Connect with us

Anime & Komik

Demanding Fans ala Lycoris Recoil

Published

on

Gara-gara Hideo Kojima, Penulis jadi tertarik untuk menonton sebuah anime berjudul Lycoris Recoil. Apalagi, banyak yang bilang kalau anime ini bagus, bahkan ratingnya di situs MyAnimeList mencapai 8.27.

Setelah menontonnya sampai tamat, sejujurnya Penulis merasa biasa aja meskipun anime ini sempat terpilih sebagai anime terbaik pada musim gugur kemarin. Penulis jadi tidak percaya lagi dengan rekomendasi yang diberikan oleh Kojima.

Namun, Penulis menemukan sesuatu yang menarik setelah menonton Lycoris Recoil. Bukan karena plot cerita atau karakternya, tetapi karena para penontonnya yang terlihat terlalu banyak menuntut. SPOILER ALERT!!!

Sinopsis Singkat Lycoris Recoil

Lycoris Recoil memiliki latar belakang cerita di mana Tokyo, Jepang, menjadi kota yang aman tanpa kehadiran teroris. Penyebabnya adalah ada sebuah organisasi rahasia bernama Direct Attack (DA) yang memberantas para teroris secara diam-diam dan senyap.

DA memiliki pasukan khusus bernama Lycoris yang berisikan gadis-gadis muda yatim piatu dengan keterampilan tinggi. Yah, agak klise dan tidak memiliki alasan kuat kenapa harus seperti itu. Namanya juga anime.

Salah satu agen mereka adalah Takina Inoue. Dalam sebuah misi, ia membangkang perintah atasannya demi menyelamatkan rekan setimnya. Akibatnya, ia pun dimutasi ke sebuah cabang yang menyamar menjadi sebuah kafe bernama LycoReco.

Di sana, ia berkenalan dengan Chisato Nishikigi, salah satu agen andalan DA dengan kemampuan yang sangat hebat. Di sana, Takina juga berkenalan dengan anggota lain seperti Mika, Mizuki Nakahara, dan (nantinya) Kurumi.

Dari Kiri: Mizuki, Takina, Kurumi, Chisato, Mika (Reddit)

Takina dan Chisato memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Jika Takina serius dan dingin, maka Chisato adalah gadis yang ceria dan santai. Hal ini menjadi salah satu alasan Penulis tertarik menonton anime ini, karena novelnya memiliki konsep yang serupa.

Awalnya, Takina ingin berusaha secepat mungkin bisa kembali ke DA. Namun, ternyata Chisato justru sering mengerjakan hal-hal lain di luar misi DA. Bahkan, Chisato tak pernah membunuh lawannya karena menggunakan peluru spesial.

Melalui Chisato, Takina pun perlahan belajar kalau hidup ini tidak sekadar menyelesaikan misi dan memberantas kejahatan. Ada banyak hal lain di dunia yang selama ini terabaikan olehnya, dan Chisato berhasil “menuntun” Takina ke sana.

Apa Tuntutan Fans ke Lycoris Recoil?

Dari Awal Memang Agak Mencurigakan… (The Yuri Empire)

Lycoris Recoil merupakan anime orisinal dari A-1 Pictures. Dengan kata lain, anime ini tidak diadaptasi dari manga ataupun light novel seperti kebanyakan anime. Oleh karena itu, penontonnya pun tidak akan mendapatkan bocoran mengenai jalan ceritanya.

Untuk itu, tentu banyak spekulasi liar muncul di antara penonton. Salah satunya adalah prediksi kalau Chisato akan mati di akhir serial. Selain itu, ada sebuah “tuntutan” yang sering disuarakan oleh penonton dengan penuh amarah di media sosial.

Kebetulan, Penulis pernah membuat artikel yang membahas mengenai hal tersebut di tempat kerja. Pembaca bisa mampir ke tautan di bawah ini untuk mengetahui permasalahannya lebih detail:

Intinya, banyak penggemar yang marah karena ternyata hubungan Chisato dan Takina hanya sebatas bestie, bukan menjadi pasangan seperti yang mereka harapkan. Padahal, menurut mereka, selama ini Chisato dan Takina punya indikasi untuk mengarah ke sana.

Ada yang mengata-ngatai pembuat anime ini dengan bahasa yang kurang etis. Bahkan, ada penggemar yang sampai membawa-bawa ibu si pembuat anime. Ketika mengetahui hal ini, Penulis merasa heran kenapa bisa sampai segitunya.

