<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sekolah Archives - Whathefan!</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/sekolah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/sekolah/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Sun, 12 May 2024 15:06:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.6.2</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/01/cropped-Logo-Square-32x32.jpg</url>
	<title>sekolah Archives - Whathefan!</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/sekolah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>[REVIEW] Setelah Membaca Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-twenty-four-eyes-dua-belas-pasang-mata/</link>
					<comments>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-twenty-four-eyes-dua-belas-pasang-mata/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 May 2024 15:06:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7238</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pada tulisan ulasan novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya, Penulis sudah menyebutkan kalau dirinya membeli buku tersebut karena tertarik membaca novel-novel karya penulis Jepang setelah membaca seri Funiculi Funicula. Sebenarnya sebelum membaca buku tersebut, Penulis sudah membaca novel Jepang lain berjudul Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata karya Sakae Tsuboi. Hanya saja, novel tersebut kurang berkesan, [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-twenty-four-eyes-dua-belas-pasang-mata/">[REVIEW] Setelah Membaca Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pada tulisan ulasan novel <a href="https://whathefan.com/olahraga/biasakan-nonton-mu-sampai-habis-lol/"><em>Keajaiban Toko Kelontong Namiya</em>, </a> Penulis sudah menyebutkan kalau dirinya membeli buku tersebut karena tertarik membaca novel-novel karya penulis Jepang setelah membaca seri <em><a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-funiculi-funicula-before-the-coffee-gets-cold-spoiler-version/">Funiculi Funicula</a></em>.</p>



<p>Sebenarnya sebelum membaca buku tersebut, Penulis sudah membaca novel Jepang lain berjudul <strong><em>Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</em> </strong>karya <strong>Sakae Tsuboi</strong>. Hanya saja, novel tersebut kurang berkesan, sehingga Penulis jadi malas membuat ulasannya.</p>



<p> Namun, karena sesuai jadwal harusnya novel ini dibuat ulasannya dan kemalasan menuliskannya membuat tulisan yang lain jadi ikut tertunda, Penulis pun meniatkan diri untuk menyelesaikan artikel ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/12/Kepingan-Puzzle-Terakhir-untuk-Messi-Telah-Lengkap-banner.jpg 1280w " alt="Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/kepingan-puzzle-terakhir-untuk-messi-telah-lengkap/">Kepingan Puzzle Terakhir untuk Messi, Telah Lengkap</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Detail Buku</h2>



<ul class="wp-block-list">
<li>Judul: Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</li>



<li>Penulis: Sakae Tsuboi</li>



<li>Penerbit: Gramedia Pustaka Utama</li>



<li>Cetakan: Keduabelas</li>



<li>Tanggal Terbit: Maret 2023</li>



<li>Tebal: 248 halaman</li>



<li>ISBN: 9786020651729</li>



<li>Harga: Rp70.000</li>
</ul>



<h2 class="wp-block-heading">Sinopsis Buku Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</h2>



<p><em>Sebagai guru baru, Bu Guru Oishi ditugaskan mengajar di sebuah desa nelayan yang miskin. Di sana dia belajar memahami kehidupan sederhana dan kasih sayang yang ditunjukkan murid-muridnya. Sementara waktu berlalu, tahun-tahun yang bagai impian itu disapu oleh kenyataan hidup yang sangat memilukan. Perang memorak-porandakan semuanya, dan anak-anak ini beserta guru mereka mesti belajar menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.</em></p>



<h2 class="wp-block-heading">Isi Buku Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</h2>



<p>Berhubung novelnya tipis (hanya sekitar 200 halaman), sebenarnya cerita yang disajikan sederhana saja. Apa yang tertuang di bagian sinopsis sudah menjelaskan garis besar cerita novel ini, sehingga rasanya Penulis tidak perlu menceritakan lagi apa isi buku ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Setelah Membaca Buku Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</h2>



<p>Ketika melihat novel ini di toko buku, Penulis tertarik dengan latar pendidikan yang diangkat di antara dua era Perang Dunia ini. Dengan jumlah murid yang sedikit di tempat terpencil, Penulis juga jadi berharap kalau isinya akan mirip dengan <em>Laskar Pelangi</em>.</p>



<p>Sayangnya, harapan tersebut pupus begitu saja ketika Penulis sudah mulai membaca novel yang tergolong klasik ini. Penulis sama sekali kesulitan untuk bisa menikmati gaya bahasanya dan alur ceritanya. </p>



<p>Bahkan, Penulis tidak bisa banyak ingat apa saja kisah yang ada di dalamnya. Ceritanya berkutat di antara bagaimana bu guru yang bergaya modern harus beradaptasi dengan lingkungan desa judgemental<em> </em>dan berbagai konflik yang dihadapi oleh para muridnya.</p>



<p>Selain itu, berbeda dengan <em>Laskar Pelangi</em>, Penulis sangat kesulitan untuk membedakan murid-muridnya. Apalagi, novel ini juga tidak memiliki satu figur tokoh utama yang bisa membantu kita menavigasi arah cerita.</p>



<p>Sudah namanya sulit-sulit, masing-masing pun rasanya tidak terlalu memiliki ciri khas yang menonjol untuk diingat. Alhasil, sepanjang cerita, Penulis kesulitan untuk membayang tiap adegan yang terpampang karena merasa kesulitan untuk mengasosiasikan ini siapa itu siapa.  </p>



<p>Saat mengecek di Goodreads, sebenarnya ada banyak pembaca novel ini yang jatuh cinta dan menganggap ceritanya yang <em>bittersweet</em> menyentuh hati. Sayangnya, Penulis bukan salah satunya karena sungguh tidak bisa menikmatinya.</p>



<p>Bahkan ketika habis membacanya, sama sekali tidak muncul perasaan haru. Yang ada justru rasa syukur karena akhirnya bisa menyelesaikan novel ini yang walaupun pendek, rasanya sangat berat untuk menamatkannya.</p>



<p>Tidak hanya itu, Penulis juga bersyukur karena akhirnya bisa mengurangi &#8220;tanggungannya&#8221; dengan menuliskan ulasan singkat tentang novel ini. Setidaknya satu beban tulisan telah selesai.</p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Rating: 3/10</mark></p>
</blockquote>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 12 Mei 2024, terinspirasi setelah membaca buku <em>Dua Belas Pasang Mata </em>karya Sakae Tsuboi</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-twenty-four-eyes-dua-belas-pasang-mata/">[REVIEW] Setelah Membaca Twenty-Four Eyes: Dua Belas Pasang Mata</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-twenty-four-eyes-dua-belas-pasang-mata/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memperalat Orang Lain ala Classroom of the Elite</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Oct 2022 03:34:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Classroom of the Elite]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[memperalat]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5925</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sewaktu anime Classroom of the Elite diumumkan akan memiliki musim keduanya di tahun 2022 ini, teman kerja Penulis tampak begitu bersemangat dan merekomendasikan untuk menontonnya. Kebetulan, Vidio menyediakan anime ini, sehingga Penulis bisa coba maraton dari musim pertama. Karena ada kelas &#8220;classroom&#8221; di judulnya, Penulis mengira kalau anime ini memiliki genre slice of life yang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite/">Memperalat Orang Lain ala Classroom of the Elite</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sewaktu anime <em><strong>Classroom of the Elite</strong> </em>diumumkan akan memiliki musim keduanya di tahun 2022 ini, teman kerja Penulis tampak begitu bersemangat dan merekomendasikan untuk menontonnya. </p>



<p>Kebetulan, Vidio menyediakan anime ini, sehingga Penulis bisa coba maraton dari musim pertama. Karena ada kelas &#8220;<em>classroom</em>&#8221; di judulnya, Penulis mengira kalau anime ini memiliki genre <em>slice of life</em> yang ringan, mungkin ada bumbu <em>romance</em>-nya. </p>



<p>Ternyata, anime ini justru lebih mengarah ke genre psikologi, genre yang sangat jarang (kalau tidak pernah) Penulis tonton. Penulis jadi berpikir, apakah ada orang yang sebegitunya memperalat orang lain demi kepentingannya?</p>





<h2 class="wp-block-heading">Sekolah yang Kelasnya Saling&#8230; Menjatuhkan?</h2>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Classroom of the Elite Season 2 - Official Trailer | AniTV" width="740" height="416" src="https://www.youtube.com/embed/Bp2nNZPNegE?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>



<p><em>Classroom of the Elite </em>merupakan adaptasi dari sebuah <em>light novel</em>. Fokusnya adalah sebuah sekolah elit yang dibangun oleh pemerintah Jepang bernama <strong>Tokyo Metropolitan Advanced Nurturing School</strong>. Di sini, siswanya diberi kebebasan untuk meniru &#8220;kehidupan nyata&#8221;.</p>



<p><em>Main character </em>(MC) dari anime ini adalah <strong>Kiyotaka Ayanokōji</strong>, seorang laki-laki yang pendiam dan sederhana. Di awal anime, ia terlihat lebih suka menyendiri dan menghindari interaksi dengan orang lain. </p>



<p>Meskipun belung diungkap di animenya, tampaknya Kiyotaka adalah seseorang hasil uji lab seperti <a href="https://whathefan.com/animekomik/mencuri-panggung-ala-anya-forger-di-spy-x-family/">Anya dari <em>Spy x Family</em></a>. Untuk itu, ia memiliki sifat yang cenderung dingin, kecerdasan di atas rata-rata, dan kekuatan fisik yang luar biasa.</p>



<p>Kiyotaka masuk ke dalam kelas D, yang di mana dianggap sebagai kelas buangan. Konsep ini mirip dengan <a href="https://whathefan.com/animekomik/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom/">kelas E di anime <em>Assassination Classroom</em></a>. Hanya saja, hingga musim keduanya berakhir Penulis belum menemukan diskriminasi separah yang terjadi di <em>Assassination Classroom</em>.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="576" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-1-1024x576.png" alt="" class="wp-image-6015" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-1-1024x576.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-1-300x169.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-1-768x432.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-1.png 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Dari Kiri: Kushida, Kiyotaka, Suzune (<a href="https://www.cbr.com/classroom-of-the-elite-season-2-episode-5-spoilers-sports-festival-struggles/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p>Kehidupan Kiyotaka sedikit berubah ketika berkenalan dengan teman kelasnya, yakni <strong>Suzune Horikita</strong> yang berambisi untuk menaikkan kelasnya dan <strong>Kikyō Kushida </strong>yang bermuka dua. Akan ada banyak intrik dari masing-masing individunya, baik dari kelas D sendiri maupun melawan kelas lainnya. </p>



<p>Walaupun judulnya saling bersaing, pada akhirnya terjalin aliansi antarkelas. Kelas D sohib dengan kelas B, sedangkan kelas C sempat menjalin hubungan dengan kelas A. Nah, di musim 1 dan 2, persaingan antara kelas C dan D sangat terasa.</p>



<p>Berbagai ujian (bukan ujian sekolah seperti pada umumnya) pun dilakukan oleh para siswa sekolah tersebut, di mana ujian tersebut bisa memengaruhi peringkat kelas. Perlu diingat, anggota kelas tidak bisa berubah, jadi semua murid satu kelas harus naik bersama-sama.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Jadilah Orang yang Bermanfaat, Bukan Memanfaatkan Orang</h2>



