Pengalaman Menjadi Volunteer Asian Games (Interaksi dengan Wartawan)

Berada di departemen Media & Public Relations membuat penulis banyak berinteraksi dengan wartawan, baik lokal maupun dari luar negeri. Kesempatan untuk berbincang dengan mereka merupakan pengalaman yang begitu berharga bagi penulis, walaupun penulis tidak bisa berbicara dalam bahasa Jepang maupun Korea seperti yang rekan penulis lakukan.

Berbicara dengan Wartawan Asing

Perbincangan pertama yang cukup berarti adalah ketika penulis berbincang dengan wartawan dari Taiwan, yang sayang namanya penulis lupa. Ketika itu, kami berdua sedang menonton streaming salah satu pertandingan di stadion Patriot (posisi penulis sebagai helpdesk membuat penulis tidak bisa menonton pertandingan secara langsung).

Diawali pembicaraan ringan seputar pertandingan, wartawan tersebut dilanjutkan dengan pertanyaan seputar volunteer, termasuk alasan mengapa penulis mau bergabung menjadi bagian dari Asian Games. Yang mengejutkan adalah ketika secara tiba-tiba ia mengeluarkan ponselnya dan merekam jawaban penulis.

Dengan Wartawan Taiwan

Setelah “wawancara” berakhir, ia meminta nomer Whatsapp penulis. Entah nama penulis tercantum atau tidak di media Taiwan, tapi setidaknya rekan penulis bernama Evelyne berhasil masuk.

Ketika berbicara dengan wartawan Qatar, ia menyayangkan tentang tingkat keamanan di sekitar Senayan yang kurang ketat. Percakapan ini terjadi di kala penulis bertugas mengawasi latihan tim nasional Lao PDR di Lapangan ABC.

Percakapan yang menarik terjadi dengan seorang reporter bernama Billel Guiza. Kelahiran Aljazair, sekarang ia tinggal di Qatar dan telah bekerja di beIN SPORTS selama kurang lebih 10 tahun.

Lantas di mana menariknya? Billel Guiza pernah mewawancarai Christiano Ronaldo, Lionel Messi, Neymar, hingga lord Zlatan Ibrahimovic. Sebagai tambahan, ia juga pernah mewawancarai petinju terkaya di dunia, Floyd Mayweather.

Terkejut? Jika tidak percaya, bisa dicek di Instagram miliknya (@billel_guiza).

Instagram Milik Billel Guiza

Di antara semua pemain yang pernah ia wawancarai tersebut, Guiza mengatakan bahwa pemain yang paling ia favoritkan adalah Christiano Ronaldo karena ia memiliki attitude yang baik.

***

Tentu kami selaku volunteer dari departemen Media & Public Relations tidak boleh terlalu asyik berbicara dengan wartawan sehingga melalaikan kewajiban utama kami untuk membantu para wartawan. Setidaknya ada dua kejadian yang paling berkesan.

Laptop Milik Wartawan Bangladesh

Yang pertama adalah menolong wartawan Bangladesh yang laptopnya tidak bisa tersambung dengan internet. Setelah berdiskusi dengan volunteer dari divisi IT, kami sepakat bahwa permasalahan dari laptop ini adalah tidak terpasangnya driver WiFi.

Terdengar sederhana, padahal membutuhkan waktu lebih dari setengah jam untuk menemukan akar permasalahannya. Maka penulis mencari driver yang sesuai setelah melihat seri laptop Dellnya tersebut.

Mencari Driver Laptop Dell

Beberapa kali gagal, akhirnya penulis berhasil pada percobaan ketiga dan berteriak ALHAMDULILLAH, yang penulis lakukan karena mengetahui bahwa Bangladesh merupakan negara dengan mayoritas memeluk agama Islam, termasuk wartawan yang penulis bantu.

Ia pun mengucapkan terima kasih, dan penulis pun kembali ke pos penulis. Tidak lama berselang, wartawan Bangladesh tersebut kembali memanggil penulis.

