<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>blog Archives - whathefan</title>
	<atom:link href="https://whathefan.com/tag/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://whathefan.com/tag/blog/</link>
	<description>Apa yang Terpikir Apa yang Tertuang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Feb 2026 14:16:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.1</generator>

<image>
	<url>https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-kotak-whathefan-2026-v3-80x80.jpg</url>
	<title>blog Archives - whathefan</title>
	<link>https://whathefan.com/tag/blog/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>whatheFAN Punya Logo Baru di Tahun 2026 Ini</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-punya-logo-baru-di-tahun-2026-ini/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-punya-logo-baru-di-tahun-2026-ini/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Feb 2026 14:16:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[logo]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8536</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sama seperti tahun 2025 kemarin, tulisan pertama whatheFAN di tahun 2026 juga baru ditulis pada bulan Februari. Karena berbagai macam hal, menulis di blog ini belakangan justru menjadi beban bagi Penulis. Penulis belum menghitung jumlah pasti berapa artikel yang ditulis sepanjang tahun 2025, tapi yang jelas tahun tersebut menjadi tahun terseret sejak blog ini dibuat [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-punya-logo-baru-di-tahun-2026-ini/">whatheFAN Punya Logo Baru di Tahun 2026 Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/">Sama seperti tahun 2025 kemarin</a>, tulisan pertama whatheFAN di tahun 2026 juga baru ditulis pada bulan Februari. Karena berbagai macam hal, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ketika-hobi-menulis-blog-justru-terasa-menjadi-beban/">menulis di blog ini belakangan justru menjadi beban</a> bagi Penulis.</p>



<p>Penulis belum menghitung jumlah pasti berapa artikel yang ditulis sepanjang tahun 2025, tapi yang jelas tahun tersebut menjadi tahun terseret sejak blog ini dibuat pada tahun 2018.</p>



<p>Menyadari hal tersebut, tentu Penulis berusaha untuk mencari jalan keluar agar dirinya bisa kembali semangat menulis di blog. Jalan pertama yang Penulis ambil di awal tahun ini adalah memutuskan untuk mengganti logo whatheFAN.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-banner2-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-banner2-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-banner2-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-banner2-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2020/01/indonesia-tanpa-ujian-nasional-banner2.jpg 1280w " alt="Indonesia Tanpa Ujian Nasional (Bagian 2)" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/indonesia-tanpa-ujian-nasional-bagian-2/">Indonesia Tanpa Ujian Nasional (Bagian 2)</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Perubahan dari Whathefan! menjadi whatheFAN</h2>



<p>Ketika pertama kali membuat blog ini, Penulis menuliskannya sebagai <strong>Whathefan!</strong>, dengan huruf kapital di huruf W dan tanda seru di akhir. Dulu, alasannya adalah karena nama tersebut seperti seruan terkejut dalam konotasi positif.</p>



<p>Kini, penulis memutuskan untuk melakukan sedikit <em>rebranding</em>. dengan mengubahnya menjadi huruf kecil semua di kata &#8220;whathe&#8221; dan kapital semua untuk kata &#8220;FAN&#8221;. Penulis juga menghilangkan tanda seru di akhir nama.</p>



<p>Makna dari perubahan ini adalah Penulis ingin kembali ke akar mengapa Penulis membuat blog ini, yakni <strong>sebagai wadahnya untuk menuangkan semua isi pikirannya</strong> sesuai dengan <em>tagline</em> yang diusung sejak awal.</p>



<p class="has-text-align-center"><em><mark style="background-color:rgba(0, 0, 0, 0);color:#9e0b0f" class="has-inline-color">Apa yang terpikir, apa yang tertuang</mark></em></p>



<p>Salah satu alasan mengapa kegiatan menulis blog terasa menjadi beban adalah karena ekspektasi Penulis sendiri harus membuat tulisan sebagus dan sesempurna mungkin untuk Pembaca. Orientasinya jadi bergeser ke orang lain, bukan diri sendiri.</p>



<p>Oleh karena itu, penekanan kata &#8220;FAN&#8221; di logo adalah simbol untuk kembali berfokus kepada diri sendiri. Menulis di blog ini harus menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk Penulis, <em>mong</em> namanya juga hobi.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Makna Pergantian Logo whathefan</h2>



<p>Penekanan kata &#8220;FAN&#8221; bukan hanya dari perbedaan jenis <em>font</em>, tapi juga pemilihan warna. Untuk kata &#8220;whathe&#8221;, Penulis menggunakan warna abu-abu (#d1d1d1) dan warna putih (#ffffff) untuk kata &#8220;FAN&#8221;.</p>



<p>Waktu membuat logo lama, Penulis hanya memilih satu <em>font</em>, yakni <strong>Stereofidelic</strong> dengan alasan terkesan seru dan asyik. Tak ada proses desain rumit, Penulis hanya menulis kata Whathefan! menggunakan <em>font </em>tersebut.</p>



<p>Nah, di logo baru ini Penulis menggunakan dua <em>font </em>yang berbeda, yakni <strong>Alice</strong> (Serif) untuk &#8220;whathe&#8221; dan <strong>Montserrat Bold</strong> (Sans Serif) untuk &#8220;FAN&#8221;. Dua jenis <em>font </em>ini cukup kontras dan Penulis anggap bisa melambangkan penekanan ke diri sendiri.</p>



<p>Awalnya, Penulis hendak menggunakan <em>full </em>Montserrat Bold dan <em>italic </em>untuk logo baru. Warna identitas hitam (#000000) juga berubah jadi merah (#9e0b0f) dan ada tambahan garis di bawah kata &#8220;FAN&#8221; sebagai penambahan penekanan.</p>



<p>Hanya saja, ketika dilihat-lihat, logo tersebut justru terlihat seperti logo Simpati atau Supreme versi KW. Ketika melakukan jajak pendapat singkat, logo tersebut juga dianggap jelek. Alhasil, Penulis pun mengubah desain logo tersebut menjadi seperti yang terlihat sekarang.</p>



<figure class="wp-block-image size-full is-resized"><img decoding="async" width="400" height="70" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-baru-whathefan-7-2026.png" alt="" class="wp-image-8528" style="width:740px;height:auto" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-baru-whathefan-7-2026.png 400w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2026/02/logo-baru-whathefan-7-2026-300x53.png 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption class="wp-element-caption">Logo Baru yang Batal Digunakan</figcaption></figure>



<p>Sebagai tambahan, bentuk <em>font </em>untuk isi artikel pun Penulis ubah ke Montserrat agar ada konsistensi. Semoga saja bentuk <em>font </em>ini bisa lebih nyaman untuk mata para Pembaca sekalian.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Logo Baru, Harapan Baru</h2>



<p>Salah satu <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/resolusi-tahun-baru-setiap-hari/">resolusi tahunan Penulis</a> adalah semakin konsisten dalam menulis blog. Sayangnya resolusi tersebut sering berakhir gagal dan jumlah artikel tiap tahun justru mengalami penurunan yang menyedihkan.</p>



<p>Mengganti nama dan logo yang telah digunakan selama delapan tahun terakhir merupakan upaya Penulis untuk <strong>kembali membangkitkan semangat menulis blog seperti dulu lagi</strong>. </p>



<p>Anggap saja ini proses reset dan memulai lembaran baru, walau sebenarnya ya enggak baru-baru amat karena artikel-artikel lama juga masih ada. Mengingat <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/">Penulis sudah membuat 1.000 lebih artikel</a>, ini adalah titik awal untuk 1.000 artikel selanjutnya.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga ingin kembali membangkitkan akun Instagram blog ini yang sudah lama mati suri. Penulis ingin membuatnya sesederhana mungkin agar tidak menjadi beban baru. Tidak perlu CTA biar mampir ke blog ini, hanya versi yang lebih singkat saja.</p>



<p>Semoga saja harapan baru bersamaan dengan logo baru ini bisa membuat Penulis bisa kembali konsisten menulis di tahun 2026.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 17 Februari 2026, terinspirasi setelah Penulis memutuskan untuk mengganti logo whathefan di tahun 2026 ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-punya-logo-baru-di-tahun-2026-ini/">whatheFAN Punya Logo Baru di Tahun 2026 Ini</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-punya-logo-baru-di-tahun-2026-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Hobi Menulis Blog Justru Terasa Menjadi Beban</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/ketika-hobi-menulis-blog-justru-terasa-menjadi-beban/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/ketika-hobi-menulis-blog-justru-terasa-menjadi-beban/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 May 2025 23:43:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kontemplasi]]></category>
		<category><![CDATA[malas]]></category>
		<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8259</guid>

					<description><![CDATA[<p>Melalui tulisan &#8220;Pada Akhirnya Hidup Kita Harus Tetap Berjalan&#8221;, Penulis telah mengungkapkan beberapa alasan mengapa dirinya makin ke sini makin jarang menulis. Saat itu, Penulis masih bertanya-tanya apa alasan di balik hal tersebut. Karena merasa tidak ada perkembangan sejak tulisan itu diterbitkan, Penulis pun memutuskan untuk melakukan kontemplasi demi menemukan akar permasalahannya. Blog ini berharga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ketika-hobi-menulis-blog-justru-terasa-menjadi-beban/">Ketika Hobi Menulis Blog Justru Terasa Menjadi Beban</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Melalui tulisan <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pada-akhirnya-hidup-kita-harus-tetap-berjalan/">&#8220;Pada Akhirnya Hidup Kita Harus Tetap Berjalan&#8221;</a>, Penulis telah mengungkapkan beberapa alasan mengapa dirinya makin ke sini makin jarang menulis. Saat itu, Penulis masih bertanya-tanya apa alasan di balik hal tersebut.</p>



<p>Karena merasa tidak ada perkembangan sejak tulisan itu diterbitkan, Penulis pun memutuskan untuk <a href="https://whathefan.com/renungan/hikayat-kontemplasi/">melakukan kontemplasi</a> demi menemukan akar permasalahannya. Blog ini berharga bagi Penulis, sehingga membiarkannya terbengkalai meninggalkan perasaan bersalah.</p>



<p>Setelah direnungkan, Penulis merasa menemukan beberapa jawaban yang paling masuk akal, sehingga bisa menentukan langkah-langkah apa yang harus diambil agar rutinitas menulis blog bisa kembali menjadi hobi yang menyenangkan.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/neymar-psg_ldxvpsdxc3be1i63e6l7wo9ay-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/neymar-psg_ldxvpsdxc3be1i63e6l7wo9ay-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/neymar-psg_ldxvpsdxc3be1i63e6l7wo9ay-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/neymar-psg_ldxvpsdxc3be1i63e6l7wo9ay-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/neymar-psg_ldxvpsdxc3be1i63e6l7wo9ay-356x200.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/02/neymar-psg_ldxvpsdxc3be1i63e6l7wo9ay.jpg 1920w " alt="Hiperinflasi Pada Sepak Bola" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/olahraga/hiperinflasi-pada-sepakbola/">Hiperinflasi Pada Sepak Bola</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Alasan Mengapa Menulis Blog Malah Menjadi Beban</h2>



<div class="wp-block-cover"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8260" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-1-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-1.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Harusnya Menjadi Aktivitas yang Menyenangkan (<a href="https://www.pexels.com/photo/woman-working-retouching-photo-on-laptop-at-convenient-workplace-7014337/">George Milton</a>)</p>
</div></div>



<p>Dalam tulisan sebelumnya, Penulis setidaknya menuliskan ada tiga alasan mengapa produksi artikel blog menjadi seret selama lima bulan terakhir: <strong>sedang ada banyak masalah</strong>, <strong>rasa malas</strong>, hingga <strong>merasa jenuh</strong>. Mari kita berangkat dari sana. </p>



<p>Namanya hidup, tentu saja kita akan selalu menjumpai permasalahan. Terkadang bisa diselesaikan dengan cepat, terkadang membutuhkan waktu lebih panjang. Yang paling penting adalah bagaimana respons kita terhadap masalah tersebut.</p>



<p>Dalam kasus ini, Penulis sering merasa kalau rasa malas di dalam diri ini menggunakan permasalahan tersebut sebagai justifikasi untuk tidak menulis blog. Padahal aslinya memang malas saja, tapi mencari berbagai pembenaran agar tidak merasa bersalah.</p>



