Tersedak Kecewa

Pagi ini di meja makan
Tersedia buah harapan di atas piring emas
Aku tergiur dibuatnya
Kuraih ia, kugigit dalam-dalam
Kukunyah tak sempurna
Kutelan dengan terburu-buru
Hingga tersedak
Terbatuk
Tak bisa bernafas
Kupukuli dadaku
Kupegang tenggorokanku
Lama sekali, hingga akhirnya buah itu keluar dari tubuhku
Aku tersedak, tersedak kekecewaan dalam sebuah harapan
Akhirnya aku sadar
Aku harus perlahan memakan buah harapan ini
Dikunyah hingga ia lebur sempurna bersama saliva
Ditelan masuk ke tubuh tanpa menyiksa diri
Itulah hikayat dari harapan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.