Manga yang hype-nya akhir-akhir ini tinggi, Attack on Titan (AoT), akhirnya menyelesaikan chapter terakhirnya di nomor 139. Meskipun sudah banyak beredar bocoran sebelum rilis, fans tetap saja menantikan bagaimana kisah Eren dan kawan-kawan berakhir.

Singkat cerita, manga ini harus berakhir dengan kematian Eren setelah Mikasa memenggal kepalanya. Peristiwa rumbling berhenti total dan para Titan hilang menjadi debu karena Ymir telah terbebas dari penderitaan cintanya ke Raja Fritz.

Fans sendiri terbagi menjadi kedua golongan: yang merasa puas dengan ending-nya dan yang merasa tidak puas dengan ending-nya. Penulis sendiri sebenarnya merasa biasa karena dirinya termasuk fans karbitan. Tapi jika disuruh memilih, mungkin Penulis akan lebih memilih opsi kedua.

HEAVY SPOILER ALERT!!!

Karakter-Karakter yang Selamat

Levi Dipastikan Hidup (Comic Book)

AoT terkenal karena ceritanya yang cukup kelam dan tidak ragu untuk membunuh tokoh-tokoh utamanya. Entah sudah berapa karakter yang membuat fans merasa kehilangan, mulai Erwin hingga Sasha.

Sayangnya, tokoh-tokoh utama (selain Eren) berhasil bertahan hidup. Mikasa, Armin, Levi (walau harus menjadi cacat seumur hidup) bertahan hidup hingga time jump tiga tahun di akhir manganya. Anak kesayangan Isayama, Reiner, juga masih hidup.

Penulis sendiri dari awal berharap Levi akan mati secara heroik di manga ini, mengingat gaya bertarungnya yang kerap mengabaikan keselamatannya sendiri. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi.

Selain itu, Jean, Connie, hingga Gabi yang sempat menjadi Titan pun kembali menjalani hidup seperti biasa. Bahkan, ada adegan di mana Gabi bersama Falco menemani Levi yang duduk di atas kursi roda, menandakan kalau mereka telah berdamai dengan keadaan.

Tentu yang membaca manga maupun menonton anime tahu betapa bencinya Gabi terhadap bangsa Eldian di Pulau Paradis. Penyusupannya ke pulau tersebut hingga melihat bagaimana bangsa yang ia benci berjuang mati-matian melindungi warga dunia nampaknya mengubah persepsinya.

Selain itu, kita bisa melihat beberapa karakter melihat bayangan teman-temannya yang sudah tewas. Levi melihat Hange, Erwin, dan beberapa pasukan pengintai lainnya. Jean dan Connie melihat Sasha tersenyum kepada mereka.

Setelah Rumbling

Rumbling (Otakuverse)

Berbeda dengan Armin yang bertahan di benua utama, Mikasa menghilang dari peristiwa rumbling agar bisa memakamkan Eren dengan layak di tempat favoritnya. Armin pun mengaku kalau dirinya lah yang telah membunuh Eren demi melindungi Mikasa dan Eren.

Setelah itu, Pulau Paradis yang telah mendengar peristiwa rumbling berakhir merasa takut akan ada balas dendam ke mereka. Dengan nama Jaeger Faction, mereka pun mempersiapkan diri untuk menghadapi perang lanjutan.

Hanya saja, Eren telah menghabisi 80% populasi sehingga umat manusia di luar pulau yang tersisa tidak memiliki kekuatan tempur yang memadai. Setelah tiga tahun berlangsung, tidak ada peperangan yang terjadi.

Armin dan kawan-kawan bahkan menjadi duta perdamaian antara kedua belah pihak. Dunia damai yang diharapkan oleh Eren pun (kemungkinan besar) telah tercapai.

Eren yang Tetap Abu-Abu

Tetap Abu-Abu (OKEGUYS.COM)

Penulis pernah menulis artikel Antara Eren, Thanos, dan Hitler yang membahas kesamaan genosida yang dilakukan oleh mereka bertiga. Waktu itu, Penulis mengatakan kalau Eren melakukan rumbling karena ingin melindungi orang-orang yang ada di dalam Pulau Paradis.

