Connect with us

Permainan

Koleksi Board Game #7: Survive: Escape from Atlantis!

Published

on

Seperti yang sudah disebutkan di tulisan sebelumnya, Penulis berkesempatan untuk mencoba beberapa board game baru seperti Ratland dan Survive: Escape From Atlantis! saat sedang nongki di Board Game Academy yang berlokasi di Surabaya.

Nah, board game yang disebutkan belakangan berhasil menarik minat Penulis. Bahkan, Penulis juga sempat mencicipi varian Survive: Space Attack! di sana yang ternyata lebih ribet dan desainnya pun kurang sedap dipandang oleh mata.

Sialnya, Survive: Escape from Atlantis! waktu itu sudah cukup langka karena tidak banyak yang menjual versi barunya. Oleh karena itu, Penulis mencoba menghubungi Nexus Board Game Cafe, tempat Penulis membeli 7 Wonders dan King of New York.

Awalnya, Penulis hanya minta tolong dikabari kalau semisal tahu ada orang yang hendak menjual Survive!-nya. Ternyata, kebetulan, toko tersebut sedang menjual Survive!-nya, sehingga negosiasi pun dilakukan.

Harga yang dipasang untuk board game ini adalah Rp700 ribu, lebih mahal sekitar 50 ribu dari harga baru pasarannya. Karena gagal melakukan tawar-menawar ditambah perasaan impulsif, terpaksa Penulis mengambil board game tersebut dengan harga segitu.

Beberapa bulan kemudian setelah membeli board game tersebut, Penulis membaca berita kalau Survive: Escape from Atlantis! telah diambil alih oleh suatu perusahaan dan akan kembali dibuat secara massal. Harganya pun lebih murah, Rp645 ribu.

Sejak itu, Penulis belum membeli board game bekas lagi.

Detail Board Game

  • Judul: Survive: Escape from Atlantis!
  • Desainer: Julian Courtland-Smith
  • Publisher: Parker Brothers dan Stronghold Games
  • Tahun Rilis: 1982
  • Jumlah Pemain: 2 – 4 pemain
  • Waktu Bermain: 45 – 60 menit
  • Rating BGG: 7.3
  • Tingkat Kesulitan: 1.70/5

Cara Bermain Survive!

Konsep permainan dari Survive: Escape from Atlantis! sebenarnya sederhana saja. Kita harus berusaha menyelamatkan 10 meeple milik kita dari pulau Atlantis yang akan tenggelam (masing-masing meeple memiliki skor di bawahnya) ke sudut papan permainan.

Untuk set up, papan permainan dari Survive akan diisi oleh tile heksagon yang terdiri dari tiga jenis, yakni pantai, hutan, dan gunung. Setelah itu, secara bergantian masing-masing pemain akan meletakkan meeple-nya hingga tidak ada tile yang kosong.

Setelah itu, masing-masin pemain akan meletakkan perahu yang bisa diisi hingga tiga penumpang. Perahu ini memiliki peran yang vital karena bisa menggerakkan beberapa meeple sekaligus dalam satu kali action. Penulis akan jelaskan lebih detail nanti.

Upaya penyelamatan ini tentu tidak mudah, karena lautan dihuni oleh berbagai makhluk laut mulai paus, hiu, hingga naga yang sering Penulis sebut sebagai Godzilla. Masing-masing makhluk ini memiliki kemampuan berbahaya yang bisa membunuh meeple pemain.

Paus dapat bergerak hingga tiga tile, tetapi hanya bisa menghancurkan kapal dan tak bisa memakan meeple. Hiu memiliki kemampuan sebaliknya, dan dapat bergerak hingga dua tile. Godzilla hanya bisa bergerak satu tile bisa menghancurkan kapal sekaligus memakan meeple.

Setiap tile yang ada di permainan masing-masing akan memiliki efek tertentu. Ada yang langsung aktif (berwarna merah, biasanya memiliki efek summon makhluk laut), ada yang bisa disimpan untuk digunakan nanti (berwarna hijau).

Tile yang harus diambil pemain secara urut adalah pantai terlebih dahulu. Setelah semua tile pantai habis, baru pemain boleh mengambil tile hutan. Setelah hutan habis, barulah tile gunung bisa diambil.