<p>Oke, rasa malas memang bisa dilawan, tapi bagaimana dengan perasaan jenuh menulis? Sebagai seorang editor, membaca dan menulis telah menjadi rutinitas harian. Ribuan kata harus dicek dan diolah setiap harinya, sehingga wajar jika menimbulkan rasa jenuh.</p>



<p>Namun, apa yang Penulis bahas di blog ini dan apa yang dibahas di tempat kerja memiliki <em>niche </em>yang berbeda. Memang ada beberapa kategori yang bersinggungan, tapi <em>angle</em> yang digunakan jelas berbeda. </p>



<p>Justru, menulis di blog ini menjadi tempat agar gaya menulis Penulis tetap terasah dan tidak terpaku pada gaya penulisan industri. Apalagi, menulis adalah salah satu cara untuk menuangkan apa yang ada di pikirannya untuk mengurangi gejala <em>overthinking</em>.</p>



<p>Setelah menganalisis tiga alasan tersebut, apakah masih ada alasan lain yang membuat menulis blog menjadi memberatkan? Ada beberapa yang berhasil Penulis temukan setelah melakukan kontemplasi.</p>



<p>Alasan pertama, <strong>Penulis jadi terbebani dengan banyaknya ide artikel yang belum ditulis</strong>. <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">Di Notion Penulis</a>, ada puluhan ide artikel yang sampai saat ini belum dieksekusi hingga akhirnya Penulis sudah mulai lupa apa yang ingin dibahas dari ide tersebut.</p>



<p>Idealnya, sesuai <em>tagline </em>blog ini, sebuah ide harus segera dikerjakan begitu terpikirkan. Kenyataannya, karena sering menunda, ide tersebut malah menjadi usang. <em>Mood </em>untuk menulis ide tersebut pun menjadi hilang dan akhirnya malah jadi terbengkalai.</p>



<p>Alasan kedua, <strong>Penulis merasa terbebani dengan artikel-artikel yang membutuhkan riset lebih</strong>. Belakangan ini, Penulis merasa berkewajiban membuat artikel yang mendalam. Padahal, blog ini harusnya menjadi wadah bagi Penulis untuk menuangkan isi kepalanya.</p>



<p>Bisa jadi, Penulis terlalu berfokus bagaimana tulisan di blog ini bisa sampai ke Pembaca. Penulis sampai lupa kalau seharusnya blog ini menjadi alatnya untuk menuangkan apa yang sedang ada di pikirannya.</p>



<p>Alasan ketiga, <strong>pembuatan konten media sosial yang terkadang menimbulkan rasa malas untuk menulis</strong>. Meskipun pembuatannya hanya membutuhkan beberapa menit, entah mengapa membuat konten media sosial untuk artikel di blog ini memicu rasa mager.</p>



<p>Padahal, konten media sosial yang Penulis buat hanyalah sebuah Story dengan beberapa kalimat <em>caption</em>. Penulis tidak membuat video ataupun <em>long carousel</em>. Mungkin memang pada dasarnya malas saja. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Langkah Apa yang Diambil Setelah Memahami Akar Permasalahannya</h2>



<div class="wp-block-cover"><img decoding="async" width="1024" height="683" class="wp-block-cover__image-background wp-image-8261" alt="" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-2-1024x683.jpg" data-object-fit="cover" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/05/Ketika-Hobi-Menulis-Blog-Justru-Terasa-Menjadi-Beban-2.jpg 1080w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><span aria-hidden="true" class="wp-block-cover__background has-background-dim"></span><div class="wp-block-cover__inner-container is-layout-flow wp-block-cover-is-layout-flow">
<p class="has-text-align-center has-large-font-size">Mencoba Lebih Spontan (<a href="https://www.pexels.com/@olly/">Andrea Piacquadio</a>)</p>
</div></div>



<p>Setelah menemukan beberapa akar permasalahan dari seretnya produksi blog ini, saatnya fokus ke solusi. Ada beberapa langkah yang akan Penulis ambil, dengan harapan menulis artikel bisa kembali menjadi hobi yang <em>refreshing </em>dan menyenangkan.</p>



<p>Pertama, <strong>menghilangkan penjadwalan artikel</strong>. Penulis ingin kembali seperti dulu, di mana setiap harinya murni spontan (<em>uhuy!</em>) mengenai artikel apa yang ingin ditulis. Bank ide di Notion tetap ada, untuk jaga-jaga jika hari itu <em>blank </em>tidak tahu ingin menulis apa.</p>



<p>Pencatatan progres yang dilakukan Notion mungkin tetap ada, tapi sifatnya lebih ke dokumentasi saja. Bagi Penulis, melihat berapa banyak artikel yang telah ditulis atau berapa panjang <em>streak </em>yang berhasil dilakukan berhasil menimbulkan dopamin.</p>



<p>Mungkin ada beberapa artikel yang harus tetap dijadwal, seperti artikel-artikel <em>review</em> buku dan <em>board game </em>yang telah menjadi rubrik mingguan. Bedanya, Penulis tidak akan menulis urut sesuai dengan buku mana yang telah selesai dibaca duluan.</p>



<p>Kedua, <strong>segera menulis ide tulisan yang terlintas di pikiran</strong>. Penulis harus membuang konsep &#8220;First In First Out&#8221; di mana ide yang lebih lama harus ditulis terlebih dahulu. Penulis harus mendahulukan apa yang ingin ditulis, bukan apa yang harus ditulis.</p>



<p>Ketiga, <strong>menghindari artikel-artikel berat yang butuh riset lebih panjang</strong>. Ada banyak artikel di daftar ide yang butuh riset lebih mendalam, dan jujur saja itu menimbulkan rasa malas. Blog ini harus kembali ke akarnya, tempat menuangkan isi kepala.</p>



<p>Memang secara kualitas mungkin akan berkurang, tapi salah satu resolusi Penulis di tahun 2025 adalah mendahulukan diri sendiri dulu. Buat apa menulis jika hanya membebani diri sendiri? Lagipula, ini adalah blog milik Penulis.</p>



<p>Keempat, <strong>melakukan reset</strong>. Saat ini, sudah banyak artikel yang Penulis jadwalkan untuk ditulis. Semuanya akan Penulis reset dari awal, kembali ke bank ide. Penulis ingin bertanya &#8220;mau nulis apa hari ini?&#8221; setiap membuka laptopnya.</p>



<p>Kelima, <strong>memperbaiki pola hidup yang sedang berantakan</strong>. Alasan lain yang belum disebutkan di atas adalah pola hidup Penulis yang sedang berantakan. Akibatnya, waktu untuk menulis blog juga menjadi tidak teratur.</p>



<p>Idealnya, Penulis berharap bisa menulis blog di pagi hari sebelum jam kerja. Menulis blog memakan waktu antara 1-2 jam, jadi bisa dimulai pukul 7 pagi setelah melakukan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rutinitas-pagi-harian-bagian-1/">rutinitas pagi</a>. Untuk itu, Penulis harus memperbaiki jam tidurnya dan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/lari-pagi-adalah-obat-insomnia-terbaik-versi-saya/">menghilangkan insomnianya.</a></p>



<p>Menulis di malam hari hanya menjadi opsi apabila dalam kondisi darurat, karena biasanya tubuh dan pikiran ini sudah merasa lelah. Lagipula, malam hari harusnya digunakan untuk bersantai dan menyiapkan diri untuk beraktivitas keesokan harinya.</p>



<p>Keenam, <strong>membuat konten media sosial terlebih dahulu sebelum menulis artikelnya</strong>. Penulis adalah tipe orang yang mengerjakan <em>task </em>tersulit terlebih dahulu. Karena membuat konten media sosial terasa yang paling berat, maka Penulis akan mendahulukannya.</p>



<p>Enam langkah itulah yang akan Penulis terapkan mulai hari ini, dimulai dari artikel ini. Semoga setelah menulis artikel ini, Penulis bisa kembali rutin menulis blog dengan perasaan senang, bukan terbebani. </p>



<p>Jika setelah artikel ini terbit Penulis masih jarang menulis lagi, entah apa lagi yang harus dilakukan&#8230;</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 20 Mei 2025, terinspirasi setelah merasa perlu ada perubahan agar aktivitas menulis blog tidak terasa menjadi beban</p>



<p>Foto Featured Image: <a href="https://www.pexels.com/photo/bored-woman-looking-at-a-laptop-4240504/">Ivan Samkov</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ketika-hobi-menulis-blog-justru-terasa-menjadi-beban/">Ketika Hobi Menulis Blog Justru Terasa Menjadi Beban</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/ketika-hobi-menulis-blog-justru-terasa-menjadi-beban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di 2025</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Feb 2025 16:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengeluaran]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=8180</guid>

					<description><![CDATA[<p>Memulai tulisan pertama tahun 2025 di bulan Februari memang sangat terlambat. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir Penulis bisa dibilang cukup rajin dalam menulis di hari pertama pergantian tahun, walau setelah itu juga kurang bisa konsisten. Ada beberapa alasan yang membuat Penulis &#8220;menghilang&#8221; hampir dua bulan di blog ini, tapi pada tulisan kali ini Penulis hanya [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/">Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di 2025</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Memulai tulisan pertama tahun 2025 di bulan Februari memang sangat terlambat. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir Penulis bisa dibilang cukup rajin dalam menulis di hari pertama pergantian tahun, walau setelah itu juga kurang bisa konsisten.</p>



<p>Ada beberapa alasan yang membuat Penulis &#8220;menghilang&#8221; hampir dua bulan di blog ini, tapi pada tulisan kali ini Penulis hanya akan menyebutkan satu alasan: <strong>kehilangan gairah untuk menulis</strong>, atau singkatnya bisa dibilang <strong>malas</strong>.</p>



<p>Tentu rasa malas itu tidak datang begitu saja, ada banyak alasan yang menyertainya. Namun, rasanya alasan-alasan tersebut tidak perlu diungkapkan. Pada tulisan kali ini, Penulis ingin melakukan beberapa refleksi saja mengenai apa yang sudah terjadi di tahun 2024 ini.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-alpha monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ngomongin-uang/">[REVIEW] Setelah Membaca Ngomongin Uang</a></div></div></div><p></p>

<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-alpha monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-membaca-buku-untuk-mengurangi-candu-media-sosial/">Saya Membaca Buku untuk Mengurangi Candu Media Sosial</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Dompet Menangis karena Membeli Banyak Perangkat</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8186" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Impian yang Tercapai di 2024</figcaption></figure>



<p>Tahun 2024 adalah tahun yang berat untuk dompet Penulis. Ada banyak sekali pengeluaran, entah itu untuk kebutuhan maupun keinginan. Saking banyaknya, arus kas Penulis sepanjang 2024 jadi minus, pertama sejak terakhir kali minus pada tahun 2020.</p>



<p>Kalau tahun 2020 minus wajar, karena Penulis <em>resign </em>pada bulan September 2020, sehingga ada beberapa bulan Penulis tidak mendapatkan gaji rutin. Pemasukan dari pekerjaan sebagai <em>freelancer </em>tentu tidak menutup kebutuhan sehari-hari.</p>



<p>Nah, kalau di 2024 kemarin, minus yang terjadi murni terjadi karena banyaknya pengeluaran. Mungkin ini akan terdengar sebagai<em> flexing</em>, tapi Penulis di tahun yang sama membeli <em>smartphone</em> dan laptop baru, serta <em>build </em>PC dengan alasan awal &#8220;untuk bantu skripsi adik.&#8221;</p>



<p>Penulis memang sudah berencana untuk membeli <em>smartphone </em>baru di awal tahun karena merasa tidak nyaman dengan Xiaomi POCO F4, yang akhirnya Penulis berikan kepada ibu. Awalnya mengincar Samsung S24, tapi karena pakai Exynos, Penulis beralih ke <strong>iPhone 13</strong>.</p>



<p>Lalu ketika bulan puasa, di kala uang THR sudah masuk ke rekening, adik Penulis mengatakan bahwa dirinya butuh PC untuk menunjang skripsinya. Sebagai kakak, tentu Penulis berusaha memenuhi hal tersebut, hitung-hitung mewujudkan cita-cita untuk punya <strong>PC</strong>.</p>