<p>Beberapa tahun yang lalu, Penulis sempat menulis sebuah artikel mengenai bisa <strong>bermanfaat untuk orang lain</strong> adalah salah satu definisi kesuksesan yang ingin didapatkan. Pembaca bisa membacanya melalui tautan di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-whathefan wp-block-embed-whathefan"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<blockquote class="wp-embedded-content" data-secret="Nb4PIOUZzc"><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/definisi-sukses-nomer-1-bermanfaat-bagi-orang-lain/">Definisi Sukses Nomer 1: Bermanfaat Bagi Orang Lain</a></blockquote><iframe class="wp-embedded-content" sandbox="allow-scripts" security="restricted"  title="&#8220;Definisi Sukses Nomer 1: Bermanfaat Bagi Orang Lain&#8221; &#8212; Whathefan!" src="https://whathefan.com/pengembangan-diri/definisi-sukses-nomer-1-bermanfaat-bagi-orang-lain/embed/#?secret=Nb4PIOUZzc" data-secret="Nb4PIOUZzc" width="600" height="338" frameborder="0" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no"></iframe>
</div></figure>



<p>Selain itu, di dalam agama Islam pun ada sebuah hadis yang menyebutkan kalau <strong>sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain</strong>. Caranya pun tentu beragam, tergantung latar belakang, kemampuan, hingga kondisi kita masing-masing.</p>



<p>Oleh karena itu, meskipun <em>Classroom of the Elite </em>hanya sebuah karya fiksi, Penulis merasa tidak suka bagaimana karakter-karakter di anime ini memanfaatkan/memperalat orang lain hanya demi tujuan tertentu, yang kebanyakan demi dirinya sendiri atau kelompoknya.</p>



<p><strong>Ryuen Kakeru </strong>dari kelas C memperalat semua teman kelasnya demi ambisinya. Bahkan Kiyotaka yang jadi MC juga banyak memperalat orang seperti Horikita, dan yang paling parah, <strong>Kei Karuizawa</strong> yang harus mendapatkan siksaan dari kelas C demi rencana Kiyotaka (meskipun pada akhirnya Kiyotaka datang untuk menyelamatkannya). </p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6016" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/10/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Kei Diperalat Sampai Sebegininya (<a href="https://youtu.be/zhMHe40pJr4">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Manusia jelas tidak bisa hidup sendirian dan membutuhkan orang lain, sehingga konsep &#8220;memanfaatkan&#8221; orang lain sebenarnya lumrah dilakukan. Memanfaatkan kenalan untuk membantu kita itu boleh dan wajar untuk dilakukan, karena relasi memang penting.</p>



<p>Hanya saja, seperti yang tergambarkan di anime ini, terkadang ada beberapa kasus yang <strong>menyusahkan orang yang dimanfaatkan</strong> karena dilakukan dengan berlebihan. Jika kita dimanfaatkan dengan begitu buruknya, tentu kita juga akan merasa kesal, bukan? (Kecuali kalau <a href="https://whathefan.com/rasa/jangan-jadi-bucin/">lagi bucin</a> seperti karakter Kei di sini).</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Bagi Penulis, <em>Classroom of the Elite </em>adalah anime yang <em>so-so</em>. Bagus enggak, jelek juga enggak. Kualitas animasinya standar. Kiyotaka yang bergerak dalam diam membuat ceritanya terkadang memiliki <em>plot twist</em>, walaupun tidak sampai membuat terkejut.</p>



<p>Kalau kata teman Penulis, adaptasi animenya terlalu menonjolkan dada para karakter perempuannya. Padahal, di versi <em>light novel</em>-nya tidak sebegitunya. Mungkin para kreator animenya ingin memberikan sedikit <em>fans service </em>untuk para penonton.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga memiliki kekhawatiran kalau sosok Kiyotaka akan jadi &#8220;panutan&#8221; para penontonnya dan ingin memperalat orang lain demi kepentingannya sendiri. Bagi Penulis, dalam kehidupan nyata seharusnya kita yang bermanfaat untuk orang lain.</p>



<p><em>Classroom of the Elite </em>akan memiliki musim ketiganya yang akan tayang pada tahun 2023. Apakah Penulis akan menontonnya? Mengingat Penulis adalah tipe yang &#8220;tuntaskan apa yang sudah kau mulai&#8221;, kemungkinan jawabannya adalah iya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 15 September 2022, terinspirasi setelah merasa pentingnya untuk bisa menjadi orang yang bermanfaat untuk orang lain</p>



<p>Foto: <a href="https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/182096/ayo-nonton-classroom-of-the-elite-versi-dubbing-indonesia">KAORI Nusantara</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite/">Memperalat Orang Lain ala Classroom of the Elite</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/memperalat-orang-lain-ala-classroom-of-the-elite/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kecemasan Sosial ala Komi Can&#8217;t Communicate</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Jun 2022 03:43:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[anxiety]]></category>
		<category><![CDATA[comedy-romance]]></category>
		<category><![CDATA[kecemasan]]></category>
		<category><![CDATA[Komi]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[review]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[slice of life]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5637</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sudah agak lama tidak menonton anime, Penulis memutuskan mencoba untuk menontonnya lagi untuk mengisi waktu luang. Genre yang Penulis pilih tetap seperti biasa, comedy-romance yang ceritanya santai dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu rekan kantor Penulis pernah memberikan saran sebuah anime yang berjudul Komi-san wa, Comyushou desu atau Komi Can&#8217;t Communicate. Dari premisnya, Penulis [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate/">Kecemasan Sosial ala Komi Can&#8217;t Communicate</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sudah agak lama <a href="https://whathefan.com/pengalaman/udah-tua-kok-masih-nonton-anime/">tidak menonton anime</a>, Penulis memutuskan mencoba untuk menontonnya lagi untuk mengisi waktu luang. Genre yang Penulis pilih tetap seperti biasa, <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/">comedy-romance </a></em>yang ceritanya santai dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.</p>



<p>Salah satu rekan kantor Penulis pernah memberikan saran sebuah anime yang berjudul <em><strong>Komi-san wa, Comyushou desu</strong></em> atau <em><strong>Komi Can&#8217;t Communicate</strong></em>. Dari premisnya, Penulis mengetahui kalau ceritanya berpusat pada seseorang yang mengalami kecemasan sosial.</p>



<p>Karena topiknya beririsan dengan <em>mental health</em>, Penulis pun memutuskan untuk menonton serial anime yang satu ini. Setelah menonton, pendapat Penulis bisa dibilang cukup campur aduk.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Kecemasan Sosial yang &#8230; Berlebihan?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-1-1024x683.jpg" alt="komi can't communicate" class="wp-image-5728" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Komi dan Tadano (<a href="https://www.sportskeeda.com/anime/10-likable-characters-komi-can-t-communicate-anime">Sportskeeda</a>)</figcaption></figure>



<p>Anime ini dibuka melalui sudut pandang <em>main character </em>yang terasa seperti <em>side character</em>, <strong>Hitohito Tadano</strong>. Ia adalah siswa SMA Itan yang terlihat rata-rata dan tidak menonjol sama sekali, bahkan sering terkesan kalau dia mudah sekali untuk diabaikan.</p>



<p>Sebaliknya, teman sebangkunya <strong>Shouko Komi</strong> adalah gadis remaja yang begitu populer dan terlihat sempurna. Ia cantik, anggun, dan pintar. Semua teman sekolah begitu kagum padanya, hingga ada yang menganggapnya sebagai dewi.</p>



<p>Namun di balik kesempurnaannya, Komi sebenarnya memiliki masalah kecemasan sosial yang parah hingga tidak mampu berkomunikasi dengan orang lain. Sekadar menyapa &#8220;hai&#8221; saja tidak sanggup. Nah, hanya Tadano-lah yang menyadari hal ini.</p>



<p>Setelah itu, Tadano pun jadi memahami Komi sebenarnya ingin bisa memiliki 100 teman. Ia pun bertekad untuk membantu Komi meraih impiannya tersebut dan dimulailah &#8220;petualangan&#8221; mereka!</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-3-1024x683.jpg" alt="komi can't communicate" class="wp-image-5730" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Extreme Social Anxiety (<a href="https://www.chapteria.com/2022/04/komi-san-kodok.html">Chapteria</a>)</figcaption></figure>



<p>Plot cerita di atas sebenarnya menarik dan unik karena Penulis belum pernah menemukan anime yang mengangkat masalah <em>anxiety </em>yang ekstrem seperti ini. Bahkan, Penulis belum pernah bertemu seseorang di dunia nyata yang memiliki kecemasan sosial separah itu.</p>



<p>Di animenya, selalu ada narator yang menyebutkan bahwa orang yang mengalami kecemasan sosial seperti Komi sebenarnya bukan tidak ingin bersosialisasi dengan orang lain, melainkan karena memang tidak bisa.</p>



<p>Tidak hanya tidak mampu untuk bercakap, Komi pun kerap gugup dan gemetar ketika berhadapan dengan orang lain. Berkat bantuan Tadano, tabiat ini bisa dikurangi meskipun ia tetap membutuhkan media buku dan alat tulis untuk bisa berkomunikasi dengan temannya.</p>



<p>Oleh karena itu, Penulis pun kadang merasa kalau kecemasan sosial yang dialami Komi sedikit berlebihan. Apalagi, tidak ada (atau setidaknya belum ada) latar yang kuat mengapa Komi bisa seperti itu. Apakah karena trauma di masa lalu?</p>



<p>Apalagi, Komi adalah gadis yang cantik. Jika hidup di dunia nyata, mungkin ia akan mudah <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/kenapa-saya-berhenti-main-tiktok/">viral di TikTok</a> atau diangkat menjadi <em>brand ambassador</em> tim <em>esports</em>. Itu mungkin akan membantunya untuk bisa berkomunikasi lebih baik dengan orang lain.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Beberapa Teman yang Sudah Didapatkan Komi</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-2-1024x683.jpg" alt="komi can't communicate" class="wp-image-5729" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2022/06/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Najimi Osana (<a href="https://www.cbr.com/komi-cant-communicate-najimi-true-friend-count/">CBR</a>)</figcaption></figure>



<p>Berkat bantuan Tadano, Komi pun perlahan bisa menjalin pertemanan dengan orang lain. Teman masa kecil Tadano yang supel, <strong>Najimi Osana</strong>, menjadi teman lain pertama Komi setelah Tadano. Sayangnya, Penulis merasa risih karena gendernya yang tidak jelas.</p>



<p>Selain itu, ada juga <strong>Ren Yamai</strong> yang memiliki obsesi berlebihan dan tidak sehat kepada Komi (satu lagi yang membuat Penulis merasa kurang nyaman). Karakter <em>yandere </em>yang dimilikinya terasa menyeramkan dan ia pun tak segan menyakiti orang yang dekat dengan Komi.</p>



<p>Nama-nama lain yang sering muncul dan telah menjadi teman Komi adalah <strong>Omoharu Nakanaka</strong> yang punya sindrom <em>chuunibyo</em>, <strong>Himiko Agari</strong> yang masokis, <strong>Makeru Yadano</strong> yang menganggap Komi sebagai rivalnya, dan masih banyak lagi karakter-karakter unik yang menjadi teman Komi.</p>



<p>Apakah anime ini akan tamat ketika Komi berhasil mendapatkan targetnya mendapatkan 100 teman? Bisa jadi. Pada akhirnya, mungkin Komi bisa mengatasi masalah berkomunikasinya dan akhirnya bisa melakukan percakapan kecil dengan teman-temannya tanpa bantuan alat tulis.</p>



