Mengenal Jepang Pada Ushi & Soto

Entah mengapa sejak sering dipanggil wibu di kantor, penulis makin suka dengan hal yang berbau Jepang. Padahal, dulu penulis tidak seperti ini. Bahkan, penulis lebih terobsesi dengan Inggris.

Ketika berjalan-jalan di Gramedia Pondok Indah Mall, penulis menuliskan buku berjudul Ushi & Soto. Subjudulnya sendiri berbunyi Budaya Jepang, dari Keluarga ke Korporasi.

Tentu menarik untuk mengenal Jepang lebih dekat dari kacamata orang Indonesia. Oleh karena itu, penulis memutuskan untuk membeli buku ini walaupun harganya terbilang cukup mahal jika dibandingkan dengan ketebalannya.

Apa Isi Buku Ini?

Sesuai dengan judulnya, buku ini benar-benar mengelupas tentang Jepang, terutama kebudayaan dan kultur yang dimiliki oleh masyarakatnya.

Buku ini terbagi menjadi beberapa bagian, yakni:

  • Tentang Jepang, berisi tentang perkenalan negara Jepang itu sendiri, mulai dari sejarah, musim, hingga nama masyarakatnya
  • Perayaan, berisi tentang perayaan apa saja yang diperingati oleh masyarakat Jepang
  • Prinsip Budaya Jepang, berisi tentang sikap-sikap yang melekat pada masyarakat Jepang
  • Ekspresi Budaya Melalui Bahasa, berisi tentang wawasan singkat seputar bahasa Jepang, baik Hiragana, Katakana, maupun Kanji
  • Budaya Kerja, berisi tentang bagaimana budaya masyarakat Jepang dalam bekerja
  • Budaya Bisnis, berisi tentang bagaimana masyarakat Jepang berbisnis dan menjalin relasi dengan orang lain

Lantas, apa maksud dari Ushi & Soto yang dijadikan sebagai judul? Ternyata, itu merupakan sebuah konsep bagi orang Jepang untuk membagi antara orang dalam (Ushi) dan orang luar (Soto).

Mungkin kita sudah tahu bahwa masyarakat Jepang terkenal karena cenderung tertutup dengan orang asing. Ternyata, ini terpengaruh dari konsep tersebut.

Masyarakat Jepang terbiasa membagi orang seperti itu. Hal ini bisa bahkan bisa dilihat dari bahasa yang digunakan. Berbicara kepada Ushi bisa menggunakan bahasa yang berbeda dengan berbicara kepada Soto.

Setelah membaca buku ini, penulis menjadi maklum mengapa begitu susah untuk mendapatkan teman pena orang Jepang dengan menggunakan berbagai macam aplikasi.

Kesimpulan

Jika pembaca sedang mencari referensi singkat dan ringan seputar Jepang (terutama masyarakatnya), buku ini akan cocok untuk dijadikan sebagai pegangan.

Kita bisa belajar banyak mengapa negara bisa semaju sekarang. Budaya-budaya yang mereka terapkan sehari-hari seharusnya bisa kita teladani dan implementasikan dalam hidup kita.

Mungkin akan ada yang skeptis dengan berkata percuma jika kita yang berubah tapi orang lain tetap melakukan kebiasaan buruk. Biarlah, yang penting kita sudah memulai perubahan itu dari diri sendiri.

Atau mungkin pembaca sedang mencari klien bisnis dari Jepang? Buku ini akan memberikan tips bagaimana cara agar kita bisa diterima oleh mereka.

Buku ini ditulis dengan bahasa yang lumayan kaku dan terlihat akademis. Hampir tidak ada selipan humor dan candaan di tiap-tiap bagiannya. Bisa jadi, buku ini akan terasa membosankan bagi beberapa orang.

Walaupun begitu, buku ini mampu menyuguhkan informasi yang menarik. Terbukti, penulis bisa menghabiskan buku ini dalam waktu yang relatif singkat.

Nilainya: 4.0/5.0

 

 

Kebayoran Lama, 19 Mei 2019, terinspirasi setelah menamatkan buku Ushi & Soto karya Hasanudin Abdurakhman