Hegemoni Seorang Rika

Rika adalah seorang anak SMA yang sangat populer di mata teman-temannya. Ia cantik, berprestasi, baik terhadap sesama temannya. Bisa dibilang ia adalah siswi yang paling terkenal dan menonjol dibandingkan dengan siswa-siswi lainnya. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa Rika menyimpan rahasia besar. Ia ingin menjadi satu-satunya siswi yang “menguasai” sekolah, mengembangkan hegemoni seorang diri, dan ia┬árela melakukan apapun agar tujuan tersebut tercapai.

Rika memiliki banyak teman dekat yang mendukungnya, sebut saja Inggrid dan Fera. Mereka selalu mendukung apapun yang dilakukan Rika dan membantu dengan apa yang bisa mereka lakukan. Termasuk menyingkirkan calon pesaing. Sudah banyak korban yang diakibatkan rencana picik-picik mereka.

Sewaktu di SMP, Rika bercerita kepada kawannya, ia memiliki rival bernama Sofi. Mereka sama-sama memiliki banyak fans walaupun mereka memiliki identitas yang berbeda. Jika Rika berusaha tampil menarik dengan keglamoran, maka Sofi berusaha menunjukkan dirinya sebagai sosok percaya bahwa semua orang sama rata, meskipun ia enggan mengakui adanya Tuhan. Persaingan mereka berakhir ketika Sofi meninggal dunia, entah ada konspirasi atau tidak.

Di SMA dimana Rika bersekolah, sudah beberapa temannya yang sudah menjadi korban dari keserakahan Rika. Rika menggunakan cara yang sama, fitnah. Sebut saja Nisa, yang dihancurkan dengan cara memfitnahnya dengan mengatakan bahwa ia suka bermain dengan orang dewasa. Lalu ada Ira yang bapaknya difitnah sebagai ayah yang bengis dan suka menindas orang lain. Ada lagi Lidia yang dermawan, dikatakannya suka merampas hak-hak orang lain. Yang terbaru, ada Ria yang disebutnya sengaja menyembunyikan penjahat di rumahnya.

Semua Rika yang melaporkan, semua Rika yang menceritakan. Alasannya selalu sama: ia tidak ingin nama sekolah rusak hanya karena ulah beberapa muridnya. Ia ingin menjadikan sekolahnya sebagai tempat terbaik untuk seluruh murid.

Bagaimana reaksi teman-temannya? Mayoritas mereka mempercayai semua itu. Selain karena didukung oleh rekan-rekan setianya, Rika memiliki relasi kuat dengan anak jurnalistik. Rika membayar mahal agar media sekolah selalu mendukungnya dalam merekayasa kebohongan-kebohongan tersebut. Jika perlu, gunakan aplikasi untuk memanipulasi gambar agar dapat dijadikan barang bukti.

Apakah ada yang tidak percaya dengan Rika? Ada, beberapa murid yang kritis meragukan kebenaran fakta-fakta yang diucapkan Rika. Mereka menolak untuk percaya berita yang disampaikan media sekolah karena percaya ada sesuatu yang terselubung di balik semua itu. Sayangnya, mereka hanya menjadi minoritas yang tidak di dengar orang lain. Suara mereka tenggelam oleh segala berita kebaikan Rika. Jika ada yang berani mengeraskan suaranya, nyawa taruhannya.

Beberapa murid ada yang cukup tangguh dalam menghadapi Rika, seperti Rosi -masih kerabat rival lama Rika, Sofi-, dan Kora yang keras kepala. Rika sudah berusaha untuk menghancurkan reputasi mereka, namun mereka tidak selemah korban-korban Rika yang sudah bertumbangan. Sayang, perilaku mereka sehari-hari membuat mereka kurang mendapatkan respek dari teman-teman yang lain.

Selama Rika masih menguasai media, susah untuk menumbangkan hegemoninya. Belum lagi dukungan dari lingkar perkawanannya. Namun para penentang Rika percaya, bau bangkai akan tercium juga pada akhirnya. Suatu saat teman-temannya akan percaya keburukan Rika dan tidak lagi mempercayai segala propagandanya.

 

Tamat

 

Lawang, 16 Januari 2018, setelah berkoordinasi dengan Hansen dan Enjel untuk menyelenggarakan rapat bulanan Karang Taruna

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.