<p>Kampretnya, setelah selesai <em>build </em>PC, PC tersebut justru jarang dipakai adik Penulis untuk skripsian! Pada akhirnya PC tersebut jadi perangkat utama Penulis untuk bekerja dan bermain <em>game</em>. Yah, setidaknya dengan demikian tidak ada penyesalan.</p>



<p>Menjelang akhir tahun, tepatnya di bulan Oktober, Penulis sempat iseng mampir ke Digimap. Sialnya, sedang ada promo pelajar yang memberikan potongan 500 ribu. Ditambah <em>voucher </em>MAP 300 ribu, Penulis akhirnya memutuskan untuk membeli laptop <strong>MacBook Air M1</strong>.</p>



<p>Setelah membeli laptop tersebut, laptop lama Penulis akhirnya dibeli adik Penulis (yang tadi minta di-<em>build</em>-kan PC!) dengan harga miring karena memang butuh laptop dengak spek yang lumayan tinggi untuk menunjang kerjaan dan skripsinya.</p>



<p>Memang <em>nyesek </em>rasanya jika mengingat berapa uang yang dikeluarkan untuk perangkat-perangkat tersebut. Memang Penulis memanfaatkan cicilan 0% dari kartu kredit, tapi tetap saja pembelian-pembelian tersebut membuat dompet Penulis menangis.</p>



<p>Namun, jika melihat dari sisi lain,<strong> memiliki kombo PC + MacBook merupakan cita-cita Penulis sejak zaman kuliah</strong>. Jadi, anggap saja kalau ini memang sudah saatnya untuk menuntaskan impian tersebut.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Ke Jakarta dan Semarang Dua Kali, ke Solo Satu Kali</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-8187" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2025/02/tulisan-pertama-whathefan-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Liburan Keluarga ke Semarang</figcaption></figure>



<p>Pengeluaran lain yang membuat arus kas Penulis minus adalah seringnya Penulis berpergian. Dalam satu tahun, Penulis <strong>dua kali pergi ke Jakarta dan Semarang</strong>, serta <strong>satu kali pergi ke Solo </strong>karena berbagai urusan.</p>



<p>Penulis ke Jakarta pertama kali di awal tahun 2024, karena kebetulan kantor Penulis mengadakan <em>staycation</em>. Setelah itu, Penulis tinggal di Jakarta kurang lebih satu bulan karena ada banyak teman yang ingin Penulis temui.</p>



<p>Sepulang dari Jakarta, Penulis berlibur satu keluarga ke Solo dan Semarang. Sebagai anak pertama, tentu Penulis berusaha untuk menjadi &#8220;sponsor&#8221; untuk acara liburan ini, walau tentu tidak semua pengeluaran Penulis yang menanggung.</p>



<p>Lantas di pertengahan tahun, Penulis harus kembali ke Jakarta. Kali ini sekeluarga, karena adik Penulis (bukan yang minta di-<em>build</em>-kan PC) lamaran. Karena satu keluarga, kunjungan ke Jakarta kali ini hanya sebentar.</p>



<p>Sepulang dari Jakarta (kami menggunakan mobil pribadi, pulang-pergi Malang-Jakarta), kami sempat mampir ke Semarang satu malam untuk istirahat sekaligus curi-curi liburan. Bisa dibilang, tahun 2024 kemarin merupakan tahun di mana Penulis keluar kota terbanyak.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Produksi Artikel Whathefan yang Meningkat</h2>



<p>Salah satu <em>achievement </em>yang Penulis dapatkan di tahun 2024 adalah naiknya jumlah produksi artikel Whathefan jika dibandingkan dengan tahun 2023. Sejak pertama kali menulis di tahun 2018, jumlah artikel di blog ini memang cenderung menurun terus.</p>



<p>Tahun 2022 adalah penulisan blog paling sedikit sepanjang sejarah dengan 91 artikel, yang lalu meningkat sedikit menjadi 98 artikel di tahun 2023. Nah, di tahun 2024 jumlah tersebut melonjak menjadi <strong>127 artikel</strong>.</p>



<p>Salah satu penyebab peningkatan ini adalah Penulis yang cukup rutin menulis, terutama di <a href="https://whathefan.com/pengalaman/juni-2024-adalah-bulan-pertama-saya-menulis-tiap-hari-tanpa-putus/">bulan Juni ketika Penulis berhasil menulis penuh satu bulan tanpa putus</a>. Walau setelah itu kembali fluktuatif, setidaknya raihan tersebut bisa membuktikan kalau Penulis sebenarnya bisa konsisten menulis.</p>



<p>Biasanya, di awal tahun Penulis punya target untuk memproduksi artikel hingga 200 dalam satu tahun. Namun, mengingat artikel pertama blog ini saja baru ditulis bulan Februari, rasanya target yang realistis adalah jangan sampai produksi tahun ini lebih kecil dari tahun kemarin.</p>



<p>Untuk itu, mungkin akan ada penyesuaian juga agar Penulis tidak malas-malas amat dalam Penulis. Contohnya adalah penyesuaian Notion, yang entah sudah berapa bulan terbengkalai dan berisi <em>schedule </em>yang tak pernah dituntaskan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Jika dibandingkan dengan tahun 2023, tahun 2024 memang lebih dinamis (dan lebih banyak pengeluaran tentunya!). Setidaknya, satu impian Penulis akhirnya bisa dicapai, walau efeknya ke dompet juga lumayan terasa.</p>



<p>Di awal tahun 2025 ini, tentu Penulis berharap bisa melakukan pengetatan pengeluaran. Namun, dengan adik Penulis yang akan segera menikah pada bulan Februari, rasanya pengetatan pengeluaran ini baru bisa dilakukan ketika bulan puasa nanti.</p>



<p>Selain itu, sekali lagi Penulis berharap untuk bisa menjaga konsistensi dalam menulis artikel untuk blog ini. Semoga tahun ini Penulis lebih bisa mengendalikan emosi dan <em>mood</em>-nya, sehingga bisa sebanyak mungkin memproduksi artikel di blog ini.</p>



<p>Saat menulis artikel ini, Penulis sudah berada di Jakarta, menginap di kos adik yang juga merupakan kos lama Penulis. Rencananya, Penulis akan di Jakarta sekitar tiga minggu hingga acara pernikahan selesai. Semoga saja tabungan Penulis yang sudah menipis ini cukup.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Kebayoran Lama, 10 Februari 2025, terinspirasi setelah ingin mulai lebih rutin menulis di blog ini di tahun 2025</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/">Ini adalah Tulisan Pertama Whathefan di 2025</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-2025/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Juni 2024 adalah Bulan Pertama Saya Menulis Tiap Hari Tanpa Putus</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/juni-2024-adalah-bulan-pertama-saya-menulis-tiap-hari-tanpa-putus/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/juni-2024-adalah-bulan-pertama-saya-menulis-tiap-hari-tanpa-putus/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jul 2024 16:31:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[kebiasaan]]></category>
		<category><![CDATA[konsistensi]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7579</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam tulisan &#8220;Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000,&#8221; Penulis telah berbagi bagaimana dirinya belakangan ini telah berusaha untuk menjaga konsistensi untuk bisa menulis satu tulisan setiap hari. Pada tulisan yang tayang di tanggal 13 Juni 2024 tersebut, Penulis mengatakan bahwa dirinya telah menulis setiap hari tanpa putus sebanyak 19 hari. Alhamdulillah, rentetan tersebut bisa bertahan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/juni-2024-adalah-bulan-pertama-saya-menulis-tiap-hari-tanpa-putus/">Juni 2024 adalah Bulan Pertama Saya Menulis Tiap Hari Tanpa Putus</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam tulisan &#8220;<a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/">Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000</a>,&#8221; Penulis telah berbagi bagaimana dirinya belakangan ini telah berusaha untuk menjaga konsistensi untuk bisa menulis satu tulisan setiap hari. </p>



<p>Pada tulisan yang tayang di tanggal 13 Juni 2024 tersebut, Penulis mengatakan bahwa dirinya telah menulis setiap hari tanpa putus sebanyak 19 hari. <em>Alhamdulillah</em>, rentetan tersebut bisa bertahan hingga hari dengan total 37 hari tanpa putus.</p>



<p>Lebih menariknya lagi, <strong>bulan Juni 2024 adalah pertama kalinya Penuils menulis setiap hari tanpa putus</strong>. Bulan Januari 2018 saat blog ini dimulai memang memiliki lebih dari 40 tulisan, tapi itu tak terhitung karena waktu itu Penulis memang punya beberapa stok tulisan.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-banner-300x169.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-banner-300x169.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-banner-1024x576.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-banner-768x432.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/12/laki-laki-independen-banner.jpg 1200w " alt="Mengapa Tidak Pernah Ada Istilah “Laki-Laki Independen”?" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/sosial-budaya/mengapa-tidak-pernah-ada-istilah-laki-laki-independen/">Mengapa Tidak Pernah Ada Istilah “Laki-Laki Independen”?</a></div></div></div><p></p>


<h2 class="wp-block-heading">Apa Saja yang Ditulis Selama Juni 2024?</h2>



<p></p>



<p>Bulan Juni memiliki 30 hari, sehingga jumlah tulisan yang diproduksi pun 30 tulisan. Dalam sebulan, ada banyak tulisan yang Penulis buat dari berbagai topik. Yang jelas, biasanya di <em>weekend </em>Penulis akan membuat ulasan tentang buku yang telah dibaca dan melanjutkan seri <em>board game</em>-nya.</p>



<p>Selama bulan Juni, Penulis membuat ulasan lima buku, yakni <em><a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-a-happy-life-sebuah-perenungan/">A Happy Life</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/buku/fiksi/review-setelah-membaca-the-devotion-of-suspect-x/">The Devotion of Mr. X</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-contagious/">Contagious</a></em>, <em><a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-ali-sadikin/">Ali Sadikin</a></em>, dan <em><a href="https://whathefan.com/buku/non-fiksi/review-setelah-membaca-hoegeng-polisi-dan-menteri-teladan/">Hoegeng</a></em>. Judul pertama dan ketiga sebenarnya sudah cukup lama Penulis baca, sehingga isinya sudah agak lupa. Kalau dua buku biografi yang ditamatkan tergolong baru.</p>



<p>Namun, yang paling spesial tentu novel <em>The Devotion of Mr. X</em> karya Keigo Hirashino. Dalam tulisan tersebut, Penulis telah membahas bagaimana novel detektif yang satu ini bisa menggiring pembacanya kepada satu kesimpulan, sebelum akhirnya di balik di akhir cerita. Novel ini sangat rekomendasi kalau suka cerita detektif.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga melanjutkan <em>board game-</em>nya dari koleksi ke-16 hingga ke-19, yakni <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-16-bahamas/">Bahamas</a>, <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-17-unstable-unicorns/">Unstable Unicorns</a>, <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-18-king-of-the-dice/">King of the Dice</a>, dan <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-19-kingdomino/">Kingdomino</a>. Seharusnya hari Minggu (30/6) kemarin giliran Modern Arts, tapi Penulis undur karena adanya <a href="https://whathefan.com/olahraga/rezeki-gak-ke-mana-ala-george-russel-dan-mercedes/">kemenangan George Russel di GP Austria yang menarik.</a></p>



<p>Berbicara topik olahraga, Penulis hanya menulis <a href="https://whathefan.com/olahraga/kado-manis-untuk-kroos-kado-pahit-untuk-reus/">dua artikel sepak bola</a> dan tidak ada yang membahas Manchester United. Maklum, liga Eropa sedang masa rehat, dan Penulis juga entah mengapa tidak tertarik untuk mengikuti EURO 2024. Hingga hari ini, Penulis belum menonton satu pertandingan pun.</p>



<p>Penulis juga menulis dua artikel untuk rubrik Musik yang membahas dua grup dari genre yang berbeda, yakni <a href="https://whathefan.com/musik/feel-my-rhythm-red-velvet/">Red Velvet</a> dan <a href="https://whathefan.com/musik/tier-list-lagu-lagu-linkin-park-versi-saya/">Linkin Park</a>. Penulis mencoba membuat format <em>tier list </em>melalui Linkin Park dan ternyata cukup menyenangkan. Mungkin, akan ada <em>band </em>atau musisi lain yang akan Penulis buatkan format <em>tier list</em>-nya.</p>