Ternyata ia membutuhkan file pertandingan sepakbola negaranya dan streaming cabang olahraga kabbadi. Ini tidak bisa penulis berikan karena dari vidio.com selaku pemegang hak streamin pun tidak menyediakan kedua hal tersebut. Maka setelah “tersandera” cukup lama, penulis dengan menyesal tidak bisa membantu permintaan tersebut.

Barang Tertinggal Milik Wartawan Korea

Kejadian yang kedua adalah ketika membantu wartawan Korea Selatan bernama Kim Seong Ryong yang barang berharganya tertinggal di Grab. Yang membuat panik, si driver tidak bisa dihubungi sama sekali. Kejadian ini berlangsung sekitar jam tiga sore

Berhubung yang punya pulsa penulis, maka penulis lah yang memutuskan untuk menghubungi call center Grab, yang sialnya tidak bisa dihubungi dengan alasan sedang banyak menerima panggilan. Nah, ketika percobaan kesekian, penulis baru sadar bahwa penulis harus menekan beberapa angka agar dapat menghubungi call center.

Maka setelah tersambung, penulis segera berlari menuju Media Center (waktu itu penulis sedang ada sesi foto bersama, sehingga penulis kehilangan beberapa momen) dan bertanya kepada Kim tentang datanya untuk keperluan verifikasi, walau sebenarnya ia memesan dengan akun Grab milik temannya.

CS tersebut mengatakan akan segera menghubungi penulis apabila sudah dapat menghubungi driver tersebut. Penulis seharian menunggu adanya telepon masuk, Kim pun berulangkali menghampiri penulis untuk menanyakan kabar, hingga penulis memintanya mengunduh aplikasi Line agar penulis bisa memberi kabar secepatnya apabila penulis sudah mengetahui kabarnya.

Penulis dengan Wartawan Korea

Akhirnya sekitar pukul 20.30, penulis mendapatkan telepon dari Grab yang mengatakan telah berhasil menghubungi driver dan memberikan nomernya. Penulis pun segera menelepon nomer tersebut dan tersambung dengan si driver.

Awalnya, driver tersebut menolak mengantarkan tas yang tertinggal tersebut dengan alasan ia sudah off dari sore, alasan yang sama mengapa ia tak bisa dihubungi. Ia justru menyuruh wartawan Korea tersebut datang ke tempatnya, tentu penulis tolak karena merasa kasihan dengan orang asing yang sedang berada di tempat asing.

Driver tersebut pun akhirnya mengatakan bersedia untuk mengantar barang tersebut asal uang bensinnya diganti. Kim menyetujuinya dan setengah jam kemudian sampailah barang tersebut ke Stadion Patriot.

(Sebagai catatan tambahan, entah mengapa pulsa penulis sama sekali tidak berkurang ketika digunakan untuk menelepon driver tersebut, entah mengapa.

Penulis mengantar Kim dan kawannya hingga ke jalan raya. Mereka sangat berterima kasih kepada penulis dan mengatakan ingin memberikan sesuatu sebagai hadiah. Penulis katakan tidak usah dipikirkan, tapi jika ada semacam pin atau postcard yang berbau Korea bolehlah diberikan.

Kedua wartawan tersebut sibuk mencari barang yang bisa diberikan di dalam tasnya, dan pada akhirnya penulis mendapatkan kartu nama dari Kim. Tidak apa-apa, ini juga masih berbau Korea. Akhirnya pertemuan kami berakhir dengan foto bersama.

Hadiah dari Korea

***

Interaksi dengan Kim dan temannya tersebut merupakan penutup dari penugasan kami di Stadion Patriot. Namun masih ada satu “penutupan” lagi yang layak untuk dibagi. Tunggu tulisan berikutnya!

 

 

Lebak Gede, Bandung, 10 September 2018, terinspirasi setelah menjadi volunteer Asian Games 2018

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.