Penggemar yang tidak puas dengan ending serial atau film yang ditonton sebenarnya hal yang lumrah. Hampir semua penggemar Game of Thrones tidak puas dengan ending-nya, mayoritas pengemar Marvel kecewa dengan serial She-Hulk: Attorney at Law.

Ungkapan Kekesalan Penggemar ke Game of Thrones yang Memburuk di Akhir Seri (Pinata Farms)

Namun, tuntutan penonton Lycoris Recoil bagi Penulis benar-benar berlebihan. Apalagi, sesuatu yang mereka tuntut tersebut bagi Penulis bukan sesuatu yang esensial dan tidak terlalu berpengaruh ke cerita.

Tanpa status “pasangan” antara Chisato dan Takina, alur ceritanya akan tetap begitu. Meskipun “cuma” bestie, Takina sebagai kawan pasti akan berusaha mati-matian menolong Chisato karena itu memang yang akan dilakukan oleh seorang kawan.

Beda dengan ketidakpuasan yang dimiliki oleh penggemar Game of Thrones, di mana ceritanya benar-benar buruk dengan konklusi yang payah. Penonton tidak menuntut yang aneh-aneh, mereka hanya ingin final season yang lebih proper.

Buktinya, banyak penonton lain, termasuk Penulis, yang merasa ceritanya fine-fine saja. Walaupun penuh dengan hal klise, setidaknya ceritanya masih bisa dinikmati. Penulis tetap menganggap anime ini B saja, tetapi masih layak tonton.

Kemungkinan besar, yang menuntut hal tersebut memang penggemar genre yuri. Kalau mau berprasangka buruk, mereka hanya ingin menjadikan Chisato dan Takina sebagai pemuas fantasi dan ego mereka sendiri.

Penutup

Secara garis besar, anime Lycoris yang bergenre action cukup menyenangkan untuk ditonton di kala santai. Namun, jangan harapkan akan ada plot twist yang mengejutkan atau adegan action yang bikin tegang. Semua standar saja, hingga hampir terasa hambar.

Penulis sedikit teringat dengan anime K-On! yang karakternya hampir semuanya perempuan. Anime ini pun begitu, di mana perempuan sangat mendominasi. Ada karakter laki-laki, tapi jadi antagonis atau sekadar pemeran pendukung.

Namun, melihat dinamika persahabatan antara Chisato dan Takina yang berbeda sifat menarik untuk disaksikan. Penulis jadi bisa lebih membayangkan kedua karakter novel Penulis yang juga memiliki konsep serupa.

Belum diketahui apakah Lycoris Recoil akan memiliki musim keduanya. Kalaupun ada, semoga para demanding fans tersebut bisa mengurangi tuntutannya dan berusaha menikmati ceritanya apa adanya.


Lawang, 4 November 2022, terinspirasi setelah mengetahui ada beberapa oknum yang memprotes akhir dari Lycoris Recoil

Foto: Chapteria

Anime & Komik

Bagaimana Mr. Satan (Benar-Benar) Menyelamatkan Dunia Dua Kali

Published

on

By

Di antara semua karakter yang ada di waralaba Dragon Ball, bisa dibilang karakter Mr. Satan (Hercule) menjadi salah satu yang paling dianggap tidak berguna, bahkan hingga dibenci. Karakternya yang tidak jujur, halu, dan culas menjadi beberapa faktor utamanya.

Bagaimana tidak, setelah kekalahan Cell di tangan Gohan, justru Mr. Satan yang mendapatkan kreditnya. Penduduk bumi, yang sejujurnya sangat tidak kritis (kalau tidak mau dibilang tolol) percaya saja dengan bualan-bualannya.

Ketidakbergunaan Mr. Satan pun tercermin dalam game Dragon Ball Budokai Tenkaichi 3, di mana karakternya menjadi salah satu yang paling tidak enak untuk digunakan. Bahkan, tak jarang pukulannya tidak menghasilkan damage sama sekali.

Namun, terlepas dari hal negatifnya tersebut, Mr. Satan harus diakui telah setidaknya dua kali membantu menyelamatkan dunia secara tidak langsung. Hal ini membuat statusnya yang dianggap sebagai pahlawan memang layak untuk disematkan.