<p>Topik lain yang sering Penulis bahas adalah tentang <em>Dragon Ball</em>. Ada tiga tulisan di bulan Juni yang membahasnya, pertama tentang <a href="https://whathefan.com/animekomik/karakter-paling-sial-di-dragon-ball-adalah-future-trunks/">Future Trunks</a>, <a href="https://whathefan.com/animekomik/vegeta-adalah-karakter-dragon-ball-dengan-pengembangan-terbaik/">Vegeta</a>, dan alasan mengapa Penulis memutuskan untuk <a href="https://whathefan.com/animekomik/saya-memutuskan-untuk-mengoleksi-komik-dragon-ball-super/">mengoleksi seri komik <em>Dragon Ball Super</em></a>. Sebenarnya, tulisan ketiga adalah alasan mengapa Penulis jadi sering menulis tentang <em>Dragon Ball</em>.</p>



<p>Penulis juga beberapa kali berbagi artikel produktivitas karena bisa menulis artikel setiap hari. Ada tiga artikel yang terkait dengan hal ini, yakni tentang <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">Penulis yang memanfaatkan Notion</a> dan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-membaca-buku-untuk-mengurangi-candu-media-sosial/">dua artikel tentang membaca buku</a>.</p>



<p>Topik-topik yang sedang panas juga Penulis bahas jika memang ada <em>angle </em>yang menarik, mulai dari <a href="https://whathefan.com/politik-negara/dinasti-politik-di-kursi-kekuasaan-boleh-atau-tidak/">isu dinasti politik yang memanas</a>, <a href="https://whathefan.com/politik-negara/bagi-bagi-kursi-sebagai-balas-budi-wajar-atau-kurang-ajar/">bagi-bagi kursi di pemerintahan</a>, <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/layakkah-pemain-judi-online-dianggap-sebagai-korban/">pemain judi <em>online </em>yang diwacanakan mendapatkan bansos</a>, hingga <a href="https://whathefan.com/politik-negara/pusat-data-nasional-kok-bisa-bisanya-dibobol/">bocornya Pusat Data Nasional (PDN)</a>.</p>



<p>Selain yang sudah Penulis sebutkan di atas, Penulis membahas hal-hal yang sifatnya <em>evergreen</em>, yang biasanya Penulis gunakan sebagai pengingat untuk dirinya sendiri ketika di masa depan nanti sedang iseng-iseng membaca tulisannya sendiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Semoga Bukan Bulan Terakhir Bisa Menulis Tanpa Putus</h2>



<p>Penulis tentu berharap kalau bulan Juni bukan bulan pertama dan terakhir di mana Penulis bisa menulis setiap hari di blog ini tanpa putus. Penulis berharap bisa menjaga konsistensi ini di bulan-bulan selanjutnya, karena Penulis juga pernah membahas betapa pentingnya untuk menjaga &#8220;rantai kebiasaan&#8221; jangan sampai putus.</p>



<p>Sejujurnya, Penulis sendiri heran mengapa dirinya yang dulu sangat <em>mager </em>untuk menulis bisa menjadi kembali termotivasi untuk terus menghasilkan tulisan di blog ini. Keberadaan Notion memang membantu, tapi bukan jadi motivasi utama.</p>



<p>Bisa jadi, salah satu yang menjadi motivasi Penulis untuk bisa rajin menulis adalah adanya apresiasi dari banyak pihak. Mungkin jumlahnya bisa dihitung dengan jari, tapi itu sudah cukup bagi Penulis. Penulis benar-benar berterima kasih kepada Pembaca yang sudah mengapresiasi blog ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 1 Juli 2024, terinspirasi setelah menyadari kalau bulan Juni kemarin dirinya berhasil menulis selama 30 hari tanpa putus</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/juni-2024-adalah-bulan-pertama-saya-menulis-tiap-hari-tanpa-putus/">Juni 2024 adalah Bulan Pertama Saya Menulis Tiap Hari Tanpa Putus</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/juni-2024-adalah-bulan-pertama-saya-menulis-tiap-hari-tanpa-putus/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Jun 2024 14:34:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7408</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak Whathefan dibuat pada tanggal 2 Januari 2018, akhirnya sampai juga pada tulisan ke-1000. Butuh waktu kurang lebih 6,5 tahun untuk bisa mencapai milestone ini, atau jika dirinci setara dengan 2.354 hari. Ketika awal membuat blog ini, target Penulis adalah memproduksi setidaknya 5 tulisan setiap minggunya, yang lantas Penulis tingkatkan menjadi 1 tulisan per hari. [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/">Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Sejak Whathefan dibuat pada tanggal 2 Januari 2018, akhirnya sampai juga pada<strong> tulisan ke-1000</strong>. Butuh waktu kurang lebih 6,5 tahun untuk bisa mencapai <em>milestone </em>ini, atau jika dirinci setara dengan <strong>2.354 hari</strong>.</p>



<p>Ketika awal membuat blog ini, target Penulis adalah memproduksi setidaknya 5 tulisan setiap minggunya, yang lantas Penulis tingkatkan menjadi 1 tulisan per hari. Namun, pada kenyataannya Penulis banyak bolongnya karena berbagai alasan, tapi yang paling utama tentu saja rasa malas.</p>



<p>Melihat jumlah hari yang telah blog ini lewati, artinya rata-rata Penulis membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari sekali untuk membuat artikel baru, atau jika mau dirinci lagi menjadi setiap 56,5 jam sekali. Apakah itu termasuk cukup produktif untuk seorang penulis, Penulis tidak tahu.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1-356x178.jpg 356w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2018/10/Cover-2-1280-1.jpg 1280w " alt="Bagian 5 Kota Tua Jakarta" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/distopia-bagi-kia/bagian-5-kota-tua-jakarta/">Bagian 5 Kota Tua Jakarta</a></div></div></div><p></p>


<p>Apapun itu, Penulis tetap berusaha bangga dengan dirinya sendiri karena bisa memproduksi hingga 1.000 artikel. Tentu Penulis tidak akan berhenti menulis di sini dan semoga saja tulisan ke-2000 tidak membutuhkan waktu 6,5 tahun. </p>



<p>Jika Penulis bisa konsisten menulis seperti belakangan ini (sampai artikel ini, Penulis sudah <em>streak </em>sepanjang 19 hari), maka artikel ke-2000 akan tercapai pada tanggal 10 Maret 2027. Permasalahan utama Penulis untuk hal tersebut adalah <strong>masalah konsistensi</strong>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Berusaha untuk Bisa Menulis Konsisten Setiap Hari</h2>



<figure class="wp-block-image size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="609" height="351" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-211201.png" alt="" class="wp-image-7419" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-211201.png 609w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-211201-300x173.png 300w" sizes="auto, (max-width: 609px) 100vw, 609px" /></figure>



<p>Dalam tabel distribusi per bulan di atas, bisa dilihat kalau jumlahnya naik turun secara signifikan. Bahkan, total dalam tahun pun trennya menurun terus. Membuat 100 artikel dalam satu tahun pun tak sanggup dalam dua tahun terakhir.</p>



<p>Karena hal tersebut, Penulis bisa dibilang sebagai penulis yang kurang konsisten. Ada saat-saat di mana Penulis seolah <strong>kehilangan semangat dan gairah untuk menulis </strong>terutama beberapa bulan ke belakang ini, yang sejatinya merupakan hobinya.</p>



<p>Bayangkan saja, jumlah artikel yang Penulis produksi dalam 19 hari terakhir lebih banyak dibandingkan periode November 2023 hingga Februari 2024 (empat bulan), di mana di periode tersebut Penulis hanya berhasil membuat 8 tulisan saja.</p>



<p>Pernah ada dalam satu bulan, Penulis hanya bisa menulis 2-3 artikel (seperti di awal tahun ini), bahkan sempat tidak menulis sama sekali (terjadi dua kali pada bulan Oktober 2020 dan Desember 2023). </p>



<p>Ketika direnungkan, tentu ada faktor-faktor lain yang membuat Penulis jadi tidak bersemangat menulis untuk blog ini. Namun, faktor utamanya tetap saja <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/">rasa malas</a> dan kalah dari keinginan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-main-hp-kombo-maut/">bermalas-malasan di atas kasur sambil main ponsel</a>.</p>



<p>Menyadari hal ini, Penulis pun berusaha untuk mencari solusi bagaimana agar dirinya bisa tetap konsisten menulis. Salah satu caranya adalah dengan <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">memanfaatkan Notion yang telah Penulis bahas secara terpisah sebelumnya</a>, yang terbukti sangat membantu Penulis.</p>



<p>Jika dikatakan terkadang ada buntu saat menulis, memang benar. Namun, ide terkadang memang harus dikejar, bukan ditunggu. Seringnya sepanjang pengalaman Penulis, selama dirinya berada di depan layar dan mulai mengetik, nanti jari-jari ini akan mengalir dengan sendirinya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa Saja yang Telah Ditulis di Whathefan</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="518" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-1024x518.png" alt="" class="wp-image-7422" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-1024x518.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-300x152.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-768x389.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516-1536x778.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213516.png 1667w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Sesuai dengan <em>tagline</em>-nya, Penulis benar-benar menulis apapun yang sedang terpikirkan dan diinginkan. Apa yang Penulis suka, akan Penulis tulis. Alhasil, jumlah rubrik dari blog ini pun terus bertambah menyesuaikan dengan apa yang ingin Penulis tulis.</p>



<p>Penulis tak punya catatan pasti tentang &#8220;sejarah rubrik&#8221; di blog ini, tapi yang jelas dua rubrik terbaru di blog ini adalah <strong><a href="https://whathefan.com/category/permainan/">Permainan</a></strong> dan <a href="https://whathefan.com/category/olahraga/">Olahraga</a>. Permainan Penulis buat karena sedang menekuni hobi baru di dunia <em>board game</em>, sedangkan olahrga karena Penulis merupakan penggemar sepak bola dan Formula 1.</p>



<p>Beberapa rubrik lain yang bukan rubrik &#8220;orisinal&#8221; adalah <strong><a href="https://whathefan.com/category/musik/">Musik</a></strong>, <strong><a href="https://whathefan.com/category/pengembangan-diri/produktivitas/">Produktivitas</a> </strong>(yang merupakan sempalan dari Pengembangan Diri), dan <strong><a href="https://whathefan.com/category/rasa/">Tentang Rasa</a></strong>. Buku pun dulu tidak Penulis pisah antara <strong>Fiksi</strong> dan <strong>Non-Fiksi</strong>.</p>



<p>Selama 6,5 tahun, tentu ada rubrik atau kategori yang paling sering Penulis isi. Yang paling banyak adalah kategori <strong><a href="https://whathefan.com/category/buku/">Buku</a> </strong>(Fiksi dan Non-Fiksi) dengan 94 tulisan, disusul <strong><a href="https://whathefan.com/category/filmserial/">Film &amp; Serial</a></strong> (86), <strong><a href="https://whathefan.com/category/sosial-budaya/">Sosial Budaya</a></strong> (83), dan <strong><a href="https://whathefan.com/category/pengembangan-diri/">Pengembangan Diri</a></strong> (82).</p>



<p>Selain itu, Penulis juga berencana untuk menghilangkan kategori <a href="https://whathefan.com/category/karang-taruna/">Karang Taruna</a> karena sudah tidak pernah diisi lagi, mengingat Penulis sudah pensiun. Kemungkinan, Penulis akan menggabungkannya dengan rubrik <a href="https://whathefan.com/category/pengalaman/">Pengalaman</a> saja.</p>



<p>Selain itu, selama beberapa tahun terakhir Penulis tidak pernah membuat karya sastra satu pun, baik itu novel, cerpen, maupun sajak. Entah mengapa Penulis menjadi seperti miskin imajinasi. Mungkin faktor usia membuat Penulis menjadi pribadi yang semakin realistis.</p>