Waktu mengetahui Eren melakukan hal yang keji tersebut, banyak yang bertanya-tanya apa yang membuat Eren berubah menjadi tokoh antagonis di season terakhirnya? Jawaban pertanyaan tersebut terjawab di chapter terakhir.

Ternyata, Eren sempat berbicara dengan teman-teman baiknya sebelum mereka berperang melalui Path. Eren menghapus memori tersebut dari mereka dan mengembalikannya setelah kematian dirinya.

Dari sana, kita mengetahui kalau Eren mengambil langkah drastis dengan menghabisi 80% populasi dunia karena telah melihat masa depan ketika menyentuh tangan Historia.

Ia menyakiti perasaan Mikasa dan membuat dirinya dimusuhi oleh rekan-rekannya sendiri demi membuat mereka terlihat sebagai pahlawan. Eren menanggung beban dan dosa itu sendirian. Hal ini tentu saja membuat fans yang mendukung rumbling semakin mengidolakan Eren.

Bagi Penulis, apapun alasannya perbuatan genosida tetap tidak bisa dibenarkan. Oleh karena itu, Penulis menganggap Eren tetap abu-abu hingga akhir hayatnya.

Eren sempat mengatakan kalau dirinya sebenarnya tidak ingin mati dan hidup bahagia bersama teman-temannya. Sayang, penglihatannya di masa depan membuatnya harus mengubur impiannya tersebut.

Ymir yang Terlalu Bucin

Terlalu Bucin (Pinterest)

Alasan kenapa kekuatan Titan masih ada selama 2000 tahun terungkap di sini. Ymir selalu pemilik kekuatan Titan pertama ternyata masih terbelenggu dengan penderitaan cinta.

Ymir ternyata sangat mencintai Raja Fritz, orang yang telah menjadikannya budak dan membuat hidupnya menderita.

What?

Cerita perjuangan manusia bertahan hidup melawan Titan ternyata hanya dikarenakan satu orang yang begitu bucin ke satu orang? Dan bagaimana ia bisa cinta mati kepada orang yang membuatnya dikejar warga satu kampung hingga membuatnya memiliki kekuatan Titan?

Penulis sedikit merasa kesal dengan hal ini, sama seperti ketika Obito mengatakan kalau ia memulai Perang Dunia Ninja Keempat karena Kakashi gagal melindungi Rin. Hanya saja, kisah cinta Ymir dan Raja Fritz lebih susah diterima.

Lantas, Ymir bisa terbebas dari penderitaan tersebut setelah dua tahun ketika melihat Mikasa (yang bucin ke Eren) menebas leher orang yang dicintainya.

What?

Bahkan Eren sendiri tidak tahu mengapa hal tersebut bisa membebaskan Ymir. Apa jangan-jangan Isayama sendiri tidak tahu alasannya sehingga membuat fans berspekulasi sendiri?

Entah ya, Penulis memang fans karbitan, tapi rasanya roman picisan seperti ini kurang cocok untuk dijadikan konklusi cerita.

Akhir yang Terlalu Bahagia

Tetap Jadi Salah Satu Anime Terbaik (Aniraw! – We Share what we got)

Ada banyak teori fans yang terbantahkan, seperti Eren adalah ayah dari anak Historia, cerita AoT adalah looping yang tak terputus, bangsa Eldian di Pulau Paradis akan menjelajah keluar pulau, dan masih banyak lainnya. Di mana ada teori yang terbantahkan, di situ ada penggemar yang kecewa.

Penulis sepakat dengan beberapa fans yang menganggap ending dari AoT terlalu bahagia. Banyak yang berharap kalau manga ini akan memiliki sad ending yang menguras emosi. Memang benar Eren mati, tapi kematiannya diperlukan demi akhir yang bahagia.

Kekecewaan ini sama seperti ketika menamatkan manga The Promised Neverland. Cerita yang penuh perjuangan dan kelam harus berakhir dengan bahagia. Bukannya tidak senang karena karakter-karakter tersebut menjadi bahagia, tapi rasanya kurang pas dengan perjalanan ceritanya.