Penyelamatan Dunia Pertama: Membawa Kepala Android 16 ke Gohan

Mr. Satan Membawa Kepala Android 16 (GameRant)

Kemunculan perdana Mr. Satan di waralaba Dragon Ball adalah ketika Cell Saga, tepatnya saat Cell menggelar turnamen Cell Games. Sebenarnya, invitasi yang disebar oleh Cell ditujukan untuk Goku dan kawan-kawan. Namun, Mr. Satan tiba-tiba muncul dari antah berantah.

Sebagai juara ke-24 turnamen bela diri Budokai Tenkaichi, Mr. Satan cukup besar kepala dan merasa mampu mengalahkan Cell dengan mudah. Bahkan, ia menjadi penantang pertama sebelum Goku naik ke atas ring.

Tentu saja pukulan yang diberikan oleh Mr. Satan sama sekali tidak menghasilkan damage ke Cell, yang akhirnya melontarkannya jauh hingga menabrak gunung. Ajaibnya, ia masih berhasil selamat dari serangan tersebut.

Cell Melempar Mr. Satan (Fandom)

Lantas, setelah Goku dan kawan-kawannya mulai bertarung dengan serius melawan Cell, Mr. Satan lebih banyak bersembunyi bersama reporter yang meliput turnamen tersebut dari awal. Mereka hanya menonton dari jauh saja, di mana Mr. Satan lebih bertindak sebagai komentator.

Peran Mr. Satan baru muncul ketika Android 16 gagal meledakkan dirinya bersama Cell. Kepalanya secara kebetulan terlempar ke arah Mr. Satan. Android 16 pun meminta bantuan Mr. Satan untuk membawa kepalanya tersebut ke hadapan Gohan yang terlihat tidak punya motivasi untuk bertarung.

Dengan “gagah berani,” Mr. Satan pun membawa kepala tersebut agar mendekat ke Gohan. Setelah mengucapkan beberapa kalimat ke Gohan, Cell menghancurkan kepala tersebut dan memicu perubahan Gohan menjadi Super Saiyan 2 yang legendaris.

Gohan Tidak akan Berubah Menjadi Super Saiyan 2 Tanpa Mr. Satan (CBR)

Jika Gohan tidak berubah menjadi Super Saiyan 2, mungkin bumi tidak akan pernah selamat. Karakter lain seperti Vegeta dan Trunks pun terlihat tidak berdaya ketika hanya berhadapan dengan Cell Jr.

Oleh karena itu, secara tidak langsung Mr. Satan pun membantu menyelamatkan dunia berkat keberaniannya membawa kepala Android 16 ke dekat Gohan. Hanya saja, ia mengambil semua kredit dan mengaku sebagai orang yang mengalahkan Cell.

Penyelamatan Dunia Kedua: Menyuruh Penduduk Bumi Memberikan Energi ke Goku

Mr. Satan Geram dengan Kelakuan Penduduk Bumi (Tumblr)

Berkat bualannya sebagai sosok yang mengalahkan Cell, Mr. Satan pun dalam sekejap menjadi pahlawan yang dielu-elukan oleh penduduk bumi. Ia menjadi bak selebriti yang popularitasnya begitu tinggi.

Lantas, muncullah turnamen Budokai Tenkaichi ke-25, di mana Mr. Satan adalah juara bertahannya. Bedanya, kali ini para Fighter Z seperti Vegeta dan Gohan akan ikut serta. Bahkan, Goku yang sudah meninggal saat Cell Saga pun akan berpartisipasi.

Namun, jelang turnamen tersebut, muncul Kaio-shin yang mengabarkan kalau penyihir jahat Babidy sedang berada di Bumi untuk membangkitkan monster jahat bernama Majin Buu. Turnamen tersebut pun menjadi kacau balau, tetapi Mr. Satan berhasil mempertahankan gelarnya berkat Android 18 yang berhasil memerasnya.

Mr. Satan yang Bersahabat dengan Majin Buu (CBR)

Pada akhirnya Majin Buu berhasil bangkit dan membuat kerusakan di dunia. Mr. Satan, yang menjadi harapan penduduk bumi, lantas datang ke kediaman Majin Buu untuk berusaha membunuhnya. Apa daya, semua cara yang ia lakukan sama sekali tidak memiliki dampak.

