Setelah Membaca Hidup Sederhana

Karena ingin hidup lebih santuy tanpa memikirkan hal-hal yang sebenarnya tak perlu dipikirkan, Penulis memutuskan untuk membeli beberapa buku yang bertemakan self-caring pada tahun 2019 kemarin.

Salah satunya adalah Hidup Sederhana yang ditulis oleh Desi Anwar. Isinya merupakan kumpulan dari pikiran atau renungan dari sang penulis buku ini yang berusaha mengajak pembacanya lebih menikmati hidup ini.

Apa Isi Buku Ini?

Seandainya tulisan di blog Whathefan dijadikan sebuah buku, mungkin akan terlihat seperti buku ini. Seperti yang sudah disinggung di atas, buku ini terdiri dari tulisan-tulisan Desi yang setiap bagiannya hanya terdiri dari 3 hingga 4 halaman saja.

Oleh karena itu, buku ini cocok untuk dijadikan teman perjalanan. Apalagi, buku ini termasuk tipis sehingga mudah untuk dibawa ke mana-mana.

Isinya sendiri cukup bervariasi berdasarkan pengalaman, kenangan masa kecil, hingga pandangan hidup dari sang penulis. Banyak yang related dengan kehidupan kita.

Kebanyakan tulisan yang ada di buku ini akan membuat kita merenungi kehidupan ini secara lebih mendalam dan terdorong untuk hidup lebih produktif namun tidak secara berlebihan.

Kita akan diajak untuk lebih menikmati hal-hal kecil yang sering kali kita abaikan karena dianggap biasa. Contohnya adalah menikmati waktu ketika bisa rebahan di akhir pekan setelah berkecimpung dengan rutinitas.

Setelah Membaca Hidup Sederhana

Kalau tidak salah, Desi Anwar merupakan seorang wartawan senior yang memiliki acara di televisi swasta. Tak heran jika tulisannya enak dan renyah untuk dibaca.

Aura positif benar-benar berusaha dipancarkan oleh buku ini, namun tidak berlebihan seperti kebanyakan motivator ataupun agen MLM yang kadang terlalu ngotot.

Untuk buku yang tebalnya tak seberapa, buku ini cukup mahal. Untungnya, Penulis mendapatkan diskon hingga 25% ketika membeli buku ini. Sebelumnya, buku ini sudah pernah rilis dengan edisi yang dilengkapi dengan foto sehingga harganya lebih mahal.

Beberapa bagian dari buku ini mungkin akan terasa cukup membosankan, kurang dalam, dan terlalu umum. Ibaratnya, tanpa membaca di buku ini pun kita sudah mengetahuinya.

Dari yang Penulis baca dari buku ini, nampaknya Desi lahir dari keluarga menengah ke atas. Oleh karena itu, mungkin ada beberapa bagian yang mungkin akan membuat para SJW berpendapat Desi adalah tipe orang yang tak sadar memiliki privilege.

Walaupun begitu, buku ini berhasil membuat Penulis ingin berusaha untuk menikmati hari ini secara lebih layak daripada memikirkan masa depan atau teringat masa lalu secara berlebihan yang hanya menambah beban.

Buku ini termasuk ringan dan mudah dicerna, sehingga Penulis rekomendasikan untuk segala kalangan usia. Yang jelas, buku ini cocok untuk orang-orang yang mudah overthinked seperti Penulis.

Nilainya: 4.0/5.0

 

 

Kebayoran Lama, 11 Januari 2020, terinspirasi setelah membaca buku Hidup Sederhana karya Desi Anwar