Connect with us

Film & Serial

Setelah Menonton The Falcon and the Winter Soldier (Bagian 1)

Published

on

Berbeda dengan WandaVision, Penulis sejak awal tidak begitu tertarik serial The Falcon and the Winter Soldier. Alasannya, Penulis yakin kalau serial Marvel yang satu ini akan lebih banyak ke arah action dibandingkan cerita yang penuh misteri.

Maka dari itu, Penulis tidak membuat ulasan per episode seperti yang sudah dilakukan pada WandaVision. Selain itu, easter egg dan fans theory yang dimiliki juga tidak begitu banyak.

Karena sudah tamat, maka Penulis memutuskan untuk membuat semacam review dari serial ini dan potensi cerita yang dapat berkembang di film-film Marvel mendatang. SPOILER ALERT!

Apa Cerita The Falcon and the Winter Soldier?

Cerita berpusat pada dua karakter yang menjadi orang dekat Steve Rogers alias Captain America, yakni Sam Wilson a.k.a. Falcon dan Bucky a.k.a. Winter Soldier.

Keduanya memiliki masalah masing-masing. Sam merasa tidak bisa mewarisi perisai Captain America, sedangkan Bucky masih terbelenggu masa lalunya ketika masih menjadi pembunuh bayaran yang dikendalikan oleh Hydra.

Di tulisan pertama ini, Penulis akan berusaha merekap semua episodenya sebelum memberikan opininya.

Episode 1

Captain America Baru (Entertainment Weekly)

Di episode pertama, kita bisa melihat kalau Sam juga terlilit utang keluarga. Di sisi lain, Bucky berusaha menebus kesalahannya dengan bertemu keluarga korbannya sekaligus menangkap beberapa orang yang terlibat Hydra.

Dunia digambarkan masih bergejolak setelah 6 bulan pasca peristiwa blip. Selain itu, ada kelompok bernama Flag Smasher yang berusaha menyatukan dunia. Mereka menganggap Global Repatriation Council (GRC) tidak mampu melakukan tugasnya untuk memulihkan keadaan.

Lantas, tiba-tiba mengumumkan kemunculan Captain America yang baru bernama John Walker. Ia bukan super soldier seperti Steve. John hanyalah tentara biasa yang telah mengabdikan dirinya untuk negaranya dan memiliki segudang prestasi.

Episode 2

Co-Workers (KINCIR.com)

Di episode kedua, untuk pertama kalinya Sam dan Bucky berkonfrontasi langsung dengan kelompok Flag Smasher. Selain itu, John Walker dan side kick-nya, Lemar, datang membantu walau pada akhirnya kelompok tersebut berhasil melarikan diri.

Uluran tangan mereka tidak dihiraukan karena Sam dan Bucky merasa John tak pantas untuk menggunakan perisai tersebut. Selain itu, Bucky mengajak Sam bertemu dengan Isaiah Bradley, super soldier yang terlupakan karena berkulit hitam.

Episode 3

Zemo Dancing (Screen Rant)

Sam dan Bucky yang menemui jalan buntu akhirnya memutuskan untuk membebaskan Zemo, musuh utama di film Captain America: Civil War. Ia dianggap sebagai orang yang paling tahu tentang super serum.

Setelah berhasil membantu Zemo kabur dari penjara, mereka bertiga pergi ke Madripoor untuk mengetahui tentang. Mereka sempat terjebak konflik sebelum akhirnya diselamatkan oleh Sharon Carter.

Mereka mendapatkan informasi kalau super serum tersebut diciptakan oleh Dr. Wilfred Nagel. Zemo pada akhirnya membunuh Nagel karena kebenciannya terhadap super soldier. Di akhir episode, kita bisa melihat Bucky bertemu dengan Ayo, salah satu anggota Dora Milaje dari Wakanda.