Untungnya, Majin Buu justru terlihat menyukai Mr. Satan dan tidak membunuhnya. Bahkan, ketika Mr. Satan menasehati Majin Buu untuk tidak membunuh lagi, nasehat tersebut dituruti begitu saja. Kedamaian pun seolah benar-benar dibawa oleh Mr. Satan.

Sayangnya, segerombolan penjahat tiba-tiba datang ke tempat Majin Buu dan menembak anjing peliharaannya dan Mr. Satan. Majin Buu yang sangat marah akhirnya melepas energi jahat yang menjadi sisi lain Buu. Majin Buu pun kalah, dan Buu jahat menjadi versi yang lebih sempurna (Super Buu).

Majin Buu vs Evil Buu (CBR)

Singkat cerita, banyak pihak yang berhadapan dengan Super Buu ini, mulai dari Gotenks (fusion dari Goten dan Trunks) hingga Ultimate Gohan. Namun, semua berhasil diserap oleh Buu dan membuatnya makin kuat.

Pada akhirnya, Goku dan Vegeta (yang dibangkitkan setelah kematiannya dalam upaya membunuh Majin Buu) melakukan fusion dan menjadi Vegito. Dengan mudah, Vegito mampu mengalahkan Super Buu, bahkan menyelamatkan mereka yang telah dihisap.

Tidak hanya itu, Vegeta yang melihat ada sosok Majin Buu di dalam tubuh Super Buu pun mencopotnya dari tubuh Buu. Hal tersebut membuat Super Buu kehilangan dirinya dan bertransformasi menjadi Kid Buu, varian Buu paling kuat.

Kid Buu (CBR)

Kid Buu yang tidak berperasaan tersebut pun langsung ingin menghancurkan bumi. Goku, yang ingin mengambil tubuh Gohan, Goten, Trunks, dan Picollo, melihat Mr. Satan dan Dende yang berada di dekat mereka. Tanpa pikir panjang, Goku pun menyelamatkan mereka berdua, tapi Gohan dan lainnya jadi tertinggal.

Pertarungan pun berpindah ke Dunia Kaio. Ada yang menarik di tengah-tengah pertarungan, di mana Kid Buu yang terlihat akan menyerang Mr. Satan tiba-tiba menghentikan serangannya. Ternyata, itu dikarenakan Majin Buu yang masih ada di dalam dirinya. Setelah itu, Kid Buu pun mengeluarkan Majin Buu dari dalam dirinya.

Pertarungan sengit pun terus terjadi. Vegeta sadar bahwa satu-satunya cara mengalahkan Kid Buu adalah dengan menggunakan Spirit Bomb dengan meminta bantuan energi dari seluruh penduduk bumi. King Kai yang mendengar ide ini pun menghubungkan Vegeta dengan penduduk bumi melalui telepati.

Super Spirit Bomb Berkat Bantuan Mr. Satan (YouTube)

Hanya saja, karena dasarnya Vegeta payah dalam hal public relation, hanya sedikit penduduk bumi yang memberikan energinya. Ketika Goku yang memohon pun masih sedikit yang berkenan memberikan energinya.

Geram dengan hal tersebut, Mr. Satan yang juga berada di Dunia Kaio pun berteriak dan memerintahkan semua penduduk bumi untuk memberikan energinya. Sontak saja, semua memercayai Mr. Satan dan memberikan energinya.

Goku pun berhasil memusnahkan Kid Buu berkat bantuan Mr. Satan. Sebagai tambahan, Mr. Satan juga dengan berani menggendong Vegeta agar tidak terkena serangan Spirit Bomb dari Goku. Bahkan, Goku pun mengakui kalau Mr. Satan benar-benar penyelamat dunia.

Penutup

Terlepas dari “jasanya” dalam menyelamatkan bumi dan sisi negatifnya yang membohongi hampir seluruh penduduk bumi, pada dasarnya Mr. Satan memang lebih kuat di atas rata-rata manusia biasa.

Selain memegang titel sebagai juara dunia Budokai Tenkaichi ke-24 (juara dunia ke-23 adalah Son Goku), Mr. Satan juga terbukti berhasil bertahan dari pukulan Cell dan Kid Buu tanpa mati. Ini menunjukkan daya tahannya yang luar biasa.

Mungkin jika dibandingkan dengan Krilin, Tien Shinhan, bahkan Yamcha sekalipun, kekuatan Mr. Satan tetap jauh di bawah mereka. Namun, harus diakui kalau peran Mr. Satan bisa jadi lebih besar dibandingkan karakter lain, terutama di “Cell Saga” dan “Buu Saga.”