<p>Selain itu, bumbu romansa antara Komi dan Tadano pun perlahan mulai terlihat. Tadano memiliki semacam <em>inferior complex </em>yang membuatnya tidak percaya diri dan merasa tidak pantas untuk memiliki hubungan romantis dengan perempuan secantik Komi. Sebaliknya, Komi sendiri belum yakin dengan perasaannya sendiri ke Tadano.</p>



<p>Apakah mereka akan berakhir menjadi sepasang kekasih? Jika melihat kebiasaan anime-anime yang pernah Penulis tonton dengan genre seperti ini, biasanya akan memiliki akhir yang menggantung dan diserahkan kepada penonton. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p><em>Komi Can&#8217;t Communicate </em>adalah anime yang memiliki premis menarik karena mampu mengemas masalah kecemasan sosial (yang mungkin banyak dialami oleh orang <em>introvert</em>) dengan tidak membosankan dan ringan. Bumbu komedi dan <em>romance </em>yang dimiliki tidak berlebihan dan terasa pas untuk dinikmati dengan santai.</p>



<p>Hanya saja, Penulis merasa risih dengan beberapa karakter yang ada di dalamnya. Anime ini berpotensi untuk memiliki lebih banyak lagi karakter karena Komi memiliki target 100 teman, sehingga Penulis harap tidak ada lagi karakter yang bisa membuat risih.</p>



<p>Untuk penggemar genre <em>slice of life</em>, anime ini jelas layak untuk dicoba. <em>Season </em>keduanya sedang mengudara tahun ini, jadi mungkin waktu yang tepat untuk segera maraton dari <em>season </em>pertamanya.</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Lawang, 1 Juni 2022, terinspirasi setelah menonton anime <em>Komi Can&#8217;t Communicate</em></p>



<p>Foto Banner: <a href="https://gowapos.pikiran-rakyat.com/entertainment/pr-033870249/anime-komi-cant-communicate-umumkan-tanggal-tayang-perdana-untuk-season-keduanya-ada-karakter-baru">Gowapos</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate/">Kecemasan Sosial ala Komi Can&#8217;t Communicate</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/kecemasan-sosial-ala-komi-cant-communicate/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sistem Pendidikan Ala Assassination Classroom</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom/</link>
					<comments>https://whathefan.com/animekomik/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 May 2021 14:42:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Assassination Classroom]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[manga]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pinggir]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=4989</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pertama kali Penulis mendengar tentang manga Assassination Classroom adalah ketika ada semacam acara &#8220;lomba presentasi&#8221; di Karang Taruna. Salah satu anggota menceritakan tentangnya. Ketika mendengar penjelasannya, Penulis langsung merasa tertarik dengan premisnya. Ada seorang guru berbentuk gurita kuning yang miliki kekuatan super dan kecepatan hingga 20 Mach. Dengan kemampuannya, ia justru memilih untuk menjadi seorang [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom/">Sistem Pendidikan Ala Assassination Classroom</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Pertama kali Penulis mendengar tentang manga <em><strong>Assassination Classroom</strong> </em>adalah ketika ada semacam acara &#8220;lomba presentasi&#8221; di Karang Taruna. Salah satu anggota menceritakan tentangnya.</p>



<p>Ketika mendengar penjelasannya, Penulis langsung merasa tertarik dengan premisnya. Ada seorang guru berbentuk gurita kuning yang miliki kekuatan super dan kecepatan hingga 20 Mach. Dengan kemampuannya, ia justru memilih untuk menjadi seorang guru di kelas bermasalah.</p>



<p>Anehnya, Penulis justru tertarik untuk membaca manganya daripada menonton animenya. Oleh karena itu, Penulis pun memutuskan untuk membeli semua serinya, dari volume 1 sampai 21.</p>



<p>Beberapa hari yang lalu, Penulis tiba-tiba tergerak untuk membaca ulang semua volumenya. Oleh karena itu, Penulis ingin menulis artikel tentang <em>Assassination Classroom</em>.</p>



<p>Karena ini merupakan manga lama (rilis perdana pada tahun 2012), rasanya Penulis tidak perlu menulis panjang lebar tentang alur ceritanya. Penulis ingin berfokus pada sesuatu yang unik tentang manga ini, yakni tentang sistem pendidikannya.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Sistem Sekolah SMP Kunugigaoka</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-1-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5010" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-1-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-1-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-1-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-1.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>SMP Kunugigaoka (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://ansatsukyoshitsu.fandom.com/wiki/Kunugigaoka_Magic_Academy">Assassination Classroom Wiki &#8211; Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Hal unik yang ingin Penulis bahas di tulisan ini adalah tentang sistem pendidikan yang diterapkan di <strong>SMP Kunugigaoka</strong>. Setiap tingkat memiliki lima kelas, di mana kelas E menjadi tempat murid bermasalah dan kurang berprestasi.</p>



<p>Hal ini dilakukan oleh sang kepala sekolah,<strong> Gakuho Asano</strong>, untuk menciptakan ekosistem pendidikan dengan daya saing yang tinggi. Para murid didoktrin agar jangan sampai mereka masuk ke kelas E yang dianggap singkatan dari <em>End </em>tersebut.</p>



<p>Waktu Penulis SMP, yang ada justru kebalikannya. Kelas A menjadi kelas unggulan yang berisikan murid-murid yang berhasil mendapatkan peringkat teratas ketika ujian masuk. Sebaliknya, kelas paling bawah (kelas G) menjadi kelas yang peringkatnya paling bawah.</p>



<p>Sistem seperti ini Penulis jalani selama 2 tahun, karena ketika kelas 9 semua kelas diacak agar sama rata. Tidak ada lagi kelas unggulan, tidak ada lagi kelas yang dibuat berdasarkan urutan nilai murid.</p>



<p>Bagi Penulis, kelas dengan sistem diskriminasi yang diterapkan oleh Asano di sekolahnya jelas tidak ideal. Impiannya untuk membuat 95% muridnya menjadi lebih superior dibandingkan yang 5% murid di kelas E jelas merusak mental.</p>



<p>Selain itu, bukan tidak mungkin para murid akan saling senggol karena yang ada di pikiran mereka hanyalah menyelamatkan diri sendiri agar tidak sampai masuk ke kelas E.</p>



<p>Jika saja Koro sensei tidak masuk ke kelas tersebut, bisa saja murid-murid kelas E akan merasa tidak berguna sepanjang hidupnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengembangkan Bakat dan Minat Murid</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-2-1024x683.png" alt="" class="wp-image-5009" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-2-1024x683.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-2-300x200.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-2-768x512.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-2.png 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Setiap Murid Berbeda (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://ansatsukyoshitsu.fandom.com/wiki/Class_3-E">Assassination Classroom Wiki &#8211; Fandom</a>)</figcaption></figure>



<p>Nah, salah satu nilai jual dari manga ini adalah hubungan unik antara guru dan muridnya. Di dunia ini, tidak ada satupun murid yang diperintahkan untuk menghabisi gurunya. Bahkan tidak ada sekolah yang diajar oleh makhluk berbentuk gurita berwarna kuning.</p>



<p>Anehnya, hubungan unik ini justru berhasil <strong>mengeluarkan potensi setiap murid</strong> yang ada di sana. Karena memiliki misi menyelamatkan dunia, perasaan tidak berguna perlahan-lahan hilang dari diri mereka.</p>



<p>Kelas ini awalnya memiliki 26 murid, sebelum akhirnya bertambah 2 murid tambahan yang bertujuan untuk membunuh Koro sensei. Mereka semua ternyata memiliki bakat masing-masing dan Koro sensei membantu mereka mengasah bakat tersebut.</p>



<p>Pendekatan yang dilakukan oleh Koro sensei inilah yang kurang dari pendidikan kita. <strong>Semua murid diperlakukan sama tanpa mempedulikan apa bakat dan minat mereka</strong>. </p>



<p>Jika dianalogikan sebagai hewan, semua murid diperintah untuk terbang, tidak peduli kita ikan, kucing, dan hewan lain yang memang tidak memiliki kemampuan untuk terbang. Semua menggunakan standar penilaian yang sama.</p>



<p>Ideologi yang dianut oleh Koro sensei jelas berbeda dengan yang dianut oleh kepala sekolah. Hal inilah yang membuat mereka kerap berseberangan dalam menentukan sikap bagaimana membina murid.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Guru yang Serba Bisa</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-3-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5008" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-3-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-3-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-3-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/05/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Guru Idaman (<a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://wallpaperaccess.com/koro-sensei">WallpaperAccess</a>)</figcaption></figure>



<p>Sebagai seorang guru, Koro sensei memiliki pengetahuan yang begitu luas. Ia menguasai semua mata pelajaran sehingga dapat <strong>menyampaikan ilmunya dengan baik</strong> ke murid-muridnya.</p>



<p>Tidak hanya itu, ia juga bisa menentukan<strong> metode mana yang paling cocok untuk tiap murid</strong> sehingga mereka bisa mencerna pelajaran secara efektif. Latar belakangnya sebagai pembunuh nomor satu membuatnya menguasai banyak hal.</p>



<p>Jika menengok ke sistem pendidikan kita, rata-rata guru di SMP dan SMA hanya menguasai satu mata pelajaran. Kalaupun bisa lebih dari satu, biasanya masih berkaitan dengan mata pelajaran utama yang ia kuasai.</p>



<p>Hal ini sebenarnya tidak masalah. Guru-guru kita pun ketika kuliah memang hanya mengambil satu konsentrasi untuk bisa menjadi <em>expert </em>di mata pelajaran tersebut.</p>



<p>Hanya saja, metode yang digunakan terkadang kurang efektif. Memang banyak guru kreatif yang menemukan banyak cara agar mata pelajarannya menarik, tapi kebanyakan menggunakan cara konservatif yang kuno dan membosankan.</p>



<p>Di sisi lain, murid pun rata-rata kurang proaktif sehingga belajar di kelas terasa kurang interaktif dan tidak menyenangkan. Belajar di kelas menjadi rutinitas yang membosankan. Ilmu yang didapatkan pun menjadi tidak efektif. </p>



<p>Tidak hanya itu, guru seolah lepas tangan untuk masalah masa depan murid mereka. Pekerjaan yang berkaitan dengan pengembangan murid setelah lulus seolah dibebankan ke guru BK, itu pun jarang dimaksimalkan oleh murid.</p>



<p>Memang hal ini tidak bisa digeneralisir seperti itu, tapi pada umumnya yang terjadi di lapangan seperti itu.</p>



<p>Seandainya kita memiliki guru sehebat Koro sensei, mungkin kita semua bisa mengenali potensi yang ada di dalam diri. Bukan hanya sebagai pengajar, tapi juga sebagai pembimbing murid-muridnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Meskipun secara ide cerita manga ini sangat khayal dan tidak realistis, nyatanya ada nilai-nilai yang bisa dijadikan sebagai bahan renungan kita, terutama untuk dunia pendidikan. Tiga poin yang Penulis sampaikan di atas adalah contohnya.</p>



<p>Ada banyak celah di dunia pendidikan kita yang butuh ditingkatkan lagi agar murid tidak hanya mendapatkan ilmu, tapi juga mampu mengembangkan dirinya menjadi versi terbaiknya. Mungkin, kita bisa belajar hal tersebut melalui manga ini.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 26 Maret 2021, terinspirasi setelah membaca ulang manga <em>Assassination Classroom</em></p>