Banyak yang mengatakan kalau pengorbanan Eren menjadi sia-sia karena ending-nya. Meskipun kurang suka, Penulis merasa kalau pengorbanan Eren masih ada artinya. Ia membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk teman-teman berharganya. Ia membuat dunia terbebas dari kekuatan Titan.

Walaupun begitu, Attack on Titan tetap patut diapresiasi sebagai manga yang memiliki cerita luar biasa. Hajime Isayama selaku pengarangnya telah menyuguhkan kisah yang penuh plot twist dan tidak tertebak.

Setelah Attack on Titan tamat, manga apalagi yang akan membuat kehebohan seperti ini?

Lawang, 10 April 2021, terinspirasi setelah membaca manga Attack on Titan chapter 139

Foto: Wallpaper Cave

Continue Reading

Anime & Komik

Sukses Tanpa Privilege Ala Maito Gai

Published

on

By

Anime shounen (anime yang ditujukan untuk penonton remaja laki-laki) kerap mengangkat tema from zero to hero. Contoh yang paling gampang adalah Naruto.

Karakter utamanya, Naruto Uzumaki, digambarkan ketika kecil hidup sebatang kara dan tidak bisa apa-apa. Ia juga berkali-kali gagal dalam ujian kelulusan akademi.

Walaupun begitu, Naruto tidak menyerah. Singkat cerita, ia terus berlatih untuk mendapatkan kekuatan demi bisa meraih impian terbesarnya: menjadi seorang Hokage.

Apakah ia berhasil? Iya, Naruto berhasil menjadi seorang Hokage berkat kerja kerasnya.

Atau, apakah benar demikian?

Daftar Privilege Naruto Uzumaki

Punya Banyak Privilege (Medium)

Jika ditelisik lebih dalam, sebenarnya Naruto tidak 100% from zero to hero. Ia punya banyak sekali privilege untuk membuatnya bisa sehebat sekarang.

Tidak percaya? Coba saja lihat daftar keistimewaan yang dimiliki Naruto:

  • Anak dari Namikaze Minato, Hokage Keempat
  • Keturunan klan Uzumaki dari ibunya, klan yang terkenal karena memiliki cakra yang melimpah
  • Memiliki Kyuubi di dalam tubuhnya, meskipun butuh waktu untuk bisa menguasai kekuatannya
  • Diajar oleh guru dan murid ayahnya, Jiraiya dan Hatake Kakashi, yang merupakan ninja top markotop
  • Mendapatkan kekuatan dari Rikudou Sennin

Jika benar-benar mencari karakter di anime Naruto yang benar-benar from zero to hero, Penulis lebih memilih Maito Gai yang sangat menginspirasi.

Sukses Tanpa Privilege

Kuat Tanpa Usaha Keras Tanpa Privilege (Naruto Fandom)

Awalnya Maito Gai (atau Might Guy) merupakan salah satu karakter yang kerap diremehkan karena tingkah norak dan konyolnya. Apalagi, model rambutnya mirip anggota band The Changcuters.

Bisa dibilang, sejak lahir Gai tidak punya bakat menjadi seorang ninja. Bagaimana tidak, ia sama sekali tidak bisa menguasai ninjutsu maupun genjutsu.

Sama seperti Naruto, sewaktu kecil ia sering diremehkan dan beberapa kali ditolak masuk ke dalam akademi. Di-bully? Sering sekali.

Walaupun begitu, Gai tidak pernah menyerah. Ia ingin membuktikan bahwa seseorang bisa menjadi ninja meskipun tidak bisa menguasai ninjutsu dan genjutsu.

Berkat dorongan ayahnya yang juga kerap dicap sebagai ninja gagal, ia terus berusaha dan berlatih mati-matian demi menguasai taijutsu.

