Permainan
Koleksi Board Game #2: Ticket to Ride: London
Ketika memutuskan untuk membeli Monopoly, ada unsur sentimentil di sana karena Penulis sering memainkannya sejak kecil. Sama sekali tidak ada niatan untuk mulai terjun ke hobi board game seperti sekarang.
Namun, seiring dengan seringnya Penulis bermain board game koleksi Mas Pandu, akhirnya muncul keinginan untuk membeli board game lain yang lebih tidak populer jika dibandingkan Monopoly. Tentu Penulis melakukan “riset” agar tidak salah membeli board game baru.
Pada akhirnya, Penulis memutuskan untuk membeli Ticket to Ride: London. Ada dua alasannya. Pertama, ada unsur London-nya. Kedua, harganya relatif masih terjangkau (300 ribuan) jika dibandingkan dengan versi aslinya yang hampir 900 ribu.
Detail Board Game
- Judul: Ticket to Ride: London
- Desainer: Alan R. Moon
- Publisher: Days of Wonder
- Tahun Rilis: 2019
- Jumlah Pemain: 2 – 4 pemain
- Waktu Bermain: 15 – 30 menit
- Rating BGG: 7.1
- Tingkat Kesulitan: 1.33/5
Cara Bermain Ticket to Ride: London
Ticket to Ride: London memiliki konsep permainan yang sama dengan Ticket to Ride, hanya ada sedikit perbedaan minor, ukuran peta yang lebih kecil, dan tentu saja ada unsur kota London yang kuat, termasuk kehadiran pion bus double decker yang London banget.
Objektif dari permainan ini adalah mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya, yang bisa didapatkan melalui berbagai cara. Penulis akan menjelaskannya nanti, setelah menjelaskan apa saja komponen yang dimiliki oleh board game ini.
Selain peta yang menggambarkan kota London (di mana ada sentuhan Sherlock Holmes yang Penulis sukai), ada 68 bus yang dibagi ke empat warna (masing-masing 17), 44 kartu transportasi, 20 kartu destinasi, dan 4 penanda skor untuk mempermudah tracking.
Bus yang ada digunakan untuk mengklaim rute yang ada di peta. Untuk bisa mengklaim rute, kita harus memiliki kartu transportasi dan menyesuaikan dengan warnanya. Jadi jika di peta mensyaratkan tiga kartu merah, maka kita harus memiliki (atau ditambah Wild Card).
Perlu diingat setiap rute yang diklaim akan menghasilkan poin. Semakin panjang, semakin banyak poin yang akan ditambahkan. Rute dengan satu atau dua bus akan bernilai sesuai dengan jumlahnya, sedangkan rute 3 bus akan bernilai 4 dan rute 4 bus akan bernilai 7.
Kartu rute adalah misi yang harus diselesaikan untuk mendapatkan poin tambahan. Jika tidak mampu menyelesaikannya, maka poin yang tertera di kartu tersebut akan mengurangi total poin kita. Jadi, kita harus cermat dalam memiliki rute yang ingin diselesaikan.
Di awal permainan, masing-masing pemain akan mendapatkan dua kartu transportasi dan dua kartu rute, yang bisa dikembalikan salah satu jika merasa terlalu sulit untuk diselesaikan. Setelah itu, pemain harus memilih satu di antara tiga pilihan aksi yang bisa diambil, yakni:
- Mengambil dua kartu transportasi atau satu jika mengambil Wild Card (bergambar bus)
- Mengambil dua kartu rute dan minimal menyimpan satu
- Mengklaim rute di peta jika memiliki kartu transportasi yang disyaratkan
Permainan akan terus berjalan hingga salah satu pemain hanya menyisakan dua bus saja. Setelah itu, perhitungan skor pun akan dilakukan dan pemain dengan skor tertinggi akan menjadi pemenangnya.