Episode 4

Perisai yang Ternodai (Hindustan News Hub)

Berkat bantuan Zemo, Sam dan Bucky berhasil menemukan di mana Karli yang sedang berduka cita atas kematian Mama Donya. Sam yang mengerti perasaannya berusaha mengajak bicara Karli secara baik-baik, sebelum John menerobos masuk dan merusak strategi Sam.

Sempat terjadi pertempuran hingga Zemo menemukan Karli dan menembaknya. Super serum yang tercecer dihancurkan oleh Zemo, tetapi ada satu botol yang berhasil selamat dan digunakan oleh John.

Konflik memanas ketika Dora Milaje menagih janji Bucky dan ingin menangkap Zemo. Memanfaatkan situasi, Zemo berhasil kabur. Terjadi pertempuran lagi di akhir episode hingga menewaskan Lemar.

John yang kalap mengejar salah satu anggota Flag Smasher dan membunuhnya dengan brutal menggunakan perisai Captain America.

Episode 5

Val (Polygon)

Terjadi pertarungan seru antara Sam dan Bucky melawan John. Mereka berdua ingin merebut perisai Captain America dari tangan John dan berhasil. Setelah itu, episode 5 diisi dengan berbagai dialog dan drama yang sejujurnya cukup membosankan.

Atas tindakan yang telah ia lakukan, John disidang dan diberhentikan sebagai Captain America. Di saat kondisinya kacau, seorang wanita bernama Valentina Allegra de Fontaine alias Val. Anehnya, ia mendukung semua tindakan John.

Di sisi lain, Bucky pergi ke tempat Zemo yang sedang berada di sebuah monumen untuk mengenang peristiwa Sokovia. Zemo tidak memberikan perlawanan dan akhirnya dibawa ke Raft oleh pasukan Wakanda. Bucky meminta bantuan ke Ayo untuk menciptakan kostum baru untuk Sam.

Sam bertemu Isaiah lagi untuk meyakinkan dirinya menjadi Captain America yang baru. Setelah itu, ia menjalani berbagai latihan dan berusaha memperbaiki kapal buatan keluarga sebelum pertarungan terakhir terjadi.

Episode 6

Power Broker (GamesRadar)

Flag Smasher telah tiba di New York dan berusaha menyandera para angota GRC. Sam (dengan kostum baru) dan Bucky datang untuk menyelamatkan mereka sekaligus menghentikan kelompok Karli. Tidak hanya itu, John Walker pun datang membantu dengan perisai buatannya sendiri.

Setelah disuguhi banyak adegan action yang cukup seru, kita akan melihat identitas asli Sharon Charter yang ternyata merupakan Power Broker. Di tengah konfrotasi tersebut, Sharon membunuh Karli sebagai upaya agar tidak ada yang tahu identitas aslinya.

Pasukan Flag Smasher yang tersisa ternyata terbunuh setelah mobil yang membawa mereka meledak. Dalang di balik peristiwa ini adalah pelayan setia Zemo. Hal ini membuktikan kalau dari balik jeruji besi pun Zemo masih bisa berbuat sesuatu.

Sam mengunjungi Isaiah dan membawanya ke museum Captain America. Di sana, ada sebuah patung yang dedikasikan untuk dirinya. John Walker di sisi lain resmi menjadi U.S. Agent, mungkin di bawah komando Val.

Sharon mendapatkan pengampunan dari pemerintah Amerika Serikat. Sayangnya, ia tetap jahat dan sekarang memiliki wewenang untuk mendapatkan akses yang bisa di salah gunakan. Apakah ia adalah pemenang yang sebenarnya dari serial ini?

Bersambung ke bagian 2…

Lawang, 25 April 2021, terinspirasi setelah menonton serial The Falcon and the Winter Soldier

Foto: Entertainment Weekly

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Film & Serial

Setelah Menonton Rurouni Kenshin The Beginning

Published

on

By

Awalnya Penulis sempat bingung, kenapa yang judul The Final lebih tayang dulu daripada yang The Beginning. Ternyata, yang The Beginning merupakan prekuel dari film-film Rurouni Kenshin.