Urutan Aksi untuk Tiap Pemain

Punya Beberapa Urutan Aksi (Dicing with Depth)

Setiap giliran, para pemain akan memiliki urutan aksi yang bisa dilakukan. Aksi pertama (opsional) adalah memainkan tile hijau yang dimiliki. Beberapa efek tile hijau yang dimiliki adalah memindahkan atau membunuh makhluk laut.

Aksi kedua yang harus dilakukan oleh pemain adalah menggerakkan meeple atau perahu hingga tiga langkah. Jika masih di daratan, pemain bisa menggerakkan satu meeple yang sama hingga tiga kali.

Kalau di laut, pemain hanya bisa sekali menggerakkan sekali untuk masing-masing meeple ataupun perahu. Di sinilah peran perahu menjadi penting, karena kita bisa menggerakkan tiga meeple sekaligus, jika tidak disusupi oleh meeple dari pemain lain.

Aksi ketiga adalah mengambil salah satu tile yang ada, sesuai dengan urutan yang telah Penulis jelaskan di atas. Tile yang diambil boleh memiliki meeple di atasnya, dengan konsekuensi meeple tersebut jatuh ke laut.

Aksi terakhir dalam permainan ini adalah mengocok dadu yang menentukan makhluk laut mana yang bisa kita gerakkan. Sebagai board game bertema survival, tentu tidak seru jika kita tidak bisa menjegal lawan-lawan kita.

Aksi-aksi ini akan terus dilakukan hingga tile dengan gambar gunung meletus muncul, yang menjadi penanda kalau permainan telah berakhir. Pemain dengan jumlah angka terbanyak dari meeple yang selamat akan keluar sebagai pemenangnya.

Setelah Bermain Survive!

Survive: Escape from Atlantis! (YouTube)

Di antara semua board game yang sudah Penulis miliki, Survive: Escape from Atlantis! menjadi salah satu yang paling mudah dipahami oleh teman-temannya. Konsepnya yang sederhana dan memiliki unsur senggol-senggolan menjadi daya tarik tersendiri.

Board game ini memiliki lebar papan yang cukup besar, mungkin yang terbesar di antara koleksi Penulis. Kualitas meeple, tile, dan juga komponen lain bisa dibilang rata-rata saja, tidak begitu istimewa.

Tidak banyak strategi yang bisa dilakukan di permainan ini, karena mau buat sebagus dan serapi apapun strateginya, ada kemungkinan lawan akan menyenggol kita menggunakan berbagai makhluk laut yang ada.

Sayangnya, kesederhanaan yang dimiliki oleh board game ini juga menjadi bumerang karena mengurangi replaybility-nya. Jika dimainkan terlalu sering, Survive: Escape from Atlantis! akan terkesan monoton dan membosankan.

Meskipun masing-masing tile yang diambil memiliki efek, sebenarnya efeknya juga cuma itu-itu saja. Mungkin satu-satunya tile yang diincar oleh semua pemain adalah tile yang bisa membantu kita maju beberapa langkah ke depan agar lebih cepat mencapai sudut papan.

Selain itu, bisa dibilang tempo permainan board game ini juga cenderung lambat karena ada banyak aksi yang harus dilakukan oleh para pemain. Apalagi, pergerakan meeple juga sangat terbatas sehingga tidak banyak yang bisa selamat hingga akhir permainan.

***

Setelah memiliki board game dengan kompleksitas yang rendah, Penulis ingin memiliki board game yang kompleksitasnya lebih tinggi. Hingga Survive: Escape the Atlantis!, bisa dibilang Catan-lah yang paling “ribet” cara bermainnya.

Setelah menonton beberapa video di YouTube, ada satu board game yang secara visual sangat menarik mata. Kualitas komponennya pun terlihat jempolan dan terasa sangat worth it untuk harga yang harus dikeluarkan.

Apalagi, board game tersebut memiliki kompleksitas yang cukup rumit, hingga Penulis harus menonton tutorialnya berkali-kali. Setelah melalui beberapa pertimbangan termasuk membeli versi digitalnya di Steam, Penulis pun akhirnya memutuskan untuk membeli Wingspan.


