Connect with us

Film & Serial

Setelah Menonton The Falcon and the Winter Soldier (Bagian 1)

Published

on

Berbeda dengan WandaVision, Penulis sejak awal tidak begitu tertarik serial The Falcon and the Winter Soldier. Alasannya, Penulis yakin kalau serial Marvel yang satu ini akan lebih banyak ke arah action dibandingkan cerita yang penuh misteri.

Maka dari itu, Penulis tidak membuat ulasan per episode seperti yang sudah dilakukan pada WandaVision. Selain itu, easter egg dan fans theory yang dimiliki juga tidak begitu banyak.

Karena sudah tamat, maka Penulis memutuskan untuk membuat semacam review dari serial ini dan potensi cerita yang dapat berkembang di film-film Marvel mendatang. SPOILER ALERT!

Apa Cerita The Falcon and the Winter Soldier?

Cerita berpusat pada dua karakter yang menjadi orang dekat Steve Rogers alias Captain America, yakni Sam Wilson a.k.a. Falcon dan Bucky a.k.a. Winter Soldier.

Keduanya memiliki masalah masing-masing. Sam merasa tidak bisa mewarisi perisai Captain America, sedangkan Bucky masih terbelenggu masa lalunya ketika masih menjadi pembunuh bayaran yang dikendalikan oleh Hydra.

Di tulisan pertama ini, Penulis akan berusaha merekap semua episodenya sebelum memberikan opininya.

Episode 1

Captain America Baru (Entertainment Weekly)

Di episode pertama, kita bisa melihat kalau Sam juga terlilit utang keluarga. Di sisi lain, Bucky berusaha menebus kesalahannya dengan bertemu keluarga korbannya sekaligus menangkap beberapa orang yang terlibat Hydra.

Dunia digambarkan masih bergejolak setelah 6 bulan pasca peristiwa blip. Selain itu, ada kelompok bernama Flag Smasher yang berusaha menyatukan dunia. Mereka menganggap Global Repatriation Council (GRC) tidak mampu melakukan tugasnya untuk memulihkan keadaan.

Lantas, tiba-tiba mengumumkan kemunculan Captain America yang baru bernama John Walker. Ia bukan super soldier seperti Steve. John hanyalah tentara biasa yang telah mengabdikan dirinya untuk negaranya dan memiliki segudang prestasi.

Episode 2

Co-Workers (KINCIR.com)

Di episode kedua, untuk pertama kalinya Sam dan Bucky berkonfrontasi langsung dengan kelompok Flag Smasher. Selain itu, John Walker dan side kick-nya, Lemar, datang membantu walau pada akhirnya kelompok tersebut berhasil melarikan diri.

Uluran tangan mereka tidak dihiraukan karena Sam dan Bucky merasa John tak pantas untuk menggunakan perisai tersebut. Selain itu, Bucky mengajak Sam bertemu dengan Isaiah Bradley, super soldier yang terlupakan karena berkulit hitam.

Episode 3

Zemo Dancing (Screen Rant)

Sam dan Bucky yang menemui jalan buntu akhirnya memutuskan untuk membebaskan Zemo, musuh utama di film Captain America: Civil War. Ia dianggap sebagai orang yang paling tahu tentang super serum.

Setelah berhasil membantu Zemo kabur dari penjara, mereka bertiga pergi ke Madripoor untuk mengetahui tentang. Mereka sempat terjebak konflik sebelum akhirnya diselamatkan oleh Sharon Carter.

Mereka mendapatkan informasi kalau super serum tersebut diciptakan oleh Dr. Wilfred Nagel. Zemo pada akhirnya membunuh Nagel karena kebenciannya terhadap super soldier. Di akhir episode, kita bisa melihat Bucky bertemu dengan Ayo, salah satu anggota Dora Milaje dari Wakanda.

Episode 4

Perisai yang Ternodai (Hindustan News Hub)

Berkat bantuan Zemo, Sam dan Bucky berhasil menemukan di mana Karli yang sedang berduka cita atas kematian Mama Donya. Sam yang mengerti perasaannya berusaha mengajak bicara Karli secara baik-baik, sebelum John menerobos masuk dan merusak strategi Sam.