Selain dua cara di atas (dari jumlah bus dan kartu rute yang selesai), pemain yang mampu menyambungkan semua titik dengan angka yang sama (ada 1-5) juga akan mendapatkan tambahan poin sesuai dengan angka yang berhasil disambungkan tersebut
Jika di versi aslinya, pemain dengan rute terpanjang tanpa terputus akan mendapatkan tambahan 10 poin. Sayangnya, dalam rulebook tidak dijelaskan apakah peraturan tersebut juga berlaku di sini.
Setelah Bermain Ticket to Ride: London

Jika dibandingkan dengan Monopoly yang cenderung mengandalkan luck dan sangat terasa senggol-senggolannya, Ticket to Ride: London lebih memerlukan strategi dan kecermatan, bahkan terasa terlalu “damai”.
Walau secara logika kita bisa memblokir rute lawan, pada kenyataannya itu sangat sulit dilakukan karena kita tidak tahu rute mana yang dibutuhkan lawan untuk menyelesaikan kartu rutenya.
Selain itu, jika kita hanya berfokus untuk menutup jalan lawan, kita juga akan menjadi kesulitan untuk mengumpulkan poin untuk diri kita sendiri. Penulis pernah mencobanya, dan hasilnya bisa dibilang failed.
Memang masih ada unsur luck di dalam board game ini, mengingat kita tidak akan pernah tahu kartu transportasi apa yang akan muncul di sebelah peta. Hanya saja, memang game ini terasa kurang menarik bagi yang suka dengan genre push-your-luck.
Penulis pribadi cukup senang dengan board game ini. Namun, karena tidak ada teman mainnya, Penulis jadi lebih sering bermain Ticket to Ride versi digital yang bisa dimainkan secara gratis di Board Game Arena.
Setelah membeli board game ini dan melihat kurangnya antusiasme dari teman-teman, Penulis sempat berpikir untuk tidak lagi membeli board game lagi. Buat apa punya board game, tapi tidak ada yang mau memainkannya?
Namun, ada satu board game yang terus terngiang-ngiang. Penulis mengenalnya dari Pandu, lantas memainkan versi digitalnya juga. Harganya cukup mahal waktu itu, Rp860 ribu, alasan lain yang membuat Penulis ragu.
Pada akhirnya, Penulis memutuskan untuk membuatnya dulu melalui peralatan seadanya, dan mencoba memainkannya bersama teman terlebih dahulu. Penulis mendesain sendiri, menggunting sendiri, dan memanfaatkan komponen dari board game lain.
Ternyata, mereka menyukainya, sehingga Penulis memutuskan untuk membelinya, menjadikannya board game ketiga Penulis, sekaligus menjadi board game favorit Penulis: Catan.
Selanjutnya -> Catan
Lawang, 2 Maret 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game di blog ini
Permainan
Koleksi Board Game #33: King of Tokyo: Duel
Selain membeli Splendor Duel sewaktu jalan-jalan ke Grand Indonesia (GI), Penulis juga membeli satu lagi board game bertema “duel” untuk dimainkan dua orang, yakni King of Tokyo: Duel. Sebenarnya, Penulis tidak berencana membelinya. Namun, karena terlihat menarik, Penulis memutuskan untuk membelinya sekalian.
Penulis tidak punya King of Tokyo versi besarnya, tapi punya King of New York yang Penulis beli second. Jadi, mekanisme dasarnya pun Penulis sudah mengerti, meskipun di sini ada sedikit perbedaan yang mudah untuk dipelajari.
Jika dibandingkan dengan Splendor Duel yang lebih “damai” karena hanya rebutan resource, King of Tokyo: Duel jelas lebih rusuh dan memang harus saling senggol antarpemain. Apalagi, cara untuk menangnya ada beberapa cara!