<p>Foto: <a rel="noreferrer noopener" target="_blank" href="https://www.netflix.com/bd/title/80045948">Netflix</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom/">Sistem Pendidikan Ala Assassination Classroom</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/animekomik/sistem-pendidikan-ala-assassination-classroom/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelah Membaca Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia</title>
		<link>https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-memulihkan-sekolah-memulihkan-manusia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2020 11:28:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Non-Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Haidar Bagir]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<category><![CDATA[ulasan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3609</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebagai orang yang suka memperhatikan dunia pendidikan, Penulis suka membeli buku-buku yang memiliki keterkaitan dengan topik tersebut. Terakhir, Penulis membeli buku berjudul Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia yang ditulis oleh Haidar Bagir. Penulis membelinya bersamaan dengan novel Guru Aini dan mendapatkan potongan harga. Apa Isi Buku Ini? Buku ini terdiri dari tiga bagian utama, yakni Falsafah Pendidikan, Konsep dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-memulihkan-sekolah-memulihkan-manusia/">Setelah Membaca Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagai orang yang suka memperhatikan dunia pendidikan, Penulis suka membeli buku-buku yang memiliki keterkaitan dengan topik tersebut.</p>
<p>Terakhir, Penulis membeli buku berjudul <strong><em>Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia </em></strong>yang ditulis oleh <strong>Haidar Bagir</strong>. Penulis membelinya bersamaan dengan novel <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-guru-aini/"><em>Guru Aini</em></a> dan mendapatkan potongan harga.</p>
<h3>Apa Isi Buku Ini?</h3>
<p>Buku ini terdiri dari tiga bagian utama, yakni <em><strong>Falsafah Pendidikan</strong>, <strong>Konsep dan Metode Pendidikan</strong>, </em>dan <em><strong>Falsafah Pendidikan Islam</strong>. </em>Masing-masing bagian terdiri dari beberapa esai yang satu lingkup.</p>
<p>Bagian pertama membahas seputar konsep dasar pendidikan. Pada beberapa kesempatan, penulis buku ini menyisipkan kritik terhadap sistem pendidikan yang kita anut.</p>
<p>Yang paling utama adalah tujuan dari pendidikan itu sendiri. Apa tujuan dari para murid harus belajar di sekolah? Mencetak generasi penerus yang berakhlak dan penuh imajinasi atau sekadar mencetak calon karyawan top?</p>
<p>Pendidikan seharusnya mampu melihat potensi masing-masing muridnya, apapun bentuknya. Tidak semua murid memiliki bakat di bidang akademis, ada yang memiliki bakat di bidang seni, olahraga, dan lain sebagainya.</p>
<p>Ironisnya, pendidikan kita sekarang cenderung menyamaratakan muridnya. Contoh, murid dianggap pintar jika mendapatkan nilai 100 pada mata pelajaran matematika. Nilai di atas kertas seolah menjadi satu-satunya tolak ukur siswa.</p>
<p>Selain itu, Haidar juga membahas bagaimana posisi manusia menghadapi saingan terbesarnya di masa depan: <em>Artificial Intelligence </em>(AI). Ada juga bab yang membahas pentingnya menyeimbangkan IQ, EQ, dan SQ pada murid.</p>
<p>Pada bagian kedua, Haidar lebih membahas mengenai sistem pendidikan yang ada di Indonesia termasuk kurikulumnya. Apakah kurikulum yang kita gunakan sekarang sudah tepat ataukah terasa berlebihan?</p>
<p>Ada satu bab khusus yang membandingkan pendidikan Indonesia dengan negara lain yang lebih maju seperti Finlandia dan China. Kita diajak untuk mencari metode pembelajaran yang terbaik, termasuk mempertanyakan kehadiran <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/indonesia-tanpa-ujian-nasional-bagian-1/">Ujian Nasional</a>.</p>
<p>Bagian terakhir membahas mengenai dasar-dasar pendidikan Islam di sekolah, termasuk pendidikan akhlak. Di bandingkan dua bagian sebelumnya, bagian ini mendapatkan porsi yang lebih sedikit.</p>
<h3>Setelah Membaca Buku Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia</h3>
<p>Buku ini berukuran kecil dan harganya cukup murah (30 ribuan), namun isinya sangat berbobot. Penulis tidak bisa memahami buku ini secara keseluruhan karena bahasanya cukup berat dan banyak istilah yang tidak dipahami.</p>
<p>Walaupun begitu, buku ini akan menambahkan banyak wawasan kita seputar dunia pendidikan. Meskipun tidak bisa menangkap semuanya, poin-poin utamanya mampu disampaikan dengan baik.</p>
<p>Seperti yang sudah Penulis singgung di atas, buku ini memiliki banyak sekali kritik terhadap sistem pendidikan kita. Mulai dari kurikulum yang terlalu padat hingga penilaian yang hanya berdasarkan rata-rata nilai, adalah sekelumit permasalahan pendidikan kita.</p>
<p>Apalagi, ada halaman-halaman yang berisikan kalimat kunci dari masing-masing esai untuk memudahkan kita mencari inti dari tulisan. Buku ini Penulis rekomendasikan untuk semua kalangan yang memiliki perhatian terhadap dunia pendidikan.</p>
<p>Nilainya: <strong>4.0/5.0</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 8 Maret 2020, terinspirasi setelah membaca buku <em>Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia </em>karya Haidar Bagir.</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-memulihkan-sekolah-memulihkan-manusia/">Setelah Membaca Memulihkan Sekolah Memulihkan Manusia</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Adu Gengsi Ala Kaguya-sama: Love is War</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Feb 2020 09:58:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[gengsi]]></category>
		<category><![CDATA[Kaguya-sama]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[perang]]></category>
		<category><![CDATA[romantis]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3537</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ketika mencari judul anime untuk ditonton, biasanya Penulis akan menggunakan keyword &#8220;Best Comedy Anime&#8221; dan semacamnya. Alhasil, anime-anime yang sudah Penulis tonton pun tergolong jadul. Karena ingin tahu apakah ada judul anime baru yang sayang untuk dilewatkan, Penulis pun mencoba untuk menggunakan keyword yang sama dengan mencantumkan tahun. Hasilnya, Penulis menemukan anime berjudul Kaguya-sama wa Kokurasetai: Tensai-tachi no [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war/">Adu Gengsi Ala Kaguya-sama: Love is War</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika mencari judul anime untuk ditonton, biasanya Penulis akan menggunakan <em>keyword </em>&#8220;Best Comedy Anime&#8221; dan semacamnya. Alhasil, anime-anime yang sudah Penulis tonton pun tergolong <em>jadul</em>.</p>
<p>Karena ingin tahu apakah ada judul anime baru yang sayang untuk dilewatkan, Penulis pun mencoba untuk menggunakan <em>keyword </em>yang sama dengan mencantumkan tahun.</p>
<p>Hasilnya, Penulis menemukan anime berjudul <em><strong>Kaguya-sama wa Kokurasetai: Tensai-tachi no Renai Zunousen</strong> </em>atau lebih mudah disebut sebagai <strong><em>Kaguya-sama: Love is War</em></strong></p>
<h3>Menyimpan Rasa Karena Gengsi</h3>
<p>Alkisah di sebuah sekolah elit (salah satu latar cerita paling klise pada anime) bernama <strong>Shuchiin Academy</strong>, terdapat dua murid jenius bernama <strong>Miyuki Shirogane</strong> dan <strong>Kaguya Shinomiya</strong>.</p>
<p><div id="attachment_3541" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3541" class="size-large wp-image-3541" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3541" class="wp-caption-text">Kaguya dan Miyuki (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.anisearch.com/anime/13650,kaguya-sama-love-is-war" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiJwbyRsufnAhUZ7nMBHTC0AEwQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">aniSearch</span></a>)</p></div></p>
<p>Miyuki merupakan ketua &#8220;OSIS&#8221; di sekolah tersebut berkat keberhasilannya menjadi murid terpandai di sekolah tersebut. Padahal, ia bukan dari kalangan atas seperti teman-teman lainnya.</p>
<p>Di sisi lain, Kaguya berasal dari keluarga Shinomiya yang mahsyur. Ia sejak kecil dididik ala putri bangsawan. Banyak murid di sekolah tersebut yang merasa kagum akan keanggunan dan kemampuan otak yang dimilikinya.</p>
<p>Tidak hanya itu, Kaguya juga menduduki jabatan sebagai wakil ketua &#8220;OSIS&#8221; di bawah Miyuki. Bersama dengan dua anggota lain, <strong>Chika Fujiwara</strong> dan <strong>Yuu Ishigami</strong>, mereka pun menjalankan tugas &#8220;OSIS&#8221; seperti biasa.</p>
<p><div id="attachment_3542" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3542" class="size-large wp-image-3542" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3542" class="wp-caption-text">Yuu dan Chika (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.themoviedb.org/tv/83121/season/1/episode/6/images/backdrops" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjapbeRsufnAhXV7XMBHX6iAosQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">The Movie Database</span></a>)</p></div></p>
<p>Terlepas dari segala kelebihan yang dimiliki oleh Miyuki dan Kaguya, ternyata mereka saling memendam perasaan satu sama lain. Hanya saja, mereka saling menahan diri karena gengsi sehingga berusaha memancing lawannya untuk mengutarakan perasaan duluan!</p>
<p>Apalagi, mereka berdua sama-sama keras kepala dan memiliki harga diri yang sangat tinggi. Mereka juga sama-sama merasa percaya diri bahwa dirinya mampu membuat lawannya mengungkapkan perasaan duluan.</p>
<p>Dari sini lah banyak hal-hal konyol dan mengocok perut. Kita seolah akan melihat pertandingan otak antara Holmes dan Moriarty dalam bentuk remaja SMA yang sedang kasmaran.</p>
<p>Munculnya karakter-karakter pendukung juga menambah bumbu humor dari anime yang satu ini. Hanya ada satu pertanyaan akhir, siapa yang akan memenangkan peperangan cinta ini?</p>
<h3>75% Komedi, 25% Romantis</h3>
<p>Meskipun mengusung <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/">genre <em>comedy-romance</em></a>, Penulis merasakan unsur komedi pada anime ini terlalu mendominasi tiap-tiap episodenya. Jika dibuat akan presentase, mungkin komedinya berkisar di angka 75% dan sisanya baru untuk bumbu romantis.</p>
<p><div id="attachment_3543" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3543" class="size-large wp-image-3543" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-4-1024x607.png" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-4-1024x607.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-4-300x178.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-4-768x455.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-4.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3543" class="wp-caption-text">Pertarungan Otak (<a class="ZsbmCf" tabindex="0" role="button" href="https://www.theouterhaven.net/2019/09/kaguya-sama-love-is-war-series-review-all-is-fair/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-ved="0CAMQjB1qFwoTCNCKuZm05-cCFQAAAAAdAAAAABAD" aria-label="Kunjungi The Outerhaven"><span class="pM4Snf">The Outerhaven</span></a>)</p></div></p>
<p>Untungnya, komedi yang dihadirkan pun cukup segar dan tidak dibuat berbelit sehingga enak untuk dinikmati. Kehadiran narator yang bersuara bas pun menjadi tambahan yang menarik.</p>
<p>Setiap episodenya terdiri dari beberapa segmen yang seringkali tidak memiliki keterkaitan. Hanya rutinitas anggota &#8220;OSIS&#8221; pada umumnya. Setiap satu segmen berakhir, narator akan mengumumkan siapa pemenang perang kali ini.</p>
<p>Formula-formula humor yang ada di anime ini memiliki banyak hal unik, seperti yang sudah Penulis singgung di atas. Ada pula formula <em>mainstream </em>yang selalu ditemukan di setiap anime komedi.</p>
<p>Yang paling Penulis sukai adalah ketika Miyuki khawatir jika ia melakukan sesuatu yang membuatnya terlihat memiliki perasaan kepada Kaguya. Di dalam pikirannya, ia membayangkan Kaguya memandang rendah dirinya sembari berkata <em><strong>kawaii-koto</strong> </em>(imutnya).</p>