<p>Apakah ke depannya Penulis akan menambah kategori baru? Bisa saja, jika ada hal baru yang ingin Penulis tulis. Mungkin Penulis akan banyak menulis tentang <em>game</em>, walau rasanya topik tersebut bisa dimasukkan ke dalam kategori Permainan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Whathefan adalah Blog Gado-Gado yang Belum Profit</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="496" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-1024x496.png" alt="" class="wp-image-7423" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-1024x496.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-300x145.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-768x372.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541-1536x744.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-13-213541.png 1851w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Banyak yang bilang blog yang baik adalah yang memiliki <em>niche</em> tertentu. Nah, kalau Whathefan kan beda karena gado-gado. Seninnya bisa membahas tentang politik, Selasanya nulis K-Pop, terus Rabunya nulis sepak bola. Benar-benar <em>semau gue</em>.</p>



<p>Sejak awal Penulis memang tidak menjadikan blog ini sebagai sumber pemasukan. Memang Penulis memasang AdSense, tapi tidak pernah dikelola dengan benar sehingga sampai hari ini pun uang AdSense-nya belum bisa dicairkan karena jumlahnya kecil sekali.</p>



<p>Padahal dalam setahun, biaya yang harus Penulis keluarkan untuk blog (biaya <em>domain </em>dan <em>hosting</em>) ini mencapai sekitar Rp900 ribu. Karena blog ini telah berusia 6 tahun, maka kurang lebih Penulis sudah mengeluarkan sekitar Rp5,4 juta.</p>



<p>Namun, Penulis sama sekali tidak pernah merasa rugi karena bagi Penulis hal tersebut <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adalah-investasi-saya/">merupakan sebuah investasi</a>. Tanpa berniat sombong, salah satu faktor Penulis diterima di dua tempat kerja adalah karena kehadiran blog ini yang menjadi semacam portofolio Penulis.</p>



<p>Oleh karena itu, sebisa mungkin Penulis akan mempertahankan blog ini selama mungkin, bahkan kalau bisa sampai Penulis tidak mampu lagi menulis. Meskipun sering terhalang masalah inkonsistensi, Penulis akan terus berusaha untuk bisa menghasilkan tulisan di blog ini.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 13 Juni 2024, terinspirasi setelah mencapai <em>milestone </em>1.000 artikel di blog ini</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/">Ini adalah Tulisan Whathefan yang ke-1000</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-whathefan-yang-ke-1000/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Saya Menggunakan Notion untuk Mencatat Progres Artikel Whathefan</title>
		<link>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Jun 2024 15:27:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[jadwal]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Notion]]></category>
		<category><![CDATA[produktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[scheduling]]></category>
		<category><![CDATA[tracker]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=7319</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap awal tahun, Penulis pasti memiliki resolusi untuk bisa menulis artikel blog lebih rutin lagi. Selain karena diingatkan tagihan hosting dan domain tahunan yang jumlahnya lumayan, Penulis juga menyadari kalau setiap tahun produktivitasnya berkurang. Namun, pada akhirnya target tersebut sering meleset. Contohnya pada tahun ini, secara berurutan Penulis hanya menulis dua tulisan di Januari, tiga [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">Saya Menggunakan Notion untuk Mencatat Progres Artikel Whathefan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p><a href="https://whathefan.com/pengalaman/ini-adalah-tulisan-pertama-whathefan-di-tahun-2024/">Setiap awal tahun</a>, Penulis pasti memiliki resolusi untuk bisa menulis artikel blog lebih rutin lagi. Selain karena diingatkan tagihan <em>hosting </em>dan <em>domain </em>tahunan yang jumlahnya lumayan, Penulis juga menyadari kalau setiap tahun produktivitasnya berkurang.</p>



<p>Namun, pada akhirnya target tersebut sering meleset. Contohnya pada tahun ini, secara berurutan Penulis hanya menulis dua tulisan di Januari, tiga tulisan di Februari, 13 tulisan di Maret, delapan tulisan di April, dan tujuh tulisan di Mei. Total, 34 tulisan.</p>



<p>Penulis sendiri tidak tahu mengapa dirinya begitu kesulitan dalam mengalokasikan waktu untuk menulis artikel. Jika dibilang tidak ada waktu, rasanya itu hanya alasan saja karena <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/rebahan-main-hp-kombo-maut/">Penulis menghabiskan waktu di depan layar ponsel/tablet sambil rebahan</a> cukup lama.</p>


<div class="monsterinsights-inline-popular-posts monsterinsights-inline-popular-posts-beta monsterinsights-popular-posts-styled" ><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-image"><img decoding="async" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/tidak-memilih-sebelum-hari-h-banner-300x150.jpg" srcset=" https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/tidak-memilih-sebelum-hari-h-banner-300x150.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/tidak-memilih-sebelum-hari-h-banner-768x384.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/tidak-memilih-sebelum-hari-h-banner-1024x512.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2019/04/tidak-memilih-sebelum-hari-h-banner.jpg 1280w " alt="Tidak Memilih Sebelum Hari-H" /></div><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-text"><span class="monsterinsights-inline-popular-posts-label" >Trending</span><div class="monsterinsights-inline-popular-posts-post"><a class="monsterinsights-inline-popular-posts-title"  href="https://whathefan.com/politik-negara/tidak-memilih-sebelum-hari-h/">Tidak Memilih Sebelum Hari-H</a></div></div></div><p></p>


<p>Setelah melakukan evaluasi diri, Penulis merasa kalau dirinya membutuhkan alat bantu yang bisa berperan sebagai &#8220;asisten pribadi.&#8221; Setelah mencoba berbagai platform, akhirnya Penulis merasa kalau <strong>Notion </strong>adalah asisten terbaik sejauh ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Membutuhkan Bantuan &#8220;Otak&#8221; Kedua</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="523" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-220507-1024x523.png" alt="" class="wp-image-7330" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-220507-1024x523.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-220507-300x153.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-220507-768x392.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-220507-1536x784.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-220507.png 1876w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Google Keeps Kurang Efektif</figcaption></figure>



<p>Selama ini, Penulis menggunakan berbagai metode untuk mencatat ide dan progres untuk blognya ini. Namun, yang Penulis gunakan beberapa waktu ke belakang adalah<strong> Samsung Notes </strong>dan <strong>Google Keeps</strong>. </p>



<p>Untuk ide yang baru judul saja, Penulis sering mencatatnya di Keeps karena simpel dan bisa diakses di banyak perangkat. Kalau ingin melakukan <em>breakdown </em>ide dan menjabarkan apa yang ingin dibahas, baru Penulis mencatatnya di Samsung Notes agar bisa menulis dengan tangan. </p>



<p>Masalahnya, metode tersebut benar-benar tidak efektif. Di Keeps, seringnya ide-ide tersebut tertumpuk begitu saja tanpa pernah dieksekusi. Akibatnya, Penulis pun sampai lupa sebenarnya ingin membahas apa dari ide tersebut.</p>



<p>Samsung Notes pun begitu. Karena ingin memanfaatkan fitur S-Pen dari tablet yang dimiliki, Penulis berusaha membiasakan untuk mencatat ide yang lebih jauh di Samsung Notes. Ini sempat berjalan selama beberapa bulan, tapi akhirnya berhenti karena <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/bahaya-mager-dan-apatis/">mager</a>.</p>



<p>Saat lebaran tahun ini, Penulis mampir ke toko buku dan menemukan sebuah buku berjudul <em>Building a Second Brain </em>karya Tiago Forte. Dari sinopsisnya yang menjelaskan betapa seringnya informasi hilang dari otak kita, Penulis jadi tertarik untuk membacanya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Perjalanan Menemukan Platform Otak Kedua Terbaik</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/notion-whathefan-artikel-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-7331" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/notion-whathefan-artikel-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/notion-whathefan-artikel-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/notion-whathefan-artikel-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/notion-whathefan-artikel.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Buku Building a Second Brain (<a href="https://www.youtube.com/watch?v=K-ssUVyfn5g">YouTube</a>)</figcaption></figure>



<p>Meskipun belum selesai membaca buku tersebut, Penulis menangkap esensi utamanya yang memanfaatkan teknologi untuk menjadi otak kedua kita karena keterbatasan otak utama kita dalam menyimpan informasi. Penulis pun terdorong untuk mencari platform otak kedua ini.</p>



<p>Pertama, Penulis coba mengoptimalkan aplikasi yang sudah sering digunakan, yakni <strong>Google Keeps</strong>. Sayangnya, Keeps terlalu sederhana sehingga tidak bisa membuat folder sesuai kebutuhan, kita hanya bisa memanfaatkan fitur Tags.</p>



<p>Selanjutnya Penulis mencoba <strong>Microsoft OneNote</strong>, yang sayangnya sekali lagi memiliki keterbatasan dalam membuat folder-folder. <strong>Evernote </strong>sebenarnya memiliki fitur yang cukup lengkap, tapi sayangnya mayoritas fitur mengharuskan kita berlangganan.</p>



<p>Setelah itu, Penulis mencoba beberapa aplikasi lain seperti Joplin, tapi tetap saja kurang srek. Akhirnya Penulis menemukan <strong>Notion</strong>, sebuah platform yang sebenarnya lebih banyak digunakan untuk proyek-proyek IT karena banjir fitur.</p>



<p>Penulis sempat merasa kalau Notion akan terasa terlalu <em>overkill </em>untuk sekadar mencatat ide artikel blog. Namun, Penulis merasa perlu untuk mencoba platform ini. Hasilnya, Penulis berhasil menemukan platform terbaik yang bisa Penulis gunakan untuk dijadikan otak kedua. </p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Notion Jadi Platform Terbaik untuk Penulis?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="555" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-02-225325-1024x555.png" alt="" class="wp-image-7329" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-02-225325-1024x555.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-02-225325-300x163.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-02-225325-768x416.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-02-225325-1536x832.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-02-225325.png 1920w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Semua Kebutuhan dalam Satu Layar</figcaption></figure>



<p>Ada banyak alasan mengapa Penulis akhirnya menjatuhkan pilihan pada Notion. Pertama, ada banyak <em>template </em>yang bisa Penulis manfaatkan. Tidak hanya untuk mencatat ide, Notion juga bisa Penulis manfaatkan sebagai <em>tracker </em>seperti yang terlihat pada gambar di atas.</p>



<p>Awalnya, Penulis memisahkan daftar ide beserta <em>breakdown</em>-nya dan progres artikel di catatan yang berbeda. Namun, setelah mencoba beberapa hari, Penulis merasa hal tersebut sama sekali tidak efektif, sehingga memutuskan untuk menjadikannya satu.</p>



<p>Progres dari setiap ide Penulis bagi menjadi enam bagian, yakni:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><strong>Ideas List:</strong> Berisi ide yang masih berupa judul saja</li>



<li><strong>Point List:</strong> Berisi ide yang sudah di-<em>breakdown </em>akan ada apa saja isinya</li>



<li><strong>Planned: </strong>Ide di Point List yang sudah dijadwalkan kapan akan tayang (sudah ditentukan <em>deadline</em>-nya)</li>



<li><strong>Drafted:</strong> Ide di Planned yang sudah dibuatkan <em>draft</em>-nya di WordPress</li>



<li><strong>Article Done:</strong> Ide di <em>draft </em>yang sudah ditayangkan</li>



<li><strong>Social Media Done: </strong>Artikel yang sudah tayang telah dibuatkan konten media sosialnya</li>
</ul>



<p>Karena antarmuka Notion juga menarik dan responsif, Penulis jadi merasa senang ketika menggunakannya. Bayangkan, untuk memindahkan ide dari satu bagian ke bagian lain, Penulis hanya perlu <em>drag and drop </em>saja tanpa ribet.</p>



<p>Notion juga bisa diakses di semua perangkat, yang membuatnya sangat fleksibel. Begitu Penulis menemukan inspirasi, maka Penulis tinggal mengeluarkan ponselnya dan mencatatnya di Notion dengan mudah.</p>



<p>Karena merasa sangat terbantu, Penulis pun mencoba mengeksplorasi fitur lain dari Notion. Beberapa yang sudah Penulis ketahui adalah bagaimana kita bisa melihat <em>tracker </em>di atas dalam bentuk <em>timeline </em>dan <em>table</em>. Contohnya bisa dilihat di bawah ini:</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="547" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-221659-1024x547.png" alt="" class="wp-image-7332" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-221659-1024x547.png 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-221659-300x160.png 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-221659-768x411.png 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-221659-1536x821.png 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2024/06/Screenshot-2024-06-04-221659.png 1919w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Dari <em>timeline </em>di atas, Penulis jadi bisa melihat seberapa konsisten dirinya dalam menulis artikel blog. Sejak memutuskan untuk menggunakan Notion, Penulis sudah mencatatkan <em>streak </em>sebanyak 10 hari berturut-turut termasuk artikel ini.</p>