Detail Board Game King of Tokyo: Duel
- Judul: King of Tokyo Duel
- Desainer: Richard Garfield
- Publisher: IELLO
- Tahun Rilis: 2024
- Jumlah Pemain: 2 pemain
- Waktu Bermain: 20 menit
- Rating BGG: 7,1
- Tingkat Kesulitan: 2,08/5
- Harga: Rp350.000
Cara Bermain King of Tokyo: Duel

Mengingat King of Tokyo: Duel memiliki cukup banyak komponen permainan, Penulis akan coba bahas satu per satu secara umum. Tidak terlalu mendetail, tapi cukup untuk mendapatkan gambaran bagaimana permainannya berjalan.
Karakter-Karakter di King of Tokyo: Duel
Permainan dimulai dengan memilih karakter yang akan digunakan. Tidak ada cara tertentu untuk menentukan siapa yang memilih karakter duluan. Total, ada 6 karakter yang bisa dipilih oleh pemain, dengan masing-masing memiliki kemampuan yang unik.
Nah, ini salah satu hal yang membedakan King of Tokyo: Duel dengan versi orisinalnya, di mana karakternya tidak memiliki kemampuan spesial. Nyawa tiap karakter pun berbeda-beda. Keenam karakter yang bisa dipilih oleh pemain adalah:
- Gigazaur (Nyawa 14 | Kesulitan 1): Bisa menarik marker Fame maupun Destruction dengan menggunakan setidaknya dua dadu [!]
- Alienoid (Nyawa 14 | Kesulitan 1): Bisa menggunakan 2-3 dadu [!] untuk menjadi simbol dadu apa pun
- Space Penguin (Nyawa 13 | Kesulitan 2): Bisa menghasilkan token dadu untuk mendapatkan dadu tambahan untuk setiap dadu [!]
- Meka Dragon (Nyawa 12 | Kesulitan 2): Bisa mengalikan dadu Smash sebanyak jumlah dadu [!] yang muncul
- Cyber Kitty (Nyawa 13 | Kesulitan 3): Bisa menggunakan dadu [!] untuk mendapatkan cube untuk membeli kartu Power
- The King (Nyawa 15 | Kesulitan 3): Bisa menggunakan dua dadu [!] untuk meletakkan token Buzz yang akan menghambat pergerakan marker Fame maupun Destruction ke area lawan
Penjelasan Dadu King of Tokyo: Duel
Nah, mungkin Pembaca akan kebingungan membaca deskripsi kemampuan di atas, karena Penulis belum menjelaskan dadu yang digunakan di board game ini. Sama seperti versi orisinalnya, ada enam dadu utama yang digunakan tiap ronde, tapi mata dadunya sedikit berbeda.
Berikut penjelasan untuk setiap mata dadunya:
- Smash (bergambar cakar): Mengurangi nyawa lawan (satu serangan per dadu Smash)
- Heal (bergambar hati): Menambah nyawa kita sendiri (satu heal per dadu Heal)
- Energy (bergambar petir): Memberi kita satu cube Power yang bisa digunakan untuk membeli kartu Power (satu cube per dadu Energy)
- Fame (bergambar bintang): Untuk setiap tiga dadu Fame, gerakkan marker Fame di papan permainan sebanyak satu space ke arah kita
- Destruction (bergambar gedung hancur): Untuk setiap tiga dadu Destruction, gerakkan marker Destruction di papan permainan sebanyak satu space ke arah kita
- Special Power (bergambar tanda seru [!]_: Mengaktifkan kemampuan spesial karakter, seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya
Peraturan mengocok dadu pun sama seperti versi orisinalnya, di mana pemain memiliki kesempatan untuk melakukan reroll hingga dua kali untuk mengganti mata dadu yang tidak diinginkan. Ada dua dadu tambahan, yang bisa digunakan jika mengaktifkan efek kartu atau karakter tertentu.
Penjelasan Kartu Power King of Tokyo: Duel
Sekarang Penulis akan membahas tentang kartu Power. Di King of New York yang Penulis miliki, salah satu kesulitan dalam membeli kartu adalah harganya yang mahal. Apalagi kalau mau membuang semua pilihan kartu yang ada, harus membuang dua cube Power.
