Setelah Membaca Anak Bajang Menggiring Angin

Penulis menyukai cerita wayang meskipun tidak pernah menonton pertunjukannya secara langsung karena terkendala bahasa. Dari YouTube pun tidak pernah.

Penulis lebih memilih untuk membaca buku-buku yang bertemakan wayang. Beberapa judul yang Penulis miliki adalah:

  • Mahabharata karya C. Rajagopalachari
  • Drupadi dan Kitab Omong Kosong karya Seno Gumira Ajidarma
  • Rahvayana Buku 1 dan 2 karya Sujiwo Tejo
  • Togog Tejamantri karya Gesta Bayuadhy
  • Punakawan Menggugat karya Ardian Kresna (belum tamat)

Ada cerita yang sedikit unik terkait buku wayang ini. Penulis telah memiliki Mahabharata karya C. Rajagopalachari. Penulis juga menginginkan novel karya satunya lagi, Ramayana.

Penulis mendapatkan novel Mahabharata dengan harga diskon, Rp30 ribu. Penulis pun berharap ada novel Ramayana dengan harga yang sama, sehingga tidak membeli novelnya ketika harganya masih normal.

Akibatnya, Penulis tidak pernah menemukan novel ini dengan harga murah. Bahkan ketika Penulis memutuskan ingin membeli dengan harga normal, bukunya sudah tidak tersedia lagi di toko buku!

Oleh karena itu, Penulis sempat tidak mengerti bagaimana alur cerita Ramayana. Penulis ingin membeli buku Kitab Omong Kosong yang katanya juga ada kaitannya dengan Ramayana, namun buku ini juga tidak tersedia di toko buku.

Akhirnya Penulis membeli buku Kitab Omong Kosong secara online. Cerita lengkapnya ada di tulisan Penulis yang lain. Setelah dibaca, Penulis makin penasaran dengan alur cerita Ramayana.

Lantas ketika berada di Gramedia Gandaria City Mall, Penulis menemukan buku berjudul Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata. Ini bukan buku baru, Penulis pernah melihatnya ketika kuliah namun urung membelinya karena harganya yang mahal.

Selain itu, Penulis juga tidak mengetahui apa cerita dari novel ini. Ketika membacanya sekilas, ternyata novel ini bercerita tentang Ramayana! Penulis pun segera membawa buku ini ke kasir dan segera membacanya.

Apa Isi Buku Ini?

Karena cerita Ramayana sudah banyak diketahui oleh orang, Penulis tidak akan banyak bercerita tentang isi buku ini. Buku ini hanya menghadirkan versi penulisan lain yang indah menurut Penulis.

Mulai dari kelahiran Rahwana, kelahiran Hanoman, bertemunya Rama dan Sinta, diculiknya Sinta oleh Rahwana, peperangan hebat untuk menyelamatkan Sinta, ketidakpercayaan Rama terhadap Sinta, semua diceritakan di sini.

Total buku ini dibagi menjadi 8 bab, di mana tiap bagiannya terbagi lagi menjadi beberapa bagian. Setiap bab biasanya memiliki alur cerita yang spesifik mengenai satu lakon tertentu.

Misal di bab pertama, cerita berfokus tentang bagaimana Rahwana bisa lahir ke muka bumi ini karena kesalahan manusia bernama Wisrawa dan Sukesi. Bab kedua tentang kelahiran Hanuman dan begitu seterusnya.

Selain itu, buku ini juga menyisipkan puisi-puisi yang indah dan gambar pewayangan yang menarik mata. Lumayan untuk selingan sehingga mata tidak terlalu lelah ketika membacanya.

Mungkin karena penulis buku ini adalah orang Jawa (lahir di Kota Batu, Jawa Timur), ada banyak filsafat Jawa yang kita temukan dari dialog antar tokohnya. Tentang kepemimpinan, kebijaksanaan, dan juga cinta.

Setelah Membaca Anak Bajang Menggiring Angin

Buku ini cukup tebal, hampir 500 halaman. Penulis menamatkannya di kereta api ketika perjalanan pulang dari Jakarta menuju Malang.

Walaupun tebal, Penulis sangat menikmati kata demi katanya. Sindhunata cukup cermat dalam merangkai kalimat dengan indah sehingga membuat pembacanya akan terbuai dalam alam pewayangan.

Membaca buku ini membuat Penulis serasa sedang menikmati karya sastra yang penuh metafora namun mudah dicerna. Tidak ada alur cerita ataupun penulisan yang membuat Penulis kebingungan.

Melalui judulnya, novel ini mungkin lebih berfokus pada karakter Hanuman, meskipun kehadiran Rama, Sinta, dan Rahwana juga cukup dominan. Penggambaran karakter-karakternya juga kuat.

Kita akan diajak untuk merenungi kehidupan yang kita jalani berkat nasihat-nasihat yang terselip di dalamnya. Maka dari itu, Penulis menyarankan untuk pelan-pelan menikmati buku ini agar bisa meresapi isinya secara mendalam.

Mungkin kekurangan dari buku ini adalah bagian akhirnya yang dibuat menggantung. Penulis sudah mengetahui akhir dari cerita Ramayana dari buku lain, tapi tetap saja Penulis berharap bisa melihat akhir Ramayana yang tuntas pada buku ini.

Penulis tidak berani banyak memberi kritikan pada novel ini karena pengetahuannya akan dunia wayang sangat terbatas. Walaupun begitu, Penulis tidak ragu untuk merekomendasikan karya sastra ini kepada siapa saja yang ingin mengetahui kisah Ramayana yang legendaris.

Nilai: 4.5/5.0

 

 

 

Lawang, 7 Desember 2020, terinspirasi setelah membaca buku Anak Bajang Menggiring Angin karya Sindhunata

Foto: Press Officer & Tokopedia

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.