<p><div id="attachment_3540" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3540" class="size-large wp-image-3540" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/02/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3540" class="wp-caption-text">Kawaii koto (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://areajugones.sport.es/anime/kaguya-sama-love-is-war-contara-con-una-segunda-temporada/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwitqvyOsufnAhUI63MBHRy4CbIQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Areajugones</span></a>)</p></div></p>
<p>Terlepas dari unsur komedi dan romantisnya, anime ini juga memberikan pendalaman terhadap karakter-karakter yang ada di dalamnya. Ada sisi-sisi humanis yang berusaha ditunjukkan kepada penonton.</p>
<p>Karena menikmati anime ini, Penulis pun memutuskan untuk mencari komiknya di internet dan berhasil menemukannya. Sama seperti animenya, format komiknya pun dibuat dengan model <em>slice of life </em>dengan alur waktu yang jelas.</p>
<p>Lantas di antara Miyuki dan Kaguya, siapa yang pada akhirnya kalah dan mengutarakan perasaannya duluan? Rahasia, nanti jadi <em>spoiler</em>.</p>
<p>Anime ini dikabarkan akan memiliki <em>season 2 </em>pada bulan April tahun ini. Meskipun sudah mengetahui cerita lanjutannya dari komik, Penulis tetap menantikan rilisnya anime ini karena sedang butuh hiburan yang mengocok perut!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 23 Februari 2020, terinspirasi setelah menonton anime <em>Kaguya-sama: Love is War</em></p>
<p>Foto: <a href="https://myanimelist.net/anime/37999/Kaguya-sama_wa_Kokurasetai__Tensai-tachi_no_Renai_Zunousen">MyAnimeList</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/adu-gengsi-ala-kaguya-sama-love-is-war/">Adu Gengsi Ala Kaguya-sama: Love is War</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Indonesia Tanpa Ujian Nasional (Bagian 2)</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/indonesia-tanpa-ujian-nasional-bagian-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Jan 2020 16:35:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Finlandia]]></category>
		<category><![CDATA[Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Ujian Nasional]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3222</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melanjutkan tulisan sebelumnya, kali ini Penulis ingin sedikit berimajinasi bagaimana seandainya Indonesia menerapkan sistem pendidikan yang sama dengan negara-negara maju. Oleh karena itu, mohon maaf apabila ada yang tak sependapat dengan bayangan Penulis yang ada di bawah ini. Seandainya Mata Pelajaran Berkurang Imajinasi ini akan dimulai dengan berkurangnya mata pelajaran dan jam belajar di sekolah. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/indonesia-tanpa-ujian-nasional-bagian-2/">Indonesia Tanpa Ujian Nasional (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/indonesia-tanpa-ujian-nasional-bagian-1/">tulisan sebelumnya</a>, kali ini Penulis ingin sedikit berimajinasi bagaimana seandainya Indonesia menerapkan sistem pendidikan yang sama dengan negara-negara maju.</p>
<p>Oleh karena itu, mohon maaf apabila ada yang tak sependapat dengan bayangan Penulis yang ada di bawah ini.</p>
<h3>Seandainya Mata Pelajaran Berkurang</h3>
<p><div id="attachment_3266" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3266" class="size-large wp-image-3266" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3266" class="wp-caption-text">Jam Belajar Dikurangi? (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwjBz_6Fvf7mAhWLfH0KHTf7DXQQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.expatica.com%2Fuk%2Feducation%2Fchildren-education%2Fschool-holidays-in-the-uk-214859%2F&amp;psig=AOvVaw3HfkerVRCkhPolBE7Xi5xq&amp;ust=1578932764725974" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjBz_6Fvf7mAhWLfH0KHTf7DXQQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Expatica</span></a>)</p></div></p>
<p>Imajinasi ini akan dimulai dengan berkurangnya mata pelajaran dan jam belajar di sekolah. Kira-kira, apa yang dilakukan oleh siswa Indonesia?</p>
<p>Yang jelas, para siswa bisa fokus untuk memilih pelajaran yang sekiranya akan dibutuhkan ketika sudah lulus nanti, entah untuk melanjutkan studi di universitas ataupun bekerja.</p>
<p>Dengan banyaknya waktu luang, mungkin ada yang memanfaatkannya untuk mengikuti kegiatan ekskul secara lebih maksimal. Mereka merasa memiliki bakat di bidang di luar akademik, sehingga mereka ingin mengasahnya mumpung jam belajarnya lebih sedikit.</p>
<p>Mungkin ada yang memanfaatkannya untuk rebahan di rumah saja. Kalau yang satu ini tentu akan merugikan diri sendiri karena menghambur-hamburkan waktu yang dimiliki.</p>
<p>Pasti tak sedikit yang memanfaatkannya untuk (<em>ehem</em>) memadu kasih dengan pacar tercinta. Selama ini waktu untuk <em>ngedate </em>sangat terbatas, sehingga berkurangnya mata pelajaran bisa menambah waktu untuk melakukan hal tersebut.</p>
<p>Pertanyaannya, mana yang akan lebih dominan? Yang memanfaatkan waktunya untuk hal produktif atau yang hanya bermalasan sambil sesekali main game? Jawabannya Penulis serahkan kepada pembaca.</p>
<h3>Seandainya Mengutamakan Pendidikan Karakter</h3>
<p><div id="attachment_3267" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3267" class="size-large wp-image-3267" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3267" class="wp-caption-text">Pendidikan Karakter (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.todayonline.com/voices/reinforce-cleaning-habit-consistently-so-it-becomes-norm-students" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwic8bPLvf7mAhVE6nMBHdqzBWEQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">todayonline.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Salah satu kelemahan dari sistem pendidikan kita adalah membuat para murid berfokus pada nilai, bukan ilmu yang akan didapatnya. Tidak hanya itu, pendidikan karakter pun dirasa sangat kurang.</p>
<p>Penulis akan melakukan perbandingan dengan Jepang. Meskipun negara maju, Jepang tidak mengutamakan ilmu pengetahuan. Mereka lebih mengutamakan pendidikan etika dan moral.</p>
<p>Contoh kecilnya adalah bagaimana para siswa diajarkan untuk membersihkan ruang kelasnya sendiri. Zaman penulis sekolah dulu, masih ada yang namanya daftar piket. Entah bagaimana dengan sekarang.</p>
<p>Selain itu, mereka juga sangat dilatih untuk disiplin dan mencintai negara dan budayanya sendiri. Selain itu, para murid juga didorong untuk <a href="https://whathefan.com/animekomik/klub-sekolah-ala-anime/">mengikuti berbagai klub</a> untuk mengembangkan bakat mereka.</p>
<p><div id="attachment_3268" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3268" class="size-large wp-image-3268" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-5-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-5-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-5-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-5-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3268" class="wp-caption-text">Festival Sekolah (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://darrellinjapan.wordpress.com/2008/11/01/274/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj2ptCYvf7mAhUWdCsKHaO9DTgQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Darrell in Japan &#8211; WordPress.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Ada satu poin yang menarik perhatian Penulis <a href="https://whathefan.com/pengalaman/udah-tua-kok-masih-nonton-anime/">ketika menonton anime</a>. Hampir di semua anime yang bertemakan sekolah, selalu ada yang namanya festival sekolah.</p>
<p>Pada ajang ini, tiap kelas bisa membuat apapun mulai dari kafe hingga rumah hantu. Kalau kebijakan ini diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia, kira-kira para siswa akan membuat apa ya?</p>
<p>Berbagai kombinasi tersebut membuat orang-orang Jepang terkenal disiplin, pekerja keras, hormat kepada orang yang lebih tua, walaupun menjadi sedikit kaku.</p>
<p>Pendidikan moral itu terkesan sepele, tapi penting. Penulis sering mengelus dada ketika melihat ada murid yang berani berbuat kurang ajar kepada gurunya. Parahnya, pihak orangtua pun membela anaknya yang jelas-jelas salah.</p>
<p>Bukan berarti di Jepang tidak ada murid bandel. Penulis yakin di Jepang pun masih banyak anak-anak nakal yang suka berbuat onar. Walaupun begitu, rasanya jumlahnya masih kalah dari murid-murid yang bermoral.</p>
<p>Dampaknya negatifnya pun ada, di mana tingkat stres yang sampai memicu bunuh diri di Jepang cukup tinggi. Tapi, kalau terlalu <em>santuy </em>rasanya juga kurang baik.</p>
<h3>Penghapusan Ujian Nasional, Tepat Kah?</h3>
<p><div id="attachment_3270" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3270" class="size-large wp-image-3270" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-6-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-6-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-6-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-6-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3270" class="wp-caption-text">UN Dihapus (<a class="o5rIVb a-no-hover-decoration irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://dnk.id/artikel/aprilia-kumala/surat-perpisahan-untuk-ujian-nasional-dan-sejarahnya" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-veid="3724" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjxrartvv7mAhV0xzgGHSnvBscQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">DNK.id</span></a>)</p></div></p>
<p>Salah satu hal yang tak perlu lagi berandai-andai lagi adalah penghapusan Ujian Nasional (UN). Kebijakan ini telah ditetapkan dan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.</p>
<p>Negara yang tidak menggunakan UN adalah Finlandia. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada pihak guru dan sekolah untuk melakukan evaluasi kepada muridnya. Di Indonesia, kita masih melihat bagaimana hasilnya nanti.</p>
<p>Ketika Penulis masih sekolah, banyak pendapat yang mengatakan rasanya tidak adil jika tiga tahun sekolah hanya ditentukan dalam tiga hari. Akan tetapi, itu membuat para muridnya termotivasi untuk belajar.</p>
<p>Banyak yang mengkhawatirkan penghapusan (atau pergantian) UN akan membuat siswa menjadi terlalu santai. Ibaratnya, mereka jadi kehilangan target yang selama ini membuat mereka belajar mati-matian hingga harus kursus sepulang sekolah.</p>
<p>Pernyataan ini telah dibantah oleh bapak menteri karena menurutnya UN tidak akan dihapus, melain hanya akan diganti dengan <strong>Asesmen Kompetensi</strong> <strong>Minimum</strong>. Artinya, para siswa akan tetap harus melakukan serangkaian ujian agar bisa lulus sekolah.</p>
<p>Kalau pendapat pribadi, Penulis termasuk yang mendukung hal ini. Apalagi, UN tidak benar-benar dihilangkan, melainkan hanya diganti konsep dan cara penilaiannya. Kelulusan sudah seharusnya bukan menjadi hal yang menakutkan untuk siswa.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Memang rasanya kurang adil jika membandingkan sistem pendidikan kita dengan negara-negara maju. Mereka sudah mampu memeratakan pendidikan di negaranya, sehingga siswa bisa mendapatkan kesempatan yang sama.</p>
<p>Di Indonesia, pemerataan pendidikan masih sangat sulit untuk direalisasikan meskipun upaya-upayanya terus dilakukan. Belum lagi kondisi ekonomi keluarga yang juga turut berperan penting bagi kondisi siswa.</p>
<p>Dengan kata lain, peran semua pihak untuk memajukan sistem pendidikan kita mutlak dibutuhkan. Pemerintah harus mampu menyediakan fasilitas dan kurikulum berkualitas untuk para muridnya secara merata.</p>
<p>Masyarakat pun harus mampu meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. Peran para aktivis pendidikan ataupun orang-orang yang memiliki <em>privilege </em>juga dibutuhkan agar pendidikan bisa dirasakan oleh semua kalangan.</p>
<p>Walaupun begitu, Penulis menyambut positif gebrakan untuk <del>menghapus</del> mengganti Ujian Nasional dari sang menteri. Semoga saja keputusan ini mampu menghasilkan manusia-manusia yang lebih berkualitas dan mampu ikut membangun bangsa ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 12 Januari 2020, terinspirasi setelah munculnya berita terkait penghapusan Ujian Nasional</p>