Yang jelas, di balik sikapnya yang pandai membual, suka halu, dan tebal muka, Mr. Satan tetap harus diberi kredit sebagai sosok yang mampu diandalkan di saat-saat genting. Tanpa kehadirannya, cerita Dragon Ball mungkin tidak akan seperti yang kita ketahui sekarang.


Lawang, 24 Maret 2024, terinspirasi setelah menyadari betapa pentingnya peran Mr. Satan dalam anime Dragon Ball

Foto Featured Image: GameRant

Continue Reading

Anime & Komik

Terima Kasih, Akira Toriyama, Selamat Jalan

Published

on

By

Jumat (8/3) kemarin, mangaka yang menciptakan Dragon Ball, Akira Toriyama, menghembuskan napas terakhirnya di usia 68 tahun. Ia meninggal dunia akibat acute subdural hematoma, sejenis pendarahan di otak.

Hal ini tentu mengejutkan banyak pihak, apalagi Toriyama kerap disebut sebagai inspirasi dari banyak mangaka shounen modern seperti Masashi Kishimoto (Naruto) dan Eiichiro Oda (One Piece). Tentu saja, penggemar Dragon Ball seperti Penulis pun juga turut terkejut.

Oleh karena itu, dalam rangka mengenang Akira Toriyama yang karyanya Penulis begitu nikmati, Penulis ingin berbagi sedikit mengenai Dragon Ball, mulai dari awal pertemuannya hingga mengapa Penulis begitu menyukainya.

NB: Penulis akan lebih banyak membahas hingga Dragon Ball Z saja. Dragon Ball GT, Dragon Ball Super, Dragon Ball Heroes, hingga Dragon Ball Daima yang akan datang tidak akan banyak Penulis bahas

Dari Mana Penulis Mengenal Dragon Ball?

Salah Satu Adegan Awal di Dragon Ball (Rolling Stones)

Sejujurnya, Penulis sendiri tidak terlalu ingat dari mana dirinya bisa berkenalan dengan Dragon Ball. Bisa jadi awal mulanya dari tayangnya anime ini di Indosiar dan Animax, tapi bisa juga Penulis mengetahuinya dari komik, khususnya volume 17 yang dimiliki.

Penulis juga sempat bermain game Dragon Ball bergenre RPG yang sampai sekarang tidak pernah menemukannya lagi. Game tersebut hanya menceritakan “Saiyan Saga”, yang menjadi saga favorit Penulis, dan menyelipkan beberapa potongan animenya.

Penulis sempat mengikuti serinya secara rutin ketika tayang di Animax, itu pun hanya seri Dragon Ball saja. Baru ketika ada Dragon Ball Z Kai di Animax, Penulis mengikuti ceritanya, itu pun hanya sampai “Cell Saga” dan tidak nonton yang benar-benar lengkap.

Untuk skala yang lebih besar, Penulis mengetahui kisah-kisah Dragon Ball justru dari seri game Dragon Ball Z: Budokai Tenkaichi. Kebetulan, Penulis memainkan seri kedua dan ketiganya, bahkan terkadang masih main hingga sekarang melalui emulator.

Gara-gara game tersebut, Penulis juga jadi mengetahui kisah-kisah non-canon yang hanya muncul di filmnya, karena Penulis tidak pernah menonton film-filmnya. Kisah di Dragon Ball GT pun juga Penulis ketahui dari game ini.

Tidak hanya dari seri Budokai Tenkaichi, Penulis juga bermain Dragon Ball Sagas yang juga kerap menyelipkan potongan-potongan dari animenya. Apalagi, game ini juga lebih runtun dan jelas dalam menceritakan kisah Dragon Ball dibandingkan Budokai Tenkaichi.

Namun, dari semua penjabaran di atas, Penulis benar-benar tidak tahu media mana yang pertama dikonsumsi hingga membuatnya menjadi begitu suka Dragon Ball. Tahu-tahu sudah suka hingga sekarang, bahkan hingga mengoleksi action figure-nya.

Mengapa Suka Dragon Ball?