Lawang, 18 Juni 2023, terinspirasi karena ingin melanjutkan seri board game ini

Permainan

Koleksi Board Game #31: Scrabble/Scrabble Together

Published

on

By

Ketika mengoleksi sesuatu, kita tidak hanya mengincar barang-barang baru yang menarik perhatian. Terkadang, kita berburu barang-barang lama yang melekat pada memori kita, entah untuk nostalgia ataupun memenuhi inner child yang belum terpenuhi.

Begitu pun dalam mengoleksi board game. Penulis memulai koleksi ini dari membeli Monopoly, yang sejak kecil Penulis mainkan. Setelah itu, Penulis lebih sering membeli board gameboard game baru yang lebih modern.

Nah, salah satu board game jadul yang telah lama Penulis incar adalah Scrabble, karena ketika kecil Penulis beberapa kali memainkannya. Untungnya ketika mampir ke Toys Kingdom, board game ini sedang diskon!

Detail Board Game Scrabble/Scrabble Together

  • Judul: Scrabble/Scrabble Together
  • Desainer: Alfred Mosher Butts
  • Publisher: Mattel, Inc.
  • Tahun Rilis: 2024
  • Jumlah Pemain: 2-4 pemain
  • Waktu Bermain: –
  • Rating BGG: 7,1
  • Tingkat Kesulitan: 2,00/5
  • Harga: Rp339.900

Cara Bermain Scrabble/Scrabble Together

Rasanya Penulis tidak perlu terlalu banyak menjelaskan bagaimana cara bermain Scrabble, karena sepertinya sudah banyak yang tahu. Intinya adalah kita mendapatkan beberapa balok huruf (masing-masing pemain tujuh huruf) untuk dijadikan kata di papan permainan.

Permainan akan dimulai dengan meletakkan kata pertama di tengah papan permainan. Setelah itu, pemain harus merangkai kata dengan menggunakan huruf-huruf yang sudah ada di papan dan ditambah dengan huruf yang kita miliki.

Huruf-huruf hanya bisa diletakkan secara vertikal atau horizontal, tidak boleh secara diagonal. Di papan, ada beberapa multiplier apabila ada pemain yang bisa meletakkan huruf di atasnya. Ada tambahan 50 poin apabila berhasil menggunakan semua tujuh huruf yang dimiliki.

Permainan akan berakhir apabila sudah tidak ada pemain yang bisa meletakkan huruf di papan permainan. Proses scoring pun dilakukan dengan menjumlahkan semua poin kata berdasarkan angka yang ada di hurufnya beserta multiplier di bawahnya jika ada.

Varian Scrabble Together

Untuk versi Scrabble Together, perbedaannya ada di Goal Card, di mana ada quest yang harus diselesaikan oleh pemain. Karena ada kata “Together”, maka di versi ini semua pemain harus bekerja sama untuk menyelesaikan semua quest yang ada (total tiap permainan ada 20 Goal).

Dalam satu waktu, akan ada tiga Goal Card yang terpampang di sebelah papan permainan. Ketika ada satu atau lebih Goal Card yang telah selesai, maka akan di-refill dengan kartu selanjutnya. Untuk pemula, ada 20 kartu yang “ramah pemula” dengan quest yang lebih manusiawi mudah.

Selain itu, sistem scoring dari varian klasik dihilangkan dari versi ini. Fokus semua pemain adalah menyelesaikan semua quest yang terdapat pada Goal Card. Karena terlihat sulit, ada enam kartu bantuan yang bisa digunakan satu kali oleh siapapun.

Keenam kartu bantuan tersebut adalah Menyelesaikan Sebuah Kartu Bantuan, Menukar Huruf, Huruf Bantuan, Menggunakan Huruf Kosong, Mengulang Kartu Target, dan Menukar Huruf. Permainan berakhir apabila Goal Card berhasil diselesaikan semua atau sudah tidak ada kata lagi yang bisa diletakkan di permainan.

Setelah Bermain Scrabble/Scrabble Together

Scrabble Together (via BGG)

Yah, apa yang bisa dikomentar dari sebuah board game klasik yang hampir diketahui oleh banyak orang? Scrabble/Scrabble Together bisa dianggap sebagai cara Penulis untuk bernostalgia karena pernah memainkannya sewaktu masih kecil.