Beberapa adegan membuat film ini terlihat melakukan proses syuting bersamaan dengan film Rurouni Kenshin yang pertama. Padahal, proses syuting-nya dilakukan bersamaan dengan The Final.

Jika film-film sebelumnya lebih banyak adegan action-nya, The Beginning mampu menyajikan formula yang berbeda dengan drama yang cukup bikin sesak dada. SPOILER ALERT!!!!

Jalan Cerita Rurouni Kenshin: The Beginning

Film ini bercerita tentang masa lalu Kenshin Himura (Takeru Satoh) ketika ia masih menjadi seorang Battousai demi era baru Jepang. Jujur, Penulis tidak terlalu paham politik di film ini, tapi Penulis masih bisa memahaminya.

Satu ketika, Kenshin menghabisi beberapa orang yang pro dengan Keshogunan Tokugawa di Kyoto. Ada satu orang yang tidak ingin mati karena ada wanita yang akan dinikahinya. Berkat tekadnya, ia berhasil meninggalkan goresan di pipi Kenshin.

Suatu malam, Kenshin melindungi seorang wanita dari gangguan beberapa laki-laki yang mengaku sebagai patriot. Ternyata, yang ia lindungi adalah Yukishiro Tomoe (Kasumi Arimura). Sebagai tanda terima kasih, ia bekerja dan tinggal di tempat penginapak Kenshin.

Singkat cerita, tempat persembunyian Kenshin dan kelompoknya diketahui oleh kelompok Shinsengumi pimpinan Saitō Hajime (Yōsuke Eguchi). Ia pun harus kabur dari Kyoto dan tinggal bersama Tomoe karena mereka berdua saling jatuh cinta.

Ternyata, Tomoe merupakan calon istri dari orang yang meninggalkan luka di pipi Kenshin. Tomoe dimanfaatkan oleh kelompok Yaminobu pimpinan Tatsumi (Kazuki Kitamura).

Mengetahui fakta tentang Tomoe akan menghancurkan perasaan Kenshin. Meskipun berhasil mengalahkan beberapa orang Yaminobu, kekuatan Kenshin banyak berkurang dan penglihatannya terganggu ketika berhadapan dengan Tatsumi.

Saat Tatsumi hendak menghabisi Kenshin, Tomoe datang menghalangi dan tanpa sengaja Kenshin menebas mereka berdua secara bersamaan. Saat sekarat, Tomoe meninggalkan bekas luka di pipi kiri Kenshin, membuat simbol X yang legendaris.

Pada akhir perang, restorasi akhirnya terlaksana di Jepang. Semenjak itu, Kenshin bersumpah tidak akan membunuh lagi seumur hidupnya.

Setelah Menonton Rurouni Kenshin: The Beginning

Entah hanya perasaan Penulis saja, tapi rasanya film Kenshin yang terakhir ini menjadi yang paling sadis dan berdarah-darah. Fokusnya pada masa lalu Kenshin ketika masih menjadi seorang Battousai mungkin menjadi alasannya, terutama di adegan pembuka.

Hanya ada 2 karakter lama yang muncul di film ini, yakni Kenshin dan Saitō. Tomoe muncul beberapa kali di film The Final, tapi hanya dalam adegan flashback.

Melihat masa lalu Kenshin begitu menarik, di mana hatinya yang tulus berlawanan dengan tekadnya untuk membentuk era baru Jepang. Hal tersebut membuat ia terkadang menjadi ragu jika harus membunuh.

Drama yang dimiliki film ini cukup mengena bagi Penulis, karena seorang wanita yang ingin balas dendam atas kematian kekasihnya harus jatuh cinta dengan pembunuh kekasihnya. Ia justru harus menerima fakta bahwa dirinya hanya dijadikan alat semata.