Penuh Adegan Fighting yang Seru (Pinterest)

Sebagai “sepuhnya” anime dan manga shounen, plot cerita yang dimiliki oleh Dragon Ball bisa dibilang lurus-lurus saja tanpa banyak plot twist, tidak seperti Naruto atau One Piece yang terkadang bisa membuat penggemarnya tercengang karena twist ceritanya.

Pada awalnya, Dragon Ball hanya berpusat pada pencarian ketujuh Dragon Ball yang bisa mengabulkan permintaan apapun. Dalam perjalanannya, musuh yang dihadapi pun bermacam-macam, mulai Emperor Pilaf hingga King Piccolo.

Lalu ketika berpindah ke Dragon Ball Z, cerita sudah tidak berkutat pada petualangan mencari Dragon Ball. Kali ini, Goku dan kawan-kawan harus menghadapi ancaman yang mengintai bumi, dan nantinya, alam semesta.

Tentu mereka selalu bertemu dengan lawan yang kuat, hingga para karakter utamanya akhirnya berhasil membuka kekuatan baru dan melampaui musuhnya tersebut sehingga dunia kembali aman.

Lawan yang muncul pun, secara kebetulan, tingkat kekuatannya secara bertahap. Diawali dari Raditz dan Vegeta, lalu bertemu dengan Frieza dan pasukannya, para Android dan Cell, hingga kebangkitan Buu di akhir cerita Dragon Ball Z.

Penulis sering membayangkan, bagaimana jadinya jika Buu bangkit ketika Goku baru saja menikah dan memiliki anak Gohan. Tentu Goku dan alam semesta tidak akan selamat, bahkan Frieza pun akan dengan mudah dikalahkan. Yah, namanya juga kebutuhan cerita.

Lantas, jika ceritanya monoton dan repetitif, mengapa Penulis begitu menyukainya? Ada beberapa alasannya, seperti memang telah mengikuti serialnya dari kecil, kerap memainkan game-nya, adegan fighting yang seru, karakter (dan transformasi) yang keren, dan lainnya.

Namun, rasanya yang paling berkesan dari Dragon Ball adalah bagaimana serial tersebut mampu menjadi pionir sebagai anime shounen dan bagaimana ia bisa bertahan selama puluhan tahun. Hingga saat ini, masih banyak penggemarnya di seluruh dunia, termasuk Penulis.

Dragon Ball kerap menjadi inspirasi banyak kreator lain. Selain yang sudah Penulis sebutkan di atas, coba saja tonton serial Gintama. Ada banyak adegan komedi yang terinspirasi dari Dragon Ball. Ingat, ini hanya contoh kecil dari seberapa besar pengaruh serial ini.

Siapa yang Menjadi Karakter Favorit?

Super Vegeta (Devianart)

Dalam tulisan lama di blog ini, Penulis telah menyebutkan kalau karakter favoritnya di Dragon Ball adalah Vegeta. Pangeran Saiyan ini adalah tipikal tsundere yang harga dirinya selangit. Ambisinya hanya berkutat pada ingin menjadi yang paling kuat di alam semesta. Hal tersebut bisa terlihat dari Saga utama Dragon Ball.

Di “Saiyan Saga” dan “Frieza Saga”, ia berambisi untuk menjadi abadi agar bisa terus bertarung. Di “Cell Saga”, ia membiarkan Cell untuk masuk ke mode Perfect-nya. Di “Buu Saga”, ia sengaja berubah menjadi Majin agar bisa mendapatkan kekuatan besar untuk mengalahkan Goku.

Character development-nya bisa dibilang salah satu yang terbaik di sepanjang serial. Berawal dari musuh yang menyerang bumi, Vegeta berubah sepanjang seri, dari sekutu hingga akhirnya menjadi family man di serial Dragon Ball Super.

Nama jurusnya pun bisa dibilang salah satu yang paling keren di antara karakter lainnya, mulai dari Big Bang Attack, Final Flash, hingga Final Shine Attack. Semua adalah tipikal serangan jarak jauh yang melontarkan energi.

Penulis bisa mengetahui banyak jurus Vegeta juga dari Budokai Tenkaichi 3. Kebetulan, Vegeta adalah salah satu karakter favoritnya untuk digunakan, terutama Super Vegeta dan Super Saiyan 4 Vegeta. Penulis sampai memiliki action figure keduanya dengan pose Final Flash.