<p>Penulis dulu melakukan <em>tracking </em>menggunakan Google Sheets secara manual (dan melelahkan). Dalam catatan tersebut, terakhir kali Penulis mencatat <em>streak </em>sepanjang ini adalah pada bulan Oktober 2022 dengan 13 hari. Sudah selama itu Penulis inkonsisten.</p>



<p>Setidaknya sampai hari ini, Penulis merasa sangat terbantu dengan kehadiran Notion dan telah terbukti berhasil meningkatkan konsistensinya dalam memproduksi tulisan. Semoga saja <em>streak </em>ini bisa terus terjaga selama mungkin, seperti ketika awal-awal Penulis membuat blog ini.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Menggunakan Notion untuk mengelola ide-ide blog adalah langkah pertama Penulis dalam membuat otak keduanya. Ke depannya, Penulis ingin memanfaatkan Notion lebih jauh lagi untuk keperluan mencatat.</p>



<p>Satu hal yang ingin Penulis segera masukkan ke dalam Notion adalah catatan-catatannya yang berkaitan dengan dunia kerja seperti SEO dan <em>digital marketing, </em>yang saat ini tersebar di berbagai platform dan tidak terorganisir sama sekali. </p>



<p>Tidak hanya yang sudah dicatat, Penulis juga ingin mencatat berbagai <em>insight </em>dan pengetahuan seputar banyak hal, terutama yang berkaitan dengan penambahan <em>value </em>diri. <a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/artikel-pada-tulisan-ini-dibuat-menggunakan-ai-chatgpt/">AI adalah salah satu topik paling seksi untuk didalami</a>.</p>



<p>Yang jelas, Notion benar-benar telah membantu Penulis dengan menjadi otak keduanya, walaupun saat ini masih terbatas untuk keperluan blog saja. Penulis merekomendasikan Notion untuk Pembaca yang merasa butuh aplikasi catatan dengan fitur yang berlimpah.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 4 Juni 2024, terinspirasi setelah dirinya menggunakan Notion untuk <em>blogging</em></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/">Saya Menggunakan Notion untuk Mencatat Progres Artikel Whathefan</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/saya-menggunakan-notion-untuk-mencatat-progres-artikel-whathefan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengapa Makin ke Sini Makin Jarang Nulis Blog?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-nulis-blog/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-nulis-blog/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Apr 2023 15:11:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[malas]]></category>
		<category><![CDATA[mood]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5652</guid>

					<description><![CDATA[<p>Akhir-akhir ini, Penulis menyadari kalau secara kuantitas, jumlah artikel yang bisa diproduksi untuk blog ini semakin berkurang. Apakah karena Penulis sekarang lebih mengutamakan kualitas? Tidak juga. Hal ini Penulis sadari ketika membuat daftar berapa jumlah artikel yang diproduksi setiap bulannya. Sebagai contoh, di tahun 2022 kemarin Penulis hanya bisa membuat 91 tulisan, di mana ada [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-nulis-blog/">Mengapa Makin ke Sini Makin Jarang Nulis Blog?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Akhir-akhir ini, Penulis menyadari kalau secara kuantitas, jumlah artikel yang bisa diproduksi untuk blog ini semakin berkurang. Apakah karena Penulis sekarang lebih mengutamakan kualitas? Tidak juga.</p>



<p>Hal ini Penulis sadari ketika membuat daftar berapa jumlah artikel yang diproduksi setiap bulannya. Sebagai contoh, di tahun 2022 kemarin Penulis hanya bisa membuat <strong>91 tulisan</strong>, di mana ada bulan Penulis hanya menulis dua artikel saja.</p>



<p>Sebagai perbandingan, di tahun 2021 Penulis bisa menghasilkan 131 tulisan. Jika ditarik makin ke belakang, maka jumlahnya akan makin banyak: 2020 &#8211; 141 tulisan, 2019 &#8211; 191 tulisan, 2018 &#8211; 299 tulisan.</p>





<p>Di awal tahun, <a href="https://whathefan.com/renungan/1-365/">Penulis bertekad untuk memperbaiki hal ini dan kembali menulis rutin</a>. Hasilnya, semangat tersebut hanya bertahan 5 hari saja, sehingga Penulis hanya bisa menghasilkan 11 tulisan di bulan Januari tahun ini.</p>



<p>Di bulan Februari, hasilnya lebih parah karena Penulis hanya menghasilkan 2 tulisan, di mana &#8220;tren&#8221; ini berlanjut ke bulan Maret dengan hanya 7 tulisan. Artinya, dalam waktu 3 bulan, Penulis hanya bisa menghasilkan 20 tulisan.</p>



<p>Jika dibuat rata-rata, maka Penulis menulis sekitar 4,5 hari sekali. Tentu ini menjadi salah satu hal yang mengganggu pikirannya, mengapa cukup sulit untuk bisa konsisten dalam membuat tulisan, sesuatu yang dulu bisa dilakukan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Mengapa Makin Jarang Menulis Blog?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6443" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Malas Menjadi Musuh Utama (<a href="https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-melankolis-menonton-video-di-laptop-di-rumah-3808012/">Andrea Piacquadio</a>)</figcaption></figure>



<p>Apakah karena kesibukan pekerjaan? Tidak juga, dulu di awal-awal blog ini ada, Penulis juga sudah bekerja dan seolah selalu punya waktu untuk menulis blog. Hal ini pun mendorong Penulis untuk melakukan interopeksi diri.</p>



<p>Penulis pun muncul dengan dua kesimpulan, yaitu <strong>malas</strong> dan <strong>jenuh</strong>. Rasanya kedua hal tersebut yang menjadi faktor utama mengapa Penulis menjadi semakin jarang menulis di blog ini. </p>



<h3 class="wp-block-heading">Alasan Nomor 1: Malas</h3>



<p><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/saya-ini-pemalas/"><strong>Malas</strong> adalah musuh besar Penulis</a>, dan tak jarang menjadi penghambat Penulis untuk bisa produktif seharian. Jika melihat <em>pattern </em>tanggal tayang artikel di tahun 2023, sebenarnya Penulis beberapa kali berusaha &#8220;bangkit&#8221; dan menulis secara konsisten.</p>



<p>Namun, memang <a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/produktivitas/menjaga-konsistensi/">menjaga konsistensi tersebut sangat sulit</a>. Ada saja godaan dan alasan untuk mulai menulis, entah dari <em>game</em>, media sosial, YouTube, dan alasan &#8220;sudah capek&#8221;. Padahal, aktivitas menulis blog bisa dilakukan sambil berbaring dan tidak butuh waktu banyak.</p>



<p>Selain itu, Penulis terkadang juga ingin menulis sesuatu yang membutuhkan riset yang cukup banyak. Jujur saja, membayangkan harus melakukan riset kerap menjadi alasan mengapa Penulis merasa malas untuk mulai menulis.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Alasan Nomor 2: Jenuh</h3>



<p>Alasan kedua adalah <strong>jenuh</strong>. Sebagai orang yang berkutat di bidang media, menulis dan mengetik adalah rutinitas harian yang wajib dilakukan, bahkan di saat <em>weekend </em>ketika seharusnya digunakan untuk bersantai dan beristirahat.</p>



<p>Menulis blog, yang dulu menjadi hobi, seakan telah berubah menjadi sebuah kewajiban yang pada akhirnya menimbulkan perasaan malas. Penulis menyadari hal ini, apalagi Penulis berambisi untuk bisa menulis setidaknya satu artikel setiap hari.</p>



<p>Selain itu, Penulis juga merupakan orang yang <em>moody</em>. Penulis mudah saja mengikuti <em>mood </em>yang kerap menjadi pembenaran untuk tidak menulis blog. Padahal, Penulis sudah sengaja membeli tablet agar aktivitas menulis blog bisa lebih fleksibel dan bisa di mana saja.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Lantas, Bagaimana Caranya agar Bisa Menjadi Lebih Sering Menulis Blog?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-2-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-6444" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-2-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-2-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-2-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/04/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-menulis-blog-2.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption class="wp-element-caption">Harus Semangat untuk Rajin Nulis Lagi (<a href="https://www.pexels.com/id-id/@buro-millennial-636760/">Buro Millennial</a>)</figcaption></figure>



<p>Menyadari permasalahan ini, Penulis tentu berusaha mencari solusinya agar aktivitas menulis blog bisa kembali menjadi kegiatan yang menyenangkan. Beberapa cara sudah berusaha Penulis lakukan, bagaimana hasilnya harus dilihat beberapa waktu ke depan.</p>



<p>Pertama, tentu Penulis harus <strong>mencari topik-topik yang menyenangkan untuk ditulis</strong>. Ketika menulis sesuatu yang membuat bersemangat, tentu kita tidak akan menunda-nundanya. </p>



<p>Untuk itu, Penulis akan mencoba mencari topik-topik ringan untuk ditulis ketika <em>weekday</em>. Kalau yang agak berat dan butuh riset panjang, biar ditulis ketika <em>weekend </em>karena waktunya cukup panjang.</p>



<p>Jika diperhatikan, akhir-akhir ini Penulis memang lebih sering menulis artikel-artikel yang tergolong ke kategori &#8220;Ruang Pinggir&#8221;, kategori yang memang Penulis gunakan untuk mewadahi hal-hal yang bersifat remeh, karena memang lebih mudah membuatnya.</p>



<p>Selanjutnya adalah berusaha untuk <strong>menjaga konsistensi dalam hidup produktif</strong>. Penulis sudah banyak membaca buku dan menonton video tentang produktivitas, tetapi efeknya jarang bisa bertahan lama. </p>



<p>Namun, setidaknya Penulis akan terus berusaha bangkit setiap kali gagal menjaga konsistensinya. Kadang butuh satu minggu, kadang butuh berbulan-bulan. Penulis akan berusaha agar waktu yang dibutuhkan untuk bangkit tidak terlalu lama.</p>



<p>Hobi menulis Penulis telah menjadi sebuah pekerjaan, sehingga logikanya <strong>Penulis memang membutuhkan hobi baru</strong>. Karena membaca juga berdekatan dengan aktivitas ini, makanya Penulis beralih ke <a href="https://whathefan.com/permainan/koleksi-board-game-saya-bagian-1/">hobi <em>board game</em></a><em> </em>dan mainan agar bisa mengatasi perasaan jenuh.</p>



<p>Tentu saja yang paling utama adalah <strong>niat </strong>untuk konsisten menulis blog. Jika sesekali tidak menulis karena ada kesibukan lain tentu tidak masalah, yang jadi masalah adalah ketika tidak menulis blog karena alasan malas, tidak <em>mood</em>, dan lain sebagainya.</p>



<p>Blog ini, <a href="http://whathefan.com">whathefan.com</a>, telah <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adalah-investasi-saya/">memberikan banyak hal kepada Penulis</a>, termasuk kesempatan untuk memiliki karir yang dimilikinya sekarang. Oleh karena itu, Penulis akan terus berusaha menjaga blog ini, dengan terus berusaha menulis di dalamnya secara konsisten.</p>



<hr class="wp-block-separator has-alpha-channel-opacity"/>



<p>Lawang, 10 April 2023, terinspirasi setelah menyadari beberapa waktu terakhir semakin jarang menulis blog</p>



