Connect with us

Permainan

Koleksi Board Game #6 King of New York

Published

on

Saat nongki di Nexux Cafe Surabaya di mana Penulis membeli 7 Wonders (1st Edition), ada beberapa board game yang Penulis coba mainkan di sana. Beberapa yang Penulis ingat adalah A Game of Throne: Catan dan Splendor.

Namun, ada satu board game yang benar-benar mencuri perhatian Penulis, yakni King of New York. Sebelumnya, Penulis sudah tertarik untuk memiliki King of Tokyo dengan konsep battle monster yang dimiliki. Ternyata, yang versi ini lebih menarik dan menyenangkan.

Ketika bertanya kepada toko apakah board game ini dijual, ternyata jawabannya belum. Alasannya, board game tersebut baru saja dibeli. Kalau dua bulan lagi, mungkin ada kemungkinan board game ini akan dilepas.

Sekitar dua bulan kemudian ketika Penulis sedang nongki di Board Game Academy, Penulis mencoba untuk menghubungi kafe tersebut untuk menanyakan apakah King of New York-nya sudah bisa dibeli. Benar saja, ternyata kafe tersebut telah bersedia untuk melepasnya.

Harga baru dari King of New York adalah Rp750 ribu, dan Penulis mendapatkannya seharga Rp700 ribu dengan kondisi kartunya sudah mendapatkan sleeves. Meskipun mengeluarkan biaya untuk GoSend, rasanya Penulis masih untung dari transaksi ini.

Detail Board Game

  • Judul: King of New York
  • Desainer: Richard Garfield
  • Publisher: IELLO
  • Tahun Rilis: 2014
  • Jumlah Pemain: 2 – 6 pemain
  • Waktu Bermain: 40 menit
  • Rating BGG: 6.9
  • Tingkat Kesulitan: 1.86/5

Cara Bermain King of New York

Konsep dari King of New York sama dengan King of Tokyo, di mana para pemain akan berperan sebagai monster yang berusaha untuk menguasai kota. Siapa yang mampu terakhir (one man last standing) bertahan atau mendapatkan 20 poin pertama akan menjadi pemenangnya.

Apa yang membuat board game ini istimewa adalah banyaknya komponen yang dimiliki. Selain papan utama permainan, ada 8 buah dadu dengan masing-masing sisi memiliki efek yang berbeda. Ini yang akan menjadi penentu langkah kita setiap putarannya nanti.

Ada juga setumpuk kartu dengan berbagai efek. Kartu-kartu ini bisa dibeli oleh pemain dengan menggunakan sebuah cube kecil. Selain itu, masing-masing monster juga memiliki sebuah figur yang bisa berdiri dengan sebuah standing.

Tidak hanya itu, ada semacam papan yang berisi tentang poin (dilambangkan bintang) dan nyawa (dilambangkan dengan hati). Poin dimulai dari 0, hati dimulai dari 10. Pemain yang kehilangan seluruh nyawanya akan tersingkir dari permainan.

Setiap putaran, pemain akan mengocok enam dadu secara bersamaan. Lalu, pemain boleh melakukan reroll hingga dua kali untuk mendapatkan sisi dadu yang diinginkan. Barulah setelah itu pemain akan mengaktifkan masing-masing efek dadunya.

Pemain pertama akan selalu masuk ke Manhattan, yang memberikan banyak benefit walau efek negatifnya adalah tidak bisa melakukan heal. Monster yang berada di Manhattan baru bisa keluar apabila diserang oleh monster yang berada di luar Manhattan.

Efek Dadu King of New York

Dadu King of the New York (The Board Game Family)

Sekarang Penulis akan menjelaskan efek dari masing-masing sisi dadu. Ada sisi hati yang digunakan untuk menambah nyawa kita. Sisi petir akan membuat kita mendapatkan cube yang berfungsi untuk membeli kartu.

Sisi cakar digunakan untuk menyerang. Nah, di peta ada beberapa blok, di mana Manhattan menjadi pusatnya. Di luar Manhattan, ada beberapa blok yang bisa dihuni seperti Bronkx, Queens, Brooklyn, dan State Island.

Jika sisi cakar keluar, monster yang berada di Manhattan bisa mengurangi nyawa semua monster yang ada di luar Manhattan. Sebaliknya pun begitu, monster yang berada di luar Manhattan hanya bisa menyerang monster yang berada di dalam Manhattan.