Sempat terjadi pertempuran hingga Zemo menemukan Karli dan menembaknya. Super serum yang tercecer dihancurkan oleh Zemo, tetapi ada satu botol yang berhasil selamat dan digunakan oleh John.

Konflik memanas ketika Dora Milaje menagih janji Bucky dan ingin menangkap Zemo. Memanfaatkan situasi, Zemo berhasil kabur. Terjadi pertempuran lagi di akhir episode hingga menewaskan Lemar.

John yang kalap mengejar salah satu anggota Flag Smasher dan membunuhnya dengan brutal menggunakan perisai Captain America.

Episode 5

Val (Polygon)

Terjadi pertarungan seru antara Sam dan Bucky melawan John. Mereka berdua ingin merebut perisai Captain America dari tangan John dan berhasil. Setelah itu, episode 5 diisi dengan berbagai dialog dan drama yang sejujurnya cukup membosankan.

Atas tindakan yang telah ia lakukan, John disidang dan diberhentikan sebagai Captain America. Di saat kondisinya kacau, seorang wanita bernama Valentina Allegra de Fontaine alias Val. Anehnya, ia mendukung semua tindakan John.

Di sisi lain, Bucky pergi ke tempat Zemo yang sedang berada di sebuah monumen untuk mengenang peristiwa Sokovia. Zemo tidak memberikan perlawanan dan akhirnya dibawa ke Raft oleh pasukan Wakanda. Bucky meminta bantuan ke Ayo untuk menciptakan kostum baru untuk Sam.

Sam bertemu Isaiah lagi untuk meyakinkan dirinya menjadi Captain America yang baru. Setelah itu, ia menjalani berbagai latihan dan berusaha memperbaiki kapal buatan keluarga sebelum pertarungan terakhir terjadi.

Episode 6

Power Broker (GamesRadar)

Flag Smasher telah tiba di New York dan berusaha menyandera para angota GRC. Sam (dengan kostum baru) dan Bucky datang untuk menyelamatkan mereka sekaligus menghentikan kelompok Karli. Tidak hanya itu, John Walker pun datang membantu dengan perisai buatannya sendiri.

Setelah disuguhi banyak adegan action yang cukup seru, kita akan melihat identitas asli Sharon Charter yang ternyata merupakan Power Broker. Di tengah konfrotasi tersebut, Sharon membunuh Karli sebagai upaya agar tidak ada yang tahu identitas aslinya.

Pasukan Flag Smasher yang tersisa ternyata terbunuh setelah mobil yang membawa mereka meledak. Dalang di balik peristiwa ini adalah pelayan setia Zemo. Hal ini membuktikan kalau dari balik jeruji besi pun Zemo masih bisa berbuat sesuatu.

Sam mengunjungi Isaiah dan membawanya ke museum Captain America. Di sana, ada sebuah patung yang dedikasikan untuk dirinya. John Walker di sisi lain resmi menjadi U.S. Agent, mungkin di bawah komando Val.

Sharon mendapatkan pengampunan dari pemerintah Amerika Serikat. Sayangnya, ia tetap jahat dan sekarang memiliki wewenang untuk mendapatkan akses yang bisa di salah gunakan. Apakah ia adalah pemenang yang sebenarnya dari serial ini?

Bersambung ke bagian 2…

Lawang, 25 April 2021, terinspirasi setelah menonton serial The Falcon and the Winter Soldier

Foto: Entertainment Weekly

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Film & Serial

Setelah Menonton Fast & Furious 9

Published

on

By

Penulis bukan penggemar fanatik franchise Fast & Furious yang kini sudah memasuki jilid 9, belum termasuk spin-off. Penulis tidak pernah menonton seri ke 2, 4, dan 6. Bahkan, episode pertamanya saja jarang menonton.

Akan tetapi karena ajakan teman yang baru datang dari Batam, Penulis pun memutuskan untuk ikut menontonnya di bioskop (dengan tetap mematuhi protokol kesehatan). Karena tahu rating-nya di IMDb buruk, Penulis pun menurunkan ekspetasinya.