Tentu saja sebagai board game bahasa Inggris, pengetahuan vocabulary kita sangat penting, terutama ketika dihadapkan dengan huruf-huruf yang terbatas di hadapan kita. Selalu ada ambisi untuk membuat kata sepanjang mungkin dan menghindari kata pendek yang mainstream.

Tidak ada unsur senggol-senggolan, yang ada hanya adu vocabulary dan strategi penempatan huruf di papan agar bisa mendapatkan multiplier yang menggandakan skor kita. Jangan kaget kalau otak kita sampai ngebul karena dipakai berpikir terlalu keras.

Sayangnya, Penulis belum pernah mencoba bermain versi Scrabble Together-nya. Penulis hanya pernah bermain versi klasiknya bersama teman-teman, sehingga tidak bisa berkomentar banyak. Mungkin nanti tulisan ini akan Penulis update jika sudah mencobanya.

Dari sisi komponen, bisa dibilang biasa saja. Papannya termasuk tipis jika dibandingkan dengan Monopoly ataupun Chinatown. Tempat untuk menaruh balok hurufnya juga lumayan tipis. Kualitas kartu-kartu untuk Scrabble Together pun tergolong tipis.

Untuk replaybility-nya sendiri ya oke-oke saja jika sedang ingin bermain board game bahasa Inggris. Namun, tentu jangan berharap board game ini akan mampu memecahkan suasana, karena ini bukan tipe party game (kecuali party-nya di perpustakaan).

Skor: 6/10

Setelah membeli board game ini, ada jeda yang cukup panjang hingga Penulis membeli board game selanjutnya. Itu pun karena Penulis sedang berjalan-jalan di Grand Indonesia dan menemukan dua board game untuk dua pemain. Salah satunya adalah Splendor Duel!


Lawang, 4 Desember 2025, terinspirasi setelah ingin melanjutkan seri board game ini

Continue Reading

Permainan

Koleksi Board Game #30: Deception: Murder in Hong Kong

Published

on

By

Werewolf bisa dibilang tetap menjadi salah satu board game favorit yang paling sering dimainkan, apalagi waktu dulu anak-anak Karang Taruna atau teman-teman kuliah masih sering kumpul.

Penulis lebih sering menjadi moderator daripada ikut bermain, karena bagi Penulis memang lebih enak menjadi orang yang “mengendalikan” permainan. Namun, apa jadinya jika kita bermain Werewolf tanpa moderator?

Itulah yang akan kita temukan dalam Deception: Murder in Hong Kong. Semua bisa ikut bermain dan kebagian peran masing-masing tanpa perlu ada moderator yang mengarahkan permainan. Kok bisa?

Detail Board Game Deception: Murder in Hong Kong

  • Judul: Deception: Murder in Hong Kong
  • Desainer: Tobey Ho
  • Publisher: Jolly Thinkers
  • Tahun Rilis: 2014
  • Jumlah Pemain: 4-12 pemain
  • Waktu Bermain: 20 menit
  • Rating BGG: 7,4
  • Tingkat Kesulitan: 1,58/5
  • Harga: Rp700.000

Cara Bermain Deception: Murder in Hong Kong

Ada satu perbedaan besar antara Werewolf dan Deception: Murder in Hong Kong, yaitu tidak adanya pemain yang tewas di tengah jalan. Jadi, orang yang tewas di permainan ini bersifat fiktif, dan semua pemain berkesempatan untuk menangkap pelakunya.

Sama seperti Werewolf, hal pertama yang dilakukan dalam permainan ini adalah membagikan role untuk masing-masing pemain. Nantinya, pemain yang kebagian Forensic Scientist akan membuka identitas dirinya, karena selanjutnya ia akan menjadi kunci untuk menemukan siapa Murderer-nya.

Nah, akurasi petunjuk dari Forensic Scientist menjadi kunci permainan ini. Jika sampai tiga babak para Investigator gagal menemukan siapa Murderer-nya, maka Murderer akan memenangkan permainan.