Waktu itu, ayah Kakashi yang bernama Hatake Sakumo berkata jangan pernah meremehkan Gai. Dengan ketekunan yang dimiliki, ia bisa saja menjadi ninja terhebat mengalahkan Kakashi.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=GU_RiAHR9aY[/embedyt]

Hhal tersebut terbukti dalam pertarungannya melawan Madara Uchiha. Bahkan, Madara yang kerap dijuluki dewa shinobi mengakui kehebatan Gai dengan melabelinya sebagai ninja pengguna taijutsu terkuat.

Penulis selalu merinding ketika menonton ulang pertarungan Gai melawan Madara tersebut. Walaupun lawannya setengah dewa, Gai berhasil membuat Madara kewalahan dan hampir saja memenangkan pertarungan.

Menurut Penulis, Gai Maito adalah contoh sempurna bagaimana kerja keras seseorang bisa membuat kita sukses meskipun minim privilege.

Penutup

Memang, Naruto pun juga memiliki jalan yang panjang dan latihan yang keras. Namun jika dibandingkan dengan Gai, Penulis jelas memilih perjuangan Gai yang benar-benar from zero to hero.

Karakter lain yang juga seperti Gai adalah muridnya sendiri, Rock Lee. Lee juga tidak bisa menguasai ninjutsu maupun genjutsu, hanya bisa berlatih mati-matian untuk menguasai taijutsu.

Dalam kehidupan nyata, sukses tanpa privilege memang susah, lebih susah dari orang yang sejak lahir telah memiliki privilege.

Hanya saja, jangan sampai hal tersebut menjadi alasan agar kita tidak berusaha mati-matian. Apapun hasilnya nanti, yang penting kita sudah berusaha keras untuk mencapainya.

Kita tidak bisa mengendalikan orang lain yang memiliki privilege, tapi kita bisa mengendalikan diri untuk bekerja keras seperti Maito Gai untuk meraih kesuksesan.

Lalu mana yang akan kita pilih, menyerah dengan keadaan atau berusaha sekeras mungkin?

 

NB: Mungkin karena kuatnya Gai inilah ia diceritakan sedang keluar desa ketika Pain menyerang desa Konoha

 

 

 

Lawang, 14 Desember 2020, terinspirasi setelah menonton banyak video pertarungan Gai melawan Madara di YouTube

Foto: Twitter

Continue Reading

Anime & Komik

Antara Eren, Thanos, dan Hitler

Published

on

By

Jika ditanya, siapakah karakter favorit Penulis di anime Attack on Titan? Jawabannya adalah tidak ada. Mungkin karena Penulis termasuk fans karbitan yang mulai mengikuti AoT ketika mau tamat.

Mikasa? Tidak, meskipun banyak yang menjadikannya sebagai waifu, menurut Penulis Mikasa terlalu bucin walau itu ada kaitan dengan klan Ackerman yang disandangnya.

Levi? Tidak juga, walau karakternya yang badass telah menjadi favorit banyak orang. Kekuatannya kerap dianggap overpowered karena mampu menghabisi banyak titan sendirian.

Armin? Tidak juga, walau Penulis kagum dengan kecerdasan yang dimiliki. Jika benar-benar harus memilih, mungkin Penulis justru akan memilih Sasha Braus yang polos dan menggemaskan.

Walaupun begitu, pada tulisan ini Penulis ingin menyoroti sang karakter utama, Eren Yeager, dan korelasinya dengan Thanos dan Hitler.

Genosida Demi Tujuan Baik

Zeke Yeager (Animehunch)

Pada awalnya Eren bekerja sama dengan kakak tirinya, Zeke Yeager, yang berencana untuk memandulkan semua keturunan Ymir Fritz. Rencana ini sering disebut sebagai euthanasia plan.

Sayangnya, Eren berkhianat karena ia punya rencana sendiri: memusnahkan semua umat manusia yang ada di luar Pulau Paradis.

Caranya adalah dengan mengaktifkan kekuatan Founding Titan untuk membangkitkan para Titan raksasa yang selama ini tersembunyi di dinding Pulau Paradis.

Para titan raksasa ini akan berjalan untuk menginjak-injak semua manusia yang ada di luar pulau (disebut sebagai rumbling).

Keputusan ini ia ambil demi kebebasan yang selama ini ia idamkan. Genosida umat manusia yang ada di luar Pulau Paradis ia anggap sebagai satu-satunya cara untuk meraih impian tersebut.