<p>Foto: <a href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwjh1NH1uf7mAhVryzgGHaw-CAIQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fgogonihon.com%2Fen%2Fblog%2Flearn-about-the-japanese-education-system%2F&amp;psig=AOvVaw2TcPnmYfK3mHwLZpQOjTJX&amp;ust=1578931884135821">Gogonihon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/indonesia-tanpa-ujian-nasional-bagian-2/">Indonesia Tanpa Ujian Nasional (Bagian 2)</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Klub Sekolah Ala Anime</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/klub-sekolah-ala-anime/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 Nov 2019 15:25:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[Chuunibyou demo Koi ga Shitai]]></category>
		<category><![CDATA[D-Frag!]]></category>
		<category><![CDATA[K-On]]></category>
		<category><![CDATA[klub]]></category>
		<category><![CDATA[Kokoro Connect]]></category>
		<category><![CDATA[oregairu]]></category>
		<category><![CDATA[Oreshura]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=3045</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dari beberapa anime bergenre school yang sudah ditonton, ada satu hal menarik yang penulis temukan. Beberapa di antaranya menunjukkan bahwa di Jepang kita bisa membuat klub apapun di sekolah selama memenuhi syarat. Ada yang normal seperti klub teater di anime Clannad, tapi beberapa terlalu susah untuk direaliasikan dan hanya mungkin terjadi di dunia anime saja. Contohnya, seperti [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/klub-sekolah-ala-anime/">Klub Sekolah Ala Anime</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dari beberapa anime bergenre <em>school</em> yang sudah ditonton, ada satu hal menarik yang penulis temukan. Beberapa di antaranya menunjukkan bahwa di Jepang kita bisa membuat klub apapun di sekolah selama memenuhi syarat.</p>
<p>Ada yang normal seperti klub teater di anime <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/beragam-cerita-penuh-warna-ala-clannad/">Clannad</a>, </em>tapi beberapa terlalu susah untuk direaliasikan dan hanya mungkin terjadi di dunia anime saja. Contohnya, seperti yang ada di bawah ini.</p>
<h3><em><strong>Chuunibyou demo Koi ga Shitai</strong></em> (Far Eastern Magical Napping Society)</h3>
<p><div id="attachment_3048" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3048" class="size-large wp-image-3048" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-1-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-1-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-1-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-1-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3048" class="wp-caption-text">Chuunibyou demo Koi ga Shitai! (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;ved=2ahUKEwjv1Mbu9d_lAhVSfisKHWoqDhEQjB16BAgBEAM&amp;url=https%3A%2F%2Fanime.astronerdboy.com%2F2012%2F11%2Fchuunibyou-demo-koi-ga-shitai-06.html&amp;psig=AOvVaw16MS_k2RB3SptDF0EZ9s7W&amp;ust=1573484818083461" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwjv1Mbu9d_lAhVSfisKHWoqDhEQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">AstroNerdBoy</span></a>)</p></div></p>
<p><strong><em>Chuunibyou demo Koi ga Shitai </em></strong>merupakan salah satu anime favorit penulis karena komedinya yang lucu dan alur ceritanya yang menarik.</p>
<p><a href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/tentang-sica-sarah-dan-rika/">Rikka Takanashi</a>, karakter wanita utama pada anime diketahui memiliki sindrom kelas delapan yang membuatnya sering berhalusinasi memiliki kekuatan super.</p>
<p>Oleh karena itu, ia mendirikan klub <strong><em>Far Easter Magical Napping Society </em></strong>yang tujuan utamanya adalah mempelajari ilmu sihir bersama Yūta Togashi, Sanae Dekomori, dan Kumin Tsuyuri.</p>
<p>Yuta merupakan mantan penderita sindirom 8 dan Sanae sendiri sama seperti Rikka. Di sisi lain, Kumin adalah kakak kelas mereka yang hobi tidur siang. Oleh karena itu, ada kata <em>napping </em>pada nama klub ini.</p>
<p>Pada akhirnya, Shinka Nibutani ikut bergabung karena ia ingin melenyapkan bukti bahwa dirinya dulu juga penderita sindrom kelas 8. Karena klub ini dibuat berdasarkan fantasi, ada saja kelakuan konyol yang mereka lakukan di klub.</p>
<h3><em><strong>D-Frag!</strong></em> (Game Creation Club)</h3>
<p><div id="attachment_3052" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3052" class="size-large wp-image-3052" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-6-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-6-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-6-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-6-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3052" class="wp-caption-text">D-Frag (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.google.com/url?sa=i&amp;source=imgres&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwj6zOeN-d_lAhW7_XMBHR3ACfIQjB16BAgBEAM&amp;url=http%3A%2F%2Fpaullevesque.blogspot.com%2F2017%2F09%2Fanime-review-d-frag.html&amp;psig=AOvVaw3B36qARvKKi5_2UReIDI0C&amp;ust=1573485688429222" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj6zOeN-d_lAhW7_XMBHR3ACfIQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Levesque&#8217;s Gate to Anime</span></a>)</p></div></p>
<p>Kalau klub <strong><em>Game Creation Club </em></strong>dari anime <strong>D-Frag!</strong> yang satu ini mungkin tidak terlalu aneh, walau sepengetahuan penulis masih jarang sekolah yang memiliki kegiatan ekstrakulikuler seperti ini.</p>
<p>Anggota dari klub ini adalah sang ketua Roka Shibasaki, Chitose Karasuyama, Sakura Mizukami. Untuk melengkapi kekurangan anggota, mereka merekrut seorang siswa laki-laki bernama Kenji Kazama.</p>
<p>Yang menarik, mereka memiliki klub game saingan bernama <em>Real Game Creation Club </em>yang diketuai oleh Tsutsumi Inada. Kedua klub ini saling bersaing untuk menjadi klub game terbaik.</p>
<p>Tidak hanya membuat game untuk komputer, mereka juga membuat <em>board game </em>yang membuat penulis terinspirasi untuk membuat permainan <a href="https://whathefan.com/karang-taruna/stars-and-rabbits-sebuah-permainan/"><em>Stars &amp; Rabbits</em></a>.</p>
<h3><em>Kokoro Connect</em> (Student Cultural Research Club)</h3>
<p><div id="attachment_3049" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3049" class="size-large wp-image-3049" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-2-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-2-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-2-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-2-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3049" class="wp-caption-text">Kokoro Connect (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://randomc.net/2012/07/16/kokoro-connect-02/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi04tzS9d_lAhVDb30KHfyUADMQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Random Curiosity</span></a>)</p></div></p>
<p>Selanjutnya ada <strong><em>Student Cultural Research Club </em></strong>atau Klub Penelitian Kebudayaan dari anime Kokoro Connect. Mereka membuat semacam jurnal tentnang kebudayaan untuk disebarkan ke seluruh siswa.</p>
<p>Anggotanya adalah Taichi Yaegashi, sang ketua Iori Nagase, Himeko Inaba, Yui Kiriyama, dan Yoshifumi Aoki. Alasan mereka membentuk klub ini adalah karena para anggotanya tidak memiliki klub yang menarik minat mereka.</p>
<p>Di dalam klub ini, ada cinta segitiga yang rumit. Apalagi, mereka semua mengalami berbagai peristiwa aneh yang secara tidak langsung memengaruhi kondisi klub.</p>
<h3><em><strong>K-On!</strong></em> (Light Music Club)</h3>
<p><div id="attachment_3047" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3047" class="size-large wp-image-3047" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-3-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-3-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-3-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-3-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3047" class="wp-caption-text">K-On! (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://randomc.net/2010/07/27/k-on-s2-17/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj24KOL9t_lAhWHfSsKHdGSBJAQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Random Curiosity</span></a>)</p></div></p>
<p>Sebenarnya klub musik di sekolah bukan sesuatu yang aneh. Hanya saja, <em><strong>Light Music Club</strong> </em>dari anime <em><strong>K-On! </strong></em>ini mengusung genre musik yang spesifik, sehingga penulis menganggapnya unik.</p>
<p>Anggotanya awalnya adalah Mio Akiyama (bass) dan ketua Ritsu Tainaka (drum). Karena kekurangan anggota dan terancam ditutup, mereka berusaha merekrut anggota baru.</p>
<p>Yui Hirasawa pada akhirnya direkrut untuk menjadi vokalis dan gitaris, walaupun pada awalnya ia sama sekali tidak bisa bermain gitar. Tsumugi Kotobuki menyusul kemudian sebagai pemain keyboard.</p>
<p>Pada tahun berikutnya, mereka mendapatkan gitaris tambahan dari adik kelas bernama Azusa Nakano. Mereka biasa latihan sepulang sekolah, meskipun ada saja adegan konyol yang terjadi.</p>
<h3><i><b>OreGairu</b></i> (Service Club)</h3>
<p><div id="attachment_3050" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3050" class="size-large wp-image-3050" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-4-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-4-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-4-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-4-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3050" class="wp-caption-text">OreGairu (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.reddit.com/r/anime/comments/32jyjt/spoiler_oregairu_which_character_design_and_other/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwj1zoyT9t_lAhUbAXIKHX-_BwgQjB16BAgBEAM"><span class="irc_ho" dir="ltr">Reddit</span></a>)</p></div></p>
<p>Hachiman Hikigaya dari anime <strong><em>OreGairu </em></strong>adalah seorang remaja yang pragmatis dan memandang segala hal dengan negatif. Gurunya menyadari hal ini, sehingga memintanya untuk bergabung ke <em>Service Club </em>atau Klub Relawan.</p>
<p>Klub tersebut dipimpin oleh wanita dingin bernama Yukino Yukinoshita. Hachiman dan Yukino sering sekali berdebat ketika melakukan kegiatan-kegiatan klub.</p>
<p>Selain mereka berdua, ada pula teman sekelas Hachiman bernama Yui Yuigahama. Berbeda dengan dua orang lainnya, Yui memiliki kepribadian yang riang dan ceria.</p>
<h3><em><strong>Oreshura</strong></em> (Maiden Society For Performing Your Own Life)</h3>
<p><div id="attachment_3051" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-3051" class="size-large wp-image-3051" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-5-1024x607.jpg" alt="" width="800" height="474" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-5-1024x607.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-5-300x178.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-5-768x455.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/11/klub-sekolah-ala-anime-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-3051" class="wp-caption-text">Oreshura (<a href="https://randomc.net/2013/03/10/ore-no-kanojo-to-osananajimi-ga-shuraba-sugiru-10/">Random MC</a>)</p></div></p>
<p>Klub <em><strong>Maiden Society For Performing Your Own Life </strong></em>di anime <strong><em>Oreshura </em></strong>didirikan oleh seorang siswi cantik bernama Masuzu Natsukawa.</p>
<p>Tujuan dari klub ini adalah membuat anggotanya mempelajari cara-cara untuk menjadi populer. Ia mengajak siswa peringkat pertama di sekolah, Eita Kidō, laki-laki yang ia jadikan paksa sebagai pacar palsunya agar laki-laki lain berhenti mengejar dirinya.</p>
<p>Teman masa kecil Eita, Chiwa Harusaki, juga ikut bergabung dan banyak belajar untuk menjadi populer walau sebenarnya ia sudah lama menaruh hati pada Eita.</p>
<p>Ada juga Himeka Akishino, seorang penderita sindrom kelas 8 yang merasa menjadi mantan kekasih Eita di masa lalu. Anggota komite disiplin, Ai Fuyuumi, pada akhirnya juga bergabung sehingga klub ini tidak jadi bubar.</p>