Hasilnya? Penulis tetap kecewa dan emosi ketika meninggalkan studio. Kenapa?

SPOILER ALERT!!!

Jalan Cerita Fast & Furious 9

Dom dan Letty (Daily Hind News)

Film diawali dengan sebuah kilas balik masa muda seorang Dominic Toretto (Vin Diesel) alias Dom bersama ayahnya yang merupakan pembalap Nascar. Singkat cerita ayahnya tewas di sirkuit karena kecelakaan.

Dom dan Letty (Michelle Rodriguez) memutuskan untuk pensiun dan menjalani kehidupan yang damai di tempat terpencil. Mereka tidak sendirian, karena sekarang mereka ditemani oleh Brian kecil, anak Dom dengan Elena.

Kedamaian mereka terhenti karena tiba-tiba datang sebuah mobil ke tempat mereka. Ternyata, hanya kawan-kawan lama mereka: Roman (Tyrese Gibson), Tej (Ludacris), dan Ramsey (Nathalie Emmanuel).

Mereka membawa sebuah pesan S.O.S. dari Mr. Nobody (Kurt Russel) yang menyampaikan bahwa pesawatnya dibajak oleh seseorang dan pembajak berhasil menculik Cipher (Charlize Theron).

Salah Satu Adegan Action (USS Feed)

Awalnya Dom menolak ikut serta misi tersebut (drama sedikit lah, klise) dan membiarkan Letty berangkat sendiri. Alasannya jelas, ia telah memiliki Brian kecil (klise lagi).

Akan tetapi, Dom juga penasaran dengan misi tersebut dan melihat berkas file. Ketika melihat tayangan S.O.S. tersebut, ia melihat sebuah kalung salib yang mirip dengan miliknya sehingga memutuskan untuk menyusul rekan-rekannya (klise lagi astaga).

Intinya, mereka diharuskan mencari sebuah perangkat yang katanya menjadi kunci untuk menguasai dunia (klise lagi). Benda tersebut berada di pesawat Mr. Nobody dan terenkripsi. Namun, Ramsey bisa dengan mudah membobolnya (klise lagi).

Dom dan Jacob (Mantra Sukabumi)

Setelah berhasil mendapatkan benda tersebut, mereka pun mendapatkan serangan dari militer setempat. Klisenya lagi, mereka berhasil selamat seolah tanpa luka sama sekali. Akan tetapi, tiba-tiba muncul adik Dom yang bernama Jacob (John Cena) dan benda tersebut terebut (klise lagi).

Jalan cerita pun berjalan di sekitar mencari benda tersebut dan pasangannya. Jelas, sepanjang cerita terjadi banyak klise seperti:

  • Musuh yang hampir berhasil melakukan misinya
  • Plot twist yang sebenarnya sudah tertebak sejak awal film
  • Dramatisasi penyelesaian misi hingga detik terakhir
  • Lawan menjadi kawan seperti yang sudah sering terjadi di film-film sebelumnya

Kurang lebih seperti itulah jalan cerita film Fast & Furious 9. Selanjutnya, Penulis akan sedikit marah-marah karena film ini.

Setelah Menonton Fast & Furious 9

Cast Fast & Furious 9 (Comingsoon)

Salah satu film terjelek yang pernah Penulis tonton adalah Elliot yang memiliki rating 5.1 di IMDb. Itu pun karena ada screening media, sehingga Penulis tidak bisa terlalu banyak protes. Nah, Fast & Furious 9 memiliki level yang sama dengan film tersebut

Selain entah ada berapa klise yang sudah Penulis sebutkan di atas, ada banyak sekali hukum fisika yang seolah ditentang di film ini. Ada banyak sekali kejadian tidak masuk akal yang membuat Penulis sampai berteriak emosi di dalam bioskop. Contohnya adalah:

  • Mobil yang dijemput dengan magnet
  • Mobil yang memanfaatkan tali jembatan untuk sampai ke seberang
  • Kekuatan elektromagnet yang pemilih
  • Hacking seolah hal yang mudah dilakukan (bahkan Mia dan Han bisa melakukannya)
  • Cara Han memalsukan kematiannya
  • Mobil yang ditempeli roket dan bisa terbang ke luar angkasa
  • Pakaian luar angkasa yang ala kadarnya bisa membuat bertahan hidup
  • Mobil yang tidak hancur setelah menabrak satelit
Banyak Adegan Tak Masuk Akal (VOI)

Kalau ini bergenre film superhero, Penulis masih bisa memaklumi tingkat kekhayalannya. Lah ini kan filmnya ceritanya manusia biasa yang hanya punya kekuatan, kemampuan, dan kecerdasan di atas rata-rata.

Benar kata Roman, kok bisa selama ini mereka selalu selamat dari berbagai kejadian yang hampir menewaskan mereka. Bagaimana satu orang bisa mengalahkan belasan orang tanpa terluka sedikit pun? Penulis tidak kaget jika di masa depan ternyata mereka adalah Android buatan profesor X.

Alasan utama Penulis mau menonton film ini adalah bagaimana caranya Han (Sung Kang) bisa hidup kembali. Akan tetapi, caranya pun seperti belum bisa menjelaskan dengan jelas, selain karena adanya campur tangan Mr. Nobody.

Han dan Dom (Genmuda)

Penulis merasa lama-lama franchise ini seperti sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang jalan ceritanya bercabang terus dan karakter baru bermunculan terus. Padahal, menurut Penulis film Fast & Furious 7 pantas menjadi akhir dari franchise, apalagi jika ditambah dengan kematian Brian (Paul Walker).

Omong-omong soal Brian, Penulis heran kenapa mereka tetap mempertahankan karakter ini ketika aktornya telah meninggal? Apalagi, di film ini Mia Toretto (Jordana Brewster) juga muncul kembali sehingga aneh rasanya jika Brian mau diam di rumah dan hanya jadi pengasuh anak.

Aneh rasanya film tentang balapan liar bisa berkembang menjadi film agen rahasia penyelamat dunia. Film ini seolah hanya menjual adegan action yang seru dengan nama-nama besar dan mengabaikan logisnya jalan cerita.

Entah bagaimana film-film selanjutnya akan semakin liar dan sulit untuk diterima oleh logika dan nalar. Entah karakter siapa lagi yang akan ditambahkan ke dalam franchise. Entah hukum fisika mana lagi yang akan ditentang.

Nilainya: 2/10


Lawang, 20 Juni 2021, terinspirasi setelah menonton Fast & Furious 9

Foto: Parade

Continue Reading

Film & Serial

Setelah Menonton Detective Conan: The Scarlet Bullet

Published

on

By

Penulis mengikuti komik Detective Conan sejak kecil. Hanya saja, akhir-akhir ini kurang mengikuti karena merasa ceritanya makin lama makin mirip sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Ada saja karakter baru yang muncul untuk menambah kompleksitas cerita.

Walaupun begitu, Penulis sesekali masih melihat perkembangan ceritanya. Satu-satunya alasan adalah rasa penasaran siapa musuh utama di balik Organisasi Hitam. Meski sudah ada nama Renya Karasuma, sosoknya belum pernah terlihat dengan jelas.

Terlepas dari itu semua, tentu Penulis punya karakter favorit di serial ini. Penulis paling menyukai karakter Shuichi Akai, anggota FBI yang pernah menyusup ke dalam Organisasi Hitam. Bahkan, Penulis memiliki action figure-nya.

Oleh karena itu, Penulis yang jarang menonton Detective Conan the Movie memutuskan untuk menonton film terbarunya yang berjudul The Scarlet Bullet karena ada sosok Shuichi dan keluarganya.

SPOILER ALERT!!!

Sebelum ke Jalan Cerita

Selain karena kemunculan tokoh Shuichi, alasan lain Penulis tertarik menonton film ini adalah adanya kata Scarlet pada judul. Semua penggemar Sherlock Holmes pasti tahu, judul pertama kisah detektif tersebut berjudul A Study in Scarlet.