Mekanik tersebut sedikit diperbaiki di King of Tokyo: Duel. Pertama, jika tidak melakukan pembelian, kita otomatis mendapatkan satu tambahan cube. Kedua, kartu yang terletak di sebelah paling kanan (total 3 kartu yang bisa dibeli pemain) selalu lebih murah 1 cube.
Jenis kartunya pun masih sama, di mana dibagi menjadi Keep (aktif terus selama permainan berlangsung) dan Discard (hanya aktif sekali). Beberapa kartu memiliki simbol tertentu, yang akan mengaktifkan token untuk ditempatkan di papan permainan.
Cara Menang di King of Tokyo: Duel
Di King of New York, cara memenangkan permainan adalah dengan mengurangi semua nyawa pemain lain atau mencetak skor Fame hingga 20. Nah, kalau di King of Tokyo: Duel, ada tiga cara untuk menang, yakni:
- Nyawa lawan mencapai angka 0
- Kedua marker Fame maupun Destruction berada di Spotlight Zone kita (di papan akan ada bagian yang terlihat seperti disorot lampu)
- Salah satu antara marker Fame maupun Destruction berada di space Victory kita (space paling dekat dengan kita)
Jadi, pemain akan memulai permainan dengan memilih karakter, lalu mengocok dadu setiap giliran mereka, dengan kesempatan reroll hingga dua kali. Setelah itu, masing-masing akan mengandalkan strategi (dan tentunya keberuntungan) untuk bisa meraih kemenangan dengan salah satu cara di atas.
Setelah Bermain King of Tokyo: Duel

Bisa dibilang, King of Tokyo: Duel adalah board game yang mengusung mekanisme tug-of-war alias tarik tambang. Kedua pemain akan saling berusaha menarik marker untuk berada di wilayahnya, baik Fame maupun Destruction.
Tentu, ada sentuhan keberuntungan lemparan dadu yang sudah jadi ciri khas waralaba ini. Meskipun ada kesempatan reroll hingga dua kali, tetap saja kita tidak selalu berhasil mendapatkan mata dadu yang kita butuhkan.
Jika dibandingkan dengan King of New York maupun King of Tokyo versi aslinya, jelas King of Tokyo: Duel memiliki durasi bermain yang relatif cepat. Satu kali duel mungkin hanya butuh waktu 15 hingga 20 menit, sehingga pas dimainkan sembari menanti giliran main EA Sports FC 26.
Adanya cube Power gratisan dan pengurangan cost membuat pembelian kartu Power lebih terjangkau. Walau begitu, bisa dibilang kartu-kartu ini tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan. Masalah serupa juga Penulis temukan di King of New York.
Satu hal yang sangat Penulis sukai dari King of Tokyo: Duel adalah karakternya yang masing-masing memiliki kemampuan unik. Apalagi, skill mereka juga cukup overpowered sehingga pemilihan karakter bisa menentukan pemenang permainan.
Untuk harganya yang 300 ribuan, komponen-komponen yang dimiliki oleh board game ini terbilang solid. Baik papan permainan, token, papan karakter, piringan yang mengindikasikan nyawa kita, hingga dadu memiliki kualitas yang sepadan dengan harganya. Mungkin ketebalan kartunya saja yang menurut Penulis terlalu tipis.
Desain kartu, papan permainan, dan karakter-karakter yang bisa kita gunakan juga mempertahankan ciri khas dari waralaba ini. Penulis sendiri menyukai desain rulebook-nya yang mirip desain cover majalah.
Sepanjang permainan, Penulis merasakan tekanan dalam menentukan jalur strategi mana yang harus diambil untuk meraih kemenangan. Menarik marker ke wilayah kita tak semudah yang terlihat. Mau menghabisi nyawa lawan juga ada dadu Heal.
Namun, itulah salah satu faktor yang membuat board game ini terasa seru dan intens seperti bermain catur. Langkah demi langkah harus dipikirkan secara matang, sembari memantau strategi yang dipilih oleh lawan.