Sisi bintang dapat menambahkan poin jika kita mendapatkan tiga dadu dengan sisi ini. Namun, ketika kita memiliki kartu “Superstar” yang bisa dimiliki jika mendapatkan tiga sisi bintang, kita akan mendapatkan bintang sesuai dengan jumlah bintang yang keluar.

Di setiap blok, ada beberapa tile bangunan yang bisa dihancurkan dengan menggunakan sisi dadu gedung (yang jika dihancurkan akan memberikan efek tertentu). Jika tile bangunan ini hancur, maka tile akan di balik dan menjadi tile tempur.

Nah, tile tempur ini akan menjadi berbahaya apabila kita mendapatkan sisi dadu tengkorak karena akan mengurangi nyawa kita. Tile ini bisa dihancurkan menggunakan sisi dadu bangunan.

Setelah Bermain King of New York

King of New York (I Slay the Dragon)

Dengan konsep battle royale yang dimiliki, King of New York menjadi board game yang cukup seru untuk dimainkan ramai-ramai. Adanya faktor acak dari kocokan dadu membuat jalan permainannya sulit untuk ditebak.

Secara garis besar, pemain akan memilih untuk memenangkan permainan dengan dua cara, entah dengan menyerang pemain lain ataupun fokus menambahkan poinnya. Tentu tidak akan mudah, karena pemain lain jelas akan berusaha menjatuhkan kita juga.

Penulis juga menyukai kualitas dari komponen-komponennya yang sangat baik, terutama dadunya terasa berat dan mantap. Desain dari masing-masing monsternya juga unik, walau agak disayangkan setiap monster tidak memiliki kekuatan spesial yang unik.

Namun, King of New York juga lumayan terasa monoton. Permainan akan menjadi sangat lama apabila semua pemain memilih untuk bermain aman dengan menghindar menyerang monster lawan dan lebih mengutamakan nyawanya sendiri.

Selain itu, jumlah kartu yang cukup banyak terkadang jadi tidak berguna, karena opsi sisi petir lumayan jarang dipakai, setidaknya dari yang Penulis mainkan. Apalagi, beberapa kartu memiliki efek yang cukup rumit, dengan beberapa berkaitan dengan token-token.

Secara overall, King of New York tetap menyenangkan untuk dimainkan. Dengan mekanisme yang gampang gampang susah, masing-masing pemain harus mampu mengatur strategi agar mampu menjadi pemenang di akhir permainan.

***

Mendapatkan dua board game second dengan kualitas baik membuat Penulis ingin melakukannya lagi. Maka dari itu, koleksi ketujuh Penulis juga merupakan barang second, yang cerita lengkapnya akan ada di tulisan selanjutnya. Board game tersebut adalah Survive!

โ˜…โ˜…โ˜…โ˜…โ˜…โ˜…โ˜…โ˜…

Lawang, 25 Mei 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game ini

Permainan

Koleksi Board Game #34: Vendespil Memory Game

Published

on

By

Menjelang pernikahan adik Penulis, Penulis sempat mengajak teman-teman dan sepupunya untuk jalan-jalan di Jakarta. Salah satu tempat yang menjadi destinasi adalah Grand Indonesia (GI), salah satu mal terbesar di Indonesia.

Nah, di GI ada sebuah toko yang dari luar terlihat menarik bernama Flying Tiger Copenhagen. Banyak barang-barang lucu yang terlihat dari luar dan kebetulan Penulis menyukai benda-benda yang unik.

Di sanalah Penulis menemukan sebuah board game kecil bernama Vendespil Memory Game. Ukurannya mini, hanya segenggaman tangan. Harganya pun murah, kalau tidak salah waktu itu Rp60 ribu atau Rp80 ribu. Untuk itu, Penulis pun membelinya.

Detail Board Game Vendespil Memory Game

  • Judul: Vendespil Memory Game
  • Desainer: ?
  • Publisher: ?
  • Tahun Rilis: ?
  • Jumlah Pemain: Berapa aja boleh
  • Waktu Bermain: Tergantung yang main
  • Rating BGG: –
  • Tingkat Kesulitan: –
  • Harga: Rp60.000-Rp80.000

Cara Bermain Vendespil Memory Game

(Flying Tiger Copenhagen)

Sesuai namanya, ini adalah permainan daya ingat di mana kita harus mencocokkan gambar yang sama. Kebetulan, yang satu ini temanya adalah bendera negara. Total ada 68 kartu, yang artinya ada 34 bendera berbeda di mana mayoritasnya adalah negara Eropa.