Nah, film ini rencananya akan tayang pada 16 April 2021 setelah kurang lebih satu tahun diundur karena adanya pandemi Covid-19. Oleh karena itu, Penulis kaget ketika diberi tahu film Detective Conan: The Scarlet Alibi tayang di bioskop pada awal April.

Penulis pun menonton film tersebut. Eh, ternyata film tersebut berbeda dengan film yang ingin Penulis tonton. The Scarlet Alibi hanya berfungsi sebagai bridging dari film yang sesungguhnya.

Film ini menceritakan semua keluarga Shuichi. Selain dirinya, ada kedua adiknya: Shukichi Haneda dan Masumi Sera. Ada pula ibu mereka, Mary, yang mengecilkan tubuhnya sendiri dengan obat APTX 4869.

Karena sudah membaca komiknya, Penulis sudah mengetahui semua potongan adegan yang ada di dalam film ini. Tidak apa-apa, hitung-hitung sebagai penyegar ingatan tentang cerita tentang mereka semua.

Jalan Cerita Detective Conan: The Scarlet Bullet

Kurang lebih tiga minggu setelah menonton The Scarlet Alibi, akhirnya Penulis menonton film yang benar. Ekpetasi Penulis cukup tinggi terhadap film ini, setidaknya ada satu fakta baru tentang keluarga Shuichi yang akan terungkap.

Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi.

Film ini bercerita tentang persiapan Jepang yang akan menjadi tuan rumah World Sports Games (WSG), ajang olahraga terbesar di dunia. Acara akan dilangsungkan di kota Tokyo.

Bertepatan dengan upacara pembukaan WSG, Jepang juga akan meresmikan kereta peluru yang bernama The Hyperlinear. Kereta tersebut dapat melaju hingga kecepatan 1.000 km/jam dengan rute Stasiun Shin-Nagoya ke Stasiun Shibahama Tokyo.

Menjelang acara, beberapa pemimpin industri diculik secara berurutan. Orang pertama yang diculik adalah ayah Sonoko, pemimpin perusahaan keuangan Suzuki yang menjadi sponsor acara WSG.

Setelah berhasil ditemukan oleh grup Detektif Cilik, orang selanjutnya yang hilang adalah seorang pengusaha mobil yang juga menjadi sponsor. Bahkan, ia telah meminta bantuan Kogoro Mouri.

Peristiwa ini mirip dengan penculikan yang terjadi pada WSG 15 tahun lalu di Boston, Amerika Serikat. Waktu itu, kasus ditangani oleh FBI sehingga Conan banyak berhubungan dengan mereka dalam menangani kasus ini.

Conan pun menyadari bahwa ketua WSG sekaligus mantan kepala FBI, Alan McKenzie, akan menjadi korban selanjutnya. Conan bersama Shuichi (dan keluarganya) pun berusaha menyelidiki masalah ini, sebelum krisis yang lebih besar menimpa mereka.

Setelah Menonton Detective Conan: The Scarlet Bullet

Gimana, ya. Mungkin salah Penulis sendiri yang berekspetasi terlalu tinggi terhadap film ini. Memang screentime Shuichi cukup banyak, tapi rasanya tetap kurang. Apalagi, Shuichi seolah tidak sadar kalau ia sempat bertemu dan bertarung dengan Sera!

Selain itu, peran keluarga Shuichi di sini juga terasa hanya sebagai pelengkap. Peranan mereka hanya membantu Conan untuk menangkap pelaku yang ingin melakukan balas dendam terhadap orang-orang FBI, terutama McKenzie.

Penulis tidak akan menyebut siapa pelaku sebenarnya. Hanya saja, bisa dibilang plot twist-nya tidak terlalu mengejutkan. Dari awal Penulis sudah memiliki dugaan kalau orang-orang ini lah yang menjadi dalangnya. Klise khas Detective Conan, lah.