Sama seperti Splendor Duel, entah mengapa Penulis justru jarang menang ketika bermain King of Tokyo: Duel. Padahal, kan Penulis yang menjelaskan peraturannya kepada teman-teman Penulis.
Skor: 8/10
Setelah ini, rasanya board game yang satu ini akan jadi tulisan terpendek dalam seri Koleksi Board Game. Pasalnya, ini adalah permainan yang paling gampang penjelasannya dan semua orang bisa memainkannya dengan mudah. Kebetulan, Penulis juga membelinya di GI. Board game tersebut adalah Vendespil Memory Game.
Lawang, 2 Juni 2026, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri board game ini
Permainan
Koleksi Board Game #32: Splendor Duel
Dalam memilih board game, biasanya salah satu pertimbangan Penulis adalah seberapa banyak pemain yang bisa bermain dalam satu waktu. Jumlah ideal adalah antara tiga sampai enam pemain, karena biasanya sebanyak itu teman bermain Penulis.
Nah, tapi ada beberapa momen di mana Penulis merasa membutuhkan board game yang spesifik untuk dimainkan dua orang, seperti ketika menunggu giliran bermain EA Sports FC 26 misalnya atau memang lagi ingin main berdua dengan adik.
Oleh karena itu, Penulis jadi ingin mencoba untuk memiliki board game seperti itu, dan Splendor Duel jadi pilihan pertamanya. Kebetulan, waktu jalan-jalan ke Grand Indonesia, board game ini ada!

Detail Board Game Splendor Duel
- Judul: Splendor Duel
- Desainer: Marc Andrรฉ, Bruno Cathala
- Publisher: Space Cowboys
- Tahun Rilis: 2022
- Jumlah Pemain: 2 pemain
- Waktu Bermain: 30 menit
- Rating BGG: 7,9
- Tingkat Kesulitan: 2,01/5
- Harga: Rp390.000
Cara Bermain Splendor Duel
Sama seperti Splendor orisinal, Splendor Duel juga masih berkutat tentang pengumpulan “batu akik” alias Gem untuk meraih poin dalam jumlah tertentu. Batu akik ini akan digunakan untuk membeli kartu Jewel, yang bisa jadi resource tetap sekaligus sumber poin.
Di awal permainan, kita akan membuka tiga kartu level 3, empat kartu level 2, dan lima kartu level 1 (bukan semua lima kartu seperti Splendor orisinal). Setelah itu, letakkan papan permainan yang terdiri dari 25 kota, lalu isi dengan 25 batu akik secara acak mengikuti alur yang tertera di papan.
Sebagai pelengkap, letakkan 3 Privilege Scroll di dekat papan, lalu jejerkan 4 kartu Royal. Privilege Scroll digunakan untuk mengambil salah satu batu akik atau Pearl yang ada di papan. Artinya, kita mendapatkan satu token dalam satu giliran kita.
Bicara tentang Pearl, ini adalah jenis batu akik yang tidak ada di permainan aslinya. Fungsinya sama, karena beberapa kartu membutuhkannya. Hanya saja, jumlahnya terbatas (hanya ada dua), sehingga sering jadi rebutan.
Kita bisa menggunakan Privilege Scroll sebagai Optional Action di awal giliran kita. Selain itu, kita juga bisa mengisi ulang papan selama kantong batu akiknya tidak kosong. Jika pemain melakukan ini, maka lawan akan mendapatkan satu Privilege Scroll.
Nah, untuk Mandatory Action-nya, pemain harus melakukan satu dari ketiga aksi ini, yang sebenarnya masih sama seperti versi aslinya:
- Ambil 3 token Gem (batu akik)
- Ambil 1 token Gold dan 1 kartu Jewel untuk di-reserve
- Beli 1 kartu Jewel
Bedanya, kita tidak bisa sembarangan mengambil tokennya. Karena batu-batunya terpampang di papan berukuran 5×5, maka kita harus mengambil sesuai dengan posisinya.
