Pengalaman Melamar Kerja di Net TV (Tahap Kedua dan Ketiga)

Beberapa hari berselang, keluarlah pengumuman lolos tidaknya penulis untuk menuju tahap berikutnya. Alhamdulillah, penulis lolos ke tahap berikutnya! Dari 50.000 peserta, kalau tidak salah hanya sekitar 1.200 yang lolos ke tahap ini.

Kalau tidak salah, ada 5 teman penulis yang sama-sama berasal dari Universitas Brawijaya yang ikut melamar di NET TV. Dari kelima orang tersebut, hanya satu teman penulis yang ikut lolos juga.

Lokasi tes berada di Graha Jalapuspita, sebuah gedung yang berada di jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Tidak seperti tes tahap pertama, tidak ada kesan khusus pada tes kali ini karena jumlah pesertanya yang sudah berkurang drastis. Selain itu, lokasinya yang berada di pusat ibukota membuat tidak banyak kisah yang terjadi.

Graha Jalapuspita

Pada tahap kedua ini, terdapat empat jenis tes yang harus kami kerjakan. Berbagai macam jenis tes yang menguji kemampuan kita ketika nantinya terjun di dunia kerja harus dikerjakan dengan baik. Salah satu tes yang kami kerjakan adalah tes kreativitas, tes di mana kita diberi perintah untuk membuat sebuah gambar dari sebuah garis.

Penulis kala itu menggambarkan rak buku lengkap beserta ruangannya. Penulis menggambar begitu detail, membayangkan kamar idaman penulis yang dilengkapi ruang baca yang nyaman.

Tes Kreativitas

Seusai tes, kami diberitahu lokasi tes selanjutnya apabila kami lolos di tahap kedua ini, yakni di The Bellagio Boutique Mall. Bersama teman yang duduk di sebelah penulis, kami penasaran ingin mengetahui lokasi tes selanjutnya.

The Bellagio Boutique Mall berlokasi di jalan Mega Kuningan Barat, Jakarta Selatan. Lokasinya berseberangan dengan kantor Net TV, The East. Kami menyempatkan sholat Jum’at di mall tersebut, di hall yang sama di mana tes tahap selanjutnya akan dilaksanakan.

Tahap Ketiga – Wawancara

Alhamdulillah penulis berhasil melewati tahap kedua, menjadi 800 orang yang terpilih untuk mengikuti tahap ketiga, yakni wawancara. Teman penulis satunya sayang sekali belum lolos ke tahap berikutnya.

Karena sudah mengetahui lokasi, penulis tidak mengalami hambatan apapun ketika menuju lokasi tes. Sebelum memasuki mall, penulis menatap lama gedung The East yang berada di seberang sana. Muncul pertanyaan-pertanyaan seperti “Bisakah aku bekerja di sana? Akankah impianku dapat tercapai? Apakah ini jalan hidupku?”.

The East

Tak salah penulis menyimpan asa yang tinggi untuk bekerja di Net TV. Berhasil bertahan hingga tahap wawancara pun sudah menjadi prestasi bagi penulis. Menyisihkan puluhan ribu orang tentu bukan hal yang mudah, namun jangan sampai fakta tersebut membuat penulis besar kepala.

Setelah antri dan menantikan nomer urut penulis dipanggil, akhirnya melangkahlah penulis untuk menuju tahap terakhir sebelum diterima menjadi karyawan NET TV. Penulis berusaha menampilkan performa terbaik yang dapat penulis berikan.

Untunglah, yang mewawancarai penulis seorang pria. Andai yang mewawancarai secantik Gista Putri, tentu akan membuat penulis gugup tak karuan.

Contoh Suasana Wawancara (youtube.com)

Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kurang lebih sama dengan wawancara-wawancara pada umumnya. Tentu kita akan ditanya seputar jabatan yang kita inginkan, seperti apa tugas tim kreatif, karena penulis melamar di bagian kreatif. Orang NET TV tersebut juga bertanya siapa tokoh idola penulis dan alasannya. Penulis menjawab Steve Jobs dan pak Habibie.

Seusai sesi tanya jawab, penulis menyerahkan beberapa tulisan penulis yang pernah dipublikasikan di oyibanget.com. Kebetulan, penulis pernah menulis dua artikel tentang program NET TV. Semoga saja tulisan tersebut bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menerima penulis.

Pengumuman

Setelah melakukan wawancara, penulis balik ke Malang karena harus mengurus perpanjangan SIM. Tiap detik penulis merasa was-was menanti pengumuman lolos tidaknya penulis. Apalagi, pengumuman diundur beberapa hari dari jadwal yang telah ditentukan.

Penulis memanfaatkan waktu untuk mempersiapkan diri, termasuk bertanya kepada seorang kawan tentang bagaimana wajib militer berlangsung. Sebagai informasi, NET TV mewajibkan karyawan baru untuk mengikuti wajib militer bersama marinir. Penulis hanya mengkhawatirkan satu hal, makan. Maklum, penulis termasuk tipe orang yang sangat rewel terhadap makanan.

Penulis tak pernah lelah terus menerus mengecek e-mail dan official account Instagram NET TV ketika hari pengumuman tiba. Hingga pada akhirnya, salah seorang memberikan komentar di Instagram, memberitahu bahwa pengumuman telah keluar.

Tiga jam penulis terus me-refresh e-mail, menantikan adanya pesan masuk dari pihak NET TV.

Nihil, penulis belum berhasil bergabung dengan NET TV.

Pasca Pengumuman

Sekitar satu minggu penulis berada dalam kondisi down cenderung frustasi. Impian yang telah digantung setinggi langit sirna begitu saja. Pada akhirnya, penulis memutuskan untuk berbuat sesuatu. Sebagai awal, penulis menawarkan diri untuk membantu ayah di kantornya, entah sebagai apa. Kebetulan, kantor ayah penulis baru saja menjalin kerjasama dengan konsultan properti, dan mereka membutuhkan tambahan orang.

Siapa yang menyangka, di sanalah penulis menemukan jalan hidup yang baru, menemukan ke mana harusnya kaki penulis melangkah. Bukan bekerja sebagai karyawan di kantor ayah penulis, melainkan sesuatu yang lebih besar, lebih besar dari sekedar menjadi karyawan NET TV.

 

 

Kebonagung, 14 Juni 2018, terinspirasi setelah melihat tingginya animo pembaca terhadap tulisan Pengalaman Melamar Kerja di Net TV (Tahap Pertama)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.