Tentang Novel Leon dan Kenji Buku 1

Novel Leon dan Kenji merupakan novel pertama yang penulis buat. Awalnya novel ini hanya berjudul Kenji, namun sewaktu melakukan review ulang, penulis memutuskan untuk menambahkan Leon karena novel ini juga didominasi oleh kehadirannya.

Pertama kali penulis menulis novel ini adalah ketika SMP kelas sembilan untuk tugas PKN pada tahun 2009. Jadi, bisa dibilang novel ini butuh waktu pengerjaan kurang lebih 9 tahun.

Blackjack Ep. 45, Inspirasi Novel Ini

Inspirasi novel ini datang dari anime Blackjack episode 45 yang dulu disiarkan oleh Animax. Episode tersebut sangat menyentuh hati sehingga penulis memutuskan untuk membuat cerita tentangnya.

Blackjack sendiri merupakan anime yang menceritakan seorang dokter dengan kemampuan menangani pasien dengan luar biasa. Karena kemampuannya, ia sering mematok tarif yang tidak masuk akal. Untunglah, untuk mengobati orang-orang baik yang tidak mempunyai biaya, Blackjack sering menggratiskan biaya pengobatan.

Pada episode 45, diceritakan masa-masa Blackjack ketika semasa SMA dimana ia berada satu kelas dengan anak yang selalu tertawa bernama Gera. Blackjack sangat membenci Gera karena iri dengan kebahagiaan yang ia rasakan, karena masa lalunya yang mencekam.

Black Jack dan Gera (https://gginmusic.wordpress.com/2016/06/14/learn-to-laugh/)

Ibunya tewas karena berusaha melindungi dirinya dari serangan ranjau sisa-sisa perang, sedangkan bapaknya entah justru pergi dengan wanita lain. Blackjack sendiri selamat dari ledakan tersebut dan menjadi seorang pemurung.

Gera berusaha mendekati Blackjack dan pada akhirnya bisa berkawan dengan akrab meskipun kepribadian mereka berdua sangat berbeda. Pada suatu hari, datang debt collector untuk menagih utang-utang orangtua Gera yang menelantarkan anaknya seorang diri. Blackjack berusaha melawan orang-orang dewasa tersebut, namun naas Gera terkena panah darts karena berusaha melindungi Blackjack.

Gera pun didiagnosis penyakit yang membuat dirinya tak bisa bersuara. Mungkin hal ini yang membuat Blackjack berkeinginan untuk menjadi seorang dokter. Ketika pada akhirnya Blackjack telah lulus menjadi seorang dokter, ia sendiri yang turun tangan untuk menangani Gera.

Sayang, Gera harus meninggal dunia. Sesaat sebelum kematiannya, ia bisa tertawa dengan lepas untuk terakhir kalinya. Bahkan, alam pun seakan mengheningkan cipta untuk mendengarkan tawa seorang anak yang selalu bahagia tersebut.

Apa yang Diambil dari Anime Tersebut

Leon yang merupakan sosok kasar tentu terinspirasi dari Blackjack, dan Kenji yang baik hati terinspirasi dari Gera. Penulis memperdalam lagi hubungan mereka dengan interaksi mereka dengan teman-teman sekelas. Pada anime aslinya, sama sekali tidak disebutkan teman-teman kelas lainnya.

Noval ini adalah tentang transformasi diri untuk menjadi lebih baik, entah karena kesadaran diri maupun karena bantuan orang lain. Kenji berusaha mengubah Leon karena ia merasakan duka berkepanjangan (dan dendam) yang bersemayam di hati Leon. Empati muncul karena Kenji juga merasakan kehilangan kasih sayang orangtua akibat kecelakaan yang menimpa ayahnya.

Pada akhirnya Leon juga berhasil mengubah teman-temannya, tentu dengan bantuan Kenji. Selebihnya, merupakan buah pemikiran penulis yang mendapatkan berbagai inspirasi dari sumber yang beranekaragam. Untuk tiap karakter, nantinya akan penulis buatkan tulisan tersendiri.

Penulis juga sering menempatkan Leon dan Kenji seperti Conan Doyle menempatkan Watson dan Sherlock, di mana Kenji yang menjadi Sherlocknya. Kemampuan analisa Kenji yang ia warisi dari mendiang kakeknya sering membuat Leon terkejut, sama seperti dokter Watson.

Oleh karena itu, terkadang terselip misteri-misteri yang terlihat membingungkan dan seolah tidak mempengaruhi jalan cerita. Bagian tersebut baru akan dijelaskan pada buku kedua yang akan rilis paling cepat akhir tahun ini.

Pada buku kedua nanti, masalah yang dihadapi Leon dan kawan-kawan bukan lagi persoalan remeh temeh seperti pertengkaran antar teman. Akan terkuak beberapa petunjuk tersirat yang muncul di buku pertama, dan semua akan menjadi jelas. Penulis membuat cukup banyak twist yang diharapkan benar-benar akan mengejutkan pembaca.

Berbeda dengan buku pertama, buku kedua nanti akan bercerita tentang berdamai dengan masa lalu. Semoga para pembaca sekalian dapat menikmati keseruan dan ketegangan yang akan terjadi nanti.

 

 

Jelambar, 12 Oktober 2018

Photo by sergee bee on Unsplash

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.