Wawasan Alam Semesta Pada Astrofisika untuk Orang Sibuk

Seperti yang sudah sering disebutkan, penulis merupakan penggemar berat alam semesta. Jika ada acara televisi maupun buku tentang astronomi, kemungkinan besar penulis akan melihat atau membelinya.

Itulah yang menjadi dasar penulis membeli buku Astrofisika untuk Orang Sibuk tulisan Neil de Grasse Tyson di Paperclip. Apalagi, buku ini tergolong tipis dan harganya cukup murah.

Apa Isi Buku Ini?

Buku ini terdiri dari sepuluh bab yang membahas beberapa topik astronomi umum. Karena buku ini diperuntukkan untuk orang sibuk, maka muatan buku ini tidak seberat buku sains sebagaimana pada umumnya.

Pada bab pertama menjelaskan tentang peristiwa big bang, peristiwa terbentuknya alam semesta yang paling banyak diyakini oleh para ilmuwan. Penjelasannya tidak terlalu ilmiah, bahkan Tyson menulis dengan cara countdown, menghitung dari ukuran satu per setriliun detik.

Selain itu, terdapat pula bab-bab yang menjelaskan tentang Zat GelapEnergi Gelap, berbagai jenis sinar yang ada hingga bentuk Bumi bulat atau datar. Banyak sekali materi-materi yang belum pernah penulis ketahui sebelumnya.

Salah satu bagian favorit penulis adalah bagaimana Tyson menjelaskan hukum-hukum Fisika yang berlaku di Bumi juga berlaku di bagian lain alam semesta, termasuk yang paling jauh sekalipun.

Hal tersebut menambahkan keyakinan penulis terhadap kuasa sang Maha Pencipta atas segala keteraturan yang telah Ia tetapkan. Penulis sama sekali tidak percaya bahwa semua ini terjadi hanya karena kebetulan semata yang tunduk kepada hukum Fisika.

Bagian menarik lainnya adalah tentang penamaan unsur-unsur kimia yang ternyata diambil dari nama planet. Contohnya, Thorium yang diambil dari nama planet Jupiter. Di mana letak kesamaannya? Thor dan Jupiter sama-sama dewa perang di dalam dunia mitologi.

Selain itu, terdapat pula Uranium dari planet Uranus, Neptunium dari planet Neptunus, dan Plutonium dari planet Pluto. Meskipun tidak menyukai kimia, penjelasan latar belakang penamaan sebuah unsur merupakan hal yang menarik bagi penulis.

Di bagian terakhir, Tyson mengajak kita untuk merenungi alam semesta kita, sesuatu yang sering penulis biasa lakukan sebelum tidur.

Kesimpulan

Meskipun buku sains, Tyson berhasil membuat buku ini nyaman untuk dibaca orang awam yang tidak mendalami astrofisika secara mendalam. Apalagi, sang penulis buku ini sesekali menyelipkan candaan sehingga kita tidak tegang sewaktu membaca buku ini.

Yang penulis sukai dari buku ini adalah banyaknya wawasan tentang alam semesta yang penulis dapatkan setelah membaca buku ini, seperti yang sudah disebutkan di atas.

Jika dibandingkan dengan buku-buku Stephen Hawking yang sudah penulis baca, jelas buku ini lebih mudah dicerna dan dipahami. Yang jelas, buku ini sangat penulis rekomendasikan bagi para astrophilia.

Nilainya: 4.2/5.0

 

 

Kebayoran Lama, 29 November 2018, terinspirasi setelah menamatkan buku Astrofisika untuk Orang Sibuk karya Neil de Grasse Tyson

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.