Dari segi cerita, Penulis paling menyukai The Beginning dibandingkan empat film lainnya. Jika mencari adegan action-nya, Penulis lebih menyukai film keduanya, Kyoto Inferno.

Sayang sekali film ini akan menjadi seri terakhir dari live-action Rurouni Kenshin. Tidak apa-apa, daripada dipaksakan untuk membuat seri barunya tapi mengorbankan kualitas seperti franchise yang identik dengan family itu.

Peringkat: 8 dari 10.

Lawang, 9 Agustus 2021, terinspirasi setelah menonton Rurouni Kenshin: The Beginning

Foto: Netflix

Continue Reading

Film & Serial

Setelah Menonton Rurouni Kenshin: The Final

Published

on

By

Jika ditanya apa film live-action terbaik yang mengadaptasi anime, kebanyakan orang akan menjawab trilogi Rurouni Kenshin. Penulis sangat sepakat dan rasanya belum ada adaptasi anime yang levelnya menyamainya.

Penulis menonton Rurouni Kenshin atau Samurai X sejak kecil, meskipun tidak terlalu ingat dengan detail ceritanya. Penulis hanya ingat beberapa karakternya yang ikonik, di mana trilogi film tersebut dapat menggambarkannya secara cukup presisi.

Oleh karena itu, ketika mendengar kabar kalau live-action Rurouni Kenshin akan merilis 2 film baru, Penulis menjadi sangat bersemangat untuk menontonnya. Bagaimana pendapat Penulis tentang keduanya? SPOILER ALERT!!!

Jalan Cerita Rurouni Kenshin: The Final

The Final bercerita tentang konflik antara Kenshin Himura (Takeru Satoh) dan adik iparnya, Yukishiro Enishi (Mackenyu Arata) yang merupakan ketua gang mafia di Shanghai, China. Enishi juga yang menjadi penyuplai senjata untuk Shisio Makoto.

Di awal film kita melihat adegan action yang epic ketika pihak kepolisian pimpinan Saitō Hajime (Yōsuke Eguchi) menangkap Enishi di stasiun, walau pada akhirnya ia bisa dibebaskan berkat campur tangan Shanghai.

Ternyata, Enishi memiliki dendam terhadap Kenshin karena ia menganggapnya sebagai pembunuh kakak perempuannya, Yukishiro Tomoe (Kasumi Arimura). Ia pun memiliki rencana untuk membuat hidup Kenshin menderita.

Menyadari siapa musuhnya, Kenshin memutuskan untuk bercerita tentang masa lalunya kepada teman-temannya, termasuk kisahnya dengan Tomoe yang merupakan mantan istrinya. Kisah ini akan lebih dijelaskan di film berikutnya.

Konflik antara keduanya pun terus berlangsung, hingga akhirnya Enishi menculik Kamiya Kaoru (Emi Takei). Kenshin pun berusaha menyelamatkan Kaoru dengan berusaha menerobos markas Enishi dengan bantuan beberapa orang.

Ada sedikit kejutan di mana Seta Sōjirō (Ryūnosuke Kamiki) tiba-tiba muncul dan membantu Kenshin. Pertarungan akhir pun terjadi antara Kenshin melawan Enishi secara sengit.

Kenshin bahkan membiarkan dirinya ditikam oleh Enishi dan meminta maaf atas kematian Tomoe. Pada akhinrya, Enishi masuk penjara dan mendapatkan diary dari kakaknya, membuatnya memahami apa yang dirasakan kakaknya.

Setelah Menonton Rurouni Kenshin: The Final

Dibandingkan dengan tiga film sebelumnya, rasanya film ini masih berada di bawahnya. Alur ceritanya sedikit dragging dan terlalu banyak adegan flashback yang diulang-ulang sehingga terasa sedikit membosankan.

Adegan action-nya, terutama adegan Enishi di kereta api, memiliki koreografi yang keren dan menjadi salah satu favorit Penulis. Pertarungan terakhir antara Kenshin dan Enishi juga keren.