Pemain hanya bisa mengambil tiga token yang terletak bersisian, entah itu horizontal, vertikal, bahkan diagonal. Pemain tidak boleh mengambil token Gold jika mengambil aksi ini. Selain itu, kalau yang bisa diambil hanya dua (atau bahkan satu), ya sudah, hanya itu yang bisa diambil.
Jumlah token maksimal yang bisa dimiliki pemain juga sama, yakni 10 token. Jika setelah mengambil token jumlah yang kita miliki lebih dari 10, maka kita harus mengembalikan kelebihannya ke kantong.
Peraturan tambahan adalah apabila ada pemain yang mengambil tiga token dengan warna yang sama atau mengambil dua Pearl sekaligus, maka lawan akan mendapatkan satu Privilege Scroll.
Untuk aturan pengambilan Gold dan kartu Jewel masih sama, di mana pemain maksimal memiliki tiga kartu Jewel yang bisa di-reserve. Token Gold bisa digunakan untuk menggantikan token lain dalam warna apa pun, termasuk Pearl.
Untuk pembelian kartu Jewel juga sama. Bedanya, ada beberapa kartu yang memiliki efek tambahan, yakni:
- Ambil satu putaran lagi
- Kartu Wild Card yang bisa jadi kartu Jewel mana pun (selama sudah punya satu kartu Jewel dari Gem tersebut)
- Mengambil 1 token Gem sesuai dengan yang dihasilkan kartu tersebut
- Ambil 1 Privilege atau curi punya lawan jika tidak ada yang tersisa
- Curi 1 Gem atan Pearl milik lawan, tidak boleh digunakan untuk mencuri Gold
Hal baru lain yang ada di Splendor Duel adalan Crowns. Beberapa kartu Jewel memiliki lambang Crown, di mana pemain yang bisa mendapatkan 3 dan 6 Crown akan mendapatkan satu Royal Card.
Untuk penentuan menangnya sendiri, ada tiga cara untuk bisa memenangkan Splendor Duel, yakni:
- Punya 20 poin atau lebih
- Punya 10 Crown atau lebih
- Punya 10 poin di kartu Gem dengan warna yang sama
Adanya variasi untuk menang ini membuat permainan lebih seru dan tidak tertebak, karena masing-masing pemain punya strategi sendiri untuk mengejar kemenangan.
Setelah Bermain Splendor Duel

Penulis pernah bermain Splendor, bahkan membeli versi digitalnya di Steam. Meskipun bisa dibilang minim unsur senggol-senggolan, Penulis menyukai beberapa unsur yang dimiliki oleh board game ini.
Pertama, manajemen sumber daya yang membuat kita harus berhitung bagaimana cara menggunakannya seefisien mungkin. Karena semakin tinggi nilai kartu semakin mahal, kita harus farming kartu murah dulu untuk mendapatkan infinity resource.
Kedua, meskipun Penulis bilang unsur senggol-senggolannya tipis, tetap saja rasanya kesal ketika kartu yang kita incar (dan sudah mengumpulkan resource-nya) ternyata malah diambil oleh orang lain.
Nah, kedua hal terebut berhasil dipertahankan oleh Splendor Duel. Meskipun mekanisme farming resource-nya berbeda, secara konsep masih sama. Apalagi, opsi pengambilan resource-nya lebih terbatas dan tidak sebebas Splendor orisinal.
Konsep untuk farming kartu murah juga masih sama, bahkan beberapa kartu memiliki efek tambahan yang membuat permainan menjadi lebih seru. Apalagi, ada beberapa cara untuk menang, tidak seperti Splendor orisinal yang hanya melalui 15 poin pertama.
Dari sisi batunya, adanya Pearl membuat permainan menjadi lebih sulit karena jumlahnya yang terbatas. Sepanjang Penulis bermain, keberadaan Pearl ini ternyata sangat krusial dan bisa menghambat permainan kita jika tidak memilikinya.