Hal lain yang membuat gregetan adalah begitu banyaknya “kebetulan” yang membuat niat pelaku bisa mirip dengan peristiwa 15 tahun lalu. “Kebetulan” lain yang bikin gemas adalah pertemuan Shuichi dengan keluarga-keluarganya. Klise lainnya dari Detective Conan.

Ketika menonton film ini, beberapa kali mata Penulis melirik ke arah jam tangan. Film ini berdurasi cukup panjang, tapi kurang meninggalkan kesan yang baik. Jika disuruh menceritakan dari awal, Penulis sudah banyak lupa dan akan merasa kesulitan.

Apesnya lagi, ternyata film ini memiliki dua adegan after credit yang Penulis lewatkan. Bisa saja ketidakpuasan Penulis terhadap film ini terobati dengan dua adegan tambahan tersebut!

Nilainya: 5.5/10.0


Lawang, 8 Mei 2021, terinspirasi setelah menonton Detective Conan: The Scarlet Bullet

Foto: Popculture.id

Continue Reading

Film & Serial

Setelah Menonton The Falcon and the Winter Soldier (Bagian 2)

Published

on

By

Secara overall, Penulis kurang menyukai serial The Falcon and the Winter Soldier. Jika harus memberikan nilai, mungkin Penulis akan memberikan nilai maksimal 5/10. Sebagai perbandingan, Penulis memberi nilai 8/10 untuk WandaVision.

Penulis akan jabarkan beberapa alasannya. Tidak lupa Penulis akan menyisipkan beberapa potensi yang bisa terjadi setelah serial ini berakhir. SPOILER ALERT!

Episode 1: Boriiiiiing

Warisan (Netral.News)

Ketika menonton WandaVision untuk pertama kali, Penulis menontonnya beberapa kali. Meskipun formatnya hitam putih dan aneh, Penulis sangat menikmatinya. Sayangnya, hal tersebut tidak terjadi pada serial Falcon yang satu ini.

Penulis tidak bisa menikmati bagaimana keluarga Sam terlilit utang hingga mereka mempertimbangkan untuk menjual kapal warisan keluarga mereka. Untuk masalah Bucky, Penulis bisa sedikit menikmatinya walau tetap terasa boring.

Satu-satunya adegan yang bagus di sini adalah ketika perkenalan Captain America yang baru. Selain itu, episode ini terasa cukup membosankan dan kurang menarik untuk ditonton ulang.

Episode 2: Mulai Menarik, tapi Tetap Kurang Greget

Sam dan Bucky (The Cinemaholic)

Episode kedua merupakan episode pertama di mana Sam dan Bucky bertarung secara langsung melawan kelompok Flag Smasher. Di episode ini juga mereka bertemu dengan John dan Lemar untuk pertama kali.

Di episode ini ada juga drama yang melibatkan Isaiah Bradley. Episode ini mulai menarik, apalagi di akhir episode kita melihat Zemo. Hanya saja, episode ini masih kurang greget.

Episode 3: The Best Episode

Kumpul Semua (Marvel)

Di antara semua episode yang ada di serial ini, episode 3 adalah yang terbaik bagi Penulis. Adanya kota Madripoor dan kemunculan Zemo serta Sharon Charter menjadi alasan utamanya. Berbeda dengan dua episode sebelumnya yang terasa lambat, episode ini terasa sangat dinamis.

Kejutan tidak berhenti di sana saja. Di akhir episode, kita bisa melihat pasukan Wakanda yang hendak menangkap Zemo.

Episode 4: Klimaks!

Perisai Berdarah (Polygon)

Meskipun bukan episode terakhir, menurut Penulis klimaks dari serial ini ada di episode 4. Konflik segilima antara Falcon dan Bucky vs Flag Smasher vs John Walker vs Zemo vs Wakanda terasa begitu intens di sini.

Puncaknya adalah ketika John Walker membunuh anggota Flag Smasher secara brutal menggunakan perisai Captain America. Penulis cukup terkejut ketika melihat adegan tersebut.

Episode 5: The Worst Episode

Latihan Keras (The Indian Express)

Berbeda dengan WandaVision episode 8 yang cukup menguras emosi, episode 5 dari serial ini benar-benar terasa membosankan, bahkan lebih membosankan dari episode 1. Setelah dua episode yang seru, kita seolah dihempaskan lagi ke tanah.