<p>Meskipun tujuannya ingin mengubah seseorang menjadi populer, sebenarnya bisa dibilang ini adalah <em>Eita&#8217;s Fans Club </em>karena semua perempuan yang ada di klub ini jatuh cinta kepada Eita.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Jika penulis simpulkan, salah satu syarat untuk membuat klub di Jepang adalah memiliki setidaknya lima anggota dan mendapatkan persetujuan dari pihak sekolah atau OSIS.</p>
<p>Melihat klub-klub tersebut, penulis jadi membayangkan bagaimana jika diterapkan di Indonesia. Kira-kira, para murid akan membuat klub apa? Klub <em>bucin</em>? Klub penggemar <em>oppa-oppa</em> tampan? Klub tidur siang? Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 10 November 2019, terinspirasi setelah menonton anime Oreshura</p>
<p>Foto:</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/klub-sekolah-ala-anime/">Klub Sekolah Ala Anime</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kenapa Suka Anime Bergenre Comedy-Romance-School?</title>
		<link>https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 12 Oct 2019 14:44:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Anime & Komik]]></category>
		<category><![CDATA[anime]]></category>
		<category><![CDATA[comedy]]></category>
		<category><![CDATA[komedi]]></category>
		<category><![CDATA[romance]]></category>
		<category><![CDATA[romansa]]></category>
		<category><![CDATA[school]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2858</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dulu jika ditanya apa genre anime favoritnya, pasti akan menjawab komedi. Alasannya sederhana, penulis baru menonton anime setelah lulus kuliah dan membutuhkan hiburan yang mampu mengundang tawa. Akan tetapi jika bertanya sekarang, maka jawaban penulis akan berubah. Penulis suka menonton anime dengan kombinasi genre comedy-romance-school. Mengapa? Daftar Anime Comedy-Romance-School yang Pernah Ditonton Sebelum menjabarkan mengapa penulis menyukai genre [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/">Kenapa Suka Anime Bergenre Comedy-Romance-School?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dulu jika ditanya apa genre anime favoritnya, pasti akan menjawab komedi. Alasannya sederhana, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/udah-tua-kok-masih-nonton-anime/">penulis baru menonton anime setelah lulus kuliah</a> dan membutuhkan hiburan yang mampu mengundang tawa.</p>
<p>Akan tetapi jika bertanya sekarang, maka jawaban penulis akan berubah. Penulis suka menonton anime dengan kombinasi genre <em>comedy-romance-school</em>. Mengapa?</p>
<h3>Daftar Anime <em>Comedy-Romance-School </em>yang Pernah Ditonton</h3>
<p>Sebelum menjabarkan mengapa penulis menyukai genre ini, penulis ingin memberi daftar anime <em>comedy-romance-school </em>apa saja yang pernah penulis tonton. Siapa tahu, ada yang pernah menonton juga.</p>
<p><div id="attachment_2860" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2860" class="size-large wp-image-2860" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2860" class="wp-caption-text">Chūnibyō Demo Koi ga Shitai! (<a href="http://www.fanpop.com/clubs/chuunibyou-demo-koi-ga-shitai/images/34840486/title/chuunibyou-demo-koi-ga-shitai-photo">Fanpop</a>)</p></div></p>
<ul>
<li><em>Ano Natsu de Matteru</em>, tidak terlalu berkesan ke penulis</li>
<li><em>Ao Haru Ride</em>, karena <a href="https://whathefan.com/animekomik/digantung-ala-anime-bagian-1/">akhir ceritanya yang menggantung</a>, penulis membeli komiknya, lumayan menarik</li>
<li><em>Baka to Test to Shoukanjuu, </em>banyak yang menganggap anime ini sangat lucu, tapi penulis tidak terlalu suka</li>
<li><em>Bokura wa Minna Kawaisou</em>, rekomendasi dari seorang teman karena karakter utama wanitanya bikin gemes</li>
<li><em>Chuunibyou demo Koi ga Shitai!, </em>salah satu anime favorit, <a href="https://whathefan.com/leon-dan-kenji-buku-1/tentang-sica-sarah-dan-rika/">karakter Rikka Takahashi penulis jadikan inspirasi novel</a></li>
</ul>
<p><div id="attachment_2861" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2861" class="size-large wp-image-2861" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-2-1024x512.png" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-2-1024x512.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-2-300x150.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-2-768x384.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-2.png 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2861" class="wp-caption-text">Isshuukan Friends (<a href="https://www.akibanation.com/live-action-isshuukan-friends-hadirkan-aktor-populer-lainnya/">Akiba Nation</a>)</p></div></p>
<ul>
<li><a href="https://whathefan.com/animekomik/beragam-cerita-penuh-warna-ala-clannad/"><em>Clannad</em></a>, anime yang paling membuat penulis baper hingga saat ini</li>
<li><em>D-frag, </em>biasa saja</li>
<li><em>Gekkan Shojo Nozaki-kun</em>, anime favorit juga karena kekocakan para karakternya</li>
<li><a href="https://whathefan.com/animekomik/membuat-kenangan-ala-isshuukan-friends/"><em>Isshuukan Friends</em></a>, pertama kali tahu gara-gara nonton <em>live-action-</em>nya sewaktu liputan, sangat berkesan</li>
<li><em>Kaichou wa Maid-sama!</em>, awalnya membosankan, namun pengembangan kisah cinta kedua karakter utamanya sangat menarik</li>
</ul>
<p><div id="attachment_2862" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2862" class="size-large wp-image-2862" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-3-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-3-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-3-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-3-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-3.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2862" class="wp-caption-text">Kimi Ni Todoke (<a href="https://shinmaru.wordpress.com/2011/03/23/kimi-ni-todoke-35-finally/">Shinmaru</a>)</p></div></p>
<ul>
<li><a href="https://whathefan.com/animekomik/mengungkapkan-isi-hati-ala-kimi-ni-todoke/"><em>Kimi ni Todoke</em></a>, salah satu favorit lainnya!</li>
<li><em>Kokoro Connect</em>, anime terakhir yang ditonton, jalan ceritanya susah ditebak hingga membuat penulis marathon 5 jam karena penasaran dengan akhirnya</li>
<li><em>Lovely Complex</em>, ketika wanita jangkung jatuh cinta ke pria pendek, lumayan membosankan</li>
<li><em>Masamune-kun no Revenge</em>, penuh dengan <em>plot twist</em>, sayang akhir dari <a href="https://whathefan.com/animekomik/digantung-ala-anime-bagian-2/">animenya sendiri menggantung</a></li>
<li><em>Nijiiro Days</em>, kisahnya manis, akhirnya yang gantung membuat penulis membeli komiknya hingga tamat</li>
</ul>
<p><div id="attachment_2863" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2863" class="size-large wp-image-2863" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-4-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-4-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-4-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-4-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/10/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2863" class="wp-caption-text">Sakurasou no Pet na Kanojo (<a href="http://jurnalotaku.com/2017/07/26/waifu-wednesday-shiina-mashiro/">Jurnal Otaku</a>)</p></div></p>
<ul>
<li><em>Nisekoi</em>, salah satu anime yang penuh dengan misteri dan bikin penasaran, akhirnya juga gantung sehingga penulis harus membaca komiknya secara online</li>
<li><a href="https://whathefan.com/animekomik/mengulang-masa-sekolah-ala-relife/"><em>ReLife</em></a>, salah satu anime terbaik yang pernah penulis tonton</li>
<li><em>Sakurasou no Pet na Kanojo, </em><a href="https://whathefan.com/animekomik/di-balik-wanita-tanpa-ekspresi/">Mashiro Shiina</a>nya terbaik</li>
<li><em>Seiren</em>, biasa saja, tapi penulis jadi mendapatkan gambaran bagaimana seorang wanita yang bersifat <em>bitchy</em></li>
<li><em>Toradora!</em>, salah satu anime <em>comedy-romance </em>yang formulanya pas</li>
<li><em>Yahari Ore no Seishun Love Comedy wa Machigatteiru</em>, salah satu anime yang tidak penulis sukai</li>
</ul>
<p>Padahal belum genap dua tahun penulis menjadi penonton anime, tapi ternyata sudah ada banyak sekali. Itu belum termasuk anime-anime genre lain seperti <em>My Hero Academia </em>atau <em>Barakamon</em>.</p>
<p>Tapi dari anime-anime yang sudah disebutkan di atas, penulis mendapatkan inspirasi untuk novelnya.</p>
<h3>Inspirasi Novel</h3>
<p>Salah satu hobi penulis adalah menulis novel. Setidaknya, sudah dua novel yang penulis buat dan sudah diunggah di blog ini maupun di Wattpad.</p>
<p>Dalam proses pengerjaannya, penulis kerap kesulitan dalam membayangkan adegan romantis karena minimnya pengalaman yang dimiliki. Penulis jarang membaca novel dengan genre <em>romance</em>. Penulis juga tidak berhasrat untuk menyaksikan sinetron.</p>
<p>Oleh karena itu, penulis memutuskan untuk mencari referensi melalui anime. Apalagi, penulis banyak <a href="https://whathefan.com/animekomik/mencari-inspirasi-karakter-melalui-anime/">mendapatkan inspirasi pembentukan karakter</a> dari sana.</p>
<p>Anime <em>romance </em>yang penulis tonton harus memiliki unsur <em>comedy </em>di dalamnya agar tidak terlalu <em>mellow</em>. <a href="https://whathefan.com/karakter/dilarang-baper-di-jakarta/">Penulis yang mudah baper</a> ini tidak kuat melihat sesuatu yang seperti itu.</p>
<p>Nah, penulis suka membuat cerita dengan latar belakang anak sekolah. Maka dari itu, anime <em>comedy-romance </em>yang ditonton harus berlatar belakang sekolah.</p>
<p>Selain itu, ada sedikit alasan sedih mengapa penulis menyukai genre ini.</p>
<h3>Masa-Masa Sekolah yang&#8230;</h3>
<p>Ketika sekolah dulu, penulis termasuk murid yang biasa-biasa saja. Pinter banget enggak, nakal juga enggak. Tipe murid yang enggak bakal diinget sama guru lah, hahaha.</p>
<p>Penulis termasuk tipe orang yang susah punya teman karena beberapa alasan, sehingga lebih sering sendiri. Mungkin teman dekat penulis semasa sekolah hanya dua. Itu pun karena rumah kami bersebelahan.</p>
<p>Akibatnya, kehidupan sekolah penulis cenderung datar dan begitu-begitu saja. Jika disuruh mengingat masa-masa indah di sekolah, penulis akan merasa kesulitan.</p>
<p>Penulis tidak pernah memiliki pemikiran &#8220;<em>duh, kangen nih sama masa-masa sekolah dulu&#8221;. </em>Rasanya tak pernah sekalipun terbesit keinginan untuk mengulang kembali masa-masa tersebut, kecuali untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dibuat.</p>
<p>Ketika melihat anime-anime dengan genre ini, penulis sedikit merasa iri karena kehidupan para siswa-siswa di sana terlihat berwarna. Penulis tahu itu semua cuma fiksi, tapi tetap saja perasaan tersebut muncul.</p>
<p>Jadi, salah satu alasan mengapa penulis menyukai genre <i>comedy-romance-school </i>adalah sebagai pelengkap kepingan puzzle di masa lalu penulis, walau sejatinya tak akan pernah lengkap dengan cara apapun.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Karena baru beberapa tahun terakhir ini menonton anime, kebanyakan yang penulis tonton adalah anime-anime lama. Itu pun dapat setelah membaca beberapa rekomendasi dari internet.</p>
<p>Penulis tidak tahu sampai kapan dirinya akan menonton anime, apalagi dengan genre yang mungkin kurang cowok. Setidaknya, penulis akan tetap menontonnya selama penulis merasa membutuhkannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 12 Oktober 2019, terinspirasi setelah sadar bahwa banyak anime genre <em>comedy-romance-school </em>yang sudah ditontonnya</p>
<p>Foto: <a href="https://anime.goodfon.com/other-anime/wallpaper-anime-kokoro-connect-iori-4508.html">Anime Goodfon</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/animekomik/kenapa-suka-anime-bergenre-comedy-romance-school/">Kenapa Suka Anime Bergenre Comedy-Romance-School?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Berbincang Tentang Sistem Zonasi Sekolah</title>
		<link>https://whathefan.com/sosial-budaya/berbincang-tentang-sistem-zonasi-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jul 2019 01:12:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[murid]]></category>
		<category><![CDATA[prestasi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<category><![CDATA[zona]]></category>
		<category><![CDATA[zonasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=2518</guid>