Selain Forensic Scientist yang role-nya langsung terungkap di awal permainan, role yang dimiliki oleh board game ini ada:

  • Murderer (x1): Tersangka utama yang harus ditemukan agar Investigator menang.
  • Investigator (x8): Detektif yang harus bisa menemukan siapa Murderer di antara para pemain berdasarkan petunjuk yang diberikan oleh Forensic Scientist.
  • Accomplice (x1): Rekan pembunuh Murderer, harus bisa membantu melindungi Murderer secara diam-diam tanpa ketahuan.
  • Witness (x1): Saksi pembunuhan yang tahu siapa Murderer-nya, tapi harus hati-hati karena ia tidak boleh berhasil ditebak oleh Murderer. Jika Murderer siapa Witness, maka dia tetap menang.

Setelah masing-masing peman mendapatkan role-nya, maka mereka akan mendapatkan empat Clue Card (berwarna merah) dan Means Card (berwarna biru). Clue Card merupakan petunjuk yang tertinggal di TKP, sedangkan Means Card adalah cara membunuh korban.

Nah, Clue Card dan Means Card ini ada banyak sekali macamnya, mulai dari barang umum sampai absurd ada semua. Cara membunuhnya pun macam-macam, mulai dari yang sederhana sampai rumit kayak di Detective Conan ada semua..

Di awal permainan, Murderer akan memilih satu Clue Card dan satu Means Card, yang diketahui oleh Forensic Scientist. Berdasarkan kartu yang dipilih oleh Murderer, Forensic Scientist harus bisa memberikan petunjuk melalui Scene Tiles yang ada.

Setiap permainan, akan ada enam Scene Tiles yang akan membantu Investigator menebak siapa Murderer-nya. Scene Tiles ini macam-macam, mulai dari kondisi mayat, waktu pembunuhan, lokasi pembunuhan, dan masih banyak lagi lainnya.

Total akan ada tiga ronde sampai permainan berhasil. Di setiap awal ronde, pemain bisa mengganti satu Scene Tiles yang dianggap paling tidak membantu. Masing-masing pemain selain Forensic Scientist punya satu kali kesempatan menebak siapa Murderer.

Nah, ini yang agak sulit. Untuk bisa menangkap Murderer, pemain harus bisa menebak dengan tepat apa Clue Card dan Means Card yang dipilih. Kalau hanya benar satu, Murderer tidak akan bisa ditangkap.

Kurang lebih seperti itu jalannya permainan Deception: Murder in Hong Kong. Pemain bisa melakukan beberapa variasi agar lebih menantang, seperti menambah jumlah Clue Card dan Means Card untuk masing-masing pemain.

Selain itu, ada juga Event Tiles yang akan memberikan keuntungan tambahan bagi pemain. Event Tiles ini sifatnya opsional, sehingga tidak wajib digunakan. Komponen lainnya di board game ini ada:

  • Badge Token (x11): Digunakan ketika pemain ingin menebak siapa Murderer beserta Clue Card dan Means Card-nya.
  • Wooden Bullet Marker (x6): Digunakan oleh Forensic Scientist untuk menandai petunjuk di Scene Tiles.

Setelah Bermain Deception: Murder in Hong Kong

Deception: Murder in Hong Kong (Board Game Quest)

Sebagai orang yang menyukai Werewolf, tentu Deception: Murder in Hong Kong menjadi board game yang sangat menarik untuk dimainkan. Mengingat Penulis lebih sering moderator ketika bermain Werewolf, board game ini menjadi cara Penulis ikut bermain secara aktif.

Cara bermainnya yang sederhana juga membuat board game ini bisa dimainkan dengan siapa saja. Kita benar-benar dituntut untuk memiliki imajinasi ala detektif untuk bisa memecahkan petunjuk yang diberikan oleh Forensic Scientist.

Nah, Forensic Scientist adalah kunci permainan. Apabila ia pintar memberikan petunjuk, maka Murderer akan lebih mudah ditemukan. Kalau memberi petunjuknya ngaco, maka Murderer akan tertawa dalam hati karena merasa aman.

Banyaknya opsi Clue Card dan Means Card juga membuat replaybility permainan ini cukup tinggi. Tidak ada permainan yang benar-benar sama, apalagi role pemain juga akan terus berubah-ubah. Kalau tidak puas, bahkan masih ada kartu ekpansinya.