Hanya saja, Splendor Duel memiliki ukuran kartu yang lebih mungil dibandingkan versi orisinalnya. Hal ini menimbulkan perasaan kurang nyaman, walaupun memang jadi lebih hemat tempat.
Walau begitu, secara overall Penulis menikmati Splendor Duel sebagai board game yang santai, tapi tetap menguras otak. Board game ini juga sangat cocok untuk dimainkan dengan pasangan karena tidak terlalu rumit, meskipun bisa menimbulkan cekcok karena persaingan yang ketat.
Hanya saja dalam beberapa kali main, Penulis jarang menang dari lawan-lawannya entah apa alasannya.
Skor: 8/10
Sewaktu menemukan board game ini di Grand Indonesia, Penulis juga menemukan board game lain yang bertema “duel”. Setelah mempertimbangkan berkali-kali, Penulis memutuskan untuk sekalian membeli King of Tokyo Duel!
Lawang, 10 Maret 2026, terinpirasi setelah ingin melanjutkan seri board game ini
Permainan
Koleksi Board Game #31: Scrabble/Scrabble Together
Ketika mengoleksi sesuatu, kita tidak hanya mengincar barang-barang baru yang menarik perhatian. Terkadang, kita berburu barang-barang lama yang melekat pada memori kita, entah untuk nostalgia ataupun memenuhi inner child yang belum terpenuhi.
Begitu pun dalam mengoleksi board game. Penulis memulai koleksi ini dari membeli Monopoly, yang sejak kecil Penulis mainkan. Setelah itu, Penulis lebih sering membeli board game–board game baru yang lebih modern.
Nah, salah satu board game jadul yang telah lama Penulis incar adalah Scrabble, karena ketika kecil Penulis beberapa kali memainkannya. Untungnya ketika mampir ke Toys Kingdom, board game ini sedang diskon!
Detail Board Game Scrabble/Scrabble Together
- Judul: Scrabble/Scrabble Together
- Desainer: Alfred Mosher Butts
- Publisher: Mattel, Inc.
- Tahun Rilis: 2024
- Jumlah Pemain: 2-4 pemain
- Waktu Bermain: –
- Rating BGG: 7,1
- Tingkat Kesulitan: 2,00/5
- Harga: Rp339.900
Cara Bermain Scrabble/Scrabble Together
Rasanya Penulis tidak perlu terlalu banyak menjelaskan bagaimana cara bermain Scrabble, karena sepertinya sudah banyak yang tahu. Intinya adalah kita mendapatkan beberapa balok huruf (masing-masing pemain tujuh huruf) untuk dijadikan kata di papan permainan.
Permainan akan dimulai dengan meletakkan kata pertama di tengah papan permainan. Setelah itu, pemain harus merangkai kata dengan menggunakan huruf-huruf yang sudah ada di papan dan ditambah dengan huruf yang kita miliki.
Huruf-huruf hanya bisa diletakkan secara vertikal atau horizontal, tidak boleh secara diagonal. Di papan, ada beberapa multiplier apabila ada pemain yang bisa meletakkan huruf di atasnya. Ada tambahan 50 poin apabila berhasil menggunakan semua tujuh huruf yang dimiliki.
Permainan akan berakhir apabila sudah tidak ada pemain yang bisa meletakkan huruf di papan permainan. Proses scoring pun dilakukan dengan menjumlahkan semua poin kata berdasarkan angka yang ada di hurufnya beserta multiplier di bawahnya jika ada.
Varian Scrabble Together
Untuk versi Scrabble Together, perbedaannya ada di Goal Card, di mana ada quest yang harus diselesaikan oleh pemain. Karena ada kata “Together”, maka di versi ini semua pemain harus bekerja sama untuk menyelesaikan semua quest yang ada (total tiap permainan ada 20 Goal).
Dalam satu waktu, akan ada tiga Goal Card yang terpampang di sebelah papan permainan. Ketika ada satu atau lebih Goal Card yang telah selesai, maka akan di-refill dengan kartu selanjutnya. Untuk pemula, ada 20 kartu yang “ramah pemula” dengan quest yang lebih manusiawi mudah.