Penulis agak merasa ganjil dengan kemunculan Sōjirō di film ini. Penulis menyukai karakternya dari dulu, tapi rasanya kemunculannya di sini agak sedikit dipaksakan.

Ketika mengecek rating-nya di IMDb, film ini memiliki nilai paling rendah jika dibandinkan empat film lainnya, yakni 7.2. Mungkin, The Final sedikit terbanting dari film-film sebelumnya.

Terlepas dari kekuarangan dan sedikit rasa tidak puas, Penulis cukup menikmati film ini. The Final masih menjadi adaptasi anime yang sangat layak untuk ditonton.

Peringkat: 7 dari 10.

Lawang, 9 Agustus 2021, terinspirasi setelah menonton Rurouni Kenshin: The Final

Foto: Polygon

Continue Reading

Film & Serial

Setelah Menonton Black Widow

Published

on

By

Setelah diundur selama lebih dari satu tahun karena adanya pandemi Covid-19, akhirnya film Black Widow rilis di bioskop dan layanan premium dari Disney+.

Sebagai penggemar film-film MCU, jelas film ini layak masuk ke dalam daftar tonton. Walau bukan penggemar karakter Natasha Romanoff yang diperankan oleh Scarlett Johansonn, rasanya tetap menarik menonton film solonya ini.

Karena sudah hampir dua minggu semenjak perilisannya pada tanggal 9 Juli 2021, rasanya Penulis sudah boleh menceritakan film yang satu ini. SPOILER ALERT!!!

Jalan Cerita Black Widow

Sebelumnya, kita telah mengetahui bahwa film Black Widow ini mengambil setting waktu antara film Captain America: Civil War dan Avengers: Infinity Wars. Hanya saja, kita diajak untuk kilas balik terlebih dahulu.

Nat Muda (Screen Rant)

Kisah bermula dari tahun 1995, ketika Natasha Romanoff kecil (Ever Anderson) hidup bersama “keluarga” mata-mata Uni Soviet di daerah Ohio, Amerika Serikat.

Ia memiliki seorang “adik” bernama Yelena Belova (Violet McGraw). Mereka tinggal bersama “ayah” dan “ibu” bernama Alexei (David Harbour) dan Melina (Rachel Weisz).

Suatu hari, mereka dikejar yang harus membuat mereka kabur ke Kuba. Sejak hari itu, Natasha dan Yelena pun menjadi pasukan yang dilatih di Red Room pimpinan Dreykov (Ray Winstone).

Kabur ke Norwegia (NewsBezzer)

Setelah kilas balik, kita bisa melihat kalau Nat sedang dikejar-kejar oleh Secretary Ross (William Hurt) karena penyerangannya kepada Raja Wakanda alias Black Panther. Ternyata, Nat sudah kabur hingga ke Norwegia.

Suatu hari, ia mendapatkan kiriman misterius. Gara-gara benda tersebut, ia diserang oleh Taskmaster (Olga Kurylenko) di tengah perjalanan. Namun, Nat berhasil menyelamatkan diri.

Ketika memeriksa barang tersebut, ia menyadari kalau pengirimnya adalah adiknya, Yelena (Florence Pugh). Ia pun memutuskan untuk pergi ke Budapest untuk menemuinya.

Nat dan Yelena (Movie News)

Setelah bertarung singkat, Nat dan Yelena harus menyelamatkan diri dari kejaran para pasukan Widow. Mereka mengincar cairan yang digunakan untuk menyadarkan para pasukan Widow dari pengaruh Dreykov tersebut.

Nat terkejut ketika mengetahui bahwa Dreykov masih hidup. Padahal, ia bersama Hawkeye pernah melakukan percobaan pembunuhan yang ternyata gagal. Ia pun berambisi untuk membunuh Dreykov dan menyelamatkan para Widow.

