Boyan Slat: Pemuda Pembersih Samudera Pasifik

Sekilas terlihat seperti Frodo dalam film Lord of the Ring. Boyan Slat namanya. Usianya kurang lebih sama dengan kita. Namun jangan tanyakan apa yang sudah dilakukan olehnya. Di saat kita masih sibuk mengupload foto makanan di sebuah kafe, Boyan sudah menemukan cara bagaimana caranya membersihkan sampah yang semakin memprihatinkan di Samudera Pasifik.

Bahkan ide tersebut datang saat ia masih berusia 16 tahun, sama ketika kita duduk di bangku SMA. Idenya datang ketika ia berlibur di Yunani. Saat menyelam, ia menemukan fakta bahwa jumlah kantong plastik disana jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah ikan yang ada. Saat itulah Boyan memiliki inisiatif untuk mencari solusi dari permasalahan ini.

Terlihat Bagaimana Sampah Terjaring (via zedie.wordpress.com)

Dilansir dari bbc.co.uk, dalam rentang waktu 30 hingga 40 tahun terakhir, sudah ada jutaan ton plastik yang telah memasuki lautan, termasuk samudera. Itu belum jenis sampah-sampah lainnya, termasuk sampah yang dibuang ke sungai begitu saja oleh masyarakat dunia.

Setelah melakukan penelitian di sekolahnya, Boyan mendirikan The Ocean Clean Up pada tahun 2013 untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Dalam webnya, theoceancleanup.com, setidaknya ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi polusi sampah di lautan ini.

  1. Extraction (Penghilangan)

Sampah plastik tidak akan bisa hilang begitu saja dan tidak akan bisa diurai oleh air. Karena itu sampah – sampah plastik ini harus diambil menggunakan semacam jaring yang digunakan untuk menangkap sampah tersebut.

The Ocean Clean Up sedang mengembangkan suatu alat bernama Ocean Cleanup Array yang memiliki fungsi seperti itu. Diperkirakan butuh 10 tahun untuk membersihkan setengah samudera Pasifik.

  1. Prevention (Pencegahan)

Ini yang dapat dilakukan oleh semua orang, termasuk kita para kawula muda. Seperti kata orang, mencegah lebih baik daripada mengobati. Begitu pula yang berlaku apabila ketika kita ingin berpartisipasi dalam pembersihan samudera.

Selalu buang sampah pada tempatnya, jangan pernah membuang sembarangan, apalagi di selokan. Sampah yang dibuang ke selokan lama kelamaan akan mengalir juga ke lautan. Artinya, kamu juga termasuk penyebab tingginya tingkat polusi di lautan.

  1. Interception (Penangkapan)

Langkah ini masih dalam tahap perencanaan oleh pihak The Ocean Clean Up. Dengan memanfaatkan teknologi spin-off, sampah – sampah dari sungai yang akan masuk ke dalam lautan akan “ditangkap”. Dengan demikian, jumlah sampah yang masuk ke lautan pun akan berkurang.

Ilustrasi Pembersihan Samudera Pasifik (via www.theoceancleanup.com)

Inisiatif yang dilakukan oleh Boyan Slat memang dapat dikatakan luar biasa. Dengan umur yang sama dengan kita, ia sudah berhasil menggebrak dunia dengan idenya. Kamu yang ingin bergabung dengan menjadi donatur maupun volunteer, bisa mendaftar di theoceancleanup.com.

Kita mungkin tidak bisa melakukan sesuatu yang luar biasa seperti yang dilakukan olehnya. Tetapi kita bisa melakukan sesuatu untuk diri kita sendiri, untuk lingkungan sekitar kita dengan langkah-langkah kecil seperti mengingatkan teman yang membuang sampah sembarangan atau memungut sampah yang kita lihat.

Cukup Dengan Melakukan Hal Seperti Ini (via www.thefrugalgirl.com)

Dengan hal-hal seperti itu saja, artinya kamu sudah mempunyai kepedulian terhadap masa depan lingkungan. Jangan sampai adik-adik bahkan cucu-cucu kita hidup di dunia yang penuh sampah dan polusi. Hal-hal kecil inilah yang akan melindungi mereka dari hal tersebut.

 

 

Lawang, 23 Maret 2018, pernah dimuat di oyibanget.com dengan judul Bocah 21 Tahun Asal Belanda Ini Temukan Cara Bersihkan Samudera Pasifik

Sumber Foto: youtube.com

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.