Di awal permainan, kocok semua kartu dan letakkan secara tertutup semua kartunya. Secara bergiliran, setiap pemain akan membuka dua kartu pilihannya. Apabila kartu yang dibuka berbeda, kembalikan ke posisi menghadap bawah. Jika sama, ambil dan letakkan di dekat pemain untuk scoring nanti.

Peraturannya bisa berbeda-beda tergantung bermain dengan siapa, karena permainan ini bebas menggunakan house rule seperti apa pun. Kalau Penulis, pemain akan berkesempatan untuk memilih lagi apabila berhasil mendapatkan pasangan kartu yang sama.

Peletakkan kartu pun bebas, tidak ada aturan baku yang menentukan seperti apa posisi kartunya. Mau dibaris rapi biar gampang ingatnya, boleh. Mau diacak biar lebih menantang, juga boleh.

Pemain dengan jumlah pasangan kartu terbanyak akan keluar sebagai pemenangnya. Kalau seri, anggap saja menang bersama. Kurang lebih seperti itulah cara bermain Vendespil Memory Game yang sangat sederhana.

Setelah Bermain Vendespil Memory Game

(Mercari)

Awalnya, Penulis ragu-ragu mau memasukkan board game ini ke dalam daftar koleksi yang ingin dibuat tulisannya. Rasanya sama seperti memasukkan catur ke dalam daftar. Hanya saja, setelah melalui berbagai pertimbangan, Penulis memutuskan untuk tetap menuliskannya.

Sewaktu kecil, Penulis memiliki permainan serupa. Ukuran kartunya pun mirip, kotak dengan sudut yang sedikit melengkung. Kartu ini memiliki warna belakang biru dan di depannya dominan putih dengan berbagai gambar.

Nah, gambar-gambarnya inilah yang sangat Penulis ingat. Salah satu alasannya adalah adanya gambar Lucky Luke. Bisa dibilang, inilah pertemuan Penulis pertama dengan koboi tersebut.

Gambar lainnya adalah astronot dan berbagai macam hewan, dengan dominasi warna karakternya adalah kuning, biru, merah, dan hijau. Intinya, permainan ini sangat memorable bagi Penulis, sehingga permainan memori seperti ini tetap Penulis gemari hingga sekarang.

Oleh karena alasan sentimental tersebut, Penulis memutuskan untuk menulis tulisan ini. Memang tidak banyak yang bisa dibahas dari permainan sejuta umat seperti ini, tapi Penulis tetap menginginkannya.

Case dari permainan ini terbuat dari bahan semacam kaleng yang solid, walau minusnya mudah meninggalkan bekas gores terutama di bagian bawah. Kualitas kartunya sendiri bagus, berbahan kertas yang tebal dan licin. Gambar benderanya jelas, yang dilengkapi dengan informasi nama negara dan ibukotanya.

Vendespil Memory Game seru untuk dimainkan ramai-ramai, tapi juga bisa dimainkan sendirian di kala sedang tidak ada kegiatan lain. Ukurannya yang kecil membuat mobilitasnya sangat tinggi dan mudah dibawa ke tongkrongan.

Skor: 7/10

Setelah ini, Penulis akan membahas sebuah board game dengan tema perjudian. Tentu, bukan uang sungguhan yang digunakan di sini. Kita akan melihat pacuan unta (bukan kuda) dan bertaruh unta mana yang akan keluar sebagai juara. Board game tersebut adalah Camel Up The Card Game.


Lawang, 20 Juli 2026, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri board game

Continue Reading

Permainan

Koleksi Board Game #33: King of Tokyo: Duel

Published

on

By

Selain membeli Splendor Duel sewaktu jalan-jalan ke Grand Indonesia (GI), Penulis juga membeli satu lagi board game bertema “duel” untuk dimainkan dua orang, yakni King of Tokyo: Duel. Sebenarnya, Penulis tidak berencana membelinya. Namun, karena terlihat menarik, Penulis memutuskan untuk membelinya sekalian.

Penulis tidak punya King of Tokyo versi besarnya, tapi punya King of New York yang Penulis beli second. Jadi, mekanisme dasarnya pun Penulis sudah mengerti, meskipun di sini ada sedikit perbedaan yang mudah untuk dipelajari.