Terlalu banyak dialog, terlalu banyak drama, terlalu banyak adegan yang sebenarnya bisa dipangkas seperti adegan memperbaiki kapal dan latihan yang dilakukan oleh Sam. Episode ini seolah menjadi pendinginan sebelum episode terakhirnya keluar.

Yang menarik hanyalah kemuculan Val yang di versi komiknya dikenal sebagai Madam Hydra. Belum diketahui apa afiliasi dari Val, entah ia orang S.H.I.E.L.D., Leviathan, atau memang orang Hydra. Apakah ia baik atau jahat pun belum diketahui.

Bahkan Penulis merasa kecewa dengan ending Zemo yang begitu saja. Padahal, Penulis berharap ia bisa lolos atau memberi penonton plot twist yang tidak terduga. Eh, ternyata orangnya nurut saja ketika digiring oleh pasukan Wakanda.

Episode 6: Anti Klimaks

Pertarungan Terakhir (Marvel.com)

Sebagai episode pamungkas, episode 6 membuat Penulis berpikir, “Udah, gini aja?” Selain karena pertarungan yang terbilang singkat, konklusi ceritanya pun kurang nendang.

Karli mati begitu saja setelah ditembak oleh Sharon? Pasukan Flag Smasher yang tersisa juga mati begitu saja di tangan Zemo?

Apalagi, episode terakhir ini memiliki durasi yang lebih singkat dari episode-episode sebelumnya yang mencapai 50 menit. Kenapa di episode terakhir justru menjadi lebih pendek?

Yang jelas, Penulis merasa kalau episode terakhir dari serial ini benar-benar terasa kurang dan sedikit mengecewakan.

Penutup

Mungkin yang patut diapresiasi dari serial ini adalah relantionship development antara Sam dan Bucky. Penulis suka di akhir episode Bucky memanggil Sam dengan sebutan “Cap” sambil menepuk perisai Captain America.

Masalah yang dimiliki oleh mereka berdua di awal episode berhasil terselesaikan. Sam akhirnya mau menerima beban sebagai Captain America baru, sedangkan Bucky mulai berdamai dengan masa lalunya.

Sama seperti kostum Scarlet Witch, kostum Sam yang baru juga memiliki desain yang keren tanpa menghilangkan unsur keasliannya seperti yang terlihat di komik.

Zemo Berdansa

Karakter Zemo juga berhasil mencuri perhatian. Gerakan dancing-nya menjadi viral hingga Marvel membuat video one-hour loop di kanal YouTube mereka. Sayangnya, ending yang dimiliki Zemo hanya begitu saja. Penulis berharap ia akan muncul lagi di film-film Marvel selanjutnya.

John Walker di sisi lain juga memiliki character development yang menarik. Terlihat baik di awal, menjadi terlalu terobsesi dengan Captain America, hingga akhirnya berusaha menerima keadaan. Ending-nya yang menjadi U.S. Agent menarik untuk dinantikan di film-film Marvel selanjutnya.

Penulis sedikit kesal dengan perubahan karakter yang dimiliki oleh Sharon Charter. Bagaimana ia bisa berubah sedrastis itu? Apa yang membuatnya berubah haluan? Sekadar sakit hati bisa mengubah sifat orang? Tidak ada penjelasan mengenai hal ini.

Serial ini kemungkinan besar akan terhubung dengan serial Marvel selanjutnya, antara The Secret Invasion atau Armor Wars. Bisa jadi kedua-duanya.

Setelah serial ini, kita akan melihat film Black Widow dan serial Loki. Untuk Loki, Penulis menaruh harapan besar kalau serialnya akan menarik dan penuh kejutan, setidaknya selevel dengan WandaVision.


Lawang, 25 April 2021, terinspirasi setelah menonton serial The Falcon and the Winter Soldier

Foto: The Indian Express

Continue Reading

Sedang Trending

Copyright © 2021 Whathefan