<p>Foto: <a href="https://www.pexels.com/photo/a-tired-man-rubbing-his-eyes-while-sitting-in-front-of-his-laptop-5198264/">Tima Miroshnichenko</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-nulis-blog/">Mengapa Makin ke Sini Makin Jarang Nulis Blog?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/mengapa-makin-ke-sini-makin-jarang-nulis-blog/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Whathefan Adakan Giveaway, Ini Caranya!</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adakan-giveaway-ini-caranya/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adakan-giveaway-ini-caranya/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2023 13:33:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[giveaway]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6273</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam rangka &#8220;syukuran&#8221; atas usia Whathefan yang sudah mencapai lima tahun, Penulis ingin melakukan giveaway kecil-kecilan kepada siapapun yang tertarik untuk mengikutinya. Bahkan, jika sebelumnya belum pernah membuka blog ini pun dipersilakan untuk ikut. Hanya saja, nominal hadiah yang akan diberikan juga tidak seberapa. Harap dimaklumi, sejak didaftarkan ke AdSense, Penulis belum pernah mencapai batas [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adakan-giveaway-ini-caranya/">Whathefan Adakan Giveaway, Ini Caranya!</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Dalam rangka &#8220;syukuran&#8221; atas usia Whathefan yang sudah mencapai lima tahun, Penulis ingin melakukan <em>giveaway </em>kecil-kecilan kepada siapapun yang tertarik untuk mengikutinya. Bahkan, jika sebelumnya belum pernah membuka blog ini pun dipersilakan untuk ikut.</p>



<p>Hanya saja, nominal hadiah yang akan diberikan juga tidak seberapa. Harap dimaklumi, sejak didaftarkan ke AdSense, Penulis belum pernah mencapai batas minimum penarikan uangnya. Jadi, hadiah <em>giveaway </em>ini murni dari kantong pribadi Penulis.</p>



<p>Lantas, bagaimana cara mengikuti <em>giveaway </em>ini dan apa yang akan didapatkan bagi pemenang yang beruntung? </p>





<h2 class="wp-block-heading">Cara Ikutan Giveaway Whathefan</h2>



<ol class="wp-block-list"><li>Buka situs <a href="http://whathefan.com">whathefan.com</a></li><li>Pilih salah satu artikel yang menarik perhatian</li><li>Lakukan <em>screenshot </em>yang memperlihatkan bagian judul</li><li>Unggah di Instagram Story dan <em>tag </em>akun @fanandi</li><li>Selesai </li></ol>



<p>Penulis akan menunggu hingga hari <strong>Jumat, 6 Januari 2023</strong>. Setelah itu, Penulis akan mengundi nama-nama yang telah berbaik hati meluangkan waktunya untuk mengikuti <em>giveaway </em>ini dan mengumumkan hadiahnya pada hari <strong>Sabtu, 7 Januari 2023</strong>.</p>



<p>Penulis akan memilih <strong>lima orang pemenang</strong> yang masing-masing akan mendapatkan hadiah sebesar <strong>Rp50.000</strong>. Pemenang bisa bebas memilih ingin diberi dalam bentuk apa, baik <em>cash</em>, transfer bank, <em>e-wallet </em>seperti GoPay, OVO, atau DANA, dan lainnya.</p>



<p>Untuk <em>screenshot </em>yang diambil bisa melihat contoh gambar yang ada di bawah ini:</p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-full"><img loading="lazy" decoding="async" width="400" height="461" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/2023-01-04_205744.jpg" alt="" class="wp-image-6278" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/2023-01-04_205744.jpg 400w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2023/01/2023-01-04_205744-260x300.jpg 260w" sizes="auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px" /></figure></div>



<p>Kurang lebih seperti itu cara mengikuti <em>giveaway </em>ulang tahun kelima Whathefan dan hadiah apa yang bisa Pembaca dapatkan. Semoga beruntung bagi siapapun yang berniat untuk mengikutinya!</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 4 Januari 2023, terinspirasi setelah Penulis merasa perlu melakukan <em>giveaway </em>sebagai tanda syukur</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adakan-giveaway-ini-caranya/">Whathefan Adakan Giveaway, Ini Caranya!</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/whathefan-adakan-giveaway-ini-caranya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hari Ini Ulang Tahun Whathefan yang ke-5</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/hari-ini-ulang-tahun-whathefan-yang-ke-5/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/hari-ini-ulang-tahun-whathefan-yang-ke-5/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2023 00:40:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[AdSense]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[traffic]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=6267</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap awal tahun, Penulis harus membayar tagihan hosting dan domain dari blog Whathefan sekitar 900 ribu untuk satu tahun. Alasannya, blog ini &#8220;lahir&#8221; pada tanggal 2 Januari 2018. Jika blog ini manusia, dia akan memiliki zodiak Capricorn. Nah, pada ulang tahunnya kali ini, blog Whathefan terasa spesial karena telah memasuki usianya yang ke-5. Meskipun jumlah [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/hari-ini-ulang-tahun-whathefan-yang-ke-5/">Hari Ini Ulang Tahun Whathefan yang ke-5</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setiap awal tahun, Penulis harus membayar tagihan hosting dan domain dari blog Whathefan sekitar 900 ribu untuk satu tahun. Alasannya, blog ini &#8220;lahir&#8221; pada tanggal <strong>2 Januari 2018</strong>. Jika blog ini manusia, dia akan memiliki zodiak Capricorn.</p>



<p>Nah, pada ulang tahunnya kali ini, <a href="https://whathefan.com/pengalaman/mengapa-blog/">blog Whathefan</a> terasa spesial karena telah memasuki usianya yang ke-5. Meskipun jumlah artikel yang diproduksi dari tahun ke tahun semakin menurun, setidaknya Penulis tetap merasa perlu untuk mempertahankannya.</p>



<p>Salah satu &#8220;resolusi&#8221; yang ingin dicapai di tahun 2023 ini adalah konsistensi menulis blog secara rutin. Target pertama tentu bisa menulis setiap hari (365 artikel), tapi bisa mencapai 200 artikel dalam satu tahun juga sudah cukup baik.</p>





<p>Bagi yang belum tahu, awalnya blog ini dibuat untuk <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mengejar-beasiswa-dan-gagal-empat-kali/">persiapan mendapatkan beasiswa</a> karena Penulis mendapatkan &#8220;bisikan&#8221; kalau orang yang mempunyai blog akan mendapatkan kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkannya.</p>



<p>Walaupun hal tersebut belum bisa Penulis buktikan, setidaknya blog ini sudah membantu banyak Penulis dalam mendapatkan pekerjaan. Dalam dua kali pengalaman melamar kerja secara formal, dua-duanya &#8220;dibantu&#8221; oleh blog ini.</p>



<p>Ya, blog ini menjadi semacam portofolio bagi Penulis yang <a href="https://whathefan.com/pengalaman/salah-jurusan-sampai-lulus/">&#8220;murtad&#8221; dari jurusan kuliahnya dulu</a>. Penulis yang memang memiliki <em>passion </em>di bidang kepenulisan akhirnya memutuskan untuk mendalami bidang ini dan <em>alhamdulillah </em>bisa menjadi mata pencahariannya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Refleksi Artikel dan Kategori Whathefan</h2>



<p>Melalui blog ini, Penulis menulis apapun yang terpikiran dan ingin ditulis, tanpa memikirkan AdSense maupun jumlah <em>views</em>. Oleh karena itu, bisa dibilang <a href="https://whathefan.com/pengalaman/apa-niche-whathefan/">Whathefan tidak memiliki <em>niche</em></a><em> </em>atau berfokus pada satu topik tertentu. Dengan kata lain, blog gado-gado.</p>



<p>Selama lima tahun, artikel dengan <em>traffic </em>tertinggi adalah <em><a href="https://whathefan.com/animekomik/digantung-ala-anime-bagian-2/">Digantung Ala Anime (Bagian 2)</a></em>. Penulis sendiri tidak tahu mengapa artikel itu sangat tinggi <em>traffic</em>-nya (18,983), bahkan mengalahkan bagian pertamanya.</p>



<p>Namun, untuk rubrik atau kategori yang paling sering menyumbang <em>traffic </em>adalah <a href="https://whathefan.com/category/buku/">Buku</a>. Ada beberapa buku yang ulasannya banyak dibaca, seperti seri <em><a href="https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/">Pulang</a> </em>dan <em><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/">Bumi</a> </em>dari Tere Liye, <em><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-hidup-apa-adanya/">Hidup Apa Adanya</a></em>, serta <em><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-berani-tidak-disukai/">Berani Tidak Disukai</a></em>.</p>



<p>Sayangnya, kebanyakan artikel yang menyumbangkan <em>traffic </em>tinggi adalah artikel-artikel lama. Belum ada lagi artikel baru yang hits. Semoga saja ke depannya dengan konsisten menulis, akan ada artikel-artikel baru yang akan bisa menyumbang <em>traffic</em>.</p>



<p>Berbicara tentang masalah kategori, dari tahun ke tahun Whathefan selalu memiliki perubahan. Ada rubrik yang ditambah, diganti namanya, dipecah atau menjadi sub-kategori, bahkan menjadi hilang sama sekali. </p>



<p>Kalau tahun kemarin, Penulis menambahkan rubrik <a href="https://whathefan.com/category/olahraga/">Olahraga</a> (awalnya hanya Sepak Bola) dan <a href="https://whathefan.com/category/boardgame/">Permainan</a> (awalnya hanya Board Game). Sekali lagi, blog ini suka-suka Penulis, sehingga apapun yang menarik perhatiannya bisa jadi akan memiliki rubrik tersendiri.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Apa yang Ingin Dicapai Blog Ini di Tahun 2023</h2>



<p>Seperti yang sudah disinggung di atas, harapan Penulis untuk blog ini tidak muluk-muluk, cukup bisa menulis dengan konsisten selama satu tahun ke depan. Dengan bertambahnya kuantitas, Penulis juga berharap kualitasnya pun bisa bertambah.</p>



<p>Untuk masalah <em>traffic </em>atau jumlah <em>views</em>, Penulis memilih untuk pasrah saja. Semenjak berganti tema di bulan Maret 2021, <em>traffic </em>dari blog ini belum pernah pulih ke kondisi sebelumnya. Yang penting berusaha untuk menghasilkan tulisan terbaik saja.</p>



<p>Bagaimana dengan AdSense? Jujur saja, hingga blog ini memasuki usianya yang ke-5, belum pernah ada pemasukan. Di <em>dashboard </em>Penulis, AdSense yang sudah didapatkan ada di angka 800 ribuan alias butuh beberapa ratus ribu lagi agar bisa dicairkan.</p>



<p>Namun, pada dasarnya Penulis membuat blog ini memang tidak sebagai pemasukan sampingan. Tujuan dari blog ini untuk sekarang adalah sebagai wadah Penulis untuk menyalurkan hobi menulisnya dan menjadi portofolionya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Penutup</h2>



<p>Penulis merasa bersyukur karena dulu berani memutuskan untuk membeli domain whathefan.com pada tanggal 2 Januari 2018. Jika tidak dimulai saat itu, mungkin selamanya Penulis tidak akan memiliki blog karena terus menunda-nunda.</p>



<p>Keputusan tersebut juga menjadi motivasi Penulis untuk terus menghasilkan tulisan, jika dibandingkan menggunakan yang gratisan. Karena sudah keluar uang, tentu akan sayang jika blog ini sampai kosong dan jarang diisi.</p>



<p>Untuk itu, Penulis masih akan terus mempertahankan blog ini hingga waktu yang belum ditentukan. Kalau bisa, sampai Penulis mati blog ini akan Penulis pertahankan. Terlalu banyak hal yang telah diberikan blog ini kepada Penulis.</p>



<p>Mungkin, Penulis perlu melakukan <em>giveaway </em>untuk syukuran ulang tahun Whathefan yang kelima?</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-default"/>



<p>Lawang, 2 Januari 2023, terinspirasi setelah Whathefan memasuki usianya yang ke-5 tahun ini</p>



<p>Foto: <a href="https://www.koreaboo.com/stories/twice-fan-kpop-themed-birthday-party-epic/">Koreaboo</a></p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/hari-ini-ulang-tahun-whathefan-yang-ke-5/">Hari Ini Ulang Tahun Whathefan yang ke-5</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/hari-ini-ulang-tahun-whathefan-yang-ke-5/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Niche Whathefan?</title>
		<link>https://whathefan.com/pengalaman/apa-niche-whathefan/</link>
					<comments>https://whathefan.com/pengalaman/apa-niche-whathefan/?noamp=mobile#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Fanandi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Oct 2021 12:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[niche]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[whathefan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://whathefan.com/?p=5271</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jika ada yang bertanya apa sebenarnya niche dari Whathefan, sejujurnya Penulis akan kebingungan untuk menjawabnya karena memang blog ini kesannya campur aduk sesukanya. Tagline-nya saja &#8220;Apa yang Terpikir, Apa yang Tertuang&#8220;. Padahal, salah satu teknik blogging yang benar adalah memiliki niche tertentu sehingga pasarnya jelas siapa. Kalau blog isinya terlalu bermacam-macam, bisa jadi Google dan [&#8230;]</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/apa-niche-whathefan/">Apa Niche Whathefan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jika ada yang bertanya apa sebenarnya <em>niche </em>dari Whathefan, sejujurnya Penulis akan kebingungan untuk menjawabnya karena memang blog ini kesannya campur aduk sesukanya. <em>Tagline-nya </em>saja &#8220;<strong>Apa yang Terpikir, Apa yang Tertuang</strong>&#8220;.</p>