Jika dibandingkan dengan Splendor Duel yang lebih “damai” karena hanya rebutan resource, King of Tokyo: Duel jelas lebih rusuh dan memang harus saling senggol antarpemain. Apalagi, cara untuk menangnya ada beberapa cara!

Detail Board Game King of Tokyo: Duel

  • Judul: King of Tokyo Duel
  • Desainer: Richard Garfield
  • Publisher: IELLO
  • Tahun Rilis: 2024
  • Jumlah Pemain: 2 pemain
  • Waktu Bermain: 20 menit
  • Rating BGG: 7,1
  • Tingkat Kesulitan: 2,08/5
  • Harga: Rp350.000

Cara Bermain King of Tokyo: Duel

Board Game Geek

Mengingat King of Tokyo: Duel memiliki cukup banyak komponen permainan, Penulis akan coba bahas satu per satu secara umum. Tidak terlalu mendetail, tapi cukup untuk mendapatkan gambaran bagaimana permainannya berjalan.

Karakter-Karakter di King of Tokyo: Duel

Permainan dimulai dengan memilih karakter yang akan digunakan. Tidak ada cara tertentu untuk menentukan siapa yang memilih karakter duluan. Total, ada 6 karakter yang bisa dipilih oleh pemain, dengan masing-masing memiliki kemampuan yang unik.

Nah, ini salah satu hal yang membedakan King of Tokyo: Duel dengan versi orisinalnya, di mana karakternya tidak memiliki kemampuan spesial. Nyawa tiap karakter pun berbeda-beda. Keenam karakter yang bisa dipilih oleh pemain adalah:

  • Gigazaur (Nyawa 14 | Kesulitan 1): Bisa menarik marker Fame maupun Destruction dengan menggunakan setidaknya dua dadu [!]
  • Alienoid (Nyawa 14 | Kesulitan 1): Bisa menggunakan 2-3 dadu [!] untuk menjadi simbol dadu apa pun
  • Space Penguin (Nyawa 13 | Kesulitan 2): Bisa menghasilkan token dadu untuk mendapatkan dadu tambahan untuk setiap dadu [!]
  • Meka Dragon (Nyawa 12 | Kesulitan 2): Bisa mengalikan dadu Smash sebanyak jumlah dadu [!] yang muncul
  • Cyber Kitty (Nyawa 13 | Kesulitan 3): Bisa menggunakan dadu [!] untuk mendapatkan cube untuk membeli kartu Power
  • The King (Nyawa 15 | Kesulitan 3): Bisa menggunakan dua dadu [!] untuk meletakkan token Buzz yang akan menghambat pergerakan marker Fame maupun Destruction ke area lawan

Penjelasan Dadu King of Tokyo: Duel

Nah, mungkin Pembaca akan kebingungan membaca deskripsi kemampuan di atas, karena Penulis belum menjelaskan dadu yang digunakan di board game ini. Sama seperti versi orisinalnya, ada enam dadu utama yang digunakan tiap ronde, tapi mata dadunya sedikit berbeda.

Berikut penjelasan untuk setiap mata dadunya:

  • Smash (bergambar cakar): Mengurangi nyawa lawan (satu serangan per dadu Smash)
  • Heal (bergambar hati): Menambah nyawa kita sendiri (satu heal per dadu Heal)
  • Energy (bergambar petir): Memberi kita satu cube Power yang bisa digunakan untuk membeli kartu Power (satu cube per dadu Energy)
  • Fame (bergambar bintang): Untuk setiap tiga dadu Fame, gerakkan marker Fame di papan permainan sebanyak satu space ke arah kita
  • Destruction (bergambar gedung hancur): Untuk setiap tiga dadu Destruction, gerakkan marker Destruction di papan permainan sebanyak satu space ke arah kita
  • Special Power (bergambar tanda seru [!]_: Mengaktifkan kemampuan spesial karakter, seperti yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya

Peraturan mengocok dadu pun sama seperti versi orisinalnya, di mana pemain memiliki kesempatan untuk melakukan reroll hingga dua kali untuk mengganti mata dadu yang tidak diinginkan. Ada dua dadu tambahan, yang bisa digunakan jika mengaktifkan efek kartu atau karakter tertentu.

Penjelasan Kartu Power King of Tokyo: Duel

Sekarang Penulis akan membahas tentang kartu Power. Di King of New York yang Penulis miliki, salah satu kesulitan dalam membeli kartu adalah harganya yang mahal. Apalagi kalau mau membuang semua pilihan kartu yang ada, harus membuang dua cube Power.