Karakter lain yang kerap Penulis pilih dalam game tersebut adalah Burter yang lincah, Super Trunks yang bulky, Super Saiyan 4 Gogeta yang overpowered, dan Kid Buu yang juga sangat enak untuk digunakan.

Kalau ditanya tentang scene favoritnya, mungkin pertarungan perdana antara Goku dan Vegeta menjadi jawabannya. Selain melekat karena game Dragon Ball RPG yang sudah Penulis sebutkan di atas (karena menjadi klimaksnya), pertarungan tersebut juga bisa dibilang sangat ikonik.

Untuk adegan pertarungan lain, tentu saja Goku vs Frieza harus disebutkan karena itu adalah kali pertama Goku berubah menjadi Super Saiyan. Pertarungan final melawan Cell dan Buu juga seru, tapi tidak akan bisa mengalahkan pertarungan tersebut.

Selain itu, ada beberapa adegan minor yang juga Penulis suka, mulai dari Picollo yang mengorbankan diri untuk melindungi Gohan di “Saiyan Saga”, Tien Shinhan yang menahan Cell agar tidak bisa menangkap Android 18, hingga Vegeta yang akhirnya mengakui kalau Goku lebih kuat dari dirinya.

Penutup

Akira Toriyama memang sudah meninggalkan kita. Namun, legasinya Penulis yakin masih akan bertahan hingga nanti. Penulis pun kemungkinan besar akan mengenalkan serial ini ke anaknya nanti, memperlihatkan sebuah serial legendaris yang menginspirasi banyak orang.

Dragon Ball bukan hanya sekadar serial anime, bukan juga hanya sekadar tumpukan komik. Dragon Ball telah menjadi sebuah fenomena yang tidak bisa disamai oleh serial sejenis. Waralaba ini akan selalu punya tempat spesial di hati para penggemarnya.

Selamat jalan Akira Toriyama, terima kasih atas karyamu yang sudah menghibur dan menginspirasi Penulis.


Lawang, 10 Maret 2024, terinspirasi setelah mendengar berita kematian Akira Toriyama

Sumber Artikel: BBC

Continue Reading

Anime & Komik

Pemimpin Boneka ala Mizukage Keempat

Published

on

By

Serial Naruto memiliki banyak karakter dengan kisah yang tragis dan memilukan. Contoh paling mudah adalah Itachi Uchiha, yang menanggung beban berat dengan membantai seluruh anggota klannya (termasuk orang tuanya) demi kepentingan desanya.

Karakter utamanya, Naruto Uzumaki, juga memiliki masa lalu yang kelam di mana dirinya tinggal sebatang kara dan dimusuhi oleh semua orang karena menjadi jinchuriki (wadah) dari monster yang menyerang desa Konoha, Kyuubi.

Namun, Penulis menemukan ada satu tokoh yang kehidupannya juga lumayan tragis, tapi jarang disorot karena memang di manga hanya muncul sebentar. Ia adalah Yagura Karatachi, Mizukage Keempat Kirigakure.

Kehidupan Awal Yagura Sebagai Seorang Jinchuriki

Saat Berhadapan dengan Itachi (Fandom)

Seperti banyak jinchuriki lainnya, Yagura juga terpilih sejak usia muda. Setelah kematian Rin Nohara di tangan Kakashi, Kirigakure berhasil memiliki Sanbi atau Ekor Tiga, yang di manga kita pernah melihatnya dikalahkan oleh Deidara dan Tobi (Obito).

Berdasarkan cerita dari Zabuza Momochi, kita mengetahui kalau Kirigakure menerapkan sistem yang kejam pada sistem akademinya, di mana mereka harus saling membunuh satu sama lain agar bisa lulus. Itulah yang juga terjadi pada Yagura.

Yagura adalah shinobi yang berbakat, bahkan ia bisa mengendalikan bijuu yang disegel di dalam dirinya dan mampu menggunakan kekuatannya dengan kendali penuh. Ini jarang yang terjadi, bahkan Gaara ketika berhadapan dengan Naruto harus menghilangkan kesadarannya.

Dengan kemampuannya tersebut, tak heran jika ia berhasil menjadi Mizukage Keempat di Kirigakure. Ia memiliki misi mulia untuk mengubah citra kejam desanya dan menyatukan pulau-pulau yang ada di Negeri Air.

Ia juga berhasil menangkap bahkan membunuh shinobi jahat seperti Juzo dari Akatsuki, bahkan sempat menyudutkan Itachi. Dalam pertarungan, Yagura termasuk tipe yang straight to the point dan tak segan untuk membunuh lawannya.

