Tentang Rasa

Penulis adalah tipe laki-laki yang melankolis. Sebuah kejadian sederhana saja bisa memicu imajinasi yang terkadang liar, termasuk dalam hal percintaan.

Penulis bukan tipe laki-laki romantis yang dapat memikat wanita dengan kata manisnya. Walaupun begitu, bukan berarti Penulis tidak mampu mengungkapkan rasa dengan kalimat.

Menyadari hal tersebut, Penulis memutuskan untuk membuat kategori baru di blog ini, yakni Tentang Rasa.

Sebelumnya jika ada artikel yang membahas seputar masalah perasaan, Penulis akan memasukkannya ke dalam kategori Karakter atau Sosial Budaya.

Jika dipikir-pikir lagi, masalah rasa ini dialami oleh banyak orang sehingga bisa diperdalam lagi. Kalau misal Penulis sedang galau dan gundah gulana, tinggal mencurahkan saja di sini.

***

Penulis sedang mendalami berbagai ilmu microblogging (yang belum follow, bisa di-follow ya akun resmi Whathefan) di Instagram. Salah satu yang sering Penulis baca adalah @yudhifer.

Akun tersebut kerap membahas topik-topik seputar self-help, yang entah mengapa sering related dengan kehidupan pribadi Penulis.

Merasa banyak mendapatkan manfaat dari akun Instagram tersebut, Penulis mencoba untuk membuat versinya sendiri dengan membuat kategori Tentang Rasa ini.

Inspirasinya bisa datang dari diri sendiri maupun orang-orang yang ada di sekitarnya. Tujuannya sama, membuat orang-orang yang merasa sedang depresi, sedih, hingga patah hati tidak merasa sendirian.

***

Rasa yang ada di dalam diri kita itu bukan sekadar perasaan cinta atau benci. Ada banyak jenis rasa yang kita miliki, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Bentuk rasa (yang sebenarnya Penulis perhalus dari kata emosi) lain yang kita miliki antara lain adalah marah, takut, malu, dengki, cemburu, gembira, terkejut, sedih, dan lain sebagainya.

Penulis, yang sejatinya sering mengalami konflik internal di dalam batinnya, berusaha mengeksplorasi dirinya sendiri lebih dalam agar lebih bisa mengenal dan menerima dirinya.

Dengan berbagi apa yang Penulis rasakan, harapannya bisa menjadi motivasi ataupun dorongan untuk para Pembaca yang mungkin kebetulan sedang mengalami apa yang Penulis tuliskan.

Semoga saja kategori terbaru dari Whathefan ini dapat diterima oleh Pembaca dan yang lebih penting, bisa bermanfaat setelah membacanya.

 

NB: Beberapa artikel lama yang cocok dengan kategori ini Penulis pindahkan ke sini agar tidak terasa kosong.

 

 

Lawang, 26 Januari 2021, terinspirasi karena Penulis menyukai akun @yudhifer dan kerap merasa terbantu dengannya

Foto: Isai Ramos

Sumber Artikel: 10 Jenis Emosi Pada Manusia dalam Psikologi – DosenPsikologi.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.