Mekanik tersebut sedikit diperbaiki di King of Tokyo: Duel. Pertama, jika tidak melakukan pembelian, kita otomatis mendapatkan satu tambahan cube. Kedua, kartu yang terletak di sebelah paling kanan (total 3 kartu yang bisa dibeli pemain) selalu lebih murah 1 cube.

Jenis kartunya pun masih sama, di mana dibagi menjadi Keep (aktif terus selama permainan berlangsung) dan Discard (hanya aktif sekali). Beberapa kartu memiliki simbol tertentu, yang akan mengaktifkan token untuk ditempatkan di papan permainan.

Cara Menang di King of Tokyo: Duel

Di King of New York, cara memenangkan permainan adalah dengan mengurangi semua nyawa pemain lain atau mencetak skor Fame hingga 20. Nah, kalau di King of Tokyo: Duel, ada tiga cara untuk menang, yakni:

  1. Nyawa lawan mencapai angka 0
  2. Kedua marker Fame maupun Destruction berada di Spotlight Zone kita (di papan akan ada bagian yang terlihat seperti disorot lampu)
  3. Salah satu antara marker Fame maupun Destruction berada di space Victory kita (space paling dekat dengan kita)

Jadi, pemain akan memulai permainan dengan memilih karakter, lalu mengocok dadu setiap giliran mereka, dengan kesempatan reroll hingga dua kali. Setelah itu, masing-masing akan mengandalkan strategi (dan tentunya keberuntungan) untuk bisa meraih kemenangan dengan salah satu cara di atas.

Setelah Bermain King of Tokyo: Duel

Board Game Geek

Bisa dibilang, King of Tokyo: Duel adalah board game yang mengusung mekanisme tug-of-war alias tarik tambang. Kedua pemain akan saling berusaha menarik marker untuk berada di wilayahnya, baik Fame maupun Destruction.

Tentu, ada sentuhan keberuntungan lemparan dadu yang sudah jadi ciri khas waralaba ini. Meskipun ada kesempatan reroll hingga dua kali, tetap saja kita tidak selalu berhasil mendapatkan mata dadu yang kita butuhkan.

Jika dibandingkan dengan King of New York maupun King of Tokyo versi aslinya, jelas King of Tokyo: Duel memiliki durasi bermain yang relatif cepat. Satu kali duel mungkin hanya butuh waktu 15 hingga 20 menit, sehingga pas dimainkan sembari menanti giliran main EA Sports FC 26.

Adanya cube Power gratisan dan pengurangan cost membuat pembelian kartu Power lebih terjangkau. Walau begitu, bisa dibilang kartu-kartu ini tidak memberikan dampak yang terlalu signifikan. Masalah serupa juga Penulis temukan di King of New York.

Satu hal yang sangat Penulis sukai dari King of Tokyo: Duel adalah karakternya yang masing-masing memiliki kemampuan unik. Apalagi, skill mereka juga cukup overpowered sehingga pemilihan karakter bisa menentukan pemenang permainan.

Untuk harganya yang 300 ribuan, komponen-komponen yang dimiliki oleh board game ini terbilang solid. Baik papan permainan, token, papan karakter, piringan yang mengindikasikan nyawa kita, hingga dadu memiliki kualitas yang sepadan dengan harganya. Mungkin ketebalan kartunya saja yang menurut Penulis terlalu tipis.

Desain kartu, papan permainan, dan karakter-karakter yang bisa kita gunakan juga mempertahankan ciri khas dari waralaba ini. Penulis sendiri menyukai desain rulebook-nya yang mirip desain cover majalah.

Sepanjang permainan, Penulis merasakan tekanan dalam menentukan jalur strategi mana yang harus diambil untuk meraih kemenangan. Menarik marker ke wilayah kita tak semudah yang terlihat. Mau menghabisi nyawa lawan juga ada dadu Heal.

Namun, itulah salah satu faktor yang membuat board game ini terasa seru dan intens seperti bermain catur. Langkah demi langkah harus dipikirkan secara matang, sembari memantau strategi yang dipilih oleh lawan.

Sama seperti Splendor Duel, entah mengapa Penulis justru jarang menang ketika bermain King of Tokyo: Duel. Padahal, kan Penulis yang menjelaskan peraturannya kepada teman-teman Penulis.

