Kyoto Animation dan Anime-Anime yang Dibuatnya

Kalau tidak salah, kemarin lusa penulis mendengar kabar dibakarnya studio dari salah satu perusahaan anime ternama, Kyoto Animation atau sering disingkat sebagai KyoAni.

Kejadian tersebut memakan korban jiwa hingga 30 orang lebih. Belum jelas apa motivasi dari sang pelaku. Ada yang berkata ia merasa sakit hati karena merasa menjadi korban plagiasi dari KyoAni.

Penulis sendiri bukan tipe penonton anime yang memperhatikan studio apa yang membuat sebuah anime. Asal bagus, menghibur, dan menarik, penulis akan menontonnya.

Akan tetapi, sewaktu melihat daftar anime yang pernah diproduksi oleh KyoAni, penulis merasa terkejut karena ternyata beberapa anime favorit penulis masuk ke dalam daftar.

Amagi Brilliant Park

Amagi Brilliant Park (WallpaperMaiden)

Yang pertama adalah anime Amagi Brilliant Park. Anime ini bercerita tentang sebuah taman hiburan yang diurus oleh pengungsi dunia sihir bernama Maple Land. Karena kekurangan pengunjung, taman hiburan tersebut terancam ditutup.

Padahal, taman hiburan tersebut mengumpulkan energi sihir yang didapatkan dari kegembiraan pengunjung. Jika mereka tidak mendapatkan pengunjung, mereka pun akan lenyap dari Bumi.

Akhirnya, mereka memutuskan untuk meminta bantuan kepada seseorang bernama Seiya Kanie untuk membantu mereka keluar dari krisis. Ia harus mampu mendapatkan pengunjung sebanyak 250 ribu orang dalam jangka waktu 3 bulan.

Anime ini menyuguhkan komedi yang lumayan menggelitik walaupun alur ceritanya biasa-biasa saja. Karakter wanita utamanya, Sento Isuzu, merupakan salah satu karakter yang menonjol di anime ini.

K-On!

K-On! (Otaku USA Magazine)

Ketika pertama kali mencoba untuk menonton anime sebagai selingan di kala merasa penat, penulis hanya mencari anime dengan genre komedi. Maka dari itu, penulis mencoba untuk menonton anime K-On! yang satu ini.

Anime ini bercerita tentang sekelompok gadis SMA yang aktif di klub musik ringan (pop). Genrenya sendiri, selain komedi, adalah slice of life. Jadi, jangan harap menemukan konflik yang menengangkan dari anime ini.

Walaupun begitu, anime ini menjadi salah satu anime favorit penulis. Humor yang ditampilkan mampu menghibur dengan baik. Karakteristik dari tiap tokohnya (Yui, Mio, Ritsu, Mugi, Azusa) juga digambarkan dengan keunikannya masing-masing.

Bahkan, ketika penulis mencoba mendengarkan lagu-lagunya, ternyata bisa dinikmati walau suaranya seperti cewek terjepit. Lagu-lagu seperti Don’t Say Lazy, Fuwa Fuwa Time, hingga U&I berada di dalam playlist penulis.

Clannad

Clannad (DesktopBackground.org)

Kalau anime yang satu ini, penulis sudah menuliskannya panjang lebar hingga dibagi menjadi tiga tulisan. Pembaca yang penasaran dengan anime ini bisa membaca artikelnya di bawah ini:

Yang jelas, anime ini penulis anggap sebagai salah satu anime terbaik yang pernah penulis tonton, walaupun judul anime yang sudah penulis tonton belum terlalu banyak.

Chūnibyō Demo Koi ga Shitai!

Chūnibyō Demo Koi ga Shitai! (glittergraphics.org)

Meskipun nilainya di situs myanimelist tidak terlalu bagus, penulis tetap menyukai anime yang satu ini. Sesuai dengan namanya, Chūnibyō Demo Koi ga Shitai! merupakan anime yang membahas tentang sindrom chuunibyo sindrom tahun kedua.

Apa itu? Intinya, sang penderita merasa memiliki kekuatan super dan mencampuradukkan dunia asli dan dunia fantasi yang ada di alam pikirnya.

Karakter utama dari anime ini, Yūta Togashi, merupakan mantan penderita yang memutuskan untuk membuang semua masa lalunya dan memulai hidup baru di SMA-nya.

Saat di SMA, ia bertemu dengan Rikka Takanashi yang juga memiliki delusi tingkat tinggi dan mengetahui masa lalu dari Yuuta. Akibatnya, mereka berdua jadi dekat dan jatuh cinta satu sama lain.

Anime comedy romance ini menurut penulis dapat menyeimbangkan takaran komedi dan romantisnya. Apalagi, jalan cerita yang dimiliki pun sangat menyenangkan untuk diikuti.

Penulis sendiri secara jujur mengakui sangat menyukai karakter Rikka, sehingga menjadikannya inspirasi untuk salah satu tokoh di novel penulis, Adriana Rika Kayana.

Penutup

Penulis pernah menonton anime berjudul Shirobako. Anime tersebut berkisah tentang proses pembuatan anime dari awal hingga siap tayang. Melalui anime tersebut, penulis benar-benar menyadari bahwa proses pembuatan anime sangatlah panjang.

Ketika studio Kyoto Animation terbakar, penulis membayangkan bahwa mereka sedang memiliki proyek anime baru. Berlembar-lembar kertas maupun dokumen yang tersimpan di komputer lenyap tak berbekas begitu saja dilalap api.

Apalagi, banyak staf dari Kyoto Animation yang menjadi korban dalam tragedi ini. Jelas, mereka butuh waktu yang tidak sebentar untuk bisa bangkit dan memulai aktivitas mereka kembali.

Akan tetapi, hal ini pasti telah ditakdirkan oleh yang Maha Kuasa. Berlarut-larut dalam kesedihan juga tidak akan membawa dampak apa-apa. Semoga saja Kyoto Animation bisa segera memulihkan diri dan kembali menghasilkan anime-anime yang berkualitas.

 

 

Kebayoran Lama, 20 Juli 2019, terinspirasi setelah membaca berita tentang kebakaran studio Kyoto Animation