Niat Merevolusi, Malah Jadi Boneka

Dikendalikan oleh Obito (Pinterest)

Sayangnya, revolusinya tersebut terhenti ketika ia bertemu dengan anggota Akatsuki lainnya, termasuk Obito Uchiha yang saat itu mengaku sebagai Madara Uchiha. Yagura pun dikendalikan oleh Obito menggunakan genjutsu dan menjadikannya sebagai boneka.

Alhasil, Obito pun secara tidak resmi memimpin Kirigakure dengan tubuh Yagura. Revolusi yang dicanangkan Yagura dihapuskan, dan kebijakan-kebijakan kejam kembali diberlakukan di desa tersebut.

Di bawah pengaruh Obito, Yagura justru jadi diingat karena mengeksploitasi uang dari kaum lemah dan tidak menerima adanya perbedaan pendapat (baca: otoriter). Istilah “Bloddy Mist” pun menjadi populer dan tersebar ke seluruh negara dan desa.

Obito juga membubarkan Tujuh Pendekar Ninja dari desa Kabut, yang membuat Zabuza melakukan kudeta yang sayangnya bisa digagalkan. Zabuza pun berhasil kabur, dan ditakdirkan untuk menjadi lawan pertama Naruto dan tim 7.

Selain sistem akademi yang telah disebutkan di atas, Obito juga mengeluarkan kebijakan untuk membantai siapapun yang membelot. Kisame Hoshikagi sangat mematuhi kebijakan ini, sehingga ia membunuh semua rekan timnya yang membelot.

Obito sangat memuji tindakan Kisame ini, hingga akhirnya ia menunjukkan jati dirinya. Kisame yang begitu terkesima melihat sosok di balik pemimpin boneka tersebut pun langsung bergabung dengan Akatsuki dan menjadi salah satu anggota yang paling loyal

Akhir Hidup Yagura

Yagura Saat Dibangkitkan di Perang Dunia Ninja Keempat (Fandom)

Berbagai kebijakan kejam yang keluar di era kepemimpinan Yagura membuat penduduk desa membuat kesimpulan kalau ada sosok yang memengaruhinya. Setelah bertahun-tahun dikuasai oleh Akatsuki, ia akhirnya terbebas dari genjutsu Obito setelah Ao menggunakan mata Byakugan-nya.

Sayangnya, efek genjutsu yang terlalu lama ternyata berdampak buruk bagi Yagura. Begitu terbebas, ia langsung merenggang nyawa. Ada juga kemungkinan karena Ekor Tiga diambil dari tubuhnya. Yang jelas, kematiannya terjadi tak lama sebelum ujian chunin gabungan di desa Konoha dimulai.

Namun, Yagura berhasil menyadarkan penduduk Kirigakure untuk meninggalkan segala legasi buruk dari pemimpin sebelumnya. Mizukage Kelima, Mei Terumi, menjadi sosok pertama yang berusaha melanjutkan usaha Yagura dan bisa dianggap lumayan berhasil.

Yagura memiliki seorang cucu bernama Kagura, yang menjadi penasehat Mizukage Keenam, Chojuro, di serial Boruto. Sayangnya, sisi kelam Yagura masih begitu menempel pada penduduk desa, sehingga Kagura kerap menerima kebencian atas apa yang tidak dilakukan oleh kakeknya.

Penutup

Kehidupan kelam yang harus dialami Yagura hingga harus menjadi pemimpin boneka memang tragis. Niat baiknya terhalang oleh kemunculan sosok yang ingin mengendalikan Kirigakure dengan tangan besi demi keuntungannya sendiri.

Citra Yagura pun menjadi buruk hingga akhir hayatnya, bahkan dampaknya hingga dirasakan oleh anak cucunya. Mungkin, tak semua penduduk desa mengetahui kisah sebenarnya, atau memang memilih untuk tidak peduli karena kebencian yang begitu kuat terhadap Kagura.


Lawang, 23 Agustus 2023, setelah membaca artikel mengenai tragisnya kehidupan seorang Mizukage Keempat

Foto Featured Image: Fandom

Sumber Artikel: GameRant, Fandom

Continue Reading

Facebook

Tag

Fanandi's Choice

Copyright © 2018 Whathefan