Selain itu, sistem scoring dari varian klasik dihilangkan dari versi ini. Fokus semua pemain adalah menyelesaikan semua quest yang terdapat pada Goal Card. Karena terlihat sulit, ada enam kartu bantuan yang bisa digunakan satu kali oleh siapapun.
Keenam kartu bantuan tersebut adalah Menyelesaikan Sebuah Kartu Bantuan, Menukar Huruf, Huruf Bantuan, Menggunakan Huruf Kosong, Mengulang Kartu Target, dan Menukar Huruf. Permainan berakhir apabila Goal Card berhasil diselesaikan semua atau sudah tidak ada kata lagi yang bisa diletakkan di permainan.
Setelah Bermain Scrabble/Scrabble Together

Yah, apa yang bisa dikomentar dari sebuah board game klasik yang hampir diketahui oleh banyak orang? Scrabble/Scrabble Together bisa dianggap sebagai cara Penulis untuk bernostalgia karena pernah memainkannya sewaktu masih kecil.
Tentu saja sebagai board game bahasa Inggris, pengetahuan vocabulary kita sangat penting, terutama ketika dihadapkan dengan huruf-huruf yang terbatas di hadapan kita. Selalu ada ambisi untuk membuat kata sepanjang mungkin dan menghindari kata pendek yang mainstream.
Tidak ada unsur senggol-senggolan, yang ada hanya adu vocabulary dan strategi penempatan huruf di papan agar bisa mendapatkan multiplier yang menggandakan skor kita. Jangan kaget kalau otak kita sampai ngebul karena dipakai berpikir terlalu keras.
Sayangnya, Penulis belum pernah mencoba bermain versi Scrabble Together-nya. Penulis hanya pernah bermain versi klasiknya bersama teman-teman, sehingga tidak bisa berkomentar banyak. Mungkin nanti tulisan ini akan Penulis update jika sudah mencobanya.
Dari sisi komponen, bisa dibilang biasa saja. Papannya termasuk tipis jika dibandingkan dengan Monopoly ataupun Chinatown. Tempat untuk menaruh balok hurufnya juga lumayan tipis. Kualitas kartu-kartu untuk Scrabble Together pun tergolong tipis.
Untuk replaybility-nya sendiri ya oke-oke saja jika sedang ingin bermain board game bahasa Inggris. Namun, tentu jangan berharap board game ini akan mampu memecahkan suasana, karena ini bukan tipe party game (kecuali party-nya di perpustakaan).
Skor: 6/10
Setelah membeli board game ini, ada jeda yang cukup panjang hingga Penulis membeli board game selanjutnya. Itu pun karena Penulis sedang berjalan-jalan di Grand Indonesia dan menemukan dua board game untuk dua pemain. Salah satunya adalah Splendor Duel!
Lawang, 4 Desember 2025, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri board game ini
-
Permainan9 bulan agoKoleksi Board Game #30: Deception: Murder in Hong Kong
-
Fiksi10 bulan ago[REVIEW] Setelah Membaca A Midsummer’s Equation
-
Politik & Negara10 bulan agoKepada Tuan dan Puan yang Terhormat…
-
Olahraga9 bulan agoSudah Tak Tahu Lagi Apa yang Harus Diubah dari Tim Ini
-
Pengembangan Diri9 bulan agoJangan Menunggu Sempurna, Mulai Aja Dulu
-
Pengembangan Diri9 bulan agoMemahami Sumber Ketidakbahagiaan untuk Menemukan Kebahagiaan
-
Olahraga8 bulan agoKita Selalu Senang Jika Ada Pembalap yang Raih Podium Perdana
-
Sosial Budaya10 bulan agoPolemik Brave Pink Hero Green: Mengapa Kita Mudah Terpolarisasi


You must be logged in to post a comment Login