Skor: 8/10

Setelah ini, rasanya board game yang satu ini akan jadi tulisan terpendek dalam seri Koleksi Board Game. Pasalnya, ini adalah permainan yang paling gampang penjelasannya dan semua orang bisa memainkannya dengan mudah. Kebetulan, Penulis juga membelinya di GI. Board game tersebut adalah Vendespil Memory Game.


Lawang, 2 Juni 2026, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri board game ini

Continue Reading

Permainan

Koleksi Board Game #32: Splendor Duel

Published

on

By

Dalam memilih board game, biasanya salah satu pertimbangan Penulis adalah seberapa banyak pemain yang bisa bermain dalam satu waktu. Jumlah ideal adalah antara tiga sampai enam pemain, karena biasanya sebanyak itu teman bermain Penulis.

Nah, tapi ada beberapa momen di mana Penulis merasa membutuhkan board game yang spesifik untuk dimainkan dua orang, seperti ketika menunggu giliran bermain EA Sports FC 26 misalnya atau memang lagi ingin main berdua dengan adik.

Oleh karena itu, Penulis jadi ingin mencoba untuk memiliki board game seperti itu, dan Splendor Duel jadi pilihan pertamanya. Kebetulan, waktu jalan-jalan ke Grand Indonesia, board game ini ada!

Detail Board Game Splendor Duel

  • Judul: Splendor Duel
  • Desainer: Marc Andrรฉ, Bruno Cathala
  • Publisher: Space Cowboys
  • Tahun Rilis: 2022
  • Jumlah Pemain: 2 pemain
  • Waktu Bermain: 30 menit
  • Rating BGG: 7,9
  • Tingkat Kesulitan: 2,01/5
  • Harga: Rp390.000

Cara Bermain Splendor Duel

Sama seperti Splendor orisinal, Splendor Duel juga masih berkutat tentang pengumpulan “batu akik” alias Gem untuk meraih poin dalam jumlah tertentu. Batu akik ini akan digunakan untuk membeli kartu Jewel, yang bisa jadi resource tetap sekaligus sumber poin.

Di awal permainan, kita akan membuka tiga kartu level 3, empat kartu level 2, dan lima kartu level 1 (bukan semua lima kartu seperti Splendor orisinal). Setelah itu, letakkan papan permainan yang terdiri dari 25 kota, lalu isi dengan 25 batu akik secara acak mengikuti alur yang tertera di papan.

Sebagai pelengkap, letakkan 3 Privilege Scroll di dekat papan, lalu jejerkan 4 kartu Royal. Privilege Scroll digunakan untuk mengambil salah satu batu akik atau Pearl yang ada di papan. Artinya, kita mendapatkan satu token dalam satu giliran kita.

Bicara tentang Pearl, ini adalah jenis batu akik yang tidak ada di permainan aslinya. Fungsinya sama, karena beberapa kartu membutuhkannya. Hanya saja, jumlahnya terbatas (hanya ada dua), sehingga sering jadi rebutan.

Kita bisa menggunakan Privilege Scroll sebagai Optional Action di awal giliran kita. Selain itu, kita juga bisa mengisi ulang papan selama kantong batu akiknya tidak kosong. Jika pemain melakukan ini, maka lawan akan mendapatkan satu Privilege Scroll.

Nah, untuk Mandatory Action-nya, pemain harus melakukan satu dari ketiga aksi ini, yang sebenarnya masih sama seperti versi aslinya:

  1. Ambil 3 token Gem (batu akik)
  2. Ambil 1 token Gold dan 1 kartu Jewel untuk di-reserve
  3. Beli 1 kartu Jewel

Bedanya, kita tidak bisa sembarangan mengambil tokennya. Karena batu-batunya terpampang di papan berukuran 5×5, maka kita harus mengambil sesuai dengan posisinya.

Pemain hanya bisa mengambil tiga token yang terletak bersisian, entah itu horizontal, vertikal, bahkan diagonal. Pemain tidak boleh mengambil token Gold jika mengambil aksi ini. Selain itu, kalau yang bisa diambil hanya dua (atau bahkan satu), ya sudah, hanya itu yang bisa diambil.

Jumlah token maksimal yang bisa dimiliki pemain juga sama, yakni 10 token. Jika setelah mengambil token jumlah yang kita miliki lebih dari 10, maka kita harus mengembalikan kelebihannya ke kantong.

Peraturan tambahan adalah apabila ada pemain yang mengambil tiga token dengan warna yang sama atau mengambil dua Pearl sekaligus, maka lawan akan mendapatkan satu Privilege Scroll.