<p>Padahal, salah satu teknik <em>blogging </em>yang benar adalah memiliki <em>niche </em>tertentu sehingga pasarnya jelas siapa. Kalau blog isinya terlalu bermacam-macam, bisa jadi Google dan mesin pencari lainnya akan kebingungan melihat identitas blog kita.</p>



<p>Meskipun mengetahui fakta ini, Penulis tetap memutuskan untuk tidak menulis blog di satu-dua <em>niche </em>tertentu. Ada beberapa alasan tentunya yang menjadi dasar Penulis memilih jalan tersebut.</p>





<h2 class="wp-block-heading">Mengetahui Apa Itu <em>Niche</em></h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="683" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/apa-niche-whathefan-1-1024x683.jpg" alt="" class="wp-image-5342" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/apa-niche-whathefan-1-1024x683.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/apa-niche-whathefan-1-300x200.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/apa-niche-whathefan-1-768x512.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/apa-niche-whathefan-1.jpg 1080w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption><em>Niche </em>Sama dengan Target Pasar yang Diincar (<a href="https://www.freecodecamp.org/news/web-design-niche/">FreeCodeCamp</a>)</figcaption></figure>



<p>Dilansir dari <em>Google Dictionary</em>, <em>niche </em>adalah <em><strong>a specialized segment of the market for a particular kind of product or service</strong></em> atau segmen pasar khusus untuk jenis produk atau jasa tertentu.</p>



<p>Mengetahui pasar yang ditarget jelas menjadi hal yang mutlak untuk bisa mengoptimalkan pemasukan dari blog. Ketika mengetahui segmentasi pasar yang dikejar, kita jadi tahu apa saja yang harus kita lakukan</p>



<p>Misal, kita ingin berjualan pakan hewan. Agar maksimal, kita membuat blog tentang hewan peliharaan dan menerapkan berbagai teknik SEO. Nantinya, <em>goal </em>akhir dari blog tersebut adalah mendatangkan pembeli untuk pakan hewan tersebut. (Coba mampir ke <a href="https://petpintar.com/">pintarpet.com</a>)</p>



<p>Contoh lain, kita ingin membantu para calon peraih beasiswa untuk mendapatkan informasi-informasi penting. Bisa juga ingin berbagi tips sesuai dengan pengalaman pribadi. Meskipun tidak mengincar profit, blog tersebut jelas punya <em>niche </em>di bidang pendidikan/beasiswa. (Coba mampir ke <a href="https://isalworld.com/">isalworld.com</a>)</p>



<p>Nah, kalau melihat blog Whathefan, rasanya hampir semua hal ada. Opini, ada. Motivasi, ada. Yang galau-galau, ada. Ulasan buku, ada. Ulasan film, ada. Novel, cerpen, hingga sajak, ada. Anime, ada. Bahkan, Penulis juga memiliki rubrik Musik dan Sepak Bola.</p>



<p>Jika dianalogikan, pintarpet.com adalah toko hewan dan isalworld.com adalah IDP (badan yang membantu mahasiswa untuk kuliah ke luar negeri). Whathefan.com adalah toserba, lebih tepatnya toserba yang tidak terlalu laris karena yang dijual terlalu <em>random</em>.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Alasan Whathefan Tidak Memiliki <em>Niche</em></h2>



<p>Ketika memutuskan untuk memiliki blog, profit jelas bukan menjadi tujuan utamanya. Memang, Penulis memasang AdSense, tapi jumlah yang sudah dihasilkan tidak seberapa. Hingga artikel ini ditulis, total Penulis telah mendapatkan 500 ribu selama tiga tahun.</p>



<p>Seperti yang sudah pernah Penulis bahas di beberapa tulisan sebelumnya, alasan pertama Penulis membuat blog adalah karena mendengar kata teman kalau blog bisa jadi nilai plus untuk bisa <a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-mengejar-beasiswa-dan-gagal-empat-kali/">mendapatkan beasiswa ke luar negeri</a>.</p>



<p>Selain itu, menulis sudah lama menjadi <em>passion </em>Penulis walaupun dulu tidak bisa tersalurkan dengan baik. Blog ini hadir sebagai wadah Penulis untuk terus mengasah kemampuannya dalam merangkai kata.</p>



<p>Nah, karena itulah Penulis memutuskan untuk mengisi blog ini sesuka hatinya. Apa yang sedang ingin ditulis, itulah yang akan menjadi artikel blog. Karena Penulis menyukai banyak hal, blog ini pun jadi memiliki berbagai variasi rubrik yang tidak saling terkait.</p>



<p>Apalagi, ini adalah blog milik pribadi. Penulis tidak ingin dirinya jadi tertekan karena harus menulis sesuatu yang sesuai dengan <em>niche </em>blognya. Penulis ingin menulis dengan sebebas-bebasnya.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Kategori Mana yang Paling Menghasilkan <em>Traffic</em>?</h2>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" decoding="async" width="1024" height="559" src="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/apa-niche-whathefan-2-1024x559.jpg" alt="" class="wp-image-5343" srcset="https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/apa-niche-whathefan-2-1024x559.jpg 1024w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/apa-niche-whathefan-2-300x164.jpg 300w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/apa-niche-whathefan-2-768x419.jpg 768w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/apa-niche-whathefan-2-1536x838.jpg 1536w, https://whathefan.com/wp-content/uploads/2021/09/apa-niche-whathefan-2.jpg 1636w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption>Traffic Whathefan Oktober 2019 &#8211; September 2021</figcaption></figure>



<p>Meskipun ngomongnya seperti itu, Penulis tentu masih tetap berharap bisa mendapatkan <em>traffic </em>yang cukup tinggi. Grafik di atas merupakan <em>traffic </em>Whathefan sejak Penulis menghubungkannya ke Google Analytics.</p>



<p>Bisa dilihat, beberapa bulan terakhir blog ini mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hal tersebut terjadi setelah Penulis mengganti tema blog dan belum pulih hingga sekarang. Apalagi, Penulis lumayan jarang menulis beberapa waktu belakangan ini.</p>



<p>Untuk kategori, jika dilihat dari daftar artikel yang menjadi <em>top article </em>di Google Analytics, kategori <a href="https://whathefan.com/category/buku/"><strong>Buku</strong></a> dan <a href="https://whathefan.com/category/animekomik/"><strong>Anime &amp; Komik</strong></a> menjadi yang sering muncul. Berikut merupakan daftar top 20 artikelnya beserta kategori dan angka <em>traffic-</em>nya:</p>



<ol class="wp-block-list"><li><a href="https://whathefan.com/animekomik/digantung-ala-anime-bagian-2/">Digantung Ala Anime (Bagian 2)</a> &#8211; Anime &amp; Komik &#8211; 17,624</li><li><a href="https://whathefan.com/buku/antara-pulang-dan-pergi/">Antara Pulang dan Pergi</a> &#8211; Buku/Fiksi &#8211; 16,104</li><li><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-hidup-apa-adanya/">Setelah Membaca Hidup Apa Adanya</a> &#8211; Buku/Non-Fiksi &#8211; 14,705</li><li><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-berani-tidak-disukai/">Setelah Membaca Berani Tidak Disukai</a> &#8211; Buku/Non-Fiksi &#8211; 10,642</li><li><a href="https://whathefan.com/pengalaman/pengalaman-melamar-kerja-di-net-tv-tahap-pertama/">Pengalaman Melamar Kerja di NET TV (Tahap Pertama)</a> &#8211; Pengalaman &#8211; 9,874</li><li><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/wanita-2d-vs-wanita-3d/">Wanita 2D vs Wanita 3D</a> &#8211; Sosial Budaya &#8211; 7,930</li><li><a href="https://whathefan.com/buku/setelah-membaca-selena-dan-nebula/">Setelah Membaca Selena dan Nebula</a> &#8211; Buku/Fiksi &#8211; 6,544</li><li><a href="https://whathefan.com/animekomik/makna-keluarga-ala-clannad-after-story-bagian-2/">Makna Keluarga Ala Clannad After Story (Bagian 2)</a> &#8211; Anime &amp; Komik &#8211; 6,403</li><li><a href="https://whathefan.com/karang-taruna/laporan-pertanggungjawaban-karang-taruna/">Laporan Pertanggungjawaban Karang Taruna</a> &#8211; Karang Taruna &#8211; 5,848</li><li><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/bijak-menggunakan-caps-lock/">Bijak Menggunakan Caps Lock</a> &#8211; Sosial Budaya &#8211; 5,428</li><li><a href="https://whathefan.com/filmserial/setelah-menonton-cinta-itu-buta/">Setelah Menonton Cinta Itu Buta</a> &#8211; Film &amp; Serial &#8211; 5,099</li><li><a href="https://whathefan.com/animekomik/poligami-ala-in-another-world-with-my-smartphone/">Poligami Ala In Another World With My Smartphone</a> &#8211; Anime &amp; Komik &#8211; 4,311</li><li><a href="https://whathefan.com/cerpen/wanita-bermata-sayu/">Wanita Bermata Sayu &#8211; Whathefan!</a> &#8211; Cerpen &#8211; 4,144</li><li><a href="https://whathefan.com/pengembangan-diri/mengapa-kita-harus-gemar-membaca/">Mengapa Kita Harus Gemar Membaca?</a> &#8211; Pengembangan Diri &#8211; 3,896</li><li><a href="https://whathefan.com/animekomik/digantung-ala-anime-bagian-1/">Digantung Ala Anime (Bagian 1)</a> &#8211; Anime &amp; Komik &#8211; 3,883</li><li><a href="https://whathefan.com/animekomik/klub-sekolah-ala-anime/">Klub Sekolah Ala Anime</a> &#8211; Anime &amp; Komik &#8211; 3,860</li><li><a href="https://whathefan.com/animekomik/dicintai-banyak-wanita-ala-anime/">Dicintai Banyak Wanita Ala Anime</a> &#8211; Anime &amp; Komik &#8211; 3,832</li><li><a href="https://whathefan.com/sosial-budaya/kenapa-sih-harus-judgemental/">Kenapa Sih Harus Judgemental?</a> &#8211; Sosial Budaya &#8211; 3,509</li><li><a href="https://whathefan.com/buku/kisah-jerome-polin-pada-buku-latihan-soal-mantappu-jiwa/">Kisah Jerome Polin Pada Buku Latihan Soal Mantappu Jiwa</a> &#8211; Buku/Non-Fiksi &#8211; 3,417</li><li><a href="https://whathefan.com/sajak/sajak-sajak-depresi/">Sajak-Sajak Depresi</a> &#8211; Sajak &#8211; 3,270</li></ol>



<p>Mengetahui ada beberapa artikelnya yang bisa mendapatkan angka <em>traffic </em>yang lumayan menjadi motivasi tersendiri bagi Penulis untuk terus menulis di blog ini. Apalagi, blog ini sudah &#8220;terbukti&#8221; menjadi portofolio yang baik untuk Penulis.</p>



<p>Penulis memutuskan untuk mempertahankan Whathefan sebagai blog campur-campur alias tidak memiliki <em>niche</em>. Penulis merasa nyaman menulis tanpa tekanan dan menuangkan apapun yang ada di dalam pikirannya.</p>



<hr class="wp-block-separator is-style-wide"/>



<p>Lawang, 20 Oktober 2021, terinspirasi setelah menyadari kalau Whathefan membahas begitu banyak hal</p>
<p>The post <a href="https://whathefan.com/pengalaman/apa-niche-whathefan/">Apa Niche Whathefan?</a> appeared first on <a href="https://whathefan.com">whathefan</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://whathefan.com/pengalaman/apa-niche-whathefan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