Mungkin kekurangan terbesar board game ini sama seperti Werewolf, yakni membutuhkan banyak pemain agar terasa lebih seru. akan memiliki banyak celah untuk mengamankan dirinya dengan menggiring opini pemain.

Apalagi, role Accomplice dan Witness baru bisa digunakan kalau jumlah pemain lebih dari lima. Jika yang bermain hanya empat-lima orang, maka permainan cenerung akan terasa hambar. Makin banyak pemain, maka adu bacotnya pun akan semakin chaos.

Untuk komponen board game-nya sendiri bisa dibilang biasa saja, tidak ada yang istimewa. Namun, perlu dicatat bahwa kotaknya sudah memiliki sekat-sekat sehingga kita bisa menyimpan semua komponennya dengan rapi.

Yang jelas, Deception: Murder in Hong Kong adalah sebuah board game yang sangat cocok untuk dimainkan ketika ada banyak orang. Sebagai board game yang membutuhkan adu bacot, Deception: Murder in Hong Kong jelas bisa menimbulkan kegaduhan!

Skor: 8/10

Setelah membeli Deception: Murder in Hong Kong, Penulis membeli sebuah board game klasik di Toys Kingdom karena sedang diskon. Board game yang pernah Penulis mainkan waktu kecil ini membuat kita mempertanyakan seberapa banyak sebenarnya vocabulary yang kita miliki?

Yups, board game selanjutnya yang akan Penulis bahas tidak lain tidak bukan adalah Scrabble!


Lawang, 14 September 2025, terinspirasi setelah ingin melanjutnkan seri board game ini

Continue Reading

Permainan

Koleksi Board Game #29: Blokus Shuffle: UNO Edition

Published

on

By

Saat ke Jakarta, Penulis menyempatkan diri untuk mampir ke apartemen Pandu. Alasannya jelas: ingin melihat koleksi board game-nya yang pasti sudah bertambah sejak terakhir kali bertemu.

Penulis pun mencoba bermain beberapa board game ketika di sana, salah satunya adalah Blokus Shuffle: UNO Edition. Board game ini cukup sederhana, tapi membutuhkan strategi untuk bisa memenangkannya.

Karena tertarik, Penulis pun membelinya sendiri sewaktu sedang berjalan-jalan di Kidz Station Pakuwon Mall di Surabaya. Apalagi, waktu itu sedang ada diskon, di mana harganya turun menjadi sekitar 200 ribuan saja!

Detail Board Game Blokus Shuffle: UNO Edition

  • Judul: Blokus Shuffle: UNO Edition
  • Desainer: Nick Hayes, Bernard Tavitian
  • Publisher: Mattel, Inc.
  • Tahun Rilis: 2021
  • Jumlah Pemain: 2-4 pemain
  • Waktu Bermain: 30-45 menit
  • Rating BGG: 6,5
  • Tingkat Kesulitan: –
  • Harga: Rp350.000

Cara Bermain Blokus Shuffle: UNO Edition

Blokus Shuffle: UNO Edition merupakan variasi dari Blokus klasik, yang telah ada sejak tahun 2000. Sekilas, board game ini akan mengingatkan kita dengan Tetris, meskipun bentuk pattern dari balok-baloknya lebih rumit.

Di awal permainan, para pemain akan mendapatkan balok yang jumlah dan jenisnya identik, masing-masing 21 buah. Ada empat warna yang tersedia dalam permainan ini, yakni merah, biru, kuning, dan hijau.

Para pemain harus dengan pandai menempatkan balok-balok tersebut di papan permainan sebanyak mungkin, di mana ronde pertama masing-masing harus menempati sudut papan permainan.

Penempatan balok hanya memiliki syarat harus menempel ujung dari balok milik kita yang telah ada di papan permainan. Untuk jenis balok yang diletakkan terserah strategi pemain, yang penting ujung ketemu ujung dan tidak menabrak balok lawan.

Permainan akan berakhir jika tidak ada pemain yang bisa meletakkan baloknya lag idi papan permainan. Pemain dengan jumlah sisa kotak paling sedikit di balok-baloknya akan menjadi pemenang. Sudah, sesederhana itu.