Untuk aturan pengambilan Gold dan kartu Jewel masih sama, di mana pemain maksimal memiliki tiga kartu Jewel yang bisa di-reserve. Token Gold bisa digunakan untuk menggantikan token lain dalam warna apa pun, termasuk Pearl.

Untuk pembelian kartu Jewel juga sama. Bedanya, ada beberapa kartu yang memiliki efek tambahan, yakni:

  • Ambil satu putaran lagi
  • Kartu Wild Card yang bisa jadi kartu Jewel mana pun (selama sudah punya satu kartu Jewel dari Gem tersebut)
  • Mengambil 1 token Gem sesuai dengan yang dihasilkan kartu tersebut
  • Ambil 1 Privilege atau curi punya lawan jika tidak ada yang tersisa
  • Curi 1 Gem atan Pearl milik lawan, tidak boleh digunakan untuk mencuri Gold

Hal baru lain yang ada di Splendor Duel adalan Crowns. Beberapa kartu Jewel memiliki lambang Crown, di mana pemain yang bisa mendapatkan 3 dan 6 Crown akan mendapatkan satu Royal Card.

Untuk penentuan menangnya sendiri, ada tiga cara untuk bisa memenangkan Splendor Duel, yakni:

  • Punya 20 poin atau lebih
  • Punya 10 Crown atau lebih
  • Punya 10 poin di kartu Gem dengan warna yang sama

Adanya variasi untuk menang ini membuat permainan lebih seru dan tidak tertebak, karena masing-masing pemain punya strategi sendiri untuk mengejar kemenangan.

Setelah Bermain Splendor Duel

Splendor Duel (via Board Game Geek)

Penulis pernah bermain Splendor, bahkan membeli versi digitalnya di Steam. Meskipun bisa dibilang minim unsur senggol-senggolan, Penulis menyukai beberapa unsur yang dimiliki oleh board game ini.

Pertama, manajemen sumber daya yang membuat kita harus berhitung bagaimana cara menggunakannya seefisien mungkin. Karena semakin tinggi nilai kartu semakin mahal, kita harus farming kartu murah dulu untuk mendapatkan infinity resource.

Kedua, meskipun Penulis bilang unsur senggol-senggolannya tipis, tetap saja rasanya kesal ketika kartu yang kita incar (dan sudah mengumpulkan resource-nya) ternyata malah diambil oleh orang lain.

Nah, kedua hal terebut berhasil dipertahankan oleh Splendor Duel. Meskipun mekanisme farming resource-nya berbeda, secara konsep masih sama. Apalagi, opsi pengambilan resource-nya lebih terbatas dan tidak sebebas Splendor orisinal.

Konsep untuk farming kartu murah juga masih sama, bahkan beberapa kartu memiliki efek tambahan yang membuat permainan menjadi lebih seru. Apalagi, ada beberapa cara untuk menang, tidak seperti Splendor orisinal yang hanya melalui 15 poin pertama.

Dari sisi batunya, adanya Pearl membuat permainan menjadi lebih sulit karena jumlahnya yang terbatas. Sepanjang Penulis bermain, keberadaan Pearl ini ternyata sangat krusial dan bisa menghambat permainan kita jika tidak memilikinya.

Hanya saja, Splendor Duel memiliki ukuran kartu yang lebih mungil dibandingkan versi orisinalnya. Hal ini menimbulkan perasaan kurang nyaman, walaupun memang jadi lebih hemat tempat.

Walau begitu, secara overall Penulis menikmati Splendor Duel sebagai board game yang santai, tapi tetap menguras otak. Board game ini juga sangat cocok untuk dimainkan dengan pasangan karena tidak terlalu rumit, meskipun bisa menimbulkan cekcok karena persaingan yang ketat.

Hanya saja dalam beberapa kali main, Penulis jarang menang dari lawan-lawannya entah apa alasannya.

Skor: 8/10

Sewaktu menemukan board game ini di Grand Indonesia, Penulis juga menemukan board game lain yang bertema “duel”. Setelah mempertimbangkan berkali-kali, Penulis memutuskan untuk sekalian membeli King of Tokyo Duel!


Lawang, 10 Maret 2026, terinpirasi setelah ingin melanjutkan seri board game ini

Continue Reading

Fanandi's Choice

Blog ini milik Fanandi Prima Ratriansyah sejak 2018