					<description><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu (selalu beberapa waktu lalu, penulis minta maaf karena membahas topik yang sudah tidak trending) sempat heboh akan penerapan sistem zonasi sekolah. Banyak anak-anak berprestasi yang ingin sekolah di sekolah favorit mereka terhalang oleh jarak. Mereka kalah dengan siswa yang (maaf) biasa-biasa saja namun rumahnya lebih dekat dengan sekolah. Tentu hal ini menjadi polemik [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/berbincang-tentang-sistem-zonasi-sekolah/">Berbincang Tentang Sistem Zonasi Sekolah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu lalu (selalu beberapa waktu lalu, penulis minta maaf karena membahas topik yang sudah tidak <em>trending</em>) sempat heboh akan penerapan sistem zonasi sekolah.</p>
<p>Banyak anak-anak berprestasi yang ingin sekolah di sekolah favorit mereka terhalang oleh jarak. Mereka kalah dengan siswa yang (maaf) biasa-biasa saja namun rumahnya lebih dekat dengan sekolah.</p>
<p>Tentu hal ini menjadi polemik dan mengandung pro dan kontra tersendiri baik di kalangan orangtua, murid, pengamat pendidikan, dan lain sebagainya.</p>
<h3>Kenapa Sistem Zonasi Diterapkan?</h3>
<p><div id="attachment_2522" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2522" class="size-large wp-image-2522" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/sistem-zonasi-sekolah-1-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/sistem-zonasi-sekolah-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/sistem-zonasi-sekolah-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/sistem-zonasi-sekolah-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/sistem-zonasi-sekolah-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2522" class="wp-caption-text">Menteri Pendidikan (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="http://vibizmedia.com/2016/07/27/wajah-menteri-kabinet-kerja-baru/menteri-pendidikan-dan-kebudayaan-dr/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwi3wPaE47rjAhUFVysKHVMkDKIQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Vibizmedia.com</span></a>)</p></div></p>
<p>Tujuan dari sistem ini sebenarnya bagus, ingin memeratakan pendidikan. Pemerintah ingin menghapuskan yang namanya sekolah favorit. Semua sekolah memiliki derajat yang sama.</p>
<p>Beberapa orang berpendapat bahwa sekolah menjadi favorit karena memang diisi oleh murid-murid yang pintar, buat karena kualitas sekolah yang luar biasa.</p>
<p>Jika sudah diisi oleh murid yang dasarnya sudah cerdas, tentu para guru tidak perlu bersusah payah mentransferkan ilmu yang mereka miliki.</p>
<p>Ketika penulis membaca beberapa <em>tweet</em>, sekolah yang baik adalah yang mampu mengubah nilai muridnya dari 5 menjadi 9. Kalau dari awal mereka sudah biasa mendapatkan nilai 9, maka apa istimewanya?</p>
<p>Akibat lainnya dengan adanya sekolah favorit ini adalah sekolah-sekolah lain yang bukan favorit hanya menerima &#8220;ampas&#8221;  dari murid-murid yang tidak diterima di sekolah favorit.</p>
<p>Selain itu, pemerintah mungkin juga ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak yang kemampuan akademisnya standar agar bisa merasakan sekolah di tempat dengan fasilitas yang baik.</p>
<p>Pendidikan adalah hak semua anak yang hidup di Indonesia, mungkin menjadi dasar mengapa pemerintah menerapkan sistem ini.</p>
<h3>Kenapa Sistem Zonasi Tidak Cocok Diterapkan Sekarang?</h3>
<p><div id="attachment_2521" style="width: 810px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" aria-describedby="caption-attachment-2521" class="size-large wp-image-2521" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/sistem-zonasi-sekolah-2-1024x512.jpg" alt="" width="800" height="400" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/sistem-zonasi-sekolah-2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/sistem-zonasi-sekolah-2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/sistem-zonasi-sekolah-2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/07/sistem-zonasi-sekolah-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px" /><p id="caption-attachment-2521" class="wp-caption-text">Murid Jadi Stress (<a class="o5rIVb irc_hol i3724 irc_lth" tabindex="0" href="https://www.medibank.com.au/livebetter/health-brief/lifestyle/coping-with-stress-as-a-student/" target="_blank" rel="noopener noreferrer" data-noload="" data-ved="2ahUKEwiyg_zL4rrjAhVSeysKHS7JDfEQjB16BAgBEAQ"><span class="irc_ho" dir="ltr">Medibank</span></a>)</p></div></p>
<p>Hanya saja, masalahnya tidak semua sekolah memiliki kualitas yang sama. Ada yang bagus banget, ada yang di bawah standar. Tentu hal ini terasa sedikit tidak adil bagi siswa berprestasi tapi rumahnya dekat dengan sekolah yang kurang baik.</p>
<p>Jepang juga menerapkan zonasi seperti ini. Bedanya, sekolah-sekolah di Jepang memiliki kualitas yang setara sehingga para murid dan orangtua bisa menerimanya.</p>
<p>Mungkin salah satu harapan pemerintah menerapkan zona ini adalah agar yang kurang pandai dan bermasalah bisa tertular mereka yang pintar dan rajin.</p>
<p>Masalahnya, bagaimana jika yang terjadi adalah sebaliknya? Bagaimana jika anak yang sebenarnya pintar jadi ikut terpengaruh lingkungan buruk sehingga jalan hidupnya menjadi belok? Tentu hal tersebut bisa menjadi masalah baru bagi perkembangan generasi muda.</p>
<p>Beberapa kali muncul di berita anak berprestasi menjadi frustasi karena segala <em>achievement</em>-nya selama ini tidak bisa menolongnya untuk bisa bersekolah di tempat yang ia inginkan. Ini adalah peristiwa yang cukup membuat pilu.</p>
<p>Juga muncul kekhawatiran dari pihak orangtua bahwa anak mereka dijadikan &#8220;kelinci percobaan&#8221; untuk menerapkan sistem ini. Pasti akan menimbulkan masalah apabila tahun depan ternyata pemerintah membatalkan aturan sistem zonasi ini.</p>
<p>Kalau kata ayah penulis, sistem yang seperti ini akan membuat kita sedikit susah mendapatkan teman baru. Bagaimana tidak, ketemu temannya itu lagi itu lagi. Kesempatan untuk mendapatkan relasi baru jadi sedikit terhambat.</p>
<p>Penulis merasakan betul hal tersebut karena bersekolah di TK, SD, SMP, dan SMA yang berada di satu kelurahan yang sama. Penulis memiliki satu teman yang selalu satu sekolah hingga satu jurusan kuliah. Bahkan, sekarang kerja di Jakarta pun kantornya berdekatan.</p>
<p>Yah, walaupun sebenarnya ada banyak jalan agar bisa mendapatkan relasi yang lebih luas, tapi sekolah adalah tempat yang paling mudah untuk mendapatkannya.</p>
<h3>Penutup</h3>
<p>Penulis setuju dengan tujuan utama dari penerapan sistem zonasi ini, yakni ingin memeratakan pendidikan di Indonesia. Akan tetapi, penulis merasa pemerintah terlalu <em>grusa-grusu </em>sehingga terjadi <em>syok </em>massal, baik dari pihak murid maupun orangtua.</p>
<p>Seharusnya, sistem zonasi ini bisa dilakukan secara bertahap entah bagaimana caranya, sehingga publik bisa menerima hal ini tanpa emosi.</p>
<p>Sebenarnya, murid berprestasi juga masih bisa bersekolah di tempat yang jauh dari rumahnya lewat jalur prestasi, walaupun kuotanya hanya 5%. Setidaknya, masih ada jalan meskipun mungkin akan sedikit berdarah-darah.</p>
<p>Penulis berharap besar dengan adanya sistem zonasi ini, pihak sekolah akan benar-benar melakukan pembenahan diri agar kualitasnya benar-benar setara dengan sekolah lain yang lebih bagus, baik dari sisi tenaga pengajar maupun fasilitas yang dimiliki.</p>
<p>Pemerintah juga harus &#8220;bertanggung jawab&#8221; atas keputusan yang telah diambil dengan cara menggelontorkan dana untuk bisa memeratakan kualitas sekolah, terutama sekolah-sekolah di daerah.</p>
<p>Para murid yang mendapatkan keuntungan dengan zona ini pun diharapkan bisa memanfaatkan hal ini dengan baik. Mereka sudah diberikan <em>privilage</em>, sehingga akan terasa seperti pengkhianatan apabila mereka justru bermalas-malasan di sekolah nantinya.</p>
<p>Untuk para murid yang terbentur jarak sehingga tidak bisa bersekolah di tempat idaman, jangan berkecil hati. Sekolah bukan satu-satunya parameter kesuksesan, jadi tetap semangat!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber Artikel:</p>
<ul>
<li class="title style-scope ytd-video-primary-info-renderer">Video <a href="https://youtu.be/FeRjh4JSaRs">OPINIKU MENGENAI SISTEM ZONASI SEKOLAH (ft. Seno Bagaskoro)</a> dari Nihonggo Mantappu</li>
<li class="title style-scope ytd-video-primary-info-renderer"><a href="https://twitter.com/Strategi_Bisnis/status/1141907218821812224"><em>Tweet </em>akun Stretegi + Bisnis</a></li>
<li><a href="https://zeniuseducation.com/polemik-sistem-zonasi-ppdb/">Zenius Education</a></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kebayoran Lama, 17 Juli 2019, terinspirasi dengan penerapan sistem zonasi yang membuat publik heboh</p>
<p>Sumber: <a class="_3XzpS _1ByhS _4kjHg _1O9Y0 _3l__V _1CBrG xLon9" href="https://unsplash.com/@jordymeow">Jordy Meow</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/berbincang-tentang-sistem-zonasi-sekolah/">Berbincang Tentang Sistem Zonasi Sekolah</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">Whathefan!</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