Untuk itu, mereka membutuhkan bantuan kepada ayah dan ibu mereka. Mereka mengeluarkan Alexei dari penjara, lantas Alexei menunjukkan di mana Melina tinggal.

Red Room (International Business Times)

Melina ternyata memberitahu Dreykov kalau Nat dan Yelena ada di rumahnya. Mereka semua pun dibawa ke markas Red Room yang ternyata berada di semacam markas terbang di langit.

Plot twist terjadi ketika ternyata Melina dan Nat bertukar peran dengan menggunakan topeng penyamaran. Singkat cerita, pertarungan pun terjadi di markas tersebut dan tentu saja kubu Nat berhasil meruntuhkan Red Room untuk selamanya.

Beberapa minggu setelah pertempuran tersebut, kita bisa melihat Nat sudah berambut seperti di film Avengers: Infinity Wars. Berkat bantuan temannya, ia bisa mendapatkan Quinjet dan hendak menyelamatkan para Avengers yang ditahan oleh pemerintah.

Yelena dan Val (The Direct)

Sama seperti film MCU lainnya, film ini juga memiliki adegan post-credit di mana kita bisa melihat Yelena mengunjungi makam Nat yang gugur di film Avengers Endgame.

Yang mengejutkan, tiba-tiba di sebelahnya muncul Val (Julia Louis-Dreyfus) yang sempat kita lihat di serial The Falcon and the Winter Soldier.

Ternyata, Yelena bekerja untuk Val. Ia diberi misi khusus: membunuh Hawkeye yang dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian Natasha!

Setelah Menonton Black Widow

Film Black Widow merupakan keinginan fans yang sudah lama digaungkan untuk tayang. Sayangnya karena beberapa alasan, justru film Captain Marvel lah yang menjadi film superhero wanita solo pertama.

Bagi Penulis sendiri, film ini memiliki alur cerita yang rapi dan hampir tidak memiliki plot hole. Mungkin ada satu, di mana Nat berhasil selamat setelah mengalami berbagai peristiwa yang harusnya membunuh seorang manusia biasa.

Hanya saja, Penulis merasa film ini bagus yang standar saja. Kalau ada fans yang memberi nilai 10/10 ya tidak apa-apa, tapi bagi Penulis sendiri nilainya tidak sampai setinggi itu.

Aksi dan Dramanya Cukup Seimbang (Polygon)

Apa yang kuat dari film ini adalah kuatnya chemistry antara Scarlett dan Florence sebagai pemeran Nat dan Yelena. Rasanya hubungan mereka benar-benar terasa dekat dan intim, apalagi ketika Yelena memberikan vest kesayangannya ke Nat.

Bicara soal Yelena, bisa dibilang ia mencuri panggung di film ini. Meskipun film ini berpusat pada Nat, banyak yang salah fokus dan langsung menyukai karakter Yelena.

Dibandingkan dengan Nat yang serius, Yelena terasa lebih asyik dan sedikit kekanakan. Favorit Penulis adalah adegan ketika ia bergidik setelah mencoba pose mendarat ala Nat.

Yelena Mencuri Perhatian (YouTube)

Yang kurang dari film ini adalah kehadiran Taskmaster yang kurang terasa dampaknya. Karakternya adalah tipikal villain yang akan segera mudah dilupakan oleh para fans.

Film ini bisa menjadi film solo yang bagus untuk Nat dan menjawab banyak pertanyaan dari fans selama ini. Gabungan antara aksi dan dramanya bisa disajikan secara berimbang dan tidak berlebihan.

Sayangnya, mungkin film ini menjadi film terakhir kita melihat Scarlett Johansson di MCU. Hanya saja, Penulis tidak keberatan jika Florence Pugh akan menggantikannya sebagai Black Widow baru.

Peringkat: 7 dari 10.

Lawang, 25 Juli 2021, terinspirasi setelah menonton Black Widow

Foto: GamesRadar

Continue Reading

Fanandi's Choice

Copyright © 2021 Whathefan