Lantas, apa perbedaan Blokus ini dengan versi aslinya? Pada kartu-kartu yang memiliki efek khusus seperti permainan UNO yang telah kita kenal. Masing-masing pemain akan mendapatkan 14 kartu yang bisa digunakan di awal giliran mereka sebelum meletakkan balok.

Ada delapan jenis kartu action yang bisa digunakan pemain, yakni:

  • SKIP: Membuat pemain berikutnya kehilangan giliran
  • REVERSE: Memutar arah permainan
  • DRAW 2: Menarik dua kartu dari deck, pilih satu dan kembalikan kartu satunya ke bagian bawah deck
  • WILD: Membuat pemain bisa meletakkan baloknya ke balok milik lawan dengan menyebutkan warnanya
  • EDGE TO EDGE: Membuat pemain tidak harus meletakkan baloknya ujung ke ujung alias bisa bersisian
  • RECYCLE: Mengambil satu balok di permainan dan bisa menggantinya dengan balok lainnya
  • WARP: Pindahkan balok lawan ke tempat lain selama masih memenuhi persyaratan Blokus
  • DOUBLE PLAY: Memainkan dua balok sekaligus dalam satu permainan

Di awal permainan, kita akan langsung menarik dua kartu action. Setiap selesai meletakkan balok kita ke papan permainan, pemain akan menarik satu kartu lagi dari deck, sehingga kartu tangan akan selalu berisi dua kartu kecuali deck telah habis.

Setelah Bermain Blokus Shuffle: UNO Edition

Blokus Shuffle: UNO Edition (Board Game Geek)

Dari awal, Penulis memang telah menyadari kalau board game ini memang untuk keluarga karena relatif mudah untuk dijelaskan. Paling yang ribet adalah menjelaskan efek-efek kartunya. Kalau merasa kesulitan untuk itu, setidaknya kita bisa bermain Blokus versi aslinya.

Seperti yang sudah Penulis singgung di awal, board game ini membutuhkan kedalaman strategi terlepas dari kesederhanaan yang dimiliki. Kita tidak bisa menempatkan secara asal karena bisa membuat kita kesulitan untuk menempatkan balok selanjutnya.

Untuk senggol-senggolan, board game ini lumayan karena kita bisa mengacaukan strategi lawan dengan menempatkan balok kita menghalangi balok mereka. Namun, sekali lagi, strategi penempatan balok menjadi kunci untuk bisa memenangkan permainan ini.

Adanya kartu action menurut Penulis bisa meningkatkan dinamika permainan karena pemain jadi memiliki kesempatan untuk bisa membalikkan keadaan. Ini tidak bisa dilakukan di Blokus versi orisinal, karena balok yang telah ditempatkan tidak bisa diutak-atik lagi.

Idealnya permainan ini harus dimainkan oleh empat orang. Memang ada variasi untuk dua atau tiga orang, tapi sayangnya cukup membingungkan karena keempat warna harus tetap dimainkan.

Selain itu, ya bisa dibilang board game ini tentu saja terasa monoton. Memainkan board game ini beberapa kali akan menimbulkan rasa bosan. Blokus jelas bukan tipe board game yang memiliki tingkat replaybility tinggi.

Mengingat harganya yang diskon ketika membelinya, Penulis tidak banyak protes ke board game ini. Hanya saja, Penulis hanya mengeluarkan board game ini jika jumlah pemainnya exact empat orang.

Skor: 6/10

Setelah membeli Blokus Shuffle: UNO Edition, cukup lama Penulis akhirnya membeli board game lagi karena merasa koleksinya sudah cukup. Ternyata, Penulis masih belum merasa cukup. Bahkan ketika tulisan ini terbit, sudah ada lima board game baru.

Ada satu board game yang membuat Penulis ingin menambah koleksinya karena unsur deduksi yang dimilikinya. Mirip dengan Werewolf, tapi tidak ada yang mati. Board game tersebut adalah Deception.


Lawang, 13 April 2025, terinspirasi setelah ingin melanjutnkan seri board game ini

Continue Reading

Facebook

Tag

Fanandi's Choice

Copyright © 2018 Whathefan