Thanos (Syfy)

Berbicara tentang genosida, tentu kita tidak akan bisa melupakan musuh utama di Marvel Cinematic Universe, Thanos. Ia berambisi untuk mengumpulkan keenam Infinity Stones untuk melenyapkan separuh makhluk hidup di alam semesta.

Tujuannya? Apakah demi kekuasaan? Tidak, ia ingin agar semesta selamat karena jumlah makhluk yang ada telah melebih kapasitas ketika sumber daya yang tersedia begitu terbatas.

Genosida yang dilakukan Thanos dilakukan secara acak tanpa memandang latar belakang korban. Harapannya, separuh makhluk hidup yang selamat akan menjalani hidup yang lebih baik lagi.

Adolf Hitler (Military.com)

Siapa lagi tokoh yang identik dengan genosida? Tentu saja diktaktor Jerman di era Perang Dunia II, Adolf Hitler. Selain melakukan invasi ke berbagai penjuru Eropa, ia juga melakukan pembunuhan massal ke orang-orang yahudi yang dikenal dengan sebutan holocaust.

Kali ini, Penulis tidak menemukan alasan “baik” dari genosida yang dilakukan oleh Hitler selain karena merasa ras Yahudi adalah ras rendahan dan tidak berguna. Selain itu, mereka juga dianggap sebagai biang keladi dari krisis yang dialami oleh Jerman setelah Perang Dunia I.

Mungkin sama seperti Eren, Hitler melakukan itu demi kebaikan bangsa asli Jerman untuk mendapatkan hidup yang lebih baik lagi.

Satu-Satunya Solusi?

Jika bicara tentang kemanusiaan dan hak asasi paling dasar, jelas genosida adalah tindakan biadab yang tidak akan diterima oleh siapapun yang masih memiliki hati nurani.

Menghilangkan satu nyawa saja dosanya sudah tidak terbayangkan, bagaimana dengan genosida yang begitu kejam? Bagaimana dengan pihak keluarga yang ditinggalkan, pasti akan meninggalkan bekas luka yang akan sulit hilang.

Walaupun begitu, hal ini tidak dirasakan oleh Eren, Thanos, dan Hitler. Genosida dianggap menjadi satu-satunya solusi untuk masalah yang mereka hadapi.

Jika mengesampingkan masalah kemanusiaan, sebenarnya apa yang ditawarkan Thanos masuk akal. Manusia dan makhluk hidup lainnya terus berkembang biak tanpa batas ketika sumber daya serba terbatas.

Ambil contoh Indonesia. Jumlah penduduknya sekitar 250 juta. Bayangkan jika separuhnya hilang, sumber daya yang digunakan dan beban negara berkurang setengahnya.

Bisa jadi tidak akan ada lagi orang yang kelaparan dan tidak punya tempat tinggal. Semua bisa hidup sejahtera selama tidak ada orang yang serakah.

Bagaimana jika genosida diberlakukan untuk orang-orang brengsek yang menyusahkan banyak orang? Koruptor misalnya, siapapun yang mencuri rakyat masuk ke dalam daftar orang yang akan dihabisi.

Imajinasi yang liar ini nampaknya disudahi sampai sini saja…

Penutup

Mau apapun alasannya, menurut Penulis, genosida yang dilakukan oleh Eren, Thanos, dan Hitler tidak bisa dibenarkan. Nyawa manusia bukan sesuatu yang bisa dilenyapkan begitu saja.

Untunglah genosida yang dilakukan oleh Eren dan Thanos hanya terjadi di dunia anime dan film, sedangkan kekejian Hitler telah terjadi di masa lampau.

Semoga saja di masa depan tidak ada tokoh yang ingin melakukan genosida demi “kebaikan bersama”.

 

 

Lawang, 30 Desember 2020, terinspirasi setelah mengetahui rencana Eren untuk melakukan rumbling

Foto: Amino Apps

Sumber Artikel: Voi

Continue Reading

Sedang Trending

Copyright © 2021 Whathefan